Yang Unik dari Stasiun Tawang, Alunan Gambang Semarang Gantikan Bunyi Bel

Suara tembang atau musik Jawa biasanya lebih sering di dengar saat acara-acara kebudayaan Jawa, tapi apa jadinya saat kita hendak bepergian dengan kereta api tiba-tiba mendengar suara tembang Jawa tersebut di stasiun? Ya, ada beberapa stasiun di Jawa Tengah yang menggunakan melodi gambang ini untuk kedatangan maupun keberangkatan kereta api dari stasiun-staisun tersebut.

Baca juga: Stasiun Sruweng, Ternyata Punya Musik Berbeda dari Stasiun Lainnya Loh!

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber ada beberapa stasiun yang menggunakan tembang Jawa yakni Stasiun Semarang Tawang, bel stasiun yang digunakan adalah nada lagu Gambang Semarang yang dimainkan dengan piano. Melodi ini diperdengarkan untuk menandai kedatangan kereta di Stasiun Tawang.

Gambang Semarang ini pun juga diperdengarkan di Stasiun Semarang Poncol. Hanya saja bedanya alunan gambang tersebut dibunyikan saat kereta akan melintas, datang dan berangkat dari Stasiun Semarang Poncol.

Bahkan di Stasiun kecil Weleri yang menjadi satu-satunya stasiun di Kabupaten Kendal untuk menaik turunkan penumpang juga menggunakan Gambang Semarang tersebut. Meski begitu bukan hanya di jalur utara saja, di jalur selatan juga memiliki lagu kedatangan yakni di Stasiun Sruweng yang letaknya dekat dengan tepian sungai Serayu.

Di Stasiun Sruweng sendiri bahkan lagu ini pun diputar ketika terjadinya persilangan dikala malam. Alunan-alunan lagu yang dimainkan dengan piano ini sebenarnya bisa mengangkat salah satu kebudayaan Indonesia melalui tembang atau musik jawa.

Dengan alunan tembang Jawa tersebut stasiun-stasiun ini tidak seperti stasiun lainnya yang masih menggunakan nada Westminster Chime (ting…tong…ting…tong…) sebagai penanda kedatangan kereta. Nah, ternyata bukan hanya Indonesia saja yang memiliki musik untuk penanda kedatangan atau keberangkatan kereta.

Baca juga: Jingle di Stasiun Kereta Jepang, Bangkitkan Semangat Penumpang

Jepang, sebagai negara dengan kereta apinya yang cukup sibuk ternyata ikut ambil bagian memperdengarkan jingle untuk keberangkatan keretanya. Melodi jingle tiap stasiun pun berbeda antara satu dengan lainnya.

Uniknya bila di Indonesia menggunakan tembang Jawa, di Jepang, stasiun menggunakan musik dari berbagai lagu anime atau film terkenal seperti Star Wars, Astro Boy dan beberapa lainnya. Selain membuat melodi yang baru dari biasanya, tembang atau jingle tersebut bisa membangkitkan semangat dan bedanya di Indonesia tembang dibunyikan di stasiun jarak jauh sedangkan Jepang untuk stasiun kereta komuternya.

KunKun: Alat Pendeteksi Bau Badan, Seperti Apa Cara Kerjanya?

Hawa panas, berjejalan, dan minimnya ruang gerak ketika Anda berada di moda transportasi berbasis massal seperti  kereta api tidak jarang memaksa Anda untuk menghirup aroma tidak sedap yang berasal dari penumpang lain. Tentunya hal seperti ini membuat perjalanan Anda kurang nyaman, bukan? Terlebih jika ‘wewangian’ tersebut terus setia menemani perjalanan Anda hingga tujuan. Atau mungkin, si penyebar aroma tidak sedap tersebut adalah Anda?

Baca Juga: Akibat Bau Kentut, Pesawat Transavia Lakukan Pendaratan Darurat di Wina

Tidak melulu dari bau badan, bahkan salah satu kasus yang sedang hangat menjadi perbincangan publik dunia adalah ketika maskapai Transavia Airlines terpaksa melakukan pendaratan darurat di Vienna Airport, Austria pada awal Februari 2018 kemarin. Hal tersebut terjadi lantaran salah satu penumpangnya enggan untuk berhenti buang gas. Dinilai mengganggu kenyamanan penumpang lainnya dalam penerbangan itu, alhasil penumpang terkait diturunkan.

Nah, untuk meminimalisir menyebarnya bebauan tidak sedap tersebut, Daisuke Koda yang bekerja untuk Konica-Minolta mengembangkan sebuah alat yang dapat mendeteksi aroma tidak sedap. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman abc.net.au (26/8/2017), KunKun, begitulah nama dari alat ini, akan memberikan penilaian terhadap bau yang ia deteksi.

