Dubai Airshow – Pameran Dirgantara Bergengsi Dua Tahunan Terbesar di Timur Tengah

Dubai Airshow 2023 saat ini sedang dihelat dari tanggal 13 sampai 17 November 2023. Meski bukan pameran dirgantara terbesar di dunia, namun Dubai Airshow punya makna strategis dalam industri pertahanan dan dirgantara, pasalnya dihelat di Uni Emirat Arab (UEA), Dubai Airshow banyak mencetak kontrak penting dalam akuisisi pesawat dan helikopter, termasuk di segmen militer dan sipil.

Baca juga: Hari Ini, 112 Tahun Lalu, Pameran Dirgantara Pertama di Dunia Digelar di Paris

Digelar perdana pada tahun 1989, Dubai Airshow terbilang perhelatan internasional yang masih muda. Pameran ini diinisiasi oleh Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, yang saat itu menjabat sebagai Pangeran Mahkota Dubai dan Menteri Pertahanan.

Seiring berjalannya waktu, Dubai Airshow mengalami pertumbuhan yang pesat dan menjadi salah satu pameran dirgantara terkemuka di dunia. Pameran ini menjadi platform penting bagi perusahaan penerbangan dan produsen pesawat untuk memamerkan produk terbaru, menjalin kemitraan, dan melakukan transaksi bisnis.

Dubai Airshow fokus pada teknologi penerbangan dan aerospace, termasuk pesawat komersial, militer, dan pesawat ruang angkasa. Pameran ini menyediakan kesempatan bagi pelaku industri untuk memamerkan inovasi, menjelajahi tren terbaru, dan berpartisipasi dalam diskusi tentang perkembangan di sektor penerbangan.

Selain pameran di dalam ruangan, Dubai Airshow juga menampilkan pertunjukan udara yang spektakuler. Pesawat-pesawat terbang dalam formasi, melakukan aksi aerobatik, dan demonstrasi penerbangan lainnya, memberikan pengalaman yang mengesankan bagi para peserta dan pengunjung.

Baca juga: Paris Air Show 2019 Jadi Ajang ‘Klarifikasi’ Besar-Besaran Bagi Boeing

Pameran ini biasanya diadakan di Dubai Airshow Site di Dubai World Central (DWC), yang merupakan bandara internasional di Dubai. Lokasi ini memiliki fasilitas modern dan luas untuk menyelenggarakan pameran sekelas dunia.

Dubai Airshow diadakan setiap dua tahun sekali. Pameran ini menarik partisipasi global dari berbagai perusahaan penerbangan, produsen pesawat, pemasok peralatan dirgantara, dan pemangku kepentingan industri penerbangan lainnya.

Hari Ini, 114 Tahun Lalu, DELAG Maskapai Pertama di Dunia Asal Jerman Resmi Berdiri

Pada hari ini, 114 tahun lalu, bertepatan dengan Selasa, 16 November 1909, maskapai penumpang pertama di dunia, DELAG (Deutsche Luftschiffahrts-Aktiengesellschaft, atau German Airship Transportation Corporation Ltd) resmi didirikan oleh ‘pangeran’ Jerman, Ferdinand Adolf Heinrich August Graf von Zeppelin, sebagai cabang dari Zeppelin Company.

Baca juga: Hari Ini, 91 Tahun Lalu, Kapal Udara R101 Buatan Inggris Pesaing Zeppelin Terbang Perdana

Dilihat dari namanya, “Si Tua dari Bodensee” (der Alte vom Bodensee) sebetulnya adalah seorang jenderal Angkatan Darat Jerman dan penemu, pembuat, atau pencipta pesawat kaku atau kapal udara Zeppelin; bukan seorang pangeran. Namun, ia kemudian diberi gelar “Graf” atau “Pangeran” sebagai penghargaan atas jasa-jasanya.

