Bandara Lukla (Tenzing-Hillary) – Salah Satu Bandara Paling Berbahaya di Dunia, ‘Gerbang’ Pendakian ke Everest

Lukla ialah kota kecil di Nepal yang menjadi titik awal dari hampir semua perjalanan trekking di wilayah Khumbu, demi menjejak gunung tertinggi di dunia Everest. Terletak di ketinggian 2.860 meter, Lukla dihuni rumah-rumah kecil dan hotel yang tersebar di dekat satu-satunya bandara di kawasan ini, yakni Bandara Lukla.

Baca juga: (Video) Pendaratan Mulus di Bandara Cristiano Ronaldo, Bandara Paling Berbahaya di Dunia

Bandara Lukla, juga dikenal sebagai Bandara Tenzing-Hillary, dinamai setelah dua pendaki terkenal, Tenzing Norgay dan Sir Edmund Hillary, yang menjadi orang pertama yang berhasil mencapai puncak Gunung Everest pada tahun 1953.

Bandara Lukla terletak di ketinggian 2.860 meter di atas permukaan laut dan menjadi pintu gerbang utama bagi pendaki gunung untuk mencapai kaki Gunung Everest.

Bandara Lukla dibangun pada tahun 1964 oleh pemerintah Nepal untuk melayani penduduk setempat dan sebagai pusat distribusi barang ke daerah-daerah terpencil di sekitarnya. Bandara ini awalnya hanya memiliki landasan pacu yang sangat pendek dan hanya bisa digunakan oleh pesawat kecil. Namun, pada tahun 2001, landasan pacu diperpanjang dan ditingkatkan, sehingga bisa digunakan oleh pesawat yang lebih besar seperti Dornier Do 228 dan Twin Otter.

Seiring dengan meningkatnya popularitas pendakian gunung Everest, Bandara Lukla juga semakin menjadi tempat yang penting bagi para pendaki gunung. Setiap tahunnya, ribuan pendaki dari seluruh dunia menggunakan Bandara Lukla sebagai titik awal perjalanan mereka menuju Gunung Everest. Bandara ini juga menjadi pusat transportasi penting bagi penduduk lokal di wilayah sekitarnya, termasuk petani, penduduk desa, dan pekerja migran.

Namun, Bandara Lukla juga dikenal sebagai salah satu bandara paling berbahaya di dunia karena lokasinya yang terpencil di pegunungan Himalaya, landasan pacu yang pendek, kemiringan yang curam, dan cuaca yang tidak menentu. Meskipun demikian, Bandara Lukla tetap menjadi salah satu tempat pendaratan yang paling spektakuler di dunia dan menjadi pusat aktivitas ekonomi dan wisata yang penting bagi Nepal.

Ada beberapa alasan mengapa Lukla disebut sebagai bandara paling berbahaya, di antaranya:

1. Lokasi yang sulit
Lukla terletak di ketinggian 2.860 meter di atas permukaan laut, di pegunungan Himalaya yang terkenal dengan medannya yang sulit dan cuaca yang tidak menentu. Bandara ini juga terletak di lembah sempit yang dikelilingi oleh gunung-gunung curam, sehingga sulit untuk mengatur pendaratan dan lepas landas.

2. Landasan pendek
Landasan pacu di Lukla sangat pendek, hanya sekitar 527 meter, sehingga pesawat harus berjalan sangat cepat untuk bisa lepas landas dan harus mendarat dalam jarak yang sangat pendek. Landasan pacu ini juga memiliki kemiringan yang tinggi, dengan kemiringan 12 derajat, sehingga sulit untuk melakukan manuver pesawat.

3. Cuaca yang tidak menentu
Cuaca di Lukla sangat tidak menentu dan bisa berubah dalam waktu singkat. Kadang-kadang terdapat kabut tebal atau hujan salju yang bisa mengganggu penerbangan. Kondisi ini bisa sangat berbahaya bagi penerbangan di Lukla, terutama karena lokasi bandara yang terisolasi di pegunungan Himalaya.

4. Kecelakaan yang sering terjadi
Sejak didirikan pada tahun 1964, bandara Lukla telah menjadi tempat terjadinya beberapa kecelakaan pesawat yang parah. Beberapa faktor seperti kondisi cuaca yang buruk, kemiringan landasan pacu yang tinggi, dan kekurangan ruang untuk manuver pesawat, telah menyebabkan beberapa kecelakaan yang serius di bandara ini.

