Tas Anda Hilang di Perjalanan? Tenang, Gadget ini Akan Tunjukkan Lokasinya!

Apa yang bisa membuat hari Anda berantakan setibanya Anda di bandara ketika hendak berlibur atau menjalankan tugas dari kantor? Menunggu barang di ban berjalan (baggage carousel) kadang cukup membosankan, tapi ada lagi yang lebih buruk dari itu, ya, barang Anda tertinggal atau terpisah dari Anda selama perjalanan. Tentunya kejadian seperti ini bisa merusak rencana perjalanan Anda. Ditambah lagi dengan proses melacak keberadaan barang Anda yang biasanya memakan waktu cukup lama, duh!

Baca Juga: Unik, Penumpang Masukkan Sebuah Bir Kaleng Ke Bagasi Pesawat dan Diberi ‘Tag’

Namun, kini Anda tidak perlu khawatir karena sebuah produsen koper terkemuka, Samsonite baru-baru ini merilis salah satu teknologi yang disertakan di setiap koper, yaitu alat pelacak nirkabel.

Samsonite Internasional meluncurkan teknologi ini agar penumpang yang terpisah dengan barang bawaannya dapat melacak keberadan terakhirnya. Tentu saja, ini merupakan sebuah kabar baik di tengah semerawutnya dunia penerbangan.

Dengan memasukkan Tumi Global Locator ke dalam koper sebelum berangkat, Anda dapat melacak keberadaan koper yang hilang tersebut menggunakan GPS, WiFi,Bluetooth dan koneksi internet lainnya cukup menggunakan aplikasi yang terpasang di ponsel Anda. Pelacakan ini juga dapat dilakukan dalam interval waktu 20 hingga 30 menit sekali. Tumi sendiri merupakan salah satu produsen tas dan aksesoris kelas atas, diakuisisi oleh Samsonite pada tahun lalu.

Sumber: amplience.com

Dari segi bentuk sendiri, Tumi Global Locator ini hanya berukuran separuh dari smartphone dengan berat kurang lebih 150 gram, tentu teknologi ini tidak akan memakan banyak ruang di koper Anda. Untuk masa ketahanan dari device ini sendiri, Tumi Global Locator mampu bertahan sekitar 100 jam dan bisa diisi kembali dayanya selama perjalanan.

Pihak Samsonite sendiri mengaku perangkat tersebut sudah diakui oleh U.S. Federal Aviation Administration dan siap untuk digunakan di bandara-bandara di Amerika. Sambungan data dari teknologi ini disokong operator seluler AT&T, sedangkan untuk pengembangan teknologinya sendiri diserahkan kepada LugTrack, sebuah perusahaan asal Negara Adikuasa yang bergerak di bidang teknologi serupa.

Baca Juga: Mulai Alergi Kacang Hingga Abu Jenazah, Inilah Deretan Peraturan Unik di Maskapai

Diharapkan, kehadiran Tumi Global Locator menjadi solusi bagi siapa saja yang terpisah dengan barang bawaannya. Lebih jauh, kehadirannya juga akan memberikan rasa aman kepada para penumpang terhadap kopernya. “Masuknya teknologi semacam ini bisa dibilang belum terlambat mengingat perkiraan jumlah penumpang moda udara yang akan melonjak dua kali lipat dalam dua dekade ke depan,” ujar pihak International Air Transport Association (IATA).

Namun, semua kenyamanan tersebut tidaklah cuma-cuma. Anda diwajibkan untuk merogoh kocek $150 untuk perangkat tersebut, dan biaya tambahan untuk langganan koneksi data sebesar $50 per-tahunnya. Apakah Anda bersedia untuk mengamankan barang bawaan Anda?

War Ticket! Mulai 18 Agustus Selama Tiga Bulan, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Gratis

Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) bakal segera beroperasi dalam tiga bulan mendatang. Dijadwalkan, KCJB akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 18 Agustus 2023 mendatang. Setelah diresmikan, nantinya pemerintah bakal menggratiskan tiket bagi masyarakat yang ingin mencoba kereta cepat.