Dengan ukurannya yang tidak lebih besar dari smartphone dan berbentuk seperti sebuah radio transistor, Anda cukup mendekatkan KunKun ke objek yang dinilai menyebarkan aroma tidak sedap. Tunggulah sekitar 20 detik, hingga alat ini akan memaparkan tingkat kebauan dari si objek tersebut. “Kami ingin menciptakan budaya dimana Anda akan mendapatkan citra positif karena tidak memiliki bau badan,” tutur Daisuke Koda.

Mengingat Jepang merupakan salah satu negara yang menjadikan bau badan sebagai sumber dari masalah besar, maka tidak heran ketika karyawan di Konica-Minolta ini mengembangkan KunKun yang diharapkan dapat menjadi solusi masalah tersebut. “Di Jepang, ada yang namanya smell harassment, dimana orang yang memiliki aroma tubuh kurang sedap akan mendapatkan ‘perlakuan khusus’ ketika berada di tempat umum,” lanjutnya.

Baca Juga: Halau Rusa di Jalur Kereta, Peneliti Jepang Pasang Klakson Suara Anjing Melolong di Lokomotif

Jika menilik masa depan dari KunKun, maka alat pendeteksi bau ini bisa digunakan di banyak industri, sebut saja transportasi. Demi menunjang perjalanan yang nyaman, para operator layanan bisa terlebih dahulu menyaring penumpang yang memiliki bau badan sebelum mereka diperbolehkan untuk masuk ke dalam moda bersangkutan.

Lebar Bentang Rel Menjadi Ciri Khas Jalur KRL Jabodetabek

Jalur kereta komuter sudah lumrah hadir di beberapa daerah di Tanah Air, namun yang menjadi maskot dan barometer nasional adalah jalur KRL (Keret Rel Listrik) Jabodetabek yang dikelola olehPT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ). Banyak cerita yang menarik seputar KRL yang telah beroperasi sejak tahun 1976 ini, diantaranya ada fakta bahwa jalur rel KRL Jabodetabek hanya bisa digunakan oleh rangkaian kereta asal Jepang. Ini bukan terkait monopoli atas pengadaan dan lain-lain, melainkan menyangkut lebar rel yang urusannya berhubungan dengan sejarah panjang kereta api di Indonesia.

Baca juga: Antisipasi Pelecehan Seksual di KRL, Ikuti Tips Berikut Ini

Dirunut dari sejarah, pada tahun 1864 Pemerintah Hindia Belanda memulai proyek untuk membangun lintasan kereta dari Jakarta ke Bogor (d/h Batavia ke Buitenborg). Dari sejak proyek dimulai, namun pembangunan jalur rel baru dimulai pada tahun 1869. Ada jeda implementasi selama lima tahun, apakah kucuran dana tersedat?

Baca juga: Ingin Menikmati Sensasi Kereta Cepat, Bentang Lebar Rel Harus Diganti

Dikutip KabarPenumpang.com dari buku “The Untold Story of E-Ticketing – Kisah di Balik Modernisasi KRL Jabodetabek,” disebutkan bahwa jeda lima tahun dicurahkan hanya untuk mengkaji lebar rel (spoorwijdte). Awalnya lebar rel dirancang dan dipasang selebar 1.435, yakni jenis track standar yang paling banyak digunakan di seluruh dunia, sebagaimana dirancang oleh George Stephenson, Bapak Perkeretaapian Dunia. Lebar rel 1.435 mm pun sudah diterapkan di jalur kereta api Semarang, Surabaya, dan Yogyakarta. Namun, Menteri Urusan Jajahan Belada De Wall pada 27 September 1869 justru memutuskan lebar rel mengadopsi standar 1.067 mm, atau dikenal sebagai track Afrika Selatan dan juga digunakan oleh Jepang.

Baca juga: Anda Mau “Survive” di Dalam Gerbong KRL? Yuk Ikuti Tipis Berikut Ini

Mengapa De Wall memutuskan penggunaan lebar rel 1.067 mm? Ini ternyata sudah melalui penelitian insinyur perkeretaapian JA Kool dan guru besar sekolah politeknik di Delft, NH Henket. Untuk jalur Jakarta – Bogor, bila tetap menggunakan lebar rel 1.435 mm, maka diperlukan dana 4 juta gulden, atau 68.259 gulden per kilometer. Namun dengan lebar rel 1.067 mm dapat dihemat 0,80 juta gulden, dengan total biaya hanya 3,19 juta gulden atau 43.600 per kilometer.

