Banyak istilah dalam dunia penerbangan, salah satu yang menarik adalah ancillary revenue. Ancillary revenue merujuk pada pendapatan yang diperoleh oleh maskapai penerbangan dari sumber-sumber selain penjualan tiket pesawat.
Ancillary revenue adalah pendapatan tambahan yang diperoleh oleh maskapai dengan menawarkan berbagai layanan dan produk ekstra kepada penumpang selama atau sebelum perjalanan mereka. Pendapatan tambahan in juga berasal dari semua tambahan kecil yang Anda bayarkan; seperti pemilihan kursi, tas ekstra, ruang kaki ekstra, dan kudapan waktu makan itu. Ada juga kontribusi dari skema frequent flyer, kredit kredit merek bersama, perusahaan asuransi, dan mitra hotel.
Dikutip dari Simple Flying, Awalnya, awalnya ancillary revenue secara eksklusif dikaitkan dengan maskapai penerbangan berbiaya rendah dan sangat murah (low cost carrier). Meskipun demikian, operator jaringan global di seluruh dunia telah beralih ke metode ini karena kebutuhan persaingan.
Komponen ancillary revenue memberikan lapisan stabilitas untuk maskapai penerbangan, karena harga layanan yang ditawarkan tidak berfluktuasi atau ditentukan oleh penawaran dan permintaan seperti tarif.
Pada tahun 2022, ancillary revenue global mencapai rekor tertinggi, terhitung sekitar 15% dari total pendapatan maskapai penerbangan. Ini terbukti di Amerika Serikat, di mana maskapai penerbangan memperoleh sekitar $4 miliar dari pendapatan biaya kursi yang ditetapkan.
Mengapa Ancillary revenue itu penting?
Bukan rahasia lagi bahwa industri penerbangan dicirikan oleh kerentanan terhadap kemerosotan ekonomi, biaya operasional yang tinggi, dan tekanan tarif yang menurun.
Dengan memperluas jangkauan aliran pendapatan, maka maskapai penerbangan mencoba melakukan lindung nilai terhadap hal ini. Operator layanan penuh dengan skema frequent flyer yang komprehensif dapat mengumpulkan pendapatan melalui usaha dengan lembaga keuangan, hotel, perusahaan persewaan mobil, supermarket, asuransi, pom bensin; daftarnya terus berlanjut. Ini mencapai titik di mana hampir setiap transaksi yang Anda lakukan dapat ditautkan ke akun frequent flyer, menghasilkan poin untuk Anda sendiri dan, pada akhirnya, pendapatan untuk maskapai.
Ideaworks mencatat bahwa peran ancillary revenue mengubah operasi industri penerbangan. Terlepas dari tantangan ekonomi dan operasi industri penerbangan, pendapatan tambahan terus meningkat. Ini adalah pot emas untuk maskapai penerbangan.
Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Peribahasa tersebut mungkin cocok untuk menggambarkan peraturan yang berlaku di setiap tempat, termasuk maskapai. Namun, tidak semua peraturan tersebut masuk di akal, bahkan beberapa diantaranya akan memaksa Anda untuk mengernyitkan dahi ketika mendengarnya. Berikut, KabarPenumpang.com himpun 14 peraturan tidak biasa yang berlaku di maskapai versi telegraph.co.uk.
Bagi Anda yang memiliki masalah dengan bau badan, pastikan untuk mengatasi masalah tersebut terlebih dahulu sebelum Anda menaiki tiga maskapai raksasa asal Negeri Paman Sam: United Airlines, American Airlines, dan Delta Air Lines karena bisa saja petugas dari maskapai tersebut melarang Anda untuk mengudara. Seperti kejadian pada tahun 2010 silam dimana seorang pria terpaksa diturunkan dari maskapai Air Canada Jazz setelah penumpang lain mengeluhkan bau badannya yang cukup ekstrim.
Pakaian yang Nyeleneh
Sumber: istimewa
Dibeberapa maskapai, penumpang yang menggunakan pakaian yang dianggap tidak sopan akan dilarang untuk terbang, seperti tidak menggunakan sepatu, hingga pakaian yang dianggap dapat menyinggung penumpang lainnya. Seperti kasus yang terjadi pada bulan Mei 2017 kemarin, dimana sekelompok wanita yang hendak terbang ke Magaluf, Spanyol terpaksa diturunkan dari penerbangan Jet2 karena mengenakan kaos bertuliskan “Bitches on Tour”.
