Boeing 737 Classic Diubah Jadi Airbnb Yang Menakjubkan
Kenali Jenis Makanan Khusus dalam Penerbangan
Bagi Anda yang melakukan penerbangan, khususnya dengan maskapai yang menyajikan layanan full service terkadang melupakan bahwa ada fasilitas untuk pemesanan makanan khusus. Untuk menarik minat dan selera penumpang, umumnya sajian hidangan di penerbangan full service dirancang dan diracik dengan memikat, tak jarang untuk mengukuhkan promosi, pihak maskapai juga menggandeng nama-nama chef yang kondang.
Baca juga: Ini Sejumlah Alasan Mengapa Anda Tidak Boleh Seenaknya Pindah Kursi di Dalam Pesawat
Namun tak selamanya menu pada penerbangan sesuai dengan keinginan, contoh bagi Anda yang punya pantangan kesehatan atas jenis makanaan tertentu, atau pantangan berdasarkan perintah agama, sampai kebutuhan khusus pada anak kecil atau bayi, semua harus dipersiapkan sedari awal sebelum perjalanan. Kitika perjalanan Anda lumayan jauh, seperti misalnya ke Eropa atau Amerika, maka taka da salahnya untuk memesan makanan khusus.
Kebanyakan pemesanan makanan khusus tidak dipungut tambahan biaya, asalkan Anda harus mengetahui ketentuan cara pemesanan di masing-masing maskapai. Di maskapai Singapore Airlines dan Cathay Pacific, proses pemesanan dapat dilakukan lewat jalur online, cukup dengan menginput nomer booking dan flight number. Sementara di maskapai Garuda Indonesia, pemesanan bisa dilakukan dengan cara menelpon ke call center. Baik Singapore Airlines dan Garuda Indonesia punya syarat bahwa permintaan dapat dilakukan sekurang-kurangnya 24 jam sebelum jadwal penerbangan. Setelah proses pemesanan tuntas, Anda tinggal duduk manis, nantinya pramugari/pramugara akan menghampiri Anda dengan membawa makanan khusus tadi.
Dan dalam dunia penerbangan internasional, penentuan jenis makanan khusus ditandai dengan kode khusus yang telah disahkan oleh IATA. Berikut adalah kode-kode makanan khusus yang menjadi standar di seluruh dunia.
Makanan Yang Ada di Pesawat Untuk Bayi, Bayi dan Makanan Anak
• Bayi Meal (BBML)
Cocok untuk bayi berusia kurang dari 1 tahun, makanan ini terdiri dari 3 botol (sekitar 80 gram ke 110 gram) dari makanan bayi – hidangan utama, sayuran dan makanan penutup.
• Post-Menyapih Meal (PWMLM)
Cocok untuk bayi berusia antara 1 dan 2 tahun, makanan ini lebih besar daripada bayi Meal. Makanan item mudah untuk menggigit, mengunyah dan mencerna.
• Meal Anak untuk Bayi (CHMLI)
Cocok untuk bayi berusia kurang dari 2 tahun, makanan ini lebih besar dari segi kuantitas dan pilihan komponen makanan. Makanan item mudah untuk menggigit, mengunyah dan mencerna.
• Anak Meal (CHML)
Cocok untuk anak-anak berusia antara 2 dan 7 tahun, makanan ini kurang besar daripada makan dewasa. Makanan item mudah untuk menggigit dan mengunyah, dan menarik bagi anak-anak.
Makanan Yang Ada di Pesawat Khusus Pecinta Agama
• Meal Hindu Non-Vegetarian (HNML)
Makanan ini adalah non-vegetarian dan berisi daging (domba, unggas), ikan, dan/atau produk susu. Ini adalah makanan non-vegetarian cocok untuk mereka yang tidak mengkonsumsi daging sapi, sapi, babi, asap dan ikan mentah. Biasanya dimasak pedas atau kari, gaya persiapan dan memasak yang mungkin berbeda.
• Meal Kosher (KSML) Kosher Prinsip Halal Ala Yahudi
Disiapkan sesuai dengan spesifikasi agama Yahudi, pra-dikemas makanan ini (yang disegel) mengandung daging.
