Antisipasi  Kemacetan Dampak Pengalihan Arus Lalin, Kereta Api Jarak Jauh dari Gambir Berhenti di Stasiun Jatinegara

Antisipasi menghindari keterlambatan para pengguna jasa Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) menuju Stasiun Gambir karena pengalihan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan raya menuju Stasiun Gambir, PT KAI Daop 1 Jakarta melakukan pengaturan pola operasi khusus untuk keberangkatan KA Jarak Jauh (KAJJ) dari Stasiun Gambir pada Senin 11 April 2022.

Baca juga: Amankan Aset, PT KAI Daop 9 Jember Lakukan Perawatan Sinyal Tebeng Krian di Sepanjang Jalur Kalisat – Panarukan

Pada saat normal KA yang berangkat dari Stasiun Gambir tidak berhenti di Stasiun Jatinegara, namun khusus hari Senin 11 April 2022 terdapat 7 KA keberangkatan sekitar pukul 09.00 s.d 16.00 WIB yang akan berhenti di Stasiun Jatinegara untuk melayani naik turun penumpang. Hal ini dilakukan untuk memudahkan calon penumpang KA agar tidak terdampak kemacetan lalu lintas saat akan menuju Stasiun Gambir dan mengalami keterlambatan.

Berikut Daftar 7 KA keberangkatan Stasiun Gambir yang berhenti di Stasiun Jatinegara:

– KA 20F Argo Cheribon keberangkatan dari Stasiun Gambir pukul 09.40 WIB

– KA 48F Argo Parahyangan keberangkatan dari Stasiun Gambir pukul 10.10 WIB

– KA 50F Argo Parahyangan keberangkatan dari Stasiun Gambir pukul 12.30 WIB

– KA 7002 Argo Sindoro Tambahan keberangkatan dari Stasiun Gambir pukul 13.05 WIB

– KA 40 Argo Parahyangan keberangkatan dari Stasiun Gambir pukul 15.30 WIB

– KA 74 Brawijaya keberangkatan dari Stasiun Gambir pukul 15.40 WIB

– KA 12 Argo Sindoro keberangkatan dari Stasiun Gambir pukul 16.25 WIB

Adapun waktu keberangkatan KA dari Stasiun Gambir tidak mengalami perubahan.

Baca juga: PT KAI Daop 5 Purwokerto Antisipasi Beberapa Titik Rawan Bencana

Dengan pengaturan pola operasi khusus tersebut diharapkan pelanggan dapat terhindar dari resiko kemacetan yang mungkin terjadi akibat pengalihan arus lalu lintas menuju Stasiun Gambir dan memiliki pilihan untuk dapat berangkat dari Stasiun Jatinegara.

 

 

 

Delta Airlines Blokir Kursi Untuk Penumpang Rombongan, Ini Skemanya

Selama pandemi Delta Airlines seperti memberikan ruang ekstra bagi penumpang. Ini karena kursi bagian tengah dikosongkan untuk menjaga jarak sosial demi kenyamanan penumpang. Meski kini tak lagi diberlakukan, maskapai yang berbasis di Atlanta tersebut justru menerapkan pemblokiran kursi jenis baru.

Baca juga: Siap Lepas Landas, Delta Airlines Kembali ke Gerbang Lantaran Ada Penumpang Tak Mau Pakai Masker

Tapi bedanya ini bukan karena pandemi, melainkan dirancang untuk memudahkan penumpang rombongan untuk duduk bersama. Di kabin ekonomi, maskapai AS ini memblokir beberapa baris untuk grup. Bahkan kursi di baris itu pun tidak dapat diberikan kepada penumpang tunggal atau mereka yang bepergian hanya dua orang.

“Algoritma peta kursi dinamis” Delta, begitu maskapai menyebutnya, pertama kali diluncurkan secara diam-diam pada tahun 2019 dan sekarang menggunakan data pemesanan dan penetapan kursi historis untuk menentukan berapa banyak baris yang harus ditahan pada penerbangan tertentu. Misalnya, pencarian penerbangan antara New York dan Fort Lauderdale yang adalah rute rekreasi, di mana menunjukkan bahwa maskapai menahan lima baris.

