Pentingnya Relaksasi di Perjalanan Jarak Jauh

Sering melakukan perjalanan jauh dan duduk lama? Anda pasti akan merasa capek dan lelah juga walaupun hanya duduk, apalagi tempat duduk di pesawat, bus ataupun kereta hanya pas untuk duduk saja. Mungkin tak hanya lelah tapi punggung juga akan terasa sakit apabila terlalu lama duduk dan kurang gerak.

Baca juga: 6 Tips Ampuh Menahan BAB Saat Perjalanan Jauh

Dilansir dari beberapa web kesehatan, para ahli menyarankan kepada Anda yang suka melakukan perjalanan jauh agar tidak lupa untuk melakukan relaksasi tubuh. Relaksasi ini sangat penting di butuhkan tubuh Anda untuk menghindari trombosis atau pembekuan darah di pembuluh darah. Mereka menyarankan agar Anda melakukan peregangan atau relaksasi selama tiga menit.

Gejala-gejala yang di timbulkan oleh pembekuan darah ini yakni otot betis terasa sakit atau nyeri saat disetuh. Adanya pembengkakan pada tungkai, peningkatan suhu pada kulit atau warna kemerahan pada tungkai. Adanya pelebaran pembuluh darah di bawah kulit pada tungkai.

Semua gejala itu diakibatkan kurangnya Anda melakukan gerakan pada tubuh. Sebelum melakukan peregangan Anda bisa berjalan-jalan sebentar di kabin bila kondisi memungkinkan, gerakkan tungkai kaki Anda. Saat ke toilet dan mengantri, Anda bisa menggerakkan peregangan, jangan menggunakan pakaian ketat di bagian badan dan paha atas. Tas yang Anda bawa, jangan sampai mengganggu pergerakan kaki, jangan bepergian saat Anda dalam keadaan dehidrasi dan batasi meminum yang bersifat diuretik.

Relaksasi yang Anda lakukan dalam perjalanan yang memakan waktu lama, tak hanya menghilangkan rasa pegal saja melainkan menjaauhkan Anda dari penyakit yang berakibat serius pada diri. Relaksasi pun bisa dilakukan dengan berdiri, duduk memutar-mutarkan pergelangan kaki, menggerakkan tumit dan leher.
1471594207567Berikut beberapa gerakan yang bisa Anda lakukan saat perjalanan jauh.
1. Duduk nyaman di kursi
Anda dapat memulainya dengan duduk nyaman di kursi dengan posisi tegak, rilekskan diri Anda senyaman mungkin.

2. Istirahatkan kaki
Luruskan kedua kaki Anda dan letakkan ke lantai, kemudian lemaskan telapak kaki. Tidak lupa regangkan jari kaki ke atas kemudian kebawah, ulangi secukupnya hingga Anda merasa nyaman. Kalau Anda menggunakan sepatu, baiknya sepatu dilepaskan untuk memudahkan peregangan pada bagian kaki.

3. Gerakkan badan
Bagian badan juga biasanya pegal karena terlalu lama duduk. Anda bisa membungkukkan tubuh bagian atas ke arah depan dan genggam lutut menggunakan kedua tangan. Kemudian angkat lutut secara perlahan ke arah dada selama beberapa detik, turunkan kembali ke lantai.

4. Putar pergelangan tangan dan kaki
Letakkan tangan dibawah satu paha, kemudian angkat perlahan ke arah dada. Putar pergelangan kaki selaa 5 detik sebelum meletakkan kembali ke bawah. Lakukan hal yang sama pada kaki yang lain dan ulangi lima kali setiap kaki.

Bisakah Pilot Mengaktifkan Masker Oksigen untuk Penumpang Secara Manual?

Dalam keadaan darurat, masker oksigen untuk penumpang di pesawat, otomatis aktif atau turun dari atas kepala penumpang. Namun, saat tidak dalam keadaan darurat, bisakah pilot mengaktifkan dan membuat masker oksigen muncul di kabin secara manual? Lalu, andai hanya ada beberapa penumpang yang membutuhkan itu, bisakah pilot mengaktifkan beberapa masker oksigen saja sesuai kebutuhan?

Baca juga: Heroik, Pramugari Selamatkan Anjing Pakai Oksigen di Kabin Pesawat

Bagi Anda yang sudah sering bepergian menggunakan pesawat, besar kemungkinan Anda hafal dengan instruksi keselamatan yang selalu diperagakan oleh pramugari beberapa saat sebelum pesawat lepas landas. Nah, salah satu poin yang tidak pernah terlewatkan adalah tentang penggunaan masker oksigen dalam keadaan darurat.

Kendati memiliki fungsi yang sebenarnya bisa menyelamatkan nyawa penumpang, namun kehadirannya di hadapan mata tentu enggan diharapkan. Ya, masker oksigen yang ada di atas panel tempat duduk memang menjadi satu benda yang amat tidak diharapkan dilihat oleh penumpang – dengan munculnya masker oksigen ini, itu berarti pesawat tengah mengalami kendala yang cukup serius, seperti kabin kehilangan tekanan udara.

Masker oksigen penumpang memiliki lifetime-nya sendiri – biasanya itu hanya 15 menit saja, terhitung sejak masker turun dari kompartemen kabin.

Jika suatu waktu pesawat mengalami masalah di sekitar ketinggian 30.000 kaki dan hal tersebut menyebabkan masker oksiden keluar dari ‘sangkarnya’, maka kapten penerbangan harus sesegera mungkin menurunkan ketinggian sebelum pasokan oksigen di tangki habis – setidaknya pesawat harus berada di ketinggian dimana manusia bisa bernafas secara normal. Sebagai informasi tambahan, tangki oksigen yang dibawa oleh sebuah pesawat ini disimpan di bagian lambung.

