Gunakan Ballasted dan Non Ballasted Track, Panjang Rel MRT Jakarta Mencapai 36 Ribu Meter

non ballasted track pada struktur bawah tanah (terowongan).

Bentang rel MRT (Mass Rapid Transit) dari Stasiun Lebak Bulus hingga ke Stasiun Bunderan Hotel Indonesia nantinya mencapai 16 kilometer. Dan sampai saat ini, sudah 3 persen jalur rel yang terpasang, atau kurang lebih sekitar 1.300 meter. Tapi tahukah Anda, bahwa total panjang rel yang akan ditanamkan PT MRT Jakarta dalam pembangunan fase I ini mencapai 36 ribu meter.

Baca juga: Sejak 2013, Proyek MRT Jakarta Telah Menyerap Dana Rp5 Triliun

Silvia Halim, direktur konstruksi PT MRT Jakarta dalam acara Forum Jurnalis dan Blogger September 2017 menyebutkan, bahwa total panjang rel 36 ribu meter dibutuhkan untuk jalur rel utama sepanjang 16 ribu meter dan kebutuhan rel di depo Lebak Bulus yang mencapai 6 ribu meter. “Keseluruhan rel masih didatangkan dari Jepang, namun untuk bantalan rel 60 persen sudah dapat dipasok oleh industri di dalam negeri,” ujar Silvia Halim kepada KabarPenumpang di Balai Kota (28/9).

Lebih jauh, wanita lulusan Nanyang Technological University Singapore jurusan Teknik Sipil ini juga memaparkan tentang jenis struktur track yang digunakan pada proyek MRT Jakarta. Dalam penjelasannya disebutkan ada tiga lokasi penempatan track, yakni di depot, struktur layar dan struktur bawah tanah. Untuk gelar track di kawasan depot mengadopsi ballasted track, serupa dengan adopsi rel yang telah digunakan pada jalur track milik PT KAI.

Sementara yang berbeda ada di struktur layar dan struktur bawah tanah, yaitu mengusung non ballasted track. Yang disebut terakhir ini menjadi sesuatu yang baru di Indonesia, elemen track tanpa ballast ini terdiri dari rel, fastening system, insulator, rail pads, sleeper dan resilient yang terpasang pada struktur beton, dek beton (viaduct) atau pada stuktur beton bawah tanah (non ballasted track). Teknologi ini sudah diaplikasikan di Jepang sejak tahun 1980-an.

Baca juga: Ingin Menikmati Sensasi Kereta Cepat, Bentang Lebar Rel Harus Diganti

ballasted track.

Sebaliknya untuk sistem ballasted track yang sudah umum dipakai PT KAI, balas berfungsi untuk meneruskan dan menyebarkan beban bantalan ke tanah dasar, mengkokohkan kedudukan bantalan dan meloloskan air sehingga tidak terjadi genangan air di sekitar area yang dapat mengakibatkan kerusakan struktur bawah jalan. Agar ada sinergitas dengan layanan moda berbasis rel milik PT KAI, lebar rel (gauge) atau lebar poros roda yang digunakan pada jalur MRT Jakarta adalah 1.067 mm.