Boeing 737 Classic Diubah Jadi Airbnb Yang Menakjubkan

Penggemar dunia aviasi dapat menikmati liburan impian dengan menginap di hotel bernuasa pesawat. Namun, ada yang unik datang dari Negeri Britania, bukan hotel bertema aviasi, melainkan sebuah pesawat Boeing 727 classic yang diubah menjadi penginapan rental Airbnb yang menakjubkan.
Dari platform pesawat asli, penginapan ini menhadirkan tempat duduk asli, loker di atas kepala, sampai simulator penerbangan di kokpit. Separuh bagian depan pesawat 737 dapat menampung empat orang tamu dan menawarkan tempat tidur ganda di ruang kargo dan bak mandi yang dilengkapi air panas di penutup mesin jet.
Tak meninggalkan sensasi dalam penerbangan, para tamu bahkan dapat menggunakan toilet onboard asli. Dikutip dari dailymail.co.uk, Steven Northam (39 tahun), seorang pengusaha dan dosen di Winchester University, membeli Boeing 737-200 produksi 1960-an di eBay seharga £5.000 dan mengubahnya menjadi rumah liburan dua lantai yang dapat Anda masuki menggunakan tangga naik bandara.
Untuk mengkonversi dari kabin pesawat menjadi sebuah penginapan, Northam telah menghabiskan biaya £15.000 untuk merenovasi selama tiga bulan dan dia menamainya ‘Marwell High Club’ setelah Kebun Binatang Marwell di dekatnya.
Lain dari itu, Northam menghabiskan £3.000 untuk mengangkut 14 kerajinan jendela sejauh 50 mil menggunakan perusahaan pengangkutan dan derek ke sebidang tanah di dekat rumahnya dekat Winchester, Hampshire di jalan yang sama dengan Kebun Binatang Marwell. Kursi pesawat telah dipasang untuk menciptakan ruang hidup di badan pesawat, dan WiFi gratis tersedia untuk para tamu.
Penginapan ini memiliki dua tempat tidur single di lantai atas dan kamar tidur double di ruang bagasi, dengan jendela kaca untuk membiarkan cahaya masuk dari atas. Dari sejarahnya, Boeing 737 melakukan penerbangan perdana pada April 1967 dan berkembang selama bertahun-tahun, dengan varian tempat duduk 85 hingga 215 penumpang.

Kenali Jenis Makanan Khusus dalam Penerbangan

Bagi Anda yang melakukan penerbangan, khususnya dengan maskapai yang menyajikan layanan full service terkadang melupakan bahwa ada fasilitas untuk pemesanan makanan khusus. Untuk menarik minat dan selera penumpang, umumnya sajian hidangan di penerbangan full service dirancang dan diracik dengan memikat, tak jarang untuk mengukuhkan promosi, pihak maskapai juga menggandeng nama-nama chef yang kondang.

Baca juga: Ini Sejumlah Alasan Mengapa Anda Tidak Boleh Seenaknya Pindah Kursi di Dalam Pesawat

Namun tak selamanya menu pada penerbangan sesuai dengan keinginan, contoh bagi Anda yang punya pantangan kesehatan atas jenis makanaan tertentu, atau pantangan berdasarkan perintah agama, sampai kebutuhan khusus pada anak kecil atau bayi, semua harus dipersiapkan sedari awal sebelum perjalanan. Kitika perjalanan Anda lumayan jauh, seperti misalnya ke Eropa atau Amerika, maka taka da salahnya untuk memesan makanan khusus.

Kebanyakan pemesanan makanan khusus tidak dipungut tambahan biaya, asalkan Anda harus mengetahui ketentuan cara pemesanan di masing-masing maskapai. Di maskapai Singapore Airlines dan Cathay Pacific, proses pemesanan dapat dilakukan lewat jalur online, cukup dengan menginput nomer booking dan flight number. Sementara di maskapai Garuda Indonesia, pemesanan bisa dilakukan dengan cara menelpon ke call center. Baik Singapore Airlines dan Garuda Indonesia punya syarat bahwa permintaan dapat dilakukan sekurang-kurangnya 24 jam sebelum jadwal penerbangan. Setelah proses pemesanan tuntas, Anda tinggal duduk manis, nantinya pramugari/pramugara akan menghampiri Anda dengan membawa makanan khusus tadi.

Dan dalam dunia penerbangan internasional, penentuan jenis makanan khusus ditandai dengan kode khusus yang telah disahkan oleh IATA. Berikut adalah kode-kode makanan khusus yang menjadi standar di seluruh dunia.

