Terkenal Karena Didi Kempot, Inilah Jejak Sejarah Stasiun Solo Balapan

“Ning Stasiun Balapan
Kuto Solo Sing Dadi Kenangan
Kowe Karo Aku
Naliko Ngeterke Lungamu
Ning Stasiun Balapan
Rasane Koyo Wong Kelangan
Kowe Ninggal Aku
Ra Kroso Netes Eluh Ning Pipiku
Da… Dada Sayang
Da… Slamat Jalan”

Ketika mendendangkan lirik lagu ini, biasanya yang terlintas diawal adalah penyanyi Keroncong Dangdut yakni Almarhum Didi Kempot yang bernama asli Dionisius Prasetyo. Didi kempot yang memiliki julukan God of Brokenhearth bisa dikatakan yang mengenalkan lagu Stasiun Balapan dan jelasnnya mengenalkan Stasiun Solo Balapan ini kepada masyarakat Indonesia.

Baca juga: Menapaki Sentuhan Belanda di 10 Stasiun Tua di Indonesia

Lagu ini sendiri unik mengisahkan kisah cinta sepasang kekasih yang berpisah di Stasiun Balapan di Solo. Nah, dari pada penasaran bagaimana kalau mencari tahu keberadaan sebenarnya Stasiun Solo Balapan ini? KabarPenumpang.com yang merangkum dari berbagai laman sumber, Stasiun Solo Balapan merupakan stasiun paling besar dan bersejarah di kota Solo.

Didi Kempot (Youtube)

Bangunan stasiun ini pun sudah menjadi cagar budaya berdasarkan SK Bupati No.646/1-R/1/2013. Stasiun ini terdiri dari dua terminal atau emplasemen selatan dan utara. Emplasemen selatan memiliki lima jalur sepur dan emplasemen utara memiliki tujuh jalur sepur. Pada emplasemen selatan lebih sering digunakan dipakai untuk kereta apai penumpang sedangkan bagian selatan untuk pelayanan kereta api barang.

Setelah pembangunan jalur ganda pada lintas Solo-Yogyakarta rampung pada tahun 2007, jalur 4 dijadikan sebagai sepur lurus jalur ganda arah hulu (dari Yogyakarta) dan jalur 5 sebagai sepur lurus jalur ganda arah hilir (ke Yogyakarta) sekaligus jalur tunggal arah Madiun. Nama Balapan sendiri diambil dari nama kampung yang terletak di sebelah utara komplek stasiun.

Pembangunan stasiun ini dilakukan oleh perusahaan kereta api pertama Hindia Belanda Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) pada abad ke-19 di lahan milik Keraton Mangkunegaran. Peletakan batu pertama berlangsung pada tahun 1864, dimeriahkan dengan upacara yang dihadiri Mangkunegara IV dan mengundang Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Baron van de Beele.

Stasiun Solo Balapan tempo doeloe (sharingdisini.com)

Stasiun ini dibuka pada tanggal 10 Februari 1870 bersamaan dengan pembukan segmen Kedungjati–Gundih–Solo, setelah sebelumnya jalur segmen Gundih–Solo direncanakan dibuka pada tanggal 1 September 1869. Pada tahun 1927, dibangun satu bangunan di selatan stasiun dengan arsitektur yang dipengaruhi oleh budaya Jawa dengan atap tajuk tiga.

Konstruksi bangunan stasiun sisi selatan dirancang oleh Herman Thomas Karsten, seorang arsitek kenamaan beraliran Indisch. Bangunan emplasemen utara yang dibangun lebih awal dirancang sebagai sebuah bangunan gedung memanjang, dengan atap pelana tanpa teritisan dibagian sofi—sofinya.

Di bagian tengah bangunan yang memanjang tersebut diletakan bangunan utama yang berfungsi sebagai hall kedatangan penumpang serta kantor administrasi stasiun dengan dimensi yang berbeda sehingga tampak seperti menara. Menara memiliki bentuk atap yang mengambil inspirasi bentuk atap lokal dengan dua tekukan kemiringan yang berbeda dan diberi akhiran ornamen pada puncak bubungan. Itulah ciri bangunan gedung bergaya Nieuwe Bouwen yang dikombinasikan dengan elemen lokal, sebagai mana terlihat jelas pada jenis konstruksi atap peron dan raut profil yang dibuat di pilaster—pilasternya.

