Lion Air, Batik Air dan Super Air Jet, ketiga maskapai swasta nasional diwartakan mengadopsi solusi digital Airbus untuk mewujudkan efisiensi perawatan dan operasi penerbangan. Ketiga maskapai tersebut telah mengadopsi solusi Airbus Skywise Health Monitoring (SHM) dan NAVBLUE N-Flight Planning (N-FP) sebagai alat bantu pengelolaan kinerja armada.
Secara keseluruhan, sejumlah kontrak yang ditandatangani akan mencakup hingga 110 pesawat yang terdiri dari keluarga A320 dan A330. Memanfaatkan teknologi cloud dan big data dari platform data penerbangan Skywise, SHM mengumpulkan dan memusatkan sistem peringatan kinerja pesawat secara real time, efek dek penerbangan (flight-deck effects), pesan perawatan (maintenance messages), dan lainnya; memprioritaskan dan menghubungkannya dengan prosedur pemecahan masalah yang relevan; menyoroti dampak operasional; dan menyediakan riwayat perawatan sistem, sehingga memungkinkan penanganan kejadian pada pesawat secara efektif.
Secara keseluruhan, SHM menghemat waktu bagi maskapai dan mengurangi biaya perawatan yang tidak terjadwal karena SHM memungkinkan maskapai mengambil keputusan yang berbasis data.
Selain itu, Lion Air, Batik Air, serta Super Air Jet terus mengandalkan NAVBLUE untuk berbagai layanan penerbangan, termasuk charts navigasi, database navigasi Flight Management System (FMS), dan alat penghitung performa pesawat (Flysmart+).
Kini, layanan kepada ketiga maskapai tersebut telah diperluas dengan penambahan N-Flight Planning (N-FP), sebuah solusi lengkap untuk mengoptimalkan perencanaan penerbangan, sekaligus menawarkan kemudahan integrasi dengan sistem pihak ketiga. Fitur otomatisasi dan peringatan berdasarkan kejadian pada pesawat dapat meningkatkan produktivitas dan memungkinkan diterapkannya pendekatan manajemen berdasarkan pengecualian (manage-by-exception).
Embraer, manufaktur dirgantara dari Brasil, telah menandatangani perjanjian layanan Pool Program dengan Scoot, maskapai berbiaya murah dari Singapura, untuk mendukung operasional sembilan unit armada E190-E2 yang akan diterima mulai tahun 2024.
Pool Program menyediakan akses terhadap pertukaran komponen dan layanan perbaikan untuk lebih dari 300 suku cadang yang dapat diperbaiki untuk mendukung pesawat Scoot Embraer, sehingga maskapai penerbangan dapat meminimalkan investasi awal mereka dalam inventaris dan sumber daya bernilai tinggi yang dapat diperbaiki, sambil memanfaatkan keahlian teknis Embraer beserta keahliannya. jaringan penyedia layanan perbaikan komponen yang luas. Saat ini, Pool Program mendukung lebih dari 60 maskapai penerbangan di seluruh dunia.
Ng Chee Keong, COO, Scoot mengatakan dalam siaran pers, “Pengaturan strategis dengan Embraer ini akan meminimalkan penundaan pemeliharaan untuk E190-E2, dan pada dasarnya meningkatkan kesiapan operasional.”
Carlos Naufel, Presiden & CEO, Embraer Services & Support mengatakan, “Bekerja sama dengan Scoot, kami bersiap untuk memasuki layanan E190-E2 tahun depan. Kami memanfaatkan ekosistem penerbangan Singapura yang solid dan kami berharap E190-E2 Embraer yang modern dan hemat bahan bakar akan hadir dengan corak Scoot.”
Pesawat jet E190-E2 merupakan pesawat lorong tunggal (narrow body) yang diklaim paling efisien dan paling senyap di dunia, dan batch pertama E190-E2 akan dikirimkan ke Scoot pada tahun 2024. Selain Pool Program, operasional Scoot juga akan mendapat manfaat dari AHEAD (Aircraft Health Analysis). dan Diagnosis) yang mencakup kemampuan deteksi dini untuk sistem penting, mengurangi gangguan teknis dan menghindari pembatalan penerbangan; eSight, dengan pemantauan kinerja armada secara real-time.
Keluarga pesawat E-Jets E2, termasuk E190-E2 memiliki interval perawatan terpanjang dalam kategori jet lorong tunggal – dengan 10.000 jam terbang untuk pemeriksaan dasar dan tidak ada batasan kalender untuk pengoperasian E-Jet pada umumnya. Hal ini memungkinkan pesawat dioperasikan dengan waktu henti yang minimal.
