Lima Alasan Penumpang Pesawat Wajib Wrapping Bagasi

Layanan baggage wrapping atau wrapping bagasi mungkin belum banyak diminati penumpang pesawat. Dari jutaan penumpang pesawat (sebelum pandemi), tidak sampai 50 persennya yang membeli jasa layanan wrapping bagasi di bandara. Alasannya bisa sangat beragam, salah satunya biaya.

Baca juga: Tips – Cara Agar Koper Anda Lebih Cepat Keluar di Baggage Carousel

Meskipun harga terkadang jadi halangan, namun, itu berbanding lurus dengan sederet manfaat yang didapat penumpang. Dilansir dari berbagai sumber, ini lima alasan mengapa penumpang pesawat wajib me-wrapping bagasi.

1. Aman dari pencurian

Keamanan tidak bisa ditawar-tawar, bukan? Terlebih barang yang ada di dalam koper penumpang sangat berharga.

Mengingat penumpang tidak pernah bertemu dan memonitor koper bagasi bawannya sejak diserahkan di konter check-in sampai tiba di bandara tujuan, akan lebih aman dan nyaman bila koper di wrapping untuk meningkatkan keamanan dan mencegah oknum bandara mencuri barang bawaan Anda yang berharga.

2. Pelayanan cepat

Meski banyak penyedia jasa wrapping bagasi, seperti Diva Baggage Wrapping dan lainnya, tapi pada umumnya wrapping bagasi tidak menyita banyak waktu. Pada umumnya, koper dililit plastik wrapping lima kali dengan posisi koper horizontal dan lima lilitan vertikal. Durasinya paling cepat sekitar satu menit dan paling lama hanya lima menit dalam kondisi normal.

3. Harga wajar

Tarif layanan wrapping bagasi di bandara pada umumnya sebesar Rp 50 ribu, baik di bandara besar seperti bandara internasional maupun bandara lainnya. Harga sebesar itu, bila dibandingkan dengan manfaatnya, seperti mencegah kehilangan barang berharga di dalam koper, mencegah lecet pada koper atau bagasi, dan tentu saja memudahkan identifikasi koper saat di conveyor belt atau baggage conveyor bandara tujuan.

Baca juga: Luggage Wrapping di Bandara, Seberapa Besarkah Perannya Untuk Melindungi Koper Anda?

4. Plastik ramah lingkungan dan aman

Meski melibatkan plastik, namun, seiring waktu, penyedia jasa layanan wrapping bagasi di bandara sudah menggunakan plastik ramah lingkungan. Selain itu, plastik juga tidak beracun dan 100 persen dapat didaur ulang.

5. Banyak manfaat

Selain membuat isi dalam koper aman, wrapping bagasi juga membuat koper terhindar dari lecet saat proses bongkar muat kargo, serta memudahkan penumpang atau pemilik mengidentifikasi kopernya agar tak tertukar dan mudah ditemukan saat di baggage handling atau baggage conveyor.

Ketika Terbang Tanpa Masker Diizinkan, Haruskah Khawatir Terular Covid?

Baru-baru ini, hakim federal AS menangguhkan mandat masker pada transportasi umum termasuk penerbangan. Ini kemudian membuat beberapa masakapai besar di AS seperti Delta, United dan Southwest menjadikan masker sebagai pilihan penumpang untuk digunakan atau tidak.

Baca juga: Tolak Pakai Masker dan Serang Pramugari, Penumpang Pesawat Dibayangi Denda Nyaris Rp1 Milyar

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mencoba untuk memperpanjang mandat masker yang awalnya dimaksudkan untuk berakhir pada hari Senin (18/4/2022) menjadi awal Mei karena kekhawatiran atas varian BA.2 Omicron yang dominan, yang menyebabkan meningkatnya kasus Cocid di AS.