Dalam rentang waktu yang cukup singkat tersebut, dan tentu saja menegangkan, kapten harus dengan cekatan mencari jalur yang aman dan tidak menginterupsi penerbangan lainnya, sembari juga berkomunikasi dengan menara pengawas (ATC) untuk meminta izin melakukan pendaratan darurat.

Saat dalam keadaan normal, menurut mantan kapten pilot Boeing 777 Qatar Airways, John McGowan, seperti dikutip dari Quora, pilot bisa mengaktifkan masker oksigen secara manual. Baik di pesawat modern maupun pesawat lawas, pilot dimungkinkan melakukan itu. Hanya saja tentu lokasi tombol untuk mengaktifkan itu berbeda-beda.

Selain itu, kendati pesawat modern bisa melakukan berbagai kekurangan pada pesawat lawas, tetap saja, pilot tidak bisa mengaktifkan masker oksigen untuk penumpang secara selektif atau beberapa masker oksigen di kursi tertentu saja.

Di setiap pesawat sudah pasti terdapat tabung oksigen portabel. Dalam keadaan darurat medis, biasanya tabung oksigen ini yang akan digunakan. Karenanya, pesawat modern sekalipun tak dibekali fitur mengaktifkan masker oksigen secara selektif. Sebab, sudah ada tabung oksigen portabel.

Baca juga: Saat Masker Oksigen Turun, Ini yang Penumpang Wajib Tahu!

Lebih lanjut, tabung oksigen portabel dengan masker oksigen penumpang bahan dan fungsinya berbeda. Oksigen pada masker oksigen yang menggantung di atas kursi penumpang dihasilkan dari dua bahan kimia dalam waktu singkat, sekitar 15 menit. Oksigen tersebut juga tidak bisa masuk ke paru-paru untuk pertolongan pertama darurat medis.

Ini tentu berbeda dengan oksigen di tabung oksigen portabel yang memang sudah standar medis dan memang peruntukkannya sebagai pertolongan pertama darurat medis.

Malaysia Airlines Akhiri Kisah dengan Airbus A380, Semua Pesawat Dikirim ke Kuburan Pesawat di Perancis

Malaysia Airlines resmi mengakhiri kisah dengan Airbus A380 sebelum pergantian tahun. Dari enam armada pesawat superjumbo itu, seluruhnya sudah berada di Bandara Tarbes-Lourdes-Pyrénées, Perancis, yang dikenal sebagai ‘kuburan’ pesawat di Eropa.  Keenam pesawat dipensiunkan dan dikirim ke ‘kuburan’ nyaris bersamaa, tiga di bulan November dan tiga lainnya di Desember.

Baca juga: Airbus A380 Malaysia Airlines Ferry Flight ke Kuburan Pesawat di Perancis, Resmi Pensiun?

Pesawat Airbus A380 Malaysia Airlines terakhir yang tiba di Perancis adalah pesawat dengan nomor registrasi 9M-MNF pada 19 Desember lalu. Pesawat itu adalah pesawat A380 pertama yang diterima maskapai nasional Malaysia itu pada Mei 2012.

Secara berturut-turut dalam kurun waktu setahun atau sampai Maret 2013, pesawat A380 kedua sampai keenam bergabung dengan maskapai.

Sebagaimana proses bergabunganya pesawat, seperti dikutip dari Simple Flying, proses pensiunnya A380 Malaysia Airlines juga terjadi dalam waktu yang relatif bersamaan. Lebih lengkapnya sebagai berikut:

9M-MNA – dikirim Mei 2012, pensiun Desember 2022

9M-MNB – dikirim Agustus 2012, pensiun November 2022

9M-MNC – dikirim November 2012, pensiun November 2022

9M-MND – dikirim November 2012, pensiun November 2022

9M-MNE – dikirim Februari 2013, pensiun Desember 2022

9M-MNF – dikirim Maret 2013, pensiun Desember 2022

Dipensiukannya seluruh armada A380 Malaysia Airlines pada akhir tahun 2022 ini tentu sejalan dengan pernyataan maskapai sebelumnya.

Pada pertengahan tahun lalu, Group Chief Executive Captain Malaysia Airlines, Izham Ismail, blak-blakan bakal mempensiunkan armada A380 pada akhir tahun 2022 karena tak sesuai dengan rencana di masa depan. Ketika itu, maskapai tak ingin sekedar mempensiunkan pesawat dan membiarkannya menjadi barang rongsokan di kuburan pesawat tanpa ada nilai ekonomi yang didapat.

Karenanya, enam unit A380 maskapai nasional Malaysia tersebut coba dijual ke beberapa pihak meskipun itu dikabarkan gagal total alias tidak ada peminat. Padahal, menurut ch-aviation saat ini, harga A380 bekas sudah berada di kisaran harga US$37 juta atau sekitar Rp575 juta.

Frustasi Airbus A380-nya sepi peminat, Malaysia Airlines mulai merealisasikan rencananya dengan mengirim A380 ke Bandara Tarbes.

Baca juga: Adakah Orang Tajir Melintir yang Jadikan Airbus A380 Sebagai Jet Pribadi?

Bandara Tarbes milik Tarmac Aerospace sejatinya merupakan bandara kecil dengan traffic rendah. Tetapi, bandara ini menjadi banyak koleksi pesawat berbadan lebar dengan berbagai ukuran dan warna.

Sejauh ini, ada sekitar 19 pesawat A380 yang diparkir di Bandara Tarbes, dimana lima di antaranya yaitu milik Air France, Emirates, Etihad, Hi Fly, Lufthansa, Singapore Airlines telah dibongkar.

