Ketika Badan Pesawat Adam Air KI172 Bengkok Gegara Hard Landing dan Pilot Lalai

Badan pesawat Boeing 737-300 Adam Air dengan nomor registrasi PK-KKV sampai bengkok akibat hard landing pada 21 Februari 2007 silam. Sempat dikabarkan terdapat kelemahan struktur, namun itu dibantah Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Baca juga: 1 Januari 2007 Boeing 737 Adam Air Flight KI574 Kecelakaan, Seluruh Maskapai Indonesia Dilarang Terbang ke Uni Eropa!

Dilansir Simple Flying, pesawat yang terbang dari Bandara Internasional Soekarno – Hatta (CGK) ke Bandara Internasional Juanda (SUB), Surabaya, dengan nomor penerbangan KI 172 itu dilaporkan dalam keadaan laik terbang sebelum lepas landas.

Proses lepas landas juga sangat mulus. Begitu juga di udara, tidak ada insiden apapun. Penerbangan sangat mulus. Namun, semua itu sirna setelah pesawat landing di Bandara Juanda, Surabaya.

Pesawat berusia 13 tahun itu dilaporkan mendarat dengar keras atau hard landing dan tergelincir. Alih-alih menyentuh aspal runway, roda kanan atau right landing gear meluncur di luar itu. Pilot kemudian berusaha mengarahkan pesawat agar mantap di dalam strip.

Setelah itu, berhenti sempurna, pesawat jelas terlihat mengalami bengkok di bagian tengah ke belakang, tepatnya setelah kursi nomor 16. Beruntung tidak ada korban jiwa. 155 penumpang selamat dan dua lainnya mengalami luka-luka ringan.

Meski begitu, tetap saja hal itu mengundang kekhawatiran masyarakat akan safety pada maskapai Adam Air. Hal itu pun direspon oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, dengan menghentikan izin operasional tujuh pesawat Boeing 737-300 Adam Air.

Setelahnya, KNKT melakukan investigasi terhadap pesawat di tengah rumor hangat di masyarakat bahwa pesawat mengelami kelemahan struktur. Namun, hasil investigasi mengungkapkan itu tidak benar. Tidak ada kelemahan struktur. Pesawat Adam Air KI 172 yang bengkok setelah mendarat di Bandara Juanda Surabaya murni karena pendaratan sangat keras atau hard landing.

“Hasil analisa sementara dapat kita pastikan pesawat itu melengkung karena pendaratan tidak normal yakni sangat keras (hard landing),” kata ketua KNKT Setio Rahardjo, dikutip dari Antara.

Senada dengan Setio, Ketua Tim Investigasi KI 172 KNKT, Capt Ertata Lanang Galih, berdasarkan hasil analisis itu ternyata tidak ditemukan kelemahan struktur pada pesawat Boeing 737-300 itu.

“Tidak ada kaitannya. Saya pun dari Surabaya ke Jakarta sudah memakai salah satu dari dua pesawat yang sudah dirilis kembali oleh Dephub,” jelasnya.

Baca juga: Belum Lewati ‘Masa Kritis,’ Akankah Sriwijaya Air Menyusul Merpati dan Adam Air?

Hard landing Boeing 737-300 Adam Air dengan nomor penerbangan KI 172 disebabkan oleh kelalaian pilot. Pilot dan kopilot dilaporkan gagal menyelesaikan approach briefing and checklist reading sebelum landing. Mereka juga tidak mengikuti manual book Boeing terkait GPWS warning.

Alarm ground proximity warning system (GPWS) warning biasanya akan berbunyi saat sensor mendeteksi pesawat begitu dekat dengan daratan atau objek lainnya. Ketika alarm GPWS berbunyi, pilot dilaporkan tidak menggubris peringat tersebut dan hard landing berlanjut tergelincirnya pesawat tidak terhindari.

Siap–siap Warga Garut Bisa Mencoba Kereta Api, GRATIS!