Dilansir KabarPenumpang.com dari fortune.com (19/4/2022), industri penerbangan berpendapat bahwa terbang sebenarnya lebih aman daripada bentuk aktivitas dalam ruang lain seperti makan. Selain itu sebagian karena sistem penyaringan tingkat tinggi pesawat yang dapat menghilangkan tetsan yang membawa virus corona.

Menurut Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA), sistem penyaringan pesawat memperbarui udara di dalam kabin setiap tiga menit sekali, yang kira-kira sepuluh kali lebih sering daripada sirkulasi udara di gedung perkantoran. Tetapi sistem penyaringan efektif pesawat meninggalkan bahaya tertular Covid dari udara yang belum disaring.

Untuk penumpang, itu mungkin berasal dari kontak dengan tetesan udara dari seseorang yang dekat, seperti penumpang tetangga atau seseorang yang bepergian ke dan dari bagian pesawat yang berbeda. Pesawat juga mematikan sistem filtrasinya selama naik dan turun pesawat, serta selama pemberhentian pengisian bahan bakar dalam perjalanan.

Periode-periode ini adalah titik ketika sebagian besar penumpang cenderung bergerak di sekitar pesawat saat mereka menangani barang bawaan mereka, yang dapat meningkatkan risiko penularan. Selain itu, sistem filtrasi mungkin tidak sebaik selama bagian lain dari proses perjalanan udara, seperti saat penumpang berbaris di jembatan jet yang menghubungkan gerbang bandara ke pesawat.

Masker yang digunakan penumpang memiliki dua tujuan, yakni mencegah pembawa Covid yang akan menularkan virus ke orang lain. Selain itu juga melindungi pemakainya dari penularan Covid dari orang lain. Masker berbeda dalam hal tingkat perlindungannya, terutama mengenai varian Covid yang lebih menular seperti Omicron, dengan masker N95 memberikan perlindungan paling banyak dan masker kain memberikan perlindungan paling sedikit.

“Karena sulitnya menentukan bagaimana dan kapan seseorang dalam penerbangan mungkin tertular Covid, kami tidak memiliki gambaran yang jelas tentang betapa mudahnya tertular Covid di pesawat. Namun beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa penggunaan masker pada penerbangan memang membantu mencegah penularan, setidaknya di awal pandemi,“ ujar IATA.

Sebuah studi pada September 2020 tidak menemukan kasus penularan dalam penerbangan jarak jauh oleh Emirates dari Dubai ke Hong Kong. Studi lain, dari Maret 2021, memperkirakan bahwa mengizinkan layanan makan satu jam selama penerbangan 12 jam maka kemungkinan infeksi sebesar 59 persen dibandingkan dengan skenario ketika masker tetap dipakai selama penerbangan.

Baca juga: easyJet Tambah Daftar Maskapai yang Izinkan Penumpang Lepas Masker di Pesawat

Namun, penelitian ini dilakukan sebelum varian Omicron yang lebih menular muncul. Pada bulan Desember, kepala penasihat medis IATA memperkirakan bahwa penumpang memiliki kemungkinan dua hingga tiga kali lebih besar untuk terkena Omicron di pesawat dibandingkan dengan varian Covid sebelumnya.

Imbas Perang Ukraina, Ada Sentimen Hilangkan Tanda Berbahasa Rusia di Stasiun Bawah Tanah Tokyo

Buntut invasi Rusia ke Ukraina rupanya berimbas ke Negeri Sakura, dimana telah tercipta diskriminasi atas beragam hal yang ‘berbau’ Rusia. Sikap Pemerintah Jepang yang mendukung posisi dan perjuangan Ukraina, telah memicu sentimen di fasilitas transportasi.