Ini Kecelakaan Pesawat Tragis Berakhir Manis yang Paling Terkenal di Dunia

Kecelakaan pesawat identik dengan hal tragis yang menimbulkan korban jiwa cukup banyak. Namun, bak melawan takdir, kecelakaan pesawat tak selamanya berujung maut. Di beberapa kasus kecelakaan pesawat di dunia justru berakhir manis. Kecelakaan pesawat manakah itu?

Baca juga: Kenang Peristiwa “Miracle on the Hudson”, AS Bangun Museum “Kapten Sully”

Menurut salah satu pengguna Quora, kecelakaan pesawat tragis yang berakhir senyum atau dalam istilaha lain disebut sebagai happy ending adalah pesawat Boeing 767 Air Canada dengan nomor penerbangan 143 (flight 143). Bagaimana tidak, pesawat yang membawa 61 penumpang dan delapan kru itu kehabisan bahan bakar saat di ketinggian 41 ribu kaki atau sekitar 12.500 meter.

Berkat pengalaman dan skill pilot dan kopilot serta sedikit keberuntungan, pesawat berhasil melewati ‘kecelakaan tragis’ itu dengan manis dan mendarat darurat dengan selamat di Pangkalan Angkatan Udara bekas perang dunia. Peristiwa ini dikenal peristiwa Kimli Glider.

Sebagaimana peristiwa lainnya di dunia aviasi, kisah Gimli Glider sebetulnya bermula dari masalah kecil. Namun, karena masalah kecil itu terus berlangsung, berpadu dengan masalah lainnya, baik teknis maupun non teknis, Gimli Glider pun akhirnya tercatat dalam sejarah. Tak hanya, sang kapten pilot, yang semula mendapat sanksi keras dari perusahaan, justru dianugerahi Fédération Aéronautique Internationale (FAI) Diploma for Outstanding Airmanship untuk pertama kalinya.

pada 22 Juli 1983, pesawat Air Canada Boeing 767 dalam penerbangan dari Montreal ke Edmonton via Ottawa, Kanada, mengalami masalah.

Kapten Robert Pearson, 48 tahun, dengan pengalaman 15.000 jam terbang, dan kopilot Maurice Quintal, 36 tahun, dengan waktu terbang 7.000 jam, mendapati bahwa alarm tekanan bahan bakar rendah pesawat yang dikemudikannya tiba-tiba berbunyi.

Ketika itu, pilot berasumsi bahwa bahan bakar masih banyak, merujuk pada indikator Flight Management Computer (FMC). Alarm pun dimatikan. Tak lama berselang, alarm yang sama kembali berbunyi dan kru pun memutuskan untuk mendarat di Winnipeg, berjarak sekitar 120 mil.

Saat pesawat mulai turun, mesin kiri mati, diikuti dengan ledakan pada mesin kanan. Alhasil, pesawat pun kehabisan bahan bakar di ketinggian 41 ribu kaki atau 12 kilometer dari permukaan tanah.

Habisnya bahan bakar ini terjadi saat pesawat sudah melakukan sekitar setengah perjalanan. Habisnya bahan bakar juga membuat semua mesin serta panel instrumen kokpit elektronik mati. Saat itu, Boeing 767-200 memang jadi salah pesawat jet pertama yang mengadopsi sistem instrumen penerbangan elektronik yang didukung oleh mesin. Praktis, ketika mesin mati, panel juga ikut mati.

Untungnya, turbin udara ram (RAT) cukup untuk memberi daya pada instrumen penerbangan darurat untuk mendukung proses pendaratan. Hanya saja, itu tidak termasuk vertical speed indicator yang menunjukkan kecepatan pesawat dan lokasi dimana pesawat harus mendarat.

Tak hanya itu, lokasi pendaratan di Gimli, Pangkalan Angkatan Udara bekas perang dunia yang sudah beralih fungsi jadi lokasi balapan mobil, berjarak 20 mil lebih dekat daripada Winnipeg, tengah diadakan balapan drag dan dipadati oleh banyak orang.

Baca juga: Mengenang Insiden Garuda Indonesia GA981, Berhasil Mendarat Mulus Meski Landing Gear ‘Pincang’

Minimnya informasi pendaratan -akibat panel instrumen kokpit mati- tak membuat Kapten Robert Pearson menyerah. Dengan pengalamannya menerbangkan glider (pesawat tanpa mesin) saat mengikuti pelatihan di angkatan bersenjata AS, Kapten Robert Pearson, mampu menerbangkan pesawat Air Canada di udara tanpa mesin.

Kapten Robert Pearseon, mampu mendaratkan pesawatnya di bekas markas angkatan udara Kanada di Gimli, Manitoba. Seluruh penumpang dan kru pesawat Air Canada yang berjumlah 69 orang berhasil selamat. Hanya sedikit dari mereka mengalami luka-luka ringan.

Sambut Nataru, KAI Services Hadirkan 16 Kuliner ‘Legend’ di Kereta Api Lewat Program Hidden Culinary

Memasuki musim liburan Natal dan Tahun Baru 2023, KAI Services meluncurkan program Hidden Culinary pada tanggal 22 Desember 2022. Program ini begitu spesial lantaran menghadirkan 16 UMKM kuliner ternama di Indonesia, dalam hal ini di Pulau Jawa, mulai dari Nasi Jamblang Bu Nur Cirebon, Tahu Bakso Bu Pudji Semarang, Dawet Mbo Dermi Solo, Tempe Mendoan Purwokerto, sampai Gudeg Yu Djum Yogyakarta.