Kembali ke DELAG, pada umumnya, banyak media massa, baik dalam maupun luar negeri,  sering menyoroti posisi KLM sebagai maskapai tertua di dunia yang masih beroperasi. Sayangnya, tak sedikit pula dari mereka yang menulis bahwa KLM merupakan maskapai pertama di dunia ataupun maskapai tertua di dunia (tanpa ada embel-embel ‘yang masih beroperasi’).

Padahal, KLM baru lahir 10 tahun setelah kelahiran DELAG. Meski sudah resmi berdiri sebagai maskapai pertama di dunia pada 16 November 1909, perusahaan baru menyediakan layanan udara penumpang berjadwal pada tahun 1919, antara Berlin dan Jerman selatan.

Sebelum itu, maskapai DELAG Bodensee (Bodensee=bahasa Jerman dari danau Konstanz, dimana Konstanz adalah kota kelahiran Ferdinand Graf von Zeppelin) hanya melayani penerbangan joy flight keliling Eropa. Belum ada penerbangan dalam kota. Sebab, kapal udaranya belum mendukung sebelum akhirnya kapal udara Zeppelin LZ-120 Bodensee memecahkan kebuntuan akan hal itu.

Kabin LZ-120 Bodensee yang hanya menampung 20 penumpang. Foto: Airship.net

Penerbangan perdana berjadwal DELAG, antara Berlin dan Friedrichshafen, Jerman selatan, dijajaki setiap tanggal ganjil mengangkut sekitar 20 penumpang per penerbangan dan memakan waktu 4-9 jam, jauh lebih cepat dibandingkan 18-24 jam dengan kereta api. Adapun harga tiketnya tak disebutkan dengan jelas.  Di rute ini, setidaknya, maskapai DELAG melakukan 103 penerbangan dan mengangkut hampir 2.500 penumpang, 11.000 pon surat, dan 6.600 pon kargo.

Sebagai maskapai penerbangan komersial pertama di dunia, DELAG juga menawarkan layanan maskapai penumpang transatlantik pertama di dunia, menggunakan LZ-127 Graf Zeppelin untuk membuat penerbangan reguler terjadwal antara Jerman dan Amerika Selatan mulai tahun 1931. Graf Zeppelin melintasi Atlantik Selatan 136 kali sebelum pensiun setelah insiden kapal udara Hindenburg pada tahun 1937.

Tak hanya itu, DELAG Bodensee juga tercatat mempekerjakan Heinrich Kubis sebagai awak kabin pertama di dunia, jauh sebelum pramugari pertama di dunia Ellen Church.

Dilihat dari latar belakang berdirinya, seperti dilansir airships.net, DELAG merupakan hilir dari bisnis kapal udara Zeppelin. Dengan kata lain, DELAG dibangun untuk mengkomersialkan perjalanan Zeppelin dengan menyediakan layanan udara penumpang, dan untuk membeli kapal udara yang diproduksi oleh Zeppelin Company di saat dukungan militer masih belum pasti.

Baca juga: Zeppelin, Riwayat Balon Udara dengan Bahan Bakar Hidrogen

Antara tahun 1910 dan pecahnya Perang Dunia I pada tahun 1914, maskapai DELAG sempat mengangkut lebih dari 34.000 penumpang di lebih dari 1.500 penerbangan, tanpa satu pun cedera. Mayoritas penumpang diberi tiket gratis untuk mempromosikan industri Zeppelin (terutama anggota keluarga kerajaan Jerman, perwira militer, bangsawan, pejabat pemerintah, dan pemimpin bisnis), tetapi DELAG juga mengangkut 10.197 penumpang yang membayar sebelum harus berhenti beroperasi setelah PD I meletus.

Selama berdiri dari 16 November 1909 hingga tahun 1935, ketika operasinya diambil alih oleh Deutsche Zeppelin-Reederei, DELAG , maskapai pertama di dunia, tercatat mengoperasikan sembilan kapal udara Zeppelin, mulai dari LZ-7 Deutschland, LZ-8 Deutschland II, LZ-10 Schwaben, LZ-11 Viktoria Luise, LZ-13 Hansa, LZ-17 Sachsen, LZ-120 Bodensee, LZ-121 Nordstern, hingga LZ-7 Deutschland.

