Ding Ding Tram, Moda Transportasi Tertua Sekaligus Termurah di Hong Kong

Bagi Anda yang pernah menonton film Shaolin Soccer yang disutradarai oleh Stephen Chow, mungkin Anda tidak asing dengan moda transportasi yang satu ini. Ya, di film tersebut, moda ini muncul beberapa kali dan berhasil mencuri perhatian para penonton. Bagaimana tidak, ukurannya yang besar dan memiliki warna yang ngejreng membuat moda ini sangat mudah untuk ditangkap mata. Ya, moda ini adalah Hong Kong Ding Ding Tram!

Baca Juga: Eksistensi Peak Tram Hong Kong, Dulu dan Sekarang!

Diketahui, ini merupakan sarana transportasi publik tertua yang ada di Hong Kong. Tidak hanya itu, moda yang sudah ada sejak tahun 1904 ini juga didaulat sebagai yang termurah diantara sarana transportasi publik lainnya. Ada hal unik lainnya yang tertanam di Hong Kong Tram ini, yaitu kata Ding Ding yang disematkan di tengah-tengah namanya. Mungkin sebagian dari Anda bertanya-tanya, apa itu Ding Ding.

Ternyata berdasarkan data yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman nextstophongkong.com, kata Ding Ding ditambahkan warga Hong Kong ke dalam nama moda transportasi ini karena bunyi klaksonnya. Dengan 164 armada yang ada, sang operator – Hong Kong Tramways Ltd. menyediakan enam rute yang membentang sejauh 30km di Hong Kong.

Setiap harinya, sebanyak 200.000 penumpang melintasi 120 stasiun yang tersedia di sepanjang jalur. Tunggu sebentar, mengangkut 200.000 penumpang setiap harinya merupakan angka yang cukup fantastis untuk sebuah moda transportasi publik. Bagaimana tidak, harga yang ditawarkan pihak operator untuk satu tiket dewasa hanyalah HK$2,3 atauberkisar antara Rp4.300 untuk sekali perjalanan. Murah, bukan?

Di awal pengoperasiannya (tahun 1904), tram ini masih menggunakan jenis single deck dan hanya berjumlah 26 unit saja. Namun seiring berjalannya waktu dan peningkatan minat warga Hong Kong, akhirnya Hong Kong Tramways Ltd. mengganti seluruh armadanya menjadi double decker. Perubahan demi perubahan pun terus terjadi pada moda yang satu ini – dimana perubahan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan penumpang saat mengendarainya.

Baca Juga: Ternyata, Tidak Hanya Bus yang Bertingkat, Trem Juga!

Bagi Anda yang kebetulan hendak bertolak menuju Hong Kong dan ingin menjajal Hong Kong Ding Ding Tram, terdapat banyak tempat pemberhentian tram di sepanjang jalan, lebih kurang jaraknya setiap 250 meter sekali – Anda dapat menemukan tempat pemberhentian tram. Jam operasionalnya pun tergolong cukup panjang, mulai dari pukul 06.00 hingga tengah malam, dengan interval keberangkatan setiap 1,5 hingga 4 menit sekali dari setiap pemberhentian.

Penumpang Masih Bingung, Peta Rute Baru di KRL Jabodetabek Belum Terpasang

Sejak perubahan rute baru KRL Jabodetabek khususnya lintas Bogor – Jakarta Kota dan rute Cikarang – Tanah Abang – Jatinegara masih belum lengkap tersedianya peta rute yang berda di dalam KRL. Hanya beberapa saja yang baru terpasang di atas pintu KRL. Penumpang khususnya yang tidak begitu sering menempuh perjalanan dengan KRL, harus mencari informasi kepada petugas untuk stasiun yang akan mereka tuju. Tak hanya di jam – jam kerja, membludaknya penumpang saat libur akhir pekan pun tak sedikit mereka yang “nyasar” alias salah naik KRL saat turun di stasiun.