Sudah semakin dekat informasi tentang perjalanan kereta api dari dan ke Stasiun Garut. Rencana perjalanan kereta api di jalur ini akan dioperasikan sebelum lebaran. Selama ini uji coba dilakukan hingga saat ini dengan rute Garut – Pasar Senen pp. Minggu lalu rangkaian kereta kelas ekonomi (80 seat) telah diuji coba dari Stasiun Garut dengan keberangkatan awal pada pukul 06.45 WIB dan tiba di Stasiun Pasar Senen pada pukul 13.10 WIB. Kemudian berangkat lagi dari Pasar Senen pukul 17.55 WIB dan sampai di Garut pukul 00.50 WIB.

Baca juga: Bupati Garut Turut Ramaikan Uji Coba Kereta Api Lintas Garut – Pasar Senen pp.

Menurut kabar yang beredar bahwa jalur Stasiun Garut – Cibatu yang baru selesai pembangunan reaktivasinya itu, akan beroperasi untuk tiga pemberangkatan kereta api kelas ekonomi setiap harinya. Rencana kereta api tersebut adalah rute Garut – Cibatu – Padalarang, Garut – Cibatu – Purwakarta dan Garut – Cibatu – Bandung – Pasar Senen. Untuk rute Garut – Cibatu – Padalarang dan Purwakarta merupakan rangkaian kereta api lokal yang sebelumnya hanya sampai dengan Stasiun Cibatu. Lalu untuk rute Garut – Bandung – Pasar Senen merupakan rute baru yang nantinya akan dioperasikan.

Perjalanan Gratis Untuk Penumpang Rute Garut – Cibatu pp.
Warga Garut patut berbangga jika kereta api ini akan normal beroperasi, pasalnya menurut kabar yang beredar besok akan dijalankan kereta api lokal dengan rute Garut – Cibatu – Padalarang dan Purwakarta. Bagi warga Garut yang ingin mencoba naik kereta api dengan rute Garut – Cibatu maupun sebaliknya rencana tidak dipungut biaya tiket alias gratis.

Menurut Bupati Garut, Rudy Gunawan mengatakan bahwa PT KAI akan mengoperasikan kereta api lintas Garut – Cibatu pada Rabu 23 Februari 2022 untuk umum secara gratis. Selanjutnya rute dari Stasiun Cibatu ke Padalarang dan Purwakarta dikenakan tarif normal sebesar Rp 8.000. Uji coba lintas Garut – Cibatu ini dilakukan selama satu bulan terhitung mulai besok. Pembelian tiket gratis ini dilakukan secara langsung dari Stasiun Garut, Stasiun Wanaraja, Stasiun Pasir Jengkol dan Stasiun Cibatu.

Tarif Kereta Api Rute Garut – Pasar Senen Tetap Dikenakan Biaya
Rute Garut – Cibatu nantinya akan dioperasikan dengan membawa penumpang secara terbatas dan tidak dikenakan biaya. Namun untuk rute Garut – Pasar Senen nantinya akan dikenakan biaya. Rangkaian kelas ekonomi ini akan berjalan tiap hari dengan harga tiket Rp41.000.

Baca juga: Uji Coba Kereta Api Lintas Cibatu – Garut, Diharapkan Beroperasi Saat Hari Jadi Kota Garut

Saat ini rangkaian tersebut masih tahap uji coba, nantinya akan diuji cobakan untuk mengangkut penumpang secara terbatas. Saat ini operasional kereta api rute Garut – Pasar Senen masih terus uji coba hingga 13 Maret 2022 sebelum diberi izin oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). (PRAS – Cinta Kereta Api)






















28 Ribu Wanita Arab Saudi Serbu Lowongan Kerja Masinis Kereta Cepat Mekkah-Madinah

Sedkitnya 28 ribu wanita di Arab Saudi dikabarkan telah melamar pekerjaan sebagai masinis perempuan kereta cepat Mekkah-Madinah. Mereka memperebutkan 30 posisi sebagai masinis wanita operator kereta cepat Mekkah-Madinah asal Spanyol, Renfe.

