Setelah 14 tahun dalam pengembangan, Switchblade, mobil sport terbang roda tiga pertama di dunia – three-wheel flying sports car, akhirnya mendapat persetujuan untuk memulai uji penerbangan. Diproduksi oleh Samson Sky, prototipe Switchblade disebut dapat melesat dengan kecepatan 322 km per jam dan dirancang untuk dibuat dari kit DIY.
Saat berada di darat, Switchblade bergerak dengan tiga rodanya dan, dengan panjang hanya 5,1 meter dan lebar 1,8 meter, kendaraan ini cukup kecil untuk muat masuk ke dalam garasi. Namun, saat mencapai area landas pacu, Switchblade sayapnya akan berayun dan ekornya memanjang dalam waktu kurang dari tiga menit, memungkinkan kendaraan ‘skybrid’ itu terbang ke angkasa.
Dikutip dari dailymail.co.uk (30/8/2022), bulan lalu, Switchblade telah menerima stempel persetujuan dari Federal Aviation Administration (FAA), otoritas penerbangan di Amerika Serikat, untuk memulai proses pengujian. Sam Bousfield, CEO Samson Sky dan desainer Switchblade, mengatakan, “Kecepatan lepas landas diperkirakan 128 km per jam, yang berarti itulah kecepatan yang perlu kami capai, di mana Switchblade akan mulai terangkat dari tanah.”
Switchblade sekarang dapat menjalani serangkaian uji coba, dimulai dengan pengujian taxii berkecepatan tinggi dan mengarah ke pengujian penerbangan di udara.
Menurut perusahaan yang berbasis di Oregon, 2.100 orang dari 52 negara dan 50 negara bagian Amerika telah memesan kit kendaraan ketika akhirnya disetujui untuk dijual. Samson Sky mengatakan bahwa pembeli awal Switchblade termasuk insinyur NASA, pilot maskapai, dan pengusaha.
Persetujuan FAA baru-baru ini telah menarik minat 360 pemesanan baru hanya dalam beberapa minggu terakhir, dan perlu dicatat bahwa 58 persen dari pemesan belum berstatus sebagai pilot. Maka untuk bisa mengawaki Switchblade, diperlukan dua surat izin, yakni surat izin mengemudi di jalan raya dan surat izin sebagai penerbang. Selain itu, untuk menerbangkan Switchblade harus dilakukan di bandara umum atau swasta. Maklum, Switchblade berbeda dengan kendaraan vertikal take-off and landing (VTOL), yang bisa lepas landas dari jalan raya.
Setelah ditutup sejak beberapa waktu lalu, ada kabar bahwa Bandara Internasional Halim Perdanakusuma akan segera dibuka kembali untuk layanan komersial. Namun, kabar ini bukan berasal dari otoritas pengelola bandara, melainkan dari siaran pers Lion Air Group. Lion Air Group melalui afiliasi perusahaan penerbangan Batik Air dan Wings Air menyampaikan perkembangan terkini, bahwa akan membuka kembali (beroperasi kembali) layanan penerbangan dan operasional dari Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma Jakarta.
Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, bahwa pihaknya saat ini sedang mempersiapkan peralatan darat penunjang pesawat udara (ground service equipment), dokumen penerbangan dan lainnya agar proses perjalanan udara bagi penumpang lancar, aman, nyaman, sehat dan selamat.
Batik Air dan Wings Air mempersiapkan layanan operasional yang akan disesuaikan kebutuhan permintaan pasar pada jangka pendek, jangka menengah dan periode mendatang. Rute-rute akan dioperasikan secara bertahap, mencakup rute lama yang diterbangi kembali (re-operate) dan rute baru (new route).
Rencana Layanan Penerbangan Batik Air, dari dan menuju:
1. Bandar Udara Internasional Kualanamu Medan di Deli Serdang, Sumatera Utara (KNO)
2. Bandar Udara Internasional Minangkabau Padang, Sumatera Barat (PDG)
3. Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Riau (PKU)
4. Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau (BTH)
5. Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin, Palembang, Sumatera Selatan (PLM)
6. Bandar Udara Fatmawati Soekarno, Bengkulu (BKS)
7. Bandar Udara Radin Inten II, Tanjung Karang, Lampung (TKG)
8. Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah (SRG)
9. Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo Solo di Boyolali, Jawa Tengah (SOC)
10. Bandar Udara Internasional Yogyakarta Kulonprogo (YIA)
11. Bandar Udara Abdrurachman Saleh, Malang, Jawa Timur (MLG)
12. Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur (SUB)
13. Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Bali (DPS)
14. Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Kalimantan Timur (BPN)
15. Bandar Udara Internasional Aji Pangeran Tumenggung Pranoto, Samarinda, Kalimantan Timur (AAP)
16. Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Maros, Sulawesi Selatan (UPG)
