Penumpang Naik – Turun KA di Banyuwangi, Jangan Sampai Salah Stasiun

Kalian pasti pernah berkunjung ke wilayah paling ujung timur Pulau Jawa menggunakan kereta api. Ya, wilayah Banyuwangi, Jawa Timur ini merupakan satu – satunya jalur yang memiliki keunikan tersendiri. Mulai dari perjalanan, bangunan stasiun, hingga nama stasiun itu sendiri.

Baca juga: “Banyuwangi Baru,” Stasiun di Paling Ujung Timur Pulau Jawa

Namun, yang kabarpenumpang.com akan bahas kali ini adalah perubahan nama stasiun yang berada di paling timur Pulau Jawa. Mungkin sudah ada yang mengetahui bahwa saat ini Stasiun Banyuwangi telah mengganti nama dengan Stasiun Ketapang. Untuk pemesanan tiket juga berlaku dengan nama Stasiun Ketapang.

Ternyata masih ada segelintir masyarakat bahwa Stasiun Ketapang saat ini sudah menjadi nama stasiun akhir jalur kereta api di wilayah Jawa Timur. Ketapang diambil dari nama Pelabuhan Ketapang yang berada dekat dengan stasiun kereta api. Dahulu stasiun ini bernama Stasiun Banyuwangi. Namun menurut informasi Banyuwangi yang berdekatan dengan pelabuhan tersebut dari Kota Banyuwangi. Akhirnya diputuskan bahwa Stasiun Banyuwangi berada di petak stasiun antara Stasiun Rogojampi dan Stasiun Argopuro.

Awalnya stasiun ini diberi nama Stasiun Karangasem karena berada di lingkungan Desa Karang Asem, Banyuwangi. Namun karena wilayahnya yang berdekatan dengan perkotaan, jadi diganti menjadi Stasiun Banyuwangi Kota. Untuk penumpang yang ingin melakukan perjalanan kereta api dari Banyuwangi, dipastikan tetlebih dahulu awal naiknya. Jika penumpang berada dekat dengan Pelabuhan Ketapang, stasiun yang terdekat adalah Stasiun Ketapang.

Baca juga: “Ferizy,” Mudahkan Penumpang Beli Tiket Kapal Ferry Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk

Dipastikan penumpang tidak salah naik di stasiun keberangkatan. Jika ingin berangkat dari Banyuwangi, pastikan bisa memesan dengan awal keberangkatan Stasiun Ketapang. Karena kalau memesan dari Stasiun Banyuwangi Kota, mau tidak mau kalian harus naik dari Stasiun Banyuwangi Kota, meskipun posisi berada di kawasan Ketapang. Begitupula untuk tiba di Banyuwangi, pastikan lokasi yang akan kalian kunjungi dan stasiun yang akan kalian turun dari kereta api. (PRAS – Cinta Kereta Api)























Bagian dari Restrukturisasi, Sukhoi Resmi Merger ke United Aircraft Corporation

Entah apakah terkait langsung dengan krisis industri penerbangan yang terjadi di Rusia, namun ada kabar dari Moskow, bahwa Rusia telah menuntaskan tahapan merger Sukhoi – JSC Sukhoi Company ke dalam perusahaan induk aviasi Rusia – United Aircraft Corporation (UAC).

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah, Sukhoi Superjet 100 Terbang Perdana: Jadi Pesawat Komersial Pertama Rusia Pasca Uni Soviet 

Dengan tuntasnya merger Sukhoi, menjadikan manufaktur jet tempur dan pesawat komersial papan ini, statusnya bersama-sama dengan Ilyushin, Irkut, Mikoyan, Sukhoi, Tupolev, dan Yakovlev, yang kesemuanya berada di bawah naungan UCA. Dalam siaran pers, AUC mengungkapkan bahwa Sukhoi dan MiG telah menyelesaikan merger yang direncanakan sejak lama, yaitu sudah dijadwalkan pada Februari 2006.

“Merger ini disetujui oleh Dewan Direksi UAC pada November 2021, dan pemegang saham dari tiga perusahaan memberikan persetujuan mereka untuk merger pada Januari 2022,” ujar CEO Rostec Sergey Chemezov.