• Kosher Vegetarian (KSMLV)
Disiapkan sesuai dengan spesifikasi agama Yahudi, pra-dikemas makanan ini (yang disegel) tidak termasuk penggunaan daging, makanan laut dan produk susu. Silahkan hubungi Reservasi Kantor kami untuk membuat pengaturan yang diperlukan untuk penerbangan Anda.
• Meal Muslim (MOML)
Tidak ada alkohol, daging babi, babi oleh-produk, ham atau daging yang digunakan dalam penyusunan makanan ini. Its persiapan dan memasak gaya dapat bervariasi.
Makanan Yang Ada di Pesawat Khusus Vegetarian
• Raw Vegetarian Meal (RVML)
Makanan ini disusun kombinasi buah-buahan dan / atau sayuran mentah.
• Vegetarian Meal India (AVML)
Ini adalah makanan vegetarian non-ketat yang disiapkan dalam gaya India dan biasanya pedas. Tidak ada daging, makanan laut atau telur diperbolehkan. Makanan ini mungkin termasuk produk susu.
• Vegetarian Jain Meal (VJML)
Cocok untuk Jain, makanan ini dimasak dalam gaya India dan biasanya pedas. Tidak ada daging, makanan laut, telur dan produk susu yang digunakan dalam penyusunan makanan ini. Bawang, bawang putih, jahe, jamur dan sayuran akar juga tidak digunakan. Silahkan hubungi Reservasi Kantor kami untuk membuat pengaturan yang diperlukan untuk penerbangan Anda.
• Vegetarian Meal Oriental (VOML)
Biasanya dimasak dalam gaya Cina, makanan ini tidak mengandung daging, makanan laut, telur dan produk susu.
• Vegetarian Vegan Meal (VGML)
Biasanya dimasak dalam gaya Barat, makanan ini tidak mengandung daging, makanan laut, telur dan produk susu.
• Vegetarian Lacto-Ovo Meal (VLML)
Disusun dalam gaya Barat, ini adalah makanan vegetarian non-ketat yang dapat mencakup telur dan produk susu tetapi menghilangkan semua daging dan makanan laut.
Makanan Yang Ada di Pesawat Untuk Diet
• Meal Bland (BLML)
Item yang menyebabkan iritasi lambung tidak akan digunakan dalam penyusunan makanan ini misalnya lada hitam, cabai bubuk, kakao dan alkohol.
• Meal Diabetic (DBML)
Gula tidak digunakan dalam penyusunan makanan ini. Garam dalam jumlah terbatas diperbolehkan.
• Bebas Lemak Meal (FFMLM)
Makanan ini tidak termasuk penggunaan lemak hewan atau makanan berlemak, dan produk susu. Makanan alami tinggi kolesterol, seperti daging merah, udang dan kulit unggas dari semua jenis dihindari. Makanan yang digoreng dari semua jenis dilarang.
• Buah Platter (FPML)
Hanya buah-buahan segar disajikan untuk makanan ini.
• Gluten Meal toleran (GFML)
Tidak ada gandum, rye, barley, gandum dan dedak dalam bentuk apapun (termasuk makanan yang mungkin mengandung bahan-bahan tersebut) disajikan untuk makanan ini.
• Rendah Kalori Meal (LCML)
Makanan contaning jumlah besar lemak (makanan misalnya digoreng, saus dan gravies) digunakan dalam jumlah terbatas untuk menyiapkan makanan ini. Penggunaan barang-gula yang kaya juga dibatasi.
• Low Fat Meal (LFML)
Makanan ini tidak termasuk penggunaan lemak hewan atau makanan berlemak. Makanan alami tinggi kolesterol (misalnya udang dan unggas kulit dari semua jenis) dan makanan yang digoreng dari semua jenis dilarang. Hanya produk susu rendah lemak (misalnya susu skim atau keju cottage), daging tanpa lemak dan minyak nabati cair poli-tak jenuh yang diizinkan.
• Rendah Serat Residu Meal (LFBRS)
Makanan ini dicerna mudah membatasi jumlah serat yang dikonsumsi. Bran dan gandum produk dihindari. Buah-buahan, sayuran dan jus dibatasi.
