Perluas Pasar Dirgantara Indonesia, Boeing Resmikan Kantor Baru di Jakarta

Setelah menunjuk Zaid Alami sebagai Country Managing Director Indonesia pada Desember 2022, Boeing lewat PT Boeing Indonesia, hari ini (4/10/2023) meresmikan kantor barunya yang berlokasi lantai 22 Menara Astra di Jalan Jenderal Sudirman. Sebagai perusahaan papan atas asal Amerika Serikat, peresemian kantor baru Boeing turut dihadiri oleh Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Sung Kim, dan para pejabat terkait dan pimpinan industri aviasi nasional.

Baca juga: Mengapa Pesawat Boeing Selalu Dimulai dan Berakhir dengan Angka 7? Ini Jawabannya

Selain itu, Boeing elah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Indonesia untuk mengeksplorasi inisiatif yang bertujuan memajukan sektor penerbangan Indonesia dengan fokus pada keselamatan penerbangan, efisiensi, dan keberlanjutan.

“Indonesia adalah salah satu pasar penerbangan terbesar di dunia. Nota Kesepahaman dengan Direktorat Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Indonesia dan peresmian kantor tetap Boeing di Jakarta membuktikan komitmen kami lebih lanjut terhadap Indonesia serta para pelanggan kami, sekaligus membangun fondasi yang kuat untuk pertumbuhan di masa depan,” kata Zaid Alami, Country Managing Director, Boeing Indonesia.

Kantor baru Boeing Indonesia menampilkan desain batik tradisional yang digabungkan dengan seni dan gambar produk Boeing. Para karyawan Boeing di Indonesia memiliki pengaruh besar dalam menciptakan lingkungan kerja kolaboratif dan inovatif.

Boeing dan Indonesia sudah bekerja sama selama hampir 75 tahun untuk mendukung pengembangan dirgantara dan kemampuan pertahanan di negara ini melalui pelatihan, pengembangan rantai pasok, dan kerja sama industri.

Baca juga: Daftar Maskapai yang Operasikan Satu Tipe Pesawat Boeing dan Airbus, Ada Maskapai Indonesia

Boeing telah berkontribusi senilai lebih dari US$8,5 juta berupa bantuan sosial dan hibah untuk masyarakat Indonesia, dengan fokus pada keberlanjutan, penyiapan tenaga kerja, kesehatan dan kesejahteraan, pendidikan usia dini, serta upaya-upaya kemanusiaan.

KAI Services Beri Dukungan Tenaga Kebersihan Kereta Cepat Whoosh

Presiden Joko Widodo meresmikan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh atau Kereta Cepat Whoosh di Stasiun Halim, Jakarta Timur, kemarin. KAI Services ikut memberikan dukungan dengan beroperasinya KCJB Whoosh dengan menyiapkan tenaga petugas cleaning yang bertugas menjaga kebersihan stasiun dan kereta.

Baca juga: Puas Kualitas KCJB Usai Jajal Bareng Luhut, Cina Siap Garap Kereta Cepat Jakarta-Surabaya

Dari sisi kebersihan di stasiun dan di Kereta Cepat Whoosh, KAI Services menyediakan petugas cleaning yang terdiri dari beberapa bagian tugas yakni kebersihan dan keindahan stasiun (K2), dan tenaga cuci kereta (interior) serta on board cleaner (OBC) yang turut menjaga kebersihan selama perjalanan Whoosh.

Semua personil  tersebut ditugaskan di empat stasiun yang dilewati Kereta Cepat Whoosh yakni Stasiun Halim, Stasiun Karawang, Stasiun Padalarang, dan Stasiun Tegalluar.

Menurut Vice President Corporate Secretary KAI Services, Rachman Firhan, KAI Services sudah menyiapkan dukungan untuk operasional Kereta Cepat Whoosh dengan menyiapkan petugas kebersihan dan mereka ditempatkan di stasiun-stasiun yang dilalui Kereta Cepat Whoosh.

“Kita sudah siapkan dukungan untuk tenaga petugas cleaning untuk membuat penumpang merasakan kenyamanan dengan stasiun dan kereta yang senantiasa terjaga kebersihannya” ujarnya.

