Emirates Hadirkan Layanan WiFi Gratis di Seluruh Kelas dan Penerbangan

Ada kabar baik datang dari maskapai Emirates, yaitu layanan WiFi gratis sudah dapat dinikmati di seluruh armada pada semua penerbangan. Persisnya pada 19 Mei 2023, Emirates mengumumkan menawarkan WiFi gratis dalam penerbangan untuk semua penumpang, apa pun kelas kabin dan perjalanannya.

Baca juga: Kecewa Fasilitas Kabin Tidak Sesuai Iklan, Penumpang Kelas Bisnis Emirates Mendapat Kompensasi Rp132 Juta

Maskapai memberikan sesuatu yang serupa sebelum pandemi, tetapi batas waktu tampaknya telah hilang kali ini. Guna mewujudkan kampanye di atas, Emirates bersedia menginvestasikan lebih dari $300 juta untuk konektivitas di dalam pesawat di seluruh armada Boeing 777 dan Airbus A380.

Dikutip dari Simple Flying, Meskipun internet dalam penerbangan ini tidak memerlukan pembayaran apa pun. Namun, syarat dan ketentuan tetap berlaku, yakni hanya gratis untuk anggota Skywards Emirates. Emirates Skywards adalah program loyalitas maskapai, yang gratis untuk diikuti.

“Baik tingkat Biru, Perak, Emas, atau Platinum, bepergian di kelas apa pun, baik Ekonomi, Ekonomi Premium, Bisnis, atau Kelas Satu akan menikmati perpesanan aplikasi gratis.”

Selain itu, maskapai tersebut menyatakan bahwa penumpang kelas satu akan mendapatkan internet gratis (penuh) tanpa batas jika mereka adalah anggota Skywards, memungkinkan mereka untuk berbelanja atau bekerja secara online selama penerbangan. Untuk anggota Silver, Gold, dan Platinum Skywards yang bepergian di kelas bisnis juga memiliki akses penuh ini, begitu pula anggota Platinum Skywards, apa pun kelas perjalanannya.

Ini adalah perubahan besar sejak Mei 2020, saat itu Emirares memotong WiFi onboard dasar gratis untuk penumpang. Sebelum pemotongan, semua penumpang memiliki akses ke data gratis 20 MB atau pengiriman pesan gratis selama dua jam.

Seperti yang telah menjadi kebijakan beberapa maskapai lain di seluruh dunia, perpesanan dalam penerbangan dasar gratis Emirates hanya tersedia untuk anggota program loyalitas maskapai – sesuatu yang dilihatnya sebagai “proses yang mudah dan gratis.

Emirates menyebut bahwa penumpang yang tertarik dapat mendaftar melalui emirates.com, flydubai.com, aplikasi resmi Emirates, atau aplikasi flydubai dan langsung dari portal WiFi di pesawat

Pada akhirnya, pengguna jasa yang bukan anggota Skywards dapat membayar $2,99-5,99 (bergantung pada panjang penerbangan) untuk mengakses layanan ini. Jadi pada akhirnya, inilah jumlah yang akan dihemat (per penerbangan) sebagai anggota Skywards.

Baca juga: Singapore Airlines Luncurkan Layanan WiFi Gratis Tanpa Batas, Ini Syaratnya

Jika Anda adalah penumpang kelas ekonomi tanpa status Platinum, Anda bisa mendapatkan konektivitas internet penuh seharga $9,99-19,99, tergantung pada lama penerbangan. Atau, jika Anda memerlukan data tak terbatas selama 30 menit, ini tersedia seharga $9,99.

Arthur Moore – Operator Radio Amatir yang Pertama ‘Tangkap’ Sinyal Darurat Titanic dari Jarak 3.200 Km!

Ketika kapal pesiar Titanic menabrak gunung es saat melintasi Atlantik pada 15 April 1912, para operator telegraf dengan putus asa mengirimkan panggilan darurat berharap seseorang, di suatu tempat dapat mendengarnya. Namun, bukan dari kapal lain yang mungkin ada di dekatnya, faktanya justru yang pertama merespon sinyal darurat SOS adalah seorang operator radio amatir yang berada di Wales selatan (Inggris) yang berjarak sekitar 2.000 mil (3.200 km) dari lokasi insiden.