KabarPenumpang.com melansir thepointsguy.com (7/4/2022), untuk kelas bisnis yang lebih umum, dering digunakan penumpang tunggal dan bilapun ada rombongan, hanya akan menahan dua baris. Meski begitu, Delta pernah memblokir delapan barus pada penerbangan Malam Natal dari New York-JFK ke Cancun. Juru bicara Delta mengatakan, bahwa pemblokiran kursi bervariasi menurut pesawat, rute dan faktor lainnya.

Logikanya menggabungkan banyak faktor, dan tidak ada “aturan” yang pasti mengenai berapa banyak kursi yang akan ditahan pada penerbangan tertentu. Untuk saat ini, Delta hanya memblokir beberapa baris terakhir pada bidang tertentu, meskipun logika itu secara teoritis dapat berubah seiring waktu. Faktanya, maskapai akan memperbarui algoritme secara real time, dan akan merilis kursi jika ditentukan bahwa ada lebih banyak pelancong solo daripada grup atau keluarga pada penerbangan tertentu dibandingkan dengan prediksi asli algoritme.

Delta mengatakan bahwa “menjadi merek yang berpusat pada pelanggan berarti kami terus berupaya untuk menawarkan pengalaman yang optimal di seluruh perjalanan. Mengambil pendekatan dinamis dengan tampilan peta kursi kami adalah salah satu cara untuk melakukannya dengan menyediakan pilihan tempat duduk yang disukai di semua kabin pada saat pemesanan atau di pintu gerbang saat bekerja dengan agen untuk pelanggan yang bepergian sendiri atau bersama kelompok.”

Untuk menentukan apakah Delta memblokir kursi di penerbangan Anda, Anda dapat melakukan dua pencarian selama proses pemesanan satu hanya dengan satu penumpang dalam reservasi, diikuti dengan pencarian kedua untuk penerbangan yang sama dengan tiga penumpang atau lebih. Jika melihat peta kursi di kedua kasus, Anda seharusnya dapat mengidentifikasi kursi mana yang diblokir Delta untuk grup. Misalnya, pada tangkapan layar di bawah, Anda dapat melihat bahwa Delta menahan baris 29 hingga 31 untuk pemesanan tiga penumpang atau lebih.

Langkah Delta menarik karena ini adalah salah satu upaya pertama yang kami lihat dari operator jaringan utama untuk menyediakan area tempat duduk khusus untuk grup. Tentu saja, jika kursi yang lebih dekat ke bagian depan pesawat tersedia, Anda tidak perlu “harus” memilih baris di belakang. Inisiatif ini hanya memberikan pilihan lain jika kursi yang berdekatan lebih dekat ke bagian depan pesawat tidak tersedia.

Pada akhirnya, ini juga akan membantu meminimalkan berapa kali sebuah keluarga harus berebut di pintu gerbang (atau di dalam pesawat) untuk menemukan penumpang yang bersedia memainkan kursi musik untuk mengakomodasi mereka duduk bersama. Langkah ini kemungkinan akan disambut oleh keluarga, terutama mereka yang bepergian dengan anak kecil.

Faktanya, pemblokiran kursi dinamis dapat menyebabkan proses boarding lebih cepat, terutama pada penerbangan dengan banyak keluarga dan rombongan yang bepergian bersama. Satu kelemahan besar adalah bahwa pemesanan selebaran solo pada menit terakhir bisa berakhir di tengah ke arah depan, berlawanan dengan jendela atau lorong di belakang.

Baca juga: Terlanjur Sayang, Penumpang Wanita Delta Airlines Susui Kucing di Pesawat

Bagaimanapun, akan menarik untuk melihat bagaimana algoritme pemblokiran kursi Delta berkembang dari waktu ke waktu dan apakah ada pesaingnya yang menerapkan hal serupa.

HORE! Besok KA Pangrango Mulai Beroperasi, Ini Harga Tiketnya

Setelah beberapa kali uji coba sejak akhir Februari hingga April 2022 akhirnya kereta api yang ditunggu – tunggu warga Bogor dan Sukabumi akhirnya tiba. Mulai 10 April 2022 KA Pangrango resmi beroperasi. Rangkaian yang terdiri dari 2 kelas eksekutif dan 4 kelas ekonomi premium ini dijalankan dari Stasiun Bogor Paledang hingga Stasiun Sukabumi pp. Jalur yang dilewati pun sudah bisa digunakan untuk perjalanan reguler.