Baca juga: Ada Pola Perubahan Layanan di KRL Jabodetabek, Ini Pesan KAI untuk Para Penumpang

Kurangnya informasi bahkan jarang bertanya menjadi resiko yang dihadapi penumpang tersebut. Meski informasi terkait perubahan rute sudah dihimbau kepada setia petugas, namun diharapkan setiap penumpang diharuskan selalu updae informasi saat melakukan perjalanan dengan KRL. Sangat baik jika para penumpang tak sungkan untuk bertanya kepada petugas rute yang akan mereka tuju.

Pantauan kabarpenumpang.com saat melakukan perjalanan dengan KRL, ada beberapa seri KRL yang masih minim informasi khususnya rute/map KRL yang biasa terpasang diatas pintu KRL. Pergantian rute menyebabkan informasi peta rute tersebut harus diganti dengan rute yang baru, untuk memudahkan penumpang melakukan perjalanan.

Namun, pihak KAI Commuter akan sesegera mungkin memberi informasi baik dari petugas maupun papan informasi terkait perjalanan KRL kepada penumpang. Agar memudahkan para penggunanya untuk bisa dengan nyaman menggunakan sarana KRL Jabodetabek. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Duh, Airbus A330 Aeroflot Disita Pengadilan Kolombo, Maskapai Lanjutkan Penerbangan Repatriasi

Tekanan internasional terhadap maskapai penerbangan Rusia kian berat. Sebelum ini pesawat-pesawat produksi barat seperti Airbus dan Boeing yang dioperasikan maskapai dalam negeri Rusia, masih bisa terbang terbatas ke negara-negara lain yang ‘bersahabat’ dengan Rusia, dimana ancaman penyitaan pesawat dari lessor kemungkinan kecil terjadi.

Baca juga: Diam-diam, Airbus Kirim Pesawat ke Aeroflot di Hari Pertama Invasi Rusia ke Ukraina

Tapi ada kabar terbaru yang merubah keadaan, dikutip dari simpleflying.com (6/6/2022), disebutkan Pengadilan Kolombo, Sri Lanka, telah mengeluarkan perintah penyitaan terhadap pesawat Airbus A330 RA-73702 yang dioperasikan Aeroflot. Keputusan Pengadilan Kolombo jelas berpengaruh besar pada layanan Aeroflot, termasuk pada rencana penerbangan repatriasi pada warga Rusia yang terdampar di Sri Lanka.

Atas insiden tersebut, Aeroflot telah menangguhkan semua penerbangan ke Sri Lanka setelah pengadilan memerintahkan penyitaan salah satu Airbus A330-nya pada Kamis, 2 Juni lalu. Penyitaan itu terjadi setelah pemilik pesawat, yakni lessor dari Irlandia meminta penyitaan terhadap sewa A330 menyusul sanksi terhadap Rusia atas invasinya ke Ukraina pada 24 Februari lalu.

Meski sudah ada penyitaan pesawat, Aeroflot telah menjadwalkan penerbangan repatriasi pada 4 dan 5 Juni untuk membawa pulang warga negara Rusia yang diminta turun dari pesawat pada 2 Juni karena penyitaan.

Penerbangan repatriasi pertama mendarat pada hari Sabtu di Kolombo pada pukul 10:12 waktu setempat setelah 8 jam 30 menit perjalanan dari Moskow. Tidak ada penumpang dalam penerbangan ini karena hanya ditetapkan untuk memulangkan pelancong yang terdampar. Penerbangan repatriasi kedua mendarat Minggu pagi pada saat itu dan saat ini dalam perjalanan ke Moskow.

Perintah penyitaan dari Pengadilan Kolombo menyebut Airbus A330 RA-73702 dilarang meningglkan Sri Lanka hingga 16 Juni 2022. Namun, ada sidang lanjutan yang dijadwalkan pada 8 Juni 2022 dan berpotensi mencabut keputusan penyitaan dan memungkinkan Aeroflot menerbangkan A330 pulang ke Rusia.

Sang pemilik pesawat yakni lessor Celestial Aviation Ireland tidak mungkin membiarkan tanpa perlawanan. A330 sebelumnya disewakan ke Aeroflot oleh GECAS dan AerCap dan didaftarkan ulang pada April setelah Uni Eropa memerintahkan agar semua sewa ke operator Rusia dibatalkan dan pesawat disita.

