Jalur Kereta Terpendek di Dunia, Ternyata ada di Vatikan

Menjadi negara mungil di tengah kota Roma di Italia, Vatikan ternyata punya jalur kereta api dan baru tahun 2015 lalu dibuka untuk umum. Tak kalah mungil dengan negaranya yang punya luas hanya 44 hektar, jalur kereta api di Vatikan memiliki panjang 1,27 km dan menjadi jalur kereta terpendek di dunia. Meski begitu, jalur kereta ini cukup tersembunyi yakni berada di balik kemegahan Basilika Santo Petrus yang di apit oleh patung-patung Santo yang disucikan.

Baca juga: Stasiun Goathland, Jadi Tersohor Berkat Film Harry Potter

Selain itu, letaknya pun dibawah wisma yang menjadi kediaman Paus Fransiskus. Dirangkum KabarPenumpang.com dari independent.co.uk, ternyata jalur kereta ini merupakan penghubung satu-satunya stasiun di tengah Vatikan dengan stasiun lain dibalik tembok Vatikan.

Kereta Paus di Vatikan (Detik Travel)

Stasiun Vatikan sendiri dibalut dengan marmer, kereta dari stasiun ini akan mengangkut pelancong menuju ke Castel Gandolfo di Perbukitan Alban yang merupakan istana tempat peristirahatan Paus Fransiskus. Untuk diketahui, jalur kereta ini pertama kali dibuka untuk umum pada September 2015 lalu dan para pelancong yang tengah mengunjungi Vatikan bisa ikut tur naik kereta api menuju berbagai destinasi.

Tur kereta ini sendiri menghubungkan beberapa destinasi favorit pelancong di Vatikan maupun di Roma selain ke istana Paus Fransiskus di Castel Gandolfo. Sepanjang jalur kereta, pelancong tidak akan merasa bosan sebab, pemandangan indah seperti taman bunga dan lahan pertanian menemani perjalanan.

Castel Gandolfo yang merupakan tempat kediaman Paus Fransiskus berada di kaldera purba tepatnya di atas Danau Albano. Selain istana, observatorium, serta vila warisan Kaisar Diocletian, kota ini menampung kebun seluas 25 hektar.

Kegiatan disini terbagi dalam tiga bagian, yang pertama adalah ziarah spiritual menyelami kisah Takhta Suci dan bertamu ke apartemen pribadi Paus. Kedua, ke vila Diocletian dan yang terakhir, wisata kebun untuk melihat sejumlah tanaman eksotis, salah satunya sebatang pohon zaitun pemberian Raja Hussein dari Yordania.

Castel Gandolfo juga merekam episode sejarah yang menyentuh. Semasa Perang Dunia II, Paus Pius XI melindungi 12.500 pengungsi di sini, serta menyulap kamar tidur pribadinya menjadi bangsal bersalin di mana 35 bayi dilahirkan. Seperti yang mudah dibayangkan, kediaman Paus didesain elegan.

Interiornya ditaburi benda yang sarat cerita, mencakup ornamen, perabot antik, serta perlengkapan upacara seperti kain dan tandu yang dulu dipakai untuk mengangkut Paus. Dari kamar tidur Paus, kita bisa mengintip Kota Roma dan Laut Mediterania di kejauhan. Selain petilasan sakral, Castel Gandolfo menawarkan kenikmatan duniawi.

Baca juga: Napoli Centrale Railway Station, Salah Satu Gerbang Pelancong Menuju Pulau Capri

Di kedai wine (fiaschetteria) seperti Frascati dan Marino, wine putih dan merah bisa dinikmati cukup dengan memutar keran. Nektar ini biasanya dipadankan dengan porchetta, daging babi tanpa tulang yang dipanggang perlahan dan galibnya disantap bersama roti hangat. Makanan khas Roma ini mudah ditemukan di restoran dan pasar.

Tur kereta api Vatikan ini dimulai pada pukul 08.30 pagi waktu setempat dan berakhir di stasiun San Pietro pada pukul 18.00 waktu Italia. Tiket tur kereta api selama seharian di Vatikan ini sudah termasuk tiket masuk gratis ke dalam Museum Vatikan dan tur kereta ini diadakan seminggu sekali.

Apakah Landasan Pacu Bandara Satu Arah atau Bisa Mendarat dan Lepas Landas di Kedua Ujungnya?