Setiap Stasiun KCJB Whoosh sudah dan akan terintegrasi dengan moda transportasi umum di setiap wilayah. Seperti di Stasiun Halim Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh berkolaborasi dengan LRT Jabodebek agar penumpang dapat melakukan integrasi antar kereta yang dapat memudahkan penumpang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh melanjutkan perjalanan menuju tempat tinggal atau lokasi yang akan dituju.

Tidak hanya di Stasiun Halim, Jakarta, untuk di Stasiun Padalarang, Jawa Barat, KCJB Whoosh, penumpang bisa menaiki KA Feeder yang dipersiapkan untuk menjadi pendukung konektivitas KCJB Whoosh.

Baca juga: Rayakan HUT KAI ke-78, 30 Nomor KA Ikut Program Hidden Culinary KAI Services, Ini Daftarnya

KA Feeder dapat digunakan penumpang dari Stasiun Padalarang menuju Stasiun Bandung. Dalam perjalanan, KA Feeder akan berhenti di Stasiun Cimahi dan perjalanan dari Stasiun Padalarang menuju Stasiun Bandung dapat ditempuh dengan waktu sekitar 20 menit.

Selain itu, Penumpang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB ) Whoosh juga dapat memilih Commuter Line Bandung Raya, dan Commuter Line Garut yang dapat memudahkan penumpang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh untuk melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Bandung.

Beda dengan Mobil dan Pesawat, Inilah Alasan Mesin Lokomotif Diesel Listrik Tidak Pernah ‘Mati”

Dalam perjalanan menggunakan kereta api, mungkin Anda memperhatikan bahwa mesin pada lokomotif diesel listrik terus menyala, termasuk pada saat pemberhentian di stasiun. Sementara rute kereta termasuk jarak jauh. Yang menjadi pertanyaan kemudian adalah, mengapa mesin pada lokomotif terus dalam keadaan aktif dan tidak dimatikan, apakah tidak boros bahan bakar?

Baca juga: Terobos Banjir di Semarang, Inilah Keunggulan Lokomotif DH CC300 Produksi PT INKA

Dari forum quora.com disebut bahwa mesin lokomotif tidak pernah “mati” karena beberapa alasan, yaitu:

1. Keamanan
Lokomotif sering kali harus membawa beban yang sangat berat, dan mati secara tiba-tiba dapat mengakibatkan berhentinya lokomotif, yang dapat menjadi masalah keamanan jika terjadi di daerah berbahaya atau bercuram.

2. Daya Angkat
Mesin lokomotif menggunakan mesin diesel atau listrik yang menghasilkan daya untuk menggerakkan kereta. Mesin ini perlu beroperasi untuk menghasilkan daya angkat yang cukup untuk menggerakkan kereta yang berat.

3. Penyuplai Energi
Mesin diesel lokomotif biasanya juga memasok daya untuk berbagai sistem lain di dalam kereta, seperti sistem pemanas, sistem pendingin, sistem penerangan, dan sistem lainnya. Mematikan mesin akan memutuskan pasokan daya ke sistem-sistem ini.

4. Kontrol
Lokomotif modern sering memiliki mesin yang dirancang untuk beroperasi dalam berbagai kecepatan dan kondisi. Mesin ini dioperasikan oleh awak lokomotif untuk mengontrol kecepatan dan daya, dan mematikannya akan membuat kendali atas lokomotif menjadi lebih sulit.

5. Siklus Operasi
Lokomotif mengikuti siklus operasi yang berbeda dengan mobil atau pesawat. Mereka sering kali beroperasi untuk waktu yang lebih lama dan berjalan dalam perjalanan yang panjang. Mematikan dan menghidupkan mesin dalam perjalanan yang panjang akan kurang efisien dibandingkan dengan menjalankannya secara kontinu.

6. Perawatan
Bahkan ketika lokomotif berhenti atau berhenti untuk perawatan, mesinnya mungkin tetap hidup agar peralatan perawatan seperti kompresor udara tetap beroperasi.

Baca juga: GE CC200, Lokomotif Diesel Elektrik Perdana di Indonesia, Ikut Sukseskan KTT Asia Afrika 1955

Namun, penting untuk dicatat bahwa beberapa lokomotif modern memiliki fitur seperti “idle mode” yang memungkinkan mesin berjalan pada kecepatan rendah saat dalam keadaan diam untuk menghemat bahan bakar dan mengurangi emisi. Selain itu, ada perawatan yang rutin dilakukan pada mesin lokomotif untuk menjaga kinerja dan efisiensinya.