Makanan Yang Ada di Pesawat Untuk Bayi, Bayi dan Makanan Anak
• Bayi Meal (BBML)
Cocok untuk bayi berusia kurang dari 1 tahun, makanan ini terdiri dari 3 botol (sekitar 80 gram ke 110 gram) dari makanan bayi – hidangan utama, sayuran dan makanan penutup.
• Post-Menyapih Meal (PWMLM)
Cocok untuk bayi berusia antara 1 dan 2 tahun, makanan ini lebih besar daripada bayi Meal. Makanan item mudah untuk menggigit, mengunyah dan mencerna.
• Meal Anak untuk Bayi (CHMLI)
Cocok untuk bayi berusia kurang dari 2 tahun, makanan ini lebih besar dari segi kuantitas dan pilihan komponen makanan. Makanan item mudah untuk menggigit, mengunyah dan mencerna.
• Anak Meal (CHML)
Cocok untuk anak-anak berusia antara 2 dan 7 tahun, makanan ini kurang besar daripada makan dewasa. Makanan item mudah untuk menggigit dan mengunyah, dan menarik bagi anak-anak.

Makanan Yang Ada di Pesawat Khusus Pecinta Agama
• Meal Hindu Non-Vegetarian (HNML)
Makanan ini adalah non-vegetarian dan berisi daging (domba, unggas), ikan, dan/atau produk susu. Ini adalah makanan non-vegetarian cocok untuk mereka yang tidak mengkonsumsi daging sapi, sapi, babi, asap dan ikan mentah. Biasanya dimasak pedas atau kari, gaya persiapan dan memasak yang mungkin berbeda.
• Meal Kosher (KSML) Kosher Prinsip Halal Ala Yahudi
Disiapkan sesuai dengan spesifikasi agama Yahudi, pra-dikemas makanan ini (yang disegel) mengandung daging.
• Kosher Vegetarian (KSMLV)
Disiapkan sesuai dengan spesifikasi agama Yahudi, pra-dikemas makanan ini (yang disegel) tidak termasuk penggunaan daging, makanan laut dan produk susu. Silahkan hubungi Reservasi Kantor kami untuk membuat pengaturan yang diperlukan untuk penerbangan Anda.
• Meal Muslim (MOML)
Tidak ada alkohol, daging babi, babi oleh-produk, ham atau daging yang digunakan dalam penyusunan makanan ini. Its persiapan dan memasak gaya dapat bervariasi.
Makanan Yang Ada di Pesawat Khusus Vegetarian
• Raw Vegetarian Meal (RVML)
Makanan ini disusun kombinasi buah-buahan dan / atau sayuran mentah.
• Vegetarian Meal India (AVML)
Ini adalah makanan vegetarian non-ketat yang disiapkan dalam gaya India dan biasanya pedas. Tidak ada daging, makanan laut atau telur diperbolehkan. Makanan ini mungkin termasuk produk susu.
• Vegetarian Jain Meal (VJML)
Cocok untuk Jain, makanan ini dimasak dalam gaya India dan biasanya pedas. Tidak ada daging, makanan laut, telur dan produk susu yang digunakan dalam penyusunan makanan ini. Bawang, bawang putih, jahe, jamur dan sayuran akar juga tidak digunakan. Silahkan hubungi Reservasi Kantor kami untuk membuat pengaturan yang diperlukan untuk penerbangan Anda.
• Vegetarian Meal Oriental (VOML)
Biasanya dimasak dalam gaya Cina, makanan ini tidak mengandung daging, makanan laut, telur dan produk susu.
• Vegetarian Vegan Meal (VGML)
Biasanya dimasak dalam gaya Barat, makanan ini tidak mengandung daging, makanan laut, telur dan produk susu.
• Vegetarian Lacto-Ovo Meal (VLML)
Disusun dalam gaya Barat, ini adalah makanan vegetarian non-ketat yang dapat mencakup telur dan produk susu tetapi menghilangkan semua daging dan makanan laut.

