Layani Tokyo dan Sekitarnya, Tobu Railway Operasikan Kereta Komuter Bebas Emisi Hitachi Spacia X

Tobu Railway Co. pada 15 Juli 2023 telah memulai pengoperasian kereta komuter Seri N100 Spacia X dari Hitachi Rail yang baru dari Tokyo ke area Nikko dan Kinugawa Onsen di Jepang. Dibandingkan dengan unit Spacia saat ini, model baru ini akan mengurangi emisi CO2 hingga 40 persen dan akan menghasilkan emisi CO2 nol bersih saat menggunakan listrik dari sumber terbarukan sepenuhnya.

Baca juga: Konfigurasi Kursi Tak Lazim di Peron Stasiun Komuter Jepang, Ini Alasannya 

Saat ini, sebanyak 12 gerbong baru yang membentuk dua kereta telah diperkenalkan di jaringan Limited Express Spacia. 12 gerbong lainnya yang membentuk dua kereta lainnya juga akan diluncurkan di masa mendatang.

Kereta Spacia X yang baru telah dirancang sendiri oleh Hitachi dan menampilkan estetika yang menyenangkan seperti anyaman bambu di bingkai jendela. Setiap kereta berkapasitas 212 kursi, dengan format termasuk cockpit suite yang mewah, cockpit lounge, compartment, dan premium seats.

Tobu Railway Co., Ltd. adalah sebuah perusahaan kereta api swasta di Jepang yang mengoperasikan jaringan jalur kereta api di wilayah Tokyo dan sekitarnya. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1897 dan merupakan salah satu operator kereta api swasta tertua di Jepang.

Tobu Railway mengoperasikan jalur kereta api yang menghubungkan Tokyo dengan berbagai tujuan wisata di wilayah Kanto, Jepang. Tobu Railway menyediakan berbagai layanan kereta api, termasuk kereta ekspres, kereta lokal, kereta komuter, dan kereta wisata khusus. Beberapa kereta ekspresnya dilengkapi dengan fasilitas kelas atas seperti tempat duduk yang nyaman dan kabin privat.

Baca juga: Stasiun Komuter di Tokyo Dilengkapi “Ekimatopeia”, Solusi Navigasi Bagi Penumpang Tunarungu

Tobu Railway memiliki banyak tujuan wisata menarik yang dapat dijangkau dengan kereta mereka, termasuk kuil-kuil bersejarah, pemandian onsen, dan tempat-tempat indah di pegunungan. Tobu Railway menjadi pilihan populer bagi para wisatawan dan penduduk setempat untuk mengakses tujuan-tujuan menarik di wilayah Kanto, serta sebagai jalur transportasi yang nyaman untuk berpergian di Tokyo dan sekitarnya.

Namanya Khas Sunda, Inilah Profil Suparna Airlines yang Berbasis Operasi di Shanghai

Nama maskapai yang satu ini terdengar unik, karena menyiratkan sebuah nama khas ‘Sunda.’ Namun, jangan salah, ternyata Suparna Airlines tak ada kaitan dengan unsur ke-Indonesiaan sama sekali. Suparna Airlines ternyata adalah maskapai asal Negeri Panda. Awalnya, Suparna adalah maskapai kargo, yang kemudian bertransformasi dalam pelayanan penerbangan penumpang berjadwal. Dan inilah profil Suparna Airlines, yang menyebutnya seperti tak terasa asing di telinga.

Baca juga: Profil China Airlines, Maskapai Nasional Taiwan yang ‘Alergi’ Pakai Nama ‘China’

Suparna Airlines, sebelumnya dikenal dengan nama Yangtze River Airlines, adalah maskapai penerbangan kargo dan penumpang yang berbasis di Cina. Maskapai ini berpusat di Bandara Internasional Shanghai Pudong.

Maskapai ini didirikan pada tahun 2003 dengan nama Yangtze River Airlines. Pada awalnya, fokus utama maskapai ini adalah mengoperasikan penerbangan kargo. Namun, pada tahun 2017, maskapai ini berganti nama menjadi Suparna Airlines dan mulai memperluas operasionalnya untuk menyediakan penerbangan penumpang juga.

