PO Raya – Langkah Priyayi di Jalur Solo – Jakarta

PO Raya, merupakan perusahaan otobus asal Solo yang didirikan tahun 1959 oleh Witikno dan Ranu Wijaya. Perusahaan ini memulai bisnisnya dari kendaraan truk yang diberi nama Radar. Setelah berkembang beberapa tahun, perusahaan tersebut kemudian membeli bus dengan merek Dodge dari PO Suka Mulya.

Baca juga: PO Surya Bali – Hadirkan Fasilitas Lengkap, Inilah Bus AKAP Andalan Rute Denpasar – Jepara

Yang mana kemudian PO itu juga dibeli oleh Witikno dan berubah nama menjadi PO Raya. Tahun 1982 silam, PO Raya memulai bisnis bus antar kota antar provinsi (AKAP) dengan trayek dari Solo menuju ke Jakarta. Perjalanan PO ini berkembang cukup pesat hingga akhirnya sang empunya menambah armada mereka.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang)


Sejak berdiri puluhan tahun lalu, PO Raya hingga kini masih terus memiliki loyalis dan penumpang langganan yang merupakan lintas generasi. Ini bukanlah tanpa sebab jika melihat harga tiket di hari biasa, di mana PO Raya dikatakan sedikit di atas kompetitor dengan kelas yang sama.

Uniknya, ketika musim arus mudik dan masa-masa tuslah, PO Raya adalah perusahaan otobus yang justru kenaikan harga tiketnya lebih sedikit ketimbang yang lainnya. Selain itu, ada hal-hal mendasar yang membuat PO Raya diminati penumpang bus sampai beberapa generasi.

Namun, apakah itu pernah terlintas dalam pikiran Anda, di mana naik bus malam tetapi menggunakan kursi pesawat kelas bisnis? Jika tidak, maka Anda harus mencoba naik bus milik PO Raya. Dikatakan menggunakan kursi kelas bisnis, karena pada kenyataannya PO yang satu ini benar-benar menggunakan kursi bekas pesawat yang dimodifikasi untuk armada mereka.

Bahkan, penggemar bus tidak sedikit yang mengakatan bahwa bepergian dengan PO Raya seperti menikmati kasur yang berjalan. Untuk diketahui, kursi bus milik PO Raya super empuk dan nyaman. Selain itu suasana kabin bus yang senyap, waktu tempuh yang tepat hingga keramahan para kru kabin serta kecepatan bus yang normal menjadikan PO Raya memiliki penumpang loyalis lintas generasi tersebut.

PO Raya sendiri memiliki beberapa kelas yakni Junior Eksekutif, Eksekutif 28, Eksekutif 24, Super Top. Angka 28 dan juga 24 mengacu pada jumlah seat di dalam armadanya. Dulu sempat ada kelas Non AC, tapi saat ini kelas tersebut sudah tidak beroperasi.

Baca juga: Ugal-ugalan dan Setel Musik Keras Kode Ada Pencopet di Bus AKAP?

Bisa dibilang PO Raya adalah perusahaan otobus yang konservatif. Dari generasi ke generasi, tidak banyak yang berubah. Perubahan yang ada di PO Raya adalah peremajaan armada, baik itu body dan juga sasis. Tak ada variasi modifikasi yang berlebihan di PO Raya justru membuat armada-armada raya semakin terlihat elegan. (Senna Aditiya – Pecinta Bus)

Emirates Begitu Bergantung Pada Airbus A380, Ini Sebabnya!

Dengan dominan menggunakan satu jenis pesawat, sebuah maskapai dapat memperoleh benefit efisiensi dalam hal biaya operasional dan perawatan. Namun, penggunaan satu jenis pesawat juga membawa konsekuensi tersendiri, salah satunya maskapai tersebut menjadi begitu bergantung pada satu jenis pesawat, yang notabene bisa membawa masalah pada kasus tertentu.

