Merasa Tertipu Iklan, Penumpang Gugat Emirates dan Dapat Kompensasi Nyaris Rp200 Juta

Siapa tak kenal Emirates, salah satu maskapai dunia? Maskapai yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) itu terkenal dengan fasilitasnya yang mewah dan pelayanan yang ramah. Tak heran banyak penumpang yang memiliki terbang dengan maskapai itu dan memiliki ekspektasi tinggi. Sayangnya, ekspektasi tersebut tak selalu berbanding lurus dengan realita. Seperti yang terjadi belum lama ini.

Baca juga: Dipaksa Keluar dari Toilet dalam Kondisi Celana Melorot, Penumpang Wanita ini Gugat Aer Lingus

Berharap mendapat fasilitas mewah sesuai dengan yang ada pada iklan Emirates, salah satu penumpang kelas bisnis rute Selandia Baru – Inggris pun kecewa berat. Ia pun menempuh jalur hukum untuk mendapatkan keadilan terkait hal ini.

Pengadilan Sengketa pun memutus bahwa Emirates bersalah atas iklannya yang tidak sesuai dengan penerbangan sungguhan. Alhasil, penumpang kelas bisnis Emirates yang tak disebutkan namanya itu pun memenangkan gugatan dan berhak mendapat kompensasi sebesar US$12.579 atau sekitar Rp196 juta (kurs 15.385).

Dilansir One Mile At A Time, sebelum memesan kursi kelas bisnis Emirates, penumpang tersebut melihat iklan yang menggambarkan kemewahan kursi kelas bisnis. Kursi kelas bisnis Emirates digambarkan memiliki fasilitas kursi terbaru dengan minibar, flat seat, dan entertainment system terbaru. Armada pesawat juga digambarkan sebagai pesawat anyar.

Tiba di hari penerbangan, penumpang kelas bisnis Emirates tersebut tak mendapatkan sesuai dengan yang digambarkan. Alih-alih pesawat terbaru dengan fasilitas mewah terupdate, Emirates mengerahkan armada Boeing 777-300ER yang notabene adalah armada dengan fasilitas kelas bisnis terusang di barisan maskapai.

“Kursi ini tidak memiliki minibar, dan secara teknis tidak sepenuhnya flat (meskipun nyaman seperti angled seats),” jelas penumpang tersebut.

Usut punya usut, ternyata Boeing 777-300ER bukanlah armada pengganti melainkan armada utama di rute Auckland Emirates.

Sebelum diputus pengadilan, Emirates sebetulnya sempat menyampaikan pembelaan dengan menyebut pihaknya tidak menjanjikan jenis pesawat apapun dalam kontrak dengan pelanggan.

Emirates juga mengatakan kursi di pesawat Boeing 777-300ER dapat direbahkan hingga 166,1 derajat dan bahwa “untuk penumpang udara biasa, kursi yang disediakan setara dengan flat seat.”

Baca juga: Jari Terjepit di Sandaran Bangku, Penumpang ini Gugat American Airlines dan SkyWest Airlines

Namun, pembelaan Emirates ini justru dikiritik oleh banyak pihak, salah satunya dari Live and Let’s Fly. Disebutkan, pembelaan Emirates itu ‘menggelikan’ dan tentu saja terdapat perbedaan besar antara sepenuhnya datar dengan tidak.

Pembelaan Emirates akhirnya ditolak pengadilan. Dalam putusannya, pengadilan berpendapat bahwa klaim penumpang kelas bisnis Emirates adalah wajar sebagai akibat dari perbedaan layanan yang ada pada iklan dengan realita.

Usai Dikembangkan, Stasiun Tanah Abang Sanggup Layani Nyaris 400 Ribu Penumpang Per Hari

Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan bersama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan percepatan pembangunan Stasiun Tanah Abang yang akan dikembangkan menjadi stasiun ultimate. Setelah dikembangkan, nantinya Stasiun Tanah Abang dapat melayani nyaris 400 ribu penumpang per hari, baik itu penumpang keluar-masuk stasiun maupun transit.

