Selain tengah sibuk menangani isu rangka patah pada beberapa seri skutik. Honda kini tengah bersiap untuk meluncurkan wahana transportasi nol emisi seharga US$995 pada bulan November mendatang. Disebut sebagai Honda Motocornpacto, ini merupakan sepeda yang bisa dilipat dalam tas/koper kerja. Honda menyebut Motocornpacto akan memulai revolusi transportasi “last mile”.
Motocompacto sangat cocok untuk transportasi jarak jauh, karena dapat dilipat dengan cepat ke dalam tas jinjingnya yang ringkas, ringan, dan dapat ditumpuk (dengan ukuran 29,2 x 21,1 x 3,7 inci). Motocornpacto bisa menjadi aksesori mobil yang ideal, sebuah koper yang dapat dibawa-bawa untuk melengkapi transportasi umum dan kekompakannya berarti dapat disimpan dan diisi dayanya di tempat yang sempit.
Dengan kecepatan maksimum 15 mph (24 km per jam) dan jangkauan nol emisi hingga 12 mil (19 km), Honda Motocompacto dapat terisi penuh hanya dalam 3,5 jam baik dalam konfigurasi terlipat maupun siap dikendarai menggunakan 110 V outlet.
Meskipun Motocompacto dirancang dan dikembangkan oleh para insinyur Honda Amerika, ini adalah konsep yang telah dikembangkan selama setengah abad di pasar Jepang, dan Honda Motocompo lipat bertenaga gas yang sangat mirip (meskipun jauh lebih besar dan lebih berat) juga tersedia di tahun 1980-an sebagai tambahan “trunkbike” untuk beberapa city car Honda.
Disemua transportasi pasti ada batasan kecepatan untuk melakukan pergerakan saat diperjalanan. Jika melebihi kecepatan yang ditentukan, pasti kecelakaan pun tidak terhindarkan. Di kereta api batas kecepatan juga diberlakukan di wilayah – wilayah tertentu seperti: tanjakan, turunan, melewati jembatan, area rawan longsor, maupun tikungan. Batas kecepatan yang berada di sekitar rel kereta api berguna untuk memudahkan masinis yang akan melewati wilayah tersebut untuk mengendalikan kecepatan kereta apinya. Terlebih jika area tersebut rawan akan bencana alam.
Tak hanya tanda batas kecepatan disekitar rel kereta api saja, rangkaian kereta ataupun gerbong sendiri dibatasi kecepatan maksimumnya. Batas kecepatan pada rangkaian kereta diberi kodefikasi tersendiri pada bagian body kereta. Mulai dari batas kecepatan 45 km/jam hingga 120 km/jam. Ini tergantung dari lintasan kereta api itu sendiri. Jika melewati jalur utara yang memiliki tikungan sedikit, kecepatan kereta api bisa sampai 100 atau 120 km/jam. Namun pasda standar operasional kereta api di Indonesia khususnya Jawa – Sumatera, kecepatan maksimum yang dijinkan adalah 110 km/jam. Kemudian jike melewati jalur selatan yang syarat akan banyaknya tikungan besar, kereta api diijinkan kecepatan hingga 50 atau 70 km/jam saja.
Kode Teknis Pada Kereta
Jika kalian melihat kereta api dengan seksama, di bagian pojok kanan atas pada dinding kanan kiri luar kereta dekat pintu terdapat kode huruf dan angka. Kodefikasi tersebut sangat berpengaruh dan berguna bagi pegawai yang bekerja sebagai teknisi rangkaian kereta di tiap depo. Kodefikasi tersebut menandakan batas kecepatan yang diijinkan serta menggunakan tipe bogie yang seperti apa. Kodefikasi teknis ini ditulis pada pelat persegi ukuran 20 cm x 20 cm dengan warna dasar merah tulisan hitam/putih dengan jenis huruf Arial Bold.
Kodefikasi untuk huruf memiliki 5 kode huruf yang digunakan oleh kereta api. Kelima kode huruf tersebut memiliki arti dan fungsi masing – masing pada kereta, khususnya kecepatan maksimum.