Baca juga: Akhirnya Robot Pembuat Mie Soba Mulai Beroperasi di Stasiun Jepang

KabarPenumpang.com dari soranews24.com (19/4/2022), diskriminasi tersebut terjadi di Stasiun Ebisu yang dioperasikan oleh East Japan Railway Company (JR East) dan operator kereta bawah tanah Tokyo Metro. Insiden tersebut karena di dalam stasiun ini tepat sebelum keluar dari gerbang tiket, ada empat rambu di atas kepala yang memandu pemindahan penumpang ke Jalur Hibiya yang ditulis dalam bahasa Jepang, Inggris, Korea dan Rusia.

Namun pada 7 April kemarin, bahasa Rusia itu menghilang secara misterius dan ada selembar kertas putih panjang yang menutupinya. Tak hanya itu, ada tanda yang lebih kecil yang bertuliskan “調整中” (“chhousei chuu” atau “sedang disesuaikan”) menempel di atasnya.

Hilangnya bahasa Rusia yang secara tiba-tiba itu disadari oleh para penumpang. Mereka bertanya mengapa itu satu-satunya tanda yang dihapus dari tampilan di media sosial. Mengingat sentimen anti-Rusia saat ini meningkat secara internasional karena invasi Rusia ke Ukraina, banyak yang melihatnya sebagai langkah diskriminatif.

Ini kemudian menggelitik minat media yang berbondong ke Stasiun Ebisu untuk melaporkan situasi dan menanyai petugas stasiun terkait hal itu. Adanya insiden ini, JR East mengungkapkan bahwa menutup tanda tersebut karena dua alasan yakni pengunjung asing berkurang karena pandemi dan adanya keluhan pelanggan yang mengatakan tanda berbahasa Rusia tidak menyenangkan.

Tanda itu ditutup hingga 14 April kemarin, tetapi setelah perhatian media menyebar atas insiden tersebut, JR East memutuskan untuk mengubah pendiriannya pada tanda tersebut, dengan mengatakan bahwa perusahaan harus mengembalikannya ke keadaan semula, mengingat kebutuhan pelanggan mereka.

Tanda berbahasa Rusia yang dianggap merusak pemandangan karena invasi Rusia ke Ukraina, awalnya dipasang untuk membantu pengunjung asing ke Jepang selama Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo.

Meskipun Olimpiade sudah berakhir, penumpang berbahasa Rusia masih menggunakan stasiun ini, karena stasiun ini menawarkan rute langsung ke Kedutaan Besar Rusia di Minato Ward Tokyo. Pemindahan ke Jalur Hibiya dapat menjadi hal yang membingungkan, itulah sebabnya mengapa rambu-rambu diperlukan dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Korea, karena jalur tersebut juga menawarkan rute langsung ke Kedutaan Besar Republik Korea (Korea Utara).

Dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dengan menyembunyikan tanda berbahasa Rusia di stasiun, JR East akhirnya mendiskriminasi segmen dari mereka juga.

“Kami meminta maaf karena menyebabkan kesalahpahaman yang terkait dengan diskriminasi rasial,” ujar JR East.

Baca juga: Keluarkan Unek-Unek Selama Bekerja, Petugas Stasiun Kereta Api Jepang Curhat di Twitter

Sangat menggembirakan mengetahui bahwa pelanggan Jepang tidak takut untuk menyebut praktik diskriminatif saat mereka melihatnya. Karena, seperti yang dipelajari sebelumnya dengan kasus vandalisme tanda di toko Rusia di Tokyo bulan lalu, permusuhan terhadap orang Rusia saat ini sayangnya mengingatkan pada permusuhan terhadap orang Asia atas pandemi virus corona.

Berurai Air Mata, Pramugari IndiGo Ucapkan Salam Perpisahan

Tempat kerja yang nyaman dan bisa menjadi seperti rumah begitu sulit ditemukan. Namun ketika sudah mendapatkannya, akan ada emosional ketika harus meninggalkan tempat kerja itu. Bahkan banyak yang menangis karena kenangan selama bekerja di tempat tersebut.