Baca juga: Manfaatkan Loko Uap dan 4 Unit Kereta, Pusat Kuliner Kereta Api di Madiun Siap–siap Beroperasi

Konsep dari program Hidden Culinary ini KAI Services menggandeng UMKM di bidang kuliner untuk menyajikan makanan khas daerah di atas kereta yang sudah dikenal masyarakat dan banyak dicari oleh pecinta kuliner.

Kuliner yang dipilih untuk program Hidden Culinary ini merupakan kuliner yang sudah menjadi ikonik di suatu daerah dan untuk mendapatkan kuliner ini butuh effort tersendiri. Ada 16 kuliner unggulan yang akan ikut serta dalam program Hidden Culinary seperti, di Kota Cirebon ada Nasi Jamblang Bu Nur, Empal Gentong Bu Darma. Kota Semarang ada Tahu Bakso bu Pudji / Tahu Petis Yudistira / Loenpia Mba Lien dan Kota Cepu ada Lontong Kapuan.

Kota Solo ada Dawet Mbo Dermi, Serabi Notosuman. Madiun ada Pecel Yu Gembrot, Malang ada Rawon Rampal. Bandung ada Cuanki Serayu, Mie Kocok Mang Dadeng, dan Batagor Riri. Purwokerto ada Tempe Mendoan. Kutoarjo ada Sate Ambal. Yogyakarta ada Gudeg Yu Djum dan Angkringan Lek Man.

Untuk konsep program Hidden Culinary ini, penumpang dapat menikmati kuliner khas daerah yang disajikan sama seperti dengan penyajian aslinya saat berada di lokasi kuliner berada. Penumpang dapat menikmati sensasi menyantap kuliner khas daerah sama seperti yang tersaji di tempat asalnya.

Sementara untuk penjualan kuliner ini akan disebar ke beberapa perjalanan kereta api mulai tanggal 22 Desember 2022 hingga 1 Januari 2023. Untuk kereta api ada beberapa kereta api yang akan ikut serta dalam program Hidden Culinary ini seperti Nasi Jamblang Cirebon bisa didapatkan penumpang di KA82 Taksaka, KA 2 Argo Bromo Anggrek. Sementara untuk Empal Gentong tersedia di KA 134 Fajar Solo.

Baca juga: Bakso Popso, Kuliner ‘Mujarab’ dalam Dinginnya Gerbong Kereta

Untuk Lontong Kapuan khas Semarang bisa penumpang dapatkan di KA1 dan KA 2 Argo Bromo Anggrek. Makanan khas Semarang lainnya seperti Tahu Bakso, Tahu Petis, Loenpia bisa didapatkan di KA 7001 Argo Sindoro.

Sementara untuk Soto Cak To khas Surabaya bisa didapatkan penumpang di KA 5 Argo Wilis dan KA 75 Bima. Untuk Pecel Yu Gembrot bisa didapatkan penumpang di KA 5 Argo Wilis, KA 114 Ranggajati, dan KA 112 Ranggajati. Untuk Gudeg Yu Jum bisa didapatkan di KA 5 Argo Wilis.

KAI Services merupakan pelaku bisnis Restaurant On Train, yakni pengelolaan dan pelayanan makanan dan minuman di setiap perjalanan kereta api. Saat ini, KAI Services mengelola sebanyak 210 Restaurant On Train, bertajuk Exploring Indonesian Culinary On Train.

Layanan ini, mengajak para penumpang kereta api untuk menikmati sajian khas Indonesia. Selain makanan dan minuman pabrikan, KAI Services menyediakan panganan lokal seperti empal gentong, nasi rawon, hingga nasi pecel khas Madiun. Dalam menjalankan lini bisnis ini, KAI Services menggandeng banyak pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Dengan layanan inovatif ini, KAI Services baru-baru ini berhasil menyabet penghargaan GATRA Awards 2022 Pada bidang kategori Pemberdayaan dan Reseliansi UMKM. Penghargaan yang diberikan di Jakarta pada, 12 Desember 2022 tersebut diterima langsung oleh Direktur Operasional KAI Services Bambang Suliastowo.

Baca juga: Bikin Kamu Ngeces, Ini Deretan Kuliner Mewah di Perjalanan Kereta Klasik

Sementara, Direktur Utama KAI Services Tamsil Nurhamedi menjelaskan, lini bisnis ini bersinggungan. dengan UMKM. Bahan bakunya kata Tamsil seperti daging, sayur, dan beras di pasok oleh UMKM. “Lebih dari 100 mitra untuk bahan baku yang digunakan Reska. Kita memprioritaskan beri kesempatan para UMKM. Kita cari kualitas dan spesifikasi yang memenuhi dan tidak terlalu jauh pengambilan lokasinya,” kata Tamsil menjelaskan.

Sejalan dengan itu KAI Services terus mengembangkan bisnisnya dengan bekerja sama dengan sejumlah UMKM yang tersebar di pulau jawa dan Sumatera. Terutama UMKM yang bergerak di bidang restoran dan makanan. Jumlah tersebut akan bertambah sepanjang tahun untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Hari Ini, 83 Tahun Lalu, Tokoh Dirgantara Kelahiran Blitar, Anthony Fokker, Meninggal Dunia

Pada hari ini, 83 tahun yang lalu, bertepatan dengan 23 Desember 1939, legenda dirgantara dunia Anthony Fokker meninggal dunia di Murray Hill Hospital, New York, Amerika Serikat. Pria kelahiran Blitar itu wafat usai tiga pekan sakit terinfeksi virus meningitis.