– Kode A : Kecepatan Maksimum 45 km/j
– Kode B : Kecepatan Maksimum 60 km/j
– Kode C : Kecepatan Maksimum 75 km/j
– Kode D : Kecepatan Maksimum 90 km/j
– Kode E : Kecepatan Maksimum 100 km/j
– Kode F : Kecepatan Maksimum 120 km/j
Penomoran Kodefikasi pada kereta kelas Luxury (Foto: Sendy Prasetya)
Selain kode huruf yang ditulis pada kodefikasi di kereta, ada juga kodefikasi jenis bogie dengan penulisan angka:
– K1 : Jenis Bogie NT – 45
– K5 : Jenis Bogie NT – 11 dan TB – 398
– K6 : Jenis Bogie Ferostal
– K7 : Jenis Bogie Gorlitz
– K8 : Jenis Bogie NT – 60
– K9 : Jenis Bogie Bolsterless
– K10 : Jenis Bogie Bolsterless
Kemudian angka yang berikutnya ditulis pada kodefikasi kereta adalah berat beban dalam ton.
– 37: berat total maksimum 37 ton
– 39: berat total maksimum 39 ton
– 40: berat total maksimum 40 ton
– 42: berat total maksimum 42 ton
– 44: berat total maksimum 44 ton
– 45: berat total maksimum 45 ton
777 series dikenal sebagai salah satu andalan pesawat wide body andalan Boeing. Dari beberapa varian yang telah diluncurkan, yang terbaru adalah 777x yang terbang perdana pada 25 Januari 2020. Nah, yang unik dari 777 series adalah desain sayapnya yang tetap terlihat ‘konservatif’, seperti tidak mengadopsi winglet atau wingtip.
Hal yang berbeda dari 737 series misalnya, yang telah bertransformasi dengan mengadopsi winglet pada ujung sayapnya (737 NG dan Max). Adopsi winglet tentu ada maksudnya, yakni untuk efisiensi bahan bakar, stabilitas, efisiensi pengendalian, dan reduksi emisi karbon. Nah, menjadi pertanyaan, mengapa winglet absen pada sayap Boeing 777? Berikut penjelasan yang kami sarikan dari aviationexplained.medium.com.
1. Batasan Operasional
Salah satu alasan di balik penghilangan sayap kecil pada 777 terletak pada kendala operasional yang akan ditimbulkan oleh penambahan sayap tersebut pada pesawat. Mengingat sayap 777 sudah sangat lebar, penggunaan winglet akan semakin memanjangkan lebar sayap, sehingga berpotensi mempersulit navigasi di bandara tertentu.
2. Pertimbangan Aerodinamis
Desain sayap 777 mempertimbangkan wawasan kontemporer mengenai aerodinamika, menjadikan winglet tidak diperlukan untuk mengoptimalkan konsumsi bahan bakar.
3. Implikasi Finansial
Winglet berfungsi sebagai instrumen pemotongan biaya yang berharga bagi maskapai penerbangan dengan mengurangi hambatan yang ditimbulkan saat pesawat membelah udara. Namun, dalam lingkup penerbangan komersial yang berorientasi pada biaya, keuntungan dari winglet mungkin tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan untuk mengintegrasikannya ke dalam pesawat yang sudah mahal seperti 777.
4. Ujung Sayap Raked
Dibandingkan dengan sayap kecil konvensional, 777 menggunakan ujung sayap raked yang ditandai dengan sapuan ke belakang yang lebih jelas. Ujung sayap ini berkontribusi terhadap pengurangan hambatan dan meningkatkan efisiensi bahan bakar tanpa menambah lebar sayap pesawat.
Sebagai salah satu obyek vital, setiap bandara, khususnya bandara internasional mengadopsi sistem keamanan yang ketat Dan bicara tentang pengamanan pada bandara, maka tak bisa dilepaskan dari penggunaan scanner atau peringkat pemindai. Ragam dan teknologi scanner pada suatu bandar akan sangat bergantung pada status bandara itu sendiri, sehingga antar bandara mungkin tidak sama dalam penggunaan jenis scanner.
