Singapore AirShow 2022 Tertutup Bagi Publik! Hanya Diikuti Undangan dan Delegasi Perusahaan

Sempat simpang siur, Singapore AirShow 2022 dipastikan bakal digelar pada 15 – 18 Februari di Bandara Changi, Singapura. Begitu laporan Straits Times dari sumber anonim yang mengaku dekat dengan pameran kedirgantaraan terbesar di Asia dan kedua terbesar di dunia setelah Le Bourget di Perancis, itu.

Baca juga: Di Farnborough AirShow Virtual, Boeing Ungkap Keterlibatan Etihad Boeing 787-10 Sebagai ecoDemonstrator

Kabar buruknya adalah, Singapore AirShow 2022 akan ditutup bagi publik. Alasannya tentu klasik, menghindari potensi penyebaran virus Corona di negara yang selama ini dikenal ketat dalam melakukan langkah-langkah pencegahan tersebut.

Meski panitia penyelenggara dan pemerintah Singapura tahu betul potensi ekonomi dalam perhelatan ini saat gelaran ditutup atau dibuka bagi publik, tetapi, mereka tidak mempunyai pilihan lain kecuali mengambil risiko terendah dari ancaman penularan virus Corona.

Praktis, Singapore AirShow 2022 hanya akan diikuti oleh para tamu undangan dan delegasi perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi. Ditargetkan, ada setidaknya 10 ribu pengunjung dalam pameran tahun ini, jauh dibanding pameran tahun 2020 lalu yang menyentuh 30 ribu pengunjung.

Karena ditutup bagi publik, Singapore AirShow 2022 juga kemungkinan besar tidak meniadakan pertunjukan udara yang biasanya digelar di akhir pekan dan melibatkan tim aerobatik Angkatan Udara (AU) kenamaan dunia, seperti tim aerobatik Angkatan Udara (AU) Korea Selatan, Black Eagles dan tim aerobatik TNI AU, Jupiter Aerobatic Team (JAT).

Kendati ditutup bagi publik, panitia penyelenggara berikrar untuk tetap ketat dalam menerapkan protokol kesehatan, salah satunya wajib vaksinasi dua dosis bagi para tamu undangan dan delagasi perusahaan.

Sayangnya, informasi kegiatan penting lainnya seperti Singapore Airshow Aviation Leadership Summit (SAALS), program Airshow yang melibatkan 300 pejabat pemerintah, otoritas penerbangan sipil, operator bandara dan eksekutif maskapai dari seluruh dunia, belum dapat dikonfirmasi bakal digelar atau tidak. Pada pameran tahun 2020 lalu, event tersebut batal digelar. Namun, AirShow terbuka bagi publik.

Apakah tahun ini sebaliknya, dimana Singapore AirShow 2022 tertutup bagi publik namun terbuka seluas-luasnya bagi para tamu undangan dan delegasi perusahaan dirgantara dunia, atau akan sama seperti tahun sebelumnya, semua itu belum dapat dipastikan panitia penyelenggara.

Singapore AirShow memang menjadi gelaran yang paling dinanti-nanti bagi produsen dirgantara di seluruh dunia. Jangan tanya nilai transaksi yang berhasil dicapai sepanjang gelaran ini dihelat, sudah pasti sangat tinggi nilainya.

Baca juga: Di Singapore AirShow 2020, Airbus Pamerkan MAVERIC, Desain Pesawat yang Mampu Hemat 20 Persen Bahan Bakar

Indonesia, melalui PT Dirgantara Indonesia (DI), pernah merasakan pundi-pundi rupiah yang datang dari gelaran ini.

Empat tahun yang lalu, PT DI turut serta dalam pameran Internasional Singapore Airshow 2018 yang dibuka di Changi Exhibition Centre, Singapura. Ketika itu, PT DI berhasil meneken kerangka kerja sama pemesanan 79 pesawat N219 Nurtanio dengan sejumlah perusahaan ataupun instansi.

Lama Tak Terbang, Pilot Qantas Lepas Landas dengan Posisi Rem Parkir Pesawat On

Maskapai Qantas menemukan banyak pilotnya yang sudah lama tak terbang gegara pandemi Covid-19 melakukan berbagai kesalahan saat mengoperasikan pesawat. Salah satunya ialah pilot dilaporkan lepas landas dengan rem parkir pesawat atau park brake di posisi on. Selain tenaga saat meluncur di runway jadi tidak maksimal, tentu saja itu berbahaya.