Ia menambahkan, merger ini adalah bagian dari restrukturisasi dan mengakhiri tahap penting dalam transformasi perusahaan UAC, yang secara khusus menyiratkan, transisi dari sistem tata kelola tiga tingkat ke dua tingkat di perusahaan. “Merek Sukhoi dan MiG, yang kuat dan dikenal di seluruh dunia, akan tetap ada di pesawat yang diproduksi dan sekolah desainer terkenal di kedua perusahaan akan terus berkembang,” kata Chemezov.

UAC adalah anak perusahaan dari Rostec, yakni perusahaan raksasa milik negara yang memiliki lebih dari 700 perusahaan, termasuk hampir keseluruhan elemen industri militer Rusia. Didirikan pada tahun 2006, perusahaan ini mengkonsolidasikan banyak produsen kedirgantaraan Rusia yang terpuruk sejak runtuhnya Uni Soviet.

Sukhoi dan MiG telah beroperasi di fasilitas produksi yang sama sejak Maret 2021. Penggabungan ini terjadi pada saat sektor kedirgantaraan dan penerbangan Rusia yang terkena sanksi internasional.

Bisnis Sukhoi dominan melayani produksi jet tempur untuk Angatan Udara Rusia dan ekspor. Sementara bisnis pesawat komersialnya berusaha berjalan meski mendapat tekanan. Contohnya seperti Sukhoi Superjet 100, meski produksi Rusia, namun nasib pesawat regional narrow body itu terancam akibat imbas sanksi yang dikenakan Barat terhadap Rusia pasca invasinya ke Ukraina pada akhir Februari lalu.

Baca juga: Kena Embargo Mesin dari Perancis, Sukhoi Superjet 100 Rusia Terancam Di-Grounded

Superjet 100 diproduksi oleh United Aircraft Corporation di Irkut, tetapi elemen terpenting pesawat twin jet ini mengacu pada teknologi Barat.

Stratolaunch Pamer TA-0, Pesawat Uji Baru untuk Program Penerbangan Hipersonik: Akhir Tahun Terbang Perdana

Setelah ramai diperbincangkan pada tahun 2020, pesawat uji baru untuk program penerbangan hipersonik, Talon-A atau TA-0, akhirnya akan diluncurkan perusahaan kedirgantaraan California Stratolaunch pekan ini. Pesawat yang tidak memiliki mesin layaknya pesawat ulang-alik Buran dan Columbia ini akan dibawa pesawat Stratolaunch ke ketinggian 35 ribu kaki dan melepasnya.

Baca juga: Stratolaunch, Pesawat dengan Sayap Terlebar di Dunia Sukses Terbang Perdana

Pesawat terbesar di dunia -jika diukur dari lebar sayap- Stratolaunch akhirnya terbang kembali untuk kedua kalinya pada akhir April, usai dua tahun nganggur atau pasca penerbangan perdana pada pertengahan April 2019 lalu.

Ketika itu, pesawat berjuluk The Roc yang dikembangkan oleh salah satu pendiri Microsoft, Paul Allen, ini fokus persiapan untuk mengubah arah bisnisnya, dari semula sebagai kendaraan peluncur roket pembawa satelit orbit rendah, menjadi kendaraan peluncur untuk reusable hypersonic flight research vehicles atau kendaraan penelitian penerbangan hipersonik.

Pesawat dengan nama resmi Scaled Composites Model 351 Stratolaunch, yang memiliki total 28 roda, dan bentang sayap sejauh 117 meter ini, diketahui menjalani uji terbang untuk kedua kalinya di Mojave Air and Space Port di California, Amerika Serikat (AS), pada pukul 7.30 waktu setempat.

Dari data RadarBox, Stratolaunch terbang selama tiga jam, berkeliling di sekitar langit Gurun Mojave, dengan dikawal pesawat pendamping, Cessna Citation, sebelum akhirnya mendarat kembali di tempat yang sama.

Setelahnya, belum ada informasi lanjutan apapun mengenai hasil penerbangan tiga jam kemarin, dalam rangka persiapan untuk mengubah arah bisnis Stratolaunch usai berpindah kepemilikan.

Sepeninggal Allen pada 2018 lalu, Cerberus Capital Management tercatat sebagai pemilik baru Stratolaunch.

Pada saat itu, mereka langsung melakukan evaluasi sehingga muncullah ide untuk membawa pesawat dengan enam mesin Pratt & Whitney PW4056 yang diambil dari dua Boeing 747 itu ke bisnis peluncuran kendaraan penelitian hipersonik, sebuah pesawat yang setidaknya bisa melesat hingga Mach 5 atau lima kali kecepatan suara. Setelah bertahun-tahun, TA-0 pun muncul sebagai jawaban atas ide itu.

