Penumpang Emirates Asal Indonesia Kini Bisa Dapat Visa UEA 14 Hari via VFS Global

Otoritas imigrasi Uni Emirat Arab (UEA) secara resmi telah memperluas program izin masuk kunjungan baru berdurasi 14 hari dengan persetujuan awal (pre-approved) bagi pelanggan maskapai Emirates. Kebijakan strategis ini kini mencakup enam negara baru, termasuk warga negara Indonesia, yang ingin bepergian menuju Dubai dengan proses yang jauh lebih praktis.

Selain mempermudah aksesibilitas bagi para pengunjung jangka pendek, inisiatif ini dirancang untuk memperkuat posisi strategis UEA sebagai pusat pariwisata, rekreasi, serta bisnis berskala global.

Program fasilitas kemudahan masuk ini secara khusus ditujukan bagi pemegang paspor yang memenuhi syarat dari enam negara, yaitu Indonesia, Afrika Selatan, Thailand, Filipina, Kenya, dan Vietnam. Untuk dapat memanfaatkan layanan ini, para pelaku perjalanan wajib menggunakan penerbangan Emirates dan memiliki tiket perjalanan lanjutan atau tiket pulang-pergi yang telah terkonfirmasi.

Dalam pelaksanaannya, VFS Global yang telah menjadi penyedia layanan visa resmi untuk penumpang Emirates sejak tahun 2002 akan memfasilitasi seluruh proses pengajuan melalui platform Dubai Visa Processing Centre (DVPC). Wisatawan dapat mengakses portal daring khusus yang telah dirancang sedemikian rupa untuk memberikan pengalaman pengajuan visa yang efisien, transparan, dan nyaman.

Chief Commercial Officer sekaligus Head of Business Development VFS Global, Jiten Vyas, mengungkapkan bahwa inisiatif baru ini merupakan langkah yang sangat penting dalam meningkatkan keseluruhan pengalaman perjalanan bagi para pengunjung yang menuju ke UEA. Melalui kemitraan jangka panjang yang telah terjalin erat dengan pihak Emirates serta didukung oleh kapabilitas ekosistem digital milik VFS Global, pihaknya berkomitmen untuk menghadirkan proses pengajuan visa yang jauh lebih cepat dan lancar. Langkah ini sepenuhnya selaras dengan visi besar Uni Emirat Arab dalam mentransformasi negaranya menjadi destinasi global yang ramah, mudah diakses, dan menarik bagi wisatawan mancanegara.

Untuk dapat lolos dan menikmati kemudahan dari program ini, pemohon harus memenuhi beberapa kriteria perjalanan spesifik yang telah ditentukan oleh otoritas imigrasi. Pemohon diwajibkan memiliki rencana masa tinggal di wilayah UEA dengan durasi minimal lebih dari 48 jam dan maksimal hingga 14 hari.

Selain itu, jadwal tanggal kedatangan yang direncanakan harus berada dalam rentang waktu 30 hari terhitung sejak tanggal pengajuan permohonan dilakukan. Perlu digarisbawahi pula bahwa fasilitas izin masuk dengan persetujuan awal ini hanya tersedia secara eksklusif bagi penumpang yang melakukan mobilisasi udara dengan armada Emirates.

Syarat mutlak lainnya yang wajib dipenuhi oleh para pemohon dari keenam negara tersebut, termasuk warga negara Indonesia, adalah kepemilikan izin tinggal yang masih berlaku dengan masa validitas minimal enam bulan dari negara-negara referensi utama. Negara referensi tersebut meliputi Australia, Kanada, negara-negara anggota Uni Eropa, Jepang, Selandia Baru, Republik Korea, Singapura, Inggris, atau Amerika Serikat. Khusus bagi pemohon yang menggunakan dokumen dari Amerika Serikat, mereka wajib memiliki Kartu Hijau (Green Card) yang sah dan aktif, di mana dokumen berjenis visa pelajar ditegaskan tidak memenuhi syarat dalam program ini.

Emirates Investasikan $23 Juta Untuk Teknologi Biometrik di Bandara Dubai

Masih 3 Hari Lagi! Promo Diskon 30 Persen Hingga 5 Juli untuk Layanan Kereta Kelas Ekonomi

Masa liburan sekolah masih terus berlanjut, masyarakat masih antusias berkunjung ke destinasi tujuan khususnya Pulau Jawa dengan kereta api. Selain itu mendekati weekend pun terlihat mulai ramai dipadati penumpang dari berbagai stasiun keberangkatan menuju ke berbagai kota favorit. Ada pun perjalanan kereta api kali, untuk tiket yang di PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) tetap memberikan pelayanan dengan cara memberikan diskon sebesar 30 persen.

Ya, KAI wilayah Daerah Operasi 3 Cirebon mengingatkan program diskon 30 persen untuk tiket Kereta Api (KA) Ekonomi Komersial masih berlaku hingga 5 Juli 2026. Program yang merupakan bagian dari kebijakan pemerintah melalui Kementerian Perhubungan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat yang masih berlibur maupun yang akan kembali ke kota asal setelah menikmati masa liburan.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin mengatakan antusiasme masyarakat menggunakan kereta api selama musim liburan sekolah cukup tinggi. Hal itu terlihat dari jumlah pelanggan yang dilayani KAI Daop 3 Cirebon selama periode 20 hingga 29 Juni 2026. Selama periode tersebut, KAI Daop 3 Cirebon telah melayani sebanyak 136.060 penumpang, terdiri dari 68.749 penumpang yang berangkat dan 67.311 penumpang yang datang.