Sering Disebut dan Salah Persepsi, Inilah Beda Antara Tarmac dan Apron

Tarmac dan apron adalah dua istilah yang sering digunakan dalam industri penerbangan untuk merujuk kepada area di bandara, dan keduanya kadang dipersepsikan kepada satu hal yang sama, yaitu tempat parkir pesawat. Namun, benarkah itu?

Baca juga: Koper Tertinggal di Tarmac, Lufthansa Jadi Bahan Tertawaan Netizen

Antara tarmac dan apron, keduanya keduanya memiliki perbedaan dalam penggunaan dan fungsi. Berikut adalah perbedaan antara tarmac dan apron:

Tarmac (Taxiway)
Fungsi
Tarmac, atau taxiway, adalah jalur atau jalan yang digunakan oleh pesawat untuk bergerak di antara landasan pacu (runway) dan area parkir pesawat (apron). Ini adalah jalur tempat pesawat taxi sebelum lepas landas atau setelah mendarat.

Konstruksi
Tarmac biasanya dibuat dengan permukaan yang kokoh dan tahan berat, seperti aspal atau beton, agar dapat menahan berat pesawat yang bergerak di atasnya.

Penandaan
Tarmac di bandara biasanya memiliki penanda seperti garis-garis kuning dan lampu yang membantu pilot dalam navigasi saat taxi.

Apron
Fungsi: Apron adalah area di bandara tempat pesawat parkir, memuat dan menurunkan penumpang, mengisi bahan bakar, dan melakukan pemeliharaan. Ini adalah area di mana pesawat berhenti dan beroperasi ketika tidak bergerak di landasan pacu atau taxiway.

Konstruksi
Apron juga memiliki permukaan yang tahan berat, sering kali menggunakan aspal atau beton, untuk menangani beban pesawat yang terparkir di atasnya.

Fasilitas
Di apron, Anda akan menemukan berbagai fasilitas, termasuk bridge pesawat (jetway) untuk naik turun penumpang, truk pemadam kebakaran, pompa bahan bakar, dan fasilitas lainnya yang diperlukan untuk mengoperasikan pesawat.

Baca juga: Parade Kendaraan Besar di Apron Bandara, Inilah Jenis dan Fungsinya

Jadi, perbedaan utama adalah bahwa tarmac adalah jalur taxi yang digunakan oleh pesawat untuk bergerak di antara landasan pacu dan apron, sementara apron adalah area di mana pesawat parkir dan melakukan berbagai operasi darat seperti bongkar-muat penumpang dan kargo, pemeliharaan, dan pengisian bahan bakar.

Airbus Bergabung di “Act For Sky”, dukung SAF Produksi Lokal

Airbus telah mengumumkan menjadi anggota “Act For Sky” di Jepang, sebuah organisasi yang anggotanya bergabung secara sukarela dan bergerak untuk mengomersialkan, mempromosikan, dan memperluas penggunaan bahan bakar penerbangan berkelanjutan (sustainable aviation fuel/SAF) yang diproduksi secara lokal.

Baca juga: Coldplay ke Jakarta Kampanyekan ‘Sustainable Aviation Fuel’

Airbus akan mendukung mitra Act For Sky dengan menyediakan informasi teknis dan bekerja sama dalam kegiatan penelitian serta teknologi SAF.

Airbus bersama-sama melakukan penerbangan helikopter pertama di Jepang yang ditenagai oleh SAF dengan operator Nakanihon Air di Bandara Nagoya pada pertengahan 2022. Melanjutkan pencapaian ini, Airbus juga telah menggunakan SAF produksi lokal untuk penerbangan uji coba helikopter yang dilakukan di fasilitas Bandara Kobe, Jepang.

Airbus juga akan menggunakan SAF pada pesawat Airbus Beluga yang bertugas mengangkut helikopter atau suku cadang pesawat berukuran besar. Dengan bergabung ke Act For Sky, Airbus berupaya mendukung pembentukan rantai pasokan SAF Jepang yang andal.

