Mau Miniatur Bus Murah? Papercraft Bisa Jadi Solusi

Penggemar bus memiliki berbagai cara untuk memperlihatkan kecintaan mereka pada bus. Bukan hanya touring naik bus, hunting foto, ikut komunitas saja, tetapi mereka juga mengoleksi miniatur bus kesukaan. Uniknya miniatur bus ternyata juga banyak macamnya.

Baca juga: Bagi Penggemar Bus, Sebutan Mudik adalah Touring

Bahkan miniatur tersebut bahan pembuatannya pun berbagai macam yakni dari kayu, resin bahkan kertas tebal. Untuk miniatur yang terbuat dari kertas biasa disebut dengan papercraft. Bahkan dalam proses pembuatannya pun terbilang cukup cepat dan mudah.

Selain itu dari sisi harga pun lebih murah ketimbang yang terbuat dari resin atau kayu. Inilah kemudian yang membuat papercraft bus lebih laris manis di pasaran. Pembelinya beragam dan bukan hanya dari kalangan penggemar bus saja.

Tak haya itu, ternyata perusahaan otobus (PO) juga biasanya memesan papercraft dari para pengrajin untuk dijadikan hiasan di armada bus mereka. Biasanya miniatur tersebut diletakkan di dashboard dan terkadang untuk suvenir kolega pemilik PO.

Tim KabarPenumpang.com berkesempatan melakukan wawancara dengan salah satu pengrajin papercraft yang juga merupakan seorang penggemar bus. Pamungkas Budhi Hermawan adalah seorang penggemar bus yang juga seorang pengrajin papercraft bus.

Berasal dari Jogja, Pamungkas memiliki usaha papercraft bus dengan akun Instagram @pamungkaspaperbus. Usaha ini sudah ditekuninya sejak tahun 2015 tahun dan mulai berani menjual karyanya akhir tahun 2015. Pamungkas mengatakan kesukaannya terhadap bus lah yang membawa dirinya menjadi seorang pengrajin papercraft bus. Dirinya melihat peluang bisnis dari apa yang menjadi hobinya.

“Awalnya saya kan memang ikut komunitas penggemar bus, lalu ada teman yang buat papercraft bus, dari situ saya mulai ikut buat juga,” ungkap Pamungkas.

“Kalo pembelinya sebelum pandemi ada dari penggemar bus, owner perusahaan otobus, biro wisata. Kalau untuk sekarang, pembelinya lebih banyak dari suporter klub bola Liga Indonesia,” tambahnya.

Baca juga: Rela Ndlosor, Inilah Hunting Foto Ala Busmania

Pamungkas menjelaskan bahwa kerajinan papercraftnya bisa dipesan secara pre-order, dirinya juga menyediakan papercraft yang ready stock. Kerajinan papercraft karya Pamungkas ini dihargai mulai dari Rp65 ribu. (Senna Aditiya – Penggemar Bus)






















TransJakarta Sesuaikan Jam Operasional Pada PPKM Level 2

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 kini kembali ditetapkan untuk DKI Jakarta dan sekitarnya. Hal ini kemudian membuat PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) menyesuaikan jam operasionalnya. Di mana TransJakarta akan mulai mengoperasikan armadanya untuk mengangkut masyarakat mulai pukul 05.00 – 21.30 WIB dan layanan angkutan malam hari mulai pukul 21.31 – 22.30 WIB.

Baca juga: PPKM Level 2, TransJakarta Mulai Berlakukan Kapasitas Angkut Penumpang 100 persen

Kebijakan ini menindaklanjuti Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta No.3/2022 Tentang Petunjuk Teknis Pengaturan Kapasitas Angkut dan Waktu Operasional Sarana Transportasi di PPKM Level 2 Covid–19. Penyesuaian jam operasional tersebut mulai efektif berlaku Jumat (7/1/2022).

“Untuk hari ini masih beroperasi normal yakni mulai pukul 05.00 – 22.00 WIB dan layanan angkutan malam hari beroperasi mulai pukul 22.01 – 00.00 wib serta layanan Non BRT dan Mikrotrans pukul 05.00 – 20.00 wib,” ujar Plt. Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT TransJakarta, Angelina Betris di Jakarta, Kamis (6/1/22) yang dikutip dari siaran pers.