Baca juga: Dua Tahun Nganggur, Pesawat Terbesar di Dunia Stratolaunch Akhirnya Terbang Lagi

Dilansir New Atlas, The Roc akan membawa TA-0 ke ketinggian 35 ribu kaki kemudian melepaskannya dan membiarkannya terbang di kecepatan lebih dari Mach 5 dan mendarat di runway. Data-data dari TA-0 akan dilakukan untuk meneliti lebih lanjut tentang berbagai aspek penerbangan hipersonik.

Bila tak ada aral melintang, penerbangan perdana The Roc dan TA-0 akan dilaksanakan pada akhir tahun ini. Targetnya adalah menguji coba sistem peluncuran yang ada di The Roc sebelum digunakan untuk penelitian penerbangan hipersonik yang sesungguhnya pada uji coba selanjutnya.

Bukan Hanya Cathay Pacific, Ini Deretan Pesawat Sipil yang Nyaris Kena Rudal

Pesawat Boeing 777 Cathay Pacific dilaporkan nyaris terkenal rudal beberapa hari lalu. Saat melintas di atas Laut China Selatan (LCS), pilot tiba-tiba dikontak ATC untuk segera berbelok 90 derajat ke kiri, tanpa ada Notice To Airmen atau NOTAM sebelumnya. Tak lama kemudian, rudal yang ditembakkan dari kapal selam AL Cina melintas dengan jelas dan berhasil diabadikan oleh pilot lewat sebuah video.

Baca juga: Sejak 1973, Iran, Rusia dan AS Ternyata Pernah Menghantam Pesawat Penumpang dengan Rudal

Insiden pesawat nyaris terkena rudal bukan kali pertama terjadi. Sejak tahun 2000, tercatat ada sekitar empat pesawat yang nyaris terkena serangan rudal atau roket, baik itu rudal nyasar, maupun rudal yang sengaja diarahkan ke pesawat komersil, baik pesawat penumpang maupun kargo. Dilansir dari berbagai sumber, berikut selengkapnya.

1. Boeing 757 Arkia Israel Airlines

Pada tanggal 29 November 2002, sebuah pesawat Boeing 757 Arkia Israel Airlines nyaris terkena rudal tak lama setelah lepas landas dari Bandara Mombasa, Kenya.

Laporan New Scientist, dua rudal yang ditembakkan tersebut diduga ulah teroris yang terorganisasi dengan Al-Qaeda. Beruntung, rudal atau roket Strela-2 buatan Rusia itu gagal mengenai sasaran dan membuat 261 penumpang serta 10 kru tetap bisa melanjutkan hidup.

2. Airbus A300 DHL

Pesawat kargo Airbus A300B4-200F DHL, pada tanggal 22 November 2003, nyaris celaka setelah mendapat serangan rudal dari pejuang pro Saddam Husein tak lama setelah lepas landas dari Bandara Baghdad, Irak. Meski begitu, salah satu rudal berhasil mengenai sayap kiri pesawat dan membuat hydraulic flight control system rusak.

Beruntung, pilot dengan sigap membawa pesawat putar balik dan mendarat dengan selamat di bandara semula dengan hanya satu mesin, sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

3. Boeing 737 Thomson Airways

Pesawat Boeing 737 Thomson Airways, anak perusahaan dari TUI Group  yang sekarang berganti nama menjadi TUI Airways, nyaris terkena rudal pada bulan Agustus tahun 2015 saat melintas di Sharm el-Sheikh, Mesir. Beruntung, pesawat berhasil menghindar dan hanya berjarak 300 meter dari rudal.

Laporan The Guardian menyebut, kemungkinan besar rudal tersebut berasal dari militer Mesir yang tengah melakukan latihan rutin. Namun anehnya, tidak ada NOTAM ke penerbangan Thomson Airlines yang memuat 180 penumpang tersebut.

Baca juga: Ngeri, Pesawat Boeing 787 Maskapai El Al Israel Dikawal Jet Tempur, Takut Dirudal?