Baca juga: Empat Negara Eropa ini Dianggap Sebagai Penyedia Layanan Kereta Cepat Terbaik

Dikutip dari detik,com, Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai menjajal laju kereta cepat dari Stasiun Halim, Jakarta menuju Stasiun Tegalluar, Bandung, Kamis (22/6/2023).

“Dari 18 Agustus (2023) selama 90 hari, kereta api cepat akan digratiskan kepada warga, silahkan daftar nanti ada pembukaan online karena kapasitas kereta sekitar 600 penumpang,” kata Ridwan Kamil.

“Siapa yang ingin tidak bayar, semua asal bisa war ticket ya istilahnya untuk mencoba kereta api cepat tanpa bayar selama 90 hari atas arahan Bapak Presiden, sehingga semua bisa merasakan manfaat,” lanjut dia.

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini juga mengungkapkan pengalamannya menaiki kereta yang melaju dengan kecepatan hingga 354 kilometer per jam. Menurutnya meski berkecepatan tinggi namun penumpang sangat nyaman berada di dalam kereta.

“Alhamdulillah tadi saya tes 354 km per jam, jadi 20 menit ke Padalarang. Rasanya kayak baru masuk toilet keluar sudah sampai di lokasi,” ungkap Kang Emil.

Setelah serangkaian uji coba dilakukan, pemerintah tengah mengkaji proyek kereta cepat tahap kedua dengan menyambungkan rute dari Bandung hingga ke Surabaya.

Baca juga: Meski Serba Canggih, Kereta Cepat Tak Serta Merta Gunakan ‘Autopilot’, Masinis Tetap Nomer Satu

“Sekarang sudah mulai kajian tahap dua dari Bandung, Kertajati (Majalengka), Jogja, Solo, sampai Surabaya dengan teknologi dari Tiongkok (China),” tutup Kang Emil.

Pria Ini Rayakan Saat Meraih Visa Schengen, Setelah Ditolak Enam Kali Beruturut-turut

Banyak cara bagi seseorang untuk merayakan suatu rasa bahagia. Seperti seorang pria diwartakan merayakan secara kegembiraannya setelah ditolak enam kali berturut-turut saat mendapatkan Visa Schengen.

Baca juga: Sebelum ‘Mimpi’ Keliling Eropa, Pahami Dulu Ketentuan Pembuatan Visa Schengen

Dikutip dari schengenvisainfo.com (22/6/2023), meskipun ditolak berturut-turut, dan satu kali banding ditolak, pria yang menggunakan nama Syk Sykt di Facebook, tidak menyerah, dan akhirnya mendapatkan Visa Schengen yang banyak dicari dari Kedutaan Besar Perancis.

“Saya telah ditolak tujuh kali dalam empat tahun terakhir dan akhirnya saya disetujui. Bersulang! Saya sangat senang!” tulisnya di Facebook, membagikan kisahnya.

Dia lebih lanjut menjelaskan bahwa di masa lalu dia telah mengajukan visa Schengen di otoritas konsuler dari empat negara yang berbeda, Yunani, Jerman, Belanda, dan Perancis.

Dia mengatakan bahwa dia telah mengajukan visa di otoritas Yunani dan Belanda masing-masing satu kali, dia mengajukan permohonan di otoritas Jerman dua kali, dan tiga kali di kedutaan Perancis.

Setelah pertama kali mengajukan Visa Schengen Yunani, dia telah diberi lima alasan berbeda di balik penolakan permohonannya, yang belum dia ungkapkan. Padahal kemudian, otoritas Jerman menolaknya dua kali, dengan keraguan bahwa dia tidak akan meninggalkan Zona Schengen, begitu sampai di sana.