Baca juga: Fakta! Titanic Saat Kecelakaan Ternyata Tak Punya Cukup Sekoci untuk Selamatkan Penumpang

Dikutip dari bbc.com. Arthur Moore, seorang otodidak radio amatir yang saat itu berusia 22 tahun, menerima sinyal di stasiun buatannya di Blackwood, Caerphilly. Saat mengetahui adanya sinyal SOS, Ia bergegas ke kantor polisi setempat, tetapi sayangnya Ia disambut dengan keraguan.

Arthur Moore mendengarkan sinyal panggilan darurat “CQD” (sebelum digantikan dengan “SOS”) yang dikirim oleh operator radio Titanic, Jack Phillips, setelah kapal mengalami kecelakaan. Dia menerima pesan-pesan darurat dari Titanic dan membantu mengirimkannya ke stasiun radio resmi di Poldhu, Cornwall, untuk direspon oleh kapal lain.

Keterlibatan operator radio amatir seperti Arthur Moore memainkan peran penting dalam upaya penyelamatan, dengan mendengarkan pesan darurat dan membantu dalam penyebaran informasi yang mengarah pada evakuasi dan penyelamatan penumpang Titanic.

Arthur Moore menggunakan peralatan radio amatir yang umum digunakan pada saat itu, yang dikenal sebagai “spark gap transmitter” dan “crystal receiver”. Pada era itu, teknologi radio masih dalam tahap awal, dan peralatan radio amatir cenderung sederhana.

Spark gap transmitter adalah jenis pemancar radio yang menggunakan “spark gap” (celah percikan) untuk menghasilkan gelombang radio. Ini adalah jenis pemancar yang relatif primitif dan tidak efisien, tetapi masih umum digunakan pada waktu itu.

Crystal receiver, atau juga dikenal sebagai “cat’s whisker receiver”, adalah jenis penerima radio yang menggunakan kristal semikonduktor (seperti galena) dan jarum logam kecil (cat’s whisker) untuk menerima sinyal radio. Penerima ini sangat sederhana dan memiliki kinerja yang terbatas dibandingkan dengan penerima modern.

Dalam kasus Arthur Moore, sebagai operator radio amatir, dia kemungkinan menggunakan spark gap transmitter untuk mengirimkan pesan-pesan radio amatir, dan menggunakan crystal receiver untuk mendengarkan sinyal yang diterima dari kapal Titanic.

Baca juga: Setelah Lebih dari Satu Abad, Gunung Es yang Bikin Kapal Titanic Tenggelam Akhirnya Terungkap!

Teknologi radio telah mengalami kemajuan yang signifikan sejak saat itu, dan peralatan radio modern jauh lebih kompleks dan canggih daripada apa yang digunakan pada saat insiden Titanic terjadi.

Peringati Hari Kebangkitan Nasional, KAI Services Hadirkan UMKM Fest 2023 di Atas Kereta

KAI Services menggelar acara UMKM Fest 2023 yang akan berlangsung mulai tanggal 17 Mei hingga 21 Mei 2023. Acara tersebut digelar dalam rangka memperingati hari Kebangkitan Nasional yang jatuh setiap tanggal 20 Mei.

Baca juga: KAI Services Luncurkan Produk Minuman Coklat Jahe, Tersedia di Kereta Ini

Di UMKM Fest 2023 ini, para penumpang kereta api bisa menikmati aneka jenis produk kuliner unggulan dari UMKM  binaan PT KAI (Persero) serta produk UMKM eksisting KAI Services yang selama ini sudah dikenal penumpang kereta api seperti Tekwan, Odeng, dan Cuanki Ciomy.

Kegiatan yang digagas unit Restaurant On Train, Sales & Marketing KAI Services ini sendiri memiliki tujuan untuk memberikan value, dan meningkatkan engagement kepada pelanggan, dengan menghadirkan UMKM binaan KAI di Kereta.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memberikan experience lebih kepada pelanggan untuk mencoba kuliner UMKM di kereta serta memperkenalkan UMKM binaan KAI ke masyarakat khususnya penumpang kereta api.

Ada empat Kereta Api (KA) yang ikut ambil bagian dalam kegiatan UMKM Fest 2023 ini yakni, KA Argo Wilis, KA Lodaya, KA Brawijaya, dan KA Gumarang.

