Inilah Daftar Kereta Api Rute Terpanjang di Indonesia, Ada yang Capai 16 Jam Perjalanan

Sebagai masyarakat yang setia menggunakan kereta api tentu ada alasan untuk mencapai tujuan. Selain praktis dan nyaman, ketepatan waktu juga sangat penting. Apalagi saat menggunakan kereta api dengan kelas yang sangat dimanjakan seperti pelayanan fasilitas yang terbaik. Tentu saja memiliki perbedaan waktu yang cukup jauh dibanding dengan kelas dibawahnya.

Di jalur kereta api khususnya Pulau Jawa berbagai rute yang ditempuh memang cukup beragam. Ada yang rute terdekat maupun terjauh. Nah, beberapa kereta api saat sudah memberikan perjalanan yang diharapkan masyarakat walau memiliki rute terjauh sekalipun. Alasan lainnya dari masyarakat dengan memiliki rute terjauh tentu mereka tak ingin repot-repot transit atau berpindah kereta di stasiun yang dilewati.

Membahas mengenai rute paling jauh atau terpanjang kereta api yang berada di jalur Pulau Jawa kini sudah bisa dirasakan masyarakat. Bahkan waktu yang ditempuh bisa mencapai 16 jam. Nah, kabarpenumpang akan merangkum beberapa rute terpanjang kereta api di Indonesia, sebagai berikut:

1. Kereta Api Blambangan Ekspres (Pasar Senen – Ketapang pp.)
Kereta api ini bisa terbilang memiliki rute terpanjang di Pulau Jawa saat ini, dengan jarak tempuh sekitar 1.031 kilometer dari ujung timur di Ketapang (Banyuwangi) hingga Pasar Senen, Jakarta. Sejak perpanjangan rute pada Juli 2024, KA Blambangan Ekspres menjadi kereta api reguler dengan lintasan terjauh di Pulau Jawa. Adapun untuk durasi perjalanan, KA Blambangan Ekspres menempuh perjalanan selama Perjalanan ini memakan waktu sekitar 16 jam 30 menit. Kereta ini melintasi sejumlah kota penting di Jawa seperti Jember, Surabaya, Semarang, Tegal, dan Cirebon.

2. Kereta Api Pandulungan (Gambir – Jember pp.)
Menempuh jarak sekitar 919 kilometer dari Jakarta (Stasiun Gambir) ke Jember dengan waktu perjalanan sekitar 12 jam 47 menit. Rute ini menempuh jalur utara Jawa, dengan pemberhentian di kota-kota besar seperti Bekasi, Cirebon, Semarang, dan Surabaya Pasar Turi. Kereta ini dikenal karena perjalanannya yang nyaris nonstop, sehingga sangat efisien waktu karena hanya berhenti di beberapa stasiun saja.

3. Kereta Api Gajayana (Gambir – Malang pp.)
Sempat memecahkan rekor dan tidak saingan sebelum Kereta Api Blambangan Ekspres dan Pandulungan dioperasikan, Kereta Api Gajayana memiliki rute sepanjang 905 kilometer, kereta ini melayani perjalanan dalam waktu tempuh sekitar 12 jam 15 menit. Dalam perjalanannya, kereta ini melewati sejumlah kota seperti Cirebon, Yogyakarta, Madiun, dan Blitar. Rute ini cukup populer di kalangan wisatawan karena menghubungkan dua kota besar dengan potensi pariwisata yang tinggi.

4. Kereta Api Brawijaya (Gambir – Malang pp.)
Sama halnya rute seperti Kereta Api Gajayana, namun rangkaian Kereta Api Brawijaya berbeda dari segi rute yang dilewati. Kereta ini menempuh jarak sekitar 881 kilometer dengan waktu perjalanan sekitar 12 jam 2 menit melewati Semarang, Solo, dan Madiun. Rute ini menjadi alternatif menarik bagi penumpang yang ingin menikmati suasana jalur utara dan tengah Jawa dalam satu perjalanan.

5. Kereta Api Matarmaja (Pasar Senen – Malang pp.)
Sempat dijuluki kereta mahal namun fasilitas layaknya interior kereta subsidi, Kereta Api Matarmaja kini bisa dikatakan lebih nyaman karena sudah memiliki kelas ekononmi New Generation modifikaai Balai Yasa Manggarai. Kereta api yang melewati kota-kota seperti Blitar, Madiun, dan Cirebon ini, dikenal sebagai salah satu kereta legendaris yang telah beroperasi sejak tahun 1983. Dengan jarak tempuh sekitar 880 kilometer, kereta ini melayani rute dari Malang ke Pasar Senen (Jakarta) selama kurang lebih 14 jam 52 menit.