Baca juga: Kehadiran Skybridge Bakal Ubah Tata Letak Pintu Stasiun Tanah Abang

Sebagai informasi, Stasiun Tanah Abang akan dikembangkan dengan memanfaatkan lahan seluas 1,6 hektar. Pengembangan Stasiun Tanah Abang ini dilakukan untuk mengakomodasi pertumbuhan penumpang KRL Jabodetabek. Sesuai data yang dihimpun berdasarkan tap in dan tap out, jumlah penumpang yang keluar-masuk di Stasiun Tanah Abang mencapai lebih dari 36.000 orang per perhari sementara penumpang yang transit di stasiun ini mencapai 105.000 orang per hari.

Dalam pengembangan Stasiun Tanah Abang, DJKA akan mengerjakan pembangunan gedung stasiun termasuk emplasemen, peron, penataan jalur dan fasilitas operasi kereta api. Sementara PT KAI (persero) akan bertanggung jawab dalam penataan area parkir dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan bertanggung jawab terhadap penataan area dan akses di sekitar stasiun.

“Luas bangunan yang akan DJKA bangun nantinya sekitar 1,3 hektar, yang akan memanfaatkan lahan bekas Depo Lokomotif Tanah Abang,” tutur Risal dalam keterangannya.

Risal menyebut bahwa setelah dilakukan pengembangan, stasiun ini nantinya akan mampu melayani penumpang keluar-masuk sebanyak 80.000 orang per hari dan penumpang transit sebanyak 300.000 orang per hari dengan 4 peron dan 6 jalur aktif.

Lebih lanjut, Risal menjelaskan bahwa pengembangan Stasiun Tanah Abang akan dibagi ke dalam tiga tahap.

Baca juga: Depo Lokomotif Tanah Abang, Primadona Lokomotif Diesel Hidrolik di Zamannya

Pada Tahap I, DJKA akan melakukan pekerjaan yang meliputi kegiatan pembangunan gedung stasiun baru dan emplasmen di lahan bekas Depo Lokomotif Tanah Abang. Tahap I ini diharapkan dapat segera selesai sehingga bangunan baru Stasiun Tanah Abang sudah dapat difungsikan pada akhir tahun 2023.

Risal berharap bahwa percepatan pembangunan Stasiun Tanah Abang dapat terealisasi sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat. “Belajar dari pembangunan yang sudah-sudah, kami berupaya pembangunan Stasiun Tanah Abang tidak mengganggu penumpang yang setiap hari transit dan naik-turun kereta di stasiun ini,” tutup Risal

Anti Mainstream, Naik Maskapai Ini Penumpang Bisa Dengar Komunikasi ATC dengan Pilot

Airplane entertainment systems atau biasa juga disebut in-flight entertainment (IFE) umumnya memungkinkan penumpang pesawat menikmati hiburan berupa film, musik, sampai games. Tetapi tidak, dengan United Airlines. Maskapai ini menawarkan penumpang ‘hiburan’ lebih yaitu mendengarkan komunikasi pilot dengan petugas air traffic controller (ATC). Ini disebut Channel 9.

Baca juga: Apa yang Terjadi Bila Pilot Tidak Berkomunikasi dengan ATC? Ini Jawabannya

Channel 9 sendiri adalah fitur eksklusif pada sistem hiburan audio United Airlines yang memungkinkan penumpang mendengarkan pertukaran komunikasi langsung antara pilot dan kontrol lalu lintas udara. Apapun yang dikatakan pilot dan ATC mulai dari sebelum lepas landas sampai setelah lepas landas seluruhnya dapat disimak tanpa sensor.

Bagi penumpang awam tentu ini biasa saja, tetapi tidak demikian dengan avgeek atau penumpang yang memiliki ketertarikan lebih terhadap dunia penerbangan.

Umum diketahui, sekalipun tugas utama pilot adalah menerbangkan pesawat, namun komunikasi dengan ATC adalah salah satu bagian terpenting dalam proses berlangsungnya penerbangan.

Setiap pilot di pesawat terbang harus berkomunikasi dengan Air Traffic Controller (ATC), mulai dari sebelum lepas landas, lepas landas, cruising, approach landing, landing, sampai kembali ke apron.

Baca juga: Sterile Cockpit Rule, Inilah Aturan yang Melarang Pilot dan Kopilot ‘Ngobrol’ Selama Penerbangan

Selama rangkaian penerbangan, pilot banyak berkomunikasi dengan ATC untuk berbagai hal, seperti clearance delivery, flight plan clearance, ramp control for gate pushback or entry, ground control for taxi, tower control for takeoff and landing, approach or departure control, center control for the cruise, dan banyak lagi.