E190-E2 dan E195-E2, keduanya bagian dari keluarga E-Jets E2, dirancang menggunakan lebih dari 20 juta jam pengalaman yang diperoleh dari E-Jets generasi pertama, memastikan bahwa pesawat E2 modern dan canggih. namun tetap mempertahankan kematangan dan keandalan pesawat generasi sebelumnya. E-Jet generasi pertama adalah salah satu jet komersial paling sukses di industri dan terus beroperasi di seluruh dunia, dengan lebih dari 80 maskapai penerbangan di 50 negara dan lebih dari 1,700 unit telah dikirimkan.
Singapura adalah pusat layanan Embraer dan mendukung operasi di seluruh Asia Pasifik. Selain personel yang berbasis di Singapura, Embraer memiliki Pusat Distribusi Regional di zona perdagangan bebas Bandara Changi.
Baru-baru ini, Embraer dan CAE mengumumkan pembentukan simulator penerbangan lengkap E2 dan program pelatihan pilot yang canggih di Singapura yang akan dimulai pada tahun 2023. Simulator penerbangan lengkap akan berbasis di Pusat Pelatihan Penerbangan Singapura-CAE yang berlokasi di Pusat Pelatihan Singaporea Airlines Group.
Bila diperhatikan, diantara penumpang pesawat komersial hanya sedikit yang saat masuk kabin mengenakan celana pendek, kaos oblong dan sandal jepit, selebihnya para penumpang dominan menggunakan kostum yang lebih rapat dan bersepatu. Kebanyakan penumpang telah mempersiapkan ‘sambutan’ suhu dingin di dalam kabin pesawat, meski saat pertama masuk (boarding) suhu di dalam kabin tidak terlalu dingin.
Yang jadi pertanyaan adalah, mengapa suhu di dalam kabin pesawat cenderung selalu dingin? Mengapa tidak dibuat hangat? Dikutip KabarPenumpang.com dari heart.co.uk (18/7/2017), disebutkan bahwa suhu yang lebih hangat di dalam kabin justru dapat meningkatkan risiko pingsan bagi beberapa penumpang. Ada potensi penumpang pingsan akibat penurunan ventilasi paru, yakni berkurangnya aliran darah ke otak.
Kondisi ini biasa dirasakan penumpang saat berada di ketinggian. Menurut sebuah penelitian bertajuk – Fainting Passenger: The Role of Cabin Environment yang diterbitkan oleh American Society for Testing and Materials, penumpang bisa terkena hipoksia karena ventilasi paru-paru tidak bekerja secara normal yang disebabkan imobilitas, mengantuk dan distensi gastrointestinal. Dalam lingkungan yang sudah beresiko tinggi, maka suku tinggi pada kabin dapat memicu reaksi gangguan kesehatan tersebut.
Maka dalam penerbangan yang membawa ratusan penumpang yang dijejalkan dalam kabin (dengan masing-masing penumpang memiliki tingkat hangat tubuh yang berbeda), awak kabin tentunya akan tetap menjaga agar suhu udara di dalam kabin pesawat tetap lebih dingin. Selain mengurangi risiko terjadinya pingsan, disebutkan juga bahwa akan lebih aman untuk menjaga suhu kabin tetap lebih dingin untuk menghindari terjadinya dehidrasi terhadap penumpang. Jadi, setiap kali Anda merasakan seperti membeku di dalam kabin pesawat, ingatlah bahwa hal itu memiliki tujuan yang baik.
Sementara itu, beberapa penumpang tidak akan pingsan pada suhu yang lebih hangat dan perusahaan penerbangan tidak peduli siapa dianatara penumpang yang kemungkinan besar akan terkena hipoksia. Penelitian ini, sebenarnya bukanlah hal yang baru, namun akan menjadi bari saat Anda merasakan pada penerbangan yang dilakukan untuk berlibur.
Invasi robot mulai merambah Incheon International Airport di Seoul, Korea Selatan. Tentu saja bukanlah invasi yang menimbulkan peperangan antara manusia dengan robot, tapi kehadiran robot-robot tersebut merupakan bentuk nyata dari peningkatan pelayanan yang akan memberikan kemudahan bagi para calon penumpang. Direncanakan, robot yang bernama Troika ini akan mulai beroperasi pada Juli tahun ini.
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman travelandleisure.com, Troika akan membantu para calon penumpang yang hendak mengudara dari Incheon. Robot ini akan berkeliling mengitari bandara, mencari calon penumpang yang membutuhkan bantuan, hingga membuang sampah yang berserakan. Para calon penumpang cukup memindai boarding pass dan Troika akan dengan sigap mengantarkan mereka ke gerbang bandara. Troika juga tidak akan mengantarkan orang-orang untuk berkeliling bandara tanpa tujuan yang jelas.