Baca juga: Aeroflot Airlines, Maskapai Terbesar Rusia dan Dunia Gabungan dari Maskapai Ukraina

Aeroflot telah berjanji kepada penumpang bahwa akan terus mengoperasikan penerbangan dalam beberapa hari dan minggu mendatang untuk membawa semua warga kembali ke Rusia. Apakah ini akan menjadi repatriasi atau melanjutkan layanan komersial, tentu masih harus dilihat dalam beberapa waktu mendatang.

Hampir Punah! KAI Gandeng Komunitas Kereta Api Rawat Cagar Budaya Corong Air

Banyak benda cagar budaya yang di miliki Perkeretaapian Indonesia sejak jaman Kolonial Belanda. Hingga saat ini benda tersebut beberapa ada yang terawat rapi bahkan ada pula yang lapuk karena termakan usia. Tak hanya benda kecil yang di cagar budayakan, bangunan pun hingga saat masih dapat dilihat sebagai peninggalan yang bersejarah di seluruh area kereta api, seperti bangunan stasiun, kantor perkeretaapian Belanda, sampai corong air.

Baca juga: Dibangun Masa Kolonial Belanda, Menara-menara Air Ini Masih Berdiri Kokoh

Nah, bagi kalian yang pernah melihat beberapa bangunan perkeretaapian yang istilahnya dengan bangunan Belanda ini tentu mengetahui jika berada di lingkup kereta api atau bahkan saat perjalanan dengan kereta api. Mengenai hal pelestarian bangunan kereta api tersebut, baru – baru ini PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama komunitas yang menamai dirinya Indonesian Railwat Preservation Society (IRPS) telah melakukan pelestarian bangunan unik di Stasiun Karang Sari (KRAI), yakni sebuah corong air yang berada di bagian depan stasiun.

Corong air yang memiliki keunikan dibagian bentuk, berbahan besi/baja dan masih berdiri kokoh ini, ternyata masih terawat dengan rapi. Di wilayah Daerah Operasi (Daop) V Purwokerto ini hampir tak terlihat corong air yang masih berdiri kokoh bahkan sudah tidak terlihat di lintas raya kereta api. Beruntung, Stasiun Karang Sari merupakan stasiun yang dipilih untuk menyelamatkan sekaligus merawat corong air tersebut oleh mereka yang memiliki jiwa sejarah perkeeetaapian yang tinggi. Tak hanya corong air, bangunan torn air yang berada di Karang Sari pun tak luput akan di rawat sepenuhnya, karena masih terlihat berdiri kokoh.

Seperti diketahui cara kerja torn air adalah memompa air yang ada di sumur yang sebelumnya sudah melalui proses pengendapan di kolam retensi untuk mengendapkan lumpur/ partikel lain yang merusak komponen lokomotif kemudian menyimpannya di tangki torn, lalu dengan gaya gravitasi air tersebut kemudian dialirkan ke corong untuk kemudian ditampung pada lokomotif.

Baca juga: Menara Air Kuno di Manggarai Kini Kondisinya Mengkhawatirkan

Ada beberapa stasiun yang terdapat torn air seperti stasiun Prupuk, Stasiun Patuguran, Stasiun Karangsari, Stasiun Purwokerto. Namun corong air yang masih berdiri hingga saat ini hanya terdapat di stasiun Karangsari yakni buatan Bopp & Reuther Mannheim, Jerman. Dibangunnya corong air bersamaan dengan dibangunnya jalur Cirebon – Kroya pada tahun 1913 – 1916 oleh perusahaan kereta api Belanda, Staatsporwegen. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Akibat Abaikan NOTAM, Pesawat ini Bikin Presiden AS Joe Biden Dievakuasi dari Rumah Pribadi

Minggu, 5 Juni kemarin, Gedung Putih dibuat geger setelah sebuah pesawat ringan diketahui memasuki zona larangan terbang di Pantai Rehoboth di Kota Delaware. Sebelumnya, otoritas penerbangan Amerika Serikat telah mengeluarkan Notice to Airmen (NOTAM). Disebut bikin geger lantaran Presiden AS Joe Biden bersama istri sampai harus dievakuasi dari rumah pribadinya akibat pesawat asing yang masuk zona ring satu tersebut.