Baca juga: ATR 72 Yeti Airlines Jatuh Sesaat Lepas Landas, Tewaskan 72 Orang, Kecelakaan Udara Terburuk dalam 30 Tahun di Nepal

Karena alasan-alasan di atas, bandara Lukla dianggap sebagai bandara paling berbahaya di dunia dan hanya dioperasikan oleh pilot-pilot yang sangat berpengalaman dan pesawat-pesawat khusus yang telah dimodifikasi untuk beroperasi di ketinggian yang tinggi dan cuaca yang tidak menentu.

Berkembang Pasca Perang Dunia Kedua, Inilah Sejarah Radar Cuaca

Pada artikel terdahulu, kami pernah mengupas tentang cara kerja radar cuaca, termasuk dua tipe radar cuaca, yakni radar cuaca pencitraan (weather mapping radar) dan radar cuaca penunjuk arah (weather avoidance radar).

Baca juga: Pernah Dengar Cara Kerja Radar Cuaca di Pesawat? Simak Di Sini Jika Belum

Radar cuaca pencitraan digunakan untuk memantau kondisi cuaca di sekitar pesawat, sedangkan radar cuaca penunjuk arah digunakan untuk menghindari kondisi cuaca buruk dengan menunjukkan arah dan jarak dari badai petir atau awan yang berbahaya.

Selain memahami teknologi pada radar cuaca, menarik juga untuk mencermati sejarah dari radar cuaca, yang hadir pada pertengahan abad ke-20, ketika teknologi radar pertama kali dikembangkan untuk keperluan militer selama Perang Dunia II.

Berikut adalah beberapa pencapaian penting dalam sejarah radar cuaca:

1. 1940-an
Pada awal 1940-an, teknologi radar dikembangkan untuk keperluan militer dan digunakan untuk mendeteksi pesawat dan kapal musuh. Selama periode ini, para ilmuwan dan insinyur mulai menyadari bahwa teknologi radar juga dapat digunakan untuk memantau kondisi cuaca.

2. 1945
Pada akhir Perang Dunia II, para ilmuwan dan insinyur mulai mengembangkan teknologi radar cuaca yang lebih canggih dan akurat. Salah satu penemuan penting pada saat ini adalah penggunaan frekuensi S-band (2-4 GHz) yang lebih tinggi, yang memungkinkan radar cuaca untuk mendeteksi partikel kecil seperti kristal es dan partikel air.

3. 1950-an
Pada awal 1950-an, radar cuaca mulai digunakan secara luas oleh pihak meteorologi untuk memantau kondisi cuaca. Pada saat ini, radar cuaca terutama digunakan untuk mendeteksi hujan dan badai petir.

4. 1960-an
Pada tahun 1960-an, teknologi radar cuaca semakin berkembang dan digunakan untuk mendeteksi berbagai jenis fenomena cuaca seperti awan, kabut, dan bahkan angin kencang.

5. 1970-an
Pada tahun 1970-an, pengembangan teknologi komputer dan digitalisasi memungkinkan pengolahan data radar cuaca menjadi lebih akurat dan efisien. Pada saat ini, radar cuaca juga mulai digunakan pada pesawat dan kapal untuk membantu menghindari kondisi cuaca buruk.

Baca juga: Bagaimana Cara Kerja Radar di Bandara dan Apa Saja Kegunaannya?

6. 1980-an dan seterusnya
Pada tahun 1980-an dan seterusnya, radar cuaca terus dikembangkan dan ditingkatkan dengan penggunaan teknologi terbaru seperti radar Doppler dan pengolahan citra satelit. Saat ini, radar cuaca telah menjadi teknologi yang sangat penting dalam memantau dan memprediksi kondisi cuaca di seluruh dunia.

Misi Arab Saudi Kirim Sepasang Astronot ke ISS, Kukuhkan Wanita Arab Pertama yang Pergi ke Luar Angkasa

Misi Aksioma (Ax-2) dengan astronot pertama Arab Saudi yang menuju ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS), termasuk wanita Arab pertama di luar angkasa, akan diluncurkan pada 8 Mei 2023 pukul 9:43 malam dari Kennedy Space Centre di Florida.

Baca juga: Pratiwi Pujilestari Sudarmono – Calon Astronot Pertama Indonesia yang Terpaksa Mengubur Asanya Ke Luar Angkasa

Tanggal peluncuran target diumumkan selama konferensi pers virtual yang diadakan antara Komisi Luar Angkasa Saudi, NASA, SpaceX dan Axiom Space pada hari Kamis. Dua astronot dan spesialis misi Saudi, Ali al-Qarni dan Rayyanah Barnawi, akan bergabung dengan Direktur Penerbangan Luar Angkasa Axiom Space Peggy Whitson, mantan astronot NASA, dan penerbang John Shoffner, yang akan bertugas sebagai pilot.

