Bukan Lagi AS, Pesawat Amfibi Terbesar di Dunia AG-600 Ada di Cina

Teknologi Amerika Serikat (AS) sangat mendominasi di berbagai sektor, termasuk sektor dirgantara, dalam hal ini pesawat amfibi. Banyak yang mengetahui bahwa Hughes H-4 Hercules adalah pesawat amfibi terbesar di dunia. Padahal, saat ini, status pesawat amfibi terbesar di dunia bukan lagi milik pesawat AS, melainkan milik pesawat Cina, AG-600 Flying Boat.

Baca juga: Hughes H-4 Hercules Flying Boat, Pesawat Amfibi (Gagal) dengan Rentang Sayap Terbesar

Dilansir Indomiliter.com, pesawat besutan Aviation Industry Corporation of China (AVIC) adalah salah satu program strategis penting Cina dalam memperkuat pengaruh militernya di kawasan, terutama di Laut China Selatan.

Menurut AVIC, saat ini, sudah ada dua prototipe yang dibangun dari total empat prototipe yang direncanakan. Prototipe pertama dipamerkan ke publik pada Juli tahun 2016 silam, dua tahun setelah mockup pesawat diperlihatkan untuk pertama kalinya pada ajang Zhuhai AirShow tahun 2014.

Sekilas tampilan AG600 identik dengan US-2, mengusung empat mesin propeller, bahkan desain kaki-kaki juga terlihat serupa. AG600 dipersiapkan untuk bisa lepas landas dengan bobot maksimum 53,5 ton.

Dalam menjalankan misi water bombing, AG600 sanggup menyedot 12 ton air dalam waktu 20 detik. AG600 yang rencananya akan memulai terbang perdana pada tahun 2017, juga dipersiapkan dalam versi SAR, intai maritim, sampai versi AKS (anti kapal selam). Untuk mendukung misi SAR, pihak pabrikan menyebut AG600 dapat mengavakuasi 50 orang di laut dalam satu kali kesempatan.

Meski diragukan kualitasnya oleh Barat, pesawat amfibi AG-600 Flying Boat sukses terbang perdana dan menyandang sebagai pesawat amfibi terbesar di dunia pada 24 Desember 2017, dilanjutkan dengan sukses uji take-off perdana di air pada akhir 2020.

Dua tahun berselang, AVIC meluncurkan prototipe AG-600 ‘Kunlong’ Flying Boat dan sukses melakukan penerbangan perdana pada 10 September 2022 di Kota Zhuhai, Provinsi Guangdong, Cina selatan. Pesawat ini dibekali empat mesin turbopropeller WJ-6 yang tiap mesinnya mampu menghasilkan tenaga 5.103 HP, AG-600 punya jangkauan terbang sampai 5.000 km. Bilah baling-baling pun sudah mengadopsi jenis six bladed constant speed propellers.

AVIC menyebut AG-600 dirancang untuk memenuhi persyaratan misi penyelamatan maritim, misi pemadam kebakaran, operasi penyelamatan darurat dan menunjang operasi militer. Menurut AVIC, pesawat beroperasi dengan baik, dan sistemnya stabil selama 22 menit penerbangan perdana. AG-600 merupakan pesawat khusus besar pertama asal Cina yang dibangun sesuai standar kelaikan udara pesawat sipil.

Baca juga: Inilah Surcar Airlines, Maskapai Amfibi Baru di Spanyol

Ketika itu, prototipe AG-600M ketiga dan keempat diperkirakan akan terbang untuk pertama kalinya masing-masing pada November 2022 dan awal 2023. Lebih lanjut, AVIC menyebut AG-600M akan mulai menjalankan misi pemadam kebakaran hutan pada tahun 2023 dan akan memasuki pasar pada tahun 2025.

Target tersebut sejauh ini berjalan lancar. Terbaru, pada 25 Februari lalu, AVIC sukses menguji coba prototipe keempat AG-600M. Dalam uji coba tersebut, AG600M terbang selama 17 menit, melakukan beberapa uji coba yang telah direncanakan. Uji coba dilaporkan berjalan sukses. Semua sistem berfungsi dengan baik.

Meski Serba Canggih, Kereta Cepat Tak Serta Merta Gunakan ‘Autopilot’, Masinis Tetap Nomer Satu

Kereta berkecepatan tinggi identik dengan penggunaan teknologi yang serba canggih. Lantaran banyak mengusung otomatisasi, muncul pertanyaan, mengapa kereta cepat tidak mengadopsi fitur ‘autopilot’ seperti halnya di wahana udara? Ditambah, sistem kendali kereta dapat dikendalikan terpadu dari pusat kendali.

Baca juga: Arab Saudi Rayakan Dimulainya Pekerjaan 34 Masinis Wanita Kereta Cepat Haramain Express

Menjawab pertanyaan di atas, sejatinya mengemudikan kereta berarti hanya mengendalikan kecepatan. Selain itu, itu masinis ‘hanya’ mengikuti rel dan ke arah mana pun sakelar diatur.