Larangan Gaya Rambut yang Aneh
Sumber: mens-hairstyle.com
Pada umumnya, setiap maskapai akan meminta pramugarinya untuk memiliki tampilan rapi sesuai dengan standar konvensional seperti yang diungkapkan oleh pihak British Airways. Maskapai Hawaiian Airlines akan melarang setiap awak pesawatnya yang memiliki gaya rambut yang sedikit aneh, seperti pewarnaan rambut yang esktrem, cornrows, dreadlock, hingga Mohawk. Sementara itu United Airlines melarang pramugaranya yang memiliki facial hair yang trendi, seperti rambut dibawah bibir bawah, hingga kumis yang panjangnya melebihi ¼ inci dari sisi mulut. Lain cerita dengan Jet Airways yang mewajibkan kru pesawatnya memiliki kulit yang mulus, tanpa bekas luka, jerawat, hingga ciri kulit yang permanen seperti tahi lalat.
Tentang Make Up Kru Pesawat
Sumber: vemale.com
United Airlines melarang pramugaranya untuk bersolek yang berlebihan, hanya sebatas lip gloss dan pomade untuk menata rambut. Sedangkan American Airlines menghimbau kepada pada pramugarinya untuk selalu bersolek ulang agar tetap terlihat segar, namun tidak di depan para penumpangnya.
Larangan Menggunakan Perhiasan
Hawaiian Airlines membatasi para kru pesawat untuk tidak menggunakan anting yang menjuntai yang diameternya melebihi 1½ inci. Sedangkan United Airlines memperbolehkan kru pesawatnya untuk mengenakan cincin maksimal empat buah, dengan catatan penggunaan di setiap tangannya tidak melebihi dua cincin.
Pembatasan Hewan Peliharaan
Sumber: istimewa
Di sebagian maskapai, hewan peliharaan diperkenankan masuk ke dalam kabin, namun setiap maskapai memiliki kategorinya masing-masing. Seperti British Airways yang memperkenankan semua jenis anjing untuk masuk kabin sementara United tidak memperbolehkan anjing jenis pitbull, ular, musang, tikus, dan laba-laba yang dipertimbangkan dapat membahayakan keselamatan penumpang lain. United juga memperbolehkan membawa monyet masuk ke dalam kabin selama ukuran binatang yang kerap kali dikaitkan dengan teori evolusi manusia tersebut tidak terlalu besar; setidaknya bisa ditempatkan di celah kursi bagian depan Anda.
Perijinan Terkait Pembawaan Tengkorak Hewan Bertanduk
Delta mengijinkan penumpang untuk membawa tengkorak hewan bertanduk, namun disimpan di dalam bagasi dan akan dikenai biaya tambahan; tentu saja mereka memiliki spesifikasi khusus mengenai ukurannya, yaitu dimensi liniernya tidak boleh melebihi 115 inci, dan berat tidak melebihi 70 lbs.
Perijinan Terkait Pembawaan Abu Krematorium
Easyjet dan Ryanair mengizinkan penumpang membawa abu jenazah hasil krematorium selama dikemas dengan aman dan rapi, supaya terhindar abu tercecer selama perjalanan.
Bayi Juga Dilarang!
Di beberapa maskapai, bayi di bawah umur tujuh hari dilarang mengudara mengingat keselamatannya yang bisa saja terancam, tapi biasanya larangan ini berlaku untuk bayi di bawah usia 14 hari.
Penempatan Jenazah Selama di Kabin
Sumber: travelandstyle.ca
Delta Airlines memberlakukan sebuah peraturan yang bisa dibilang sedikit menyeramkan, yaitu membiarkan jenazah seseorang didudukkan di tempat duduk yang tersedia dengan menutupinya dengan selimut hingga batas leher dan memasangkannya kantung tidur.
Larangan Bagi Penumpang dan Kru Pesawat yang Mengidap Obesitas
Pada tahun 2013, Samoa Air yang terkenal kontroversial mulai memberlakukan tarif tambahan bagi siapa saja yang memiliki berat badan di atas rata-rata. 2 tahun berselang, Air India mengingatkan 600 dari 3500 awak kapal untuk menurunkan berat badan mereka dalam waktu enam bulan dengan ancaman diberhentikan dari pekerjaannya. Serupa dengan Samoa Air, Air France pun melakukan peraturan yang sama, yaitu mewajibkan penumpang yang memiliki berat badan di atas normal untuk membeli dua tiket sekaligus berlandaskan faktor keselamatan penerbangan
Adalah Legal Untuk Membawa Stun Gun di Korea Selatan
Sehubungan dengan meningkatnya tindak kriminal yang terjadi di atas penerbangan, maskapai Korean Air Lines mengijinkan setiap kru maskapainya untuk membawa stun gun untuk melumpuhkan pelaku tindak kriminal selama pesawat mengudara
Hati-Hati Jika Anda Alergi Terhadap Kacang
Sumber: duakelinci.co.id
Jika Anda alergi kacang, siap-siap untuk tidak terbang menggunakan maskapai Korean Air, mengingat kejadian pada tahun 2014 silam dimana satu keluarga terpaksa diturunkan dari maskapai tersebut karena salah satu anaknya memiliki alergi terhadap kacang. Penurunan keluarga tersebut dilandaskan pada alasan keselamatan penerbangan
Pelarangan Pilot Berbicara Pada Ketinggian 10.000 kaki Larangan ini dilandaskan pada alasan keselamatan penumpang dimana kru kokpit harus fokus saat hendak lepas landas hingga mencapai ketinggian 10.000 kaki, dan ketika hendak landing ketika pesawat sudah berada di ketinggian yang sama.