• Low Lactose Meal (NLML)
Makanan ini tidak termasuk makanan yang mengandung susu, padatan susu kering, kasein, keju, krim, mentega, laktosa dan margarin.
• Low Salt Meal (LSML)
Makanan garam, serta alami asin dan diproses (misalnya baking powder, soda dan MSG) yang baik dihilangkan atau dibatasi dalam jumlah dalam penyusunan makanan ini.
• Non-Karbohidrat Meal (NCBHD)
Tidak ada pati dan karbohidrat dalam bentuk apapun akan ditampilkan dalam makanan ini.
• Non-Strict Nut Meal Gratis (NFMLA)
Bahan seperti kacang tanah dan kacang-kacangan dihilangkan dari makanan ini. Silahkan hubungi Reservasi Kantor kami untuk membuat pengaturan yang diperlukan untuk penerbangan Anda.
• Meal Semi-Fluid (SMFUM)
Terutama bubur, cincang dan item yang mudah dicerna (misalnya susu, yoghurt, bubur, cincang atau daging homogen, bubur sayuran dan buah-buahan) yang ditampilkan dalam makanan ini.
• Meal Cairan Lembut (SFUML)
Terutama diayak dan item pekat (misalnya susu, disaring bubur, disaring sup mengental atau sup bening) yang ditampilkan dalam makanan ini.
• Maag Diet Meal (UCDEM)
Makanan ini mengandung mudah dicerna, polos, rebus dan panggang makanan (misalnya daging putih atau ikan). Makanan atau buah-buahan yang bersifat asam (misalnya buah jeruk) dihindari.
Makanan lainnya
• Meal Jepang (JPMLM)
Tersedia hanya untuk Suite dan penumpang Kelas Satu, makanan ini adalah fitur pada penerbangan dari Singapura dan rute pilihan lainnya, dengan durasi penerbangan dari 2 jam atau lebih. Silahkan hubungi Reservasi Kantor kami untuk membuat pengaturan yang diperlukan untuk penerbangan Anda.
• Seafood Meal (SFML)
Makanan ini hanya memiliki makanan laut, termasuk ikan.
• Non-Beef Meal (NBMLM)
Makanan ini melarang penggunaan daging sapi atau daging sapi oleh-produk dalam semua program.
Airbus Helicopters Tampilkan ACH130 Edisi Aston Martin dengan Sentuhan Mewah Terbaru
Inggris Kembangkan Teknologi Kecerdasan Buatan untuk Memprediksi ‘Timbunan’ Daun di Atas Rel Kereta
Teknologi Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) cepat atau lambat akan hadir mendukung layanan pada dunia kereta api. Dari beragam fungsi AI yang dapat diadaptasi untuk layanan kereta api, fungsi untuk mendukung keselamatan tak pelak menjadi salah satu yang diprioritaskan. Seperti, kemunginan AI dapat memprediksi kondisi lintasan rel dengan adhesi rendah.
Baca juga: Israel Aplikasikan Teknologi Kecerdasan Buatan Cegah Kereta Tabrakan
Dikutip dari railway-technology.com (8/3/2023), Rail Safety and Standards Board (RSSB), perusahaan independen di Inggris yang berkecimpung pada sistem keselamatan kereta api, bekerja sama dengan University of Sheffield, saat ini sedang mengembangkan alat berbasis AI yang digadang dapat memprediksi kondisi lintasan dengan adhesi rendah.
Secara khusus, tantangan musiman terkait dengan teknologi AI ini adalah tentang bagaimana menangani dedaunan yang menutupi jalur rel kereta.
Tujuan dari pengembangan ini adalah untuk memberikan alat ‘estimasi gesekan kepala rel’ online pada musim gugur 2023, yang akan memungkinkan pengguna untuk memasukkan data dan menerima prediksi gesekan yang berkaitan dengan jaringan rel. Proyek ini akan melibatkan penggunaan AI untuk menganalisis data dan rekaman beresolusi tinggi pada gesekan antara roda dan rel.
Kondisi jalur adhesi rendah, seperti banyaknya dedaunan di jalur rel , ternyata dapat menyebabkan masalah keselamatan dan operasional, merugikan industri sekitar £350 juta per tahun.