Makanan Yang Ada di Pesawat Untuk Diet
• Meal Bland (BLML)
Item yang menyebabkan iritasi lambung tidak akan digunakan dalam penyusunan makanan ini misalnya lada hitam, cabai bubuk, kakao dan alkohol.
• Meal Diabetic (DBML)
Gula tidak digunakan dalam penyusunan makanan ini. Garam dalam jumlah terbatas diperbolehkan.
• Bebas Lemak Meal (FFMLM)
Makanan ini tidak termasuk penggunaan lemak hewan atau makanan berlemak, dan produk susu. Makanan alami tinggi kolesterol, seperti daging merah, udang dan kulit unggas dari semua jenis dihindari. Makanan yang digoreng dari semua jenis dilarang.
• Buah Platter (FPML)
Hanya buah-buahan segar disajikan untuk makanan ini.
• Gluten Meal toleran (GFML)
Tidak ada gandum, rye, barley, gandum dan dedak dalam bentuk apapun (termasuk makanan yang mungkin mengandung bahan-bahan tersebut) disajikan untuk makanan ini.
• Rendah Kalori Meal (LCML)
Makanan contaning jumlah besar lemak (makanan misalnya digoreng, saus dan gravies) digunakan dalam jumlah terbatas untuk menyiapkan makanan ini. Penggunaan barang-gula yang kaya juga dibatasi.
• Low Fat Meal (LFML)
Makanan ini tidak termasuk penggunaan lemak hewan atau makanan berlemak. Makanan alami tinggi kolesterol (misalnya udang dan unggas kulit dari semua jenis) dan makanan yang digoreng dari semua jenis dilarang. Hanya produk susu rendah lemak (misalnya susu skim atau keju cottage), daging tanpa lemak dan minyak nabati cair poli-tak jenuh yang diizinkan.
• Rendah Serat Residu Meal (LFBRS)
Makanan ini dicerna mudah membatasi jumlah serat yang dikonsumsi. Bran dan gandum produk dihindari. Buah-buahan, sayuran dan jus dibatasi.
• Low Lactose Meal (NLML)
Makanan ini tidak termasuk makanan yang mengandung susu, padatan susu kering, kasein, keju, krim, mentega, laktosa dan margarin.
• Low Salt Meal (LSML)
Makanan garam, serta alami asin dan diproses (misalnya baking powder, soda dan MSG) yang baik dihilangkan atau dibatasi dalam jumlah dalam penyusunan makanan ini.
• Non-Karbohidrat Meal (NCBHD)
Tidak ada pati dan karbohidrat dalam bentuk apapun akan ditampilkan dalam makanan ini.
• Non-Strict Nut Meal Gratis (NFMLA)
Bahan seperti kacang tanah dan kacang-kacangan dihilangkan dari makanan ini. Silahkan hubungi Reservasi Kantor kami untuk membuat pengaturan yang diperlukan untuk penerbangan Anda.
• Meal Semi-Fluid (SMFUM)
Terutama bubur, cincang dan item yang mudah dicerna (misalnya susu, yoghurt, bubur, cincang atau daging homogen, bubur sayuran dan buah-buahan) yang ditampilkan dalam makanan ini.
• Meal Cairan Lembut (SFUML)
Terutama diayak dan item pekat (misalnya susu, disaring bubur, disaring sup mengental atau sup bening) yang ditampilkan dalam makanan ini.
• Maag Diet Meal (UCDEM)
Makanan ini mengandung mudah dicerna, polos, rebus dan panggang makanan (misalnya daging putih atau ikan). Makanan atau buah-buahan yang bersifat asam (misalnya buah jeruk) dihindari.

Makanan lainnya
• Meal Jepang (JPMLM)
Tersedia hanya untuk Suite dan penumpang Kelas Satu, makanan ini adalah fitur pada penerbangan dari Singapura dan rute pilihan lainnya, dengan durasi penerbangan dari 2 jam atau lebih. Silahkan hubungi Reservasi Kantor kami untuk membuat pengaturan yang diperlukan untuk penerbangan Anda.
• Seafood Meal (SFML)
Makanan ini hanya memiliki makanan laut, termasuk ikan.
• Non-Beef Meal (NBMLM)
Makanan ini melarang penggunaan daging sapi atau daging sapi oleh-produk dalam semua program.

Teknologi Baru di Bandara AS Efektif Cegah Pesawat Mendarat di Taxiway

Dalam visibilitas normal, mudah bagi pilot pesawat melihat runway (landasan pacu) untuk kemudian mendaratkan pesawat. Namun, dalam kondisi cuaca buruk terlebih di malam hari, tak mudah menemukan runway. Alih-alih mendarat di runway, tak jarang pilot justru mendaratkan pesawat di taxiway.

Baca juga: Mengapa Sebagian Besar Runway di Bandara Terbuat dari Aspal Bukan Beton?

Mendarat di taxiway tentu saja berbahaya bagi penerbangan, mengingat taxiway bukan tempat yang didesain khusus untuk pendaratan pesawat.

Setelah seluruh proses pra penerbangan selesai, belasan menit sebelum jadwal keberangkatan pesawat, pramugari/pramugara akan menutup pintu.

Setelahnya ground crew akan melakukan pushback dan pilot pun mulai menghidupkan satu mesin pesawat untuk taxiing melewati taxiway menuju ujung landasan. Jadi, taxiway hanya berfungsi sebagai penghubung antara apron dan runway, bukan sebagai tempat pendaratan pesawat.

Karena tidak didesain sebagai tempat pendaratan pesawat, struktur beton atau aspal di runway jauh berbeda dengan di taxiway.

Sebagai contoh, sebagaimana dikutip dari sith.itb.ac.id, dari proses pendesainan diketahui Bandara Internasional Kertajati, Majalengka memiliki total tebal perkerasan untuk runway mencapai 127 cm (US Army Corps Enginner).

Total tebal runway sendiri berbeda dengan ketebalan taxiway dan apron. Tebal taxiway dan apron bandara tersebut, yakni cross taxiway adalah 70 cm, parallel taxiway adalah 127 cm, dan apron adalah 81,68 cm.