Emplasemen selatan merupakan bangunan yang lebih baru dengan langgam bangunan yang merupakan penggabungan antara arsitektur lokal dan modern. Bangunannya terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian kanopi dropoff yang merupakan penambahan baru, bagian hall dengan loket dan kantor administrasi, serta bangunan emplasemen.

Bangunan hall dirancang dengan atap bertumpuk tiga sejajar yang tidak menunjukkan ciri arsitektur lokal. Sedangkan bentuk atap kanopi drop-off mirip pendopo yang diadopsi dari arsitektur setempat dengan konstruksi kolom beton. Bangunan emplasemen berupa bangunan panjang beratap pelana dengan struktur baja.

Bangunan emplasemen utara berkarakter Nieuw Bouwen yang dikombinasikan dengan elemen lokal. Bagian pintu masuk, hall dan kantor administrasi diletakkan di tengah dalam bentuk seperti menara sehingga menjadi vocal point bangunan ini.

Baca juga: Pernah Beroperasi Lima Dekade di Indonesia, Lokomotif D301 59 Jadi Monumen di Stasiun Semarang Tawang

Stasiun ini merupakan stasiun kereta api kedua di Indonesia yang menggunakan sistem persinyalan elektrik setelah Stasiun Bandung, tepatnya dinyalakan tahun 1972. Sinyal tersebut diproduksi oleh Siemens dan diberi seri DrS60.

Yuk Intip Kelas Apa Saja yang Telah Dimiliki Kereta Api Indonesia, Sudah Lengkap?

Transportasi kereta api di seluruh dunia memiliki beragam kelas yang dimiliki tiap – tiap rangkaiannya. Tentu mulai dari kelas paling rendah hingga paling mewah bahkan paling mahal. Interior yang dimiliki kereta api pun beragam, mulai dari ruangan keretanya hingga ke bagian kursi sampai interior yang lengkap dengan kelas tidur. Kereta api di Indoonesia saat kembali ke jaman dulu memiliki kelas yang istimewa bahkan hanya ada 1 rangkaian dengan rute Jakarta – Surabaya, yaitu Kereta Api Bima. KA Bima-lah yang digadang – gadangkan sebagai kereta api paling mewah, karena lengkap dengan pendingin udara dan terdapat ruang tidur bertingkat yang dapat memanjakan penumpang saat perjalanan malam hari.

Baca juga: Keluhan Masyarakat Saat Naik Kereta Api Soal Tempat Duduk, KAI Segera Hilangkan Kursi Tegak Kelas Ekonomi

Saat ini kereta api di Indonesia memiliki rangkaian dengan berbagai kelas dan tentu saja memiliki variasi harga yang berbeda. Kelas yang diimiliki mulai dari kelas ekonomi hingga kelas sleeper (kereta tidur). Penumpang selama diperjalanan pun dimanjakan dengan kenyamanan meski berbeda kelas. Pun petugas yang melayani selama perjalanan diatas kereta api selalu sigap demi menjaga keamanan dan kenyamanan penumpang itu sendiri.

Kelas Ekonomi
Rangkaian kereta api dengan kelas ekonomi sangatlah ekonomis. Sempat adanya keluhan komentar di akun media sosial KAI mengenai kursi kelas kelas ekonomi dengan posisi tegap, namun kelas ekonomi tetap diminati masyarakat mengingat harga yang relatif murah dibanding yang lain. Ada 2 kategori untuk kelas ekonomi, ada kelas ekonomi dengan kapasitas 106 tempat duduk dan kelas ekonomi dengan kapasitas 80 tempat duduk. Untuk yang kapasiitas 106 tempat duduk biasanya digunakan untuk perjalanan jarak jauh dan juga lokal dengan formasi 2+3. Untuk 80 tempat duduk dimiliki kelas ekonomi premium dengan formasi 2+2. Untuk formasi ini biasanya harga sedikit lebih mahal dan hanya digunakan untuk perjalanan jarak jauh saja.

Kelas Bisnis
Dengan formasi 2+2 rangkaian kereta yang memiliki kelas bisnis ini bisa dibilang sangat jarang dilihat. Hanya beberapa saja kelas bisnis yang masih digunakan untuk perjalanan jarak jauh. Beberapa diantaranya berada pada rangkaian KA Gumarang (Pasar Senen – Surabaya Pasar Turi pp.) dan KA Malabar (Bandung – Malang pp.). Jenis kursi pada rangkaian kelas bisnis ini memanjang dan diisi hanya 2 orang. Berbeda dengan kelas ekonomi, kelas bisnis ini bisa mengubah kursi sesuai arah jalannya kereta api. Lalu jarak antar kursi yang diduduki dengan bagian kursi depan, memiliki jarak cukup luas sehingga penumpang bisa merenggangkan kakinya saat duduk.