Kuda Lepas dari Kandang, Boeing 747 Terpaksa Return to Base Setelah Buang Bahan Bakar di Udara

Sebuah pesawat kargo Boeing 747 milik maskapai Air Atlanta Icelandic yang berangkat dari Bandara Bandara Internasional John F. Kennedy (JFK) dengan tujuan Belgia, dilaporkan terpaksa kembali ke bandara asal (return to base) setelah seekor kuda terlepas dari kandangnya. Berdasarkan klip audio yang diperoleh You Can See ATC melalui Live ATC, kuda tersebut lepas dari kandangnya setelah pesawat 30 menit lepas landas.

Baca juga: Konversi dari Pesawat Penumpang ke Pesawat Kargo, Inilah Delapan Tahap yang Harus Dilalui

Boeing 747 tersebut baru saja berada di ketinggian 31.000 kaki ketika pilot memberi tahu pengatur lalu lintas udara bahwa seekor kuda telah melarikan diri dari kandangnya dan mereka harus kembali ke JFK pada hari Kamis lalu.

Dalam audio pengatur lalu lintas udara, seorang pilot terdengar berkata, “Kami adalah pesawat kargo dengan hewan hidup, seekor kuda, di dalamnya. Kuda itu berhasil melarikan diri dari kandangnya. Tidak ada masalah dengan terbang, tapi kami harus kembali ke New York karena kami tidak dapat mengamankan kembali kudanya.”

Penerbangan tersebut terpaksa memutar balik di lepas pantai Boston dan membuang sekitar 20 ton bahan bakar ke Samudera Atlantik, “10 mil sebelah barat Martha’s Vinyard,” karena beratnya penerbangan tersebut, menurut audio.

Di tengah pembuangan bahan bakar, pilot meminta dokter hewan untuk hadir di JFK saat pesawat tiba. Masih belum jelas bagaimana kuda tersebut berhasil melarikan diri tetapi kuda tersebut tetap tidak terkendali hingga pesawat mendarat di JFK.

Baca juga: Kenapa Pesawat MD-11 Laris Dipakai Penerbangan Kargo tapi Tidak Penerbangan Penumpang 

Menurut FlightRadar24.com, penerbangan tersebut dapat lepas landas beberapa saat kemudian dan berhasil tiba di Bandara Liege di Belgia pada Jumat pagi.

Jelang Konser Coldplay, Jumlah Penumpang yang Datang di Stasiun Gambir Meningkat

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat terjadi peningkatan volume penumpang di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, menjelang diselenggarakannya konser grup band Coldplay di Jakarta pada Rabu (15/11). Pada periode tgl. 14 – 15 November 2023 terdapat 15.687 penumpang KA Jarak Jauh yang tiba di Stasiun Gambir, meningkat 30 persen dibanding periode pekan lalu tgl. 7 – 8 November 2023 sebanyak 12.033 penumpang.

Baca juga: Coldplay ke Jakarta Kampanyekan ‘Sustainable Aviation Fuel’

“Kami berkomitmen untuk terus melayani pelanggan yang menggunakan kereta api untuk berbagai keperluan, salah satunya untuk menyaksikan konser Coldplay tersebut. Diharapkan masyarakat terus menggunakan kereta api sebagai transportasi massal yang aman, nyaman, dan bebas macet serta tepat waktu,” kata VP Public Relations KAI Joni Martinus.

Pengunjung konser tersebut juga dapat menggunakan commuter line untuk menuju Stadion Utama Gelora Bung Karno (tempat berlangsungnya konser). Setidaknya ada 3 stasiun commuter line terdekat, yakni Stasiun Palmerah, Stasiun Karet, dan Stasiun Sudirman.

Sementara itu, per Rabu (15/11), KAI mencatat bahwa tiket kereta api untuk periode libur Natal dan Tahun Baru masih tersedia. Sebanyak 232.574 tiket kereta api yang sudah terjual, dari 1.182.968 tiket yang disediakan untuk periode 21 s.d 30 Desember 2023. Adapun KAI menetapkan Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) berlangsung pada 21 Desember 2023 s.d 7 Januari 2024.