Baca juga: Mau Naik Pesawat? Kata Pramugari: Jangan Lupa Periksa Tas Besar

Hal ini pun terjadi pada seorang pramugari yang bekerja di maskapai India yakni IndiGo. Dilansir KabarPenumpang.com dari indiatimes.com (18/4/2022), pramugari itu mengucapkan selamat tinggal saat akan pergi dari maskapai dan dirinya sangat emisional.

Dalam sebuah video singkat, pramugari bernama Surabhi Nair itu menjadi viral setelah mengucapkan pidato perpisahannya. Video itu dibagikan di Instagram oleh Amrutha Suresh yang adalah penumpang pesawat tersebut.

Dalam video, itu, Surabhi berlinang air mata saat dirinya berbicara tentang maskapai IndiGo tempatnya bekerja hingga para senior yang selalu mendukung dirinya.

“Saya tidak pernah berpikir hari ini akan datang. Ini seperti sepotong hati. Perusahaan ini telah memberi saya segalanya dan mereka merawat kami, terutama kami para gadis. Mereka sangat memanjakan kita,” ujarnya sembari menyeka air mata.

Usai berterimakasih kepada IndiGo, Surabhi mengucapkan terima kasih kepada semua penumpang dengan cara yang menghangatkan hati.

“Terima kasih semuanya. Terima kasih untuk setiap orang yang terbang bersama kami. Karena kalian, kami mendapatkan gaji tepat waktu, atau sebelum waktu sama seperti penerbangan kami,” tambahnya sambil tertawa dan menghapus air matanya.

Viralnya video perpisahan pramugari ini kemudian membuat banyak warganet berkomentar berharap yang terbaik untuk Surabhi. Mengerka juga mengatakan, beruntung memiliki Surabhi.

Baca juga: Pramugari Air Belgium terpilih sebagai Miss Belgia 2022, Jurinya Miss Ukraina

“Surabhi kamu adalah kekasih!!! Dan kamu benar-benar pantas mendapatkan semua yang terbaik !!!! kamu pemimpin cek termanis yang pernah saya temui & kamu akan dirindukan,” ujar seorang warganet.

Masinis: Rela Tak Ikut Rayakan Lebaran, Demi Tugas Antar Warga Pulang Kampung

Tradisi pulang kampung jelang Idul Fitri memang sudah terbiasa bagi warga masyarakat Indonesia bahkan di dunia. Berbagai macam transportasi mulai darat, laut, udara pun tak luput dari incaran warga supaya bisa tiba dikampung halaman. Namun sebagian besar juga menggunakan kendaraan pribadi.

Baca juga: Mirip Kasus di Indonesia, Masinis Pakistan Hentikan Lokomotif untuk Beli Cemilan

Saat ini pemerintah sudah meringankan masyarakat jelang Lebaran untuk diperbolehkan mudik ke kampung halaman. Salah satu incaran masyarakat untuk pulang kampung yaitu dengan kereta api. Karena mudah, terjangkau, aman dan nyaman. Tapi tidak untuk petugas di dalamnya, salah satunya adalah masinis.

Masinis yang bertugas dan bertanggung jawab menjalankan kereta api ini ternyata tak kenal waktu. Meski ada jatah untuk libur, namun dimasa arus mudik seperti saat ini tugas masinis sangatlah diperlukan. Meski pemerintah menetapkan libur lebaran yang ditentukan, tapi masinis selalu setia bertugas demi masyarakat pengguna kereta api sampai ditempat tujuan. Dengan kata lain masinis tidak ikut berlebaran seperti masyarakat lainnya yang bersilaturahmi ke sanak saudara.

Menjadi masinis memang pilihan berat. Sama dengan jenis pekerjaan lainnya, keputusan yang diambil ini tentu punya dampak terhadap orang sekitar, terutama keluarga. Hanya ada satu ketakutan yang dirasakan menjadi masinis, yakni ketika kereta api mengalami kendala dan penumpang harus menunggu lama sampai kereta selesai diperbaiki. Pastinya tak mau juga penumpangnya harus merasakan kekecewaan dengan pelayanan kereta api karena kendala teknis.