Dari forum Quora, disebutkan pensinyalan kereta klasik menggunakan rambu dan sinyal sisi rel untuk memberi tahu masinis, apakah aman untuk melanjutkan perjalanan dan dengan kecepatan berapa. Hal tersebut bekerja dengan baik hingga kereta melesat sekitar 160 km per jam, tetapi ketika sinyal diperbesar hingga 300 km per jam, maka tanda sinyal menjadi sulit dikenali.

Juga pada kecepatan seperti itu kereta membutuhkan beberapa kilometer untuk berhenti, dan itu jauh lebih lama daripada jarak berhenti yang biasanya diperhitungkan dalam sistem persinyalan.

Oleh karena itu rel kecepatan tinggi menggunakan jenis persinyalan yang berbeda. Misalnya, dalam sistem LZB Jerman, informasi terus dikirimkan ke kereta melalui kabel yang terpasang di tengah rel.

Sistem ini secara terus-menerus memberikan masinis “kecepatan target” dan jarak yang diharapkan untuk mencapainya. Sistem ini juga memberikan peringatan suara kepada masinis kapan diperlukan perlambatan diperlukan dan mengerem secara otomatis jika masinis tidak mematuhi batas kecepatan.

Dari hal di atas, komputer dapat memberi kendali penuh atas kecepatan kereta, dan opsi itu tersedia.

Namun sejauh ini, pengalaman dengan perkeretaapian Jerman menunjukkan bahwa masinis lebih baik dalam mengendalikan kereta daripada komputer. Masinis dapat mengetahui gambaran yang lebih besar tentang rute yang mereka kendarai dan dapat membuat keputusan yang lebih baik tentang kapan dan seberapa banyak harus berakselerasi, untuk menghindari pengereman keras yang menghabiskan energi, sehingga mereka biasanya tidak menggunakan komputer.

Selain itu, kereta api modern adalah sistem yang sangat kompleks dengan lebih banyak hal yang harus dikelola selain dari mengemudi yang sebenarnya. Terkadang keadaan darurat harus dihadapi. Masinis adalah teknisi yang bertanggung jawab atas semua sistem ini dan kontak pertama untuk menyelesaikan masalah dengan sistem tersebut.

Baca juga: Mengenal Lawrence Sperry, Penemu Fitur Autopilot Pertama di Dunia

Jadi kontrol kecepatan “autopilot” benar-benar hanya mengambil sebagian kecil dari beban kerja masinis, dan masinis tetap sangat diperlukan untuk mengatur banyak aspek lain dari pengoperasian kereta api.

Gantikan Michelin, Sukhoi Superjet 100 Bersiap Gunakan Ban Pesawat Produksi Dalam Negeri

Buntut dari embargo dan hujan sanksi kepada industri dirgantara Rusia, telah memaksa Negeri Beruang Merah untuk meningkatkan kemandirian untuk menunjang pasokan komponen dan suku cadang pada armada pesawat komersial. Setelah memproduksi mesin pesawat, kini giliran pabrikan Sukhoi bersiap menggantikan penggunan ban pesawat merek Michelin.

Baca juga: Kapan Ban Pesawat Diganti? Ini Jawabannya 

Dikutip dari Simple Flying, pesawat regional narrow body Sukhoi Superjet (SSJ-100) akan berhenti menggunakan ban Michelin tahun ini. Akhir November tahun lalu, Sukhoi Superjet 100 sedang disesuaikan dengan pesawat baru yang diluncurkan dari jalur produksi dengan mesin bekas. Kemudian bulan berikutnya, pada bulan Desember 2022, SSJ100 generasi baru juga dilengkapi dengan cakram rem bersertifikat Rusia, dan tidak lagi menggunakan produk impor.

Kilas balik ke tahun 2004, pabrikan ban Perancis Michelin, menjadi perusahaan ban internasional pertama yang membuka lini produksinya sendiri di Rusia, yang terletak di Davydovo. Pabrikan memproduksi sekitar dua juta ban mobil dan pesawat setiap tahun.

Namun, Michelin menangguhkan aktivitasnya di Rusia sejak Maret lalu menyusul sanksi yang dijatuhkan, dan pabrikan akhirnya menyerahkan aktivitasnya di Rusia ke entitas baru di bawah manajemen lokal yang berbeda. Michelin juga menghentikan impor dan ekspor ke Rusia.

Tanpa Michelin dan perdagangannya, Rusia beralih ke produsen ban pesawat terbesarnya, YaShz Avia, untuk mengembangkan ban pesawat produksi dalam negeri untuk SSJ100 sebagai pengganti langsung ban Micheline. Batas waktu awal pengiriman pertama ban domestik ini ke maskapai Rusia seharusnya pada Maret 2023.

Namun, pada awal Desember tahun lalu, YaShZ Avia mengalami kebakaran besar di lokasi produksinya di Barnual, yang dikenal sebagai pabrik ban Altai.