Baca juga: Mei 2017, Jumlah Penumpang KRL Jabodetabek Tembus 1 juta Per hari

Pada akhirnya, lintasan kereta Jakarta – Bogor resmi dioperasikan pada 31 Januari 1873. Dan sampai saat ini, lebar rel lintasan Jakarta – Bogor tetap 1.067 mm. Entah menjadi berkat atau sekaliknya, yang jelas lintasan KRL Jabodetabek hanya bisa dipasok KRL dari Jepang, negara yang sama-sama mengadopsi rel dengan lebar 1.067 mm. Seandainya dahulu yang diadopsi adalah standar lebar rel 1.435 mm, maka laju kereta bisa lebih tinggi, dan tak sulit bila nantinya ingin mentransformasikan penggunaan kereta cepat.

Shibuya Crossing, Fenomena Perlintasan Padat Manusia Bebas Senggolan

Lautan pekerja pejalan kaki rasanya sulit terlihat di Jakarta, justru yang dominan adalah lautan besar kendaraan yang mencoba berusaha lepas dari kemacetan. Bukan karena warga Ibu Kota malas berjalan kaki, tapi ada anggapan bahwa infrastruktur pejalan kaki, seperti trotoar tidak tersedia secara memadai. Dan bicara tentang lautan pekerja pejalan kaki, maka alam bawah sadar kita akan merujuk ke distrik Shibuya, Tokyo, Jepang

Baca juga: Jepang Terancam Tersingkir (Lagi) dari Persaingan Peremajaan Kereta di Indonesia

Banyaknya pejalan kaki ini akan terlihat pada jam-jam sibuk dan bisa diperkirakan sebanyak 2.500 orang yang akan menyeberang pada waktu yang bersamaan. Diketahui, distrik Shibuya ini memiliki sekitar sepuluh jalur lalu lintas mobil dan lima penyeberangan utama yang saling bertautan satu dengan lainnya. Tiap dua menitnya terdapat ribuan orang yang menyeberangi jalan ini, dimana akan semakin sibuk ketika stasiun Shibuya sudah dibuka dari jam 05.00 sampai 13.00 (7 hari dalam seminggu).

Saat isyarat lampu lalu lintas yang menandakan para pejalan kaki bisa menyeberang, dari keempat penjuru mata angin terlihat seperti air laut bergerak maju. Bila dilihat dari atas, para pejalan kaki ini seperti tentara besar yang akan maju bertempur, masing-masing bergerak untuk mencapai tujuan mereka.

Pada saat berjalan, satu dengan yang lain para pejalan kaki tersebut tidak terlihat bersenggolan sama sekali. Glionna mengatakan pada tulisannya, saat berada di tengah seperti kartu yang dikocok di tangan yang meluncur mulus saat melewati yang lainnya.

Waktu yang dihabiskan para pejalan kaki ini untuk menyeberang selama hampir satu menit penuh, persimpangan tersebut penuh lautan manusia dan perlahan berkurang hingga hampir kosong. kalaupun ada, hanya beberapa orang yang bergegas melewati jalan tersebut sebelum tanda berhenti kembali menyala. Setelah selesai para pejalan kaki, yang terlihat kemudian adalah lalu lintas kendaraan seperti biasanya. Para pejalan kaki ini akan seperti siklus dan selalu berulang saat jam sibuk di kota Shibuya.

Yang paling ikonik dari Shibuya Crossing ini ialah banyaknya papan reklame dan video dengan layar lebarnya. Begitu juga terdapat truk-truk promosi yang diisi dengan papan reklame yang terang menyala melingkari penyeberangan ini secara berulang-ulang. Setiap harinya total orang yang melintasi persimpangan ini bisa mencapai 1 juta orang sehingga pada waktu-waktu tertentu bisa tampak kacau. Bila hujan turun dimana ada begitu banyak orang yang melewati satu titik persimpangan yang sama membuat jalanan begitu penuh dan kacau. Terlebih semua orang menggunakan payung yang satu sama lainnya saling bersinggungan.

Lampu lalu lintas disini juga terkenal sangat singkat sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi siapapun yang melintas disini supaya tidak “terjebak” dengan lampu merah terus-menerus.

 

Jadi Ajang Kampanye Produk, Pegangan Tangan di Angkutan Umum Dibuat Unik

Bagi Anda yang kerap kali menggunakan sarana TransJakarta atau Commuter Line Jabodetabek (KRL), pasti Anda tidak asing lagi dengan yang namanya  atau pegangan tangan. Desainnya pun beragam, dari mulai yang berbentuk lingkaran hingga segitiga. Pegangan tangan ini ditujukan bagi para penumpang moda tersebut yang tidak kebagian tempat duduk sehingga mereka bisa menyeimbangkan diri selama dalam perjalanan.

