Terjadi Turbulensi? Tetap Tenang dan Jangan Panik

Turbulensi kerap menyambangi Anda dalam suatu penerbangan. Turbulensi merupakan perubahan kecepatan aliran udara yang menyebabkan goncangan pada tubuh pesawat. Biasanya terjadi saat pesawat memasuki gumpalan awan yang berisi air. Adanya goncangan atau turbulensi, membuat banyak penumpang merasa khawatir dan panik. Namun sebenarnya turbulensi ini adalah hal yang wajar terjadi di dunia penerbangan.

Baca juga: Memahami Penyebab Mabuk Laut dan Cara Mengatasinya

Turbulensi yang selama ini di takutkan oleh penumpang pesawat adalah menyebabkan jatuhnya pesawat. Padahal, turbulensi bukanlah penyebab utama pesawat jatuh. Umumnya pesawat yang digunakan dalam penerbangan sudah dirancang sedemikian rupa untuk mengahadapi guncangan-guncangan yang terjadi saat mengudara. Saat turbulensi pesawat juga selalu seimbang.

Dilansir dari cntraveler.com, penyebab terjadinya turbulensi dalam penerbangan yakni adalah awan yang biasa Anda lihat saat berada di udara. Anda pasti terkagum-kagum dengan keindahan bentuk awan tersebut. padahal awal adalah hal utama terjadinya turbulensi atau goncangan pada pesawat. Selain Clear Air Turbulance (CAT), awal sebagai gambaran udara yang tidaklah stabil salah satu contohnya awan cumulonimbus.

telegraph.co.uk
telegraph.co.uk

Turbulensi terbagi menjadi dua yaitu turbulensi saat ada awan dan turbulensi pada langit cerah tanpa awan. Turbulensi udara cerah sangat berbahaya karena awak kabin hanya memiliki waktu yang singkat untuk memberitahukan kepada penumpang. Ini lebih ekstrim dibandingkan dengan saat turbulensi dengan awan. Anda sebagai penumpang pesawat haruslah selalu mempersiapkan diri, beberapa waktu kedepan, jumlah turbulensi di udara cerah akan meningkat karena pemanasan global.

Tapi Anda jangan khawatir, pilot-pilot yang mengemudikan pesawat sudah terlatih dalam menghadapi turbulensi yang terjadi. Karena pilot sudah mengetahui kondisi cuaca melalui alat pendeteksi khusus.

Selama terjadinya turbulensi ini, sebagai penumpang Anda harus bisa lebih tenang dan tidak panik. Berikut ini ada beberapa cara bersikap yang tepat dalam menghadapi turbulensi yang terjadi di dalam pesawat.

Gunakan seatbelt selalu
Ini paling penting saat terjadi turbulensi, baiknya gunakan sabuk pengaman agar tubuh Anda tidak terguncang. Walaupun lampu tanda menggunakan seatbelt sudaah dimatikan, saat Anda duduk baiknya tetap menggunaka sabuk pengaman. Saat terjadi turbulensi, dengarkan instruksi dari awak kabin baik pramugari maupun pramugara. Jangan ke toilet saaat lampu sabuk pengaman dinyalakan, karena Anda bisa saja terantuk data menuju toilet atau di dalam toilet.

Jauhkan benda berbahaya
Singkirkan semua benda berbahaya dari dekat Anda saat turbulensi agar tidak tertimpa apapun. Jauhkan barang-barang seperti gelas, buku atau barang lainnya dari tempat duduk Anda. barang-barang ini bisa melayang mengenai Anda bila tidak disingkirkan.

Minum cukup air
Udara yang kering di dalam pesawat bisa membuat badan kurang fit dan kepala pusing. Untuk menghadapi turbulensi baiknya, minum air secukupnya untuk menghindari dehidrasi.

Kontrol nafas
Saaat terjadi turbulensi baiknya jangan panik dan tetap duduk di tempat duduk Anda. Atur nafas dan tetap tenang karena turbulensi biasanya terjadi hanya sesaat. Lemaskan otot-otot Anda agar tidak tegang. Bila masih tidak bisa, pejamkan mata Anda untuk mengalihkan perhatian dari rasa guncangan.

Baca juga: Mengunyah Permen Karet Dapat Redakan Dengungan di Pesawat, Kok Bisa?