Baca juga: Intip Besaran Gaji Masinis Yuk, Nominalnya Bikin Melongo!

Kesetiaan mengantar penumpang ke tempat tujuan sudah wajib bagi setiap masinis, walau halangan dan rintangan menerpa. Namun begitu, mereka yang bertugas yakin bahwa doa dan ikhtiar akan selalu berbuahkan hasil yang terbaik, agar masyarakat tetap setia menggunakan kereta api sebagai moda transportasi darat yang cepat, aman dan nyaman. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Menyambut Lebaran 2022, Lokomotif Pasangi Stiker Gambar Ketupat dan Bedug

Jelang Lebaran 2022 tak lengkap rasanya jika hanya memperomosikan tiket murah perjalanan kereta api di Jawa dan Sumatera. Kali ini PT Kereta Api Indonesia (KAI) kembali menyambut datangnya Idul Fitri dengan warna baru pada rangkaian kereta dan lokomotif. Beberapa kabar yang beredar, bahwa munculnya livery sambut lebaran ternyata memang benar adanya. Seperti lokomotif yang berada di Depo Lokomotif Bandung, pada Selasa (19/4) kali ini. Adanya wajah baru dari bagian muka lokomotif dengan seri CC 206.

Baca juga: Sambut Nataru, KAI Hias Lokomotif dan Kereta

Untuk perjalanan perdana lokomotif stiker lebaran saat ini masih berada di Depo Lokomotif Bandung dengan nomor seri CC 206 13 97 (Depo Induk Bandung). Perpaduan warna hijau muda dan hijau tua ini melambangkan kesejukan dan kedamaian yang dapat mempererat tali silaturahmi dalam menyambut Idul Fitri 1443 H. Dan juga dibagian kanan terdapat ganbar ketupat dan sebelah kiri gambar bedug yang melambangkan suasana yang identik dengan lebaran.

Tak hanya lokomotif, ternyata rangkaian kereta pun sudah dihiasi livery lebaran. Kereta api yang pertama menggunakan livery tersebut adalah KA Bima saat keberangkatan dari Gambir pukul 5 sore pada hari Senin, 18 April 2022 kemarin. Informasi yang beredar, lokomotif berstiker lebaran tersebut direncanakan berangkat esok hari, Rabu 20 April 2022 dengan rangkaian KA Argo Wilis (Bandung – Surabaya Gubeng). Belum diketahui berapa lokomotif dan kereta yang akan menggunakan livery lebaran tahun ini. Yang jelas PT KAI akan terus menyambut hari raya besar dengan menampilkan livery baru yang terpasang di lokomotif maupun rangkaian kereta. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Bantu Penumpang dengan Mobilitas Terbatas, Ambulift Hadir di Bandara India

Penumpang dengan mobilitas terbatas, terkadang sulit untuk menikmati perjalanan mereka dengan penerbangan. Biasanya ini dikarenakan kurangnya fasilitas pada bandara untuk penumpang dengan mobilitas terbatas ini. Seperti yang terjadi di bandara India yang masih terbatas dengan fasilitas untuk penumpang dengan mobilitas terbatas.

Baca juga: Stasiun Ernakulum India, Hadirkan Fasilitas Komplit Bagi Kaum Difabel

Hal tersebut membuat Airports Authority of India atau Otoritas Bandara India (AAI) kemudian melengkapi 14 bandara dengan ambulift. Sebagaimana dilansir KabarPenumpang.com dari laman zeenews.india.com (15/4/2022), kehadiran ambulift sendiri berada di bawah Accessible India Campaign (Sugamya Bharat Abhiyan).