Baca juga: Aneh, Emirates Beli Airbus A380 Rp470 Miliar Saat Maskapai Lain Pensiunkan

Ketergantungan pada satu jenis pesawat rupanya dialami oleh maskapai papan atas asal Uni Emirat Arab, Emirates. Dengan mengoperasikan lebih dari 100 unit Airbus A380, tak pelak Emirates bakal ‘mati kutu’ bila ada kasus yang terkait A380.

Emirates begitu bergantung pada Airbus A380 karena pesawat ini memenuhi kebutuhan mereka dalam hal kapasitas penumpang, jangkauan penerbangan, dan citra merek yang unik.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa Emirates sangat bergantung pada Airbus A380:

1. Kapasitas Penumpang
Airbus A380 adalah pesawat penumpang terbesar di dunia dengan kapasitas yang sangat besar. Emirates, sebagai maskapai penerbangan dengan jaringan internasional yang luas dan volume penumpang yang tinggi, memanfaatkan kapasitas A380 untuk mengangkut sejumlah besar penumpang dalam satu penerbangan.

Dengan kemampuan mengakomodasi lebih dari 500 penumpang dalam konfigurasi standar, A380 membantu Emirates mengatasi permintaan yang tinggi di rute-rute sibuk dan populer.

2. Prestise dan Citra Merek
Airbus A380 merupakan simbol kemewahan dan keunggulan teknologi dalam industri penerbangan. Emirates memanfaatkan kehadiran A380 untuk memperkuat citra merek mereka sebagai maskapai penerbangan mewah dengan layanan premium.

Penawaran pengalaman penumpang yang eksklusif, seperti bar di kelas ekonomi atas dan suite pribadi di kelas bisnis, membantu Emirates membedakan diri dari pesaing dan menciptakan daya tarik tersendiri bagi pelanggan.

3. Jarak Jangkau
Airbus A380 memiliki jangkauan penerbangan yang cukup untuk melintasi rute jarak jauh. Emirates, sebagai maskapai dengan jaringan global yang luas, menggunakan A380 untuk melayani rute-rute transkontinental dan penerbangan jarak jauh yang membutuhkan kapasitas penumpang yang besar.

A380 memungkinkan Emirates menawarkan layanan non-stop ke berbagai destinasi tanpa perlu transit.

4. Efisiensi Operasional
Meskipun A380 memiliki ukuran dan kapasitas yang besar, pesawat ini dilengkapi dengan teknologi dan sistem efisiensi yang canggih. Dalam hal efisiensi bahan bakar per penumpang, A380 relatif baik, terutama jika diterapkan dalam konfigurasi yang padat.

Emirates memanfaatkan efisiensi operasional A380 untuk mengoptimalkan biaya dan meningkatkan produktivitas.

Baca juga: Ngeri! Airbus A380 Emirates Terbang 13 Jam dengan Kondisi Badan Pesawat Berlubang

Namun, penting untuk dicatat bahwa kondisi pasar dan kebutuhan industri penerbangan terus berubah. Pada Februari 2019, Airbus mengumumkan bahwa produksi A380 akan dihentikan setelah pesanan yang ada dipenuhi. Dalam beberapa tahun terakhir, Emirates telah mengurangi pesanan baru untuk A380 dan lebih fokus pada pesawat widebody lainnya, seperti Boeing 777X.

Dengan “Chicken Cannon” Kekuatan Desain Pesawat Diuji Terhadap Bird Strike

Bird strike sejak lama telah menjadi momok tersendiri dalam dunia dirgantara, pasalnya dampak bird strike akan langsung terkait dengan keselamatan penerbangan. Bahkan, ada beberapa kasus, bird strike bisa berakibat fatal, terutama bila ‘menyerang’ bagian mesin dan kaca kokpit yang menyebabkan keretakan, hingga pilot mengalami masalah secara visual.