Makan permen jahe
Permen jahe dapat membantu Anda menghilangkan rasa gugup berlebihan dan meredakan pusing di kepala. Baiknya makan permen jahe sesaat sebelum lepas landas untuk merasakan rileks

Air France Flight 358 – Salah Satu Insiden Overrun Terburuk

Overrun atau atau kelebihan lintasan pada pesawat melewati ujung landasan pacu, menjadi topik hangat setelah insiden pesawat bisnis jet Hawker 900XP PK-LRU milik Lion Group yang mengalami overrun di Bandara Maleo, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) pada 11 Mei 2023 lalu. Di dunia penerbangan, overrun sudah beberapa kali terjadi, namun, ada insiden yang disebut sebagai yang terburuk.

Baca juga: Alami Overrun di Bandara Maleo Morowali, Inilah Profil Pesawat Bisnis Jet Hawker 900XP

Salah satu insiden overrun terburuk dalam sejarah penerbangan adalah kecelakaan pesawat Air France Flight 358 pada tanggal 2 Agustus 2005 di Bandara Internasional Toronto Pearson, Kanada. Pesawat Airbus A340-300 meluncur ke luar landasan pacu pada saat mendarat dan menabrak di antara dua jalan tol yang berada di bawah landasan pacu.

Dalam kecelakaan itu, semua 309 penumpang dan awak pesawat selamat, tetapi pesawat mengalami kerusakan parah dan tidak dapat digunakan lagi. Kecelakaan tersebut disebabkan oleh cuaca buruk dan kesalahan pilot dalam menilai jarak yang diperlukan untuk mendarat. Penyebab lain termasuk kegagalan rem pesawat dan landasan pacu yang licin akibat hujan lebat.

Pada saat kejadian, kondisi cuaca di Bandara Toronto Pearson sedang buruk, dengan hujan deras dan angin kencang. Hal ini membuat landasan pacu menjadi licin dan mempersulit proses pendaratan pesawat.

Baca juga: Sering Kejadian, Inilah Enam Sebab Utama Terjadinya Overrun

Insiden ini menunjukkan betapa pentingnya peran pilot dalam menilai kondisi cuaca dan jarak yang diperlukan untuk mendarat dengan aman, serta pentingnya penerapan prosedur keselamatan penerbangan dan perawatan pesawat secara berkala untuk mencegah terjadinya insiden seperti overrun.

Sering Kejadian, Inilah Enam Sebab Utama Terjadinya Overrun

Kamis, 11 Mei 2023, sebuah pesawat bisnis jet Hawker 900XP PK-LRU milik Lion Group mengalami overrun di Bandara Maleo, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng). Tidak ada korban dalam insiden tersebut, namun, menarik menjadi perhatian adalah istilah overrun.

Baca juga: Alami Overrun di Bandara Maleo Morowali, Inilah Profil Pesawat Bisnis Jet Hawker 900XP

Bagi Anda pengguna layanan penerbangan, tentu ada baiknya mengetahui sebab-musabab terjadi overrun. Dari forum Quora.com, disebutkan ada beberapa penyebab yang dapat memicu terjadinya overrun atau kelebihan lintasan pada pesawat melewati ujung landasan pacu ketika sedang mendarat atau ketika lepas landas.

Penyebab overrun dapat bervariasi, namun beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya overrun pada pesawat antara lain:

1. Kecepatan terlalu tinggi
Kecepatan yang terlalu tinggi pada saat pendaratan atau lepas landas dapat membuat pesawat sulit untuk berhenti dalam jarak yang sudah ditentukan. Hal ini dapat terjadi jika pesawat terlalu cepat memasuki landasan pacu atau jika pilot tidak mengendalikan kecepatan pesawat dengan baik.

2. Cuaca buruk
Cuaca buruk seperti hujan deras, kabut tebal, atau angin kencang dapat membuat kondisi landasan pacu menjadi licin atau berbahaya untuk mendarat atau lepas landas. Hal ini dapat mempengaruhi kemampuan pesawat untuk berhenti tepat pada saat yang tepat.

3. Panjang landasan pacu yang kurang
Jika landasan pacu yang tersedia terlalu pendek, pesawat mungkin membutuhkan jarak yang lebih panjang untuk berhenti dengan aman. Jika landasan pacu terlalu pendek, pilot mungkin harus melakukan tindakan pengereman yang lebih keras atau memperpendek jarak lepas landas.