Salah-salah sedikit, entah itu salah dengar atau salah mengartikan pesan satu sama lain, bukan tak mungkin penerbangan menjadi kacau.

Lebih kacau lagi bila pilot tidak berkomunikasi dengan ATC. Itu bisa menjadi hari yang panjang, dengan berbagai langkah penanganan yang melibatkan militer.

Dilansir Simple Flying, tidak ada kepastian kapan United Airlines mulai membuka akses Channel 9. Tetapi ini sudah berlangsung selama lebih dari dua dekade. Fitur ini pun menjadi pembeda dengan maskapai lainnya di Amerika Serikat (AS) sesama anggota Star Alliance ataupun di luar aliansi maskapai.

Baca juga: Siapa Saja yang Berkomunikasi dengan Pilot Sebelum Pesawat Lepas Landas?

Hanya saja, aturan sterile cockpit rule yang ketat membuat Channel 9 tidak menjadi keharusan bagi seluruh pilot United Airlines melainkan kebijaksanaan pilot saja. Jadi, sangat beruntung bila penumpang mendapatkan kesempatan mendengarkan langsung percakapan pilot dengan ATC.

Akan tetapi, sekali lagi, peluangnya sangat kecil di bawah aturan sterile cockpit rule dan perkembangan teknologi, dimana penumpang kemungkinan besar akan merekam percakapan pilot dan ATC serta mempostingnya di media sosial. Saat ini, Channel 9 sudah berganti nama menjadi From the Flight Deck. Armada Boeing 757-200 dan 737 United Airlines masih memasang Channel 9.

Jalur Rel Terdampak Longsor Batutulis, Perjalanan Kereta Pangrango Lintas Bogor – Sukabumi Dibatalkan

PT KAI Daop 1 Jakarta Mengucapkan permohonan maaf atas gangguan operasional perjalanan KA Pangrango lintas Bogor – Sukabumi dampak longsor yang terjadi di area jalur rel KM 2+6/7 antara Stasiun Paledang dan Batu Tulis.

Baca juga: Imbas Longsor di Cibadak, Perjalanan KA Pangrango Dibatalkan. Penumpang Dialihkan

Untuk hari ini Rabu (15/3) seluruh perjalanan KA Pangrango lintas Bogor – Sukabumi (PP) dibatalkan. Calon pengguna yang sudah membeli tiket dapat melakukan proses pembatalan dengan penggantian biaya tiket 100 persen di Stasiun Bogor/Paledang dan Sukabumi dan stasiun lainnya.

Proses pembatalan dapat dilakukan hingga 7 hari kedepan dan calon pengguna yang terdampak pembatalan perjalanan KA Pangrango untuk sementara waktu dapat beralih ke moda transportasi lain.

Upaya perbaikan jalur rel yang terdampak longsor dan cuaca ekstrim tersebut saat ini terus dilakukan seluruh tim Daop 1 Jakarta.

Sebelumnya, tebing penahan tanah Jalan RE Sumantadiredja yang menjadi akses satu- satunya arah Stasiun Batutulis Bogor dan akses masyarakat di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat, mengalami longsor pada Selasa (14/3) pukul 9.30 WIB.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor Theofilo Patrocinio Freitas kepada ANTARA, Selasa, mengatakan personel telah meluncur untuk menangani longsoran.

“Benar, personel sudah meluncur. Kami sedang tangani,” ujarnya, seperti dikutip dari Antara.

Baca juga: Waspadai Titik Rawan Longsor Jalur Kereta Api Lintas Bogor – Sukabumi 

Dalam foto dan video yang disampaikan BPBD Kota Bogor dan Satlantas Polresta Bogor Kota, nampak tebing penahan tanah sekitar 20 meter mengalami longsor selebar lebih 15 meter.

Namun demikian longsor tebing tersebut tidak mengganggu lalu lintas kendaraan karena badan jalan tidak tergerus. Hanya saja, bahaya ambruk badan jalan bisa saja terjadi jika beban lalu lintas kendaraan meningkat.

Inilah MSC Tessa, Kapal Kontainer Terbesar, Punya Luas Dek Seukuran Empat Lapangan Sepak Bola

Cina kembali membetot perhatian dalam membangun superstruktur di lautan, yakni dengan mengirimkan kapal kontainer yang diklaim sebagai yang terbesar di dunia. Persisnya, China State Shipbuilding Corporation (CSSC) telah mengirimkan megaship MSC Tessa ke Mediterranean Shipping Company (MSC). Lantas, apa yang menjadikan MSC Tessa layak disebut sebagai kapal kontainer terbesar?

