Railbus Batara Kresna, Wahana Unik yang Melaju di Rel Bekas Trem

Apa yang unik dari Solo? Jawabannya pasti banyak, mulai dari kerajinan Batik sampai wisata kuliner disinilah pusatnya. Dan bicara tentang moda angkutan massa, Solo juga punya sesuatu yang khas, dan tidak ada di bandingannya dengan kota lain di Indonesia. Yang dimaksud adalah Railbus Batara Kresna, kereta dengan rute Solo Purwosari ke Wonogiri. Railbus ini dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang menjadi proyek kerjasama Pemerintah kota Surakarta dengan PT KAI pada masa pimpinan Presiden Joko Widodo saat menjadi walikota Solo. Railbus ini merupakan railbus kedua yang hadir Indonesia, dimana yang pertama railbus Kertalaya di Palembang.

Baca juga: Mengenal Riwayat Kereta Komuter Diesel di Indonesia

Dirangkum KabarPenumpang.com dari beberapa sumber, awalnya railbus Batara Kresna diperkenalkan ke publik tanggal 26 Juli 2011 lalu di Solo bersama bus tingkat pariwisata. Rail bus ini kemudian mulai beroperasi 5 Agustus 2012 dengan rute Sukahorjo – Solo, Purwosari – Yogyakarta Tugu. Namun dikarenakan jembatan kereta api sedang diperkokoh antar Stasiun Pasarngunter – Wonogiri, railbus ini hanya beroperasi sampai Sukoharjo.

Railbus Bathara Kresna

Awal tahun 2013, railbus ini berhenti beroperasi karena sejak Oktober 2012 genertor rangkaian railbus sering rusak dan dibawa ke PT INKA untuk diperbaiki. Selama dikandangkan hingga 2015 di dipo lokomotif Solo Balapan, akhirnya PT KAI memutuskan untuk mengoperasikan kembali railbus Batara Kresna. Trayeknya pun sehari dua kali dengan rute Purwosari – Wonogiri PP. Rute yang ditempuh dari Purwosari melewati Stasiun Solo Kota, Sukoharo, Pasar Gunter dan terakhir di Wonogiri begitupun sebaliknya.

Baca juga: Rail Clinic, Klinik Berjalan Diatas Rel Milik PT KAI Gratis

Harga tiketnya pun terbilang murah yakni Rp4 ribu sekali jalan, adapun jadwal keberangkatan railbus ini dari Purwosari pukul 04.00 pagi dan 06.00 pagi serta dari Wonogiri pukul 08.00 pagi dan 10.00 pagi per 1 April 2017. Sebelumnya keberangkatan dari Purwosari pukul 06.00 pagi dan 08.00 pagi serta dari Wonogiri pukul 10.00 pagi dan 12.00 siang. Adanya perubahan jadwal agar tidak menganggu lalu lintas di Jalan Slamet Riyadi.

Uniknya jalur railbus ini melintasi Jalan Slamet Riyadi yang membelah kota Solo. Untuk diketahui, Solo merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki jalur kereta aktif dan bersebelahan (menyatu) dengan jalan raya. Saat melalui jalur kereta di Jalan Slamet Riyadi, kecepatan railbus ini hanya 15-20 km perjamnya, dikarenakan traffic light dan ramainya kendaraan yang melintasi jalur tersebut. Tak hanya melalui jalur bekas trem, rail bus Batara Kresna juga memiliki rel yang melalui pemukiman warga, sebenarnya jalur ini sudah lama tak terpakai sehingga banyak warga yang membangun rumahnya dekat dengan jalur kereta. Sayangnya banyak juga pintu-pintu rumah warga yang menghadap ke arah jalur kereta.

Interior dalam Railbs Bathara Kresna

Hal ini sangat membahayakan bagi warga sekitar yang tinggal dekat rel kereta dan bagi perjalanan kereta itu sendiri. Sepanjang jalur menuju Sukoharjo juga banyak sekali perlintasan-perlintasan yang tidak dijaga oleh petugas. Ini yang membuat railbus Batara Kresna melaju perlahan dengan kecepatan 20-30 km per jamnya.

Baca juga: Mengintip Jenis Commuter Line di Luar Jakarta

Nama railbus ini Batara Kresna karena diambil dari tokoh pewayangan Mahabharata, Krishna atau Kresna yang bertugas menyelamatkan dunia dan menegakkan kebenaran setelah perang Kuruksheta. Kemudian karateristik ini dilekatkan pada railbus sehingga menumbuhkan kebanggan bagi warga Solo.

Dituding Bantu Calo Jual Tiket Kereta Lebaran, Begini Respon KAI Wisata

PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata), anak perusahaan dari PT Kereta Api Indonesia (KAI), buka suara usai dituding membantu calo mendapatkan tiket kereta api di masa lebaran 2023. Humas KAI Wisata, M Ilud Siregar, mengatakan bahwa sistem penjualan dan pembelian tiket kereta api semuanya sudah tersistem dengan baik sehingga mustahil ada celah bagi calo untuk bermain, termasuk para agen penjual resmi.