Baca juga: Bird Strike Bukan Hanya Terjadi di Ketinggian Rendah, Burung-burung ini Mampu Terbang Lebih Tinggi dari Pesawat

Berangkat dari kondisi di atas, umumnya manufaktur pesawat telah menyiapkan serangkian pengujian untuk memastikan ketahanan pada struktur pesawat, khususnya bila terkena bird strike. Dan salah satu perangkat yang digunakan untuk pengujian tersebut adalah chicken cannon.

Chicken cannon adalah sebuah alat yang digunakan untuk menguji keamanan pesawat terhadap tabrakan dengan burung atau hewan lainnya. Alat ini biasanya digunakan dalam industri penerbangan untuk memahami dampak dan risiko yang mungkin terjadi ketika pesawat bertabrakan dengan burung di udara.

Chicken cannon bekerja dengan cara menembakkan burung (biasanya ayam) pada kecepatan tinggi menggunakan tekanan udara atau katapel khusus. Burung yang ditembakkan ini merupakan model yang didesain untuk mewakili ukuran dan karakteristik tubuh burung yang sering berinteraksi dengan pesawat.

Dengan menggunakan chicken cannon, peneliti dan insinyur penerbangan dapat menguji ketahanan pesawat dan komponen-komponennya terhadap benturan dengan burung. Tujuannya adalah untuk memahami dampak kecepatan dan massa burung terhadap struktur pesawat, mesin, kaca kokpit, dan sistem lainnya.

Hasil dari pengujian ini dapat membantu perancang pesawat dalam meningkatkan keamanan dan mengurangi kerusakan yang mungkin terjadi akibat tabrakan dengan burung.

Penggunaan chicken cannon adalah salah satu metode pengujian yang penting dalam upaya menjaga keamanan penerbangan dan mencegah insiden seperti bird strike (tabrakan dengan burung) yang dapat mengganggu stabilitas dan kinerja pesawat.

Dari sejarahnya chicken cannon atau “burung meriam” pertama kali diperkenalkan pada tahun 1950-an oleh George W. Morse, seorang insinyur aeroelastis dari Grumman Aircraft Engineering Corporation.

Pada awalnya, Morse menggunakan tekanan udara yang dihasilkan oleh kompresor udara untuk menembakkan ayam beku ke arah kaca pesawat. Ayam beku dipilih karena memiliki bobot dan karakteristik yang mirip dengan burung liar yang sering berinteraksi dengan pesawat. Tekanan udara yang diterapkan pada ayam beku melontarkan mereka dengan kecepatan tinggi, meniru tabrakan burung dengan pesawat yang sedang terbang.

Seiring berjalannya waktu, metode dan desain chicken cannon mengalami perkembangan. Salah satu perbaikan yang signifikan adalah penggunaan katapel atau pelontar khusus yang menggantikan tekanan udara sebagai sumber daya untuk meluncurkan ayam. Ini memberikan kontrol yang lebih baik terhadap kecepatan dan arah ayam yang ditembakkan.

Chicken cannon menjadi alat penting dalam pengujian penerbangan dan industri penerbangan secara keseluruhan. Pengujian dengan chicken cannon membantu insinyur dan perancang pesawat untuk memahami dampak tabrakan dengan burung pada pesawat, memperbaiki desain dan kekuatan struktur pesawat, serta mengembangkan sistem perlindungan yang lebih baik untuk mengurangi risiko bird strike.

Baca juga: Hadapi ‘Bird Strike’, Ini Enam Langkah Wajib yang Harus Dilakukan Seorang Pilot

Penggunaan chicken cannon tidak terbatas pada pesawat penumpang saja, tetapi juga mencakup pesawat militer, pesawat kargo, dan helikopter. Metode pengujian ini terus diperbarui dan disempurnakan seiring perkembangan teknologi dan pemahaman tentang interaksi pesawat dan burung dalam penerbangan.