“Kami sangat bangga bergabung dengan Act For Sky. Di Airbus, kami berkomitmen untuk mendukung SAF sebagai faktor utama dalam mengurangi emisi CO2 sebagai bagian dari peta jalan dekarbonisasi industri penerbangan menuju nol emisi CO2 pada tahun 2050,” ujar Stéphane Ginoux, Senior Vice President, Head of North Asia region for Airbus and President of Airbus Japan.

“Semua pesawat Airbus, termasuk pesawat militer dan helikopter, mampu terbang dengan campuran SAF hingga 50%. Misi kami adalah menjadikan seluruh portofolio produk kami mampu terbang dengan 100% SAF pada tahun 2030, dan berperan sebagai katalisator dalam mempersiapkan ekosistem terkait agar siap menghadapi tingkat penerapan SAF secara global di angka 10% pada tahun 2030.”

Baca juga: Garuda Indonesia Uji Coba Penggunaan Bioavtur di Pesawat Boeing 737-800NG

Act For Sky merepresentasikan kerja sama dan kolaborasi perusahaan-perusahaan besar Jepang yang berkomitmen melakukan gerakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan perusahaan akan pentingnya SAF, konsep karbon netral, dan mewujudkan ekonomi sirkular. Act For Sky didirikan oleh 16 perusahaan Jepang pada bulan Maret 2022, dan saat ini terdiri dari 31 perusahaan termasuk Airbus.

Kenapa Kereta Tidak Bisa Menembus Rel Yang Tergenang Banjir? Ini Dia Jawabannya!

Musim penghujan yang mulai melanda sebagian besar wilayah di Indonesia, khususnya di Jakarta memang membawa keprihatinan sendiri bagi sejumlah elemen masyarakat, salah satunya adalah penyedia jasa layanan transportasi. Ancaman banjir sepertinya terus menghantui para pebisnis di sektor ini yang akhirnya memaksa mereka untuk mencari solusi mengatasi masalah tahunan di Ibukota.

Baca Juga: INKA CC300, Mampu Lintasi Banjir, Inilah Lokomotif Diesel Karya Anak Bangsa

Untuk moda darat seperti taksi, bus, atau jasa layanan transportasi berbasis aplikasi, banjir memang bisa membatasi ruang gerak mereka. Lalu, bagaimana dengan kereta komuter yang selama ini menjadi tulang punggung warga Ibukota?

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, banjir yang menggenangi rel kereta memang bisa mempengaruhi operasional kereta itu sendiri. Untuk di Jakarta, tergenangnya rel dapat mengganggu sistem pengereman kereta. Dikhawatirkan air yang menggenangi rel tersebut akan rembes dan menyebabkan fungsi operasional dari rem tidak berjalan mulus. Akibatnya, kereta dapat kapan saja mengalami rem blong dan tidak menutup kemungkinan mengakibatkan kecelakaan.

Selain itu, rel yang tergenang banjir dikhawatirkan akan mengakibatkan pergeseran dudukan rel jika dilewati, dan tidak menutup kemungkinan kereta akan anjlok.

Di luar masalah teknis pengoperasian, tergenangnya rel juga dikhawatirkan dapat membatasi sudut pandang masinis. Ketika jalur tidak terendam banjir, masinis dapat dengan seksama memantau jalur yang memanjang di depannya, namun hal tersebut akan berbalik 180 derajat jika rel tergenang air. Jarak pandang masinis secara otomatis akan terbatas dan tidak bisa dengan seksama memperhatikan jalan. Dapat dibayangkan jika masinis tidak bisa menghindari sebuah besi yang melintang karena terendam air, dikhawatirkan kereta akan mengalami kecelakaan. Kejadian ini tentu saja ditakutkan memakan korban dan menghambat perjalanan kereta lainnya.

Di sini, PT KAI selaku induk dari pengoperasian kereta di Indonesia tidak mau mengambil resiko terlalu jauh dan lebih memilih untuk menunda perjalanan kereta jika banjir tengah menggenangi jalur. Seperti banjir yang menggenangi jalur kereta di Porong, Jawa Timur pada akhir bulan November kemarin. Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Gatut Sutiyatmoko membenarkan banjir yang menggenangi rel di daerah tersebut menyebabkan lima kereta tertahan perjalanannya. “Ada kereta yang tertahan di stasiun karena tidak bisa melanjutkan perjalanannya. Yakni tiga kereta penumpang dan dua kereta barang,” kata Gatut dikutip dari laman detik.com (26/11/2017).