17. Bandar Udara Internasional Pattimura, Ambon, Maluku (AMQ).
Rencana Layanan Penerbangan Wings Air, dari dan menuju:
1. Bandar Udara Wiriadinata Tasikmalaya, Jawa Barat (TSY)
2. Bandar Udara Jenderal Besar Soedirman Purbalingga, Jawa Tengah (PWL)
3. Bandar Udara Ngloram Cepu, Blora, Jawa Tengah (CPF)
4. Bandar Udara Rahadi Oesman, Ketapang, Kalimantan Barat (KTG)
5. Bandar Udara Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah (PKN)
Batik Air dan Wings Air senantiasa berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan bersama TNI AU pengelola bandar udara serta para pihak terkait lainnya sebagai pemangku kepentingan dalam upaya mengakomodir dan mendukung kemudahan layanan penerbangan langsung dan saling terhubung dan diharapkan berkontribusi terhadap pemulihan perekonomian nasional melalui simpul transportasi udara salah satunya melalui Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma.
Jalur ganda antara Stasiun Kiaracondong – Stasiun Cicalengka masih tahap pembangunan. Pembangunan ini guna menambah waktu tempuh dan perjalanan kereta api yang lebih singkat dari saat in. Jalur yang digunakan masih menggunakan single track membuat kereta api yang melintas masih berkecepatan dibawah 100 km per jam. Dan saat berpapasan dengan kereta api yang berlawanan arah, harus menunggu pergantian jalur di stasiun tertentu. Namun nantinya jika jalur ganda tersebut dibangun, pergantian jalur tak digunakan lagi, yang ada hanya berpapasan dengan kereta api lain yang berlawanan arah saat diperjalanan.
Meski masih menggunakan single track di petak tersebut, beberapa rangkaian KLB (Kereta Luar Biasa) dengan rute tersebut melakukan uji coba kecepatan. Tentu untuk meningkatkan laju kereta api dan waktu yang lebih singkat. Pengerjaan serta penggantian rel di petak Kiaracondong – Cicalengka dibangun dengan skala rel yang lebih besar. Tak hhanya penggantian rel, penambahan batu balast dan peninggian tanah pada rel tersebut pun dilakukan guna perjalanan yang lebih halus. Penambahan kecepatan hingga 100 km per jam ini dilakukan menggunakan formasi 1 lokomotif + 2 kelas eksekutif + 2 kelas ekonomi premium + 1 kereta makan + 1 pembangkit.
Pengawalan uji coba ini dilakukan guna peningkatan perjalanan kereta api baik perjalanan jarak jauh hingga perjalanan lokal agar lebih cepat. Apalagi jika jalur ganda sudah bisa digunakan, beberapa kereta api sudah bisa melintas dengan kecepatan maksimal dan tidak ada keterlambatan akibat pergantian jalur saat berpapasan dengan kereta api lainnya yang berlawanan arah.
Diketahui nantinya terdapat kereta api tambahan dengan rute Bandung – Rancaekek – Tegalluar menggunakan rangkaian kereta bertenaga diesel buatan Balai Yasa Yogyakarta untuk penumpang yang ingin menggunakan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) dan kecepatan akan berjalan maksimum agar bisa tepat waktu saat tiba di stasiun tujuan. (PRAS – Cinta Kereta Api)
Mungkin beberapa dari Anda masih ingat dengan inovasi yang coba dibawa oleh sejumlah orang kreator yang berkenaan dengan bangku penumpang pesawat. Ketika banyak penumpang mengeluhkan tentang sempitnya ruang gerak mereka di dalam kabin, maka inovasi bangku setengah berdiri (Standing Seat) atau saddle-style pun hadir menjadi salah satu solusinya. Kendati terbukti mampu membawa lebih banyak penumpang (sekitar 20 persen lebih banyak), namun apakah pihak maskapai tega menggadaikan kenyamanan penumpang?
Memang, bangku yang kerap disebut sebagai saddle-style ini hanya akan Anda temui di kelas ekonomi saja, namun kembali lagi, “Apakah Anda nyaman duduk di bangku yang hanya menopang bokong Anda saja selama penerbangan?”