Hari ini Garuda Indonesia Mulai Terbangkan Calon Jamaah Haji dari Lima Kota

Garuda Indonesia pada hari ini, Rabu (24/5), mulai melaksanakan penerbangan haji 1444/2023, yang sekaligus menjadi keberangkatan perdana jemaah haji asal Indonesia ke Tanah Suci. Pada hari pertama penerbangan Haji ini, Garuda Indonesia mengangkut sedikitnya 1.932 calon jemaah Haji ke Tanah Suci melalui 12 penerbangan dari 5 kota di yaitu Solo, Jakarta, Medan, Madinah, Makassar, serta Banda Aceh.

Baca juga: Bikin Heboh, Maskapai Nasional Israel El AL Ajukan Izin Layanan Penerbangan Haji

Penerbangan perdana Haji 1444/2023 yang dilayani oleh Garuda Indonesia ditandai dengan diberangkatkannya 393 orang calon jemaah Haji kloter I dari embarkasi Solo dari bandar udara Adi Soemarmo yang dilayani dengan GA 6101 pada pukul 00.30 WIB  dan direncanakan akan tiba di bandara Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah pada pukul 9.15 LT.

Sementara itu penerbangan Haji 1444/2023 kedua akan dilayani melalui embarkasi Jakarta  yang mengangkut sedikitnya 393 jemaah Haji dengan GA 7301 pada pukul 00.40 WIB dan direncanakan akan tiba di bandara Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah pada pukul 06.30 LT.

Tahun ini, Garuda Indonesia akan melayani sebanyak 104.172 jemaah, yang akan diberangkatkan dari 9 (sembilan) embarkasi, yaitu: Aceh, Balikpapan, Banjarmasin, Jakarta, Lombok, Makassar, Medan, Padang, dan Solo. Adapun pelaksanaan penerbangan haji dari Indonesia menuju Tanah Suci akan dilaksanakan dalam 2 (dua) fase, yaitu Fase 1 dengan tujuan Madinah yang akan berlangsung mulai 24 Mei hingga 7 Juni 2023; dan Fase 2 dengan tujuan Jeddah pada 8 – 22 Juni 2023.

Baca juga: Layani Musim Haji 2023, Saudia Group Siapkan 1.200.000 Kursi Plus Update Konten Islami 

Untuk mengoptimalkan seluruh rangkaian pelaksanaan penerbangan haji tersebut, Garuda Indonesia mengoperasikan 14 pesawat berbadan lebar, yang terdiri dari 7 (tujuh) pesawat Boeing 777-300ER berkapasitas 393 penumpang; 4 (empat) pesawat Airbus A330-300 berkapasitas 360 penumpang; dan 3 (tiga) pesawat Airbus A330-900 yang juga berkapasitas 360 penumpang.

Pesawat Mendarat Aman dan Nyaman, ‘Landing Speed’ Kuncinya

Dalam dunia dirgantara dikenal istilah kecepatan pendaratan (landing speed), dan kecepatan pesawat saat mendarat akan bervariasi berdasarkan beberapa faktor, termasuk berat pesawat, sudut sayap, dan variabel lainnya.

Baca juga: Apakah Ada Batasan Kecepatan Pesawat Agar Landing Gear Bisa Digunakan?

Kecepatan pendaratan mengacu pada kecepatan pesawat saat melakukan pendaratan di landasan pacu atau permukaan yang sesuai. Ini adalah kecepatan yang harus dicapai oleh pesawat agar dapat mendarat dengan aman dan terkendali.

Kecepatan pendaratan dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor, termasuk:

1. Karakteristik Pesawat
Setiap pesawat memiliki kecepatan pendaratan yang ditentukan oleh desain dan karakteristik aerodinamisnya. Hal ini dapat berkaitan dengan ukuran, bobot, bentuk sayap, dan sistem pengereman pesawat.

2. Kondisi Landasan Pacu
Kondisi landasan pacu, termasuk panjangnya, keadaan permukaannya, kemiringan, dan faktor cuaca, juga dapat memengaruhi kecepatan pendaratan. Misalnya, landasan pendek atau landasan yang basah mungkin membutuhkan kecepatan pendaratan yang lebih rendah untuk memastikan pendaratan yang aman.