Baca juga: Berhasil Diuji Coba, KAI Tambah 3 Kereta Wisata Priority Buatan Balai Yasa Manggarai

Lebih lanjut, agen-agen penjual tiket resmi yang bermitra dengan KAI Wisata mendapatkan alokasi atau kuota penjualan tiket yang sama dengan yang tertera di aplikasi KAI Access. Dengan begitu, ketika ketersediaan tiket kereta api sudah habis, sistem yang tertera di dashboard penjualan tiket kereta api agen resmi juga demikian.

Begitu juga sebaliknya, saat di KAI Access tiket kereta api masih tersedia, itu juga akan tersedia di sistem penjualan kereta api oleh agen resmi.

“Kalau penjualan sudah penuh (di platform penjualan tiket KAI Access atau mitra penjualan), itu sudah tidak ada lagi ketersediaan kursi,” jelasnya saat ditemui KabarPenumpang.com di kantornya, Selasa (28/3/2023).

“Semua sudah tersistem, Ya. Jadi, sistem itu ada sistemnya B2B (business to business). Jadi setiap penjualan itu kan langsung masuk dalam aplikasi penjualan. Baik melalui mitra penjualan baik dengan aplikasi seperti KAI Access. Aplikasi dan sistem (penjualan tiket oleh agen) dalam satu sistem (yang sama dengan KAI Access),” tambahnya.

Hal itu dilakukan, lanjutnya, dalam rangka mengurangi atau menutup praktik percaloan. Penumpang juga diminta memasukkan nama dan NIK saat melakukan pemesanan tiket kereta api. Ini dilakukan dalam menghindari praktik-praktik percaloan.

Baca juga: Akhirnya! Kereta Wisata Priority Keluar Juga Dari Depo KAI

Adanya agen penjualan tiket kereta api yang bermitra dengan KAI Wisata memudahkan pelanggan untuk mendapatkan tiket kereta api yang diinginkan.

Sistem penjualan tiket kereta api, baik yang dijual oleh mitra penjual resmi dan yang dijual langsung oleh PT KAI Group melalui KAI Access, adalah sistem yang sama. Karenanya, saat tiket kereta di KAI Access habis, otomatis ketersediaan tiket di mitra penjualan resmi juga demikian, baik itu mitra penjualan yang bermitra melalui PT KAI ataupun Kawis.

Saat terjadi pembatalan tiket oleh penumpang yang sudah membeli, tiket tersebut akan kembali muncul di sistem dan bisa dibeli oleh pelanggan lainnya melalui KAI Access ataupun mitra penjualan resmi.

Harga tiket yang dijual oleh mitra penjualan resmi pun juga telah diatur dalam sistem, termasuk biaya administrasi yang dikenakan mitra penjual. Hal ini menghindari peluang mereka untuk menaikkan harga tiket.

Ilud menegaskan, mitra penjual resmi yang kedapatan mengenakan tarif lain di luar tarif yang tertera dalam sistem akan dikenakan sanksi sesuai dengan yang sudah ditetapkan.

“PT Kereta Api Indonesia (Persero) berupaya memberikan inovasi-inovasi sistem bekerja sama dengan mitra-mitra B2B yang resmi itu dilakukan untuk mengindari percaloan, memudahkan masyarakat. Makanya silahkan jauh-jauh hari selagi masih ada seat tempat duduk melakukan transaksi,” tutup Ilud.

Baca juga: Ingin Ada Kereta Wisata di Lampung? – PT KAI: Benahi Dulu Infrastrukturnya

Sebelumnya, viral di media sosial keluhan penumpang yang mendapatkan tiket kereta api lebaran 2023 melalui calo. Dalam pengakuannya, tiket yang diinginkan sudah lenyap dari aplikasi KAI Access ataupun online travel agent besar seperti Traveloka dan Tiket.com. Saat menghubungi calo tersebut, tiket yang dimaksud ternyata masih ada dan harganya berkisar Rp60 ribu lebih mahal dari biasanya.

Menariknya, dalam struk pembelian yang diberikan ke penumpang tersebut, tertera logo KAI Wisata, menunjukkan pihak penjual adalah mitra penjual resmi di bawah KAI Wisata, yang memang salah satu unit bisnisnya adalah menjual tiket kereta api.

Stasiun Cirebon, Bernilai Strategis dan Menyandang Bangunan Cagar Budaya

Tak seberapa jauh dari lokasi Keraton Kasepuhan, masih di pusat kota Cirebon ada obyek lain yang bernilai sejarah, bahkan telah masuk kategori sebagai cagar budaya. Inilah Stasiun Cirebon yang berada di Jalan Siliwangi, kelurahan Kebonbaru, Kejaksan, Cirebon. Berada di kawasan Pantai Utara Jawa (Pantura), stasiun ini memang hanya berada di ketinggian +4 meter di atas permukaan laut. Stasiun ini juga sering disebut dengan stasiun Kejaksan dan terletak di Daerah Operasional (Daop) III Cirebon.