Selain disambut oleh senyuman manis pramugari, saat penumpang masuk ke dalam kabin lazimnya akan ditawari permen (kembang gula) sebelum pesawat take-off. Namun, saat ini kebanyakan penerbangan tidak lagi memberikan permen. Tentang hal ini banyak yang bertanya-tanya, mengapa maskapai tak lagi memberikan permen ke para penumpang?
Dari forum quora.com, disebut bahwa pemberian permen kepada para penumpang ada maksud tersendiri. Salah satunya dikaitkan dengan masalah dengung atau ketidaknyamanan pada telinga yang dapat muncul selama perubahan tekanan kabin selama lepas landas atau mendarat.
Fenomena di atas biasa disebut “dengung telinga” atau “tekanan telinga” dan terjadi ketika perbedaan tekanan udara antara telinga bagian dalam dan lingkungan luar tidak seimbang.
Dalam beberapa kasus, mengunyah permen atau mengunyah permen karet dapat membantu meredakan tekanan pada telinga bagian dalam dan membantu menyeimbangkan tekanan udara di telinga. Aktivitas ini dapat membantu membuka saluran Eustachius, yang menghubungkan tenggorokan dengan telinga tengah, dan memungkinkan udara masuk atau keluar untuk menyamakan tekanan.
Nah, mengapa permen saat ini ‘kebanyakan’ tak disajikan oleh pramugari maskapai, salah satunya karena tekanan pada kabin pada pesawat modern sudah lebih baik.
Tekanan kabin pesawat adalah salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perubahan dalam layanan penerbangan, termasuk pemberian permen kepada penumpang. Tekanan kabin adalah tekanan udara yang diatur di dalam pesawat untuk menciptakan kondisi yang nyaman bagi penumpang selama penerbangan.
Namun, perubahan dalam tekanan kabin mungkin bukan satu-satunya alasan mengapa pramugari mungkin tidak lagi memberikan permen kepada penumpang.
Meskipun peningkatan dalam teknologi dan desain pesawat telah menghasilkan peningkatan signifikan dalam kenyamanan dan pengalaman penerbangan, faktor-faktor lain seperti kebijakan maskapai, preferensi penumpang, pertimbangan kesehatan, dan efisiensi pelayanan juga dapat mempengaruhi keputusan mengenai pemberian permen atau makanan lainnya kepada penumpang.
Seorang awak kabin senior dari sebuah maskapai papan atas nasional menyebutkan, bahwa pemberian permen tidak lagi dilakukan karena umumnya penumpang saat ini sudah terbiasa membawa permen sendiri.
Meski diakuinya, kadang penumpang mengambil terlalu banyak permen. Walau tidak disajikan, umumnya awak kabin menyiapakan stok permen bila ada penumpang yang meminta.
Garuda Indonesia pada Jumat (4/8) resmi menerima 1 (satu) pesawat tambahan jenis Boeing 737-800NG, yang merupakan bagian dari rencana penambahan armada Garuda Indonesia yaitu sebanyak total 5 unit pesawat narrow body di tahun 2023, dalam rangka mengoptimalkan tren peningkatan trafik penumpang dengan memperkuat jumlah armada yang dioperasikan seiring dengan meningkatnya aktivitas bepergian masyarakat pasca pandemi.
Pesawat dengan nomer registrasi PK-GUA tiba di Terminal 3 – Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 19.50 WIB Jumat (4/8), setelah sebelumnya diberangkatkan dari Bandara Internasional Istanbul Sabiha Gökçen, Turki pada Kamis (3/8) pukul 08.40 LT kemudian tiba di Bandara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel pukul 17.45 LT. Penerbangan tersebut kembali dilanjutkan keesokan harinya, Jumat (4/8) pukul 10.15 LT untuk menuju Jakarta.
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, “Ketibaan satu pesawat Boeing 737-800NG ini menjadi wujud komitmen berkelanjutan Garuda Indonesia pasca restrukturisasi untuk terus bergerak menjadi entitas bisnis yang jauh lebih sehat dan adaptif, seiring dengan aktivitas perjalanan udara masyarakat yang berangsur-angsur kembali pulih ke situasi pre pandemi.”