Baca juga: Kapal Kontainer Raksasa Melintang di Terusan Suez, Lalu Lintas Kapal Dunia Terganggu

Jawabannya adalah dengan luas dek sekitar empat lapangan sepak bola, kapal kargo kontainer ini mampu memuat hingga 24.116 TEU kontainer sekaligus, ditumpuk hingga kedalaman 26 level. Sebagai informasi, TEU (Twenty-foot Equivalent Unit), yang dalam hal ini dapat diartikan sebagai kontainer ukuran 20 kaki (6,1 meter).

MSC Tessa punya panjang 400 meter dan lebar 61,5 meter, dengan ukurannya yang super besar, MSC Tessa dapat menangani lebih dari 240.000 ton kargo. Ini adalah kapal pertama yang memecahkan rekor itu, serta yang pertama yang mampu membawa lebih dari 24.000 kontainer dalam sekali berlayar.

Menariknya, panjang dan lebarnya hampir identik dengan lusinan, mungkin ratusan, pemegang rekor sebelumnya di ruang ini, hingga kapal kontainer Triple-E Maersk tahun 2011 dan seterusnya. Dan ketika itu berhasil, mungkin oleh MSC Irina atau MSC Loreto, keduanya dipesan oleh pelanggan yang sama, kapal-kapal itu akan membawa beberapa ratus kontainer lagi, tetapi secara fisik mereka juga tidak akan lebih besar.

Meski tak lagi beroperasi, rekor kapal angkut terbesar yang pernah ada yakni supertanker Seawise Giant, memiliki panjang 458,45 meter dan lebar 68,6 meter, dan dibangun pada akhir tahun 70-an . Kebetulan, kapal raksasa itu tenggelam pada tahun 1988 oleh Angkatan Udara Irak, kemudian diselamatkan dan diperbaiki secara luar biasa untuk masuk kembali ke layanan pada tahun 1991, setelah itu tetap beroperasi dalam satu kapasitas atau lainnya hingga akhir tahun 2009.

Tapi kapal kontainer tidak seperti supertanker, yang bisa mengirimkan muatannya melalui selang besar. Fasilitas dok cenderung menempatkan batas ukuran atas pada mesin seperti MSC Tessa, dan batas saat ini cenderung tetap sebesar hal-hal ini sampai sejumlah pelabuhan yang berguna di seluruh dunia membangun infrastruktur darat untuk menangani sesuatu yang lebih besar.

Jadi ketika total tonase dan kapasitas peti kemas meningkat, ini sebagian besar adalah masalah mengoptimalkan desain kapal agar semakin banyak yang masuk ke kapal.

Baca juga: Mengenal Envirotainer, Kontainer Pembawa Vaksin Covid-19 Pertama Indonesia Buatan Sinovac

MSC mengharapkan tiga unit kapal kontaner lagi akan tiba pada bulan Agustus, dan CSSC mengatakan yang kedua dari empat telah menyelesaikan uji coba laut. Keempat kapal tersebut, menurut Offshore Energy, menelan biaya total sekitar US$600 juta.

Benarkah Pilot Kidal Lebih Sulit Terbangkan Pesawat? Ini Jawabannya

Mayoritas manusia lebih dominan menggunakan tangan kanannya dalam beraktivitas, termasuk pilot. Itu kenapa pada umumnya kokpit pesawat didesain sesuai dengan mayoritas tangan dominan pilot, yaitu tangan kanan. Lantas, apakah pilot dominan tangan kiri (kidal) lebih sulit terbangkan pesawat dibanding pilot dominan tangan kanan?

Baca juga: Kenapa Kapten Pilot Selalu Duduk di Sebelah Kiri dan Kopilot di Sebelah Kanan?

Dari berbagai sumber yang dihimpun, meski minoritas, manusia dominan kidal justru memiliki sejumlah keistimewaan, seperti dapat bekerja lebih cepat dalam beberapa hal, memiliki otak yang lebih cerdas, kreativitas tinggi, multitasking, daya ingat tajam, dan lain sebagainya.

