Stasiun Lempuyangan Ternyata Lebih Unggul Dibanding Stasiun Tugu Yogyakarta, Ini Alasannya

Sebagai pengguna kereta api tentu ada alasan untuk menempuh perjalanan ke kota yang dituju. Selain cepat dan praktis, pelayanannya pun sudah sangat baik. Apalagi sudah terbukti peminat kereta api saat ini sudah semakin banyak bagi masyarakat yang melakukan aktivitas ke berbagai destinasi tujuan termasuk saat hari libur tiba.

Destinasi paling favorit masyarakat pengguna kereta api salah satunya adalah wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Tak heran, cukup banyak rute kereta api yang melewati wilayah tersebut karena banyaknya wisata yang diberikan bagi wisatawan. Di wilayah Yogyakarta tentu sudah paham betul bahwa ada stasiun besar yang sangat terkenal untuk naik dan turun penumpang.

Kedua stasiun tersebut adalah Stasiun Lempuyangan dan Stasiun Tugu Yogyakarta. Memang stasiun ini cukup berdekatan satu sama lain. Yang hanya membedakan adalah dari fasilitas, salah satunya terdapat ruang tunggu VIP bagi penumpang kereta api diatas kelas eksekutif termasuk kereta wisata.

Namun, ternyata ada beberapa sumber yang mengatakan bahwa Stasiun Lempuyangan ternyata memang lebih unggul dibanding Stasiun Tugu Yogyakarta. Stasiun Lempuyangan memang masih berada di bawah Stasiun Tugu Yogyakarta. Diketahui bahwa Stasiun Lempuyangan sebagai stasiun besar tipe B, sedangkan Stasiun Tugu Yogyakarta sudah masuk kategori stasiun besar tipe A.

Hal tersebut wajar jika Stasiun Tugu Yogyakarta dirancang untuk melayani jumlah penumpang yang lebih besar serta didukung fasilitas yang lebih lengkap dibandingkan Stasiun Lempuyangan.

Namun, seiring berjalannya waktu, ternyata ada juga masyarakat yang lebih gemar naik atau turun di Stasiun Lempuyangan daripada Stasiun Tugu Yogyakarta. Bukan terpaksa, tapi mereka sengaja memilih di Stasiun Lempuyangan karena menemukan kenyamanan tersendiri di tengah padatnya penumpang di stasiun tersebut.

Jika dilihat dari bangunannya, Stasiun Tugu Yogyakarta sudah pasti lebih besar dari Stasiun Lempuyangan. Belum lagi saat hari libur besar atau libur panjang, Stasiun Lempuyangan bisa terasa cukup padat saat arus penumpang, baik yang hendak berangkat maupun yang baru tiba. Bahkan jika terlalu ramai, bisa terlihat begitu padat dan menumpuk.

Selain itu akses mencapai ke stasiun ini ternyata memang dibutuhkan kesabaran ekstra, terutama di jam-jam sibuk. Akses utama menuju Stasiun Lempuyangan melalui Jalan Lempuyangan yang satu arah dan kerap dipadati kendaraan. Di ruas jalan yang sama, penumpang yang datang dan pergi bercampur, karena jalur masuk dan keluar stasiun berada di titik yang sama.

Selain itu keunggulan dari Stasiun Lempuyangan ada berbagai hal yang menjadi alasan masyarakat lebih praktis. Jika naik Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line, banyak penumpang yang naik dari Stasiun Lempuyangan untuk memanfaatkan perjalanan KRL ke stasiun yang dituju. Bukan karena ingin turun di Stasiun Tugu Yogyakarta, melainkan mereka ingin turun di stasiun sebaliknya hingga Kota Solo.

Ya, memanfaatkan naik KRL dari Stasiun Lempuyangan ini, selain bisa mendapatkan tempat duduk penumpang tak perlu antre menuju peron. Lain halnya jika penumpang naik KRL dari Stasiun Tugu Yogyakarta yang mengharuskan antre sebelum rangkaian memasuki peron dan menunggu penumpang turun agar tak berdesakan.

Keunggulan lainnya adalah sentra kuliner yang persis berada di sepanjang depan Stasiun Lempuyangan. Saat penumpanv turun, penumpang langsung bisa melihat berjejer warung yang menyediakan berbagai makanan termasuk khas dari Yogyakarta. Dengan harga yang tidak menguras kantong, penumpang sudah merasa cukup kenyang jika sudah mencicipinya.

Sama-sama Stasiun Besar, Ternyata Masih Ada Perbedaan Antara Stasiun Yogyakarta dengan Lempuyangan. Apa saja?