Namun, dia tidak menyerah, dan mendaftarkan untuk keempat kalinya di Kedutaan Besar Belanda, yang sayangnya juga menolak lamarannya, lapor SchengenVisaInfo.com.

Dia kemudian beralih ke Kedutaan Perancis, yang menolak lamarannya dua kali. Untuk kedua kalinya, otoritas Prancis tidak memberikan alasan di balik penolakan permohonan visa Schengennya, yang kemudian dia ajukan banding. Banding tersebut juga menghasilkan keputusan negatif.

“Pada ketujuh kalinya, akhirnya kembali melamar ke Perancis bulan ini, dan saya meminta petugas untuk melakukan wawancara dengan saya dan mereka melakukannya dan sekarang mereka menyetujui visa saya,” dia mengumumkan, mengungkapkan bahwa dia telah diberikan visa sekali masuk. dengan durasi 30 hari.

Negara Anggota Schengen baru-baru ini dituduh ‘tanpa ampun’ menolak aplikasi visa Schengen, dengan tingkat penolakan pada tahun 2022 telah mencapai rekor.

Menurut data yang baru-baru ini dirilis untuk aplikasi visa Schengen 2022, Negara Anggota Schengen menolak 17,9 persen dari 7.572.755 aplikasi yang diterima pada tahun yang sama. Ini angka yang cukup tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, termasuk selama pandemi.

Baca juga: Ini Sebabnya, Mengapa Proses Pengajuan Visa Kadang Begitu Sulit

Jumlah aplikasi terbanyak ditolak oleh dua negara tahun lalu, Perancis dan Spanyol. Mereka juga merupakan dua negara yang menerima jumlah aplikasi terbanyak. Sementara Perancis menolak 408.876 aplikasi yang ditolak, 227.712 aplikasi lainnya yang diajukan ke otoritas Spanyol juga menghasilkan keputusan negatif.

Recaro Rilis X-Tend Seat, Optimalkan Kapasitas Kursi Penumpang di Pesawat Narrow Body

Recaro Aircraft Seating telah meluncurkan solusi tempat duduk baru untuk pesawat Airbus yang memungkinkan peningkatan kapasitas penumpang sambil tetap memenuhi persyaratan lorong 13 inci untuk pintu keluar darurat, sebagaimana dimandatkan oleh EASA dan FAA.

Baca juga: Benarkah Penumpang yang Duduk di Sebelah Pintu Darurat Pesawat Mendapat Legroom Lebih Luas?

Produk tempat duduk baru ini bertujuan untuk memengaruhi konfigurasi kabin ekonomi pada jet Airbus berbadan sempit (narrow body), khususnya untuk penerbangan jarak pendek dan menengah. Ini menyiratkan bahwa Airbus A319 yang baru diproduksi, Airbus A220, Airbus A320, dan Airbus A321 dapat mengurangi ruang kaki di kursi pintu keluar darurat di masa mendatang.

X-Tend Seat
Menurut Recaro, produk X-Tend seat, yang berpotensi menghilangkan ruang kaki ekstra di kursi darurat, merupakan solusi tempat duduk perintis untuk meningkatkan efisiensi kabin dan memungkinkan maskapai beroperasi pada konfigurasi kapasitas maksimum di dalam pesawat.

Perusahaan mengklaim penerapan X-Tend Seat akan meningkatkan kapasitas penumpang pesawat A320 dari 190 menjadi 194 penumpang. Perlu dicatat bahwa Airbus A320neo, dengan pengaturan dua kelasnya yang khas, dapat menampung antara 150 hingga 180 penumpang, sedangkan kapasitas tempat duduk maksimum mencapai 194 penumpang.