Betris mengatakan untuk hari ini dalam rangka sosialisasi, perusahaan melalui petugas di lapangan akan menginformasikan secara langsung kepada pelanggan serta pemberitahuan melalui media sosial resmi milik TransJakarta maupun media massa. Harapannya, agar masyarakat yang biasa menggunakan layanan TransJakarta dalam aktivitasnya bisa terinfo secara menyeluruh dan menyesuaikan perjalanan sebagaimana mestinya.

“Perubahan lainnya akan terus kami update secara berkala agar masyarakat bisa mengetahui info terkini mengenai layanan Transjakarta,” katanya.

Selain jam operasional lanjut Betris, kapasitas angkut Transjakarta sejauh ini tidak mengalami perubahan dan siap melayani pelanggan 100 persen dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat.

Baca juga: PPKM Level 3, Jumlah Penumpang Naik, MRT Jakarta Fase 2 CP203 Mulai Rekayasa Lalu Lintas

“Kami tetap berupaya melayani dengan maksimal. Kami menghimbau masyarakat untuk bisa mematuhi semua peraturan yang berlaku sehingga bisa beraktivitas bersama Transjakarta dengan aman dan nyaman tentunya,” tuturnya.






















Ridwan Kamil Naik Kereta Inspeksi Tinjau Stasiun Garut

Rangkaian Kereta Inspeksi 4 berada di Stasiun Garut, Kamis (6/1) bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Kereta inspeksi tersebut diberangkatkan dari Depo Lokomotif Tanah Abang pada Rabu siang menuju Stasiun Bandung. Sesaat tiba di Stasiun Bandung, rangkaian Kereta Inspeksi 4 ini lakukan pengecekan lebih dulu di Depo Lokomotif Bandung karena keesokan paginya akan digunakan inspeksi ke Stasiun Garut.

Baca juga: Empat Dekade Tak Beroperasi, Stasiun Garut Akhirnya Direaktivasi

Tak hanya kereta inspeksi yang datang ke Kota Kembang ini, rangkaian Rail Clinic yang didatangkan dari Kota Solo pun turut hadir melengkapi. Rangkaian Rail Clinic ini juga dilalukan pengecekan di Depo Lokomotif Bandung.

Perjalanan Bandung – Garut
Tepat dipagi hari rangkaian Kereta Inspeksi 4 dikeluarkan dari Depo Lokomotif Bandung memasuki peron Stasiun Bandung. Kereta inspeksi ini diberangkatkam dari Stasiun Bandung pada pukul 08.25 WIB membawa rombongan pejabat kereta api, perhubungan dan tak ketinggalan dengan pria yang biasa disapa Kang Emil ini.

Kereta Inspeksi 4 dari Jakarta ke Bandung bakalan kunjungan kerja ke Garut, Jawa Barat

Saat diperjalanan, Kang Emil sempat kagum dengan pemandangan yang disuguhkan. Pemandangan indah yang dilihat membuat bangga dirinya secara langsung. Saat melewati petak Cibatu – Garut, Kang Emil juga mengatakan bahwa kereta inspeksinya beberapa kali berhenti di Staisun Pasir Jengkol dan Wanaraja. “Stasiunnya bagus, keren, saya bangga sekali. Insya Allah Pelayanannya Modern Sekali,” katanya.

Kereta Inspeksi 4 yang melakukan perjalanan dari Bandung ke Garut ini merupakan kunjungan kerja Gubernur Jawa Barat dan DJKA (Direktorat Jendral Kereta Api). Tak hanya Kereta Inspeksi 4, rangkaian Rail Clinic juga turut hadir dalam kunjungan kerja ini sampai Stasiun Garut.

Alasan Kang Emil Stasiun Garut Belum Bisa Diresmikan
Menurut pantauan di Stasiun Garut, Kang Emil juga sempat ngobrol dengan warga yang berdomisili di Garut. Bahwa warga yang berdomisili di Garut dan sekitarnya berharap betul agar stasiun ini untuk segera dibuka dan diaktifkan. Namun, Kang Emil masih meninjau beberapa tempat di area Stasiun Garut, bahwa masih belum optimal pengoperasiannya karena masih menunggu penyelesaian secara finalisasi dari pihak Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Dan juga harus dilakukan pengecekan terutama kondisi rel dibeberapa titik yang harus diremajakan.

