Boeing 737 Firefighting Jatuh Saat Operasi Pemadaman Kebakaran Hutan, Sekali Terbang Bisa Guyur 15.000 Liter Air

Dari sekian banyak varian Boeing 737, varian pemadam kebakaran (Firefighting) terbilang jarang disebut. Namun, di Amerika Serikat dan Australia, dua negara yang kerap mengalami kebakaran hutan, Boeing 737 Firefighting punya tempat tersendiri. Dan pada 6 Januari kemarin, sebuah Boeing 737 Firefighting dilaporkan jatuh saat menjalankan aksi pemadaman kebakaran hutan di Taman Nasional Sungai Fitzgerald.

Baca juga: Apa Itu Power Hazard Areas di Bandara? Ini Jawabannya

Dari laporan media lokal, Boeing 737-300 Firefighting dengan nomer registrasi N619SW berangkat dari Bandara Regional Busselton (BQB), yang berjarak lebih dari 220 kilometer (136 mil) selatan Perth, Australia, pada pukul 15.32 waktu setempat. Pesawat itu terbang selama lebih dari 40 menit sebelum jatuh di Taman Nasional Sungai Fitzgerald. Menurut data flightradar24.com, ketinggian terakhir yang tercatat adalah 675 kaki (205,7 meter) pada pukul 16:13 waktu setempat. Itu adalah penerbangan (sortie) ketiga hari itu untuk pesawat nahas tersebut.

Biro Keselamatan Transportasi Australia (ATSB) mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan penyelidikan atas insiden tersebut.

Dalam operasi pemadaman kebakaran hutan, Boeing 737 Firefighting akan terbang rendah sekitar 700 kaki (213 meter) untuk menjatuhkan zat pemadam kebakaran ke area tersebut. Namun, setelah menjatuhkan bahan pemadam kebakaran, pesawat tidak dapat mendaki seperti yang diharapkan dan hanya berhasil mencapai ketinggian sekitar 1.800 kaki (548 meter) sebelum akhirnya jatuh di sekitar api yang telah dipadamkannya.

Untungnya, kedua awak selamat dari kecelakaan itu dan telah dibawa ke fasilitas medis setempat dengan luka ringan. Mereka diambil dari lokasi kecelakaan dengan helikopter dan diterbangkan ke Layanan Kesehatan Ravensthorpe. Beberapa pesawat pemadam kebakaran yang lebih kecil yang beroperasi di atas api pada saat itu dilaporkan terus membuang air dan bahan penahan untuk menahan api sementara pilot sedang diselamatkan.

Baca juga: Pensiun Angkut Penumpang, Boeing 747-400 Dikonversi Jadi Pesawat Pemadam!

Boeing 737-300 Air Tanker milik Coulson Aviation dengan registrasi N619SW, telah dikontrak oleh Australian National Aerial Firefighting Centre (NAFC) dan diterbangkan ke Australia pada Desember tahun lalu. Dalam sekali terbang, Boeing 737 Firefighting dapat membawa kapasitas air hingga 4.000 galon (15.142 liter), selain digunakan untuk operasi pemadam kebakaran, pesawat juga dapat digunakan untuk angkut penumpang.

Soundim, Pagar Pembatas Rel Ramah Lingkungan yang Bisa Redam Bising Kereta Hingga 50 Persen