Suparna Airlines mengoperasikan layanan kargo ke berbagai tujuan di Cina dan rute internasional. Maskapai ini mengangkut berbagai jenis kargo, termasuk barang komersial, barang-barang ekspor dan impor, serta kargo khusus seperti hewan hidup dan barang berbahaya.

Dengan label Suparna Airlines, pada 15 Desember 2015, maskapai ini meluncurkan penerbangan penumpang domestik dengan nama yang telah direvisi. Rute awalnya termasuk Bandara Shanghai-Pudong ke Guyang, Sanya dan Zhuhai menggunakan satu Boeing 737-800. Izin juga diberikan untuk penerbangan ke Hong Kong, Makau, dan Taiwan.

Suparna Airlines saat ini mengoperasikan armada pesawat yang terdiri dari pesawat kargo dan pesawat penumpang. Pesawat kargo yang digunakan oleh maskapai ini mencakup pesawat Boeing 747 dan 787, serta pesawat penumpang mencakup pesawat Airbus A320 dan Boeing 737 series.

Suparna adalah sebuah kata dalam bahasa Sanskerta yang memiliki arti “berkaki besar” atau “dengan sayap indah.” Kata ini terdiri dari dua kata dasar: “su,” yang berarti baik atau indah, dan “parna,” yang berarti sayap atau kaki.

Dalam mitologi Hindu, Suparna merujuk pada makhluk legendaris yang sering dikaitkan dengan burung rajawali atau elang. Dalam beberapa teks kuno Hindu seperti Rigveda dan Upanishad, Suparna digambarkan sebagai makhluk surgawi atau dewa dalam bentuk burung elang yang memiliki sayap yang indah.

Kata Suparna juga memiliki makna filosofis dalam ajaran Hindu dan Buddhisme yang seringkali merujuk pada jiwa yang mencari pencerahan atau kebebasan. Makna ini berkaitan dengan gagasan jiwa yang mencari ketinggian spiritual dan kebijaksanaan.

Baca juga: Inilah AirSial, Maskapai Pakistan yang Terinspirasi dari Kota Sialkot

Nama Suparna juga digunakan sebagai nama dalam beberapa budaya dan bisa menjadi nama pribadi atau perusahaan, termasuk dalam konteks maskapai penerbangan “Suparna Airlines”

Tips – Mau Tidur di Pesawat, Jangan Turunkan Tirai Jendelanya!

Sebagai moda transportasi paling modern dan kompleks, pesawat tetaplah punya kelemahannya tersendiri. Bagi Anda yang sering mengudara di economy class, mungkin permasalahan jarak antar bangku yang sempit dan pelayanan seadanya terkadang membuat perjalanan Anda menjadi kurang nyaman – lain cerita dengan Anda yang berkocek tebal dan lebih memilih untuk duduk di business class. Namun terlepas dari konfigurasi bangku dan pelayanan lainnya selama penerbangan, ada satu masalah lagi yang berdampak pada jetlag. Ya, durasi penerbangan dan nuansa di luar jendela.

Baca Juga: Terbang Jarak Jauh? Don’t Worry Ikuti Tips Ini

Tidak bisa dipungkiri, di luar sana ada banyak orang yang seakan berebut kursi paling pojok selama penerbangan mereka. Menikmati pemandangan dari ketinggian merupakan pengalaman luar biasa bagi sebagian orang – walaupun tidak sedikit juga dari para penumpang yang lebih memilih duduk di samping lorong (aisle) untuk mempermudahnya menjangkau toilet. Lalu, apa yang harus dilakukan oleh seseorang untuk tetap bisa menikmati pemandangan di luar jendela tanpa harus khawatir terserang jetlag?

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman cnn.com (27/12/2018), sebenarnya topik pembahasan ini berkaitan dengan tirai jendela di pesawat – dimana Anda harus mengupayakan agar tetap membukanya kendati kondisi di luar sangatlah gelap (terbang malam) atau sebaliknya.

Ketika mengudara di malam hari, sudah barang tentu Anda bisa mengistirahatkan diri dengan beragam ‘tools’ penunjang, seperti neck pillow atau sleep mask. Namun ketika rasa lelah masih menggelayuti mata di pagi atau siang hari, jangan tutup tirai jendela tersebut dan disarankan untuk menggunakan sleep mask.

