Tinggal di Boeing 727 Eks Raja Kapal Onassis, Pria Paruh Baya Rogoh Kocek US$370 Per Bulan

Seorang pria paruh baya harus membayar US$370 per bulan untuk tinggal di pesawat yang dibelinya seharga US$100.000. Alkisah, di awal tahun 70-an, Bruce Campbell membayar US$25.800 untuk 10 hektar tanah di Hillsboro, pinggiran kota Portland, Oregon.

Baca juga: Boeing 727 Bekas Japan Airlines Ingin Disulap Jadi Kantor ‘Terbang’

Insinyur kelistrikan, yang kini berusia 73 tahun itu mengatakan, mimpi besarnya dimulai ketika dia melihat boneyard (kuburan pesawat) di TV ketika Ia berusia 15 tahun. Dan saat itu Ia punya cita-cita ingin tinggal di salah satu pesawat tersebut.

Pada tahun 1999, Campbell memutuskan untuk mewujudkan mimpinya, tetapi Ia tidak tahu bagaimana melakukannya, jadi dirinya menyewa perusahaan penyelamat (salvage company) untuk mencarikannya sebuah pesawat.

Setelah berbulan-bulan mencari, perusahaan itu merekomendasikan Campbell, sebuah pesawat jet Boeing 727 berkapasitas 200 penumpang yang berukuran 1.066 kaki persegi dan beratnya sekitar 70.000 pon. Pesawat itu ditemukan di Yunani dan merupakan bagian dari sejarah Amerika di masa lalu.

Pesawat itu digunakan untuk mengangkut jenazah pemilik maskapai, Aristoteles Onassis, pada tahun 1975. Mendiang raja pelayaran Yunani-Argentina yang menikah dengan mantan Ibu Negara AS, Jacqueline Kennedy Onassis pada saat kematiannya.

Campbell membayar US$100.000 untuk pesawat itu, dan pesawat itu diterbangkan dari Yunani ke Oregon untuk mempersiapkannya agar Ia dapat mengambil kepemilikan. Setelah pesawat siap, kemudian pesawat ditarik ke tanah Campbell melalui jalan-jalan di pusat kota Hillsboro. Proses itu termasuk melepas mesin dan elemen lain yang membuat pesawat tidak bisa terbang lagi.

“Saat Anda tinggal dalam struktur seperti ini, Anda merasa sedikit lebih puas dengan hidup Anda,” katanya. “Dan jika Anda seorang insinyur, ilmuwan, atau siapa pun yang menghargai keanggunan dan keindahan teknologi kedirgantaraan, ini adalah tempat yang lebih bahagia untuk ditinggali.”

Dikutip dari cnbc.com, disebutkan Bruce Campbell menghabiskan sekitar US$15.000 dan waktu 2 tahun membuat pesawat menjadi rumah. Campbell menambahkan shower darurat, wastafel sementara, mesin cuci portabel, lemari es, dan gerobak layanan makanan dari pesawat lain yang berfungsi sebagai dapurnya.

Sebagai pengganti kompor, Campbell memiliki microwave dan oven pemanggang roti, yang jarang dia gunakan. Di sebelah area dapur, Campbell memiliki sofa futonnya, yang berfungsi ganda sebagai area tidurnya, dan meja kerja.

Pengeluaran bulanan untuk tinggal di pesawat itu adalah US$370, itu termasuk US$220 per bulan untuk pajak properti dan antara US$100 hingga US$250 per bulan untuk biaya pemakaian listrik.

Baca juga: Boeing 727 ini Berubah Jadi Penginapan Mewah di Tepi Pantai

Campbell menghabiskan sebagian besar waktunya bekerja untuk memulihkan sistem komputer lama dan mengajak orang-orang berkeliling ke rumah pesawatnya. Sekarang, Campbell menghabiskan waktunya memulihkan sistem komputer lama, memperbaiki sistem kelistrikan yang berbeda di pesawat, dan membiarkan orang datang dan berkeliling di pesawatnya.

Mungkinkah Mematikan dan Menghidupkan Kembali Mesin Pesawat di Tengah Penerbangan?

Sejarah mencatat beberapa penerbangan di dunia pernah mengalami insiden mesin pesawat mati di tengah penerbangan. Sebagian besar berakhir selamat dengan mendarat darurat. Sebagian kecil berakhir nahas. Namun, dalam kondisi normal, sebetulnya mungkinkah pilot mematikan dan menghidupkan kembali (me-restart) mesin di tengah penerbangan?

Baca juga: Mana yang Lebih Berbahaya Bagi Pesawat, Sayap Patah atau Kerusakan Mesin? 

Menurut Aircraft Engineer sekaligus Aircraft Systems Educator di Indian Institute of Technology, Kharagpur (IIT KGP), Krishna Kumar Subramanian, seperti dikutip dari Quora, pilot-kopilot sangat mungkin mematikan mesin pesawat di tengah penerbangan dan menghidupkannya kembali sebelum celaka.