Tingginya jumlah pelanggan tersebut menunjukkan kereta api masih menjadi moda transportasi favorit masyarakat saat musim liburan. Selain menawarkan perjalanan yang nyaman dan tepat waktu, kereta api juga dinilai lebih efisien untuk perjalanan bersama keluarga.

Di tengah tingginya mobilitas tersebut, KAI Daop 3 Cirebon mengajak masyarakat yang belum merencanakan perjalanan atau masih ingin menikmati sisa libur sekolah agar segera memanfaatkan promo diskon tiket sebelum masa berlakunya berakhir.

Potongan harga sebesar 30 persen berlaku khusus untuk perjalanan menggunakan KA kelas Ekonomi Komersial dengan jadwal keberangkatan hingga 5 Juli 2026. Promo ini tidak berlaku untuk tarif khusus dan tidak dapat digabungkan dengan program reduksi maupun promo lainnya. Tiket yang dibeli melalui program diskon tersebut tetap dapat dibatalkan maupun dijadwalkan ulang sesuai ketentuan yang berlaku.

Muhibbuddin menyampaikan bahwa program diskon ini tidak hanya memberikan keuntungan bagi pelanggan melalui biaya perjalanan yang lebih terjangkau, tetapi juga menjadi upaya mendorong mobilitas masyarakat sekaligus mendukung sektor pariwisata dan perekonomian di berbagai daerah.

Pemesanan tiket promo dapat dilakukan melalui seluruh kanal resmi penjualan tiket Access by KAI. Melalui aplikasi tersebut, penumpang juga dapat melihat daftar kereta api yang mendapatkan potongan harga beserta jadwal keberangkatannya.

KAI mengimbau masyarakat untuk segera memanfaatkan kesempatan ini sebelum kuota tiket promo habis. Karena Kereta api tetap menjadi pilihan transportasi yang efisien, nyaman, aman, dan bebas dari kemacetan.

Stasiun Jatibarang, Saksi Sejarah Tugu Presiden Soekarno

Stasiun Bogor Paling Dipadati Penumpang Saat Musim Liburan Sekolah, Ini Data Resmi KAI

Masa liburan sekolah memang identik dengan berjalan-jalan, menghabiskan waktu bersama keluarga, hingga berkunjung ke lokasi destinasi tujuan. Tak perlu berkunjung ke tempat jauh atau pun harus mengeluarkan biaya yang banyak untuk merasakan liburan, namun mengisi liburan di wilayah Jabodetabek pun sudah bisa merasakan keceriaan tersendiri. Salah satunya berkunjung ke Kota Bogor menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL).

Hal tersebut membuat stasiun paling ujung lintasan KRL arah selatan ini ternyata paling gemari masyarakat. Tak hanya dari Bogor saja, masyarakat yang berkunjung dari wilayah lain pun berdatangan ke kota hujan tersebut. Percaya atau tidak dari banyaknya kedatangan masyarakat, Stasiun Bogor sudah terlihat kepadatannya. Bahkan tiap waktu PT KAI Commuter bisa mendata penumpang yang memadati Stasiun Bogor.

Dari data per Mei 2026, terdapat total 28,96 juta pengguna atau naik 1% dibandingkan Mei 2025. VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, Kamis (25/6), juga menyebutkan bahwa pada April 2026 meningkat 11% dari April 2025 karena menjangkau 30,58 juta pengguna. Apalagi memasuki masa libur sekolah di bulan Juni 2026, menunjukkan indikasi peningkatan.

Pada masa libur sekolah saat ini, KAI Commuter tetap mengoperasikan sebanyak 1.065 perjalanan Commuter Line Jabodetabek mulai pukul 04.00 – 24.00 WIB tiap harinya, dengan persebaran pengguna terfokus pada jam-jam sibuk pagi yaitu pukul 05.00 – 07.30 WIB, dan pada jam-jam sibuk sore mulai pukul 15.00 – 18.00 WIB.

Kepadatan penumpang di Stasiun Bogor juga terjadi karena akhir pekan dan sedang memasuki musim libur sekolah. Menurut Kepala Stasiun Bogor, Djoko Utomo mengatakan bahwa banyak masyarakat yang sengaja datang ke Kota Bogor untuk berwisata. Saat weekend Stasiun Bogor ramai juga, karena mereka rata-rata berwisata di sekitaran Bogor. Selain itu penumpang yang tiba di Stasiun Bogor kebanyakan keluar masuk dari gate timur, karena penumpang rata-rata ke arah alun-alun dan Kebun Raya Bogor.

Dari data yang disebutkan tadi, peningkatan ini diperkirakan masih akan berlanjut seiring tingginya mobilitas masyarakat selama periode liburan sekolah. Rata-rata pengguna pada hari libur atau akhir pekan sebesar 736.203 orang dengan pengguna terbanyak pada Sabtu lalu mencapai 845.292 orang. Namun, untuk pengguna pada weekdays juga terpantau cukup tinggi. Tercatat rata-rata pengguna harian mencapai lebih dari 1 juta orang, dengan jumlah tertinggi terjadi pada awal bulan Juni.