Sistem keamanan di bandara menggunakan berbagai jenis scanner atau perangkat pemindai untuk mendeteksi potensi ancaman atau benda-benda yang tidak diizinkan dalam bagasi atau barang bawaan penumpang. Beberapa jenis scanner keamanan yang umum digunakan di bandara adalah:
1. X-ray Baggage Scanners
Scanner ini digunakan untuk memeriksa bagasi tercatat dan barang bawaan penumpang. Mereka menggunakan sinar-X untuk menghasilkan gambar tiga dimensi dari konten tas dan koper. Petugas keamanan dapat melihat apakah ada benda-benda mencurigakan, seperti senjata atau bahan peledak, dalam bagasi.
2. Metal Detectors
Metal detector adalah perangkat yang mendeteksi logam. Mereka digunakan untuk memeriksa penumpang saat mereka melewati pemeriksaan keamanan. Jika seseorang memiliki logam, seperti pisau atau alat tajam, metal detector akan memberikan sinyal.
3. Millimeter-Wave Scanners
Scanner gelombang milimeter digunakan untuk memeriksa penumpang secara keseluruhan dan mendeteksi benda-benda tersembunyi di bawah pakaian tanpa mengungkapkan detail fisik tubuh. Mereka berguna dalam mendeteksi benda-benda yang mungkin disembunyikan di bawah pakaian.
4. Explosive Trace Detection (ETD) Machines
Mesin ETD digunakan untuk mendeteksi jejak bahan peledak pada barang-barang atau permukaan. Petugas keamanan dapat mengambil sampel dari tas atau barang dan memeriksanya untuk jejak bahan peledak.
5. Advanced Imaging Technology (AIT) Scanners
AIT scanner adalah jenis scanner tubuh penuh yang menggunakan pemindaian radiasi gelombang milimeter atau sinar-X lemah untuk menghasilkan gambar tubuh manusia. Mereka membantu dalam mendeteksi benda-benda tersembunyi di bawah pakaian.
6. Liquid Scanners
Scanner cairan digunakan untuk memeriksa cairan dalam kemasan atau botol yang dibawa oleh penumpang. Ini penting untuk memastikan bahwa tidak ada cairan berbahaya seperti bahan peledak yang dibawa masuk ke dalam pesawat.
7. Shoe Scanners
Beberapa bandara memiliki perangkat khusus yang memindai sepatu penumpang untuk mendeteksi logam atau bahan berbahaya yang mungkin disembunyikan di dalam sepatu.
Selain perangkat teknologi, anjing pelacak (sniffer dogs) juga kerap digunakan di bandara untuk mendeteksi bau bahan peledak atau narkoba. Mereka dapat membantu mengidentifikasi barang-barang yang mencurigakan. Penting untuk diingat bahwa teknologi dan perangkat keamanan di bandara terus berkembang dan ditingkatkan untuk mengatasi ancaman keamanan yang berubah-ubah.
Setiap bandara dapat memiliki peralatan keamanan yang berbeda tergantung pada tingkat keamanan dan teknologi yang tersedia.
Di artikel sebelumnya, redaksi KabarPenumpang.com telah mengupas tuntas mengapa pesawat-pesawat keluaran Airbus dimulai dengan huruf “A”. Tak hanya itu, kami juga mengupas sejarah penamaan pesawat Airbus, mulai dari A300, A310, A320, A330, A340, A350, hingga A380; termasuk di dalamnya membahas mengapa Airbus melewati A360 dan A370 dari urutan pesawat keluarannya.
Menariknya, dari seluruh pesawat keluaran Airbus –sebagaimana disebutkan di atas- hanya pesawat widebody pertama mereka saja, A300, yang tak sesuai dengan filosofi dasar penamaan pesawat, dimana angka dua digit terakhir mewakili kapasitas pesawat.
Bila mengacu pada filosofi itu, seharusnya, pesawat tersebut memiliki daya tampung sebanyak 300 orang. Nyatanya, pesawat yang sudah diproduksi lebih dari 560 unit ini hanya mampu menampung sebanyak 250 orang saja. Mengapa demikian?