Pagar pembatas jalur rel tak pelak menjadi begitu penting dihadirkan, bukan sebatas pada aspek keselamatan semata, pagar pembatas rel dengan teknologi tertentu, diklaim mampu mengurangi polusi suara, yakni kebisingan yang dihasilkan dari deru mesin kereta api dan gesekan antara roda besi dan rel itu sendiri.
Dikutip dari Railway-news.com, Soundim dari Finlandia adalah salah satu solusi pembatas jalur rel kereta api yang ramah lingkungan, plus mampu mengurangi kebisingan di sisi rel. Soundim selama ini dikenal karena kemampuannya untuk memblokir kebisingan pada sumbernya tanpa membatasi pandangan penumpang dan pengguna jalan.
Seluruh struktur Soundim dapat dengan mudah dipindahkan dan ditempatkan di lokasi baru, memberikan kemampuan untuk menggunakan kembali atau ‘mendaur ulang’ penghalang rel dalam bentuk yang ada. Namun, ketika penghalang rel akhirnya mencapai akhir masa pakainya, banyak elemennya dapat didaur ulang tanpa tindakan khusus.
Penghalang rel kereta api Soundim terbuat dari tiga bahan utama, aluminium, baja, dan insulasi Ewona.
Panel insulasi Ewona terbuat dari serat poliester yang diikat bersama dengan panas. Emowa adalah solusi populer di Finlandia untuk solusi suara dan panas dan digunakan dalam pengaturan termasuk pada kolam renang, bioskop dan teater, kantor, fasilitas industri dan studio musik.
Dalam skenario ini, satu panel berukuran 10 meter2 dapat mewakili pengurangan emisi CO2 sebesar 23 kilogram. Ini berarti memasang penghalang Soundim adalah tugas bebas debu dan pekerja tidak perlu memakai alat pelindung untuk melindungi kulit atau paru-paru mereka dari iritasi.
Panel kedap suara yang digunakan Soundim untuk pembatasnya 50 persen terbuat dari botol PET daur ulang dan tidak akan menyerap air, sehingga tidak menyediakan tempat berkembang biak bagi jamur atau mikroba lainnya. Ini berarti mereka tidak akan menjadi rapuh selama masa pakai penghalang kebisingan, dan kemampuannya untuk memblokir suara tidak berubah hingga 50 tahun.
Dan standar pengurangan kebisingan tinggi. Hambatan kebisingan ketinggian rendah Soundim telah terbukti mengurangi kebisingan dari roda dan rel hingga minimal 50 persen karena penyerapannya yang sangat baik (13 dBA / Kelas A4) dan insulasi (30dBA / Kelas B3), terutama suara frekuensi tinggi kereta yang dapat mencipitakan gangguan di daerah padat penduduk atau perumahan.

Emirates EK2019 Pecahkan Rekor Penerbangan dengan Penumpang Multinasional Terbesar

Dikenal sebagai negara di Timur Tengah yang menjunjung tinggi nilai toleransi, menjadikan keunggulan tersendiri bagi entitas di Uni Emirat Arab (UEA). Dan kilas balik ke tahun 2019, saat UEA merayakan “Tahun Toleransi” dan Perayaan Hari Nasional ke-48, maskapai Emirates dengan pesawat Airbus A380 – nomer penerbangan EK2019, berhasil memecahkan rekor dunia yang terbilang unik.

Baca juga: Operasi Solomon, “Queen of The Skies” Israel Pecahkan Rekor Dunia, Angkut 1.082 dalam Sekali Terbang!

Rekor yang dipecahkan Emirates dengan A380 EK2019 adalah sebagai penerbangan dengan penumpang yang paling beragam asal negaranya. Persisnya pada 29 November 2019, Emirates mengoperasikan satu kali penerbangan bersejarah dengan A380 yang membawa lebih dari 500 penumpang.

Airbus A380 dengan nomer registrasi A6-EVB dikonfigurasi ke dalam dua kelas dengan kapasitas keseluruhan 615 kursi.

Uniknya, penerbangan tersebut menyambut penumpang dari berbagai latar belakang, etnis, agama dan budaya; itu termasuk karyawan, keluarga dan anak-anak, serta orang-orang dengan beragam profesi. Penumpang didorong untuk datang dengan pakaian nasional mereka dan, selama penerbangan, kostum warna-warni mereka menjadi kolase yang semarak untuk menghormati warisan dan tradisi mereka yang berbeda.

Ada banyak kegiatan yang menyenangkan di pintu gerbang. Penumpang dapat berfoto dengan maskot Emirates dan menuliskan nama mereka untuk melengkapi bingkai. Ada juga minuman yang disediakan di gerbang.

Penerbangan EK2019 berangkat dari Landasan Pacu 12R Bandara Dubai, lalu berbelok ke kiri menuju Sharjah, Ajman, Umm Al Quwain, lalu menuju Timur melewati Ras Al Khaimah dan terus menuju Fujairah; kemudian menuju Selatan menuju Al Ain dan Abu Dhabi sebelum kembali ke Dubai untuk mendarat.

Baca juga: ‘Berkat’ Wabah Corona, Boeing 787 Dreamliner Air Tahiti Nui Pecahkan Rekor Penerbangan Terjauh

EK2019 membawa 500 penumpang yang berasal dari 145 negara. Sementara awak kabin terdiri dari 22 orang yang berasal dari 18 negara berbeda.

Koper Anda Hilang atau Tertukar? Baggage Claim adalah Solusinya

Tak ada yang ingin setibanya di bandara tujuan untuk menyambangi desk klaim bagasi (baggage claim), idealnya Anda ingin proses keluar dari bandara bisa berjalan lancar, urusan koper atau bawaan yang ditaruh di bagasi (kargo) pesawat dapat diambil dengan mudah. Namun kadang ada saja kendala yang muncul setibanya di bandara tujuan, salah satunya barang dalam bagasi yang hilang, ketinggalan, atau tertukar.