Penundaan ini berdampak pada kinerja kereta api dan kelebihan kapasitas di stasiun tujuan. Selain dedaunan di jalur, suhu dan kelembapan dapat memengaruhi tingkat kerekatan antara roda kereta dan rel.
Paul Gray, kepala teknik dan penelitian profesional di RSSB, mencatat bahwa pengenalan pola dan AI akan memberikan perkiraan kondisi adhesi railhead lokal.
“Kereta api bekerja keras untuk mengelola kondisi daya rekat rendah dengan menggunakan serangkaian teknologi dan proses yang pada dasarnya dapat mengatasi berbagai kondisi daya rekat yang dapat bervariasi sepanjang tahun dan biasanya paling bermasalah di musim gugur,” kata Gray.
“Namun, kondisi adhesi sangat rendah yang berkelanjutan masih dapat terjadi dan dapat menyebabkan kereta tidak dapat melambat dan berhenti dengan cara yang terkendali, dan dapat berakhir seperti tabrakan yang terjadi di dekat Salisbury pada Oktober 2020.”
RSSB menggunakan penelitian sebelumnya, yang menemukan bahwa kondisi gesekan pada permukaan rel dapat diperkirakan dengan menggunakan gambar lingkungan, gambar kepala rel, dan data sensor lainnya.
“Memiliki estimasi mendetail tentang kondisi adhesi lokal dapat membantu meningkatkan pengambilan keputusan operasional dan perencanaan perawatan railhead dalam jangka pendek dan dapat menawarkan cara yang andal untuk membandingkan satu rute ke rute lainnya untuk membantu memfokuskan investasi lebih lanjut guna mengurangi adhesi rendah,” jelas Gray.
Karena kelayakan proyek ini telah disetujui, pengerjaan perluasan alat baru ke jenis infrastruktur lainnya sedang dilakukan.
Baca juga: Kereta di Jepang Gunakan Kecerdasan Buatan Guna Bantu Penumpang Disabilitas
Jaringan kereta api Inggris terdiri dari sekitar 20.000 mil jalur, dan teknologi AI dapat membantu pemantauan dan pengelolaan jaringan ini secara efisien. Hal ini dapat mencegah gangguan, mulai dari masalah seperti meninggalkan jalur, hingga perjalanan penumpang maupun perjalanan barang.
Strategi pengelolaan biasanya didasarkan pada prakiraan meteorologi serta informasi kondisi infrastruktur setempat. Diharapkan informasi yang diberikan oleh teknologi AI mengenai hal ini akan lebih akurat.
Pramugara Senior Ungkap Manfaat ‘Puasa’ Bagi Penumpang dalam Penerbangan Jarak Jauh
Saat di bulan ramadhan, tak sedikit penumpang pesawat yang tetap berpuasa. Di luar bulan ramadhan, banyak penumpang yang mengisi waktu selama dalam penerbangan, apalagi penerbangan jarak jauh, dengan memakan makanan, baik itu makanan berat maupun makanan ringan. Menurut pramugari berpengalaman, ternyata itu tidak baik. Ia justru menganjurkan penumpang ‘berpuasa’ sebagai tips melewati penerbangan jarak jauh dengan nyaman.
Baca juga: 5 Tips Agar Penumpang Pesawat Tidak Bosan dalam Penerbangan Jarak Jauh
Sebelum membahas lebih lanjut terkait tips agar ‘berpuasa’ di penerbangan jauh, maskapai dan bandara cukup beragam dalam mendefinisikan penerbangan ultra jarak jauh, jarak jauh, menengah, dan jarak pendek. Maskapai-maskapai seperti Cathay Pacific, Singapore Airlines tentu sudah jelas, hanya mengoperasikan penerbangan jarak jauh.
Bandara Hong Kong menganggap sebagian besar tujuan Asia tergolong sebagai penerbangan jarak pendek. Sedangkan tujuan lainnya seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Australia merupakan penerbangan jarak jauh.
American Airlines menggunakan jarak penerbangan sebagai ukuran apakah itu penerbangan jarak jauh atau jarak pendek. Maskapai lain ada yang menilainya dari segi durasi. Penerbangan jarak pendek berkisar satu sampai tiga jam.
