Maskapai Mana yang Punya Lounge First Class Terbesar di Dunia?

Selain pelayanan on board atau dalam penerbangan, pelayanan pra penerbangan dari maskapai juga menjadi perhatian dan tak jarang menjadi bahan pertimbangan penumpang memilih maskapai. Terlebh penumpang first class. Salah satu layanan pra penerbangan yang dimaksud adalah lounge. Sebagaimana on board, pelayanan maskapai di lounge berbeda-beda. Lantas, maskapai mana yang memiliki lounge first class terbesar di dunia?

Baca juga: Emirates Hadirkan Lounge Khusus Anak, Manjakan Si Kecil dalam Penerbangan Tanpa Pendamping

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bandara dan maskapai global berlomba menyediakan lounge terbaik di dunia. Selain fasilitas umum berupa makan prasmanan, desain lampu kelap kelip mewah, dan WiFi berkecepatan tinggi, beberapa lounge terbaik di dunia juga sampai menampilkan berbagai hal yang saling membedakan satu sama lain.

Banyak maskapai memiliki reputasi pelayanan lounge yang mewah dan mengesankan, sebut saja Air France, American Airlines, Cathay Pacific, Delta Airlines, Lufthansa, Qantas, Qatar Airways, Turkish Airlines, United Airilines, sampai Virgin Atlantic. Namun tak satupun dari lounge maskapai tersebut jadi yang terbesar di dunia. Lantas, lounge maskapai mana yang dinobatkan sebagai lounge terbesar di dunia? Sebagaimana dugaan banyak penumpang, jawabannya adalah Emirates.

Maskapai nasional kerajaan Emirat Dubai itu diketahui memiliki keuangan tak berseri. Belum lagi dukungan penuh dari uang pribadi sang pemilik yang juga tak berseri, semakin memperkuat kemampuan finansial perusahaan.

Karenanya, tak heran maskapai itu berinvestasi dalam jumlah sangat besar agar mampu menarik hati penumpang dunia dengan keamanan, jangkauan rute luas, sampai pelayanan maksimal, di pesawat maupun di bandara.

Di bandara, Emirates berinvestasi besar-besaran untuk mendirikan lounge terbesar di dunia. Tak hanya di Dubai, sebagai basis hub maskapai, tetapi juga di seluruh benua. Mulai dari Benua Asia, Amerika Utara, Amerika Selatan, Antartika, Eropa, sampai Australia, Emirates memiliki lounge first class terbesar di dunia, sekalipun yang terbesar dan termewah diakui berada di Dubai.

Dilansir Simple Flying, lounge first class Emirates di Dubai mencakup lebih dari 100.000 kaki dengan kapasitas 600 penumpang. Lounge buka 24 jam dari sehari dan tujuh hari dalam seminggu.

Sebelum mengakses lounge ini, penumpang First Class lebih dahulu melakukan check-in bagasi terlebih dahulu di area check-in Premium untuk penumpang first class dan kelas bisnis. Kemudian, penumpang perlu naik Skytrain terlebih dahulu ke area concourse dan naik ke area lounge.

Selain penumpang first class, penumpang lainnya bisa mencicipi fasilitas lounge first class selama memenuhi salah syarat, seperti membeli akses seharga US$150 (US$125 jika mereka adalah anggota Skywards), anggota Platinum Skywards Emirates, dan membayar seharga US$300 (US$250 jika mereka adalah anggota Skywards) untuk penumpang kelas ekonomi.

Mengingat besarnya area lounge first class Emirates di Bandara Dubai, penumpang biasanya akan memulai petualangan di sini melalui alat bantu navigasi.

Baca juga: Sejarah Singkat Lounge Bandara, Dibuat untuk Para Bos 

Di lounge tersebut, penumpang disuguhi berbagai sajian mewah, kopi, jus, pilihan anggur kenamaan dunia, hidangan prasmanan, a la carte, makanan berat seperti iga bakar, salmon, hidangan khas mediterania, dan banyak lainnya.

Pengunjung tak perlu khawatir tertinggal pesawat, karena lounge ini terhubung dengan 24 gate dan garbarata.

Cina Luncurkan Kereta Urban Berkecepatan Tinggi dengan Tenaga Hidrogen, Bisa Melesat 160 Km Per Jam

Kereta komuter urban umumnya punya kecepatan standar di bawah 100 km per jam dan ditenagai oleh jaringan listrik atas. Namun, ada yang baru dari Negeri Panda. Pada 28 Desember 2022 lalu, telah keluar dari jalur perakitan, jenis kereta perkotaan semi berkecepatan tinggi dengan tenaga hidrogen. Meluncurkan kereta dengan cat biru tersebut menandai loncatan teknologi Cina dalam industri kereta api.