4. Beberapa pesawat maskapai internasional nyaris kena rudal nyasar

Pada Maret 2022 lalu, India dilaporkan secara tidak sengaja menembakkan rudal. Celakanya, rudal ini mengarah ke jalur yang dilalui banyak maskapai internasional saat rudal diluncurkan.

Data FlightRadar24, rudal tersebut nyaris terkena pesawat maskapai Flydubai rute Sialkot-Dubai, pesawat IndiGo rute Srinagar-Mumbai, Airblue Lahore-Riyadh, Kuwait Airways rute Kuwait-Guangzhou, Saudi Arabian Airlines rute New Delhi-Riyadh, dan Qatar Airways rute Kathmandu-Doha.

Airbus H215, Jadi Helikopter Pertama di Jepang yang Terbang dengan Sustainable Aviation Fuel

Airbus Helicopters dan operator helikopter terkemuka Jepang Nakanihon Air (NNK) sukses menggelar penerbangan helikopter pertama dengan bahan bakar penerbangan berkelanjutan (sustainable aviation fuel/SAF) di Jepang. Helikopter H215 milik NNK tersebut terbang selama 30 menit di Bandara Nagoya, Prefektur Aichi pada 1 Juni kemarin.

Baca juga: Airbus Helicopters Kirim ACH130 Edisi Aston Martin ke Crazy Rich di Filipina

Helikopter ini menggunakan 600 liter “SUSTEO 10”, bahan bakar jet terbarukan yang diproduksi oleh produsen biofuel Euglena. Bahan bakar ini telah memenuhi standar bahan bakar diesel Jepang (JIS K 2204) dan internasional (ASTM D1655). SUSTEO mengandung SAF sebanyak 10 persen yang dicampur dengan Jet A-1.

H215 adalah helikopter angkut berat bermesin ganda yang juga merupakan bagian dari keluarga Super Puma, yang dikenal akan tingkat ketersediaan dan kinerja tinggi serta biaya operasi yang kompetitif.

Saat ini, seluruh helikopter Airbus telah tersertifikasi untuk terbang dengan bahan bakar yang mengandung hingga 50 persen campuran SAF dan kerosin. Bekerja sama dengan pabrikan mesin, Airbus memiliki target untuk mencapai angka 100 persen SAF. Pada tahun 2021, sebuah helikopter Airbus H225 telah melakukan penerbangan pertama dengan bahan bakar 100 persen SAF yang mentenagai salah satu dari dua mesin Safran Makila 2 pada helikopter tersebut. Helikopter yang beroperasi dengan 100 persen bahan bakar SAF dapat mengurangi emisi karbon hingga 80 persen.

Baca juga: Airbus Helicopters Siapkan Suksesor Helikopter Terlaris H125, Bertenaga Listrik?

Airbus Helicopters telah meluncurkan SAF User Group yang didedikasikan bagi komunitas pengguna helikopter untuk mendorong penggunaan SAF di pasaran. Airbus juga telah menggunakan SAF dalam pelatihan dan uji coba penerbangan di fasilitasnya di Jerman dan Perancis.

Kondektur Ketinggalan Kereta, Insiden Kocak di Stasiun Shizu

Ada penumpang ketinggalan kereta, rasanya sering kita dengar, namun ada kabar unik dari Jepang, yaitu ada kejadian kondektur ketinggalan kereta. Peristiwa yang terdengar lucu itu bukan bagian dari adegan film, melain benar terjadi di Stasiun Shizu di Prefektur Ibaraki, Jalur Suigun.

Baca juga: Kondektur Kereta Jepang Dianiaya Penumpang, JR East Hadirkan Bodycam untuk Bukti Kekerasan 

Stasiun Shizu adalah stasiun yang terletak di kota kecil. Lantaran mengedepankan efisiensi, kondektur di kereta komuter disana harus menjalankan dua fungsi, yakni mengecek tiket penumpang dan menjadi pramugara yang melayani kebutuhan penumpang, mulai dari peron sampai di dalam gerbong.

Pada kereta yang dimaksud, berupa komuter dua rangkaian yang pada tiap gerbongnya terdapat satu kondektur. Dikutip dari Soranews24.com (28/5/2022), pada suatu hari di akhir pekan sekitar pukul 4:40 sore, kereta komuter menuju selatan berhenti di Shizu. Kereta dua gerbong itu memiliki dua kondektur, dengan yang satu naik di belakang bertanggung jawab untuk turun dan mengurus pelanggan di peron.

