Satu-satunya jalur Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter berada pada Red Line yaitu lintas Bogor. Ya, berada di petak rute antara Stasiun Citayam hingga Nambo inilah yang ternyata terus menuai sorotan khususnya masyarakat yang tinggal di kawasan Nambo dan Gunung Putri. Karena diketahui ada stasiun di jalur tersebut yang bangunannya masih terbengkalai., yaitu Stasiun Gunung Putri.
Memang sekilas stasiun ini sudah tidak mungkin digunakan lagi karena areanya yang sempit dan batas peronnya yang hanya memuat sampai 4 kereta saja. Namun, harapan besar bagi masyarakat yang berdomisili di wilayah yang tak jauh dari Stasiun Gunung Putri sangat berharap banyak agar bisa diaktifkan kembali. Alasannya agar tak terlalu jauh saat naik KRL, karena biasanya masyarakat mau tidak mau harus naik dan turun di Stasiun Nambo yang jaraknya lebih jauh.
Menanggapi hal tersebut bahwa PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) memastikan, bahwa rencana reaktivasi Stasiun Gunung Putri, Kabupaten Bogor, berada sepenuhnya di tangan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) selaku regulator, bukan pada pihaknya sebagai operator perjalanan.
Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menjelaskan, bahwa urusan pembangunan prasarana dan reaktivasi stasiun memang berada di luar kewenangan operator. Meski begitu, KAI Commuter memastikan tetap akan berkoordinasi dan mendorong pihak-pihak terkait dalam upaya peningkatan operasional perjalanan commuter line.
Sesuai posisinya sebagai operator, fokus KAI Commuter saat ini lebih diarahkan pada peningkatan fasilitas di stasiun-stasiun yang sudah aktif melayani penumpang. Di antaranya seperti fasilitas water stasiun, booth charging, commuter shelter bike, way finding, hingga area tunggu yang lebih nyaman bagi pengguna KRL Commuter Line.
Untuk diketahui, Stasiun Gunung Putri berhenti melayani penumpang selama 20 tahun atau sekitar tahun 2006 lalu. Penghentian operasional Stasiun Gunung Putri seiring dengan dihentikannya layanan Kereta Rel Diesel (KRD) Nambo karena armada yang digunakan sudah tidak layak operasi.
Meski demikian jalur rel di stasiun ini masih aktif digunakan oleh kereta barang atau pengangkut semen dan KRL Commuter Line (jalur Nambo), sementara Stasiun Gunung Putri sendiri tetap nonaktif, terbengkalai, dan kondisinya rusak. Hingga kini, warga sekitar wilayah Gunung Putri menanti kepastian pengoperasian kembali stasiun tersebut, untuk mempermudah akses mobilitas ke berbagai wilayah di Jabodetabek.