Manfaatkan Kereta Api Pangrango saat Libur Lebaran, Ini yang Dirasakan Penumpang

Tak hanya menggunakan kereta api jarak jauh saat melakukan perjalanan mudik lebaran. Perjalanan jaram menengah pun ternyata lebih diminati masyarakat. Ya, seperti halnya Kereta Api (KA) Pangrango dengan rute Stasiun Bogor Paledang – Sukabumi pulang pergi. Masyarakat yang melakukan perjalanan menggunakan KA tersebut lebih dominan mengisi waktu liburan baik di Kota Bogor maupun Sukabumi.

Berdasarkan kabar dari berbagai laman di media sosial, KA Pangrango menjadi destinasi favorit dengan waktu yang efisien dan praktis dalam untuk mengisi waktu liburan. Meskipun hanya memiliki satu rangkaian dalam tiap perjalanan, tak heran tiket KA Pangrango selalu cepat habis dipesan apalagi saat libur panjang.

Saat arus mudik mulai mencapai puncaknya, tentu jalan raya arteri menuju Kota Sukabumi terlihat sangat padat dengan kendaraan bermotor dari berbagai daerah bahkan dari Kota Jakarta. Jalur arteri hingga akses Tol Bocimi kerap dipadati kendaraan pemudik dan wisatawan, sehingga mendorong sebagian masyarakat mencari alternatif transportasi yang lebih efisien.

Aktivitas penumpang KA Pangrango baik yang datang maupun berangkat terlihat cukup tinggi terutama di Stasiun Sukabumi. Mobilitas masyarakat pun meningkat seiring momentum arus mudik dan balik Lebaran. Banyaknya masyarakat mengaku sengaja memilih menggunakan Kereta Api Pangrango untuk menuju Sukabumi demi menghindari kemacetan di jalan raya. Ia mengatakan, kondisi lalu lintas yang padat menjadi pertimbangan utama dalam menentukan moda transportasi.

Sejak H-2 hingga kini, masyarakat pengguna KA Pangrango masih terpantau kepadatan di Stasiun Sukabumi. Ini karena beberapa penumpang juga memanfaatkan kereta api lainnya untuk melanjutkan perjalanan menuju ke kota berikutnya, yaitu Kota Cianjur. Karena di Stasiun Sukabumi masyarakat bisa menggunakan kereta lokal KA Siliwangi dengan rute Sukabumi – Cianjur – Cipatat pulang pergi.

Sementara itu, okupansi KA Pangrango selama masa angkutan Lebaran 1447 Hijriah mengalami peningkatan signifikan. Tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api turut dipengaruhi oleh faktor kenyamanan serta adanya program diskon tarif. Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyebutkan bahwa tingkat keterisian penumpang mencapai 89 persen dalam periode angkutan Lebaran.

Kapasitas tempat duduk yang tersedia untuk KA Pangrango dari tanggal 11 Maret – 1 April sebanyak 80.960 kursi. Sedangkan kapasitas tempat duduk harian sebanyak 3.680 kursi. Ia melanjutkan bahwa lonjakan jumlah penumpang tidak terlepas dari kebijakan diskon tarif sebesar 30 persen untuk kelas ekonomi komersial yang diberlakukan secara nasional.

Menapaki Sentuhan Belanda di 10 Stasiun Tua di Indonesia

Wow! Kereta di Indonesia Ini Tempuh Jarak Lebih dari 900 KM!

Menggunakan transportasi massal seperti kereta api memang menjadi opsi bagi Anda yang hendak bepergian tanpa menggunakan kendaraan pribadi. Selain itu, kereta api juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pemudik, terutama bagi mereka yang berdomisili di daerah Jawa. Selain menawarkan kenyamanan selama berkendara, kereta api juga bisa dibilang sebagai kendaraan yang dapat menempuh jarak jauh dengan waktu yang relatif lebih cepat daripada kendaraan lain.

Terkait masalah jarak dan waktu, kereta api juga memiliki rekor tersendiri. Tercatat ada 2 armadanya yang memegang gelar sebagai kereta api penumpang dengan jarak terjauh, dan kereta api penumpang dengan waktu tempuh terlama. Tentu saja rekor ini dipegang hanya dalam ruang lingkup Indonesia, bukan mancanegara.

Untuk gelar kereta api penumpang kelas eksekutif dengan jarak tempuh paling jauh dipegang oleh Kereta Api Gajayana dengan jarak tempuh 904 km. Kereta yang menghubungkan Jakarta dengan Malang ini diresmikan pengoperasiannya pada 28 Oktober 1999. Pada awalnya, kereta ini sempat melayani perjalanan dengan kelas bisnis saja. Namun terhitung sejak tahun 2001, KA Gajayana baru mendapatkan rangkaian anyar dari PT INKA yang menjadikannya sebagai titik awal pengoperasian kelas eksekutif pada rangkaian ini. Rute yang dilalui oleh KA Gajayana adalah rute selatan, dimana kereta nantinya akan melewati beberapa stasiun besar seperti Purwokerto, Yogyakarta, Solo Balapan, Madiun, dan Blitar.