Baca juga: Jejak Sejarah Yang Terlupakan, Stasiun Gambir Dulunya Adalah Tanah Rawa

“Jumlah tersebut masih akan terus bertambah karena penjualan masih berlangsung. Masyarakat dapat segera memesan tiket karena tiket KA masa Nataru masih cukup banyak tersedia,” kata Joni.

KA-KA yang menjadi favorit untuk Angkutan Nataru sejauh ini di antaranya KA Bengawan relasi Pasarsenen – Purwosari pp, KA Airlangga relasi Pasarsenen – Surabaya Pasarturi pp, KA Kahuripan relasi Kiaracondong – Blitar pp, KA Serayu relasi Pasarsenen – Purwokerto pp, dan lainnya.

“Labirin Shinjuku” – Stasiun Kereta Bawah Tanah Tokyo dengan Banyak Koridor yang Membingungkan

Setelah sebelumnya kami ulas tentang game indie “The Exit 8” dengan latar labirin yang membingungkan di stasiun bawah tanah Tokyo, maka pada artikel ini kami bahas tentang latar stasiun dalam game tersebut, yang dikatakan tak hanya membingungkan, tapi juga menakutkan. Yang dimaksud adalah Stasiun Shinjuku yang terletak di distrik Shinjuku, yang merupakan salah satu distrik utama di Tokyo.

Baca juga: “The Exit 8” – Game Indie yang Bikin Kamu Ketakutan di Stasiun Bawah Tanah Tokyo

Dari beberapa literasi, Stasiun Shinjuku terkenal karena memiliki tata letak dan desain yang rumit sehingga dijuluki sebagai “Labirin Shinjuku”. Keberlanjutan arsitektur dan struktur stasiun yang besar dapat menciptakan pengalaman yang rumit bagi orang yang tidak terbiasa. Stasiun ini adalah salah satu stasiun tersibuk di dunia, melayani jumlah penumpang yang sangat besar setiap harinya.

Ciri khas Stasiun Shinjuku memiliki banyak pintu keluar, pintu masuk, dan koridor yang menghubungkan berbagai bagian stasiun. Bangunan ini terdiri dari beberapa bangunan dan sejumlah besar platform kereta api. Selain itu, Stasiun Shinjuku dianggap sebagai stasiun terbesar di dunia dalam hal jumlah penumpang harian dan jumlah platform kereta api.

Stasiun ini melayani beberapa jalur kereta api dan operator, sehingga penumpang memiliki banyak pilihan untuk berpindah dari satu kereta ke kereta lainnya. Banyaknya rute dan pilihan dapat membuatnya terlihat seperti labirin bagi orang yang belum pernah menggunakannya sebelumnya.

Selain kereta api, Stasiun Shinjuku juga memiliki stasiun bus, terminal taksi, dan area pejalan kaki yang sibuk. Semua ini menciptakan lingkungan transportasi yang sangat padat dan kompleks. Meskipun kompleks, stasiun ini sebenarnya telah dilengkapi dengan petunjuk yang baik, tanda-tanda, dan peta untuk membantu penumpang menavigasi dengan lebih mudah.

Dari sejarahnya, Stasiun Shinjuku dibuka pada tahun 1885 sebagai bagian dari Jalur Kereta Api Shinagawa yang dioperasikan oleh Nippon Railway (Nippon Tetsudo). Pada awalnya, stasiun ini memiliki dua jalur kereta.

Selama abad ke-20, stasiun mengalami pengembangan dan perluasan secara bertahap. Pada tahun 1925, Stasiun Shinjuku menjadi simpul transportasi yang signifikan dengan terhubungnya Jalur Odakyu dan Jalur Keio. Ini memungkinkan penumpang untuk beralih antar jalur dan mendukung pertumbuhan wilayah sekitarnya.