Apesnya, saat ia selesai dengan aktivitas tersebut, sang kondektur memberi sinyal kepada pengemudi di bagian depan kereta, melalui sistem pengeras suara stasiun bahwa dia naik siap kembali ke kereta dan bisa berangkat. Namun, untuk beberapa alasan masinis tidak menunggu sinyal dan keluar dari stasiun pada waktu yang dijadwalkan, meninggalkan kondektur belakang berdiri di peron.

Baru setelah kereta tiba di stasiun berikutnya, Urizura, kondektur di gerbong belakang tidak muncul di peron, kemudian kondektur di depan menyadari bahwa dia telah meninggalkan rekan kerjanya.

Dengan kondisi di atas, logikanya kondektur yang ketinggalan kereta akan menunggu kereta berikutnya yang melintas. Tapi perlu dicatat, di area pinggiran kota interval kedatangan kereta adalah per 50 menit. Jadi, ketimbang menunggu kereta berikutnya dan dengan kondisi tidak angkutan alternatif, maka ia terpaksa berjalan kaki ke Stasiun Urizura.

Seperti yang mungkin bisa Anda tebak, jika Anda berada begitu jauh di pedesaan sehingga stasiunnya tidak berawak, kereta api juga tidak sering lewat. Kereta berikutnya tidak akan tiba sampai hampir 50 menit kemudian, jadi daripada menunggunya, kondektur yang ditinggalkan melakukan satu-satunya hal lain yang dia bisa: dia berjalan ke Stasiun Urizura.

Dengan komunikasi ke rekannya, kereta menunggu di di Urizura sementara kondektur menyelesaikan perjalanan 1,4 kilometer (0,87 mil) dengan berjalan kaki. Setelah tiba, dia langsung kembali bekerja, dan setelah penundaan selama 18 menit, kereta api itu bergerak lagi.

Baca juga: Masinis Kereta Peluru Mules, Kondektur Tak Memiliki ‘SIM’ Gantikan di Ruang Kemudi

East Japan Railway Company yang mengoperasikan Jalur Suigun, mengatakan tidak memiliki catatan tentang hal seperti ini sebelumnya, dan mengeluarkan permintaan maaf kepada penumpang yang mengalami keterlambatan.

Begini Kondisi Penumpang KA Pangrango Keberangkatan Stasiun Bogor

Sudah tahukah kalian, bahwa naik KA Pangrango sudah tidak harus berjalan bahkan berlari dari Stasiun Bogor ke Stasiun Bogor Paledang? Nah usulan dari penumpang agar KA Pangrango bisa memudahkan naik dan turun di Stasiun Bogor akhirnya terwujud. Berlaku mulai 1 Juni 2022 PT Kereta Api Indonesia (Persero) berlakukan pemberangkatan KA Pangrango di Stasiun Bogor.

Baca juga: Naik KA Pangrango Cukup dari Stasiun Bogor, Yuk Simak Syaratnya 

Segala macam fasilitas penunjang untuk penumpang yang akan naik pun tersedia. Seperti cetak atau screening ticket, boarding pass dan juga ruang tunggu penumpang. Namun, penumpang yang ingin menggunakan KA Pangrango harus boarding di stasiun hall timur Bogor atau pintu keluar arah alun – alun Bogor. Bagi penumpang yang turun dari KRL ingin melanjutkan naik KA Pangrango diwajibkan tap out kartu KRL terlebih dulu.

Adapun KA Pangrango yang diberangkatkan dari Stasiun Bogor, berada di jalur 2. Petugas yang berada di Stasiun Bogor turut membantu menginformasikan serta melayani penumpang yang ingin naik. Terlihat juga barisan kursi warna biru berjejer di jalur 1 stasiun untuk para penumpang KA Pangrango.

Tak seperti di Stasiun Bogor Paledang, Stasiun Bogor sayangnya masih belum memiliki ruang loket jika penumpang ingin membeli tiket KA Pangrango secara langsung (go show ticket). Penumpang harus membeli tiket secara online dan menunjukan hasil pembelian tiket kepada petugas untuk di cetak/screening agar bisa dilakukan boarding pass. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Jalur Kereta Api Makassar – Parepare Dibangun, Kira – kira Apa Manfaatnya, ya?