Ketika disebutkan bahwa penggunaan kursi SkyRider 2.0 asal perusahaan Italia, Aviointeriors ini dapat dengan cepat meningkatkan pendapatan pihak maskapai karena mampu lebih banyak memboyong penumpang, namun para pengamat di sektor aviasi menganggap bahwa munculnya ide ini untuk menggantikan kursi kelas ekonomi yang standar adalah sesuatu yang buruk.
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman express.co.uk, selain mampu mengangkut lebih banyak penumpang, pihak Avioninteriors juga menambahkan bahwa biaya perawatan dari bangku ini tergolong murah dan mudah. Namun apa yang ditawarkan tersebut bukanlah sesuatu yang dapat menyelesaikan masalah. Sebuah travel blog kenamaan, The Point Guy yang sebelumnya sudah pernah menjajal bangku saddle-style ini mengatakan bahwa apa yang ia rasakan amatlah tidak nyaman.
“Lutut saya seolah tertanam di bangku depan dan itu membuat saya tidak nyaman,” ujar The Point Guy.
Sebelumnya, pihak Aviointeriors mengatakan bahwa bangku tersebut cocok untuk digunakan dalam penerbangan yang hanya memakan waktu perjalanan kurang dari tiga jam. Namun pernyataan tersebut berbanding terbalik dengan apa yang dikatakan oleh The Point Guy, “Mungkin duduk di bangku saddle-style selama 10 menit tidak akan menjadi masalah,” pungkasnya mematahkan upaya promosi dari Aviointeriors.
Memang, ini hanyalah sebuah inovasi yang belum tentu terpasang di penerbangan masa depan. Bagi penumpang yang mengudara di kelas ekonomi, apalagi yang Anda harapkan dari membayar tiket penerbangan dengan harga yang jauh di bawah business class atau first class? Terlebih penerbangannya saja tidak memakan waktu yang terlalu lama. Mungkin bagi Anda yang suka merasa pegal di dalam penerbangan kelas ekonomi, Anda bisa meregangkan otot yang mulai pegal dengan cara pergi ke kamar mandi untuk cuci muka atau hanya sekedar cuci tangan.
Hal ini juga disetujui oleh pakar kesehatan yang menyebutkan bahwa penumpang bisa melakukan peregangan di dalam penerbangan dengan cara lebih sering berdiri untuk melancarkan peredaran darah.
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, sudah barang tentu keberadaan kapal ferry menjadi urat nadi dalam sistem transportasi antar pulau di Indonesia. Namun, ragam kapal ferry yang ada di Tanah Air boleh dibilang sangat terbatas. Kebanyakan publik hanya mengenal sosok dan jenis kapal ferry Ro-Ro (Roll on – Roll off) seperti yang jamak dilihat di perlintasan Merak-Bakauheni. Padahal lain dari itu, kapal ferry punya beragam tipe dan spesifikasi.
Melansir dari laman brighthubengineering.com, sebenarnya ada beragam ukuran dari kapal ferry – mulai dari yang kecil hingga yang besar. Tentu saja ini bergantung kebutuhan sang operator yang melayaninya. Jika perairan yang dilintasinya terbilang cukup kecil dan kapasitas angkutnya tidak terlalu banyak, maka operator akan memilih kapal ferry yang berukuran kecil. Pun sebaliknya, apabila perairan yang dilintasinya besar dengan load factor yang besar, maka operator akan memilih kapal ferry berukuran besar pula.
Terlepas dari ukurannya, sebenarnya kapal ferry ini terbagi ke dalam tiga kelas:
Kapal Ferry Hydrofoil
Kapal Ferry Hydrofoil. Sumber: istimewa
Ferry jenis ini siap untuk melayani penumpang dengan kecepatan tinggi, dimana ini akan memberikan keuntungan lebih kepada penumpang karena bisa sampai di destinasi tujuan dengan lebih cepat. Bahkan di Inggris, kapal ferry jenis ini seakan berlomba dengan jaringan kereta cepat ketika melintasi Channel Tunnel yang tersohor itu.