Hanya saja, lanjutnya, perlu dicatat bahwa yang sesungguhnya terjadi bukanlah mematikan dalam artian men-stop mesin pesawat, tetapi mematikan mesinnya saja. Adapun rotor atau kipas dalam mesin tetap berputar. Ini mirip seperti kincir angin yang berputar dihempas angin. Istilah atas itu dikenal sebagai windmilling.

Dalam penerbangan sungguhan, pilot mustahil mematikan mesin pesawat dan menghidupkannya kembali tanpa alasan yang jelas. Sebab, andai itu dilakukan, pilot-kopilot yang melakukannya mungkin harus mencari tempat pekerjaan baru.

Akan tetapi, dalam keadaan darurat, pilot-kopilot masih ditoleransi untuk mematikan mesin dan menghidupkannya kembali sebagai bagian dari penanganan darurat.

Disebutkan, ada beberapa kondisi yang memungkinkan pilot-kopilot men-shutting down dan me-restart-nya kembali, mulai dari getaran pada mesin yang tidak mau hilang dan sangat bising sampai tekanan oli rendah.

Saat dua perumpamaan itu terjadi, prosedur standarnya ialah pilot tidak boleh me-restart mesin begitu saja. Panduan Penerbangan Pesawat (AFM) menjelaskan pilot harus melakukan “inflight start envelop” dan masih dalam penanganan itu pilot mencoba me-restart-nya dan beberapa berhasil dan lainnya tidak.

Penanganan tersebut dan berbagai kondisi darurat beserta solusinya akan dijalani pilot-kopilot saat sertifikasi pesawat baru atau sertifikasi tipe mesin baru. Dalam kaitannya dengan me-restart mesin, itu akan didemokan dan diedukasi kepada masing-masing regulator dengan ketinggian tertentu. Singkatnya, ada batasan ketinggian me-restart pesawat agar berhasil.

Meskipun terdengar mudah, layaknya menyalakan mesin kendaraan di darat yang hanya dengan menekan tombol start, pada pesawat kondisinya berbeda.

Baca juga: Bisakah Mesin Pesawat Jet Dihidupkan Tanpa Peran Awak Kokpit?

Terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan. Sudah begitu, seperti disebutkan di atas, me-restart pesawat harus dilakukan di ketinggian tertentu agar berhasil.

Karenanya, selama mesin pesawat mati dan pesawat belum mencapai ketinggian wajar untuk me-restart pesawat, pilot-kopilot harus bisa mengontrol diri dan emosi agar timing me-restart pesawat tepat. Bila tidak, mesin tidak akan kembali hidup dan di saat yang bersamaan pilot sudah kehilangan momentum untuk melakukan pendaratan darurat.

Sebelum Resmi Angkut Penumpang, China Eastern Lakukan Penerbangan Verifikasi COMAC C919 Selama 100 Jam

Sebelum melayani penerbangan komersial berjadwal, pesawat jet regional pertama Cina COMAC C919 yang telah diterima maskapai China Eastern Airlines (CEA), melakukam penerbangan verifikasi selama 100 jam untuk mengonfirmasi aspek keselamatan opersional pesawat. Jika tidak aral melintang, CEA akan menggunakan C919 untuk layanan komersial pada musim semi tahun depan (2023).

Baca juga: Berkah Zhuhai AirShow Cina, COMAC Terima Pesanan 330 Pesawat Made in China C919 & ARJ21

Meskipun C919 telah mendapatkan persetujuan awal dari Administrasi Penerbangan Sipil China – Civil Aviation Administration of China (CAAC), CEA masih akan melakukan penerbangan verifikasi tanpa penumpang untuk memastikan keselamatan operasional, keandalan pemeliharaan, dan berbagai kemampuan dukungan operasional dari pesawat model baru ini.

Pesawat C919 pertama untuk uji penerbangan 100 jam lepas landas, adalah pesawat dengan nomor penerbangan MU7801 pada pukul 13:25 Waktu Beijing (0525 GMT) dari Bandara Internasional Shanghai Hongqiao. Pesawat jet harus mendarat di Beijing, Chengdu, Xi’an, Haikou, Qingdao, Wuhan, Nanchang dan Jinan sebelum kembali ke tempat lepas landas.

Rutinitas ini akan berulang setiap hari selama uji terbang, bersamaan dengan seluruh proses pemeliharaan dan boarding. CEA mengatakan telah memilih 24 pilot dengan pengalaman yang tinggi dan keterampilan luar biasa sebagai pilot C919 gelombang pertama.

C919 China Eastern Airlines bernomor B-919A melakukan pelatihan penerbangan di Bandara Internasional Yangzhou Taizhou, Provinsi Jiangsu, Cina timur, 23 Desember 2022. /CFP

Setelah pengujian, perusahaan penerbangan akan mengajukan permohonan kepada CAAC untuk Spesifikasi Operasi guna mendapatkan persetujuan akhir untuk pengoperasian komersial pesawat C919.

