Hari Ini, 83 Tahun Lalu, Tokoh Dirgantara Kelahiran Blitar, Anthony Fokker, Meninggal Dunia

Pada hari ini, 83 tahun yang lalu, bertepatan dengan 23 Desember 1939, legenda dirgantara dunia Anthony Fokker meninggal dunia di Murray Hill Hospital, New York, Amerika Serikat. Pria kelahiran Blitar itu wafat usai tiga pekan sakit terinfeksi virus meningitis.

Baca juga: Anthony Fokker – Pria Kelahiran Blitar Yang Jadi Legenda di Dunia Dirgantara

Dikutip dari assignmentpoint.com, jasad pemilik nama lengkap Anton Herman Gerard “Anthony” Fokker itu kemudian dibawa ke Westerveld Cemetery di Driehuis, Utara Belanda, dan dikremasi di sana. Ia bisa dibilang melewati tiga fase kehidupan di tiga tempat berbeda; lahir di Blitar, Indonesia, berkarir dan sukses di Belanda (juga Jerman), dan meninggal di AS, sebelum akhirnya kembali ke Belanda sebagai tempat peristirahatan terakhir.

Sebagaimana pembuat pesawat lainnya, pesawat-pesawat buatan Anthony Fokker di awal umumnya berupa pesawat militer untuk kebutuhan perang. Pesawat militer  buatannya dari pabrik di Jerman bahkan menjadi beberapa yang diperhitungkan ketika itu, seperti Eindecker monoplanes, Dr.1 triplane, dan D.VII biplane.

Tak tanggung-tanggung, pesawat buatannya berhasil terjual sebanyak 4.000 unit. Pesawat terbukti tangguh dan bisa diandalkan dalam dua udara ke udara dan udara ke darat. Ketangguhan itu setidaknya terbukti dari keluarnya Jerman dan negara pengguna pesawat itu sebagai pemenang perang.

Kesuksesan di industri pesawat militer kemudian diikuti di sektor pesawat sipil. Pesawat sipil buatan Fokker, Fokker F.VIII bahkan sukses membawa maskapai nasional Belanda, KLM, sebagai seluruh rute dan jangkauan terbang di seantero Eropa.

Sebagai tokoh dirgantara dunia, bakat inovator Anthony Fokker sudah muncul sejak ia kecil. Suatu ketika, ia masih duduk di bangku sekolah. Tak seperti teman sebayanya yang masih asik bermain menikmati masa kecil, ia dan temannya, Frits Cremer, berhasil membuat ban anti bocor. Kendati paten atas temuan itu sudah dimiliki inovator asal Perancis, namun, ayahnya melihat itu sebagai sebuah bakat yang harus dikembangkan. Oleh sebab itulah ia dikirim sekolah otomotif di Jerman.

Namun, siapa nyana, garis tangan pria berkebangasaan Belanda-Amerika yang terlahir di Blitar, Jawa Timur pada 6 April 1890, dimana ayahnya, Herman Fokker Sr merupakan seorang pemilik perkebunan kopi milik Belanda, itu justru menuntunnya menjadi seorang dirgantarawan. Alih-alih belajar otomotif, di Jerman ia justru belajar ilmu membuat pesawat terbang dan menerbangkannya. Dari situlah jalan hidupnya sebagai tokoh dirgantara dunia dimulai.

Ilmu tersebut menarik perhatiannya dan beberapa murid lain, namun karena fasilitas yang menunjang pembelajaran tentang konstruksi pesawat terbang kurang memadai, maka dari itu Fokker bersama temannya, Franz van Daum memutuskan untuk keluar dari sekolah mengemudi tersebut dan berencana untuk merakit sebuah pesawat terbang sendiri.

Disokong dana oleh orang tuanya dan Franz van Daum, Fokker lalu merancang pesawat pertamanya yang diberi nama Spin. Dalam uji coba pertamanya, Fokker mesti mengigit jari karena pesawat rancangannya yang dikemudikan oleh Franz van Daum menabrak pohon dan hancur berkeping-keping. Tidak lantas patah arang, Fokker kembali merancang ulang Spin dengan menggunakan mesin yang sama dengan rancangan sebelumnya, karena ia menganggap mesin tersebut masih bisa digunakan.

Sayangnya, dewi fortuna belum berpihak kepadanya dan memaksa Fokker kembali menyaksikan sahabat sekaligus penyokong dana proyek tersebut menabrak hingga menghancurkan pesawat rancangannya.

Sejak saat itu, Fokker memutuskan untuk tidak bekerja sama lagi dengan Franz van Daum. Belajar dari kegagalan, Fokker bekerja dan belajar menerbangkan pesawat sendiri. Terbukti, dalam uji coba yang dipraktikan langsung oleh Fokker, ia berhasil terbang secara mulus.