Sementara itu, Ada 5 UMKM binaan KAI di bidang kuliner yang dihadirkan di kereta makan, dan tiga UMKM yang produknya sudah ada di kereta dengan penawaran paket menarik sehingga penumpang kereta api dapat membeli langsung produk-produk UMKM dengan berbagai pilihan. Paket-paket menarik yang ditawarkan adalah Paket Spesial Ciomy, Paket Spesial Odeng, dan Paket Spesial Tekwan.

UMKM-UMKM unggulan binaan KAI yang ikut ambil  bagian dalam UMKM Fest 2023 ini antara lain, Lestari yang menghadirkan produk Makaroni original. UD Hikmah yang menghadirkan produk Tempe Kemul. Telemoyo Putra yang menghadirkan produk Slondok & Keripik Kentang. Ada juga PD. Nusasari yang menghadirkan produk Basreng dan Seroja Peyek.

Sementara untuk KAI Services juga tidak ketinggalan dengan menghadirkan produk-produk UMKM eksisting yang selama ini sudah dikenal penumpang kereta api seperti Tekwan, Odeng, Cuanki Ciomy.

Untuk cara pembayarannya, penumpang kereta api dapat memilih dua opsi yakni dapat dilakukan di atas kereta melalui crew KAI Services yang bertugas dan dapat melakukan pembayaran non tunai melalui Qris.

Untuk konsep dalam UMKM Fest 2023 ini nantinya di setiap kereta tersedia lima macam produk UMKM, Paket Special Ciomy.

Baca juga: Gandeng UMKM, KAI Services Optimis Raup Rp28 Miliar dari Restoran on Train Selama Musim Nataru 2023

Kereta makan di tiap KA yang ikut ambil bagian nantinya akan dihadirkan berbagai ornamen seperti bendera, kotak kayu, meja makan penumpang nantinya akan diletakan enam pcs keranjang yang berisi produk-produk UMKM. Para penumpang kereta api nantinya akan merasakan ambience seperti berada dalam festival UMKM sambil menikmati perjalanan diatas kereta.

Vice President Corporate Secretary KAI Services, Rachman Firhan, mengatakan, Kai Services turut hadir dalam mendukung kebangkitan UMKM serta ikut bergerak bersama UMKM  untuk membangkitan perekonomian masyarakat. “KAI Services ikut ambil bagian dalam mendukung roda perekonomian Indonesia melalui  UMKM-UMKM dengan membantu memperkenalkan dan menjual produk-produk UMKM di atas kereta”, ujarnya.

Jadi Simbol Kebangkitan Jerman, Bandara Munich Franz Josef Strauss Rayakan Ulang Tahun Ke-31

17 Mei lalu, Bandara Munich yang dikenal sebagai Bandara Munich Franz Josef Strauss merayakan ulang tahunnya yang ke-31. Yang sekaligus menempatkan posisinya sebagai bandara kedua terbesar di Jerman, setelah Bandara Frankfurt, dan masuk kategori sebagai salah satu bandara tersibuk di Eropa saat ini.

Baca juga: Bandara Munich Gandeng Lufthansa Hadirkan Robot Humanoid Untuk Bantu Penumpang

Sejarah Bandara Munich Franz Josef Strauss dimulai pada tahun 1939 ketika konstruksi bandara baru dimulai di lokasi yang saat ini dikenal sebagai bandara. Namun, pembangunan tersebut terhenti akibat pecahnya Perang Dunia II. Setelah perang selesai, bandara tersebut menjadi pangkalan udara Amerika Serikat dan kemudian digunakan oleh Angkatan Udara Jerman Barat.

Pada tahun 1980, keputusan diambil untuk membangun bandara baru yang lebih besar dan modern menggantikan bandara lama Riem yang sudah tidak memadai. Kemudian pada tanggal 17 Mei 1992, Bandara Munich Franz Josef Strauss resmi dibuka untuk penerbangan sipil dan menggantikan bandara Riem sebagai bandara utama yang melayani Munich dan wilayah sekitarnya.