Baca Juga: Seni Tingkat Tinggi Siap Hiasi Stasiun-Stasiun di Ottawa

Namun, di tangan orang-orang kreatif, pegangan tangan tersebut tidak hanya berperan sebagai salah satu alat penunjang keselamatan dalam berkendara, namun bisa menjadi suatu hal yang menarik untuk dilihat. Ide ini muncul ketika beberapa perusahaan besar di dunia mencoba untuk beriklan di lokasi yang strategis, dimana setiap hari orang-orang bisa melihat dan akhirnya penasaran dengan produk mereka.

Ketika moda transportasi berbasis massal seperti bus dan kereta api mulai diminati oleh khalayak ramai, para perusahaan ini seolah mendapat ilham dengan mencoba untuk memasang iklan di sana. Ketika moda-moda tersebut melaju dengan kecepatan tinggi, para penumpang yang tidak kebagian tempat duduk tentu membutuhkan sebuah pegangan agar mereka bisa tetap seimbang. Dan di situlah beberapa perusahaan besar di dunia mulai terinspirasi untuk membuat iklan di pegangan tangan tersebut.

Baca Juga: Wow! Bekas Menara ATC ini Disulap Jadi Penthouse

Selain itu, beriklan melalui pegangan tangan di moda transportasi dinilai akan menjangkau “pasar” yang lebih luas dan dapat dengan mudah menjadi viral di dunia maya. Para penumpang yang bosan dengan perjalanan mereka juga pasti akan melihat ke arah pegangan tangan tersebut dan membaca setiap kalimat yang ada di dalamnya. Cara pemasaran gerilya yang sangat unik! Berikut adalah beberapa contoh pegangan tangan kreatif yang KabarPenumpang.com sarikan dari laman boredpanda.com.

Sedang Memegang Handle atau Angkat Barbel?

Sumber: boredpanda.com

Diketahui ini merupakan salah satu bentuk iklan dari Fitness Company yang terpasang di subway di Jerman. Unik ya!

Pegangannya Kok ke Rambut?

Sumber: istimewa

Ini merupakan salah satu bentuk iklan kreatif yang digunakan oleh sebuah perusahaan shampoo, Gard dalam mempromosikan produk terbarunya, yaitu shampoo untuk rambut kuat. Handles kreatif ini bisa ditemui di Frankfurt, Jerman.

Baca Juga: Intip Langsung Kungstradgarden, Stasiun Bawah Tanah Paling Keren di Dunia

Pegangannya Berbentuk Ban

Sumber: boredpanda.com

Sebuah perusahaan ban terkenal asal Korea Selatan, Hankook pun tidak mau melewatkan momen untuk mempromosikan produknya. Mereka mendesain handles menyerupai bentuk ban, mirip dengan aslinya. Tentu saja dengan ukuran yang disesuaikan, ya!

Handle Berbentuk Minuman Kaleng

Sumber: boredpanda.com

Ini merupakan salah satu bentuk kampanye Pepsi dalam mempromosikan produknya. Diketahui, pegangan tangan ini bisa ditemui di hampir 3400 bus yang tersebar di seluruh Amerika.

Pegangannya ke Dasi, Hati-Hati Tercekik

Sumber: boredpanda.com

Ini merupakan ajang promosi dari salah satu perusahaan yang bergerak di bidang peminjaman. Pegangan unik ini dapat kita jumpai di subway di Tokyo, Jepang.

Tarif Kereta Bandara Kualanamu Mulai dari Rp5.000 aja, Cek Info Lengkapnya Disini

Penumpang kereta api di wilayah Divisi Regional (Divre) 1 Sumatra Utara kini kian meningkat. Pasalnya banyak masyarakat yang menggunakan transportasi kereta api ke berbagai wilayah di wilayah tersebut. Bahkan data dari PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) mencatat kenaikan penumpang pengguna kereta api cukup signifikan. Salah satunya adalah Stasiun Medan yang kini makin ramai.

Berbagai kereta api yang melintas di Stasiun Medan ini beragam, mulai dari kereta api jarak jauh hingga kereta bandara yang menuju Bandara Internasional Kualanamu. Ya, jika dilihat, pengguna kereta bandara juga naik secara signifikan. PT Railink (KAI Bandara) berkomitmen untuk terus meningkatkan konektivitas transportasi publik di Sumatera Utara melalui penambahan layanan kereta api yang akan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Deli Serdang dan sekitarnya.

Komitmen tersebut didasarkan pada tingginya minat masyarakat terhadap layanan KA Srilelawangsa yang terus menunjukkan tren pertumbuhan positif hingga kini. Pada periode Januari hingga Mei 2026, layanan KA Srilelawangsa telah melayani 1.775.762 pelanggan, yang terdiri dari 664.833 pelanggan relasi Medan – Bandara Kualanamu dan 1.110.932 pelanggan relasi Medan – Binjai – Kualabingai. Capaian ini menunjukkan bahwa kereta api telah menjadi salah satu moda transportasi pilihan masyarakat untuk perjalanan menuju bandara maupun perjalanan antar kota di wilayah Sumatera Utara.

