Air Koryo, Flag Carrier Korea Utara dengan Predikat Bintang 1 Versi Skytrax

Jika Indonesia punya flag carrier Garuda Indonesia, Singapura punya Singapore Airlines, hingga Jerman dengan Lufthansa-nya, maka Korea Utara juga punya flag carrier yang bernama Air Koryo. Jika negaranya saja sudah menarik untuk dibahas, maka sudah barang tentu ada fakta unik yang terselip dari maskapai milik Pemerintah Korea Utara ini. Adapun pengoperasian dari Air Koryo ini meliputi Asia, Afrika, dan Eropa dan berpusat di Bandara Internasional Sunan, Pyongyang.

Baca Juga: Bukan Nama Anak Artis, Ini Dia Fakta Unik Seputar El Al Airlines

Penasaran kan dengan fakta-fakta unik dari Air Koryo? Berikut KabarPenumpang.com rangkum sejumlah fakta dari Air Koryo, dikutip dari berbagai laman sumber.

Maskapai Bintang 1
Sepanjang sejarah penerbangan, tidak ada maskapai yang pernah menerima bintang 1 dari Skytrax kecuali Air Koryo. Maskapai ini sudah mendapatkan penilaian buruk ini kurang lebih selama tujuh tahun berturut-turut dengan beberapa faktor yang melatarbelakanginya, seperti kondisi kabin yang sudah tua, hingga pengawasan awak kabin yang dinilai terlalu ketat.

Beragam cara coba dilakukan pihak maskapai untuk memperbaiki reputasi mereka yang kadung dipandang buruk oleh masyarakat – melayani lebih banyak makanan dan minuman di dalam kabin hingga mendatangkan armada baru.

Menggunakan Armada Asli Rusia
Jika dibeberkan, maka semua armada dari Air Koryo merupakan produksian Rusia. Mulai dari Antonov An-24R/RV, Antonov An-148-100B, Ilyushin Il-18D, Ilyushin Il-62M, Tupolev Tu-134B-3, Tupolev Tu-154B, Tupolev Tu-204-100B, hingga Tupolev Tu-204-300. Jadi, jangan harap Anda bisa menemukan armada Boeing atau Airbus di dalam tubuh maskapai berkode ICAO KOR ini ya!

Adapun alasan di balik semua ini adalah pihak Korea Utara yang terkena sanksi dari PBB, dan pada akhirnya sanksi tersebut juga berimbas pada Air Koryo.

Baca Juga: Inilah Fakta Ryanair, Maskapai Penerbangan Berbiaya Murah yang Penuh Kontroversi

Burger Misterius ala Air Koryo

Sumber: Los Angeles Times

Selain masalah pelayanan, makanan yang dihidangkan kepada penumpang juga memegang peranan penting dalam masalah penilaian maskapai. Nah, Air Koryo punya satu makanan khas, yang juga kadung dicap buruk oleh para pengguna layanannya, yaitu burger. Tidak seperti kebanyakan burger yang pernah Anda makan, burger di Air Koryo benar-benar tidak menggugah nafsu makan Anda. Bagaimana tidak, menurut laman gotravelyourway.com, daging burger ini keras, rotinya apek, dan dikombinasikan dengan beberapa potong selada serta kerju olahan. Apakah Anda ingin mencobanya?

 

Inilah Surcar Airlines, Maskapai Amfibi Baru di Spanyol

Tidak lama lagi, jagat dirgantara Spanyol akan diramaikan dengan kehadiran maskapai baru Surcar Airlines. Maskapai ini tidak bermain diceruk pasar penerbangan komersial pada umumnya yang sudah dikuasai Iberia, juga bukan maskapai penerbangan perintis. Tetapi lebih spesifik dari itu sebagai maskapai amfibi atau maskapai seaplane di Kepulauan Canary.

Baca juga: Bagaimana Pesawat Apung/Pesawat Amfibi Mendarat?

Surcar Airlines nantinya akan melayani sebanyak 15 ribu penumpang per tahun antara satu pulau ke pulau lainnya di Kepulauan Canary dengan total durasi penerbangan di bwah 30 menit.

Dalam sebuah pernyataan, Surcar Airlines mengungkapkan pihaknya akan mengoperasikan pesawat amfibi karena dirasa paling cocok untuk meningkatkan konektivitas dan pengembangan ekonomi di seluruh pulau.