Landasan pacu (runway) di bandara memegang peranan penting dalam sebuah penerbangan. Tanpa runway, bisnis penerbangan tak akan perjalanan. Landasan pacu sendiri merupakan sebuah garis lurus untuk pesawat lepas landas dan mendarat. Mengingat ada dua ujung pada runway, banyak yang bertanya, apakah pesawat bisa mendarat dan lepas landas di kedua ujungnya?

Baca juga: Jangan Kaget, Ini Bandara dengan Jumlah Runway Terbanyak di Dunia

Di dunia, ukuran runway berbeda-beda tergantung kebutuhan. ICAO sendiri sudah mengatur dan mengklasifikasikan runway dalam empat golongan atau kode (code).

Code number 1 panjang landasan pacu kurang dari 800 meter. Code number 2, panjang landasan pacu antara 800 meter sampai 1.200 meter. Code number 3, panjang landasan pacu mulai dari 1.200 meter sampai 1.800 meter.

Code number 4, panjang landasan pacu mulai dari 1.800 meter sampai 1.900 meter. Terakhir, runway dengan kode nomor 6 memiliki panjang landasan pacu mulai dari 1.900 atau lebih hingga 4.200 meter.

Pada umumnya, landasan pacu pesawat komersial memiliki panjang mulai dari 2.438 meter (8.000 kaki) sampai 3.962 meter 913 ribu kaki).

Sebagaimana panjang dan lebarnya, masing-masing code number landasan pacu memiliki runway strip, mulai empat, enam, delapan, 12, sampai yang terbanyak 16 strip atau garis di ujung runway.

Seperti dilansir Quora, setelah runway strip, biasanya akan ada angka. Banyak juga yang bertanya apa arti angka di ujung runway? Disebutkan, angka tersebut merujuk pada arah kompas. Ini menggambarkan berada di posisi berapa derjat runway tersebut.

Tak cukup sampai di situ, agar lebih mudah, angka terakhir pada runway (bila mengikuti arah kompas, misalnya 270 derajat) dihilangkan.

Baca juga: Ada Strip Putih di Ujung Runway, Inilah Fungsi dan Artinya

Sebagai contoh, bila runway tepat berada di posisi timur dan barat di kompas, itu berarti angka pada ujung runway tertulis 09 dan 27 atau 90 derajat berarti timur dan 270 derajat berarti barat di kompas.

Meski kedua ujung runway diberi strip dan diberi angka, bukan berarti seluruh landasan pacu bisa dibuat dua arah.

Menurut pilot senior, Mark Hilsen, tidak ada hubungan angka pada ujung runway dengan penggunaan kedua ujung runway untuk mendarat dan lepas landas.

Umumnya, pesawat lepas landas dan mendarat menuju ke arah yang sama. Tidak lazim pesawat lepas landas dan mendarat dari arah yang berlawanan. Ini dilakukan untuk menghindari tabrakan dua pesawat.

Mengingat kedua ujung runway bisa digunakan untuk mendarat dan lepas landas, biasanya ke arah mana pesawat lepas landas dan mendarat ditentukan oleh arah angin dan wewenang itu ada di ATC.

Menjawab pertanyaan di awal, apakah kedua ujung landasan pacu bisa untuk pesawat mendarat dan lepas landas?

Baca juga: Apakah Seluruh Pesawat Bisa Mendarat di Bandara Manapun?

Secara umum, bisa, kecuali di bandara tertentu seperti Bandara Couchevel, di Pegunungan Alpen, Perancis, yang salah satu ujung runway-nya berhadapan dengan jurang. Karenanya, dalam kondisi ini, yang paling mungkin adalah pesawat lepas landas dari arah (katakanlah timur), pesawat lainnya mendarat dari arah sebaliknya.

Akan tetapi, bila kondisi runway bandara tidak demikian, pesawat bisa lepas landas dan mendarat di kedua ujungnya, dengan catatan, lepas landas dan mendarat tetap menuju ke arah yang sama untuk menghindari tabrakan.