Baca juga: Pernah Dioperasikan Sempati Air Tommy Soeharto, Fokker 100 Disulap Jadi Destinasi Wisata di Kroasia

Kabar baik itupun lalu diberitakan kepada orang tuanya dan meminta kepada sang ayah untuk bisa membantunya mengurus perijinan untuk bisa unjuk gigi di acara ulang tahun Ratu Belanda yang diadakan di Haarlem, Belanda. Akhirnya momen yang dinantikan Fokker terjadi pada 1911, dimana ia berhasil mengudara di Amsterdam dan Ia melihat ada peluang bisnis baru di situ. Ini pada akhirnya menjadi titik balik kehidupan Fokker sebagai seorang pengusaha pembuat pesawat.

Di puncak kejayaannya sebagai pebisnis pesawat militer dan sipil, Anthony Fokker dinyatakan wafat oleh dokter di Rumah Sakit Murray Hill Hospital, AS, setelah tiga pekan lamanya berjuang melawan virus meningitis.

8 Negara ini Begitu Sulit ‘Menerima’ Kewarganegaraan, Empat Merupakan Negara Kaya Minyak

Dengan syarat tertentu, ada beberapa negara yang dikenal membuka kesempatan bagi warga asing untuk menjadi warga negara. Namun, kebalikannya, ada beberapa negara yang dikenal begitu sulit untuk memberikan status kewarganegaraan pada orang asing. Nah, negara apa sajakah itu? Berikut list yang diurakan pada forum quora.com.

Baca juga: [Update Terbaru] 39 Negara ini Bebas Visa Bagi Pemegang Paspor Indonesia

1. Arab Saudi
Pemerintah Arab Saudi sangat ingin melindungi status quo dan tidak ingin mengkompromikan nilai-nilai budaya atau standar hidupnya dengan membiarkan orang asing menjadi bagian permanen dari masyarakat. Satu-satunya cara Anda untuk menjadi warga negara naturalisasi adalah dengan menikah dengan warga negara (warga lokal). Namun, itu tidak menjamin kewarganegaraan, khususnya bagi non-Muslim.

2. Vatikan
Kewarganegaraan di negara tersebut tidak berdasarkan kelahiran tetapi hanya diberikan kepada mereka yang tinggal di Vatikan karena pekerjaan atau jabatannya. Kardinal yang tinggal di Kota Vatikan atau Roma serta diplomat Tahta Suci juga dianggap sebagai warga negara.

3. Bhutan
Negara di Pegunungan Himalaya ini dikenal karena mengukur keberhasilannya dengan indeks Kebahagiaan Nasionalnya daripada PDB. Ini adalah salah satu negara paling terisolasi di dunia.

Negara ini tidak terbuka untuk pariwisata sampai tahun 1974 dan terus mengatur dan memantau perjalanan ke negara itu dengan cermat, sehingga dapat dibayangkan bahwa proses imigrasi tidak mudah.

Dibutuhkan dua orang tua Bhutan untuk dilahirkan sebagai warga negara , dan jika Anda hanya memiliki satu, Anda harus mengajukan kewarganegaraan naturalisasi setelah Anda tinggal di Bhutan selama 15 tahun. Persyaratan 15 tahun juga berlaku untuk pegawai pemerintah.

Mereka yang memiliki orang tua non-Bhutan yang tidak bekerja untuk pemerintah dapat melamar setelah tinggal di negara tersebut selama 20 tahun, selama Anda memenuhi daftar persyaratan, termasuk tidak ada catatan berbicara atau bertindak melawan raja atau negara.
Bahkan jika Anda memenuhi persyaratan, Pemerintah Bhutan berhak menolak Anda dengan atau tanpa alasan apa pun.

4. Cina
Undang-undang Kewarganegaraan Cina mengizinkan orang asing untuk mencoba menjadi warga negara naturalisasi jika mereka memiliki kerabat yang merupakan warga negara Cina, telah menetap di China, atau “memiliki alasan lain yang sah”. Jika Anda tidak memiliki kerabat yang merupakan warga negara Cina dan tinggal di Cina, peluang Anda untuk menjadi warga negara Cina sangat kecil.

5. Qatar
Jika ayah Anda bukan orang Qatar , maka Anda juga bukan orang Qatar, bahkan jika ibu Anda adalah orang Qatar. Jika Anda telah menjadi penduduk resmi Qatar selama 25 tahun tanpa meninggalkan negara itu selama lebih dari dua bulan berturut-turut (di antara persyaratan lainnya), Anda dapat mengajukan permohonan kewarganegaraan.

The Doha News melaporkan bahwa Qatar hanya menaturalisasi sekitar 50 orang asing setahun. Selain itu, warga negara yang dinaturalisasi tidak diperlakukan dengan cara yang sama di bawah hukum seperti warga negara yang lahir di Qatar, kemungkinan karena negara tersebut memberikan tunjangan pemerintah yang berbeda.

6. Kuwait
Menurut hukum Kewarganegaraan kuwait , setelah tinggal di Kuwait selama 20 tahun (15 tahun untuk warga negara Arab lainnya), Anda dapat mengajukan permohonan untuk diberikan kewarganegaraan Kuwait, tetapi hanya jika Anda adalah Muslim sejak lahir atau pindah agama. Jika Anda pindah agama, Anda pasti telah berlatih selama lima tahun. Anda juga harus berbicara bahasa Arab dengan lancar.

Undang-undang Kewarganegaraan juga menyatakan bahwa istri seorang pria Kuwait dapat meminta menjadi warga negara setelah menikah selama 15 tahun.