Runway setidaknya dibangun dengan empat pondasi, mulai dari tanah dasar (sub grade), lapisan pondasi bawah (sub base course), lapisan pondasi atas (base course), lapisan permukaan (surface course). Di bagian atas atau permukaan, aspal runway harus berkualitas tinggi, seperti tak bisa ditembus air serta mampu memperbesar daya dukung lapisan terhadap beban roda pendaratan.

Pondasi taxiway mungkin saja sama, tetapi beban serta tekanan yang mampu diterimanya tentu berbeda dengan runway.

Insiden pesawat mendarat di taxiway alih-alih di runway mungkin tidak akan pernah terjadi lagi di Amerika Sserikat (AS) seiring dipasangnya software baru di setidaknya 43 bandara.

Dilansir axios.com, software baru yang telah dipasang tersebut mampu mencegah pesawat mendarat di taxiway dengan cara memperingati petugas ATC. Cara kerjanya, software yang disebut ASDE-X Taxiway Arrival Prediction (ATAP) itu menggunakan radar dan sensor lain untuk secara otomatis memberi tahu jika sebuah pesawat tampak approach landing untuk mendarat di taxiway, bukan di landasan pacu.

Baca juga: Seperti Pesawat, Runway dan Taxiway Bandara Juga Rutin Diinspeksi

Petugas ATC yang dalam posisi selalu siaga, akan memperingatkan pilot. Pilot yang juga dalam kondisi siaga akan merespon warning dari petugas ATC dan membatalkan penerbangan sebelum touchdown.

Sejak alat tersebut dipasang pada tahun 2018 dan disempurnakan belum lama ini, sudah total 50 penerbangan yang berhasil dicegah mendarat di taxiway.

Airbus Helicopters Tampilkan ACH130 Edisi Aston Martin dengan Sentuhan Mewah Terbaru

Meski digunakan oleh kalangan terbatas, namun, helikopter bisnis dengan fitur mewah tetap punya pasar tersendiri. Setelah tahun lalu mengirimkan satu unit ACH130 Edisi Aston Martin ke Crazy Rich di Filipina, kini ada kabar terbaru, bahwa Airbus Helicopters telah menyegarkan tampilan ACH130 Aston Martin Edition dengan rangkaian warna interior dan eksterior yang telah diperbaharui.
Dikutip dari Airbus.com (8/3/2023), disebutkan Airbus Corporate Helicopters (ACH) di Atlanta telah meluncurkan berbagai livery eksternal dan interior kabin baru yang menarik untuk ACH130 Edisi Aston Martin.
Diluncurkan di Heli Expo 2023, pemilihan skema warna dan finishing yang diperbarui mencerminkan pemikiran terbaru tim desain Aston Martin yang diterapkan pada mobil sport ultra-mewahnya.
Head of Airbus Corporate Helicopters, Frederic Lemos, mengatakan: “Kolaborasi kami dengan Aston Martin telah bermanfaat sejak awal dan sekarang pelanggan kami memiliki kesempatan untuk memanfaatkan kreativitas berkelanjutan yang selalu menjadi ciri keluaran mobil mewah mereka.”
Direktur Kemitraan Aston Martin, Cathal Loughnane mengatakan: “Airbus dan Aston Martin adalah kolaborasi unik, yang telah menciptakan helikopter Edisi Aston Martin ACH130 yang menakjubkan. Tim Desain kami sekarang sangat berpengalaman dalam menerapkan teknik desain otomotifnya ke media lain, mulai dari apartemen mewah hingga wiski berkualitas dan sepeda motor hingga helikopter. Corak dan interior tambahan untuk Edisi ACH130 Aston Martin telah dibuat untuk menangkap esensi dari kedua merek kami dan saya pikir Anda akan setuju bahwa mereka terlihat luar biasa.”
Penyegaran menampilkan spektrum skema eksternal yang khas yang menggambarkan berbagai suasana hati dan selera yang dipadukan dengan interior klasik dengan nada lembut yang saling melengkapi dan detail berlapis baru. Warna eksternal berkisar dari warna abu-abu abadi hingga merah tua yang bersahaja hingga hijau yang sangat khas.
Langkah ini menandai pembaruan pertama ACH130 Edisi Aston Martin sejak diluncurkan pada Januari 2020, sejak saat itu telah terbukti sukses penjualan yang luar biasa di seluruh dunia.
Helikopter yang khas dan bergaya adalah versi khusus dari ACH130 yang menampilkan berbagai desain interior dan eksterior yang dibuat oleh Aston Martin dan diterapkan oleh pengrajin terampil di Helikopter Airbus di Inggris di Oxford yang telah memikat imajinasi pemilik helikopter yang menghargai sensasi mengemudikan dan kesenangan mengendarai mobil sport mewah.

Inggris Kembangkan Teknologi Kecerdasan Buatan untuk Memprediksi ‘Timbunan’ Daun di Atas Rel Kereta

Teknologi Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) cepat atau lambat akan hadir mendukung layanan pada dunia kereta api. Dari beragam fungsi AI yang dapat diadaptasi untuk layanan kereta api, fungsi untuk mendukung keselamatan tak pelak menjadi salah satu yang diprioritaskan. Seperti, kemunginan AI dapat memprediksi kondisi lintasan rel dengan adhesi rendah.