Sejak pembukaannya, Bandara Munich telah mengalami ekspansi dan pembangunan lebih lanjut. Fasilitas-fasilitas baru ditambahkan, terminal diperluas, dan landasan pacu diperpanjang untuk mengakomodasi pertumbuhan lalu lintas udara yang signifikan. Bandara ini juga memiliki fasilitas pendukung seperti hotel, toko, restoran, dan area parkir yang luas.

Bandara Munich Franz Josef Strauss telah menjadi salah satu bandara tersibuk di Eropa dengan rute penerbangan yang luas dan melayani jutaan penumpang setiap tahunnya. Bandara ini juga dikenal karena layanan yang baik, efisiensi operasional, dan keberlanjutan lingkungannya.

Bandara Munich Franz Josef Strauss memiliki dua terminal penumpang utama, yaitu Terminal 1 dan Terminal 2. Terminal 1 digunakan untuk penerbangan domestik dan internasional, sementara Terminal 2 digunakan terutama oleh maskapai penerbangan berbiaya rendah dan beberapa penerbangan jarak jauh.

Baca juga: Too Good To Go – Aplikasi di Bandara Munich untuk Pesan Makanan dan Kurangi Limbah

Bandara ini memiliki dua landasan pacu paralel yang berfungsi sebagai landasan pacu utama dan landasan pacu cadangan. Landasan pacu utama memiliki panjang sekitar 4.000 meter dan dapat menangani pesawat besar seperti Airbus A380.

Mampu Melesat 300 Km Per Jam dalam Tiga Menit, Inilah Rahasia Shinkansen

Sebagai buah dari kecanggihan teknologi Jepang, sensasi Shinkansen (kereta peluru) terasa tidak pernah pudah. Meski generasi kereta peluru berkembang pesat, teknologi yang digunakan Shinkansen masih akan terus adaptif dalam beberapa tahun mendatang. Nah, yang menjadi pertanyaan, sebenarnya teknologi apa yang digunakan Jepang pada Shinkansen.

Baca juga: Serupa Tapi Tidak Sama, Inilah Perbedaan Mendasar Antara TGV dan Shinkansen

Nicholas Stone di forum Quora.com memberikan penjelasan yang menarik untuk disimak, terutama seperti bagaiaman Shinkasen dapat melaju begitu cepat.

Pada prinsipnya, Shinkansen beroperasi menggunakan motor traksi yang kuat, jalur khusus berkecepatan tinggi, dan sistem manajemen kereta dalam kabin. Diluncurkan pada tahun 2007, seri N700 adalah salah satu kereta penumpang Shinkansen generasi terbaru yang bergabung dalam armada.

Kereta ini sangat kuat, dengan output daya total hampir 17 MW (23.000 tenaga kuda). Ini lebih dari tiga kali kekuatan lokomotif listrik kelas 91 yang terkadang masih digunakan di jalur utama Pantai Timur Inggris. Tenaga listrik disuplai dengan kabel di atas ‘kepala’ dan pantograf yang dipasang di atap.

Dengan 56 motor traksi yang tersebar di sepanjang 16 kereta gerbong, kereta N700 dapat berakselerasi hingga kecepatan operasional tertinggi 300 km per jam hanya dalam tiga menit. Mekanisme kemiringan memungkinkan kereta mengambil beberapa tikungan dengan kecepatan lebih cepat. Hal ini semakin mengurangi waktu tempuh antara Tokyo dan Osaka sebanyak 8 menit, memungkinkan kereta menyelesaikan jarak 515 km hanya dalam 2 jam 22 menit, dengan rata-rata kecepatan 218 km per jam.

Kereta Shinkansen menggunakan jalur khusus berkecepatan tinggi, dibangun dengan ukuran standar 1.435 mm, bukan 1.067 mm yang lebih sempit seperti yang terlihat di tempat lain di Jepang. Memang kata shinkansen berarti jalur utama baru.

Tidak ada perlintasan sebidang. Loop yang lewat digunakan di sebagian besar stasiun, memungkinkan layanan nonstop yang lebih cepat untuk menyusul. Garisnya sendiri lebih lurus dan dengan gradien yang lebih sedikit. Jalur terowongan melewati banyak gunung di Jepang. Dan kita akan lihat, tidak ada pensinyalan sisi jalur konvensional.