Baca juga: Seberapa Penting Penumpang untuk Cepat Keluar dari Pesawat dan Ambil Bagasi di Baggage Carousel? 

Meski panik dan gusar adalah reaksi yang wajar jika mengalami kondisi diatas, tapi usahakan untuk tetap tenang, ingatlah bahwa layanan bagasi pada maskapai penerbangan adalah aktivitas yang tercatat pada sistem. Dan mengingat potensi barang dalam bagasi hilang atau bermasalah, maka tiap otoritas bandara menyiapkan desk khusus untuk klaim bagasi.

Nah, daripada uring-uringan segeralah datang dan melapor kehilangan barang dan ceritakan kronologinya pada petugas di klaim bagas. Setelag diteruskan ke pihak maskapai, biasanya pihak maskapai akan memberikan formulir untuk diisi dengan data yang diperlukan dan Anda menunggu konfirmasi dari pihak bandara.

TuGo Travel Blog
TuGo Travel Blog

Saat klaim bagasi dan barang bawaan Anda rusak atau hilang, Anda berhak meminta pengembalian barang. Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. 77/2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara, Pasal 5 ayat 1 yang berbunyi, jumlah ganti rugi kerusakan terhadap barang bawaan penumpang yang hilang, rusak ataupun musnah berisi sebagai berikut :

1. Kehilangan bagasi tercatat atau isi bagasi tercatat atau bagasi tercatat musnah, diberikan ganti rugi sebesar Rp200 ribu per kg dan paling banyak Rp4 juta per penumpang.

2. Kerusakan bagasi tercatat diberikan ganti rugi sesuai jenis, bentuk, ukuran dan merk bagasi tercatat.

Sedangkan bagasi kabin, bila hilang ataupun rusak adalah tanggung jawab penumpang sendiri. Pihak maskapai tidak akan menanggung kerusakan atau kehilangan bagasi kabin.

Di Indonesia, setiap maskapai memiliki ketentuan dan prosedur untuk klaim bagasi bagi penumpang. Dikutip dari garuda-indonesia.com, bila bagasi tertunda dan telat sampai, Anda dapat mengajukan klaim dengan cara yang sama pada umumnya di setiap maskapai. Pastikan bukti laporan PIR (Property Irregularity Report) dari bagian Lost and Found Anda terima dan tunggu perkembangan bagasi. Sebagai informasi PIR adalah laporan ketidaksesuaian barang.

Jika bagasi hilang, Anda akan diberikan uang tunai sebagai gantinya, sedangkan bila rusak Anda wajib kembali melapor pada Lost and Found untuk mendapat PIR dan barang akan diperbaiki bila masih bisa, tetapi jika tidak bisa diperbaiki, bagasi akan diganti.

TribunKalti.com
TribunKalti.com

Tak berbeda jauh dengan Garuda Indonesia, dikutip dari airasia.com, penumpang yang kehilangan barang harus mengisi formulir PIR dan menunggu informasi dari pihak maskapai. Ada ketentuan yang berlaku di Air Asia yakni, barang akan dinyatakan hilang setelah 7 hari untuk domestik dan 14 hari untuk internasional ini berlaku sejak tanggal PIR. Penumpang akan dihubungi untuk tindakan lebih lanjut oleh pihak maskapai. Sedangkan bagasi yang tertunda dan terlambat datang, penumpang bisa mengajukan klaim atau tuntutan bagasi dalam 21 hari sejak bagasi dikembalikan pada penumpang. Jika bagasi rusak, penumpang bisa mengajukan klaim dalam waktu 7 hari setelah penerimaan bagasi dan biaya perbaikan tidak di cover oleh maskapai.

Pengguna maskapai Lion Air yang kehilangan atau kerusakan pada bagasi, ada asuransi travel sendiri yang dapat digunakan yakni Lion Air Travel Insurance. Asuransi ini selain memberikan asuransi keselamatan jiwa juga memberikan asuransi bagasi. Pelaporan bagasi yang hilang atau rusak, penumpang bisa mengisi formulir secara online melalui situs lionair.co.id dan penumpang bisa melakukan klaim paling lambat 30 hari setelah kehilangan atau kerusakan.

Pengkaliman bagasi pesawat tidak hanya di Indonesia, pada maskapai internasional juga bisa melakukan klaim terhadap barang bawaan Anda. Dikutip dari cathaypacific.com, apabila bagasi Anda tidak ada di ban berjalan, bisa mengajukannya ke layanan bagasi yang berada di ruang kedatangan sebelum pemeriksaan bea cukai. Nantinya staf atau pegawai yang menangani akan membantu Anda. Selain itu bagi penumpang yang sudah melapor, bisa menggunakan referensi laporan tersebut untuk melacak bagasi secara online melalui situs WORLDTRACER.