Baca juga: Nasib Pilot Gegara Corona, Tetap Harus ‘Terbang’ Tanpa Dibayar

Selain itu, dalam sebuah memo internal Qantas yang bocor ke media Sydney Morning Herald dan The Age, pilot juga diketahui salah mengidentifikasi altitude sebagai airspeed.

Termasuk di dalamnya, memo itu juga menyebut bahwa hal berbahaya lainnya juga terjadi seperti sakelar pada panel kokpit berada di posisi yang salah dan exterior inspection events.

Menaggapi hal tersebut, heads of Qantas fleet operations, Alex Scamps, mengatakan, pandemi virus Corona telah “menciptakan situasi di mana pilot ahli kehilangan sentuhan dan mengalami penurunan kapasitas kognitif”.

“Dikombinasikan dengan pengurangan penerbangan melintasi jaringan, kami mengenali efek aliran untuk fokus awak pesawat dan keakraban dengan operasi,” tambahnya.

“Rutinitas yang dulunya diselesaikan dengan sedikit usaha sekarang menghabiskan lebih banyak waktu dan mengalihkan perhatian dari menerbangkan pesawat,” lanjutnya.

Juni lalu, pilot Boeing 787 Dreamliner Qantas melakukan hal ceroboh yang sebetulnya sangat mudah dihindari. Usai lepas landas, pilot melaporkan bahwa landing gear tidak dapat masuk ke dalam bodan pesawat dan memaksa penerbangan turn around. Setelah dicek, ternyata pin removed before departure belum dicabut.

Tak lama kemudian, ada lagi insiden dimana pilot kehilangan kesadaran situasional saat melakuka approach landing. Meski tak berakibat fatal, namun, kesalahan kecil seperti ini wajib dihindari.

Sebetulnya, tak hanya Qantas, saat ini pilot-pilot di seluruh maskapai dunia juga mengalami hal yang sama, kehilangan kemampuan terbaik dalam menerbangkan pesawat, baik dari sisi teknis maupun non teknis, seperti kemampuan membaca situasi, memecahkan masalah, dan insting tajam dalam mengambil keputusan.

Baca juga: Curhat Pilot Senior Akibat Pandemi, Jam Terbang Rendah, Serba Lupa, dan Seperti Pertama Kali Terbang

Dalam kondisi tersebut, tak ada cara lain kecuali mengupgrade skill. “Pilot harus sering latihan dan meng-upgrade skill untuk dapat terus terbang,” kata Brian Strutton, salah seorang anggota British Airline Pilots Association (BALPA) yang menaungi seluruh pilot di Inggris.

Pilot juga harus tes ulang lisensi kecakapan berkomunikasi, kemampuan evakuasi saat terjadi kebakaran, kemampuan bekerja secara tim antara pilot dan kopilot, dan berbagai kemampuan lainnya, termasuk kemampuan untuk terbang baik di siang hari dan malam hari, pilot pesawat komersial juga perlu melakukan tiga kali take-off dan pendaratan di malam hari dalam 90 hari terakhir yang juga harus terus di-upgrade.

Bagaimana Bandara Diuji Coba Sebelum Melayani Pesawat? Ini Jawabannya

Sebelum beroperasi, pesawat melalui serangkaian tes panjang, melelahkan, dan mahal. Outputnya tentu tingkat keselamatan dan keamanan tinggi. Begitu juga dengan bandara, sebelum melayani penumpang, kargo, dan pesawat, bandara terlebih dahulu diuji coba. Tetapi, dengan luas dan sistem se-kompleks itu, bagaimana bandara diuji coba?

Baca juga: Begini Proses Sertifikasi Pesawat Baru, Panjang dan Mahal

Umumnya, sistem dan infrastruktur bandara melewati berbagai uji coba sebelum dibuka untuk maskapai dan publik. Namun, tetap saja, ketika dibuka, hampir tak ada bandara atau terminal bandara yang mulai melayani penumpang beroperasi tanpa ada sedikit pun masalah.

Sebab, sulit untuk memprediksi semua yang berpotensi salah dalam sistem yang begitu kompleks seperti bandara.