Kurangi Polusi Suara dan Emisi CO2, Bandara Schiphol Pangkas Frekuensi Penerbangan di 2023, KLM Terdampak

Maskapai nasional Belanda, KLM berpotensi menghentikan lebih dari tiga puluh tujuan dari jaringannya jika Pemerintah Negeri Kincir Angin melanjutkan rencananya untuk memberlakukan pembatasan pergerakan “Green Cap” di Bandara Schiphol Amsterdam untuk meminimalkan polusi suara dan emisi CO2.

Baca juga: Bandara Schipol Jadi Satu-satunya di Dunia yang Masih Operasikan Garbarata Ganda

Dikutip dari EX-YU Aviation News, layanan ke Beograd (Serbia) dan Zagreb (Kroasia) termasuk di antara yang terpilih untuk dihentikan bersama dengan kota-kota seperti Istanbul (Turki), Porto (Portugal) dan Tel Aviv (Israel). Rute jarak menengah dan jarak jauh juga akan dipangkas. Secara total, 25 rute yang diusulkan akan berada di Eropa.

Sebagai langkah awal, KLM telah mengurangi separuh penerbangan yang direncanakan ke Beograd dan Zagreb pada musim dingin yang akan datang dari dua kali setiap hari menjadi setiap hari, meskipun pengurangan ini terkait dengan pembatasan yang sedang berlangsung yang telah diperkenalkan Bandara Schiphol karena kekurangan staf.

Pemerintah Belanda telah merinci perubahan yang secara efektif akan membatasi Schiphol hingga maksimum 440.000 pergerakan penerbangan per tahun mulai November 2023. Ini menandai pengurangan yang signifikan dari batas 500.000 pergerakan saat ini, serta membalikkan rencana sebelumnya yang akan memungkinkan pertumbuhan menjadi 540.000 pergerakan, yaitu 20 perse di atas batas yang direncanakan.

Terkait hal tersebut, KLM telah memohon kepada parlemen Belanda untuk membalikkan batas kapasitas yang direncanakan. Maskapai ini berbicara tentang “kerusakan signifikan” pada jaringannya, sebagian karena perusahaan harus menangani penumpang transfer yang terbang dari Asia melalui Schiphol ke tujuan lain di Eropa.

“Dalam beberapa tahun terakhir, kami telah menambahkan koneksi unik untuk membuat operasi Eropa menguntungkan dan membuat KLM sehat secara finansial”, kata maskapai itu. Menurut KLM, penyusutan ini tidak perlu karena pembaruan armada menghasilkan output yang lebih baik untuk pengurangan kebisingan dan emisi.

Baca juga: Bersiap Gelar 5G, Bandara Internasional Schipol Hadirkan Jaringan Seluler Indoor Terpadu

Mengganti pesawat lama dengan pesawat yang lebih hemat bahan bakar dapat mengurangi kebisingan hingga setengahnya pada tahun 2030. Pesawat yang lebih baru juga akan mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi CO2 sebesar 15 persen.

[Update Terbaru] 39 Negara ini Bebas Visa Bagi Pemegang Paspor Indonesia

“Negara bebas visa”, sampai saat ini masih menjadi target buruan para pelancong Indonesia yang ingin menikmati liburan di luar negeri tanpa perlu merogok kocek untuk pengurusan visa. Tapi perlu diketahui, kebijakan “bebas visa” adalah urusan bilateral antar dua negara, sehingga perkembangannya akan dinamis, jadi belum tentu negara A akan selalu memberikan bebas visa untuk WNI.

Baca juga: Indonesia Menjadi Negara Pertama Mendapatkan Bebas Visa ke Uzbekistan

Nah, berikut adalah update terbaru negara-negara yang memberlakukan bebas visa bagi pemegang paspor Indonesia. Dikutip dari henleyglobal.com, berdasarkan Global Mobility Report 2022 Q3, untuk saat ini total ada 39 negara yang memberikan bebas visa kepada WNI. Jumlah 72 negara tentu saja masih jauh dari 193 negara yang bisa diakses oleh paspor Jepang, yang ada di peringkat pertama. Meski begitu, jumlah 39 negara bebas visa yang bisa dikunjungi orang Indonesia tanpa visa tetap jumlah yang lumayan.

Dan berikut adalah ke-39 negara yang dimaksud dan lamanya (durasi) Anda dapat tinggal di negara itu sebagai pelancong.