Kelas Eksekutif/Argo
Semenjak PT KAI membeli rangkaian dari PT INKA Madiun, banyak rangkaian eksekutif yang di desain seddemikian ruupa demi kenyamanan penumpang. Namanya kelas eksekutif dan memiliki tiket yang relatif tinggi, penumpang dimanjakan selama perjalanan agar kenyamanan dan keamanan penumpang terjamin. Kelas eksekutif yang memiliki formasi 2+2 ini berkapasitas 80 tempat duduk dengan kursi yang unik. Sandaran kursi (reclyning seat) bisa bisa diatur, dan bagian sandaran kaki (foot rest) juga diatur sedemikian rupa. Ada beberapa kursi pada kelas eksekutif terdapat meja lipat untuk penumpang yang membawa makanan untuk makan ditempat. Namun sayangnya beberapa kelas eksekutif ada yang tidak memiliki meja tersebut.

Kelas Istimewa
Kelas ini merupakan inovasi dari PT KAI untuk penumpang yang ingin lebih nyaman dalam menggunakan kereta api. Salah satu kelas paling istimewa terssebut adalah Kelas Sleeper dan Panoramic. Kelas Sleeper sudah dijalankan dengan dirangkaikan kepada kereta eksekutif dengan rute dari Jakarta dan Bandung ke berbagai kota di Pulau Jawa. Kelengkapan pada Kelas Sleeper ini yaitu interior yang sangat luas, kursi cukup untuk 1 orang yang dilengkapi audio visual. Serta kursi yang bisa diubah menjadi posisi layaknya tempat tidur.

Baca juga: Kereta Panoramic, Era Baru KAI Melihat Pemandangan Lebih Luas Selama Perjalanan

Kemudian Kelas Panoramic adalah inovasi baru dari PT KAI bagi penumpang yang ingin melihatt pemandangan lebih luas dengan memasangkan jendela kaca yang lebih lebar dibagian samping dan juga bagian atas. Fasilitas interior Kereta Panoramic ini sengaja dibuat agar penumpang bisa merasakan indahnya pemandangan alam Indonesia. Untuk rangkaian Panoramic ini masih tahap uji coba dan rencananya akan dijalankan sebagai rangkaian reguler saat Ulang Tahun PT KAI September tahun ini. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Mengapa Helikopter Tidak Bisa Terbang di Ketinggian ‘Tinggi’ (di Atas 25.000 Kaki)?

Helikopter sebenarnya dapat saja terbang di atas 25.000 kaki (sekitar 7.620 meter), tetapi ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan saat beroperasi di ketinggian tinggi seperti itu. Tidak seperti pesawat sayap tetap, helikopter yang mengandalkan sayap putar (baling-baling), harus mempertimbangkan faktor mesin, kinerja rotor, suhu udara dan ketersediaan oksigen.

Baca juga: Airbus H215, Jadi Helikopter Pertama di Jepang yang Terbang dengan Sustainable Aviation Fuel

Pasalnya, ketinggian yang lebih tinggi memiliki tekanan udara yang lebih rendah, yang mempengaruhi kinerja mesin helikopter. Mesin helikopter dirancang untuk beroperasi pada ketinggian tertentu, dan di atas ketinggian tersebut, mesin mungkin mengalami penurunan efisiensi dan daya dorong. Ini dapat membatasi ketinggian operasi maksimum helikopter.

Kemudian rotor utama helikopter juga dipengaruhi oleh tekanan udara yang lebih rendah di ketinggian. Untuk menjaga daya angkat yang diperlukan, rotor harus berputar lebih cepat, yang dapat memerlukan lebih banyak daya dari mesin. Ini juga dapat membatasi ketinggian operasi.

Di ketinggian tinggi, suhu udara umumnya lebih rendah. Ini dapat mempengaruhi kinerja mesin dan rotor, karena mesin umumnya lebih efisien pada suhu yang lebih tinggi. Sebagian besar helikopter memiliki batasan suhu operasi tertentu.

Lalu ketinggian di atas 25.000 kaki juga merupakan zona di mana ketersediaan oksigen sangat penting. Bagi awak pesawat dan penumpang, ada risiko hipoksia (kekurangan oksigen) jika tidak ada sistem penyediaan oksigen yang memadai. Helikopter kebanyakan beroperasi di ketinggian yang tidak memerlukan penggunaan oksigen tambahan.