Baca juga: Catat Jadwalnya, KA Pangrango Bogor – Sukabumi Beroperasi 10 April 2022

Beroperasinya KA Pangrango pastinya membuat antusias. Perjalanan yang menempuh selama 1 jam 50 menit tak menyulitkan warga sekitar Bogor sampai dengan Sukabumi untuk mencoba rangkaian ini dengan kelas yang lebih baru. Sebelumnya KA Pangrango di jalankan dengan rangkaian 1 kelas eksekutif dan 4 kelas ekonomi (106 tempat duduk).

Jalur ganda yang sudah selesai dibangun membuat perjalanan ini menjadi terasa lebih nyaman antara Bogor Paledang – Cicurug. Kecepatan yang ditempuh sudah bisa mencapai maksimal 50 km/jam. Namun jalur yang dilewati menggunakan 1 jalur saja, karena ada pengerjaan jalur ganda khususnya di area jembatan Stasiun Cigombong yang masih belum penyelesaian. Selain medannya yang curam, pengerjaan dilakukan secara berhati – hati dan bertahap, karena curah hujan di area tersebut pun cukup tinggi.

Penumpang yang ingin menggunakan KA Pangrango sudah bisa memesan tiket hari ini (9/4) melalui aplikasi KAI Access atau aplikasi pemesanan tiket online lainnya untuk perjalanan per 10 April 2022. Atau bisa datang langsung ke loket pembelian di stasiun – stasiun yang melayani pemesanan tiket kereta api serta bisa juga pembelian secara langsung (go show) di stasiun yang dilewati KA Pangrango. Adapun harga tiket yang berlaku untuk KA Pangrango adalah Rp80 ribu untuk kelas Eksekutif dan Rp45 ribu untuk kelas Ekonomi Premium.

Baca juga: Naik KA Lintas Bogor – Sukabumi? Jangan Lupakan Stasiun Tertinggi Ini

Untuk ketentuan syarat naik KA Pangrango, penumpang tidak diwajibkan menunjukkan surat Rapid Test Antigen atau Test PCR. Wajib menunjukkan kartu vaksin dosis pertama atau menunjukkan SCAN QR Aplikasi Peduli Lindungi, dan juga menjalankan protokol kesehatan yang ketat. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Ini 10 Pesawat PenumpangTercepat di Dunia dan Beberapa di Antaranya Masih Beroperasi

Pesawat hingga saat ini masih menjadi transportasi yang dipilih banyak orang karena kemudahan serta kecepatannya. Nah, ketika membicarakan kecepatan, ternyata di dunia juga ada beberapa pesawat penumpang tercepat.

Baca juga: (Eksklusif) Inside Tupolev Tu-144: Pesawat Supersonik Pertama di Dunia Sebelum Concorde

Bahkan pesawat-pesawat itu sebagian besar masih terbang hingga hari ini. Penasaran pesawat apa saja? Sebagaimana dilansir KabarPenumpang.com dari airportcodes.io, berikut ini sepuluh pesawat tercepat di dunia.

1. Tupolev TU 144
Ini adalah pesawat diurutan pertama tercapat di dunia. Pesawat buatan Asosiasi Produksi Pesawat Voronezh, Rusia tersebut memiliki kecepatan 1.510 mph atau sekitar 2.430 kpj.

2. Boom Supersonic
Pesawat ini bisa digunakan oleh penumpang kelas atas maupun menengah ke bawah. Memiliki kecepatan 1.451 mph atau sekitar 2.335 kpj dan dibuat oleh Boom Technology yang berbasis di Amerika Serikat.

3. Concorde
Pesawat yang sering digunakan oleh maskapai British Airways dan Air France ini memiliki kecepatan 1.354 mph atau sekitar 2.179 kpj. Pesawat ini dibangun oleh BAC & Sud Aviation.

4. Cessna Citation X+
Pesawat yang dibuat oleh Cessna Aircraft Company, di Wichita, Kansas ini memiliki kecepatan 717 mph atau sekitar 1.153 kpj.

Cessna Citation X. Foto: Wikipedia

5. Cessna Citation X
Dengan pembuat yang sama dengan Cessna Citation X+, pesawat ini juga dilengkapi mesin turbofan kembar. Dengan kecepatan terbang 700 mph atau sekitar 1.126 kpj.

6. Dassault Falcon
Pesawat ini diproduksi oleh Dassault Aviation dan memiliki kecepatan hingga 690 mph atau sekitar 1.110 kpj.