Baca juga: Stasiun Sukabumi, Tak Jadi Dipindah dan Tetap Berada di Pusat Kota

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai sumber, mendapatkan fakta saat ini stasiun Cirebon ditetapkan sebagai Bangunan Stasiun Cagar Budaya sejak 2010 lalu oleh Menteri Budaya dan Pariwisata. Stasiun ini merupakan stasiun terbesar yang berada dalam pengelolaan PT Kereta Api Indonesia (KAI) tepatnya di bawah naungan Daop III Cirebon.

Memiliki tujuh jalur dan dilengkapi dengan dipo lokomotif serta dipo kereta di sebelah timur laut kompleks stasiun. Stasiun Cirebon memiliki letak strategis dimana tidak jauh dari persimpangan dua jalur yang menuju Purwokerto-Kroya dan jalur utara ke arah Semarang.

Sebagai stasiun besar, stasiun Cirebon menjadi perhentian kereta api eksekutif baik dari jalur utara maupun selatan. Sedangkan untuk kereta kelas ekonomi dan bisnis berhenti di stasiun Cirebon Prujakan.

Stasiun Cirebon masa lalu

Tahun 2011 stasiun Cirebon direnovasi dengan meninggikan peron stasiun dan menambah jalur serta fasilitas yang ada. Stasiun Cirebon di desain oleh arsitek belanda Pieter Adriaan Jacobus Moojen dan diresmikan pada 3 Juni 1912 silam bersamaan dibukannya lintasan Cikampek-Cirebon sejauh 137 km oleh Staatspoorwegen (SS).

Sedangkan dipo yang ada di stasiun Cirebon ini dibangun tahun 1913 dan didalamnya masih tersimpan lokomotif diesel pertama buatan General Electric tahun 1953 yang sering disebut Loko Sepur Gajah. Gaya arsitektur bangunan ini merupakan perpaduan ciri arsitektur lokal dengan aliran seni Art Deco yang merupakan ciri khas bangunan batu dan berasal dari periode 1900-1920.

Tampak bangunan stasiun ini sendiri yang cukup menonjol adalah susunan simetris gedung. Bila dilihat sekilas, siluet bangunan terdiri dari dua menara dengan atap berbentuk piramida yang mengapit bagian atas bangunan utama.

Zaman kolonial, pelayanan penumpang dan barang, masih dalam satu stasiun Cirebon, hanya saja dipisahkan dengan dua loket dimana bagian kiri untuk penumpang dan kanan bagasi. Hal ini yang membuat bagian depan dua menara tertulis KAARTJES atau karcis di sebelah kiri dan BAGAGE atau bagasi disebelah kanan.

Namun kini, di kedua menara tersebut bertuliskan CIREBON, sebab tahun 1984 gedung stasiun ini dicat putih dan tahun 2011 stasiun Cirebon direnovasi. Pada renovasi tersebut peron ditinggikan, jalur ditambah dan fasilitas yang ada diperbaharui.

Dulunya Stasiun Kini Jadi Restoran Ramen

Bekas kompartemen pesawat, bus dan gerbong kereta sudah ada yang disulap sebagai restoran, lantas apa lagi yang terkait moda transportasi dan ‘layak’ dialihfungsikan sebagai restoran? Setelah di Yogyakarta ada bekas stasiun yang diubah menjadi warung makan, kini dari Negeri Sakura ada bekas stasiun yang disulap sebagai restoran ramen.

Baca juga: Tak Lagi Beroperasi, Stasiun Lama di Yogya Berubah Jadi Bengkel Hingga Warung Makan

Restoran dari bekas stasiun ini berada di sekitar pantai Okhotsk, Jepang. Resminya restoran ini bernama ramen Ekibasha dengan menu-menu istimewanya. Restoran Ekibasha menggunakan kantor operasional stasiun Yamubetsu yang sudah tidak digunakan lagi di kota Koshimizucho, Hokkaido.

Bagian dalam restoran Ekibasha (TripAdvisor)

Memang stasiun tersebut sudah tak terpakai, tetapi kereta api tujuan Abashiri dan Kushiro masih melewati restoran ramen ini. Bekas stasiun tapi tak juga mengikuti aturan masuk stasiun yang harus melalui pintu otomatis ataupun pengecekan tanda pengenal.

Di restoran ramen Ekibasha, pengunjung bebas keluar masuk. Kursi restoran masih menggunakan bekas kursi kereta. Restoran ini benar-benar tak tampa seperti restoran jika dilihat dari luar, sebab masih ada loket penjualan tiket tak hanya itu tulisan semoga selamat sampai tujuan di bagian kaca loket memberikan kesan nostalgia bagi penduduk Jepang.

