Honeywell dan Curtiss-Wright Corporation belum pada akhir Juni lalu mengumumkan bahwa varian cockpit voice recorder (CVR) dan flight data recorder (FDR) Honeywell Connected Recorder-25 (HCR-25) yang mereka kembangkan bersama, telah menjadi tipe bersertifikat untuk pesawat jenis Boeing 737, 767 dan 777. Sebagai hasil dari sertifikasi tersebut, setiap maskapai sekarang dapat menggunakan perangkat yang disebut juga ‘kotak hitam’ (black box) HCR-25.
Berdasarkan teknologi Fortress CVR Curtiss-Wright yang ringkas dan ringan serta konsep desain Honeywell Flight Recorder 5 (HFR5) yang telah terbukti, maka HCR-25 mematuhi peraturan dan persyaratan terbaru untuk memenuhi mandat dari Badan Keselamatan Penerbangan Eropa – European Aviation Safety Agency (EASA) runtuk rekaman suara kokpit – cockpit voice recorder minimal 25 jam untuk pesawat dengan berat lebih dari 27 ton.
Sejumlah wilayah di dunia telah mengeluarkan mandat terkait mandat EASA, termasuk Eropa, Kanada, Meksiko, dan Singapura. “CVR dan FDR yang andal sangat penting untuk aspek keselamatan dan investigasi, dan sejak 2019 kami telah bekerja sama dengan Curtiss-Wright untuk merancang dan mengembangkan perekam suara dan data generasi berikutnya yang sesuai mandat menggunakan konektivitas waktu nyata. Melalui peningkatan konektivitas, operator pesawat memiliki sumber pengumpulan data lain untuk meningkatkan perawatan dan kinerja pesawat,” kata Steve Hadden, wakil presiden, Layanan & Konektivitas, Honeywell Aerospace.
“Kami dengan bangga mengumumkan tonggak sertifikasi tipe Boeing yang penting ini yang memungkinkan industri penerbangan komersial memanfaatkan generasi terbaru FDR dan penerbangan Curtiss-Wright,” kata Lynn M. Bamford, ketua dan CEO Curtiss-Wright Corp.
Pesawat jet bisnis Bombardier Global 8000 telah memecahkan rekor kecepatan suara selama pengujian dan akan menjadi pesawat jet bisnis tercepat yang dibuat khusus. Pesawat sipil tercepat di dunia sejak Concorde ini, diharapkan mulai beroperasi pada tahun 2025.
Meskipun kecepatan jelajah normalnya berada di Mach 0,94, Bombardier Global 8000 diharapkan mampu menembus penghalang suara, atau melesat dengan kecepatan di level supersonik.
Pesawat jet bisnis yang sangat cepat ini akan menjadi produk andalan baru Bombardier. Global 8000 tidak akan secara teratur terbang dengan kecepatan supersonik, tetapi akan mampu melakukan hal tersebut. Bombardier mendemonstrasikan kecepatan lebih dari Mach 1,015 pada Mei 2021, ketika kru uji mengemudikan Global 7500 yang dimodifikasi – berfungsi sebagai platform uji untuk Global 8000 yang akan datang – menempatkan pesawat ke posisi hidung ke bawah selama pengujian dan melanjutkan untuk memecah rekor supersonik.
Dengan asumsi versi bersertifikat mampu memecahkan penghalang suara, maka menjadikan Global 8000 sebagai pesawat sipil pertama dengan kemampuan seperti itu sejak Concorde pensiun pada tahun 2003.
Selain menjadi pesawat sipil pertama yang diproduksi sejak Concorde untuk memecahkan rekor supersonik. Global 8000 juga akan menjadi pesawat Kategori Transportasi pertama yang ditenagai oleh bahan bakar penerbangan berkelanjutan – sustainable aviation fuel (SAF) yang terbang di kecepatan supersonik.