Baca juga: Rusia Bersiap Rakit Sukhoi Superjet 100 Generasi Terbaru, Akhir Tahun Depan Siap Dikirim

Kemungkinan produksi YaShZ Avia yang terganggu tidak hanya akan menunda pengujian ban lebih lanjut, tetapi juga penggantian ban Michelin yang saat ini dipasang pada SSJ100, dan ban yang menunggu di jalur produksi pesawat. Jadi, batas waktu penggantian awal Maret kemungkinan digeser ke akhir tahun ini.

Spesifikasi Cessna 172S Skyhawk SP, Seaplane Pertama yang Mendarat di Danau Indonesia

Seaplane atau pesawat apung sukses mendarat untuk pertama kalinya di danau di Indonesia pada Sabtu lalu. Pendaratan seplane pertama itu dalam rangka uji coba untuk mendukung gelaran balap kapal supercepat F1 Powerboat di Danau Toba, Indonesia. Seaplane diketahui menjadi salah satu moda andalan pemerintah dalam memobilisasi massa atau penonton, dari dan ke lokasi balap.

Baca juga: Bagaimana Pesawat Apung/Pesawat Amfibi Mendarat?

“Kendaraan ini rencananya untuk turis-turis, kapasitasnya empat orang tapi nanti ke depannya akan lebih besar lagi. Ini adalah pesawat udara yang bisa mendarat di perairan,” jelas Junaidi, Direktur Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan Kemenhub.

“Khusus untuk di Danau, ini baru pertama kalinya. Sehingga, ini juga akan mendapatkan penghargaan dari MURI khusus untuk landing seaplane di Indonesia, khususnya Danau Toba,” tambahnya.

Pendaratan pertama seaplane di danau di Indonesia diketahui menggunakan pesawat apung Cessna 172S Skyhawk SP dengan nomor registrasi PK-APH. Pesawat itu diketahui adalah milik Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbang Banyuwangi, yang dioperasikan oleh Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi.

Di dunia, Cessna 172S Skyhawk SP kondang dikenal sebagai salah satu pesawat apung atau seaplane kenamaan. Tak terhitung sudah berapa banyak negara yang menggunakannya, terutama negara-negara kepulauan yang sangat mengandalkan pesawat apung sepertinya.

Dikutip dari globalair.com, Cessna 172 Skyhawk memiliki kapasitas empat kursi dengan mesin tunggal (biplane) high wing, fixed-wing aircraft buatan Cessna Aircraft Company, produsen pesawat asal Amerika Serikat (AS).

Pesawat melakukan penerbangan perdana pada tahun 1955. Itu kenapa mengingat produksinya sudah sejak lama dan terus dilakukan sampai sekarang, pesawat Cessna 172 menjadi yang paling banyak diproduksi dibanding tipe pesawat buatan Cessna lainnya. Lebih dari itu, pesawat Cessna 172 bahkan disebut-sebut sebagai pesawat paling sukses dalam sejarah.

Cessna mengirimkan model produksi pertama pada tahun 1956, setahun setelah penerbangan perdana. Pada tahun 2015 Cessna dan mitranya telah membangun lebih dari 43.000 unit dan tersebar ke seluruh dunia.

Pada tahun 1998, Cessna memperkenalkan model baru Cessna 172S. Pesawat ini ditenagai oleh mesin Lycoming IO-360-L2A yang menghasilkan 180 tenaga kuda (134 kW). RPM mesin maksimum ditingkatkan dari 2.400 rpm menjadi 2.700 rpm menghasilkan peningkatan 20 hp (15 kW) dibandingkan model “R”. Akibatnya, berat lepas landas maksimum meningkat menjadi 2.550 lb (1.157 kg).

Baca juga: Tahun 2025, Kota-kota Norwegia Bakal Terhubung Berkat Pesawat Amfibi Listrik Byfly

Model ini dipasarkan dengan nama Skyhawk SP, meskipun lembar data Sertifikasi Tipe menyatakan bahwa ini adalah 172S. Berikut spesifikasi lengkap Cessna 172S Skyhawk SP.

Exterior
Exterior Height: 8 ft 11 in
Wing Span: 36 ft 1 in
Length: 26 ft 11 in

Interior
Cabin Height: 4 ft
Cabin Width: 3 ft 3 In
Cabin Length: 11 ft 10 In
Cabin Volume: 121 cu ft
Door Height: 3 ft 5 In
Door Width: 3 ft 1 In
Internal Baggage: 30 cu ft

Occupancy
Crew: 1
Passengers: 3

Operating Weights
Max T/O Weight: 2550 Lb
Max Landing Weight: 2550 Lb
Operating Weight: 1917 Lb
Empty Weight: 1642 Lb
Fuel Capacity: 53 gal Lb
Payload W/Full Fuel: 323 Lb
Max Payload: 633 Lb

Range
Normal Range: 352 nm
Max Range: 518 nm
Service Ceiling: 14000 ft

Distances
Takeoff Distance: 960 ft
Balanced Field Length: 1633 ft
Landing Distance: 575 ft