X-Tend seat memiliki pan kursi yang lebih pendek bersama dengan ekstensi flip-up. Saat ekstensi tidak digunakan, ini memastikan jarak 13 inci antara baris di pintu keluar darurat, sesuai kebutuhan. Saat ekstensi diputar ke tempatnya, jok terlihat seperti bantalan biasa. Berikut tampilannya:

Meskipun retrofit seluruh kabin untuk menambahkan beberapa baris ekstra mungkin tidak layak secara ekonomi, beberapa maskapai penerbangan berbiaya sangat rendah dapat memanfaatkan ruang tambahan di kabin untuk keuntungan mereka. Dengan menambahkan baris ekstra ke kabin, maskapai penerbangan dapat meningkatkan kapasitasnya, yang dapat dikonversi menjadi keuntungan finansial.

Penerapan X-Tend seat di pesawat dalam waktu dekat masih belum pasti. Maskapai penerbangan menghasilkan pendapatan tambahan yang signifikan dengan menjual kursi pintu keluar darurat, dan biaya yang terkait dengan konfigurasi kabin baru kemungkinan akan lebih besar daripada keuntungan yang signifikan.

Baca juga: Flex Seat Smart Cabin, Bukti Kolaborasi Cerdas Airbus dan Recaro

Recaro adalah perusahaan otomotif yang terkenal karena memproduksi kursi mobil, kursi pesawat, dan perlengkapan bayi. Perusahaan Recaro berasal dari Jerman. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1906 di Stuttgart, Jerman, oleh Wilhelm Reutter dengan nama “Stuttgarter Carosserie- und Radfabrik”. Nama perusahaan kemudian diubah menjadi “Recaro” pada tahun 1963, yang merupakan singkatan dari “REutter CAROsserie”.

Pintu Kokpit Dibuka Saat Proses Boarding, Ini Alasannya

Kokpit pesawat adalah area yang sangat vital dan harus terlindungi secara maksimal. Bahkan untuk alasan keamanan, pintu pada kokpit sampai dibuat tahan terjangan peluru. Namun, pada proses boarding, yakni penumpang masuk ke dalam pesawat, kerap pintu pada kokpit justru terlihat dibuka dan penumpang bisa saja mengintip apa yang ada di dalamnya. Nah, mengapa demikian?

Baca juga: Kenapa Pintu Kokpit Harus dalam Keadaan Terkunci dan Anti Peluru? Berikut Ulasannya

Pintu kokpit pesawat terbang biasanya dibuka saat proses boarding untuk beberapa alasan, yakni:

Persiapan Awak Kokpit
Pintu kokpit dibuka sebelum proses boarding dimulai agar awak kokpit dapat melakukan persiapan sebelum penerbangan. Mereka perlu memeriksa sistem pesawat, melakukan pemeriksaan prapenerbangan, memasukkan rute penerbangan ke dalam sistem navigasi, dan melakukan komunikasi dengan petugas darat sebelum memulai prosedur penerbangan.

Verifikasi Identitas
Awak pesawat terbang, termasuk pilot dan kopilot, harus menunjukkan identitas mereka kepada petugas keamanan sebelum memasuki kokpit. Dengan membuka pintu kokpit saat proses boarding, petugas keamanan dapat memverifikasi identitas awak kokpit sebelum mereka memulai tugasnya.

Pengaturan Sistem Kontrol
Pintu kokpit juga harus dibuka untuk mengatur sistem kontrol pesawat sebelum penerbangan. Ini melibatkan menghidupkan dan mengkonfigurasi berbagai sistem pesawat, termasuk sistem navigasi, sistem komunikasi, sistem penggerak, dan sistem pengontrol penerbangan.

Kesiapan Evakuasi Darurat
Dalam situasi darurat, awak kokpit perlu segera keluar dari pesawat untuk menyelamatkan diri. Dengan membuka pintu kokpit selama proses boarding, mereka dapat memastikan bahwa mereka memiliki akses cepat ke pintu keluar darurat jika diperlukan.