3. Kategori Pesawat
Berdasarkan karakteristik pesawat, seperti berat lepas landas dan kecepatan pendekatan, pesawat diklasifikasikan dalam kategori pendaratan yang berbeda. Setiap kategori memiliki kecepatan pendaratan minimum yang ditentukan untuk memastikan keamanan dan kinerja pendaratan yang optimal.

Landing speed biasanya ditentukan dalam buku panduan penerbangan pesawat, dan pilot menggunakan informasi ini untuk menjaga kecepatan yang tepat selama proses pendaratan.

Kecepatan ini harus mencukupi untuk mengurangi energi kinetik pesawat secara bertahap dan memungkinkan pesawat untuk mendarat dengan aman dan terkendali.

Baca juga: Inilah Bedanya Parameter Kecepatan di Pesawat, Penuh Perhitungan dan Rumit

Pilot juga memperhitungkan faktor-faktor seperti beban pesawat, kondisi angin saat pendaratan, dan prosedur pendaratan yang ditetapkan oleh maskapai atau otoritas penerbangan setempat untuk menentukan kecepatan pendaratan yang optimal dalam setiap situasi.

Sebagian Hotel di Jepang Terapkan Biaya Per Orang Daripada Per Kamar, Ini Alasannya

Jepang selalu menarik minat bagi para pelancong. Dan terkait wisata di Negeri Sakura, ada yang unik dari hotel di sana. Di mana, hotel di Jepang sering mengenakan biaya per orang daripada per kamar. Meski terkesan ‘aneh’ tapi semua itu ada alasannya.

Baca juga: Intip First Cabin, Hotel Kapsul di Jepang dengan Desain Kabin Mewah Pesawat

Sistem biaya per orang yang diterapkan oleh beberapa hotel di Jepang, terutama hotel kapsul atau ryokan (penginapan tradisional), biasanya berkaitan dengan budaya dan kebiasaan tertentu di negara tersebut.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa hotel di Jepang mengenakan biaya per orang daripada per kamar:

1. Ukuran Kamar yang Terbatas
Banyak hotel di Jepang memiliki kamar yang relatif kecil, terutama hotel kapsul. Kamar-kamar ini biasanya hanya cukup untuk satu orang dan tidak mencukupi untuk menampung lebih dari satu tamu.

Dalam hal ini, biaya yang dikenakan per orang mencerminkan penggunaan fasilitas dan ruang yang diperlukan oleh setiap tamu secara individu.

2. Fasilitas Bersama
Beberapa hotel di Jepang memiliki fasilitas bersama seperti kamar mandi, toilet, atau ruang tamu yang digunakan oleh semua tamu. Dalam kasus seperti itu, biaya per orang mencakup akses dan penggunaan fasilitas bersama ini.

3. Penghitungan Makanan dan Layanan
Beberapa paket penginapan di Jepang termasuk makanan, dan biaya per orang mencakup makanan dan layanan terkait. Misalnya, ketika Anda memesan paket makan malam dan sarapan, biaya per orang akan mencakup makanan yang disajikan kepada setiap tamu.

4. Tradisi dan Budaya
Sistem biaya per orang juga dapat berasal dari tradisi dan budaya Jepang yang menghargai keramahan dan pelayanan individu. Dengan mengenakan biaya per orang, hotel mungkin dapat memberikan perhatian yang lebih personal kepada setiap tamu.

Baca juga: Ada di Jepang, Kamar Hotel dengan Simulator Kokpit Boeing 737-800!

Tapi penting untuk dicatat bahwa tidak semua hotel di Jepang menerapkan sistem biaya per orang. Hotel-hotel besar dan internasional di Jepang umumnya menerapkan biaya per kamar, seperti di banyak negara lain.

Namun, untuk beberapa jenis akomodasi yang lebih tradisional atau khusus seperti hotel kapsul atau ryokan, sistem biaya per orang cenderung lebih umum.