Sempat beberapa kali kereta ini mengubah penampilannya. Pada 2008, KA Gajayana menggunakan kaca lebar pada bagian sisi gerbongnya, lalu setahun berselang, si ular besi ini kembali merubah penampilannya dengan mengganti kaca lebar menjadi kaca pesawat dan digunakan hingga saat ini.

Namun, dibalik kepopuleran namanya, ada satu cerita kelam yang tidak mungkin dapat dilupakan. Waktu itu tanggal 27 Agustus 2011, dimana kereta Gajayana mengalami pembajakan oleh 3 orang tidak dikenal yang langsung mengarahkan kereta ke arah Stasiun Pasar Senen. Pada mulanya, kereta terhenti di Stasiun Jatibarang untuk menunggu sinyal masuk, namun saat kereta berada di stasiun Telagasari, Indramayu, kereta dihadang oleh beberapa orang yang langsung masuk ke dalam kereta dan satu diantaranya masuk ke lokomotif. Pembajakan kereta berakhir setelah petugas teknisi melakukan pengereman darurat di stasiun Gambir dan pembajak diamankan oleh pihak yang berwajib.

kereta api krakatau. sumber: i.ytimg.com
kereta api krakatau. sumber: i.ytimg.com

Lain ceritanya dengan kereta dengan waktu tempuh paling lama. Adalah kereta Krakatau yang menghubungkan Merak dengan Kediri. Walaupun sebenarnya kereta ini juga merupakan kereta dengan jarak paling jauh, tapi tidak menawarkan kelas eksekutif, hanya Ekonomi AC saja. Jarak tempuh dari kereta ini adalah 945 km, dengan waktu tempuh sekitar 17 jam 20 menit.

Dibalik itu semua, terdapat keunikan dari kereta ini. Kereta Krakatau merupakan satu-satunya kereta yang melintasi semua provinsi di pulau Jawa, dari mulai Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur. Selain itu, kereta ini diresmikan pada 24 Juli 2013 silam ini juga memiliki keunikan lain, yaitu melewati seluruh kota administrasi di Jakarta, dari mulai Jakarta Selatan (Bintaro), Jakarta Barat, (Palmerah), Jakarta Utara (Kampung Bandan), Jakarta Pusat (Pasar Senen), Jakarta Timur (Jatinegara), dan Bekasi.Anda cukup membayar Rp300.000 untuk kereta subclass C (subclass paling tinggi pada rangkaian ini) atau Rp235.000 untuk subclass S (subclass terendah pada rangkaian ini) dan memulai petualangan bersama “The Real Voyager” ini.

Tidak semua perjalanan akan berjalan sesuai dengan rencana, seperti yang dituliskan oleh seorang blogger yang merasa PT KAI tidak memegang teguh komitmennya dalam hal waktu. Ia mengatakan bahwa kereta Krakatau yang ia tumpangi banyak berhenti dan mengakibatkan keterlambatan sampai di tempat tujuan. Kebetulan ia naik menuju stasiun Yogyakarta. Di tiket, tertera waktu sampai adalah pukul 21.30, namun karena kereta berjalan lambat dan banyak berhenti, akhirnya ia baru sampai Yogyakarta pada pukul 23.01. Ia amat menyayangkan kejadian tersebut, walaupun ia sendiri belum mengetahui mengapa kereta bisa berjalan amat lambat dan banyak berhenti, meskipun itu hanyalah stasiun kecil.

AirAsia Resmi Luncurkan Dua Rute Baru dari Denpasar ke Adelaide dan Sydney

Kabar gembira buat kamu para traveler yang sudah rindu suasana Negeri Kanguru! Indonesia AirAsia baru saja memperkuat konektivitas dari Pulau Dewata dengan meresmikan dua rute internasional baru langsung menuju Adelaide dan Sydney.

Langkah ini diambil untuk memenuhi tingginya minat penumpang pada koridor Bali-Australia, yang selama ini memang menjadi primadona pariwisata internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Dua rute baru ini akan dilayani oleh maskapai yang sudah tidak asing lagi bagi para traveler:

Denpasar – Adelaide: Kini tersedia pilihan tambahan bagi kamu yang ingin mengeksplorasi ibu kota Australia Selatan tersebut. Rute ini diharapkan mempermudah mobilitas wisatawan maupun pelajar Indonesia di sana.

Denpasar – Sydney: Sebagai salah satu rute tersibuk, penambahan frekuensi atau operator baru ke Sydney akan memberikan kompetisi harga yang lebih menarik bagi penumpang.