Perjalanan jarak jauh dengan kereta api di Pulau Jawa menawarkan pengalaman yang menarik dan beragam. Untuk itu, bagi penumpang yang mencari alternatif transportasi darat yang stabil dan aman, kereta api tentu dapat menjadi salah satu pilihan utama.

Stasiun Blitar, Sejarah Panjang dari Fokker Hingga Soekarno

MRT Berlakukan Jam Operasional Khusus Saat Libur Lebaran 2026, Catat Tanggal dan Waktunya

Bagi masyarakat khususnya yang berdomisili di Kota Jakarta kini tak perlu khawatir soal jam operasional transportasi umum. Ya, bagi yang tidak mudik Lebaran, pemerintah kota sudah menyiapkan layanan transportasi umum yang aman dan nyaman serta melakukan jam operasional khusus bagi masyarakat yang ingin berkeliling Kota Jakarta. Salah satunya bagi pengguna layanan transportasi Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta.

Selain bakal diberlakukan tarif hanya Rp1, jam operasional MRT pun sudah di kabarkan melalui berbagai media sosial. Diketahui bahwa transportasi MRT sudah sangat melekat bagi masyarakat Jabodetabek untuk melakukan perjalanan di berbagai kawasan Kota Jakarta. Karena dengan tarif yang relatif terjangkau, sudah tentu praktis dan cepat tanpa harus terjebak kemacetan.

Dari berbagai laman di media sosial dikabarkan bahwa selama libur lebaran sesuai dengan ketetapan pemerintah yaitu 18-24 Maret 2026, MRT Jakarta akan beroperasi setiap hari mulai pukul 5 pagi hingga 12 malam dengan selang waktu antarkereta setiap 10 menit. MRT Jakarta juga menyiapkan sejumlah program khusus edisi libur lebaran seperti eduwisata, promo point of interest, dan beragam event di sekitar stasiun. Informasinya bisa dilihat di media sosial MRT Jakarta.

Selain itu, manajemen MRT Jakarta juga sudah memastikan pengelolaan lonjakan penumpang seperti flow lalu lalang penumpang, keamanan dan keselamatan, serta intensifikasi informasi sudah siap menyambut masyarakat yang ingin menikmati masa libur lebarannya di ekosistem MRT Jakarta. Tentu pada saat libur panjang tiba, penjagaan dan pengawasan pun disiagakan agar kenyamanan bagi penumpang MRT dapat dirasakan.

Bagi masyarakat yang ingin menggunakan MRT Jakarta, tentu pastikan cek terlebih dahulu jadwal di stasiun keberangkatan. Selain itu bisa melalui aplikasi di ponsel, dengan cara:
• Unduh aplikasi JAKI di hanpdhone Anda
• Lalu, buka aplikasi JAKI
• Pilih fitur ‘Public Transport’ atau ‘Transportasi Publik’
• Berikutnya, pilih MRT Jakarta. Akan muncul hari dan jam operasional, tarif maksimal, serta rute perjalanan
• Pilih rute perjalanan ‘Bundaran HI – Lebak Bulus’
• Klik ‘Change Direction’ untuk mengganti jadwal ‘Lebak Bulus – Bundaran HI’
• Klik nama stasiun tempat keberangkatan
• Selanjutnya, pilih jam keberangkatan sesuai jadwal yang tertera
• Kemudian, akan muncul waktu kedatangan di setiap stasiun MRT Jakarta rute ‘Bundaran HI – Lebak Bulus’.

Tak hanya itu, bagi pengguna MRT Jakarta yang biasa menggunakan kartu elektronik, kini sudah bisa pembayaran menggunakan QRIS Tap. Berikut ini langkah-langkahnya:
• Aktifkan fitur NFC di handphone (sementara untuk pengguna Android)
• Buka aplikasi bank atau dompet digital yang mendukung QRIS Tap
• Tempelkan ponsel di gate masuk dan keluar
• Cukup tap dan transaksi selesai

Catat, Begini Cara Temukan Barang Tertinggal-Hilang di Stasiun-Kereta LRT Jabodebek

Selain Lampegan Jalur KA Kawasan Ciganea juga Terkenal Ekstrem, Ini Penyebabnya

Wilayah Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung memiliki panorama kereta api yang membuat penumpang di dalamnya merasa kagum. Ya, keindahan jalur kereta api yang melewati perbukitan, sawah, pedesaan, serta jembatan yang menyeberangi jurang dan sungai menjadi daya tarik utama. Tak heran beberapa penumpang yang menikmatinya tentu mengabadikan lewat bidikan kamera salah satunya melalui ponsel.

