British Airways Mulai Uji Coba Boarding Biometrik ke Penumpang Penerbangan Internasional

British Airways jadi maskapai pertama di Inggris Raya yang mulai menerapkan teknologi boarding biometrik (bimoetric boarding) ke penumpang penerbangan internasional tertentu. Lewat teknologi ini, penumpang tak perlu lagi menunjukkan paspor saat boarding dan mempercepat prosesnya serta memudahkan penumpang.

Baca juga: Survei IATA: 75 Persen Penumpang Ingin Biometrik Bukan Paspor

Dalam uji coba boarding biometrik British Airways ini, penumpang yang ingin berpartisipasi diminta untuk memindai boarding pass, wajah, dan paspor di bandara keberangkatan sebelum memulai perjalanan. Flag carrier Inggris itu menjamin data disimpan dengan aman dan dipergunakan sesuai peruntukannya.

Proses scanning atau memindai boarding pass, wajah, dan paspor bisa dilakukan dimanapun karena menggunakan aplikasi yang bisa diunduh penumpang. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah maskapai dimana penumpang dapat mendaftarkan informasi biometrik dimanapun tanpa harus ke konter check-in atau bandara.

Setelah di scan, dalam uji coba ini penumpang bisa boarding biometric di Terminal 5 Bandara London Heathrow. Kamera Smart Bio-Pod yang sudah disiapkan maskapai kemudian akan memverifikasi identitas penumpang dalam waktu kurang dari tiga detik. Setelahnya penumpang tinggal melenggang tanpa perlu mengeluarkan identitas/paspor.

“Ini adalah alat yang aman dan efisien yang memberikan pengalaman bandara yang lebih cerdas dan lancar, yang akan mengurangi waktu yang kami perlukan untuk naik ke pesawat,” kata David Breeze, Manajer Transformasi Operasi British Airways, seperti dikutip dari Simple Flying.

Baca juga: Di Inggris, Bagasi Penumpang Bisa Dijemput H-1: Datang ke Bandara Tinggal Boarding

“Keindahan teknologi ini juga membebaskan karyawan kami untuk menangani permintaan pelanggan yang lebih kompleks dan memberikan layanan pelanggan sebaik mungkin,” lanjutnya.

Disebutkan, uji coba akan berlangsung selama enam bulan ke depan. Tak disemua rute penerbangan internasional, melainkan hanya penerbangan ke Malaga, Spanyol saja.

Penumpang yang akan berpartisipasi dalam uji coba teknologi biometrik boarding besutan Amadeus Biometric Solutions ini dipilih secara acak dan yang terpilih akan mendapat email dari maskapai tiga hari sebelum penerbangan.

Penumpang yang terpilih tidak diwajibkan melakukan pra-registrasi di rumah. Mereka bisa melakukan registrasi atau scan boarding pass, wajah, dan paspor di beberapa titik di Zona Check-In B di Terminal 5 Bandara London Heathrow.  Penumpang yang berpartisipasi tak perlu ikut antre karena mendapat jalur keamanan Fast-Track dan boarding prioritas gratis.

Baca juga: Bandara Heathrow Siap Adopsi Teknologi Biometrik Pada Musim Panas 2019

British Airways diketahui sudah sejak tahun 2016 lalu memulai uji coba boarding biometik. Setelah sukses, di tahun berikutinya teknologi self-boarding melalui teknologi biometrik mulai berlaku massal pada bulan Juni khusus untuk penumpang domestik.

Di gate pemeriksaan keamanan, wajah, boarding, dan identitas penumpang dipindai dan sistem teknologi biometrik akan mencocokkan data yang sudah diambil di gate pemeriksaan.