Baca juga: Anthony Fokker – Pria Kelahiran Blitar Yang Jadi Legenda di Dunia Dirgantara

Dikutip dari assignmentpoint.com, jasad pemilik nama lengkap Anton Herman Gerard “Anthony” Fokker itu kemudian dibawa ke Westerveld Cemetery di Driehuis, Utara Belanda, dan dikremasi di sana. Ia bisa dibilang melewati tiga fase kehidupan di tiga tempat berbeda; lahir di Blitar, Indonesia, berkarir dan sukses di Belanda (juga Jerman), dan meninggal di AS, sebelum akhirnya kembali ke Belanda sebagai tempat peristirahatan terakhir.

Sebagaimana pembuat pesawat lainnya, pesawat-pesawat buatan Anthony Fokker di awal umumnya berupa pesawat militer untuk kebutuhan perang. Pesawat militer  buatannya dari pabrik di Jerman bahkan menjadi beberapa yang diperhitungkan ketika itu, seperti Eindecker monoplanes, Dr.1 triplane, dan D.VII biplane.

Tak tanggung-tanggung, pesawat buatannya berhasil terjual sebanyak 4.000 unit. Pesawat terbukti tangguh dan bisa diandalkan dalam dua udara ke udara dan udara ke darat. Ketangguhan itu setidaknya terbukti dari keluarnya Jerman dan negara pengguna pesawat itu sebagai pemenang perang.

Kesuksesan di industri pesawat militer kemudian diikuti di sektor pesawat sipil. Pesawat sipil buatan Fokker, Fokker F.VIII bahkan sukses membawa maskapai nasional Belanda, KLM, sebagai seluruh rute dan jangkauan terbang di seantero Eropa.

Sebagai tokoh dirgantara dunia, bakat inovator Anthony Fokker sudah muncul sejak ia kecil. Suatu ketika, ia masih duduk di bangku sekolah. Tak seperti teman sebayanya yang masih asik bermain menikmati masa kecil, ia dan temannya, Frits Cremer, berhasil membuat ban anti bocor. Kendati paten atas temuan itu sudah dimiliki inovator asal Perancis, namun, ayahnya melihat itu sebagai sebuah bakat yang harus dikembangkan. Oleh sebab itulah ia dikirim sekolah otomotif di Jerman.

Namun, siapa nyana, garis tangan pria berkebangasaan Belanda-Amerika yang terlahir di Blitar, Jawa Timur pada 6 April 1890, dimana ayahnya, Herman Fokker Sr merupakan seorang pemilik perkebunan kopi milik Belanda, itu justru menuntunnya menjadi seorang dirgantarawan. Alih-alih belajar otomotif, di Jerman ia justru belajar ilmu membuat pesawat terbang dan menerbangkannya. Dari situlah jalan hidupnya sebagai tokoh dirgantara dunia dimulai.

Ilmu tersebut menarik perhatiannya dan beberapa murid lain, namun karena fasilitas yang menunjang pembelajaran tentang konstruksi pesawat terbang kurang memadai, maka dari itu Fokker bersama temannya, Franz van Daum memutuskan untuk keluar dari sekolah mengemudi tersebut dan berencana untuk merakit sebuah pesawat terbang sendiri.

Disokong dana oleh orang tuanya dan Franz van Daum, Fokker lalu merancang pesawat pertamanya yang diberi nama Spin. Dalam uji coba pertamanya, Fokker mesti mengigit jari karena pesawat rancangannya yang dikemudikan oleh Franz van Daum menabrak pohon dan hancur berkeping-keping. Tidak lantas patah arang, Fokker kembali merancang ulang Spin dengan menggunakan mesin yang sama dengan rancangan sebelumnya, karena ia menganggap mesin tersebut masih bisa digunakan.

Sayangnya, dewi fortuna belum berpihak kepadanya dan memaksa Fokker kembali menyaksikan sahabat sekaligus penyokong dana proyek tersebut menabrak hingga menghancurkan pesawat rancangannya.

Sejak saat itu, Fokker memutuskan untuk tidak bekerja sama lagi dengan Franz van Daum. Belajar dari kegagalan, Fokker bekerja dan belajar menerbangkan pesawat sendiri. Terbukti, dalam uji coba yang dipraktikan langsung oleh Fokker, ia berhasil terbang secara mulus.

Baca juga: Pernah Dioperasikan Sempati Air Tommy Soeharto, Fokker 100 Disulap Jadi Destinasi Wisata di Kroasia

Kabar baik itupun lalu diberitakan kepada orang tuanya dan meminta kepada sang ayah untuk bisa membantunya mengurus perijinan untuk bisa unjuk gigi di acara ulang tahun Ratu Belanda yang diadakan di Haarlem, Belanda. Akhirnya momen yang dinantikan Fokker terjadi pada 1911, dimana ia berhasil mengudara di Amsterdam dan Ia melihat ada peluang bisnis baru di situ. Ini pada akhirnya menjadi titik balik kehidupan Fokker sebagai seorang pengusaha pembuat pesawat.

Di puncak kejayaannya sebagai pebisnis pesawat militer dan sipil, Anthony Fokker dinyatakan wafat oleh dokter di Rumah Sakit Murray Hill Hospital, AS, setelah tiga pekan lamanya berjuang melawan virus meningitis.

8 Negara ini Begitu Sulit ‘Menerima’ Kewarganegaraan, Empat Merupakan Negara Kaya Minyak

Dengan syarat tertentu, ada beberapa negara yang dikenal membuka kesempatan bagi warga asing untuk menjadi warga negara. Namun, kebalikannya, ada beberapa negara yang dikenal begitu sulit untuk memberikan status kewarganegaraan pada orang asing. Nah, negara apa sajakah itu? Berikut list yang diurakan pada forum quora.com.