Sebelum membahas lebih lanjut, perlu diketahui bahwa seaplane ada dua jenis, pesawat amfibi dan pesawat apung. Sekilas memang terdengar sama, namun keduanya berbeda.

Pesawat apung adalah pesawat yang bisa mendarat di atas air berkat pelampung yang ada di bagian ‘landing gear’ atau undercarriage pesawat. Dengan begitu, badan pesawat apung tak menyentuh air saat mendarat.

Sedangkan pesawat amfibi justru sebaliknya, ia badan pesawat menyentuh air saat mendarat alias mendarat dengan badan pesawat yang sudah dilengkapi pelampung atau ponton. Selain itu, badan pesawat amfibi memang menawarkan daya apung, meski tetap harus diimbangi dengan pelampung di bagian sayap.

Dilansir Simple Flying, Surcar Airlines mengklaim menawarkan konektivitas yang lebih cepat antar pulau di Kepulauan Canary. Antara pulau Santa Cruz dan Las Palmas, misalnya, maskapai tersebut mampu melahap waktu kurang dari 30 menit dan mengurangi emisi C02 hingga 30 persen.

Pesawat amfibi memang belum marak di Spanyol, namun, di beberapa kota di negara yang berada di lingkaran kutub utara, seperti Kopenhagen, Vancouver, dan Seattle, masyarakatnya sudah menggunakan pesawat amfibi selama 30 tahun, salah satunya Nordic Seaplanes. Maskapai ini diketahui mengoperasikan dua pesawat amfibi DHC-6-300 Twin Otter, registrasi HB-LWB dan OY-NSA.

Bila tak ada aral melintang, Surcar Airlines akan memulai uji coba terbang pada 3 Februari mendatang. Setelah itu berhasil, maskapai akan fokus melayani rute Santa Cruz de Tenerife-La Palma dan Santa Cruz de Tenerife-Las Palmas de Gran Canaria.

Kepulauan Canary diketahui memiliki traffic yang cukup tinggi. Data Cirium menunjukkan, ada 4.226 penerbangan terjadwal antara delapan bandara di kepulauan tersebut oleh enam maskapai, Neos, Binter Canarias , Canary Fly, Canaria Airlines, Transavia, dan TUIfly.

Di Indonesia, sekalipun memiliki jumlah pulau yang lebih banyak dibanding Spanyol, nyatanya, penerbangan seaplane justru sama sekali belum terlaksana.

Menurut pengamat penerbangan Alvin Lie, belum hadirnya maskapai amfibi, maskapai apung, atau maskapai amfibi di Indonesia tak terlepas dari infrastruktur yang tersedia.

Baca juga: Hughes H-4 Hercules Flying Boat, Pesawat Amfibi (Gagal) dengan Rentang Sayap Terbesar

“Apakah pasarnya cukup utk menghidupi pelayananan tersebut? Biaya operasi dan perawatan tersebut tidak murah. Pilot langka. Infrastruktur navigasi dan bandara juga sangat terbatas,” katanya kepada KabarPenumpang.com.

Ia tak bisa memprediksi kapan maskapai penerbangan amfibi hadir di Indonesia. Namun, ia menyebut, maskapai amfibi di Indonesia akan hadir seiring tersedianya infrastruktur. “Sampai Pemerintah serius fasilitasi pengembangan dan sediakan infrastruktur,” tutupnya.

Melihat Segitiga Pemutar Lokomotif yang Masih Bertahan di Ujung Timur Jawa

Jika berkunjung ke ujung timur Pulau Jawa dengan kereta api pasti tiba di stasiun akhir yaitu Stasiun Ketapang. Stasiun yang terletak di Jalan Gatot Subroto, Kalipuro, Banyuwangj, Jawa Timur ini merupakan stasiun akhir jalur kereta api yang memghubungkan dari Banten hingga Surabaya dan berkahir di Banyuwangi.

Baca juga: “Banyuwangi Baru,” Stasiun di Paling Ujung Timur Pulau Jawa

Stasiun Ketapang, sebelumnya dikenal sebagai Stasiun Banyuwangi Baru, adalah stasiun kereta api kelas besar tipe C yang terletak di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur dan pada ketinggian +7 meter dpl. Stasiun ini memiliki 4 jalur utama yang dilintasi kereta api. Jalur 1 dan jalur 2 biasanya untuk keberangkatan kereta api jarak jauh dan menengah, seperti KA Mutiara Timur (Ketapang – Surabaya Gubeng), KA Tawang Alun (Ketapang – Malang Kota Lama), KA Sri Tanjung (Ketapang – Surabaya Gubeng – Lempuyangan).