Asia
Brunei – 14 hari
Kamboja – 30 hari
Hong Kong – 30 hari
Kazakhstan – 30 hari
Laos – 30 hari
Makau – 30 hari
Malaysia – 30 hari
Myanmar – 14 hari
Filipina – 30 hari
Singapura – 30 hari
Thailand – 30 hari
Timor Leste – 30 hari
Uzbekistan – 30 hari
Vietnam – 30 hari
Qatar – 30 hari
Oman – 10 hari
Tajikistan – 30 hari

Eropa
Belarusia – 30 hari, harus datang dan pulang dari Minsk International Airport, dan tidak terbang dari atau ke Rusia. Wajib memiliki tiket pulang dalam waktu 30 hari dan asuransi senilai setidaknya €10.000
Serbia – 30 hari

Amerika
Bermuda – Tanpa batasan waktu
Brasil – 30 hari
Chile – 90 hari
Kolombia – 90 hari, bisa diperpanjang menjadi 180 hari dalam kurun waktu 1 tahun
Ekuador – 90 hari, bisa diperpanjang. Maksimal 60 hari di Galapagos
Guyana – 30 hari
Peru – 183 hari
Barbados – 90 hari
Dominika – 21 hari
Haiti – 90 hari
St. Vincent dan Grenadine – 30 hari

Afrika
Gambia – 90 hari, harus meminta entry clearance terlebih dahulu melalui Imigrasi Gambia
Mali – 30 hari
Maroko – 90 hari
Namibia – 30 hari
Rwanda – 90 hari

Baca juga: Khusus ke Pulau Jeju, Bertandang ke Korea Selatan Memang Tak Perlu Visa 

Oseania
Kepulauan Cook – 31 hari
Fiji – 120 hari
Micronesia – 30 hari
Niue – 30 hari

Paspor Baru dengan Masa Berlaku 10 Tahun, Biaya Belum Naik Tapi Ada Syaratnya!

Mulai 12 Oktober 2022, menandai berlakunya layanan baru bagi pembuatan Paspor oleh Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM RI, dimana telah ditetapkan masa berlaku paspor baru adalah 10 tahun, menggantikan masa berlaku paspor sebelumnya yang 5 tahun. Penerapan masa berlaku paspor baru ini didasarkan pada Pasal 2A Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI (Permenkumham) Nomor 18 tahun 2022 yang diundangkan di Jakarta pada Kamis, 29 September 2022.

Baca juga: Warga Sipil Punya Dua Paspor, Inilah yang Unik dari Rusia

Bagi penikmat perjalanan internasional, ketetapan baru ini jelas menjadi angin segar, apalagi untuk biaya pembuatan paspor baru ini tidak dikenakan tambahan, alias tidak ada kenaikan biaya. Dikutip dari siaran pers imigrasi.go.id, disebutkan mengenai biaya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) paspor sedang dalam pembahasan dengan melibatkan stakeholder terkait, yang artinya masih ada kemungkinan untuk penyesuaian biaya dalam waktu dekat.

Namun, untuk saat ini warha masih akan membayar biaya yang sama dengan sebelumnya, yaitu Rp350.000,- untuk paspor biasa nonelektronik dan Rp650.000,- untuk paspor biasa elektronik.

Untuk dapat menikmati paspor dengan masa berlaku 10 tahun ada syaratnya, yaitu WNI yang telah berusia 17 tahun atau sudah menikah. Selain kategori tersebut, paspor diberikan untuk jangka waktu 5 tahun. Dan perlu dicatat, masa berlaku paspor 10 tahun tidak berlaku terhadap paspor yang terbit sebelum tanggal diimplementasikannya Permenkumham 18/2022.

Baca juga: Paspor Terkuat di Dunia Tahun 2021, Wakil Asia Jepang-Singapura-Korsel Urutan Teratas!

Khusus bagi Anak Berkewarganegaraan Ganda (ABG), masa berlaku paspor juga akan menyesuaikan dengan jangka waktu hingga sang anak diwajibkan memilih kewarganegaraannya. Sebagai contoh, apabila usia ABG adalah 18 (delapan belas) tahun saat penggantian paspor, maka masa berlaku paspor menjadi 3 tahun atau hingga Ia menginjak usia 21 tahun. Usia tersebut merupakan batas maksimal ABG untuk menentukan kewarganegaraannya.