Untuk itu, KAI Commuter mengimbau kepada pengguna yang akan menggunakan Commuter Line untuk menikmati libur bersama anak-anak untuk memperhatikan jam keberangkatannya dengan menggunakan Commuter Line di luar jam-jam sibuk tersebut. Selain itu juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi C-Access agar dapat memantau informasi jadwal perjalanan, posisi kereta secara real-time, hingga tingkat kepadatan stasiun.

Naik KA Lintas Bogor – Sukabumi? Jangan Lupakan Stasiun Tertinggi Ini

Gak Perlu Ribet Lagi, Adanya Stasiun JIS Kini Masyarakat Lebih Mudah Berolahraga di Stadion

Yang sudah diimpikan khususnya masyarakat Jakarta sudah terwujud. Ya, menghabiskan waktu luang dengan berolahraga memang sangat menyehatkan. Apalagi dengan lokasi yang sangat mudah dijangkau dengan transportasi Kereta Rel Listrik (KRL). Seperti halnya di area Jakarta International Stadium (JIS). Lokasi tersebut kerap kali dijadikan masyarakat untuk ajang berolahraga dengan mengitari stadion. Tentu ini menjadi nilai plus bagi masyarakat yang menggunakan transportasi umum seperti KRL.

Kehadiran Stasiun JIS inilah yang sangar membantu masyarakat menuju stadion yang terbesar di Indonesia ini. Antusiasme masyarakat saat menggunakan KRL menuju Stasiun JIS sudah mulai terlihat. Apalagi akses yang dekat antara stasiun dengan stadion hanya beberapa menit saja dengan cara berjalan kaki. Ini membuat masyarakat makin terbantu hanya menggunakan KRL baik dari wilayah Jabodetabek menuju Stasiun JIS.

Terlebih lagi Stasiun JIS menjadi daya tarik masyarakat yang ingin berolahraga maupun berwisata di kawasan Jakarta International Stadium pada akhir pekan. VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan, selama sepekan pertama beroperasi, jumlah pengguna Commuter Line yang naik dan turun di stasiun tersebut melonjak hingga 300 persen dibandingkan hari kerja.

Berdasarkan data periode 22-28 Juni 2026, Stasiun JIS mencatat total 4.203 pergerakan penumpang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.555 pengguna tercatat naik dan 1.648 pengguna turun di stasiun yang berada di Jakarta Utara tersebut. Untuk pengguna dihari kerja cenderung stabil. Rata-rata kisaran sekitar 250 pengguna per hari. Tren ini menunjukkan pertumbuhan positif pengguna Commuter Line di Stasiun JIS.

Terlihat pula puncak jumlah pengguna stasiun JIS pada Minggu (28/6/2026) mencapai total 1.271 penumpang dalam sehari. Jumlah tersebut terdiri atas 821 pengguna yang masuk dan 450 pengguna yang keluar melalui Stasiun JIS. KAI Commuter juga mencatat tingginya minat masyarakat terhadap program tarif khusus Rp 1 bagi pengguna Commuter Line Tanjung Priok yang naik dan turun di Stasiun JIS selama 22-28 Juni 2026. Sepanjang periode tersebut, sebanyak 1.232 pengguna memanfaatkan program tarif khusus tersebut.

Bagi pengguna KRL hanya membutuhkan waktu sekitar tiga hingga lima menit jika berjalan santai dari peron Stasiun JIS hingga tiba di area stadion. Perjalanan ini dimulai dari peron stasiun menuju area gate keluar. Tepat di depan gate, tersedia tangga akses menuju JPO yang menghubungkan stasiun dengan kawasan JIS. Tentunya lebih praktis dibanding menggunakan moda transportasi lain.

Meski Stasiun JIS sudah beroperasi sepenuhnya, sejumlah pengguna KRL berharap jam operasional perjalanan kereta menuju Stasiun JIS dapat diperpanjang, terutama saat berlangsung pertandingan sepak bola maupun konser yang berakhir pada malam hari. Karena jadwal kereta terakhir yang beroperasi sekitar pukul 21.00 WIB dan membuat pengguna KRL merasa diburu waktu.

Hal tersebut di respons oleh pihak KAI Commuter dan Menteri Perhubungan bahwa jika ada kegiatan besar tentunya perjalanan KRL di jalur yang dilalui Stasiun JIS akan diperpanjang. Dan tak menutup kemungkinan, pengguna KRL bakal terbantu dan tidak khawatir kehabisan jadwal KRL. Namun, pengguna KRL tetap terus memantau informasi yang diberikan dari pihak KAI Commuter di media sosial resmi.

Jejak Sejarah Yang Terlupakan, Stasiun Gambir Dulunya Adalah Tanah Rawa

Barang Tertinggal di Stasiun atau di Kereta Api? Begini Panduan Lengkap Cara Mengurus dan Jangka Waktunya

Imbauan dan pengunguman tentu kerap kali di sampaikan kepada pengguna kereta api maupun di stasiun. Ya, dari hal tersebut yang dilakukan supaya penumpang selalu menjaga barang bawaannya di mana pun berada.

Meskipun jika memang terjadi pada barang bawaan yang tertinggal, pihak atau petugas di atas kereta api maupun di stasiun mengamankan barang bawaan penumpang tersebut untuk disimpan dan segera menghubungi pihak lainnya saat pertama barang tersebut ditemukan.