Selain stasiun yang memiliki jalur KA yang luas untuk penyimpanan kereta dan gerbong, Ketapang juga memiliki Depo Lokomotif dan Kereta di samping timur stasiun. Pengecekan rutin selalu dilakukan meskipun lalu lintas kereta api di wilayah ini tidak terlalu ramai.

Putar Lokomotif di Segitiga Pemutar
Setiap stasiun besar di wilayah Daerah Operasi (Daop) pasti memiliki tempat putar lokomotif atau biasa disebut thurntable (meja putar). Namun ada beberapa stasiun besar di wilayah Daop yang tidak memiliki thurntable, salah satunya adalah Stasiun Ketapang. Tidak memiliki thurntable bukan berarti tidak bisa memutar lokomotif. Beberapa meter dari Stasiun Ketapang dan Depo terdapat jalur khusus untuk pemutar lokomotif. Jika diperhatikan jalur ini berbentuk segitiga. Itulah sebabnya area tersebut dinamakan segitiga pemutar.

Biasanya lokomotif yang memasuki segitiga pemutar adalah lokomotif yang posisi kabin masinisnya berada di belakang. Sama halnya saat lokomotif memasuki thurntable, bagian belakang kabin lokomotif diputar menjadi ke bagian depan.

Baca juga: Mau Melintasi Selat Bali? Kenali Dulu Tarif Ferry Ketapang – Gilimanuk

Di segitiga pemutar Ketapang, rel yang digunakan tipe R33 dan R42 yang memiliki ketebalan cukup baik untuk dilintasi lokomotif walaupun untuk langsir. Segitiga pemutar ini paling jarang ditemui dimanapun namun masih bisa dilihat di Semarang, Solo dan terakhir Ketapang. (PRAS – Cinta Kereta Api)






















Naik Maskapai Berbiaya Hemat, Ternyata Banyak Penumpang Ajukan Pertanyaan ‘Bodoh’ ke Awak Kabin

Bepergian dengan maskapai berbiaya hemat, berarti Anda sudah tahu tidak akan mendapat layanan atau servis seperti di penerbangan full service. Namun, ternyata masih banyak penumpang yang berpikir mereka bisa mendapatkan hal tersebut dengan bertanya pada awak kabin.

Baca juga: Gara-gara Pakaian, TikToker Diteriaki Awak Kabin Sebelum Masuk Pesawat

Dua awak kabin Ryanair

Padahal awak kabin mengatakan bahwa itu adalah pertanyaan bodoh. Nah, dua orang awak kabin mengunggah video ke TikTok dan mengungkapkan pertanyaan paling bodoh yang diajukan oleh seorang penumpang. Kedua pemuda ini mengatakan apa yang ditanyakan penumpang, “Permisi, di mana hiburan dalam pesawat?”

KabarPenumpang.com melansir thesun.co.uk (26/1/2022), ini cukup menggelikan apalagi penumpang itu ikut dalam penerbangan maskapai murah dan pergi dengan penerbangan jarak pendek, di mana hiburan tidak diberikan. Kedua awak kabin itu kemudian memainkan lagu ‘The Boy is Mine’ di latar belakang dan mengucapkan kata-kata “Anda tampaknya bingung” untuk menyoroti betapa bodohnya pertanyaan itu.

Video keduanya ini bahkan ditonton lebih dari 280 ribu kali dan awak lainnya memenuhi kolom komentar dengan pertanyaan paling bodoh yang mereka ajukan di tempat kerja.

Sedangkan pertanyaan lainnya, “Bisakah saya menaruh bekal makan siang saya di lemari es Anda?”

“Bisakah Anda mengisi daya ponsel saya?” ujar yang lainnya.

Mantan awak kabin Ryanair, Jemma Behan mengatakan, seorang wanita bertanya apakah ia bisa dipindahkan dari beberapa botol oksigen karena dia “alergi terhadap oksigen”. Sedangkan Fiona Mallion, mantan awak kabin Ryanair lainnya mengatakan, dirinya sering ditanyai oleh para pelancong apakah mereka dapat ditingkatkan ke kelas satu.

Karena maskapai berbiaya hemat, maka tidak ada kelas satu di dalamnya. Maskapai berbiaya hemat. Ketika dia ditanya pertanyaan itu, dia menjawab, “Tapi itu semua kelas satu!”