4. Kesalahan manusia
Kesalahan manusia seperti kesalahan pilot dalam mengoperasikan pesawat, kurangnya pengalaman atau pelatihan, atau pengabaian protokol keselamatan dapat mempengaruhi kemampuan pilot untuk mengendalikan pesawat dengan benar selama lepas landas atau pendaratan.

5. Kerusakan teknis
Kerusakan pada sistem pesawat seperti sistem pengereman, sistem roda, atau sistem pengendalian dapat mempengaruhi kemampuan pesawat untuk berhenti dengan aman saat mendarat atau lepas landas.

6 Beban terlalu berat
Jika pesawat terlalu berat atau beban yang diangkut terlalu banyak, pesawat mungkin membutuhkan jarak yang lebih panjang untuk berhenti dengan aman.

Baca juga: Bandara Mana yang Paling Mudah untuk Pilot Lepas Landas dan Mendarat?

Untuk mencegah terjadinya overrun, operator dan pilot pesawat harus mematuhi protokol keselamatan yang ketat, memastikan bahwa pesawat dalam kondisi baik dan siap terbang, serta memperhatikan kondisi cuaca dan keadaan landasan pacu sebelum melakukan lepas landas atau pendaratan.

Alami Overrun di Bandara Maleo Morowali, Inilah Profil Pesawat Bisnis Jet Hawker 900XP

Sebuah pesawat bisnis jet Hawker 900XP PK-LRU milik Lion Group yang membawa 4 Direksi PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) Morowali Utara asal Cina, diwartakan mengalami overrun di Bandara Maleo, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng). Pesawat tersebut berangkat dari Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur.

Baca juga: Mengenal Hawker 800XP PK-YGR – Pesawat Jet Bisnis yang Membawa Kapolda Jambi ke Jakarta

“Pesawat PK-LRU 900 XP, jenis pesawat carter. (Berangkat) dari Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta itu jam 11.00 WIB,” ujar Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Djoko Wienartono kepada wartawan, Kamis (11/5/2023).

Akrab bagi para pebisnis papan atas, Hawker 900XP membutuhkan jarak runway yang cukup panjang untuk lepas landas dan mendarat. Menurut spesifikasi resmi dari manufakturnya, Hawker Beechcraft Corporation, Hawker 900XP membutuhkan jarak runway minimum sekitar 4.496 kaki (1.370 meter) pada kondisi tanah datar dan pada ketinggian 0 kaki. Namun, ini hanya merupakan perkiraan kasar dan jarak runway yang sebenarnya dapat berbeda-beda tergantung pada faktor-faktor yang telah disebutkan sebelumnya.

Lepas dari insiden yang terjadi, Hawker 900XP dikenal sebagai pesawat bisnis jet yang laris di pasaran. Pesawat ini banyak disukai, seperti dalam aspek kecepatan dan jangkauan, Hawker 900XP memiliki kecepatan jelajah maksimum sekitar 828 km per jam dan jangkauan sekitar 5.500 km.

(Foto: Istimewa)

Selain itu, Hawker 900XP memiliki kabin yang luas, yakni dapat menampung hingga 8-9 penumpang dengan kenyamanan yang optimal. Kabinnya dilengkapi dengan berbagai fasilitas, termasuk kursi yang dapat direbahkan, toilet, dan area dapur kecil.

Dalam hal efisiensi bahan bakar, Hawker 900XP menggunakan mesin Pratt & Whitney Canada PW305A yang efisien dalam hal bahan bakar. Hal ini dapat mengurangi biaya operasional pesawat dan membantu mengurangi dampak lingkungan.

Baca juga: HondaJet Elite II Jadi Pesawat Bisnis Paling Canggih di Dunia, Ini Sederet Keunggulannya

Hawker 900XP dilengkapi dengan sistem kontrol penerbangan digital dan avionik yang canggih, sehingga memungkinkan pilot untuk terbang dengan lebih mudah dan lebih aman. Selain itu, pesawat ini juga dilengkapi dengan sistem pendaratan otomatis yang dapat membantu meminimalkan risiko kecelakaan.

Parade Kendaraan Besar di Apron Bandara, Inilah Jenis dan Fungsinya

Jika Anda yang hendak bepergian menggunakan pesawat dan kebetulan tidak tersedia garbarata, berarti Anda akan turun ke apron dan diantarkan menuju pintu pesawat menggunakan layanan shuttle atau bus yang sudah disediakan oleh pihak bandara. Di sini, Anda akan melihat kesibukan yang terjadi di apron, mulai dari hilir mudik bus yang mengantarkan penumpang ke pintu pesawat hingga kendaraan yang mengangkut muatan bagasi. Lalu, apa saja kendaraan yang ada di apron?