Baca juga: [Update Terbaru] 39 Negara ini Bebas Visa Bagi Pemegang Paspor Indonesia

1. Arab Saudi
Pemerintah Arab Saudi sangat ingin melindungi status quo dan tidak ingin mengkompromikan nilai-nilai budaya atau standar hidupnya dengan membiarkan orang asing menjadi bagian permanen dari masyarakat. Satu-satunya cara Anda untuk menjadi warga negara naturalisasi adalah dengan menikah dengan warga negara (warga lokal). Namun, itu tidak menjamin kewarganegaraan, khususnya bagi non-Muslim.

2. Vatikan
Kewarganegaraan di negara tersebut tidak berdasarkan kelahiran tetapi hanya diberikan kepada mereka yang tinggal di Vatikan karena pekerjaan atau jabatannya. Kardinal yang tinggal di Kota Vatikan atau Roma serta diplomat Tahta Suci juga dianggap sebagai warga negara.

3. Bhutan
Negara di Pegunungan Himalaya ini dikenal karena mengukur keberhasilannya dengan indeks Kebahagiaan Nasionalnya daripada PDB. Ini adalah salah satu negara paling terisolasi di dunia.

Negara ini tidak terbuka untuk pariwisata sampai tahun 1974 dan terus mengatur dan memantau perjalanan ke negara itu dengan cermat, sehingga dapat dibayangkan bahwa proses imigrasi tidak mudah.

Dibutuhkan dua orang tua Bhutan untuk dilahirkan sebagai warga negara , dan jika Anda hanya memiliki satu, Anda harus mengajukan kewarganegaraan naturalisasi setelah Anda tinggal di Bhutan selama 15 tahun. Persyaratan 15 tahun juga berlaku untuk pegawai pemerintah.

Mereka yang memiliki orang tua non-Bhutan yang tidak bekerja untuk pemerintah dapat melamar setelah tinggal di negara tersebut selama 20 tahun, selama Anda memenuhi daftar persyaratan, termasuk tidak ada catatan berbicara atau bertindak melawan raja atau negara.
Bahkan jika Anda memenuhi persyaratan, Pemerintah Bhutan berhak menolak Anda dengan atau tanpa alasan apa pun.

4. Cina
Undang-undang Kewarganegaraan Cina mengizinkan orang asing untuk mencoba menjadi warga negara naturalisasi jika mereka memiliki kerabat yang merupakan warga negara Cina, telah menetap di China, atau “memiliki alasan lain yang sah”. Jika Anda tidak memiliki kerabat yang merupakan warga negara Cina dan tinggal di Cina, peluang Anda untuk menjadi warga negara Cina sangat kecil.

5. Qatar
Jika ayah Anda bukan orang Qatar , maka Anda juga bukan orang Qatar, bahkan jika ibu Anda adalah orang Qatar. Jika Anda telah menjadi penduduk resmi Qatar selama 25 tahun tanpa meninggalkan negara itu selama lebih dari dua bulan berturut-turut (di antara persyaratan lainnya), Anda dapat mengajukan permohonan kewarganegaraan.

The Doha News melaporkan bahwa Qatar hanya menaturalisasi sekitar 50 orang asing setahun. Selain itu, warga negara yang dinaturalisasi tidak diperlakukan dengan cara yang sama di bawah hukum seperti warga negara yang lahir di Qatar, kemungkinan karena negara tersebut memberikan tunjangan pemerintah yang berbeda.

6. Kuwait
Menurut hukum Kewarganegaraan kuwait , setelah tinggal di Kuwait selama 20 tahun (15 tahun untuk warga negara Arab lainnya), Anda dapat mengajukan permohonan untuk diberikan kewarganegaraan Kuwait, tetapi hanya jika Anda adalah Muslim sejak lahir atau pindah agama. Jika Anda pindah agama, Anda pasti telah berlatih selama lima tahun. Anda juga harus berbicara bahasa Arab dengan lancar.

Undang-undang Kewarganegaraan juga menyatakan bahwa istri seorang pria Kuwait dapat meminta menjadi warga negara setelah menikah selama 15 tahun.

7. Uni Emirat Arab
UEA, mengizinkan Anda mengajukan permohonan untuk menjadi warga negara jika Anda telah tinggal secara resmi di Emirates selama 30 tahun.

Undang-undang Federal No. 17 menyatakan bahwa jika Anda adalah warga negara Arab dari Oman, Qatar, atau Bahrain, Anda dapat mengajukan naturalisasi setelah tiga tahun tinggal. Orang Arab dari negara lain memenuhi syarat setelah tujuh tahun tinggal di UEA. Keturunan orang tua Emirat memenuhi syarat untuk kewarganegaraan jika mereka lahir dari orang tua yang dikenal atau tidak dikenal di negara bagian tersebut.

Saat ini, wanita berkewarganegaraan UEA yang menikah dengan pria asing tidak dapat mewariskannya kepada anak-anak mereka. Keputusan tahun 2011 memungkinkan anak-anak itu untuk mengajukan kewarganegaraan ketika mereka mencapai usia 18 tahun.

Baca juga: Benarkah Swiss Adalah Negara Terindah di Dunia?

8. Swiss
Menurut undang-undang Swiss yang baru, Anda harus tinggal di negara tersebut selama 10 tahun dan memiliki izin kerja yang disebut izin C. Izin C memungkinkan Anda untuk tinggal dan bekerja di pedesaan.

Benarkah Swiss Adalah Negara Terindah di Dunia?

Swiss sudah dikenal sebagai negara aman dan nyaman, dimana penduduknya menikmati hari libur mereka di Sungai Aare di Bern. Biasanya masyarakat Swiss duduk di rumput sembari memanggang makanan dan minum bersama serta melakukan pendakian ringan di perbukitan sekitar sungai atau bermain perahu karet di sungai.