Dalam konteks pilot, dengan berbagai keistimewaan atau kelebihan tersebut, seharusnya tidak ada masalah apapun dalam menerbangkan pesawat. Bukan berarti tanpa masalah, tetapi lebih ke arah tidak ada kesenjangan antara pilot dominan tangan kanan dengan pilot kidal.

Fakta pun berbicara demikian. Menurut pilot salah satu maskapai, Ryan Goodwin, seperti dikutip dari Simple Flying, pilot kidal tidak memiliki masalah dalam menerbangkan pesawat. Sekalipun ia merupakan seseorangan dengan dominan tangan kanan, tetapi ia dapat memastikan bahwa hal itu (tangan kidal) tidak berarti bagi pilot.

Memang, pilot kidal memiliki beberapa hal yang tak biasa dalam mengoperasikan beberapa instrumen atau tombol. Tetapi itu hanya masalah waktu saja sebelum akhirnya menjadi terbiasa. Hal itu pun juga terjadi pada pilot dominan tangan kanan. Yang pasti, tidak ada bukti konklusif yang menunjukkan bahwa lebih sulit bagi pilot kidal untuk menerbangkan pesawat.

Demikian juga dalam urusan kursi kanan atau kursi kiri bagi pilot. Saat masih menjadi pilot pemula atau sedang menempuh pendidikan pilot, siswa biasanya menempati kursi sebelah kiri dan istruktur di sebelah kanan. Di posisi ini, siswa pilot menggunakan tangan kirinya untuk mengoperasikan yoke atau side stick.

Sedangkan tangan kanannya digunakan untuk berbagai hal, seperti mengoperasikan power quadrant, throttles, radio switches, atau hal lainnya.

Baca juga: Kenapa Pilot Pakai Kacamata Hitam? Ternyata Gegara Hal Ini

Saat memasuki dunia profesional sebagai kopilot, pilot umumnya duduk di kursi sebalah kanan dan kapten pilot duduk di kursi sebelah kiri. Seiring berjalannya waktu, kopilot harus siap ditempatkan di kursi sebalah kanan atau kiri, dengan tangan dominan atau bukan.

Lebih lanjut, Ryan menerangkan bahwa hal yang krusial justru bukan soal pilot kidal atau bukan, tetapi lebih layout kokpit. Seiring kecanggihan teknologi, desain kokpit mengalami banyak perubahan dibanding beberapa dekade sebelumnya.

Senjata Makan Tuan, Sanksi Barat ke Rusia Bikin Lessor dan Insurer Barat ‘Ribut’ di Pengadilan

Perusahaan penyewa pesawat atau lessor dan perusahaan asuransi sebagai penanggung (insurer) dilaporkan tengah berkelut di Pengadilan Tinggi London. Keduanya saling mengklaim atas kerugian atas lebih dar 400 pesawat senilai US$10 miliar atau sekitar Rp153 triliun (kurs 15.387) yang ‘dicuri’ Rusia pasca sanksi bertubi-tubi dari Barat. Ini bak senjata makan tuan, dimana sanksi Barat justru membuat repot banyak perusahaan Barat itu sendiri.

Baca juga: Dinilai Krusial Bantu Kesuksesan Maskapai, Berikut Daftar 5 Leasing Pesawat Terbesar Di Dunia

Laporan Reuters, salah satu perusahaan leasing pesawat yang menuntut perusahaan penyedia jasa asuransi pesawat adalah AerCap. Lessor terbesar di dunia asal Irlandia itu diketahui telah menggugat dua perusahaan asuransi terkemuka dunia, American International Group (AIG) dan Lloyd (asuransi asal Inggris) ke Pengadilan Tinggi London.

Disebutkan, AerCap terpaksa membawa ini ke meja hijau lantaran pihak tergugat tak menerima klaim kerugian atas pesawat yang hilang dirampas Rusia. Lessor tersebut beranggapan bahwa pesawat sudah masuk dalam kategori hilang akibat risiko perang.

AerCap merasa asuransi yang didaftarkan atas asetnya ialah polis asuransi all-risks, termasuk perang. Sementara kedua perusahaan berkilah bahwa klaim tersebut dapat ditolak lantaran force majeur akibat perang dan merugikan semua pihak.

Dalam gugatannya, AerCap menuntut ganti rugi sebesar US$3,5 miliar atau sekitar Rp53 triliun (kurs 15.387) ke keduanya atas hilangnya 116 pesawat dan 23 mesin pesawat berdasarkan polis asuransi all-risks. Sebagai alternatif, AerCap juga memasukkan poin gugatan sebesar US$1,2 miliar atau sekitar Rp18 riliun (kurs 15.387) di bawah war-risks policy.