Pengemudi menggunakan konsol dalam kabin dengan informasi manajemen lalu lintas tentang kondisi jalur di depan. Hal ini meniadakan kebutuhan akan pensinyalan sisi jalur, yang sulit diamati saat melaju dengan kecepatan lebih dari 250 km per jam.

Baca juga: Mendapat Tentangan dari Oposan, Beginilah Sejarah Singkat Kereta Cepat Shinkansen

Komputer dan sistem keselamatan terkait memastikan pengemudi mengoperasikan kereta dengan aman, dengan tampilan kecepatan target, monitor deteksi gempa, dan sistem pengereman yang digunakan untuk membantu keterampilan masinis.

Mengenal Keluarga Boeing 737 MAX, Dari Max 7 Sampai MAX 10

Sebagai generasi terbaru dari keluarga pesawat regional terpopuler Boeing 737, MAX series tak pelak menjadi begitu banyak disebut. Adopsi teknologi baru MAX series menawarkan tidak hanya kehandalan akan kinerja pesawat narrow body, melainkan juga memberi manfaat kenyamanan bagi penumpang, dan yang tak kalah penting, efiensi dalam biaya operasional yang dapat dinimati oleh pihak maskapai.

Baca juga: Malaysia Airlines ‘Borong’ 25 Boeing 737 MAX, Ini Alasannya

Debut Boeing 737 MAX pertama kali diumumkan ke publik pada 30 Agustus 2011. Meski ada sejumlah insiden yang menyangkut MAX series, pesanan di keluarga Boeing 737 MAX masih signifikan, bersaing dengan keluarga Airbus A320 dari Eropa Barat.

Dan untuk memahami varian di antara Boeing 737 MAX, berikut adalah panduan singkat yang secara singkat dapat memudahkan untuk membedakan antara MAX 7, MAX 8, MAX 9 dan MAX 10.

Boeing 737 MAX 7:
– Varian terpendek dari keluarga 737 MAX.
– Kapasitas penumpang tipikal antara 138 hingga 172 penumpang dalam konfigurasi dua kelas.
– Rentang jarak jelajah hingga 3.850 nautical miles (7.130 kilometer).

Boeing 737 MAX 8:
– Varian paling populer dalam keluarga 737 MAX.
– Kapasitas penumpang tipikal antara 162 hingga 178 penumpang dalam konfigurasi dua kelas.
– Rentang jarak jelajah sekitar 3.550 nautical miles (6.570 kilometer).

Boeing 737 MAX 9:
– Varian yang lebih panjang dibandingkan dengan 737 MAX 8.
– Kapasitas penumpang tipikal antara 178 hingga 193 penumpang dalam konfigurasi dua kelas.
– Rentang jarak jelajah sekitar 3.550 nautical miles (6.570 kilometer).

Boeing 737 MAX 10:
– Varian terpanjang dan terbesar dalam keluarga 737 MAX.
– Kapasitas penumpang tipikal antara 188 hingga 204 penumpang dalam konfigurasi dua kelas.
– Rentang jarak jelajah yang diharapkan sekitar 3.300 nautical miles (6.110 kilometer).

Perbedaan utama antara varian-varian Boeing 737 MAX terletak pada ukuran fisik pesawat, kapasitas penumpang, dan rentang jarak yang dapat dicapai. Varian MAX 7 memiliki ukuran dan jangkauan yang lebih kecil, sementara MAX 10 adalah varian terbesar dengan kapasitas penumpang yang lebih tinggi.

Baca juga: Smartwings Sukses Daratkan Pesawat Boeing 737 MAX Pertama di Antartika

Namun, penting untuk dicatat bahwa perbedaan spesifik dalam kapasitas dan jangkauan dapat bervariasi tergantung pada konfigurasi kabin yang dipilih oleh maskapai penerbangan.

Rusia Tampilkan Drone Copter Kargo BAS-200, Punya Payload 50 Kg dan Terbang Hingga 80 Km

Selain menggeber kemampuan drone untuk kebutuhan militer, drone untuk kebutuhan sipil rupanya mendapat perhatian oleh Rusia, seperti belum lama Russian Helicopters telah mencapai prestasi tersendiri dalam uji coba drone copter BAS-200.