Bagasi rusak pada Chathay Pasific, pelaporan sama dengan bila barang Anda terlambat datang. Untuk pemberitahuan klaim, dalam kasus bagasi terlambat atau rusak selama perjalanan internasional, penumpang harus menceritakannya secara tertulis di formulir klaim bagasi yang di unduh dari situs Chatay Pasific. Pemberitahuan pembatasan tanggung jawab kliam bagasi, untuk kehilangan, kerusakan dan keterlambatan akan dibatasi, kecuali nilai yang lebih tinggi dinyatakan terlebih dahulu dan tambahan biaya dibayar. Nantinya penilaian yang lebih tinggi dapat dinyatakan pada beberapa barang tertentu.

Tips Mencegah Kehilangan Barang Bawaan di Pesawat

a. Early check in
Saat bandara sepi pengunjung, peluang petugas melakukan kesalahan semakin berkurang, sehingga saat Anda check in barang bawaan bisa lebih terjamin keamanannya. Baiknya datang satu jam sebelum keberangkatan, jika pesawat transit, Anda dapat menanyakan keada petugas tentang barang bawaan Anda untuk memastikan barang tidak hilang dan tetap berada dalam penerbangan yang sama dengan Anda.

b. Buat bagasi berbeda
Koper atau barang bawaan terkadang sama atau mirip dengan penumpang lainnya. Apalagi bila Anda berlibur ke suatu tempat, oleh-oleh pasti dalam kemasan yang sama, ini membuat Anda sulit membedakan yang mana milik Anda. Berikan tanda yang unik seperti tag nama, tandai dengan pita warna cerah atau bungkus dengan cover yang unik. Jangan lupa juga cantumkan nama, alamat dan nomor telepon Anda di koper atau barang bawaan lainnya, untuk berjaga-jaga bagasi tertukar atau hilang. Ada baiknya, foto barang bawaan Anda, bila hilang akan memudahkan petugas mencarinya. Barang-barang pribadi, bawa dalam bagasi kabin Anda.

Brilio.net
Brilio.net

c. Pakai GPS khusus
Anda biasa bepergian jauh dengan budget berlebih dan memasukkan barang bawaan dalam bagasi pesawat? Pasang GPS khusus pada barang bawaan Anda. Ini digunakan untuk mempermudah dalam melacak barang bawan bila hilang ataupun tertukar. GPS khusus ini biasanya dilengkapi dengan aplikasi pendamping smartphone Anda agar bisa terus dipantau perkebangannya.

Baca juga: Pertama di Asia Tenggara, Bandara Changi Hadirkan Aplikasi Seluler Pelacakan Bagasi Penumpang

d. Lindungi dengan asuransi perjalanan
Bisa sekali digunakan untuk Anda yang melakukan perjalanan, terkadang Anda tidak tahu hal apa yang akan menimpa Anda. Tak hanya melindungi diri, asuransi ini juga bisa melindungi barang bawan Anda.

Mulai 16 April 2023, Qantas Buka Penerbangan Langsung Melbourne – Jakarta, 3x Seminggu

Ada kabar gembira bagi penikmat perjalanan Indonesia – Australia, pasalnya Qantas telah mengumumkan rencana pembukaan rute penerbangan langsung – non stop – antara Jakarta (CGK) dan Melbourne (MEL). Bagi Qantas, ini merupakan pembukaan rute internasional ketiga dari Melbourne pasca pembukaan pembatasan perjalanan pada 2022 lalu.

Baca juga: Qantas Terbang Lagi ke Jakarta Sepekan Tiga Kali Mulai November, Catat Tanggalnya

Sebelum ke Jakarta, Qantas telah membuka penerbangan pasca pembatasan untuk Melbourne – New Delhi (India) dan Melbourne – Dallas (AS). Dikutip dari flighthacks.com.au, mulai 16 April 2023, Qantas akan membuka penerbangan 3x seminggu antara Melbourne – Jakarta, dengan menggunakan pesawat widebody Airbus A330.

Rute baru ini menambah operasi harian Qantas yang sudah ada antara Sydney dan Jakarta, serta penerbangan ke kawasan wisata populer Denpasar (Bali) dari Sydney dan Melbourne. Sebagai catatan, Garuda Indonesia, juga telah melayani Sydney dan Melbourne dari Jakarta dan Denpasar.