Restoran bekas stasiun Yamubetsu tersebut memiliki menu andalan yakni Two Ramen dengan harga 950 Yen. Selain itu juga menyajikan pemandangan yang tak kalah menarik yakni langsung menghadap ke peron kereta api.

Jalur kereta dekar restoran Ekibasha

Terkadang juga saat kereta lewat, pengunjung restoran bisa melihat secara langsung seakan sedang makan disebuah stasiun yang memiliki restoran sembari menunggu kereta mereka datang. Memang tak besar, restoran yang dulunya stasiun ini hanya mampu menampung 25 orang pengunjung sekali makan dan buka setiap jam 11.00 siang sampai 19.30 malam.

Baca juga: Jepang Tawarkan Paket Wisata dengan Kereta Mewah Yang Ramah Dompet

Meski berada di tempat yang cukup jauh, karena sedang populer di Jepang, masyarakat dari kota lain tetap antusias mencoba makan di restoran Ekibasha. Bukan hanya menikmati makanannya yang lezat melainkan juga menikmati dan merasakan suasana stasiun pada masa keemasannya.

Rack Railway System, Mudahkan Lokomotif Lintasi Medan Terjal

Pernahkah terlintas di benak Anda bagaimana kereta api bisa menanjak pada medan yang cukup tinggi dan menuruni daerah tinggi dengan kecepatan yang stabil? Atau bagaimana mungkin kereta api dapat menembus perbukitan tanpa melewati tanjakkan? Tentu hal semacam ini bukanlah satu hal yang baru bagi seorang pengendali ular besi.

Baca juga: Belmond Andean Explorer, Kereta Tidur Pelintas Pegunungan Andes

Rack railway atau dalam bahasa Indonesianya di sebut rel bergerigi adalah suatu sistem rel pegunungan dimana terdapat gerigi di tengah-tengah bentang rel yang dinaikkan di atas bantalan rel guna mempermudah kereta melewati medan yang curam. Tingkat elevasi kemiringan maksimum pada jalur kereta tanpa rel bergerigi adalah 1 persen, sedangkan tingkat elevasi kemiringan maksimum pada jalur dengan rel bergerigi adalah 6 persen. Pada jalur rel bergerigi ini, kereta api dicocokkan dengan satu roda gigi atau yang lebih bertautan dengan rel sehingga memungkinkan lokomotif melewati medan yang curam.

Ada beberapa sistem jalur rel bergerigi yang telah dikembangkan. Pertama adalah Sistem Riggenbach, dimana sistem ini merupakan pelopor dari jalur rel bergerigi. Sistem ini ditemukan oleh Syvester Marsh, seorang penemu asal Amerika yang membangun jalur rel Mount Washington. Sistem Riggenbach menggunakan plat baja yang membentuk seperti rak tangga yang dihubungkan ruji bulat pada jarak yang beraturan.

Lalu ada Sistem Abt, yang ditemukan oleh seorang insinyur asal Swiss, Roman Abt. Hampir serupa dengan sistem Riggenbach, namun sistem Abt ini lebih menonjolkan plat baja yang naik secara vertical dan sejajar dengan rel. Kelebihan dari sistem ini terletak pada penggunaan gigi ujung sayap pada lokomotif yang membantu lokomotif melaju lebih lancar.

Sistem ketiga yaitu Sistem Strub yang dapat dibilang mirip dengan Sistem Abt. Sistem ini terbilang murah dan lebih terkenal. Yang membedakan sistem ini dengan Abt adalah penggunaan rak plat baja yang lebih lebar.

Sistem keempat adalah sistem Locher. Sistem ini menggunakan gigi gear yang dipotong pada pinggirnya dan digunakan oleh dua roda gigi di lokomotif. Sistem Locher ini lebih memungkinkan lokomotif melewati tanjakan daripada sistem lainnya, karena roda giginya bisa melompat dari rak. Sistem ini digunakan pada jalur rel Gunung Pilatus, Swiss.
Dari keempat sistem rel bergerigi tersebut, Sistem Abt lah yang paling banyak digunakan.