CEA mengatakan C919 diharapkan beroperasi pada rute ke banyak kota di Cina, termasuk Shanghai, Beijing, Xi’an, Kunming, Guangzhou, Chengdu dan Shenzhen.

CEA menandatangani kontrak untuk membeli lima C919 pada Maret 2021 dalam kesepakatan komersial pertama untuk pesawat tersebut. Maskapai ini secara resmi menerima jet C919 pertama bernomor B-919A pada 9 Desember 2022. Empat pesawat yang tersisa akan dikirimkan secara berurutan dalam dua tahun ke depan berdasarkan rencana produksi dan pengiriman pemasok, menurut Wang Jian, sekretaris dewan CEA .

Baca juga: COMAC C919 Akhirnya Meraih Sertifikasi Kelaikan Udara, Bersiap Lawan Keluarga A320neo dan 737 Max

C919 adalah pesawat penumpang besar pertama buatan China yang dikembangkan oleh Commercial Aircraft Corporation of China (COMAC). Pesawat ini mendapat sertifikat kelaikan udara oleh CAAC pada akhir September 2022.

Volkner LaFerrari Carrier, Jadi Motorhome Termahal dengan Harga US$5 Juta

Volkner tahun lalu telah merilis desain Motorhome yang bisa ‘mengangkut’ sebuah supercar Sporty Bugatti Chiron di antara dua sumbu roda. Dan di penghujung tahun 2022, Volkner kembali merilis desain Motorhome terbaru, yang juga dapat mengangkut sebuah supercar mewah Ferrari di antara dua sumbu roda, bedanya Motorhome yang diberi label LaFerrari Carrier ini dibandrol dengan harga paling mahal di kelasnya.
Bila Volkner Performance S yang membawa Bugatti Chiron ditawarkan seharga US$2,4 juta, maka Volkner LaFerrari ditawarkan dengan harga super mahal, yaitu US$5 juta per unit. Yang sekaligus menobatkannya sebagai Motorhome termahal di tahun 2022.
Setiap tahun, kategori Motorhome mengadakan kompetis, dan biasanya terjadi pertempuran antara dua merek asal Jerman – Volkner dan Variomobil.
Harga LaFerrari kira-kira sama €3 juta dengan Bugatti Chiron tahun lalu, jadi perbedaan harga US$2 juta pada akhirnya turun ke spesifikasi motorhome dan nilai tukar saat ini yang jauh lebih ramah terhadap dolar AS.
Dibandingkan Performance S yang ditawarkan sebelumnya, maka LaFerrari carrier hadir dengan dek atap seluas 135 kaki persegi, yang diakui agak canggung untuk dicapai melalui tangga di kamar mandi shower. Dek dirancang untuk menampung enam hingga delapan orang untuk melihat bintang, menonton, dan relaksasi udara segar secara umum.
Sisa atap didedikasikan untuk peralatan praktis, termasuk rangkaian panel surya 2.000 W, parabola, antena 4G, dan sistem pendingin udara ganda. Pendingin udara khusus besar dan kecil dipasang masing-masing untuk mendinginkan ruang tamu depan dan kamar tidur belakang.
Yang juga unik adalah penggunaan sofa daybed sebagai pengganti sofa dasar di ruang tamu depan. Tempat tidur ini memanfaatkan dinding geser sisi pengemudi untuk jarak yang tepat.
Tempat tidur utama berukuran 71 x 79 inci (180 x 200 cm) terletak di kamar tidur belakang. Tampaknya pembeli di belakang bangunan khusus ini menghabiskan banyak waktu untuk duduk sambil membaca, bekerja, atau menjelajahi web karena tempat tidurnya memiliki sandaran kepala empuk yang tinggi, yang menggantikan jendela yang seharusnya terlihat di sana.
Alih-alih sistem audio Burmester Volkner yang biasa, pelanggan menentukan sistem suara mereka sendiri dengan speaker di seluruh, termasuk suara surround 5.1 di ruang tamu. TV pintar LED di ruang tamu dan kamar tidur menyediakan gambar yang sesuai dengan audio. Bank baterai lithium 20-kWh yang diisi daya dengan bantuan susunan cell surya yang disebutkan di atas memberi daya pada peralatan elektronik dan peralatan listrik interior lainnya.
LaFerrari Carrier dibangun dari sasis bus Volvo dengan mesin belakang 503-hp dan sistem suspensi udara. Dengan harga sekitar US$5 juta, menjadikannya sebagai rumah motor termahal di Caravan Salon 2022, yang berlangsung Düsseldorf, Jerman.

Seberapa Panas Kulit Pesawat Supersonik Selama Penerbangan?

Pesawat supersonik terbang paling rendah di kecepatan lebih dari Mach 1 atau 1.234 km per jam. Dalam kecepatan tersebut, ditambah dengan ketinggian, tekanan, dan udara, keseluruhan struktur pesawat pasti mengalami perubahan, tertuama temperatur pada kulit pesawat supersonik. Lantas, seberapa panas kulit pesawat supersonik selama penerbangan?