“Di dunia nyata, tidak terbayangkan bahwa kita tidak pulih di bawah satu (policy),” kata Mark Howard, pengacara AerCap, pada hari pertama sidang pendahuluan Pengadilan Tinggi London.

Selain AerCap, lessor lainnya seperti Dubai Aerospace Enterprise (DAE), Merx Aviation, KDAC Aviation Finance dan Falcon juga menuntut perusahaan asuransi pesawat untuk mengembalikan armada pesawat dan mesin mereka yang disita Rusia.

DAE dan Falcon tercatat menggugat 11 perusahaan asuransi pesawat termasuk Lloyd, AIG, Chubb, dan Swiss Re atas 21 pesawat dan equipment senilai US$900 juta di bawah asuransi all-risks. Alternatif lain, perusahaan menggugat US$800 juta di bawah asuransi war-risks policy.

Baca juga: Takut Pesawat Disita Lessor di Luar Negeri, Maskapai Rusia Hanya Operasikan Penerbangan Domestik

Merx mengklaim lebih dari US$255 juta atas dugaan kehilangan enam pesawat, dan mesin. Sementara KDAC menuntut US$21,5 juta atas hilangnya satu pesawat.

Menanggapi sejumlah tuntutan dari banyak lessor, AIG pun buka suara. Melalui pengacaranya, perusahaan seolah menyalahkan lessor atas gagalnya diplomasi untuk mengembalikan pesawat. Disebutkan, CEO DAE sempat diberitahu oleh petinggi maskapai Rusia bahwa mereka tidak diperkenankan mengembalikan pesawat ke lessor dan tidak bekerja sama dengan lessor yang tidak ramah.

Pangeran Arab Saudi Dirikan Maskapai Baru Riyadh Air, Siap Saingi Emirates Sampai Qatar Airways

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) akhir pekan lalu mengumumkan berdirinya maskapai baru bernama Riyadh Air. Maskapai ini adalah wujud dari realisasi rencana besar pangeran MBS dalam Visi 2030 yang hendak mendatangkan 100 juta wisatawan. Ini sekaligus mengubah orientasi pendapatan Arab Saudi dari mengandalkan minyak menjadi pariwisata.

Baca juga: Sukseskan Visi 2030, Arab Saudi Bangun Bandara Baru di Riyadh: Tampung 185 Juta Penumpang-Punya 6 Runway

Pangeran MBS menunjuk Tony Douglas yang sudah malang-melintang di industri dirgantara sebagai CEO. Tony dan Riyadh Air ditargetkan dapat melayani lebih dari 100 destinasi di seluruh dunia tahun 2030, bahu membahu bersama maskapai nasional Arab Saudi lainnya, Saudi Arabia Airlines (Saudia).

Target tersebut akan memanfaatkan lokasi strategis Arab Saudi yang berada di antara Asia, Afrika, dan Eropa, menjadikannya salah satu pilihan hub terbaik di dunia, demikian dilansir CNBC International.

Sejauh ini, pilihan hub terbaik di kawasan Timur Tengah dipimpin oleh Dubai dan Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA); Doha, Qatar; dan Istanbul, Turki. Selain jaringan rute maskapai yang luas, dalam hal ini Emirates, Qatar Airways, dan Turkish Airlines, pilihan destinasi wisata selama di negara atau kota tersebut juga menarik minat penumpang dunia. Pangsa pasar inilah yang kelak akan disusupi Riyadh Air.

Riyadh Air diharapkan dapat menyumbang US$20 miliar untuk pertumbuhan PDB non-minyak Arab Saudi. Maskapai juga ditarget dapat menciptakan lebih dari 200 ribu lapangan pekerjaan baik secara langsung maupun tak langsung.

Sayangnya, tak ada kejelasan mengenai jumlah armada dan pesawat apa yang kelak digunakan maskapai milik Dana Investasi Publik (PIF) tersebut. Namun, pada bulan Oktober tahun lalu, Arab Saudi dilaporkan sedang bernegosiasi untuk memesan hampir 40 jet Airbus A350 Airbus. Kerajaan juga dilaporkan tengah didekati Boeing untuk menyaingi penawaran Airbus.