Namun disisi lain jalur kereta api yang terkenal dengan panorama indah tersebut memang ada beberapa wilayah yang cukup ekstrem. Maka dari itu wilayah tersebut memang selalu melakukan pengecekan rutin oleh jajaran dari PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) yang bertugas dibidangnya. Agar perjalanan kereta api selalu aman, nyaman, dan terkendali.

Salah satu kawasan yang terkenal dengan jalurnya yang ekstrem tersebut yaitu antara petak Purwakarta – Ciganea – Sukatani. Memang sepintas jalur tersebut biasa saja, hanya yang terlihat undakan bukit serta banyaknya liukan dan beberapa jembatan kecil.

Namun jika di telusuri lebih dalam, petugas KAI melihat bahwa jalur tersebut memang rawan dengan bencana. Salah satu kawasan yang rawan tersebut adalah memiliki intensitas curah hujan yang tinggi.

Terlebih jalur Purwakarta sampai dengan Sukatani sudah memasuki dalam jalur pengawasan KAI Daop 2 Bandung. Karena masuk dalam titik rawan, petugas pun disiapkan untuk selalu siaga memeriksa kondisi rel secara rutin dan pada saat terjadi hujan.

Apalagi memasuki arus mudik Lebaran 2026. Beberapa kereta api tambahan pun melewati jalur tersebut. Tentu siaga terus dilakukan oleh petugas dari KAI. Executive Vice President KAI Daop 2 Bandung, Hendra Wahyono, menjelaskan titik-titik tersebut memiliki risiko seperti tanah ambles, longsor, banjir, hingga kerentanan pada jembatan.

Pengawasan dilakukan secara intensif untuk memastikan perjalanan kereta tetap aman dan lancar. Salah satu titik yang mendapat perhatian khusus berada di wilayah Ciganea, Purwakarta. Lokasi ini dinilai kritis karena kondisi jembatan yang berada di atas aliran sungai dengan arus deras, terlebih saat intensitas hujan masih tinggi.

Tak heran, saat terjadi longsor beberapa perjalanan kereta api melakukan perjalanan dengan kecepatan terbatas yakni maksimal 5 km/jam. Namun jika longsor sampai menutupi rel kereta api KAI menginstruksikan untuk perjalanan kereta api dihentikan sementara sampai pembersihan dilakukan.

Meskipun wilayah tersebut memiliki tingkat rawan yang signifikan, namun pengawasan selalu dilakukan secara tepat dan terkoordinasi oleh petugas prasarana KAI di lokasi rawan bencana dan tetap mengutamakan aspek keselamatan perjalanan kereta api sebagai prioritas utama.

Selain Ciganea, ada beberapa titik lain yang masuk kategori rawan berada di Rancaekek, Cimekar, Cicalengka, serta jalur Lampegan–Cibogor. Untuk mengantisipasi gangguan, KAI menempatkan petugas tambahan di lokasi-lokasi tersebut dan menyiagakan Alat Material untuk Siaga (AMUS) di Purwakarta, Bandung, dan Tasikmalaya.

Lampegan, Terowongan Tertua di Indonesia, Abadikan Misteri Nyi Ronggeng

Sayonara! Kedai Ramen Ikonik di Peron Stasiun Tokyo Resmi Tutup Setelah Setengah Abad Beroperasi

Dunia kuliner transportasi Jepang kembali kehilangan salah satu permata bersejarahnya. Setelah melayani jutaan komuter selama 50 tahun, kedai ramen legendaris yang terletak tepat di atas peron stasiun di Tokyo akhirnya memutuskan untuk menutup pintu selamanya pada pertengahan Maret 2026. Penutupan ini menandai berakhirnya era emas “Stand-and-Eat” (Tachigui) yang pernah menjadi denyut nadi kecepatan hidup warga Tokyo sejak era Showa.