Performance
Rate of Climb: 730 fpm
Max Speed: 126 kts
Normal Cruise: 115 kts
Economy Cruise: 95 kts
Cost per Hour: $ 144.83

Power Plant
Engines: 1
Engine Mfg: Lycoming
Engine Model: Ly IO-360-L2A

Cirahong, Jembatan Double Deck Satu-Satunya di Indonesia

Jembatan dengan dua fungsi tak hanya ada di luar negeri saja seperti di Sydney, Australia ataupun di Manhattan, Amerika Serikat, namun di Indonesia, di kabupaten Tasikmalaya dan Ciamis tepatnya di Manonjaya juga punya yang berperan ganda, sebagai perlintasan kereta api dan perlintasan kendaraan bermotor roda dua dan roda empat.  Dan nama jembatan tersebut adalah jembatan Cirahong.

Jembatan Cirahong berdiri di ketinggian 66 meter di atas dasar Sungai Citanduy. Jembatan ini dibangun dengan konstruksi rangka baja dengan tiang-tiang yang cukup rapat, berdasarkab informasi yang KabarPenumpang.com peroleh di lokasi, diketahui panjang jembatan ini mencapai 202 meter.

Jembatan Cirahong memiliki dua platform yang bisa di gunakan untuk dua macam transportasi. Bagian atas jembatan ini diperuntukkan jalur kereta reguler dari PT KAI Daerah Operasional 2 (Daop) Bandung , sementara platform bagian bawahnya dirancang untuk lalu lintas biasa seperti mobil, motor, sepeda hingga pejalan kaki. Namun, kendaraan biasa yang akan menggunakan jalur bawah haruslah mengatri atau bergantian, sebab ukuran jembatan relatif sempit dan hanya bisa dilalui satu mobil. Dari pantuan di lokasi,  untuk mengatur lalu lintas di jalur kendaraan pribadi ada petugas di ujung-ujung jembatan yang bekerja bergantian selama 24 jam.

Foto : Samud Alidikrama

 

Deck bagian bawah jembatan Cirahong, hanya dapat dilintasi satu kendaraan roda empat. Foto: reonkpost.com

Faktanya jembatan Cirahong menjadi satu-satunya peninggalan Belanda di kabupaten Ciamis. Pembangunannya sendiri dimulai tahun 1893 dan menjadi bagian pembangunan rel kereta api jalur selatan di Pulau Jawa oleh Pemerintah Belanda. Namun konstruksi jembatan ini sempat diperkuat tahun 1934.

Sejarah pembuatan jembatan Cirahong ini tak lepas dari campur tangan Bupati Galuh Ciamis yakni RAA Kusumadiningrat atau Kanjeng Prebu. Pada masa itu, jalur kereta dibangun trayek selatan dengan melintasi Bandung, Garut, Tasik dan Banjar yang menyambung ke Jawa Tengah. Sebenarnya pembangunan kereta api ini bukan hanya untuk mengangkut penumpang melainkan untuk mengangkut hasil bumi Priangan seperti kapas, kopi, kapol dan yang lainnya ke Jakarta.

Pada awalnya jembatan ini tidak dirancang dengan terpadu, sebab dari gambar konsep yang dibuat oleh pemerintah Belanda hanya untuk melayani jurusan kereta dari Tasikmalaya namun tak melintasi kota Ciamis. Tetapi justru membawa jalur ke Cimaragas atau sebelah selatan sungai Citanduy kemudian menuju Banjar dan terbagi dua ke Pangandaran dan Cilacap. Akibat permasalahan bila harus melewati sungai Citanduy, maka dibangun dua jembatan dengan biaya mahal.

Foto : Samud Alidikrama

Tak hanya menjadi jalur pengangkutan massal dan hasil bumi, jembatan dengan panjang 202 meter ini memberikan pemandangan yang eksotis karena berada di antara dua bukit di pinggir sungai. Bila kereta melintas jembatan ini, akan melihat sungai Citanduy dan pemandangan bukit yang mengapit jembatan Cirahong. Tak hanya pengguna kereta maupun pengguna kendaraan pribadi, masyarakat sekitar juga bisa menikmati keindahan jembatan ini saat pagi hari atau mengabadikan lalu lintas kereta api yang melintas.

Jembatan Cirahong bila ditelisik modelnya mirip dengan Jembatan Brooklyn di Amerika Serikat. Jembatan ini dibangun 10 tahun sebelum pembangunan Jembatan Cirahong, memiliki fungsi yang sama dengan atas untuk jalur kereta sedangkan jalur bawahnya digunakan untuk lalu lintas kendaraan. Perbedaanya untuk jembatan Brooklyn, memiliki dua jalur untuk kereta dan dua jalur untuk kendaraan di bagian bawahnya. Dan diketahui, jembatan Brooklyn adalah jembatan dengan suspensi kabel baja pertama di dunia.