Proyek kereta api di Sulawesi Selatan diirencanakan akan beroperasi pada Oktober 2022. Nantinya jalur kereta api ini akan menghubungkan di sejumlah kabupaten antara Kota Makassar sampai dengan Kota Parepare, Sulawesi Selatan. Target yang akan dibangun jalur ini sepanjang 145 km, tapi yang telah dikerjakan selama 8 tahun ini baru separuhnya.

Baca juga: Kereta Api dari Makassar Menuju Parepare Beroperasi Komersial di 2022

Jalur kereta api yang akan dibangun nantinya akan melewati sebanyak 17 stasiun yang menghubungkan antara Kota Makassar – Parepare. Nama – nama stasiun ini adalah:

Stasiun Tallo
Stasiun Parangloe
Stasiun Mandai
Stasiun Maros
Stasiun Rammang Rammang
Stasiun Pangkajene
Stasiun Bungoro
Stasiun Labakkang
Stasiun Ma’rang
Stasiun Mandalle
Stasiun Tanette Rilau
Stasiun Barru
Stasiun Takkalasi
Stasiun Mangkoso
Stasiun Pallanro
Stasiun Lumpue
Stasiun Soreang

Sebagai informasi yang kabarpenumpang.com dapatkan, jalur tersebut yang akan beroperasi antara Stasiun Maros hingga Stasiun Barru sepanjang 71 kilometer. Pembangunan ini dinilai strategis karena melewati beberapa perkotaan termasuk lokasi wisata yang berada di Kabupaten Barru dan wisata desa di Ramang – Ramang. Menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, jalur ini pun ditargetkan untuk angkutan penumpang pada Oktober 2022 mendatang. Dan nantinya akan dijalankan juga sebagai kereta wisata khusus menuju ke obyek wisata tersebut.

Selain akan dijalankan sebagai angkutan penumpang, jalur ini juga akan digunakan sebagai perjalanan kereta api logistik (angkutan barang). Jalur ini terhubung menuju Pelabuhan Garongkong dan pabrik Semen Tonasa (Maros – Pangkep – Barru). KA logistik atau barang ini bida ditargetkan untuk mengangkut hasil komoditas di Sulawesi Selatan seperti semen, batubara, dan logistik lainnya menuju ke Pelabuhan Garongkong.

Baca juga: Di Argentina, Jalur Kereta Paling Selatan di Dunia ini Dulunya Bekas Akses Menuju Penjara

Diketahui jalur kereta api di Sulawesi Selatan ini merupakan jalur kereta api pertama kali yang dibangun tanpa ada jejak atau cagar budaya yang berhubungan dengan kereta api. Sebelumnya dilakukan pemasangan rel pertama pada Jumat, 13 November 2015 di Desa Lalabata, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru. Menggunakan tipe rel R.60 dengan lebar jalur 1.435 mm. (PRAS – Cinta Kereta Api)

LG Omnipod, Desain Kendaraan Listrik Otonom dengan Cita Rasa Mobile Home Office

Raksasa elektronik dari Korea Selatan, LG, rupanya ikut merespon dari apa yang berkembang di industri otomotif. Selain tren kendaraan bertenaga listrik yang akan mencapai pertumbuhan tinggi, LG melihat pasar kendaraan otonom akan diminati pada tahun-tahun mendatang. Namun, bila LG harus masuk ke pasar otomotif, tentu harus menghadirkan konsep yang berbeda dari kompetitornya.

Baca juga: Hindari Mabuk, Volvo Kembangkan Teknologi “Soundtrack” Agar Penumpang Mobil Otonom Nyaman

Wujud dari kreasi LG di segmen otomotif yakni dengan memperenalkan desain Omnipod. Dikutip dari newatlas.com (18/5/2022), LG memandang cara orang bergerak dari satu titik ke titik lain di dalam kota dan sekitarnya sedang berubah. Untuk itu LG Omnipod menawarkan sebuah konsep, dimana kendaraan listrik otonom yang hadir dengan menggabungkan fungsi mobile home office atau entertainment lounge.

Visi LG lewat Omnipod diperkenalkan dalam ajang CES 2022 dan ditunjukkan secara langsung pada Konferensi Internasional IEEE tentang Komunikasi minggu ini di Seoul, Korea Selatan.

Secara eksternal, Omnipod memiliki tampilan kotak yang mirip dengan pod otonom seperti e-Palette, SC-1 dan Zoox, dan dibayangkan sebagai ekstensi modular yang merepresentasikan fungsi kantor, studio rekaman, atau sampai bahkan lounge sekalipun.