“Rencana ke lima pesawat ini nantinya akan menunjang optimalisasi pertumbuhan frekuensi penerbangan Garuda baik rute domestik maupun internasional di sepanjang tahun 2023, khususnya rute-rute dengan capaian positif. Termasuk, untuk mendukung berbagai gelaran nasional maupun internasional di berbagai destinasi Indonesia yang membutuhkan dukungan aksesibilitas transportasi udara yang aman dan nyaman,” jelas Irfan.
Saat masih dioperasikan Oman Air dengan nomer registrasi A4O-BV.
“Masih di bulan ini, Garuda Indonesia juga direncanakan akan kembali menerima pesawat Boeing 737-800NG sebagai pesawat kedua yang tiba di Jakarta untuk masuk ke proses painting livery di GMF AeroAsia sebelum secara resmi beroperasi. Dengan hadirnya kedua pesawat tersebut, maka saat ini kekuatan armada Boeing 737-800NG Garuda Indonesia yakni sebanyak 39 armada. Sementara untuk 2 pesawat berikutnya diproyeksikan akan tiba sekitar di akhir Kuartal III tahun 2023 mendatang.”
Tentang Boeing 737-800NG PK-GUA yang baru saja memperkuat armada Garuda Indonesia, bukanlah pesawat baru. Sebelumnya pesawat tersebut dioperasikan oleh Oman Air dengan nomer registrasi A4O-BV, yang mana pesawat diterima dari Boeing pada tahun 2014.
Setelah sebelumnya membuka rute penerbangan langsung dari Banda Aceh ke Timur Tengah, Garuda Indonesia pada hari Minggu (6/8) kembali meresmikan layanan penerbangan langsung ke Tanah Suci dari Bandara Internasional Kertajati, Majalengka. Penerbangan langsung tersebut dilayani melalui rute penerbangan Kertajati – Jeddah pp dan dioperasikan dengan Boeing 777-300ER.
Pada penerbangan perdana tersebut Garuda Indonesia mengangkut sedikitnya 370 calon jemaah ke Jeddah. Penerbangan Kertajati-Jeddah pp dilayani 1 (satu) kali setiap minggunya yaitu pada hari Minggu dan dioperasikan dengan GA 902 yang diberangkatkan dari bandara internasional Kertajati pada pukul 11.40 WIB dan tiba di bandara internasional King Abdul Aziz pada pukul 17.30 LT.
Sementara itu penerbangan dari Jeddah ke Kertajati akan dilayani dengan GA 903 dan akan diberangkatkan dari bandara internasional King Abdul Aziz pada pukul 19.30 LT dan akan tiba di bandara internasional Kertajati pada pukul 10.00 WIB.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan bahwa pembukaan rute penerbangan langsung ke Tanah Suci dari Kertajati ini tidak hanya merupakan upaya Garuda Indonesia sebagai national flag carrier dalam menghadirkan penerbangan langsung menuju Tanah Suci bagi masyarakat Jawa Barat, namun juga merupakan bentuk dukungan Perusahaan terhadap pengembangan bandara Kertajati sebagai hub penerbangan di Jawa Barat.
Commercial Aircraft Corporation of China, Ltd. (COMAC), manufaktur pesawat asal Negeri Panda baru-baru ini telah mendirikan Kantor Layanan Pelanggan Luar Negeri pertamanya di Jakarta, Indonesia. Persisnya pada 31 Juli 2023, COMAC secara resmi membuka Kantor Perwakilan Asia Tenggara di Jakarta, Indonesia.
He Dongfeng, Sekretaris Partai dan Ketua COMAC, dan Anwar Sanusi, Sekretaris Jenderal Kementerian Tenaga Kerja Indonesia, bersama-sama meluncurkan plakat untuk Kantor Perwakilan Asia Tenggara Perusahaan Layanan Pelanggan COMAC. Dilansir dari Harian Kompas, He Dongfeng, saat upacara pembukaan, menyebutkan Indonesia dipilih sebagai lokasi kantor internasional pertama COMAC karena keberhasilan TransNusa mengoperasikan dua pesawat ARJ21. Ia juga mengungkapkan ambisi perusahaan untuk memperkenalkan C919 ke pasar Indonesia.
Menurut data operasional, ARJ21 telah mengakumulasi lebih dari 762 jam terbang di Indonesia dan telah melayani 270.000 penumpang.
COMAC melihat pembukaan Kantor Perwakilan Asia Tenggara COMAC sebagai langkah signifikan dalam ekspansi global COMAC. Dan pendirian Kantor Perwakilan Asia Tenggara menunjukkan kepercayaan COMAC terhadap pasar Indonesia dan dedikasinya untuk memberikan layanan berkualitas tinggi kepada pelanggan di Asia Tenggara.