Sedangkan penerbangan jarak jauh berkisar enam sampai 12 jam. Adapun penerbangan tiga sampai enam jam merupakan jarak menengah.
Dalam penerbangan selama itu (enam sampai 12 jam atau lebih), tak sedikit tips yang menganjurkan penumpang agar memakan makanan ringan untuk mengisi waktu luas agar tak bosan. Tetapi hal itu, menurut pramugara yang sudah pengalaman 20 tahun, Kris Major, makan di pesawat justru akan melewatkan penumpang dari kesempatan untuk tidur.
Lebih lanjut, seperti dilansir dailyrecord.uk, makan makanan dalam penerbangan saat melintasi zona waktu yang berbeda dapat mengganggu ritme alami tubuh penumpang dan membuatnya merasa gelisah.
“Traveler berpengalaman, setelah lepas landas Anda dapat melihat mereka akan mengenakan selimut dan tidur. Sebagian besar maskapai penerbangan tidak terlalu rencanakan layanan (makanan) mereka di sekitar penumpang dan aklimatisasi serta penyeberangan zona waktu,” jelasnya.
Dengan kata lain, Kris menganjurkan, dalam penerbangan jarak jauh melintasi zona waktu, penumpang ‘berpuasa’ dan melewatkan tawaran makanan dari pramugari maskapai. Ini semata agar penumpang dapat fokus istirahat (tidur) semaksimal mungkin.
Baca juga: Bagaimana Cara Terbaik Tidur di Pesawat? Ini 12 Tipsnya
Andai penumpang tetap ingin makan, sebaiknya, itu dilakukan sebelum terbang. Itupun dengan catatan pada penerbangan jarak jauh terminim, yaitu enam jam atau kurang dari itu.
Setelah puas tidur dalam penerbangan jarak jauh, penumpang diperkenankan untuk memakan makanan. Ini diharapkan dapat membuat tubuh lebih siap saat sampai di bandara tujuan.
Garuda Indonesia Dukung Mobilitas Udara, Terbangkan 2115 Pasukan Perdamaian PBB ke Lebanon dan Kongo
Garuda Indonesia mendukung misi kenegaraan yang salah satunya dilaksanakan melalui penyediaan aksesibilitas transportasi udara bagi sedikitnya 2115 Kontingen Garuda dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang ditugaskan sebagai pasukan perdamaian di Lebanon dan Kongo.
Adapun seluruh pasukan perdamaian tersebut diberangkatkan secara bertahap melalui 8 (delapan) penerbangan Garuda Indonesia dimana 1090 personil pasukan perdamaian akan diberangkatkan menuju Beruit, Lebanon dan 1025 pasukan perdamaian akan diberangkatkan menuju Kongo hingga akhir Maret 2023 mendatang.
Penerbangan pasukan perdamaian tersebut dimulai secara bertahap pada awal pekan ini, Minggu (5/3), dimana Garuda Indonesia telah memberangkatkan sedikitnya 430 orang pasukan perdamaian. Adapun pada Rabu (8/3) Garuda Indonesia kembali mengangkut 330 personil Kotingen Garuda yang diangkut GA 7760.
Seluruh anggota pasukan perdamaian diberangkatkan dengan mengoperasikan mengoperasikan armada A330-900 Neo dan B777-300 ER melalui Jeddah dimana GA 7760 diberangkatkan dari bandara internasional Soekarno Hatta pada Rabu kemarin diberangkatkan pada pukul 09.05 WIB dan tiba di Jeddah pada pukul 15.05 LT untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan menuju Beirut pada pukul 16.35 LT dan tiba pada pukul 18.15 LT.
Adapun 7 (tujuh) penerbangan lainnya akan diberangkatkan secara bertahap dimana 4 (empat) penerbangan ke Beirut diberangkatkan mulai tanggal 5 – 10 Maret 2023 sementara 4 (empat) penerbangan ke Kongo akan diberangkatkan pada akhir Maret 2023.
Perusahaan Properti Australia Pelligra Bangun Vertiport, Bandara Khusus Taksi Udara
Kenapa Penumpang Pesawat ‘Dilarang’ Gunakan Headset Bluetooth Sepanjang Penerbangan?