Baca juga: Kadang Terasa Sangat Dingin Kadang Tidak, Berapa Suhu Rata-rata di Dalam Pesawat?

Kulit pesawat atau permukaan pesawat subsonik (terbang di bawah kecepatan Mach 1 atau di bawah kecepatan supersonik) umumnya berada di suhu normal atau mengikuti suhu di darat sesaat sebelum lepas landas. Saat lepas landas dan mulai naik ke ketinggian jelajah, permukaan atau lapisan luar pesawat mengalami penurunan suhu sekitar -25 derajat celcius.

Sejatinya, suhu udara luar di ketinggian 35 ribu kaki mencapai sekitar -55 derajat celcius. Namun, kulit luar jet subsonik, seperti Boeing 777, yang notabene terbang di kecepatan Mach 0,84, suhunya berkisar -35 derajat C). Perbedaan ini disebabkan karena perpindahan panas dari ambient ke pesawat yang menjalankan panas.

Berbeda dari pesawat subsonik yang terbang di bawah Mach 1, lapisan kulit luar atau permukaan pesawat supersonik jauh lebih panas. Perbedaannya bak langit dan bumi. Pada pesawat subsonik suhu kulit luar pesawat mencapai -35 derajat, pada pesawat supersonik justru berada di atas nol bahkam sangat panas melebihi panas di gurun pasir.

Baca juga: Video: Dahsyatnya Mesin Concorde Saat Lepas Landas, Alarm Mobil Sampai Bunyi!

Dilansir Simple Flying, perbedaan tersebut terjadi bukan karena struktur antar kedua pesawat melainkan mayoritas karena perbedaan kecepatan. Jadi, andai pesawat supersonik Concorde, misalnya, terbang di bawah Mach 1, maka permukaan kulit pesawat nyaris menyerupai pesawat subsonik.

Disebutkan, pada kecepatan Mach 1.5, kulit pesawat supersonik mengalami peningkatan suhu mencapai 30 derajat celcius. Saat ini, start up yang sedang mengembangkan pesawat supernonik, Aerion, memilih untuk menurunkan kecepatan menjadi Mach 1,4 semata meminimalisir efek peningkatan suhu pesawat, jauh di bawah kecepatan dan suhu Concorde.

Dahulu, pesawat supersonik Concorde terbang dengan kecepatan Mach 2.0 dan permukaan kulit pesawat suhunya mencapai 100 derajat celcius. Sangat panas. Pada radome atau bagian hidung pesawat, suhunya lebih panas lagi mencapai 130 derajat celcius. Pada kecepatan maksimum sekitar Mach 2.2, kulit pesawat Concorde bahkan diproyeksi mencapai suhu 150 derajat celcius.

Demikian juga dengan pesawat supersonik Boeing 2707 yang dirancang dengan kecepatan Mach 2.7, suhu permukaan kulitnya mencapai 200 derajat celcius.

Baca juga: Pesawat Lepas Landas dalam Kondisi Suhu Tinggi, Ternyata Bikin Maskapai Merugi

Suhu tinggi pada permukaan kulit pesawat tentu memberikan tantangan tersendiri dari segi desain, struktur, dan komponen pesawat. Bila desain, struktur, dan kompoenen pesawat kurang maksimal, ini akan menyebabkan pesawat lebih cepat mengalami apa yang disebut thermal fatigue. Pada pesawat supersonik Concorde, lapisan kulit luarnya menggunakan paduan Aluminium.

Saat ini, seiring kecanggihan teknologi, pesawat supersonik yang tengah dikembangkan berbagai perusahaan, salah satunya Boom Supersonic, memilih bahan komposit tahan suhu tinggi di kulit pesawat untuk mengatasi kelelahan termal (thermal fatigue) pada kulit pesawat.

Bagaimana Cara Kerja Sistem Air dan Limbah Pesawat?

Keberadaan air sangat dibutuhkan manusia dimanapun, termasuk di pesawat. Mengingat pesawat adalah benda bergerak, sudah pasti air yang ada di pesawat ditampung di sebuah penampungan khusus, untuk digunakan di toilet dan dapur. Begitu juga sebaliknya, butuh penampungan khusus untuk air yang sudah digunakan. Lantas, bagaimana cara kerja sistem air dan limbah pesawat?

Baca juga: Sebelum Seperti Sekarang, Dulu Toilet Pesawat Gunakan Ember untuk Tampung Limbah Penumpang

Air yang ada di pesawat dan digunakan oleh penumpang umumnya disimpan di satu tangki atau toren besar di bawah kabin penumpang, di ruang kargo. Tergantung ukuran pesawat dan jumlah tangki untuk menyimpan air sangat beragam.

Karena tangki air berada di bawah kabin, air membutuhkan pompa untuk mendorongnya ke atas dan tersedia di toilet dan dapur.