Arab Saudi menggelontorkan miliaran dollar AS untuk mewujudkan Visi 2030. ‘Visi 2030’ sendiri ialah sebuah rencana pembangunan jangka panjang Arab Saudi yang menekankan pada diversifikasi ekonomi agar tak hanya mengandalkan minyak bumi yang harganya terus turun.

Dana untuk proyek ini mencapai US$4 miliar (Rp53,33 triliun) untuk membangun bandara, pelabuhan, maskapai, dan lainnya, yang diperkirakan bisa meningkatkan ekonomi Saudi dan menciptakan 35.000 lapangan pekerjaan baru. Harapan Arab Saudi adalah dapat menarik 100 juta pengunjung sepanjang tahun 2030.

Atas proyek ambisius 100 juta turis pada 2030 tersebut, semua lembaga dan perusahaan BUMN Kerajaan Arab Saudi mulai berpikir keras semata merealisasikan itu.

Baca juga: Arab Saudi Beri Penumpang Flynas dan Saudia Visa Transit 4 Hari, Bisa Umrah Gratis

Pihak kerajaan juga menggunakan berbagai cara untuk merealisasikan Visi 2030. Salah satunya dengan memberikan visa transit selama empat (4) hari bagi penumpang Flynas dan Saudia secara gratis.

Kebijakan tersebut berlaku mulai Senin 30 Januari 2023. Selain umrah, traveler sekaligus penumpang yang dapat visa transit tersebut dapat mempergunakannya untuk berbagai aktivitas lain, seperti mengunjungi destinasi wisata sampai urusan bisnis.

Kembangkan Hanggar dan Bisnis MRO, Batam Aero Technic Buka Lowongan Kerja 600 Calon Teknisi

Batam Aero Technic (BAT), perusahaan Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) member of Lion Air Group mengumumkan penerimaan 600 tenaga kerja sebagai teknisi hingga kuartal kedua (periode berakhir Agustus) 2023. Rekrutmen ini dilakukan sebagai bagian dari pengembangan hanggar, yang akan mendukung BAT untuk menawarkan dan menyediakan layanan perawatan pesawat udara (MRO) lebih luas dan lebih komprehensif kepada maskapai di seluruh dunia.
Pengembangan hanggar yang direncanakan dalam upaya meningkatkan kapasitas BAT dalam menyediakan layanan perawatan pesawat dan komponen aviasi, sehingga dapat memenuhi permintaan yang semakin meningkat dari pasar Indonesia dan global. Dalam rangka mencapai tujuan ini, BAT berkomitmen merekrut tenaga kerja terampil dan berkualitas yang mampu mengoperasikan dan memelihara fasilitas hanggar.
Rekrutmen ini akan memberikan kesempatan bagi para calon teknisi yang memiliki latar belakang pendidikan dan keterampilan teknis dalam bidang aviasi untuk bergabung dengan BAT dan mengembangkan karier di industri MRO. BAT akan menyediakan pelatihan dan sertifikasi yang diperlukan untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi para teknisi.
BAT mencari kandidat yang memiliki pengalaman kerja atau latar belakang pendidikan di industri aviasi, serta mempunyai motivasi yang tinggi untuk belajar dan mengembangkan keterampilan dalam lingkungan kerja kompetitif.
Target 600 calon teknisi menunjukkan keseriusan BAT dalam kontributif terhadap pembangunan industri aviasi dan MRO di Indonesia, serta memberikan manfaat positif bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia. BAT yakin proses rekrutmen ini sangat membantu perusahaan mengembangkan bisnisnya dan meningkatkan kapasitasnya dalam layanan MRO yang unggul kepada maskapai di kancah internasional.
Para pencari kerja yang berminat untuk bergabung dengan perusahaan BAT dapat mengakses informasi tentang persyaratan dan proses rekrutmen melalui https://bit.ly/REG-MEKANIKLAG
1.       Posisi sebagai Licensed Aircraft Mechanic (basic license) atau teknisi pesawat terlisensi adalah orang yang telah mengikuti pelatihan formal dan memiliki lisensi resmi untuk melakukan perawatan, perbaikan dan inspeksi pesawat terbang. Mereka bertanggung jawab untuk memastikan pesawat terbang dalam kondisi aman dan siap terbang.
2.       Pria dan wanita
3.       Sehat jasmani dan rohani
4.       Lulusan pendidikan SMK penerbangan, pendidikan vokasi di bidang teknik penerbangan, teknik mesin, atau bidang terkait.
5.       Mempunyai lisensi (Licensed Aircraft Mechanic) A1 dan A4 atau C1, C2 dan C4 dari regulator penerbangan.
·       Lisensi A1 adalah sertifikasi teknisi pesawat melakukan perawatan dan perbaikan pesawat terbang di bagian struktur pesawat, mesin, dan sistem hidraulik pesawat.
·       Lisensi A4 adalah sertifikasi teknisi pesawat melakukan perawatan dan perbaikan pesawat terbang di bagian avionik pesawat, seperti sistem komunikasi, navigasi, dan pengukuran.
·       Lisensi C1 mencakup perawatan dan perbaikan pesawat terbang berukuran besar dengan mesin jet.
·       Lisensi C2 mencakup perawatan dan perbaikan pesawat terbang berukuran sedang dengan mesin jet dan turbo-prop.
·       Lisensi C4 mencakup perawatan dan perbaikan pesawat terbang dengan mesin piston.
6.       Usia maksimum 25 tahun – baru saja menyelesaikan pendidikan (freshgraduate) dan belum menikah.
7.       Usia maksimum 30 tahun – memiliki pengalaman di bidang perawatan pesawat terbang.
8.       Mampu membaca dan memahami dokumen teknis dalam bahasa Inggris.
9.       Mampu bekerja secara tim dan memiliki komunikasi yang baik.
10.   Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah kerja Lion Air Group.
11.    Lowongan kerja tahap awal ditutup 24 Maret 2023.
Proses seleksi dilaksanakan sangat ketat dan transparan. Pendaftaran dilaksanakan secara langsung tanpa perantara serta TIDAK dikenai (dipungut/ dikenakan) biaya.