Baca juga: Baden-Württemberg, Negara Bagian di Jerman yang Tolak Teknologi Kereta Hidrogen

Kereta urban bertenaga hidrogen ini telah keluar dari fasilitas perakitan di Xinjin, Chengdu. Kereta ini terdiri dari empat gerbong dan dapat mencapai kecepatan maksimum 160 km per jam. Sistem propulsi hidrogen kereta ini telah dirancang yang memungkinkan kereta dapat menempuh jarak hingga 600 kilometer dengan sekali pengisian daya.

Dengan menggunakan kombinasi sel bahan bakar hidrogen dan kapasitor super, kereta jenis baru ini mampu menggantikan sumber catu daya catenary yang biasanya memasok daya kereta. Catenary power supply mengacu pada kabel overhead yang memberi daya pada kereta.

Sementara reaksi elektrokimia hidrogen dan oksigen dalam sel bahan bakar menghasilkan energi. Sebagai hasil dari sumber tenaga ini, hanya air yang dihasilkan sebagai produk sampingan, dan tidak ada belerang dan nitrogen yang berasal dari tenaga kereta api tradisional.

Kereta ini dikembangkan melalui upaya bersama CRRC Changchun dan Chengdu Railway Group. Di antara keistimewaan kereta ini adalah kapasitas penumpang yang mencapai 1.502 orang. Desain baru ini juga telah mengintegrasikan fitur intelligent driving, seperti automatic wake-up, start and stop, kemampuan kembali ke depot, sistem sensor dan monitor yang kompleks, kemampuan analisis data besar yang mengevaluasi status kereta dan membantu meningkatkan keselamatan.

Baca juga: Kereta Hidrogen Pertama di Dunia Mulai Melayani Penumpang, Inilah Keunggulan Teknologi Hidrogen

Tidak ketinggalan, kereta ini juga menunjang sistem komunikasi train-to-ground 5G berkapasitas besar yang memungkinkan integrasi multi-jaringan.

British Airways Luncurkan Seragam Baru Pramugari Ramah Gender: Diizinkan Pakai Hijab-Jumpsuit

British Airways meluncurkan seragam baru pramugari-pramugara. Seragam baru ini lebih ramah gender, dimana pramugari diizinkan mengenakan jumpsuit sampai hijab dan tunik. Ini belum pernah terjadi sebelumnya. Melengkapi kebijakan tersebut, maskapai juga menghapus aturan terkait gender lainnya seperti potongan rambut, makeup, nail polish, topi, sampai sepatu.

Baca juga: Virgin Atlantic Diserbu Pelamar Kerja, Gegara Seragam Non-Gender Awak Kabin?

Perubahan besar pada seragam pramugari/pramugara, termasuk seragam staf darat dan pilot, adalah yang pertama setelah 20 tahun. Desain dan program peluncuran seragam baru tersebut sejatinya sudah dipersiapkan sejak lima tahun lalu. Tetapi terus tertunda, termasuk tertunda dua tahun akibat pandemi Covid-19.

Meski tak berterus-terang, manajemen British Airways diketahui mengikuti langkah maskapai pesaingnya, Virgin Atlantic yang lebih dahulu menerapkan aturan ramah gender bagi pramugari/pramugara, staf darat, dan pilot, dimana kru laki-laki diizinkan mengenakan rok dan kru wanita diizinkan mengenakan setelan jas atau tetap memakai rok.

Seragam baru British Airways karya desainer Ozwald Boateng ini diketahui sedang diuji coba di suhu beku dan hujan lebat untuk ketahanan. Selain itu, seragam juga telah diuji coba oleh awak kabin dan staf darat. Setelahnya terdapat beberapa review dan ini masih terus disempurnakan agar kelak saat sudah resmi dipakai, tidak ada lagi perubahan desain atau perbaikan kecil.

Review atau masukan dari awak kabin dan staf darat termasuk posisi kantong dan ukurannya agar lebih besar untuk memudahkan kru menyimpan sesuatu sampai jumpsuit (terusan) yang dianggap tidak praktis.

Meski begitu, maskapai bersikukuh, jumpsuit yang awalnya hanya diperuntukkan bagi staf darat saja paling cepat juga akan digunakan pramugari pada pertengahan tahun 2023. Adapun seragam baru tersebut, secara keseluruhan akan resmi dipakai oleh 30 ribu pramugari/pramugara dan staf darat British Airways pada musim panas tahun ini, sekitar akhir bulan Maret, demikian dilansir BBC International.