Ini untuk memberikan fasilitas kepada penumpang dengan mobilitas terbatas dan juga membantu ‘Divyangjan’ atau orang dengan mobilitas terbatas di bandara di mana fasilitas garbarata tidak tersedia. Untuk diketahui, dalam melengkapi fasilitas bagi penumpang dengan mobilitas terbatas, ada sebanyak 20 ambulift di bandara yang memiliki jadwal operasi penerbangan Kode C dan pesawat tingkat lanjut lainnya.

Ambulift ini diproduksi secara lokal di bawah kebijakan Make in India.

“Fasilitas ini saat ini beroperasi di 14 bandara yaitu Dehradun, Gorakhpur, Patna, Bagdogra, Darbhanga, Imphal, Vijayawada, Port Blair, Jodhpur, Belgaum, Silchar, Jharsuguda, Rajkot, Hubli dan enam sisanya kemungkinan akan beroperasi di Dimapur, Jorhat. Bandara , Leh, Jamnagar, Bhuj, dan Kanpur pada akhir bulan ini,” kata Kementerian Penerbangan Sipil.

Baca juga: Bandara Changi Luncurkan Program Ramah Disabilitas ‘Tersembunyi’

Ambulift dapat melayani enam kursi roda dan dua tandu dengan petugas sekaligus dan dilengkapi dengan sistem ventilasi pemanas dan pendingin udara. Dibeli dengan biaya Rs63 lakh per unit, AAI akan menyediakan fasilitas Ambulift dengan biaya token nominal kepada maskapai yang beroperasi di bandaranya.

Hari Ini, 44 Tahun Lalu, Korean Air Flight 902 Ditembak Jet Uni Soviet, Malah Soviet Minta Ganti Rugi Operasional

Pada hari ini, 44 tahun lalu, bertepatan dengan 20 April 1978, pesawat Boeing 707 Korean Air flight 902 yang menerbangi jalur Paris-Anchorage-Seoul tiba-tiba ditembak Sukhoi Su-15 Uni Soviet dengan sengaja dan melakukan pendaratan darurat di Murmansk, Uni Soviet.

Baca juga: Mengenang Korean Air 007, Korban Perang Dingin Soviet-AS yang Dirudal Gegara Insiden “Mata-mata”

Anehnya, usai insiden penembakan itu, pihak Korea Selatan, yang menjadi negara tempat maskapai pelat merah itu bernaung, justru diminta ganti rugi atas operasional dua jet yang cukup mahal, bukan berfokus pada jatuhnya korban jiwa dan luka serta kerugian material dari hancurnya pesawat.

Dilansir historynet.com, insiden atau tragedi penembakan pesawat sipil oleh pesawat militer ini diawali oleh peralatan navigasi pesawat pada penerbangan dari Paris menuju Seoul itu mengalami malfungsi, inilah yang menyebabkan pilot memutuskan terbang berbelok ke kanan dari seharusnya lurus ke arah barat daya menuju Britania Raya, Islandia, dan Greenland, menjadi ke wilayah udara Uni Soviet di atas Lingkaran Kutub Utara, melewati Laut Greenland, Svalbard, dan Laut Barents.

Pasukan Uni Soviet yang menduga pesawat ini adalah pesawat AS yang menyamar sebagai pesawat sipil dan tengah melakukan misi pengintaian, lalu merespopn dan menerbangkan sedikitnya dua pesawat tempur Sukhoi Su-15 dan menembak jatuh Boeing 707 tersebut, kemudian memaksanya untuk melakukan pendaratan darurat di dekat perbatasan Finlandia di sebuah danau yang membeku.

Sebelum ditembak jatuh, pilot jet Sukhoi Su-15 sebetulnya sempat membuntuti pesawat Boeing 707 Korean Air dengan nomor penerbangan 902. Namun, berhubung pilot Korean Air tidak merespon dan pesawat semakin dalam memasuki wilayah Soviet tanpa izin, jet itu pun akhirnya mendapat izin tembak dan mengenai sayap kiri pesawat, bukan telak mengenai badan pesawat dan menghancurkannya seketika.