Baca Juga: Anda Ketinggalan Penerbangan? Jangan Keburu Panik, Ikuti Langkah Ini!

Alasannya sederhana, kita sudah ‘diprogram’ untuk tidur di malam hari dan beraktifitas di siang hari. Jangan sampai pola tersebut berubah hanya karena Anda sedang mengudara. Tirai jendela pesawat yang berbahan solid akan menghambat cahaya untuk masuk ke dalam kabin dan membuat nuansa di dalam gelap (seperti malam hari). Ini berbeda jika Anda menggunakan sleep mask dan Anda masih bisa melihat cahaya matahari dari sela-selanya. Sedikit banyaknya, ini akan mereduksi dampak jetlag di dalam sebuah penerbangan.

Selain itu, dengan tidak menurunkan tirai jendela pesawat, maka akan membantu para awak kabin untuk memantau kondisi di luar semisal terjadi situasi darurat.

Jadi, untuk meningkatkan pengalaman Anda ketika mengudara jarak jauh, jangan turunkan tirai jendela pesawat, ya!

 

Jelang Komersial, Tarif LRT Jabodebek Resmi Ditetapkan, Ini Rinciannya

Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif bagi LRT Jabodebek. Tarif tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KM 67 Tahun 2023, tentang tarif angkutan orang dengan kereta api ringan terintegrasi di wilayah Jabodebek untuk melaksanakan kewajiban pelayanan publik.

Baca juga: Tarif Rp5.000 Per Km, Kemenhub: LRT Jabodebek Lebih Canggih Dibanding MRT Jakarta dan LRT Palembang

Dalam keputusan tersebut dijelaskan bahwa telah ditetapkan tarif LRT Jabodebek yakni Rp 5.000 untuk 1 Km pertama, dan selanjutnya masyarakat dikenakan Rp700 setiap Km berikutnya.

Untuk mempermudah mobilisasi masyarakat menuju dan melanjutkan perjalanan dari stasiun, LRT Jabodebek berkolaborasi dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, BUMN, BUMD, serta pihak Swasta dalam penyiapan konektivitas dengan transportasi lain di seluruh stasiun LRT Jabodebek.

Manager Public Relations Divisi LRT Jabodebek Kuswardojo mengatakan seluruh stasiun LRT Jabodebek terkoneksi dengan moda transportasi lainnya seperti Commuterline, MRT Jakarta, TransJakarta, Mikrotrans, Kereta Cepat Jakarta Bandung, Trans Patriot, dan angkutan kota.

Seluruh stasiun LRT Jabodebek yang berjumlah 18 stasiun telah terkoneksi dengan moda transportasi lainnya untuk memudahkan masyarakat dari dan menuju stasiun LRT Jabodebek.

Adapun moda transportasi lain yang berada di sekitar Stasiun LRT Jabodebek adalah sebagai berikut:
1. Stasiun Harjamukti terkoneksi dengan Jaklinko.
2. Stasiun Ciracas terkoneksi dengan Jaklinko.
3. Stasiun Kampung Rambutan terkoneksi dengan Transjakarta BRT, Jaklinko, Minitrans, dan Bus AKAP.
4. Stasiun TMII terkoneksi dengan Transjakarta BRT dan Jaklinko.
5. Stasiun Dukuh atas terkoneksi dengan Commuterline, MRT Jakarta, Transjakarta BRT, dan KA Bandara.
6. Stasiun Setia Budi terkoneksi dengan Transjakarta BRT.
7. Stasiun Rasuna Said terkoneksi dengan Transjakarta BRT.
8. Stasiun Kuningan terkoneksi dengan Transjakarta BRT.
9. Stasiun Pancoran terkoneksi dengan Transjakarta BRT.
10. Stasiun Ciliwung terkoneksi dengan Transjakarta BRT.
11. Stasiun Cawang terkoneksi dengan Transjakarta BRT.
12. Stasiun Cikoko terkoneksi dengan Transjakarta BRT dan Commuterline.
13. Stasiun Jati Mulya terkoneksi dengan Transpatriot dan Angkutan kota.
14. Stasiun Bekasi Barat terkoneksi dengan Transpatriot dan Angkutan kota.
15. Stasiun Cikunir 1 terkoneksi dengan Angkutan Kota.
16. Stasiun Cikunir 2 terkoneksi dengan Angkutan Kota.
17. Stasiun Jatibening Baru terkoneksi dengan Angkutan Kota.
18. Stasiun Halim terkoneksi dengan Kereta Cepat Jakarta Bandung dan Transjakarta BRT.