Dukungan British Airways dan negara tempatnya bernaung, Inggris, terhadap gerakan LGBTQ+ (lesbian, gay, biseksual, transgender, queer, dan lain-lain) memang begitu kuat sejak beberapa tahun belakang. Karenanya, kebijakan seragam ramah gender bukanlah respresentasi pertama.

Baca juga: Cara Mantan Pramugari Maskapai Alitalia Protes: Lepas Seragam-Pakaian Dalam Kelihatan

Tahun lalu, sebelum menghapus kebijakan terkait potongan rambut, makeup, nail polish, topi, sampai sepatu untuk staf laki-laki maupun perempuan, British Airways juga telah menghapus salam khusus gender di pesawat di bandara agar lebih inklusif. Itu juga didahului dengan mengizinkan pramugari yang lebih muda untuk mengenakan celana panjang alih-alih rok pada tahun 2019.

Kendati dianggap inklusif dan sangat netral gender, namun, kebijakan British Airways masih mengatur ketat soal tato bagi pramugari/pramugara, tak seperti maskapai lainnya seperti Air Canada, United Airlines, Air New Zealand, dan Virgin Atlantic yang sudah membebaskan tato selama gambarnya tidak melanggar norma.

Bandara Tunggul Wulung, Jadi Basis Sekolah Penerbangan di Selatan Jawa

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, Selasa (20/3/2018), sebuah pesawat latih yang dipiloti Kolonel Penerbang M H Hanafie, jatuh akibat pesawat kehilangan daya angkatnya sekitar pukul 15.15 WIB di Bandara Tunggul Wulung, Cilacap, Jawa Tengah. Mantan penerbang jet tempur Sukhoi ini diketahui sedang berlatih aerobatik dalam rangka wisuda siswa Ganesha Flight Academy yang akan dilangsungkan pada hari Sabtu, 24 Maret 2018.

Baca juga: Bandara Nusawiru, Penunjang Wisata Pangandaran dan Olahraga Dirgantara

Akibat jatuhnya pesawat M H Hanafie, sejumlah pesawat di apron dan hanggar mengalami kerusakan parah. Hingga kini kecelakaan tersebut masih di selidiki oleh pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Namun di bakik musibah yang terjadi, identitas Bandara Tunggul Wulung kembali terangkat. Seperti apakah sosok bandara di selatan Jawa ini?

Bandara Tunggul Wulung ini dioperasikan oleh Unit Penyelenggara Bandara Udara, Kementerian Perhubungan. Bandara ini terletak di sebelah barat kota Cilacap tepatnya di daerah Jeruk Legi. Memiliki panjang landasan pacu 1400 m x 30 m dan merupakan bandara kelas III.

Bandara ini sekarang mengoperasikan maskapai Susi Air dan Wings Air. Susi Air melayani penerbangan Cilacap ke Pangandaran dan Cilacap ke Jakarta tepatnya di bandara Halim Perdanakusuma. Pesawat yang digunakan Susi Air adalah Cesna 208 B Grand Caravan yang mengangkut penumpang 12 orang. Selain itu Batik Air, Citilink, Garuda Indonesia, Pelita Air dan Nam Air juga beroperasi di bandara ini.

Selain sebagai bandara komersial, bandara Tunggul Wulung juga merupakan tempat latih lima sekolah penerbangan. Kemudian pesawat baling-baling milik sekolah penerbangan tersebut juga terparkir di hanggar bandara.

Baca juga: Tak Hanya Lewat Jalur Laut, Ke Karimunjawa Juga Bisa Naik Pesawat Lho!

Adanya pesawat latih sekolah penerbangan ada di bandara Tunggul Wulung, lantaran bandara ini tidak memiliki aktivitas yang padat dengan aktivitas pesawat komersialnya. Meski sepi, bandara ini memiliki fasilitas yang cukup memadai seperit satu taxi way, alat navigasi, runway light, apron seluas 190 x 96 meter yang mampu menampung tiga pesawat ATR tipe 72.

Sempat beredar kabar landasan pacu bandara ini akan diperpanjang menjadi 1800 meter, tetapi masih banyak kendala selain lahan, masyrakat juga masih menyeberang melalui landasan pacu tersebut.

Diketahui bandara Tunggul Wulung pertama kali di bangun oleh Pertamina tahun 1974 dan selesai tahun 1977. Di tahun yang sama dengan selesainya, pada 19 September 1977, bandara ini resmi beroperasi. Nama Tunggul Wulung sendiri diambil dari nama patilasan Senopati Tunggul Wulung.

Duuh! Ini Dia 10 Bandara Terburuk di Dunia

Akhir tahun 2016 lalu, situs sleepinginairports.net mengadakan survei kepada para wisatawan tentang 10 bandara internasional terburuk di dunia.  Survei ini dibagi atas beberapa pengalaman pelayanan yang diterima para penumpang di bandara-bandara tersebut. Parameter layanan yang dijadikan bahan survei yaitu, comfort zone (tempat duduk dan tempat istirahat), fasilitas umum, pilihan makanan, imigrasi/ keamanan, pelayanan pelanggan dan kebersihan.