Baca juga: Ternyata! British Airways Pernah Operasikan Helikopter Angkut Berat CH-47 Chinook

Di ketinggian tinggi, visibilitas dapat menjadi masalah karena ketebalan atmosfer yang lebih rendah. Selain itu, kendali helikopter juga dapat menjadi lebih responsif dan itu memerlukan keahlian pilot yang lebih besar.

Gallop Air dari Brunei, Jadi Maskapai Internasional Kedua Pengguna COMAC ARJ21 Setelah TransNusa

Maskapai startup Brunei Darussalam, Gallop Air, bakalmenjadi maskapai internasional kedua yang memperkenalkan pesawat COMAC ARJ21 ke dalam armadanya, mengikuti jejak maskapai Indonesia TransNusa. Kemitraan antara Gallop Air dan COMAC diperkuat melalui perjanjian niat pembelian pesawat yang ditandatangani pada Pameran Cina-ASEAN ke-20, yang berlangsung di Nanning, Guangxi, pada 15 September 2023.

Baca juga: COMAC Buka Kantor Perwakilan Luar Negeri Pertamanya di Jakarta 

Mirip dengan TransNusa, maskapai asal Brunei ini masih menjalin hubungan investasi dengan Cina. TransNusa merupakan maskapai penerbangan di bawah payung China Aircraft Leasing Group (CALC) yang didukung oleh perusahaan milik pemerintah Cina, Everbright Group. Berbeda dengan latar belakang TransNusa, Gallop Air didukung oleh perusahaan swasta dari Provinsi Shaanxi, khususnya Shaanxi Tianju Group.

Yang Qiang, Ketua Grup Shaanxi Tianju, juga berpartisipasi dalam acara seremonial pada tanggal 15 September dalam kapasitasnya sebagai Chairman Gallop Air. Kontrak tersebut bermaksud untuk mencakup akuisisi 30 pesawat dengan nilai total US$2 miliar. Model pesawat yang terlibat dalam perjanjian ini antara lain ARJ21, C919, ARJ21 CCF (COMAC Converted Freighter), jet bisnis ARJ21, dan pesawat medis ARJ21.

Menurut Tianju Group, bulan lalu, delegasi COMAC mengunjungi Brunei dari tanggal 15 hingga 18 Agustus atas undangan Gallop Air. Delegasi tersebut melakukan diskusi dengan otoritas penerbangan sipil terkait dan entitas penerbangan di Brunei.

Baca juga: COMAC Umumkan Pengiriman Unit Ke-100 ARJ21

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa, selama diskusi ini, pemerintah Brunei menyatakan dukungan penuh terhadap penggunaan pesawat regional buatan Cina oleh Gallop Air dan model bisnis kolaboratif dan saling melengkapi dengan Royal Brunei Airlines.

KA Kedung Sepur – Harga Tarif Lokal, Namun Interior Rasa Eksekutif

Bagi Anda ingin bepergian dengan kereta api ke arah utara Pulau Jawa, cobalah untuk mampir ke Kota Semarang. Selain terkenal dengan bangunan stasiunnya yang bersejarah, Semarang juga memiliki transportasi kereta api lokal dengan keunikan tersendiri. Perkenalkan dengan kereta yang satu ini, yaitu KA Kedung Sepur. Nama Kedung Sepur (Kedung Sapur) diambil dari istilah umum yang merupakan singkatan dari beberapa nama wilayah otonom di eks-keresidenan Semarang terdiri dari Kendal, Demak, Ungaran (ibu kota Kabupaten Semarang), Kota Salatiga, dan Purwodadi (ibu kota Kabupaten Grobogan) dengan Kota Semarang sebagai kota intinya.

Baca juga: KA Komuter Jawa Tengah – Yogyakarta Bakal Mengular Sebentar Lagi

KA Kedung Sepur merupaka rangkaian kereta bertenaga diesel hidrolik dan juga satu – satunya rangkaian masih digunakan untuk mengangkut penumpang. Karena keberadaan kereta jenis ini sudah tak ada lagi untuk angkutan penumpang, yang ada hanya digunakan untuk rangkaian khusus seperti kereta medis yang membantu sebagai rumah sakit keliling.