Di beberapa pesawat, pompa listrik digunakan untuk memberikan tekanan pada air dan memompanya ke atas. Pada sebagian pesawat widebody sistemnya berbeda dengan menggunakan apa yang disebut sebagai bleed air dari mesin untuk memberikan tekanan ke air. Adapun di darat, umumnya semua jenis dan tipe pesawat sama, menggunakan APU.

Saat penumpang dan kru membuka keran atau ingin menggunakannya, katup penutup terbuka dan air yang ditekan oleh pompa akan keluar dari kran. Untuk wastafel toilet, tersedia air panas atau air dingin melalui kran. Saat air panas yang dipilih, pemanas akan beroperasi, dan air panas keluar dari kran. Jadi, secara umum sama dengan di darat.

Tangki air pesawat sendiri berada di badan pesawat untuk diisi atau dikuras. Pada pesawat modern, debit air dan sisa air yang tersedia sebelum dan selama penerbangan bisa dipantau di light Attendant Panel (FAP) di kabin.

Dilansir Simple Flying, sesudah digunakan, limbah air dari kran di dapur akan ditampung di tiang saluran elektrik anti beku, untuk mencegah penyumbatan, di bawah kabin. Biasanya ini berjumlah dua untuk mengalirkan air limbah dari dapur di depan dan belakang ke tangki penampungan.

Ini berbeda dengan limba air toilet. Toilet di pesawat berbeda dengan toilet di darat. Setiap toilet memiliki dua katup, katup air dan katup siram (flush). Sistem flush ini didukung generator vakum listrik untuk menarik limbah toilet. Sistem vakum ini yang pada akhirnya mengeluarkan suara cukup tinggi dan bergemuruh. Ini yang membedakan dengan toilet di darat.

Di ketinggian tertentu, generator vakum atau sistem vakum pada flush toilet pesawat ini terkadang tidak diperlukan. perbedaan tekanan antara kabin dan atmosfer cukup kuat untuk menarik limbah dari toilet ke tangki limbah.

Baca juga: Fisikawan dari Utah Berhasil Minimalisir ‘Gemuruh’ Toilet Pesawat Hingga 50 Persen!

Sistem air dan limbah di pesawat ini seluruhnya terkomputerisasi. Andai terjadi kegagalan teknis, informasinya akan dikirim ke centralized maintenance system pesawat dan dapat diakses oleh tim maintenance untuk troubleshooting. Sistem juga mengukur tingkat limbah dan memasukkan datanya ke panel pramugari.

Saat pesawat mendarat, petugas truk limbah serta tangki penampung limbah akan menyambungkan antar katup dan mengosongkannya. Setelahnya, akan ada cairan pembersih tangki limbah untuk membuatnya benar-benar bersih dan tak tersisa.

Di Bandara Changi Singapura, Penumpang Bisa Naik Perosotan Tertinggi di Dunia untuk ke Boarding Gate

Di bandara, penumpang biasanya ditawarkan pilihan menuju boarding gate dengan eskalator, lift, atau mungkin tangga. Tetapi, tidak demikian dengan Bandara Changi Singapura. Di sini, penumpang bisa menuju boarding gate naik perosotan dan sampai ke boarding gate dalam hitungan detik. Selain cepat, ini juga seru dan menyenangkan. Lebih dari cukup untuk menghibur penumpang.

Baca juga: Seru! Ada Perosotan Menuju Boarding Room di Terminal 4 Bandara Changi

Perosotan menuju boarding gate di Bandara Changi Singapura sebetulnya bukan barang baru. Bagi penumpang yang sering traveling ke Negeri Singa itu, pasti pernah mencoba atau setidaknya mengetahui keberadaan seluncuran atau perosotan tersebut.

Dilansir dari berbagai sumber, perosotan menuju boarding gate di Changi dibuka pertama kali pada tahun 2010 dengan nama resmi The Slide @ T3. Sebagaimana namanya, perosotan itu terletak di Terminal 3 atau T3 bandara.

Perosotan The Slide @T3 memiliki ketinggian 12 meter atau setara empat lantai, menjadikannya sebagai perosotan bandara tertinggi di dunia.

Di ketinggian itu, biasanya penumpang membutuhkan waktu bermenit-menit mulai dari menunggu lift sampai turun lift atau dari menuruni anak tangga pertama sampai terakhir. Tetapi, dengan naik perosotan, penumpang bisa mencapainya (boarding gate Basement Three T3) dalam hitungan detik. Selain cepat, ini juga seru dan menyenangkan.

Karenanya, tak heran, penumpang Bandara Changi yang mencoba ini bukan hanya dari keberangkatan di T3 saja, tetapi juga dari terminal lainnya, salah satunya dari T4 hub Asia yang beberapa boarding gate-nya juga bisa diakses dengan perosotan.

Sayangnya tidak semua penumpang diperkenankan naik perosotan bandara tertinggi itu. Penumpang yang ingin mencobanya diwajibkan memiliki kartu Changi Rewards.