Penerbangan 3x seminggu antara Melbourne – Jakarta akan dilayani setiap hari Minggu, Rabu, dan Jumat mulai 16 April 2023, untuk detail jadwalnya adalah sebagai berikut:

QF39, MEL-CGK, 15:10 hingga 19:15, 7 jam 5 menit
QF40, CGK-MEL, 21.00 hingga 06.40(+1), 6 jam 40 menit

Seperti disebutkan, penerbangan ini diatur untuk dioperasikan oleh pesawat Airbus A330, yang menampilkan kelas bisnis dan ekonomi dalam konfigurasi 2-4-2.

Baca juga: Masalah Keamanan, Qantas Tiba-tiba Batalkan Penerbangan Perth-Jakarta, Gegara Wanita Terobos Istana?

Data dari ch-aviation.com menunjukkan Qantas memiliki 18 unit A330-200 dan 10 unit A330-300, dengan kebutuhan widebody didukung juga oleh 11 unit Boeing 787-9 dan 10 unit Airbus A380. Sementara, armada pesawat narrow body memiliki 75 unit Boeing 737-800.

British Airways Terbitkan Pedoman Bermedia Sosial, Pilot dan Awak Kabin Dilarang Buat Konten Saat Berseragam

Bagi Anda penikmat konten dari awak kokpit dan awak kabin di media sosial, sepertinya akan kehilangan atas konten yang berasal dari pilot dan pramugari maskapai British Airways (BA). Pasalnya, telah diterbitkan pedoman khusus menggunakan media sosial bagi pilot, awak kabin dan karyawan lainnya selama mereka mengenakan seragam. Larangan tersebut secara efektif mencakup beberapa platform media sosial ternama, seperti Instagram, TikTok, dan Twitter.

Baca juga: British Airways Luncurkan Seragam Baru Pramugari Ramah Gender: Diizinkan Pakai Hijab-Jumpsuit

Dikutip dari paddleyourownkanoo.com (2/3/2023), maskapai nasional Inggris yang berbasis di Heathrow ini, telah melarang staf membuat konten, seperti mengambil dan membagikan foto diri mereka di tempat kerja, atau pada saat mereka terlibat secara profesional dalam pekerjaan mereka.

Beberapa pilot dan awak kabin yang telah menemukan kesuksesan dan popularitas di media sosial dengan memposting foto dan konten lain tentang pekerjaan mereka, kemudian menafsirkan aturan baru tersebut sebagai larangan total terhadap hobi mereka.

Khawatir bahwa mereka dapat menghadapi tindakan disipliner yang serius, termasuk pemutusan hubungan kerja, banyak karyawan menggunakan media sosial pada hari Rabu lalu, yaitu untuk mengumumkan bahwa mereka tidak akan lagi memposting konten yang terkait kehidupan kerja.

Aturan baru dari British Airways diyakini telah diperkenalkan setelah lonjakan aktivitas media sosial oleh pilot dan awak kabin yang berisiko membocorkan data sensitif. Maskapai juga khawatir dengan munculnya perilaku influencer media sosial di dalam jajarannya sendiri.

Aturan bermedia sosial juga secara tegas melarang foto dan video yang dibawa ke tempat istirahat ‘rahasia’ para kru, serta video timelapse kru yang bekerja di galeri selama layanan makan atau selama naik dan turun pesawat.

Bidikan ikon awak kabin yang duduk di dalam mesin pesawat juga telah dilarang berdasarkan pedoman baru.

Juru bicara British Airways membantah pedoman tersebut melarang karyawan memposting foto diri mereka di media sosial dan sebaliknya bersikeras bahwa aturan baru memberikan lebih banyak kebebasan. “Kami tidak menghentikan kolega mana pun untuk memposting di media sosial – justru sebaliknya,” kata maskapai itu dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: British Airways Mulai Uji Coba Boarding Biometrik ke Penumpang Penerbangan Internasional

“Kami telah memberikan kejelasan kepada orang-orang kami tentang apa yang tepat dan kapan. Misalnya, saat kolega kita menerbangkan pesawat, mereka bertanggung jawab atas keselamatan semua orang di dalamnya. Tidak masuk akal untuk meminta mereka menunggu sampai istirahat untuk mengambil foto.”

Manjakan Para Turis, Thailand Bangun “Kota Penerbangan” U-Tapao

Pemerintah Thailand sedang membangun “Kota Penerbangan” baru yang epik senilai US$8,8 miliar. Proyek tersebut adalah dengan mengubah Bandara tua U-Tapao di Thailand Timur menjadi Aviation City. Konstruksi megastruktur akan dimulai awal tahun ini dan dilaporkan akan menghasilkan 15.600 pekerjaan tambahan dalam lima tahun pertama pembangunan.