7. Bombardier Global 6000
Pesawat yang dibuat oleh Bombardier Aviation ini, memiliki kecepatan 682 mph atau sekitar 1.097 kpj.

Bombardier Global 6000. Foto: Honeywell Aerospace

8. Airbus A380
Punya bodi pesawat besar, ternyata A380 juga mampu melaju dengan kecepatan 676 mph atau sekitar 1.087 kpj. Bahkan pesawat milik Airbus tersebut masih beroperasi hingga hari ini dan mengangkut penumpang dalam jumlah banyak.

9. Dassault Falcon 900 EX
Ini adalah sebuah pesawat jet pribadi sayap rendah yang dibangun oleh Dassault Aviation. Melaju dengan kecepatan 662 mph atau sekitar 1.065 kpj.

Baca juga: Bukan Concorde, Bell X-1A Jadi Pesawat Pertama di Dunia Tembus Kecepatan Mach 2

10. Boeing 787 Dreamliner
Mengangkut penumpang banyak dan memiliki ukuran yang besar, ternyata tidak menurunkan kecepatan pesawat Boeing 787 Dreamliner. Bahkan, pesawat buatan Boeing Commercial Airplanes tersebut mampu melaju dengan kecepatan 652 mph atau sekitar 1.049 kpj.

PriestmanGoode Desain Kursi Kereta yang Memuat Penumpang 30 Persen Lebih Banyak

Kebanyakan kereta saat ini menggunakan kursi dengan desain yang tidak efisien. Kemudian PriestmanGoode, toko desain yang berada di belakang London Tube telah merilis sepasang desain kursi yang dapat disesuaikan yang bertujuan untuk mengatasi kepadatan di kereta penumpang.

Baca juga: Abaikan Aturan, Wartawan AsaI Inggris Biarkan Anjing Piaraannya Tidur di Kursi Kereta

Kursi itu dapat disesuaikan dan mampu menampung 15-30 persen lebih banyak penumpang tergantung pada desainnya. Dilansir KabarPenumpang.com dari theverge.com, PriestmanGoode mengatakan desainnya dapat membantu menghilangkan beberapa sakit kepala dengan pendekatan inovatif untuk desain kursi.

Salah satunya adalah penghemat ruang yang ergonomis, sementara yang lain menggunakan tempat duduk yang dapat disesuaikan untuk merespons kepadatan.

“Kami saat ini menghadapi dilema. Di satu sisi, sangat penting bagi kita untuk mendorong angkutan massal daripada penggunaan kendaraan pribadi jika kita ingin hidup di dunia yang lebih berkelanjutan. Di sisi lain, karena semakin banyak orang menggunakan layanan tersebut, banyak penumpang menghadapi stres dan ketidaknyamanan karena mereka mencoba untuk mendapatkan tempat duduk atau bahkan hanya naik kereta,” kata ketua perusahaan Paul Priestman.

Dua desain perusahaan, Horizon dan Island Bay, dapat membantu meningkatkan kapasitas perjalanan kereta api, sambil bertujuan untuk meningkatkan pengalaman penumpang. Model Horizon mengubah pengalaman kereta tradisional menjadi sesuatu yang lebih mirip dengan duduk di bar dengan memperpendek lebar kursi dan mendekatkan barisan tempat duduk.

Kursi yang dibuat miring meningkatkan ruang bahu di antara penumpang dan membantu meningkatkan perasaan ruang pribadi, sementara sandaran kaki ganda dapat mengakomodasi penumpang dengan ketinggian yang berbeda-beda. Hasilnya, PriestmanGoode mengatakan kereta itu bisa memuat 30 persen lebih banyak penumpang di kereta tanpa mengorbankan kenyamanan.

Perusahaan menyebut desain Island Bay sebagai “solusi tempat duduk fleksibel” yang menyesuaikan tergantung pada apakah kereta beroperasi di luar jam sibuk atau selama jam sibuk. Selama masa-masa sibuk itu, tata letak kursi ganda terbalik untuk menampung lebih banyak penumpang yang berdiri, dan meja jendela kecil menjadi bangku.

Baca juga: Kursi Kereta MRT Pertama Singapura Jadi Tempat Duduk di Yishun

Sandaran empuk ditemukan di ujung kursi teluk untuk menawarkan penumpang yang berdiri bersandar lebih nyaman. Lorong yang lebih lebar di antara kursi dapat menampung kursi roda, kereta bayi, atau sepeda.