Kang Emil menambahkan, belum diresmikannya Stasiun Garut karena terkendala administrasi dan permasalahan investasi yang sedang Kemenhub hitung. Terutama jalur petak Cibatu – Garut, biaya operasional yang dikeluarkan nantinya juga untuk perawatan rel dan juga beberapa titik stasiun yang harus dilengkapi fasilitasnya untuk masyarakat pengguna kereta api.

Baca juga: Stasiun Payakabung Jadi Tempat Unboxing Kereta Ukur Terbaru

Jika selesai dan rampung 100 persen digunakan oleh masyarakat, Kang Emil akan menyampaikan berita baik di 2022 ini dan dilakukan peresmian Stasiun Garut dalam waktu dekat. (PRAS – Cinta Kereta Api)






















Daftar Maskapai yang Melarang Penumpang Minum-minuman Beralkohol dalam Penerbangan

Maskapai penerbangan sejatinya harus melayani penumpang, apapun latar belakangnya. Namun, bagi sebagian maskapai, itu dikecualikan untuk alkohol. Bersandar pada hukum negara mereka, maskapai-maskapai tersebut melarang secara halus ataupun terang-terangan penumpang domestik ataupun internasional minum-minuman beralkohol.

Baca juga: Daftar Maskapai Terdepan yang Gunakan Bahan Bakar Berkelanjutan, Tak Satupun dari Asia

Bagi sebagian orang, mungkin tidak minum-minuman beralkohol dalam penerbangan tidak jadi masalah. Tapi, bagi sebagian lainnya, itu akan menjadi masalah dan bukan tidak mungkin menjadi alasan untuk memilih maskapai lain.

Belum lama ini, beberapa maskapai di Amerika Serikat (AS) dilaporkan mulai melarang penumpang minum-minuman beralkohol atau minuman keras dalam penerbangan. Pemicunya adalah keonaran demi keonaran dari penumpang yang mengonsumsi minuman keras.

Ini tentu menjadi masalah tersendiri bagi maskapai dan penumpang di negara tersebut mengingat minum-minuman beralkohol sudah menjadi tradisi atau dengan kata lain bak minum air putih atau air mineral.

Dalam penerbangan domestik di bawah tiga jam, tidak mengonsumsi minuman beralkohol mungkin masih bisa ditolelir, tetapi pada penerbangan internasional, beberapa penumpang sangat merasa kesulitan sekalipun dalam beberapa riset menunjukkan mengonsumsi alkohol dalam penerbangan membuat tubuh dehidrasi dan jetlag.

Akan tetapi, prinsip tetaplah prinsip. Itu di atas segalanya, bahkan terhadap penumpang sekalipun yang dalam sebuah pepatah dianggap sebagai ‘raja’. Umumnya, maskapai yang melarang penumpang minum-minuman keras dalam penerbangan datang dari maskapai-maskapai di negara Islam.

Sebut saja Afriqiyah Airways, Air Arabia, Ariana Afghan, Biman Bangladesh, Iran Air, Jazeera Airways, Kuwait Airways, Mahan Air, Pakistan International Airlines, Saudi Arabian Airlines, dan Tunisair.

Kesemuanya melarang penumpang minum-minuman beralkohol dalam penerbangan, baik membawa sendiri ataupun beli di pesawat, baik dalam penerbangan domestik maupun penerbangan internasional.

Namun, ada juga maskapai dari negara Islam lainnya yang lebih moderat. Tengok saja Emirates, Qatar Airways, dan Etihad Airways. Tiga maskapai terbesar di Timur Tengah itu sudah kondang dikenal sebagai maskapai dengan jaringan internasional terbesar dan terus membakar uang untuk mencapai layanan terbaik.

Tak ayal, tiga maskapai tersebut membarenginya dengan memperbolehkan penumpang minum-minuman beralkohol dalam penerbangan internasional. Tetapi tidak dengan penerbangan domestik, tidak spesifik pada lama penerbangannya. Intinya penerbangan domestik. Begitu juga dengan Turkish Airlines, yang dicap negatif di dalam negeri akibat mengizinkan penumpang minum-minuman keras.

Lain cerita dengan Malaysia Airlines. Maskapai nasional Malaysia, yang notabene sebagai berpenduduk mayoritas Islam, tersebut melarang penumpang mengonsumsi minuman beralkohol dalam penerbangan di bawah tiga jam untuk setiap keberangkatan dari Kuala Lumpur.