Baca juga: Spanyol Luncurkan Kereta Cepat London-Paris dan Spanyol-Inggris

Dilansir Aljazeera, ke-28 ribu wanita Arab Saudi yang melamar kerja sebagai masinis tersebut telah dilakukan seleksi online, mengingat saat ini masih di tengah pandemi Covid-19.

Setelah dilakukan seleksi berkas atau administrasi secara online, mulai dari latar belakang pendidikan dan kemampuan bahasa Inggris, hampir separuh pelamar kerja dinyatakan gugur karena tak memenuhi syarat.

Tahapan selanjutnya adalah psikotest yang rencananya akan dilakukan pada Maret mendatang, juga secara online. Diharapkan ini juga bisa menyeleksi sekitar setengahnya, sebelum terus melalui tahapan selanjutnya berupa interview, dan sebagainya.

Renfe mengungkapkan, ke depan mereka ingin melibatkan banyak pekerja wanita di Arab Saudi. Hal ini tentu sejalan dengan pihak Kerajaan Arab Saudi telah memulai revolusi terhadap wanita, dengan mengizinkannya tampil , seperti mengendari mobil seorang diri, dan sebagainya.

Saat ini, Renfe mengaku telah mempekerjakan sebanyak 80 karyawan dan 50 freelancer pria di jaringan kereta cepat Haramain High Speed Railway Arab Saudi. Namun, tak satupun wanita.

Sebelum diizinkan lebih jauh mengisi hampir semua sektor pekerjaan oleh Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, wanita di Arab Saudi hanya diizinkan bekerja sebagai guru dan pekerja medis. Kebijakan ini bahkan membuat Arab Saudi sebagai salah satu negara dengan partisipasi tenaga kerja wanita terendah di dunia. Itu terus berjalan sampai tahun 2018 silam.

Ketika itu, wanita mulai diizinkan mengemudi dan undang-undang perwalian laki-laki untuk memungkinkan perempuan bepergian dengan bebas dilonggarkan. Perlahan tapi pasti, partisipasi wanita di dunia kerja pun meningkat hampir dua kali lipat dalam lima tahun terakhir menjadi 33 persen.

Meski begitu, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan tahun lalu oleh lembaga think tank Brookings Institute yang berbasis di AS, laki-laki masih mendominasi di dunia kerja, terutama di sektor publik.

Baca juga: Tak Hanya Cina dan Jepang, Ini Jalur Terpanjang Kereta Berkecepatan Tinggi di Eropa

Karena itu, upaya mempekerjakan wanita sebagai masinis kereta cepat Haramain High Speed Railway Mekkah-Madinah oleh Renfe, hanya memuaskan dahaga sebagian kecil wanita di Arab Saudi yang masih terus berjuang agar bisa terserap di dunia kerja.

Renfe sendiri adalah perusahaan perkeretaapian asal Spanyol. Selain fokus di dalam negeri, Renfe juga membangun infrastruktur sekaligus menjadi operator kereta cepat di luar negeri, salah satunya Arab Saudi.

Tarung Keluarga Boeing 737 vs Keluarga Airbus A320, Siapa yang Akan Menang?

Persaingan dua raksasa di sektor aviasi global – Airbus dan Boeing nampaknya tidak akan pernah surut, karena dua merek dagang ini sama-sama tidak mau ketinggalan dengan kompetitornya hampir di seluruh segmen. Jadi wajar saja jika di luar sana, ada banyak sekali pesawat Boeing dan Airbus yang memiliki kesamaan – walaupun tidak signifikan. Ambil contoh dari pesawat narrow-body kedua perusahaan yang memiliki banyak ‘garis keturunannya’, Boeing 737 dan Airbus A320. Tentu saja, masing-masing perusahaan punya keunggulannya masing-masing, namun mana yang lebih baik?

Baca Juga: Airbus Rencanakan Upgrade Mesin Untuk Varian A320

Jika dibandingkan seri-per-seri, maka sudah jelas bahwa Boeing-lah yang akan memenangkan persaingan ini. Seperti yang diketahui bersama, Boeing 737-100 merupakan generasi dari family Boeing 737 yang diluncurkan pada Februari 1965. First flight dari Boeing 737-100 sendiri terjadi pada 9 April 1967 dan memulai service pertamanya bersama Lufthansa pada Februari 1968.