PriestmanGoode mengatakan desainnya hanya satu tahun lagi untuk mencapai pasar, tetapi tidak diumumkan untuk jalur kereta api atau agen transit tertentu. Perusahaan memperkirakan bahwa operator kereta akan memilih untuk memasukkan kombinasi kursi ini di samping kursi biasa, untuk memastikan bahwa semua penumpang dilayani dengan nyaman.

Dua Pekan Beroperasi, Masyarakat Garut Antusias dengan Hadirnya Layanan Kereta Api

Kereta Api Cikuray relasi Garut ke PasarSenen PP yang mulai beroperasi 25 Maret 2022 kemarin, rupanya menghadirkan antusiasme masyarakat yang sangat baik. Ini terlihat dengan cukup banyaknya pelanggan yang menggunakan KA Cikurai dan KA Garut Cibatuan. Bahkan pada periode 25 Maret sampai 7 April 2022, volume penumpang KA Cikuray rata-rata 705 pelanggan per hari.

Baca juga: Joyride Perdana KA Cikuray, Penumpang Masih Lengang

Jumlah ini mendapatkan puncaknya pada 27 Maret sebanyak 1.144 pelanggan dan rata-rata okupansi KA Cikuray pada periode tersebut yaitu 63 persen. Sementara volume KA Garut Cibatuan relasi Garut – Purwakarta pp yaitu rata-rata 5.089 pelanggan per hari, dimana puncaknya terjadi pada 27 Maret sebanyak 6.317 pelanggan.

Okupansi KA Garut Cibatuan pada periode tersebut mencapai rata-rata 71 persen dikarenakan adanya pelanggan dinamis yang naik dan turun di stasiun antara.

“KAI sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat atas kehadiran kembali moda transportasi kereta api setelah hampir 40 tahun tidak beroperasi di Garut. Hadirnya kereta api di Garut akan mengurangi tingkat kemacetan kota serta memberikan solusi transportasi yang efisien dan terjangkau bagi pelanggan,” kata VP Public Relations KAI Joni Martinus, Jumat (8/4/2022) yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers.

Joni mengatakan keberadaan kereta api di Garut juga dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan pariwisata di wilayah Garut dan Sekitarnya. Masyarakat akan semakin mudah dalam mengakses berbagai lokasi wisata di Garut seperti Taman Gunung Papandayan, Pemandian air panas, Kampung Naga, dan lainnya.

“Kami berharap beroperasinya kembali jalur KA di Garut ini akan menjadi pemicu pemulihan perekonomian baik dari sektor pariwisata serta industri-industri lokal di wilayah Garut,” kata Joni.

Untuk kenyamanan bersama, KAI juga mengimbau kepada seluruh pelanggan untuk menjaga ketertiban dengan mengantre secara teratur, terus menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker secara baik dan benar, serta menjaga kebersihan stasiun dan kereta api.

Di samping itu, demi menjaga keselamatan bersama, KAI mengingatkan kepada seluruh masyarakat Garut agar lebih berwaspada jika melintasi perlintasan sebidang kereta api. Masyarakat juga tetap dilarang beraktivitas di jalur kereta api.

“Hal ini perlu kami ingatkan kembali sebab masyarakat Garut sudah cukup lama tidak mendapatkan layanan transportasi kereta api,” kata Joni.

Jalur Garut – Cibatu dibuka pertama kali pada tahun 1889 dan berhenti beroperasi pada tahun 1983. Proses reaktivasi dimulai sejak 2018 dan diresmikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri BUMN Erick Thohir 24 Maret 2022.

Saat ini, KA yang melayani keberangkatan dan kedatangan di Stasiun Garut yakni KA Cikuray relasi Garut – Pasar Senen, berangkat dari Garut pukul 07.05 dan datang di Pasar Senen pukul 13.32 serta relasi Pasar Senen – Garut, berangkat dari Pasar Senen pukul 17.55 dan datang di Garut pukul 00.53.

Ada pula KA Garut Cibatuan relasi Garut – Padalarang berangkat Garut pukul 06.05 datang Padalarang pukul 10.23, relasi Garut – Purwakarta berangkat Garut pukul 10.55 datang Purwakarta pukul 17.15, relasi Purwakarta – Garut berangkat Purwakarta pukul 04.10 datang Garut pukul 10.29, serta relasi Purwakarta – Garut berangkat Purwakarta pukul 16.15 datang Garut pukul 22.23.