Badan Pesawat Airbus A320 Lufthansa Disulap Jadi Lukisan, Harganya Selangit

Banyak cara yang dilakukan Lufthansa dalam memanfaatkan pesawat purna tugasnya menjadi barang bernilai, salah satunya lukisan. Lukisan dari badan pesawat Airbus A320 maskapai tersebut bahkan dihargai sangat tinggi, mencapai Rp1,1 miliar.

Baca juga: Percaya atau Tidak? Airbus A320 Lufthansa Dijual Rp429 Ribu!

Lukisan tersebut tentu saja tidak dibuat oleh kru maskapai penerbangan nasional Jerman itu, melainkan bermitra dengan salah satu pelukis kenamaan dunia kelahiran Inggris, Sacha Jafri.

Awal tahun ini, Jafri, yang saat ini berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab, mengadakan pameran lukisan di helipad Burj Khalifa. Pameran ini dikuratori oleh Marcus Schäfer asal Jerman dan diberi nama The Art Maze dan mengusung tema “Reconnecting Humanity” dimana lukisan-lukisan menampilkan sekitar 12 situs Warisan Dunia UNESCO di seluruh dunia.

12 lukisan tersebut bukan lukisan sembarangan melainkan kanvasnya berasal dari badan pesawat Airbus A320 yang sudah purna tugas.

Jafri, yang memegang Guinness World Record untuk kategori lukisan di atas kanvas terbesar di dunia, “The Journey of Humanity”, menyatakan, “Bagian-bagian ini yang sebelumnya telah berkeliling dunia, kini diberi kehidupan baru sebagai sebuah karya seni”.

“Di dunia di mana metaverse menjadi lebih menjadi kenyataan, dan di mana kehidupan online dan fisik terintegrasi sepenuhnya, proyek ini adalah tentang menghubungkan kembali Kemanusiaan dengan keindahan yang mengelilingi kita, dalam dunia alami kita, dengan membangun kembali hubungan dengan warisan dan sejarah budaya kita,” tambahnya.

Dilansir Simpel Flying, badan pesawat Airbus A320 yang dibongkar memiliki registrasi D-AIPR atau “Kaufbeuren”. Pesawat ini mulai masuk ke tahun layanan bersama Lufthansa sejak tahun 1999. Setelah puluhan tahun, pesawat akhirnya dipensiunkan pada Maret 2020 lalu dan disimpan di kuburan pesawat di Teruel, Spanyol.

Badan pesawat, tepatnya di atas jendela, kemudian dipotong-potong seukuran pintu pesawat dan dijadikan kanvas oleh Sacha Jafri. Seluruh lukisan tersebut telah ditandatangani olehnya dan dilengkapi dengan sertifikat keaslian.

Baca juga: Boeing Jual Furniture dari Suku Cadang Asli Pesawat 747 hingga F-4 Phantom! Segini Harganya

Mengingat tingkat kesulitan, kanvas spesial tempat melukis, dan nama besar sang pelukis, tak heran bila satu lukisan tersebut dihargai sangat mahal, mencapai US$72.882 atau sekitar Rp1,1 miliar.

Selain versi mahal, ada juga versi murah yang dijual Sacha Jafri dan Lufthansa. Bedanya, lukisan versi murah tersebut hasil cetakan, bukan lukisan handmade. Itu dijual seharga US$5.830 atau Rp80 juta. Perbedaan lainnya dengan versi mahal, kanvas versi budget ini miles-nya hanya 1.650.000, jauh dibanding versi mahalnya yang mencapai 20.625.000 mil.

Apakah Pilot Dibayar Maskapai Selama Layover dalam Penerbangan Internasional?

Penerbangan internasional sangat menarik bagi pilot. Alasannya, apalagi kalau bukan kesempatan healing di berbagai negara tujuan selama layover (singgah). Meski begitu, bila tak sangguh mengatur keuangan, layover bisa-bisa jadi momok karena membuat kantong jebol. Tapi sebetulnya, selama layover, apakah pilot dibayar oleh maskapai?

Baca juga: Terungkap! Walau Maskapai Krisis Keuangan, Gaji Pilot Tetap Selangit 

Penerbangan jarak jauh (internasional flight) dan penerbangan jarak pendek (domestik flight), di mata pilot, memiliki kelebihan dari kekurangan masing-masing.