Baca juga: Bandara Tribhuvan Kathmandu, Salah Satu Bandara Terburuk di Dunia

Padahal bandara menjadi tempat singgah para wisatawan dan menjadi rumah sementara mereka untuk melanjutkan perjalanan wisata.  Bandara menjadi rumah sementara bagi para pebisnis dan wisatawan seharusnya memiliki kenyamanan dan membuat mereka merasa aman dan bisa beristirahat sembari menunggu keberangkatan. Dan dari parameter diatas, di dapat 10 bandara yang disebut terburuk di dunia.

  1. Jeddah King Abdulaziz International Airport, Saudi Arabia (JED). Jeddah menjadi urutan pertama bandara terburuk di dunia. Ini dikarenakan janji-janji perbaikan terminal di bandara yang tidak terlihat sama sekali. Para wisatawan atau Jemaah Haji  yang tiba di Terminal Haji justru tidak akan melihat kebersihan di bandara tersebut. Wisatawan yang akan memasuki Arab Saudi akan merasakan antrian lama dan panjang sekitar 3 jam hanya untuk melalui imgrasi. Ini disebabkan hanya ada 2 orang petugas saja yang bekerja pada imigrasi di JED, sedangkan setiap barisnya ada 200 orang mengantri untuk melalui imigrasi. Selain itu petugas imigrasi disebut-sebut bersikap arogan dan kasar. Tak hanya itu JED tidak dilengkapi dengan fasilitas restoran, belanja, tempat hiburan dan tempat yang nyaman untuk beristirahat serta toilet yang kotor dengan minimnya petugas kebersihan namun untuk fasilita WiFi tersedia secara gratis.
  2. Bandara Internasional Juba, Sudan Selatan (JUB). Sudan, adalah negara baru dan bisa dikatakan masih muda. Jangan pernah membayangkan bandara yang megah dan wah seperti Negara Singapura atau Kualanamu di Indonesia. Bentuk bandara JUB terlihat seperti lapangan bola yang luas tanpa AC, apalagi di Sudan cuaca yang panas sehingga saat siang hari di JUB akan terasa panas. Tak hanya itu, untuk kenyamanan, para wisatawan tidak akan mendapatkannya sama sekali. Ini karena di JUB toilet dan kursi tunggu banyak yang rusak, selain itu gerbang masuknya kotor dan penuh sesak.811ee8cf286080ec7863901ae309c8ad
  3. Port Harcourt International, Nigeria (PHC). Tahun 2015 lalu, PHC menduduki peringkat pertama  bandara terburuk di dunia, tahun 2016  peringkatnya turun di posisi 3. PHC, adalah bandara yang paling tidak bersahabat dengan wisatawan. Ini disebabkan para wisatawan ataupun penumpang bukannya berada disebuah ruang tunggu yang nyaman melaikan berada di sebuah tenda tanpa AC dan toilet. Sehingga para wisatawan yang akan pergi ke toilet hanya bisa menahan hingga masuk ke dalam pesawat. Tak hanya itu, lantai di tenda sangat kotar, antrean penumpang tak beratur dan pelayanan staf bandara yang buruk.
  4. Bandara Tashkent International, Uzbekistan (TAS). TAS, menjadi salah satu bandara terburuk dikarenakan banaknya pos-pos pemeriksaan yang dilalui wisatawan. Selain itu, birokrasi pada pos-pos tersebut juga bisa dikatakan berbeli-belih sehingga menyusahkan para wisatawan. Adapaun ruang tunggu penumpang, namun kursi-kursi yang ada sudah sangat tua dan tak layak untuk digunakan lagi seharusnya. Bersyukurnya ada satu fasilitas yang memang membuat wisatawan nyaman adalah WiFi, sayangnya kalian sebagai wisatawan juga harus siap-siap kehilangan data internet.
  5. Santorini Thira National, Yunani (JTR). Di bandara ini, penumpang  tidak akan merasa menikmati menunggu untuk perjalanannya. Di sini penumpang akan merasa sesak akan antrean yang panjang. Tidak adanya fasilitas untuk istirahat sejenak sembari menunggu antrian di udara Yunani yang panas. Kalaupun ingin beristirahat sejenak, wisatawan mau tidak mau menunggu di toilet yang tidak dilengkapi dengan AC.
  6. Bandara Chania International, Yunani (CHQ). Tak hanya Santorini, Chania Internasional juga menjadi salah satu bandara terburuk di Yunani. Disini bentuk bangunannya seperti gedung tua tak terpakai, kotor, kursi tunggu terbatas, AC yang minim dan banyak lantainya yang retak.
  7. Bandara Internasional Crete Heraklion, Yunani (HER). Tak hanya dua, melainkan ada tiga bandara di Yunani yang masuk dalam 10 besar bandara terburuk di dunia. Bandara Crete Heraliko atau HER ini justru tak terlihat seperti sebuah bandara melainkan seperti pengungsian. Ruangan tanpa AC, kursi yang tidak nyaman hingga harga makanan selangit. Banyak wisatawan yang sudah menceritakan pelayanan bandara ini ke layanan pelanggan, hanya saja sepertinya pihak bandara tidak terlalu peduli dengan hal itu, sehingga membuat citranya menjadi buruk.
  8. Bandara Caracas Simón Bolívar Internasional, Venezuela (CCS). Dibandara ini, keamanan barang-barang di bagasi adalah hal paling tidak aman. Disini banyak tas atau bawaaan wisatawan dari bagasi pesawat sudah dalam keadan terbuka atau rusak. Tak hanya itu, kamar mandi di Caracas pun tak ayal bandara terburuk lainnya yakni kotor, kekurangan air dan tidak memiliki tisu toilet. Walaupun bandara ini terlihat modern.
  9. Bandara London Luton International, Inggris (LTN). Buruknya bandara di Inggris yang satu ini mungkin mencengangkan, hal ini karena penumpang dikenakan biaya untuk segala sesuatunya seperti drop off, beban yang ada di koper dan tas jinjing yang berisi cairan atau minuman. Disini penumpang  juga terlihat berdesakan seperti pengungsi akibat bencana. Kursi dan toilet yang tidak nyaman juga menambah buruk bandara di Inggris ini.
  10. Kathmandu Tribhuvan International, Nepal (KTM). Bandara yang satu ini, memperlihatkan sisi buruknya dari kelakuan para staf bandara yang tidak sopan dan hanya memikirkan uang serta senang memeras para penumpang. Tak jauh berbeda dengan yang lainnya, Tribhuvan juga terkenal akan toiletnya yang bau dan kotor. Selain itu antrian untuk menggunakan toilet pun panjang. Di ruang tunggu untuk kelas bisnis memang lebih rapi dibandingkan ruang tunggu ekonomi, namun tetap saja tidak ada toilet di dalamnya.