Dalam hal tersebut saat ini PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) menyediakan layanan Lost and Found untuk membantu penumpang menemukan barang yang tertinggal. Namun, ada prosedur pelaporan hingga batas waktu pengambilan yang perlu diperhatikan agar barang tetap dapat diamankan.

Melalui unggahan di akun Instagram resminya, KAI mengimbau penumpang diminta segera melapor apabila menyadari ada barang yang tertinggal. Pelaporan dapat dilakukan kepada petugas di stasiun atau melalui Contact Center KAI121. Layanan ini bisa dilakukan kapan saja karena selalu sedia dalam 24 jam.

Agar proses pencarian lebih cepat, pelanggan diminta menyiapkan beberapa informasi berikut:
– Jenis barang yang tertinggal.
– Ciri-ciri barang.
– Nomor kereta dan relasi perjalanan.
– Nomor kursi.
– Perkiraan lokasi terakhir barang.

Semakin cepat laporan disampaikan dan semakin lengkap informasi yang diberikan, semakin besar peluang barang ditemukan. Tentunya penumpang juga bisa mengambil barang bawaan yang tertinggal tersebut dengan aman dan praktis setelah membuat laporan yang lengkap.

Apabila barang berhasil ditemukan, KAI akan mengamankannya melalui layanan Lost and Found di stasiun terkait. Pelanggan dapat melakukan pengecekan sekaligus mengambil barang tersebut. Saat pengambilan, pelanggan perlu membawa dokumen sebagai bukti kepemilikan, yaitu:
– Tiket kereta api atau kode booking.
– Identitas diri, seperti KTP.

Tentunya, KAI juga mengingatkan agar pelanggan segera mengonfirmasi dan mengambil barang setelah menerima informasi bahwa barang telah ditemukan. Selain itu KAI menetapkan masa penyimpanan barang yang berbeda sesuai jenisnya. Berikut jangka waktu pengambilan barang tertinggal:
– 1 x 24 jam untuk makanan basah dan mudah basi.
– 7 x 24 jam untuk makanan kering.
– 1 bulan untuk barang umum.
– 3 bulan untuk barang dan dokumen berharga.

Oleh karenanya, dimohon penumpang untuk tidak menunda proses pengambilan setelah mendapat pemberitahuan dari petugas. Berdasarkan data yang dikabarkan KAI selama 2026 terdapat 4.760 laporan barang tertinggal. Dari jumlah tersebut, 99,01 persen berhasil ditemukan dan dikembalikan kepada pemiliknya. Barang yang paling sering tertinggal meliputi:
– Tumbler: 376 barang.
– Kacamata: 184 barang.
– Bantal leher: 169 barang.
– Topi: 115 barang.
– Jaket: 108 barang.

Menurut laporan dari KAI, masih ada barang yang sulit ditemukan karena terlambat dilaporkan atau minim informasi mengenai lokasi terakhir barang tersebut. KAI menjelaskan bahwa sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, barang bawaan di dalam kereta menjadi tanggung jawab pribadi penumpang.

Meski KAI akan membantu proses pencarian dan mengamankan barang yang ditemukan, setiap penumpang tetap bertanggung jawab menjaga barang bawaannya selama perjalanan. KAI juga mengingatkan bahwa tidak semua area dapat ditelusuri melalui rekaman CCTV. Oleh karena itu, pelanggan disarankan memeriksa kembali seluruh barang bawaan sebelum turun dari kereta agar tidak ada yang tertinggal.

Taruh Barang di Bagasi Kereta, Pahami Ketentuannya!

Menengok Train Suite Shiki-Shima: Kereta Super Mewah Jepang yang Punya Fasilitas Sauna di Dalam Gerbong

Jepang kembali mendefinisikan ulang seni bepergian dengan meluncurkan salah satu mahakarya transportasi wisata paling ambisius di dunia. Jika selama ini kereta mewah diidentikkan dengan interior klasik berlapis kayu dan pelayan bersmooking, kereta wisata bertajuk Train Suite Shiki-Shima mendobrak batasan tersebut dengan menghadirkan fasilitas yang belum pernah ada sebelumnya di dunia dirgantara maupun perkeretaapian, yakni fasilitas sauna pribadi (private sauna) yang dibangun langsung di dalam area gerbong penumpang.

Pengalaman eksklusif ini ditawarkan pada lini kamar premium suite miliknya, menjadikan Shiki-Shima bukan lagi sekadar alat transportasi massal, melainkan sebuah hotel bintang lima berjalan di atas rel besi yang membelah keindahan alam fajar Jepang.

Dikelola oleh perusahaan kereta api East Japan Railway Company (JR East), Train Suite Shiki-Shima sengaja dirancang sebagai ruang relaksasi bergerak yang sangat privat dan intim. Kereta bergaya futuristik ini hanya membatasi kapasitas maksimal penumpangnya sebanyak 34 orang saja untuk seluruh gerbong dalam setiap satu kali perjalanan.

Pembatasan ekstrem ini dilakukan demi menjamin kualitas layanan personal tingkat tinggi ala hospitality Jepang (Omotenashi) kepada setiap tamu. Di dalam gerbong premium suite, penumpang dapat menikmati sensasi mandi uap panas atau bersauna sembari memandangi lanskap pegunungan, hutan, hingga pesisir pantai Jepang yang magis secara langsung dari balik jendela kaca besar kamar mereka. Sebuah kombinasi kemewahan dan ketenangan yang belum tertandingi oleh kereta wisata manapun saat ini.