Jawaban dari pertanyaan di atas setidaknya bisa dimulai dengan flashback ke bulan Mei 1969. Simple Flying mencatat, kala itu, Airbus galau karena keinginan mereka untuk membuat pesawat widebody mesin ganda pertama di dunia dengan daya tampung sebanyak 300 orang ditolak oleh Rolls Royce.
Perusahaan yang memproduksi mesin pesawat ini mengaku kewalahan untuk melakukan pengembangan mesin dengan daya angkut sebanyak itu. Ditambah, perusahaan asal Inggris ini tengah mendapat banyak pesanan dari maskapai Amerika Serikat (AS). Padahal, Airbus cukup tertantang untuk merealisasikannya, mengingat saat itu, mayoritas pesawat widebody kompetitor dibekali dengan empat atau tiga mesin, seperti Boeing 707 dan Lockheed L-1011 TriStar.
Sempat galau, Airbus pun putar otak. Setelah mengkaji ulang, mereka pun menemukan fakta bahwa banyak maskapai yang menginginkan daya tampung sebesar itu. Dimensi pesawat akhirnya pun direvisi menjadi lebih pendek 5,62 meter dan hanya membawa 260 penumpang. Dengan daya tampung sebesar itu, Airbus bisa dengan mudah memilih mesin-mesin pesawat yang sudah ada, seperti RB211, Pratt dan Whitney JT9 atau General Electric CF6.
Akan tetapi, kegalauan Airbus belum berakhir. Jika sesuai dengan filosofi, itu berarti pesawat widebody dengan mesin ganda pertama di dunia ini harusnya menjadi Airbus A250. Namun, penamaan tersebut dinilai kurang terdengar pas di telinga. Akhirnya pesawat tetap disebut A300B. Tambahan “B” menandakan bahwa pesawat itu merupakan bentuk atau prototipe kedua dari desain awal (prototipe pertama).
Desain pesawat revisi satu (Airbus A300B) rampung, Airbus tak lantas bergerak maju. Mereka harus kembali berkutat dengan pesawat yang mulai mengudara untuk pertama kalinya pada 28 Oktober 1972 ini setelah Air France menyebut pesawat terlalu kecil dan menginginkan kapasitas hingga 270 orang. Airbus pun menurutinya dan pesawat prototipe ketiga itu disebut Airbus A300B1.
Selain menjadi pelopor pesawat widebody twin engine di dunia, Airbus A300 (tepatnya prototipe ke-enam/Airbus A300B4) juga merupakan pelopor dari sistem FFCC (Forward Facing Crew Cockpit) atau two-man cockpit crew (pilot dan co-pilot) yang diterapkan hingga detik ini. Sebelumnya, ruang kokpit diisi oleh tiga orang, yaitu pilot, co-pilot, dan flight engineer.
Menariknya, FFCC ini merupakan salah satu ide Direktur Utama Garuda Indonesia kala itu, Wiweko Soepono. Tak ayal, atas usulan berpengaruh itu ia pun dijuluki bapak two-man Forward Facing Crew Cockpit atau bapak pencetus kokpit dua awak (crew). Luas biasa, bukan?
Kereta Rel Listrik (KRL) atau yang akrab disapa Commuter Line merupakan salah satu sarana transportasi yang amat membantu mobilitas orang-orang yang tinggal di pinggiran Jakarta untuk bepergian ke daerah pusat kota. Menurut pantauan Kabarpenumpang.com, KRL bisa dibilang amat penuh pada jam-jam tertentu, seperti jam berangkat kerja dan pulang kerja. Secara tidak langsung, ini membuktikan bahwa masyarakat yang tinggal di daerah pinggiran Jakarta merasa terbantu dengan adanya KRL. Tidak hanya daerah pinggiran, jalur KRL di desain sedemikian rupa agar dapat menjangkau daerah-daerah yang menjadi langganan macet pada rush hour. Ini pula yang menjadi alasan kenapa KRL selalu penuh di jam-jam tersebut.