Kedung Sepur dioperasikan pada tanggal 28 September 2014 atau bertepatan saat ulang tahun PT Kereta Api Indonesia (Persero). Dengan warna dominan biru putih, rangkaian KA Kedung Sepur terdiri dari 4 unit kereta dan hanya memiliki satu rangkaian saja. Rangkaian Kedung Sepur merupakan rangkaian jenis Kereta Rel Diesel (KRD) MCW yaitu Kereta Rel Diesel Hidrolik (KRDH) kelas eksekutif, bisnis non-AC (berkode MBW), dan ekonomi non-AC yang diproduksi oleh Nippon Sharyo Co., Ltd., Jepang sejak tahun 1976 hingga tahun 1987. Maka dari itu, tak heran KRD jenis ini masih di pertahankan dan masih beroperasi di wilayah Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang.

Tak hanya mesinnya bertenaga diesel, KA Kedung Sepur merupakan rangkaian kereta lokal namun memiliki interior bak kelas elsekutif. Ya, dengan harga Rp10.000 saja penumpang yang naik kereta ini dimanjakan dengan fasilitas kursi layaknya kelas eksekutif. Dengan corak warna kursi biru putih dan pendingin udara yang super sejuk, membuat penumpang merasa nyaman saat iklim kawasan Semarang yang dominan panas ini.

Baca juga: KA Komuter Prameks, Rencana Hingga Ke Sragen dan Pembangunan Jalur Listrik Yogya-Solo

Selain itu kursi yang bisa diduduki juga bisa diatur kemiringan dalam sandaran. Bahkan kemiringan hampir bisa menyentuh posisi terlentang. Dengan durasi perjalanan 1 jam 33 menit, KA Kedung Sepur mengantarkan penumpang dari kota ke pedesaan di Kabupaten Semarang. Atau hanya sekedar merasakan pulang pergi pun bisa. Karena kereta ini melayani perjalanan 4 kali, yaitu 2 kali dari Stasiun Semarang Poncol dan 2 kali dari Stasiun Ngrombo. Untuk melihat jadwal atau sekaligus pemesanan, Anda tentu bisa melalui loket pembelian langsung atau bisa memesan melalui aplikasi KAI Access yang tersedia. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Hari ini 24 Tahun Lalu, KA Taksaka Resmi Beroperasi, Kini Jadi Kereta “Hype Trip” Kaum Milenial

Hari ini 24 tahun lalu yang bertepatan 19 September 1999, meluncur layanan Kereta Api (KA) eksekutif Taksaka yang melayani rute Stasiun Yogyakarta- Stasiun Gambir. Selama lebih dari dua dekade, KA Taksaka telah bertransformasi dari layanan KA eksekutif standar ke layanan kereta luxury sampai yang terakhir menyediakan layanan kereta panoramic.

Baca juga: KAI Luncurkan Entertainment on Board Gratis di KA Taksaka, Syaratnya Harus Aktifkan “Flight Mode” di Ponsel

KA Taksaka melayani relasi Yogyakarta–Gambir di lintas tengah Jawa. Kereta api ini beroperasi sebanyak dua kali perjalanan untuk menempuh jarak 512 km yang ditempuh dalam waktu sekitar 6 jam 21 menit.

Pada awalnya, KA Taksaka pernah beroperasi menggunakan bekas rangkaian kereta api Argo Lawu karena ia saat itu beroperasi menggunakan rangkaian eksekutif dengan bogie K9 – bekas rangkaian kereta api Argo Muria. Selain itu, kereta api Taksaka terkadang beroperasi menggunakan rangkaian kereta eksekutif buatan tahun 1998 – bekas rangkaian kereta api Argo Dwipangga.

Pada saat kereta api Argo Lawu dan Argo Dwipangga beroperasi menggunakan rangkaian kereta buatan tahun 2016, beberapa perjalanan pada Taksaka beroperasi menggunakan bekas rangkaian kereta Argo Lawu keluaran 2008 dan kereta kaca pesawat eks Argo Dwipangga buatan tahun 1984 dan 1986.

Saat ini, kereta api Taksaka beroperasi menggunakan rangkaian kereta baja nirkarat. Sejak 2018, kereta api ini (untuk perjalanan reguler) beroperasi menggunakan rangkaian eksekutif berbahan baja nirkarat buatan PT INKA keluaran kedua dan ketiga tahun 2018.

Pada 23 September 2022, Kereta api Taksaka mengalami penyegaran dengan menampilkan tema spesial bertajuk “Hype Trip” yang ditandai dengan tampilan eksterior kereta yang lebih cerah dan pelayanan dalam kereta yang disesuaikan dengan selera kaum millenial, seperti variasi menu makanan yang disesuaikan dengan selera kaum millenial, penyegaran pada seragam kru yang berdinas, dan ditambahkannya fasilitas permainan dalam kereta.