Baca juga: Hanya Gunakan Riasan Sederhana, Pramugari ini Bagi Rutinitas Pagi di TikTok

Seorang awak kabin Ryanair membagikan hal terburuk yang dapat Anda lakukan saat terbang. Bahkan awak kabin Ryanair lainnya mengungkapkan bahwa mereka memiliki bekas luka dari hal berbahaya yang selalu dilakukan penumpang.

Kondektur Kereta Jepang Dianiaya Penumpang, JR East Hadirkan Bodycam untuk Bukti Kekerasan

Jepang bukan hanya memiliki sisi terang yang begitu jelas terlihat di kota Tokyo dan kota besar lain dengan gegap gempitanya. Tetapi punya sisi gelap yang cukup aneh dalam budaya Negeri Sakura itu. Penasaran apa? Salah satunya adalah banyak orang diketahui sering menyerang kondektur kereta api secara mengejutkan.

Baca juga: Operator Kereta Komuter di Jepang Hadirkan Aplikasi Anti Pelecehan Seksual

KabarPenumpang.com melansir soranews24.com (28/1/2022), hasil ini didapat dari investigasi yang dilakukan oleh pihak Kementerian Pertahanan, Infrastruktur, Transportasi dan pariwisata. Di mana pada tahun 2020 lalu, ada 439 serangan fisik yang dilaporkan terhadap staf kereta api di seluruh negeri.

Meski jumlah penumpang berkurang pada puncak Covid-19, setidaknya ada satu kondektur yang diserang per hari di Jepang. Penyebab dari penyerangan itu pun tidak sepenuhnya jelas. Tetapi alkohol menjadi peran terbesar terkait penyerangan tersebut.

Padahal poster yang ada di stasiun dengan mengingatkan penumpang untuk tidak memukul staf sudah ada, ternyata hal itu tidak membantu. Maka, JR East akan membekali staf dengan bodycam mulai awal tahun fiskal berikutnya tepatnya pada April mendatang. Bodycam tersebut ditujukan paling utama bagi kondektur yang bekerja shift malam.

Nantinya kamera yang di pasang di dada tersebut diharapkan memberikan bukti yang lebih kuat dalam kasus penyerangan terhadap karyawan dan pada akhirnya menjadi pencegah. Selain itu, JR East mengatakan bahwa kamera ini dapat berguna untuk memberikan dukungan jarak jauh secara real-time selama keadaan darurat dari bentuk masalah lain pada kendaraan yang bergerak.

Pada tahun 2020, mereka melakukan eksperimen dengan umpan langsung dari kamera tubuh di kereta Shinkansen untuk memastikan efektivitasnya pada kecepatan tinggi. Komentar online menyatakan dukungan untuk gagasan tersebut, tetapi banyak yang mengangkat kekhawatiran tentang apakah privasi karyawan itu sendiri akan dilindungi jika mereka diharuskan memakai kamera sepanjang waktu saat bertugas.

“Itu ide yang bagus. Saya sering naik kereta dan terkadang melihat sekelompok staf berkerumun, hanya untuk mendengar bahwa itu ada hubungannya dengan kekerasan,” ujar seorang warganet.

“Saya pikir bagus untuk memberikan bukti tentang apa yang harus dihadapi orang-orang ini. Sangat menyedihkan bahwa ini terjadi,” kata yang lainnya.

Baca juga: Dalam Dua Hari, Tiga Kondektur Kereta di India Diserang Penumpang Tak Bertiket

Ada pula yang mengatakan, penggunaan bodycam terdengar mahal tetapi tetap harus dilakukan. Bahkan warganet lainnya menyebutkan bahwa hal itu sudah terlambat 30 tahun. Meskipun melindungi kondektur kereta api dari pemabuk yang kejam adalah penting, masalah berulang penyerang kekerasan di kereta api juga merupakan masalah besar. Sayangnya itu berarti kondektur kereta terkadang didorong ke garis depan pertahanan bersama polisi dan keamanan dalam hal keselamatan penumpang.

Pramugari Scoot Terekam Bersama Dua Pria dengan Minuman Alkohol dalam Penerbangan

Seorang TikToker merekam video dirinya berpesta tanpa baju dan masker dengan alkohol yang jumlahnya berlebihan di dalam kabin pesawat milik maskapai Scoot. Dalam video tersebut, ada seorang pramugari yang terekam ketika pria pemilik akun TikTok @zabination itu bersenang-senang dengan alkohol.

