17 Mei 2023, AirAsia Buka Penerbangan Langsung Kuala Lumpur – Kertajati, 2x Seminggu

AirAsia Malaysia (AK) akan menjadi maskapai internasional pertama yang akan membuka akses penerbangan berjadwal ke Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat. Maskapai berbiaya murah asal Malaysia ini akan menghubungkan Kuala Lumpur ke Kertajati mulai 17 Mei 2023.

Baca juga: 2 Juni, AirAsia Buka Rute Penerbangan Langsung Jakarta – Perth, Penjualan Tiket Telah Dibuka

Dalam siaran pers (10/4/2023), disebutkan pembukaan penerbangan ini akan memberikan dorongan yang baik bagi perekonomian dan pertumbuhan pariwisata bagi Indonesia dan Malaysia.

Dua penerbangan mingguan akan mendarat dan berangkat dari Bandara Internasional Kertajati. Sebagai rute ke-12 AirAsia di Indonesia, Kertajati memperkuat komitmen berkelanjutan AirAsia terhadap Indonesia sebagai pasar inti dan memperkuat misinya untuk mendemokratisasi perjalanan udara dengan menghubungkan kota-kota yang kurang terlayani di kawasan tersebut.

CEO AirAsia Malaysia Riad Asmat mengatakan: “Kami sangat senang menjadi maskapai pertama yang menghubungkan Kuala Lumpur ke Kertajati mulai bulan depan. Rute ini tidak hanya akan meningkatkan pariwisata dan perekonomian di daerah masing-masing, tetapi juga mempererat hubungan kedua negara.

“Melayani yang kurang terlayani mendasari merek kami. Sebagai grup maskapai penerbangan dengan konektivitas luas di Asean dan Asia Pasifik, bersama dengan afiliasi kami, AirAsia Indonesia AirAsia (QZ), kami akan terus menghubungkan para pelancong secara langsung ke berbagai kota unik dan kurang terlayani di Indonesia dan Malaysia serta ke destinasi utama,” ujar Riad Asmat.

Untuk merayakan peluncuran rute baru, AirAsia menawarkan tarif all-in* mulai dari RM149 sekali jalan mulai hari ini hingga 16 April 2023 untuk periode perjalanan antara 17 Mei dan 23 Oktober 2023 di airasia Super App atau airasia.com.

Baca juga: Mangkrak dan Senasib dengan Bandara Kertajati, Inilah Sejarah Panjang Bandara JB Soedirman

AirAsia Malaysia (AK) saat ini terbang ke 11 rute di Indonesia dari Kuala Lumpur ke Banda Aceh, Jakarta, Bali (Denpasar), Medan, Padang, Pekanbaru, Makassar, Yogyakarta, dan Balikpapan, serta dari Penang ke Jakarta dan Medan.

Garuda Indonesia Tingkatkan Frekuensi Penerbangan ke Seoul, Bangkok dan Hong Kong

Ada kabar baik bagi para pecinta perjalanan manca negara yang kebetulan menjadi pelanggan jasa maskapai penerbangan plat merah, persisnya Garuda Indonesia akan meningkatkan frekuensi ke tiga kota tujuan internasional favorit.

Baca juga: 17 Mei 2023, Garuda Indonesia Mulai Layani Penerbangan Jakarta – Shanghai

Lewat siaran pers (17/5/2023), Garuda Indonesia menyebut mulai menambah kapasitas layanan penerbangan pada sejumlah rute penerbangan internasional, yakni Bangkok – Jakarta pp menjadi 7 kali (dari sebelumnya 4 kali) per minggu; Incheon – Jakarta pp menjadi 3 kali (dari sebelumnya 2 kali) per minggu; dan Hong Kong – Jakarta pp menjadi 6 kali (dari sebelumnya 5 kali) per minggu.

Selain itu, peningkatan frekuensi penerbangan juga akan turut dikontribusikan oleh pengoperasian Shanghai – Jakarta pp sebagai rute penerbangan baru Garuda Indonesia, yang akan dilayani sebanyak 2 kali per minggu mulai 17 Mei 2023.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan bahwa peningkatan frekuensi tersebut merupakan langkah Garuda Indonesia sebagai national flag carrier dalam menjawab momentum pertumbuhan industri perjalanan dunia, dengan mempertimbangkan outlook performa rute penerbangan dan pertumbuhan demand penumpang di tahun 2023 yang menunjukkan tren positif.