Baca juga: Drone Copter Dipasangi Roda, Mampu Cek Kondisi Rel dengan Melintasi Langsung

Dari ajang HeliRussia 2023 yang digelar di Crocus Expo International Exhibition Center, Moskow (18 – 20 Mei 2023), Russian Helicopters (bagian dari Rostec State Corporation) telah mengumumkan pencapain penting dalam pengembangan drone copter BAS-200. Dalam siaran pers, Rostec menyebut drone copter BAS-200 berhasi terbang dalam jangakuan komunikasi melebihi 80 Km.

Pencapaian tersebut diklaim sebagai bukti efisiensi tinggi drone saat melakukan tugas pemantauan dan pencarian dan penyelamatan di area yang luas. Penerbangan uji coba BAS-200 dilakukan di kawasan Salehard dengan suhu rendah, dalam kondisi cuaca yang sulit. Selain itu, spesialis dari NTSV Mil dan Kamov terlibat dalam pekerjaan di pangkalan dan kendali (ground station) BAS-200.

BAS-200 dapat mengirimkan kargo, melakukan pemantauan dan fotografi udara di wilayah yang luas, dan berpartisipasi dalam operasi pencarian dan penyelamatan. Mesin mengkonfirmasi dalam pengujian jarak maksimum dari titik kontrol, yaitu lebih dari 80 km. Jika perlu, kontrol perangkat dapat ditransfer dari stasiun ke stasiun, dan jangkauan maksimumnya bisa mencapai 400 km. Durasi penerbangan dengan muatan (payload) 50 kg bisa mencapai 4 jam.

Baca juga: Drone Quadcopter Mini DJI Mavic 3 Mampu Prediksi Terjadinya Letusan Gunung

Sistem drone BAS-200 terdiri dari stasiun kendali darat (ground control station), kontainer pengangkut, dan dua dua unit helikopter. Stasiun kontrol dilengkapi dengan dua stasiun kerja otomatis yang diawaki oleh operator drone dan operator peralatan target. Drone ditempatkan di kontainer pengiriman dengan derek, sistem pengisian bahan bakar, dan kit perbaikan.

Tingkatkan Efisiensi Operasional dan Keselamatan, Pelita Air Service Adopsi Solusi Navigasi dari Navblue

Maskapai Pelita Air Service, anak perusahaan dari PT Pertamina, mengumumkan kemitraan dengan Navblue untuk mendukung transformasi digital pada Pusat Kendali Operasi (Operations Control Centre/OCC) dan operasional penerbangannya (Flight Operations).

Baca juga: Pelita Air Luncurkan Aplikasi Mobile, Terkoneksi dengan Inflight Entertainment

Rangkaian solusi dari Navblue yang dipilih oleh PT Pelita Air Service meliputi Mission+, Flysmart+, N-Flight Planning, N-Tracking, Navigation+, Airport Obstacle Database (AODB), dan Performance Factor Optimizer (PFO).

Mission+ merupakan Asisten Penerbangan Elektronik (Electronic Flight Assistant) dari Navblue yang berfungsi untuk memudahkan kegiatan pilot mulai dari persiapan hingga berakhirnya penerbangan. Electronic Flight Bag (EFB) ini mengumpulkan semua informasi yang dibutuhkan pilot dalam satu aplikasi dengan tampilan globe-centric display, mengurangi beban kerja pilot, dan menyederhanakan lalu lintas informasi antara sistem di darat dan di dalam pesawat. Mission+ dilengkapi dengan folder penerbangan elektronik untuk mission management, peta navigasi dan peta pergerakan bandara, informasi cuaca, serta terintegrasi dengan Flysmart+ untuk perhitungan kinerja pesawat, dokumentasi, dan lembar pemeriksaan/checklist.

Sementara itu, Pelita Air Services juga didukung oleh keahlian Navblue dalam hal mengelola administrasi dan hosting solusi navigasi Flysmart+.

Solusi lain dalam kemitraan ini adalah N-Flight Planning (N-FP), solusi Perencanaan Penerbangan yang membantu maskapai mengoptimalkan konsumsi bahan bakar, waktu, dan biaya operasional sekaligus memastikan keseluruhan aspek kepatuhan serta keselamatan terpenuhi dengan baik.