Keempat astronot tersebut akan diluncurkan di atas pesawat luar angkasa SpaceX Dragon menggunakan roket SpaceX Falcon 9 dari Launch Complex 39A di Kennedy Space Center NASA di Florida.

Sejauh ini, 263 orang astronot/kosmonot dari 20 negara telah mengunjungi ISS, dan Arab Saudi akan menjadi negara keenam yang memiliki dua astronot nasional yang secara bersamaan bekerja di laboratorium yang mengorbit, kata Axiom Space dalam sebuah pernyataan kepada media.

Misi luar angkasa yang akan datang datang hampir 40 tahun setelah Arab Saudi mengirim orang Arab pertama – Pangeran Sultan bin Salman – ke luar angkasa pada tahun 1985.

Untuk mewujudkan misi Ax-2, para astronot menjalani pelatihan dan persiapan yang ketat, termasuk simulasi hidup selama 12 hari di luar angkasa, dan partisipasi dalam Human Exploration Research Analog (HERA), sebuah program pelatihan intensif untuk astronot.

Habitat HERA adalah bangunan tiga lantai seluas 650 kaki persegi yang unik di NASA Johnson Space Center. Habitat berfungsi sebagai analog berbasis darat untuk isolasi, pengurungan, dan kondisi terpencil dalam skenario eksplorasi.

Dalam rilis resmi yang dibagikan oleh Pemerinrah Arab Saudi, mengumumkan dua astronot Saudi dalam misi Ax-2, dinyatakan: “Penerbangan ini merupakan tonggak integral dari program komprehensif yang bertujuan untuk melatih dan memenuhi syarat orang Saudi yang berpengalaman untuk melakukan penerbangan luar angkasa manusia, melakukan eksperimen ilmiah, berpartisipasi dalam penelitian internasional, dan misi terkait ruang angkasa di masa depan yang berkontribusi pada Visi Kerajaan 2030.”

Baca juga: NASA Luncurkan Toilet Khusus Astronot Wanita, Bekas Urine Bisa Buat Minum dan Masak

Sebagai bagian dari misi, anggota kru akan melakukan berbagai percobaan dari terapi nano DNA hingga penelitian kanker di orbit rendah Bumi. Tim juga akan menyelidiki penyemaian awan dalam gayaberat mikro dan dampak gayaberat mikro pada produksi sel punca.

Ben Gurion, Bandara Paling Aman dengan Standar Keamanan Tertinggi di Dunia

Israel dikenal unggul dalam beragam kemajuan teknologi, terlebih pada industri pertahanan yang banyak menelurkan inovasi-inovasi terdepan. Namun karena budaya konflik yang telah mendarah daging, Negara Yahudi ini mau tak mau harus memberlakukan sistem keamanan ekstra ketat di seluruh teritorinya, tak terkecuali pengamanan ekstra pada bandara internasional Ben Gurion.

Baca juga: Ikuti Langkah di Tepi Barat, Israel Siap Perluas Bandara Ben Gurion

Ben Gurion yang terletak di kota Tel Aviv adalah satu-satunya bandara internasional di Israel, tanpa Ben Gurion maka jalur transportasi udara dari dan ke Israel bakal terputus. Karena intensitas konflik yang tinggi dengan negara-negara lain di Timur Tengah, maka wajar jika bandara ini tak disasar untuk kenyamanan wisatawan Alih-alih menawarkan pelayanan dan kenyamanan, otoritas Ben Gurion justru menerapkan sisem dan prosedur keamanan plus plus, tak hanya bagi calon penumpang, prosedur keluar masuk barang dan kargo pun harus melewati sterilisasi bertingkat. Bahkan yang menyebut pengamanan tertutup (intelijen) jauh lebih besar ketimbang pengamana terbuka di bandara ini.

Dan untuk menggambarkan ‘angkerya’ Ben Gurion, berikut petikan beberapa poin penting yang disarikan KabarPenumpang.com dari travelandleisure.com tentang proses keberangkatan di bandara yang tahun 2016 lalu telah meng-handle 18 juta penumpang ini.

1. Kedatangaan
Pos pemeriksaan berada di dua jalan masuk dan dijaga oleh petugas bersenjata senapan mesin Uzi dan inspektur pemeriksa dokumen setiap mobil. Dengan pola pengamana  ini, penumpang dan kendaraan yang mencurigakan jadi mudah untuk dicari.