Baca juga: Bos Maskapai di AS Ramai-ramai Surati Gedung Putih Soal Bahaya 5G Bagi Penerbangan

Dikutip dari airlive.net (6/6/2022), disebutkan Presiden Joe Biden dan Istri Jill Biden dievakuasi dari rumah mereka di Pantai Rehoboth ke stasiun pemadam kebakaran terdekat setelah sebuah pesawat melintasi wilayah udara terbatas. Dalam sebuah pernyataan yang dibuat oleh Dinas Rahasia AS (US Secret Service), dikatakan bahwa sebuah pesawat memasuki wilayah udara terbatas sekitar pukul 1 siang waktu setempat, memaksa Biden ke lokasi yang aman di stasiun pemadam kebakaran terdekat.

Secret Service yang bertindak selayaknya Paspamres, mengatakan dalam sebuah pernyataan, “Sesaat sebelum jam 1 siang. hari ini sebuah pesawat milik pribadi memasuki wilayah udara terbatas di atas Rehoboth, Delaware setelah secara tidak sengaja memasuki area aman.” Setelah pesawat berhasil diidentifikasi, maka pesawat itu segera dikawal keluar dari daerah ring satu oleh dua pesawat militer.

Menurut Kepala Komunikasi Dinas Rahasia AS Anthony Guglielmi, “Penyelidikan awal mengungkapkan pilot tidak berada di saluran radio yang tepat, tidak mengikuti NOTAM yang telah dikeluarkan otoritas penerbangan.”

NOTAM merupakan pemberitahuan dari ground handling crew yang disebarluaskan melalui perangkat telekomunikasi yang berisikan tentang informasi mengenai penetapan, kondisi atau perubahan di setiap fasilitas aeronautika, pelayanan, prosedur atau kondisi bahaya. NOTAM sendiri memiliki masa aktif yang pendek, bersifat kontinyu, dan penting untuk diketahui oleh personel operasi penerbangan.

Baca juga: Ini Dia Serba-Serbi NOTAM, Pemberitahuan Yang Terkesan “Menakutkan”

Sesuai dengan definisinya, adapaun tujuan dari dikeluarkannya sebuah NOTAM adalah untuk menjamin kelancaran operasional, keamanan, keselamatan penerbangan, dan kegiatan terkait lainnya. Jika dilihat dari apa yang terjadi belakangan ini, NOTAM mungkin diklasifikasikan sebagai penyebar berita buruk di dunia aviasi, padahal pemberitahuan kepada kru udara ini bukanlah suatu hal yang baru atau langka di dunia kedirgantaraan. Sebelum sebuah pesawat mengudara, sang pilot dipastikan akan menerima sebuah NOTAM yang berisikan informasi terkait penerbangan tersebut.

Manggarai Bakal Jadi Stasiun Sentral KA Jarak Jauh. Nasib Gambir, Gimana?

Pasti sudah mengetahui bahwa jika melintas Stasiun Manggarai melihat bangunan yang sedang di renovasi diantara jalur 2 dengan jalur 6. Ya, Stasiun Manggarai nantinya akan menjadi stasiun sentral/terpusat khususnya bagi perjalanan kereta api jarak jauh. Bangunan yang bakal dijadikan 2 tingkat ini seperti halnya bangunan Stasiun Manggarai yang saat ini dioperasikan melayani rute Bogor/Nambo – Jakarta pp. Namun untuk bangunan baru nantinya, penumpang tak perlu untuk menuju ke Stasiun Gambir.

Baca juga: Jejak Sejarah Yang Terlupakan, Stasiun Gambir Dulunya Adalah Tanah Rawa

Kereta api jarak jauh yang rencananya tiba dan berangkat di Stasiun Manggarai, akan dioperasikan beberapa tahun mendatang. Penumpang diarahkan untuk menggunakan kereta api jarak jauh ini untuk bepergian ke berbagai kota di Pulau Jawa. Rencana ada lebih dari 4 jalur kereta api yang tersedia pada bangunan bangunan baru tersebut. Tak hanya itu, stasiun yang merupakan jalur jantungnya Jabodetabek ini akan terintegrasi dengan KRL ke Jabodetabek dan KRL Bandara Soekarno Hatta.