Garuda Indonesia akan mengoperasikan sedikitnya 28 ribu penerbangan pada Juni 2023 mendatang. Angka tersebut turut merepresentasikan optimisme atas akselerasi kinerja operasional Garuda Indonesia, setelah Perusahaan berhasil mencatatkan pertumbuhan jumlah penerbangan sebesar 87,75 persen—dari 7.215 penerbangan pada Kuartal I 2022 menjadi 13.546 penerbangan pada Kuartal I 2023.

Baca juga: Q1 2023: Garuda Indonesia Group Bukukan Pendapatan Usaha Hingga 72 Persen

Irfan menambahkan “Dengan dilayaninya penerbangan langsung internasional dari dan menuju Jakarta sebagai salah satu pintu masuk utama menuju Indonesia kami harapkan dapat mengoptimalkan peran kami untuk menjembatani wisatawan mancanegara yang ingin mengunjungi berbagai destinasi wisata unggulan nasional yang terhubung langsung dengan layanan penerbangan Garuda Indonesia”.

17 Mei 2023, Garuda Indonesia Mulai Layani Penerbangan Jakarta – Shanghai

Garuda Indonesia bersiap melayani penerbangan langsung Shanghai – Jakarta pp yang akan mulai beroperasi pada 17 Mei 2023 mendatang. Rute penerbangan Shanghai – Jakarta pp tersebut akan beroperasi sebanyak 2 (dua) kali setiap minggunya, dengan menggunakan armada A330-300 yang memiliki kapasitas hingga 287 penumpang.

Baca juga: Q1 2023 – Garuda Indonesia Group Bukukan Pendapatan Usaha Hingga 72 Persen

Penerbangan Shanghai – Jakarta tersebut pp akan dilayani dengan nomor penerbangan GA-895 yang dijadwalkan berangkat dari Shanghai Pudong International Airport pada pukul 10.05 LT dan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 15.20 WIB. Adapun penerbangan Jakarta – Shanghai akan diberangkatkan dari bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan GA-894 pada pukul 23.55 WIB dan dijadwalkan tiba di Shanghai Pudong Internasional Airport pada pukul 07.05 LT.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, sebagai national flag carrier, Garuda Indonesia senantiasa berkomitmen untuk mendukung penuh upaya-upaya yang bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya melalui sektor pariwisata. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyediaan aksesibilitas udara, khususnya dalam menghubungkan wisatawan mancanegara melalui Jakarta —sebagai salah satu hub pariwisata dan bisnis yang strategis— ke berbagai destinasi unggulan di Nusantara.

Penerbangan Shanghai – Jakarta pp ini nantinya akan melengkapi penerbangan dari Tiongkok menuju Indonesia yang telah beroperasi mulai Februari 2023 lalu, yaitu Guangzhou – Jakarta pp.

Adapun tiket penerbangan pada rute Shanghai – Jakarta pp tersebut ditawarkan dengan harga (mulai dari) Rp6,6 juta. Lebih lanjut, sebagai upaya untuk memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa, Garuda Indonesia juga memberikan berbagai penawaran menarik bagi para penumpang antarnegara pada rute tersebut, di antaranya berupa diskon 30 persen untuk redemption GarudaMiles.

Tidak Beroperasi Sejak 2010, Menhub Budi Karya Sumadi Minta Stasiun Purworejo Diaktifkan

Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi belum lama ini berkunjung ke Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Salah satunya, rombongan Menhub Budi berkunjung ke ke Stasiun Purworejo didampingi oleh Bupati Purworejo, Agus Bastian pada 14 Mei lalu. Yang menarik dari kunjungan tersebut adalah perintah dari Menhub untuk mengaktifkan kembali Stasiun Purworejo yang sudah lama tidak digunakan.

Baca juga: Bolak Balik di Tutup, Stasiun Purworejo Kini Jadi Cagar Budaya

“Pak Menteri datang melihat kondisi Stasiun Purworejo. Kemudian minta agar Stasiun Purworejo diaktifkan kembali. Tentu kami sambut baik karena dengan demikian di Kabupaten Purworejo akan semakin banyak alternatif moda transportasi,” kata Bupati Agus dalam keterangan resmi, Senin (15/5/2023).