Robot yang memiliki tinggi sekitar 4,5 kaki ini akan memanggil nama calon penumpang yang telah memindai boarding pass mereka. Jika di dalam perjalanan menuju gerbang bandara, calon penumpang ini berdiri terlalu jauh dari Troika, maka robot yang terlihat seperti buah pir ini akan mengeluarkan suara, “Harap tetap dekat supaya aku bisa melihatmu”.
Layaknya seorang tour guide, Troika juga dapat memberikan informasi mengenai cuaca di lokasi tujuan penerbangan, informasi mengenai pemberangkatan, hingga menampilkan peta bandara. Tidak hanya sampai di situ, rasa ingin membawa pulang Troika akan bertambah manakala robot ini akan berkedip dan tersenyum saat berbicara, sungguh lucu! Ternyata, Troika juga menguasai beberapa bahasa lho, seperti Inggris, Korea, Cina, dan Jepang yang akan mempermudah mereka berinteraksi dengan manusia.
Sementara itu, robot lain juga dapat ditemukan di bandara ini yang bertugas untuk memelihara kebersihan bandara, dan akan memungut sampah yang terlihat saat mereka tengah berpatroli. Dalam pernyataan resminya, pihak Bandara Internasional Incheon mengatakan kehadiran robot-robot ini bukanlah untuk menggantikan peran manusia, melainkan untuk menambah bantuan tambahan ketika bandara tengah dilanda kesibukan yang luar biasa atau ketika larut malam.
Tidak hanya di Korea Selatan, invasi robot di bandara lain juga sudah mulai menjamur. Ambil contoh Geneva Airport di Swiss yang memiliki robot bernama Leo. Robot ini ditugaskan untuk dapat memeriksa para calon penumpang dan membantu membawakan barang mereka ke baggage handling area. Lain halnya dengan Spencer, robot yang berada di Amsterdam akan membantu Anda dalam melakukan penerbangan penghubung dan dapat mengenali emosi para penumpang.
Bandara Changi di Singapura mengumumkan akan memberlakukan sistem biometrik boarding bagi penumpang pesawat yang akan berangkat mulai tahun 2024. Dengan sistem biometrik boarding, calon penumpang pesawat dapat melewati gerbang keamanan di bandara tanpa menunjukkan dokumen berupa paspor maupun boarding pass.
Sebagai gantinya, penumpang pesawat cukup melakukan pindah wajah di beberapa titik yang telah disediakan untuk pemeriksaan keamanan. “Singapura akan menjadi salah satu dari sedikit negara pertama di dunia yang memperkenalkan izin imigrasi otomatis dan bebas paspor,” kata Menteri Komunikasi dan Informasi Singapura, Josephine Teo.
Selain Singapura, sejatinya sudah ada beberapa negara di dunia yang lebih dulu menerapkan hal yang sama. Mengutip dari laman Travel and Leisure, setidaknya ada 10 negara lainnya yang telah menerapkan layanan biometrik boarding. Kesepuluh negara tersebut adalah:
1. India
Beberapa bandara di India telah beralih ke layanan digital yang dapat mengenali penumpang pesawat dari teknologi pindai wajah bernama DigiYatra. Di antaranya Bandara Internasional Indira Gandhi (Delhi), Bandara Internasional Kempegowda (Bengaluru), Bandara Internasional Lal Bahadur Shastri (Varanasi), Bandara Internasional Pune, dan Bandara Internasional Rajiv Gandhi (Hyderabad).
Teknologi boarding biometrik British Airways. Foto: British Airways
2. Jepang
Dua bandara di Jepang, yaitu Bandara Internasional Haneda dan Bandara Internasional Narita telah memasang “Face Pass”, yaitu sistem pengenalan wajah yang memungkinkan penumpang naik pesawat tanpa boarding pass. Calon penumpang pesawat yang hendak menggunakan “Face Pass” perlu mendaftarkan paspor, mencantumkan foto, dan mengisi data penerbangan terlebih dahulu. Setelah proses tersebut berhasil, maka calon penumpang bisa melewati gerbang keamanan di bandara dengan teknologi pindai wajah.
3. Uni Emirat Arab
Bandara Internasional Dubai dan Bandara Internasional Abu Dhabi juga telah melayani sistem biometrik. Sistem ini memungkinkan penumpang pesawat bisa boarding tanpa harus menunjukkan paspor ataupun boarding pass.
Di Bandara Internasional Dubai, teknologi ini telah digunakan oleh ekspatriat, Emirat, dan pengunjung sejak 2019. Bandara ini punya 122 gerbang yang dilengkapi sistem biometrik. Sedangkan di Bandara Abu Dhabi telah memulai tahap pertama layanan biometrik yang telah diterapkan di gerbang imgrasi dan gerbang keberangkatan tertentu.