Sedangkan di tubuh Airbus sendiri, A320 menjadi armada narrow-body pertama yang menjadi penanda tumbuhnya pesawat narrow-body short to medium range di perusahaan asal Eropa tersebut. Airbus A320 pertama kali mengudara (first flight) pada 22 Februari 1987, dan diperkenalkan kepada publik dengan menggunakan livery dari Air France pada 19 April 1988.

Hal tersebut menggambarkan pada sekitar tahun 1988, Airbus datang sebagai kompetitor yang siap untuk merubuhkan kedigdayaan dari Boeing sebagai ‘pemain lama’ dalam bisnis ini.

Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com (24/3/2019), berikut adalah daftar perbandingan antara keluarga Boeing 737 dan Airbus A320.

Sumber: simpleflying.com

Sumber: simpleflying.com

Jika dilihat dari segi jarak tempuh yang mampu dilakoni oleh masing-masing pesawat, Airbus bisa dibilang mengungguli Boeing – mungkin ini adalah salah satu strategi Airbus untuk menggeser posisi Boeing. Sementara jika dilihat dari load capacities kedua keluarga, Airbus pun mengungguli Boeing, dimana rata-rata penumpang yang dapat diangkut oleh keluarga Boeing 737 hanya berkisar 160 penumpang, sedangkan Airbus dengan keluarga A320-nya unggul dengan angka rataan 185 penumpang.

Di tubuh Boeing sendiri, banyaknya varian dari keluarga 737 menandakan bahwa perusahaan terus melakukan inovasi dan perbaikan guna tidak disalip oleh kompetitor abadinya tersebut.

Baca Juga: Boeing 737 Sabet Predikat Sebagai Pesawat Terlaris Sepanjang Sejarah Aviasi Global

Lalu mana yang lebih populer dari dua keluarga ini? Masing-masing punya predikatnya tersendiri, dimana keluarga Boeing 737 didaulat sebagai pesawat yang paling laku keras di pasar, sedangkan keluarga A320 Airbus menyandang predikat sebagai pesawat paling populer sekarang ini.

Kalah jadi abu, menang jadi arang. Mungkin peribahasa ini tepat untuk menggambarkan persaingan pesawat narrow-body antara Boeing dan Airbus. Masing-masing dari keduanya memiliki keunggulannya tersendiri, dan rata-rata, hampir seluruh maskapai di dunia menggunakan kedua produksian dari dua seteru ini.

 

 

Bandara Apung Kobe, Penuh Kontroversi dan Pembangunan Butuh 36 Tahun

Bandara apung Kobe akhirnya resmi dibuka pada tahun 2006 di atas lahan reklamasi sejak dicanangkan pada tahun 1970-an. Meski idenya melampaui jauh dari zamannya, tetapi, tetap saja, bandara apung Kobe sempat mendapat pertentangan keras dari masyarakat. Namun, faktor alam dan politik pada akhirnya mendorong dibangunnya bandara tersebut.

Baca juga: Di Antara Kegunaan Bandara Terapung: Alternatif Tempat Pemasangan Sistem Anti-Rudal

Dilansir Simple Flying, Pemerintah Kota Kobe pertama kali mengusulkan rencana pembangunan bandara baru pada tahun 1971.

Sejak awal, bandara ini direncanakan dibangun sebagai bandara apung di atas tanah reklamasi di dekat Port Island, selatan Prefektur Kyoto atau sebalah barat daya Prefektur Osaka, Jepang. Bandara apung Kobe didesain memiliki enam runway dengan yang terpanjang sejauh 3.000 m lebih.

Bandara apung Kobe diharapkan sebagai alternatif di tengah padatnya traffic penerbangan di Bandara Internasional Osaka (Itami). Sudah begitu, bandara tersebut juga sulit untuk melakukan perluasan mengingat posisinya berada di tengah kota dan dikelilingi gedung-gedung tinggi.