2. Drop off
Tidak akan ada pengecekan bagasi di jalanan, sehingga setelah menurunkan penumpang, pengantar dengan mobil langsung ditunjukkan untuk menuju tempat parkir. Sebelum masuk ke dalam pintu, petugas keamanan bisa bertanya kepada penumpang.

3. Tanya Jawab
Semua penumpang akan diwawancarai oleh petugas keamanan yang dilatih oleh Israel Aviation Authority yang berhubungan dengan badan intelijen dan keamanan Israel, Mossad. Nantinya bila terlihat gugup, penumpang akan dibawa dalam ruang interogasi. Sebenarnya, pertanayaan yang diajukan adalah hal biasa kenapa bepergian ke, dari atau melalui Israel.

Namun bandara Israel selama ini juga acap kali dituding atas isu rasial terkait dengan prosedur keamanan mereka. Warga Palestina dan Arab yang melewati Ben Gurion mengatakan mereka lebih sering disetop, digeledah, dan dipertanyakan. Tahun lalu, Pengadilan Tinggi Israel menolak melarang rekam dan analisis rasial yang diajukan oleh Asosiasi Hak Sipil di Israel.

4. Check in
Staff bagian check ini hanya berfokus pada masalah penerbangan saja

5. Tanpa pengawasan bagasi
Para penjaga keamanan dengan seragam tertutup dilatih untuk mendeteksi barang bawaan Bila identifikasi dari petugas check in tidak lengkap, maka ada risiko tas akan rusak dalam proses loading ke ruang bagasi (kargo).

Baca juga: Inilah Profil Bandara Ramon di Israel, Salah satu Sasaran Serangan Roket Hamas

6. Dibalik layar
Bekerja dengan agen intelijen, agen Israel mengintai ancaman bom, pemeriksa penerbangan dan memantau teroris di seluruh dunia. Bila ada temuan yang relevan akan langsung disampaikan ke personil di Ben Gurion, bandara ini juga terintegrasi sepenuhnya dalam operasi militer Israel dan di pantau untuk ancaman eksternal. Pesawat tempur selalu siaga sebagai elemen pertahanan Ben Gurion.

Setiap penerbangan, setiap penumpang dan kru pesawat diperiksa jauh sebelum mereka tiba di wilayah udara Israel. Pesawat yang terbang tanpa dokumen keamanan lengkap akan ditandai. Dalam beberapa kasus, email pribadi penumpang pun dapat diperiksa oleh petugas.

7. Gerbang keberangkatan
Di gerbang keberangkatan juga ada pengawasan ketat, penumpang bisa naik setelah tiket dan paspor dicek berulang dengan jelas oleh petugas keamanan dan ditandai dengan stiker berkode yang bisa berubah warna serta bentuknya sepanjang hari. Bila sudah berada di ruang tunggu, penumpang tidak akan mungkin masuk kembali ke ruang check in.

8. Carry on bags
Setiap tas yang dibawa ke dalam kabin harus diberikan pada petugas. Bila ada yang mencurigakan, awak kabin biasanya terus menghubungi pihak keamanan dan memberikan peringatan bila ada penumpang mencurigakan dalam perjalanan mereka.

9. Limbah pembuangan
Tempat sampah yang terbuat dari plastik dirancang untuk meledak keatas.

Baca juga: Bukan Soal Isu Keamanan, Mulai 31 Maret 2023 Bandara Israel Larang Operasional Pesawat Jet Bermesin Empat

10. Kargo
Sebelum barang masuk ke dalam kargo, biasanya harus dirincikan dari perusahaan mana asal produk dan tujuan pengiriman barang tersebut. Bila ditemukan mengandung bahan peledak maka akan dipisahkan.

11. Boarding
Sebelum masuk pesawat, penumpang dengan boarding pass dan paspor kemudian menunjukkan pada staff maskapai penerbangan untuk memeriksa stiker keamanan. Kemudian berlanjut ke tempat untuk menaiki bus untuk menuju pesawat. Semua petugas bandara menggunakan pakaian preman dan bersenjata, biasanya berbaur diantara penumpang.

Bikin Bete, Inilah Sebab Antrean Pengecekan Imigrasi Sampai Mengular

Terlepas dari pemeriksaan perorangan atas dokumen paspor setiap pelancong, ada beberapa hal lain yang membuat proses pengecekan paspor bisa menjadi lama karena antrean yang mengular panjang.

Baca juga: Bikin Cemas dan Panik , Ini Beberapa Sebab Pemeriksaan Paspor di Bandara Bisa Berlangsung Lama 

Kondisi antrean panjang menuju konter pengecekan imigrasi sudah barang tentu menciptakan suasana tidak nyaman. Seperti penumpang yang baru saja mendarat setelah melewati penerbangan jarak jauh, menjadi yang paling terasa dampaknya, yakni terlihat dengan wajah-wajah lelah yang bosan menunggu antrean pengecekan paspor.