Baca juga: Membludak! Akhir Pekan, Masyarakat Serbu Stasiun Garut Untuk Naik Kereta Api

Tiket KA Cikuray dan KA Garut Cibatuan dapat dipesan melalui aplikasi KAI Access, web kai.id, serta channel online penjualan tiket KAI lainnya. Penjualan di stasiun hanya bisa dilakukan untuk keberangkatan Go Show. KA Cikuray menggunakan tarif Public Service Obligation (PSO) yaitu Rp45.000 untuk rute Garut – Pasar Senen pp. Serta Rp15.000 khusus untuk rute Garut – Purwakarta pp yang hanya dijual secara go show mulai 3 jam sebelum keberangkatan. Adapun KA Garut Cibatuan juga termasuk KA Lokal PSO dengan tarif yaitu Rp6.000 s.d Rp14.000 tergantung jarak perjalanan.

Juru Penilik Jalan: Tak Patah Semangat Meski Besar Risiko dan Tanggung Jawab yang Dihadapi

Tahukan kalian bahwa pekerjaan yang satu ini memerlukan keahlian, keterampilan dan ketelitian tingkat tinggi. Bagaimana tidak, saat menunggu kereta api datang yang akan ditumpangi ataupun saat di lokasi tertentu yang domisilinya dekat dengan rel kereta api, pasti melihat petugas yang berjalan kaki menelusuri sepanjang rel kereta api memakai seragam oranye. Untuk memastikan rel kereta api benar – benar aman dilewati dan pengecekan mulai dari kondisi rel, baut, dan persambungan batang rel biasanya dilakukan oleh petugas yang satu ini.

Baca juga: Drone Copter Dipasangi Roda, Mampu Cek Kondisi Rel dengan Melintasi Langsung

Ya, petugas tersebut bernama bandschower atau Juru Penilik Jalan rel (JPJ). Profesi yang berkaitan dengan keselamatan penumpang itu sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda. Tak kenal waktu, pekerjaan ini pun dilakukan tidak menentu yaitu setiap hari mulai pagi, siang hingga malam. Secara bergilir petugas JPJ menyusuri langkah demi langkah jalan rel dan dari satu ke stasiun berikutnya. Setiap petugas JPJ juga diberi jatah tiap satu petak stasiun yang biasanya berjarak 5 – 10 km untuk diperiksa.

(Foto: BUMN,info)

Peralatan yang dibawa biasanya HT, kunci inggris, jadwal kereta api, senter serta bendera merah dan hijau. Bila ada ponsel pribadi sebagai sarana komunikasi dengan PPKA (Pengatur Perjalanan Kereta Api) yang berada di stasiun terdekat jika ada hal darurat ditemui. Saat bertugas, jika JPJ belum sampai ke stasiun tujuan kereta berikutnya melaporkan dan melaporkan hasil pemeriksaan. KA sebelumnya tidak diperkenankan untuk melanjutkan perjalanan.

Baca juga: Begini Cara Agar Terhindar dari Kecelakaan di Perlintasan Kereta Api

Seorang JPJ terus menjaga loyalitasnya dengan bertugas sepenuh hati, meski kesejahteraan mereka jauh lebih kecil daripada tanggung jawab yang dijalankannya. Sebenarnya kerja ideal seorang JPJ harus berjalan kaki sejauh 7 km dalam waktu satu jam lebih awal dari keberangkatan kereta api. Tugasnya memastikan tidak ada hal yang membahayakan keselamatan perjalanan kereta api, seperti longsor bahkan pohon tumbang yang menghalangi jalur rel, termasuk akibat dari anjloknya kereta api yang melewati rel tersebut. Lelahnya pekerjaan ini tak membuat seorang JPJ tak patah semangat, terlebih tanggung jawab yang mereka jalankan. Apalagi pengaruhnya sangat besar untuk menjaga keselamatan penumpang kereta api. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Penumpang Tiga Moda Harus Isi e-HAC Sebagai Syarat Perjalanan Mudik

Syarat untuk mudik Lebaran 2022, penumpang bukan hanya sudah vaksin booster, tetapi Kementerian Kesehatan juga memberlakukan pengisian electronic Health Alert Card (e-HAC) mulai 5 April kemarin. Pengisian e-HAC dilakukan melalui aplikasi PeduliLindungi bagi masyarakat yang akan menggunakan transportasi udara.