Ada yang Unik di McDonald’s Jepang, Cuci Tangan Bisa Sekalian ‘Bebaskan’ Ponsel dari Kuman dan Bakteri

Kreator Jepang dikenal mampu menciptakan teknologi menarik yang punya daya guna tinggi. Seperti yang terbaru adalah wastafel yang tak hanya unik, tapi canggih. Inilah wastafel yang memungkinkan bagi Anda untuk membersihkan tangan dan ponsel secara bersamaan.

Baca juga: Wow, Toilet Umum di Jepang Dibuat Transparan

Melangkah ke toilet umum di Jepang, bisa diibaratkan seperti melangkah ke masa depan. Wastafel yang diberi label “Wosh” adalah salah satu yang mencerminkan aspek kecanggihan yang ada di toilet Negeri Sakura.

Dengan teknologi “Smartphone and Hands Two-Step Sterilisation,” wastafel Wosh memungkinkan Anda untuk membersihkan smartphone dan mencuci tangan secara bersamaan, sehingga setelah Anda membersihkan tangan, Anda dapat mengambil ponsel yang telah disterilkan (bebas kuman dan bakteri).

Wastafel Wosh pertama kali hadir di gerai McDonald’s cabang Urawa Misono yang baru dibuka di Prefektur Saitama. Untuk menjamin kebersihan, proses pembersihan ponsel memakan waktu 30 detik dengan teknik sinar ultraviolet. Pengembang wastafel Wosh, yakni Wota, juga menyarankan waktu cuci tangan yang baik dan benar tidak kurang dari 30 detik.

Baca juga: Toilet Alam di Stasiun Itabu, Jadi yang Paling Luas di Dunia

Selain McDonald’s, sejumlah perusahaan di Jepang dilaporkan tertarik untuk menggunakan Wosh di tempat mereka. Pihak McDonald’s Jepang mengatakan pelanggan senang menggunakan wastafel, dan desainnya yang unik membantu komunikasi antara staf dan pelanggan, menciptakan titik percakapan yang santai dan bersahabat.