Dari forum Quora, ada beberapa alasan mengapa pengecekan paspor di bandara bisa memakan waktu yang lama:

1. Jumlah Penumpang yang Banyak
Bandara internasional seringkali melayani ribuan bahkan jutaan penumpang setiap harinya. Hal ini membuat petugas keamanan harus memeriksa paspor setiap penumpang yang bisa memakan waktu yang lama.

2. Peraturan Keamanan yang Ketat
Keamanan di bandara menjadi hal yang sangat penting, terutama setelah serangan teroris yang terjadi di berbagai negara di seluruh dunia. Oleh karena itu, petugas keamanan harus memeriksa setiap paspor dengan cermat untuk memastikan bahwa penumpang yang memasuki area keberangkatan aman.

3. Masalah Teknis
Kadang-kadang, masalah teknis seperti kegagalan sistem atau perangkat yang digunakan dalam pemeriksaan paspor dapat memperlambat proses. Hal ini dapat menyebabkan antrean yang panjang dan waktu tunggu yang lama bagi penumpang.

4. Masalah dengan Paspor
Kadang-kadang, paspor penumpang mengalami masalah seperti rusak. Ini dapat memperlambat proses pemeriksaan karena petugas keamanan harus memastikan bahwa paspor masih sah dan asli.

5. Kurangnya Petugas
Beberapa bandara mungkin kurang memiliki jumlah petugas imigrasi yang cukup untuk menangani jumlah penumpang yang masuk dan keluar setiap harinya, sehingga proses pemeriksaan paspor menjadi lebih lambat.

Baca juga: Garuda Indonesia dan Ditjen Imigrasi Luncurkan “Special Lane” Keimigrasian di Bandara Soetta dan Ngurah Rai

Oleh karena itu, penting bagi penumpang untuk datang ke bandara dengan waktu yang cukup sebelum keberangkatan dan mempersiapkan paspor mereka dengan baik untuk menghindari kemungkinan penundaan atau masalah lain selama proses pemeriksaan.

Bikin Cemas dan Panik , Ini Beberapa Sebab Pemeriksaan Paspor di Bandara Bisa Berlangsung Lama

Tak jarang pemeriksaan imigrasi di bandara membuat para pelancong stress, terutama saat memasuki negara asing, pemeriksaan imigrasi atas dokumen paspor tak bisa diukur waktunya. Bila tidak ada masalah, maka proses pengecekan paspor bisa berlangsung cepat setelah pelancong mendapatkan stempel masuk negara yang bersangkutan. Tapi sebaliknya bisa membuat Anda cemas, apalagi ditambah tatapan petugas imigrasi yang tegas, bahkan cenderung ketus.

Baca juga: Serba-Serbi Empat Warna Pada Cover Paspor 

Guna memahami apa yang terjadi saat proses pengecekan berlangsung, perlu diketahui bahwa saat pengecekan paspor di bandara, petugas imigrasi biasanya melakukan beberapa tugas verifikasi untuk memastikan bahwa paspor yang Anda bawa asli dan sah. Beberapa hal yang biasanya diperiksa saat pengecekan paspor di bandara antara lain:

1. Identitas Pemilik Paspor
Petugas akan memeriksa foto di paspor untuk memastikan bahwa wajah pemilik paspor cocok dengan penumpang yang membawa paspor tersebut. Selain itu, petugas juga akan memeriksa nama, tanggal lahir, dan tempat lahir pada paspor untuk memastikan bahwa informasi tersebut cocok dengan data pada tiket penerbangan.

2. Validitas Paspor
Petugas akan memeriksa masa berlaku paspor untuk memastikan bahwa paspor masih berlaku dan belum kadaluarsa. Setiap negara memiliki kebijakan yang berbeda-beda mengenai masa berlaku paspor yang diizinkan untuk memasuki negara mereka, jadi pastikan untuk memeriksa kebijakan negara yang akan Anda kunjungi sebelum bepergian.

3. Keaslian Paspor
Petugas keamanan akan memeriksa apakah paspor yang Anda bawa asli dan tidak palsu. Mereka biasanya menggunakan berbagai teknologi, seperti sinar ultraviolet dan cahaya inframerah, untuk memeriksa tanda keamanan pada paspor dan memastikan bahwa tidak ada perubahan atau pemalsuan pada dokumen.