Selama setengah abad, kedai kecil ini bukan sekadar tempat makan; ia adalah saksi bisu transformasi sistem perkeretaapian Jepang. Terletak di lokasi strategis yang memudahkan penumpang berpindah jalur, kedai ini dikenal dengan aroma kaldu shoyu-nya yang khas, yang kerap menyapa hidung para penumpang bahkan sebelum pintu kereta terbuka. Bagi banyak pekerja kantoran (salaryman), semangkuk ramen panas di kedai ini adalah ritual wajib sebelum memulai hari atau sebagai penghangat tubuh setelah lembur panjang.

Keputusan penutupan ini memicu gelombang nostalgia di media sosial. Para pelanggan setia, mulai dari lansia yang sudah makan di sana sejak muda hingga kolektor perkeretaapian, rela mengantre berjam-jam di hari terakhir operasionalnya hanya untuk mencicipi kuah terakhir yang sarat sejarah. Alasan penutupan dikabarkan karena kombinasi antara berakhirnya kontrak sewa lahan di area stasiun yang akan direnovasi, serta kesulitan mencari penerus yang mampu mempertahankan resep tradisional di tengah modernisasi kuliner instan.

Ciri khas kedai ramen peron seperti ini adalah efisiensinya. Tanpa kursi, pelanggan makan dengan berdiri, menciptakan sirkulasi yang cepat namun tetap hangat secara emosional. Keberadaan kedai-kedai seperti ini di masa lalu sangat krusial bagi ekosistem stasiun di Jepang, memberikan layanan cepat saji yang autentik di tengah jadwal kereta yang sangat presisi.

Dengan hilangnya gerai ini, daftar kedai ramen peron asli di Tokyo semakin menyusut. Bagi para pecinta kereta api dan kuliner, penutupan ini bukan sekadar soal bisnis yang berhenti, melainkan hilangnya salah satu potongan puzzle budaya urban Tokyo yang paling intim. Kini, sudut peron tersebut akan terasa lebih sepi tanpa kepulan uap mie dan suara riuh rendah orang yang menyeruput kuah di tengah hiruk pikuk keberangkatan kereta.

Dulunya Stasiun Kini Jadi Restoran Ramen

Hore! Naik Transportasi Ini di Jakarta Bakalan Gratis 2 Hari saat Libur Lebaran

Sebagian warga masyarakat yang domisili di wilayah Jabodetabek sudah mulai beranjak ke kampung halaman. Bisa dilihat berbagai kawasan jalan raya sudah mulai di padati oleh arus lalu lintas para pemudik yang membawa barang bawaannya untuk ke kampung halaman. Nah, hal tersebut salah satunya makin kesini kawasan Jakarta mulai sedikit lengang.

Tak hanya aktivitas masyarakat yang sudah mulai libur, namun masyarakat sudah beranjak menuju ke kampung halamannya masing-masing. Dari situlah beberapa ruas jalan raya di Jakarta sudah mulai cukup lancar. Untuk transportasi umum di wilayah Jakarta seperti Trans Jakarta, Mass Rapid Transit (MRT), dan Light Rapid Transit (LRT) Jakarta meski akan memasuki libur lebaran, namun tetap beroperasi seperti biasa.

Jangan khawatir bagi masyarakat yang tidak melakukan perjalanan mudik, ternyata transportasi umum di kawasan Jakarta tetap menghadirkan perjalanan yang nyaman dan menyenangkan. Salah satunya menghadirkan tarif secara gratis kepada masyarakat yang menggunakan ketiga moda transportasi tersebut.

Dari kabar yang beredar, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa langkah ini diambil untuk memberikan kemudahan bagi warga yang tetap berada di Jakarta dan ingin bersilaturahmi. Pemerintah DKI Jakarta akan memberikan berbagai kemudahan bagi warganya.

Kebijakan ini mencakup berbagai moda transportasi publik yang berada di bawah pengelolaan Pemprov DKI Jakarta, mulai dari MRT Jakarta, LRT Jakarta, TransJakarta, hingga layanan JakLingko dan Mikrotrans. Meski digratiskan, masyarakat tetap diwajibkan melakukan tap kartu uang elektronik saat masuk maupun keluar dari halte atau stasiun.

Sistem ini tetap digunakan untuk mencatat perjalanan penumpang dalam jaringan transportasi publik. Sebagai bagian dari mekanisme administrasi sistem, penumpang hanya akan dikenakan tarif simbolis sebesar Rp1. Kebijakan itu berlaku pada hari H dan H+1 Lebaran untuk memudahkan mobilitas warga sekaligus meramaikan suasana perayaan Lebaran di ibu kota.