7. Uni Emirat Arab
UEA, mengizinkan Anda mengajukan permohonan untuk menjadi warga negara jika Anda telah tinggal secara resmi di Emirates selama 30 tahun.

Undang-undang Federal No. 17 menyatakan bahwa jika Anda adalah warga negara Arab dari Oman, Qatar, atau Bahrain, Anda dapat mengajukan naturalisasi setelah tiga tahun tinggal. Orang Arab dari negara lain memenuhi syarat setelah tujuh tahun tinggal di UEA. Keturunan orang tua Emirat memenuhi syarat untuk kewarganegaraan jika mereka lahir dari orang tua yang dikenal atau tidak dikenal di negara bagian tersebut.

Saat ini, wanita berkewarganegaraan UEA yang menikah dengan pria asing tidak dapat mewariskannya kepada anak-anak mereka. Keputusan tahun 2011 memungkinkan anak-anak itu untuk mengajukan kewarganegaraan ketika mereka mencapai usia 18 tahun.

Baca juga: Benarkah Swiss Adalah Negara Terindah di Dunia?

8. Swiss
Menurut undang-undang Swiss yang baru, Anda harus tinggal di negara tersebut selama 10 tahun dan memiliki izin kerja yang disebut izin C. Izin C memungkinkan Anda untuk tinggal dan bekerja di pedesaan.

Benarkah Swiss Adalah Negara Terindah di Dunia?

Swiss sudah dikenal sebagai negara aman dan nyaman, dimana penduduknya menikmati hari libur mereka di Sungai Aare di Bern. Biasanya masyarakat Swiss duduk di rumput sembari memanggang makanan dan minum bersama serta melakukan pendakian ringan di perbukitan sekitar sungai atau bermain perahu karet di sungai.

Baca juga: Jaringan Kereta Api di Swiss Dikenal Tepat Waktu, Inilah Resepnya

Ini sesuatu yang sederhana, alami dan menyenangkan. Banyak kegiatan lainnya yang dilakukan penduduk di alam terbuka seperti gulat atau schwingen yang biasa disebut penduduk sekitar untuk olahraga tersebut dan menjadi permainan favorit bagi para petani serta pelancong negara lain.

Mereka juga melakukan perlombaan, permainan ski, bernyanyi, berdandan dan bersenang-senang. Memiliki musik yang disebut guggenmusik dimana para pemain marching band menggunakan pakaian flamboyan dengan alat musik tradisional.

keindahan Swiss (Travel Picture)

Saat itulah semua tentang Swiss tergambarkan dengan rangkaian pemandangan sempurna dimana puncak gunung tertutup salju dan lembah hijau terbentang luas. Memiliki danau indah, desa dengan bangunan kayu tua dan lainnya. Kehebatan Swiss terlihat dari budayanya yang membentang bahkan melampaui keju, coklat, jam tangan hingga bank yang terkenal dari negara ini.

Apalagi menjadi negara yang aman dari konflik, memiliki penduduk yang ramah, progresif hingga bisa berkomunikasi dengan baik. Hal ini tidaklah mengejutkan jika Swiss menjadi negara terbaik nomor satu menurut Amerika Serikat. Menjadi nomor satu, Swiss membuat Kanada, Jerman, Inggris dan Jepang berada di bawahnya.

KabarPenumpang.com merangkum dari laman traveller.com.au (30/1/2018), bukan hanya indah, di Swiss tidak ada sampah yang tergeletak atau tersebar di jalanan. Kereta berjalan tepat pada waktunya dan penduduk sekitar memperlakukan pelancong sebagai mana mestinya dengan kesopanan mereka.

Kereta di Swiss (flickr.com)

Namun, hal-hal tersebut menjadi salah satu yang menyenangkan di Swiss dan banyak pelacong yang ingin kembali lagi. Ini dikarenakan beberapa tempat yang ada di kota-kota negara Swiss berubah menjadi pusat seni alternatif dan sebuah surga kontra budaya di negara yang terlihat cukup beragam dalam kebudayaannya.

Menikmati Swiss tak lupa menaiki balon udara, dimana pelancong bisa menikmati keindahan alam Swiss dari atasnya. Tak hanya itu, untuk mendapat pengalaman lainnya, pelancong bisa menaiki kereta malam di Alpiglen sebuah desa kecil di pegunungan dekat Grindelwald.

Baca juga: Dengan Lokomotif Otonom, Swiss Federal Railway Siap Naikkan ‘Kasta’ Armadanya

Dalam perjalan kereta ini, Anda bisa menikmati restoran di dalam kereta yang hangat sambil meluncur menuju jalur Toboggan yang tertutup salju dalam kegelapan. Sedangkan untuk kembali ke Alpiglen Anda bisa menaiki kereta ini dengan jalan kereta menanjak.

Bandara Mana yang Paling Mudah untuk Pilot Lepas Landas dan Mendarat?