Garuda Indonesia dan Bank Mandiri Gelar “GOTF 2023” – Diskon Tiket 80 Persen untuk 11.000 Kursi

Garuda Indonesia dan Bank Mandiri menyelenggarakan kembali Garuda Indonesia Online Travel Fair (GOTF) 2023, dengan menghadirkan promo diskon tiket penerbangan hingga 80 persen dengan jumlah ketersediaan kursi dengan harga promo khusus mencapai 11 ribu kursi penerbangan.

Baca juga: Bagaimana Harga Tiket Pesawat Ditetapkan Maskapai? Ini 8 Rahasianya

Adapun pelaksanakan peluncuran program GOTF ketiga tahun 2023 tersebut dilaksanakan di Nusa Dua Bali yang dibuka oleh Direktur Layanan & Niaga Garuda Indonesia, Ade R. Susardi; SEVP Micro & Consumer Finance Bank Mandiri, Josephus K. Triprakoso; serta CEO of Transport Traveloka, Iko Putera dan Director of Transport Tiket.com, Andi Hendrawan.

Berbagai promo menarik gelaran GOTF tersebut dapat diakses secara online pada periode 24-31 Juli 2023, melalui berbagai kanal digital resmi perusahaan aplikasi mobile apps “FlyGaruda”, Website Garuda Indonesia, contact center juga melalui mitra platform perjalanan dan gaya hidup Traveloka serta online travel agent Tiket.com. Adapun pembelian tiket pada periode GOTF tersebut akan belaku untuk waktu perjalanan hingga 24 Juli 2024.

Adapun pada pelaksanaan GOTF ini Garuda Indonesia menghadirkan berbagai penawaran menarik pada destinasi domestik di antaranya:

* Jakarta –Batam PP mulai dari Rp1,7jutaan
* Jakarta –Banjarmasin PP mulai dari Rp1,7jutaan
* Jakarta –Bengkulu PP mulai dari Rp1,4jutaan
* Jakarta –Medan PP mulai dari Rp1,8jutaan
* Jakarta –Tanjung Pinang PP mulai dari Rp1,6jutaan
* Jakarta –Ambon PP mulai dari Rp2,9jutaan
* Jakarta –Lombok PP mulai dari Rp1,6jutaan
* Jakarta –Sorong PP mulai dari Rp3,2jutaan
* Jakarta –Labuan Bajo PP mulai dari Rp1,8jutaan
* Jakarta –Bali PP mulai dari Rp1,7jutaan

Selain itu, rute-rute internasional yang juga mendapatkan penawaran menarik di antaranya:

* Jakarta –Sydney PP mulai dari Rp5,4jutaan
* Jakarta – Ghuangzhou PP mulai dari Rp4,1jutaan • Jakarta – Shanghai PP mulai dari Rp3,3jutaan
* Jakarta –Hongkong PP mulai dari Rp3,8jutaan
* Jakarta –Tokyo PP mulai dari Rp6,5jutaan
* Jakarta –Seoul PP mulai dari Rp3,7jutaan
* Jakarta –Kuala Lumpur PP mulai dari Rp2,1jutaan
* Jakarta –Amsterdam PP mulai dari Rp10jutaan
* Jakarta –Singapura PP mulai dari Rp2,4jutaan
* Jakarta –Bangkok PP mulai dari Rp3jutaan

Lebih lanjut, Garuda Indonesia juga menawarkan harga yang kompetitif pada kerja sama rute penerbangan aliansi Garuda Indonesia diantaranya sebagai berikut:

* Jakarta – Amsterdam – London PP mulai dari Rp11,5jutaan
* Jakarta – Sydney – Brisbane PP mulai dari Rp9jutaan
* Surabaya – Singapura – Taipei PP mulai dari Rp8,6jutaan
* Jakarta – Singapura – Hanoi PP mulai dari Rp12,9jutaan
* Jakarta – Hong Kong – Beijing mulai dari Rp8,8jutaan

Tirai Pembatas di Kabin Pesawat, Bukan Sekedar Memilah Antar Kelas dalam Penerbangan

Setelah lepas landas dan pesawat mencapai ketinggian aman, kemudian awak kabin akan beranjak dari kursinya, yang salah satu langkah awalnya menutup tirai pembatas antar kelas dalam kabin. Saat tirai ditutup menyiratkan waktu pelayanan oleh para awak kabin dimulai. Bagi sebagian orang, ada yang bertanya, sebenarnya apa fungsi dari tirai pembatas antar kelas tersebut?

Baca juga: Kenapa Penumpang Diminta Tutup Tirai Jendela pada Penerbangan Siang Hari? Dilarang Lihat Pemandangan?

Tirai pembatas antar kelas pada kabin pesawat digunakan untuk memisahkan kelas-kelas yang berbeda di pesawat, terutama pada pesawat komersial yang memiliki lebih dari satu kelas penumpang (misalnya, ekonomi, bisnis, dan kelas satu). Berikut adalah beberapa guna dari tirai pembatas antar kelas:

1. Privasi
Tirai pembatas memberikan privasi kepada penumpang di kelas-kelas yang lebih eksklusif, seperti kelas bisnis dan kelas satu. Dengan memisahkan kelas-kelas ini dari kelas ekonomi, penumpang di kelas-kelas yang lebih tinggi dapat menikmati lingkungan yang lebih tenang dan eksklusif selama penerbangan.

2. Membatasi Akses
Tirai pembatas membantu mengatur dan membatasi akses penumpang antar kelas. Biasanya, penumpang di kelas ekonomi tidak diizinkan untuk melewati tirai dan masuk ke kelas yang lebih tinggi, kecuali jika ada persetujuan atau alasan tertentu (misalnya, penumpang yang dinaikkan kelas).

3. Pengaturan Layanan
Pembagian antara kelas-kelas pesawat memudahkan pramugari dalam menyediakan layanan kepada penumpang dengan lebih terorganisir. Mereka dapat fokus pada melayani penumpang di setiap kelas tanpa campur aduk, sehingga memastikan kenyamanan dan kepuasan penumpang.

4. Pengaturan Dukungan Tambahan
Beberapa penerbangan mungkin memiliki staf tambahan untuk melayani kelas bisnis atau kelas satu dengan layanan lebih eksklusif. Tirai pembatas membantu memisahkan staf tambahan ini dari kabin ekonomi dan memudahkan mereka dalam melayani penumpang dengan standar yang lebih tinggi.

Baca juga: Inilah Tiga Fungsi Tirai di Kabin Pesawat, Apa Saja? 

Meskipun tirai pembatas biasanya digunakan pada penerbangan jarak jauh atau pesawat dengan beberapa kelas, beberapa maskapai saat ini menggunakan desain kabin terbuka tanpa tirai pembatas untuk memberikan kesan ruang yang lebih luas dan terbuka. Gaya desain ini memberikan pengalaman perjalanan yang berbeda dan menghadirkan konsep kabin yang lebih modern dan inovatif.

Mengapa Pesawat ‘Dicat’ Warna Hijau atau Kuning Saat Diproduksi?

Pesawat komersial pada umumnya berwarna putih. Ada  alasan ilmiah terkait hal ini. Namun, sebelum digunakan oleh maskapai, pesawat umumnya berwarna hijau atau kuning saat proses perakitan atau proses pembuatan. Sama halnya dengan alasan mengapa badan pesawat berwarna putih, kenapa pesawat berwarna hijau atau kuning saat proses perakitan juga ada alasan ilmiahnya.

Baca juga: Inilah Lima Rangkaian Tes Ekstrem untuk Pastikan Pesawat Aman

Sebuah pesawat dibangun melewati tahapan cukup panjang. Itu mengapa, dalam sebulan, pabrikan pesawat hanya mampu memproduksi pesawat sipil sebanyak puluhan unit, tak seperti mobil yang bisa sampai ribuan bahkan puluhan ribu unit dalam sebulan.