Kapal Ferry Catamaran
Kapal Ferry Catamaran. Sumber: istimewa
Pada umumnya, kapal ferry catamaran ini memiliki porsi tubuh yang lebih besar ketimbang ferry jenis hydrofoil. Selain lebih besar, kapal ferry ini juga mampu menangangkut tidak hanya penumpang, melainkan juga kendaraan dan dapat melaju dengan kecepatan tinggi berkat waterjet propulsion yang digunakan. Persebaran kapal ferry catamaran ini sendiri banyak terdapat di Negara Skandinavia dan beberapa negara lain di Eropa.
Ro-Ro merupakan singkatan dari Roll on – Roll off, dimana kapal ferry jenis ini memudahkan kendaraan untuk masuk ke dalam lambung kapal. Agaknya kapal ferry jenis ini memang sengaja didesain agar memudahkan dan mempercepat proses keluar masuk kendaraan. Nah, jenis kapal ferry inilah yang sering Anda lihat di Pelabuhan Merak dan Bakauheni.
Publik di Tanah Air kini bisa menikmati layanan sleeper train yang telah diluncurkan PT KAI beberapa waktu lalu. Meski begitu, sleeper train atau kereta tidur masa kini berbeda dengan kereta tidur masa lalu. Tak sedikit eksotisme dan kenyamanan bepergian dengan gerbong dengan kamar ini ditampilkan dalam film-film Eropa.
Kilas balik ke dekade 70-an, kereta tidur sempat menjadi trademark layanan premium PT KAI (d/h PJKA). Dengan gerbong yang diimpor langsung dari Jerman, sensasi berkereta ala Eropa bisa dinikmati sembari menyusuri keindahan rute rel di Pulau Jawa.
Animo penumpang dan tingkat okupansi kereta tidur disebut-sebut cukup baik, juga tidak ada kendala teknis, bahkan operator mampu menarik untung dari penyediaan layanan ini. Namun lantaran alasan sosial, pada awal tahun 1990 layanan kereta tidur dihapuskan. Nah, mengetahui bahwa ada jejak kereta tidur di Indonesia tentu cukup menarik disimak, apalagi pada saat itu sajian pendukung pada kereta tidur disuguhkan secara maksimal, ada yang menyebut penumpang naik kereta ini serasa mendapat layanan kelas hotel mewah.
KA Bima tempo doeloe.
Dan bicara tentang kereta tidur di Indonesia, kiprahnya tak bisa dilepaskan dari Kereta Api (KA) Bima. Merujuk ke sejarahnya, KA Bima adalah kereta pertama yang menggunakan gerbong pembangkit untuk sumber tenaga listrik. Selain itu KA Bima adalah KA pertama yang menggunakan sistem AC berfreon yang umum dipakai sekarang. Namun tidak seperti saat ini, waktu itu AC terletak di bawah gerbong, dan udara dingin dialirkan ke kabin penumpang melalui jaringan pipa di dalam gerbong. Ciri khas dari sistem AC ini adalah deretan tonjolan bulat di atap gerbong. Bahkan ruang istirahat di gerbong pembangkit juga dilengkapi dengan AC.
Resminya KA Bima mulai beroperasi pada tanggal 1 Juni 1967, dan terdiri dari 2 rangkaian, yaitu Bima I dan Bima II. Mereka menggunakan gerbong tidur berwarna biru buatan Gorlitz Waggenbau, Jerman Timur, tahun 1967. Kereta tidur dihadirkan dalam dua kelas, yakni gerbong tidur kelas 1 (SAGW) dan gerbong tidur kelas 2 (SBGW). Gerbong kelas 1 terdiri dari kabin-kabin yang tempat tidurnya sejajar mengikuti arah kereta. Sedangkan gerbong kelas 2 tempat tidurnya posisinya melintang terhadap arah kereta.
Kompartemen yang dilengkapi kursi lipat, wastafel, dan lemari pakaian.Konfigurasi tempat tidur lipat.
Berbeda dengan kebijakan saat ini, harga tiket penumpang saat itu sudah termasuk makan malam dan sarapan, semua disajikan di kereta makan (tidak seperti sekarang yang disajikan langsung di tempat duduk). Model ini mengacu pada standar layanan kereta di Eropa Barat.
Seperti apa kelengkapan di dalam kamar tidur KA Bima? Disarikan dari masbagusadventure.blogspot.co.id, masing-masing kamar terdiri dari 2 tempat tidur yang posisinya bertingkat. Pada saat awal perjalanan, tempat tidurnya dalam posisi terlipat, dan sebagai gantinya penumpang duduk di kursi secara berhadapan. Di sebelahnya terdapat wastafel cuci tangan yang bisa dilipat, serta tempat untuk menyimpan botol air minum mineral untuk penumpang. Selain juga terdapat lemari untuk menyimpan pakaian.