Sejak Diluncurkan Desember 2021, Jalur Kereta Cina-Laos Kini Tembus 9 Juta Penumpang

Sejak diluncurkan pada Desember 2021, maka per hari Kamis, 5 Januari kemarin, kereta api semi berkecepatan tinggi Cina-Laos telah menangani lebih dari 9 juta perjalanan penumpang. Sekitar 7,54 juta perjalanan penumpang tercatat di jalur kereta api Cina, sementara sekitar 1,46 juta tercatat di jalur Laos.

Baca juga: Kereta Semi Cepat Cina-Laos Siap Rayakan Ulang Tahun Pertama

Data tersebut disampaikan oleh China Railway Kunming Group Co., Ltd, seperti dikutip china.org.cn (6/1/2023). Sejak awal tahun 2023, jalur kereta api Cina-Laos mengalami peningkatan volume penumpang, dengan rata-rata jumlah penumpang yang diberangkatkan setiap hari mencapai 29.000, yaitu hampir dua kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2022.

Dari sisi Ciina telah menambahkan beberapa unit kereta menjadi rata-rata 20 pasang setiap hari untuk memenuhi permintaan perjalanan penumpang yang meningkat.

Sebagai proyek penting kerja sama Belt and Road, kereta api Cina-Laos sepanjang 1.035 km menghubungkan Kunming, ibu kota Provinsi Yunnan, China barat daya, dengan ibu kota Laos, Vientiane.

Pembangunan infrastruktur senilai US$6 miliar tersebut dibiayai oleh Cina di bawah prakarsa “New Silk Road” dan akan meningkatkan perekonomian negara kecil di Asia Tenggara itu.

Baca juga: Thailand Siapkan Stasiun Nong Khai untuk Jaringan Kereta Menuju Laos-Cina

Kereta api Cina-Laos rencananya akan dikembangkan melalui Thailand dan Malaysia ke Singapura. Laos sebelumnya hanya memiliki rel sepanjang 4 km. Untuk saat ini kereta api bercat merah, biru dan putih melaju dengan kecepatan hingga 160 km per jam, melewati 75 terowongan dan 167 jembatan dengan 10 stasiun penumpang.

Jetstar Ganti Pesawat Seenaknya dan Ditolak Masuk Bali, Pengamat: Tidak Punya Etika

Pengamat penerbangan, Indra Setiawan, menilai ditolaknya pesawat maskapai Jetstar Airways masuk ke Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali pada 27 Desember lalu oleh otoritas Indonesia sangat tepat. Lebih dari itu, maskapai LCC asal Australia itu dinilai tidak punya etika karena tidak menginformasikan perihal pergantian pesawat kepada otoritas.

Baca juga: Jetstar Airways Terima Airbus A321neo Pertama

“Jadi ada pesawat Jetstar terbang dari Melbourne (Australia ke Bali) setelah di atas baru menginformasikan (lapor ke otoritas Indonesia terkait pergantian peswat), itu namanya tak punya etika,” jelasnya kepada KabarPenumpang.com, Jumat (6/1/2023).

Seharusnya, lanjut Indra, sebelum berangkat, pihak maskapai anak perusahaan Qantas itu menginformasikan (filing) terlebih dahulu perihal perubahan pesawat, dari Airbus A321neo (narrowbody) menjadi Boeing 787-8 Dreamliner (widebody).

Setelah informasi tersebut disampaikan, otoritas Indonesia akan memverifikasi perihal rute, jam keberangkatan dan kedatangan, registrasi pesawat, sampai flight number. Jika semua sesuai, maka otoritas di Bandara Bali akan mengeluarkan flight approval dan pesawat tersebut terindentifikasi oleh ATC.

Pengamat yang juga mantan Direktur Utama Garuda Indonesia di awal dekade 2000-an itu mengapresiasi kinerja otoritas Bandara I Gusti Ngurah Rai. Menurutnya, itu sudah sesuai prosedur.

“Itu sudah betul (menolak masuk pesawat Jetstar). Kalau pesawat tersebut ternyata teroris, bagaimana? (sekalipun Jetstar sudah memiliki izin rute, time slot, dan landing slot) Iya,” tegasnya.

Indra Setiawan

Pergantian pesawat karena satu dan lain hal adalah biasa di penerbangan. Karenanya, pihak Jetstar tidak perlu menginformasikan hal itu sampai ke Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub. Mereka (Jetstar) hanya perlu menginformasikan ke ATC terkait perubahan pesawat, dari A321neo menjadi Boeing 787-8 Dreamliner.

Selama itu hanya insidentil alias hanya sekali itu saja dan tidak berkelanjutan, maka prosesnya selesai di ATC. Namun, bila itu seterusnya, tentu saja itu harus melakukan izin dari awal karena setiap izin rute dikeluarkan sudah beserta jenis, tipe, dan registrasi pesawat, flight number, sampai time slot.