Baca juga: ‘Raja Garbarata’ Indonesia Menangkan Tender Pengadaan di Bandara Don Mueang Thailand

Dikutip dari Reuters.com, pembangunan Kota Penerbangan U-Tapao juga akan memperkuat industri penerbangan Thailand. Kota Penerbangan U-Tapao mencakup area sekitar 2.570 hektar di timur industri Thailand. Konsepnya pusat transportasi baru ini bertujuan untuk menarik lebih banyak wisatawan ke Negara Gajah Putih.

Terminal internasional baru akan dihubungkan dengan bandara untuk melayani penerbangan berbiaya murah (Don Muang) dan bandara utama Thailand (Suvarnabhumi) untuk membawa penumpang berbagai penerbangan dan operator. Selain itu, Kota Penerbangan ini akan mencakup zona perdagangan bebas untuk berbagai komoditas, pusat pelatihan penerbangan, dan pusat perawatan pesawat.

One Works telah ditunjuk sebagai desainer utama untuk proyek ini. Perusahaan konsultan dan desain arsitektur internasional ini berharap dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan sambil menampilkan budaya Thailand yang penuh warna. Bagian luar Gedung Terminal Penumpang mengambil inspirasi tradisional yor (jaring ikan) di kota-kota pesisir terdekat di Provinsi Rayong. Interior yang cerah dan lapang akan menampilkan skylight besar dan banyak tanaman hijau.

Gedung Terminal Penumpang juga akan dilengkapi dengan berbagai tempat makan yang membangkitkan semangat pasar jalanan Thailand. Selain itu, gedung ini akan memiliki area Ritel Smart Eco Hub yang terletak di pusat untuk pembelanja dan Desa Budaya yang akan memberikan hiburan bagi semua pengunjung.

Pada dasarnya, konsep Kota Penerbangan adalah tempat di mana Anda dapat makan dan bersantai sebelum, selama, atau setelah perjalanan.

Baca juga: Begini Gaya Marshaller Cilik di Bandara Thailand Parkir Pesawat

Dengan perluasan tersebut, Bandara Internasional U-Tapao pada akhirnya dapat menerima antara 60 juta hingga 75 juta penumpang per tahun.

Singapore Airlines Luncurkan Layanan WiFi Gratis Tanpa Batas, Ini Syaratnya

Singapore Airlines (SIA) meluncurkan layanan WiFi gratis tanpa batas dalam penerbangan untuk semua pelanggan Business Class, serta anggota PPS Club dan pemegang kartu tambahan PPS Club. Selain itu, anggota KrisFlyer sekarang dapat menikmati paket WiFi gratis selama tiga jam saat berpergian dengan Premium Economy Class dan paket WiFi gratis selama dua jam saat berpergian dengan Economy Class.

Baca juga: Qatar Airways Luncurkan Pesawat Ke-100 dengan Super WiFi, Tawarkan Satu Jam Gratis Akses

Pelanggan yang bukan anggota KrisFlyer, dan anggota KrisFlyer yang mungkin telah menggunakan paket gratis mereka selama penerbangan, dapat memanfaatkan paket harga Wi-Fi baru yang semakin mudah dan menarik dari SIA. Paket baru ini mulai dari USD3,99 (sekitar SGD5,25) untuk satu jam, USD8,99 (sekitar SGD11,80) untuk tiga jam, dan USD15,99 (sekitar SGD21,00) untuk selama penerbangan.

Penyempurnaan layanan ini semakin meningkatkan pengalaman pelanggan dalam penerbangan bersama SIA, dimana pelanggan Suites dan First Class juga dapat menikmati WiFi gratis tanpa batas. Hasilnya, SIA menjadi salah satu maskapai penerbangan pertama yang menawarkan Wi-Fi gratis tanpa batas di seluruh jaringan penumpangnya untuk pelanggan Suites, First Class, dan Business Class, serta anggota PPS Club.

Baca juga: Sering Bepergian Naik Pesawat, Pasti Tahu Aplikasi Pembobol WiFi Bandara Ini, Kan?

Sebelumnya, pelanggan Business Class dan anggota PPS Club mendapatkan layanan WiFi gratis dalam penerbangan sebesar 100MB. Sedangkan anggota KrisFlyer yang berpergian dengan Premium Economy Class dan Economy Class mendapatkan layanan WiFi gratis dalam penerbangan yang dioptimalkan untuk layanan pesan teks saja.