Desain eksterior dan interior dari Train Suite Shiki-Shima digarap langsung oleh desainer industri kenamaan Jepang, Ken Kiyoyuki Okuyama, yang terkenal lewat karya-karyanya untuk brand otomotif dunia seperti Ferrari dan Maserati. Interior kereta memadukan material tradisional Jepang—seperti kayu washi, pernis tradisional, dan karpet rajutan tangan—dengan sentuhan modernitas arsitektur yang geometris.

Selain gerbong kompartemen tidur yang mewah, kereta ini juga dilengkapi dengan gerbong observasi khusus dengan dinding kaca panorama penuh di bagian ujung depan dan belakang kereta, serta gerbong restoran (dining car) yang menyajikan kuliner mewah kelas dunia dari koki-koki bersertifikat Michelin Star.

Tentu saja, untuk menikmati kemewahan tiada tara di atas hotel berjalan ini, penumpang harus merogoh kocek yang tidak sedikit. Tarif tiket untuk perjalanan menggunakan Train Suite Shiki-Shima dibanderol mulai dari sekitar 3.000 Dolar AS (atau setara dengan sekitar Rp49 juta) per orang untuk paket perjalanan paling standar.

Mengingat slot penumpang yang sangat terbatas dan tingginya minat dari para pelancong miliarder global, tiket kereta ini tidak bisa dibeli sembarangan, melainkan harus melalui sistem undian (lottery) beberapa bulan sebelum jadwal keberangkatan. Kehadiran Shiki-Shima membuktikan bahwa bagi sebagian pelancong, esensi dari sebuah perjalanan bukanlah seberapa cepat mereka sampai di tujuan, melainkan bagaimana mereka menikmati setiap detik kemewahan di sepanjang jalur yang dilewati.

Yuk Kenali Fasilitas Kamar Mandi Area Stasiun Kereta Api yang Wajib Kalian Tahu, Ini Daftar Lokasinya

Menempuh perjalanan yang cukup jauh menggunakan kereta api terkadang melelahkan. Apalagi saat tiba di kota tujuan dan biasanya ingin sekali langsung ke lokasi penginapan untuk menyegarkan diri pergi ke kamar mandi. Namun tak semua masyarakat yang tiba di lokasi tujuan dengan kereta api tiba pada jam-jam check in di penginapan. Bahkan mereka tiba di malam hari atau pun pagi hari, karena biasanya untuk memasuki penginapan haru menunggu hingga jam 2 siang.

Nah, PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) memang telah membuat terobosan dan solusi bagi penumpang kereta api jarak jauh tiba di tujuan jauh sebelum jam check in penginapan. Ya, di beberapa stasiun sudah ada fasilitas kamar mandi bagi masyarakat yang ingin membersihkan diri saat turun dari kereta api. Apalagi lelahnya perjalanan jauh selama di kereta api serasa ingin cepat-cepat mandi.

Melalui KAI Wisata, kini telah menyediakan fasilitas tempat mandi sekaligus penitipan barang berbayar dengan nama Shower and Locker. Fasilitas yang disediakan ini cukup lengkap, terdiri dari kamar mandi yang bersih serta tempat untuk menyimpan barang-barang. Sayangnya, tak semua stasiun kereta api punya fasilitas kamar mandi yang memadai untuk mandi.

Nah, berikut ini daftar stasiun kereta api yang memiliki fasilitas Locker and Shower:

1. Stasiun Gambir
Fasilitas Shower and Locker bisa digunakan jika kalian berada di Stasiun Gambir yang berada di lantai 1 dekat dengan fasilitas Rail Transit Suite Gambir. Shower and Locker Stasiun Gambir mematok tarif Rp70 ribu untuk mandi. Dengan harga segitu, kalian bisa mendapatkan fasilitas berupa amenities (handuk, sabun, dan sampo), air hangat, hair dryer, serta steamer atau setrika uap jika membutuhkan. Tak perlu khawatir hilang atau basah, saat mandi kalian bisa menitipkan barang bawaanmu di loker.

Namun, jika hanya ingin menitipkan luggage tanpa mandi, Shower & Locker Stasiun Gambir juga menyediakan fasilitas tersebut dengan tarif yang bervariasi, mulai dari Rp100 ribu untuk loker, tergantung dari seberapa besar ukuran luggage dan durasi penitipan. Shower & Locker Stasiun Gambir beroperasi 24 jam dan melayani pembayaran non tunai.

2. Stasiun Pasar Senen
Sama halnya dengan Stasiun Gambir, Stasiun Pasar Senen juga menyediakan fasilitas Shower & Locker bagi para penumpang kereta api. Disini kalian bisa menemukan fasilitas ini di area pintu keluar kendaraan. Untuk tarif mandi adalah Rp50 ribu dengan fasilitas berupa amenities (handuk, sabun, dan sampo), ruangan ber-AC yang nyaman untuk menunggu, serta Wi-Fi. Kemudian, jika hanya ingin menitipkan barang bawaan, maka berikut rincian tarifnya:
• Loker M
– Paket 1 jam = Rp10 ribu
– Paket 2 jam = Rp20 ribu
– Paket 12 jam = Rp60 ribu
– Paket 24 jam = Rp80 ribu

• Loker L
– Paket 1 jam = Rp15 ribu
– Paket 2 jam = Rp30 ribu
– Paket 12 jam = Rp90 ribu
– Paket 24 jam = Rp120 ribu

• Loker XL
– Paket 1 jam = Rp20 ribu
– Paket 2 jam = Rp40 ribu
– Paket 12 jam = Rp100 ribu
– Paket 24 jam = Rp140 ribu
Fasilitas tersebut menerima pembayaran non tunai dengan jam operasional mulai 05.00—23.00 WIB.