Jika Stasiun Manggarai akan aktif, bagaimana dengan Stasiun Gambir yang biasanya mengantar penumpang dengan kereta api jarak jauh? Dengan tentu penumpang tak perlu khawatir. Karena Stasiun Gambir akan tetap beroperasi, hanya saja stasiun ini nantinya hanya melayani pemberhentian KRL. Ini memudahkan penumpang yang ingin berwisata ke beberapa lokasi termasuk Monumen Nasional (Monas). Karena diketahui selama ini KRL tidak melayani naik dan turun di Stasiun Gambir.

Baca juga: Stasiun Jatinegara, Gerbang Keluar Masuk Jalur Kereta di Ibu Kota

Bila ditarik lebih jauh, rencana mempensiunkan Stasiun Gambir dan mengubahnya menjadi stasiun KRL sudah muncul sejak tahun 2019. Wacana ini diembuskan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Ia mengungkapkan bahwa Stasiun Manggarai direncanakan akan diubah sebagai pusat stasiun (central station) tidak hanya KRL Jabodetabek tetapi juga untuk kereta api jarak jauh. (PRAS – Cinta Kereta Api)























Tak Kenal Maka Tak Sayang, Inilah Sebenarnya Peran dan Tugas PKD!

Setiap ke stasiun dan naik kereta baik itu kereta listrik (KRL) atau jarak jauh Anda akan bertemu dengan petugas yang menggunakan seragam dan helm khas bertuliskan PKD. Ya, PKD atau Petugas Keamanan Dalam ternyata memiliki peran yang penting untuk membantu kenyamanan penumpang baik di stasiun atau dalam rangkaian kereta selama perjalanan.

Baca juga: Inilah Stasiun Aman dan Rawan Pencopet di Jabodetabek

Tapi tahukah Anda apa sebenarnya tugas PKD? KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber bahwa mereka memiliki tanggung jawab atas keamanan stasiun. Dimana selain berpatroli di waktu yang ditentukan, PKD juga harus mengontrol secara berkala kondisi stasiun.

Apalagi bila menemukan kasus pelanggaran hukukm seperti copet di stasiun, PKD akan menindaklanjutinya. Tetapi PKD tidak akan langsung menyeret atau berlaku kasar, melainkan meminta dengan sopan dan mensterilkan kereta serta stasiun dengan aman tanpa membuat keributan.

Bila Anda pengguna sejati kereta, pasti akan melihat PKD menjaga saat ada penumpang di area crossing-passenger untuk mencegah terjadinya kecelakaan. Maksudnya adalah menghentikan penumpang sebelum menyeberang melalui rel saat ada kereta yang akan melintas atau berhenti.

Mereka juga mempunyai kewajiban memberikan pelayanan kepada penumpang yakni memberikan informasi yang akurat bila penumpang bertanya. Tahu dengan detail jadwal keberangkatan kereta api baik itu keberangkatan berikutnya hingga tujuan akhir kereta.

Petugas keamanan dalam ini juga harus membantu lansia atau penyandang disabilitas bila membutuhkan pendampingan khusus. Informasi Kereta mana yang akan berangkat terlebih dahulu selain petugas siaran kereta, PKD juga akan memberitahukannya pada penumpang.

Saat terjadi peristiwa kecelakaan tidak hanya membuat berita acara, tetapi mereka juga membantu proses evakuasi serta berkoorinasi dengan tim medis jika memerlukan tindakan medis. Ternyata tak hanya itu, PKD juga harus meengecek kondisi luar rangkaian dimana harus memastikan pintu rangkaian aman untuk ditutup sehingga penumpang naik atau turun tidak terjepit pintu otomatis.