Menurut Pramono, inisiatif ini merupakan bagian dari Jakarta Ramadan Festival yang bertema ‘Mudik ke Jakarta’. Pemprov DKI berharap masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas yang ada di Jakarta selama bulan Ramadan dan Lebaran.

Tentunya tujuan utama dari program ini adalah untuk menarik minat masyarakat agar tetap tinggal dan merayakan Lebaran di Jakarta, daripada menghadapi kemacetan atau berbelanja di luar negeri. Pramono Anung menegaskan bahwa Jakarta memiliki segala yang dibutuhkan masyarakat.

KAI Luncurkan Entertainment on Board Gratis di KA Taksaka, Syaratnya Harus Aktifkan “Flight Mode” di Ponsel

Airbus A340-300 Kepresidenan Iran Hancur dalam Serangan di Pangkalan Nevatim

Eskalasi konflik di Timur Tengah kembali mencatatkan kerugian material yang sangat signifikan bagi Teheran. Dalam sebuah serangan presisi yang dilancarkan militer Israel terhadap Pangkalan Udara Nevatim, salah satu aset udara paling berharga milik Pemerintah Iran, yakni pesawat jet Airbus A340-300 VIP, dilaporkan hancur total.

Pesawat yang berfungsi sebagai transportasi utama bagi jajaran petinggi negara dan korps diplomatik senior Iran ini menjadi target kunci dalam upaya pelemahan aset strategis non-tempur namun bernilai tinggi.

Pesawat dengan nomor registrasi EP-IGA ini memiliki sejarah panjang sebagai simbol mobilitas global pemerintah Iran. Sebelum dikonversi menjadi pesawat VIP kepresidenan, jet ini merupakan bagian dari armada komersial Mahan Air yang kemudian dialihkan untuk kebutuhan negara.

Kehancurannya di landasan pacu Nevatim bukan hanya kerugian finansial yang mencapai jutaan dolar, tetapi juga merupakan pukulan telak bagi logistik diplomatik Teheran yang kini kehilangan salah satu sarana transportasi jarak jauh paling andal.

Secara teknis, Airbus A340-300 adalah pesawat jet berbadan lebar (wide-body) yang ditenagai oleh empat mesin turbofan CFM56-5C. Penggunaan empat mesin ini memberikan tingkat keamanan dan redundansi yang sangat tinggi, sebuah kriteria utama untuk pesawat yang membawa kepala negara. Versi VIP milik Iran ini telah dimodifikasi secara khusus dengan interior mewah yang mencakup ruang pertemuan kedap suara, sistem komunikasi satelit terenkripsi, serta fitur pertahanan diri pasif untuk menghadapi ancaman rudal darat-ke-udara.

Dengan panjang mencapai 63,69 meter dan rentang sayap 60,3 meter, A340-300 mampu menempuh jarak hingga 13.500 kilometer tanpa henti. Kemampuan jelajah jarak jauh ini memungkinkan pemerintah Iran melakukan penerbangan diplomatik langsung ke berbagai ibu kota dunia di Asia, Eropa, hingga Amerika Latin tanpa perlu melakukan pengisian bahan bakar di wilayah yang mungkin kurang bersahabat. Kapasitas angkutnya yang besar juga sering digunakan untuk membawa delegasi besar dalam kunjungan kenegaraan resmi.

Hancurnya Airbus A340 VIP ini di pangkalan militer menunjukkan betapa tajamnya penetrasi intelijen dan serangan udara dalam konflik terbaru ini. Nevatim, yang merupakan pangkalan bagi jet tempur siluman F-35I Adir Israel, terbukti mampu menjadi titik pemusnahan bagi aset-aset vital Iran yang berada di jangkauannya.

Bagi Teheran, mencari pengganti pesawat dengan spesifikasi serupa di tengah sanksi internasional yang ketat terhadap pengadaan suku cadang dan armada penerbangan akan menjadi tantangan logistik yang sangat berat di masa depan.

Operasi Intelijen, Airbus A340 Tujuan Filipina Justru Didaratkan di Iran dengan Mematikan Transponder

Mudik Lebaran 2026 Kereta Lokal Merak Hanya Sampai Stasiun Cilegon, Ini Kata KAI Commuter

jalur yang paling diminati masyarakat Banten dan sekitarnya. Bagaimana tidak, jalur yang menghubungkan dari Stasiun Rangkasbitung hingga Stasiun Merak ini hanya dilalui oleh kereta api lokal. Ya, Commuter Line Merak tiap harinya melayani penumpang ke berbagai kawasan di wilayah Provinsi Banten. Selain stasiun besar, kereta lokal tersebut juga berhenti di stasiun kecil.