Sejak awal rencana pembangunan Bandara apung Kobe dirilis, Walikota Kobe, Tatsuo Miyazaki, aktif melakukan penolakan. Ia mendapat dukungan penuh dari mayoritas warga Kobe. Pada tahun 1973, ia kembali terpilih sebagai walikota dan proposal pembangunan Bandara apung Kobe kembali tersendat karenanya.

Pada tahun 1982, Bandara Internasional Kansai akhirnya dipilih menjadi alternatif tingginya traffic Bandara Internasional Osaka (Itami), menggantikan Bandara apung Kobe. Bandara Internasional Kansai berada di seberang atau selatan Bandara apung Kobe dan juga didesain sebagai bandara apung di atas tanah reklamasi.

Tetapi, perubahan politik dan preferensi masyarakat pada akhirnya mendorong terlaksananya pembangunan Bandara apung Kobe, meskipun dengan skala yang lebih kecil, meliputi penerbangan regional saja.

Pada akhir tahun 1980-an dan 1990-an, Kazutoshi Sasayama, terpilih menjadi walikota Kobe. Ia adalah salah satu pendukung dibangunnya bandara. Ia terus terpilih diperiode selanjutnya pada tahun 1997. Selain itu, terjadinya gempa bumi di Hanshin pada tahun 1995 juga menyadarkan masyarakat akan pentingnya keberadaan bandara di Kobe.

Baca juga: Empat Keunggulan Bandara Terapung, Nomor Tiga Sangat Menggiurkan

Di penghujung abad atau pada tahun 1999, pemerintah, pebisnis, walikota, dan masyarakat akhirnya kompak mendukung Bandara apung Kobe dibangun. Ini dibuktikan dengan dimulainya konstruksi. Ketika itu, The Japan Times melaporkan awalnya 70 sampai 80 persen masyarakat menolak. Namun akhirnya keadaan berbalik di akhir tahun.

“Musim gugur yang lalu (awal tahun), 350.000 orang, termasuk 310.000 pemilih terdaftar kota Kobe, atau sepertiga dari total, menandatangani petisi yang meminta plebisit tentang masalah ini. Jajak pendapat media menunjukkan antara 70 persen dan 80 persen penduduk Kobe menentang proyek tersebut. Tapi pada bulan Desember, majelis kota, yang mendukung bandara dengan hampir dua pertiga mayoritas, menolak petisi tersebut,” tulisnya.

“Terowongan Cinta” di Ukraina, Salah Satu Jalurnya Menuju Pangakalan Militer Rahasia

Tunnel of Love atau terowongan cinta tak hanya dimiliki oleh Rumania, tetapi terowongan ini pertama kali ada di Ukraina. Tak jauh berbeda bentuknya dengan di Rumania, bahkan terowongan cinta di Ukraina sendiri masih beroperasi.

Baca juga: “Tunnel Of Love” Rumania, Harta Karun Tersembunyi di Eropa

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, terowongan cinta di Ukraina sendiri jalurnya masih digunakan oleh kereta api barang oleh pabrik kayu lapis Odek di desa Orzhiv. Kereta pengangkut panel kayu tersebut melalui jalur Klevan menuju ke jalur utama di pasar Eropa Barat.

Kereta pengangkut kayu ini berjalan melalui terowongan cinta Ukraina beberapa kali dalam sehari, tergantung banyak kayu yang akan di angkut. Sebenarnya terowongan cinta ini sendiri terletak diantara Klevan dan desa Orzhiv di jalur Kovel-Riven dengan jarak tujuh kilometer.

Kemudian jalur terbagi dua dengan satu mengarah ke Klevan dan lainnya ke arah pangkalan rahasia militer yang tersembunyi di hutan saat perang dingin. Bila kembali kemasa itu, pohon-pohon sengaja ditanam di samping lintasan untuk menyembunyikan pengangkutan peralatan militer.

Bila menggunakan Google untuk mencari pangkalan rahasia ini, kemungkinan masih digunakan, sebab masih menunjukkan sejumlah besar kendaraan militer di pangkalan rahasia tersebut. Meski bukan pepohonan yang membentuk terowongan cinta ini tidak tumbuh sendiri melainkan di tanam, tetapi karena keunikannya banyak pelancong dan fotografer yang mengabadikan keindahanya.