Baca juga: Mengenal Polsuska, Penegak Peraturan di Kereta Api

Berkoordinasi dengan petugas yang melayani kereta bila harus melakukan tindakan khusus seperti pencarian barang, copet atau lainnya. Keberadaan PKD dipastikan hadir di tiap rangkaian KRL Jabodetabek, sementara untuk layanan kereta jarak jauh (antar kota), peran PKD diserahkan kepada Polsuska.

 

 

Kenali Jenis-Jenis ‘Penyeberangan Orang,’ Semuanya Mengambil Nama Binatang!

Belakangan ini, perhatian warga Jakarta tengah terfokus pada pembongkaran Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang terletak di sekitaran Bunderan Hotel Indonesia. Pembongkaran ini dilatarbelakangi pernyataan Pemprov DKI yang menyebutkan hadirnya JPO tersebut menghalangi pemandangan Patung Selamat Datang pada saat pelaksanaan Asian Games pada 18 Agustus mendatang.

Baca Juga: Halte di Jalan Sudirman Tertutup Rumput, Warga Ramai di Media Sosial, Ini Kata Gubernur DKI

Sebagai gantinya, Pemprov akan memberlakukan Pelican Crossing. Mungkin sebagian dari Anda akan bertanya-tanya, “Apa sih Pelican Crossing itu?”. Pelican Crossing adalah penyeberangan pejalan kaki yang dikontrol lampu lalu lintas dan dioperasikan oleh pejalan kaki. Tentu Anda semua pernah melihat jenis penyeberangan seperti ini, dimana para penyeberang akan menekan tombol di tiang lampu lalu lintas sebelum menyeberang, dan lampu yang semula hijau akan berubah menjadi merah.

Tidak hanya itu saja, ada beberapa jenis penyeberangan lain yang kerap kali ditemukan di jalan-jalan. Berikut KabarPenumpang.com himpun jenis-jenis penyeberangan yang lazim ditemukan di jalanan, dikutip dari berbagai laman sumber.

Zebra Cross

Sumber: istimewa

Ini adalah yang paling banyak dan paling mudah ditemukan di jalan-jalan. Dengan corak hitam putihnya yang menyerupai warna kuda zebra, biasanya zebra cross ditempatkan di sebuah persimpangan yang memiliki lampu lalu lintas. Ketika lampu lalu lintas untuk kendaraan bersinar merah, maka lampu untuk penyeberang akan menyala hijau – pun sebaliknya.

Puffin Crossing

Sumber: Keith, Graham and Iain

Kerap disebut sebagai persimpangan cerdas yang ramah pejalan kaki, penyeberangan ini menggunakan sensor yang mampu mendeteksi keberadaan para penyeberang yang menunggu di area deteksi. Berbeda dengan pelican crossing dimana lampu penanda berada diseberang jalan, lampu petunjuk penyebrang jalan pada Puffin Crossing berada di sebelah samping, sehingga para penyeberang dapat memantau lalu lintas sembari menunggu sinyal untuk menyeberang.

Toucan Crossing

Sumber: Singletrack Magazine

Kata yang diambil dari nama burung ini sebenarnya merupakan pelesetan dari kata two-can, yang berarti keduanya bisa menyeberang. Keduanya? Selain pejalan kaki, siapa lagi yang akan menyeberang? Ya, para pengguna sepeda. Menggunakan prinsip yang sama seperti Pelican Crossing, para calon penyeberang harus terlebih dahulu menekan tombol untuk meminta jalan kepada kendaraan bermotor. Ciri khas dari Toucan Crossing ada pada logo lampu penanda, dimana ada juga gambar sepeda disamping gambar orang.

Baca Juga: Karena Unik, Sejumlah Jembatan Penyeberangan Orang Jadi Fenomenal

Pegasus Crossing

Sumber: Geograph

Mirip seperti Toucan Crossing, namun yang dikhususkan di penyeberangan ini bukanlah pesepeda, namun penunggang kuda. Untuk yang satu ini, mungkin agak sulit ditemukan di Indonesia, mengingat yang ditungganginya adalah kuda besi (sepeda motor).