Ramainya penumpang memang terlihat di beberapa kota yang disinggahi kereta ini. Seperti Serang dan Cilegon. Karena memiliki akses yang mudah dan murah, Commuter Line Merak menjadi transportasi paling penting dan vital untuk melakukan perjalanan selama 2 jam. Tak hanya itu, dengan menggunakan Commuter Line Merak, penumpang juga dimudahkan menuju akses ke Pelabuhan Merak yang jaraknya cukup dekat dari Stasiun Merak.

Pada musim libur Lebaran 2026 kali ini, masyarakat juga berbondong-bondong menggunakan Commuter Line Merak hanya sekadar menuju destinasi wisata maupun untuk arus mudik ke rumah sanak saudara untuk bersilaturahmi. Namun, beredar kabar bahwa perjalanan Commuter Line Merak dari Stasiun Rangkasbitung maupun sebaliknya hanya sampai Stasiun Cilegon selama mudik Lebaran ini.

Layanan Commuter Line Merak yang beroperasi hingga Stasiun Cilegon ini merupakan penyesuaian yang dilakukan untuk mendukung penataan lalu lintas sebagai antisipasi kemacetan di Pelabuhan Penyeberangan Merak dan Bakauheni. Diketahui bahwa Stasiun Cilegon merupakan stasiun kelas 2 yang melayani pemberhentian seluruh kereta api lokal baik dari arah Rangkasbitung maupun dari arah Merak.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan penyesuaian pola operasi ini berlaku mulai Jumat, 13 hingga 20 Maret 2026. Kebijakan ini diambil karena adanya lonjakan pengguna jasa kendaraan (pemudik berkendara) yang akan memasuki Pelabuhan Penyeberangan Merak selama periode angkutan Lebaran.

Penyesuaian ini tentu sudah sesuai dengan hasil rapat bersama yang dilaksanakan pada pekan lalu. Seperti tahun-tahun sebelumnya, bagi pengguna Commuter Line Merak yang akan menuju Stasiun Krenceng dan Stasiun Merak, akan disediakan angkutan lanjutan dari Stasiun Cilegon. Penyediaan angkutan lanjutan ini akan disesuaikan dengan kedatangan dan keberangkatan Commuter Line Merak di Stasiun Cilegon.

Dikutip dari laman Metro TV bahwa saat ini rata-rata volume pengguna Commuter Line Merak mencapai 10.000 hingga 11.000 orang tiap harinya. Pemesanan dan pembelian tiket Commuter Line Merak dapat dilakukan melalui Aplikasi Access by KAI mulai tujuh hari (H-7) sebelum hari keberangkatan, atau pembelian langsung di loket selama ketersediaan tiket masih ada.

KAI Commuter mengimbau seluruh pengguna yang akan menggunakan Commuter Line Merak untuk menyesuaikan kembali waktu perjalanan mereka. Dan juga mengimbau untuk tetap menjaga kondisi tubuh selama perjalanan, mengikuti aturan yang berlaku dan arahan dari petugas, serta menjaga barang bawaan dan selalu mengawasi buah hatinya jika ikut serta.

Stasiun Merak, Pilihan Integrasi Lintas Moda Penumpang Kapal Ferry

Bergaya Nuansa Kearifan Lokal, Kini Stasiun Jember Dibuat Lebih Nyaman

Satu lagi dari wilayah Daerah Operasi (Daop) 9 Jember yang terdapat stasiun yang tetkenal dengan tempat transitnya tersebut. Selain itiu, stasiun ini juga cukup baik dengan kualitas kenyamanan yang dibuat khusus bagi penumpang yang naik dan turun di stasiun ini. Ya, inilah Stasiun Jember.

Diketahui bahwa Stasiun Jember dibangun pada tahun 1897 oleh Staatsspoorwegen, perusahaan kereta api milik pemerintah kolonial Belanda. Stasiun ini merupakan salah satu stasiun tertua di Jawa Timur dan menjadi bagian penting dari jalur kereta api yang menghubungkan wilayah timur Pulau Jawa. Desain arsitektur kolonialnya yang khas mencerminkan nilai sejarah yang tinggi, menjadikannya ikon budaya bagi kota Jember.