Selama Perang Dunia II, stasiun ini mengalami kerusakan yang signifikan akibat serangan udara, namun, setelah perang, dilakukan upaya besar-besaran untuk merekonstruksi dan memperbarui stasiun.

Baca juga: Hotel Kapsul di Shinjuku Hadirkan Fitur Sleep Report, Pantau Kualitas Tidur Lewat Suara Dengkuran

Pada tahun 1968, gedung terminal baru dibuka, dan stasiun ini terus melayani peningkatan jumlah penumpang dan aktivitas komersial. Pada tahun 1987, JR East menggabungkan operasinya dengan Japan National Railways, dan Stasiun Shinjuku menjadi bagian dari JR East. Pengembangan lahan di sekitar stasiun juga menjadi semakin penting, dengan munculnya pencakar langit, pusat perbelanjaan, hotel, dan pusat bisnis.

Hyundai Rotem Luncurkan KTCS-2, Sistem Keamanan Jaringan Kereta dari Korsel dengan Standar Eropa

Hyundai Rotem, manufaktur kereta asal Korea Selatan yang memasok rangkaian LRT Jakarta, belum lama ini merilis inovasi baru yang terkait dengan sistem keamanan kereta api KTCS-2 di sepanjang jalur Jeolla. Sistem KTCS-2 merupakan perangkat pelindung kereta otomatis yang memenuhi spesifikasi sistem kontrol kereta Eropa.

Baca juga: Hyundai Rotem Pamerkan Trem Next Generation Bertenaga Hidrogen di Busan

Dikutip railway-technology.com (14/11/2023), Hyundai Rotem mengumumkan peluncuran sistem keselamatan KTCS-2 di sepanjang jalur Jeolla yang membentang 180 km dan diklaim meningkatkan kapasitas jalur sebesar 20 persen. Ini akan menjadi pertama kalinya jalur KTCS-2 memasuki komersialisasi dan akan melakukan perjalanan antara Iksan, provinsi Jeolla di utara Korea dan Yeosu, kota pelabuhan di Laut Cina Timur Korea Selatan.

Sistem sinyal kereta api, yang dapat dioperasikan dengan ETCS (European Train Control System), menjamin keselamatan di seluruh pengoperasian kereta api. Ia bekerja dengan menjalankan kontrol kecepatan dan sakelar jalur untuk mencegah tabrakan kereta dan insiden penggelinciran.

Menurut pabrikannya, sistem KTCS-2 dapat beroperasi di berbagai lini dan akan berfungsi pada standar yang sama dengan ETCS level 1 dan level 2.

Baca juga: Hyundai Rotem Luncurkan EMU-320, Kereta Berkecepatan Tinggi Tercepat di Korea Selatan

Hyundai Rotem membuat pernyataan di Rail Log Korea 2023, menekankan masa depan yang menjanjikan untuk sistem Korea: “Sistem KTCS-2 dapat digunakan di seluruh jalur domestik serta jalur di Eropa dan wilayah lain karena memenuhi level 1 dan level 2 spesifikasi standar untuk Sistem Pengendalian Kereta Api Eropa, sehingga menawarkan masa depan yang menjanjikan dalam hal ekspor sebagai teknologi yang membantu pengoperasian dan pengelolaan kereta api yang aman.”

“The Exit 8” – Game Indie yang Bikin Kamu Ketakutan di Stasiun Bawah Tanah Tokyo

Sebuah game indie yang berjudul “The Exit 8” akan segera diluncurkan, namun ada yang unik dari game ini, dengan later stasiun bawah tanah di Jepang, The Exit 8 disebut-sebut akan membuat Anda takut untuk memasuki stasiun kereta bawah tanah di Tokyo.

Baca juga: Stasiun Tsutsuishi, Stasiun Bawah Tanah yang Menyerupai Sebuah Bangker

Siapapun yang pernah tersesat di labirin stasiun Tokyo pasti akan merasakan sensasi petualangan dan horor ketika memainkan game role-playing ini. Dikutip dari Soranews24.com, yang menjadi latar pada game ini adalah Stasiun Shinjuku, Stasiun Shibuya, dan Stasiun Ikebukuro. Stasiun tersebut banyak dikatakan sulit dijelajahi, bahwa oleh penduduk asli Tokyo sekalipun, terutama bagi mereka yang jarang mengunjungi stasiun bawah tanah.