Solusi N-Tracking memberi dispatcher maskapai kemampuan untuk memantau situasi penerbangan, lengkap dengan laporan dan peringatan atas posisi pesawat.

Terdapat pula AODB, atau Airport Obstacle Database milik Navblue, yang membantu perhitungan kinerja pesawat saat lepas landas dan mendarat jika terjadi masalah pada mesin.

Pelita Air Service juga menggunakan Navigation+ sebagai basis data navigasi pada Flight Management System (FMS). Selain itu, perangkat berbasis web dari Navblue yakni Performance Factor Optimizer (PFO) dapat membantu memudahkan proses pemantauan keseluruhan kinerja pesawat. Aplikasi web ini secara otomatis menghitung faktor koreksi bahan bakar yang merepresentasikan kondisi kinerja tiap pesawat secara terkini sehingga menghasilkan prediksi kebutuhan bahan bakar yang akurat.

Baca juga: Bakal Layani Penerbangan Berjadwal, Inilah Profil Maskapai Pelita Air, Anak Perusahaan Pertamina

Vice President Operations Regular Pelita Air Service, Kapten Bambang Tarunaning P mengatakan, “Dengan bermitra dengan Navblue untuk peluncuran proyek Digital OCC, kami meningkatkan keselamatan dan efisiensi operasional dengan mewujudkan proses yang akurat, optimal dan efisien yang terintegrasi ke dalam sistem operasional kami lainnya, meningkatkan kesadaran situasional, mengurangi beban kerja, dan meminimalkan faktor kesalahan manusia.

Coldplay ke Jakarta Kampanyekan ‘Sustainable Aviation Fuel’

Meski konser Coldplay baru akan dihelat pada 15 November mendatang, tapi demam Coldplay telah berlangsung sejak beberapa waktu di Indonesia, yang salah satunya ‘meledak’ dengan War Tiket yang dibuka pada 17 Mei ini. Nah, lepas dari kegaduhan band asal Inggris ini, ada yang menarik dari tour konser Coldplay di Tahun 2023 ini, salah satunya terkait moda transportasi yang digunakan oleh vokalis Chris Martin dan kawan-kawannnya.

Baca juga: Singapore Airlines Gandeng ExxonMobil untuk Pasok Bahan Bakar Berkelanjutan 

Dikutip dari Simple Flying (7/5/2023), disebutkan bahwa Coldplay berkomitmen untuk memotong emisi selama Tur Dunia Music Of The Spheres hingga 50 persen, caranya yakni dengan penggunaan Bahan Bakar Pesawat Berkelanjutan – Sustainable Aviation Fuel (SAF).

Untuk tujuan tersebut, Coldplay telah bermitra dengan Neste untuk mengurangi emisi CO2 dengan menggunakan SAF. Industri penerbangan kini tengah mempromosikan penggunaan bahan bakar penerbangan yang berkelanjutan untuk mendekarbonisasi operasi komersial dan mengurangi emisi untuk perjalanan udara di seluruh dunia.

Dan kampanye SAF telah mendapatkan partner baru dalam tujuan ini dengan menggandengn Coldplay.

Neste dalam kerja sama ini menyediakan pesawat yang digunakan Coldplay dengan SAF untuk membantu mengurangi emisi untuk perjalanan udara. Selain itu, diesel terbarukan juga akan digunakan mengurangi emisi dari transportasi tur band, termasuk pembangkit listrik pada panggung.

Pesawat tengah mengisi bahan bakar berkelanjutan buatan Neste. Foto: Neste via Bloomberg

Menurut pernyataan Neste, perusahaan akan bekerja untuk mengurangi emisi karbon terkait tur dengan Neste MY Sustainable Aviation Fuel. Bahan bakar ini dapat mengurangi emisi karbon pada penerbangan hingga 80 persen dibandingkan penggunaan bahan bakar jet konvensional.

Pasar bahan bakar penerbangan berkelanjutan diproyeksikan akan tumbuh pesat dalam beberapa tahun ke depan. Menurut sebuah studi oleh Research and Markets, itu akan tumbuh dari US$219 juta pada tahun 2021 menjadi US$15.716 juta pada tahun 2030.