Pesawat Bakal Tanpa Jendela di Masa Depan, Ini Alasannya

Salah satu hal paling berkesan dalam penerbangan adalah melihat pemandangan indah di luar pesawat. Terlebih pada penerbangan malam hari, utamanya di wilayah kutub dimana terdapat Aurora. Sayangnya, di masa depan penumpang terancam tak bisa melihat pemadangan lantaran pesawat bakal tanpa atau tidak ada jendela. Kenapa demikian?

Baca juga: Di Masa Mendatang, Pesawat Bakal Tanpa Jendela! Layar OLED Jadi Gantinya

Di awal kemunculan pesawat jet komersial pada dekade awal tahun 1950, jendela pesawat jauh lebih besar dari ukuran jendela pesawat saat ini. Selama setahun lebih, jendela besar di pesawat, salah satunya pesawat jet komersial pertama di dunia, De Havilland Comet, terus memanjakan penumpang.

Namun nahas, setahun setelah beroperasi untuk pertama kalinya secara komersial atau pada 2 Mei 1952, pesawat De Havilland Comet mengalami kecelakaan fatal. Kecelakaan fatal terulang di tahun berikutnya atau pada tahun 1954.

Dari dua kecelakaan tersebut, penyidik menemukan sumber masalahnya berasal dari metal fatigue. Selain itu, jendela pesawat berbentuk kotak dan cukup besar juga menjadi penyebab utama kecelakaan De Havilland Comet. Jadi, jendela besar dan bentuknya kotak adalah masalah.

Di penghujung dekade 50an dan awal dekade 60an, semakin banyak pesawat jet bermunculan dan bisa ditebak, jendelanya berbentuk bulat atau oval dan ukurannya kecil. Kendati kecil, kebutuhan penumpang melihat pemandangan di luar pesawat tetap terakomodir.

Ukuran jendela semakin kecil pada akhir dekade 60an seiring kemunculan pesawat supersonik Concorde. Diketahui jendela pesawat tersebut tak lebih dari telapak tangan orang dewasa. Sangat kecil.

Baca juga: Kenapa Jendela Tidak Sejajar dengan Kursi di Pesawat untuk Kenyamanan Penumpang?

Di dekade yang sama, Boeing juga berhasil membuat pesawat pertama tanpa jendela, Boeing 797. Pesawat itu bukan hanya peruntukan militer tetapi juga komersial dan mulai mengangkut penumpang dari tahun 1968 hingga 1992. Saat ini, memang tidak ada pesawat komersial atau pesawat penumpang tanpa jendela. Tetapi, di masa depan, itu diprediksi akan terulang.

Ron Wagner, mantan pilot USAF dan mantan pilot maskapai, menulis di Quora, ada sederet alasan mengapa di masa depan pesawat akan didesain tanpa jendela. Pertama, seiring kecanggihan teknologi, penumpang dapat berselancar di media sosial dan internet selama dalam penerbangan. Belum lagi ada layar 4K di depan penumpang. Ini jauh lebih menarik dibanding melihat keluar jendela.

Bagi maskapai, pesawat tanpa jendela sangat menguntungkan dari sisi finansial. Sekecil apapun, keberadaan jendela justru membuat bobot pesawat bertambah. Tak cukup sampai di situ, keberadaan jendela juga melemahkan badan pesawat sehingga pabrikan harus memperkuat struktur. Akibatnya, bobot jadi lebih bertambah, konsumsi bahan bakar meningkat, dan cost bertambah.

Dengan mengoperasikan pesawat tanpa jendela, itu berarti bobot pesawat jadi lebih ringan, konsumsi bahan bakar rendah, dan menghemat lebih banyak uang. Pesawat tanpa pesawat juga tidak membutuhkan banyak perawatan selama umur badan pesawat.

Saat di darat, pesawat tanpa jendela menguntungkan bagi maskapai karena menghemat uang dari penggunaan APU. Adanya jendela membuat kabin menjadi panas. APU bekerja lebih keras untuk mendinginkan pesawat sehingga cost menjadi lebih tinggi. Dengan tanpa jendela, suhu di kabin lebih stabil sekalipun keadaan di luar sangat panas.

Baca juga: Apakah Pilot Pernah Bosan Melihat Keluar Jendela Selama Penerbangan Jarak Jauh?

Alasan lain kenapa di masa depan pesawat tanpa jendela adalah perkembangan teknologi virtual window atau jendela virtual. Jendela virtual menawarkan lebih banyak keuntungan bagi penumpang, termasuk dapat melihat objek di bagian kiri dan kanan pesawat. Bagi maskapai, jendela virtual tetap menguntungkan layaknya tanpa jendela.