Selain sebagai pusat transportasi, stasiun ini dilengkapi dengan fasilitas modern untuk kenyamanan penumpang. Area tunggu luas, loket tiket praktis, serta area parkir memadai tersedia di sini. Penumpang juga dapat menikmati aksesibilitas yang baik ke berbagai moda transportasi lokal di sekitar stasiun.

Bila dilihat saat ini, Stasiun Jember telah melakukan pemugaran untuk meningkatkan kenyamanan dan layanan bagi penumpang. Pemugaran atau renovasi yang telah dilakukan ini bertujuan mengakomodasi lonjakan penumpang sekaligus mendorong aktivitas ekonomi lokal.

Pemugaran Stasiun Jember ternyata menghadirkan konsep arsitektur berbasis kearifan lokal. Area parkir diperluas, fasilitas naik-turun penumpang ditata lebih nyaman, dan disediakan ruang bagi pelaku UMKM. Selain itu, stasiun tidak hanya berfungsi sebagai tempat transit penumpang. Tapi juga menjadi ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk bersantai maupun berbelanja.

Stasiun Jember melayani berbagai kereta api penumpang dan barang yang melintasi jalur Surabaya – Bangil – Kalisat – Banyuwangi. Semua kereta api penumpang yang melintasi jalur ini berhenti di Stasiun Jember karena perannya menghubungkan Jember dengan kota-kota besar seperti Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Malang, Surabaya, dan Banyuwangi.

Bagi masyarakat yang pernah berkunjung ke Kota Jember, tentu sudah paham bahwa Stasiun Jember terletak di pusat kota serta membuatnya mudah dijangkau oleh berbagai moda transportasi. Posisi strategis ini menjadikannya titik awal yang ideal bagi pelancong untuk mengeksplorasi keindahan kota Jember dan sekitarnya.

Sebagai salah satu stasiun tertua di Jawa Timur, selain mempertahankan bentuk linier khas awal abad ke-20, kini Stasiun Jember telah menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat, melayani kebutuhan transportasi sekaligus menjadi simbol perkembangan kota.

 

Tarif “Getok Harga” di KLIA: Sopir Taksi Ditahan Setelah Tagih Penumpang Rp420 Ribu untuk Antar Terminal

Pusat transportasi udara utama Malaysia, Kuala Lumpur International Airport (KLIA), baru-baru ini digemparkan oleh aksi tidak terpuji salah satu oknum pengemudi transportasi. Seorang sopir dilaporkan telah ditahan oleh pihak berwenang setelah kedapatan memeras penumpang dengan tarif yang sangat tidak masuk akal untuk perjalanan singkat antar terminal. Kasus ini memicu gelombang kemarahan publik setelah terungkap bahwa sang penumpang ditagih sebesar RM80 (sekitar Rp260.000 hingga Rp420.000-an tergantung kurs) hanya untuk berpindah dari Terminal 1 ke Terminal 2.

Kejadian ini bermula ketika seorang penumpang yang baru saja tiba di KLIA Terminal 1 membutuhkan transportasi cepat menuju Terminal 2. Jarak antara kedua terminal ini sebenarnya sangat dekat dan biasanya dapat ditempuh dengan biaya minimal melalui layanan resmi seperti KLIA Ekspres atau bus antar-jemput. Namun, penumpang tersebut justru terjebak oleh tawaran oknum sopir yang kemudian mematok tarif berkali-kali lipat dari harga normal di akhir perjalanan.

Tidak tinggal diam, penumpang yang merasa dirugikan tersebut segera melaporkan insiden ini kepada pihak keamanan bandara dan kepolisian setempat. Menanggapi laporan tersebut, otoritas transportasi darat Malaysia (APAD) bersama kepolisian bergerak cepat melakukan pelacakan. Hasilnya, sopir tersebut berhasil diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait pelanggaran izin operasional dan praktik pemerasan terhadap pengguna jasa bandara.

Pihak pengelola bandara dan otoritas keamanan Malaysia menegaskan bahwa mereka tidak akan menoleransi praktik “getok harga” yang merusak citra pariwisata negara tersebut. Penangkapan ini menjadi peringatan keras bagi para pengemudi lain agar mematuhi struktur tarif yang telah ditetapkan secara resmi. Otoritas juga mengimbau kepada para pelancong, baik domestik maupun internasional, untuk selalu menggunakan layanan transportasi resmi atau aplikasi penyedia jasa transportasi yang memiliki transparansi harga guna menghindari modus penipuan serupa.