Baca juga: Israel Aplikasikan Teknologi Kecerdasan Buatan Cegah Kereta Tabrakan

Dikutip dari railway-technology.com (8/3/2023), Rail Safety and Standards Board (RSSB), perusahaan independen di Inggris yang berkecimpung pada sistem keselamatan kereta api, bekerja sama dengan University of Sheffield, saat ini sedang mengembangkan alat berbasis AI yang digadang dapat memprediksi kondisi lintasan dengan adhesi rendah.

Secara khusus, tantangan musiman terkait dengan teknologi AI ini adalah tentang bagaimana menangani dedaunan yang menutupi jalur rel kereta.

Tujuan dari pengembangan ini adalah untuk memberikan alat ‘estimasi gesekan kepala rel’ online pada musim gugur 2023, yang akan memungkinkan pengguna untuk memasukkan data dan menerima prediksi gesekan yang berkaitan dengan jaringan rel. Proyek ini akan melibatkan penggunaan AI untuk menganalisis data dan rekaman beresolusi tinggi pada gesekan antara roda dan rel.

Kondisi jalur adhesi rendah, seperti banyaknya dedaunan di jalur rel , ternyata dapat menyebabkan masalah keselamatan dan operasional, merugikan industri sekitar £350 juta per tahun.

Penundaan ini berdampak pada kinerja kereta api dan kelebihan kapasitas di stasiun tujuan. Selain dedaunan di jalur, suhu dan kelembapan dapat memengaruhi tingkat kerekatan antara roda kereta dan rel.

Paul Gray, kepala teknik dan penelitian profesional di RSSB, mencatat bahwa pengenalan pola dan AI akan memberikan perkiraan kondisi adhesi railhead lokal.

“Kereta api bekerja keras untuk mengelola kondisi daya rekat rendah dengan menggunakan serangkaian teknologi dan proses yang pada dasarnya dapat mengatasi berbagai kondisi daya rekat yang dapat bervariasi sepanjang tahun dan biasanya paling bermasalah di musim gugur,” kata Gray.

“Namun, kondisi adhesi sangat rendah yang berkelanjutan masih dapat terjadi dan dapat menyebabkan kereta tidak dapat melambat dan berhenti dengan cara yang terkendali, dan dapat berakhir seperti tabrakan yang terjadi di dekat Salisbury pada Oktober 2020.”

RSSB menggunakan penelitian sebelumnya, yang menemukan bahwa kondisi gesekan pada permukaan rel dapat diperkirakan dengan menggunakan gambar lingkungan, gambar kepala rel, dan data sensor lainnya.

“Memiliki estimasi mendetail tentang kondisi adhesi lokal dapat membantu meningkatkan pengambilan keputusan operasional dan perencanaan perawatan railhead dalam jangka pendek dan dapat menawarkan cara yang andal untuk membandingkan satu rute ke rute lainnya untuk membantu memfokuskan investasi lebih lanjut guna mengurangi adhesi rendah,” jelas Gray.

Karena kelayakan proyek ini telah disetujui, pengerjaan perluasan alat baru ke jenis infrastruktur lainnya sedang dilakukan.

Baca juga: Kereta di Jepang Gunakan Kecerdasan Buatan Guna Bantu Penumpang Disabilitas

Jaringan kereta api Inggris terdiri dari sekitar 20.000 mil jalur, dan teknologi AI dapat membantu pemantauan dan pengelolaan jaringan ini secara efisien. Hal ini dapat mencegah gangguan, mulai dari masalah seperti meninggalkan jalur, hingga perjalanan penumpang maupun perjalanan barang.

Strategi pengelolaan biasanya didasarkan pada prakiraan meteorologi serta informasi kondisi infrastruktur setempat. Diharapkan informasi yang diberikan oleh teknologi AI mengenai hal ini akan lebih akurat.

Pramugara Senior Ungkap Manfaat ‘Puasa’ Bagi Penumpang dalam Penerbangan Jarak Jauh

Saat di bulan ramadhan, tak sedikit penumpang pesawat yang tetap berpuasa. Di luar bulan ramadhan, banyak penumpang yang mengisi waktu selama dalam penerbangan, apalagi penerbangan jarak jauh, dengan memakan makanan, baik itu makanan berat maupun makanan ringan. Menurut pramugari berpengalaman, ternyata itu tidak baik. Ia justru menganjurkan penumpang ‘berpuasa’ sebagai tips melewati penerbangan jarak jauh dengan nyaman.

Baca juga: 5 Tips Agar Penumpang Pesawat Tidak Bosan dalam Penerbangan Jarak Jauh

Sebelum membahas lebih lanjut terkait tips agar ‘berpuasa’ di penerbangan jauh, maskapai dan bandara cukup beragam dalam mendefinisikan penerbangan ultra jarak jauh, jarak jauh, menengah, dan jarak pendek. Maskapai-maskapai seperti Cathay Pacific, Singapore Airlines tentu sudah jelas, hanya mengoperasikan penerbangan jarak jauh.