Disney Cruise Line Beli “Global Dream” – Kapal Pesiar Ketujuh Terbesar di Dunia

Selain dikenal sebagai salah satu konglomerat di bidang hiburan dan media terbesar di dunia, Walt Disney Company atau Disney, juga punya bisnis di sektor kapal pesiar mewah, yakni di bawah bendera Disney Cruise Line. Persisnya, Disney mengumumkan awal pekan ini bahwa mereka telah membeli Global Dream, kembaran dari apa yang disebut sebagai kapal pesiar terbesar di dunia (Global Dream II) sebelum proyeknya dibatalkan karena pandemi Covid-19.
Dikutip dari robbreport.com (18/11/2022),  Disney disebut akan menyelesaikan pembangunan sistem ship yang terkenal itu, dengan tujuan menyelesaikan konstruksi pada tahun 2025. Global Dream telah dibangun di bekas galangan kapal MV Werften di Jerman sejak pembuat kapal mengajukan kebangkrutan awal tahun ini karena pandemi.
Disney berencana untuk bekerja dengan pembuat kapal lain di negara itu, Meyer Werft, untuk menyelesaikan pembangunan kapal pesiar. Setelah selesai, kapal akan diganti namanya dan didekorasi dengan warna yang terinspirasi Mickey Mouse yang ditemukan di kapal Disney Cruise Line.
Belum ada fasilitas yang diumumkan pada kapal pesiar itu nantinya, tetapi perusahaan mengatakan kapal itu akan menampilkan pengalaman Disney yang inovatif bersama dengan hiburan yang mempesona, santapan kelas dunia, dan layanan tamu legendaris yang membedakan dengan kapal Disney Cruise Line lainnya.
Kapal yang sudah selesai nantinya memiliki ruang untuk 6.000 penumpang dan sekitar 2.300 awak. Itu akan membuatnya lebih kecil dari yang diperkirakan saudaranya, Global Dream II, yang seharusnya memiliki ruang untuk 9.000 penumpang. Tetapi kapal berbobot 208.000 ton itu masih akan menjadi yang terbesar ketujuh di dunia dan terbesar di armada Disney.
Disney tidak mengungkapkan berapa banyak kocek yang dibayarkan untuk mengakuisisi Global Dream.
“Kapal pesiar kami memberi kami kesempatan unik untuk menghadirkan keajaiban Disney kepada penggemar di mana pun mereka berada, dan penambahan kapal ini akan membuat liburan Disney Cruise Line dapat diakses lebih banyak keluarga daripada sebelumnya,” ujar Josh D’Amaro, Kepala Disney Parks, Experiences and Products.
Awal tahun ini, proyek Global Dream dibatalkan seluruhnya, meskipun telah menelan biaya US$1,4 miliar. Hampir seperempat miliar dolar diperlukan untuk menyelesaikan konstruksi, yang mungkin menjelaskan mengapa tidak ada yang berusaha menyelamatkan proyek tersebut.

Amankan Jalur Penerbangan, Pesawat Timnas Polandia Dikawal Jet Tempur F-16

Lolos dari penyisihan, Polandia akhirnya berlaga di Piala Dunia 2022 di Qatar. Namun, karena ruang udara Polandia berbatasan dengan wilayah konflik, yakni perang antara Ukraina versus Rusia, maka Polandia harus ekstra waspada mengamankan jalur penerbangan yang akan dilintasi oleh pesawat yang membawa tim nasional sepak bola. Terlebih belum lama ada insiden rudal nyasar dari wilayah Ukraina yang mendarat wilayah Polandia, dan mengakibatkan korban jiwa.
 
 
Juga sebagai bukti dukungan atas tim nasional yang akan berlaga di Qatar, maka pesawat Boeing 737 pembawa tim sepakbola nasional Polandia secara khusus terbang dengan mendapatkan pengawalan dari sepasang jet tempur F-16 Fighting Falcon dari Angkatan Udara Polandia
 
“Kami dikawal ke perbatasan selatan Polandia dengan pesawat F16!” akun Twitter untuk tim nasional diposting kemarin. Terima kasih dan salam untuk para pilot!’
 
 
Polandia lolos ke Piala Dunia dari grup yang sama dengan Inggris, finis enam poin di belakang mereka di tempat kedua. Penampilan pertama tim nasional Polandia di Piala Dunia 2022, pertama akan menghadapi Meksiko, yang diagendakan berlangsung pada Selasa, 22 November 2022, mulai pukul 23.00 WIB. Jalannya pertandingan di Stadion 974, Doha, Qatar. 

8 Rahasia Rekrutmen Pramugari/Pramugara, Nomor 5 Aneh tapi Nyata

Pramugari/pramugara sering dianggap memiliki kelas sosial tinggi di masyarakat dengan gaji besar dan kehidupan glamournya jalan-jalan keliling dunia. Tak ayal banyak muda-mudi yang bercita-cita sebagai pramugari/pramugara.