Baca juga: FAA Bakal Wajibkan Pesawat Pasang Pintu Kedua Sebelum Pintu Kokpit, Ini Alasannya

Penting untuk diingat bahwa setiap maskapai dan otoritas penerbangan mungkin memiliki kebijakan dan prosedur yang sedikit berbeda terkait pembukaan pintu kokpit saat proses boarding. Oleh karena itu, selalu ada kemungkinan bahwa praktik yang tepat dapat bervariasi dalam situasi yang spesifik.

Banjir Order, Airbus Buka Lowongan Kerja untuk 13.000 Orang di Seluruh Dunia

Banyak meraih kontrak secara global, menjadikan Airbus harus mempersiapkan rekrutmen lapangan kerja dalam jumlah besar. Dan ada kabar baik bagi para pemburu kerja, yakni untuk mencapai target produksi yang ditetapakan, sebanyak 13.000 karyawan akan direkrut pada tahun 2023 ini.

Baca juga: Karyawan Airbus Banting Setir Jadi Relawan Medis Selama Pandemi Corona

Dari ajang Paris AirShow 2023, Airbus mengajak para penggemar kedirgantaraan untuk bergabung dengan sektor yang sedang berkembang, karena Airbus akan merekrut lebih dari 13.000 orang di seluruh dunia pada tahun 2023. Hingga saat ini, lebih dari 7.000 posisi tersebut telah diisi.

Rencana sudah berjalan dengan baik untuk mengisi posisi yang tersisa dengan karyawan baru yang berperan penting dalam mendukung peningkatan produksi dan ambisi dekarbonisasi Airbus.

“Kami senang melihat Airbus tetap menarik di tengah tantangan pasar tenaga kerja. Upaya perekrutan kami membuahkan hasil dan akan terus mendukung peningkatan produksi dan transformasi perusahaan kami,” kata Thierry Baril, Chief Human Resources & Workplace Officer of Airbus. “Kami fokus untuk menarik, melatih, dan mengembangkan beragam talenta terbaik di perusahaan kami untuk membantu kami membentuk masa depan kedirgantaraan yang berkelanjutan.”

Perusahaan menawarkan ribuan peluang kerja di bidang manufaktur, teknik, dan aktivitas yang mendukung tujuan jangka panjang Airbus seperti keamanan siber, rekayasa perangkat lunak, dan teknologi propulsi baru (misalnya hidrogen, kriogenik, sel bahan bakar).

Sepertiga dari total perekrutan akan dialokasikan untuk lulusan baru. Dengan ambisi ini, Airbus baru saja menandatangani perpanjangan kemitraannya dengan Institut Teknologi Georgia selama 5 tahun lagi, dalam rangka Program Akademik Airbus (dengan 15 Universitas dan Sekolah Teratas terpilih di seluruh dunia).

Baca juga: Airbus PHK 15 Ribu Karyawan, Perancis Layangkan Protes!

Airbus saat ini mempekerjakan lebih dari 134.000 orang di seluruh bisnisnya di seluruh dunia. Pada tahun 2023, Airbus dianugerahi sertifikasi Pemberi Kerja Teratas di Eropa, Amerika Utara, dan Asia Pasifik oleh Top Employers Institute, otoritas independen global yang mengakui keunggulan dalam manajemen sumber daya manusia dan kebijakan SDM.

Paris AirShow 2023: Airbus Luncurkan Konsep Kolaborasi Imersif 3D untuk Desain Kabin Pesawat

Airbus membawa kolaborasi digital ke dimensi baru dengan mengembangkan solusi kolaboratif pertama di industri berdasarkan teknologi realitas campuran untuk kustomisasi interior kabin pesawat. Konsep baru ini akan mengubah dan meningkatkan cara Airbus mendefinisikan kabin pesawat dengan memungkinkan interaksi langsung dan jarak jauh dengan pelanggan di dunia maya yang imersif.