Selain kecepatannya, Global 8000 menghadirkan angka kinerja mengesankan lainnya. Pesawat ini punya jangkauan 8.000 mil laut (14.816 km), memungkinkannya untuk mengangkut penumpang pada rute jarak jauh seperti Dubai ke Houston atau London ke Perth. Selain itu, diharapkan mampu melakukan penerbangan di rute lintas benua dengan kecepatan jelajah hingga Mach 0,92. Pesawat ini ditenagai oleh mesin GE (General Electric) Passport yang menghasilkan daya dorong 18.920 lbf.
Guna menunjang ekspansi pasar pada penerbangan jarak jauh yang progresif, Vietnam Airline jelas membutuhkan pendanaan dalam jumlah besar. Dari berbagai srategi pembiayaan yang dilakukan, salah satunya adalah upaya Vietnam Airlines untuk melelang tiga armada pesawat narrow body.
Lewat lelang, Vietnam Airlines berharap dapat mengumpulkan lebih dari US$15 juta melalui lelang tiga Airbus A321 yang sudah tua. Dalam upaya untuk meningkatkan pendapatan, Vietnam Airlines telah memutuskan untuk melelang tiga Airbus A321 miliknya. Pesawat akan dijual kepada penawar tertinggi, dengan harga awal masing-masing US$5 juta.
Menurut data dari ch-aviation, Vietnam Airlines memiliki 48 unit armada A321, selain 20 unit A321neo. Ke-48 pesawat tersebut memiliki usia rata-rata 11,8 tahun, masing-masing membawa total 178 hingga 203 penumpang dalam konfigurasi dua kelas, tergantung tata letak kursi. Vietnam Airlines menempatkan A321-nya untuk digunakan pada berbagai rute domestik dan regional, dengan penerbangan jarak jauh menggunakan A350 dan Boeing 787.
Tiga A321 yang akan dilelang terdaftar sebagai VN-A350, VN-A351, dan VN-A352. Ketiga pesawat dikirim dalam status baru ke Vietnam Airlines pada awal 2007, membuat pesawat berusia lebih dari 16 tahun. Ketiga pesawat saat ini menampilkan konfigurasi A321 dengan kepadatan tertinggi dari maskapai hanya dengan delapan kursi di kelas bisnis dan 195 di kelas ekonomi, menawarkan jarak antar kursi masing-masing 45 inci dan 32 inci.
Ini bukan pertama kalinya Vietnam Airlines melelang pesawat untuk menghasilkan pendapatan. Kembali pada tahun 2020, maskapai ini menjual lima Airbus A321 masing-masing dengan harga rata-rata US$7,4 juta dalam upaya untuk meningkatkan pendapatannya dan merestrukturisasi armadanya di puncak pandemi. Satu tahun kemudian, maskapai kemudian menjual 11 unit A321 lagi dengan cara ini.
Vietnam Airlines telah mengalami pemulihan yang kuat dari pandemi, sebagian dibantu oleh pasar domestik yang sangat kuat. Dalam enam bulan pertama tahun ini, maskapai ini telah mengangkut lebih dari 10 juta penumpang, naik 23,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Siapa yang tak kenal dengan stasiun Palmerah yang terletak setelah stasiun Tanah Abang dan menjadi jalur kereta komuter (KRL) tujuan Rangkas Bitung. Stasiun ini berada di ketinggian +13 meter, masuk dalam Daerah Operasionl I dan hanya melayani KRL Jabodetabek saja.
Dulu, stasiun ini memiliki empat jalur kereta api, namun kini hanya tersisa dua jalur. Penasaran dari mana nama Palmerah? KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, bahwa nama Palmerah sendiri awalnya dari patok-patok berwarna merah yang terletak di pinggir jalan wilayah tersebut dan masyrakat menyebutnya Paal Merah.
Namun kini patok-patok tersebut sudah berubah warna menjadi hitam dan putih. Patok-patok itu sebenarnya berfungsi sebagai penanda batas wilayah Batavia ke arah Bogor. Jalanan berpatok merah ini dulunya sering dilewati oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda ketika hendak mengendarai kereta kuda dari Batavia menuju Istana Bogor.