Baca juga: Emirates Hilangkan Pajangan Botol Sampanye Mewah di Bar Pesawat Kelas Satu

Beberapa maskapai lainnya dari negara Islam, seperti Royal Brunei Airlines dan Egyptair punya kebijakan tersendiri terkait minuman beralkohol bagi penumpang. Disebutkan, maskapai tersebut mengizinkan penumpang minum-minuman beralkohol dalam penerbangan dari yang mereka bawa sendiri atau bring your own (BYO).

Jadi maskapai tidak menyediakan minuman keras dan tidak melarang mereka minum, baik dalam penerbangan domestik maupun internasional. Tetapi, sebagaimana dikutip dari Simple Flying, mereka bisa membawanya sendiri dan meminumnya dalam penerbangan.

KRL Rusak Dilangsir oleh ‘Sang Penolong’

Ada pemamdangan tak biasa di area luar Depo KRL Depok. Biasanya banyak KRL yang hilir mudik masuk dan keluar untuk melalukan perjalanan reguler mengantar penumpang hingga ke tujuan. Tapi langsiran kali ini sangat berbeda dari biasanya. Beruntung ada beberapa Railfans yang tidak sengaja mengambil momen tersebut dari atas jembatan penyebrangan. Karena uniknya langsiran ini, mereka pun tak mau menyia-nyiakan momen itu.

Baca juga: Railfans Harus Tahu, Ini Jawaban Mengapa Jalur 1 atau 2 di Stasiun KRL Terkadang Berlawanan Arah

Kedatangan Kereta Penolong ke Depo KRL Depok
Berawal dari kedatangan ‘Sang Penolong’ alias Kereta Rescue (NR), Senin (3/1) yang merupakan rangkaian kereta penolong warna kuning ini berjalan dari Depo KRL Bukit Duri menuju Depo KRL Depok dengan membawa satu gerbong mengangkut mesin dan peralatan lainnya untuk KRL. Layaknya jasa antar paket, NR ini mengirim peralatan pada siang hari.

Berpikir bahwa NR tersebut akan kembali lagi ke Depo KRL Bukit Duri, ada Railfans yang menunggu di beberapa lokasi spot untuk mengabadikan NR yang akan lewat. Menunggu hingga sore menjelang, NR ini tidak kunjung lewat untuk kembali. Merasa sudah terlalu lama akhirnya mereka pun meninggalkan lokasi, karena momen yang mereka tunggu tidak datang – datang.

Sudah Ada Titik Terang Untuk Dibuang
Keesokan harinya saat siang menjelang ada beberapa Railfans yang mencoba iseng untung melongok Depo KRL Depok, tentu saja dari atas jembatan penyebrangan. Iseng – iseng mengambil gambar, ternyata apa yang mereka dapatkan membuahkan hasil. KRD NR yang mereka kira akan kembali ke Depo KRL Bukit Duri, saat itu sedang lakukan gerakan langsir. Gerakan langsir ini tak sendirian, melainkan membawa rangkaian KRL tak lain dan tak bukan yaitu KRL yang akan dikonservasi (ke tempat pembuangan). Sontak Railfans pun tak mau ketinggalan momen luar biasa ini.

Gerakan langsir KRD NR membawa rangkaian KRL ‘rongsok’ ini dimaksudkan untuk menyusun rangkaian dengan KRL lainnya yang ikut dibawa untuk konservasi. Berpindah dari jalur satu ke jalur lainnya, itulah yang dilakukan KRD NR ini. Ternyata ada maksud kedatangan KRD NR ini mampir ke Depo KRL Depok. Karena selain membawa peralatan untuk KRL, NR ini juga melakukan langsiran KRL yang akan dikonservasi.

Baca juga: Tradisi Penumpang KRL Jika di Stasiun Manggarai

Banyak langsiran KRL yang diabadikan oleh Railfans beberqla diantaranya adalah seri 8500 dan seri 1000. Sudah ada titik terang KRL – KRL dilangsir, karena tak lama lagi akan diproses perjalanan menuju ‘persitirahatan terakhir’ menuju Stasiun Pasirbungur yang ada di wilayah Daop 3 Cirebon. Kira–kira kapan berangkat ke Stasiun Pasirbungur, tunggu artikel berikutnya, ya. (PRAS – Cinta Kereta Api)






















AirAsia Group Bakal Ganti Nama Jadi Capital A, Begini Alasannya

AirAsia Group Bhd, holding maskapai AirAsia, akan berganti nama menjadi Capital A Bhd. Direksi dan komisaris saat ini sudah meminta persetujuan para pemegang saham dan akan disahkan dalam rapat umum luar biasa (RUPSLB) pada 27 Januari mendatang.