Baca juga: Dapat Pesanan 86 Pesawat A321neo dari Scoot dan United Airlines, Airbus Keluar dari Krisis?

Video itu viral dan ditonton lebih dari 600 ribu kali oleh warganet. Namun sayangnya @zabination telah menghapus dari TikTok miliknya. Karena insiden ini membawa seorang pramugari Scoot, maka maskapai tersebut melakukan penyelidikan.

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari theindependent.sg (6/1/2022), pihak maskapai mengatakan pada 4 Januari 2022 kemarin, mereka langsung melakukan penyelidikan insiden itu. Video yang direkam dengan durasi 15 detik memperlihatkan seorang wanita seperti pramugari Scoot dengan seragam hitam kuning lengkap dengan masker, pelindung wajah dan sarung tangan.

Pramugari itu menertawakan kejenakaan dua pria Kaukasia yang bertelanjang dada dan tak menggunakan masker itu. Bahkan sang pramugari meletakkan jari di bibirnya, tampak berusaha untuk menenangkan kedua pria itu.

Untuk diketahui, botol-botol alkohol, pertama penuh dan kemudian kosong, juga terlihat di klip itu. Di video nampak kedua pria bersenang-senang.

“Scoot memperlakukan keselamatan dan kesejahteraan penumpang dan awak dengan sangat penting. Kami mengetahui video yang diedit yang diposting ke media sosial, dan sedang menyelidiki untuk memastikan faktanya,” ujar juru bicara Scoot.

Mr Marcin Zabinski, yang berada di balik akun Zabination mengatakan terkait videonya tersebut. Bahkan dia menghapusnya dalam satu hari karena banyak komentar menjijikkan yang ditulis warganet untuk pramugari itu. Tak hanya itu, diketahui, pramugari sudah berbicara kepada maskapai terkait video viral di TikTok yang merekam dirinya.

Baca juga: Scoot Ubah Airbus A320ceo dari Pesawat Penumpang Jadi Pengangkut Kargo

“Video ini hanya untuk tujuan hiburan. Berita itu palsu. Scoot sudah menerima penjelasan dari pramugari,” kata Zabinski.

Jangan Salah Peron, Ini Rute KRL di Stasiun Jatinegara

Bagi kalian yang sering transit atau naik dan turun di Stasiun Jatinegara kini harus hafal jalur yang akan dituju. Pasalnya jalur di Stasiun Jatinegara kini semua telah aktif. Ada 8 jalur kereta api yang kini digunakan oleh KRL maupun kereta api jarak jauh. Semula Stasiun Jatinegara hanya memiliki 6 jalur. Bangunan stasiun juga dibuat sangat megah dan luas. Fasilitas penunjang untuk penumpang pun tak luput dari kelengkapan stasiun yang dulu bernama NIS Meester Cornelis ini.

Baca juga: Dilengkapi Taman Mini, Stasiun Jatinegara Kini Jadi Instagramable

Jika kalian berkunjung ke Stasiun Jatinegara baik saat memasuki stasiun maupun transit dari kereta ke kereta lainnya perlu diperhatikan rambu dan arahan dari petugas stasiun supaya tidak salah naik dan tidak kebingungan. Berikut kabarpenumpang.com akan membantu informasikan rute dan jalur untuk kalian yang akan bepergian dari Stasiun Jatinegara.

– Peron Jalur 1
Kalian bisa menggunakan jalur ini untuk naik KRL dengan tujuan Bekasi dan Cikarang. Melewati Stasiun Klender, Buaran, Klender Baru, Cakung, Kanji, Bekasi Timur, Cibitung, Tambun, Telaga Murni, dan Cikarang

– Peron Jalur 2
Untuk jalur ini masih belum diaktifkan. Namun informasi dari petugas dalam waktu dekat akan segera difungsikan. Untuk jalur 2 rencananya akan digunakan untuk perjalanan KRL dengan tujuan Stasiun Jakarta Kota via Manggarai, Cikini, Juanda sampai dengan Jakarta Kota

– Peron Jalur 3
Penumpang yang hendak menggunakan KRL bisa menggunakan peron ini untuk tujuan Jakarta Kota via Manggarai

– Peron Jalur 4
Jalur ini juga bisa digunakan untuk tujuan Manggarai sampai dengan Jakarra Kota. Namun terkadang bisa juga untuk tujuan Bekasi dan Cikarang

 

View this post on Instagram

 

A post shared by KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang)