Stasiun Palmerah sendiri mulai beroperasi pada 1899, konon pembukaan jalur kereta api ini adalah pengembangan dari trem uap dari Batavia menuju Tangerang dengan cabang dari Djembatan Doewa (Jembatan Dua) menuju Paal Merah. Jalur trem uap yang menuju Palmerah melewati beberapa halte yakni Gang Chaulan, halte Djati Lama, halte Pekembangan, dan halte akhir Palmerah.
Stasiun Palmerah sebelum direnovasi
Jarak titik awal trem hingga berakhir di Palmerah sepanjang 8,49 km. Dibukanya jalur trem uap Palmerah menjadikan terhubungnya arus transportasi dari tengah kota Batavia menuju pinggiran kota di Kebayoran. Pada akhir abad ke 19, kondisi lalu lintas di pusat kota Batavia menuju Palmerah sangat ramai oleh para pelancong yang hilir mudik silih berganti.
Mereka melalui jalur ini untuk berbagai kepentingan, salah satunya seperti berdagang. Karena semakin berkembangnya wilayah tersebut, maka untuk melayani kebutuhan transportasi di jalur Batavia-Kebayoran pada masa itu, pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan Besluit No.4 tanggal 24 Januari 1891 yang memberikan konsesi pembangunan dan pengoperasian trem uap di Residen Batavia dengan ketentuan trem digunakan untuk mengangkut orang dan barang.
Lebar kereta trem tersebut 1.067 mili meter dan pemerintah memberi jaminan modal sebesar 15.000 gulden. Ini merupakan salah satu jalur kereta api yang beroperasi pada awal abad ke 20 dan masih digunakan hingga sekarang.
Baca juga:Manggarai, dari Tempat Budak Hingga Menjadi Stasiun Terbesar di Jakarta
Dulu, sebelum mengoperasikan KRL selain trem, jalur ini juga menjadi jalur kereta ekonomi lokal tujuan Rangkas Bitung. Tahun 1992, KRL Serpong Ekspress juga melintas melalui jalur ini dan menjadi cikal bakal dari KRL Green Line.
Kemudian tahun 2013-2014 stasiun ini mulai direnovasi menjadi lebih baik dan ditingkat dua. Sehingga pada 6 Juli 2015 lalu, stasiun ini resmi digunakan kembali dengan fasilitas yang lebih modern, seperti eskalator dan juga kini ada perencanaan pembangunan TOD di sekitaran stasiun Palmerah.
Jalur produksi pesawat narrow body Boeing 737 Max dan pesawat intai P-8A Poseidon kini sedang mengalami kendala. Namun, kendala bukan diakibatkan oleh aksi pemogokan karyawan atau masalah pada komponen. Ternyata masalah bersumber dari jembatan rel yang runtuh di atas Sungai Yellowstone pada 24 Juni 2023.
Putusnya jembatan rel di Sungai Yellowstone berdampak serius, yakni pengiriman badan pesawat (fuselage) 737 Max dari Spirit AeroSystems, yang memproduksi ‘pickles’ di Wichita, Kansas ke fasilitas perakitan Boeing di Renton, Washington, menjadi terganggu. Jembatan rel Sungai Yellowstone runtuh ketika sebuah kereta yang membawa aspal jatuh ke sungai.
Menurut sebuah laporan oleh The Air Current, Boeing sekarang mengangkat badan pesawat 737 yang belum dicat dan belum selesai, yang tidak termasuk bagian seperti sayap, penstabil horizontal dan vertikal, ke truk di dekat lokasi kecelakaan. Setelah heavy goods vehicles (HGV) melintasi Sungai Yellowstone, badan pesawat dapat dipindahkan ke kereta api dan diangkut ke Renton, Washington untuk dirakit sepenuhnya.
Stasiun TV lokal KTVQ melaporkan bahwa The Unified Command, yang terdiri dari pejabat dari beberapa badan pemerintah federal dan negara bagian AS, menyebut bahwa jembatan rel akan diperbaiki dalam hitungan minggu.