3. Stasiun Yogyakarta
Sebagai stasiun kereta api utama di Yogyakarta, PT Kereta Api Pariwisata juga menyediakan fasilitas Shower and Locker yang bisa ditemukan dengan mudah di Slasar Malioboro, masih di dalam kompleks stasiun. Begitu turun dari kereta api, kalian bisa menyegarkan diri di sini sebelum jalan-jalan keliling Yogyakarta. Untuk harga serta fasilitas yang kalian dapatkan di Shower and Locker sama seperti di lokasi Shower and Locker lainnya. Selain itu, di sini juga bisa menitipkan barang bawaan jika kalian sedang menunggu waktu check in penginapan.

4. Stasiun Surabaya Gubeng
Diresmikan pada Juli 2024 lalu, Shower and Locker bisa ditemukan di Stasiun Surabaya Gubeng, tepatnya di stasiun Surabaya Gubeng Baru. Buka 24 jam, kalian bisa sewaktu-waktu memanfaatkan fasilitas ini ketika turun dari kereta api. Untuk tarifnya pun terjangkau, yakni Rp50 ribu, di mana sudah bisa mendapatkan amenities (handuk, sabun, dan sampo) serta bisa meminjam hair dryer. Namun, jika hanya ingin menitipkan barang, bisa dengan tarif yang sama dengan Shower and Locker lainnya. Pembayaran pun dilakukan non tunai, sehingga sangat praktis dan efisien.

Adanya fasilitas Shower and Locker yang tersebar di beberapa stasiun kereta api pulau Jawa sungguh bisa mengakomodasi kebutuhan penumpang kereta api dengan mobilitas tinggi. Tentunya masyarakat berharap setelah di stasiun-stasiun di atas, ada lagi penambahan fasilitas Shower and Locker di stasiun lainnya.

Yuk Disimak, Ini yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Kita Naik Kereta Api

Ramah Hewan Peliharaan Tapi Larang Sepeda, Cek Aturan Baru Kereta Penumpang Etihad Rail UEA

Layanan kereta api penumpang nasional Uni Emirat Arab (UEA), Etihad Rail, resmi memulai debut operasional rute perdana yang menghubungkan Abu Dhabi dan Fujairah pada akhir Juni 2026. Di tengah antusiasme masyarakat menyambut moda transportasi masal modern ini, pihak operator merilis panduan regulasi bagasi dan fasilitas di atas kereta (passenger charter) yang cukup menyita perhatian publik.

Langkah ini dirancang guna memastikan kenyamanan dan keselamatan perjalanan di dalam kereta yang mampu melesat hingga kecepatan 200 kilometer per jam tersebut. Kebijakan ini membawa angin segar bagi para pemilik hewan peliharaan, namun di sisi lain memberikan batasan ketat bagi para pengguna moda transportasi mikro (micro-mobility).

Bagi para pencinta binatang, Etihad Rail secara resmi mengumumkan kebijakan pet-friendly yang mengizinkan penumpang membawa hewan peliharaan domestik ke dalam gerbong kereta komersial mereka. Tidak tanggung-tanggung, hewan yang diperbolehkan mencakup anjing, kucing, hingga burung elang (falcon) yang memang menjadi bagian dari simbol budaya masyarakat UEA.

Kabar Gembira, Etihad Rail Mulai Operasikan Tahap Awal Kereta Penumpang per 30 Juni

Kendati demikian, operator menetapkan sejumlah syarat ketat: hewan wajib dimasukkan ke dalam kandang transit (carrier) yang disetujui dengan dimensi maksimal 55 x 40 x 23 sentimeter dan harus berada di bawah kendali pemilik sepanjang perjalanan. Penting dicatat bagi penumpang, kandang hewan ini akan dihitung sebagai kuota bagasi kabin standar (standard carry-on). Artinya, jika Anda membawa hewan peliharaan, Anda tidak diperkenankan lagi membawa tas kabin terpisah secara gratis. Pengecualian khusus diberikan untuk anjing pemandu (assistance dogs) tersertifikasi yang boleh mendampingi penyandang disabilitas dengan syarat wajib dikonfirmasikan terlebih dahulu ke pusat kontak Etihad Rail saat reservasi tiket.

Berbanding terbalik dengan kebijakan ramah hewan peliharaan, Etihad Rail justru menerapkan larangan ketat terhadap alat transportasi personal. Semua jenis sepeda konvensional, skuter listrik (e-scooters), hingga sepeda listrik (e-bikes) dilarang keras untuk dibawa masuk ke dalam layanan kereta penumpang. Kebijakan ini diambil demi aspek keselamatan dan efisiensi ruang gerbong, mengingat operasional kereta berkecepatan tinggi menuntut koridor yang bebas dari potensi bahaya baterai litium berkapasitas besar serta struktur kendaraan roda dua yang dapat mengganggu alur evakuasi darurat.