Sejatinya commuter line terbagi menjadi dua jenis , yaitu KRL dan KRDI (Kereta Rel Diesel Indonesia). Sesuai dengan namanya, KRL bergerak dengan menggunakan sistem propulsi motor listrik, sedangkan KRDI bergerak menggunakan mesin diesel. Baik KRL maupun KRDI sama-sama tidak menggunakan lokomotif sebagai penggeraknya, jadi Anda tidak akan melihat “kepala kereta” sebagai penariknya., tidak seperti kereta antar daerah pada umumnya.
Merujuk ke sejarahnya, PT KAI mendatangkan KRL langsung dari Jepang, dengan rata-rata produksi kereta tahun 1976-2001. Walaupun dibeli dalam kondisi bekas pakai, namun KRL tersebut masih layak pakai, bahkan beberapa dari KRL tersebut merupakan hadiah atau hibah dari pemerintahan Jepang. Ternyata, baik KRL maupun KRDI sendiri tersebar di beberapa wilayah di Indonesia. Berikut adalah beberapa KRL dan KRDI yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia tersebut.
Prameks (Prambanan Ekspress)
interior prameks. sumber: panoramio.com
Prameks adalah salah satu KRDI yang masuk ke dalam Daop VI (Daerah Operasi VI) Yogyakarta. Kereta KRD pertama di Indonesia ini menghubungkan beberapa spot penting di DIY dan sekitarnya, seperti Solo Balapan (SLO), Purwosari (PWS), Maguwo (MGW), Lempuyangan (LPN), dan Tugu Yogyakarta (YK). Harga tiket dari Prameks sendiri cukup ekonomis dan flat, yaitu Rp. 8.000,- saja.
Layaknya KRL atau KRDI lainnya, Prameks memiliki pintu di tengah-tengah gerbong untuk memudahkan penumpang turun dan naik. Kereta Prameks Solo – Yogyakarta ini pertama kali diluncurkan pada 1960-an dan “Si Kuda Putih” terpaksa berhenti pada akhir 1970-an. Pada 20 Mei 1994, kereta Prameks Solo – Yogya kembali beroperasi, namun menggunakan lokomotif sebagai penariknya, dan pada tahun 2006, KRDE (Kereta Rel Diesel Elektrik) rute Solo – Yogyakarta beroperasi hingga kini.
KRD Jenggala
krd jenggala. sumber: flickr.com
KRD perintis milik Kementerian Perhubungan Indonesia ini dioperasikan oleh PT KAI untuk melayani perjalanan dari Mojokerto – Tulangan – Sidoarjo PP. KRD Jenggala ini juga melayani rute perjalanan Sidoarjo – Tarik setelah sebelumnya, jalur ini sempat di non-aktifkan. Jalur ini kembali di buka kembali dengan tujuan untuk memudahkan akses penumpang dari Mojokerto dan Sidoarjo tanpa melewati Surabaya. Dengan erogoh kocek sebesar Rp4.000,- saja, anda dapat melakukan perjalanan dari Mojokerto hingga Sidoarjo, cukup murah bukan?
Kereta Api Seminung
krd seminung. sumber: panoramio.com
Kereta pengganti KRD Ruwa Jurai yang berstatus afkif ini melayani rute Stasiun Tanjungkarang – Stasiun Kota Bumi. Kereta yang masuk ke Divisi Regional III (Divre III) Sumatera Selatan dan Jambi ini beroperasi hanya dia kali dalam sehari PP. KRD Seminung berhenti atau transit hampir di seluruh stasiun yang dilaluinya.
Kereta Api Delta Ekspres
krd delta ekspres. sumber: picssr.com
Komuter primadona masyarakat Sidoarjo dan sekitarnya ini mulai beroperasi pada tahun 2004. Anda diwajibkan membayar Rp5.000 untuk jarak jauh dan dekat. Kereta ini lebih dikenal dengan Komuter SuSi, yang merupakan singkatan dari rute KRD ini, yaitu Surabaya – Sidoarjo.