Baca juga: Jaringan Kereta Api di Swiss Dikenal Tepat Waktu, Inilah Resepnya

Ini sesuatu yang sederhana, alami dan menyenangkan. Banyak kegiatan lainnya yang dilakukan penduduk di alam terbuka seperti gulat atau schwingen yang biasa disebut penduduk sekitar untuk olahraga tersebut dan menjadi permainan favorit bagi para petani serta pelancong negara lain.

Mereka juga melakukan perlombaan, permainan ski, bernyanyi, berdandan dan bersenang-senang. Memiliki musik yang disebut guggenmusik dimana para pemain marching band menggunakan pakaian flamboyan dengan alat musik tradisional.

keindahan Swiss (Travel Picture)

Saat itulah semua tentang Swiss tergambarkan dengan rangkaian pemandangan sempurna dimana puncak gunung tertutup salju dan lembah hijau terbentang luas. Memiliki danau indah, desa dengan bangunan kayu tua dan lainnya. Kehebatan Swiss terlihat dari budayanya yang membentang bahkan melampaui keju, coklat, jam tangan hingga bank yang terkenal dari negara ini.

Apalagi menjadi negara yang aman dari konflik, memiliki penduduk yang ramah, progresif hingga bisa berkomunikasi dengan baik. Hal ini tidaklah mengejutkan jika Swiss menjadi negara terbaik nomor satu menurut Amerika Serikat. Menjadi nomor satu, Swiss membuat Kanada, Jerman, Inggris dan Jepang berada di bawahnya.

KabarPenumpang.com merangkum dari laman traveller.com.au (30/1/2018), bukan hanya indah, di Swiss tidak ada sampah yang tergeletak atau tersebar di jalanan. Kereta berjalan tepat pada waktunya dan penduduk sekitar memperlakukan pelancong sebagai mana mestinya dengan kesopanan mereka.

Kereta di Swiss (flickr.com)

Namun, hal-hal tersebut menjadi salah satu yang menyenangkan di Swiss dan banyak pelacong yang ingin kembali lagi. Ini dikarenakan beberapa tempat yang ada di kota-kota negara Swiss berubah menjadi pusat seni alternatif dan sebuah surga kontra budaya di negara yang terlihat cukup beragam dalam kebudayaannya.

Menikmati Swiss tak lupa menaiki balon udara, dimana pelancong bisa menikmati keindahan alam Swiss dari atasnya. Tak hanya itu, untuk mendapat pengalaman lainnya, pelancong bisa menaiki kereta malam di Alpiglen sebuah desa kecil di pegunungan dekat Grindelwald.

Baca juga: Dengan Lokomotif Otonom, Swiss Federal Railway Siap Naikkan ‘Kasta’ Armadanya

Dalam perjalan kereta ini, Anda bisa menikmati restoran di dalam kereta yang hangat sambil meluncur menuju jalur Toboggan yang tertutup salju dalam kegelapan. Sedangkan untuk kembali ke Alpiglen Anda bisa menaiki kereta ini dengan jalan kereta menanjak.

Bandara Mana yang Paling Mudah untuk Pilot Lepas Landas dan Mendarat?

Secara umum, pilot dengan lisensi yang sama memiliki cukup skill untuk menerbangkan pesawat. Kendati begitu, pengalaman, tekad, passion, dan keinginan untuk terus belajar menjadikan skill masing-masing pilot berbeda satu sama lain. Kendati begitu, saat menerbangkan pesawat, dalam hal ini lepas landas dan mendarat, ada satu bandara yang semua pilot sepakat itu mudah dilewati. Bandara manakah?

Baca juga: Kenapa Runway Tidak Dibuat Lebih Panjang Agar Tak Terjadi Kecelakaan?

Kecelakaan pesawat di landasan pacu (runway) sering kali terjadi, baik saat take off maupun saat landing. Tak sedikit dari kecelakaan tersebut berupa overrun atau tergelincir hingga melewati aspal runway dan banyak kecelakaan lainnya.

Runway bandara memegang peranan penting dalam sebuah penerbangan. Tanpa runway, bisnis penerbangan tak akan perjalanan. Landasan pacu sendiri merupakan sebuah garis lurus untuk pesawat lepas landas dan mendarat.

Di dunia, ukuran runway berbeda-beda tergantung kebutuhan. ICAO sendiri sudah mengatur dan mengklasifikasikan runway dalam empat golongan atau kode (code).

Code number 1 panjang landasan pacu kurang dari 800 meter. Code number 2, panjang landasan pacu antara 800 meter sampai 1.200 meter. Code number 3, panjang landasan pacu mulai dari 1.200 meter sampai 1.800 meter.

Code number 4, panjang landasan pacu mulai dari 1.800 meter sampai 1.900 meter. Terakhir, runway dengan kode nomor 6 memiliki panjang landasan pacu mulai dari 1.900 atau lebih hingga 4.200 meter.

Pada umumnya, landasan pacu pesawat komersial memiliki panjang mulai dari 2.438 meter (8.000 kaki) sampai 3.962 meter 913 ribu kaki).

Sebagaimana panjang dan lebarnya, masing-masing code number landasan pacu memiliki runway strip, mulai empat, enam, delapan, 12, sampai yang terbanyak 16 strip atau garis di ujung runway.

Saat ini, runway terpanjang di dunia ada di Bandara Qamdo Bangda, Tibet, dengan panjang mencapai 5.500 meter atau 5,5 km. Di sana, sejauh ini belum pernah terjadi insiden overrun ataupun overshoot (keluar landasan pacui), salah satunya karena memiliki runway yang panjang. Namun, apakah bandara tersebut disepakati nyaris seluruh pilot sebagai bandara yang ramah untuk dilakukan take off dan landing?