Saat penumpang masuk ke kompartemen, kendaraan ini seolah ‘memandikan’ mereka dalam aliran udara terionisasi, yakni untuk melepaskan mereka dari debu dan kuman. Omnipod juga merupakan rumah bagi lemari LG Styler, yang juga menggunakan teknologi pengion untuk menyegarkan pakaian (seperti jaket atau setelan bisnis) dan alas kaki yang ditempatkan di dalamnya.

Bicara tentang tempat duduk penumpang, Omnipid mengandalkan perpaduan antara bangku bergaya sofa yang nyaman dan kursi putar, serta asisten digital yang akan menyesuaikan berbagai tampilan kendaraan agar sesuai dengan tujuan tertentu. Bagian dasbor menampilkan informasi penting seperti jadwal dan cuaca, hingga monitor dengan ketinggian sedang sehingga penghuni dapat mulai bekerja atau menciptakan lingkungan hiburan sinematik ukuran penuh untuk tampilan yang imersif.

Layar multimedia di Omnipod dapat digabungkan menjadi dinding digital yang luas, atau dimatikan sepenuhnya dan lampu kabin diredupkan sehingga penumpang dapat berbaring untuk tidur sebentar. Sensor internal dan kamera termal bahkan dapat memantau kualitas tidur, detak jantung, dan suhu tubuh pengguna.

Baca juga: Sono Motors Gandeng EasyMile Hadirkan Teknologi Surya di Mobil Otonom

Dengan segala kecanggihan fiturnya, LG menyebut bahwa Omnipod nantinya akan menggunakan akses mobile broadband 6G atau atau teknologi komunikasi seluler masa depan. Lepas dari itu, Omnipod adalah mimpi LG dalam mewujudkan teknoloigi di masa mendatang yang emakin terhubung.

Gandeng Siemens Mobility, Mesir Bangun Jaringan Kereta Cepat Terbesar Keenam di Dunia

Dengan sokongan teknologi dari Siemens Mobility, Jerman, maka Mesir dalam beberapa tahun mendatang akan mempunyai jaringan kereta cepat keenam terbesar di dunia. Tidak tanggung-tanggung, dengan investasi 8,1 miliar euro, Mesir dengan asistensi Jerman akan membangun jaringan kereta cepat yang menghubungkan 60 kota.

Baca juga: Hubungkan Laut Merah dan Laut Mediterania, Mesir Kembangkan Jaringan Kereta Cepat

Dikutip dari cnbc.com (30/5/2022), disebutkan jaringan kereta cepat Mesir akan dibangun dalam tiga bagian. Untuk bagian pertama adalah jalur sepanjang 600 kilometer yang menghubungkan Ain Sokhna di Laut Merah ke Alexandria dan Marsa Matrouh di Pantai Mediterania Mesir. Untuk bagian kedua adalah jalur sepanjang 1.100 kilometer antara Kairo dan Abu Simbel, dekat perbatasan dengan Sudan. Kemudian untuk bagian ketiga adalah jalur sepanjang 225 kilometer yang menghubugkan antara Luxor dan Hurghada di Laut Merah.

Siemens Mobility — perusahaan raksasa industri dari Jerman telah menandatangani kontrak untuk mengembangkan jalur kereta api dengan Egyptian National Authority for Tunnels serta mitra The Arab Contractors and Orascom Construction.

Kereta cepat Mesir digadang punya kecepatan tertinggi 230 kilometer per jam. Menurut Siemens Mobility, elektrifikasi jaringan kereta akan mengurangi emisi karbon hingga 70 persen jika dibandingkan dengan melakukan perjalanan dengan bus atau mobil. Siemens mengklaim bahwa proyeknya di Mesir akan dinobatkan sebagai sistem kereta api berkecepatan tinggi terbesar keenam di dunia.

Baca juga: Genjot Teknologi Ramah Lingkungan, Mesir Operasikan Bus Bertenaga Gas Alam di 2022

Dalam sebuah pernyataan Sabtu lalu, Siemens Mobility mengatakan bagiannya dari kontrak gabungan akan berjumlah 8,1 miliar euro, atau sekitarUS $8,7 miliar. Angka ini termasuk kontrak 2,7 miliar euro yang ditandatangani pada September 2021 untuk lini awal proyek.