Baca juga: Airbus Ungkap Visi Baru untuk Desain Kabin Pesawat di Tahun 2035

Berkat hologram dalam lingkungan 3D, pengguna dapat memvisualisasikan berbagai pilihan perlengkapan kabin dan menguji berbagai konfigurasi interior, material, atau warna. Seluruh pengguna dimanapun berada dapat berkomunikasi dengan mudah dan real time.

Solusi kolaborasi jarak jauh imersif Airbus direncanakan untuk industrialisasi pada keluarga A320 pada tahun 2025, membuka pintu untuk aplikasi industri realitas campuran yang lebih banyak untuk pesawat komersial lainnya dan pada program helikopter.

Konsep inovatif ini dibangun berdasarkan pengalaman Airbus dalam teknologi realitas campuran di lingkungan industri dan visualisasi interior pesawat yang sangat akurat.

Ide ini mendukung ambisi Airbus untuk menerapkan pendekatan end-to-end yang sepenuhnya digital untuk operasi industrinya guna meningkatkan kualitas desain pesawat, mendukung peningkatan produksi, dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

Baca juga: Siapa Bilang Mendesain Interior Kabin Pesawat Mudah? Ini Kata Pakarnya!

Catherine Jestin, Wakil Presiden Eksekutif Manajemen Digital dan Informasi di Airbus, mengatakan: “Dengan solusi baru ini, Airbus membuka era baru di mana realitas campuran akan membantu membentuk masa depan definisi kabin pesawat. Kami memanfaatkan kekuatan data dan teknologi tercanggih untuk menciptakan pengalaman virtual yang menarik, interaktif, dan realistis bagi pelanggan kami, yang dapat diakses kapan saja, dari mana saja di dunia.”

Overture Boom – Concorde Next Generation Bakal Terwujud dengan Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan

Sebuah rencana besar untuk membangun jet penumpang supersonik pertama sejak era Concorde berakhir, telah mengambil langkah maju saat berlangsungnya Paris AirShow 2023, yakni setelah perusahaan di balik upaya tersebut menandatangani kesepakatan penting untuk merancang dan membangun pesawat tersebut.

Baca juga: Sejarah Concorde Mendarat-Lepas Landas dari Bandara Halim Perdanakusuma, Sonic Boom Bikin Kaca Pecah? 

Boom Supersonic berencana untuk menerbangkan jet bergaya Concorde pada tahun 2027. Boom Supersonic tidak sendiri, pasalnya manukfatur dirgantara Leonardo dari Italia akan turut membuat bagian dari badan pesawat supersonik terbaru itu.

Aernnova dari Spanyol akan merancang sayap dan rekan senegaranya Aciturri telah setuju untuk mengerjakan bagian eko. Pendiri Boom Supersonic, Blake Scholl, yang memulai Boom pada 2014, berharap jet supersoniknya disertifikasi untuk penggunaan komersial pada 2029.

Perusahaan sudah memiliki 130 pesanan dan komitmen untuk pesawatnya, termasuk kesepakatan dengan United, American Airlines, dan Japan Airlines.

Boom Supersonic telah memulai pembangunan pabrik di Greensboro, Carolina Utara, yang akan memproduksi 33 pesawat per tahun. Lini produksi kedua untuk menggandakan kapasitas sedang dikerjakan.

Pesawat yang disebut sebagai Overture Boom akan menerbangkan 65 hingga 80 penumpang dengan kecepatan Mach 1,7, atau sekitar 1.300 mil per jam, pada ketinggian 60.000 kaki. Oveture Boom juga dijuluki “putra Concorde” setelah jet penumpang supersonik terakhir, yang dikembangkan bersama oleh Inggris dan Prancis.

Perjalanan Concorde terakhir terjadi pada tahun 2003. Proyek Anglo-Prancis ditangguhkan setelah kecelakaan fatal di bandara Charles de Gaulle pada Juli 2000, yang menewaskan 113 orang.

Boom berharap dapat mengurangi waktu perjalanan antara London dan New York dari enam setengah jam menjadi tiga setengah jam. Penerbangan antara London dan Miami juga akan dipotong dari sekitar sembilan setengah jam menjadi kurang dari lima jam.