Secara umum, pilot dengan lisensi yang sama memiliki cukup skill untuk menerbangkan pesawat. Kendati begitu, pengalaman, tekad, passion, dan keinginan untuk terus belajar menjadikan skill masing-masing pilot berbeda satu sama lain. Kendati begitu, saat menerbangkan pesawat, dalam hal ini lepas landas dan mendarat, ada satu bandara yang semua pilot sepakat itu mudah dilewati. Bandara manakah?

Baca juga: Kenapa Runway Tidak Dibuat Lebih Panjang Agar Tak Terjadi Kecelakaan?

Kecelakaan pesawat di landasan pacu (runway) sering kali terjadi, baik saat take off maupun saat landing. Tak sedikit dari kecelakaan tersebut berupa overrun atau tergelincir hingga melewati aspal runway dan banyak kecelakaan lainnya.

Runway bandara memegang peranan penting dalam sebuah penerbangan. Tanpa runway, bisnis penerbangan tak akan perjalanan. Landasan pacu sendiri merupakan sebuah garis lurus untuk pesawat lepas landas dan mendarat.

Di dunia, ukuran runway berbeda-beda tergantung kebutuhan. ICAO sendiri sudah mengatur dan mengklasifikasikan runway dalam empat golongan atau kode (code).

Code number 1 panjang landasan pacu kurang dari 800 meter. Code number 2, panjang landasan pacu antara 800 meter sampai 1.200 meter. Code number 3, panjang landasan pacu mulai dari 1.200 meter sampai 1.800 meter.

Code number 4, panjang landasan pacu mulai dari 1.800 meter sampai 1.900 meter. Terakhir, runway dengan kode nomor 6 memiliki panjang landasan pacu mulai dari 1.900 atau lebih hingga 4.200 meter.

Pada umumnya, landasan pacu pesawat komersial memiliki panjang mulai dari 2.438 meter (8.000 kaki) sampai 3.962 meter 913 ribu kaki).

Sebagaimana panjang dan lebarnya, masing-masing code number landasan pacu memiliki runway strip, mulai empat, enam, delapan, 12, sampai yang terbanyak 16 strip atau garis di ujung runway.

Saat ini, runway terpanjang di dunia ada di Bandara Qamdo Bangda, Tibet, dengan panjang mencapai 5.500 meter atau 5,5 km. Di sana, sejauh ini belum pernah terjadi insiden overrun ataupun overshoot (keluar landasan pacui), salah satunya karena memiliki runway yang panjang. Namun, apakah bandara tersebut disepakati nyaris seluruh pilot sebagai bandara yang ramah untuk dilakukan take off dan landing?

Menurut salah satu pengguna Quora, bandara yang ramah untuk pilot lepas landas dan mendarat adalah Bandara Edward Air Force atau Edward Air Force Base. Tak main-main, di sini landasan pacu-nya dua kali lipat dari Bandara Qamdo Bangda, yaitu sejauh 12,1 km dan menjadi landasan pacu (runway) terpanjang di dunia.

Edward Air Force Base terletak di gurun pasir California, Amerika Serikat (AS). Selain runway-nya panjang, letaknya di tengah gurun tanpa ada bangunan tinggi ataupun lautan juga memudahkan pilot lepas landas dan mendarat.

Dahulu, landasan pacu sepanjang itu ditujukan untuk mendukung space shuttle atau pesawat ulang-alik lepas landas. Tak seperti pesawat pada umumnya, pesawat ulang-alik hanya memiliki satu kesempatan lepas landas. Begitu juga dengan mendarat, tidak ada kesempatan untuk touch and go.

Baca juga: Yang Tiada Duanya dari Bandara Don Mueang Bangkok, Ada Lapangan Golf di Antara Dua Runway

Begitu menyentuh landasan saat mendarat, pesawat harus berhenti dan tidak bisa kembali terbang seperti pesawat sipil. Itu kenapa landasan dibuat sangat panjang semata agar pesawat ulang-alik bisa berhenti di atas aspal, bukan tergelincir ke padang pasir.

Pada prinsipnya, selama runway-nya panjang, tidak banyak bangunan tinggi di sekitar bandara, terletak di ketinggian normal, dan cuaca yang relatif stabil, bandara manapun dengan kriteria itu pasti mudah untuk pilot melakukan lepas landas dan mendarat.

4 Tantangan Pesawat Berbahan Bakar Hidrogen, Nomor 1 Tak Terbayang

Sektor dirgantara global menargetkan taun 2050 seluruh pesawat sudah bebas emisi atau  zero karbon dioksida berkat penggunaan energi atau bahan bakar berkelanjutan. Salah satunya adalah hidrogen. Kendati terpilihnya hidrogen sudah melalui riset panjang, sejumlah tantangan tetap menghadang pengembangan pesawat hidrogen. Sedikitnya ada 4 tantangan, apa saja?

Baca juga: Airbus Mulai Kerjakan Tangki Bahan Bakar Hidrogen Pesawat, Boeing Panas-Dingin

1. Tangki bahan bakar disebut lebih besar dari badan pesawat

Di sela-sela gelaran Dubai Air Show pada tahun 2021, CSO Chris Raymond membeberkan alasan Boeing tidak menjadikan hidrogen sebagai bahan bakar bebas emisi di masa depan.