Di luar aturan hewan dan sepeda, maskapai kereta nasional UEA ini tetap berupaya akomodatif terhadap kebutuhan keluarga dan kelompok disabilitas. Pihak operator mengizinkan setiap keluarga untuk membawa satu kereta dorong bayi lipat (folded pushchair) per anak tanpa dikenakan biaya tambahan. Sementara itu, bagi pengguna kursi roda, gerbong kereta telah dirancang ramah aksesibilitas dengan ruang khusus terdedikasi, asalkan penumpang telah melakukan pemesanan dan memilih opsi kursi roda sejak awal proses booking tiket.

Dianggap Lumrah, Burung Elang Masuk di Kabin Pesawat Maskapai Timur Tengah

Rute Abu Dhabi menuju Fujairah ini memakan waktu tempuh sekitar 1 jam 45 menit, memangkas waktu perjalanan darat secara signifikan melalui jaringan rel yang membelah wilayah perbukitan batu dan gurun UEA.

Peluncuran koridor pertama ini menandai fase awal dari mega-proyek jaringan kereta penumpang Etihad Rail yang ditargetkan akan menghubungkan 11 kota dan wilayah strategis di seluruh penjuru Uni Emirat Arab pada fase-fase berikutnya. Melalui penerapan regulasi bagasi yang jelas sejak hari pertama beroperasi, Etihad Rail berambisi menetapkan standar baru transportasi publik regional yang aman, inklusif, dan tertib.

 

Hari Ini 37 Tahun Lalu: Mengenang Momen Penerbangan Perdana Boeing 737-500 dan Jejak Emasnya di Indonesia

Tepat pada hari ini, 30 Juni 1989, salah satu jet komersial berbadan sempit (narrowbody) paling andal di dunia, Boeing 737-500, sukses melaksanakan penerbangan perdana (first flight). Mengambil tempat di fasilitas pabrik Boeing di Renton Field, Washington, Amerika Serikat, burung besi yang menjadi bagian dari keluarga Boeing 737 Classic ini mengudara untuk pertama kalinya guna menguji seluruh sistem aerodinamika dan propulsi barunya.

Penerbangan perdana yang bersejarah ini berlangsung selama kurang lebih 1 jam 16 menit, berjalan dengan sangat mulus dan sukses memenuhi semua parameter uji teknis dasar yang ditetapkan oleh tim insinyur pabrikan sebelum akhirnya mendarat dengan aman di Boeing Field, Seattle. Keberhasilan uji terbang ini langsung membuka jalan bagi sertifikasi ketat dari otoritas penerbangan federal (FAA) hingga akhirnya varian ini resmi dikirimkan ke konsumen pertamanya, Southwest Airlines, pada awal tahun 1990.

Awal pengembangan seri Boeing 737-500 didasari oleh strategi pabrikan asal AS tersebut untuk menawarkan pengganti langsung yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan bagi varian Boeing 737-200 yang sangat populer namun mulai menua. Dipasarkan sebagai varian terkecil dari keluarga Boeing 737 Classic (bersama dengan seri -300 dan -400), seri -500 sengaja dirancang memiliki bodi yang lebih pendek daripada seri -300 untuk mempertahankan kapasitas penumpang yang serupa dengan seri -200, yakni berkisar antara 108 hingga 132 kursi. Pendekatan ini sangat disukai oleh maskapai penerbangan dunia pada masanya karena mereka dapat mengoperasikan rute-rute regional berjarak pendek hingga menengah dengan volume penumpang yang tidak terlalu padat secara jauh lebih ekonomis.

Apa yang menjadi ciri khas dan keunggulan utama Boeing 737-500 dibanding seri-seri pendahulunya terletak pada lompatan teknologi dapur pacu dan efisiensi kokpit. Seri -500 menanggalkan mesin turbofan silinder kurus Pratt & Whitney JT8D yang bising pada seri -200, dan menggantinya dengan mesin turbofan high-bypass CFM International CFM56-3.

Mesin baru ini tidak hanya menghasilkan daya dorong yang lebih besar, tetapi juga jauh lebih senyap dan mampu menghemat konsumsi bahan bakar hingga 25 persen. Selain itu, keunggulan lainnya adalah adopsi teknologi glass cockpit modern yang sebagian besar telah terdigitalisasi, sistem manajemen penerbangan (FMS) yang canggih, serta peningkatan aerodinamika pada sayap dan sirip tegak yang membuat performa terbangnya jauh lebih stabil dan ekonomis.

Sejarah Boeing 737-500 (737-1000), Seri 737 Klasik Paling Tidak Laku!

Di kancah internasional saat ini, eksistensi Boeing 737-500 secara komersial berjadwal sudah sangat langka dan sebagian besar telah dipensiunkan oleh maskapai-maskapai besar dunia, digantikan oleh keluarga Boeing 737 Next Generation (NG) maupun MAX yang jauh lebih modern.

Kendati demikian, sejumlah kecil armada 737-500 masih mempertahankan nafasnya di beberapa kawasan, terutama dioperasikan oleh maskapai regional di Eropa Timur, Afrika, serta beberapa operator piagam (charter) dan militer yang memanfaatkan ketangguhan pesawat ini untuk mendarat di landasan pacu yang relatif pendek.