Terlepas dari kabar tersebut, tentu menarik perhatian profil Stasiun Purworejo. Dari sejarahnya, Stasiun Purworejo awalnya adalah sarana pendukung pergerakan militer pasukan Belanda.

Ada dua kepentingan atas pembangunan Stasiun Purworejo, yakni dari aspek ekonomi dan militer, mengingat Kabupaten Purworejo merupakan daerah pertahanan militer yang posisinya sangat strategis.

Cikal bakal berdirinya stasiun ini, sebenarnya dirintis oleh perusahaan kereta api (kala itu) yang bernama Statts Spoorwagen (SS). Stasiun Purworejo dibangun pada tahun 1910 dan memiliki struktur bangunan berupa material batu bata setinggi 8 meter dan luas keseluruhan sekitar 848 m2.

Bagian dalam stasiun dan jalur sepur stasiun Purworejo

Pemerintah Kolonial Belanda saat itu sengaja membangun rel kereta api sepanjang 12 km dari Stasiun Besar Kutoarjo ke arah Purworejo, awalnya hanya dibangun rel saja namun seiring perkembangannya yang semakin ramai, pada tanggal 20 Juli 188, Stasiun Purworejo dibuka dan diaktifkan.

Sejak tahun 1901 jalur kereta api Purworejo-Kutoarjo itu pun semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kala itu. Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BPPP) Jateng telah memasukkan Stasiun Purworejo sebagai salah satu cagar budaya di Purworejo, dilindungi oleh negara dengan nomor Inventarisasi : 11-06/PWO/TB/36.

Stasiun Purworejo berada pada ketinggian +63m dpl. Sistem persinyalan stasiun masih memakai sistem sinyal mekanik Alkmar,dan uniknya tidak ada sinyal muka ataupun sinyal masuk,hanya ada sinyal keluar menuju arah Stasiun Kutoarjo. Di Stasiun ini juga mempunyai 2 Spoor,yang dahulunya mempunyai 1 spoor cabang menuju ke Balai Yasa (Werkplaants) milik Staats Spoorwegen (SS ). Stasiun Purworejo saat ini dikelola oleh PT. Kereta Api Indonesia ( Persero) & berada di Daerah Operasi 5 Purwokerto.

Baca juga: “Nopia.. Nopia..,” Oleh-oleh Khas Tak Terlupakan dari Stasiun Purwokerto

Sebelum nantinya diaktifkan kembali, Stasiun Purworejo resmi ditutup pada November 2010. Namun, uniknya sebelum non aktif pada tahun 2010, stasiun ini juga pernah ditutup empat kali. Pertama pada masa penjajahan Jepang, kedua saat peralihan menjadi Djawatan Kereta Api, kemudian tahun 1977 dan sempat dihidupkan tahun 1990-an.

Bus Otonom Pertama di Inggris Mulai Beroperasi dengan Melayani Penumpang

Ada kabar terbaru dari Negeri Raja Charles, diwartakan layanan bus otonom (autonomous bus) pertama di Inggris telah mulai membawa penumpang berbayar. Layanan bus otonom tersebut berjalan melintasi Forth Road Bridge.

Baca juga: Kian Matang Menuju Komersialiasi Bus Otonom, Beijing Perluas Zona Demonstrasi Hingga 500 Km2

Meski disebut bus otonom, saat melaju bus tetap diawaki oleh dua staf, yakni seorang pengemudi keselamatan yang dapat mengendalikan bus bila terjadi kondisi darurat, dan seorang ‘Kapten” yang menarik tiket dan menyediakan layanan kepada penumpang.

Layanan bus otonom disebut Stagecoach, melayani rute Ferrytoll Park dan Ride in Fife ke Edinburgh Park Transport Interchange, bus ini akan beroperasi sebagai uji coba hingga tahun 2025 sebagai bagian dari proyek CAVForth.

Bus otonom melayani dengan armada lima unit dari jenis Alexander Dennis Enviro200AV, dan akan menempuh rute sepanjang 22 km, dalam lalu lintas campuran, dengan kecepatan hingga 80 km per jam melintasi jembatan.

Sementara bus umumnya hanya memiliki satu pengemudi, kapten ada di dalamnya untuk menunjukkan seperti apa rasanya bus otonom ukuran penuh di masa depan ketika bus dapat beroperasi dengan satu anggota staf yang dapat meninggalkan kabin saat ‘komputer’ mengemudi.