Baca Juga: ST Engineering Kembangkan Sistem Garbarata Otomatis

Berikut, KabarPenumpang.com himpun beberapa kendaraan tersebut dilansir dari laman indotrucker.com.

Cargo & Loader Transporter

Sumber: rajakirim.co.id
Sumber: istimewa

Kendaraan ini berfungsi untuk mengangkut barang bawaan Anda dan kargo menuju bagasi. Beban tumpuan kendaraan ini pun beragam, maka dari itu kehadirannya di Apron pun tidak melulu satu model.

Aircraft Tractors

Sumber: herulegowo.com

Sesuai dengan namanya, kendaraan ini berfungsi untuk menarik pesawat keluar atau masuk ke dalam hanggar. Tidak hanya itu, Aircraft Tractors juga dapat memindahkan pesawat secara manual, baik itu untuk memindahkan pesawat yang hendak lepas landas, atau untuk keperluan lain. Kecepatan dan spesifikasi lainnya ditentukan oleh perusahaan manufaktur yang memproduksinya.

Airport Tank Truck

Sumber: istimewa

Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya, pesawat tidak akan menyambangi stasiun pengisian bahan bakar untuk melakukan pengisian ulang, namun kendaraan inilah yang akan menghampiri dan menyalurkan muatannya ke dalam tangki bahan bakar pesawat.

Airport Crash Tender

Sumber: airportrescuesim.com

Ini merupakan salah satu moda penunjang keselamatan yang ada di setiap bandara. Kendaraan yang berfungsi layaknya mobil damkar ini memiliki kemampuan untuk menyemprotkan air atau busa jika terjadi kebakaran di sekitaran Apron.

Aircraft Hydrant Refueler

Sumber: refuelin.com

Truk ini berfungsi untuk menyalurkan kebutuhan air ke dalam pesawat, salah satunya adalah untuk di toilet. Truk ini akan mengisi penuh tangki penampungan air yang berada di sayap pesawat.

Catering Truck

Sumber: istimewa

Dari namanya saja, sudah bisa ditebak fungsi dari kendaraan yang satu ini. Ya, catering truck memiliki fungsi untuk memasukkan makanan dan minuman ke dalam pesawat yang nantinya akan dijajakan selama penerbangan.

Luggage Towing Truck

Sumber: istimewa

Ini merupakan tandem dari Cargo & Loader Transporter. Luggage Towing Truck akan membawa seluruh muatan penumpang dan kargo, yang nantinya akan disetorkan ke Cargo & Loader Transporter untuk dimasukkan ke dalam bagasi.

Baca Juga: Bandara Lapisi Lantai dengan Karpet, Ternyata Ini Alasannya!

Passenger Stair Truck

Sumber: onemileatatime.com

Jika garbarata tidak tersedia, maka kendaraan ini siap untuk menggiring tangga manual ke pintu pesawat. Walaupun dewasa ini, Passenger Stair Truck sudah jarang sekali digunakan. alih-alih menggunakan moda ini, pihak bandara lebih banyak menggunakan tangga yang dilengkapi dengan roda untuk memudahkan mobilitasnya.

Forklift Truck

Sumber: metrotvnews.com

Di Apron, Forklift Truck bisa menjadi moda serbaguna yang dapat memudahkan ground crew untuk menaikkan, menurunkan, atau memindahkan barang berat.

HTG Luncurkan Sistem Ramp Hybrid yang Memudahkan Penyandang Disabilitas Naik Bus

Hubner Transportation GmbH (HTG) dari Jerman mengumumkan telah mengembangkan sistem ramp hybrid yang akan memudahkan penyandang disabilitas untuk naik bus. Keuntungan khusus dari sistem baru ini menurut Hubner adalah bahwa operator bus tidak lagi harus memilih antara jenis jalan yang berbeda yang dioperasikan secara manual atau elektrik. Modul HTG baru menggabungkan ramp listrik dan manual dalam satu unit.

Baca juga: Sambut World Cup Rugby 2019, Bus Low Deck di Jepang Dilengkapi Electric Wheelchair Ramp

Di dalam ramp ganda baru HTG menggabungkan ramp listrik IL 2502 dan ramp lipat manual HK Modular. Manfaat terpenting dari ramp ganda baru seperti yang ditekankan HTG adalah jika terjadi kerusakan pada komponen otomatis, personel pengemudi dapat menggunakan ramp lipat manual dan melanjutkan operasi tanpa batasan apa pun.