Namun, beberapa masalah, seperti masalah besar yang berujung pada ‘bencana’ bagi maskapai dan penumpang saat pembukaan Terminal 5 Bandara London Heathrow pada tahun 2008 dimana maskapai British Airways membatalkan hampir 40 penerbangan, dapat dikurangi melalui simulasi dan pelatihan.

Kendati, sekali lagi, sulit untuk memprediksi semua yang berpotensi salah dalam sistem yang begitu kompleks dan menghindari masalah, tetap saja, ada begitu banyak cara yang bisa dilakukan operator bandara agar terhindar dari masalah dan memastikan segalanya lancar saat terminal atau bandara mulai dioperasikan.

Saat ini, ada banyak perusahaan teknologi global yang membantu mensimulasikan pergerakan penumpang dan barang melalui software yang dirancang khusus. Namun, beberapa bandara sampai melakukan lebih, semata demi menghindari kesalahan saat bandara mulai melayani penumpang. Salah satunya Bandara Berlin Brandenburg Willy Brandt.

Dilansir Simple Flying, bandara yang baru dibuka pada Oktober tahun 2021 lalu tersebut diketahui mengerahkan 9.000 relawan untuk berkeliaran di bandara bak penumpang sungguhan. Relawan-relawan tersebut dikerahkan sebagai subjek uji coba selama total 28 hari.

Umumnya, masing-masing dari relawan diberikan tugas tertentu agar tercapainya tujuan pengujian bandara, seperti bertindak sebagai penumpang reguler, check-in, security, boarding, cancel flight, dan sebagainya. Mereka diminta untuk memberikan feedback dan menemukan berbagai kekurangan pada bandara tersebut.

Layanan terpenting dari yang penting seperti ATC juga tak luput dari objek uji coba. Di sini, melalui software khusus, ATC diuji coba, disimulasi, pelatihan, dan pemeriksaan untuk waktu yang cukup lama sampai menjelang bandara beroperasi secara resmi.

Bandara Berlin Brandenburg Willy Brandt diketahui juga menggunakan perangkat pelatihan yang disebut Smart Trainer. Perangkat ini meniru badan pesawat untuk melatih operator ramp, pemadam kebakaran, dan maintenance engineer seolah-olah di kondisi nyata.

Baca juga: Arab Saudi Pamer Desain Bandara Baru Mirip Fatamorgana di Tengah Padang Pasir

Begitu juga dengan runway bandara, itu tak luput dari objek yang harus diuji coba. Biasanya, cara menguji coba runway dengan melakukan uji coba menggunakan pesawat sungguhan tanpa penumpang. Tentu saja bobot pesawat, termasuk jenis dan tipenya, sudah disesuaikan dengan kemampuan runway yang didesain para insinyur.

Di Amerika Serikat (AS), uji coba runway dan taxiway tidak hanya dilakukan dengan pesawat sungguhan, tetapi juga dengan kendaraan uji khusus setara bobot dua pesawat terbesar di dunia, Antonov An-225 Mriya. Ini ditujukan untuk menguji perkerasan atau tingkat ketahanan runway dan taxiway dalam menahan berat ekstrem.

Akhirnya, Kapal Ferry Bertenaga Hidrogen Pertama di Dunia Mulai Beroperasi di Teluk San Francisco

Lebih dari satu abad, penduduk telah melakukan perjalanan di sekitar Teluk San Francisco, California di Amerika Serikat dengan kapal ferry. Di mana sebagian besar kapal ferry tersebut menggunakan tenaga diese. Namun saat ini, banyak negara yang mulai mengurangi emisi karbon mereka dan mengganti bahan bakar diesel dengan energi terbarukan.

Baca juga: “Sea Change” – Kapal Ferry Bertenaga Hidrogen Pertama yang Meluncur di Amerika Serikat

Salah satunya All American Marine yang akhirnya meluncurkan dan mengoperasikan kapal ferry penumpang pertama mereka “Sea Change” dengan menggunakan tenaga hidrogen. Kapal tersebut diluncurkan di Teluk San Francisco dan tidak ada emisi satupun yang dihasilkan alias nol emisi karbon.