Baca juga: Sederet Masalah Ini Jadi Biang Kerok Era Pesawat Supersonik Concorde Berakhir

Jet akan menggunakan Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan – Sustainable Aviation Fuel (SAF) yang dilihat oleh industri sebagai harapan utama untuk dekarbonisasi penerbangan jarak jauh. Bahan bakar dapat dibuat dari limbah bio, berbeda dengan bahan bakar fosil yang diandalkan jet saat ini.

Air India Umumkan Pesanan 250 Unit Pesawat Airbus, Paket Komplit Narrow dan Wide Body

Di ajang Paris AirShow 2023, Air India mengumumkan pesanan pesawat dalam jumlah besar, yakni 250 pesawat Airbus yang mencakup paket pemeliharaan dan digital untuk mendukung transformasi dan strategi pertumbuhan maskapai.

Baca juga: Buka Penerbangan Melintasi Ruang Udara Rusia, Air India Rogoh Jutaan Dollar ke Kremlin

Pesanan jumbo dari Air India mencakup 140 unit A320neo dan 70 unit A321neo sebagai pesawat narrow body, serta 34 unit A350-1000 dan enam unit A350-900 untuk segmen wide body. Maskapai telah menandatangani Letter of Intent untuk mengakuisisi pesawat ini pada Februari 2023.

Air India juga akan mengandalkan Airbus untuk membantu memastikan tingkat ketersediaan armada tertinggi dengan Integrated Materials Solutions (IMS) dari Satair, sebuah perusahaan Airbus. Solusi pemeliharaan Airbus akan memastikan bahwa setiap kali maskapai membutuhkan suku cadang yang dapat diputar atau habis pakai, selalu tersedia dan stok diisi ulang secara otomatis.

Perjanjian pembelian pesawat serta Letters of Intent untuk pemeliharaan dan layanan digital ditandatangani di hadapan N. Chandrasekaran, Ketua Tata Sons dan Air India, Campbell Wilson, CEO & MD Air India, Guillaume Faury, Airbus CEO, Christian Scherer, Chief Commercial Officer dan Head of International Airbus, dan Rémi Maillard, Presiden dan Managing Director, Airbus India dan Asia Selatan di Paris Air Show 2023.

Pesanan Air India menjadi momen besar, menandai masuknya layanan A350 di India, pasar penerbangan dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Pesawat jarak jauh yang serba baru ini akan membantu membuka potensi pasar jarak jauh India yang terpendam, teknologinya, jangkauannya, dan kenyamanan tiada duanya yang memungkinkan rute baru dan pengalaman penumpang dengan ekonomi yang lebih baik dan peningkatan keberlanjutan.

A350 adalah pesawat berbadan lebar paling modern dan efisien di dunia dalam kategori 300-410 tempat duduk. Desain clean sheet A350 mencakup teknologi canggih dan aerodinamis yang memberikan standar efisiensi dan kenyamanan yang tak tertandingi. Mesin generasi baru dan penggunaan material ringan memberikan keunggulan 25 persen dalam pembakaran bahan bakar, biaya pengoperasian, dan emisi karbon dioksida (CO2), dibandingkan dengan pesawat pesaing generasi sebelumnya.

Baca juga: Air India Pesan 500 Pesawat Senilai Rp1517 Triliun, Terbesar Sepanjang Sejarah

Pesawat ini menawarkan konfigurasi kabin 3 kelas yang paling senyap dari semua lorong kembar dan menawarkan penumpang dan awak produk dalam penerbangan paling modern untuk pengalaman terbang jarak jauh yang paling nyaman.