Spirit AeroSystems adalah salah satu pemasok utama bagi Boeing dalam proyek pesawat 737 Max. Spirit AeroSystems adalah perusahaan manufaktur aeroangkasa yang berbasis di Amerika Serikat dan bertanggung jawab atas produksi sejumlah komponen utama pesawat, termasuk bagian-bagian struktural utama.
Dalam konteks proyek 737 Max, Spirit AeroSystems memiliki peran penting dalam memproduksi dan menyediakan beberapa bagian kunci untuk pesawat tersebut. Mereka bertanggung jawab atas desain dan manufaktur sayap depan, bagian tengah, dan bagian ekor dari pesawat 737 Max. Bagian-bagian tersebut meliputi bagian struktural seperti panel sayap, pylon mesin, dan stabilizer vertikal.
Namun, perlu dicatat bahwa setelah kecelakaan dua pesawat 737 Max pada 2018 dan 2019 yang melibatkan sistem pengendalian penerbangan MCAS (Maneuvering Characteristics Augmentation System), Spirit AeroSystems juga terkena dampaknya. Setelah insiden tersebut, produksi pesawat 737 Max dihentikan sementara, termasuk produksi oleh Spirit AeroSystems. Hal ini menyebabkan penurunan pendapatan dan pengaruh signifikan terhadap aktivitas perusahaan.
Dalam rangka mengatasi masalah yang ditemui pada pesawat 737 Max, Boeing bekerja sama dengan para pemasoknya, termasuk Spirit AeroSystems, untuk memperbaiki sistem dan proses produksi. Setelah peninjauan mendalam dan peningkatan dalam desain dan prosedur, produksi pesawat 737 Max kemudian dilanjutkan dengan penerapan perubahan yang diperlukan.
Spirit AeroSystems berperan sebagai salah satu mitra utama bagi Boeing dalam produksi pesawat 737 Max dan memainkan peran penting dalam membangun struktur utama pesawat tersebut.
Penumpang yang menggunakan layanan penerbangan Vietjet dari Jakarta – Ho Chi Minh City, Bali – Ho Chi Minh City/Hanoi akan merasa aman dan nyaman dalam menikmati perjalanan mereka sepenuhnya dengan asuransi Sky Care. Vietjet menyediakan asuransi perjalanan Sky Care secara gratis untuk semua penumpang di semua kelas tiket dan di seluruh jaringan penerbangan guna memberikan pengalaman terbang yang aman dan menyenangkan.
Dengan asuransi perjalanan Sky Care yang komprehensif, seluruh penumpang akan merasakan berbagai manfaat yang meliputi penggantian biaya medis akibat kecelakaan atau penyakit (termasuk Covid-19), masalah terkait penerbangan (seperti penundaan pemerbangan, penundaan bagasi, kehilangan bagasi, dan kehilangan dokumen perjalanan), serta Layanan Dukungan Perjalanan dan Medis Global yang tersedia sepanjang waktu.
Selain itu, wisatawan Indonesia dapat mencari tiket dengan harga terjangkau mulai dari Rp900.000/sekali jalan (termasuk pajak & biaya tambahan) setiap hari Rabu, Kamis, dan Jumat hingga akhir tahun. Waktu penerbangan untuk tiket promosi mulai dari 10 Agustus 2023 hingga 31 Maret 2024 (tidak termasuk hari libur umum).
Setiap wisatawan yang berhasil membeli tiket akan secara otomatis mendapatkan asuransi perjalanan Sky Care saat mereka mereka melakukan perjalanan bersama Vietjet. Asuransi ini berlaku untuk semua kelas tiket, termasuk Eco, Deluxe, SkyBoss, dan Bisnis.
Rute Jakarta – Ho Chi Minh City akan mulai beroperasi pada tanggal 5 Agustus 2023 dengan satu penerbangan pulang pergi harian. Rute ini merupakan rute ketiga dari Vietjet yang menghubungkan kedua negara tersebut. Saat ini, Vietjet telah mengoperasikan tiga penerbangan pulang pergi harian antara Bali dan Ho Chi Minh City, serta satu penerbangan pulang pergi harian antara Bali dan Hanoi.