Sebab, Ron Willie, presiden perusahaan All American Marine mengatakan, saat Anda benar-benar menggunakan hidrogen untuk menghasilkan listrik, maka satu-satunya produk sampingan adalah air panas. Sehingga tidak akan ada emisi yang dihasilkan alias nol emisi yang dihasilkan oleh kapal ferry bertenaga hidrogen tersebut.

Dia menambahkan, pelayaran berbasis kelautan, sebagian besar adalah pelayaran internasional. Ini merupakan salah satu rahasia perubahan iklim yang kotor dan tidak sedikit. Hal tersebut menyebabkan sekitar tiga persen dari semua emisi gas karbon dioksida global yang lebih dari emisi CO2 yang dihasilkan oleh industri penerbangan.

KabarPenumpang.com melansir dari laman cbsnews.com (28/12/2021), untuk diketahui, kapal ferry bertenaga hidrogen yang lebih besar sekarang sedang dibangun di Eropa dan teknologi tersebut akhirnya dapat diterapkan pada kapal kontainer. Meski begitu, ada sisi negatifnya yakni jika hidrogen bocor selama produksi dan keluar dari tangki, itu akan berkontribusi pada pemanasan global.

“Ada banyak harapan dan janji di sekitarnya, tetapi agar benar-benar bergerak maju agar iklim terlindungi dan kita perlu memahami apa sebenarnya potensi kebocoran itu,” kata Amanda Leland, direktur eksekutif Dana Pertahanan Lingkungan.

Baca juga: Australia Bangun Kapal Ferry Berbahan Bakar Hidrogen Untuk Kurangi Emisi

Untuk diketahui, All American Marine bangga bahwa masa depan yang lebih bersih sedang di bangun di Amerika.

“Benar-benar berpikir itu akan menjadi pengubah permainan saat segala sesuatunya bergerak maju,” kata Willie.

Rela Ndlosor, Inilah Hunting Foto Ala Busmania

Anda sedang di terminal bus, hendak bepergian ke luar kota naik bus, dan melihat remaja atau mungkin dewasa membawa kamera dan memotret bus? Jangan heran, mereka adalah penggemar bus yang sedang hunting foto bus kesukaan mereka.

Baca juga: “Saya Busmania Mau Hunting Foto”, Jadi Kalimat Andalan Hindari Calo

Tidak jarang gear yang mereka gunakan bahkan seperti fotografer profesional. Tak hanya menggunakan kamera handphone, banyak diantara mereka yang menggunakan kamera profesional yang harganya sudah pasti tidak murah.

Kegiatan mereka biasanya memotret objek bus favorit ketika memasuki terminal atau agen penjualan tiket bus. Tak jarang mereka membuat janji satu sama lain untuk melakukan hunting foto bersama.

Di Terminal Lebak Bulus fenomena ini mulai ramai sekitaran tahun 2010 sampai Terminal Lebak Bulus ditutup. Selain itu tempat hunting foto kesukan para busmania adalah di terminal Poris, Tangerang. Mereka mulai berkumpul dari pagi sampai sore disana.

Bahkan sempat ada fenomena ‘ndlosor’ bagi para fotografer bus. Ndolosor adalah dimana ketika para fotografer bus mengambil foto bus sembari mereka tiarap. Hal ini tentu sangat membahayakan baik bagi diri sendiri dan juga orang lain.

Untungnya fenomena Ndlosor ini sekarang bisa dibilang sudah tidak terlihat lagi dan mulai ditinggalkan para fotografer bus. Hal ini tak lepas dari edukasi yang dilakukan oleh komunitas penggemar bus mengenai bahayanya fenomena ndlosor.

Berpose layakanya fotografer handal, begitu datang objek bus yang dinanti, “cekrek” foto diabadikan dan tak jarang di-upload di media sosial baik twitter, facebook, maupun instagram.

Hobi ini bahkan bisa mendatangkan pundi-pundi rupiah bagi beberapa diantara mereka. Beberapa fotografer bus yang karyanya memang berkualitas, tak jarang diajak kerjasama oleh pengusaha perusahaan otobus untuk mengabadikan armada mereka dan dijadikan untuk bahan iklan.

Terlebih jika ada bus baru yang akan rilis dari karoseri, sudah pasti pengusaha perusahaan otobus tersebut akan menggandeng seorang fotografer bus untuk mengabadikan momen launching armada terbaru mereka.