Pada tahun 2021 lalu, misalnya, kapasitas produksi pesawat Airbus A320neo hanya mencapai angka 63 unit per bulan. Boeing, sebagai raksasa manufaktur pesawat dunia, juga hanya sanggup memproduksi pesawat sekelas A320neo dikisaran angka tersebut.

Setidaknya ada lima tahapan dalam membangun atau memproduksi sebuah pesawat; mulai dari desain, simulasi menggunakan model skala, konstruksi, perakitan, dan pengujian. Dua tahap awal sudah pasti wujud nyata pesawat dalam ukuran yang sebenarnya belum ada. Tetapi, di tiga tahap akhir, wujud pesawat sudah ada dan umumnya berwarna hijau atau kuning.

Dilansir aeropeep.com, struktur pesawat saat dalam tahap konstruksi, perakitan, dan pengujian, yang umumnya berwarna hijau atau kuning, itu sebetulnya bukan karena ingin dicat dengan warna tersebut melainkan warna dari senyawa kimia zinc chromate primer atau primer seng kromat sebagai lapisan primer atau lapisan pertama dari struktur pesawat.

Zinc chromate atau cat zinc chromate sendiri termasuk deretan cat dasar atau cat primer coating yang mempunyai kombinasi alkyd resin dan pigment yang baik sekali. Pigment zinc pada cat zinc chromate dapat mencegah besi dari korosi. Resin yang umumnya dipakai pada cat zinc chromate ini adalah basis resin alkyd resin. Umumnya cat zinc chromate ini berwarna hijau kekuningan atau hijau kecoklatan.

Ada banyak alasan mengapa industri dirgantara, dalam hal ini manufaktur pesawat, menggunakan cat jenis ini (zinc chromate) sebagai lapisan primer.

Pertama adalah sebagai alas untuk lapisan berikutnya. Kedua, menjadi tameng selama proses maintenance dari elemen berbahaya dan di atmosfer posisinya sebagai pencegah korosi pada lapisan logam.

Ketiga mencegah korosi pada logam dasar aluminium dengan memberikan proteksi katodik. Seng bersifat anodik terhadap aluminium sehingga rentan terhadap korosi dan karenanya menyelamatkan struktur pesawat dari korosi galvanik.

Seng kromat sebenarnya bukan lapisan penutup untuk mencegah korosi, ini adalah lapisan yang lebih baik untuk menyebabkan daya rekat cat. Sebab, alumunium yang digunakan sebagai struktur pesawat sebetulnya secara alami sudah anti korosi karena terbuat dari tembaga, mangan, dan dan magnesium.

Baca juga: Lima Penyebab Umum Terjadinya Kecelakaan Pesawat

Dilihat dari sejarahnya, zinc kromat dikembangkan oleh Ford Motor Company pada akhir tahun 1920 sebagai pelapis primer. Sekitar tahun 1936, zinc kromat digunakan oleh industri penerbangan dan militer AS.

Zinc kromat sensitif terhadap cahaya, dicampur dengan pigmen hitam untuk menawarkan perlindungan UV. Hasilnya adalah warna hijau. Primer itu berwarna untuk menunjukkan lapisan kedua, antara tahun 1930-an dan 1940-an. Zinc kromat yang klasik ditemukan sebagai “cat”  untuk melindungi aluminium dari korosi.

Kenapa Mayoritas Badan Pesawat Berwarna Putih? Ini Dia Alasan Ilmiahnya!

Pernahkah Anda melihat pesawat komersil yang menggunakan cat berwarna gelap? Nampaknya hampir sebagian besar maskapai penerbangan menggunakan warna terang untuk menghiasi badan dari si burung besi ini. Tapi, kenapa semua maskapai menggunakan cat warna terang? Apakah sudah ada peraturan yang mengaturnya? Atau mungkin para pemilik maskapai ini sudah melakukan negosiasi terlebih dahulu agar menggunakan warna putih sebagai dasar dari armada mereka?

Baca Juga: Boeing 747 Dilelang Online, Inikah Akhir Cerita dari The Queen of The Skies?