Lahan bekas peninggalan salah satu bandara paling berbahaya di dunia, Bandara Kai Tak, Hong Kong, dikabarkan bakal disulap jadi gedung pencakar langit setinggi 200 meter. Bila tak ada aral melintang, gedung yang berdiri di airside atau bisa dibilang apron bandara itu akan menjadi landmark tertinggi di Kowloon Bay pada tahun 2022
Proyek senilai US$4,12 miliar ini merupakan proyek Hong Kong pertama bersama studio desain Norwegia, Snøhetta, yang sudah malang-melintang mendesain bangunan indah dan berkelas di dunia, seperti planetarium di Norwegia serta restoran bawah air pertama di Eropa.
Masyarakat selalu memadati gedung-gedung di sekitar bandara yang memang cukup dekat dengan bandara, untuk melihat dan mengabadikan momen lalu lalang pesawat. Foto: CNN
Dengan dana sebesar itu, gedung 47 lantai tersebut nantinya akan dijadikan sebagai pusat perkantoran serta kompleks ritel dengan mengusung konsep “wholeness”, yakni sentuhan modern dan inovatif khas Snøhetta, dipadukan dengan nilai-nilai historis bandara yang pensiun pada tahun 1997 ini.
“Sementara menghormati konteks sejarah situs, konsep awal kami untuk pengembangan mengambil inspirasi dalam keragaman fungsi komersial, rekreasi, dan ritel serta peluang yang diberikannya untuk menghasilkan serangkaian ruang publik yang kaya dan interaktif selama pengembangan,” Robert Greenwood , Direktur pelaksana Snøhetta di Asia, seperti dikutip dari CNN Travel.
Desain gedung pencakar langit di bekas Bandara Kai Tak. Foto: CNN
“Pendekatan ini membawa kami ke solusi hibrida untuk menara – tidak lagi menara dan podium tradisional, tetapi komposisi elemen yang digabungkan untuk membentuk struktur perkotaan yang holistik, menghubungkan tanah ke langit,” tambahnya.
Memiliki luas 1,9 juta kaki persegi, gedung pencakar langit ini akan menjadi salah satu landmark sekaligus pusat bisnis terbesar dan terbaru di Hong Kong; di samping berbagai terobosan hijau, seperti menampung air hujan sebagai salah satu sumber air, tempat parkir sepeda otomatis pertama di kota, ventilasi alami, sistem pemilahan dan penyimpanan limbah cerdas otomatis, serta ruang terbuka hijau di roof top gedung, sebagai salah satu paru-paru kota serta wadah interaksi masyarakat.
Momen Air France Concorde di Bandara Kai Tak. Foto: CNN
Lebih dari semua itu, gedung yang menjadi bagian dari Kai Tak Redevelopment projects tersebut diharapkan mampu membangkitkan pamor Bandara Kai Tak, yang sejak pertama kali didirikan pada 1950an sudah menarik perhatian masyarakat, dengan lalu lintas pesawat yang cukup dekat dengan bangunan-bangunan di sekitar bandara.
Sekilas tentang Bandara Kai Tak, sebelum penutupan pada tanggal 6 Juli 1998, Bandara Kai Tak dianggap sebagai salah satu bandara paling sulit di dunia bagi seorang pilot. Berada di tengah kawasan permukiman Kowloon, landasan pacu yang menjorok ke laut, bandara ini amat menguji skill bagi pilot bahkan untuk pilot berpengalaman.
Foto: CNN
Seorang pilot yang memiliki pengalaman terbang lebih dari 30 tahun pernah merasakan Bandara Kai Tak. Ia juga mantan Manajer Operasi Cathay Pacific Airways, Russell Davie.
“Sebagai pilot, Bandara Kai Tak benar-benar unik. Belok 45 derajat saat ketinggian 150 meter agar segaris dengan landasan pacu, Anda akan terbang di antara gedung-gedung pencakar langit,” kata Russell.