Bandara Hong Kong menganggap sebagian besar tujuan Asia tergolong sebagai penerbangan jarak pendek. Sedangkan tujuan lainnya seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Australia merupakan penerbangan jarak jauh.

American Airlines menggunakan jarak penerbangan sebagai ukuran apakah itu penerbangan jarak jauh atau jarak pendek. Maskapai lain ada yang menilainya dari segi durasi. Penerbangan jarak pendek berkisar satu sampai tiga jam.

Sedangkan penerbangan jarak jauh berkisar enam sampai 12 jam. Adapun penerbangan tiga sampai enam jam merupakan jarak menengah.

Dalam penerbangan selama itu (enam sampai 12 jam atau lebih), tak sedikit tips yang menganjurkan penumpang agar memakan makanan ringan untuk mengisi waktu luas agar tak bosan. Tetapi hal itu, menurut pramugara yang sudah pengalaman 20 tahun, Kris Major, makan di pesawat justru akan melewatkan penumpang dari kesempatan untuk tidur.

Lebih lanjut, seperti dilansir dailyrecord.uk, makan makanan dalam penerbangan saat melintasi zona waktu yang berbeda dapat mengganggu ritme alami tubuh penumpang dan membuatnya merasa gelisah.

“Traveler berpengalaman, setelah lepas landas Anda dapat melihat mereka akan mengenakan selimut dan tidur. Sebagian besar maskapai penerbangan tidak terlalu rencanakan layanan (makanan) mereka di sekitar penumpang dan aklimatisasi serta penyeberangan zona waktu,” jelasnya.

Dengan kata lain, Kris menganjurkan, dalam penerbangan jarak jauh melintasi zona waktu, penumpang ‘berpuasa’ dan melewatkan tawaran makanan dari pramugari maskapai. Ini semata agar penumpang dapat fokus istirahat (tidur) semaksimal mungkin.

Baca juga: Bagaimana Cara Terbaik Tidur di Pesawat? Ini 12 Tipsnya

Andai penumpang tetap ingin makan, sebaiknya, itu dilakukan sebelum terbang. Itupun dengan catatan pada penerbangan jarak jauh terminim, yaitu enam jam atau kurang dari itu.

Setelah puas tidur dalam penerbangan jarak jauh, penumpang diperkenankan untuk memakan makanan. Ini diharapkan dapat membuat tubuh lebih siap saat sampai di bandara tujuan.

Sambut Hari Perempuan Internasional, Lokomotif Flying Scotsman Dioperasikan oleh Kru Kaum Hawa

Salah satu kereta uap paling terkenal di dunia, Flying Scotsman, dikemudikan oleh semua awak perempuan di East Lancashire Railway (ELR) untuk memperingati Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret lalu.

Baca juga: Arab Saudi Rayakan Dimulainya Pekerjaan 34 Masinis Wanita Kereta Cepat Haramain Express

Kereta ini diawaki oleh sepenuhnya oleh tim footplate wanita yang terdiri dari sukarelawan ELR dan seorang masinis dari Network Rail. Acara tersebut merayakan peran perempuan dalam perkeretaapian dan bertujuan untuk mendorong lebih banyak perempuan ke dalam karir teknik.

Acara tersebut merayakan peran perempuan dalam kereta api. “Menjadi lokomotif uap terkuat, maka mengoperasikan kereta ini adalah suatu kehormatan,” kata Ms Charlotte Instance, yang merupakan pembersih lokomotif dalam anggota kru wanita. “Saya memulainya sekitar satu setengah tahun yang lalu, dan di sanalah semua orang mulai bekerja di rel kereta api sebagai petugas kebersihan,” kata Instance.

“Itu berarti tidak hanya membersihkan mesin itu sendiri, tetapi masuk ke bawah, mengeluarkan abu dari panci dan asap keluar dan kemudian belajar cara menyalakan api.

Flying Scotsman, lokomotif uap terkenal di dunia kembali mengular di Witshire dan Hampsire. Lokomotif uap tersebut akan diatur untuk menarik Cathedrals Express dan berangkat dari London Victoria menuju ke Salisbury.

Lokomotif uap ini dibangun di Doncaster Works pada tahun 1923 oleh Kereta Api London dan North Eastern Railway, yang kemudian ditarik dari layanan pada Januari 1963. Saat ini, status lokomotif dimiliki oleh Museum Kereta Api Nasional.

Flying Scotsman terkenal karena merupakan lokomotif uap pertama yang melaju dengan kecepatan 160 km per jam yang dicapai pada tahun 1934.

Baca juga: Lima Wanita Tangguh Jadi Masinis MRT Jakarta

Flying Scotsman ini tidak hanya menganggut para penggemar di Inggris, tetapi juga melakukan tur secara ekstensif di Amerika Serikat dan Kanada dari tahun 1969 hingga 1973. Bahkan lokomotif ini pernah melayani jalur di Australia dari tahun 1988 hingga 1989.