Mengenai layanan di kereta makan (garbong restorasi), disajikan menu lengkap khas makan di hotel berbintang. Saat makan tiba, para penumpang akan dipanggil untuk datang ke gerbong restorasi untuk makan. Biasanya panggilannya digilir per gerbong, karena batas kapasitas.
Kereta makan KA Bima.
Walau sudah termasuk harga tiket, tetapi menu makanannya bervariasi, dan porsinya besar. Itu bisa berupa bistik, nasi rames, nasi goreng, lengkap dengan makanan penutupnya yang umumnya berupa puding. Makanan bisa disajikan secara a la carté, dimana makanan disajikan kepada penumpang yang duduk di meja, atau disajikan secara prasmanan (buffet), dimana makanan disajikan di salah satu meja di sudut kereta makan, dan penumpang tinggal mengambil sendiri makanannya.
PJKA mengakhiri layanan kereta tidur di KA Bima pada tahun 1984, dan sisa gerbong tidur yang ada sempat dipakai sebentar di KA ekspress lainnya, seperti Mutiara Utara, Senja atau Mutiara Selatan sebelum diistirahatkan. Saat mengemban peran sebagai kereta tidur, KA Bima melayani rute Jakarta (Gambir) hingga Surabaya (Gubeng), melalui Cirebon, Purwokerto, Yogyakarta, Solo dan Madiun. Sementara KA Bima saat ini melayani rute Jakarta hingga Malang.
Naik kereta api tak selalu memesan tiket yang relatif dengan harga yang cukup tinggi. Ternyata penuumpang masih bisa naik kereta api dengan harga yang relatif rendah. Bukan dengan kereta lokal, tapi kereta api jarak jauh bisa membeli tiket dengan harga yang paling terendah. Kabarpenumpang.com menelusuri beberapa percakapan dari pecinta kereta api bahwa mereka sangat puas menggunakan tiket dengan harga rendah ini alias tiket TARSUS (Tarif Khusus).
Mendapatkan tiket tarsus ini tak semudah yang dibayangkan. Karena penumpang yang hendak membeli tiket tarsus harus melakukan pembelian di stasiun yang melayani pemberhentian kereta api jarak jauh tersebut dengan waktu 2 jam sebelum keberangkatan.
Bisa dikatakan untung – untungan jika ingin mendapatkan tiket tarsus ini. Karena jika kereta api sedang padat penumpang, bisa – bisa tiket tarsus tidak dapat dibeli alias kehabisan. Untuk pembelian secara online, ttiket tarsus tidak mungkin didapatkan. Pelayanan menarik ini memang tidak mudah didapat jika naik kereta api yang sudah setia akan penumpangnya ataupun saat hari libur nasional. Sebagai contoh tiket KA Cikuray dengan rute Garut – Pasar Senen pp. Harga normal KA tersebut adalah Rp45.000, namun jika membeli dengan tiket tarsus penumpng bisa mendapatkan dengan harga yang sangat murah, yaitu Rp15.000 saja. Perlu diingat, tiket tarsus ini hanya melayani perjalanan mulai dari jarak dekat maupun menengah.
Pastikan jika ingin menggunakan kereta api saat perjalanan tertentu adalah pilih saat waktu tidak terlalu sibuk dan bukan hari – hari libur nasional. Menggunakan tiket tarsus ini bisa dibeli pada kereta api beberapa jenis kelas, tergantung pelayanan tiket memberikan tarif khusus tersebut. Persyaratan jika naik kereta api dengan tarif khusus pun sama halnya jika naik kereta api jarak jauh. Pilih stasiun dan rute perjalanan yang sesuai dengan harga khusus saat ingin mendapatkannya. (PRAS – Cinta Kereta Api)
Semakin ramainya lalu lintas perjalanan kereta api di wilayah Daop 2 Bandung khususnya jalur kereta lokal membuat berbagai stasiun dipugar menjadi bangunan yang lebih luas dan pugar. Seperti terlihat pada Stasiun Haurpugur yang berlokasi di Cangkuang, Rancaekek, Bandung ini. Stasiun kecil/kelas III ini yang semula memiliki bangunan mungil dengan peron yang tak terlalu panjang, namun kini akan dibuat bertingkat.