Baca juga: Cerita Busmania – Dari Foto-foto, Touring Hingga Jadi Banyak Teman

Selain itu berkat hasil foto bus yang memang berkualitas, beberapa fotografer bus memiliki jumlah pengikut yang cukup fantastis di media sosial mereka. Foto-foto hasil jepretan mereka juga seringkali diupload ulang oleh banyak orang, tak jarang bahkan foto-foto mereka sampai diklaim milik orang lain. (Senna Aditiya – Penggemar Bus)

Ini Dia Wajah KA Feeder Bakal Calon KCJB (Kereta Cepat Jakarta Bandung)

Ternyata isu yang menyebar mengenai Kereta Feeder (pengumpan) untuk KCJB (Kereta Cepat Jakarta Bandung) benar adanya. Kereta bertenaga diesel (KRD) ini melakukan uji coba pada Selasa, 4 Januari 2022 di Yogyakarta. Uji coba di lakukan di area Balai Yasa Yogyakarta untuk lakukan gerakan maju mundur. Uji coba ini dilakukan untuk mengukur kecepatan KRD tersebut supaya nanti saat dilakukan perjalanan reguler bisa mencapai kecepatan yang disesuaikan dengan jalur raya. KRD ini melakukan uji coba pada siang menjelang sore hari.

Baca juga: Inilah Rel R60, Jenis Rel Khusus untuk Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Uji Coba Mendadak
Bertanya–tanya soal kapan uji coba KRD tersebut dilakukan, belum ada jawaban sama sekali. Namun, pagi tadi beberapa informasi yang tersebar di media sosial bahwa uji coba persis dilakukan pada Selasa siang. Itu pun masih simpang siur benar atau tidaknya uji coba tersebut. Namun, Railfans yang berdomisili di Kota Gudeg ini tak mau kehilangan momen uji coba KRD tersebut. Meskipun informasi masih simpang siur, namub Railfans sudah berkumpul di lokasi jalur uji coba tersebut.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang)

Benar saja, setelah menunggu informasi tersebut ternyata valid alias benar adanya. Mantan KRD Prameks batik ini ternyata uji coba di wilayah Balai Yasa Yogyakarta. Sontak Railfans pun turut mengabadikan momen pertama kali mereka lihat. Posisi demi posisi sudah mereka lakukan untuk pengambilan gambar dan angle yang lebih bagus. Namun, informasi dari pihak Balai Yasa, uji coba ini masih belum 100 persen rampung. Hanya sebatas uji coba saja dan hasil foto/video masih belum bisa di publikasikan. Dari pantauan Kabarpenumpang.com belum ada satupun yang mengunggah hasil momen uji coba KRD tersebut ke sosial media Instagram, Twitter, Facebook bahkan Youtube.

Baca juga: Stasiun Padalarang Baru Menjadi Hub Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dibangun Dua Tahap

Bakalan KA Feeder Kereta Cepat
KRD yang sementara dipanggil KA Feeder KCJB (Kereta Cepat Jakarta Bandung) ini memiliki warna dasar putih dan bergaris. Persis warna lambang Bendera Republik Indonesia yaitu Merah Putih. KRD ini uji coba pada siang menjelang sore hari dengan rangkaian 5 SF (Stamformasi). Belum diketahui selanjutnya apakah KRD ini akan uji coba diluar area Balai Yasa. Namun menurut informasi, untuk tahap awal KRD ini diujicobakan sedikitnya 2 Trainset.

Informasi lanjut soal KRD ini nantinya bakalan dikirim dari Yogyakarta ke Bandung untuk memenuhi layanan operasional kereta api jarak dekat dari Stasiun Bandung ke Rancaekek pp. dan transit menggunakan Kereta Cepat Jakarta Bandung yang nanti akan selesai dibangun dan dioperasikan. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Drone Kargo K-Racer X1 Kawasaki Terbesar di Dunia Bermesin Ninja H2R 1.000 Cc Sukses Diuji Coba

Kawasaki rampung menyempurnakan mesin 1.000 cc supercharged dari hyperbike Ninja H2R, sepeda motor tercepat di dunia, menjadi helikopter kargo atau drone kargo otonom berkemampuan mengangkut beban berat. Helikopter kargo atau Cargo Copter Kawasaki ini beroperasi secara otomatis agar bilah rotor utamanya tak mengenai manusia saat bongkar muat kargo.