Baca juga: Inilah 20 Syarat ‘Tak Resmi’ untuk Jadi Pramugari, Nomor Dua Agak Aneh

Hanya saja, dalam prosesnya tak mudah untuk bisa mewujudkan itu. Butuh perjuangan ekstra keras untuk bisa mewujudkan mimpi menjadi awak kabin, termasuk mempelajari pola rekrutmen. Sedikitnya ada tujuh rahasia rekrutmen pramugari/pramugara maskapai. Dilansir Simple Flying, berikut selengkapnya.

1. Applicant tracking system

Sistem pelacakan pelamar, atau ATS, adalah tahap pertama dari proses seleksi. Sistem ini akan menyortir CV atau surat lamaran kerja pelamar secara otomatis berdasarkan keyword atau persyaratan minimum yang dibutuhkan. Misalnya, tinggi minimum 160cm dan jobseeker memiliki tinggi 158cm. Sudah pasti sistem akan mengabaikannya.

2. 30-second scan

Setelah disortir oleh sistem, petugas akan menyortirnya kembali melalui apa yang disebut 30-second scan. Petugas tentu tidak mempunyai cukup banyak waktu sehingga pelamar harus menonjolkan keyword atau kata kunci yang dibutuhkan di surat lamaran kerja dan CV.

3. Postur, kedisiplinan, dan sosialisasi

Rekruter yang biasanya adalah mantan pramugari/pramgugara atau ahli di bidang perekrutan sumber daya manusia (SDM) sangat lihai melihat detail yang sering terlewat oleh para pelamar, seperti kepatan waktu, penampilan, postur tubuh, dan cara mereka berinteraksi satu sama lain.

4. Monitoring

Selama proses rekrutmen, mungkin calon kandidat ada kalanya menganggap ada hari atau waktu bebas dimana mereka terlepas dari penilaian. Padahal tidak demikian. Mereka akan selalu dimonitor tentang bagaimana pelamar membangun koneksi satu sama lain, tersenyum, bahasa tubuh yang baik, bersikap positif, dan lainnya.

5. Aturan tak tertulis

Terlepas dari aturan yang tertulis, dalam proses rekrutmen pramugari/pramugara terdapat aturan-aturan tak tertulis dan kadang kala justru ini yang menentukan. Misalnya, dalam suatu rekrutmen pramugari/pramugara, bisa saja rekruter hanya mencari wanita, mungkin maksimal 26 tahun, penutup bahasa tertentu, dari negara tertentu, dan lain sebagainya.

6. Focus group discussion (FGD)

Setiap tahapan rekrutmen pramugari/pramugara penting dilalui dengan baik, termasuk FGD. Dalam FGD pelamar akan dilihat kualitasnya, kerja tim, komunikasi, dan kepemimpinan. Kuncinya adalah jangan mengambil alih, jangan merendahkan orang lain, jangan terlalu pendiam, dorong orang lain dan, tentu saja, selesaikan tugas.

Baca juga: Virgin Atlantic Diserbu Pelamar Kerja, Gegara Seragam Non-Gender Awak Kabin?

7. Final interview

Proses interview terakhir adalah saatnya untuk ‘menjual diri’ pelamar. Bisa dimulai dari pengalaman, kemampuan, dan semangat serta antusiasme terhadap profesi yang kelak akan dijalani.

8. Jangan pilih maskapai

Flight attendant wannabe tentu mempunyai maskapai impian dan ingin sekali bisa segera bergabung dengannya. Sayangnya, maskapai belum tentu mau pelamar segera bergabung dengannya. Karena itu, pelamar seharusnya memulai dari maskapai kecil terlebih dahulu sebelum melamar ke maskapai besar impian.

Dalam Penerbangan Komersial, Kenapa Kedua Pilot Memegang Throttle Saat Lepas Landas? Ini Jawabannya

Meski sama-sama berstatus sebagai pilot, kopilot dan kapten pilot memiliki porsi pekerjaan masing-masing saat dalam penerbangan. Namun, pada pelaksaannya, pilot dan kopilot terkadang menangani sesuatu yang sama, salah satunya throttle (yoke atau sidestick) saat lepas landas. Kenapa demikian?

Baca juga: Teknologi Baru Sidestick Bikin Boeing Kepincut dan Tinggalkan Yoke Sebagai Sistem Kemudi?

Dilansir Quora, saat lepas landas, awak kokpit terbagi menjadi dua dengan masing-masing tugasnya; pilot flying dan pilot monitoring.