Baca juga: Emirates Jadi Pelopor Penggunaan Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan di Boeing 777-300ER

Pertumbuhan ini dapat dikaitkan dengan faktor-faktor seperti meningkatnya kebutuhan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca di industri penerbangan, meningkatnya lalu lintas penumpang udara, dan efisiensi bahan bakar jet terbarukan yang tinggi, kata penelitian tersebut.

Kaca Kokpit Boeing 737 Max 8 Soutwest Retak di Udara, Inilah Kemungkinan Penyebabnya

Beragam masalah silih berganti menerpa pesawat narrow body Boeing 787 Max series. Seperti yang terbaru, Federal Aviation Administration (FAA) dikanarkan sedang menyelidiki insiden yang terjadi pada Boeing 737 MAX 8 milik Southwest Airlines, yang mengalami kaca depan retak saat dalam penerbangan pada hari Minggu lalu.

Baca juga: Kaca Depan Retak Saat di Udara, Pesawat Air New Zealand Mendarat Darurat di Hong Kong

Atas insiden kaca retak tersebut, pesawat yang terbang dari Honolulu ke San Diego, berhasil return to base ke Honolulu dengan selamat. Dari foto, nampak kaca depan menunjukkan retakan besar, memenuhi sebagian besar jendela di sisi kanan kokpit. Tidak ada cedera yang terkait dengan insiden tersebut.

Menurut Hawaii News Now, Penerbangan Southwest Airlines 2367 (SWA2367) saat itu berangkat dari Bandara Internasional Daniel K. Inouye Honolulu Minggu siang sekitar pukul 16:20. Sekitar dua jam setelah penerbangan, awak pesawat melaporkan kaca depan retak. Kemudian pesawat dialihkan kembali ke Honolulu dan mendarat dengan selamat sekitar pukul 19:30, dengan petugas tanggap darurat siap untuk menangani pesawat.

Saat ini, petugas dari FAA sedang menyelidiki penyebab retakan tersebut. Kondisi yang terjadi kaca depan masih utuh dan tidak pecah seluruhnya. Pakar penerbangan Hawaii News Now Peter Foreman mengatakan pesawat itu masih dianggap aman. “Kaca di kaca depan pesawat sangat kuat, dan terdiri dari beberapa panel,” jelas Foreman.

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan keretakan pada kaca di kokpit pesawat. Beberapa penyebab umum termasuk:

1. Tekanan Udara
Saat pesawat berada di ketinggian yang tinggi, perbedaan tekanan antara dalam dan luar kokpit bisa sangat besar. Jika ada cacat pada kaca atau tegangan yang tidak merata, tekanan udara yang tinggi dapat menyebabkan keretakan.

2. Turbulensi
Turbulensi udara dapat menyebabkan guncangan yang kuat pada pesawat, termasuk pada kaca kokpit. Jika kaca tidak cukup kuat atau ada cacat struktural, keretakan dapat terjadi akibat getaran yang intens.

3. Pergantian Suhu.

Perubahan suhu yang drastis, seperti saat pesawat melintasi lapisan atmosfer yang berbeda, dapat menyebabkan kontraksi dan ekspansi pada kaca. Jika kaca tidak mampu menangani perubahan suhu dengan baik, hal ini dapat menyebabkan keretakan.

4. Benda Asing
Terkadang, benda-benda kecil seperti batu atau pecahan logam dapat terlempar ke kaca kokpit selama penerbangan. Jika kaca tidak cukup kuat atau ada titik lemah, benturan dari benda asing tersebut dapat menyebabkan keretakan.

5. Cacat Produksi atau Pemasangan
Kadang-kadang, keretakan pada kaca kokpit disebabkan oleh cacat produksi atau pemasangan yang tidak memadai. Jika ada ketidaksempurnaan struktural pada kaca atau jika pemasangan tidak dilakukan dengan benar, keretakan dapat terjadi seiring waktu atau akibat stres eksternal.

Baca juga: Kaca Depan Kokpit Retak, Pilot Boeing 737 Hainan Airlines Terpaksa Return to Base

6. Bird Strike
Kaca kokpit pesawat biasanya didesain untuk menahan tabrakan burung kecil atau medium dengan baik. Namun, jika burung yang lebih besar atau sekelompok burung menabrak kaca kokpit dengan kekuatan yang cukup besar, dapat menyebabkan keretakan atau kerusakan pada kaca.