Hanya terdapat tiga sistem jalur rel bergerigi yang tersisa di Dunia, yaitu di India, Swiss, dan yang terakhir terdapat di Indonesia. Jalur kereta api di Sumatera Barat seperti yang melewati kawasan wisata lembah Anai ini merupakan jalur kereta yang menggunakan sistem rel bergerigi. Selain di Sumatera Barat, sebenarnya, jalur rel bergerigi bisa ditemui di jalur Ambarawa – Bedono, namun setelah “beristirahat” selama puluhan tahun, jalur ini kembali dibuka untuk membantu mendongkrak pariwisata Indonesia. Jalur ini kembali dibuka pada 27 Oktober 2016 lalu.

rack railway system. sumber: odontotos.com
rack railway system. sumber: odontotos.com

Arief Yahya, Menteri Pariwisata mengatakan jalur Ambarawa – Bedono ini sangat unik karena dibangun oleh beberapa unsur yang kaya akan nilai sejarahnya. Seperti yang dikutip dari cnnindonesia.com, Ia mengatakan sejarah singkat soal jalur rel bergerigi yang unik ini. “Zaman Belanda dulu, jalur ini digunakan untuk mengangkut tebu dan hasil bumi lainnya. Jadi ini sangat unik. Kereta uapnya lama, jalurnya lama, stasiunnya lama, dan menjadi atraksi sejarah yang sangat menantang,” pungkas pria kelahiran Banyuwangi, 2 April 1961 silam ini.

Baca juga: Tembus Pegunungan Qinling, Cina Luncurkan Kereta Cepat Lintasi Wilayah Utara dan Selatan

“Jalur ini sudah dibuka sejak 27 Oktober 2016 lalu. Jalur ini awalnya untuk mengangkut hasil bumi. Untuk sekarang ini digunakan sebagai alternatif objek wisata khusus menggunakan lokomotif uap,” tegasnya. Jadi, bagi Anda yang ingin melihat dan merasakan perjalanan wisata kereta api menggunakan lokomotif uap yang melintasi jallur rel bergerigi, silakan datangi Museum Kereta Api Ambarawa yang terletak di Jalan Stasiun nomor 1, Ambarawa, Jawa Tengah.

Ini Lima Rute Penerbangan Paling Mahal di Dunia, Singapura Wakili Asia Tenggara

Rute penerbangan paling mahal di dunia umumnya terkait dengan layanan kelas bisnis atau first class pada maskapai penerbangan full service. Dari forum quora.com, berikut ini adalah beberapa rute penerbangan yang dianggap sebagai yang paling mahal di dunia:

Baca juga: Ini Lima Rute Penerbangan Paling Ekonomis di Dunia, Nomer 2 ada di Indonesia 

1. Singapura – New York dengan Singapore Airlines
Rute ini adalah penerbangan non-stop terpanjang di dunia, dengan jarak sekitar 16.700 kilometer. Tiket kelas bisnis bisa mencapai lebih dari $5.000 dan tiket first class bahkan bisa mencapai $23.000 atau lebih.

2. Sydney – Dubai dengan Qantas
Tiket kelas bisnis pada rute ini bisa mencapai lebih dari $5.000 dan tiket first class bisa mencapai $14.000 atau lebih.

3. New York – Hong Kong dengan Cathay Pacific
Tiket kelas bisnis pada rute ini bisa mencapai lebih dari $4.000 dan tiket first class bisa mencapai $26.000 atau lebih.

4. Los Angeles – Abu Dhabi dengan Etihad Airways
Tiket kelas bisnis pada rute ini bisa mencapai lebih dari $4.000 dan tiket first class bisa mencapai $28.000 atau lebih.

5. San Francisco – Singapore dengan United Airlines/Singapore Airlines
Tiket kelas bisnis pada rute ini bisa mencapai lebih dari $3.500 dan tiket first class bisa mencapai $14.000 atau lebih.

Baca juga: Menilik Lebih Jauh “Direct Cost,” Komponen Pembentuk Biaya Operasi dalam Penerbangan

Harga tiket pesawat pada rute-rute ini sangatlah mahal karena menyediakan kenyamanan dan kemewahan yang lebih tinggi, seperti kursi yang lebih luas dan lebih nyaman, layanan makanan dan minuman yang lebih berkualitas, serta layanan eksklusif lainnya seperti akses ke ruang tunggu dan layanan pengangkutan dari dan ke bandara.

Ini Lima Rute Penerbangan Paling Ekonomis di Dunia, Nomer 2 ada di Indonesia

Rute pesawat yang paling ekonomis di dunia tergantung pada banyak faktor seperti jarak, biaya bahan bakar, dan tingkat permintaan. Namun, beberapa rute pesawat yang biasanya dianggap sebagai rute yang paling ekonomis di dunia adalah sebagai berikut:

Baca juga: Inilah Empat Rute Penerbangan Langsung Jarak Jauh yang Dominan Melintasi Daratan

1. Kuala Lumpur – Singapura
Rute ini sering dianggap sebagai rute penerbangan internasional terpendek di dunia, dengan jarak sekitar 350 kilometer. Karena jarak yang pendek, biaya bahan bakar menjadi lebih murah dan harga tiket menjadi lebih terjangkau.

2. Jakarta – Surabaya
Rute ini merupakan rute penerbangan domestik yang sangat populer di Indonesia, dengan jarak sekitar 700 kilometer. Harga tiket biasanya lebih murah dibandingkan dengan rute internasional yang sejajar, sehingga menjadi pilihan yang lebih ekonomis bagi pelancong.