Baca Juga: TransJakarta dan KRL Masih Terdampak Banjir Besar Kemarin

Untuk mengatasi banjir tersebut, Pusat Penanggulanagan Lumpur Sidoarjo (PPLS) siap untuk mengerahkan bantuan agar pengoperasian kereta bisa kembali berjalan normal. “Ada 8 pompa dioptimalkan. Yakni, di exit tol ada dua pompa, di entrance tol ada tiga pompa dan di titik 71 ada tiga pompa. Sementara untuk air dibuang ke Kali Ketapang,” tutur Humas PPLS, Hengky Listria Adi, dikutip dari sumber yang sama.

Mantan Pramugari ‘Buka Kartu’, Ternyata Maskapai Atur Penggunaan Pakaian Dalam

Sudah bukan menjadi suatu yang aneh lagi jika masih ada beberapa wanita di luar sana yang mendambakan untuk menjadi seorang awak kabin. Ya, postur tubuh yang proporsional, kemampuan bersolek yang di atas rata-rata – dan yang paling penting, keuntungan untuk bisa berkeliling dunia tanpa harus membeli tiket pesawat. Belum lagi beragam keuntungan lain yang akan didapat oleh seorang awak kabin seolah menjadi magnet kuat bagi para kaum hawa. Namun tahukah Anda bahwa seorang awak kabin harus mengikuti prosedur yang diminta oleh perusahaan – bahkan sampai ke masalah pakaian dalam?

Baca Juga: Inilah 14 Tugas Awak Kabin Pesawat Yang Jarang Diketahui

KabarPenumpang.com mengutip dari laman express.co.uk, seorang awak kabin, khususnya pramugari tidak hanya diwajibkan untuk mengenakan seragam ketika bertugas, melainkan juga pakaian dalam dengan spesifikasi khusus untuk menunjang penggunaan seragam tersebut. Sejatinya, ini merupakan aturan turunan sejak tahun 1960-an, namun entah kenapa masih dipertahankan sampai sekarang – kendati tidak semua maskapai menerapkan peraturan ini.

Ambil contoh Patricia Ireland, seorang mantan pramugari untuk maskapai Pan Am mengatakan bahwa dirinya pernah diminta untuk mengenakan girdle atau korset untuk membentuk lekuk tubuhnya sehingga jauh lebih ideal.

“Saya pikir penggunaan girdle amatlah tidak nyaman mengingat tempat saya bekerja adalah kabin bertekanan (pressurised),” ujar Patricia.

Selain masalah tata berpakaian yang sudah dipatok standar oleh maskapai, para awak kabin juga dititah untuk menguasai beragam hal penunjang kerjanya, seperti cara berdiri, cara berjalan, cara menata rambut, hingga cara menata diri. Ya, karena penampilanlah yang menjadi nilai jual terdepan bagi para awak kabin.

Baca Juga: Spektakuler! Penumpang Ini Jemur Celana Dalam di Pendingin Kabin Pesawat

Pernyataan di atas bukanlah tanpa landasan, mengingat seorang awak kabin merupakan petugas terdepan dan langsung bersinggungan dengan penumpang – dimana ini berimplikasi pada citra perusahaan secara keseluruhan.

“Mereka adalah orang-orang yang mewakili maskapai penerbangan mereka di garis depan, dan seragam yang mereka kenakan harus memenuhi standar operasional perusahaan, di samping postur tubuh yang ideal dan kesehatan yang prima.” Tutup Patricia.

Bagaimana Cara Kerja Pintu Kokpit Cegah Pembajakan? Berikut Ulasannya

Profesi pilot nampaknya penuh dengan risiko tinggi. Wajar bila sekalipun sama-sama bertaruh nyawa, namun gaji pilot dengan masinis kereta api terpaut cukup jauh. Selama penerbangan, pilot dibatasi dengan banyak aturan di bawah sterile cokcpit rule.

Baca juga: Kenapa Pintu Kokpit Harus dalam Keadaan Terkunci dan Anti Peluru? Berikut Ulasannya

Selain itu, dalam melindungi pilot dari penyanderaan oleh kelompok teroris, pintu kokpit yang dahulu dibuat senyaman mungkin, justru berubah menjadi bak benteng terakhir kru kokpit dari ancaman serangan. Bila dahulu pintu kokpit sebatas dibuat anti peluru, pintu kokpit modern kini penuh dengan beragam fitur tambahan.