Kereta Api Kedung Sepur merupakan satu-satunya komuter eksekutif yang dioperasikan oleh Daop IV Semarang. Kereta ini awalnya melayani rute perjalanan dari Gubug – Semarang –Weleri. Namun, karena okupansi penumpang yang minim, akhirnya pada 1 Februari 2015, kereta ini melayani rute perjalanan dari Semarang Poncol – Ngrombo. Kereta api ini berhenti atau transit di stasiun Sedadi, Karang Jati, Gubug, Brumbung, dan Alas Tua.
6. Kereta Api Madiun Jaya
sumber: hargatiket.web.id
“Ular besi” milik Kementerian Perhubungan Indonesia berjenis KRDI ini melayani rute perjalanan Madiun – Tugu Jogjakarta. Ada yang unik dari pemberian nama komuter ini, yaitu pengambilan nama tujuan akhir dari rute ini, MADIUN dan JogJAkarta raYA. oleh karena itu diberi nama Madiun Jaya. Kereta ini merupakan bentuk pembaruan dari rute sebelumnya, yaitu Solo Balapan – Madiun sampai Kertosono. Kereta yang hanya beroperasi sehari sekali ini, berhenti di setiap stasiun yang dilaluinya, seperti stasiun Solo Balapan, Purwosari, Klaten, Lempuyangan dan lainnya. Harga dengan rute terjauh yang ditawarkan untuk kereta api ini adalah Rp. 50.000 sekali jalan
Mulai Sabtu, 16 September 2023 KAI Divisi LRT Jabodebek melakukan penambah jadwal perjalanan LRT Jabodebek. Karenanya, terdapat beberapa perubahan, termasuk jadwal perjalanan terbaru yang keberangkatan terakhirnya menjadi pukul 20.00 WIB.
Penambahan perjalanan LRT Jabodebek ini merupakan hasil evaluasi serta melihat tingginya kebutuhan masyarakat pengguna LRT Jabodebek.
LRT Jabodebek akan menambah jumlah perjalanan menjadi 202 perjalanan yang sebelumnya berjumlah 158 perjalanan setiap harinya. Selain itu, jarak waktu kedatangan antar kereta (headway) pun menjadi lebih singkat.
Adapun jarak waktu kedatangan antar kereta menjadi 17 menit yang sebelumnya 20 menit untuk perjalanan relasi Jati Mulya – Cawang (PP) dan Harjamukti – Cawang (PP). Sedangkan untuk relasi Cawang – Dukuh Atas (PP) menjadi 9 menit yang sebelumnya 10 menit.
Manager Public Relations LRT Jabodebek Kuswardoyo menyampaikan dengan bertambahnya perjalanan, akan ada penyesuaian jadwal perjalanan. “LRT Jabodebek akan melayani masyarakat menjadi lebih malam dari jadwal sebelumnya,” ujar Kuswardoyo.
Jadwal Pemberangkatan Kereta Pertama LRT Jabodebek:
Relasi Keberangkatan & Jam
Jati Mulya – Dukuh Atas: 05.10
Harjamukti – Dukuh Atas: 05.06
Dukuh Atas – Harjamukti: 05.59
Dukuh Atas – Jati Mulya: 06.08
Jadwal Pemberangkatan Kereta Terakhir LRT Jabodebek:
Kuswardoyo menyampaikan penambahan jumlah perjalanan ini karena melihat tingginya animo masyarakat yang menggunakan LRT Jabodebek. Sejak diresmikan pada 28 Agustus hingga 13 September 2023, LRT Jabodebek sudah melayani 629.929 pelanggan. Kuswardoyo juga menyampaikan dengan penyesuaian perjalanan, LRT Jabodebek menghimbau kepada masyarakat untuk memperhatikan jadwal keberangkatan kereta.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat untuk menggunakan LRT Jabodebek sebagai moda transportasi, Semoga dengan bertambahnya jumlah perjalanan, LRT Jabodebek dapat melayani masyarakat dengan lebih baik ,”tutup Kuswardoyo.