Menurutnya, sekilas hidrogen memang sangat menarik untuk dijadikan bahan bakar pesawat, termasuk juga kendaraan darat dan laut, di masa depan. Sebab, hidrogen lebih ringan dari bahan bakar fosil dan tidak menghasilkan emisi karbon melainkan hanya berupa uap air sebagai sisa pembakaran. Tak hanya itu, energi hidrogen juga 2,5 kali lebih besar per kilogram dari minyak tanah.

Tantangannya adalah, hidrogen tidak bisa langsung digunakan ketika diproduksi. Ia harus didinginkan dan dikompresi sebelum bisa dijadikan bahan bakar. Sudah begitu, tingkat kerapatannya yang butuk membuat volume pesawat empat kali lebih banyak dibanding bahan bakar jet.

Baca juga: Alasan Boeing Pesimis Hidrogen Sebagai Bahan Bakar: Tangki Bahan Bakar Lebih Besar dari Kabin

Karenanya, lanjut Chris, bahan bakar hidrogen membutuhkan sistem pendingin dan tangi penyimpanan bahan bakar yang besar. Saking besarnya, bukan tak mungkin tangki bahan bakar pesawat hidrogen lebih besar dibanding kabin penumpang, sesuatu yang agaknya tidak cukup efisien dari segi desain dan pada akhirnya bisa saja itu tidak begitu menarik untuk maskapai.

2. Transport dan pengisian bahan bakar

Hidrogen meleleh dari padat menjadi cair pada -259 derajat celcius dan mendidih menjadi gas pada -253 derajat celcius. Kondisi paling ideal untuk menyimpan dan menggunakan hidrogen adalah keadaan cair. Mencairkan hidrogen menghabiskan hampir seperempat energinya, mengurangi efisiensi keseluruhan sistem berbasis hidrogen.

Tidak hanya penting untuk mengontrol suhu, tetapi juga untuk mencegah kebocoran pembukaan selama penyimpanan, pengangkutan, dan pengisian bahan bakar. Jika suhu melebihi -253 derajat celcius, lapisan gas hidrogen dapat terbentuk di dalam tangki. Selama pengisian bahan bakar, gas hidrogen dapat hilang karena penguapan.

Baca juga: Airbus Bangun Stasiun Produksi dan Distribusi Hidrogen Rendah Karbon di Bandara Toulouse

3. Proses pembakaran

Selama ini gas alam diketahui paling cepat terbakar. Nyatanya, hidrogen jauh lebih cepat. Karenanya, butuh sistem pengontrol pembakaran atau kontrol pembakaran aktif akan konsumsi energi tetap efektif dan efisien.

4. Infrastruktur dan rantai pasokan

Di antara sikap pesimis Boeing terhadap penggunaan bahan bakar hidrogen sebagai solusi bahan bakar berkelanjutan bebas emisi karbon di pesawat adalah rantai pasokan dan infrastruktur. Boeing diketahui sudah sejak tahun 2008 silam mengembangkan bahan bakar hidrogen untuk pesawat. Namun, rantai pasokan selalu menjadi kendala saat itu massif digunakan.

Bagaimana Cara Kerja Mesin Turboprop? Berikut Penjelasannya

Bagi traveler yang sering bepergian naik pesawat, umumnya akan melihat dua jenis mesin pesawat, yang satu pesawat dengan mesin jet dan satu lainnya menggunakan mesin baling-baling. Ini disebut juga dengan mesin turboprop. Lantas, bagaimana cara kerja mesin turboprop? Apakah sama dengan mesin turbofan?

Baca juga: Serupa tapi Tak Sama, Kenapa Mesin Turbofan Berbeda dengan Mesin Turboprop?

Dilansir dari berbagai sumber, cara kerja dan kompenen utama mesin turboprop bisa dibilang serupa tapi tak sama dengan mesin turbofan atau turbojet. Itu dilengkapi intake, kompresor, ruang bakar, turbin, and nozzle. Cara kerja mesin ini pada awalnya udara masuk dari atmosfer ke dalam intake.

Tekanan udara tersebut dinaikkan dengan menggunakan kompresor. Tujuan peningkatan tekanan adalah untuk meningkatkan efisiensi pembakaran sebab pada saat pesawat udara beroperasi yaitu terbang di ketinggian maka temperatur udaranya sangat rendah sehingga sangat sulit untuk dilakukan pembakaran.

Selanjutnya udara bertekanan tinggi diumpankan ke ruang bakar dan dicampur dengan bahan bakar kemudian dilakukan pembakaran.

Gas panas hasil pembakaran diumpankan ke turbin. Turbin berfungsi merubah energi panas (thermal) menjadi energi mekanik. Selain memutar kompresor, turbin juga memutar baling-baling melalui roda gigi reduksi hingga akhirnya gas sisa pembakaran dibuang ke atmosfer melalui nozzle.

Pesawat turboprop sangat efisien dengan kecepatan subsonik (di bawah 450 mph) karena kecepatan pesawat jet dari baling-baling (dan buang) relatif rendah.