Seperti Stasiun Shinjuku, yang merupakan stasiun tersibuk di dunia oleh penumpang harian, memiliki lorong-lorong labirin dan deretan pintu keluar yang memusingkan. Tidak mengherankan jika stasiun ini disebut-sebut sebagai denah lantai bawah tanah untuk permainan.

The Exit 8 dijadwalkan akan dirilis sekitar bulan ini melalui Steam, game ini diatur untuk memungkinkan Anda mensimulasikan pengalaman berjalan melalui salah satu lorong yang ramai, tetapi dengan twist yang dikembangkan oleh Kotake Create.

Pada game ini Anda diperingatkan untuk mewaspadai segala anomali yang terlihat saat berjalan. Jika Anda melihat sesuatu yang tampak tidak beres, Anda harus segera berbalik. Saat ini tidak banyak yang diketahui tentang apa yang terjadi jika Anda tidak melakukannya, tetapi berdasarkan trailer di atas, Anda dapat bertaruh bahwa karakter Anda berada dalam keadaan yang paling kasar dan kebangkitan yang paling buruk dan mengerikan.

Tentu saja, aspek yang paling meresahkan dari game ini adalah kurangnya orang di tempat yang seharusnya ramai dengan mereka. Akibatnya, beberapa pengguna internet membandingkan kekosongan menakutkan yang terlihat di trailer dengan estetika ruang liminal di internet.

Baca juga: Ada Iklan Tak Lazim di Stasiun Bawah Tanah Tokyo, Ditujukan untuk Pelajar yang Akan Ujian

Bahkan tanpa banyak orang yang menavigasi jalan permainannya, satu hal yang pasti adalah grafisnya spektakuler, terutama dalam penggambaran cahaya yang sangat realistis. Faktanya, sulit untuk mengidentifikasi apakah tangkapan layar tersebut berasal dari game atau foto sebenarnya dari stasiun kereta bawah tanah yang sebenarnya.

Tiket Penumpang “Dibobol” Oknum Railfans, KAI Bilang Begini

Viral di media sosial seorang penumpang mengaku tiketnya diubah oleh oknum railfans yang memiliki akses ke sistem pembatalan tiket dan kode booking. Saat hendak boarding, tiket KA Harina tujuan Bandung-Surabaya Turi tersebut diketahui sudah dibatalkan tanpa sepengetahuan pemiliknya. KAI pun buka suara atas kejadian ini.

Baca juga: Inggris Terapkan Harga Tiket Kereta Berbasis “Demand” Layaknya Maskapai Penerbangan 

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menjelaskan, berdasarkan beberapa informasi yang didapat, disinyalir pemilik tiket tersebut telah membagikan kode booking-nya di salah satu grup percakapan, sehingga disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

VP Public Relations KAI Joni Martinus menjelaskan, tiket tersebut bukan dibatalkan, tetapi di-reschedule (diubah jadwal perjalanannya). Tiket tersebut awalnya, tercatat KA Harina relasi Bandung – Surabaya Pasar Turi dengan keberangkatan pada tanggal 13 November 2023. Kemudian dilakukan reschedule oleh orang yang tidak bertanggung jawab menjadi KA Ciremai relasi Cimahi – Semarang Tawang Bank Jateng dengan keberangkatan pada tanggal 14 November 2023. Sehingga pemilik tiket tersebut ditolak di gate boarding, karena tanggal dan KA di tiketnya tidak sesuai.

“Kami mengimbau kode booking tiket kereta api yang didapat setelah proses pembayaran, agar tidak dibagikan kepada orang lain secara sembarangan. Sebab kode booking merupakan suatu privasi yang sangat vital untuk digunakan saat proses boarding, apabila akan melakukan pembatalan, ataupun perubahan jadwal,” tegas Joni.