Pixabay.com

Agar Tahan Lama Berdiri di Angkutan Umum, Sebaiknya Baca Ini

Menghabiskan perjalanan menggunakan kendaraan umum seperti kereta atau bus dengan  berdiri memang lumayan melelahkan, belum lagi jika kondisi dalam moda tersebut penuh hingga harus berdesak-desakan. Namun realita inilah yang hampir setiap hari dilakoni oleh sebagian warga Jakarta yang lebih memilih untuk menggunakan transportasi umum ketimbang kendaraan pribadi, terutama ketika peak hour atau jam-jam sibuk. Berikut, KabarPenumpang.com rangkum beberapa tips nyaman saat menaiki bus atau KRL (Kereta Rel Listrik)

1. Tempatkan Tas Anda Di Depan

Sumber: naningisme.files.wordpress.com

Pengguna tas ransel yang kerap kali menggunakan KRL mungkin sudah paham dengan salah satu tips ini. Selain dapat menjaga tas lebih aman, menyimpan tas di depan juga dapat memberikan keuntungan lebih pada penumpang perempuan, karena dapat melindungi bagian vitalnya. Begitu juga dengan pengguna tas selempang, Anda dapat menaruh tas di depan dengan posisi tas dalam keadaan terkunci. Jangan lupa untuk menggenggam gadget Anda, karena Anda dapat memberikan pengawasan lebih terhadap gadget tersebut.

Baca juga: Teganya Penumpang Kereta Bikin Seorang Ibu Menyusui Sambil Berdiri

2. Buka Kaki Selebar Pundak

Sumber: bogor.tribunnews

Tidak ada yang dapat memprediksi bagaimana perjalanan yang akan Anda tempuh, baik menggunakan TransJakarta, maupun Commuter Line. Mungkin saja perjalanan Anda sekarang tidak semulus perjalanan kemarin. Maka dari itu, usahakanlah buka kaki Anda selebar bahu, ini berfungsi agar tubuh Anda dapat lebih seimbang dibanding jika Anda menutup rapat kaki Anda. Posisi kuda-kuda yang Anda terapkan akan membantu Anda untuk tetap berdiri tegak, apapun medan/kondisi jalannya.

3. Berdiri Searah Dengan Moda

Sumber: istimewa

Walaupun agak sedikit sulit untuk memposisikan tubuh Anda sejalan dengan arah moda, tapi cara ini terbukti dapat menambah kenyamanan Anda selama berkendara, walaupun dalam kondisi penuh sekalipun. Karena daya yang Anda keluarkan jika berdiri dengan posisi sejalan dengan arah moda lebih sedikit dan lebih mudah untuk menjaga keseimbangan daripada harus berdiri menghadap jendela.

4. Gunakan Pegangan

Sumber: kompas

Bentuk gagang pegangan yang bulat dan segitiga dengan bagian sisi yang tidak runcing diperuntukan agar tangan tidak cepat sakit ketika menggenggamnya. Sebenarnya, tidak ada patokan yang mengharuskan gagang tersebut dipegang oleh tangan mana, hanyalah soal kenyamanan. Ketinggiannya pun sudah diatur sedemikian rupa sehingga mudah dijangkau. Jika postur tubuh kurang mumpuni untuk menjangkau  pegangan tersebut, Anda dapat berpegangan pada tiang besi yang ada di ujung bangku atau di tengah gerbong.

Baca juga: Ibu Hamil Berdiri, Penumpang Sehat Duduki Kursi Prioritas di Kereta

5. Tetaplah Tenang

Sumber: republika

Anda tidak akan pernah mengetahui jenis-jenis orang apa saja yang akan Anda temui selama perjalanan dengan menggunakan KRL atau TransJakarta. Walaupun dalam kondisi berdesak-desakan, Anda harus tetap menebar pikiran positif dengan cara tetap tenang. Tapi, walaupun dalam kondisi seperti ini, bukan berarti Anda lengah terhadap sekitar, tetaplah waspada dengan barang bawaan Anda.

Inilah Splashtours, Bus Amfibi Ikonik yang Hanya Ada di Rotterdam dan Amsterdam Belanda

Inggris boleh saja menjadi negara yang memiliki sejarah panjang dengan bus. Namun, terkait bus amfibi, itu hanya ada di Belanda, tepatnya di Rotterdam dan Amsterdam, dengan nama Splashtours. Sejak kemunculan pertamanya pada tahun 2010, bus amfibi Splashtours sangat ikonik dengan warna kuningnya dan terus memikat wisatawan domestik maupun mancanegara.

Baca juga: 10 Poin Penting Sistem Keselamatan di Bus

Dilansir laman resmi Splash Tours, ide adal pengembangan bus amfibi Splashtours bermula dari keinginan tiga pengusaha muda menghadirkan bus yang dapat membawa penumpangnya keliling kota di darat dan menikmati pemadangan kota dari atas sungai tanpa harus berganti moda.

Awalnya, pendiri Splash Tours ingin membeli bus amfibi baru bekerja sama dengan perusahaan karoseri setempat. Namun, standarnya tak sesuai ekspektasi ketiganya dan akhirnya diputuskan membangun bus amfibi sendiri di atas sasis Volvo.