Layaknya stasiun – stasiun di Jabodetabek yang juga dibuat bertingkat, ini merupakan alasan yang dibuat PT Kereta Api Indonesia (KAI) guna meminimalisir penumpang yang menyeberang lewat rel kereta api dan merupaan peningkatan dari keamanan dan kenyamanan penumpang yang berada di stasiun ini.
Stasiun Haurpugur memiliki 2 jalur yang bisa dilewati kereta api baik berjalan langsung maupun singgah. Stasiun yang terletak diketinggian +689 m ini masih menggunakan persinyalan mekanik yang terhubung kawat baja dari ruang PPKA (Pengatur Perjalanan Kereta Api). Rencana jalur ganda yang sedang dibangun antara Padalarang – Cicalengka nantinya Stasiun Haurpugur tetap menggunakan 2 jalur yang tersedia. Namun bedanya jika saat ini PPKA masih mengatur wesel rel kereta api, jika jalur ganda digunakan tidak mengatur wesel rel KA kembali.
Saat ini perjalanan kereta api lokal tetap berhenti di Stasiun Haurpugur. Mengingat stasiun ini cukup jauh dari jalan raya Bandung – Garut, tapi banyaknya pedesaan yang berada disekitar area stasiun membuat Haurpugur tetap ramai oleh penumpang dari/ke pusat Kota Bandung. Tak heran masyarakat lebih antusias ke Kota Bandung mayoritas penumpang dari Cicalengka mengingat satu – satunya transportasi yang mudah dan murah hanya kereta api lokal ketimbang menggunakan angkutan umum lain yang ditempuh lebih lama belum lagi kemacetannya. (PRAS – Cinta Kereta Api)
PT Kereta Api Indonesia menyelenggarakan layanan kesehatan vaksinasi gratis di sejumlah stasiun dan klinik KAI di seluruh wilayah kerja KAI. Penyediaan layanan vaksinasi ini untuk membantu pelanggan dalam melengkapi persyaratan naik Kereta Api Jarak Jauh sesuai SE Kemenhub No 84 Tahun 2022 mulai 30 Agustus 2022.
Baca juga:Mulai 17 Juli 2022, Calon Penumpang KA Jarak Jauh yang Belum Divaksin Booster Wajib Screening Covid-19
“Ada perubahan mendasar dengan adanya SE Kemenhub No 84 Tahun 2022 ini yaitu sebelumnya pelanggan yang belum vaksin booster masih diperbolehkan melengkapinya dengan hasil negatif RT-PCR, namun mulai 30 Agustus hal tersebut tidak berlaku lagi,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus, dalam siaran pers, 29 Agustus 2022.
Layanan vaksinasi gratis KAI saat ini sudah tersedia di Stasiun Pasar Senen, Stasiun Bandung, Stasiun Kiaracondong, Klinik Mediska Cirebon, Klinik Mediska Jatibarang, Stasiun Semarang Tawang, Klinik Mediska Semarang, Stasiun Purwokerto, Klinik Mediska Kroya, Klinik Mediska Kutoarjo, Klinik Mediska Yogyakarta, Klinik Mediska Solo, Klinik Mediska Madiun, Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Surabaya Pasar Turi, Stasiun Malang, Klinik Mediska Jember, Klinik Mediska Ketapang, Klinik Mediska Medan, Klinik Mediska Padang, Klinik Mediska Palembang, Stasiun Kertapati, dan Klinik Mediska Tanjungkarang.
Syarat peserta vaksinasi gratis di stasiun dan klinik KAI bagi pelanggan yaitu harus berusia minimal 18 tahun, membawa KTP, serta memiliki kode booking KA Jarak Jauh yang sudah lunas dibayarkan. Pelaksanaan vaksinasi paling lambat H-1 sebelum jadwal keberangkatan kereta api.
Selain vaksinasi kepada pelanggan, vaksinasi di stasiun dan klinik KAI juga diperbolehkan untuk masyarakat umum. Selama periode 17 Juli s.d 28 Agustus 2022, KAI telah melakukan vaksinasi kepada total 16.172 pelanggan dan masyarakat umum atau rata-rata 385 peserta per hari.
“KAI terus mendukung seluruh kebijakan pemerintah untuk perjalanan kereta api di masa pandemi Covid-19 dengan menyediakan layanan vaksinasi Covid-19 gratis. Calon pelanggan diharapkan dapat mulai melakukan vaksinasi hingga vaksin ketiga untuk mendukung program pemerintah dalam penanganan Covid-19,” kata Joni.