Dikarenakan masih aktif untuk digunakan, para pelancaong meski lebih berhati-hati dan terkadang membuat operator kereta api juga ikut waspada dalam menjalankan kereta barang tersebut. Sebab tahun 2016 lalu seorang pelancong Jepang berusia 38 tahun tertabrak kereta dan membuatnya patah tulang, tetapi insiden ini tidak dibuka ke publik.

Baca juga: Serba-Serbi Channel Tunnel, Terowongan Rel Terpanjang Kedua di Dunia

Terowongan cinta Ukraina ini juga disebut dengan Green Mile Tunnel karena cabang-cabang pohon yang melengkung di atas rel kereta api. Pada musim semi dan panas ketika pepohonan berada di puncak kemerahan, daun begitu lebat dan pada musim gugur meski sedikit daun tetap terlihat menarik.

Bila musim dingin tiba, salju yang menutupi daun dan pohon begitu indah karena warna putih menghiasi terowongan ini. Ada legenda masyarakat lokal yang mengatakan, bila ada pasangan yang mengunjungi terowogan ini akan diberikan harapan asalkan niat mereka tulus.






















Paket dengan ACE Suite, Starlux Airlines Terima Airbus A330-900 Pertama

Maskapai asal Taiwan Starlux Airlines telah menerima A330-900 pertamanya dari Airbus. Pesawat ini adalah yang pertama dari 26 pesawat badan lebar yang akan bergabung dengan armada Starlux, terdiri dari delapan pesawat A330neo dan 18 pesawat A350.

Baca juga: Mengenal Electronic Flight Bag, Fitur Canggih di Airbus A330-900NEO Terbaru Lion Air2021

Pesawat A330neo yang tiba dan satu pesawat A350 disewa dari ALC, sementara 17 pesawat A350 lainnya dipesan secara langsung dari Airbus. A330neo menawarkan efisiensi operasional yang tak terkalahkan dan Airspace Cabin yang telah memenangkan penghargaan. Pesawat ini akan memiliki dua kelas kabin dengan 28 kursi kelas bisnis dan 269 kursi kelas ekonomi. Pesawat baru ini akan melengkapi jaringan rute Starlux dengan melayani rute regional dari Taiwan ke wilayah Asia-Pasifik.

Starlux juga akan menggunakan layanan pelatihan berbasis komputer Airbus Cockpit Experience (ACE). Dengan pendekatan learning by discovery, awak pesawat Starlux dapat menggunakan ACE Trainer untuk mendapat simulasi kokpit berbentuk 3D yang dilengkapi panduan pembelajaran dan kesempatan eksplorasi melalui free play.

ACE Suite menawarkan proses belajar yang efisien dan dapat menghemat waktu dalam pelatihan perangkat tingkat tinggi. Pengguna program ini juga dapat mengingat hasil latihan dengan lebih baik dan mendapat pengasahan keterampilan yang berkelanjutan. ACE Suite telah mendapat persetujuan EASA dan sesuai dengan regulasi ICAO.

Baca juga: Mengapa Airbus A330 Sangat Diminati di Asia-Pasifik? Inilah Alasannya

Hingga akhir Januari 2022, keluarga A330 telah dipesan sebanyak 1.800 kali (termasuk 353 A330neo dari 23 pelanggan di seluruh sedunia).

Bupati Garut Turut Ramaikan Uji Coba Kereta Api Lintas Garut – Pasar Senen pp.

Minggu (20/2) merupakan hari dimana rangkaian uji coba lintas Garut – Bandung – Pasar Senen pp. kembali dilakukan. Rangkaian menggunakan 7 ekonomi (80 seat) dan 1 MP3 ini di uji coba kembali menggunakan lokomotif seri CC 206 13 53. Keberangkatan Stasiun Garut pada pukul 06.45 WIB dan tiba di Pasar Senen pada pukul 13.00 WIB.