Garuda Indonesia Dukung Mobilitas Udara, Terbangkan 2115 Pasukan Perdamaian PBB ke Lebanon dan Kongo

Garuda Indonesia mendukung misi kenegaraan yang salah satunya dilaksanakan melalui penyediaan aksesibilitas transportasi udara bagi sedikitnya 2115 Kontingen Garuda dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang ditugaskan sebagai pasukan perdamaian di Lebanon dan Kongo.

Baca juga: Pernah Jadi Daerah Perangkap Pasukan Jepang, Stasiun Jurnatan Kini Menjadi Pusat Perdagangan

Adapun seluruh pasukan perdamaian tersebut diberangkatkan secara bertahap melalui 8 (delapan) penerbangan Garuda Indonesia dimana 1090 personil pasukan perdamaian akan diberangkatkan menuju Beruit, Lebanon dan 1025 pasukan perdamaian akan diberangkatkan menuju Kongo hingga akhir Maret 2023 mendatang.

Penerbangan pasukan perdamaian tersebut dimulai secara bertahap pada awal pekan ini, Minggu (5/3), dimana Garuda Indonesia telah memberangkatkan sedikitnya 430 orang pasukan perdamaian. Adapun pada Rabu (8/3) Garuda Indonesia kembali mengangkut 330 personil Kotingen Garuda yang diangkut GA 7760.

Seluruh anggota pasukan perdamaian diberangkatkan dengan mengoperasikan mengoperasikan armada A330-900 Neo dan B777-300 ER melalui Jeddah dimana GA 7760 diberangkatkan dari bandara internasional Soekarno Hatta pada Rabu kemarin diberangkatkan pada pukul 09.05 WIB dan tiba di Jeddah pada pukul 15.05 LT untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan menuju Beirut pada pukul 16.35 LT dan tiba pada pukul 18.15 LT.

Baca juga: Dewan Keamanan PBB Beri Lampu Hijau untuk Survei Lapangan Jalur Kereta Korea Utara dan Korea Selatan

Adapun 7 (tujuh) penerbangan lainnya akan diberangkatkan secara bertahap dimana 4 (empat) penerbangan ke Beirut diberangkatkan mulai tanggal 5 – 10 Maret 2023 sementara 4 (empat) penerbangan ke Kongo akan diberangkatkan pada akhir Maret 2023.

Perusahaan Properti Australia Pelligra Bangun Vertiport, Bandara Khusus Taksi Udara

Seperti di belahan dunia lainnya, Australia tengah bersiap untuk menyongsong layanan taksi udara bertenaga listrik di masa depan. Setelah menghadirkan eVTOL (electric vertical take-off and landing) pertama yang dirancang dan dibangun di dalam negeri, sebuah kolaborasi baru kini membuka jalan bagi pembangunan jaringan bandara khusus pertama eVTOL, yang dikenal sebagai vertiport pertama di Negeri Benua tersebut.
Dalam industri, ketika sebuah pintu tertutup, maka yang lain terbuka. Ini bisa menjadi kenyataan, dan bukan hanya angan-angan dalam industri otomotif Australia. Jika membuat mobil tidak lagi berhasil di Australia, mengapa tidak beralih ke membuat mobil terbang?
Umumnya dikenal sebagai taksi udara, pesawat berkapasitas kecil yang sepenuhnya bertenaga listrik ini berada di ambang revolusi mobilitas udara. Dan Australia bebas memanfaatkan kesempatan tersebut.
Dikutip dari autoevolution.com, pengembang properti besar Pelligra, yang kebetulan juga memiliki bekas pabrik manufaktur Ford dan Holden di Australia Selatan dan Victoria, rupanya memiliki rencana besar, yakni mengubah pabrik perakitan otomotif menjadi vertiport.
Pelligra tampaknya percaya bahwa ada peluang besar bagi pemerintah untuk memainkan peran penting dalam sektor eVTOL yang sedang berkembang.
Selain rencana ambisius untuk “mengubah fungsi” pabrik manufakturnya, pengembang properti ini juga telah memulai kerja sama dengan pakar infrastruktur eVTOL domestik, Skyportz. Bersama-sama, mereka berencana untuk membuat seluruh jaringan vertiport, yang akan menjadi yang pertama di negara ini.
Perlombaan UAM (urban air mobility) sedang berjalan lancar – tidak ada vertiport yang diluncurkan secara resmi di mana pun. Namun, tempat-tempat tertentu di AS dan Eropa sudah jauh di depan dibandingkan dengan Australia. Tetapi bahkan jika itu datang terlambat, Australia berpotensi menjadi pusat industri eVTOL untuk seluruh pasar Asia Pasifik.
Jaringan yang akan datang akan dimulai dengan bandara dan helipad yang ada, dan kemudian meluas ke berbagai lokasi di daerah perkotaan, dari pusat perbelanjaan dan taman bisnis hingga lokasi industri. Skyportz bahkan telah bermitra dengan operator seperti Secure Parking, yang akan memberikan akses ke ratusan garasi parkir mobil. Yang terbaik adalah bekerja dengan apa yang sudah ada dan mencoba memberi ruang untuk taksi udara.
Belum ada tanggal yang ditetapkan untuk debut resmi vertiport pertama di Australia, tetapi Vertiia eVTOL pertama diharapkan akan dikirimkan pada tahun 2026. Pada akhir dekade ini, Australia mungkin sedang dalam perjalanan untuk membangun industri UAM yang sukses.