4. Malaysia
Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia telah menerapkan teknologi pengenalan wajah untuk mempercepat proses boarding sejak awal 2022. Calon penumpang pesawat yang akan menggunakan teknologi ini harus mendaftarkan diri terlebih dahulu di Pendaftaran Totem yang ada di bandara keberangkatan.
Pada tahap awal, calon penumpang pesawat perlu memindai boarding pass untuk registrasi penumpang. Setelah itu, penumpang hanya perlu memindai wajah untuk melewati gerbang keamanan.
5. Hong Kong
Penggunaan teknologi pindah wajah di Bandara Internasional Hong Kong telah dimulai sejak 2019. Calon penumpang pesawat harus membuat token digital dengan cara mencocokkan token biometrik penumpang dengan paspor dan detail penerbangan. Sistem pengenalan wajah ini dipasang di gerbang keamanan dan gerbang boarding elektronik bandara.
6. Perancis
Dua bandara utama di Perancis, yaitu Bandara Paris Charles de Gaulle dan Bandara Orly sedang dalam tahap uji coba teknologi pindah wajah untuk penumpang yang hendak naik pesawat. Bandara akan menyimpan sementara data penumpang berupa detail penerbangan, paspor, dan foto. Sistem pengenalan melalui wajah ini dipasang di berbagai gerbang bandara yang memungkinkan penumpang lewat tanpa perlu menunjukkan boarding pass.
7. Spanyol
Di Spanyol, teknologi pindai wajah ini mulai dicoba di gerbang keberangkatan tertentu yang ada di Bandara Josep Tarradellas Barcelona-El Prat. Calon penumpang pesawat harus mendaftar melalui aplikasi Aena atau melalui spot pengenalan wajah yang ada di bandara.
8. Inggris
Bandara di Inggris yang melayani sistem boarding biometrik yaitu Bandara Heathrow dan Bandara Manchester. Akan tetapi sistem ini hanya tersedia untuk British Airways. Calon penumpang British Airways harus mendaftarkan diri di bandara untuk pengenalan wajah. Setelah proses pendaftaran selesai, penumpang bisa melewati gerbang pemeriksaan tanpa harus menggunakan dokumen fisik apapun.
9. Jerman
Dua bandara di Jerman, yaitu Bandra Frankfurt dan Bandara Internasional Munich melayani sistem biometrik khusus penumpang Lufthansa Airlines. Calon penumpang maskapai Lufthansa Airlines harus mendaftar di aplikasi Lufthansa dengan kelengkapan foto dan paspor.
10. Amerika Serikat
Sebagian besar maskapai penerbangan di Amerika Serikat menerapkan sistem biometrik boarding. Seperti halnya yang dilakukan oleh Delta Airlines dan United Airlines. Akan tetapi, beberapa maskapai tertentu mengenakan biaya kepada penumpang untuk mengakses fasilitas biometrik di bandara. Adapun data yang diperlukan seperti rincian penerbangan, informasi identitas, dan foto untuk mengenalan wajah di bandara nantinya.
Ada pemandangan yang menarik saat keluar dari Bandara Arlanda di Stockholm, Swedia. Bertengger di lapangan hijau, nampak jelas sosok Boeing 747-200 berwarna biru dan putih dan dibawahnya dikeliling beberapa mobil. Meski berwujud pesawat utuh, tapi tak ada mesin yang terpasang di kedua sayapnya, inilah yang disebut Jumbo Hostel, penginapan premium yang mengambil konsep pesawat legendaris Boeing Jumbo Jet.
KabarPenumpang.com merangkum dari hotelyouwant.com, ruangan terbatas yang sempit dalam bangkai pesawat ini dirubah menjadi kamar-kamar elegan sejak tahun 2008 lalu. Tak hanya itu, bagi penggemar penerbangan dan penyuka petualang bisa menjadikan Jumbo Hostel ini sebagai tempat untuk mencari pengalaman yang unik serta berkesan. Berada di negara Swedia yang indah, hotel menjadi lambang kemewahan dan kenyamanan.
Bagian dalam kamar Hostel Jumbo (www.hotelyouwant.com)
Jumbo Hostel menjadi satu contohnya dimana pesawat Boeing yang telah mangkrak dapat dibuat menjadi lebih inovatif. Pesawat Boeing ini dirubah oleh seorang pebisnis ulung bernama Oscar Dios yang telah mengabiskan dana US$1,5 juta untuk mengubah bangkai pesawat ini menjadi sebuah hotel bintang lima.
Diketahui, proses untuk melakukan renovasi pada bangkai pesawat Boeing 747-200 ini memakan waktu hingga enam bulan hingga menjadi seperti saat ini. Hostel ini sendiri diminati para pelancong karena berada di dalam lingkungan Bandara Arlanda, sehingga para pelancong yang terkena penundaan penerbangan atau yang ingin merasakan kenikmatan tidur dalam hotel dari pesawat akan dengan mudah berada di dalamnya.