Di Indonesia sendiri, Boeing 737-500 memiliki ikatan sejarah yang sangat erat dan pernah menjadi tulang punggung transportasi udara domestik di era keemasan pertumbuhan penerbangan nasional. Beberapa maskapai besar Indonesia yang tercatat pernah mengoperasikan varian legendaris ini antara lain adalah maskapai bendera nasional Garuda Indonesia, yang menggunakannya untuk rute-rute domestik sebelum meremajakan armadanya.

Selain itu, Sriwijaya Air bersama anak perusahaannya, NAM Air, menjadi salah satu operator 737-500 paling setia dan menjadikannya andalan untuk membuka rute-rute perintis ke bandara dengan landasan terbatas. Maskapai nasional lain seperti Merpati Nusantara Airlines, Batavia Air, Kalstar Aviation, hingga Trigana Air juga tercatat pernah mempercayakan lini operasional mereka pada ketangguhan jet komersial yang hari ini merayakan hari jadinya yang ke-37 sejak pertama kali mengepakkan sayap di angkasa.

Menakar Kesalahan Prosedur Perawatan Pesawat Nahas Boeing 737-500 Sriwijaya Air SJ-182

Ini Dampak Aktivitas Ekonomi Masyarakat dari Keberadaan KA Kertanegara

Perjalanan kereta api yang satu ini ternyata membuat masyarakat sebagai pengguna setia kereta api cukup terbantu. Tentunya dalam perjalanan yang menghubungkan baik dari Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga Jawa Timur maupun sebaliknya. Hal tersebut mendorong dengan adanya kereta api dengan rute yang tentunya banyak digemari masyarakat. Salah satu rute yang kini menjadi sorotan adalah Kereta Api (KA) Kertanegara.

Mulai dioperasikan pada 10 Maret 2021, kereta ini diperkenalkan satu bulan setelah peluncuran grafik perjalanan kereta api tahun 2021. Nama Kertanegara diambil dari raja terakhir Kerajaan Singasari, yaitu Kertanagara, yang memerintah sekitar tahun 1268–1292. Pengoperasian kereta api ini melibatkan perluasan rute perjalanan kereta api Malioboro Ekspres, yang sebelumnya hanya mencapai Yogyakarta.

Rute perjalanan Kereta api Kertanegara dimulai dari Malang dan berakhir di Purwokerto, mencakup jarak tempuh sejauh 559 km dengan waktu tempuh rata-rata 8 jam 48 menit. Frekuensi perjalanan kereta ini adalah satu kali setiap hari. Sejak 10 Maret 2021, KA Kertanegara menggunakan rangkaian kereta buatan PT Industri Kereta Api (INKA) yang terdiri dari empat kereta eksekutif, empat kereta ekonomi premium, satu kereta makan (M), dan satu kereta pembangkit (P).

PT KAI mencatat jumlah pelanggan KA Kertanegara relasi Malang–Purwokerto pergi pulang (pp) mencapai 168.085 orang sepanjang Januari hingga Mei 2026, atau naik 5,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 159.637 pelanggan.

Menurut Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan peningkatan jumlah pelanggan tersebut menunjukkan KA Kertanegara semakin menjadi pilihan masyarakat untuk bepergian antarkota di wilayah Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga Jawa Tengah. Menurut dia, layanan tersebut turut memperkuat konektivitas di lintas tengah Jawa sekaligus mendukung berbagai aktivitas masyarakat.

Lonjakan penumpang paling tinggi terjadi pada Maret 2026. Pada bulan tersebut, KA Kertanegara melayani 41.282 penumpang atau meningkat 65,94 persen dibandingkan Maret 2025 yang tercatat sebanyak 24.877 penumpang. Sementara itu, pada Mei 2026 jumlah penumpang mencapai 35.807 orang, naik dari 31.811 penumpang pada Mei tahun sebelumnya.

Anne menuturkan keberadaan KA Kertanegara juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi di daerah yang dilalui. Meningkatnya mobilitas penumpang dinilai berpotensi mendorong sektor transportasi lanjutan, usaha mikro, kuliner, penginapan, hingga destinasi wisata di sekitar stasiun. Setiap stasiun pemberhentian memiliki cerita dan manfaat bagi daerahnya. Ada penumpang yang menuju kampus, bertemu keluarga, bekerja, berwisata, atau menjalankan usaha.

Diketahui bahwa KA Kertanegara menghubungkan sejumlah kota seperti Malang, Blitar, Kediri, Madiun, Solo, Yogyakarta, Kebumen, hingga Purwokerto, sehingga menjadi salah satu alternatif transportasi bagi masyarakat untuk keperluan pendidikan, pekerjaan, maupun wisata. Tentunya, KAI ingin perjalanan dengan KA Kertanegara terasa menyenangkan sejak berangkat, nyaman selama di perjalanan, dan memberi nilai bagi kota-kota yang dilalui.

KAI juga mengimbau kepada masyarakat merencanakan perjalanan lebih awal, terutama menjelang akhir pekan dan masa liburan sekolah, mengingat tingginya minat masyarakat menggunakan layanan KA Kertanegara. Informasi mengenai jadwal, tarif, dan ketersediaan tempat duduk dapat diakses melalui kanal resmi penjualan KAI.

KAI Luncurkan Entertainment on Board Gratis di KA Taksaka, Syaratnya Harus Aktifkan “Flight Mode” di Ponsel