Meski begitu, untuk mendaftar menjadi anggota Changi Rewards tidak dipungut biaya alias gratis. Jadi, tidak ada salahnya untuk daftar menjadi anggota sekalipun demi naik perosotan saja.

Penumpang yang ingin naik Th Slide @T3 ini perlu menunjukkan kartu Changi Rewards di konter layanan di Basement Two T3 Bandara Changi untuk redeem 10 kali naik perosotan gratis. Setelahnya, tinggal menuju lokasi seluncuran, men-scan boarding pass dan kartu Changi Rewards, dan meluncur.

Seluncuran atau perosotan ini terbuka untuk seluruh penumpang, dewasa maupun anak-anak selama tingginya minimal 130 cm meter.

Baca juga: Warga Singapura Suka Berlibur di Bandara, Ternyata ini Alasannya!

Perosotan ini merupakat satu dari sederet inovasi layanan yang memanjakan penumpang Bandara Changi.

Pada April tahun 2019, Bandara Changi sudah menghebohkan dunia dengan dibukanya Jewel Changi Airport yang memiliki air terjun indoor setinggi 40 meter dan hutan rimbun dalam ruangan, serta dilengkapi dengan toko-toko ternama, restoran-restoran populer, dan berbagai hal menarik lainnya.

Gandeng UMKM, KAI Services Optimis Raup Rp28 Miliar dari Restoran on Train Selama Musim Nataru 2023

PT Reska Multi Usaha atau KAI Services optimis meraup cuan sebesar Rp27-28 miliar dari bisnis restoran on train sepanjang musim Natal dan Tahun Baru 2023 (Nataru) tanggal 22 Desember 2023 – 8 Januari 2023. Angka tersebut merupakan 90 persen dari capaian di tahun 2019 atau sebelum pandemi Covid-19.

Baca juga: Sambut Nataru, KAI Services Hadirkan 16 Kuliner ‘Legend’ di Kereta Api Lewat Program Hidden Culinary

Dari target Rp28 miliar tersebut, sumbangan terbesar diakui secara keseluruhan datang dari penjualan minuman. Tetapi, bila spesifik ke makanan, menu favorit yang diburu penumpang dan masih menjadi pundi-pundi rupiah terbesar perseroan adalah Nasi Goreng Parahyangan ‘legend’ yang sudah dikenal luas di masyarakat.

“Kalau dari restoran on train-nya sendiri di luar makanan khas daerah yang paling favorit adalah Nasi Goreng Parahyangan legend,” kata Manager Sales & Marketing KAI, Tiyas, kepada wartawan.

“Sebetulnya, kalau secara keseluruhan yang paling laris masih minuman, ya. Tetapi kalau secara makanan favoritnya Nasi Goreng Parahyangan,” tambahnya.

Tingginya penjualan makanan dan minuman, lanjut Tiyas, membuat pihaknya yakin akan mengalami peningkatan pendapatan dari dua tahun sebelumnya. Bahkan, nyaris menyamai angka sebelum pandemi yang mana di dua tahun sebelumnya sangat sulit dicapai.

“Kita agak setengah pede nih sekarang kita men-absorb dari tahun 2019 dan layanan restoran on train kita tidak terlalu banyak, tapi kita ingin mencapai sampai 90 persen pendapatan dari tahun 2019 (di tahun ini) karena melihat arus penumpang yang luar biasa dan belajar dari angkutan lebaran kemarin ternyata luar biasa dan saya rasa 90 persen pendapatan di 2019 itu tercermin di 2022 ini. Khusus 18 hari ini saja (selama libur Natal dan Tahun Baru 2023) target kami sekitar Rp27-28 miliar,” ujarnya.

Pada musim libur Nataru kali ini, KAI Services juga menghadirkan program yang disebut Hidden Culinary mulai tanggal 22 Desember 2022. Konsep dari program Hidden Culinary ini KAI Services menggandeng UMKM di bidang kuliner untuk menyajikan makanan khas daerah diatas kereta yang sudah dikenal masyarakat dan banyak dicari oleh pecinta kuliner.

Kuliner yang dipilih untuk program Hidden Culinary ini merupakan kuliner yang sudah menjadi ikonik di suatu daerah dan untuk mendapatkan kuliner ini butuh effort tersendiri. Ada 16 kuliner unggulan yang akan ikut serta dalam program Hidden Culinary seperti, di Kota Cirebon ada Nasi Jamblang Bu Nur, Empal Gentong Bu Darma. Kota Semarang ada Tahu Bakso bu Pudji / Tahu Petis Yudistira / Loenpia Mba Lien dan Kota Cepu ada Lontong Kapuan.

Kota Solo ada Dawet Mbo Dermi, Serabi Notosuman. Madiun ada Pecel Yu Gembrot, Malang ada Rawon Rampal. Bandung ada Cuanki Serayu, Mie Kocok Mang Dadeng, dan Batagor Riri. Purwokerto ada Tempe Mendoan. Kutoarjo ada Sate Ambal. Yogyakarta ada Gudeg Yu Djum dan Angkringan Lek Man.