Paris AirShow 2023, De Havilland Luncurkan varian terbaru Twin Otter “Classic 300-G”

Sebagai jawara penerbangan perintis, nama pesawat turboprop DHC-6 Twin Otter begitu melegenda. Terbang perdana pada 20 Mei 1965, sampai saat ini Twin Otter masih banyak menjadi andalan pada penerbangan lintas perintis di seluruh dunia. Di Indonesia, nama Twin Otter begitu lekat dalam penerbangan di kawasan Papua. Dan di Paris AirShow 2023, De Havilland meluncurkan varian terbaru Twin Otter.

Baca juga: DHC-6 Twin Otter – Si Kecil Bandel Rajanya Daerah Pegunungan

De Havilland, pabrikan asal Kanada telah menghidupkan kembali produksi Twin Otter tepercaya dengan model yang diperbarui sepenuhnya. Saat Paris Air Show 2023, De Havilland telah mengumumkan bahwa mereka akan memproduksi Twin Otter yang serba baru – pesawat utilitas bermesin dua tepercaya yang pertama kali terbang pada tahun 1965 dan telah melayani dalam banyak peran selama lima dekade beroperasi.

Pada hari pertama pembukaan Paris Air Show 2023 (19/6/2023), salah satu pengumuman penting yang menjadi berita utama awal adalah bahwa De Havilland Aircraft of Canada Limited (De Havilland) akan memproduksi versi yang sama sekali baru dari pekerja utilitas yang populer. yang bisa dibilang paling terkenal – DHC-6 Twin Otter.

Varian baru, yang dikenal sebagai DHC-6 Classic 300-G, diluncurkan secara di Paris AirShow 2023, dengan pabrikan akan mengungkapkan perjanjian pembelian untuk 45 pesawat pada tahap awal.

Peluncuran DHC-6 Classic 300-G menandai tonggak sejarah terbaru dalam perkembagan salah satu pesawat penerbangan komersial yang benar-benar hebat. Classic 300-G adalah generasi kelima dari pesawat Twin Otter dan bergabung dengan Seri 400 yang saat ini diproduksi oleh perusahaan melalui induknya, Viking Air.

Semua DHC-6 Twin Otter dapat beroperasi dalam berbagai peran, menurut perusahaan. Twin Otter telah dikenal membawa penumpang, mengangkut VIP, memindahkan kargo, melakukan operasi medis, dan melakukan misi khusus di banyak lingkungan dunia yang paling tak kenal ampun.

Keserbagunaan Twin Otter dapat ditingkatkan lebih lanjut dengan konversi untuk operasi berbasis air dengan penambahan pelampung amfibi. Pesawat dapat bergerak dengan mulus di antara permukaan beraspal dan area pendaratan air saat dipasang di atas pelampung.

Twin Otter dikembangkan oleh perusahaan Kanada de Havilland Aircraft of Canada Ltd. (sekarang dikenal sebagai Viking Air Ltd.). Twin Otter, juga dikenal sebagai DHC-6, adalah pesawat bermesin ganda (twin-engine) dengan kapasitas tempat duduk hingga 19 penumpang.

Setelah terbang perdana, Twin Otter menjadi sangat populer sebagai pesawat yang tangguh dan serbaguna, mampu beroperasi di berbagai kondisi dan medan yang sulit, termasuk daerah terpencil dan pendaratan di landasan pendek. Pesawat ini banyak digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk transportasi penumpang dan kargo, penerbangan charter, survei udara, operasi pencarian dan penyelamatan, dan masih banyak lagi.

Baca juga: Jajal Terbang dengan Twin Otter “Isles of Scilly Skybus” Berusia 40 Tahun

Meskipun produksi pesawat Twin Otter asli dihentikan pada tahun 1988, permintaan yang tinggi dari pasar dan kebutuhan akan pesawat dengan kemampuan serupa menghasilkan pengembangan kembali pesawat ini oleh Viking Air pada tahun 2007. Sejak itu, Viking Air telah melanjutkan produksi pesawat Twin Otter baru dengan beberapa peningkatan dan perbaikan, memenuhi kebutuhan operator di seluruh dunia.