Saab 2000 Untuk Pertama Kalinya Dikonversi Jadi Pesawat Kargo

Perusahaan Swedia Täby Air Maintenance (TAM) mengubah pesawat regional Saab 2000 turboprop berkecepatan tinggi dari konfigurasi penumpang menjadi konfigurasi kargo. Ini merupakan modifikasi pertama yang dilakukan pada Saab 2000 dan rencananya akan ditawarkan ke pasar komersial.
Proyek konversi dipelopori dalam kerja sama erat dengan pelanggan peluncuran Jetstream Aviation Capital, LLC, yang berbasis di Miami, Florida. Pesawat pertama dengan nomer s/n 037, sekarang berada di bengkel TAM di Bandara Örebro. Konversi dijadwalkan berlangsung pada kuartal pertama 2022 dengan penyelesaian yang dijadwalkan, termasuk memperoleh persetujuan European Union Aviation Safety Agency (EASA) dan US Federal Aviation Administration (FAA) pada akhir Maret 2023.
Pekerjaan desain, dipimpin oleh organisasi desain TAM, dan produksi suku cadang terkait dikelola di fasilitas TAM.
Total volume kargo akan menjadi 55,4 m3, dengan batas pemuatan lantai 730 kg dan target muatan maksimal 6.622 kg. Untuk pengoperasian berdasarkan Peraturan Penerbangan Federal AS Bagian 135, muatan maksimum akan dibatasi hingga 3.402 kg.
Saab 2000 Cargo akan menampilkan enam tempat pemuatan yang terbagi, selain kompartemen kargo pesawat penumpang saat ini, dan semua pintu akan memenuhi standar untuk dapat menahan tekanan 9G.
“Berdasarkan pengalaman ekstensif kami dalam mengonversi lusinan pesawat penumpang Saab 340 ke konfigurasi kargo, kami sangat yakin bahwa kami dapat menghadapi tantangan apa pun untuk mensertifikasi dan mengonversi yang mungkin ditawarkan oleh pesawat yang lebih besar dan berkemampuan tinggi ini,” kata Pär Gulle, direktur pelaksana TAM .
Didirikan pada tahun 1989, Täby Air Maintenance, TAM, adalah salah satu penyedia MRO (Maintenance Repair Overhaul) terkemuka di Eropa, yang berspesialisasi dalam maskapai regional premium seperti keluarga Saab 340/2000 dan ATR72. Selain perawatan, modifikasi, perbaikan dan dukungan tradisional, TAM juga menawarkan program konversi kargo yang komprehensif untuk Saab 340.