Kenapa Penumpang Pesawat ‘Dilarang’ Gunakan Headset Bluetooth Sepanjang Penerbangan?

Setiap sebelum lepas landas, penumpang akan diminta mematikan alat komunikasi (handphone atau ponsel dan sejenisnya) atau membuatnya dalam mode airplane. Tetapi, tidak ada imbauan apapun terkait penggunaan headset bluetooth sepanjang penerbangan. Faktanya, itu tidak diperkanankan sekalipun tidak dijelaskan. Kenapa demikian? Apakah headset bluetooth mengganggu penerbangan?

Baca juga: Tren Main Games di Pesawat: Penumpang Pilih ‘Mabar’ di Ponsel Ketimbang Layar IFE

Sebelum pandemi Covid-19, headset atau headphone bluetooth penggunaannya oleh penumpang sangat terbatas. Pasca datangnya Covid-19 dan dorongan untuk layanan serba touchless, maskapai mulai menghadirkan teknologi yang memungkin penumpang mengakses sistem inflight entertainment (IFE) menggunakan ponsel mereka, termasuk headset atau headphone bluetooth.

Qatar Airways menjadi maskapai pertama di dunia yang menghadirkan konektivitas bluetooth di sistem IFE pesawat. Itu memungkinkan penumpang menggunakan headset bluetooth masing-masing di berbagai armada pesawat Boeing 787-9, Airbus A350, dan lainnya.

Teknisnya, penumpang hanya perlu menghubungkan headphone bluetooth pribadi dengan sistem Oryx One maskapai dan mulai menikmati sistem IFE dengan pengalaman baru.

Terobosan maskapai raksasa asal Timur Tengah ini merupakan kelanjutan dari komitmen Qatar Airways untuk menyediakan pengalaman baru dalam penerbangan. Sebelumnya, maskapai sudah lebih dahulu meluncurkan teknologi Zero-Touch untuk kontrol IFE di setiap pesawat Airbus A350 Qatar Airways. Pada Februari lalu.

Layaknya konektivitas bluetooth, penumpang hanya perlu memindai kode QR menggunakan ponsel pribadi untuk mengontrol IFE tanpa menyentuhnya secara langsung.

Serupa dengan Qatar Airways, United Airlines berhasil menjadi maskapai pertama yang menyediakan konektivitas bluetooth di sistem IFE pesawat. Hanya saja, itu bukan pertama di dunia melainkan pertama di Amerika Serikat (AS).

Dalam gelaran United Next, maskapai tersebut dengan bangga meluncurkan generasi terbaru sistem IFE Panasonic Avionics.

IFE ini juga mengusung layar yang lebih besar, yaitu 10 inci untuk kelas ekonomi dan 13 inci untuk first class. Yang paling menarik tentu konektivitas bluetooth, untuk memungkinkan penumpang menggunakan headphone bluetooth pribadi mereka dalam menikmati film, TV, musik pada sistem IFE.

Untuk sementara waktu, maskapai baru menghadirkan inovasi ini di pesawat-pesawat tertentu. Tetapi pada 2025 mendatang, ditargetkan seluruh armada maskapai sudah dilengkapi dengan layar IFE dan konektivitas bluetooth.

Meski difasilitasi, dalam panduan yang dikeluarkan Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) tentang tentang perangkat nirkabel di pesawat dari tahun 2013, maskapai diizinkan menentukan perangkat apa yang mengganggu jalannya penerbangan. Karena diberi kebebasan, tafsiran dari panduan itu sangat beragam, termasuk meliputi larangan penggunaan headset bluetooth selama penerbangan.

Baca juga: Alasan Berbahaya Mengapa Penumpang Wajib Beritahu Pramugari Saat Kehilangan Ponsel di Pesawat

Dilansir soundguys.com, di beberapa maskapai, pramugari/pramugara akan meminta penumpang melepas headset atau headphone sebelum lepas landas dan mendarat. Bukan karena frekuensi bluetooth mengganggu penerbangan, melainkan untuk memudahkan penumpang yang bersangkutan mendengar arahan kru saat terjadi keadaan darurat.

Dalam beberapa kasus, penumpang yang tak menuruti arahan kru terkait itu bahkan sampai diturunkan paksa dan dianggap sebagai unruly passenger.