Kapten pilot, dengan segudang pengalaman dan kemampuannya, biasa diplot menjadi pilot flying. Itu berarti, segala hal terkait prosedur lepas landas dijalankan dengan baik atau tidak ditangan kapten pilot. Sebagai pilot flying, kapten pilot juga berhak memutuskan apakah pesawat tetap melanjutkan lepas landas atau membatalkan lepas landas (rejected takeoff).

Rejected takeoff sendiri ialah kondisi dimana pilot membatalkan lepas landas saat pesawat belum mencapai kecepatan yang dibutuhkan untuk mengudara atau V1. Itu berarti, ketika rejected takeoff diambil, secara teori, pesawat harusnya sudah diprediksi masih cukup waktu untuk berhenti sebelum ujung runway.

Menurut Skybrary, rejected takeoff bisa dikategorikan pesawat sedang dalam posisi kecepatan rendah maupun kecepatan tinggi. Produsen pesawat umumnya mengartikan transisi pada dua kategori ini (kecepatan rendah maupun tinggi) antara kecepatan 80 dan 100 knot.

Dalam panduannya Boeing, dijelaskan alasan pilot menolak lepas landas didorong oleh setidaknya lima hal. Kelimanya tak dapat ditolelir dan sangat berisiko membahayakan penerbangan.

“Lepas landas dapat ditolak karena berbagai alasan, termasuk kerusakan mesin, indikator atau alarm peringatan lepas landas, arahan dari kontrol lalu lintas udara (ATC), ban pecah, atau peringatan sistem.”

Umum diketahui, pesawat rawan mengalami kecelakaan, terutama saat take off dan landing; tiga menit pertama (take off) dan delapan menit terakhir penerbangan (landing) atau biasa juga disebut Plus Three Minus Eight (critical eleven).

Sudah banyak insiden kecelakaan pesawat terjadi selama periode critical eleven atau selama proses take off dan landing. Keduanya sama banyaknya. Namun, bila ditelisik lebih dalam, insiden kecelakaan selama proses take off lebih banyak terjadi.

Gentingnya proses lepas landas, dimana salah dan respon telat sedikit saja bisa jadi fatal, pun disiasati dengan ketatnya SOP kru kokpit. Salah satu SOP-nya adalah kopilot tetap memegang throttle sekalipun kapasitasnya saat lepas landas hanya sebagai pilot monitoring.

Baca juga: Mengenal Throttle, Kontrol Pesawat yang Diduga Jadi Penyebab Kecelakaan Sriwijaya SJ-182

Dengan begitu, andai pilot incapacitated (pilot incapacitation) atau kondis darurati dimana pilot tak bisa menangani pesawat, maka kopilot bisa segera mengambil alih pesawat dan mengambil keputusan, entah rejected atau lanjut untuk kemudian return to base (RTB).

Insiden pilot incapacitation memang jarang terjadi, tetapi pernah. Tahun ini, sampai artikel ini ditulis, setidaknya telah terjadi tiga insiden pilot incapacitation; pilot easyJet, pilot Austrian Airlines, dan satu lagi terjadi pada pesawat non-komersial. Beruntung, semuanya berakhir selamat.

Bisakah Pramugari Banting Setir Jadi Petugas ATC?

Pramugari/pramugara sering dianggap memiliki kelas sosial tinggi di masyarakat dengan gaji besar dan kehidupan glamournya jalan-jalan keliling dunia. Namun, seiring waktu, seseorang bisa saja bosan dengan berbagai kehidupan sebagai pramugari. Sebagai gantinya, industri dirgantara memiliki beberapa profesi yang bisa menjadi pelarian, salah satunya petugas ATC. Pertanyaannya, bisakah?

Baca juga: Lika-liku Pramugari Terdampak Covid-19, Banting Setir Jadi Perawat dan Pilot

Petugas Air Traffic Controller (ATC) setidaknya terbagi menjadi tiga, Aerodrome Control Service (biasanya berpartner dengan petugas darat untuk memberikan isyarat kepada pesawat untuk take-off atau landing), Approach Control Service (mengatur ketinggian pesawat), dan Area Control Sevice (memberikan clearance kepada pesawat yang sedang menjelajah).

Bagi bandara kecil yang lalu lintas udaranya tidak terlalu padat, tentu menjadi seorang petugas ATC akan terasa sangat membosankan – berbanding terbalik dengan bandara yang memiliki tingkat lalu lintas udara yang padat, pekerjaan ini akan terasa sangat melelahkan.