Untuk konsep program Hidden Culinary ini, penumpang dapat menikmati kuliner khas daerah yang disajikan sama seperti dengan penyajian aslinya saat berada di lokasi kuliner berada. Penumpang dapat menikmati sensasi menyantap kuliner khas daerah sama seperti yang tersaji di tempat asalnya.

Sementara untuk penjualan kuliner ini akan disebar ke beberapa perjalanan kereta api mulai tanggal 22 Desember 2022 hingga 1 Januari 2023. Untuk kereta api ada beberapa kereta api yang akan ikut serta dalam program Hidden Culinary ini seperti Nasi Jamblang Cirebon bisa didapatkan penumpang di KA82 Taksaka, KA 2 Argo Bromo Anggrek. Sementara untuk Empal Gentong tersedia di KA 134 Fajar Solo.

Baca juga: Kereta Api Punya Menu Makanan Baru dan Dapur Sentralnya Ternyata Ada di Yogyakarta

Untuk Lontong Kapuan khas Semarang bisa penumpang dapatkan di KA1 dan KA 2 Argo Bromo Anggrek. Makanan khas Semarang lainnya seperti Tahu Bakso, Tahu Petis, Loenpia bisa didapatkan di KA 7001 Argo Sindoro.

Sementara untuk Soto Cak To khas Surabaya bisa didapatkan penumpang di KA 5 Argo Wilis dan KA 75 Bima. Untuk Pecel Yu Gembrot bisa didapatkan penumpang di KA 5 Argo Wilis, KA 114 Ranggajati, dan KA 112 Ranggajati. Untuk Gudeg Yu Jum bisa didapatkan di KA 5 Argo Wilis.

5 Bandara Tertinggi di Dunia, Semuanya Ada di Cina

Keberadaan bandara dinilai penting bagi perekonomian daerah sekitar. Karenanya, bandara tidak hanya dibutuhkan di pusat kota tetapi juga di pegunungan. Di dunia, terdapat banyak bandara yang terletak di ketinggian (pegunungan). Menariknya, dari lima bandara tertinggi di dunia, seluruhnya berada di Cina. Bagaimana bisa?

Baca juga: Bandara-Bandara Tertinggi di Dunia, Sebagian Besar Berada di Cina

Geografi Cina memang cukup unik dan lengkap. Ada daerah pesisir, gurun pasir, hutan, sampai pegunungan. Khusus di pegunungan, dimana biasanya pembangunan sulit dilakukan, namun itu tidak terjadi di Cina. Terlebih, wilayah pegunungan di Cina berbatasan dengan India, yang sedang berebut pengaruh di regional dan internasional dengan Cina.

Daerah pegunungan di sana tetap mendapat infrastruktur oke, seperti jalan raya beraspal mulus, telekomunikasi, internet, sampai bandara. Mengingat luasnya wilayah Pegunungan Himalaya yang melintasi negara tersebut, tak heran bila lima bandara tertinggi di dunia ada di Cina, mendominasi daftar bandara tertinggi di dunia.

1. Bandara Daocheng Yading

Bandara Daocheng Yading terletak di Provinsi Sichuan, di selatan Cina berbatasan dengan Myanmar. Dibuka pada September 2013, bandara ini terletak di ketinggian 4.411 meter (14.472 kaki) di atas permukaan laut. Ini menjadikannya sebagai bandara tertinggi di dunia.

Bandara ini dikenal bangunan terminal yang mirip dengan UFO yang secara keseluruhan terletak di area sekitar 5.000 meter persegi. Bandara ini memiliki runway atau landasan pacu sepanjang 4.200 meter. Sebagian besar penerbangan dari Bandara Daocheng melayani Chendu, menggantikan perjalanan bus dua hari dua malam dan mempercepat perputaran ekonomi di sana. Pada tahun 2021, bandara itu melayani 155.474 penumpang dan 2.314 pergerakan pesawat.

Baca juga: Berada Di Lembah dan Disekitar Bukit-bukit Tinggi, Inilah Bandara Internasional Paro di Bhutan

2. Bandara Qamdo Bamda

Bandara Qamdo Bamda atau dikenal juga sebagai Bandara Chandu Bangda sebelumnya adalah bandara tertinggi di dunia sebelum Bandara Daocheng Yading dibuka. Letaknya berada di ketinggian 4.334 meter di Daerah Otonomi Tibet. Bandara ini memiliki landasan pacu lebih panjang dari Daocheng, mencapai 4.500 meter.

Bandara Qamdo Bangda lebih sibuk dibanding Bandara Daocheng. Di sini, ada sekitar lima rute penerbangan regional ke Chengdu, Chongqing, Lanzhou, Lhasa, dan Xi’an.