4. Visa dan Izin Masuk
Jika Anda membutuhkan visa atau izin masuk untuk memasuki negara yang akan Anda kunjungi, petugas keamanan akan memeriksa apakah dokumen ini sah dan masih berlaku. Mereka akan memastikan bahwa visa atau izin masuk yang Anda bawa sesuai dengan tujuan perjalanan Anda dan berada dalam kondisi yang baik.

Baca juga: Apa yang Terjadi Bila Penumpang Kehilangan Paspor di Tengah Penerbangan? 

Jika terjadi masalah atau ketidaksesuaian pada paspor Anda saat pengecekan, Anda mungkin tidak diizinkan untuk melanjutkan perjalanan Anda dan harus mengurus masalah ini terlebih dahulu. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa paspor Anda dalam kondisi baik dan masa berlakunya masih cukup panjang sebelum berangkat.

Setelah 100 Jam Penerbangan Pembuktian, TransNusa Airlines Berencana Buka Rute ke Kuala Lumpur

Setelah menerima unit perdana ARJ21-700 pada pertengahan Desember 2022 lalu, maka kini tiba saatnya bagi maskapai TransNusa Airlines untuk memulai memonetasi pesawat narrow body produksi Commercial Aircraft Corporation of China, Ltd. (COMAC). Yang dimaksud memonetasi yakni dengan mengoperasikan pesawat tersebut.

Baca juga: COMAC Kirim ARJ21-700 ke TransNusa Airlines, Pertanda Duopoli Regional Jet Narrow Body di Indonesia Berakhir?

Dan terkait hal tersebut, kabarnya TransNusa akan membuka penerbangan perdana ARJ21-700 ke Kuala Lumpur. Setelah menyelesaikan 100 jam penerbangan pembuktian, TransNusa siap untuk mengoperasikan pesawat ARJ21 pertamanya secara komersial.

Dikutip dari Simpleflying.com (6/4/2023), menurut sumber yang dekat dengan COMAC, maskapai berbiaya rendah Indonesia, TransNusa kini hampir memulai operasi komersial ARJ21, dengan tujuan potensial untuk penerbangan pertamanya adalah ke Kuala Lumpur.

Otoritas Penerbangan Sipil Indonesia menuntut maskapai tersebut melakukan 100 jam penerbangan pembuktian sebelum menempatkan jenis pesawat baru ke dalam operasi komersial. TransNusa memulai penerbangan pembuktian pada akhir Februari, lebih dari dua bulan setelah pengiriman. TransNusa telah menyelesaikan 100 jam penerbangan pembuktian, termasuk kunjungan pertamanya ke Kuala Lumpur pada 6 Maret lalu.

Rute antara Jakarta dan Kuala Lumpur memiliki sekitar 40 perjalanan pulang pergi setiap hari, dengan hampir semua maskapai penerbangan dari kedua negara mengikuti kompetisi ini. Karena persaingan yang ketat, harga tiket untuk rute 2 jam ini biasanya lebih rendah dari US$100. Misalnya, penerbangan AirAsia pukul 05:00 dini hari sering dijual seharga US$58 (termasuk pajak untuk sekali jalan).

Bayu Sutanto, Kepala TransNusa, mengatakan timnya membutuhkan pesawat kecil untuk menjangkau rute tertentu. Oleh karena itu, ia akhirnya memilih pesawat penumpang ARJ21-700 milik COMAC.

Menurut sebuah artikel yang diterbitkan oleh detikTravel, pada 14 Februari, Bayu Sutanto mengatakan, “Kami sedang mempertimbangkan bahwa beberapa rute yang akan kami kembangkan juga membutuhkan pesawat dengan kapasitas kurang dari Airbus A320.”

TransNusa berencana melakukan shuttle flight dengan ARJ21 di Indonesia. Konsep penerbangan ulang-alik adalah untuk memudahkan pelancong berpindah dari satu kota ke kota lain dalam jarak pendek. Penumpang harus datang ke bandara, dan bisa langsung berangkat.

“Nantinya kami akan ke beberapa kota, dan kami ada rencana dari Halim ke kota lain. Ini dasarnya shuttle flight,” kata Bayu Sutanto dalam perbincangan dengan detikTravel dalam penerbangan ke Denpasar. “Jadi orang tidak perlu pesan makanan, bisa datang dan pergi saja. Frekuensi shuttle flight sangat tinggi. Kalau frekuensinya tinggi, tempat duduk harus dikurangi. Tapi kapan saja, orang bisa terbang, baik itu setiap hari. jam atau satu setengah jam.” jelasnya lebih lanjut.