Dalam rangka memperlancar proses pemeriksaan, KAI telah mengintegrasikan ticketing system KAI dengan aplikasi Peduli Lindungi untuk memvalidasi data vaksinasi pelanggan. Hasilnya data tersebut dapat langsung diketahui oleh KAI pada saat pemesanan tiket melalui KAI Access, web KAI, dan pada saat boarding.
KAI menerapkan aturan naik KA sesuai SE Kemenhub No 84 Th 2022 mulai 30 Agustus 2022. Berikut syarat naik KA Jarak Jauh:
1. Usia 18 tahun ke atas:
a) Wajib vaksin ketiga (booster)
b) WNA yang berasal dari perjalanan luar negeri, wajib vaksin kedua
b) Tidak/belum divaksin dengan alasan medis wajib menunjukkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah
2. Usia 6-17 tahun:
a) Wajib vaksin kedua
b) Berasal dari perjalanan luar negeri, tidak wajib vaksin
c) Tidak/belum divaksin dengan alasan medis wajib menunjukkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah
3. Pelanggan dengan usia di bawah 6 tahun tidak wajib vaksin dan tidak wajib menunjukkan hasil negatif Rapid Tes Antigen atau RT-PCR namun wajib dengan pendamping yang memenuhi persyaratan perjalanan
Dengan syarat dan ketentuan yang berlaku, layanan in-flight WiFi atau WiFi in the sky, sampai saat ini masih menjadi jargon di beragam maskapai, termasuk di maskapai berbiaya murah, tak lain itu semua bertujuan untuk memikat pengguna jasa dengan kehandalan teknologi akses di dalam kabin.
WiFi tak pelak menjadi hal yang tidak dapat ditawar-tawar lagi bagi sebagian pengguna jasa udara, dan banyak yang akan memilih maskapai yang menyediakan layanan ini daripada yang tidak, terutama untuk rute jarak jauh. Namun, faktanya hanya segelintir maskapai yang menyediakan WiFi gratis untuk penumpang, tetapi masing-masing memiliki batasannya sendiri yang terkadang sulit ditemukan di situs web perusahaan. Dikutip dari simpleflying.com, berikut beberapa maskapai yang menawarkan WiFi gratis terbaik untuk penumpang di kelas ekonomi dan bisnis.
JetBlue
JetBlue adalah contoh yang menarik, inilah maskapai berbiaya murah yang berkantor pusat di Long Island menawarkan WiFi berkecepatan tinggi gratis untuk setiap penumpang yang menggunakan ViaSat, dan merupakan satu-satunya maskapai penerbangan di Amerika Serikat yang melakukan langkah tersebut. Sejak 2017, maskapai ini telah membuat Fly-Fi gratis untuk semua pelanggan di armada Airbus A320, A321, dan Embraer 190. Penawaran tersebut bekerja sama dengan Amazon Prime, memungkinkan pengguna jasa untuk melakukan streaming video dan menggunakan beberapa perangkat secara bersamaan. Dala hal ini, JetBlue juga menjanjikan kecepatan unduh hingga 20 Mbps, yang notabene lebih tinggi dari pesaing mana pun di maskapai AS.
Qantas
Maskapai penerbangan Australia Qantas juga menawarkan WiFi gratis, tetapi perlu dicatat, ini hanya untuk penerbangan domestik. Untuk aksesnyam Qantas menjalin kemitraan dengan ViaSat sejak 2019, maskapai ini telah menyediakan internet gratis untuk penerbangan tertentu yang dioperasikan dengan Boeing 737-800 dan Airbus A330-200. Kabarnya, meskipun kecepatan akses WiFi jauh lebih rendah dari JetBlue, namun sistem WiFi di Qantas mampu melayani hingga 12Mbps per perangkat, yang menurut perusahaan diklaim “sepuluh kali lebih cepat” daripada sistem dalam penerbangan konvensional.
www.thestar.com
Air New Zealand
Air New Zealand menjadi maskapai lain di belahan selatan yang menawarkan WiFi gratis dengan beberapa batasan. Menurut informasi, pesawat Airbus A320neo yang terbang ke Australia, Kepulauan Pasifik, dan beberapa Rute domestik Selandia Baru menawarkan WiFi gratis untuk semua penumpang. Air New Zealand juga mengatakan empat dari Boeing 787 Dreamliners-nya disematkan dengan WiFi gratis, dan lebih banyak lagi yang akan menyertakannya sepanjang 2022 dan 2023. In-flight WiFi bekerja sama dengan Inmarsat dan Panasonic Avionics. Pada 2019, Executive Traveler menguji kecepatan unduh maskapai pada A321neo dan menemukan maksimum mencapai 4,7 Mbps.