Hal tersebut dikarenakan banyaknya pelanggan kereta api Taksaka yang berasal dari Generasi Y dan Z dan peran kereta ini yang menjadi moda transportasi favorit bagi para pelajar yang ingin menempuh studi di Yogyakarta atau berwisata di wilayah Yogyakarta.

Baca juga: KAI Services Luncurkan Produk Minuman Coklat Jahe, Tersedia di Kereta Ini

Nama Taksaka berasal dari sosok seekor naga menurut cerita Mahabharata yang baik dan pengayom. Mitologi Hindu meyakini bahwa naga tersebut adalah putra dari Dewi Kadru dan Kashyapa yang tinggal di Nagaloka bersama saudara-saudara lainnya, yaitu Basuki, Antaboga, dan lain-lain.

Eurostar – Layanan Kereta Cepat yang ‘Menyatukan’ Empat Negara Eropa

Di beberapa negara seperti Eropa dan Asia, ada layanan kereta lintas negara. Namun, yang jadi pertanyaan, adakah satu perusahaan kereta yang menjajikan layanan kereta lintas negara? Jawabannya ada, salah satu yang terkenal adalah Eurostar.

Baca juga: iProov Uji Coba Teknologi Otentikasi Wajah Biometrik pada Penumpang Eurostar

Eurostar adalah layanan kereta cepat yang menghubungkan beberapa kota utama di Eropa. Eurostar menghubungkan kota-kota di Inggris, Perancis, Belgia, dan Belanda. Ide untuk layanan kereta cepat antara Inggris dan Eropa bermula pada tahun 1986, ketika Pemerintah Inggris, Perancis, dan Belgia sepakat untuk membentuk Eurostar Group, sebuah konsorsium yang bertujuan untuk mengembangkan layanan kereta api lintas perbatasan.

Pada tanggal 14 November 1994, layanan Eurostar pertama kali diluncurkan. Kereta pertama berangkat dari Stasiun London Waterloo menuju Paris Gare du Nord melalui Terowongan Channel Tunnel yang baru selesai dibangun. Ini merupakan tonggak sejarah karena Eurostar adalah kereta cepat pertama yang menghubungkan Inggris dengan Benua Eropa di bawah Laut Inggris. Berikut adalah negara-negara yang dilayani oleh Eurostar:

Inggris
Eurostar memiliki stasiun utama di London, yaitu Stasiun London St Pancras International, yang menghubungkan London dengan berbagai kota di Inggris, termasuk Ashford dan Ebbsfleet.

Perancis
Eurostar menghubungkan London dengan berbagai kota di Prancis, termasuk Paris (Stasiun Paris Gare du Nord), Lille, dan Calais.

Belgia
Eurostar memiliki layanan ke Brussels, yang merupakan hub transportasi penting di Eropa. Stasiun utama di Brussels adalah Brussels Midi/Zuid.

Baca juga: Naik Kereta Lintas Negara, Dimanakah Pemeriksaan Imigrasi Dilakukan?

Belanda
Pada Maret 2020, Eurostar memperluas layanannya hingga mencakup Amsterdam dan Rotterdam di Belanda. Ini memungkinkan perjalanan langsung antara London dan dua kota besar di Belanda.

Ternyata Ada Beragam Jenis Bantalan Rel, Indonesia Pakai Yang Mana?

Bicara tentang jaringan kereta tentu tak bisa dilepaskan dari komponen bantalan rel, pasalnya apa pun jenis kereta yang melintasi, setiap rel dipastikan membutuhkan bantalan. Indonesia yang telah mengenal jaringan kereta lebih dari 150 tahun, punya pengalaman panjang dalam penggunaan beragam jenis bantalan rel.

Baca juga: Gunakan Ballasted dan Non Ballasted Track, Panjang Rel MRT Jakarta Mencapai 36 Ribu Meter

Bila saat ini kebanyakan bantalan rel menggunakan material beton, maka di masa lalu, dan mungkin di sebagian kecil daerah masih ada lintasan rel yang mengadopsi bantalan kayu. Sejatinya bantalan rel merupakan landasan tempat rel bertumpu dan biasanya diikat oleh penambat rel. Bantalan ini juga harus mampu menahan beban kereta yang berjalan di atas rel agar kereta tidak terguling atau anjlok. Biasanya bantalan tersebut dipasang melingtang rel pada jarak antar bantalan yang satu dengan lainnya sepanjang 0,6 meter.