Pengguna HTG memungkinkan untuk memiliki akses yang cepat dan mudah ke komponen paling penting dari ramp listrik untuk tujuan pemeliharaan atau jika diperlukan perbaikan. Selama pengembangan produk, bingkai pemasangan baru dikembangkan dan diuji secara ekstensif.

Baca juga: Inilah Splashtours, Bus Amfibi Ikonik yang Hanya Ada di Rotterdam dan Amsterdam Belanda

250 ramp ganda pertama telah digunakan di Madrid sejak September 2021 di kendaraan Solaris. Produsen bus telah memesan ramp tambahan, kata HTG. Bus gandeng untuk transportasi perkotaan di ibu kota Norwegia, Oslo, akan dilengkapi dengan dua jalur landai ganda – satu di depan pintu masuk dan satu lagi di belakang.

Restoran Wendy’s Mulai Ganti Staf Drive-thru dengan AI chatbots

Wendy’s, waralaba restoran cepat saji asal Amerika Serikat, membuat terobosan baru dalam hal pelayanan. Yakni dengan mengganti staf drive-thru dengan AI chatbots. Setelah pengujian awal yang sukses, rantai makanan cepat saji terbesar kelima di AS akan mulai menggunakan chatbot AI (kecerdasan buatan) untuk berinteraksi dengan pelanggan drive-thru mulai bulan depan.

Baca juga: Gandeng Hyundai Robotics, Restoran KFC Gunakan Robot untuk Goreng Ayam

“Ini setidaknya sama baiknya dengan perwakilan layanan pelanggan terbaik kami, dan mungkin rata-rata lebih baik,” kata CIO Wendy Kevin Vasconi kepada Wall Street Journal. Untuk memuluskan penggunaan AI chatbots, Wendy’s telah bekerja sama dengan Google pada sejumlah pembelajaran mesin dan alat AI di belakang layar, dan sekarang memperluas kemitraan tersebut untuk mulai menerapkan sistem AI generatif Large Language Model (LLM) yang dibangun di atas platform Vertex AI, yang dilatih khusus untuk mengambil alih dari pekerja manusia, mengambil pesanan drive-thru dan berbicara dengan pelanggan.

Teknologi AI verbal telah maju pesat, tapi ini bukan berarti Anda akan mengetahuinya saat berbicara dengan my Google Home, ingatlah – dan kedua perusahaan telah bekerja sama untuk melatih sistem yang disebut FreshAI. Model ini memahami seluruh menu, termasuk slang jalanan untuk pesanan tertentu, dan mampu melakukan percakapan.

AI chatbots terintegrasi dengan sistem titik penjualan dan telah dilatih untuk mengikuti aturan yang saat ini diberikan perusahaan kepada staf drive through window-nya.

Wendy’s akan memulai dengan program percontohan di sebuah lokasi di daerah Columbus, Ohio, bulan depan, mengharapkan beberapa pelanggan tidak akan menyadari bahwa mereka tidak sedang berbicara dengan manusia. Dari sana, perusahaan berharap dapat memperluas untuk memasukkan lokasi drive-thru lainnya.

“Teknologi AI generatif Google Cloud menciptakan peluang besar bagi kami untuk menghadirkan pengalaman yang benar-benar berbeda, lebih cepat, dan tanpa kendala bagi pelanggan kami, serta memungkinkan karyawan kami untuk terus fokus membuat makanan lezat dan membangun hubungan dengan penggemar yang membuat mereka terus kembali lagi dan lagi ,” kata Todd Penegor, Presiden dan CEO Wendy’s dalam siaran pers.

Baca juga: Tak Hanya di Imigrasi Bandara, Restoran Cepat Saji Mulai Adopsi Pemindai Wajah Untuk Pemesanan 

Wendy’s saat ini mempekerjakan lebih dari 14.500 pekerja di lebih dari 7.000 lokasi di seluruh dunia, menghasilkan pendapatan tahunan mendekati US$2 miliar. Hampir 80 persen pelanggannya memesan melalui drive-thru daripada bertransaksi di dalam restoran.