Baca juga: Sebelum ‘All-Airbus,’ Ternyata AirAsia Pernah Operasikan ‘All-Boeing,’ Termasuk Boeing 747 

Sejak AirAsia berdiri pada tahun 1993, perusahaan telah bertransformasi menjadi lebih dari sekedar maskapai penerbangan. Saat ini, group AirAsia melihat jalan cerah di depan dan optimis akan terus berkembang sebagai perusahaan atau penyedia jasa ride hailing dan super app dengan tetap memperkuat bisnis utama sebagai airline.

Hal itulah yang mendasari digantinya nama AirAsia Group Bhd menjadi Capital A Bhd. Semua demi masa depan perusahaan yang lebih cerah dengan semangat dan nama baru.

“Perubahan struktural ini akan membantu memfasilitasi proyeksi pertumbuhan yang kuat dalam portofolio bisnis kami,” kata AirAsia Group dalam sebuah surat ke bursa saham Malaysia dan para pemegang saham, seperti dilaporkan media lokal Free Malaysia Today.

“Kami percaya bahwa nama perusahaan baru akan semakin meningkatkan dan sejalan dengan tujuan kami untuk menghubungkan orang dan mengubah kehidupan” tambahnya.

“Ini juga akan mengatur nada untuk grup saat berkembang ke cakrawala baru dan menghilangkan kekhawatiran menjadi grup yang secara intrinsik merupakan maskapai penerbangan,” lanjutnya.

RUPSLB sendiri akan dilaksanakan secara virtual pada 27 Januari pukul 15.00, mengingat kasus aktif virus Corona kembali meningkat seiring munculnya varian Omicron.

Agenda utamanya adalah mendengarkan masukan dari para pemegang saham terkait rencana perubahan nama perusahaan dari AirAsia Group Bhd menjadi Capital A Bhd. Selain itu, para pemegang saham juga akan melakukan voting yang difasilitasi oleh Tricor Investor & Issuing House Services Sdn Bhd melalui situs web TIIH.

“Usulan tersebut, jika disetujui oleh pemegang saham, mulai berlaku sejak tanggal diterbitkannya Surat Pemberitahuan Pendaftaran Nama Baru oleh CCM kepada perseroan,” jelasnya.

Meski berusia tak lebih tua dibanding maskapai penerbangan nasional Malaysia, Malaysia Airlines, AirAsia adalah maskapai terbesar di Malaysia dari segi jumlah armada dan tujuan. AirAsia Group diketahui mengoperasikan penerbangan domestik dan internasional terjadwal ke lebih dari 165 tujuan di 25 negara.

Baca juga: AirAsia Klaim Jadi Operator Airbus Pertama yang Gunakan TaxiBot, Benarkah?

Tak hanya di Malaysia, AirAsia Group juga mempunyai entitas bisnis di negara lain, seperti Thai AirAsia (berbasis di Bandara Internasional Don Mueang), Indonesia AirAsia (berbasis di Bandara Internasional Soekarno-Hatta), Filipina AirAsia (berbasis di Bandara Internasional Ninoy Aquino), dan AirAsia India (berbasis di Bandara Internasional Kempegowda Bengaluru).

AirAsia Group juga memiliki maskapai penerbangan jarak jauh berbiaya rendah bernama AirAsia X yang terbang ke 29 tujuan global dengan armada 18 pesawat Airbus A330-300.

Setahun Beroperasi, Bandara Berlin Brandenburg Laporkan 50 Bird Strike Gegara Bangunan Kaca

Setahun beroperasi secara komrsial, Bandara Berlin Brandenburg melaporkan telah terjadi 50 kali bird strike di sekitar bandara. Namun, perlu dicatat, ini tidak melulu melibatkan pesawat, melainkan bird strike tunggal alias burung yang menabrakkan diri ke bangunan kaca gedung Terminal 1 bandara.

Baca juga: Cegah Bird Strike, Bandara Schiphol Belanda Kerahkan Puluhan Babi

Akan tetapi, jumlah 50 burung yang ditemukan mati di sekitar Terminal 1 bandara bisa saja lebih banyak, mengingat burung yang tertabrak bangunan jumlahnya lebih banyak. Namun, banyak dari mereka yang sanggup bangkit dan terbang kembali.