Dilansir DW, pintu kokpit modern setidaknya memiliki lima komponen utama, mulai dari pintu anti peluru dengan tambahan electronic triple bolt, lubang intip (peephole), kamera di kabin untuk memantau aktivitas penumpang dan kru, panel kontrol pintu kokpit dengan tiga mode (normal, lock, dan unlock), serta panel keyboard di area kabin dan telepon untuk komunikasi kru dengan pilot. Di luar itu, pilot dan co-pilot juga dilengkapi dengan sensor tekanan yang bekerja saat kabin kehilangan tekanan.

Ilustrasi pintu kokpit harus dalam keadaan terkunci. Foto: Jalopnik

Sebagai bagian dari standar keamanan terbang, setiap pramugari yang hendak masuk ke kokpit, diharuskan membunyikan bel terlebih dahulu. Kru kokpit kemudian dapat mengecek secara visual dengan fitur lubang intip. Bila benar pramugari, tentu akan dibukakan, bila tidak, jangan harap pilot akan membuka dengan tulus.

Lagi pula, bila kedapatan bukan pramugari yang mengetuk atau menggedor pintu, bisa dipastikan, pilot akan mengaktifkan pengamanan tambahan pintu kokpit dengan mode ‘lock’ dalam keadaan on. Otomatis, tiga baut tambahan akan memperkuat ketahanan pintu kokpit terhadap segala macam bentuk pembobolan.

Hanya saja, terkadang, situasi dan kondisi tetap mengharuskan pintu kokpit harus dibuka dari kabin. Misalnya, pilot pingsan akibat turbulensi, terbang melebihi batas ketinggian maksimum pesawat, atau pingsan karena gangguan kesehatan. Dalam kondisi tersebut, mau tak mau pintu kokpit harus bisa dibuka dari luar.

Mengantisipasi adanya hal itu, regulator penerbangan sipil dunia dan produsen pesawat pun memberi akses ke awak kabin dengan menggunakan kode khusus. Setelah kode khusus tersebut diakses, pintu tak serta merta terbuka. Harus menunggu 30 detik.

Bila kode akses tersebut diakses pramugari karena intimidasi dari oknum penumpang, pilot masih bisa membatalkan akses dan kode akses tersebut akan non-aktif selama lima menit (belakangan berkembang menjadi 20 menit). Sebaliknya, bila pilot tak beraksi, maka pintu kokpit akan terbuka dan dalam tempo lima detik pintu kokpit akan kembali tertutup.

Di samping dapat terbuka dengan kode akses khusus yang tak diketahui oleh penumpang, pintu kokpit juga otomatis terbuka jika sensor mendeteksi kokpit kehilangan tekanan. Sebaliknya, bila pilot merespon, maka, pintu akan tetap terkunci tanpa coba bisa dibuka kembali dari luar selama 20 menit.

Baca juga: Empat Jam Tertahan di Kabin, Penumpang Coba Dobrak Pintu Kokpit dan Buka Pintu Darurat!

Selama 20 menit itu, pilot masih cukup waktu untuk mendaratkan pesawat di bandara terdekat. Setelah mendarat, pilot dan kru dapat menggunakan fitur cockpit emergency hatch yang tersedia di atas kepala kokpit sebagai jalan keluar khusus yang memisahkan pilot dengan penumpang di kabin.

Selain itu, pilot juga bisa keluar lewat jendela atau cockpit emergency escape through sliding window. Tentu, sebelum mendarat, pilot mengkomunikasikan dengan petugas di darat tentang situasi pesawat terkait adanya ancaman. Petugas berwenang kemudian melakukan langkah-langkah penyelamatan setibanya di bandara.

 

Kolaborasi ASDP dengan Darwinbox Menuju Arah Baru Keunggulan SDM di Sektor Maritim

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memulai perjalanan transformasi untuk meningkatkan manajemen sumber daya manusia melalui implementasi teknologi HR terbaru dari Darwinbox. Kerjasama strategis ini bertujuan untuk menyederhanakan operasional HR dengan meningkatkan efektivitas pelayanan sumber daya manusia, mendorong efisiensi, akurasi, dan peningkatan pengalaman karyawan yang lebih menyeluruh.