Hainan Airlines
Maskapai asal Cina, yakni Hainan Airlines memberi pelanggan WiFi gratis di semua pesawat Boeing 787-9, sementara penyedia akses adalah Gogo Air.
Nok Air
Inilah maskapai penerbangan berbiaya murah yang menyediakan WiFi gratis di semua pesawat Boeing 737-nya. Maskapai ini memulai layanannya pada tahun 2014 dan merupakan yang pertama bergerak di Asia, didukung oleh Thaicom.
Aplikasi Inflighto yang membatu penumpang lacak keberadaannya
China Eastern Airlines
China Eastern Airlines memiliki WiFi gratis dan opsi layanan WiFi mereka telah tersedia selama bertahun-tahun. Ketika penumpang telah memesan dengan China Eastern, mereka dapat mengajukan uji coba gratis akses internet perusahaan. Namun, hanya 100 pelanggan pertama yang akan mendapatkannya. Operator mengatakan itu first come, first served.” Meskipun layanan ini tersedia untuk ponsel, laptop, dan perangkat lain dengan pendaftaran pra-naik, China Eastern telah memblokir banyak situs populer, membuat WiFi gratis di maskapai iniu kurang menarik.
Philippines Airlines
Menjadi maskapai yang menyediakan WiFi gratis untuk semua penumpang tetapi terbatas. Semua pelanggan dapat mengakses hotspot myPAL perusahaan dengan paket obrolan gratis sebesar 3 MB. Sebagai informasi, paket tidak mendukung video dan foto. Namun, penumpang kelas bisnis bisa mendapatkan tambahan 100 MB.
Emirates
Emirates menawarkan obrolan gratis di WhatsApp, messenger, dan layanan lainnya untuk anggota Skywards Emirates (blue, silver atau gold) yang bepergian di kelas bisnis atau anggota gold Skywards Emirates di kelas ekonomi. Namun, WiFi gratis untuk seluruh penerbangan eksklusif untuk anggota Skywards yang bepergian di kelas satu atau anggota Platinum di kelas bisnis. Seluruh armada Emirates dilengkapi dengan akses internet. Maskapai ini dulu menawarkan 20 MB gratis untuk semua penumpang dan SMS tak terbatas untuk digunakan dalam waktu dua jam, tetapi layanan ini sudah tidak berlaku.
Singapore Airlines
Menjadi maskapai terbaru yang menguji coba WiFi gratis. Menurut Executive Traveller, maskapai ini sekarang menawarkan WiFi gratis tanpa batas untuk penumpang first class atau paket ‘Surf’ gratis selama dua jam untuk anggota KrisFlyer yang duduk di ekonomi premium atau ekonomi.
Qatar Airways
WiFi gratis untuk pelanggan ekonomi, tetapi pilihannya jauh lebih terbatas. Pada tahun 2018, melalui teknologi GX Aviation Inmarsat, Qatar memperkenalkan Super WiFi-nya, yang memberikan akses internet gratis kepada wisatawan selama satu jam. Namun, menurut halaman web Qatar, Anda harus menjadi Anggota Klub Privilege untuk mengakses layanan gratis. Pada tahun-tahun sebelumnya, semua penumpang mendapatkan akses ke WiFi gratis selama satu jam, tetapi situs web Qatar sekarang mengatakan bahwa itu eksklusif untuk anggota loyalitas mereka.
Scandinavian Airlines
Scandinavian Airlines menawarkan WiFi berkecepatan tinggi gratis untuk pelancong di SAS Business, SAS Plus, EuroBonus Diamond, dan Gold Members untuk penerbangan domestik dan Eropa tertentu. Perusahaan mengatakan penerbangan ke Aisa, Kanada, dan AS memiliki kecepatan yang lebih rendah dan akan memungkinkan penggunaan internet dasar tetapi tidak streaming. WiFi Scandinavian Airlines didukung oleh ViaSat dan mengklaim penumpang bisa mendapatkan kecepatan hingga 12 Mpbs selama sebagian besar penerbangan.