Fenomena bird strike ke bangunan kaca memang bukan hanya terjadi di Bandara Berlin Brandenburg. Laporan Bandara Berlin Brandenburg yang dikutip Simple Flying, sedikitnya 1.000 bird strike atau burung mati ditemukan di sekitar “Mainz Football Arena” Stuttgart dalam kurun waktu satu tahun.

Sementara itu, petugas Bavarian State Office for the Environment menemukan sekitar 200 burung di sekitar kantornya.

Menurut penelitian NGO Royal Society for the Protection of Birds yang berbasis di Inggris, Wales, dan Skotlandia, fenomena burung menabrak bangunan kaca di Jerman disebabkan karena pantulan pepohonan dan langit tanpa bisa disadari. Hal ini menyebabkan sang burung gegar otak dan mengalami luka dalam parah.

Bandara Berlin Brandenburg sendiri percaya beberapa faktor berkontribusi terhadap jumlah bird strike yang lebih rendah daripada rata-rata. Ini termasuk kurangnya area hijau di balik kaca, posisi terminal yang berlawanan dengan arah migrasi burung, dan lingkungan bandara.

Walau mencatat rata-rata bird strike lebih rendah dari bangunan kaca lain di Jerman, namun, tetap saja, 50 bird strike masih terlalu banyak untuk ukuran bandara. Mungkin saat ini tidak membahayakan penerbangan, tetapi, ke depan bukan tak mungkin bird strike melibatkan pesawat dan membahayakan penerbangan.

Sekalipun tidak fatal, tetap saja, biaya kerugian yang ditanggung maskapai akibat bird strike tidak bisa dianggap remeh.

Saat ini, otoritas bandara sedang melakukan langkah-langkah pencegahan dengan menempatkan foil di dinding kaca.

Pada tahun 1912, pesawatnya bertabrakan dengan burung camar di Long Beach, California yang menyebabkan masalah besar pada pesawatnya. Pesawat Rodgers jatuh dan ia pun tenggelam. Dalam catatan International Bird Strike Committee, sekitar US$1,2 miliar setiap tahun digelontorkan maskapai untuk memperbaiki pesawat akibat bird strike.

Tabrakan dengan kawanan burung atau bird strike pada umumnya memang kerap terjadi tak lama setelah pesawat lepas landas.

Begitu juga menjelang landing. Hal itu dimungkinkan karena ketinggian pesawat masih dalam jangkauan terbang burung yang pada umumnya maksimal bisa mencapai ketinggian 4.800-an meter. Di Amerika, data dari Federal Aviation Administration (FAA) menunjukkan, sekitar 90 persen dari insiden bird strike terjadi di sekitar bandara.

Baca juga: Cara Jitu Cegah Bird Strike di Sekitar Bandara, Kerahkan Robot Pemotong Rumput

Selain itu, Administrasi Penerbangan Federal AS atau FAA juga memperkirakan bahwa penerbangan di AS mengalami kerusakan sekitar US$400 juta atau Rp5,4 triliun setiap tahun akibat serangan burung dan lebih dari 200 korban tewas sejak 1988.

Meskipun kuantitas tabrakan burung dengan pesawat masih sangat debatable (ada yang mengkategorikan masih tergolong tak terlalu sering terjadi dan sebaliknya), namun faktanya, antara 1990 hingga 2015 ada 160.894 insiden tabrakan dengan burung di AS. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 0,25 persen yang mengakibatkan kecelakaan.

Pelancong yang Naik Kapal Pesiar ke Arab Saudi Bisa Ajukan Visa Elektronik

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada hari Minggu (2/1/2022) melalui Twitter mengatakan, bahwa visa elektronik akan dikeluarkan bagi pelancong yang tiba di Arab Saudi melalui kapal pesiar. Kementerian juga mengatakan, bahwa aplikasi dapat diajukan melalui platform elektronik.

Baca juga: Dembell Motorhome, Desain ‘Kapal Pesiar’ dengan Sasis Mercedes Tiga Gandar

Untuk mengajukan visa elektronik ini, para pelancong memerlukan bukti pembelian tiket kapal pesiar. Kemudian aplikasi akan diproses sebelum visa tersebut dikeluarkan melalui platform kedutaan kementerian. Untuk diketahui, pariwisata memainkan peran penting dalam rencana visi 2030 Kerajaan untuk diversifikasi ekonomi.