3. Mumbai – Delhi
Rute ini merupakan rute penerbangan domestik terpadat di India, dengan jarak sekitar 1.150 kilometer. Karena banyaknya pesawat yang terbang pada rute ini, harga tiket biasanya lebih terjangkau.

4. Beijing – Shanghai
Rute ini merupakan rute penerbangan domestik tersibuk di Cina, dengan jarak sekitar 1.200 kilometer. Karena banyaknya pesawat yang terbang pada rute ini, harga tiket relatif lebih murah.

5. London – Amsterdam
Rute ini merupakan rute penerbangan internasional yang sangat populer di Eropa, dengan jarak sekitar 400 kilometer. Karena banyaknya maskapai penerbangan yang menawarkan penerbangan pada rute ini, harga tiket menjadi lebih terjangkau.

Baca juga: Emirates Operasikan A380 dengan Rute Terpendek di Dunia, Jaraknya Setara Jakarta – Pangandaran!

Namun, perlu diingat bahwa harga tiket pesawat dapat bervariasi tergantung pada musim, waktu pembelian, dan faktor lainnya. Oleh karena itu, penting untuk selalu membandingkan harga tiket dari beberapa maskapai penerbangan dan memesan tiket dengan waktu yang tepat untuk mendapatkan harga yang lebih terjangkau.

Satu Tahun Pasca Invasi, Layanan Penerbangan Domestik Rusia Masih ‘Sehat’, Ini Resepnya

Invasi Rusia ke Ukraina telah berjalan lebih dari satu tahun, sebagai dampaknya langsung dirasakan oleh industri dan layanan dirgantara di Negeri Beruang Merah. Beragam Pembatasan dan sanksi ekonomi telah membuat babak belur industri penerbangan di Rusia. Meski mengalami kemerosotan, namun, sampai ini layanan penerbangan sipil di Rusia masih tergolong sehat, di mana sebagian besar maskapai masih mampu melayani penerbangan di negara dengan luas daratan terbesar ini.

Baca juga: Masih Disanksi, Maskapai Rusia Mulai Mengkanibal Pesawat Barat

Hal tersebut bisa terjadi lantaran maskapai Rusia mampu mendapatkan suku cadang yang cukup untuk mempertahankan layanan domestik yang kuat di negara mereka yang luas. Ketersediaan suku cadang pun menjadi tema bahasan menarik, lantaran dengan sanksi rapat dari AS da Eropa Barat, maskapai Rusia masih mampu mendapatkan pasokan suku cadang. Dari manakah asal suku cadang yang dimaksud?

Dikutip dari Forbes.com, sejak dimulainya perang Rusia dengan Ukraina, GA Telesis, distributor suku cadang pesawat yang berbasis di Florida, telah menerima banyak permintaan yang mencurigakan. Mereka berasal dari perusahaan bayangan yang dibentuk selama setahun terakhir di Uni Emirat Arab dan bekas republik Soviet seperti Kazakhstan dan Tajikistan.

Sadar akan sanksi terhadap Rusia, GA Telesis meminta bukti bahwa suku cadang tersebut untuk maskapai dan pesawat tertentu. Ketika dihadapkan dengan pertanyaan-pertanyaan itu, mereka (para pemesan) menghilang.

Ketika AS dan Eropa pertama kali memberlakukan sanksi ekonomi setelah invasi Rusia ke Ukraina, pakar penerbangan memperkirakan bahwa maskapai penerbangan Rusia akan direduksi menjadi suku cadang kanibal untuk mempertahankan jumlah pesawat yang semakin sedikit di udara.

Maskapai S7. Foto: Unsplash/Simple Flying

Meskipun ada tanda-tanda tekanan besar, bagaimanapun, maskapai Rusia telah terbukti sangat tangguh dalam pengadaan suku cadang yang cukup untuk menjaga pesawat melintasi negara yang luas, yang bergantung pada perjalanan udara untuk menghubungkan masyarakat terpencil.

Jumlah tujuan internasional yang dilayani maskapai penerbangan Rusia telah menurun tajam karena larangan penerbangan, tetapi perjalanan udara di dalam negeri tetap sehat. Pada bulan Februari, jumlah kilometer kursi yang tersedia yang diterbangkan di dalam Rusia — ukuran utama kapasitas domestik — turun hanya 13% dari bulan yang sama tahun lalu, menurut penyedia data OAG.

Pada saat yang sama, jumlah penumpang domestik meningkat sekitar 50.000 menjadi 6,5 juta, menurut surat kabar Kommersant. Pada bulan April, maskapai penerbangan Rusia telah menjadwalkan 2% lebih banyak kilometer kursi.