COMAC mengatakan Kantor Perwakilan Asia Tenggara akan memprioritaskan customer-centricity, yang bertujuan untuk melayani klien di wilayah tersebut dengan lebih baik. Kantor akan secara efisien memberikan dukungan operasional, pelatihan, pemeliharaan, dan bantuan material untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan meningkatkan efisiensi operasional pesawat ARJ21.
Sebagai pintu gerbang penting bagi COMAC di Asia Tenggara, kantor tersebut akan membina hubungan yang lebih erat dengan pemerintah Indonesia dan organisasi sosial, mendorong kerja sama praktis untuk MRO, dan lembaga pelatihan, sehingga berkontribusi pada inovasi teknologi penerbangan Indonesia, peningkatan industri, dan transformasi digital.
Strategi ekspansi internasional COMAC dapat diringkas sebagai “Melalui Indonesia untuk menjangkau sepuluh negara ASEAN, kemudian berekspansi melintasi Asia dan akhirnya mencapai pasar global.” Saat ini, COMAC fokus menjadikan TransNusa Airlines sebagai benchmark untuk operasi di luar negeri, dengan tegas menjadikan Indonesia sebagai titik awal, pijakan, dan titik strategis untuk mempromosikan pesawat produksi dalam negeri ke dunia internasional.
TransNusa, maskapai penerbangan bertarif rendah Indonesia, menjadi operator asing pertama untuk pesawat regional ARJ21 COMAC, yang memulai layanan pada bulan April. Maskapai ini terutama menggunakan pesawat ini untuk penerbangan domestik di Indonesia dan baru-baru ini mulai mengoperasikan rute internasional pertamanya antara Jakarta dan Kuala Lumpur. Menurut data armada Cirium, TransNusa saat ini mengoperasikan dua ARJ21, dengan 28 pesanan lagi.
Menariknya, situs resmi COMAC yang berbahasa Mandarin dan Inggris, serta semua saluran media sosialnya, tidak menyebutkan acara pembukaan kantor di Indonesia.
Menghabiskan waktu bersama dengan orang tercinta ternyata tidak melulu mesti di café, restoran bintang lima, atau tempat-tempat romantis lainnya. Ya, tidak bisa dipungkiri bahwa belakangan ini berbagai layanan transportasi menyediakan paket perjalanan romantis yang dapat Anda pilih untuk menghabiskan waktu bersama si dia, seperti halnya kereta api. Telebih, sebentar lagi perayaan Hari Kasih Sayang akan tiba, tentu Anda semua tidak ingin melewatkan momen ini bersama orang-orang tercinta, bukan?
Di Negeri Paman Sam, ada satu layanan kereta api yang menyajikan paket perjalanan yang tidak hanya menyuguhkan pemandangan apik nan memanjakan mata di luar, namun juga pelayanan sempurna yang akan Anda dapat di dalamnya juga dijamin membuat perjalanan tersebut lebih romantis.
Adalah Rocky Mountaineer, perusahaan kereta api wisata asal Kanada yang menawarkan paket liburan di sekitaran Kanada Barat yang mengoperasikan kereta di empat rute berbeda yang melintasi British Columbia, Alberta, dan negara bagian Washington AS. Nah, penasaran ‘kan dengan kelebihan apa saja yang ditawarkan oleh Rocky Mountaineer ini? Berikut KabarPenumpang.com sarikan beberapa poin unggulan yang ditawarkan oleh layanan kereta ini.
Sarat Akan Kemewahan Di dalam layanan ini, Anda tidak hanya akan menemui bangku yang empuk, perjalanan yang minim akan getaran, reclining seat, hingga pemandangan menakjubkan di luar sana, tapi juga pelayanan istimewa bak resto bintang lima. Beragam penganan mewah, champagne, hingga konsep fine dining semua dapat Anda nikmati dalam perjalanan ini. Tentu saja ini akan menjadi perjalanan romantis tak terlupakan Anda bersama pasangan.
Minimnya Gangguan Tentu momen kebersamaan bersama yang tercinta perlu diapresiasi dengan sepenuh hati. Tidak menutup kemungkinan akan ada gangguan dari kantor melalui smartphone Anda, namun itu semua seolah tidak dihiraukan manakala Anda menatap pemandangan indah yang tersaji di luar jendela. Tidak seperti layanan kereta antar kota atau antar negara, di Rocky Mountaineer Anda tidak akan menemukan petugas kereta yang berkeliling untuk menjajakan cemilan. Satu-satunya interupsi yang akan Anda temui di layanan ini adalah petugas yang akan mengisi ulang wine Anda.
Pemandangan yang Memanjakan Mata Sesuai dengan tujuan utama pengadaan kereta ini, sudah barang tentu sang penyedia jasa tidak akan sembarangan memilih rute. Hanya rute-rute yang memiliki pemandangan fantastis lah yang akan dilalui oleh layanan ini. Dengan begitu, sebagai penumpang Anda hanya perlu duduk manis menikmati layanan onboard, dan menyaksikan indahnya lukisan Sang Pencipta dari dalam gerbong.