Akiba tragedi atau kecelakaan ini, sedikitnya dua orang penumpang tewas seketika dan 107 penumpang selamat saat mendarat di danau beku. Alih-alih pihak Korean Air yang menuntut ganti rugi, sebagai kasus penembakan pesawat sipil lainnya, Uni Soviet justru menuntut ganti rugi pada pemerintah Korea Selatan senilai US$100 ribu, cukup besar untuk ukuran saat itu, sebagai biaya operasi penyelamatan.

Baca juga: Insiden Penembakan Korean Air 007 Ingatkan Dunia pada ADIZ, Apa Itu?

Ketika itu, dunia sempat heboh dengan tragedi ditambah tuntutan ganti rugi oleh pihak Uni Soviet ini. Bahkan, blok Barat pimpinan AS dan Timur pimpinan Soviet sempat menegang karenanya. Apalagi bila bicara teknis, memang pesawat sipil bisa dibilang melakukan kesalahan terlebih dahulu dan menyebabkan peristiwa kelam di dunia penerbangan terjadi.

Akan tetapi, atas saran dan backup kuat dari blok Barat serta keteguhan hati para pemimpin Korea Selatan kala itu, tagihan itu tak pernah dibayar.























Selama Ramadhan, Operator Kereta Cepat Haramain Express Beri Diskon 50 Persen Tiket Kelas Ekonomi

Bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, juga memberi hal tersendiri bagi penumpang kereta yang memesan kelas ekonomi dengan tujuan Bandara Internasional King Abdulaziz (KAIA) menuju ke Mekkah. Ini karena kereta berkecepatan tinggi Haramain menawarkan diskon 50 persen selama Ramadhan.

Baca juga: Kebakaran Melanda Stasiun Kereta Cepat Haramain Express Arab Saudi

Seorang pejabat kereta api Al-Haramain mengatakan, diskon ini akan berlaku hingga 1 Mei mendatang. KabarPenumpang.com melansir dari laman saudigazette.com.sa (18/4/2022), harga tiket kereta kelas ekonomi sebelum diskon adalah SR69 dari bandara ke Mekkah.

Kereta api Haramain ini juga memudahkan pergerakan para peziarah dan pengunjung ke Dua Masjid Suci. Bahkan selama Ramadhan, pihak operator menyediakan makanan berbuka puasa untuk dibagikan kepada penumpang sebelum waktu Maghrib.

Dalam operasionalnya, kereta Haramain sendiri melakukan 50 perjalanan per hari dan selama Ramadhan ini sudah mengangkut lebih dari 625 ribu penumpang. Perjalanan kereta dari Stasiun Mekkah ke Madinah akan melewati Stasiun Pusat Jeddah dan Kota Ekonomi Raja Abdullah.

Sedangkan dari Stasiun KAIA ke Mekkah dan dari KAIA ke Madinah akan melewati Kota Ekonomi Raja Abdullah. Pejabat kereta Haramain mengatakan, bahwa perjalanan kereta mereka telah meningkat selama beberapa bulan terakhir menjadi lebih dari 35 persen.

Perlu dicatat bahwa total kapasitas KA Haramain adalah sekitar 14.595.000 penumpang, dan kapasitas satu KA mencapai sekitar 417 penumpang. Selain itu, kereta Haramain menjadi bagian dari proyek yang mencakup 35 kereta listrik cepat, di mana kapasitasnya akan berlipat ganda menjadi 834 penumpang per kereta pada waktu puncak.

Pejabat itu mengatakan bahwa, misalnya, menurut perhitungan rata-rata perjalanan antara Mekah dan Jeddah, kereta api berkecepatan tinggi Haramain akan mengangkut tujuh perjalanan per jam, setara dengan 2.919 penumpang antara Mekah dan Jeddah dalam satu arah.