KabarPenumpang.com mengabarkan dari berbagai laman sumber, bantalan rel harus menggunakan bahan-bahan pilihan baik itu kayu, beton, atau bahan lainnya. Berikut ini ada empat bantalan rel yang bisa digunakan dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

1. Bantalan kayu
Menjadi bantalan pertama sekali yang digunakan dalam dunia kereta api. Di Indonesia bantalan rel zaman penjajahan juga menggunakan kayu. Biasanya kayu yang digunakan memiliki serat yang bagus dan harus lebih elastis seperti kayu jati. Bantalan kayu saat dilalui kereta lebih nyaman dan tidak menyebabkan getaran yang tinggi. Sayangnya bantalan yang terbuat dari kayu tidaklah tahan lama, karena sering keropos terlebih jika daerah tersebut memiliki kelembapan dan curah hujan tinggi. Selain itu, sulit untuk mencari bahan yang cocok karena harga mahal.

Bantalan Kayu

2. Bantalan beton
Dimasa orde baru bantalan kereta api banyak diganti menggunakan beton. Dipilihnya beton karena memiliki daya tahan yang lama terhadap perubahan cuaca maupun suhu dan mampu bertahan hingga 20 tahun serta lebih kuat menahan tekanan beban kereta. Bantalan beton biasanya terbuat dari beton tulangan prategang dan juga ditempatkan angker penambat. Sayangnya, harga beton cukup mahal dan memerlukan ketelitian yang cukup tinggi sehingga membutuhkan tenaga ahli untuk membuatnya. Bantalan beton juga lebih kaku dan membuat getaran kereta cukup terasa.

Bantalan Beton

3. Bantalan baja
Terbuat dari pelat baja dan biasanya dipasang pada lengkungan atau tidak dipasang di keseluruhan rel. Sebab harga bantalan baja paling mahal harganya dan di Indonesia sangat jarang menggunakan bantalan jenis ini. Bantalan ini sebenarnya lebih kuat menahan beban dan juga akan bertahan lebih lama jika digunakan. Selain harga yang mahal kekurangan bantalan baja pada rel adalah mudah anjlok terutama pada daerah berpasir karena memiliki beban yang lebih besar.

Bantalan Baja

4. Bantalan slab
Jika bantalan beton memiliki jarak antara yang satu dengan lainnya, beda dengan slab yang menjadi satu dengan badan jalan yang dicor. Memiliki perawatan yang mudah, bantalan ini digunakan untuk membangun lintasan kereta api cepat dan arus yang tinggi. Bantalan slab juga lebih nyaman dibandingkan dengan yang lain serta memiliki kualitas yang sangat tinggi. Sayangnya untuk membuat pengerjaan ini membutuhkan tenaga khusus dan dana yang sangat besar sebab memiliki ketelitian yang sangat tinggi dalam pembuatannya.

Baca juga: Di Sawahlunto, Ternyata Juga Ada Museum Kereta Api

Indonesia sendiri saat ini sebagian besar sudah menggunakan bantalan berbahan beton, tetapi beberapa rel masih juga ada yang menggunakan bantalan kayu. Sedangkan bantalan baja hanya ada sepersekian dari bantalan kayu dan beton.

Fungsi Terbesar Batuan Kerikil di Sepanjang Rel Kereta Api Sangat Diperlukan. Kira – kira Apa, ya?

Tak menutup kemungkinan rel kereta api yang sering kita liat dan jumpai pasti tak jauh dengan batuan kerikil yang ada di sekitarnya. Ya, kerikil atau istilah lainnya batu ballast kerap kali menjadi faktor penunjang keselamatan perjalanan kereta api menjegah amblasnya rel kereta api ataupun terjadinya rel yang menggantung.