Pihak pengelola bandara menyatakan bahwa pembukaan rute ini adalah bagian dari strategi besar untuk memperkuat posisi Bali sebagai hub transportasi udara utama di kawasan Asia-Pasifik. Dengan adanya rute baru ini, diharapkan kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari Australia, akan mencetak angka pertumbuhan baru di tahun 2026.

Tak hanya memudahkan turis asing, bagi warga lokal di Bali dan sekitarnya, rute ini membuka peluang lebih luas untuk urusan bisnis, pendidikan, maupun kunjungan keluarga tanpa harus transit di kota lain.

Menyambut bertambahnya rute internasional ini, Bandara Ngurah Rai juga terus melakukan optimalisasi fasilitas, mulai dari percepatan proses imigrasi hingga kenyamanan di ruang tunggu. Hal ini dilakukan agar pengalaman penumpang sejak mendarat hingga lepas landas tetap terjaga kualitasnya.

Diperpanjang! Tarif Diskon Kereta Api 20% Berlaku Hingga 1 April 2026, Yuk Simak Caranya

Masa arus balik Lebaran 2026 memang sudah berangsur-angsur terlihat di beberapa stasiun tujuan. Penumpang yang memadati stasiun di kota-kota bagian timur Pulau Jawa pun terlihat kepadatan. Terlebih lagi ramainya penumpang yang terlihat saat tiba di Jakarta. Beberapa kereta api yang tiba di Jakarta baik di Stasiun Gambir maupun Pasar Senen, volume penumpang cukup signifikan.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa pada masa arus balik ini, volume kedatangan penumpang diprediksi lebih tinggi dibandingkan keberangkatan, dengan rata-rata mencapai lebih dari 45 ribu hingga 51 ribu penumpang per hari di wilayah Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta.

Data menunjukkan bahwa kedatangan tertinggi penumpang diperkirakan terjadi pada periode 23 hingga 29 Maret 2026, dengan volume harian berkisar antara 48 ribu hingga 51 ribu penumpang. Angka ini secara bertahap akan menurun hingga 1 April 2026, namun tetap dalam volume yang signifikan.

Namun meskipun masyarakat pengguna kereta api terlhat lebih banyak, bukan berarti tiket kereta api yang dijual telah ludes atau habis. Masyarakat masih bisa membeli tiket kereta api ke berbagai destinasi tujuan khususnya Pulau Jawa baik secara online maupun di loket stasiun (offline).

Tak hanya penjualan tiket yang masih tersedia, diskon yang diberikan pun masih bisa didapatkan saat pembelian. Ya, bagi masyarakat khususnya yang ingin mudik belakangan, PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) menghadirkan Promo Silaturahmi berupa diskon tiket kereta sebesar 20%. Diskon ini berlaku untuk tiket kereta kelas eksekutif.

Mengutip dari unggahan akun Instagram KAI di @kai121_, diskon tiket 20% berlaku untuk keberangkatan 25 Maret-1 April 2026. Pembelian dapat dilakukan pada 25 Maret-1 April 2026 mulai pukul 00.00 WIB. Berikut ini syaratnya:

• Pembelian tarif diskon ini dapat dilakukan di seluruh channel penjualan pada 25 Maret-1 April 2026.
• Tarif diskon berlaku untuk periode keberangkatan: 25 Maret-1 April 2026.
• Tarif diskon tidak berlaku untuk Kereta Suite Class Compartment, Luxury, Imperial, Priority, Panoramic, dan kereta wisata lainnya.
• Tarif diskon tidak berlaku pada tarif khusus, serta tidak dapat digabung dengan tarif reduksi dan/atau diskon lainnya.
• Tiket dengan tarif diskon ini dapat dibatalkan atau diubah jadwal, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
• Daftar dan jadwal kereta tarif diskon ini, dapat dilihat pada aplikasi Access by KAI.

Adapun jika penumpang ingin membatalkan tiket kereta api secara online lewat Access by KAI adalah sebagai berikut:

• Pemohon pembatalan adalah penumpang yang bersangkutan atau salah satu penumpang yang data dirinya telah terdaftar pada aplikasi Access by KAI serta menggunakan akun Access by KAI pemohon.
• Pembatalan tiket melalui Aplikasi Access by KAI dapat dilakukan selambat-lambatnya dua jam sebelum kereta api berangkat dan kode booking yang dimiliki berstatus “Paid”.
• Jika lewat dari waktu tersebut, maka proses pembatalan dilakukan di loket stasiun.
• Untuk pembatalan tiket, dikenakan bea sebesar 25% dari harga tiket dan di luar biaya pemesanan.
• Pengembalian dana pembatalan estimasi 7 hari terhitung sejak pengajuan pembatalan dilakukan.
• Pengembalian bea hanya melalui skema transfer bank dan E-Wallet.
• Pengembalian bea dapat dikirimkan ke rekening salah satu penumpang yang ada di dalam kode booking tiket yang dibatalkan. Nama dan nomor rekening bank yang diinput harus sesuai dengan nama dan nomor pada buku rekening bank.
• Apabila terdapat kesalahan input nama atau nomor rekening bank oleh pelanggan, maka proses pembatalan akan ditolak oleh sistem dan penumpang dapat melakukan pembatalan manual di loket stasiun yang ditentukan perusahaan.
• Apabila proses pengembalian bea tiket yang dibatalkan mengalami kegagalan transfer, maka penumpang akan mendapat pemberitahuan berupa notifikasi sms dan email serta berhak mendapatkan bea tiket yang dibatalkan paling lama/maksimal 1 tahun terhitung sejak proses pembatalan dilakukan.
• Jika dalam waktu 1 tahun sejak proses pembatalan, bea pengambilan tiket tidak diambil, maka bea tersebut akan menjadi milik perusahaan.
• Pembatalan secara online juga dapat dilakukan apabila pembelian sebelumnya melalui situs online selain aplikasi Access by KAI. Kode booking dapat masuk ke menu “Tambahkan Tiket” dan nama yang terdapat di dalam tiket terdaftar sebagai user Access.

Mengisi Liburan, Yuk..Jelajah Jalur KA Bersejarah Solo-Wonogiri Cuma Rp4.000

55 Tahun C-212 Aviocar: Mengenal ‘Truk Terbang’ Legendaris yang Jadi Penyelamat Konektivitas Indonesia

Bagi Anda yang sering bepergian ke wilayah pelosok Indonesia, mulai dari pedalaman Papua hingga pulau-pulau kecil di Kepulauan Riau, sosok pesawat bertubuh “kotak” ini pasti sudah tidak asing lagi. Tepat hari ini, 26 Maret 2026, kita merayakan 55 tahun penerbangan perdana CASA C-212 Aviocar, sang legenda yang kini terus eksis lewat varian modern NC-212i buatan Bandung.

Lahir di Spanyol pada 26 Maret 1971, pesawat ini pertama kali mengudara selama 45 menit di bawah kendali pilot uji Ernesto Nienhuisen. Siapa sangka, desain sederhana yang awalnya dibuat untuk kebutuhan angkut militer ini justru menjadi kunci pembuka isolasi di berbagai belahan dunia.

Apa yang membuat C-212 begitu istimewa bagi penumpang di daerah terpencil? Jawabannya adalah kemampuan STOL (Short Take-Off and Landing).

C-212 tidak butuh bandara megah dengan landasan pacu aspal yang panjang. Ia “jagoan” di landasan pendek, tanah padat, bahkan rumput. Inilah yang membuatnya menjadi satu-satunya akses bagi warga di pegunungan atau pulau terluar untuk mendapatkan logistik, bantuan medis, hingga bepergian antarwilayah. Meski suaranya cukup bising dan guncangannya terasa “jantan”, bagi banyak penumpang, kehadiran pesawat ini adalah simbol harapan dan keterhubungan.

Inilah Alasan Airbus Pasrahkan Jalur Produksi NC-212 series ke PT Dirgantara Indonesia

Meski desain luarnya tetap mempertahankan kegagahan khas pesawat angkut, C-212 yang diproduksi oleh PT Dirgantara Indonesia (PTDI) saat ini sudah jauh lebih canggih. Varian terbaru, NC-212i, telah dilengkapi dengan teknologi kekinian:

Glass Cockpit: Panel instrumen di kokpit kini serba digital, membuat penerbangan lebih presisi dan aman.

Mesin Lebih Bertenaga: Membantu pesawat menembus medan sulit dengan lebih efisien.

Interior Nyaman: Meski tangguh secara struktur, kenyamanan penumpang tetap diperhatikan dengan sistem pendingin udara (AC) dan tata letak kursi yang lebih baik.

Menariknya, Indonesia kini menjadi satu-satunya pusat produksi pesawat ini di dunia. Pesawat buatan Bandung ini tidak hanya terbang di langit Nusantara, tapi juga melanglang buana ke Thailand, Filipina, hingga negara-negara di Afrika.

Jadi, jika suatu saat Anda berkesempatan menaiki pesawat ini di bandara perintis, ingatlah bahwa Anda sedang berada di atas sebuah legenda yang sudah mengabdi selama 55 tahun. Dirgahayu C-212 Aviocar, teruslah terbang menyatukan Nusantara!

Jadi Pembuat Hujan Buatan, Inilah Salah Satu Kemampuan dari NC-212i Produksi PT DI

Libur Lebaran 2026, Commuter Line jadi Sasaran Minat Masyarakat Surabaya

Kereta api tak sekadar transportasi untuk mengantarkan penumpang ke berbagai destinasi tujuan, tapi juga bisa menjadi transportasi massal yang sangat diminati. Selain keseharian di jam-jam sibuk, kereta api bisa jadi panutan yang sekadar hanya mengisi waktu liburan untuk melakukan perjalanan waktu luang.