Baca juga: Lilium Pamer Penjualan 220 Unit Taksi Udara eVTOL Terbesar di Dunia Bernilai Rp12,5 Triliun

Dilansir New Atlas, cara kerja drone kargo Kawasaki bermesin bensin ini cukup mudah. Dalam rangkaian uji coba yang ditampilkan di official channel YouTube Kawasaki, mula-mula robot kargo diisi kargo atau barang oleh user berukuran dua kotak nasi bungkus berukuran 20×20.

Setelah itu, robot kargo akan berjalan secara otomatis menuju drone kargo K-Racer, entah itu K-Racer IV ataupun K-Racer X1, untuk kemudian diangkut ke tempat tujuan.

Drone K-Racer X1 Kawasaki, yang diklaim sebagai drone terbesar di dunia, mengusung rotor utama berdiameter empat meter dengan fixed wing di sisi kanan dan kiri serta dilengkapi dengan rotor tambahan bak pesawat.

Selain itu ada juga rotor kecil di bagian belakang, tepatnya di bagian horizontal stabilizer yang berfungsi membantu keseimbangan saat helikopter lepas landas dan mendarat secara vertikal (VTOL). Fungsinya kurang lebih sama dengan rotor belakang helikopter.

Usai lepas landas secara vertikal menggunakan rotor utama, drone K-Racer X1 Kawasaki bermesin Ninja H2R bermesin 1.000 cc tersebut akan melesat secara horizontal dengan rotor di fixed wing.

Fixed wing atau sayap tetap pada drone juga berfungsi untuk memaksimalkan lift pada drone saat cruising di udara. Dengan begitu, torsi pada rotor utama bisa dikurangi untuke efisiensi bahan bakar.

Meski menggunakan mesin 1.000 cc, belum ada keterangan resmi dari Kawasaki seberapa cepat drone terbesar di dunia K-Racer X1 melesat di udara. Namun, itu diperkirakan tak akan terlalu cepat sebagaimana Ninja H2R Hyperbike yang berstatus sebagai sepeda motor tercepat di dunia.

Selain itu, kendati diklaim mampu mengangkut beban berat, Kawasaki menyebut drone kargo K-Racer X1 hanya mampu mengangkut kargo seberat 100 kg dengan jangkauan dan ketinggian terbang yang belum diketahui andai mengangkut beban seberat itu.

Baca juga: Inggris Mulai Uji Coba Drone Kargo ke Kepulauan Terpencil, Indonesia Kapan?

Walau sukses diuji coba, Kawasaki menyebut bahwa prototipe drone kargo K-Racer X1 bermesin Ninja H2R 1.000 cc beserta robot kargonya masih dalam tahap penyempurna. Sebab, saat ini prosesnya masih ada yang manual dimana kargo dimuat ke dalam drone kargo oleh manusia.

Nantinya, Kawasaki ingin robot kargo terintegrasi dengan sistem robot di pabrik secara otomatis untuk menyempurnakan otomatisasi cara kerja drone kargo K-Racer X1 Kawasaki secara end-to-end. Bila ini terjadi, pengiriman kargo dalam kota akan menjadi lebih cepat dan efisien di masa depan.

Elora Azalia, Penggemar Bus Perempuan – “Cinta Bus Sejati Tanpa Mencari Sensasi”

Jika anda membayangkan penggemar bus semuanya adalah seorang laki-laki, maka anda boleh meralat pemikiran itu. Nyatanya, semakin kesini hobi ini memiliki banyak penggemar perempuan. Meskipun identik dengan laki-laki, penggemar bus sekarang ini mulai banyak yang perempuan.

Baca juga: Rawan Pelecehan, Pramugari Bus Malam Acap Kali Mendapat Perlakuan Tidak Enak dari Penumpang

Kesukaan ini dilatarbelakangi oleh berbagai faktor. Biasanya para penggemar bus perempuan memang sering melakukan perjalanan dengan bus antar kota sehingga mereka memiliki kesukaan lebih terhadap bus.

Faktor pasangan juga bisa jadi pengaruh bagi para penggemar bus perempuan ini. Mereka memiliki pasangan baik pacar maupun suami yang merupakan seorang penggemar bus, dan secara tidak langsung hal ini yang membuat mereka juga menyukai bus.