Lion Rock (sebuah bukit yang menonjol di Hong Kong) memblokir pesawat yang akan mendarat lurus secara langsung. Pesawat harus melakukan manuver khusus di atas Kowloon dan ini cukup menantang, terutama dalam kondisi angin kencang. Ada momen yang paling menakutkan saat pendaratan pesawat freighter Air France 747-200. Pesawat ini terbang sangat rendah hingga mendekati langit-langit permukiman penduduk.
Bandara Internasional Hong Kong dibuka pada bulan Juli 1998 dan dianggap sebagai salah satu bandara terbaik di dunia. Namun eks Bandara Kai Tak masih diingat karena telah melayani Hong Kong selama 73 tahun.
Tidak terasa, usia Bandara Internasional Hong Kong di pulau Chek Lap Lok telah mencapai 25 tahun, yakni sejak menggantikan peran Bandara Kai Tak yang berada di pusat kota. Perjalana seperembat abad Bandara Hong Kong rupanya tidak luput dari perhatian, dan Kamis lalu, 6 Juli 2023, ditandai dengan serangkaian perayaan, dimulai dari aula kedatangan Terminal 1.
Penumpang yang terkejut akan menikmati pertunjukan grup drum, band jazz, dan pertunjukan tari oleh staf bandara dari maskapai penerbangan rumahan, perusahaan dan bisnis bandara, dan otoritas bandara. Perayaan juga termasuk upacara pemotongan kue bandara lainnya.
Meskipun semuanya terlihat sangat menyenangkan, mungkin yang lebih menarik bagi publik adalah 80.000 tiket pesawat gratis akan diberikan kepada penduduk Hong Kong. Itu diumumkan tadi malam oleh Jack So, Ketua Otoritas Bandara Hong Kong (AAHK), pada resepsi untuk merayakan HUT ke-25 kepindahan ke lokasi baru.
Untuk mendukung industri penerbangan selama pandemi COVID-19, AAHK membeli 500.000 tiket dari maskapai penerbangan domestik pada tahun 2020. Pada bulan Maret tahun ini, otoritas meluncurkan kampanye “World of Winners”, memberikan sebagian dari tiket tersebut kepada para pelancong di negara-negara besar dan pasar global untuk mendorong pemulihan industri penerbangan Hong Kong.
Kini itikad baik itu menular ke warga sekitar, mulai hari ini AAHK akan membagikan 80.000 tiket melalui berbagai saluran dari maskapai Cina dan Hong Kong. Tiket pesawat pulang pergi adalah untuk perjalanan dari Hong Kong ke berbagai tujuan di Asia.
Uji coba rute Bus Transjakarta dari Kalideres ke Bandara Soekarno-Hatta resmi digelar sejak Rabu (5/7) lalu. Seluruh warga yang hendak berpergian ke Bandara Soekarno-Hatta kini dapat menggunakan bus Transjakarta secara gratis dalam masa uji coba selama dua minggu. Adapun caranya, calon penumpang tinggal menaiki Bus Transjakarta di Terminal Kalideres. Calon penumpang tetap diwajibkan untuk tap-in saat naik dan tap-out saat turun bus Transjakarta.
Selain itu, calon penumpang juga dapat naik Bus TransJakarta rute Bandara Soekarno-Hatta di titik pemberhentian yang ada di 18 titik. Bus yang digunakan berjenis low deck (lantai rendah), sehingga lebih mudahkan dalam aspek mobilitas penumpang. Dalam pelaksanaannya, uji coba bus Transjakarta dari Kalideres ke Bandara Soekarno-Hatta menghabiskan waktu sekitar 43 menit.
Bukan hanya pegawai bandara, seluruh lapisan masyarakat dapat mencoba perjalanan dari Kalideres ke Bandara Soekarno-Hatta dengan gratis selama dua minggu. “Rute ini dilayani mulai jam 06.00 WIB sampai jam 09.00 WIB. Begitu juga sore hari jam 18.00 sampai dengan 21.00 WIB.