Diharapkan bus otonom akan meningkatkan keselamatan dengan mengurangi waktu reaksi, dan meningkatkan efisiensi dengan mengoptimalkan akselerasi dan deselerasi yang diharapkan akan memberikan penghematan energi yang signifikan dan mengurangi keausan pada kendaraan.

Sebelumnya, bus otonom ini telah mendapatkan sertifikasi untuk penggunaan umum dan telah telah menyelesaikan satu juta mil pengujian sejauh ini.

Baca juga: ANA Uji Coba Bus Otonom Angkut Karyawan di Bandara Haneda

CAVForth adalah proyek kolaborasi, yang terdiri dari Fusion Processing, Stagecoach, Alexander Dennis, Transport Scotland, Edinburgh Napier University, Bristol Robotics Lab, dan University of the West of England. Proyek bus otonom ini sebagian didanai oleh UK Government’s Centre for Connected and Autonomous Vehicles.

Layani Musim Haji 2023, Saudia Group Siapkan 1.200.000 Kursi Plus Update Konten Islami

Saudia Group yang terdiri dari Saudi Airlines, flyadeal, dan Saudi Private Aviation, telah mengumumkan rencana operasionalnya untuk musim Haji 2023, yakni dengan mengalokasikan lebih dari satu juta 200 ribu kursi untuk para jemaah haji dari seluruh dunia.

Baca juga: Byee Airbus, Arab Saudi Pesan 121 Pesawat Boeing 787 Dreamliner untuk Saudia dan Riyadh Air

Rencana terpadu tersebut mencakup optimalisasi penggunaan armada Saudia Group saat ini yang berjumlah 164 pesawat udara, dengan penyediaan armada tambahan sebanyak 12 pesawat udara.

Saudia Group akan mengangkut para jemaah haji dari lebih dari 100 tujuan terjadwal dan 14 tujuan musiman ke 6 bandara yang berlokasi di Jeddah, Riyadh, Dammam, Madinah, Taif, dan Yanbu. Delapan ribu awak kokpit dan kabin dapat berbicara total 42 bahasa yang berbeda dan akan melayani para tamu dengan ramah selama perjalanan mereka.

Rencana tersebut memastikan sinergi dari semua anak perusahaan Saudia Group, terutama yang berurusan dengan penyediaan layanan kepada para jemaah haji, khususnya, Saudia Aerospace Engineering Industries (SAEI), Saudi Ground Services (SGS), dan Saudi Airlines Catering Company (SACC), yang semuanya akan beroperasi dengan kapasitas penuh dan sepanjang waktu sepanjang musim Haji.

Sebagai bagian dari upayanya untuk menyediakan layanan komprehensif bagi para jemaah haji dan memperkaya pengalaman perjalanan mereka, Saudia telah memperbarui konten Islami dalam penerbangannya termasuk program keagamaan, terutama yang didedikasikan untuk meningkatkan kesadaran berhaji.

Baca juga: Arab Saudi Beri Penumpang Flynas dan Saudia Visa Transit 4 Hari, Bisa Umrah Gratis

Pembaruan tersebut mencakup lebih dari 134 jam berbagai program keagamaan dan 590 jam pembacaan ayat Al-Quran, di samping banyak program Islami yang tersedia dalam beberapa bahasa seperti bahasa Arab, bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, bahasa Mandarin dan bahasa lain yang digunakan oleh para jemaah Haji.

Embraer E190-E2 Uji Performa “Short Runway” di Korea Selatan

Dalam rangka kegiatan promosi, Embraer, manufaktur pesawat dari Brasil, belum lama ini melakukan  penerbangan demonstrasi di Korea Selatan untuk uji kemampuan pesawat E190-E2 yang terbang dari Bandara Gimpo di Seoul ke Pohang, melewati Pulau Ulleungdo dan sebaliknya.

Baca juga: Pesan 9 Unit, Scoot Jadi Maskapai Singapura Pertama yang Operasikan Embraer E190-E2

Dengan lebih dari 80 penumpang, termasuk bahan bakar yang cukup untuk penerbangan selanjutnya ke Seoul, E190-E2 melakukan simulasi pendaratan landasan pacu pendek di Bandara Pohang dengan jarak landasan pacu 1.066 meter. Kemampuan kinerja landasan pacu pendek yang luar biasa ini secara unik memposisikan E190-E2 sebagai satu-satunya pesawat berbadan sempit (narrow body) yang dapat mengakses landasan pacu sepanjang 1.200 meter.