Selain itu, satu poin yang membuat pekerjaan ini terasa semakin berat adalah prinsip zero mistake – dimana salah informasi sedikit saja, maka kekacauan hingga kecelakaan pesawat bisa saja menanti dalam jangka waktu beberapa menit ke depan.

Sebetulnya alur kerja ATC bisa dibilang tergolong mudah. Bagi pesawat yang hendak mendarat, ia cukup diatur, diberi space, diberi segala informasi yang dibutuhkan, dipandu, serta diberi clearance.

Pun demikian bagi pesawat-pesawat yang hendak lepas landas. Polanya sama. Setelah meninggalkan bandara, pesawat akan terhubung dengan ATC berikutnya sampai ke terhubung ke ATC bandara tujuan untuk diatur, diberi space, diberi segala informasi yang dibutuhkan, serta diberi clearance.

Masing-masing petugas ATC dari yang tiga itu (Aerodrome Control Service, Approach Control Service, dan Area Control Sevice) akan bekerja membantu proses pendaratan dan keberangkatan sesuai dengan porsinya. Tetapi memang, pada praktiknya tak semudah gambaran alur kerja ATC secara umum. Terlebih saat terjadi kabut dan cuaca buruk.

Semasa menjalani tugas, pramugari memang tak terlalu aktif berkomunikasi dengan ATC, tetapi sedikit banyaknya mengetahui pola pendaratan dan lepas landas. Karenanya, menjawab pertanyaan di awal, jawabannya adalah bisa. Pramugari banting setir menjadi petugas ATC sangat bisa dan itu tidak awam melainkan pernah terjadi di dunia.

Dilansir Simple Flying, agar bisa beralih profesi menjadi petugas ATC, pramugari/pramugara tentu harus memiliki syarat dan kemampuan tertentu, seperti harus di atas 18 tahun, punya lima General Certificate of Secondary Education (GSCE) termasuk matematika dan bahasa Inggris, dan sehat jasmani serta rohani (tes medis).

Setelah lolos adminstrasi, calon petugas ATC akan dites secara online. Soal-solanya sendiri seputar penerbangan. Tahap selanjutnya ialah tes kepribadian dan keterampilan penilaian situasional. Andai lolos, peserta berkah mengikuti pelatihan untuk menjadi petugas ATC.

Selama pelatihan, banyak hal yang dipelajari, mulai dari hukum penerbangan, meteorologi, human factors, manajemen lalu lintas udara, peralatan navigasi, fraseologi, dan karakteristik pesawat. Tak hanya teori, calon petugas ATC juga dilatih dalam kondisi nyata lewat simulator. Ini adalah tahap praktik setelah mempelajari teori.

Baca juga: Mantan Pramugari Kini Jadi Jurnalis Penerbangan

Ketika praktik, calon petugas ATC juga diuji untuk menangani pesawat bukan hanya dalam situasi normal, melainkan juga abnormal. Pelatihan bisa sangat lama mencapai satu tahun sampai 18 bulan.

Seandainya lolos pelatihan, calon petugas ATC harus melewati ujian ICAO English level 4 dan class 3 medical sebelum mengambil lisensi ATC dan menjadi petugas ATC .

Nonton Piala Dunia 2022 di Ketinggian 10.000 Meter, Inilah Deretan Maskapai yang Menyajikan Siaran Live di Udara

0

Piala Dunia 2022 sebentar lagi akan dihelat, pada 20 November mendatang, perhatian warga dunia akan terfokus ke Qatar. Bagi kebanyakan orang, mudah saja untuk menikmati tayangan Piala Dunia dari layar televisi di rumah atau di pusat belanja. Namun, bagaimana dengan penumpang pesawat yang tengah mengudara di ketinggian ribuan meter?

Baca juga: Demi Piala Dunia, Qatar Airways Buka Penerbangan Doha-Tel Aviv, “Terbuka” untuk Warga Palestina

Akses internet memang sudah tersedia di kabin pesawat, namun, bukan perkara mudah untuk menyajikan siaran broadcast sepak bola live berkualitas di kabin. Untuk menikmati ive streaming, sudah pasti dibutuhkan jalur koneksi khusus ke pesawat. Layanan itu sudah ada, tapi tentu tak sembarang maskapai mampu menyajikan tontonan akbar tersebut secara optimal, tanpa akses khusus, maka akan ada latensi pada tayangan streaming seperti pertandingan sepak bola.

Untuk memastikan para penggemar tidak melewatkan momen aksi dari pertandingan Piala Dunia, sejumlah maskapai penerbangan global menawarkan tayangan olahraga langsung di pesawat.