– Peron Jalur 5
Kalian bisa menggunakan peron ini untuk naik KRL dengan tujuan Manggarai sampai dengan Jakarta Kota, Pasar Senen sampai Jakarta Kota dan Bekasi

– Peron Jalur 6, 7 dan 8
Di peron ini bisa kalian gunakan untuk rute dengan tujuan Pasar Senen, Kemayoran, Duri, Tanah Abang, Manggarai, Depok sampai dengan Bogor

Baca juga: Gerbong GW dan YYW di Bekas Depo Lokomotif Jatinegara, Dulu Berjaya, Sekarang Tak Berharga

Terkadang dari jalur yang ada di Stasiun Jatinegara, rute serta tujuan yang ditempuh KRL berubah arahnya. Bagi kalian yang mau naik ataupun transit di Stasiun Jatinegara harus selalu fokus untuk mendengarkan instruksi atau pengumuman dari petugas stasiun serta tidak malu untuk bertanya kepada petugas yang siap melayani penumpang kapan pun. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Hari Ini, 97 Tahun Lalu, Penerbangan Pesawat Pertama di Turki Sukses Dilakukan

Pada hari ini, 97 tahun lalu, bertepatan dengan 28 Januari 1925, Turki sukses menikmati penerbangan pesawat pertamanya. Ketika itu, pilot pribumi Vecihi Hürku sukses menerbangkan pesawat Vecihi K-VI buatannya sendiri melintasi provinsi Aegean, Izmir, Turki.

Baca juga: Turkish Airlines Akhirnya Punya Cabin Training Simulator Buatan Dalam Negeri

Dilansir hurriyetdailynews.com, Vecihi Hürku bisa dibilang pioneer di sektor dirgantara Turki. Pasalnya, sebelum pekerja di industri ini membludak, pilot yang juga instruktur penerbang itu sudah menyelaminya sejak lama.

Sejak tahun 1923, rasa cintanya di dunia penerbangan menggerakkannya untuk membangun pesawat sendiri. Ini tidak dicapainya dengan mudah. Butuh pengalaman bertahun-tahun di bidang aviasi mengingat ketika itu belum ada media semisal YouTube sebegai referensi ataupun recorder untuk merekam step by step bagaimana cara membuat pesawat.

Ia mulai mengerjakan bodi pesawat pertama Turki dengan menggunakan bahan dari pesawat Yunani yang ditangkap saat Perang Kemerdekaan Turki. Tapi ada kekurangan keahlian teknis di negara ini. Tak menyerah begitu saja, ia pun belajar otodidak, dan berhasil menyelesaikan masalah.

“Tidak ada satu pun insinyur pesawat di Angkatan Udara kami pada waktu itu, juga tidak ada seorang rekan pun yang dapat memeriksa bagian-bagian pesawat secara ilmiah,” kata Hürku.

Setelah berjibaku selama dua tahun, pesawat buatan Vecihi Hürku akhirnya rampung dikerjakan dan tak lama kemudian melakukan penerbangan perdana, sekaligus penerbangan pertama di Turki.

“1923 adalah tahun di mana pengembangan ilmiah dan penelitian tentang penerbangan masih berlangsung,” kata Hürku dalam sebuah wawancara di media cetak pada tahun 1925.

Vecihi Hürku diketahui lahir pada tahun 1896 dan menyelesaikan sekolah dasarnya di Istanbul. Usai lulus, ia melanjutkan memilih bergabung dengan tentara dan dilatih sebagai pilot. Momen paling besar dalam hidupnya sebagai tentara dan pilot adalah ketika melawan Rusia pada musim gugur 1917 dan menjatuhkan jet Rusia.

Pada tahun 1932, Hürku mendirikan Sekolah Penerbangan Sipil Vecihi, sekolah penerbangan sipil pertama di Turki. Ia juga membangun pesawat Vecihi XIV, Vecihi XV, dan Nuri Bey-Vecihi XVI pada tahun 1933.

Baca juga: Musisi ini Ciptakan Simulator Boeing 737 Canggih, Biaya Lebih Murah tapi Berkualitas Tinggi

Selain mengajar di sekolah penerbangan sipil yang didirikannya, ia juga mengajar di akademi militer dan angkatan laut Turki. Dengan sepak terjangnya itu, tak heran bila Vecihi Hürku disebut sebagai pioneer penerbangan di Turki.