Dengan performa di atas, maka Embraer E190-E2 kelak dapat mendapat di Bandara Pulau Ulleungdo  yang dijadwalkan selesai pada tahun 2025.

Pemerintah Korea dan Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi (MOLIT) negara itu berbagi visi untuk memperkuat konektivitas provinsi, dalam hal ini jet komersial Embraer E190-E2 memiliki kemampuan teknis untuk mendukung tujuan konektivitas intra di Negeri Ginseng.

Baca juga: Embraer E190-E2 dengan Livery “The TechShark” Ramaikan Singapore AirShow 2022

Pesawat ini punya jangkauan untuk melayani rute hingga durasi tujuh jam, bersama dengan kemampuan kinerja landasan pacu pendek dan telah terbukti, yang memungkinkan akses pesawat jet ke bandara seperti Pulau Ulleungdo.

Bird Strike Bukan Hanya Terjadi di Ketinggian Rendah, Burung-burung ini Mampu Terbang Lebih Tinggi dari Pesawat

Bird strike lazimnya terjadi pada ketinggian rendah, yakni saat pesawat sedang dalam proses lepas landas atau mendarat. Namun, jangan salah, meski jarang kejadian, bird strike bisa saja terjadi pada ketinggian tinggi, dimana pesawat tengah umumnya tengah mengudara di ketinggian jelajah. Tentu menarik untuk dicermati, jenis burung apakah yang mampu terbang di ketinggian jelajah pesawat?

Baca juga: Hadapi ‘Bird Strike’, Ini Enam Langkah Wajib yang Harus Dilakukan Seorang Pilot

Batas terbang pesawat komersial paling tinggi ada di rentang 10.000 – 12.800 meter. Di ketinggian dengan kerapatan oksigen rendah, sepertinya tidak lazim ada burung yang terbang d ketinggian tersebut. Tapi faktanya ada saja burung yang bisa terbang lebih tinggi dari batas ketinggian pesawat.

Hering Griffon Ruppell adalah burung terbang tertinggi yang tercatat secara global, mencapai ketinggian 37.000 kaki (11.277 meter) yang menakjubkan. Mereka terutama ditemukan di wilayah Sahel di Afrika Tengah. Tubuh burung pemakan bangkai ini seperti dirancang untuk asupan oksigen yang efektif, memungkinkannya untuk terbang sangat tinggi.

Serangan burung ini telah dilaporkan pada ketinggian 20.000 (6.096 meter) hingga 30.000 kaki (9.144 meter) di atas permukaam tanah. Seperti pada tahun 1973, sebuah pesawat di atas Pantai Gading bertabrakan dengan burung nasar Rüppell di ketinggian 37.100 kaki (11.277 meter) dan harus melakukan pendaratan darurat.

Baca juga: Ini Bagian Pesawat yang Paling Sering Terkena Bird Strike

Jenis burung lain yang mampu terbang tinggi adalah Eurasian crane yang bisa hidup di ketinggian 10.056 meter (33.000 kaki). Di Tibet, Ravens (umumnya dikenal sebagai “burung hitam”) telah tercatat berada di ketinggian hingga 5.000 meter (16.400 kaki), dan setinggi 6.350 meter (20.600 kaki) di Gunung Everest. Kemudian Andean Condor, burung terbang terbesar di dunia, mampu terbang di ketinggian 4.876 meter (16.000 kaki).

Pangkas Durasi Security Check, Ini yang Dilakukan Beberapa Bandara dan Maskapai

Banyaknya tahap yang dilewati oleh penumpang di bandara terkadang memang membuat mereka lelah dan kesal. Terkesan seperti bertele-tele, namun sebagai salah satu gerbang masuknya pelancong ke suatu negara, pihak bandara terpaksa melakukan ini guna menyaring siapa-siapa saja yang kiranya dapat membahayakan negara tersebut. Ditambah lagi peraturan baru yang dikeluarkan oleh Presiden Amerika Serikat teranyar, Donald Trump yaitu larangan mengenai laptop masuk ke dalam kabin seolah menambah satu babak baru bagi sistem keamanan di bandara.