Dikutip thenationalnews.com (18/11/2022), maskapai seperti Emirates, Etihad Airways, dan Qatar Airways semuanya akan menawarkan Sport 24 dan Sport 24 Extra, yaitu saluran televisi olahraga langsung yang akan menayangkan semua pertandingan dari Qatar. Selain maskapai regional, saluran tersebut juga tersedia di maskapai Aeromexico, American Airlines, JetBlue, Singapore Airlines, Turkish Airlines, dan Vistara.

Baca juga: Qatar Airways Tutup Rute ke Negara Selain Peserta Piala Dunia 2022

Selain 200 armada pesawatnya yang dilengkapi dengan siaran TV langsung, Emirates mengatakan bahwa Sport 24 juga akan tersedia di ruang tunggu pesawat A380, serta ruang tunggu beberapa bandara besar global.

Demi Piala Dunia, Qatar Airways Buka Penerbangan Doha-Tel Aviv, “Terbuka” untuk Warga Palestina

0

Meski antara Qatar dan Israel tidak mempunyai hubungan diplomatik, namun, terkait dengan hajatan Piala Dunia, kedua negara di Timur Tengah itu sepakat untuk bekerja sama, salah satunya adalah pembukaan penerbangan untuk Qatar Airways yang melayani rute Israel – Qatar.

Baca juga: Lucu! Ada Keledai Nyasar ke Bandara Internasional Ben Gurion

Dikutip dari apnews.com, disebutkan penggemar sepak bola dari Israel dan wilayah Palestina dapat terbang langsung untuk melihat Piala Dunia FIFA di Qatar dari Tel Aviv untuk pertama kalinya. Perkembangan tersebut merupakan terobosan kesepakatan antara Israel dan Qatarr, dua negara tanpa hubungan diplomatik.

FIFA menyebut, penerbangan charter ke Doha dari Bandara Internasional Ben Gurion di Tel Aviv untuk turnamen mulai 20 November 2022, akan terbuka untuk semua warga Palestina. Hal tersebut juga berlaku untuk penduduk dan pekerja media terakreditasi dari Tepi Barat yang diduduki Israel dan Jalur Gaza yang dikuasai Hamas, yang berada di bawah blokade Israel-Mesir.

Selama ini, warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza tidak memiliki bandara sendiri dan harus mengajukan permohonan izin akses ke bandara yang sulit diperoleh untuk mengunjungi Bandara Ben Gurion di Israel.

Kemungkinan besar, Israel masih akan menolak untuk memberikan izin keluar kepada penduduk Gaza yang ingin terbang keluar dari Tel Aviv untuk menghadiri Piala Dunia. Kalau pun ada, izin tersebut hanya diberikan dalam keadaan luar biasa.

Pejabat Israel tidak memiliki perincian langsung tentang berapa banyak penerbangan yang akan dilakukan atau berapa banyak warga Palestina yang diizinkan untuk bepergian. Ketika dimintai komentar tentang pengaturan tersebut. Ahmad Deek, Direktur Jenderal Kementerian Luar Negeri Palestina, mengatakan bahwa itu adalah sesuatu yang pertama kali ia dengar.

Warga negara Israel biasanya tidak dapat terbang langsung ke Doha atau memasuki Qatar dengan paspor Israel mereka. Hubungan kedua negara memburuk sejak Doha menutup kantor perdagangan Israel pada tahun 2008 karena perang di Gaza.

Washington memuji perkembangan itu dan mengatakan itu akan menguntungkan para penggemar sepak bola Israel dan Palestina sebagai langkah untuk memperluas kebebasan bepergian yang lebih besar untuk semua.

“Amerika Serikat mengucapkan selamat kepada FIFA, Israel, dan Qatar atas langkah bersejarah pembukaan penerbangan langsung antara Tel Aviv dan Doha selama Piala Dunia,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price.

Pemerintah Qatar mengatakan, bahwa Doha terus memantau setiap eskalasi di Yerusalem, Gaza atau Tepi Barat, dan semua dinamika akan berisiko untuk pembatalan perjanjian, termasuk penerbangan langsung.

Kekerasan di Tepi Barat telah melonjak dalam beberapa bulan terakhir karena Israel telah meningkatkan serangan penangkapan malam, menjadikan 2022 sebagai tahun yang paling mematikan di wilayah pendudukan sejak tahun 2006.