Baca juga: 28 Ribu Wanita Arab Saudi Serbu Lowongan Kerja Masinis Kereta Cepat Mekkah-Madinah

Dia juga menambahkan bahwa kapasitas tempat duduk kereta yang besar datang untuk menutupi permintaan yang diharapkan untuk kereta api terutama antara Mekah dan Jeddah. Untuk diketahui, untuk perpanjangan perjalanan menuju ke ke Masjidil Haram dari Stasiun Mekkah ada bus yang dioperasikan dan dikelola oleh operator kereta Haramain karena ada pergerakan yang cukup besar dalam perjalanan baru-baru ini.

Jamin Kebersihan Gerbong, Ini Pentingnya Peran Petugas OTC di Kereta

Dalam perjalanan sebuah kereta api, bukan hanya masinis, kondektur, Polsuska atau pramugari yang menjadi petugas vital. Tetapi seorang petugas kebersihan kereta api atau yang sering disebut On Train Cleaning (OTC) juga penting ada di kereta.

Baca juga: Kecanduan Film Porno, Petugas Kebersihan Kereta India Simpan Spycam di Toilet

Pasalnya bila tidak ada OTC maka kereta api akan kotor karena sampah penumpang yang berserakan. Mereka juga siap siaga ketika ada penumpang yang membutuhkan bantuan untuk kebersihan di sekitaran tempat mereka duduk seperti membersihkan muntah atau makanan serta minuman yang tumpah.

Petugas OTC sterilkan kursi penumpang. Foto: Twitter KAI

OTC sendiri akan mempersiapkan banyak hal sebelum kereta akan berangkat. Mereka  selalu memastikan bagian dalam kereta bersih, kering dan bebas dari bau tak sedap. Selain itu para OTC juga memiliki kewajiban untuk mengecek ketersediaan perlengkapan kebersihan seperti tisu, plastik di setiap kursi, sabun cuci tangan, pengharum ruangan dan peralatan untuk melakukan kebersihan berfungsi dengan baik.

Sebagaimana dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, di masa pandemi ini, petugas OTC akan bekerja dua kali lipat karena mereka harus membersihkan interior kereta menggunakan desinfektan sebelum kereta digunakan untuk mengangkut penumpang. Di perjalanan kereta pun, petugas OTC biasanya akan berkeliling gerbong setiap 30 menit untuk melakukan pembersihan sampah. Jika ada penumpang yang turun di stasiun mereka juga mensterilisasi kursi yang ditinggalkan penumpang tersebut.

Bukan hanya keliling gerbong, setiap 20 menit sekali pun petugas OTC ini membersihkan area toilet. Ini dilakukan agar kebersihan terjamin dan penumpang selain nyaman juga terhindar dari virus serta bakteri yang mungkin ada.

Seperti petugas kebersihan lainnya, OTC dikereta juga melengkapi tas pinggang mereka dengan pembersih atau desinfektan, kain lap micro fiber, rubber hand glove, kanebo, tapas dan kape. Caddy bag beserta isinya ini berfungsi sebagai first aid kebersihan yang harus selalu dibawa kemanapun petugas OTC pergi saat berdinas, sehingga jika ditemukan area yang kotor, petugas OTC dapat langsung bertindak membersihkannya.

Baca juga: Dari Mulai Petugas Sampai Porter di Stasiun Gandhi Nagar, Semuanya Adalah Wanita!

Tidak hanya sekedar menjaga kebersihan, petugas OTC juga dituntut harus terampil dan jujur ketika bertugas. Sehingga ketika mereka menemukan barang milik penumpang bisa langsung diserahkan kepada kondektur atau Polsuska yang bertugas. Mungkin banyak dari Anda yang menganggap pekerjaan ini. Tetapi, tanpa petugas OTC tidak akan ada yang namanya kereta bersih, rapi, wangi dan nyaman.