Setiap sebelum lepas landas, penumpang akan diminta mematikan alat komunikasi (handphone atau ponsel dan sejenisnya) atau membuatnya dalam mode airplane. Tetapi, tidak ada imbauan apapun terkait penggunaan headset bluetooth sepanjang penerbangan. Faktanya, itu tidak diperkanankan sekalipun tidak dijelaskan. Kenapa demikian? Apakah headset bluetooth mengganggu penerbangan?
Baca juga: Tren Main Games di Pesawat: Penumpang Pilih ‘Mabar’ di Ponsel Ketimbang Layar IFE
Sebelum pandemi Covid-19, headset atau headphone bluetooth penggunaannya oleh penumpang sangat terbatas. Pasca datangnya Covid-19 dan dorongan untuk layanan serba touchless, maskapai mulai menghadirkan teknologi yang memungkin penumpang mengakses sistem inflight entertainment (IFE) menggunakan ponsel mereka, termasuk headset atau headphone bluetooth.
Qatar Airways menjadi maskapai pertama di dunia yang menghadirkan konektivitas bluetooth di sistem IFE pesawat. Itu memungkinkan penumpang menggunakan headset bluetooth masing-masing di berbagai armada pesawat Boeing 787-9, Airbus A350, dan lainnya.
Teknisnya, penumpang hanya perlu menghubungkan headphone bluetooth pribadi dengan sistem Oryx One maskapai dan mulai menikmati sistem IFE dengan pengalaman baru.
Terobosan maskapai raksasa asal Timur Tengah ini merupakan kelanjutan dari komitmen Qatar Airways untuk menyediakan pengalaman baru dalam penerbangan. Sebelumnya, maskapai sudah lebih dahulu meluncurkan teknologi Zero-Touch untuk kontrol IFE di setiap pesawat Airbus A350 Qatar Airways. Pada Februari lalu.
Layaknya konektivitas bluetooth, penumpang hanya perlu memindai kode QR menggunakan ponsel pribadi untuk mengontrol IFE tanpa menyentuhnya secara langsung.
Serupa dengan Qatar Airways, United Airlines berhasil menjadi maskapai pertama yang menyediakan konektivitas bluetooth di sistem IFE pesawat. Hanya saja, itu bukan pertama di dunia melainkan pertama di Amerika Serikat (AS).
Dalam gelaran United Next, maskapai tersebut dengan bangga meluncurkan generasi terbaru sistem IFE Panasonic Avionics.
IFE ini juga mengusung layar yang lebih besar, yaitu 10 inci untuk kelas ekonomi dan 13 inci untuk first class. Yang paling menarik tentu konektivitas bluetooth, untuk memungkinkan penumpang menggunakan headphone bluetooth pribadi mereka dalam menikmati film, TV, musik pada sistem IFE.
Untuk sementara waktu, maskapai baru menghadirkan inovasi ini di pesawat-pesawat tertentu. Tetapi pada 2025 mendatang, ditargetkan seluruh armada maskapai sudah dilengkapi dengan layar IFE dan konektivitas bluetooth.
Meski difasilitasi, dalam panduan yang dikeluarkan Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) tentang tentang perangkat nirkabel di pesawat dari tahun 2013, maskapai diizinkan menentukan perangkat apa yang mengganggu jalannya penerbangan. Karena diberi kebebasan, tafsiran dari panduan itu sangat beragam, termasuk meliputi larangan penggunaan headset bluetooth selama penerbangan.
Baca juga: Alasan Berbahaya Mengapa Penumpang Wajib Beritahu Pramugari Saat Kehilangan Ponsel di Pesawat
Dilansir soundguys.com, di beberapa maskapai, pramugari/pramugara akan meminta penumpang melepas headset atau headphone sebelum lepas landas dan mendarat. Bukan karena frekuensi bluetooth mengganggu penerbangan, melainkan untuk memudahkan penumpang yang bersangkutan mendengar arahan kru saat terjadi keadaan darurat.
Dalam beberapa kasus, penumpang yang tak menuruti arahan kru terkait itu bahkan sampai diturunkan paksa dan dianggap sebagai unruly passenger.