Dari banyaknya stasiun penumpang di Tanah Air, stasiun Merak yang berada di Banten punya keunikan yang tiada banding. Dilihat dari lokasi, stasiun ini berada di dalam area Pelabuhan Merak yang dikelola PT ASDP Indonesia Ferry, karena lokasinya yang terkesan ‘menyepi’ maka stasiun ini memang lebih sepi jika dibandingkan keberadaan terminal bus yang ada di dalam Pelabuhan Merak itu sendiri.
Dirunut dari sejarahnya, stasiun Merak dibangun tahun 1912 oleh Hindia Belanda dan menjadi akhir dari rute rel di Ujung Barat Pulau Jawa. Stasiun ini dibangun setelah pelabuhan Merak beroperasi. Dibangunnya stasiun ini tak lain untuk menyambungkan dan memudahkan masyarakat yang akan menggunakan trasportasi laut untuk menyeberang ke Pulau Sumatera.
Stasiun Merak, Pulo Merak, Cilegon
Kini stasiun Merak yang dikelola PT KAI menjadi salah satu pilihan moda transportasi bagi penumpang kapal ferry, baik yang akan pergi dan baru datang dari Pulau Sumatera. Digadang sebagai bagian dari layanan terminal terpadu, penumpang kereta yang turun di Stasiun Merak juga bisa langsung menuju loket khusus untuk membeli tiket kapal ferry. Penumpang yang keluar dari loket tersebut bahkan bisa langsung menuju gang way untuk selanjutnya masuk ke kapal.
Selain berharap dari trafik penumpan kapal ferry, kebanyakan pengguna layanan kereta di stasiun Merak adalah masyarakat Banten dan sekitarnya. Sebenarnya, untuk menuju ke stasiun Merak, penumpang tidak sulit, yakni dengan menggunakan kereta dari Tanah Abang dan naik kereta bisnis atau ekonomi menuju ke stasiun Merak. Tak hanya itu, para penumpang dari luar Jakarta yang ingin menyeberang ke pulau Sumatera seperti dari Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga Jawa Timur bisa menggunaka kereta api jarak jauh yang langsung menuju stasiun Merak.
Stasiun Merak saat ini memiliki 4 jalur kereta dan setiap jalur memiliki kegunaan masing-masing. Jalur 1 dan 3 digunakan untuk jalur simpan atau depo yakni tempat parkir rangkaian kereta sebelum kembali melanjutkan perjalanan. Sedangkan jalur 4 digunakan sebagai jalur lurus atau jalur yang digunakan kereta api dan jalur simpan.
Stasiun kereta api kelas II yang terletak di Pulo Merak, Cilegon ini terletak di ketinggian +3 meter dan masih masuk dalam Daerah Operasi I (DaOp 1) seperti Jakarta dan Banten. Stasiun ini juga termasuk dalam areal pelabuhan Merak yang dikelola PT ASDP. Karena masih milik PT ASDP, para penumpang yang ingin memasuki pelabuhan justru dikenakan biaya tiket masuk sebesar Rp 2500. dengan adanya penambahan biaya masuk pelabuhan, pihak PT KAI kedepan berharap dapat merelokasi stasiun di area luar pelabuhan.
Pada kunjungan resmi Presiden AS Joe Biden ke Vietnam, perwakilan senior dari Vietjet dan Boeing telah mencapai kesepakatan penting terkait pemesanan 200 pesawat 737 Max. CEO Vietjet, Nguyen Thi Phuong Thao, dan Presiden Boeing Global, Brendan Nelson, telah sepakat untuk melakukan pengiriman 12 pesawat 737 Max pada tahun 2024 serta menyertakan persyaratan tambahan ke dalam kontrak pemesanan 200 pesawat 737 Max tersebut.
Kontrak tersebut yang bernilai lebih dari US$25 miliar dan memiliki jadwal pengiriman lima tahun yang dimulai sejak tahun 2024 tersebut menjadi salah satu kesepakatan komersial terbesar saat ini yang berkontribusi positif terhadap neraca perdagangan antara Vietnam dan Amerika Serikat.