Vecihi Hürku tercatat menghembuskan nafas terakhirnya pada tahun 1969 di usia 73 tahun. Meski jasadnya sudah tidak ada, namun warisannya masih tetap hidup dimana penerbangan sipil di Turki semakin berkembang dan jadi salah satu yang tersibuk di dunia. Begitu juga dengan penerbangan militer.

Duh, Pintu Boeing 777 British Airways Copot Usai Turunkan Penumpang, Ini Penyebabnya

Pintu depan sebelah kiri pesawat Boeing 777 British Airways copot. Beruntung, ini tidak terjadi saat pesawat berada di ketinggian hingga menyebabkan dekompresi eksplosif, melainkan saat di bandara usai menurunkan penumpang. Lantas, bagaimana bisa pintu pesawat copot begitu saja bila bukan tanpa sebab?

Baca juga: [Video] Ngeri! Pintu Kargo Boeing 737-200 Aerosucre Terbuka Saat di Udara

Dilansir onemileatatime.com, pesawat Boeing 777-200ER British Airways mendarat mulus di Bandara Cape Town, Afrika Selatan, usai melahap penerbangan vertikal dari London. Pesawat berusia 21 tahun dengan kode registrasi G-YMMH terbang dari London pada Selasa malam dan mendarat di Cape Town pada Rabu dini hari.

Usai mendarat, seperti biasa, pilot mengarahkan pesawat ke apron dan petugas ground handling menyambungkan garbarata atau jetbridge dengan pintu pesawat untuk memudahkan penumpang turun. Sampai di sini, prosesnya lancar tanpa kendala atau insiden apapun. Pintu pesawat juga masih berada di tempatnya dengan gagah.

Namun, setelah seluruh penumpang turun, kargo di lambung pesawat selesai diangkut, dan kru kabin telah melakukan re-check khawatir ada penumpang atau barang yang tertinggal, seharusnya petugas melepas jetbridge atau garbarata dengan pesawat terlebih dahulu.

Entah apa yang ada dibenak petugas aircraft tractor atau pushback tractor ketika itu. Alih-alih menunggu garbarata selesai dilepas dari pesawat, ia malah mendorong atau mem-pushback pesawat. Alhasil, pintu depan sebelah kiri pesawat Boeing 777 British Airways pun lepas alias copot.

Insiden copotnya pintu pesawat Boeing 777 British Airways memang tidak mengganggu lalu lintas penerbangan di Bandara Internasional Cape Town. Usai mendarat, Boeing 777 British Airways biasanya parkir di bandara selama 12 jam dan melakoni penerbangan balik ke London. Setelah kejadian itu, praktis penerbangan balik ke London fligth BA42 pada pukul 20:50 waktu setempat dibatalkan.

Sebab, British Airways tidak mempunyai pesawat cadangan di bandara itu. Sedangkan maskapai sulit untuk mengirim pesawat pengganti dari dari homebase mereka di London, melahap penerbangan 11-12 jam ke Cape Town. Itu terlalu lama dan tidak akan keburu.

Baca juga: Pernah Berpikir untuk Membuka Pintu Pesawat Saat di Udara? Mustahil!

“Kami telah meminta maaf kepada pelanggan kami atas sedikit keterlambatan keberangkatan mereka dari Cape Town karena masalah dengan pesawat aslinya. Pelanggan kami melanjutkan perjalanan mereka dengan aman ke London dengan layanan alternatif,” kata juru bicara British Airways.

Penumpang rute Cape Town ke London British Airways fligth BA42 yang dibatalkan, akhirnya bisa diterbangkan dengan pesawat lain dengan flight BA 58 di hari berikutnya di jam yang sama, yaitu pukul 20:50 waktu setempat. Flight ini sebetulnya dijadwalkan pukul 18:55 waktu setempat. Namun, itu ditunda jadi pukul 20:50 waktu setempat agar penumpang yang batal diberangkatkan kemarin bisa diangkut.

Kaca Depan Retak Saat di Udara, Pesawat Air New Zealand Mendarat Darurat di Hong Kong

Pesawat Boeing 787-9 Air New Zealand dilaporkan mendarat darurat di Hong Kong akibat kaca depan pesawat retak saat di tengah penerbangan dari Christchurch ke Guangzhou. Ketika pilot menyadari kaca depan retak, pesawat tengah di ketinggian 41 ribu kaki dan cepat-cepat menurunkan ketinggian ke 37 ribu kaki, 22 ribu kaki, terus turun sampai mendarat di Hong Kong.