Merujuk ke asal pesawat yang digunakan, awalnya adalah milik Singapore Airlines yang dibuat tahun 1976 dan kemudian di jual ke Pan America hingga pensiun tahun 2002. Setelah itu pesawat ini berganti menjadi Clipper Belle of Sky dan melayani Air Club International, Transjet, Northeast Airlines dan lainnya.
Kamar di Hostel Jumbo (www.hotelyouwant.com)
Hingga akhirnya pesawat ini di lelang tahun 2002 oleh pemilik terakhirnya yakni Transjet yang mengalami kebangkrutan. Tahun 2007, Boeing 747-200 ini akhirnya dimiliki Oscar Dios dan diberikan izin oleh pihak berwenang Sigtuna mendirikan proyek untuk menjadikan pesawat ini sebagai Hostel Jumbo yang dikenal saat ini.
Renovasi yang memakan waktu enam bulan ini, membuat para pekerja harus mengeluarkan 450 kursi, mengganti cat dan perabotannya. Pembuatan hotel ini juga sudah memenuhi syarat konvensional iklim, isolasi dan pengaturan suhu.
Hampir semua kamar yang berada dalam bangkai pesawat ini menghadap ke landasan pacu. Setiap sudut hotel memberikan pengalaman penerbangan yang bisa dinikmati oleh tamu. Kapasitas Jumbo Hostel ini terdiri dari 29 kamar dan 61 tempat tidur dari model suite single, suite double dan kamar dengan empat tempat tidur.
Bagian kokpit yang terletak di dek atas merupakan kamar yang paling besar dan lengkap dengan shower serta kamar mandi pribadi. Setiap kamar dalam hotel ini dilengkapi dengan fitur berteknologi tinggi yakni televisi layar datar, WiFi dan perlengkapan mandi.
Bar dan Restaurant di dalam Hostel Jumbo (www.hotelyouwant.com)
Meskipun dibuat dari sebuah pesawat, hotel ini juga tetap mempertahankan keaslian bentuknya dan membuat suasana pesawat jet yang khas. Sehingga bisa dikatakan, sebagai pelancong tidak boleh melewatkan menginap pada Jumbo Hostel ini.
Para pegawai di hotel ini juga menggunakan pakaian layaknya kru pesawat baik itu sebagai kapten penerbangan maupun awak kabin. Anda yang menjadi tamu hotel ini bisa menggunakan lobi untuk berinteraksi dengan tamu lainnya dan bisa memesan makanan kemasan seperti kue dan minuman di Jumbo Bar and Restaurant dimana para tamu bisa bersantai di kursi sembari menikmati makanan dan minuman.
Bagi Anda yang membawa makanan sendiri bisa memanaskannya di microwave dimana pihak hotel sudah menyediakannya. Hotel ini sangat strategis karena ditempatkan di pintu masuk Bandara Arlanda yang menawarkan panorama keseluruhan landasan pacu melalui jendela-jendela kamar. Selain dekat dengan bandara, dari Jumbo Hostel ini Anda dapat menjangkau obyek wisata seperti Istana Steninge, Istana Roserberg dan kastil Skokloster.
Memang tak murah untuk menginap di Jumbo Hostel, tarif per malam untuk dua orang berkisar di US$1.500 sampai US$2.000. Karenanya penginapan ini layak disebut sebagai hostel premium.
Maskapai nasional Negeri Ginseng, Korean Air mendonasikan US$25 juta dan sebuah pesawat Boeing 747 yang sudah pensiun untuk memperkuat koleksi Aviation Gallery of the California Science Center Foundation yang saat ini sedang dibangun di Samuel Oschin Air and Space Center di Los Angeles.
Tahun lalu, California Science Center memulai pembangunan Samuel Oschin Air and Space Center yang baru, yang akan menjadi ruangan seluas 200.000 kaki persegi yang akan berisi 150 pameran pendidikan yang mencakup tiga galeri bertingkat dan menjadi rumah permanen dari Space Shuttle Endeavour.
Galeri Penerbangan Udara Korea akan mendemonstrasikan bagaimana upaya untuk menguasai angkasa melibatkan pengorbanan antara empat prinsip penerbangan – gaya angkat, daya dorong, tarikan, dan berat – yang memengaruhi setiap pesawat yang pernah dibuat, kata California Science Center Foundation dalam sebuah pernyataan.
(Foto: BriYYZ via Wikimedia)
Pimpinan Korean Air, Walter Cho, mengatakan wilayah Los Angeles telah menyambut baik maskapai ini selama bertahun-tahun, jadi merupakan suatu kehormatan untuk memberikan sesuatu kembali kepada masyarakat.