Joni melanjutkan, jika kode booking tersebut diketahui oleh orang lain, maka dapat berpotensi disalahgunakan seperti pada unggahan yang viral di media sosial tersebut.
KAI menyayangkan atas tindakan ini, sehingga merugikan pemilik kode booking yang seharusnya berangkat menggunakan KA Harina dari Bandung menuju Semarang Tawang Bank Jateng.

KAI menegaskan bahwa ketentuan dalam melakukan pembatalan ataupun perubahan jadwal sudah memperhatikan dengan tingkat keamanan dan kemudahan pelanggan. Saat ini, pihak KAI terus menyediliki terduga pelaku yang tertangkap CCTV sebagai orang mengakses proses kode booking di Loket Box Stasiun Cimahi.

Adapun tahapan dari proses perubahan jadwal tiket kereta api di Loket Box sebagai berikut:
1. Pilih tombol Ubah Jadwal perjalanan tiket KA.
2. Masukkan kode booking yang akan diubah jadwal.
3. Masukkan relasi baru.
4. Pilih tanggal keberangkatan baru.

Sedangkan tahapan proses pembatalan tiket kereta api di Loket Box sebagai berikut:
1. Pilih tombol Pembatalan tiket KA.
2. Masukkan kode booking dan nomor ID penumpang.
3. Pilih nama penumpang yang akan dibatalkan.
4. Isi data pengembalian dana.
5. Metode refund dilakukan secara transfer.

Sementara itu, per Selasa (14/11), KAI mencatat bahwa tiket kereta api untuk periode libur Natal dan Tahun Baru masih tersedia. Sebanyak 185.723 tiket kereta api jarak jauh atau 17 persen dari tiket yang disediakan telah terjual untuk periode 21 s.d 29 Desember 2023. Adapun KAI menetapkan Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) berlangsung pada 21 Desember 2023 s.d 7 Januari 2024.

Baca juga: Ada Promo Tiket-Gelaran Piala Dunia U-17, Penumpang KA Jarak Jauh KAI Meningkat

“Jumlah tersebut masih akan terus bertambah karena penjualan masih berlangsung. KAI berharap masyarakat dapat segera memesan tiket karena tiket KA masa Nataru masih cukup banyak tersedia,” kata Joni.

Tanggal yang menjadi favorit pemesanan adalah untuk keberangkatan tanggal 22 Desember dengan jumlah tiket yang sudah terjual sebanyak 38.401 tiket. Adapun KA-KA yang menjadi favorit untuk Angkutan Nataru sejauh ini di antaranya KA Airlangga relasi Pasarsenen – Surabaya Pasarturi pp, KA Jayabaya relasi Pasarsenen – Malang pp, KA Serayu relasi Pasarsenen – Purwokerto pp, KA Kahuripan relasi Kiaracondong – Blitar pp, dan lainnya.

Pesan 30 Unit Tambahan, Airbaltic Jadi Operator Airbus A220 Terbesar di Eropa

Airbaltic dari Latvia akan menjadi pelanggan A220 terbesar di Eropa setelah mengkonfirmasi pesanan tambahan untuk tambahan 30 A220-300. Pesanan baru ini akan membawa total pesanan ke 80 unit A220 untuk Airbaltic.

Baca juga: A220 – Generasi Narrow Body Terbaru Airbus Mendarat di Jakarta

Setelah mengoperasikan 44 unit A220-300S, AirBaltic saat ini adalah operator A220-300 terbesar di dunia. Sejarah maskapai dengan Airbus A220-300 berasal dari tahun 2016 di mana Airbaltic menjadi launch customer A220, dan pada tahun 2020, menyegarkan armadanya untuk hanya mengoperasikan jenis pesawat ini.

“Hari ini menandai tonggak penting dalam sejarah airbaltik-rencana kami untuk pertama kalinya untuk mengoperasikan armada 100 pesawat pada tahun 2030. Selama hampir tujuh tahun, Airbus A220-300 telah menjadi tulang punggung operasi kami dan telah Memainkan peran integral dalam kisah sukses internasional Airbaltic “, kata Martin Gauss, presiden dan CEO Airbaltic di hari pertama Dubai Airshow 2023.