Insiden ini menjadi pengingat penting bagi para penumpang untuk lebih waspada dan tidak ragu melaporkan segala bentuk ketidakwajaran tarif kepada petugas bandara. Kecepatan tindakan aparat dalam menangkap pelaku dalam kasus ini diharapkan dapat memberikan rasa aman kembali bagi para pengguna jasa di salah satu bandara tersibuk di Asia Tenggara tersebut.

Kekacauan di Bandara Kuala Lumpur: Ribuan Penumpang Terdampar Akibat Gangguan Listrik dan Sistem Bagasi

Tarif LRT Jabodebek Jadi Segini saat Libur Lebaran Tiba, Catat Tanggalnya!

Hari Raya Lebaran 2026 sudah hampir di depan mata, masyarakat Jakarta sudah mulai libur dari aktivitas sehari-hari. Selain sudah memasuki libur panjang periode Lebaran, beberapa masyarakat khususnya dari wilayah Jabodetabek sudah mulai beranjak ke kampung halaman.

Ada yang menggunakan transportasi umum maupun kendaraan pribadi. Namun, tak semua masyarakat yang mudik ke kampung halaman, sebagian masyarakat tetap ingin berlebaran di Jabodetabek.

Saat libur panjang tiba, tentu masyarakat ingin berakhir pekan dengan destinasi yang tidak terlalu jauh dan bisa terjangkau menggunakan transportasi umum. Apalagi kabarnya tarif yang diberikan selama libur Lebaran ini cukup terjangkau daripada hari-hari biasanya.

Salah satunya adalah layanan dari Light Rapid Transit (LRT) Jabodebek. Ya, jelang libur Lebaran nantinya layanan LRT Jabodebek akan memberikan tarif khusus yang dapat dijangkau seluruh masyarakat yang menggunakannya.

LRT Jabodebek menetapkan tarif maksimal sebesar Rp10.000. Tarif tersebut diberikan selama periode libur panjang pada 18 – 24 Maret 2026. Pada momentum tersebut, sebanyak 270 perjalanan LRT Jabodebek dijalankan setiap hari guna memastikan layanan transportasi publik tetap tersedia bagi masyarakat.

Manager Public Relations LRT Jabodebek Radhitya Mardika yang dikutip dari laman Detik menjelaskan bahwa kebijakan ini dihadirkan untuk mendukung mobilitas masyarakat di wilayah Jabodebek selama masa libur nasional, ketika aktivitas perjalanan masyarakat umumnya meningkat untuk berbagai keperluan, seperti bersilaturahmi maupun rekreasi bersama keluarga.

Tentunya, seluruh layanan LRT Jabodebek tetap beroperasi secara optimal selama periode libur panjang guna memberikan alternatif transportasi publik yang andal di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat.

Sebagai informasi, tarif maksimal LRT Jabodebek saat ini diberlakukan berdasarkan waktu perjalanan. Tarif batas tertinggi Rp 20.000 pada jam sibuk hari kerja (06.00-08.59 WIB dan 16.00-19.59 WIB) dan maksimal Rp 10.000 untuk jam non-sibuk, akhir pekan, serta libur nasional.

Diketahui, LRT Jabodebek menjadi salah satu pilihan transportasi masyarakat karena terintegrasi dengan berbagai moda transportasi lainnya. Dengan konektivitas antarmoda yang terintegrasi, LRT Jabodebek memudahkan masyarakat melanjutkan perjalanan ke berbagai tujuan melalui KA Bandara, KRL Commuter Line, Kereta Cepat Whoosh, Transjakarta, hingga akses menuju Terminal Kampung Rambutan.

Selain itu, LRT Jabodebek juga memberikan kemudahan akses menuju sejumlah pusat aktivitas dan destinasi populer, seperti Taman Mini Indonesia Indah (TMII), mal, serta berbagai kawasan perbelanjaan dan pusat kegiatan masyarakat di wilayah Jabodebek.

Melalui kebijakan tarif ini, LRT Jabodebek mendorong masyarakat untuk memanfaatkan transportasi publik yang aman, nyaman, dan efisien selama periode libur panjang, baik untuk bersilaturahmi, rekreasi, maupun aktivitas lainnya. Serta memberikan kepastian perjalanan bagi masyarakat, khususnya pada periode libur panjang ketika mobilitas masyarakat meningkat.

Cegah Kereta Tergelincir, LRT Jakarta Adopsi Teknologi “Sand Box”