Proses pembangunannya tentu saja tidak mudah. Dibutuhkan waktu sekitar tiga tahun untuk mengembangkan dan membangun bus amfibi sendiri tanpa ada portofolio sebelumnya.

Pada 13 Maret 2010, bus amfibi Splashtours berwarna kuning memulai debut membawa wisatawan berkeliling kota Rotterdam dan menyusuri sungai Maas yang ikonik untuk menikmati pemadangan gedung pencakar langit dan pemandangan kota secara keseluruhan.

Dengan cepat, bus Splashtours menjadi buah bibir di masyarakat dan menjadi salah satu tujuan wisata favorit wisatawan domestik maupun mancanegara.

Sebeum “splash” begitu masuk ke air, sopir terlebih dahulu menekan beberapa tombol untuk berganti mode dari darat ke air. Tak lama setelahnya bus melaju dengan sangat yakin ke sungai dan mengambang layaknya kapal laut.

Bus amfibi Splashtours adalah bus amfibi satu-satunya di dunia yang memiliki izin resmi untuk turun ke jalan raya sebagai bus dan menyusuri sungai sebagai kapal laut. Bus amfibi Splashtours bahkan memiliki sertifikat keselamatan dari Uni Eropa.

Bus amfibi Splashtours memiliki tinggi empat meter. Saat berada di perairan, bus digerakkan oleh mesin diesel melalui baling-baling. Seperampat badan bus yang mampu memuat 43 penumpang ini berada di dalam air dan bagian jendela tetap berada di atas air sehingga penumpang bebas berfoto ataupun menikmati pemandangan.

Setiap tahun, bus amfibi Splashtours melakukan sekitar 1.200 perjalanan, mengangkut lebih dari 40 ribu wisatawan domestik maupun mancanegara menaiki bus ini, keliling Rotterdam dan menyusuri sungai Maas.

Selama perjalanan dengan bus amfibi, penumpang dipandu menggunakan bahasa Belanda dan Inggris. Namun, operator juga menyediakan panduan audio dalam 18 bahasa seiring banyaknya wisatawan internasional yang berkunjung.

Baca juga: 10 Halte Bus Ini Punya Desain yang Tidak Biasa

Tiket untuk bisa menaiki bus amfibi satu-satunya di dunia itu bisa dibilang cukup terjangkau, tentu saja tergantung paket wisata yang diambil. Semakin singkat durasi dan itinerary-nya, semakin murah, begitu juga sebaliknya. Paket Splashtours + Euromast (ikon kota Rotterdam), misalnya, dijual seharga €45,00 untuk dewasa dan €32,50 untuk anak-anak.

Seiring pamornya yang terus meningkat, Splash Tours, mulai berekspansi ke Amsterdam pada tahun 2019. Tanpa butuh waktu lama, bus berwarna kuning itu dengan cepat menyita perhatian warga Amsterdam dan wisatawan.

Tupolev Tu-116 – Pesawat VVIP Soviet dari Plaftorm Pembom Strategis Tu-95 Bear

Pembom strategis diubah menjadi pesawat mewah (VVIP), sepertinya sulit dibayangkan untuk saat ini. Namun, itu bukan sekedar cerita fiksi, di dekade 50-an, kala perang dingin menggelora antara Uni Soviet dan Amerika Serikat. Sebuah pembom strategis bermesin turboprop Tupolev Tu-116, yang asasinya membawa bom nuklir, tetapi sukses diubah menjadi pesawat angkut VIP/VVIP yang digunakan oleh para petinggi Kremlin.

Baca juga: Kisah Tupolev Tu-114, Pesawat Turboprop Tercepat, Terbesar, dan Jangkauan Terjauh di Dunia 

Kala itu, ada kebutuhan bagi pemimpin Uni Soviet Nikita Kruschev untuk memiliki pesawat mewah dengan proteksi tinggi, seperti halnya Air Force One milik AS. Namun, waktu yang dimiliki Soviet saat itu tidak cukup untuk melakukan pengembangan. Umumnya, dibutuhkan waktu satu dekade atau lebih bagi pesawat penumpang untuk lepas landas, dimulai dari awal rancangan dilakukan.

Untungnya, Tupolev tidak harus memulai dari awal. Pembom strategis turboprop bermesin Tu-95, yang mulai beroperasi pada tahun 1956, adalah platform yang sempurna untuk sebuah pesawat terbang mewah.

Kemudian, ada dua platform pesawat terpisah diusulkan, keduanya didasarkan pada prasyarat pembom Tu-95. Salah satunya adalah kapal penumpang Tu-114 yang umum diterbangkan warga sipil. Sementara itu, Tu-116 mengambil badan pesawat yang sama dan mengganti tempat duduk penumpang massal dengan kompartemen kabin bertekanan VIP yang dipesan lebih dahulu.

Kedua pesawat akan dikembangkan secara bersamaan dan berbagi sebagian besar komponen penting untuk merampingkan perawatan dan menjaga pasokan suku cadang untuk kedua varian. Karena waktu sangat penting, kedua Tu-116 tidak dibangun dari badan pesawat baru, melainkan berasal dari dua pembom Tu-95 yang sudah ada.