A220-300 adalah pesawat paling modern dalam kategori ukurannya, membawa antara 120 hingga 150 penumpang pada penerbangan hingga 3.450 mil laut (6.390 km). Pesawat ini menawarkan bakar bahan bakar 25% lebih rendah dan emisi CO2 per kursi dibandingkan dengan pesawat generasi sebelumnya. Ini juga memiliki kabin, kursi, dan jendela terbesar di kelasnya, memastikan kenyamanan yang unggul.

Baca juga: Mesin Airbus A220 Mendadak “Shutdown” Saat Pendaratan, FAA Rilis Upgrade Perangkat Lunak FADEC

Seperti halnya semua pesawat Airbus, A220 sudah dapat beroperasi dengan hingga 50% bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF). Airbus bertujuan untuk semua pesawatnya untuk beroperasi dengan 100% SAF pada tahun 2030.

Emirates Borong 90 Unit 777x Senilai US$52 Miliar, Pertahankan Gelar Maskapai Terbesar Pengguna Boeing 777 Series

Mengoperasikan 148 unit Boeing 777 dalam berbagai seri, menobatkan Emirates sebagai maskapai terbesar pengguna armada Boeing 777. Puas atas kinerja pesawat widebody bermesin ganda, Emirates dikabarkan melakukan pesanan tambahan untuk 90 unit Boeing 777x, yang belum lama ini diumumkan pada pameran dirgantara Dubai Airshow 2023 (13 – 17 November 2023).

Baca juga: Boeing 777-300ER Hasil Konversi ke Pesawat Kargo Terbang Perdana

Dikutip foxbusiness.com, Emirates melakukan pemesanan untuk 95 unit Boeing Widebody Aircraft senilai US$52 miliar pada hari Senin, yakni hari pertama Dubai Airshow 2023. Rinciannya, Emirates memesan untuk 90 unit 777x – terdiri dari 55 unit 777-9 dan 35 unit 777-8 jet. Pesanan baru akan meningkatkan backlog keluarga 777X menjadi 205 unit jet.

“Kami telah terlibat erat dalam program 777 sejak dimulai sampai generasi terbaru dari pesawat 777X ini,” kata Sheikh Ahmed bin Saeed al Maktoum, CEO Emirates Airline. “Boeing 777 telah menjadi pusat armada Emirates dan strategi jaringan untuk menghubungkan kota-kota di semua benua tanpa henti ke Dubai.”

Boeing 777X memiliki kabin yang lebih luas dan interior yang memberikan tingkat kelembaban yang lebih baik dan cahaya yang lebih alami, sedangkan Boeing 777-8 akan memberi maskapai yang lebih banyak pendapatan potensial melalui peningkatan muatan dan peningkatan efisiensi bahan bakar pada penerbangan pendek dan panjang, menurut pengumuman.

Sementara itu, Boeing 777-9 akan menjadi jet mesin kembar terbesar dan paling hemat bahan bakar di dunia, dengan biaya operasi terendah per kursi dari pesawat komersial mana pun. 777-9 kursi 426 penumpang dalam konfigurasi dua kelas yang khas, dengan kisaran 7.295 mil laut, kata perusahaan.

“Kami senang memperluas hubungan kami dengan Boeing dan menantikan 777-9 pertama bergabung dengan armada kami pada tahun 2025,” tambah kepala eksekutif Emirates.

Baca juga: Ternyata, Emirates Hanya Menggunakan Dua Jenis Pesawat! 

Emirates juga memperbarui pesanan untuk Boeing 787 Dreamliner dengan tujuan untuk “lebih baik menyelaraskan kapasitas masa depan untuk menuntut.” Maskapai ini akan membeli lima 787 jet tambahan, menumbuhkan simpanannya menjadi 35 pesawat, sambil mengonversi 30 unit 787-9 ke 20 unit 787-8 dan 10 unit 787-10.