Jika diperhatikan, akan muncul satu pertanyaan yang sedikit menggelitik. Kenapa semua jenis penyeberangan ini menggunakan nama binatang, ya?

 

“The Ampere,” Kapal Ferry Bertenaga Listrik Pertama di Dunia!

Dewasa ini, sudah banyak sekali kita dengar pemberitaan tentang perkembangan mobil bertenaga listrik yang mengusung embel-embel ramah lingkungan, sebut saja Tesla yang dikembangkan oleh pemilik dari The Boring Company, Elon Musk. Tidak hanya mobil konvensional saja yang mulai dikonversikan menggunakan tenaga listrik, bus pun demikian. Beberapa negara seperti Jepang dan Cina sudah mulai menaruh konsentrasi dalam pengembangan si raksasa jalanan.

Baca Juga: Kenali 10 Rute Kapal Ferry Terindah di Dunia

Itu dari moda darat, kini beralih menuju moda udara yang juga sudah mulai terinfeksi sumber tenaga listrik. Sebut saja Boeing dan puluhan perusahaan yang bergerak di bidang aviasi kini tengah berupaya untuk menghadirkan pod udara minim emisi. Lalu bagaimana dengan moda laut? Apakah mungkin kapal-kapal ferry atau moda laut lainnya menggunakan sumber tenaga listrik sebagai penggeraknya? Mungkin The Ampere dan Elektra menjadi jawaban dari pertanyaan di atas.

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, The Ampere atau yang memiliki nama resmi ZeroCat ini merupakan sebuah ferry yang dibangun oleh Norwegian Shipyard Fjellstrand di Omastrand. Dalam perakitannya, turut bekerja sama pula Siemens dan Norled yang diketahui sebagai calon penggunanya. Nama The Ampere sontak mencuri perhatian dunia karena kapal yang mulai beroperasi pada Mei 2015 ini merupakan ferry bertenaga listrik pertama di dunia.

Dengan mengandalkan tenaga listrik sebagai penggerak utamanya, sudah barang tentu kapal ini menghasilkan emisi dan suara yang minim, tidak seperti ferry-ferry lain yang masih menggunakan bahan bakar fosil. Kapal ferry ini sendiri beroperasi di Sognefjord (Norwegia), sebuah ‘persimpangan’ sepanjang 5,7km yang menghubungkan Desa Lavik dan Oppedal.

Hadirnya The Ampere ini dilatarbelakangi oleh sebuah kompetisi yang diadakan oleh Kementerian Transportasi dan Komunikasi Norwegia pada tahun 2011 silam. Tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menghadirkan sarana transportasi laut yang ramah lingkungan, dan tetap kapabel untuk menghubungkan dua titik tersebut.

Baca Juga: HYBRIDShip Bangun Kapal Ferry Tanpa Emisi

Norlad sendiri yang berperan sebagai operator mengaku bahwa penggunaan tenaga listrik dapat memangkas emisi sebesar 95 persen, dan total biaya hingga 80 persen. Dari kabar terakhir yang didapat, perusahaan baru saja mengembangkan powertrain listrik dan sistem baterai dengan kapasitas lebih dari 1MWh untuk menggerakkan The Ampere.

Dengan menggunakan kapasitas baterai dan powertrain listrik baru tersebut, maka diperkirakan kapal ferry bertenaga listrik pertama di dunia ini mampu melakukan perjalanan lebih dari 34 kali dalam sehari, jumlah perjalanan yang kini dilakukan oleh operator The Ampere.

Segera Launching, Inilah Metode dan Sistem Pembayaran Tiket LRT Jabodebek

Bila tak ada aral melintang LRT Jabodebek akan soft launching pada 17 Agustus mendatang dan dilanjutkan dengan layanan komersial penuh pada akhir tahun ini. Nah, terkait dengan transportasi baru di Jakarta dan sekitarnya ini, menjadi pertanyaan bagi warga masyarakat, seperti apa metode tiket yang nanti diterapkan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) selaku operator LRT Jabodebek.