Baca juga: Bali Mulai Buka Rute Internasional Regulernya dengan Kedatangan Pelancong dari Narita

Namun, Kemenkes juga akan memberlakukan pengisian e-HAC pada pemudik yang menggunakan transportasi darat ataupun laut. Hal tersebut dikatakan oleh Chief of Digital Transformation Office Kemenkes Setiaji.

“Selain perjalanan udara, aturan pengisian e-HAC juga direncanakan jadi syarat untuk bepergian dengan transportasi darat dan laut pada masa mudik hingga libur lebaran. Hal ini yang akan diberlakukan setelah dirjen di kementerian terkait mengeluarkan surat edaran yang mengatur hal tersebut,” ujar Setiaji yang dikutip KabarPenumpang.com dari kemkes.go.id (7/4/2022).

Dia berharap, dengan diberlakukannya syarat pengisian e-HAC di masa mudik dan libur Lebaran ini dapat mempermudah masyarakat dan petugas di lapangan dalam menjalani proses pengecekan kelayakan perjalanan.

“Syarat pengisian e-HAC ini ditujukan untuk menyederhanakan dan mempercepat proses pengecekan kelayakan perjalanan oleh petugas, sehingga tidak ada penumpukan antrean penumpang saat pemeriksaan,” ujar Setiaji.

Meski sudah vaksin booster dan mengisi e-HAC, ada syarat lain yang harus dipenuhi para pemudik. Bagi mereka yang sudah vaksin booster tidak lagi perlu melampirkan hasil tes Antigen atau PCR negatif.

Sedangkan bagi mereka yang baru dua kali vaksin wajib menyertakan tes antigen 1×24 jam atau tes RT-PCR maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan. Bagi pemudik yang baru satu kali vaksin, wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan.

Selain itu, pemudik dengan komorbid atau penyakit penyerta yang tidak dapat melakukan vaksinasi harus menunjukkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah dan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan. Untuk anak berusia 6 tahun ke bawah tidak diwajibkan mengisi e-HAC dan tes Antigen atau RT-PCR sebagai syarat perjalanan.

Baca juga: Mau Coba Naik Kereta Sultan Jelang Lebaran? Ini Syarat dan Harganya

Untuk diketahui, pemberlakuan pengisian e-HAC ini merupakan tindak lanjut diterbitkannya Surat Edaran (SE) Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan No.36/2022 tentang Petunjuk Perjalanan Dalam Negeri Dengan Transportasi Udara Pada Masa Pandemi Covid-19.

Tilang Elektronik Mulai Berlaku di Jalan Tol, Tujuh Kamera Siap Capture Kendaraan yang Melanggar

Mulai 1 April 2022, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya memberlakukan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di jalan tol. Kebijakan ini pun didukung oleh Jasa Marga yang adalah pengelola jalan tol. Nantinya ETLE di jalan tol akan membagi dua pelanggaran yakni batas kecepatan (over speed) dan muatan berlebih (overload).

Baca juga: Takut Kena Tilang Elektronik? Yuk Pantau Keberadaan Kamera ETLE via Waze

Saat ini sudah ada tujuh speed camera yang akan mengcapture kendaraan yang over speed. Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru menjelaskan, kamera tersebut tersebar di lima ruas jalan tol yakni Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jalan Layang MBZ, Jalan Tol Dalam Kota Jakarta, Jalan Tol Sedyatmo dan Jalan Tol Kunciran-Cengkareng.

Dia menambahkan, pihaknya juga sudah menyiapkan sebanyak 25 unit speed camera. Nantinya kamera itu juga terintegrasi seperti sebelumnya untuk membantu polisi dalam memantau pengendara yang melebihi batas kecepatan di jalan tol.

“Sesuai koordinasi dengan pihak Kepolisian, tahap awal penerapan tilang elektronik untuk kendaraan overspeed akan dimulai di kelima ruas jalan tol tersebut. Untuk tahapan selanjutnya yang saat ini tengah dikoordinasikan, Korlantas akan memproses integrasi sistem ETLE dengan seluruh speed camera yang dimiliki oleh Jasa Marga, yaitu total 25 unit,” kata Heru yang dikutip KabarPenumpang.com dari detik.com.