Baca Juga: Mudahkan Calon Penumpang, Bandara Gatwick Adopsi Augmented Reality

Dihimpun KabarPenumpang.com dari slate.com (21/6/2017), ada banyak yang bisa dilakukan oleh pihak bandara untuk menyingkat semua proses tersebut menjadi lebih sederhana, ini semua bertujuan untuk memberikan kenyamanan lebih kepada para calon penumpang atau pelancong yang berada di bandara. Janji yang diberikan pada para penumpang adalah perasaan lebih aman dan lebih tidak membuat stress. Sementara bagi pihak bandara, adalah keamanan yang lebih baik- dan lebih banyak waktu bagi penumpang untuk berbelanja.

“Saya pikir kita tidak benar-benar memahami pentingnya perubahan proses yang didukung teknologi terkini dan terdepan bagi pengalaman di bandara,” ujar Paul Griffiths, Airport Chief Executive Bandara Dubai. Lebih lanjut, ia mengatakan mengintegrasikan pihak yang berkepentingan dalam keamanan bandara menjadi satu proses dengan pos pemeriksaan yang seminim mungkin bisa jadi awalan yang baik. Bekerja lebih dekat dengan pihak keamanan pemerintahan dan representatif imigrasi memungkinkan pihak bandara untuk meningkatkan kapasitas dengan memproses para penumpang dengan lebih cepat. Pengecekan dokumen, pengecekan keamanan, imigrasi dan bea cukai bisa dipersingkat menjadi satu langkah yang lebih eifisien.

Dengan adanya anggapan seperti ini, mulai muncul beberapa inovasi yang dilakukan baik oleh pihak banda maupun maskapai dalam memotong waktu para penumnpangnya itu. Ambil contoh Bandara Dubai yang tengah menguji teknologi yang memungkinkan beberapa penumpang untuk melewati imigrasi menggunakan data biometric yang disimpan secara digital di smartphone mereka. Hal ini bisa menghilangkan penggunaan paspor atau kartu identifikasi yang dikeluarkan oleh pemerintah. Uji coba ini berlangsung dengan didukung oleh pemerintah Dubai, yang menjaga database tersebut.

Baca Juga: Better Airport, Sistem Baru Atasi Antrean di Bandara Luton

Lain halnya dengan yang dilakukan oleh salah satu maskapai asal Belanda, KLM. Maskapai ini pernah menguji coba sebuah robot di tahun lalu, bernama Spencer, untuk membantu para penumpang bernavigasi di bandara pusat mereka yang besar, Shciphol. Robot yang memiliki ukuran sebesar orang dewasa dan beroda ini didesain untuk terlihat mirip manusia agar dapat berinteraksi lebih baik dengan para pelanggan. Robot ini memiliki layar untuk memperlihatkan instruksi-instruksi dalam berbagai bahasa. Spencer akan menemui para penumpang di gerbang kedatangan dan mengarahkan mereka ke gerbang pergantian pesawat bagi orang-orang dengan penerbangan yang membutuhkan pergantian pesawat.

Lain KLM, lain Delta Airlines. Delta Air Lines Inc. tengah menguji coba teknologi yang memungkinkan para penumpangnya untuk bisa menitipkan tasnya dan naik ke pesawat dengan hanya menggunakan sidik jari mereka. Di tahap pertama uji coba ini, beberapa penumpang yang terbang dari bandara nasional Ronald Reagan akan dapat mengakses lounge maskapai penerbangan dengan menggunakan sidik jari mereka sebagai bukti identitas. Sejalan dengan waktu, sebagaimana dikatakan oleh pihak maskapai bulan lalu, sidik jari yang sama akan bisa digunakan untuk menitipkan tas atau naik ke pesawat.

JetBlue Airways telah meluncurkan percobaan self-boarding bekerjasama dengan U.S. Customs and Border Protection dengan menggunakan teknologi biometrik dan pengenalan wajah, sebagaimana telah diumumkan oleh pihak maskapai penerbangan akhir bulan lalu. Uji coba pertama akan dilakukan di penerbangan dari bandara internasional Logan di Boston menuju bandara internasional Aruba Queen Beatrix.