Elora Azalia, seorang perempuan penggemar bus bercerita tentang bagaimana dia bisa menyukai moda transportasi bus. “Alasannya lucu sebenernya, dulu pas kecil kalau lihat bus di pantura selalu terheran-heran, soalnya di daerahku gak ada bus besar yg bagus-bagus” Ujar Elora

“Habis itu aku sekolah di Kota masih di Jawa Tengah sih, nah dari situ makin suka bus, tiap lihat bus bagus aku inisiatif fotoin” imbuhnya

“Touring naik bis pertama seingetku tahun 2013 naik PO. Haryanto (Kudus – Pulogadung), waktu itu aku sampai ‘dikawal’ almarhum ibu aku”

Meski tidak semua, tapi seringkali muncul anggapan bahwa para penggemar bus perempuan hanyalah mencari sensasi dan bahkan hanya demi menambah jumlah pengikut di media sosial.

Terkait hal ini, Elora memiliki pandangan tersendiri
“Kalo aku pribadi sih yaa emang suka bus tanpa pengaruh dari orang lain sih, emang dari akunya sendiri. Kalo berbicara manfaat, manfaatnya buatku lebih ke tambah banyak teman dari berbagai daerah. Lagian aku ga perlu cari sensasi juga udah terkenal sih. Canda terkenal” ujar Elora sembari tertawa.

“Jadi nggak lah kalo buat pansos-pansos gitu, intinya aku emang suka bus, suka berteman dengan orang baru juga yang satu hobi” imbuhnya.

Baca juga: Dianggap Terlalu Cantik Jadi Pengemudi Bus, Wanita Asal Inggris Tetap Pada Pendiriannya

Terlepas dari berbagai pandangan, kehadiran penggemar bus perempuan bisa dibilang memberikan warna tersendiri. Hobi yang didominasi oleh laki-laki ini menjadi lebih berwarna dengan kehadiran para penggemar bus perempuan. (Senna Aditiya – Penggemar Bus)






















Gegara Kekurangan Staf, Kereta di Inggris Tangguhkan Perjalanan Tanpa Batas Waktu

Di masa pandemi, banyak pembatasan yang terjadi bagi pengguna kereta api. Di mana kereta yang biasanya penuh sesak dan padat, kini lebih lengang dan cenderung ramai tetapi tidak padat. Tak hanya itu, pandemi juga membuat kereta api bisa berhenti tanpa batas waktu karena kekurangan pekerja.

Baca juga: Isolasi Diri dari Pandemi Covid-19, Seorang Pria Tinggal di Stasiun Kereta Api

KabarPenumpang.com melansir dari laman bbc.com (28/12/2021), kekurangan staf tersebut terjadi di kereta Warwickshire di Inggris. Kereta ini melayani Leamington Spa, Nuneaton dan Coventry. West Midlands Trains mengatakan, kekurangan staf berarti kereta tidak dapat memberikan layanan sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Adanya penghentian operasional tanpa batas waktu tersebut, terjadi setelah ratusan kereta dibatalkan menjelang Natal. Hal ini karena banyak staf kereta tersebut yang terinveksi Covid-19.

Untuk mengantisipasi masalah itu, kemudian layanan bus pengganti hadir dan akan beroperasi di Warwickshire dengan situasi di bawah pengawasan ketat.

“Pandemi memiliki dampak signifikan pada tenaga kerja kami dengan lebih banyak rekan kami harus mengasingkan diri,” ujar West Midlands Trains.

Untuk diketahui, operator telah berjuang dalam melayani staf di rute lainnya selama berbulan-bulan karena kekurangan pengemudi. Layanannya antara Worcestershire dan Birmingham telah mengalami pembatalan reguler karena kesulitan merekrut dan melatih pengemudi baru.

Baca juga: Inilah Interior Kereta Pasca Pandemi, Hadirkan Fleksibilitas Bagi Penumpang

Kereta West Midlands sebelumnya mengatakan, bahwa pihaknya mengantisipasi masalah ini hingga musim panas 2022. Sehubungan dengan layanannya antara Leamington Spa, Nuneaton dan Coventry, perusahaan mengatakan niatnya adalah untuk mengembalikan “jadwal penuh pada jalur ini sesegera mungkin”.