Seperti halnya angkutan kereta api lokal atau Commuter Line. Kereta api jenis ini memang kerap kali dijadikan masyarakat untuk sekadar berjalan-jalan, menikmati kenyamanan, dan memiliki tarif yang murah meriah. Angkutan kereta Commuter Line memang sudah tersebar dan bisa dinikmati di berbagai kota terutama di Pulau Jawa. Salah satunya di wilayah Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya.

PT KAI Commuter mengklaim stasiun-stasiun integrasi di wilayag Daop 8 Surabaya menjadi kunci utama kelancaran mobilisasi warga sepanjang periode angkutan lebaran (Angleb) Idulfitri 1447 H. Menurut VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda yang dikutip dari laman Suarakarya menjelaskan bawha stasiun strategis seperti Surabaya Gubeng, Surabaya Pasarturi, dan Wonokromo kini berperan vital sebagai titik konektivitas antarmoda yang memudahkan akses ke berbagai penjuru.

Pengguna KAI Commuter dengan mudah melanjutkan perjalanan menuju pusat perbelanjaan ternama di Surabaya, akses cepat ke Bandara Internasional Juanda melalui Stasiun Waru, hingga koneksi langsung ke Terminal Purabaya melalui Stasiun Gedangan bagi mereka yang menggunakan transportasi bus antarkota.

Diketahui bahwa Stasiun Surabaya Kota yang dekat dengan kawasan Kota Lama Surabaya hingga destinasi favorit di dekat Stasiun Malang seperti Alun-Alun Tugu, Kampung Warna-Warni, dan Museum Brawijaya dan destinasi dekat Stasiun Blitar seperti Makam Bung Karno, Istana Gebang, dan Taman Pecut.

Ternyata lonjakan ini didominasi oleh pergerakan pengguna jarak pendek yang memanfaatkan waktu libur untuk mengunjungi keluarga serta destinasi hiburan di dalam kota maupun wilayah penyangga sekitarnya. Data menyebutkan bahwa total volume pengguna selama masa angkutan lebaran 2026 di Wilayah 8 Surabaya menunjukkan angka yang fantastis, hingga tembus 596.742 orang.

Pihaknya juga mencatat pada Minggu, 22 Maret 2026 KAI Commuter Wilayah 8 memecahkan rekor volume tertinggi dengan melayani 54.398 orang dalam satu hari. Rekor ini menjadi bukti kesiapan sarana dan prasarana dalam menghadapi lonjakan ekstrem pengguna selama periode libur panjang Idul Fitri tahun ini.

Menanggapi tingginya minat masyarakat, KAI Commuter mengimbau untuk tetap menjaga ketertiban dan kenyamanan di area stasiun maupun di dalam kereta. Pengguna diminta untuk selalu merencanakan perjalanan dengan menggunakan aplikasi Access by KAI guna menghindari antrean di loket, serta diimbau untuk selalu mendahulukan pengguna yang turun sebelum memasuki rangkaian kereta.

Sejarah Stasiun Cicalengka: Saksi Bisu Pengasingan Trio Pribumi di Era Kolonial Belanda

Cara Baru Beli Tiket MRT Jakarta Kini Bisa Lewat Whatsapp, Panduannya Begini

Masyarakat pengguna Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta selalu dibuat mudah dengan berbagai fasilitas dan keramahtamahan para petugas yang berjaga. Selain itu menggunakan MRT cukup dengan cara menggunakan kartu elektronik, masyarakat sudah bisa merasakan kenyamanan dan keamanan di dalamnya. Banyak yang menduga bahwa menggunakan MRT Jakarta terkesan lebih dirasakan manfaat yang didapat.

Tak hanya itu dalam pembelian tiket MRT Jakarta, berbagai panduan pun telah diberikan di tiap-tiap stasiun. Imbauan yang lebih jelas dan informatif membuat masyarakat penggunanya justru dapat memahami, apalagi didampingi oleh petugas yang selalu siaga memberikan informasi secara akurat dan jelas. Namun, sebagai pengguna setia MRT Jakarta yang biasa menggunakan kartu elektronik, kini sudah bisa menggunakan alternatif lainnya.