Hingga Rabu, ada 793 pesawat penumpang dan kargo besar yang beroperasi di Rusia, turun 101 dari pertengahan Februari tahun lalu, menurut firma analitik penerbangan Cirium. Sebagian besar penurunan tampaknya disebabkan oleh kepemilikan kembali sekitar 59 dari 483 pesawat yang disewakan kepada operator Rusia oleh pemilik asing, kata Cirium.

Untuk mendapatkan suku cadang pesawat, Rusia diduga mengikuti pedoman yang ditulis oleh Iran, negara yang telah lama dikenai sanksi, yakni bekerja melalui perantara yang mengarahkan komponen melalui berbagai perantara untuk mengaburkan tujuan akhir mereka.

Rusia juga gencar memproduksi suku cadang di dalam negeri, terutama untuk operasional pesawat-pesawat dari merek produksi dalam negeri, seperti Sukhoi dan Tupolev.

Rusia diyakini menemukan mitra yang bersedia di bekas republik Soviet dan negara-negara seperti Turki, India, dan Cina. Tapi itu mahal. Dengan pemotongan setiap perantara, harga bisa berkisar antara dua hingga lima kali lipat dari tarif normal, menurut sumber industri, dengan waktu tunggu yang lebih lama.

Yang pasti, pesawat Rusia tidak menginspirasi kepercayaan diri dalam hal keselamatan. Bagian-bagian yang dapat diperoleh maskapai penerbangan di pasar gelap dan dengan kanibalisasi sangat sedikit dan butuh waktu lebih lama untuk mendapatkannya, kata Andrey Patrakov, pendiri RunAvia, sebuah perusahaan yang berbasis di Moskow yang membuat perangkat lunak pemeliharaan dan manajemen logistik.

Baca juga: Senjata Makan Tuan, Sanksi Barat ke Rusia Bikin Lessor dan Insurer Barat ‘Ribut’ di Pengadilan

Kisah-kisah horor telah membuktikan, pada akhir Februari 2023, sebuah Boeing 737 yang dioperasikan oleh Rossiya Airlines melakukan pendaratan darurat setelah kabin mengalami penurunan tekanan.

Beberapa minggu sebelumnya, sebuah Azur Air Boeing 767 membatalkan lepas landasnya dari Phuket, Thailand, setelah api keluar dari mesin. Tidak ada yang dilaporkan terluka dalam kedua insiden tersebut

Inilah Sebab Mengapa Pintu Penumpang Umumnya Ada di Sisi Kiri Kokpit!

Ketika garbarata tidak tersedia, Anda terpaksa berjalan dari apron menuju pintu pesawat. Nah, jika diperhatikan, pintu penumpang selalu dibuka dari sebelah kiri. Padahal seperti yang diketahui bersama, terdapat dua pintu pesawat (kiri dan kanan) yang sebenarnya dapat digunakan sebagai akses masuk penumpang. Tapi, pernahkah terlintas di pikiran Anda, “Kenapa penumpang selalu naik menggunakan pintu sebelah kiri ruang kokpit, ada apa dengan pintu sebelah kanan?”

Baca Juga: Apa Arti Nomor di Ujung Landas Pacu, Cari Tahu di Sini!

Kunci jawaban pertanyaan tersebut sangatlah sederhana, efisiensi dan keselamatan. Seperti yang KabarPenumpang.com himpun dari sejumlah laman sumber, secara umum penjabaran di atas mengenai letak pintu pesawat sudah benar adanya, namun fungsi dan penamaannya berbeda. Pintu sebelah kiri lebih dikenal dengan  nama Passengers Door, sedangkan yang kanan dikenal dengan nama Service Door.

Sesuai dengan namanya, pintu sebelah kiri dikhususkan untuk penumpang, dan sebelah kanan difokuskan untuk loading segala kebutuhan selama penerbangan, seperti layanan katering, hingga generator set (genset). Tidak berhenti sampai di situ, jika barang bawaan Anda tidak memungkinkan untuk masuk ke dalam kabin, maka akan dialihkan menuju kargo atau bagasi. Nah, tidak seperti mobil yang memiliki bagasi pada bagian belakang, pesawat memiliki bagasi pada bagian atau biasa disebut lambung pesawat.

Sumber: istimewa

Dapat dibayangkan seberapa kacaunya kondisi di apron manakala penumpang yang tergesa-gesa untuk masuk ke dalam pesawat harus bentrok dengan petugas yang hendak memasukkan kargo atau layanan katering. Selain untuk menghindari kemungkinan kekacauan tersebut, pemisahan passengers door dengan service door juga bertujuan untuk menghindari adanya kecelakaan selama tahap loading.

Pintu pesawat yang tinggi memaksa pihak ground crew untuk menggunakan alat berat seperti mesin lift untuk memasukkan layanan katering dan genset ke dalam pesawat. Begitu pun dengan loading kargo, mereka akan menggunakan alat sejenis untuk memudahkan proses pemindahan barang dari konter check in menuju lambung pesawat. Walaupun kecil kemungkinan untuk terjadi kecelakaan, tapi alangkah lebih bijaksananya jika segala kemungkinan yang mengarah ke sana ditutup rapat-rapat.