Mesin Turboprop merupakan mesin turbojet dengan turbin tambahan yang dirancang sedemikian rupa untuk menyerap semburan sisa bahan bakar yang sebelumnya menggerakkan kompresor. Pada prakteknya selalu ada sisa semburan gas dan sisa inilah yang dipakai untuk mengerakkan turbin yang dihubungkan ke reduction gear, biasanya terletak di bidang mesin, memutar baling-baling.

Baca juga: Satu sampai Enam, Inilah Daftar Pesawat Twin Turboprop Tercepat Saat ini

Jenis mesin ini irit bahan bakar untuk pesawat berkecepatan rendah/sedang dan terbang rendah (400 mil per jam/30.000 kaki). Melewati teknologi maju, selain irit juga menghasilkan tingkat kebisingan yang rendah dan mampu meluncurkan pesawat degnan kecepatan 400 mil per jam.

Dengan berbagai keunggulan dibanding mesin turbojet atau turbofan, seperti lebih tidak bising, lebih irit, dan efisien untuk kecepatan dan terbang rendah, mesin turboprop atau propeller banyak digunakan di rute-rute dengan medan terjal, seperti pegunungan, perbukitan, dan pedalaman dengan landasan pendek dan curam. Di wilayah-wilayah itu, mesin turboprop terbukti tangguh dan efektif dalam melakukan perjalanan udara.

Konfigurasi Kursi Tak Lazim di Peron Stasiun Komuter Jepang, Ini Alasannya

Meski tidak semua, ada yang terlihat tak lazim di stasiun kereta bawah tanah di beberapa kota di Jepang. Seperti di Osaka, Kansai, Kanto dan Tokyo, desain kursi di peron stasiun ditata dengan unik. Yakni jarak kursi yang agak jauh dari tepi peron, tidak itu saja, kursi disusun tidak menghadap peron, sebaliknya posisi kursi ditempatkan dengan arah sejajar peron. Tentu ada alasan dari desain kursi yang tak lazim ini.

Baca juga: Stasiun Tokyo Metro Dilengkapi Fitur Display Kepadatan Gerbong, Layak Ditiru PT KCI 

Dikutip dari Soranews24.com, disebutkan bahwa pihak operator kereta, dalam hal ini JR West punya alasan tersendiri. Menurut JR West, ada tiga alasan yang mendasari penempatan kursi tak lazim di beberapa stasiun kereta komuter.

Dari wawancara yang dilakukan reporter Soranews24.com, disebut alasan utamanya ditekankan untuk mencegah calon penumpang jatuh dari peron. Yang dimaksud disini banyak kasus penumpang mabuk dan jatuh ke peron. JR West menyebut konfigurasi kursi-kursi sejajar peron ini telah ada sekitar lima sampai enam tahun lalu.

Baca juga: Lex, Kursi Portable Futuristik yang Bisa Dibawa Kemana Saja!

Untuk mencegah penumpang jatuh ke peron, JR West memang tidak bisa memasang platform screen door di semua stasiun, alasannya karena instalasi platform screen door di semua stasiun membutuhkan biaya besar. Umumnya platform screen door ada di stasiun-stasiun besar di pusat perkotaan. Sementara jalur kereta seperti di Kansai punya rute yang kompleks.

Sering Dicap Negatif, Ini Pentingnya Senioritas di Dunia Pilot

Senioritas di dunia kerja sering dianggap negatif. Hal itu wajar mengingat banyak kasus karyawan senior yang semena-mena terhadap karyawan junior. Tetapi di dunia pilot, senioritas justru penting dan dibutuhkan. Kenapa demikian?

Baca juga: Salahkan Kopilot, Pilot Senior Tidur Saat Menerbangkan Boeing 747 

Pilot diketahui diberi label senior sejak pertama kali bergabung dengan sebuah maskapai. Jadi, semua pilot di maskapai penerbangan adalah senior. Tergantung maskapai, label pilot senior ini bisa didapat dari tanggal perekrutan, hari pertama ground school, atau hari pertama masa orientasi pilot maskapai. Dari sini, tentu saja pilot yang sudah bekerja paling lama menjadi pilot dengan seniority number atau nomor senioritas tertinggi berdasarkan kelasnya.

Berdasarkan urutan pilot senior itu, nantinya maskapai akan pilot senior berbagai hal, mulai dari menerbangkan pesawat pertama maskapai, terbang berdasarkan domisili untuk memudahkannya tetap dekat dengan keluarga, dan berbagai penawaran lainnya. Singkatnya, senioritas di sini legal, terbuka, dan justru banyak membantu dalam berbagai hal.

Pilot-pilot senior, tergantung maskapainya, akan dimasukkan lagi ke dalam kategori senioritas master. Ada kata ‘master’ yang membedakan dengan pilot senior yang baru bergabung dengan maskapai. Pilot yang masuk di kategori senioritas master ini memiliki lebih banyak previllage atau kekhususan atau keistimewaan.

Umumnya, pilot yang masuk kategori pilot seniorotas master adalah kapten pesawat. Sebab, mereka diberikan peluang untuk naik tingkat dari kopilot menjadi kapten pilot. Banyak dari mereka yang tak ingin menyianyiakan kesempatan itu. Namun, tak sedikit dari mereka yang tetap ingin menjadi kopilot.