Baca juga: KAI: LRT Jabodebek Operasional Komersial di Desember 2022

Seperti halnya MRT Jakarta, maka LRT Jabodebek akan menerapkan sistem pembayaran cashless guna mendukung Gerakan Nasional Non Tunai. Untuk dapat naik LRT Jabodebek, pelanggan dapat menggunakan Kartu Uang Elektronik Transportasi, Kartu Uang Elektronik Perbankan, dan berbagai jenis Dompet Digital.

“KAI akan melakukan integrasi ticketing system secara menyeluruh dimana semua kartu uang elektronik transportasi, kartu uang elektronik perbankan, dan dompet digital yang ada akan dapat digunakan untuk naik LRT Jabodebek,” ujar VP Public Relations PT Kereta Api Indonesia (Persero) Joni Martinus dalam siaran pers.

Saat ini, Kartu Uang Elektronik Transportasi yang akan diterapkan yakni Kartu Multi Trip (KMT) milik KAI Commuter. KMT dapat digunakan untuk naik angkutan KA pada berbagai layanan KAI Group seperti KRL Jabodetabek, KRL Yogyakarta-Solo, dan KA Bandara Soekarno-Hatta. Sejak akhir 2021 pula, KMT juga sudah dapat digunakan untuk naik moda transportasi umum lainnya yaitu MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan Bus Transjakarta.

Jika pelanggan menggunakan kartu uang elektronik, maka alur pembayaran LRT Jabodebek yaitu pelanggan terlebih dahulu melakukan Tap In di stasiun keberangkatan untuk cek validasi kartu dan cek saldo, dan tulis area data perjalanan (waktu, gate id, stasiun id). Setibanya di stasiun tujuan, pelanggan melakukan Tap Out dan saldo kartu uang elektroniknya otomatis terpotong.

Sedangkan jika pelanggan membayar dompet digital, pelanggan melakukan Tap In untuk cek validasi QR pembayaran, cek saldo, potong saldo untuk tarif terjauh, dan tulis area data perjalanan (waktu, gate id, stasiun id). Setibanya di stasiun tujuan, pelanggan melakukan Tap Out untuk membaca QR dan saldo akan dikembalikan jika terdapat selisih.

“Keunggulan uang elektronik atau dompet digital sebagai alat pembayaran yaitu lebih praktis, aman, dan dapat digunakan untuk berbagai fungsi. Sehingga nantinya pelanggan LRT Jabodebek memiliki banyak pilihan untuk melakukan pembayaran tiket,” kata Joni.

LRT Jabodebek akan beroperasi di 18 stasiun yaitu Stasiun Dukuh Atas, Setiabudi, Rasuna Said, Kuningan, Pancoran, Cikoko, Ciliwung, Cawang, TMII, Kampung Rambutan, Ciracas, Harjamukti, Halim, Jatibening Baru, Cikunir I, Cikunir II, Bekasi Barat, dan Jatimulya.

Untuk layanan Tapping pada LRT Jabodebek, KAI telah memasang 14 gate tipe Turnstile dan 2 gate tipe Wide untuk pelanggan disabilitas di masing-masing stasiun. Khusus pada Stasiun Halim, KAI menggunakan gate tipe Flap untuk memudahkan pelanggan yang akan/telah menggunakan pesawat.

Adapun untuk pengisian saldo kartu uang elektronik, KAI memasang 2 unit Ticket Vending Machine di setiap stasiun. KAI juga menyediakan 2 unit Point of Sales yang digunakan oleh petugas loket untuk penjualan kartu uang elektronik.

Baca juga: Soft Launching pada Agustus Nanti, Ini yang Dilakukan LRT Jabodebek Agar Aman Saat Beroperasi

Layanan Ticketing System LRT Jabodebek menggunakan sistem ticketing Automatic Fare Collection (AFC). Sistem ticketing AFC yaitu sistem ticketing otomatis yang dihitung berdasarkan sekelompok komponen sensor yang terintegrasi. Melalui sistem AFC ini, seluruh layanan tiket dapat diakomodasi seperti penjualan, pelayanan tiket bermasalah, pembatalan, penalti, dan penambahan trayek. Sampai dengan Mei 2022, progres LRT Jabodebek mencapai 82,34 persen