Tak hanya itu, Jasa Marga juga sudah menyiapkan tilang elektronik di jalan tol untuk memantau pelanggaran kendaraan yang overload. Jasa Marga akan menggunakan alat weight in motion (WIM) atau timbangan otomatis anti-truk overload. Perangkat weight in motion tersebut dipasang di dua ruas jalan tol yakni Tol JORR Seksi E dan Jalan Tol Jakarta-Tangerang.

Sehingga bila ditotal keseluruhan ada tujuh lokasi penerapan ETLE di jalan tol dengan rincian lima ruas tol yang dipantau speed camera dan dua memantau kelebihan muatan.

Selain itu, bagi para pengemudi bisa mengecek apakah kendaraan terkena ETLE atau tidak dengan cara mengunjungi laman https://etle-pmj.info/id/check-data. Kemudian masukkan nomor plat kendaraan, nomor mesin dan nomor rangka sesuai dengan STNK.

Baca juga: Sterilisasai Jalur Busway Turun 4 Persen, TransJakarta dan Dirlantas Polda Metro Jaya Pasang ETLE

Setelah semua data terisi, pengendara bisa pilih “Cek Data”. Jika tidak ada pelanggaran, maka akan muncul kalimat “No data available”. Tetapi juka ada pelanggaran, maka akan muncul catatan waktu, lokasi, status pelanggaran serta tipe kendaraan.

Ini Fungsi Jalur Penyelamat di Jalan Tol

Pernah liat sebuah jalur yang menanjak ke atas tapi tidak ada jalur lanjutan? Bila iya, ini yang disebut jalur penyelamat atau emergency safety area. Biasanya jalur penyelamat tersebut berada di salah satu ruas jalan tol yang penuh tanjakan atau turunan.

Baca juga: Cibitung – Cilincing Seksi I Jadi Jalan Tol Terpendek di Indonesia

Jalur itu memiliki fungsi vital sebagai peredam laju kendaraan jenis apa pun baik itu kendaraan roda empat maupun truk bermuatan besar. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, jalur penyelamat tersebut biasanya digunakan untuk kendaraan yang mengalami rem blong ketika melintasi jalanan menurun.

Jangan berpikir kontur jalur ini mulus. Sebab, dibuat kasar dan bergelombang yang tujuannya untuk menjebak, mengunci atau menahan laju kendaraan saat terjadi masalah rem blong atau sedang tidak berfungsi dengan baik. Sebenarnya kehadiran jalur penyelamat bisa dikatakan sangat penting sebagai fasilitas forgiving road atau keselamatan pasif pada jalan.

Nyatanya, jalur ini punya peran penting dalam menurunkan tingkat kecelakaan yang fatal saat kendaraan tengah bermasalah. Untuk diketahui, rata-rata jalur penyelamat punya ketinggian sekitar enam meter dan panjangnya 20 meter serta lebar tiga meter. Biasanya jalur penyelamat berada di sisi kiri jalan dan ternyata ini sudah dibangun pada sejumlah ruas jalan tol utama di Indonesia.

Seperti di jalan tol Trans Jawa dan Cipularang. Cara memanfaatkan jalur penyelamat ini adalah, bila sebuah mobil mengalami masalah seperti rem blog dan tidak bisa mengurangi kecepatan, pengemudi bisa memanfaatkan jalur penyelamat tersebut.

Intinya, ketika mobil mengalami rem blong, pengemudi tidak boleh panik dan kemudikan kendaraan dalam kondisi normal. Yang jelas, Anda harus memastikan kendaraan berada di sisi kiri jalan. Lalu untuk mengurangi kecepatan mobil, pengemudi bisa melakukan engine brake dan segera mencari jalur penyelamatan di bahu jalan.

Saat memasuki jalur tersebut, cukup diamkan mobil dan biarkan melaju hingga mobil benar-benar berhenti bergerak. Jalur penyelamatan yang sesuai dengan aturan memiliki dasar dari bebatuan kecil (gravel) dan pasir. Kedua material tersebut mampu meredam laju kendaraan hingga berhenti dengan aman.

Baca juga: Kecelakaan Banyak Terjadi di Bahu Jalan Tol, Ini Penyebabnya

Ada satu hal penting yang harus diingat, bagi para pengendara yang melintas juga dilarang untuk berhenti dengan sengaja di jalur penyelamat apabila tidak dalam kondisi darurat. Karena hal ini sangat membahayakan dan mengganggu pengendara lain ketika benar-benar membutuhkan jalur penyelamat saat situasi darurat.