Baca juga: Akuisisi Jembatan Nusantara, ASDP Kini Punya 219 Armada Ferry

Dengan jumlah armada sebanyak 222 unit kapal feri dan tenaga kerja yang tersebar di darat dan laut, ASDP menyadari pentingnya kebutuhan akan solusi HR yang kuat untuk mengotomatisasi dan meningkatkan operasional mereka. Peralihan dengan menggunakan platform Darwinbox dapat mendorong ASDP dalam membangun satu sumber informasi yang benar, sesuai, dan tepat untuk data SDM, sehingga menghilangkan risiko kesalahan dan menjamin informasi yang hadir dan tersedia menjadi lebih konsisten dan dapat diandalkan.

“Kami berkomitmen untuk terus memberikan layanan yang profesional, berkualitas, dan selaras dengan cita-cita kami dalam penerapan teknologi berbasis nilai, kami menyadari mengenai pentingnya kesisteman dalam praktik-praktik SDM. Untuk itu, platform Darwinbox muncul sebagai pilihan yang ideal, yang mampu menjawab tantangan yang beragam ini serta mendukung visi kami dalam membantu meningkatkan kepuasan karyawan.” kata Wahyu Wibowo, Direktur SDM & Layanan Korporasi ASDP.

Aspek penting dari kemitraan ini adalah kemampuan adaptasi solusi dari aplikasi Darwinbox terhadap operasional ASDP. Mengingat area bisnis serta tantangan konektivitas yang terbatas di laut, melalui kemampuan offline Darwinbox muncul sebagai game-changer yang mampu memberikan manfaat. Salah satu manfaatnya adalah pada karyawan saat ini yang dapat menggunakan fitur offline platform untuk mengelola kehadiran, mengakses basis data karyawan, bahkan tanpa koneksi internet yang aktif.

Erlisetya Wahyudi, Vice President HR Management ASDP, menambahkan bahwa progres baik dan berdampak ini adalah sebuah lompatan teknologi yang tinggi dan positif bagi perkembangan perusahaan. “Komitmen kami untuk menyediakan operasional HR yang efisien dan efektif melalui Darwinbox dengan aplikasi yang sederhana dan aman, menciptakan pengalaman pengguna yang mudah dan nyaman untuk karyawan kami.”

Sementara itu, Hendra Setiawan, Vice President Information Technology ASDP, menambahkan bahwa betapa pentingnya transformasi digital strategis ini dilakukan. “Kami telah memanfaatkan kekuatan fitur geofencing (penggunaan jaringan satelit GPS) dan face recognition (pengenalan wajah) Darwinbox untuk memperkuat pelacakan kehadiran karyawan kami di darat. Teknologi canggih ini memastikan sistem presensi yang aman dan akurat, yang berkontribusi pada kemajuan layanan operasional kami secara keseluruhan.”

Tahap awal implementasi platform Darwinbox di ASDP diselesaikan hanya dalam waktu 36 hari. ASDP dan Darwinbox telah bekerja untuk memperluas fungsionalitas platform di seluruh siklus kerja karyawan, termasuk dalam bagian Manajemen Kinerja/Performance, Payroll, Talent Acquisition, Expense Management, dan serta integrasi pihak ketiga melalui Darwinbox Studio.

Baca juga: Beda Antara ASDP-Angkasa Pura: Operator Kapal dan Pelabuhan Vs Pengelola Bandara (Saja)

Darwinbox secara global merupakan platform human capital management (HCM) dengan peringkat #1 (di Gartner Peer Insights) dan didukung oleh perusahaan-perusahaan seperti Microsoft, Salesforce, dan Sequoia. Solusi era baru ini melayani 850+ perusahaan, 2,5 juta+ karyawan di 116+ negara, dan telah menjadi yang tercepat dan satu-satunya pemain HCM Asia yang masuk ke dalam Gartner Magic Quadrant pada tahun 2021 dan 2022. Kemitraan teknologi perusahaan dengan Microsoft membantu mempercepat pengembangan inovasi-inovasi mutakhir, termasuk AI di bidang SDM.