Baca Juga: Ini Dia! 9 Tipe Orang yang Biasa Kita Temui di Bandara

Sementara waktu, para inovator harus berhati-hati untuk tidak telalu berlebihan. Memaksakan informasi bandara ke telpon cerdas para penumpang saat mereka masih melewati pengecekan keamanan atau kontrol paspor dapat menambahkan rasa stres mereka, dibanding mempermudah mereka, ujar Sarah Wittlieb, Head of Innovation di bandara Munich, yang telah menangani lebih dari 42 juta penumpang pada tahun 2016 silam.

Sarah menyatakan bahwa ada juga para penumpang yang masuk kategori orang berada, atau yang disebut “generasi perak,” yang lebih suka berbicara dengan seseorang, dibanding harus berurusan dengan aplikasi.

Biar Tenang, Perhatikan Pedoman Penggunaan Sampul pada Buku Paspor

Sebagai identitas pribadi yang sangat penting, maka tak sedikit orang yang ‘mendanani’ buku paspor dengan sampul atau cover. Selain tampil lebih menarik, penggunaan sampul pada paspor dapat menjaga paspor dari kerusakan atau terpapar bahan yang merusak. Namun, apakah penggunaan sampul pada paspor memang perlu? Adakah ketentuannya?

Baca juga: Bikin Cemas dan Panik , Ini Beberapa Sebab Pemeriksaan Paspor di Bandara Bisa Berlangsung Lama

Ketentuan penggunaan sampul pada paspor sejauh ini tidak ada. Tapi perlu dipahami, bahwa penggunaan sampul pada paspor juga punya beragam makna. Berikut beberapa keuntungan penggunaan sampul pada paspor:

1. Melindungi paspor dari kerusakan fisik
Sampul paspor dapat melindungi paspor Anda dari goresan, robekan, atau tumpahan cairan yang dapat merusak paspor dan mengganggu kemampuan Anda untuk bepergian.

2. Memudahkan identifikasi
Sampul paspor yang unik atau berwarna-warni dapat membantu Anda dengan mudah mengenali paspor Anda di antara banyaknya paspor yang serupa di bandara atau tempat lainnya.

3. Menjaga kerahasiaan
Sampul paspor dapat memberikan lapisan tambahan privasi dan kerahasiaan, dengan menutupi informasi sensitif pada paspor Anda seperti nomor paspor dan detail pribadi lainnya.

4. Memberikan kenyamanan: Sampul paspor dapat memberikan kenyamanan tambahan saat membawa paspor Anda di dalam tas atau koper.

Baca juga: Serba-Serbi Empat Warna Pada Cover Paspor

Sejauh ini tidak ada kerugian dalam memberikan sampul untuk paspor, selama sampul tersebut dirancang dengan baik dan sesuai dengan ukuran standar paspor. Namun, ada beberapa hal yang perlu diingat terkait penggunaan sampul paspor:

1. Sampul paspor yang buruk kualitasnya atau tidak pas dapat merusak paspor
Sebaiknya gunakan sampul paspor yang berkualitas baik dan sesuai dengan ukuran paspor Anda. Sampul yang terlalu ketat atau terlalu besar dapat merusak sudut-sudut paspor.

2. Tidak semua negara mengizinkan penggunaan sampul paspor
Beberapa negara mungkin tidak mengizinkan penggunaan sampul paspor karena dapat mengganggu proses identifikasi pada saat pemeriksaan imigrasi. Pastikan untuk memeriksa aturan-aturan dan persyaratan di negara tujuan Anda.

3. Tidak menggantikan keaslian paspor
Sampul paspor tidak dapat menggantikan keaslian paspor. Meskipun Anda menggunakan sampul paspor, pastikan bahwa paspor Anda masih valid dan sesuai dengan persyaratan penerbitan paspor di negara Anda.

4. Risiko kehilangan
Sampul paspor yang tidak dipasang dengan baik atau yang mudah lepas dapat meningkatkan risiko kehilangan paspor Anda. Pastikan untuk menggunakan sampul paspor yang pas dan aman agar paspor Anda tetap aman dan terlindungi.

Baca juga: Apa yang Terjadi Bila Penumpang Kehilangan Paspor di Tengah Penerbangan?

Jadi, selama digunakan dengan benar, penggunaan sampul paspor biasanya tidak akan menimbulkan kerugian. Namun, pastikan untuk memilih dan menggunakan sampul paspor dengan hati-hati dan mengikuti aturan-aturan dan persyaratan di negara tujuan Anda.