Sebelumnya, pesawat Boeing 787-8 Dreamliner dengan nomor registrasi VH-VKE, ditolak masuk Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Pesawat dengan flight number JQ35 itu sejatinya sudah memiliki rute legal antara Merbourne dan Denpasar.

Hanya saja, karena peak season dan masyarakat Australia berbondong-bondong ingin datang ke Bali, Jetstar memutuskan ganti pesawat yang lebih besar, dari A321neo kapasitas 232 penumpang dalam satu kelas, menjadi Boeing 787-8 Dreamliner berkapasitas 335 penumpang dalam konfigurasi dua kelas.

Penerbangan itu diketahui delay sekitar lima jam dan baru berangkat dari Bandara Tullamarine sekitar pukul 23.00 waktu setempat. Setelah empat jam mengudara, pilot memutuskan RTB (Return to Base) ke bandara asal. Penumpang ada yang tetap terbang bersama Jetstar sementara penumpang lain yang kecewa memutuskan terbang dengan Virgin Australia.

Baca juga: Di Balik Kesuksesan JetStar, Tak Lepas dari Dukungan dan Restu Qantas

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, dalam keterangannya mengimbau kepada seluruh maskapai penerbangan baik nasional maupun internasional, agar selalu mematuhi prosedur dan aturan sesuai undang-undang yang berlaku dalam upaya menjamin keselamatan bersama utamanya wisatawan.

Dats Cirium, Jetstar diketahui menawarkan 64 penerbangan mingguan ke Indonesia per Januari 2023. Maskapai ini secara eksklusif terbang ke Denpasar dari tujuh kota di Australia; Adelaide, Brisbane, Cairns, Darwin, Melbourne, Perth, dan Sydney. Rute Perth-Denpasar memiliki jumlah penerbangan terbanyak dengan tiga kali sehari.

Operasional KA Bandara Soetta Diambil Alih KCI, Pengamat Sebut Railink Segera Dibubarkan

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) resmi mengambil alih operasional KA Bandara Seokarno-Hatta (Soetta) dari tangan PT Railink (KAI Bandara). Langkah ini diambil sebagai upaya integrasi operasi kereta api terutama di kawasan Jabotabek.

Baca juga: Hindari Desak-desakan di KRL, Penumpang Pilih Naik KA Bandara Premium

“Untuk operasional KA Bandara Soetta memang betul diambil alih KCI dalam konteks strategi bisnis dalam integrasi operasi terutama kawasan Jabotabek (Jakarta, Bogor, Tangerangan, dan Bekasi),” jelas Direktur Teknik & Operasional PT Railink, Anggoro Tri Wibowo, kepada KabarPenumpang.com, Rabu (4/01/2023).

Selain mengambil alih operasional KA Bandara Soetta, KAI Commuter juga mengambil alih operasional lainnya, seperti stasiun, tiketing, hingga non-farebox.

Dengan adanya integrasi operasi tersebut, lanjut Anggoro, diharapkan masyarakat dari berbagai daerah satelit atau penyangga ibu kota Jakarta dapat memaksimalkan angkutan kereta api untuk ke berbagai tujuan, termasuk ke Bandara Soetta.

“Diharapkan penumpang dari area satelit seperti Bekasi, Bogor, dan Tangerang dapat memanfaatkan kereta api dengan berbagai tujuan termasuk ke Bandara Soetta,” tambahnya.

Ia juga tak menampik bahwa ke depan Kereta Rel Listrik (KRL) yang dioperasikan KAI Commuter akan beroperasi sampai bandara, menggantikan KA Bandara Soetta, seandainya animo masyarakat meningkat.

Menanggapi pengambilalihan operasional KA Bandara Soetta dari KAI Bandara ke KAI Commuter, Pengamat Transportasi, Djoko Setijowarno, berpendapat bahwa hal itu bagus untuk efisiensi perusahaan. Lebih jauh, itu juga dapat memaksimalkan sekaligus memperkukuh KAI Commuter sebagai angkutan perkotaan.

Usai KA Bandara Soetta, ia memprediksi bahwa dalam waktu dekat KA Bandara lainnya juga akan diambil alih oleh PT KCI untuk memaksimalkan operasional. Bila tak ada aral melintang, rencananya di bulan Maret KA Bandara Kualanamu juga akan diambil alih oleh PT KCI. Demikian juga dengan KA Bandara Yogyakarta, yang mulai dioperasikan PT Railink pada April 2022 lalu.

Baca juga: Ternyata Negara Ini Jadi Benchmark KA Bandara di Indonesia

Saat semua sudah diambil alih oleh PT KCI, praktis, tidak ada pilihan lain bagi PT Railink kecuali melakukan merger dengan KCI. “Iya pasti itu (PT Railink dibubarkan saat operasinya diambil KCI), mau apa lagi?,” ujarnya.