Mengapa Kokpit Concorde Begitu Kompleks? Ini Jawabannya

Concorde tentu berbeda dengan pesawat lain pada umumnya. Selain kemampuan terbang di kecepatan supersonik, perbedaan juga terletak pada sisi komersial, dimana hanya dua maskapai (Air France dan British Airways) yang mengoperasikannya, rute, konfigurasi kabin, dan pastinya kokpit.

Baca juga: Bukan Concorde, Bell X-1A Jadi Pesawat Pertama di Dunia Tembus Kecepatan Mach 2

Kokpit Concorde dioperasikan oleh tiga orang, pilot, kopilot, dan flight engineer. Pada saat itu, ini bukanlah hal aneh. Boeing 707, 727, dan 747-100 semuanya dioperasikan tiga awak. Namun, kokpit Concorde lebih rumit saat dioperasikan. Mengapa demikian?

Kita tahu, pesawat supersonik Concorde mampu melesat di kecepatan Mach 2.04 saat di udara. Hal ini memungkinkan penerbangan trans-atlantik dari New York ke London ditempuh hanya dalam tempo tiga jam, jauh lebih cepat dibandingkan penerbangan saat itu yang lebih dari 6,5 jam.

Dengan kemampuan supersonik, kru kokpit memiliki berbagai tugas yang lebih rumit dibandingkan kru kokpit pesawat lainnya.

Dilansir Simple Flying, kemampuan supersonik Concorde membuatnya memiliki manajemen bahan bakar yang lebih kompleks.

Concorde diketahui memiliki beberapa tangki bahan bakar. Sebagian besar bahan bakar disimpan di sayap, tetapi ada juga yang disimpan di depan dan belakang untuk memungkinkan kontrol vital dari pusat gravitasi pesawat selama penerbangan supersonik.

Bahan bakar yang berada di depan dan belakang ini harus disalurkan ke tangki bahan bakar utama yang berada di sayap dan ini membutuhkan pemantauan dan kontrol dari kru alias tidak bekerja secara otomatis.

Selain itu, kemampuan supersonik Concorde juga membutuhkan sistem pendingin yang rumit untuk menghindari overheat pada badan pesawat. Sistem pendingin ini sebetulnya ada pada struktur badan pesawat itu sendiri.

Namun, Concorde juga mengalirkan bahan bakar jet bersuhu rendah ke bagian depan pesawat untuk mendinginkan dan semua ini butuh pemantauan serta kontrol dari kru.

Di luar dua itu, kokpit pesawat supersonik Concorde juga lebih rumit dan kompleks saat dioperasikan lantaran memiliki empat mesin dan penggunaan afterburner. Fitur aerodinamis, terutama bagian hidung pesawat yang bisa digerakkan, juga membuat kokpit sangat kompleks dengan panel kontrol tambahan di sisi kanan.

Saat ini, pesawat modern sudah tidak se-kompleks itu berkat fitur glass cockpit. Glass cockpit sendiri adalah suatu kokpit di pesawat dengan tampilan display atau instrumen yang terkomputerisasi dan tidak menampilkan display yang mekanik atau manual.

Hal ini bertujuan untuk memudahkan pilot mengoperasikan pesawat dan hanya fokus pada informasi yang sedang beroperasi, juga dapat mengeliminasi kebutuhan flight engineer.

Komponen dasar dari glass cockpit adalah Electronics Flight Instrument System (EFIS) dan Engine Indications and Crew Alerting System (EICAS).

Baca juga: Eksklusif: Foto Kabin Penumpang Concorde Saat Ngebut Secepat Kilat Menuju New York

Turunan EFIS terdiri dari Primary Flight Display PFD yang letaknya di instrument panel di sisi pilot dan kopilot yang mampu menampilkan beberapa hal, mulai dari data navigasi: DME, VOR, GS, ILS, dan sebagainya, hingga data ketinggian, kecepatan angin, kecepatan pesawat, attitude, waktu, kompas, dan sejenisnya.

Adapun EICAS menampilkan beberapa hal, mulai dari Engine Indicator seperti ITT, Torque, Fuel Flow, Oil Pressure, dan lain sebagainya hingga warning dan caution sebagai peringatan dini kru kokpit.