Baca juga: TransNusa Buka Penerbangan Jakarta – Kuala Lumpur 2x Sehari Mulai 14 April

Bayu kemudian mencontohkan shuttle flight di beberapa negara. Dia mengatakan ada banyak penerbangan antar kota seperti Kuala Lumpur ke Singapura, Hong Kong ke Taipei, Beijing ke Shanghai, dan lain-lain.

Food District Changi – Inilah Food Court Bandara Terbesar di Dunia

Eksistensi bandara internasional tak bisa dilepaskan dari beragam layanan pendukungnya. Salah satu yang tak bisa dilepaskan adalah ketersediaan fasilitas food court bagi para pelancong. Dan bicara tentang food court di bandara, maka yang terbesar di dunia ternyata ada di Bandara Changi Singapura.

Baca juga: Sajikan Hidangan Hangat dan Bersih, Stasiun Central Mumbai Hadirkan Mesin Penjual Makanan Otomatis

Food District di Bandara Changi Singapura merupakan food court airport terbesar saat ini dengan area seluas 9.000 meter persegi dengan dihuni lebih dari 80 tenant makanan dan minuman yang berbeda-beda.

Food District terletak di Terminal 4 Bandara Changi Singapura dan menawarkan berbagai macam pilihan kuliner lokal dan internasional, mulai dari hidangan Asia, Barat, Timur Tengah, hingga hidangan vegetarian dan makanan sehat.

Food District dilengkapi dengan fasilitas modern seperti kios self-checkout dan teknologi augmented reality yang membuat pengalaman kuliner di sana semakin menarik. Selain itu, Food District juga menawarkan suasana yang nyaman dan modern dengan dekorasi yang menarik dan pencahayaan yang canggih.

Food District dulunya dikenal sebagai Terminal 4 Food Hall, dibuka pada tanggal 31 Oktober 2017. Food District merupakan hasil kerjasama antara Changi Airport Group dan operator makanan dan minuman, dengan tujuan untuk memberikan pengalaman kuliner yang lebih baik bagi para penumpang.

Sejak dibuka, Food District menjadi salah satu tujuan kuliner terpopuler di Bandara Changi. Berbagai macam pilihan kuliner lokal dan internasional yang tersedia di sana membuat Food District menjadi tempat yang menarik bagi para penumpang yang sedang transit atau menunggu penerbangan.

Baca juga: Seru! Ada Perosotan Menuju Boarding Room di Terminal 4 Bandara Changi 

Dengan berbagai inovasi dan fasilitas yang disediakan, Food District di Bandara Changi Singapura berhasil menjadi food court airport terbesar dan terpopuler di dunia.

Tranvía de la Costa – Trem dengan Jalur Terpanjang di Dunia, Ikon Transportasi di Valencia

Meski debut trem terasa terpinggirkan, namun, wahana transportasi khas masyarakat urban ini tetap punya tempat tersendiri. Mengular di tengah jalanan kota dengan kecepatan yang rendah, menjadi ciri khas dari trem. Bicara tentang trem, menjadi pertanyaan, dimanakah jalur trem terpanjang di dunia?

Baca juga: Yang Dikenang dari Kiev, Punya Jalur Trem Pertama di Bekas Kekaisaran Rusia

Jalur trem terpanjang di dunia adalah jalur trem Spanyol V3 atau Tranvía de la Costa, yang beroperasi di kota Valencia, Spanyol. Jalur ini memiliki panjang sekitar 19,6 km dan menghubungkan kota Valencia dengan beberapa kota kecil di sekitarnya seperti Alboraya, Macheria, dan Tavernes Blanques.

Jalur trem ini memiliki 27 stasiun dan dioperasikan oleh perusahaan transportasi umum Ferrocarrils de la Generalitat Valenciana (FGV). Jalur trem V3 ini mulai beroperasi pada tahun 1994 dan sejak itu telah menjadi salah satu alat transportasi publik utama di Valencia.

Sebelumnya, Valencia memiliki jaringan trem yang lebih luas pada awal abad ke-20, tetapi jaringan tersebut kemudian ditutup pada tahun 1960-an dan digantikan oleh bus. Namun, pada tahun 1980-an, pemerintah daerah Valencia memutuskan untuk membangun kembali jalur trem di sekitar Valencia dan sekitarnya sebagai bagian dari rencana pengembangan transportasi kota yang lebih ramah lingkungan.

Konstruksi Tranvía de la Costa dimulai pada tahun 1992 dan selesai dua tahun kemudian. Jalur ini memiliki panjang sekitar 19,6 km dan dioperasikan oleh FGV menggunakan trem modern yang didesain khusus untuk jaringan Valencia.