Baca juga: Menunggu Persetujuan Operasional, Kereta Api Tujuan Garut Baru Bisa Beroperasi

Ada yang istimewa saat rangkaian uji coba ini dilakukan. Rangkaian ini disambangi oleh rombongan Bupati Garut, Rudy Gunawan yang turut mengikuti uji coba dari Garut ke Pasar Senen. Menurut informasi Bupati Garut naik ke rangkaian uji coba ini bukan dari Stasiun Garut melainkan dari Stasiun Wanaraja. Rudy juga mencoba kepada pelayanan, fasilitas, dan ketepatan waktu perjalanan kereta api.

Saat tiba di Stasiun Pasar Senen lokomotif yang membawa rangkaian uji coba ini pulang ke Depo Cipinang terlebih dahulu, untuk pengisian bahan bakar lokomotif (HSD). Kemudian pada sore hari lokomotif dengan seri yang sama kembali ke Stasiun Pasar Senen membawa rangkaian uji coba dan untuk selanjutnya kembali ke Stasiun Garut. Keberangkatan KA Uji Coba dari Pasar Senen pada pukul 17.55 WIB dan tiba di Garut pada pukul 00.53 WIB.

Selama tinjauan lapangan yang dilakukan hari ini merupakan tindak lanjut dari rangkaian kegiatan uji coba prasarana yang telah dilakukan pada 12 – 19 Februari 2022. Sesuai jadwal, rangkaian kegiatan uji coba ini akan dilanjutkan dengan memasuki tahap trial and run dimulai dari hari ini hingga tanggal 13 Maret 2022. Tahapan trial and run yang dimaksud merupakan tahapan uji coba dengan menggunakan sarana berisi penumpang terbatas.

Baca juga: Wow! Rangkaian KA Kamojang, Jurusan Pasar Senen – Garut Sudah Menghitung Hari 

Rudy menyampaikan bahwa pengoperasian kembali jalur kereta api ini dapat mendorong masyarakat Garut untuk berinovasi dalam mengembangkan industri dan pariwisata di daerahnya serta menyambut pendatang dan wisatawan dengan produk-produk jaket kulit, kuliner, wisata alam, maupun seni dan budaya kami yang luar biasa. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Kereta Cepat Berpotensi Sepi Penumpang Gegara IKN, Pemerintah Bakal ‘Paksa’ Masyarakat dengan Cara Ini?

Kereta cepat Jakarta-Bandung terancam bakal sepi penumpang lantaran pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kalimantan Timur. Diperkirakan, akan ada eksodus besar-besaran mencapai 1,5 juta lebih penduduk yang terdiri dari aparatur sipil negara (ASN) beserta keluarganya.

Baca juga: Warga Solo Sudah Bisa Merasakan KA Feeder KCJB (Kereta Cepat Jakarta Bandung) Lebih Dulu

Meski belakangan hal itu sempat dibantah PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), namun, bukan tidak mungkin berbagai upaya tetap dilakukan semata membuat kereta cepat Jakarta-Bandung tetap ramai digunakan masyarakat.

Dilansir Nikkei Asia, hasil riset Polar UI pada 2021 mengenai potensi penumpang dari kereta cepat yang diperkirakan bisa mengangkut 30.000 penumpang harian.

Namun, Presiden Direktur KCIC, Dwiyana Slamet Riyadi, mengatakan perkiraan jumlah penumpang ini lebih rendah dari riset LAPI ITB yang sempat merilis angka pengguna 61.000 penumpang per hari.

Dengan proyeksi tersebut, break even point diperkirakan mencapai 40 tahun, naik dari kajian studi kelayakan pada tahun 2017 selama 26 tahun.

Berbagai kendala dari internal maupun eksternal pun dikhawatirkan bakal memunculkan dorongan dari pemerintah untuk membuat serangkaian kebijakan agar kereta cepat Jakarta-Bandung ramai dinaiki masyarakat. Salah satunya dengan membatasi kuota atau kapasitas jalan tol.