3. Bandara Kangding

Terletak di Provinsi Sichuan, Cina, Bandara Kangding menjadi bandara tertinggi ketiga di dunia. Bandara ini berada di ketinggian 4.280 meter di atas permukaan laut. Tak se-ramai dua bandara di atas, tahun lalu Bandara Kangding hanya melayani 25 ribu penumpang dan 950 pergerakan pesawat dengan dukungan fasilitas runway sepanjang 4.000 meter.

4. Bandara Ngari Gunsa

Bergeser agak jauh ke Barat Tibet, Bandara Ngari Gunsa tercatat sebagai bandara tertinggi keempat di dunia karena berada di ketinggian 4.275 meter. Bandara ini dibuka pada Juli 2010 dan menjadi bandara sipil keempat di Tibet.

Baca juga: Bandara Pakyong di Timur Laut India, Tawarkan Eksotisme Himalaya

Dengan dukungan runway sepanjang 4.500 meter, bandara ini cukup sibuk dengan melayani 190 ribu penumpang pada tahun 2021 lalu.

5. Bandara Garze Gesar

Bandara Garze Gesar melengkapi daftar bandara tertinggi di dunia yang seluruhnya berada di Cina. Bandara ini baru dibuka pada tahun 2019 silam dan terletak di ketinggian 4.068 meter.

Setelah Insiden di Samosir, (Lagi) Mobil Jatuh dari Ramp Door Kapal Ferry di Pelabuhan Merak

Salah satu mimpi buruk dari layanan kapal ferry adalah ketika ada insiden kendaraan terjatuh dari ramp door atau pintu rampa. Loading dan unloading kendaraan meski terkesan sederhana, namun menjadi momen krusial dalam layanan ferry, selain isu teknis, ada faktor lain yang terkait kelancaran akses keluar masuk kendaraan ke lambung kapal, yakni cuaca dengan ketinggian gelombang yang menyertai.

Baca juga: Dari Insiden KMP Ihan Batak, Inilah Peran Penting “Ramp Door” di Kapal Ferry

Ketinggian gelombang laut tak pelak berpengaruh pada proses sandar kapal ferry ke dermaga. Dan untuk kedua kalinya dalam dua dua tahun terakhir, PT ASDP Indonesia Ferry mengalami insiden mobil terjatuh dari pintu rampa kapal ferry.

Setelah insiden mobil terjatuh di ramp door KMP Ihan Batak di Pelabuhan Ambarita, Samosir, Sumatera Utara, pada Juni 2021. Belum lama ini, tepatnya pada Hari Jumat (23/12/2022) sekitar pukul 22.15 WIB. Sebuah mobil Daihatsu Sigra berwarna silver saat hendak masuk ke kapal KMP Shalem dan posisi mobil di atas ramp door, terjatuh ke laut di Pelabuhan Merak.

Pasca-insiden tersebut, penyidik dari Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Banten melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan pemeriksaan saksi-saksi.

“Dalam melakukan olah TKP kami memeriksa dan meminta keterangan saksi dari pihak ASDP sebagai otoritas penyebrangan, keterangan korban, keterangan HI (22) sebagai operator side ramp, dan mengumpulkan barang bukti untuk penyelidikan lebih lanjut,” kata Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Banten AKBP Iwan Muri melalui keterangannya (24/12/2022).

View this post on Instagram

A post shared by Kabar Banten (@kabar_banten)

Selain itu, polisi telah mendapatkan rekaman kamera pengawas atau CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian. Penyidik, sambung Iwan, telah melihat detik-detik bagaimana insiden terceburnya Daihatsu Sigra yang di dalamnya ada pasangan suami istri.

Sebelumnya, Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto melalui Kabid Humas Polda Banten Shinto Silitonga telah memerintahkan kepada penyidik Ditpolairud untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut dari insiden terceburnya mobil tersebut. “Kapolda Banten memberi peringatan tegas kepada otoritas penyeberangan untuk senantiasa memastikan keselamatan penyeberang diprioritaskan sehingga dapat menghindari terjadinya kecelakaan seperti hari ini,” ujar Shinto.

Shinto menduga, insiden tersebut terjadi akibat kelalaian petugas kapal yang tidak memasang tali ram door kapal dengan baik. Sehingga, saat kapal dihantam ombak bergeser dan mobil yang ada di atas ram door bergoyang dan tercebur ke laut.

“Posisi mobil Daihatsu silver di atas ram door mau ke kapal Ferry Shalem, saat mau naik, tali di kapal melebar sehingga side rem tidak lagi menempel di kapal,” kata Shinto.

Baca juga: Pelabuhan Merak Diterpa Cuaca Buruk, Penyeberangan Ferry Dihentikan Sementara

Buntut dari insiden ini, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta pengelola Pelabuhan Merak, yakni PT ASDP Indonesia Ferry, bertanggung jawab atas kejadian mobil tercebur. Menhub memerintahkan ASDP mengganti rugi dan melakukan perawatan terhadap korban.