Mengutip dari laman Detik menjelaskan bahwa MRT Jakarta kini menghadirkan layanan baru untuk pembelian tiket secara online. Masyarakat kini bisa beli tiket MRT Jakarta bisa pakai aplikasi WhatsApp lewat layanan baru #MyMRTJChat. Dari akun Instagram MRT Jakarta Info (@mrtjktinfo), layanan WhatsApp MyMRTJChat ini memungkinkan kamu untuk beli tiket MRT dengan mudah. Begini caranya:
• Catat dan simpan nomor WhatsApp MyMRTJChat 0851-4786-1621
• Bisa juga dengan klik link bit.ly/MyMRTJChat

Setelah itu masyarakat bisa mengikuti panduan berikut ini:
• Hubungi/chat nomor WhatsApp MyMRTJChat di 0851-4786-1621
• Klik “Beli Tiket” lalu pilih jadwal tiket
• Pilih jadwal, jenis tiket, dan rute perjalanan yang diinginkan
• Lalu, lanjutkan proses pembayaran dengan klik “Payment Link”
• Pembelian tiket berhasil, tiket bisa langsung digunakan

Selain itu saat menggunakan MRT Jakarta masyarakat bisa lakukan dengan cara pakai Qris Tap. QRIS Tap merupakan salah satu metode pembayaran MRT. Pembayaran dengan QRIS Tap sudah berlaku di semua stasiun MRT Jakarta. Bersumber dari akun Instagram resmi info operasional, produk & promo MRT Jakarta (@mrtjktinfo), ini cara menggunakan QRIS Tap untuk naik MRT.

• Aktifkan fitur NFC di ponsel
• Buka aplikasi bank atau dompet digital yang mendukung QRIS Tap
• Tempelkan ponsel di gate masuk dan keluar
• Cukup tap dan transaksi selesai

Penggunaan QRIS Tap saat ini sudah dapat digunakan di seluruh stasiun MRT Jakarta. Silakan tap in dan tap out di gate yang terdapat sticker warna kuning dan logo MRTJ beserta QRIS Tap.

MRT Jakarta mengimbau seluruh pelanggan tetap mengikuti aturan dan tata tertib selama menggunakan layanan, serta menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama di transportasi publik.

Catat, Begini Cara Temukan Barang Tertinggal-Hilang di Stasiun-Kereta LRT Jabodebek

Diskon Lebaran! Kereta Cepat Whoosh Tebar Potongan Rp100 Ribu, Cek Syaratnya

Menggunakan kereta cepat Jakarta – Bandung saat ini sudah menjadi alternatif masyarakat untuk aktivitas khusus maupun liburan. Selain praktis, perjalanan juga bisa mempersingkat waktu hanya dengan 30 menit saja. Selain itu fasilitas yang dirasakan penumpang saat di perjalanan pun makin terasa nyaman. Masyarakat pengguna kereta cepat biasanya memanfaatkan waktu agar bisa tiba di tujuan dengan cepat.

Menurut data dari PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) mencatat bahwa penjualan tiket Whoosh pada periode Angkutan Lebaran 2026 mulai menunjukkan tren peningkatan menjelang hari raya idul fitri. Berdasarkan data sementara hingga 16 Maret 2026 pukul 21.00 WIB, total tiket yang telah terjual mencapai sekitar 133 ribu tiket untuk periode perjalanan 13 hingga 30 Maret 2026.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, meningkatnya jumlah penumpang ini tidak terlepas dari adanya imbauan kebijakan work from anywhere (WFA) yang mulai berlaku pada 15 Maret 2026, mulai berlangsungnya libur sekolah, dan kepadatan yang mulai terjadi di jalan tol sejak memasuki masa cuti bersama.

Meskipun saat masa angkutan libur Lebaran 2026 berlangsung, KCIC tetap memberikan program yang dapat dirasakan masyarakat. Program tersebut berupa potongan diskon sebesar Rp100.000 yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk perjalanan Jakarta – Bandung maupun sebaliknya. Program ini dihadirkan untuk memberikan pilihan perjalanan yang lebih hemat di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode Lebaran.

Melalui program ini, masyarakat dapat menikmati potongan tersebut serta cashback dari berbagai kanal pembelian resmi. Kehadiran promo ini diharapkan dapat membantu masyarakat merencanakan perjalanan dengan lebih efisien tanpa mengurangi kenyamanan perjalanan menggunakan kereta cepat Jakata – Bandung.

Berikut program promo tiket Whoosh yang dapat dimanfaatkan selama periode Angkutan Lebaran:
1. Cashback hingga Rp50.000 di Livin’ Sukha
• Periode promo hingga 31 Maret 2026
• Channel pembelian: Aplikasi Livin’ by Mandiri (fitur Livin’ Sukha)
• Info lebih lanjut: https://www.bankmandiri.co.id/en/ramadan-sukha-whoosh

2. Diskon hingga Rp100.000 di Trip.com
• Periode promo hingga 31 Mei 2026
• Channel pembelian: Aplikasi dan situs Trip.com
• Info lebih lanjut: https://id.trip.com/sale/w/34008/whoosh.html?locale=id-ID

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa menyampaikan bahwa kolaborasi KCIC dengan mitra penjualan ini dihadirkan untuk memberikan kemudahan sekaligus nilai tambah bagi masyarakat yang melakukan perjalanan pada periode Angkutan Lebaran.