Dari segi pengalaman, penerbangan jarak jauh lebih menarik bagi pilot. Selain dibayar jauh lebih besar dibanding pilot lain di penerbangan jarak pendek, pengalaman baru, bertemu orang baru dengan latar belakang berbeda, serta kesempatan untuk liburan ke destinasi wisata favorit di banyak negara menjadi daya tarik dan nilai lebih tersendiri untuk pilot penerbangan jarak jauh.

Sudah begitu, dari jam kerja, biasanya pilot penerbangan jarak jauh memiliki waktu istirahat lebih lama dibanding pilot pada penerbangan jarak pendek.

Meski demikian, jarak yang terlampau jauh dan perbedaan zona waktu pada umumnya membuat penerbangan jarak jauh lebih melelahkan dibanding penerbangan jarak pendek.

Yang paling menarik dari penerbangan jarak jauh tentu adalah bayaran yang didapat. Disebutkan, pilot jarak jauh dibayar berkisar US$125.000 hingga US$250.000. Sedangkan pilot jarak pendek dibayar antara US$100.000 sampai US$200.000.

Pilot penerbangan internasional mendapat bayaran lebih besar tentu wajar. Selain lebih berisiko, pilot juga harus merogoh kocek pribadi untuk makan-minum dan beraktivitas (kecuali penginapan) selama menunggu penerbangan kembali ke bandara asal dan tidak dibayar. Jadi, pilot tidak dibayar selama layover karena pilot dibayar berdasarkan jam penerbangan. Malah harus mengeluarkan kocek tambahan.

Selain dari gaji atau bayaran yang lebih besar, pilot sebetulnya bisa menggunakan bayaran lain selama layover sehingga tidak membuat gaji pokoknya habis begitu saja.

Pilot memang mempunyai banyak macam bayaran (gaji), mulai dari pilot pay rigs, trip rig pay, duty rig pay, block rig pay, determining pay earned based on pilot pay rigs, work rules effect on pay, paid time of within the rig system, pilot employer operations and quality of life, hingga pilot per diem day.

Baca juga: Fenomena Aneh Pramugari Pakistan, Manfaatkan ‘Layover’ untuk Kabur dan Minta Suaka di Negara Maju 

Dalam konteks penerbangan internasional selama layover, pilot, menurut pengguna Quora, Randy Duncan, mendapat bayaran per diem day atau sejenis tunjangan makan selama layover. Umumnya, menurut Randy, yang juga seorang pilot maskapai di AS itu, pilot per diem day sebesar US$3 per jam. Bila layover selama 75 jam, tinggal dikalkulasi saja.

Banyak yang bertanya, apa yang dilakukan pilot selama layover di penerbangan internasional? Jawabannya sangat sederhana, tergantung hobi pilot. Dengan bayaran sebesar itu (US$125.000 hingga US$250.000), mereka bisa melakukan apapun selama layover, traveling ke destinasi favorit, kulineran, wisata religi, dan sebagainya.

Kokpit Pesawat Cukup Tinggi dari Ground, Bikin Pilot Sulit Lihat Runway? Ini Jawabannya

Dari kejauhan, pesawat tampak tidak terlalu besar dan tinggi. Tetapi bila dilihat dari dekat, apalagi ada pembandingnya, seperti mobil, barulah kentara bahwa pesawat berukuran sangat besar. Terlebih pesawat widebody semisal Airbus A380. Selain besar juga memiliki tinggi mencapai 24,1 meter atau 10,8 meter dari ground ke badan pesawat.

Baca juga: Kenapa Kokpit Airbus A380 Usung Konsep Lower Deck yang Justru Jadi ‘Senjata Makan Tuan’? Ini Jawabannya

Dengan tinggi tersebut, banyak pihak yang mempertanyakan, kenapa kokpit pesawat terletak cukup tinggi dari ground (daratan) dan kenapa kokpit tidak ditempatkan di bagian bawah dekat moncong pesawat sehingga memudahkan pilot melihat runway?

Sebelum menjawab itu, terkait tinggi, secara keseluruhan Airbus A380 memang lebih tinggi dibanding Boeing 747, baik diukur dari ground ke ujung vertical stabilizer maupun dari ground ke badan pesawat bagian atas. Queen of the Skies diketahui hanya memiliki tinggi masing-masing 19.3 meter dan 10.2 meter.