Los Angeles adalah tujuan pertama Korean Air di Amerika Serikat, dan kami bangga menjadi bagian integral dari kisah dan sejarah penerbangannya. Fasilitas ini akan memberikan kesempatan belajar dan diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk semakin penasaran dengan dunia penerbangan dan dampaknya terhadap masyarakat. Pameran 747 akan menampilkan teknologi transformatif dan dampak berkelanjutan dari pesawat ikonik ini.”
Galeri Penerbangan juga akan mencakup pengalaman langsung seperti Pameran Terowongan Angin (yang akan membantu pengunjung memahami kekuatan yang membuat pesawat terbang) dan Pameran Desain Pesawat (yang akan menawarkan pelajaran unik dalam desain dan teknik pesawat terbang).
Pembangunan California Science Center
Samuel Oschin Air and Space Center adalah tahap ketiga dari rencana induk tiga tahap California Science Center untuk mengembangkan salah satu pusat pembelajaran sains terkemuka di dunia selama tiga dekade terakhir. Menurut yayasan, pembangunan Samuel Oschin Center akan memakan waktu tiga tahun.
Korean Air saat ini memiliki 20 unit Boeing 747 dalam armadanya. Maskapai ini mengoperasikan empat 747-400ERF, sembilan 747-8, dan tujuh 747-8F. Maskapai ini mengatakan pada tahun 2021 bahwa mereka memperkirakan akan mempensiunkan pesawat 747-8 untuk operasional penumpang pada tahun 2031. Tidak diketahui jenis pesawat 747 apa yang akan disumbangkan ke Samuel Oschin Air and Space Museum, namun maskapai ini juga memiliki beragam jenis pesawat 747, mulai dari empat 747-200B hingga 27 Boeing 747-400.
Hari ini, 40 tahun lalu, bertepatan dengan 23 September 1983, pesawat Boeing 737 Gulf Air dikabarkan jatuh saat menuju Bandara Internasional Abu Dhabi. Menurut salah seorang sumber, pesawat dengan nomor penerbangan 771 itu tiba-tiba menurunkan ketinggian dan menghilang usai berangkat dari Karachi, Pakistan. Usut punya usut, kuat diduga pesawat tersebut jatuh akibat salah seorang penumpang ‘ketinggalan’ pesawat.
Dari laporan Associated Press yang disiarkan The New York Times, seorang sumber di Bandara Dubai mengatakan pesawat kemungkinan mengalami kerusakan pada mesin. Ia mengaku sempat melakukan kontak dengan pesawat Gulf Air 771.
Namun, komunikasi mendadak terputus, sekitar 20 menit sebelum pesawat dijadwalkan tiba di bandara. Pesawat dengan nomor registrasi A4O-BK itu akhirnya terdeteksi jatuh di gurun dekat Mina Jebel Ali antara Abu Dhabi dan Dubai, Uni Emirat Arab.
Dari laporan hasil investigasi Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) setebal 400 halaman, diketahui, pesawat sebetulnya dalam keadaan normal. Kapten pilot asal Oman, Saoud Al Kindy bersama co-pilot dari Bahrain, Khazal Al Qadi, bahkan terlibat obrolan seru di dalam kokpit.
Sampai akhirnya, tiba-tiba terdapat gangguan besar yang membuat kru kokpit terindikasi panik. Sampai akhirnya, pesawat diketahui menukik dengan cepat. Hal mengharukan juga terekam cockpit voice recorder (CVR) saat kapten pilot menyempatkan diri untuk berdoa sebelum pesawat jatuh dan menewaskan 112 orang (penumpang dan awak).
Dari kronologi di atas, kuat dugaan pesawat mengalami gangguan akibat ledakan bom di bagian kompartemen kargo. Dugaan tersebut kemudian diperkuat dengan adanya seorang penumpang yang ‘ketinggalan’ pesawat. Padahal, oknum penumpang tersebut sempat melakukan check in bagasi. Besar kemungkinan, bagasi yang dikirim oknum tersebut merupakan sebuah bom.
Dugaan pesawat Gulf Air dengan nomor penerbangan 771 ini jatuh akibat dibom juga diperkuat dengan cedera para penumpang yang duduk tepat di atas kompartemen kargo. Tak dirinci dengan jelas cedera apa yang dimaksud. Selain itu, data flight data recorder (FDR) juga mendukung dugaan tersebut.
Selang beberapa waktu, pendiri Fatah yang juga pendiri Dewan Revolusioner (Organisasi Abu Nidal), Sabri Khalil al-Banna, mengatakan pihaknya bertanggung jawab atas insiden tersebut. Pria yang juga dikenal sebagai Abu Nidal itu kemudian meminta Arab Saudi agar membayar uang keamanan untuk menghindari kejadian tersebut terulang kembali.