Presiden Direktur PT Railink, Porwanto Handry Nugroho, mengatakan bahwa peningkatan jumlah pelanggan menjadi indikator kuat kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi publik berbasis rel yang andal dan terjangkau. Pertumbuhan jumlah penumpang KA Srilelawangsa menunjukkan bahwa masyarakat semakin mempercayai transportasi kereta api sebagai sarana mobilitas sehari-hari.

Dari hal tersebut, kini PT Railink menambah layanan baru bagi penumpang Kereta Bandara Kualanamu. Layanan dengan rute Bandara – Lubuk Pakam ini sudah bisa dinikmati penumpang dengan tarif yang sangat murah, yaitu Rp5.000.

Pengoperasian layanan baru ini merupakan hasil sinergi antara PT Kereta Api Indonesia (Persero), Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan, dan PT Railink dalam menghadirkan layanan transportasi yang semakin mudah dijangkau, aman, nyaman, tepat waktu, dan terjangkau bagi masyarakat.

Melalui dukungan PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai induk perusahaan serta dukungan pemerintah melalui DJKA Kementerian Perhubungan dalam penyelenggaraan layanan Public Service Obligation (PSO), masyarakat kini dapat menikmati layanan kereta api dengan tarif hanya Rp5.000 per perjalanan.

Layanan baru ini beroperasi sebanyak 4 perjalanan setiap hari dengan relasi Stasiun Medan – Stasiun Bandar Khalipah – Stasiun Batang Kuis – Stasiun Araskabu – Stasiun Lubuk Pakam (PP). Perjalanan menggunakan sarana Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE) Woojin dengan jarak tempuh 29,366 kilometer dan waktu perjalanan sekitar 45 menit.

Selain memperlancar mobilitas harian, layanan ini juga akan mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, pariwisata, serta meningkatkan konektivitas dengan Bandara Internasional Kualanamu dan Kota Medan. Perluasan layanan ini merupakan bagian dari komitmen PT Railink untuk terus mendukung program pemerintah dalam meningkatkan penggunaan transportasi massal berbasis rel.

Bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan DJKA Kementerian Perhubungan, KAI Bandara akan terus berinovasi menghadirkan layanan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan transportasi yang berkelanjutan. Sinergi ini menjadi bukti komitmen bersama dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, tepat waktu, dan terjangkau.

Jejak Sejarah Stasiun Medan, Sisakan Kenangan Menara Jam Antik

Bukan Cuma Penumpang, 5 Pesohor Dunia Ini Ternyata Kantongi Lisensi Pilot Resmi!

Memiliki jet pribadi mungkin menjadi simbol kemewahan yang lumrah bagi kalangan kelas atas dan selebritas dunia. Namun, sekadar duduk manis di kursi penumpang VIP tentu sangat berbeda rasanya dengan mengendalikan langsung burung besi di ruang kokpit. Membutuhkan biaya pelatihan yang tidak sedikit—bisa mencapai puluhan ribu dolar AS—serta komitmen waktu yang tinggi, dunia penerbangan rupanya menjadi hobi yang sangat adiktif bagi sebagian figur publik.

Tak main-main, beberapa pesohor papan atas Hollywood hingga anggota keluarga kerajaan terbukti bukan sekadar pencinta aviasi biasa. Mereka mengantongi lisensi pilot resmi dan kerap menerbangkan sendiri pesawatnya. Melansir laporan dari Simple Flying, berikut adalah lima selebritas dunia yang mahir mengudara sebagai pilot:

1. John Travolta
Pengoleksi Lisensi Type Rating Terbanyak Jika ada penghargaan untuk pencinta aviasi paling totalitas, John Travolta adalah pemenangnya. Aktor legendaris ini sudah mengantongi lisensi pilot sejak usia 22 tahun. Luar biasanya, Travolta memiliki 11 type rating FAA untuk berbagai jenis pesawat komersial dan bisnis, mulai dari Boeing 707, Boeing 737, Gulfstream, hingga jet tempur latih militer Soko G-2.

Ia bahkan memiliki rumah di kawasan Jumbolair Private Estates yang dilengkapi landasan pacu pribadi, sehingga ia bisa memarkir langsung pesawat Boeing 737-300 miliknya tepat di depan halaman rumah yang didesain mirip terminal bandara.

2. Tom Cruise
Pilot Andal di Film dan Dunia Nyata Aksi memukau Tom Cruise sebagai Maverick dalam sekuel Top Gun rupanya bukan sekadar akting belaka. Di dunia nyata, Cruise adalah seorang pilot komersial berlisensi dengan kualifikasi instrument dan multi-engine sejak tahun 1994.