Perputaran Waktu yang Seolah Melambat Nampaknya semua orang setuju bahwa walaupun tidak menemui kemacetan, menempuh perjalanan dengan menggunakan kereta seolah lebih lambat ketimbang moda transportasi lain. Persepsi inilah yang lalu dikombinasikan dengan pelayanan apik selama perjalanan, membuat Anda betah dan enggan berpaling dari tempat duduk kereta ini.
Hujan Tidak Menghambat Perjalanan Romantis Ini Rintik hujan yang mulai basahi bumi terkadang membawa petaka bagi sebagian kalangan, namun tidak bagi para penumpang kereta ini. Nuansa romantis akan semakin terjalin manakala rintik hujan tipis mulai menyertai perjalanan Anda.
Bagaimana, Anda tertarik untuk mencoba layanan ini? Silakan kunjungi laman resmi dari Rocky Mountaineer dan pilih beragam paket yang tersedia!
Selain terkenal dengan cokelat dan pegunungan Alpennya, Swiss juga memiliki satu alternatif perjalanan wisata yang patut dipertimbangkan. Glacier Express, sebuah kereta wisata yang akan membawa Anda menikmati keindahan pemandangan di sepanjang jalur St. Moritz dan Zermatt di Swiss. Selain itu, kereta ekspres ini juga akan mengajak Anda mengarungi kawasan gunung Piz Bernina dan Matterhorn. Jadi, mungkin sudah sedikit terbayang dengan apa saja yang bisa Anda lihat sepanjang perjalanan menggunakan kereta yang melakukan perjalanan pertamanya pada 25 Juni 1930 ini.
Kala itu, Glacier Express masih dioperasikan oleh tiga perusahaan kereta api, yaitu Brig-Visp-Zermatt Bahn (BVZ), Furka Oberalp Bahn, dan RhB. Nama Glacier Express sendiri diambil dari Rhone Glacier, nama salah satu sungai es terbesar yang terletak di dekat kawasan Gletsch di Furka Pass, Swiss. Selama rentan 1943-1946, kereta ekspres ini sempat dinonaktifkan sementara waktu karena meletusnya Perang Dunia II. Ketika akhirnya kembali beroperasi, Glacier Express menambah fasilitas dining service dari rute perjalanan ke puncak Oberalp Pass.
Interior First Class Glacier Express. Sumber: eurail.com
Dari dalam kereta, Anda bisa menikmati pemandangan menakjubkan sepanjang perjalanan melalui jendela kaca yang ukurannya lebih besar dari kereta api pada biasanya, ditambah dengan kaca tambahan yang terdapat pada bagian atas kepala penumpang. Kebersihan dan interior dalam kereta ini juga terjaga, sehubungan dengan fungsi utama dari kereta ini, yaitu sebagai kereta wisata. Layaknya pada moda-moda lainnya, Glacier Express juga memiliki dua pilihan kelas, yaitu First Class dan Second Class. Dari namanya saja sudah jelas terpapar bahwa First Class memiliki kelebihan dari kelas lainnya, yaitu dari tempat duduk dan lebar lorong yang berbeda.
Anda tidak perlu takut akan kelaparan di dalam sini karena lupa membawa perbekalan, karena Glacier Express pun menawarkan pilihan berbagai macam penganan yang bisa Anda pesan kepada para kru kereta. Namun, tidak ada masalah jika Anda membawa bekal sendiri.
Perjalanan menggunakan Glacier Express ini memakan waktu 8 jam dengan jarak 180 mil atau kurang lebih sekitar 290km ini akan membawa kita melintasi areal daratan dan perbukitan pada ketinggian 1500 mdpl, melintasi 291 jembatan dan 91 terowongan, termasuk terowongan yang terkenal sebagai terowongan terpanjang di dunia. Kemudian Anda akan dibawa melihat indahnya Sungai Rhone dan Rhine sekaligus, serta melambat di Oberalp Pass pada ketinggian 2.033mdpl. Sepanjang perjalanan, Anda akan disuguhi oleh pemandangan yang sangat indah mulai dari padang rumput, perkebunan anggur dan hamparan hijaunya rerumputan hingga puncak gunung yang tertutupi oleh salju, sungguh syahdu.
Sumber: raileurope-world.com
Tidak lama setelah kereta bertolak dari stasiun St. Moritz di daerah Graubünden, Glacier Express akan melewati Samedan dan Bever di dataran tinggi Engadin. Kereta akan terus membawa Anda memasuki Terowongan Albula tepat di bawah Albula Pass. Glacier Express akan terus berlari melewati Preda, sebelum akhirnya melewati stasiun pertama di Albula Valley dan terus melaju menuju Bergün/Bravuogn.