Pendapat lain diutarakan oleh Vice President bagian operasional maskapai Virgin Atlantic, Dave Kistruck. “Kapten duduk di sisi kiri karena ia memiliki tanggungjawab untuk memarkirkan pesawat dan harus melakukan taxi (proses jalan di darat dari apron menuju runway) dekat garbarata,” ungkapnya, dikutip dari laman detik.com.

Baca Juga: Bosan Antri Lama di Bandara, Begini Cara Cepat Ambil Barang di Klaim Bagasi

Demi menunjang kenyamanan saat si burung besi bermanuver, maka kapten pilot akan duduk di sisi dimana penumpang naik dan turun, yaitu di sisi sebelah kiri ruang kokpit. Pernyataan Dave pun turut diamini oleh Civil Aviation Authority (CAA). Lebih lanjut, pihak CAA pun mengaitkannya dengan proses pengisian bahan bakar pesawat.

“Akses masuk pesawat selalu dibuat di sisi kiri. Maksudnya karena ada pergerakan kendaraan di sisi ini. Pengisian bahan bakar maskapai pesawat komersial walau tidak semua dilakukan di sisi kanan,” ungkapnya, dikutip dari laman dailymail.co.uk.

“Pre-Flight Check”, Inilah Lima Inspeksi Wajib yang Dilakukan Sebelum Pesawat Lepas Landas

Minggu, 26 Maret 2023, pesawat turboprop ATR 72 500 dari maskapai Wings Air dengan nomer penerbangan IW-1865 rute Bandar Udara Sultan Muhammad Salahuddin, Bima (BMU) tujuan Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Lombok (LOP), mengalami kendala keterlambatan keberangkatan yang disebabkan oleh indikasi pada salah satu indikator pesawat yang membutuhkan pengecekan segera.

Baca juga: Berapa Lama Pre-Flight Check Dilakukan di Penerbangan Komersial dan Apa Saja yang Diperiksa?

Kondisi tersebut sesuai standar operasional prosedur, pilot memutuskan kembali ke landas parkir (return to apron/ RTA) guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pihak Wings Air menyebut, bahwa penundaan penerbangan terpaksa dilakukan demi menjamin keamanan serta keselamatan penumpang dan awak pesawat.

Respon dari insiden tersebut, Wings Air mengupayakan penerbangan ulang setelah mendapatkan konfirmasi dari pihak teknis bahwa pesawat telah siap untuk dioperasikan kembali. Proses pengecekan pesawat membutuhkan waktu yang signifikan (tidak bisa cepat dan instan).

Penerbangan IW-1865 akhirnya mengudara dari Bima pukul 10:15 WITA dari jadwal keberangkatan seharusnya pukul 07.30 WITA.

Yang menarik untuk diperhatikan dalam insiden ini, Wings Air dalam siaran pers mengatakan sudah melaksanakan prosedur pengecekan sebelum keberangkatan (pre-flight check) pada pesawat ATR 72, sebagai serangkaian pemeriksaan dan uji coba yang dilakukan oleh pilot, awak kabin dan teknisi sebelum pesawat siap untuk diterbangkan. Tahapan dimaksud dilaksanakan setiap kali pesawat akan diterbangkan dan merupakan bagian yang tidak dapat diabaikan dalam operasional penerbangan. Hasilnya, pesawat dalam kategori aman dan laik (layak) dioperasikan.

Berlaku pada setiap pesawat, fase pre-flight check pada pesawat ATR 72 Wings Air telah dijalankan, yakni mencakup:

1. Exterior Inspection
Teknisi dan awak pesawat memeriksa kondisi eksterior pesawat seperti kondisi badan pesawat, sayap, mesin, kaca kokpit, ketinggian ban, kebersihan pesawat dan kondisi di sekitar pesawat.

2. Interior Inspection
Kru pesawat memeriksa kondisi interior pesawat seperti dokumen, kebersihan kabin, kursi penumpang dan sistem pengatur suhu.

3. Cockpit Inspection
Pilot mengikuti prosedur pemeriksaan terhadap kondisi sistem elektronik, komunikasi, navigasi dan kontrol pesawat seperti altimeter, instrumen penerbangan dan sistem bahan bakar.

4. Engine Start and Run-Up
Pilot melakukan tes awal mesin dan sistem bahan bakar sebelum memulai menyalakan mesin pesawat.

Baca juga: Pre-Flight Checks, Tugas Pertama Awak Kabin dan Paling Penting, Bagaimana Bisa?

5. Taxi Check
Setelah mesin berhasil dihidupkan, pilot menjalankan pengujian sistem rem, kemudi dan mesin pada kecepatan rendah ketika pesawat bersiap melakukan taksi (pergerakan dari landas parkir menuju landas hubung).