Rayakan HUT KAI ke-78, 30 Nomor KA Ikut Program Hidden Culinary KAI Services, Ini Daftarnya

Dalam rangka menyambut HUT PT KAI (Persero) ke-78 tahun pada 28 September 2023 mendatang, sebanyak 30 nomor kereta api (KA) turut memeriahkan program Hidden Culinary yang diinisiasi KAI Services.

Baca juga: Sambut Nataru, KAI Services Hadirkan 16 Kuliner ‘Legend’ di Kereta Api Lewat Program Hidden Culinary

Program Hidden Culinary sendiri adalah menyajikan makanan khas daerah di atas kereta dengan menggandeng UMKM di bidang kuliner yang sudah dikenal masyarakat dan banyak dicari oleh pecinta kuliner.

Program tersebut berlangsung mulai tanggal 25 September 2023 hingga 30 September 2023. Akan ada 17 kuliner unggulan serta makanan khas daerah yang akan ikut serta dalam kegiatan ini. Para penumpang kereta api bisa melakukan pemesanan 17 kuliner ini di kereta makan di kereta-kereta yang ikut serta di program ini.

Kuliner yang akan ikut ambil bagian dalam kegiatan ini antara lain, Soto Cak Har, (Surabaya) Lontong Kapuan (Semarang), Nasi Jamblang (Cirebon), Lele Mangut Mbah Marto (Yogyakarta), Dawet Mbok Darmi (Solo), Serabi Notosuman (Solo), Nasi Liwet Wongso Lemu (Solo), Pecel 99 Madiun (Madiun), Rawon Brintik (Malang), Tahu Bakso (Semarang), Tahu Petis (Semarang), Loenpia (Semarang), Tempe Mendoan (Purwokerto), Cuanki Serayu (Bandung), Batagor Riri (Bandung),

Ada beberapa nomor kereta yang ikut ambil bagian dalam program ini antara lain :

KA 5 Argo Wilis
KA139 Senja Utama Yogya
KA 105 Gaya Baru Malam Selatan
KA 135 Bogowonto
KA 91 Lodaya Pagi
KA 7 Argo Lawu
KA 89 Mataram
KA 67 Taksaka
KA 87 Senja Utama Solo
KA 93 Lodaya Malam
KA 114 Rangga Jati
KA 116 Rangga Jati
KA 55 Gajayana
KA 92 Lodaya Pagi
KA 43 Argo Parahyangan
KA 49 Argo Parahyangan
KA 47 Argo Parahyangan
KA 35 Argo Parahyangan
KA 68 Taksaka
KA 2 Argo Bromo Anggrek
KA 88 Fajar Utama Solo
KA 17 Argo Semeru
KA 18 Argo Semeru
KA 1 Argo Bromo Anggrek
KA 11 Argo Sindoro
KA 15 Argo Muria
KA 225 Menoreh
KA 229 Ambarawa
KA 230 Ambarawa
KA 129 Gumarang.

Nantinya dalam kegiatan Hidden Culinary ini, Prama/prami yang melayani penjualan kuliner kereta, akan mengenakan pakaian Kebaya Nusantara, dan  menyuguhkan suasana seperti di tempat asli kuliner khas daerah tersebut dijual.

Selain Hidden Culinary, KAI Services juga memiliki promo Nasi Chicken Bulgogi Gratis minuman Country Choice. Dalam promo yang berlangsung mulai tanggal 28 – 30 September 2023 ini setiap penumpang yang melakukan pembelian produk Nasi Chicken Bulgogi akan mendapatkan gratis minuman Country Choice. Promo ini hanya berlaku di KA yang menjual produk Nasi Chicken Bulgogi.

Baca juga: KAI Services Luncurkan Produk Minuman Coklat Jahe, Tersedia di Kereta Ini

Vice President Corporate Secretary KAI Services, Rachman Firhan, berujar Program Hidden Culinary ini digelar dalam rangka menyambut HUT PT KAI (Persero) ke 78 tahun pada 28 September 2023.

Selain itu kita juga punya promo Nasi Chicken Bulgogi gratis minuman untuk para penumpang kereta api. “Ada banyak kuliner khas daerah yang bisa penumpang nikmati di kereta makan dalam Hidden Culinary mulai dari tanggal 25 September -30 September 2023.” pungkasnya, dalam rilis yang diterima KabarPenumpang.com.