KabarPenumpang.com melansir arabnews.com (4/1/2022), adanya hal tersebut mengakibatkan otoritas Saudi berencana untuk berinvestasi hingga $200 miliar dan menyambut 100 juta pengunjung pada tahun 2030. Visi tahun 2030 sendiri memiliki tujuan untuk meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap produk domestik bruto hingga sepuluh persen.

Selain itu, strategi Kerjaan juga melibatkan lapangan kerja dan pembangunan fasilitas pariwisata tambahan salah satunya hotel. Bulan lalu, University of Prince Mugrin yang berbasis di Madinah menandatangani kesepakatan dengan Cruise Saudi, afiliasi dari Dana Investasi Publik, untuk melatih kader nasional di bidang pariwisata.

Berdasarkan kesepakatan itu, pemuda Saudi akan ditawari program profesional di berbagai spesialisasi pariwisata. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan tenaga kerja lokal di sektor industri pelayaran, pariwisata dan perhotelan. Cruise Saudi bertujuan untuk menciptakan 50 ribu pekerjaan langsung dan tidak langsung pada tahun 2035.

Demikian pula, Saudia, maskapai nasional Kerajaan, menandatangani perjanjian November lalu dengan MSC Cruises dan Cruise Saudi untuk menyediakan 20 ribu kursi pada penerbangannya dari Eropa dan Amerika Utara ke Jeddah. Personel militer dan pegawai negeri bekerja sepanjang waktu di Pusat Operasi Laut Merah Jeddah untuk menyediakan kapal pesiar wisata dengan izin masuk.

Baca juga: Mau ke Arab Saudi? Kini Tak Perlu Lagi Karantina, Asalkan….

Pusat multi agen membantu pemilik kapal pesiar asing dan agen lokal dalam bahasa Arab dan Inggris, memungkinkan mereka untuk memasuki perairan Saudi. Cmdr. Hasan Al-Asmari, manajer pusat mengatakan, itu datang sebagai bagian dari rencana Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk memperkuat pariwisata melalui kegiatan bahari.

Istana Osaka dan Universal Studio Jepang Akan Terhubung dengan Kapal Ferry Awal Musim Semi 2023

Moda transportasi laut maupun sungai saat ini mulai kembali merangkak naik setelah sebelumnya merosot karena pandami Covid-19. Ini terlihat dari mulai kembali beroperasinya kapal pesiar dan perusahaan kapal ferry yang juga membuka layanan terbaru mereka.

Baca juga: Gunakan Mesin Wartsila 31, Kapal Ferry di Jepang Sangat Efisien dan Ramah Lingkungan

Seperti di Jepang yang mana nantinya akan ada layanan kapal ferry untuk menghubungkan Istana Osaka dan Universal Studio Jepang. Kedua destinasi yang banyak dikunjungi pelancong tersebut berada di kota Osaka.

Meski begitu, layanan ferry ini tidak langsung beroperasi dan direncanakan mulai awal musim semi 2023. Sebagaimana diwartakan KabarPenumpang.com dari laman the-japan-news.com (3/1/2022), kehadiran layanan ferry pada dua destinasi populer di Osaka tersebut juga untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung dan menghubungkan tempat-tempat wisata populer kota dengan perahu.

Rencana layanan ferry, dipelopori oleh Hotel New Otani Osaka yang berharap ini akan digunakan pelancong yang berkunjung ke Jepang setelah krisis Covid-19 terkendali. Mereka juga berharap layanan ferry menjadi daya tarik baru seiring kota bersiap untuk sebuah pameran yang dijadwalkan tahun 2025 mendatang.

Untuk diketahui, sebelum pandemi virus corona, sekitar 12 juta orang mengunjungi kastil dan lebih dari 14 juta orang mengunjungi taman hiburan setiap tahun. Keduanya adalah tempat populer yang mewakili kota, tetapi untuk sampai ke USJ di dekat Pelabuhan Osaka dari kastil di bagian tengah kota, perlu menggunakan beberapa kereta atau bus.

Jarak lurus antara benteng dan USJ sekitar sembilan kilometer. Hotel, yang terletak di dekat kastil, mencatat bahwa pengunjung dapat dengan mudah mengakses dua tempat dengan layanan ferry melalui saluran seperti sungai Neya, Tosabori dan Dojima di kota.