KCIC mengimbau masyarakat untuk segera melakukan pemesanan tiket Whoosh, khususnya melalui kanal online seperti aplikasi Whoosh, website ticket.kcic.co.id, serta aplikasi mitra seperti Access by KAI, Livin’ by Mandiri, BRImo, Wondr by BNI, Tiket.com, Traveloka, dan Trip.com, guna mendapatkan jadwal perjalanan yang diinginkan.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Customer Service di stasiun atau Contact Center KCIC melalui WhatsApp (chat dan panggilan) di 0811-8888-111, email cs@kcic.co.id, serta melalui DM Instagram @keretacepat_id.

Mengenal Kereta Api Lokal yang Super Murah dan Wajib Kalian Tahu

Berawal dari Halte, Kini Stasiun Cimahi jadi Bangunan Megah Simbol Cagar Budaya Indonesia

Bangunan stasiun kereta api di Indonesia memang sudah melekat dengan sejarah yang panjang. Sejak jaman kolonial Belanda, perawatan yang dilakukan hingga kini masih bisa dinikmati masyarakat. Bahkan bagi pecinta sejarah pun bangunan kolonial Belanda terbilang unik dan pastinya awet.

Seperti halnya di wilayah Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, sebagian besar bangunan dan arsitektur sudah ada sejak masa kolonial Belanda. Stasiun kereta api hingga kini masih digunakan untuk tempat naik dan turun penumpang walaupun bangunannya sudah berusia lebih dari 1 abad. Tak hanya bangunan stasiun, ada pula bangunan kereta api lainnya yang masih bisa digunakan hingga kini.

Salah satu contoh stasiun di wilayah Daop 2 Bandung tersebut adalah Stasiun Cimahi. Siapa tak kenal dengan stasiun yang terkenal di kawasan Kota Cimahi ini. Ya, Stasiun Cimahi sering digunakan masyarakat untuk naik dan turun kereta api, baik kereta lokal maupun jarak jauh. Stasiun Cimahi sudah banyak melayani kereta api mulai dari kelas ekonomi, eksekutif hingga wisata.

Dari sisi sejarah, Stasiun Cimahi juga merupakan stasiun yang melegenda di kawasan tersebut. Stasiun Cimahi menjadi salah satu saksi sejarah dibangunnya jalur kereta api era Belanda adalah Stasion Cimahi yang hingga kini masih aktif. Stasiun Cimahi merupakan bagian dari pembangunan jalur Buitenzorg (Bogor) – Bandung – Cicalengka.

Bersumber pada heritage.kai.id, ada empat kereta api yang berhenti di Halte Cimahi. Yakni jurusan Bogor – Cicalengka (pp) dan kereta api dari Cianjur menuju Cicalengka (pp). Pada saat itu kecepatan rata-rata kereta berkisar 25-30 km/jam. Perjalanan dari Bogor ke Cicalengka dapat ditempuh kurang lebih selama 7,5 jam sedangkan Cianjur – Cicalengka sekitar 3,5 jam.

Seiring perkembangan waktu, Stasiun Cimahi kemudian diperbesar untuk untuk keperluan militer guna melegitimasi kekuasaan Belanda di Hindia Belanda (Indonesia). Apalagi ketika itu mulai dibangun Garnisun di Kota Cimahi.

Keberadaan stasiun ini dianggap sangat strategis untuk memudahkan para tentara KNIL. Apalagi stasiun tersebut dekat dengan rumah sakit militer (Rumah Sakit Dustira) dan markas-markas tentara KNIL.

Stasiun Cimahi yang dikelola PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) sudah mengalami perubahan, meski kesan heritage-nya masih terlihat. Pun masih ada sisa-sisa sejarah yang hingga kini dilestarikan, walaupun sudah tidak utuh. Salah satu peninggalan sejarah bangunan Stasiun Cimahi adalah tempat pengisian air (toren) untuk lokomotif uap.

Namun sangat disayangkan sebab talang air pada bangunan berbentuk kotak itu kini hilang tak terpasang lagi. Padahal tempat pengisian air tersebut merupakan ciri khas Stasiun Cimahi, sebab, tak semua stasiun terdapat bangunan yang serupa.

Saat ini Stasiun Cimahi telah menjadi bangunan Cagar Budaya yang menyimpan banyak cerita sejarah di dalamnya. Setelah melalui renovasi, wajahnya semakin cantik dengan menciptakan nuannsa klasik dengan sentuhan modern. Kereta Lokal Bandung Raya kini menjadi andalan masyarakat untuk berangkat ke Padalarang, Bandung, sampai Cicalengka.

Sejarah Stasiun Cicalengka: Saksi Bisu Pengasingan Trio Pribumi di Era Kolonial Belanda