Alasannya, mereka ingin mempertahankan senioritas di kelas kopilot sehingga bisa memanfaatkan salah satu atau banyak keistimewaan, salah satunya terbang berdasarkan domisili sehingga tetap bisa dekat dengan keluarga.

Sebagai contoh, pilot A tercatat sebagai paling senior dalam senioritas pilot sebagai kopilot atau di kelas kopilot. Dengan begitu ia berhak untuk memilih terbang dari hub atau base maskapai, katakanlah di Jakarta.

Saat ia pindah ke kapten pilot, bisa saja nomor senioritasnya turun menjadi paling bawah, sehingga ia tidak bisa memilih domisili bekerja dan terpaksa dipindah ke hub atau base maskapai di Bali dan tetap tinggal di sana dalam jangka panjang serta jauh dari keluarga yang berada di Jakarta.

Selain bisa memilih terbang dari kota domisili, diberikan kehormatan menerbangkan pesawat terbaru maskapai, senioritas pilot juga menentukan dalam pemilihan rute, jenis pesawat, dan jadwal dari departemen yang mengatur schedule pilot dan biasanya juga mengatur schedule pramugari.

Baca juga: Ini Perbedaan Penerbangan Jarak Jauh dan Jarak Pendek dari Perspektif Pilot

Pilot paling senior biasanya akan menghabiskan kesempatan yang paling terbaik, seperti memilih terbang dengan pesawat paling canggih dan terbaru, terbang ke rute-rute internasional dengan kesempatan layover di banyak negara, terbang dengan frekuensi sesering mungkin untuk membawa pulang lebh banyak uang, terbang keliling dunia, menghindari terbang di malam hari, dan sebisa mungkin menghindari weekend dan peak season.

Pilot biasanya bergabung dengan maskapai di usi 21 tahun dan pensiun di usia sekitar 65 tahun. Jadi, pilot paling senior bekerja di maskapai hampir 44 tahun. Selain lamanya bekerja di maskapai, pilot bisa masuk ke kategori senioritas master dengan sederet keistimewaan juga ditunjang dengan skill, kinerja, dan tentu saja keberuntungan.

Rusia Bersiap Rakit Sukhoi Superjet 100 Generasi Terbaru, Akhir Tahun Depan Siap Dikirim

Meski industri penerbangan dan maskapai Rusia mendapat tekanan berat sebagai imbas Perang Ukraina, namun, ada kabar bahwa Negeri Beruang Merah tersebut justru sedang bersiap untuk merakit pesawat regional jet Sukhoi Superjet – SSJ-100 New. Bahkan, disebut SSJ-100 New akan mulai dikirimkan ke maskapai domestik pada akhir tahun depan.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah, Sukhoi Superjet 100 Terbang Perdana: Jadi Pesawat Komersial Pertama Rusia Pasca Uni Soviet

Dikutip dari Simpleflying.com (22/12/2022), disebutkan SibNIIA Institute, pusat penelitian ilmu penerbangan terbesar di Rusia Timur, sedang mengerjakan uji statis sertifikasi struktur badan pesawat Irkut Superjet 100 generasi terbaru. Varian baru dari keluarga narrowbody ini akan diproduksi dengan peralatan dan komponen lokal, serta sistem teknologi dalam negeri karena adanya sanksi Barat setelah invasi Rusia ke Ukraina.

Awal bulan ini, SibNIIA mengumumkan sedang mempersiapkan peralatan dan sistem teknologi untuk uji statis badan pesawat Superjet 100 generasi terbaru. Menurut Vladimir Barsuk, direktur institut tersebut, prototipe SSJ-100 New akan diuji pada Januari 2023. Pengiriman dapat dimulai paling cepat pada akhir 2023. Ini adalah salah satu dari banyak proyek yang saat ini dimiliki pemerintah Rusia untuk mempromosikan produksi dalam negeri.

“Uji statik sertifikasi dari karakteristik kekuatan badan pesawat akan mengkonfirmasi keandalan struktural dan menentukan kondisi pengoperasian SSJ-100 New yang aman sesuai dengan persyaratan Peraturan Penerbangan,” kata lembaga SibNIIA dalam sebuah pernyataan.

Pengujian aerodinamis pesawat selesai pada 24 November di Central Aerohydrodynamic Institute, menurut laporan dvnovosti.ru. Saat ini, Regional Aircraft Company dan SibNIIA sedang berkoordinasi untuk mengirimkan badan pesawat SSJ-100 New ke Novosibirsk dan mempersiapkan perakitan pesawat di institut tersebut.

SAP, serikat manufaktur pesawat Rusia, mengharapkan untuk memproduksi 20 unit Irkut SSJ-100 New per tahun pada tahun 2024, rencananya pesawat itu dilengkapi dengan mesin PD-8. Pada saat yang sama, enam Irkut MC-21-310 pertama akan diselesaikan. Menurut data ch.aviation, ada 327 pesawat Superjet 100 yang diproduksi, sekitar 135 di antaranya saat ini aktif. Maskapai Rusia Rossiya adalah operator terbesar SSJ-100 dengan 74 pesawat.