Batch pertama pemesanan 737 Max akan dikirimkan ke Thai Vietjet, yang merupakan perusahaan afiliasi Vietjet Group. Thai Vietjet saat ini merupakan salah satu maskapai penerbangan terkemuka di Thailand yang menampilkan brand dan citra Vietjet serta menjadi pilihan favorit banyak wisatawan di wilayah tersebut.
Kontrak Vietjet untuk membeli 200 pesawat berbadan sempit dari Boeing sempat mengalami hambatan yang disebabkan oleh isu-isu terkait pesawat 737 Max. Selanjutnya, pandemi Covid-19 juga berdampak signifikan pada rantai pasokan global Boeing. Banyak pemesanan dan jadwal pengiriman pesawat di seluruh dunia telah dibatalkan atau ditunda tanpa batas waktu.
Meskipun banyak maskapai penerbangan yang menolak untuk memenuhi kewajiban kontrak mereka, Vietjet dan Boeing tetap berupaya untuk mencari kesepakatan dan merumuskan strategi jangka panjang bersama untuk memenuhi kontrak tersebut.
Boeing dan Vietjet akan bekerja sama secara khusus untuk menjadikan Vietnam sebagai pusat layanan penerbangan internasional yang mencakup pelatihan, pendidikan, dan pemeliharaan. Kedua perusahaan juga akan berkolaborasi dalam mengadopsi teknologi baru berbasis kecerdasan buatan (AI), berinovasi dalam teknologi penerbangan, menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan, serta berusaha mengurangi emisi sesuai dengan standar industri penerbangan.
Pemesanan pesawat oleh Vietjet ini akan diperkirakan menciptakan sekitar 200.000 lapangan pekerjaan di Amerika Serikat dan menghasilkan nilai keseluruhan sebesar US$ 35 miliar, yang mencakup pesanan pesawat dan layanan teknik mesin. Keberhasilan kerjasama yang dicapai oleh kedua perusahaan ini tidak hanya akan mendorong pertumbuhan industri penerbangan dan ekonomi Vietnam, tetapi juga akan menarik minat banyak investor, baik dari dalam maupun luar negeri, termasuk perusahaan-perusahaan besar dan investor asal Amerika Serikat yang merupakan negara dengan perekonomian terbesar di dunia.
Singapore Airlines (SIA) akan membuka rute penerbangan langsung antara Singapura dan Brussel, ibu kota Belgia, mulai tanggal 5 April 2024, menandakan kembalinya layanan SIA ke kota ini setelah lebih dari 20 tahun.
SIA akan mengoperasikan empat penerbangan setiap minggu ke Brussel dengan pesawat jarak jauh Airbus A350-900, yang memiliki kapasitas 253 kursi dalam tiga kelas kabin yaitu 42 di Business Class, 24 di Premium Economy Class, dan 187 di Economy Class.
Bergantung pada persetujuan dari pihak regulator, penerbangan SQ304 akan berangkat dari Singapura menuju Brussel pada hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu pada pukul 23.55 (waktu setempat). Jadwal penerbangan rute sebaliknya dioperasikan dengan nomor penerbangan SQ303, akan berangkat dari Brussel menuju Singapura pada hari Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu pada pukul 12.10 (waktu setempat).
Dengan penambahan rute ke Brussel, jumlah destinasi di Eropa dalam jaringan SIA menjadi 13, yang mencerminkan komitmennya untuk meningkatkan konektivitas ke wilayah-wilayah penting bagi maskapai ini.
Selain sebagai ibu kota Belgia, Brussel juga merupakan rumah bagi Uni Eropa (UE) dan dijuluki sebagai ibu kota UE. Sekretariat Benelux dan markas besar Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) juga terletak di kota ini. Brussel merupakan kota terpadat di Belgia dengan produk domestik bruto (PDB) per kapita tertinggi. Lokasi geografis Brussel yang unik menjadikannya pusat yang ideal untuk lalu lintas kereta api, jalan raya, dan udara, sehingga kota ini dijuluki sebagai The Crossroads of Europe atau Persimpangan Eropa.