Pemerintah Prefektur Osaka saat ini sedang membangun dermaga ferry di Osaka Castle Park, yang akan selesai pada musim semi 2023, dan rencananya akan menggunakan dermaga tersebut untuk menjadikannya operasi reguler. Hotel dan pemerintah prefektur telah mencapai kesepakatan tentang layanan ferry dan akan memilih operator.

Selain itu juga akan menyelesaikan rencana operasi dan rute terperinci. Ada kemungkinan bahwa hotel lain di kota, seperti Rihga Royal Hotel Osaka yang terletak di sepanjang sungai, akan berpartisipasi dalam rencana tersebut.

Baca juga: KMP Kaldera Toba Lengkapi Transportasi Destinasi Pariwisata Super Prioritas

“Berada di kapal ferry, orang bisa bersantai dan menikmati pemandangan kota dalam perjalanan menuju USJ. Kami ingin menambah nilai pada layanan transportasi untuk menangkap permintaan orang kaya, yang kami targetkan sebagai pelanggan kami,” kata pejabat senior Hotel New Otani Osaka.

Ini Ternyata Kerjaan Admin Media Sosial Perusahaan Otobus

Media sosial saat ini berkembang begitu pesat dan membuat banyak hal menjadi lebih modern dibandingkan yang lalu. Seperti perusahaan otobus (PO) yang kini juga menggunakan media sosial untuk menarik pelanggan. Bahkan mereka juga membuat fanpage di Facebook untuk memudahkan para pecinta bus untuk saling berbagi cerita.

Baca juga: Dibekali Pelatihan Khusus, Inilah Rincian Tugas Pramugari Bus AKAP Premium

Jumlah orang yang mengikuti fanpage pun tak sedikit dan biasanya hingga ratusan ribu orang. Tujuannya jelas, untuk memberikan informasi bagi khalayak umum tentang perusahaan otobus tersebut. Mulai dari trayek, jam keberangkatan armada, harga tiket, sampai serba-serbi lainnya.

Ignatius Rendy, seorang yang pernah menjadi admin fanpage Facebook “EKA Cepat Fans Club”, mengatakan bahwa dirinya bisa menjadi salah satu admin karena sering naik bus tersebut (Bus Eka). Perlu diketahui, bus Eka merupakan salah satu PO yang berbasis di Jawa Timur dengan jalur trayek Surabaya, Solo, Jogja, Semarang, bahkan sampai Bandung.

“Awalnya saya memang sering naik bus Eka, dari situ mulai dekat dengan crew bus dan bahkan mandor bus tersebut. Karena kedekatan dengan crew dan mandor bus Eka, saya jadi paham jam keberangkatan, bahkan sampai driver-driver yang bertugas pada jam tersebut,” ujar Rendy.

Rendy mengaku bahwasanya banyak rekan-rekan semasa kuliahnya yang bahkan sampai menanyakan jadwal keberangkatan bus eka kepada dirinya. Memang, seorang admin medsos fanpage sebuah PO haruslah memiliki pengetahuan yang menyeluruh tentang PO tersebut. Hal ini dikarenakan jika ada anggota grup yakni penumpang yang bertanya, maka para admin sigap menjawab dengan jawaban yang tepat.

“Kalau untuk manfaatnya, sudah pasti menambah teman-teman baru. Selain itu yang terpenting saya tau update-update isu terkini karena biasanya info saya dapat langsung dari crew bus. Bahkan dengan saya sebagai admin facebook berbagi info seperti info jam keberangkatan kepada penumpang, dengan sendirinya saya semakin hapal jam-jam keberangkatan bus Eka,” ujar Rendy.

Tak jarang fanpage sebuah perusahaan otobus bahkan menjadi media penyambung antara penumpang dan manajemen perusahaan otobus. Semisal ada komplain atau ketidaksesuaian dalam pelayanan, justru fanpage perusahaan otobus-lah yang pertama dicari oleh seorang penumpang. Ya meskipun fanpage tersebut belum tentu resmi.

Baca juga: Inilah Deretan Fasilitas Nyaman di Bus AKAP, Siap Memanjakan Bus Mania

Hal ini dikarenakan, biasanya orang kantor sebuah perusahaan otobus juga menjadi anggota dalam fanpage perusahaan otobus tempatnya bekerja. Jadi bisa mengetahui keluhan penumpang dan hal-hal yang terjadi di lapangan. (Senna Aditiya – Penggemar Bus)