Menurut salah satu pengguna Quora, bandara yang ramah untuk pilot lepas landas dan mendarat adalah Bandara Edward Air Force atau Edward Air Force Base. Tak main-main, di sini landasan pacu-nya dua kali lipat dari Bandara Qamdo Bangda, yaitu sejauh 12,1 km dan menjadi landasan pacu (runway) terpanjang di dunia.

Edward Air Force Base terletak di gurun pasir California, Amerika Serikat (AS). Selain runway-nya panjang, letaknya di tengah gurun tanpa ada bangunan tinggi ataupun lautan juga memudahkan pilot lepas landas dan mendarat.

Dahulu, landasan pacu sepanjang itu ditujukan untuk mendukung space shuttle atau pesawat ulang-alik lepas landas. Tak seperti pesawat pada umumnya, pesawat ulang-alik hanya memiliki satu kesempatan lepas landas. Begitu juga dengan mendarat, tidak ada kesempatan untuk touch and go.

Baca juga: Yang Tiada Duanya dari Bandara Don Mueang Bangkok, Ada Lapangan Golf di Antara Dua Runway

Begitu menyentuh landasan saat mendarat, pesawat harus berhenti dan tidak bisa kembali terbang seperti pesawat sipil. Itu kenapa landasan dibuat sangat panjang semata agar pesawat ulang-alik bisa berhenti di atas aspal, bukan tergelincir ke padang pasir.

Pada prinsipnya, selama runway-nya panjang, tidak banyak bangunan tinggi di sekitar bandara, terletak di ketinggian normal, dan cuaca yang relatif stabil, bandara manapun dengan kriteria itu pasti mudah untuk pilot melakukan lepas landas dan mendarat.

4 Tantangan Pesawat Berbahan Bakar Hidrogen, Nomor 1 Tak Terbayang

Sektor dirgantara global menargetkan taun 2050 seluruh pesawat sudah bebas emisi atau  zero karbon dioksida berkat penggunaan energi atau bahan bakar berkelanjutan. Salah satunya adalah hidrogen. Kendati terpilihnya hidrogen sudah melalui riset panjang, sejumlah tantangan tetap menghadang pengembangan pesawat hidrogen. Sedikitnya ada 4 tantangan, apa saja?

Baca juga: Airbus Mulai Kerjakan Tangki Bahan Bakar Hidrogen Pesawat, Boeing Panas-Dingin

1. Tangki bahan bakar disebut lebih besar dari badan pesawat

Di sela-sela gelaran Dubai Air Show pada tahun 2021, CSO Chris Raymond membeberkan alasan Boeing tidak menjadikan hidrogen sebagai bahan bakar bebas emisi di masa depan.

Menurutnya, sekilas hidrogen memang sangat menarik untuk dijadikan bahan bakar pesawat, termasuk juga kendaraan darat dan laut, di masa depan. Sebab, hidrogen lebih ringan dari bahan bakar fosil dan tidak menghasilkan emisi karbon melainkan hanya berupa uap air sebagai sisa pembakaran. Tak hanya itu, energi hidrogen juga 2,5 kali lebih besar per kilogram dari minyak tanah.

Tantangannya adalah, hidrogen tidak bisa langsung digunakan ketika diproduksi. Ia harus didinginkan dan dikompresi sebelum bisa dijadikan bahan bakar. Sudah begitu, tingkat kerapatannya yang butuk membuat volume pesawat empat kali lebih banyak dibanding bahan bakar jet.

Baca juga: Alasan Boeing Pesimis Hidrogen Sebagai Bahan Bakar: Tangki Bahan Bakar Lebih Besar dari Kabin

Karenanya, lanjut Chris, bahan bakar hidrogen membutuhkan sistem pendingin dan tangi penyimpanan bahan bakar yang besar. Saking besarnya, bukan tak mungkin tangki bahan bakar pesawat hidrogen lebih besar dibanding kabin penumpang, sesuatu yang agaknya tidak cukup efisien dari segi desain dan pada akhirnya bisa saja itu tidak begitu menarik untuk maskapai.

2. Transport dan pengisian bahan bakar

Hidrogen meleleh dari padat menjadi cair pada -259 derajat celcius dan mendidih menjadi gas pada -253 derajat celcius. Kondisi paling ideal untuk menyimpan dan menggunakan hidrogen adalah keadaan cair. Mencairkan hidrogen menghabiskan hampir seperempat energinya, mengurangi efisiensi keseluruhan sistem berbasis hidrogen.

Tidak hanya penting untuk mengontrol suhu, tetapi juga untuk mencegah kebocoran pembukaan selama penyimpanan, pengangkutan, dan pengisian bahan bakar. Jika suhu melebihi -253 derajat celcius, lapisan gas hidrogen dapat terbentuk di dalam tangki. Selama pengisian bahan bakar, gas hidrogen dapat hilang karena penguapan.

Baca juga: Airbus Bangun Stasiun Produksi dan Distribusi Hidrogen Rendah Karbon di Bandara Toulouse

3. Proses pembakaran

Selama ini gas alam diketahui paling cepat terbakar. Nyatanya, hidrogen jauh lebih cepat. Karenanya, butuh sistem pengontrol pembakaran atau kontrol pembakaran aktif akan konsumsi energi tetap efektif dan efisien.

4. Infrastruktur dan rantai pasokan

Di antara sikap pesimis Boeing terhadap penggunaan bahan bakar hidrogen sebagai solusi bahan bakar berkelanjutan bebas emisi karbon di pesawat adalah rantai pasokan dan infrastruktur. Boeing diketahui sudah sejak tahun 2008 silam mengembangkan bahan bakar hidrogen untuk pesawat. Namun, rantai pasokan selalu menjadi kendala saat itu massif digunakan.