Baca juga: Pernah Dengar Seberapa Tebal Kaca Pesawat? Simak Di Sini Jika Belum

Laporan The Standard, pilot mulai menyadari kaca depan pesawat dengan nomor registrasi ZK-NZH itu retak saat melintasi Laut China Selatan, sebelah barat Filipina.

Kita tahu, kaca depan pesawat atau biasa juga disebut flight deck windshields umumnya memiliki tiga lapis. Beberapa pesawat ada yang empat lapis, termasuk pesawat Boeing 787-9 Air New Zealand.

Lapis pertama, kaca depan pesawat terbuat dari campuran kaca dan akrilik. Keduanya disatukan dengan teknik glass frit bonding, juga disebut sebagai solder kaca atau seal glass bonding. Jadi, pada intinya, teknik ini memadukan lapisan luar kaca dengan akrilik yang direnggangkan.

Lapis kedua, kaca depan pesawat terbuat dari urethane, termasuk jenis dari polimer yang lumrah dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan plastik. Sedangkan dilapis terakhir, atau di bagian dalam, kaca depan pesawat terbuat dari akrilik, dengan ketebalan 1-3 inchi.

Meskipun terdengar tak lebih kuat dibanding jenis kaca tempered, yang notabene menempati puncak piramida klasifikasi kaca, namun, komposisi akrilik dan polimer rupanya memiliki andil besar, bukan hanya dalam menahan tekanan besar dari luar setara berat sekitar 10,8 ton (ketinggian 3.600 – 10.000 meter di atas permukaan laut), melainkan juga menahan benturan keras yang terjadi oleh objek tak dikenal, seperti misalnya bird strike.

Baca juga: Kaca Depan Kokpit Retak, Pilot Boeing 737 Hainan Airlines Terpaksa Return to Base

Dengan andil lapisan akrilik dan polimer dan tentu saja gabungan dari keduanya, kaca depan pesawat mampu menahan benturan seberat empat ton saat pesawat mencapai di kecepatan 370 mph. Ketika benturan terjadi, kaca depan pesawat tak langsung pecah berkeping-keping layaknya piring pecah, tetapi semacam ada penahannya melalui serat-serat polimer. Inilah yang terjadi pada pesawat Boeing 787-9 Air New Zealand.

Meski dilaporkan retak saat di ketinggian 41 ribu, pesawat masih mampu menahan tekanan besar dan keretakannya itu tidak langsung menyebar atau bahkan pecah seketika. Itu berkat komposisi kaca pesawat yang memang didesain mampu menahan tekanan besar dan tidak pecah begitu saja.

“Kemarin, salah satu penerbangan kargo kami menuju Guangzhou dialihkan ke Hong Kong setelah kaca depan retak. Sementara kaca depan yang retak terdengar luar biasa, sebenarnya ada empat lapisan pada kaca depan pesawat sehingga tidak ada risiko bagi pesawat atau siapa pun di dalamnya,” kata maskapai dalam sebuah pernyataan.

Air New Zealand sudah lebih dari setahun ini mengoperasikan penerbangan kargo reguler ke Guangzhou dengan rute Auckland – Christchurch – Guangzhou – Auckland. Penerbangan ke Guangzhou biasanya diberi nomor penerbangan NZ1082 dan beroperasi empat kali seminggu. Adapun penerbangan pulang ke Auckland biasanya dijalankan dengan flight number NZ1085.

Ini adalah insiden pertama pesawat Boeing 787-9 ZK-NZH Air New Zealand yang baru berusia enam tahun, sekalgus menjadi salah satu yang termuda dari 14 Dreamliner Air New Zealand.

Baca juga: Kaca di Kokpit Mendadak Pecah, Kopilot Sichuan Airlines Nyaris Terkena Dekompresi

Air New Zealand pada tahun 2021 lalu mendapat penghargaan sebagai maskapai teraman di dunia. Peringkat itu didasarkan pada jumlah kecelakaan selama lima tahun dan insiden serius yang tercatat selama dua tahun; termasuk audit dari badan pemerintahan dan industri, audit pemerintah, industry-leading safety initiatives, usia armada, dan protokol keselamatan Covid-19.

Sepanjang sejarah, Air New Zealand hanya sekali mengalami kecelakaan fatal. Itu pun sudah lama sekali. Pada tahun 1979, pesawat charteran Air New Zealand, McDonnell Douglas DC-10, menabrak sisi Gunung Erebus, Pulau Ross, Antartika, dan menewaskan 257 orang di dalamnya saat mengoperasikan joy flight atau penerbangan wisata.