Baca juga: Ben Gurion, Bandara Paling Aman dengan Standar Keamanan Tertinggi di Dunia

FIFA juga mengumumkan pada hari Kamis bahwa layanan konsuler sementara akan membantu warga Israel di Doha selama turnamen. Sekitar 3.800 warga Israel dan 8.000 warga Palestina telah mengajukan permohonan kartu Hayya, yang berlaku sebagai visa masuk ke Qatar untuk turnamen sepak bola.

Apresiasi Penumpang di Kursi Tengah, Virgin Australia Tawarkan Hadiah Spesial

Sebagai bagian dari kampanye Bring On Wonderful yang diluncurkan bulan lalu, Virgin Australia menawarkan hadiah middle-seat lottery atau hadiah spesial untuk para penumpang yang duduk di kursi tengah. Hadiah spesial berupa empat limited-edition bar cart atau troli legendaris yang pernah dipakai melayani penumpang.

Baca juga: Akhirnya Penumpang Pesawat di Kursi Tengah Tak Perlu Rebutan ‘Armrest’ Berkat Inovasi Kursi Joy

Kampanye Bring On Wonderful sendiri merupakan inisiatif maskapai untuk membawa penumpang untuk merasakan bukan sekedar pengelaman terbang yang menyenangkan, tetapi juga penerbangan yang luar biasa.

Pengalaman terbang yang luar biasa sulit dicapai seluruh penumpang karena perbedaan benefit yang didapat. Singkatnya, akan selalu ada penumpang yang tak sepenuhnya menikmati penerbangan. Itu adalah penumpang di kursi tengah.

Kursi tengah cenderung dihindari penumpang. Padahal, sebagaimana kursi dekat jendela dan kursi di aisle, kursi tengah tetap memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan kursi tengah ialah minim guncangan atau turbulensi. Selain itu, secara etiket, kursi tengah juga berhak atas armrest kanan dan kiri.

Kekurangannya, tentu lebih terbatas, harus rela diganggu penumpang di dekat jendela, dan serba sulit, baik itu melihat pemandangan, beranjak dari kursi, terhimpit penumpang di sebelah kanan dan kiri, tidak nyaman, dan lainnya. Armrest kanan dan kiri terkadang juga harus berbagai karena kurangnya kesadaran etiket penumpang.

Oleh karenanya, diluncurkanlah kampanye Bring On Wonderful. Kampanye itu intinya ingin mengubah stigma kursi tengah yang menyeramkan, ditakuti, atau dihindari penumpang menjadi sebaliknya, diperebutkan oleh penumpang karena keuntungan yang ditawarkan. Keuntungan tersebut berupa hadiah super spesial yang tidak bisa dibeli dengan uang berupa empat limited-edition bar cart.

Empat limited-edition bar cart atau troli legendaris itu (Disco Fever bar cart, The Day Spa bar cart, At Home Cinema bar cart, dan The Sports Bar bar cart) dahulu sering melayani penumpang untuk kebutuhan minuman hangat, sandwich, dan makanan lainnya di lorong pesawat Boeing 737-800. Meski terlihat tidak bernilai, jika diungkap masing-masing US$6.700 atau sekitar Rp106 juta.

Baca juga: Keuntungan-Kerugian Duduk di Kursi Dekat Jendela-Tengah-Aisle Pesawat, Mana Lebih Favorit?

Setiap troli makanan dan minuman di pesawat itu memiliki karakteristik, fitur, dan keunikan tersendiri. Tetapi semuanya dipercaya bermanfaat untuk penumpang yang kelak mendapatkannya.

Disco Fever bar cart bisa didapat penumpang yang duduk di kursi tengah dengan cara diundi secara acak pada penerbangan antara tanggal 14 November dan 20 November. The Day Spa cart diperebutkan penumpang antara tanggal 5 Desember hingga 11 Desember, At Home Cinema cart mulai tanggal 20 Februari hingga 26 Februari 2023, dan The Sports Bar cart mulai tanggal 20 Maret hingga 26 Maret 2023.

Inilah Air Sinai, Maskapai ‘Hantu’ yang Hubungkan Israel dan Mesir!

Antara ada dan tiada. Kira-kira itulah frasa yang paling cocok untuk menggambarkan maskapai Air Sinai. Bak hantu, maskapai ini sejatinya ada, tetapi, membeli tiket penerbangannya sangat sulit atau bisa dibilang hampir mustahil, kecuali orang-orang tertentu saja. Orang-orang tertentu di sini bukan berarti pejabat melainkan siapapun yang mengetahui clue prosedur pembelian tiket penerbangan Air Sinai.