Dan pada bulan April 1957, unit pertama dari dua Tu-116 mengudara untuk pertama kalinya. Dengan dimensi panjang 46,17 meter dan lebar sayap 54,1 meter, Tu-116 dicitrakan serupa di dalam barisan pembom strategis. Tapi tentu saja, kabin keduanya sangat berbeda.

Kompartemen penumpang Tu-114/116 sangat pas di tempat tempat bom berada di Tu-95. Menariknya, tidak ada cara untuk mengakses kokpit Tu-116 dari kompartemen penumpang. Pesan ke dan dari kokpit antara pilot dan awak pesawat disampaikan melalui sistem tabung pneumatik baru di mana pertanyaan dijawab melalui pensil dan kertas.

Tidak banyak foto yang merinci interior pesawat pribadi Khrushchev, tetapi yang ada menunjukkan sofa kulit yang dijahit lengkap dengan karpet khas Soviet yang diurapi dengan pola heksagonal seperti ruang tamu babushka Ukrania. Varian pesawat berbasis Tu-114 dikenal memiliki kabin penumpang utama dan dek layanan yang lebih rendah.

Baca juga: Hari Ini, 65 Tahun Lalu, Tupolev Tu-114 Rossiya Terbang Perdana dan Jadi Kebanggaan Uni Soviet

Segala sesuatu mulai dari awak pesawat tambahan hingga juru masak dalam penerbangan dapat menemukan jalan mereka ke dalam dek bawah. Tu-116 pertama yang diproduksi dibuat dengan konfigurasi kabin enam hingga delapan penumpang. Pada saat yang sama, pesawat kedua dilengkapi untuk tiga penumpang VIP tingkat tinggi. Diyakini varian VIP kedua lebih sesuai dengan apa yang ingin digunakan Nikita Kruschev untuk bertemu Presiden AS Eisenhower.

Double Decker Minggir, Bus di Inggris Ada yang Sampai Empat Tingkat (Quad Decker)

Saat ini bus tertinggi adalah bus double decker atau bus dua tingkat. Dahulu, bus tidak hanya sekadar dua tingkat, melainkan tiga tingkat atau triple decker bahkan empat tingkat atau quad decker. Bagi sebagian orang mungkin ini terdengar mustahil, tapi nyatanya itu sungguh ada.

Baca juga: Routemaster, Double Decker Merah Ikon Kota London

Kehadiran bus triple decker dan quad decker tak lepas dari sejarah panjang bus bertingkat. Sejak kemunculan bus double decker pertama di London, Inggris, pada tahun 1923, muncul keinginan dari banyak kalangan untuk membuat bus yang lebih tinggi lagi. Tujuannya agar bus bisa memuat lebih banyak penumpang dan mendorong warga beralih dari berjalan kaki, naik sepeda, atau bahkan mengendarai mobil.

Bertahun-tahun menunggu, bus triple decker atau tiga tingkat per tama di dunia tersebut muncul di Italia pada tahun 1932. Bus tersebut mampu mengangkut 89 penumpang dalam sekali jalan dan beroperasi di rute Roma-Tivoli.

Karena keterbatasan teknologi dan belum banyak penelitian terkait bus triple decker, kala itu, tingkat tiga pada bus hanya mencakup seperempat dari panjang keseluruhan bus. Jadi, pada tingkat tiga, jumlah kursi yang bisa duduki penumpang tak sebanyak di tingkat dua dan satu. Dengan begitu, crosswind atau angin samping diharapkan tak merobohkan bus ke samping.

Bus triple decker pertam di dunia, muncul di Italia. Foto: hoaxorfact.com

Sebelum tahun 1932, dunia sebetulnya sempat dihebohkan dengan kemunculan bus tingkat tiga di Jerman pada tahun 1926. Foto-foto bus triple decker di Jerman yang bersumber dari majalah Echo Continental pun diyakini asli.

Sebagai media tersohor di Jerman dan Eropa, Echo Contenental kala itu memang mempekerjakan ilustrator top. Itu sebab, foto bus triple decker di Jerman pada tahun 1926 terlihat asli. Nyatnya, itu adalah hoax. Di tahun tersebut, Jerman hanya sampai pada tahap mengembangkan bus triple decker dan tak pernah ada wujud aslinya.

Bus triple decker yang muncul di fil Harry Potter adalah bus asli. Ini wujudnya. Foto: Wikimedia Commons

Bus tingkat tiga juga pernah muncul di film “Harry Potter and the Prisoner of Azkaban” bernama Kinght Bus. Banyak yang mengira bus itu fiksi, padahal bus itu adalah bus triple decker sungguhan.

Lama tak muncul, bus triple decker akhirnya kembali terlihat pada tahun 2012 di Selandia Baru. Bus triple decker itu dioperasikan oleh operator Intercity Coachline di beberapa kota di negara tersebut. Di tahun tersebut, bus triple decker juga muncul di London bertepatan dengan helaran Olimpiade London. Bus triple decker dikerahkan untuk memobilisasi lebih banyak penumpang dalam sekali jalan.