Selain memiliki helikopter Airbus H125 dan jet mewah dual-pilot seperti Gulfstream IV, ia sangat gemar menerbangkan sendiri jet pribadinya, HondaJet, untuk perjalanan jarak pendek. Tak hanya itu, untuk sekadar hobi di akhir pekan, Cruise kerap mengudara menggunakan pesawat tempur klasik era Perang Dunia II, North American P-51 Mustang produksi tahun 1946 milik pribadinya.

3. Harrison Ford
Sang Penyelamat di Udara Pemeran Han Solo dalam waralaba Star Wars ini memiliki kecintaan yang sangat mendalam pada dunia dirgantara sejak tahun 1990-an. Harrison Ford mengoleksi berbagai pesawat unik, mulai dari helikopter Bell 407GX, pesawat vintage Waco 10 lansiran tahun 1929, hingga pesawat amfibi De Havilland DHC-2 Beaver yang menjadi armada favoritnya. Menariknya, Ford tidak hanya terbang untuk rekreasi; ia diketahui beberapa kali menggunakan helikopter pribadinya untuk membantu otoritas lokal dalam misi pencarian dan penyelamatan (SAR) warga yang hilang di pegunungan.

4. Morgan Freeman
Mengejar Mimpi Masa Kecil di Usia Senja Sebelum menjadi aktor besar, Morgan Freeman muda pernah mengabdi sebagai mekanik radar di Angkatan Udara AS (USAF). Kendati selalu bermimpi bisa menerbangkan pesawat sejak remaja, takdir baru membawanya mendapatkan lisensi pilot swasta pada tahun 2002 silam saat ia menginjak usia 65 tahun.

Freeman tercatat memiliki kualifikasi untuk menerbangkan jet Cessna Citation 501SP serta pesawat bermesin ganda Cessna 414. Meski kini faktor usia membuatnya harus selalu didampingi oleh pilot bersertifikat medis di kokpit, semangat Freeman di dunia aviasi tetap menginspirasi banyak orang.

5. Raja Willem-Alexander dari Belanda
“Sambilan” Jadi Pilot Maskapai KLM Kisah yang satu ini mungkin menjadi yang paling unik di dunia. Bukan berasal dari panggung Hollywood, Willem-Alexander adalah Raja resmi Kerajaan Belanda sejak tahun 2013. Alih-alih menerbangkan pesawat kecil sebagai hobi rekreasi, sang Raja justru merupakan pilot maskapai penerbangan sipil yang berkualifikasi penuh.

Selama lebih dari 30 tahun, ia bekerja “sambilan” sebagai first officer (kopilot) untuk maskapai nasional Belanda, KLM. Menerbangkan penumpang reguler sekitar dua kali sebulan, sang Raja baru-baru ini berganti haluan menerbangkan armada keluarga Airbus A320 setelah sebelumnya lama mengawaki pesawat Fokker 70 dan Boeing 737. Uniknya, kehadirannya di kokpit tidak pernah diumumkan secara resmi demi kenyamanan penumpang KLM.

Anti Mainstream, Rumah John Travolta Punya Runway, Apron, dan Lounge Bak Bandara Mini

Mudahkan Turis Asing, JAL ABC dan DHL Jepang Rilis Layanan Kirim Koper Internasional dari Bandara Narita

Kabar gembira bagi para pelancong internasional yang sering kali pusing dengan urusan bagasi berlebih saat berlibur ke Jepang. Dua raksasa industri, JAL ABC dan DHL Japan, resmi menjalin kemitraan strategis untuk meluncurkan layanan pengiriman bagasi internasional bertajuk “DHL Express Easy” langsung dari Bandara Internasional Narita sejak Rabu, 1 Juli 2026.

Langkah kolaboratif ini hadir sebagai jawaban atas melonjaknya permintaan pengiriman barang ke luar negeri oleh para turis asing (inbound) yang berkunjung ke Negeri Sakura. Sering kali, para wisatawan pulang dengan membawa oleh-oleh atau belanjaan yang melimpah, sehingga beban bagasi pesawat mereka melebihi kapasitas standar maskapai.

Sistem kerja layanan “DHL Express Easy” ini pun dirancang sangat praktis demi kenyamanan penumpang. Sebelum terbang, pengguna hanya perlu menyelesaikan prosedur administrasi dan pembayaran di situs resmi DHL Japan secara daring. Pada hari keberangkatan, penumpang cukup membawa koper atau paket mereka ke konter JAL ABC yang terletak di Terminal 1 maupun Terminal 2 Bandara Internasional Narita untuk langsung diproses kirim ke berbagai destinasi di seluruh dunia.

Dengan memanfaatkan jaringan logistik global serta sistem pelacakan (tracking) mutakhir milik DHL, para penumpang dapat dengan tenang memantau status pengiriman bagasi mereka secara real-time hingga tiba di alamat tujuan.