Baca juga: Gunakan Ballasted dan Non Ballasted Track, Panjang Rel MRT Jakarta Mencapai 36 Ribu Meter

Nah, ternyata ada alasan lain dan mungkin ini menjadi aasan ilmiah kenapa batu ballast itu pasti ada di sekitar rel kereta api. Adanya batu ballast tersebut membantu kelancaran perjalanan kereta saat melintasi rel. Nah, ini dia manfaat batu ballast bagi jalannya laju kereta, yaitu:

1. Mencegah tumbuhnya tanaman di sepanjang lintasan kereta.
Tak menutup kemungkinan banyak tanaman liar yang tumbuh disepanjang rel kereta api. Ini karena rel kereta api berada diatas tanah yang dipadatkan dan membuat tanaman liat kerap kali cepat tumbuh akibat adanya curah hujan dan terik matahari. Batu ballast ini mampu mencegah adanya tanaman liar yang tembus bahkan tmbuh di celah – celah rel kereta api yang mampu menghambat bahkan mengganggu perjalanan kereta api karena tanaman liar tersebut. Meskipun petugas terus mencegah tumbuhnya tanaman liar dengan menyemprot tanaman tersebut agar mati.

2. Menambah ketinggian struktur tanah
Peletakan batu ballast ini dimaksudkan agar stuktur tanah yang ditanam rel jadi lebih tinggi. Jika kontur tanah rendah dari sekitar pasti dapat menyebabkan banjir akibat hujan deras atau banjir rob dari laut yang mengakibatkan rel jadi tenggelam, pastinya dapat mengakibatkan perjalanan kereta api terganggu. Biasanya peninggian rel tersebut dengan penambahan batu ballast dilakukan tiap satu bulan sekali tergantung dari pengukuran kontur tanah yang sedikit demi sedikit turun.

3. Menjaga stabilitas lintasan kereta api
Adanya batu balast juga berfungsi membantu balok atau beton pada bantalan rel agar tidak bergeser. Saat kereta api melintas rel dan bantalan tidak bergeser. Jika batu ballast sedikit, terlihat rel saat dilintasi kereta api bergoyang dan berayun seraya rel hampir tidak kuat menahan beban kereta api tersebut. Dengan adanya batu ballast rel dapat mengurangi pergeseran bahkan beban yang menahan laju kereta api yang melintas, baik kecepatan rendah atau kecepatan tinggi.

Baca juga: Taruh Batu di Atas Rel, Tindakan Bodoh yang Bisa Berujung Pidana Berat

Bagaimana, fungsi batu ballast sangat berguna, bukan? Meski saat ini ada jalur kereta api yangg tidak menggunakan batu ballast (slab track) yang digunakan kereta MRT dan LRT, namun ballast masih berperan penting untuk mencegah pergeseran dan menahan rel saat kereta api saat melaju. Jadi jangan disalahgunakan, ya dan bukan untuk menimpuk kereta api atau aksi yang tida terpuji lainnya.
(PRAS – Cinta Kereta Api)

Honda Bersiap Luncurkan Motocornpacto – Sepeda Listrik Lipat yang Bisa Dikepas dalam Koper

Selain tengah sibuk menangani isu rangka patah pada beberapa seri skutik. Honda kini tengah bersiap untuk meluncurkan wahana transportasi nol emisi seharga US$995 pada bulan November mendatang. Disebut sebagai Honda Motocornpacto, ini merupakan sepeda yang bisa dilipat dalam tas/koper kerja. Honda menyebut Motocornpacto akan memulai revolusi transportasi “last mile”.

Baca juga: Mopet, Sepeda Listrik yang Dilengkapi Tempat Anjing di Bawah Sadel

Motocompacto sangat cocok untuk transportasi jarak jauh, karena dapat dilipat dengan cepat ke dalam tas jinjingnya yang ringkas, ringan, dan dapat ditumpuk (dengan ukuran 29,2 x 21,1 x 3,7 inci). Motocornpacto bisa menjadi aksesori mobil yang ideal, sebuah koper yang dapat dibawa-bawa untuk melengkapi transportasi umum dan kekompakannya berarti dapat disimpan dan diisi dayanya di tempat yang sempit.

Dengan kecepatan maksimum 15 mph (24 km per jam) dan jangkauan nol emisi hingga 12 mil (19 km), Honda Motocompacto dapat terisi penuh hanya dalam 3,5 jam baik dalam konfigurasi terlipat maupun siap dikendarai menggunakan 110 V outlet.

Baca juga: Masih Belum Berminat? Sepeda Listrik Xiaomi Ini Bisa Dilipat Seukuran Ransel!

Meskipun Motocompacto dirancang dan dikembangkan oleh para insinyur Honda Amerika, ini adalah konsep yang telah dikembangkan selama setengah abad di pasar Jepang, dan Honda Motocompo lipat bertenaga gas yang sangat mirip (meskipun jauh lebih besar dan lebih berat) juga tersedia di tahun 1980-an sebagai tambahan “trunkbike” untuk beberapa city car Honda.