Tanda-tanda Integrasi operasional KAI Bandara dengan KAI Commuter sebetulnya sudah sejak lama. Awalnya penggunaan KMT untuk KA Bandara Soekarno Hatta lebih dahulu dimulai. Dilanjut dengan KRL yang berhenti di Stasiun BNI City dan terakhir operasional KA Bandara Soetta pada awal tahun ini.
























Ketika Latihan Anjing Pelacak Temukan Bahan Peledak di Bandara Slovakia Hasilkan Teror Bom di Irlandia

Pada 2 Januari 2010 atau 13 tahun lalu, Bandara Poprad-Tatry Slovakia melakukan simulasi teror bom sekaligus latihan anjing pelacak dalam menemukan bom. Ketika itu, 90 gram bahan peledak plastik yang dikenal sebagai RDX dimuat ke salah satu penumpang tujuan Dublin, Irlandia. Anjing pelacak bernama “good boy” memang berhasil menemukan keberadaan bom. Tapi sayang, tidak semua bom dikeluarkan dari dalam bagasi dan terbawa terus sampai Irlandia dan membuat gempar satu kota.

Baca juga: Bercanda Soal Bom, Nasib Apes Harus Ditanggung Perempuan WNI di Bandara Penang

Setiap penumpang pesawat sudah pasti akan melalui pemeriksaan keamanan yang super ketat di bandara. Terlebih bandara internasional. Bisa dibilang mustahil ada barang ilegal atau sejenisnya lolos dari gate pemeriksaan berlapis yang mencakup body checking secara manual maupun otomatis menggunakan X-Ray. Begitu juga dengan bagasi yang juga diperiksa menggunakan mesin X-Ray.

Tak hanya itu, di beberapa bandara juga dikerahkan anjing pelacak sebagai sistem keamanan tambahan dalam mencegah terjadinya teror, salah satunya teror bom. Berangkat dari itu, Bandara Poprad-Tatry Slovakia pun melakukan simulasi dan latihan efektivitas penciuman anjing pelacak dalam menemukan bahan peledak atau bom.

Dikutip dari Simple Flying, mula-mula petugas memilih seorang penumpang secara acak sampai ditemukanlah penumpang tujuan Dublin. 90 gram bahan peledak pun dimasukkan ke dalam bagasi dengan diselipkan ke barang-barang lainnya untuk mengelabui anjing pelacak.

Penumpang melanjutkan aktivitas seperti biasa dan anjing pelacak bernama “good boy” dipandu oleh petugas untuk melakukan pencarian. Good boy pun mengarah ke bagasi yang benar dan mengindikasikan adanya bahan peledak. Sampai di sini sebetulnya misi sukses.

Akan tetapi, setelah ditemukan anjing pelacak, petugas yang mendampingi tidak mengeluarkan seluruh bahan peledak. Anehnya, bagasi dengan bahan peledak itu juga lolos dari gate pemeriksaan keamanan bandara dan terbawa sampai ke Bandara Dublin.

Seperti diketahui, jarang sekali ada pemeriksaan bagasi di bandara tujuan. Alhasil, koper berisi bahan peledak itu terus terbawa sampai ke apartemen. Dari sini drama dimulai.

Pihak kepolisian Slovakia menginformasikan ke kepolisian Irlandia bahwa ada pria berusia 49 tahun asal Slovakia yang membawa bahan peledak. Menariknya, informasi yang disampaikan tidak utuh atau terjadi kesalahpahaman.

Mendengar adanya bahan peledak 90 gram yang dapat dijadikan sedikitnya dua granat, kepolisian dan tim penjinak bom bergerak cepat. Jalan-jalan sibuk di sekitar Dorset Street (utara Dublin) tempat apartemen pria itu berada semua diblokade. Warga di sekitar apartemen dan di apartemen yang sama juga dievakuasi. Toko-toko diminta tutup. Radius beberapa kilometer harus steril. Situasi saat itu agak kacau dan mencekam.

Baca juga: Canggih! Airbus Kembangkan Sensor ‘Ubur-ubur’ untuk Deteksi Virus Corona dan Bahan Peledak

Setelah digrebek, petugas mendapati bahan peledak atau bom tersebut tidak aktif karena tidak ada inisiator dan detonator. Bom itu tidak bisa meledak.

Walau bagaimanapun, penumpang tersebut ditangkap dan itu sesuai dengan Undang-undang anti-terorisme Irlandia. Penumpang tersebut tentu saja bingung dan tak tahu apapun. Setelah beberapa jam, kepolisian melepaskannya karena terbukti tak bersalah.