Ide ini datang dari Harun Al-Rasyid Lubis, Guru Besar Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung. Menurutnya, perlu ada kajian lebih dalam terkait hubungan pengguna jalan tol dengan kelompok yang akan pindah ke IKN. “Perlu dikaji lebih jauh apakah pengguna jalan tol saat ini juga merupakan kelompok yang sama yang akan pindah ke ibu kota baru,” jelasnya.

Ia menambahkan, salah satu cara untuk memastikan banyak penumpang naik kereta cepat Jakarta-Bandung adalah “menetapkan kuota kapasitas jalan tol” di mana pihak berwenang akan memberlakukan batasan jumlah mobil yang diizinkan di jalan tol yang menghubungkan Jakarta dan Bandung, yang saat ini merupakan moda favorit dari dan ke Jakarta dan Bandung.

“Ini (pembatasan kuota jalan tol) otomatis memaksa masyarakat yang ingin ke Bandung untuk beralih ke kereta cepat. Skema ini cukup umum di negara lain yang perhatiannya tinggi untuk menjaga kualitas infrastruktur (jalan tol),” katanya.

Baca juga: Punya Masa Operasional 30 Tahun, Inilah CR400AF, Kereta Cepat Jakarta – Bandung

Saat ini, pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung sudah mencapai 79 persen dan penyelesaian target konstruksi terus dikejar di tengah tantangan terkait kontur dan struktur tanah.

Meski begitu, KCIC memastikan target penyelesaian proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dapat selesai sesuai dengan rencana di akhir tahun 2022.

Singapore Airlines Gandeng ExxonMobil untuk Pasok Bahan Bakar Berkelanjutan

Otoritas penerbangan Singapura atau Civil Aviation Authority of Singapore (CAAS), Singapore Airlines (SIA), dan perusahaan investasi global yang berpusat di Singapura, Temasek, telah memilih ExxonMobil sebagai penyedia bahan bakar pesawat berkelanjutan atau Sustainable Aviation Fuel (SAF) sebagai bagian dari uji coba penggunaan SAF di Singapura.

Baca juga: Produksi Hidrogen Hijau untuk Bahan Bakar Pesawat, Airbus-Philips 66 Gandeng Plug Power 

Pada uji coba ini, dengan dukungan dari CAAS dan Temasek, SIA akan membeli campuran SAF dari ExxonMobil. Produk ini terdiri dari 1,25 juta liter SAF (bahan bakar berkelanjutan yang tidak dicampur atau dilarutkan), yang akan disediakan oleh Neste dan terbuat dari minyak goreng bekas dan limbah lemak hewani, serta dicampur dengan bahan bakar jet yang dimurnikan di fasilitas ExxonMobil di Singapura.

Bahan bakar campuran ini akan dikirim ke Bandara Changi melalui sistem pengisian bahan bakar yang ada di bandara pada akhir bulan Juli 2022. Mulai kuartal ketiga tahun 2022, semua penerbangan Singapore Airlines dan Scoot akan menggunakan bahan bakar campuran ini. Penggunaan SAF selama uji coba lebih dari satu tahun ini diharapkan dapat mengurangi sekitar 2.500 ton emisi karbon dioksida.

Penunjukan ExxonMobil mengikuti Request for Proposal (RFP) pada tanggal 10 November 2021 untuk mengundang produsen dan penyedia bahan bakar terpilih guna mengembangkan dan melaksanakan rencana pengiriman campuran SAF ke Bandara Changi Singapura. Hal ini merupakan tindak lanjut dari studi sebelumnya yang dilakukan oleh Pemerintah Singapura dan pelaku industri tentang kelayakan operasional dan komersial dalam penggunaan SAF di Bandara Changi.

Baca juga: Minyak Jelantah Bekas Goreng Kentang Sekarang Jadi Bahan Bakar Pesawat

Dengan ekspansi kilang ExxonMobil di Singapura yang akan mulai beroperasi pada awal tahun 2023, maka ExxonMobil dapat memproduksi hingga 1 juta ton SAF per tahun untuk melayani pasar penerbangan di kawasan Asia-Pasifik dan global.