Satu penjelasan ilmiah dibalik pernyataan tersebut. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman rd.com, seorang professor Aeronautics and Astronauctics  di MIT (Massachusetts Institute of Technology), John Hansman mengatakan bahwa penggunaan warna terang di badan pesawat diperuntukkan supaya bisa memantulkan sinar matahari. “Selain itu, penggunaan warna terang juga  bisa meminimalisir pemanasan dan kerusakan pada mesin akibat radiasi matahari,” imbuh John. Bahkan, beberapa jalan di Amerika juga mengecat putih jalannya dengan alasan yang sama.

Penggunaan warna putih di pesawat sedikit banyaknya akan meminimalisir biaya pendinginan di dalam kabin, dan juga melindungi beberapa bagian pesawat yang rentan mengalami kerusakan akibat panas. Tidak hanya selama mengudara, warna putih ini juga akan memantulkan sinar matahari selama mereka parkir di landasan.

Tidak hanya itu, dihimpun dari sumber lain, penggunaan warna putih juga akan memudahkan petugas untuk melakukan pengecekan sebelum dan sesudah pesawat mengudara. Biasanya para petugas akan memeriksa apakah bagian badan pesawat ada yang retak, penyok, atau kerusakan lain yang memungkinkan pesawat mengalami kendala saat mengudara. Dapat dibayangkan jika pesawat menggunakan warna gelap seperti hitam atau biru tua, tentu akan sulit menemukan kerusakan tersebut.

Baca Juga: Serba Lebih Ketat, Inilah Tarif Dasar Ekonomi Penerbangan di Negeri Paman Sam

Selain itu, penggunaan warna putih juga dapat memudahkan petugas menemukan tanda korosi dan bintik-bintik yang diakibatkan dari kebocoran minyak, karena kebocoran tersebut akan meninggalkan jejak berwarna gelap. Nilai plus lainnya adalah pesawat akan mudah diamati jika terjadi kecelakaan, terutama pada malam hari.

Jika pemaparan di atas berkaitan dengan teknis, untuk alasan finansial pun, pewarnaan pesawat selain warna putih akan memakan biaya yang lebih mahal. Hal tersebut disangkut pautkan  dengan biaya pengoperasian di atas. Keuntungan yang terakhir adalah pesawat berwarna putih catnya tidak akan memudar secara signifikan, bahkan setelah menghabiskan cukup banyak waktu di udara. Berbeda dengan warna lainnya yang akan lebih cepat memudar dan membutuhkan dana lagi untuk mengecat ulang bagian yang pudar tersebut.

Enam Hal ini Jadi Pembeda Antara Rel Kereta Cepat dan Rel Kereta Konvensional

Pada 18 Agustus 2023, secara resmi layanan kereta cepat akan beroperasi untuk pertama kalinya di Indonesia, dengan menghubungkan Jakarta-Bandung. Menyambut era baru dunia perkeretaapian di Tanah Air, maka juga menjadi babak baru dalam implementasi jenis rel baru di Indonesia.

Baca juga: Inilah Rel R60, Jenis Rel Khusus untuk Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Rel untuk kereta cepat memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dengan rel konvensional. Agar lebih mengenal tentang rel kereta cepat, berikut beberapa ciri khasnya yang diketahui secara umum.

1. Desain Lintasan yang Lebih Rata
Rel kereta cepat dirancang dengan profil yang lebih rata dibandingkan dengan rel konvensional. Permukaan rel yang lebih rata membantu mengurangi gesekan dan hambatan saat kereta melaju dengan kecepatan tinggi, memungkinkan perjalanan yang lebih lancar dan efisien.

2. Sistem Peredam Getaran
Rel kereta cepat sering dilengkapi dengan sistem peredam getaran, seperti pemasangan bantalan karet di antara rel dan landasan. Sistem ini membantu meredam getaran dan kebisingan yang dihasilkan oleh kereta berkecepatan tinggi, meningkatkan kenyamanan bagi penumpang dan mengurangi dampak lingkungan.