Setelah gelaran Olimpiade London selesai, bus triple decker tidak beroperasi secara reguler di London sampai saat ini.

Baca juga: Volvo Gran Artic 300 – Bus dengan Kapasitas Angkut Terbesar, Bisa Dimuati 300 Penumpang!

Justru di tahun 2016, Inggris mengejutkan dunia dengan kemunculan bus quad decker atau tingkat empat. Ini dinamakan bus quad decker casterline. Bus coastliner beroperasi dari Leeds ke Whitby, Filey, Scarborough, dan Bridlington. Saat itu (pada tahun 2016), bus sedang diuji coba sebelum beroperasi secara komersial. Ketika itu, operator bus melihat ada celah pasar yang bisa dimanfaatkan oleh bus quad decker.

Sayangnya, bus empat tingkat itu perawatannya sangat mahal dan pada akhirnya ini tidak pernah beroperasi secara komersial karena dinilai tidak aman.

Gagal di Kereta Cepat, AS Ingin Bangun Kereta Maglev Jepang Hubungkan Baltimore-Washington-New York

Amerika Serikat (AS) jadi salah satu negara maju yang lamban dalam mengembangkan kereta cepat. Sejak kereta cepat Acela melakukan debut pada tahun 2000, jaringan kereta cepat di AS bisa dibilang berjalan di tempat. Namun, baru-baru ini, AS semakin dekat untuk membangun kereta yang jauh lebih cepat, yaitu kereta Maglev dari Jepang yang menghubungkan New York dengan Washington.

Baca juga: Tercampur Politik dan Isu Kesenjangan Sosial, Akankah Kereta Maglev di Amerika Hanya Sekedar Wacana?

Acela selama ini relatif kurang berkembang lantaran rute yang terbatas dan sepinya penumpang. Kecepatan kereta cepat Acela pun maksimal hanya 240 kilometer per jam, relatif jauh tertinggal apabila dibandingkan dengan Shinkansen milik Jepang maupun HSR besutan Cina yang bisa melaju hingga di atas 300 kilometer per jam.

Alih-alih mengembangkan jaringan kereta cepat, AS justru ingin membangun kereta Maglev bekerja sama dengan Jepang.

Minat AS, dalam hal ini beberapa negara bagian (mengingat sistem negara ini yang berbentuk federal), terhadap kereta berteknologi magnetic levitation (Maglev) mulai terdengar sejak beberapa tahun lalu. Namun, prosesnya terhalang berbagai perdebatan dan sederet masalah politik.

Meski begitu, Central Japan Railway Company atau dikenal juga sebagai JR Tokai dan Northeast Maglev, sebuah perusahaan AS yang bertanggung jawab atas pengembangan kereta api, terus melakukan berbagai upaya, salah satunya promosi gencar untuk mendapatkan dukungan banyak pihak baik dari kalangan legislatif, eksekutif, pengusaha, dan masyarakat luas; termasuk promosi yang dihelat pada Rabu lalu.

Dilansir Time.com, JR Tokai dan Northeast Maglev dilaporkan menghelat promosi terbatas yang dihadiri oleh sekitar 100 orang, termasuk pejabat pemerintah AS, negara bagian New York, dan anggota lokal Kongres AS.

Dalam forum tersebut, Northeast Maglev memaparkan rencana untuk membangun kereta Maglev antara Washington dan New York sejauh kurang lebih 225 km. Nantinya, kereta Maglev akan memangkas waktu tempuh antar kedua kota tersebut menjadi satu jam perjalanan dengan kecepatan rata-rata 360 km per jam, jauh lebih cepat dibanding naik mobil atau kereta api selama empat jam perjalanan.

Sebelum Washington-New York terhubung dengan kereta Maglev, Northeast Maglev lebih dahulu akan membangun jalur kereta Maglev yang lebih dekat antara Baltimore dan Washington. Bila semuanya terealisasi, itu berarti Baltimore-New York akan terhubung kereta Maglev.

Kehadiran kereta Maglev Jepang di AS juga membantu Negeri Paman Sam dalam mengurangi emisi gas rumah kaca, yang saat ini gencar digaungkan.

Baca juga: M-497 Black Beetle – Pemegang Rekor Kereta Tercepat di AS, Ditenagai Dua Mesin Turbojet

Isu kereta cepat (termasuk kereta Maglev) di AS belakangan kembali hangat diperbincangkan usai kunjungan politisi partai Demokrat, Alexandria Ocasio-Cortez, ke Jepang. Selama kunjungannya, politisi yang juga anggota DPR AS itu lebih banyak naik kereta dibanding naik mobil untuk mencapai beberapa tempat.

Ia mengaku sangat terkesan dengan kereta cepat dan menyebut AS sangat mendesak untuk membangun jaringan kereta cepat, bermitra dengan Jepang yang sudah berpengalaman puluhan tahun.