Selain jendela virtual, di tren di masa depan adalah melapisi seluruh bagian kanan dan kiri pesawat dengan layar OLED. Ini akan memberikan kesan luas di kabin dengan pemandangan menakjubkan seolah-olah pemandangan di luar pesawat. Layar OLED tersebut juga mengurangi perasaan claustrophobia.

Mau Jadi Investigator Kecelakaan Udara? Ini Sederet Syaratnya

Investigator Kecelakaan Udara (Air Accident Investigators) memainkan peranan sangat penting dalam menciptakan keamanan dan keselamatan penerbangan. Salah satunya caranya ialah dengan mengungkap penyebab kecelakaan udara dan merekomendasikan banyak hal  mulai dari desain sampai prosedur semata agar kejadian serupa atau kecelakaan lainnya tak terjadi.

Baca juga: Ada “Investigator Ridge” di Layar IFE Etihad, Apakah Itu?

Mengingat posisinya itu yang sangat penting, Investigator Kecelakaan Udara harus memiliki kualifikasi tinggi di berbagai bidang, mulai dari psikologi untuk mempelajari kecederungan pilot sebelum terjadinya kecelakaan, keputusan pilot, dan banyak lainnya. Lantas, apa saja syarat menjadi seorang Investigator Kecelakaan Udara?

Masing-masing negara tentu saja mempunyai instansi yang fokus di bidang investigasi kecelakaan, dalam hal ini kecelakaan udara. Di Inggris ada AAIB (Cabang Investigasi Kecelakaan Udara) dan di Amerika Serikat (AS) ada NTSB (Dewan Keselamatan Transportasi Nasional).

Di kedua instansi tersebut, selain syarat umum seperti harus memiliki gelar sarjana di bidang kedirgantaraan, penerbangan, listrik, elektronik, dan mekanik dan gelar master di bidang yang lebih spesifik lagi terkait kecelakaan udara dan keselamatan penerbangan, pengalaman menjadi syarat lainnya yang juga wajib.

Itu berarti, calon Investigator Kecelakaan Udara harus memiliki sertifikasi pilot dan harus mempunyai pengalaman terbang sebagai pilot, insinyur pesawat terbang, ATC, dan banyak lainnya. Pengalaman ini nantinya akan sangat berguna dalam memahami kerangka kejadian penyebab kecelakaan pesawat udara secara utuh.

AAIB dan NTSB juga mensyaratkan kemampuan di bidang psikologi dalam memahami kondisi batin pilot sampai terjadinya kecelakaan. Psikologi yang dimiliki Investigator Kecelakaan Udara terbukti sukses mengungkap banyak kecelakaan udara, salah satunya kecelakaan pesawat Boeing 747-200F Korean Air Cargo dengan nomor penerbangan 8509 di Bandara London Stansted, Inggris, tak lama setelah lepas landas.

Hasil investigasi mengungkap, selain masalah teknis, penyebab utama kejadian adalah kapten pilot yang seorang mantan perwira tinggi tentara terlalu berwibawa. Sehingga kopilot dan flight engineer tidak berani mengkoreksi kapten sekalipun keduanya tahu kapten pilot salah menilai insiden yang berujung fatal.

Saat terjadi kecelakaan udara, Investigator Kecelakaan Udara adalah orang pertama yang datang ke lokasi, mengumpulkan barang bukti, memetakan lokasi, memdokumentasikan kejadian, menyusun riwayat penerbangan, melihat data, menganalisis FDR (flight data recorder) dan CVR (cockpit voice recorder), membuat urutan kecelakaan, menggambarnya, sampai mengungkap kecelakaan.

Di Indonesia sendiri, cara kerja dan tanggung jawab Investigator Kecelakaan Udara kurang lebih sama dengan yang di atas. Demikian juga dari segi persyaratan. Hanya saja terdapat beberapa perbedaan kecil.

Baca juga: Diam-diam ‘Warisan’ Alm. Dirut Sardjono Jhony Jadi Solusi KNKT Akhiri Kecelakaan di TransJakarta

Dikutip dari jdih.kemenkeu.go.id, Investigator Kecelakaan Udara bukanlah anggota dari KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi). Itu berarti Investigator Kecelakaan Udara bukanlah PNS, tetapi mereka bisa berasal dari unsur PNS dan swasta.

Mengingat posisinya yang sangat penting, Investigator Kecelakaan Udara mendapat gaji sangat besar. NTSB diketahui membayar sampai Rp1,7 miliar per tahun. AAIB juga demikian dan angkanya tak jauh-jauh dari itu. Di Indonesia, seorang investigator mendapat gaji Rp144 juta per bulan, tergantung jabatan dan posisinya.