Arab Saudi, Kuwait, dan Uni Emirat Arab kemudian menuruti permintaan tersebut. Ketiganya tak ingin mengambil risiko, mengingat organisasi itu masyhur dikenal sebagai pejuang Palestina yang paling kejam.
Kendaraan pertama kali meluncur ke jalanan tahun 1886 silam dan kini sudah lebih dari satu miliar kendaraan bermotor melaju di jalanan seluruh dunia. Namun sayangnya dunia tak bisa menghindari polusi udara dari asap kendaraan bermotor yang kini merubah tatanan dunia dan membuat pemanasan global semakin meningkat.
Karena hal ini, negara di dunia kemudian menyadarinya untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih dengan jalan kaki, bersepeda atau kendaraan umum untuk mengurangi polusi udara. Biasanya setiap negara memiliki ketentuan masing-masing dengan mengadakan satu kali seminggu tanpa kendaraan pribadi atau tergantung dari kebijakan pemerintah.
KabarPenumpang.com merangkum berbagai laman sumber, ternyata Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau HBKB ini sudah dimulai sejak 25 November 1956 di mana hari Minggu bebas mobil pertama terjadi di Belanda. Kemudian pada 1992 di Ottawa mengikuti hal yang sama. Pada 1995, Prancis menggelar acara untuk memperingati Green Transport week di Kota Bath yang diikuti oleh semua masyarakat.
Hingga akhirnya Asosiasi Transportasi Lingkungan menetapkan Hari Bebas Mobil tahun pertama pada hari Selasa pertama dalam Minggu Transportasi Hijau sekitar tanggal 17 Juni. Namun, tahun 2000, tepatnya 22 September disepakati untuk menjadikan sebagai Hari Bebas Mobil Internasional.
Awalnya pun hanya diselenggarakan di bawah naungan Komisi Eropa dan kemudian di perluas ke Internasional dengan sejumlah besar kota di seluruh dunia diundang untuk menutup pusat mobil mereka. Lalu, pada Hari Bebas Mobil Internasional, orang-orang diajak untuk berjalan kaki, bersepeda atau menggunakan kendaraan umum.
Pendukung hari Bebas Mobil Internasional mengklaim lebih dari seratus juta orang di 1500 kota merayakan ini meski pada hari dan cara yang dipilih masing-masing. Selama dekade pertama gerakan hari bebas mobil (1994-2005), dunia telah melihat ratusan kota memberikan pendekatan dalam keadaan yang sangat berbeda, beberapa baik, beberapa tidak dapat disangkal, beberapa di antaranya pada beberapa kesempatan. Adanya Hari Bebas Mobil ini sendiri sejak awal memiliki tujuan untuk menjadi sebuah langkah kecil, katalisator dalam proses transformasi sistemik di seluruh kota yang jauh lebih besar dan ambisius menuju sistem mobiliasai yang berkelanjutan.
Nah, bagaimana dengan di Indonesia sendiri? Apakah merayakan Hari Bebas Mobil setiap 22 September? Ternyata Indonesia tepatnya di Jakarta pertama kali mengadakan Hari Bebas Kendaraan Bermotor pada 23 Mei 2002. Kegiatan ini di Indonesia awalanya dilaksanakan oleh Koalisi Lembaga Swadaya MAsayarakat atau LSM lingkungan sebagai wadah untuk menampung aspirasi masyarakat.
Di Jakarta HBKB ini sendiri pertama diselenggarakan pada hari minggu terakhir setiap bulannya. Kegiatan ini berlangung selama delapan jam dari pukul 06.00 pagi hingga 14.00 WIB. Tetapi karena banyak keluhan kemudian dipersingkat menjadi dua jam dan kemudian menjadi dua kali dalam seminggu.
Hingga akhirnya pada 13 Mei 2012 HBKB dilaksanakan empat kali dalam sebulan dari pukul 06.00 pagi hingga 11.00 WIB. Namun, semenjak pandemi ini, pemerintah ibukota Jakarta menghentikan sementara adanya HBKB untuk meminimalisir kerumuman yang terjadi.
“Ning Stasiun Balapan
Kuto Solo Sing Dadi Kenangan
Kowe Karo Aku
Naliko Ngeterke Lungamu
Ning Stasiun Balapan
Rasane Koyo Wong Kelangan
Kowe Ninggal Aku
Ra Kroso Netes Eluh Ning Pipiku
Da… Dada Sayang
Da… Slamat Jalan”
Ketika mendendangkan lirik lagu ini, biasanya yang terlintas diawal adalah penyanyi Keroncong Dangdut yakni Almarhum Didi Kempot yang bernama asli Dionisius Prasetyo. Didi kempot yang memiliki julukan God of Brokenhearth bisa dikatakan yang mengenalkan lagu Stasiun Balapan dan jelasnnya mengenalkan Stasiun Solo Balapan ini kepada masyarakat Indonesia.