Mengenai rincian biaya, tarif pengiriman bervariasi tergantung pada berat dan wilayah tujuan. Sebagai contoh, untuk pengiriman paket seberat 1,5 kilogram, tarif dipatok mulai dari 9.500 yen (sekitar Rp960 ribuan) untuk tujuan wilayah Asia. Sementara untuk tujuan Amerika Serikat dikenakan biaya mulai dari 12.000 yen (sekitar Rp1,2 jutaan), dan tujuan Eropa berkisar mulai dari 12.600 yen (sekitar Rp1,27 jutaan).

Hadirnya konter di Bandara Narita ini semakin memperluas jangkauan layanan DHL Japan yang saat ini telah mengoperasikan total 59 service point di seluruh penjuru Jepang. Bagi para pelancong, layanan ini tentu menjadi opsi cerdas agar bisa pulang ke negara asal dengan tangan kosong tanpa repot menjinjing koper berat di terminal bandara.

Melancong ke Tokyo, Pilih Turun Dimana? Bandara Haneda atau Narita?

Gunakan Kereta Khusus ‘Freedom 250’, Presiden Donald Trump Hadiri Peresmian Roosevelt Library

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menghadiri upacara peresmian dan pembukaan resmi Roosevelt Library dengan cara yang tidak biasa dan sarat akan simbolisme sejarah. Alih-alih menggunakan iring-iringan limusin kepresidenan standar atau helikopter, Trump memilih untuk tiba di lokasi acara dengan menumpang sebuah rangkaian kereta api khusus yang diberi nama Freedom 250.

Kehadiran kereta penumpas rel ini langsung mencuri perhatian publik dan awak media yang telah memadati area stasiun terdekat dari kompleks perpustakaan kepresidenan tersebut, sekaligus membangkitkan kembali memori kejayaan tradisi perjalanan darat para pemimpin besar Amerika Serikat di masa lampau.

Rangkaian kereta api khusus Freedom 250 yang membawa Presiden Trump didesain dengan perpaduan elemen klasik dan teknologi keamanan modern standar tinggi. Menggunakan corak warna yang mencerminkan patriotisme Amerika, kereta ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi mewah, namun juga menjadi simbol pergerakan dan kedaulatan yang dinamis.

Sepanjang jalur menuju Roosevelt Library, kedatangan kereta khusus ini disambut antusias oleh warga yang berkumpul di beberapa titik perlintasan rel, menjadikannya sebuah panggung visual yang sangat efektif sebelum sang presiden menginjakkan kaki di podium utama acara peresmian tersebut.

Pemilihan moda transportasi kereta api khusus untuk menghadiri peresmian Roosevelt Library dinilai para pengamat memiliki keterikatan historis yang sangat kuat dengan sosok Franklin D. Roosevelt sendiri. Semasa hidup dan menjabat, Presiden Roosevelt dikenal sebagai salah satu pemimpin yang paling sering menggunakan kereta api kepresidenan khusus untuk berkeliling wilayah Amerika Serikat guna meninjau proyek pertahanan maupun menyapa rakyat di era Depresi Besar. Dengan memilih Freedom 250, kehadiran Trump seolah memberikan penghormatan visual terhadap warisan sejarah transportasi kepresidenan, sekaligus memberikan sentuhan drama teatrikal yang menjadi ciri khas penampilannya di ruang publik.

Setibanya di peron stasiun, Presiden Trump yang keluar dari gerbong utama Freedom 250 langsung disambut oleh jajaran komite pelaksana Roosevelt Library dan sejumlah pejabat setempat sebelum bertolak menuju kompleks utama perpustakaan. Dalam pidato pembukaannya, momen kedatangan menggunakan kereta khusus ini sempat disinggung sebagai simbol kekuatan infrastruktur dan daya tahan bangsa yang terus bergerak maju tanpa melupakan akar sejarahnya.

Peresmian perpustakaan ini sendiri menandai dibukanya arsip-arsip penting dan artefak sejarah bagi masyarakat umum, sementara kehadiran Freedom 250 sukses mencatatkan dirinya sebagai salah satu elemen paling ikonik dalam upacara pembukaan tersebut.

Ambisi Branding Trump: Upaya Mengabadikan Nama Sang Presiden di Bandara dan Stasiun Kereta AS

Kereta Sehat ala KAI, Rail Clinic Hadir Tingkatkan Layanan Kesehatan untuk Masyarakat

Tak hanya melayani mobilitas masyarakat yang kini semakin digemari untuk melakukan perjalanan, namun PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) juga turut andil dalam melakukan kegiatan yang sangat positif bagi masyarakat. Apalagi dilihat dari kegiatan bakti sosial kesehatan.