Baca juga: Hidupkan Lagi ‘Bandara’ Misterius di Xinjiang, Cina Dituding Tengah Jalani Misi Sangat Rahasia

Dilansir The Globe and Mail, Air Sinai didirikan pada tahun 1982, tak lama setelah perjanjian damai Israel dan Mesir berlaku. Sebagai bagian dari rekonsiliasi, kedua negara sepakat menerbangkan pesawat maskapai nasional mereka ke bandara internasional satu sama lain secara teratur.

Maskapai nasional Israel, El Al, dengan senang hati menyambut kesepakatan itu. Mereka terang-terangan menawarkan ke warga dan turis internasional penerbangan langsung Israel-Mesir dan Mesir-Israel. Sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ini pun disambut dengan berbondong-bondong pesanan tiket oleh warga dan turis.

Akan tetapi, tidak demikian untuk Egypt Air. Maskapai nasional itu memilih terbang secara diam-diam alias misterius. Ini diperkirakan sebagai bagian dari politik regional Mesir agar tetap bersahabat dengan negara-negara Arab, yang notabene ketika itu masih memusuhi Israel. Itulah alasan mengapa Air Sinai didirikan sebagai divisi semi-rahasia Egypt Air.

Agar tetap menjalani kesepakatan terbang ke Israel, pemerintah Mesir, melalui Egypt Air, menugaskan maskapai Air Sinai secara diam-diam. Meski begitu, mereka terdaftar resmi di Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) dengan kode 4D.

Setiap pekan, secara teratur, maskapai ini terbang dari Sharm el Sheikh, Mesir, ke Tel Aviv, Israel. Menariknya, sebagai maskapai legal yang terdaftar di IATA, Air Sinai tak memiliki nomor telepon, alamat kantor, maupun situs pemesanan tiket.

Induk maskapai, Egypt Air, juga tak mencantumkan penerbangan Air Sinai berikut pemesanan tiketnya. Jadi, tak ada sarana pemesanan tiket yang dipublikasi secara luas.

Anehnya, setiap pekan, pesawat berwarna putih, tanpa logo nan misterius aktif lepas landas dan mendarat di bandara. Bahkan, penumpang yang turun dan naik di penerbangan ini jumlahnya cukup banyak.

Menurut kesaksian salah seorang penumpang, tiket Air Sinai bisa didapatkan melalui agen terselubung atau istilahnya calo di hotel-hotel di Israel dan Mesir. Teknisnya pun aneh, calon penumpang meletakkan amplop berisi uang ke kantor misterius yang tak ada tanda pengenal sama sekali.

Sebagai gantinya, petugas di kantor itu memberikan buklet kuning aneh menyerupai tiket pesawat. Benar saja, itu adalah tiket penerbangan 4D-55 ke Kairo. Adapun di tiket tersebut tercantum agen tiket misterius yang beralamat di Yerussalem, Palestina.

Saat di Bandara Internasional Ben Gurion Tel Aviv, penerbangan 4D-55 ke Kairo juga sangat aneh. Tak ada informasi apapun. Di tengah kebingungan, petugas biasanya menyadari dan menghampiri penumpang Air Sinai untuk diarahkan ke terminal yang biasa digunakan El Al.

Begitu sampai di terminal tersebut, tidak ada informasi terkait penerbangan ke Mesir. Di check-in counter Egypt Air juga demikian, hanya ada infomasi penerbangan ke Amsterdam dan Roma.

Baca juga: 11 Kasus Misterius Dalam Dunia Penerbangan

Namun, pada akhirnya secara misterius, penumpang Air Sinai diberikan boarding pass dan klaim bagasi Egypt Air. Penumpang disarankan langsung boarding dan langsung menunggu di gate. Tak ada kepastian pukul berapa penerbangan dilangsungkan. Dari sini, penumpang Air Sinai pun diarahkan ke garbarata dan masuk ke dalam pesawat.

Berbeda dari sebelumnya yang sangat tersembunyi, di bagian dalam pesawat penuh dengan identitas Egypt Air. Seragam pramugari, serbet, majalah, dan lainnya terdapat logo Egypt Air. Pengumuman di pesawat juga diperkenalkan sebagai penerbangan Egypt Air.