Berikut daftar Rute Bus Transjakarta Kalideres-Bandara Soetta
1. Halte Kalideres 1
2. Pos Polisi Daan Mogot Baru
3. RSUD Kalideres
4. SMAN 84
5. Simpang Jalan Peta Selatan
6. Sekolah Kairos Garcia
7. Jalan Citra Garden VII
8. Jalan Alam Raya
9. Jalan Rawa Lele
10. Jalan Rawa Lele 1
11. SMPN 186
12. Seberang Jalan Peta Barat 1
13. Jalan Husein Sastranegara 2
14. Jalan Husein Sastranegara 1
15. Gerbang Soetta 1
16. Seberang Sowan Wisata Belanja
17. Jalan Cengkareng Golf Club 1
18. Soewarna Foodhall 1
19. Jalan Cengkareng Golf Club 3
20. Terminal Kargo 1
21. Terminal Kargo 2
22. Perkantoran Soekarno Hatta
Lion Air Group rupanya punya kemandirian dalam kemampuan pengerjaan perawatan interior armada pesawatnya. Alih-alih mengorder pengerjaan ke luar negeri, Lion Air Group lewat anak perusahaan, Batam Aero Technic (BAT) mampu melakukan perawatan dalam mengembalikan pesawat seperti baru dengan tampilan interior kabin yang mengesankan.
Seluruh proses pembaruan dilakukan di hanggar yang terletak di Batam, menunjukkan dedikasi perusahaan dalam memberikan hasil terbaik kepada maskapai selaku klien (pelanggan). Interior kabin pesawat adalah ruang tempat penumpang menghabiskan waktu selama perjalanan udara dan sebagai lingkungan yang mencerminkan kenyamanan dan keindahan.
Dalam siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com, Lion Air Group memberikan beberapa tahap yang dilakukan dalam memperbarui interior kabin pesawat.
1. Evaluasi Awal
Tahap ini melibatkan pemeriksaan menyeluruh terhadap interior kabin pesawat yang akan diperbarui. Tim teknis akan mengevaluasi kondisi keseluruhan kabin, termasuk dinding, lantai, langit-langit, panel, kursi, perlengkapan kabin, dan sistem pendukung lainnya. Evaluasi ini bertujuan mengidentifikasi area yang membutuhkan perbaikan atau penggantian.
2. Perencanaan dan Desain
Tim perencana dan desain akan merancang konsep pembaruan interior kabin yang sesuai kebutuhan dan keinginan klien. Mempertimbangkan faktor seperti gaya, warna, bahan, dan elemen-elemen estetika lainnya. Perencanaan dan desain ini melibatkan kerjasama antara tim teknis dan klien untuk mencapai hasil yang diinginkan.
3. Penggantian dan Pemasangan
Tahap ini termasuk penggantian panel dinding, karpet, langit-langit, penutup kursi, jendela, lampu, perlengkapan kabin, dan sistem hiburan penumpang. Proses ini dilakukan secara hati-hati untuk memastikan setiap komponen dipasang tepat dan menurut desain yang diinginkan.
4. Finishing dan Detail
Meliputi pengecatan ulang, perapian, penghalusan permukaan, dan pemasangan detail kecil seperti trim, panel kontrol, dan penutup kursi. Tujuan tahap ini adalah mencapai tampilan yang rapi, halus, dan serasi dalam interior kabin.
5. Pengujian dan Inspeksi
Setelah proses pembaruan selesai, tahap pengujian dan inspeksi dilakukan guna memastikan bahwa semua sistem dan komponen interior kabin berfungsi baik. Tes yang dilakukan meliputi pengujian sistem hiburan penumpang, pencahayaan, ventilasi, dan perlengkapan kabin lainnya. Inspeksi visual dilakukan untuk memastikan kualitas dan kesesuaian hasil pembaruan menurut standar keselamatan dan kualitas yang berlaku.