UFO Muncul di Langit Turki, Bandara Gaziantep Ditutup Selama 12 Jam

Lama tak terdengar kabar beritanya, benda udara yang tidak dikenal, atau kondang disebut UFO (unidentified flying object) telah menyebabkan salah satu bandara di Turki terpaksa ditutup selama 12 jam.

Baca juga: UFO Tiba-tiba Muncul, Live Streaming Peluncuran Roket SpaceX Terputus

Dilansir Hurriyet Daily News, Senin (22/5/2023), UFO itu terdeteksi di wilayah udara Bandara Gaziantep, Turki. Insiden ini kemudian membuat otoritas setempat menutup bandara selama 12 jam.

Para pilot melaporkan situasi itu kepada Menara Air Traffic Control (ATC) Gaziantep. Para pejabat setempat menyebut operator ATC setempat juga mengonfirmasi keberadaan objek terbang tak teridentifikasi itu. Namun, tidak ada penjelasan lebih lanjut soal bentuk atau wujud dari objek terbang tak teridentifikasi itu. Asal objek terbang itu mengudara juga tidak diketahui secara jelas.

Sejumlah penerbangan pun terpaksa ditangguhkan di Bandara Gaziantep. Beberapa pesawat yang dijadwalkan mendarat di Bandara Gaziantep harus dialihkan ke bandara lain yang ada di provinsi-provinsi lainnya, seperti Sanliurfa dan Adana.

Total, ada 26 penerbangan, yang terdiri atas 13 penerbangan keberangkatan dan 13 penerbangan kedatangan harus dibatalkan akibat penutupan bandara di Turki itu.

Operasional penerbangan di bandara tersebut kembali normal setelah 12 jam. Ratusan penumpang berada di bandara menunggu penerbangan.

Beberapa penerbangan maskapai, seperti Turkish Airlines dari Bandara Istanbul dan sejumlah penerbangan maskapai AnadoluJet dari Bandara Sabiha Gokcen menuju Gaziantep juga mengalami penundaan akibat keberadaan UFO tersebut. Penerbangan kedua maskapai itu baru lepas landas dari Istanbul pada siang hari.

Berdasarkan informasi dari Direktorat Utama Otoritas Bandara Negara Bagian (DHMI) Bandara Gaziantep, pemberitahuan Notice to Air Missions (NOTAM) tidak diterbitkan saat insiden itu terjadi pada akhir pekan.

NOTAM merupakan peringatan dari otoritas penerbangan untuk memberitahu para pilot soal adanya pekerjaan, pelayanan, metode atau bahaya sepanjang rute penerbangan atau di suatu lokasi yang bisa mempengaruhi penerbangan dan setiap perubahan secara berkala diberitahukan kepada otoritas terkait operasional penerbangan.

Baca juga: Ngeri, UFO Ngebut 650 Kilometer Per Jam Nyaris Tabrak Pesawat American Airlines

Pada Februari 2021, UFO sempat muncul di Amerika Serikat. Bukan hanya sekedar muncul, UFO yang digambarkan sebagai benda silinder menyerupai rudal itu juga bergerak sangat cepat mencapai 406 mil atau 650 km per jam dan nyaris menabrak pesawat Airbus A320 American Airlines.

Empat Negara Eropa ini Dianggap Sebagai Penyedia Layanan Kereta Cepat Terbaik

0

Eropa identik dengan majunya sistem perkeretaapian, namun ada pertanyaan yang kerap dilontarkan oleh para calon pelancong, yakni negara mana saja di Eropa yang dianggap paling maju layanan kerera apinya? Dalam hal ini layanan kereta cepat yang mampu melesat dengan kecepatan maksimum.

Baca juga: Bukan Soal Teknologi, Inilah Sebab Kereta Cepat di Jepang Lebih ‘Ngacir’ Ketimbang Kereta Cepat di Eropa

Dari forum Quora.com, disebutkan ada empat negara di Eropa yang terbilang sudah matang layanan kereta cepatnya. Keempat negara itu adalah Perancis, Jerman, Italia dan Spanyol. Empat negara Eropa tersebut memiliki jaringan jalur penumpang khusus berkecepatan tinggi yang berkembang dengan sangat baik.