SSJ-100 New, versi terbaru dari Sukhoi Superjet 100, akan memiliki kapasitas 87 hingga 98 penumpang.

Baca juga: Kena Embargo Mesin dari Perancis, Sukhoi Superjet 100 Rusia Terancam Di-Grounded 

Superjet 100 (atau SSJ-100) adalah jet regional yang melakukan penerbangan perdananya pada tahun 2008 dan layanan komersial pertamanya tiga tahun kemudian. Sepanjang sejarahnya, SSJ-100 telah mengalami masalah, termasuk empat kecelakaan. Kecelakaan terakhir terjadi pada Mei 2019, ketika Aeroflot Penerbangan 1492 sedang mendaki setelah lepas landas dari Bandara Internasional Moscow Sheremetyevo, dan sambaran petir menyambar di dekat pesawat.

Berapa Lama Pre-Flight Check Dilakukan di Penerbangan Komersial dan Apa Saja yang Diperiksa?

Sebagai moda transportasi paling aman di dunia, pesawat terbang melalui banyak pemeriksaan ketat dan intensif, bahkan detik-detik jelang penerbangan. Ini dikenal sebagai pre-flight check. Pesawat penerbangan sipil yang terbang pasti melalui proses pre-flight check atau pemeriksaan sebelum penerbangan. Lantas berapa lama pre-flight check dilakukan, siapa yang melakukan pre-flight check, dan apa saja yang diperiksa?

Baca juga: Begini Prosedur Pemeriksaan Pesawat untuk Capai Tingkat Keselamatan Tertinggi

Sebelum memulai penerbangan, pilot dan kopilot biasanya akan bertemu untuk membahas berbagai hal, seperti rute yang dilalui, bahan bakar minimum (bergantung pada jumlah awak, penumpang, kargo, cuaca, dan kemungkinan rintangan selama penerbangan), informasi cuaca, dan informasi bandara tujuan serta bandara yang dilalui sepanjang perjalanan.

Semua ini menjadi kewajiban pilot sebelum memulai penerbangan dan memegang peran vital terhadap keselamatan dan keamanan penerbangan.

Tergantung sudut pandangnya, hal-hal tersebut di atas (mengecek rute, kargo, dan sebagainya) termasuk dalam pre-flight check. Bila dihitung dari pemeriksaan rute, informasi bandara, cuaca, sampai walk around di sekitar pesawat sampai kembali ke kokpit, pre-fight check bisa sampai 60 menit lebih.

Akan tetapi, bila hanya pemeriksaan kokpit dan walk around di sekitar pesawat, pre-flight check uimumnya sekitar 10-20 menit, tergantung tingkat kesulitan, seperti rute, kondisi cuaca, muatan, dan lain sebagainya.

Dilansir The Point Guy, pintu kokpit biasanya dibiarkan terbuka saat sebelum terbang. Hal itu untuk memudahkan kopilot dan pilot berkomunikasi dengan kru kabin terkait manifes penumpang dan teknisi, staf pengisian bahan bakar dan sebagainya. Ini merupakan bagian dari pre-flight check.

Secara umum, pilot-kopilot biasanya akan memulai pre-flight check dengan memeriksa yang paling dekat terlebih dahulu, yaitu instrumen di kokpit, seperti mengecek bit listrik, lampu, stall warning, flaps, oli, bahan bakar, dan lain sebagainya.

Setelah preflight check di kokpit tuntas, pilot atau kopilot biasanya akan mulai melakukan walk around. Itu biasanya dimulai dengan memeriksa mesin sebelah kanan dan berputar berlawanan arah jarum jam. Hal-hal yang diperiksa dari mesin berupa palka, probe, sensor, bilah kipas, dan spinner. Jadi, tidak harus membongkar keseluruhan mesin.

Dari mesin sebelah kanan, karena walk around berlawanan dengan arah jarum jam, pilot bergerak ke arah depan dan memeriksa nose atau hidung pesawat serta nose wheel atau landing gear depan. Pada hidung pesawat (radome), pilot biasanya memeriksa radar cuaca. Pada nose wheel pilot akan mengecek penutup nose wheel apakah berfungsi atau tidak.

Beralih ke depan sebelah kiri, pilot akan memeriksa beberapa hal, seperti probe, sensor, port, pitot tube and static port, dan ventilasi. Kemudian pilot memeriksa katup aliran udara, lights and pack inlets, wing root, sayap dan mesin kiri, main landing gear, bagian ekor pesawat seperti knalpot, APU, tailtfin, horizontal stabilizer, sayap kanan, dan main landing gear kanan.

Baca juga: Pertama di Eropa, Drone DJI Sukses Inspeksi Pesawat Airbus A330 di Luar Hanggar

Tergantung situasi dan kondisi di masing-masing penerbangan, termasuk tergantung pengalaman dan kejelian pilot, proses preflight check atau walk around paling cepat sekitar 10 menit. Ada yang 15, 20 menit dan seterusnya. Sekali lagi tergantung situasi dan kondisi.

Usai melakukan walk around, kapten pilot akan menyatakan pesawat laik terbang dan melanjutkan penerbangan mengangkut penumpang dan kargo sampai ke bandara tujuan.