Namun bila dilihat dari posisi kokpit, Boeing 747, yang mengusung konsep high deck cockpit, lebih tinggi mencapai 8,7 meter dari ground atau tarmac, jauh di atas kokpit Airbus A380 di ketinggian 7,2 meter.

Meski masih di bawah Boeing 747, sebagian kalangan menganggap kokpit di ketinggian 7,2 meter masih terlalu tinggi dan menyulitkan pilot untuk melihat runway atau titik-titik blind spot lain di sekitar pesawat.

Menurut seorang engineer, Andy Duffell, pendapat yang menyebut kenapa kokpit pesawat besar (widebody) lebih ke bawah lagi agar bisa melihat runway dengan jelas keliru.

Faktanya, dari ketinggian sekitar 7,2 meter di kokpit Airbus A380, pilot dan kopilot masih bisa melihat dengan jelas runway (landasan pacu) saat final approach berjarak beberapa mil. Demikian juga dari ground, runway tetap terlihat dengan jelas.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa yang paling penting bagi pilot di kokpit adalah visibilitas atau pemandangan ke arah depan, bukan bagian bawah pesawat. Akan selalu ada titik blind spot, bukan hanya pada pesawat widebody melainkan juga pesawat narrowbody bahkan pesawat yang lebih kecil lagi.

Pola pikirnya adalah pada titik blind spot tersebut, bukan pesawat yang harus menghindari kendaraan yang kerap berlalu-lalang di tarmac, melainkan merekalah yang harusnya menghindari pesawat berbobot 300-500 ton.

Senada dengan Duffell, seorang pilot senior, John Chesire, mengungkapkan justru dalam situasi emergency, posisi kokpit yang berada cukup tinggi dari tarmac atau lebih tinggi dari moncong pesawat membawa banyak manfaat.

Baca juga: 10 Tombol Terpenting di Kokpit, Nomor 9 Paling Simpel dan Terkait dengan Penumpang

Tidak mungkin, lanjutnya, Kapten Sully bisa melakukan pendaratan belly landing di Sungai Hudson andai posisi kokpit berada lebih rendah dari yang saat itu ada.

Demikian juga insiden serupa, dimana nose landing gear atau roda pendaratan depan tidak keluar dari sarangnya untuk melakukan pendaratan darurat. Pilot waras pasti menginginkan posisi kokpit jauh lebih tinggi dari moncong pesawat.

Inilah Empat Rute Penerbangan Langsung Jarak Jauh yang Dominan Melintasi Daratan

Bagi sebagian orang, ada yang lebih nyaman dan merasa tenang jika menggunakan pesawat yang terbang dengan rute melintasi daratan. Alasannya tentu bisa beragam, namun dominan lebih pada urusan yang terkait keselamatan.

Baca juga: Habis Terbang Jarak Jauh, Apakah Pesawat Butuh Pendinginan Sebelum Lanjut Terbang Lagi?

Nah, terkait hal tersebut, tentu menjadi pertanyaan netizen, rute penerbangan langsung (direct flight) jarak jauh apakah yang paling dominan terbang di atas daratan? Dalam perspektif umum, terbang jarak jauh akan melibatkan terbang melintasi perairan atau lautan.

Meski tidak 100 persen berada di atas daratan, namun rute penerbangan langsung berikut ini dominan berada di atas daratan. Dari diskusi di forum quora.com, setidaknya ada empat rute internasional yang dapat memenuhi kriteria dominan terbang jarak jauh di atas daratan.

1. London – Bangkok (LHR-BKK) sejauh 5.958 mil tanpa penyeberangan samudera, meskipun Anda menyeberangi akan melinasi Selat Inggris atau Laut Utara, dan Laut Aral.

2. London – Hong Kong (LHR-HKG) sejauh 5.994 mil tanpa penyeberangan samudera, hanya Selat Inggris atau Laut Utara.

3. London – Cape Town (LHR-CPT) sejauh 5.995 mil hanya melintasi Mediterania, meskipun dekat dengan Pantai Barat Afrika di beberapa titik.

Baca juga: Dalam Penerbangan Jarak Jauh, Inilah yang Dilakukan Pilot untuk Mengatasi Jenuh

4. Los Angeles – Sao Paulo (LAX-GRU) di Brasil sejauh 6.156 mil pada dasarnya terbang menuruni tanah genting Amerika Tengah, tetapi melewati cukup banyak Teluk Meksiko atau Samudra Pasifik sehingga pada akhirnya mungkin menghabiskan lebih sedikit waktu di darat daripada yang lain .