Jalur trem ini menjadi salah satu alat transportasi publik utama di Valencia dan menghubungkan pusat kota Valencia dengan beberapa kota kecil di sekitarnya, serta area pantai yang populer di pantai timur Spanyol. Saat ini, jalur trem V3 menjadi bagian penting dari sistem transportasi kota Valencia.

Tarif Tranvía de la Costa bervariasi tergantung pada jarak perjalanan dan metode pembayaran. Berikut adalah beberapa informasi tarif yang dapat membantu Anda:

1. Tarif tunggal
Tarif tunggal (single ticket) di jalur trem V3 biasanya berkisar antara €1,50 hingga €3,90 tergantung pada jarak perjalanan. Tarif ini berlaku untuk satu kali perjalanan dan memiliki masa berlaku 1 jam setelah pembelian.

2. Kartu multi-perjalanan (multi trip)
FGV menawarkan kartu multi-perjalanan (bonometro) yang memungkinkan perjalanan lebih hemat jika dibandingkan dengan tarif tunggal. Kartu multi-perjalanan juga memiliki masa berlaku yang lebih lama daripada tiket tunggal.

Baca juga: Dari Proyek Jalur MRT Glodok ke Kota, Ditemukan Rel Trem Masa Kolonial Hindia Belanda

3. Kartu harian
FGV juga menawarkan kartu harian (daily ticket) yang memungkinkan perjalanan tak terbatas di semua jalur trem dan bus di Valencia selama satu hari kalender. Harga kartu harian biasanya sekitar €7 hingga €8.

Gelar Referendum, Warga Paris Putuskan Larang Penyewaan Skuter Listrik

Paris berbeda dengan kota-kota besar lainnya di dunia, ketika penyewaan skuter listrik tengah digandrungi oleh kaum urban, maka mayoritas warga Paris, Perancis, justru memilih untuk melarang layanan penyewaan skuter listrik. Hal tersebut tertuang dalam hasil referendum yang digelar oleh warga kota mode tersebut.

Baca juga: Skuter Listrik Tiup Poimo Kini Hadir dalam Versi Custom-Fit, Skuter Bisa Menyesuaikan Badan

Dilansir dari BBC.com (3/4/2023), Warga Paris telah memilih untuk melarang persewaan skuter listrik di kota mereka, yang sekaligus memberikan pukulan bagi operator skuter dan kemenangan bagi juru kampanye keselamatan jalan. Hampir 90 persen suara yang diberikan pada hari Minggu mendukung pelarangan perangkat bertenaga baterai, demikian hasil resmi referendum menunjukkan.

Referendum itu dilakukan sebagai tanggapan atas meningkatnya jumlah orang yang terluka dan terbunuh di e-skuter di ibu kota Perancis. Dari 1,38 juta orang dalam daftar pemilih kota, lebih dari 103.000 orang ikut serta, menurut angka resmi. Dari jumlah tersebut, lebih dari 91.300 memilih menentang skuter.

Paris adalah salah satu kota pertama yang mengadopsi kendaraan listrik – tetapi para kritikus berpendapat bahwa mereka lebih berbahaya daripada menghasilkan kebaikan. Ada kekhawatiran yang berkembang dengan cara beberapa orang mengendarai skuter – berkelok-kelok melewati lalu lintas, menghindari pejalan kaki di trotoar, dan mencapai kecepatan 27 km per jam.

Pengendara sering tidak memakai helm dan anak-anak berusia 12 tahun dapat secara legal menyewa e-skuter. Ada juga kritik bahwa kelompok e-skuter yang diparkir mengotori trotoar.

Pada tahun 2021, seorang wanita Italia berusia 31 tahun tewas setelah ditabrak oleh e-skuter yang membawa dua orang. Dia jatuh dan kepalanya membentur trotoar, dan menderita serangan jantung.

Tetapi operator e-skuter berpendapat bahwa kendaraan tersebut merupakan bagian kecil dari keseluruhan kecelakaan lalu lintas di kota. Walikota Paris Anne Hidalgo menyerukan referendum, di mana para pemilih dapat mengatakan apakah mereka mendukung atau menentang e-skuter mengambang bebas. Kendaraan milik pribadi tidak termasuk dalam pemungutan suara.

Baca juga: Mercedes-Benz Luncurkan Skuter Listrik dengan Bandrol Rp19,8 Juta

Sementara itu, skuter yang dibuang juga menjadi masalah yang signifikan di Paris, dengan banyak ditemukan di taman dan alun-alun kota. Larangan memarkir skuter tanpa dok di trotoar sebagian besar tidak diindahkan meskipun ada ancaman denda €35.