JR East Terapkan Kereta Peluru Tanpa Masinis di Tahun 2030, Dimulai dari Jalur Tokyo-Niigata

Sebagai bagian dari rencana strategis, East Japan Railway (JR East) akan memperkenalkan sebagian besar kereta peluru otomatis tanpa masinis pada pertengahan 2030-an. Diumumkan pada hari Selasa lalu, langkah tersebut diambil JR East sebagai langkah penghematan tenaga kerja yang akan menjadi yang pertama bagi perusahaan.

Baca juga: East Japan Railway Resmi Operasikan Kereta Komuter Otomatis di Jalur Terpadat Yamanote Line

Dikutip dari asia.nikkei.com (10/5/2023), rencana JR East tersebut bertujuan untuk mencapai Grade of Automation 3 (GoA3) — tingkat di mana kereta dapat berjalan sendiri, dengan peran manusia hanya menangani pintu dan mengambil alih dalam keadaan darurat.

Kereta tanpa masinis pertama akan digunakan di jalur Joetsu Shinkansen antara Tokyo dan kota Niigata di Jepang tengah. JR East sedang mempertimbangkan untuk meluncurkannya di jalur Hokuriku juga.

Sebelum teknologi memasuki penggunaan komersial, perusahaan kereta ini berencana untuk menguji coba GoA4, atau sepenuhnya tanpa pengawasan, yakni dengan uji kereta api yang beroperasi tanpa penumpang antara ujung Niigata dari jalur Joetsu dan pusat sarana kereta terdekat.

Baca juga: Kekurangan Tenaga Kerja, Jepang Canangkan Operasional Shinkansen Tanpa Masinis

JR East menandatangani nota kesepahaman tentang kerja sama teknis dalam otomatisasi kereta cepat dengan Kereta Api Jepang Barat pada bulan April lalu. Duo perusahaan ini akan bekerja sama untuk mengembangkan sistem yang diperlukan dan mengurangi biaya.

Peneliti Buktikan Bahwa Guncangan Akibat Turbulensi Bisa Diredam!

Sudah lumrah terjadi turbulensi dalam setiap penerbangan. Selain ditentukan dari cuaca saat melakukan penerbangan, turbulensi juga bisa terjadi akibat medan yang dilalui oleh pesawat tersebut. Sebut saja seperti daerah pegunungan yang berpotensi untuk ‘mengundang’ guncangan hebat di kabin akibat adanya turbulensi. Bumpy air tidak hanya menyebabkan ketidaknyamanan, penumpang juga akan merasakan suasana yang sedikit mencekam manakala pesawat yang mereka tumpangi mulai berguncang.

Baca Juga: 4 Inovasi yang Singkirkan Ketakutan Anda Saat Mengudara

Walaupun terdengar menyeramkan bagi yang belum pernah mengalami langsung apa itu yang namanya turbulensi, tapi para perancang pesawat berusaha untuk meyakinkan semua orang bahwa turbulensi yang sering terjadi saat penerbangan merupakan hal yang tidak perlu ditakuti. Mereka memastikan bahwa struktur pesawat cukup kuat untuk mengatasi guncangan turbulensi, walaupun hal tersebut akan berimbas pada penggunaan bahan bakar yang lebih boros.

Ada beberapa solusi untuk meminimalisir guncangan yang diakibatkan oleh turbulensi ini, salah satunya dikenal sebagai Gust Load Alleviation. Trik ini digunakan dengan cara mengurangi bobot pesawat sehingga membutuhkan lebih sedikit struktur untuk menyeimbangkannya dengan muatan, yang menggunakan sistem Gust Alleviation System.

Ailerons. Sumber: quoracdn.net

Bahkan, kebanyakan jet komersial modern ini sudah dilengkapi dengan fly-by-wire, sebuah sensor gerak yang menghubungkan fuselage dan ailerons (flap) yang dikendalikan dengan komputer. Ketika pesawat memasuki awan yang berpotensi menimbulkan turbulensi, sistem kontrol akan aktif secara otomatis  untuk mereduksi guncangan yang dirasakan oleh penumpang dan awak pesawat di dalam kabin. Sistem seperti ini sudah ada sejak 20 tahun yang lalu dan hingga kini masiih terus dikembangkan.

Selain itu, hadir sebuah proyek bernama The GLAMOUR (Gust Loads Alleviation Techniques Assessment on Wind Tunnel Model of Advanced Regional Aircraft) yang didanai oleh Clean Sky Joint Technology Initiative dan diketahui melibatkan beberapa intansi, seperti Politecico di Milano (Italia) yang bertindak sebagai ketua, IBK (Jerman), University of Bristol (Inggris), Technion (Israel), dan Re Fraschini (Italia).