Lagu ini sendiri unik mengisahkan kisah cinta sepasang kekasih yang berpisah di Stasiun Balapan di Solo. Nah, dari pada penasaran bagaimana kalau mencari tahu keberadaan sebenarnya Stasiun Solo Balapan ini? KabarPenumpang.com yang merangkum dari berbagai laman sumber, Stasiun Solo Balapan merupakan stasiun paling besar dan bersejarah di kota Solo.
Didi Kempot (Youtube)
Bangunan stasiun ini pun sudah menjadi cagar budaya berdasarkan SK Bupati No.646/1-R/1/2013. Stasiun ini terdiri dari dua terminal atau emplasemen selatan dan utara. Emplasemen selatan memiliki lima jalur sepur dan emplasemen utara memiliki tujuh jalur sepur. Pada emplasemen selatan lebih sering digunakan dipakai untuk kereta apai penumpang sedangkan bagian selatan untuk pelayanan kereta api barang.
Setelah pembangunan jalur ganda pada lintas Solo-Yogyakarta rampung pada tahun 2007, jalur 4 dijadikan sebagai sepur lurus jalur ganda arah hulu (dari Yogyakarta) dan jalur 5 sebagai sepur lurus jalur ganda arah hilir (ke Yogyakarta) sekaligus jalur tunggal arah Madiun. Nama Balapan sendiri diambil dari nama kampung yang terletak di sebelah utara komplek stasiun.
Pembangunan stasiun ini dilakukan oleh perusahaan kereta api pertama Hindia Belanda Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) pada abad ke-19 di lahan milik Keraton Mangkunegaran. Peletakan batu pertama berlangsung pada tahun 1864, dimeriahkan dengan upacara yang dihadiri Mangkunegara IV dan mengundang Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Baron van de Beele.
Stasiun Solo Balapan tempo doeloe (sharingdisini.com)
Stasiun ini dibuka pada tanggal 10 Februari 1870 bersamaan dengan pembukan segmen Kedungjati–Gundih–Solo, setelah sebelumnya jalur segmen Gundih–Solo direncanakan dibuka pada tanggal 1 September 1869. Pada tahun 1927, dibangun satu bangunan di selatan stasiun dengan arsitektur yang dipengaruhi oleh budaya Jawa dengan atap tajuk tiga.
Konstruksi bangunan stasiun sisi selatan dirancang oleh Herman Thomas Karsten, seorang arsitek kenamaan beraliran Indisch. Bangunan emplasemen utara yang dibangun lebih awal dirancang sebagai sebuah bangunan gedung memanjang, dengan atap pelana tanpa teritisan dibagian sofi—sofinya.
Di bagian tengah bangunan yang memanjang tersebut diletakan bangunan utama yang berfungsi sebagai hall kedatangan penumpang serta kantor administrasi stasiun dengan dimensi yang berbeda sehingga tampak seperti menara. Menara memiliki bentuk atap yang mengambil inspirasi bentuk atap lokal dengan dua tekukan kemiringan yang berbeda dan diberi akhiran ornamen pada puncak bubungan. Itulah ciri bangunan gedung bergaya Nieuwe Bouwen yang dikombinasikan dengan elemen lokal, sebagai mana terlihat jelas pada jenis konstruksi atap peron dan raut profil yang dibuat di pilaster—pilasternya.
Emplasemen selatan merupakan bangunan yang lebih baru dengan langgam bangunan yang merupakan penggabungan antara arsitektur lokal dan modern. Bangunannya terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian kanopi dropoff yang merupakan penambahan baru, bagian hall dengan loket dan kantor administrasi, serta bangunan emplasemen.
Bangunan hall dirancang dengan atap bertumpuk tiga sejajar yang tidak menunjukkan ciri arsitektur lokal. Sedangkan bentuk atap kanopi drop-off mirip pendopo yang diadopsi dari arsitektur setempat dengan konstruksi kolom beton. Bangunan emplasemen berupa bangunan panjang beratap pelana dengan struktur baja.
Bangunan emplasemen utara berkarakter Nieuw Bouwen yang dikombinasikan dengan elemen lokal. Bagian pintu masuk, hall dan kantor administrasi diletakkan di tengah dalam bentuk seperti menara sehingga menjadi vocal point bangunan ini.
Stasiun ini merupakan stasiun kereta api kedua di Indonesia yang menggunakan sistem persinyalan elektrik setelah Stasiun Bandung, tepatnya dinyalakan tahun 1972. Sinyal tersebut diproduksi oleh Siemens dan diberi seri DrS60.