Dear Penumpang, Naik Turkish Airlines Kini Bisa Nonton Bola Liga Champions UEFA Live di Pesawat

Turkish Airlines belakangan menyita perhatian akibat insiden penumpang WNI ngamuk di penerbangan rute Istanbul-Jakarta. Sebelumnya, maskapai nasional Turkiye (Turki) itu juga menyita perhatian publik usai menjadi maskapai pertama yang menjadi sponsor Liga Champions UEFA. Karenanya, tak heran bila kompetisi antar klub paling bergengsi di dunia itu bisa disaksikan live di pesawat Turkish Airlines.

Baca juga: WNI Serang Awak Kabin, Pesawat Turkish Airlines Istanbul-Jakarta Dialihkan ke Medan: Terancam Denda Rp100 Juta

“Kami senang dan bangga mengumumkan bahwa Turkish Airlines adalah sponsor resmi Liga Champions UEFA!,” kata maskapai dalam laman resminya.

“Sebagai Turkish Airlines, kami bersemangat untuk terbang ke kompetisi sepak bola paling bergengsi di dunia sebagai sponsor resmi Liga Champions UEFA. Membawa merek Turkish Airlines ke level baru, pertandingan Liga Champions UEFA akan disiarkan langsung di pesawat tertentu. Kami berharap dapat menawarkan penumpang penerbangan yang tak terlupakan!,” tambahnya.

Lebih lanjut, Turkish Airlines mengungkapkan bahwa siaran langsung pertandingan Liga Champions UEFA hanya bisa disaksikan di penerbangan tertentu. Ini tentu masuk akal mengingat siaran live tersebut hanya bisa disaksikan di layar In-flight entertainment (IFE) yang berada di seatback atau depan penumpang.

Teknisnya cukup mudah, penumpang hanya perlu menekan menu ‘Live TV’ di layar IFE dan akan terdapat pilihan beberapa siaran pertandingan Liga Champions Sport24 yang bisa disaksikan penumpang dari ketinggian 37 ribu kaki.

Ketua Dewan dan Komite Eksekutif Turkish Airlines, Prof. Ahmet Bolat, menyatakan, langkah ini diambil sebagai salah satu inovasi menatap perayaan 100 tahun berdirinya Republik Turkiye usai kekaisaran Turki Ottoman runtuh.

“Sebagai Flag Carrier Airline di negara kami, kami bangga dengan sponsor kami untuk Liga Champions UEFA, salah satu kompetisi olahraga terbesar di dunia. Dengan negara kami melebarkan sayapnya menuju peringatan 100 tahun Republik kami, kami membawa merek Turkish Airlines ke tingkat yang lebih tinggi,” jelasnya.

“Dengan sponsor ini, kami akan membawa merek Turkish Airlines ke seluruh dunia dan menyatukan seluruh dunia di Istanbul pada 10 Juni 2023. Kami percaya pada kekuatan pemersatu olahraga yang menyatukan budaya yang berbeda dan kami bertujuan untuk terus ambil bagian dalam turnamen terkemuka dunia,” ungkapnya.

Meski tak disebutkan, penyelenggaraan Final Liga Champions UEFA yang dijadwalkan pada 10 Juni 2023 di Stadion Olimpiade Istanbul Atatürk, Turkiye, juga menjadi dorongan utama Turkish Airlines menjadi sponsor Liga Champions.

Turkish Airlines bergabung dengan Heineken, PlayStation, PepsiCo, Mastercard, FedEx, Just Eat Takeaway.com, dan OPPO sebagai sponsor global resmi Liga Champions UEFA.

Baca juga: Intip Mewahnya Airbus A380 Emirates yang Digunakan Klub Bola Real Madrid

Sementara itu, lewat laman resminya, UEFA menyebut Turkish Airlines adalah maskapai pertama yang menjadi sponsor Liga Champions. Namun, bukan kerja sama pertama antara keduanya.

Turkish Airlines tercatat pernah bekerja sama dan menjadi maskapai pertama yang menjadi sponsor di kompetisi UEFA EURO 2016.