Baca Juga: MAGIC! Troli Makanan Ini Bisa Memasok Sumber Energi Listrik di Kabin Pesawat

Adapun tujuan dari proyek ini adalah mengembangkan algoritma kontrol baru untuk pengendalian beban hembusan pada pesawat regional berkapasitas hingga 100 penumpang, khususnya untuk penyelidikan tentang efektivitas dari penggunaan kontrol otomatis yang terdapat pada bagian sayap dan ekor pesawat tersebut.

Proyek yang nantinya akan menghasilkan sebuah inovasi untuk meredam turbulensi ini menunjukkan bahwa adalah mungkin untuk melakukan pengurangan gerakan dan beban secara signifikan yang diakibatkan oleh turbulensi, melalui penggunaan skema pengurang beban hembusan aktif. Dengan begitu, nampaknya Anda tidak perlu khawatir lagi jika pesawat yang Anda tumpangi mengalami turbulensi hebat.

Mau Jadi Awak Kabin? Standar Tinggi Badan Masih Jadi Syarat Utama!

Karena bertugas di area yang terbilang khusus, rekrutmen awak kabin jelas punya kriteria tersendiri yang cenderung lebih ketat dan selektif dibanding awak kabin di moda darat dan laut. Spesifikasi khusus bagi awak kabin pria dan wanita telah ditetapkan dengan standar khusus, teutama untuk urusan tinggi badan, mereka juga diwajibkan menjalankan tes fisik yang ketat, dimana para calon kru kabin ini harus melalui uji tentang Prosedur Darurat Keselamatan dan kursus pelatihan yang intensif.

Baca juga: Ini Dia! Standar Sepatu Untuk Pramugari

Kandidat ini, harus menyesuaikan dengan spesifikasi fisik tertentu agar bisa menjadi kru kabin. KabarPenumpang.com merangkum dari laman cosmopolitan.com, sebenarnya bukan hanya tato ataupun tindikan di tubuh yang dicari maskapai penerbangan, melainkan sesuatu yang tidak dapat dikontrol oleh kru kabin yakni tinggi badan mereka.

Sebab salah satu syarat untuk menjadi seorang kru kabin adalah memenuhi ketinggian minimum, memiliki jangkauan lengan tertentu dan tidak memiliki ketinggian yang melebihi maksimum. Berikut ini ada beberapa spesifikasi tinggi awak kabin baik perempuan maupun laki-laki dari beberapa maskapai.

British Airways memiliki spesifikasi tinggi 157-181 cm dengan jangkauan sekitar tinggi awak kabin itu sendiri. EasyJet 160-190 cm, Ryanair 157-187 cm. Untuk Thomas Cook minimal tinggi awak kabin 157 cm sama dengan Monarch dan Thomson.

Emirates memiliki spesifikasi tinggi 157 cm dengan jangkauan sedikit lebih tinggi dari awak kabin itu sendiri. Qatar dan Virgin memiliki jangkauan 157-180 cm tergantung tinggi awak kabin tersebut. Singapore Airline memiliki tinggi minimum untuk seorang perempuan 157 cm dan laki-laki 165 cm.

Dengan ketinggian minimal hingga maksimal ini, sebenarnya selain untuk membantu dalam memasukkan barang di kompartemen, juga untuk membantu penumpang untuk keselamatan di kabin jika terjadi sesuatu. Sebab terlalu tinggi atau terlalu rendah justru tidak bisa membantu penumpang di dalam kabin.

Batasan minimum dan jangkauan lengan minimum sebenarnya agar awak kabin dapat dengan mudah memasukkan barang di kompartemen atas kabin. Tak jauh berbeda, Indonesia tepatnya maskapai plat merah yakni Garuda Indonesia juga memiliki spesifikasi khusus.

Baca juga: Ini Dia! Tips Cantik ala Pramugari

Untuk usia  dibutuhkan 18-27 tahun, dengan tinggi badan minimal 160 cm dan maksimal 172 cm baik laki-laki maupun perempuan. Selain itu, awak kabin Garuda Indonesia juga tidak diperkenankan menggunakan kacamata tetapi untuk lensa kontak diperbolehkan dengan minus maksimal -3,00 dan silindris C-100. Lebih jelasnya, setiap awak kabin mampu berbahasa Inggris baik lisan maupun tertulis.