Semua kereta cepat mampu melesat rata-rata lebih dari 200 km per jam. Seperti di Italia, jalur kereta penumpang kecepatan tinggi Italia pada dasarnya linier. Ada satu jalur kecepatan tinggi yang hampir terus menerus dari Turin ke Salerno – melalui Milan, Bologna, Florence, Roma, dan Naples. Ini menghubungkan hampir semua pusat populasi utama Italia – dengan volume penumpang yang tinggi.

Ada dua operator penyedia jasa kereta cepat, yakni Trenitalia milik negara yang menawarkan layanan berkecepatan tinggi Le Frecce, dan Nuovo Trasporto Viaggiatori (NTV) yang dikelola swasta.

Perancis, negeri ini memiliki jaringan kecepatan tinggi radial dengan empat rute yang membentang dari Paris. SNCF, perusahaan kereta milik negara mengoperasikan kereta TGV yang terkenal di dunia dengan dua produk perjalanan.

Ilustrasi Kereta TGV. Sumber: Ouest-France

Ada layanan penuh di kereta Oui dan Ouigo. SNCF memiliki saham mayoritas dalam layanan unggulan internasional Eurostar-Thalys, dengan keberangkatan Paris Gare du Nord ke London, Brussel, Antwerp, Rotterdam, Amsterdam dan Cologne.

Spanyol juga memiliki jaringan radial, berpusat di Madrid. Ada beberapa fitur yang patut diperhatikan. Jalur kecepatan tinggi khusus di Spanyol dibangun dengan standar rel 1.435 mm daripada standar rel Iberia 1.668 mm. Sekarang ada pasar kereta api penumpang kecepatan tinggi domestik yang sangat kompetitif, dengan Iryo menerima pujian khusus.

Jalur kereta berkecepatan tinggi di Eropa

Kereta penumpang Iryo berkecepatan tinggi di Spanyol. Kereta menawarkan tiga kelas perjalanan dan enam tarif. Kereta api identik dengan armada le Freece Italia, yang mencerminkan kepemilikan. Iryo dimiliki bersama oleh Trenitalia, Air Nostrum dan Globalvia.

Jerman, jaringan dan operasi kecepatan tinggi di Jerman berbeda secara signifikan dari tiga negara yang disebutkan sebelumnya. Campuran upgrade dan membangun baru menghubungkan pasangan kota daripada jaringan radial atau linier di tempat lain.

Operator utamanya adalah Deutsche Bahn dengan InterCity Express (ICE) milik negara – yang menawarkan dua kelas perjalanan dan seringkali makan lengkap. Reservasi kursi tidak wajib. Layanan ICE jarak jauh ini akan menggunakan perpaduan trek baru, peningkatan, dan klasik saat melintasi Jerman.

Ada Pramugari di Bus AKAP, Perjalanan Lintas Darat Jadi Terasa Eksklusif

Awak kabin yang terdiri dari pramugari atau pramugara mungkin hanya ditemukan di pesawat atau kereta api. Tapi nyatanya, di bus antar kota antar provinsi (AKAP) juga ada dan tugas mereka mengatur penumpang, mencatat manifes armada hingga membantu merapikan barang bawaan penumpang.

Baca juga: Lady Richiana, Pramugari Kereta Cantik yang Merangkap Sebagai Beauty Advisor

Hampir sama dengan pramugari dan pramugara di pesawat atau kereta, mereka juga sebelum bertugas mendapat pelatihan tersendiri dan bila selesai baru menggunakan seragam untuk menjalankan peran di bus AKAP. Salah satu yang memiliki pramugari atau pramugara adalah PO Rosalia Indah.

Di bus milik PO Rosalia Indah, kru yang bertugas selama perjalanan khususnya armada super top adalah dua pengemudi dan seorang pramugari atau pramugara. Ini yang kemudian membuat kesan ekslusif terlihat nyata karena langsung bisa dirasakan oleh para penumpang bus.