Ya, PT KAI telah lama menghadirkan sebuah terobosan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan masyarakat. Hal ini membuat pihak dari KAI membuat rangkaian kereta bertenaga diesel yang diberi nama Rail Clinic and Library.

Dari luar tampak seperti kereta biasa. Namun di dalamnya, rangkaian itu disulap menjadi ruang layanan kesehatan lengkap mulai dari pemeriksaan umum, gigi, mata, kebidanan, hingga laboratorium sederhana.

Klinik berbasis rel ini telah menjadi hal penting dalam melakukan kegiatan yang sangat efektif terutama di kalangan masyarakat yang bisa lebih mudah dijangkau dengan hadirnya kereta ini.

Berbagai lokasi yang menghadirkan kereta klinik ini sudah didatangi serta mendapat tanggapan positif dari masyarakat yang telah ikut dalam kegiatan bakti sosial pengobatan tersebut secara gratis. Salah satu daerah yang dikunjungi beberapa hari lalu adalah di Stasiun Bumiwaluya.

Ya,berada di wilayah Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung ini, Rail Cllinic and Library hadir membantu masyarakat untuk melakukan pengobatan secara pengecekan kesehatan di stasiun tersebut.

ada kegiatan bakti sosial tersebut, sebanyak 265 pasien yang mendaftar untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan gratis dilayani. PT KAI Daop 2 Bandung juga memberikan 50 kacamata gratis untuk siswa dan siswi SDN 1 Citeras dan 70 kacamata gratis untuk para lansia warga Kelurahan Citeras.

Selain itu, mereka juga memberikan bantuan sembako dan kursi roda untuk masyarakat sekitar stasiun di samping sosialisasi dan penyuluhan tentang keselamatan di sekitar jalur rel KA maupun tentang kesehatan kepada warga di sekitar stasiun yang dulunya bernama Malangbong tersebut.

Executive Vice President PT KAI (Persero) Daop 2 Bandung, Hendra Wahyono menjelaskan pada kegiatan ini KAI Daop 2 Bandung melakukan bakti sosial ke masyarakat di sekitar stasiun dengan melakukan pemeriksaan, pengobatan gratis, dan penyuluhan bagi masyarakat. Secara umum, fasilitas pelayanan kesehatan yang diberikan di dalam Rail Clinic adalah jenis pelayanan kesehatan primer atau pelayanan tingkat pertama.

Pengobatan gratis dengan menggunakan Rail Clinic merupakan salah satu inovasi PT KAI di bidang kesehatan dengan menjadikan Kereta Rel Diesel (KRD) Penumpang menjadi rangkaian kereta dengan fasilitas kesehatan lengkap layaknya poliklinik berjalan. Sejak dilaunching pada Desember 2015 lalu dan mendapatkan rekor MURI, hingga saat ini PT KAI sudah memiliki 4 rangkaian Rail Clinic yang tersebar di Pulau Jawa dan Sumatera untuk kegiatan bakti sosial.

Kegiatan pengobatan gratis di Daop 2 Bandung pada saat ini menggunakan Rail Clinic Generasi 4 dengan jumlah 4 kereta dalam 1 rangkaian yang terdiri dari rangkaian Kereta Sehat (Rail Clinic) dan Kereta Pustaka (Rail Library).

Ruang kabin masinis, ruang perpustakaan, ruang membaca digital dan belajar, ruang pertemuan. Untuk fasilitas toilet dan dapur terdapat di 2 kereta dalam rangkaian tersebut, sedangkan pada 2 kereta lainnya berisi fasilitas kesehatan lengkap layaknya poliklinik berjalan. Masing–masing kereta memiliki tata ruang dan jenis pelayanan yang berbeda.

Fasilitas pelayanan kesehatan yang diberikan mulai dari Pemeriksaan Gigi, Pemeriksaan Dokter Umum, tindakan medis sederhana, Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak, Laboratorium sederhana, Ruang Farmasi dan Ruang Pemeriksaan Mata. Seluruh peralatan medis yang ada dilengkapi dengan peralatan digital yang canggih dan modern yang memudahkan dalam melakukan pemeriksaan.

Hendra menyampaikan bahwa dengan adanya kereta klinik seperti ini yang digunakan untuk kepentingan dinas khusus dalam bentuk pelayanan kesehatan adalah sebagai langkah kepedulian PT KAI kepada masyarakat di sepanjang jalur rel yang ada secara bergantian.

Tentunya diharapkan dengan kegiatan ini akan mempererat silahturahmi dengan masyarakat sekitar, sehingga masyarakat dapat turut aktif menjaga aset dan keselamatan perjalanan kereta api.

KRD Bumi Geulis – Kenangan Rute Bogor-Sukabumi yang Kini Jadi Rail Clinic