Selama perjalanan, Anda akan menemukan Landwasser Viaduct dan sungai Phosterior Rhine sebelum akhirnya sampai di kota Chur. Dari Chur, kereta akan melewati jurang Ruinaulta dan menanjak hingga mencapai kawasan Ilanz, Disentis/Mustér, dan Sedrun. Jalanan akan semakin curam sebelum mencapai puncak Oberalp Pass pada ketinggian 2.033 meter di atas permukaan laut.
Selanjutnya, memasuki Canton of Uri di kawasan Swiss Pusat dan terus berjalan hingga Andermatt. Kereta mulai memasuki kawasan Furka ketika Anda mulai menemukan lembah Urserental yang melalui desa Hospental dan Realp. Lalu kereta akan terus mengular melalui Terowongan Furka Base dengan menanjaki lintasan Furka Pass yang berakhir di Oberwald. Setelah itu, Glacier Express akan membawa Anda menuju Brig dan memungkinkan Anda untuk menikmati keindahan alam dari desa Ulrichen, Münster-Geschinen, dan Fiesch.
Setelah mencapai Brig, kereta terus melaju hingga Visp, lalu memasuki kawasan lembah Mattertal dan menanjak hingga melalui desa Staldem, St. Niklaus, dan Randa. Di sinilah Anda akan menemukan pemandangan menakjubkan dari puing-puing reruntuhan yang memisahkan jalanan dan rel kereta api pada tahun 1991. Tidak jauh dari sana, terdapat stasiun Täsch yang menjadi salah satu tempat penting karena terletak di jalanan terbuka. Setelah melalui jalur yang curam, kereta pun akan tiba di Zermatt yang terletak pada ketinggian 1.616 mdpl.
Jadi, jika Anda berkesempatan mendatangi Swiss, silakan mencoba untuk meluangkan sedikit waktu untuk bisa menikmati perjalanan menggunakan Glacier Express. Untuk pemesanan tiket, Anda bisa mencari info lebih lanjut di internet.
Tiada kata bosan bagi awak kabin untuk selalu mengingatkan dan meminta kepada penumpang untuk menegakkan sandara kursi saat pesawat take-off (lepas landas) dan landing (mendarat). Mungkin bagi para penumpang yang sering naik pesawat, akan mendengarnya sebagai ‘perintah’ yang membosankan.
Tapi jangan salah, ‘cerewetnya’ awak kabin tentu ada alasannya, dan menegakkan sandaran kursi meski terkesan sepele, tapi sangat penting dalam prosedur keselamatan penerbangan. Dan berikut ini adalah beberapa alasan mengapa penumpang diwajibkan untuk menegakkan sandaran kursi.
1. Posisi Terbaik untuk Kejadian Darurat
Dalam kejadian darurat saat take-off atau landing, posisi tegak dengan sandaran kursi yang diangkat membantu penumpang untuk berada dalam posisi yang lebih aman dan siap untuk menghadapi situasi darurat. Ini memungkinkan penumpang untuk lebih cepat keluar dari kursi mereka jika diperlukan.
2. Peningkatan Keamanan
Dengan sandaran kursi yang diangkat, penumpang memiliki dukungan tambahan untuk punggung mereka, yang dapat membantu mengurangi risiko cedera pada punggung dan leher selama fase take-off dan landing yang cenderung lebih bergejolak.
3. Meningkatkan Kemampuan Evakuasi
Dalam keadaan darurat, waktu evakuasi menjadi sangat penting. Dengan sandaran kursi yang diangkat, lorong pesawat akan lebih lebar dan memudahkan evakuasi penumpang, yang dapat menyelamatkan nyawa dalam situasi kritis.
4. Mencegah Cidera Selama Gaya G-Force
Pada saat take-off dan landing, pesawat mungkin mengalami percepatan atau perlambatan yang cepat, yang menciptakan gaya G-Force. Dengan sandaran kursi yang diangkat, penumpang dapat membatasi gerakan tubuh mereka dan mencegah cidera yang disebabkan oleh G-Force.
5. Mengikuti Peraturan Keselamatan
Menegakkan sandaran kursi selama take-off dan landing adalah persyaratan keselamatan yang ditetapkan oleh maskapai penerbangan dan otoritas regulasi penerbangan. Ini adalah bagian dari prosedur standar yang dirancang untuk melindungi penumpang selama fase kritis penerbangan.
Dengan mengikuti instruksi keselamatan di pesawat sangat penting untuk melindungi diri sendiri dan penumpang lainnya. Meskipun fase take-off dan landing mungkin terlihat rutin, itu adalah waktu yang paling kritis selama penerbangan.
Dengan mengikuti instruksi keselamatan dan prosedur yang ditetapkan, maka Anda dapat berkontribusi pada keselamatan dan kenyamanan penerbangan secara keseluruhan.