Rio Handoko, seorang penggemar bus yang juga penglaju rutin bus malam Cikarang – Semarang mengatakan bahwa memang benar adanya seorang pramugari atau pramugara bisa menambah kesan ekslusif bagi para penumpang juga perusahaan otobus tersebut.

“Kita kalo naik bus ada pramugara atau pramugarinya, berasa ekslusif dan beda dari penumpang bus kelas lainnya. Apalagi mereka berseragam khusus, beda dengan seragam crew atau driver, pastinya bener-bener ekslusif sih. Dari sisi terbantu, ya terbantu banget mereka responsif sih kalo ada komplain di dalam armada bus, semisal ac bocor atau selimut belum ada,” ujar Rio.

Dia mengatakan, ada beberapa bus yang dinaikinya memiliki pramugari dan pramugara seperti PO Rosalia Indah dan PO Sudiro Tungga Jaya. Dia menyebutkan, bahwa pramugari atau pramugara di bus Sudiro Tungga Jaya membantu penumpang membuka bagasi untuk memasukkan dan mengeluarkan barang bawaan penumpang.

Baca juga: Ada Pramugari di Bus AKAP, Dari Layani Penumpang Hingga Turunkan Barang di Bagasi

Meski terkesan perlu tidak perlu, nyatanya kehadiran pramugari atau pramugara di sebuah bus bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi perusahaan otobus dan juga penumpang bus itu sendiri. (Senna Aditya – Pecinta Bus)

Jurus Meredam Emosi Saat Menunggu Antrian

Kelihatannya terlihat sepele, tapi gegara emosi tak dapat dikendalikan kala menunggu antrian, boleh jadi rencana perjalanan akan terganggu, atau paling tidak perjalanan bakal dilalui dengan rasa jengkel yang berlanjut. Potensi terbakarnya emosi bisa terjadi saat waktu menunggu loket tiket, antri akibat kemacetan jalan raya, sampai antri menunggu jadwal yang belum pasti akibat perubahan rencana penerbangan.

Baca juga: Bergaya “Dasi Kupu-Kupu,” Kelinci Pendamping Emosional Naik Kelas Bisnis 

Nah, ketimbang terus membakar emosi, ada baiknya Anda lakukan pengendalian emosi agar perjalanan kedepan dapat dilalui dengan nyaman. Berikut beberapa tips yang siapa tahu berguna Anda coba.

1. Bermain game
Bila saat Anda mengalami proses antrian panjang, Anda bisa memainkan permainan di smartphone. Pastinya dengan bermain, mengantri akan berasa cepat, apalagi permainan yang anda mainkan membutuhkan waktu lama.

2. Memberitahu saat ada yang mendahului
Kalau anda menemui orang seperti ini, tidak perlu emosi. Karena dengan emosi akan membuat Anda malu sendiri. Mungkin bukan hanya Anda saja yang kesal, penumpang lain pun kesal. Belajar sabar dengan memberitahu secara baik-baik kalau harus mengantri dari belakang. Kalau orang tersebut tidak menghiraukan, biarkan saja nanti juga ada yang menegurnya.

3. Mendengarkan musik
Ini adalah hal yang menyenangkan. Tingkat kebosanan yang tinggi saat mengantri bisa diluluhkan dengan mendengar musik. Boleh menyanyi saat mendengar musik, tapi ingat suara anda jangan sampai terdengar orang lain. Bukannya nyaman anda justru akan malu sendiri.

4. Mengobrol dengan orang sekitar
Kalau anda bosan main atau mendengarkan musik, sedangkan antrian masih panjang. Bisa saja anda mengobrol dengan orang yang ada didepan atau belakang anda.

5. Chatting, SMS atau telpon seseorang
Ketiga hal ini juga bisa membuat anda lebih nyaman dan sabar saat mengantri sehingga tak terasa justru sudah giliran anda.