3. Kelas Toleransi yang Ketat
Rel kereta cepat memerlukan toleransi yang sangat ketat dalam hal pengukuran dan geometri. Ini berarti dimensi dan posisi rel harus terjaga dengan sangat presisi untuk memastikan kereta berjalan dengan stabil pada kecepatan tinggi. Kualitas dan keakuratan tinggi dalam pembangunan dan pemeliharaan rel sangat penting dalam sistem kereta cepat.

4. Rel yang Lebih Berat
Rel kereta cepat sering kali lebih berat dibandingkan dengan rel konvensional. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kestabilan dan mengurangi getaran saat kereta berjalan dengan kecepatan tinggi. Rel yang lebih berat juga dapat membantu mengurangi perubahan termal dan menjaga kelurusan lintasan.

5. Kontrol Suhu dan Ekspansi
Rel kereta cepat dilengkapi dengan sistem kontrol suhu yang canggih untuk menghindari perubahan termal yang drastis dan meminimalkan ekspansi rel. Ini penting karena suhu yang tinggi atau perubahan suhu yang tiba-tiba dapat mempengaruhi integritas struktural rel dan mengurangi keamanan serta efisiensi perjalanan.

6. Keamanan Tinggi
Rel kereta cepat memiliki standar keselamatan yang tinggi, termasuk sistem perlindungan terhadap derailment (keluar jalur), seperti bantalan kecepatan tinggi, sensor kecepatan, dan sistem kontrol otomatis yang dapat mendeteksi anomali dan mengambil tindakan pencegahan.

Baca juga: Yuk, Kenali Jenis – jenis Bantalan Rel Kereta Api. Indonesia Sudah Punya Lengkap!

Dengan desain dan konstruksi yang cermat, rel kereta cepat memungkinkan kereta untuk beroperasi pada kecepatan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kereta konvensional, memberikan perjalanan yang cepat, efisien, dan aman bagi penumpang.

Dirancang Tahan Tekanan dan Tarikan, Sabuk Keselamatan Penumpang Pesawat Terbuat dari Bahan Ini

Sabuk keselamatan (safety belt) identik sebagai bagian dari layanan penerbangan yang melekat kepada setiap penumpang. Melingkar pada pinggang penumpang, dari masa ke masa sudah begitu banyak nyawa yang diselamatkan berkat penggunaan seatbelt selama penerbangan.

Baca juga: Sabuk Pengaman Ternyata Sudah Ada Sejak 1800-an

Dan tahukah Anda, bahwa sabuk keselamatan pada pesawat punya ciri khas tersendiri, bukan sebatas desainya yang melingkari pinggang. Jenis sabuk keselamatan pada pesawat adalah tipe sabuk pinggang (lap belt)

Sabuk pinggang adalah bagian sabuk pengaman yang melintang di sekitar pinggang penumpang dan diikat di sisi kursi. Ini bertujuan untuk mengamankan tubuh bagian bawah penumpang ke kursi. Sabuk pinggang ini dilengkapi dengan kunci pengaman yang dapat diatur agar pas dengan ukuran tubuh penumpang.

Safety belt di pesawat dirancang dengan sistem penguncian yang kuat dan aman agar sabuk pengaman tetap terkunci selama penerbangan. Kunci pengaman ini biasanya mudah dilepas dengan menekan tombol atau tuas yang ada pada kunci.

Sabuk pengaman pada pesawat umumnya dilengkapi dengan regulator panjang sabuk yang memungkinkan penyesuaian panjang sabuk agar sesuai dengan ukuran tubuh penumpang. Regulator ini biasanya berupa gesper atau gesper pengunci yang dapat diatur.

Safety belt di kabin pesawat dibuat dari bahan yang kuat dan tahan terhadap tekanan dan tarikan. Bahannya terbuat dari nilon atau poliester yang diperkuat dengan serat kekuatan tinggi untuk memastikan keandalan dan ketahanannya selama penerbangan.

Baca juga: Meski Tanda Sabuk Pengaman Telah Dimatikan, Tapi Mengenakan Seatbelt Adalah Wajib!

Karena menyangkut nyawa, setiap sabuk keselamatan pesawat dirancang dan diuji sesuai dengan standar keselamatan penerbangan yang ketat yang ditetapkan oleh badan regulasi penerbangan, seperti FAA dan EASA.