Persepsi wahana favorit untuk membawa pimpinan negara atau presiden umumnya berupa pesawat dan mobil, yang lantas kemudian identik dengan label ‘Pesawat Kepresidenan’ dan ‘Mobil Kepresidenan.’ Tapi lain dari itu, meski terbilang langka, juga dikenal sosok kereta kepresidenan. Disebut langka, pasalnya hanya beberapa negara saja yang secara resmi mempunyai wahana transportasi khusus ini.
Contoh yang paling eksis saat ini adalah kereta kepresidenan milik pimpinan Korea Utara Kim Jong Un yang disebut-sebut mewah bak limousine dan berlapis baja laksanana kendaraan tempur. Negeri Paman Sam juga tercatat sebagai pengguna kereta kepresidenan di masa lalu, seperti kereta kepresidenan yang digunakan Abraham Lincoln pada tahun 1865, kemudian ada kereta Ferdinad Magellan yang dipakai presiden AS pada periode 1943-1958.
Nah, kembali ke jaman revolusi 1945, Indonesia justru pada saat itu telah menggunakan kereta kepresidenan atau yang lebih dikenal sebagai Kereta Luar Biasa (KLB). Tentu saja rangkaian kereta, baik lokomotif dan gerbongnya adalah peninggalan Belanda. Dua gerbong mewah KLB dibuat khusus untuk Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Dua gerbong khusus itu dibuat Staatspoorwegen (perusahaan KA Hindia Belanda) di Hoofd Werkplaats di Bandung pada 1919.
Masing-masing IL7 dan IL 8 memiliki panjang 18,5 meter. Gerbong IL7 memiliki bobot 39 ton, sementara IL8 36 ton. Nasib dua gerbong mewah ini sempat terancam saat Jepang masuk ke Indonesia.
Sementara untuk lokomotifnya, kala itu dipilih Lokomotif C2849 yang tersimpan di Dipo Jatinegara. Melengkapi satu rangkaiannya, turut disambungkan enam gerbong lagi. Yakni gerbong barang/bagasi DL8009, gerbong penumpang kelas 1 dan 2 ABGL 8001 serta ABGL 8004, gerbong makan FL 8001, serta dua gerbong tidur SAGL 9006 dan SAGL 9004.
Cerita sejarah dari penggunaan KLB didasari atas maraknya provokasi yang terjadi setiap hari di Jakarta, maka pada 1 Januari 1946, pimpinan kereta di Jakarta diperintah secara langsung dan rahasia oleh Soekarno untuk membawa Presiden, Wakil Presiden, seluruh memteri kabinet dan para pejabat tinggi negara untuk pindah dari Jakarta ke Yogyakarta. Untuk itu Balai Yasa di Manggarai diserahi tugas untuk mempersiapkan kereta api khusus dalam waktu secepatnya.
Kursi rotan yang menjadi bagian dari sejarah Presiden RI Soekarno saat tiba di di Stasiun Tugu Yogyakarta, saat itu Soekarno baru tiba dari perjalanan dengan Kereta Api Luar Biasa dari Jakarta ke Yogyakarta, 4 Januari 1946.
KLB berangkat pada 3 Januari 1946 sekira pukul 6 petang dan tiba dengan selamat di Yogyakarta pada 4 Januari sekira pukul 9 pagi. Rangkaian kereta penumpang terdiri dari delapan gerbong yang disusun sebagai berikut:
1. Kerata pertama untuk barang bagasi.
2. Kereta kedua untuk penumpang kelas 1 dan kelas 2.
3. Kereta ketiga untuk penumpang kelas 1 dan kelas 2.
4. Kereta keempat untuk kereta makan.
5. Kereta kelima, kereta tidur kelas 1
6. Kereta keenam, kereta tidur kelas 2
7. Kereta ketujuh, kereta inspeksi khusus Presiden
8. Kereta kedelapan. kereta inspeksi khusus wakil Presiden
Masing-masing gerbong bergandar empat (4 as) dan menggunakan sistem rem pakem. Aslinya seluruh rangkaian merupakan peninggalan kererta kolonial Belanda yang sudah tidak digunakan lagi sejak 1942.
Yang cukup unik, pada masa itu sistem pendingin di gerbong kereta belum seperti sekarang, melainkan pendingin kabin mengandalkan uap dari es balok. KLB itu sendiri kembali ke Jakarta setelah mengantar rombongan pemerintahan ke Yogya, untuk kemudian turut digunakan misi RAPWI (pengurusan interniran dan bala tentara Jepang). Sempat pula kemudian digunakan Perdana Menteri Sutan Sjahrir, Panglima Divisi Siliwangi Kolonel Abdoel Haris Nasution, serta jajaran kabinet lainnya.