Metro Tehran: Dari Jalur Transportasi Jadi Bunker Perlindungan Saat Perang

Sejarah pembangunan Metro Tehran adalah narasi panjang tentang ketahanan sebuah bangsa di tengah isolasi internasional. Ide pembangunan sistem transportasi bawah tanah ini sebenarnya sudah dicetuskan sejak tahun 1970-an, di masa pemerintahan Syah Iran, dengan bantuan konsorsium asal Perancis.

Namun, Revolusi Islam 1979 dan pecahnya Perang Iran-Irak pada dekade 1980-an memaksa proyek ini mati suri selama bertahun-tahun. Kendala pembangunan tidak hanya datang dari sisi pendanaan, tetapi juga tantangan geografis Tehran yang memiliki kontur tanah keras dan kemiringan yang curam dari utara ke selatan.

Barulah pada tahun 1999, Metro Tehran melakukan debut resminya dengan pembukaan Jalur 5 yang menghubungkan Tehran dengan Karaj, menandai dimulainya era baru mobilitas modern di “Kota Pegunungan” tersebut.

Kini, Metro Tehran telah bertransformasi menjadi jaringan metro terbesar di Timur Tengah dengan tujuh jalur utama yang membentang lebih dari 300 kilometer. Stasiun-stasiunnya dikenal dengan arsitektur yang megah, bersih, dan sangat dalam, seperti Stasiun Tajrish yang berada di kedalaman lebih dari 50 meter di bawah permukaan tanah.

Jaringan ini tidak hanya menghubungkan titik-titik vital ekonomi dan pemerintahan, tetapi juga menjangkau Bandara Internasional Imam Khomeini (IKIA). Di tengah gempuran sanksi, Iran secara mengejutkan mampu memproduksi rangkaian kereta secara mandiri melalui Tehran Wagon Manufacturing, sebuah pencapaian yang membuktikan bahwa ketergantungan pada vendor asing seperti Tiongkok dan Eropa telah jauh berkurang.

Memasuki tahun 2026, di tengah eskalasi konflik yang melibatkan serangan udara dari Amerika Serikat dan Israel, status Metro Tehran bergeser dari sekadar sarana transportasi menjadi infrastruktur pertahanan sipil yang kritikal. Pemerintah Iran secara resmi telah mengaktifkan protokol perlindungan di mana stasiun-stasiun bawah tanah yang sangat dalam kini difungsikan sebagai bunker perlindungan bom (bomb shelter) bagi warga sipil.

Dengan struktur dinding beton yang diperkuat dan kedalaman yang mampu menahan guncangan akibat ledakan konvensional di permukaan, stasiun metro menjadi titik evakuasi utama saat sirene peringatan udara berbunyi. Fasilitas pendukung seperti ventilasi udara khusus dan ketersediaan pasokan air di dalam stasiun menjadikannya perlindungan paling aman di tengah ancaman rudal balistik dan serangan udara.

Meskipun dalam kondisi perang, layanan Metro Tehran tetap beroperasi secara terbatas guna memastikan mobilitas logistik dan personel penting tetap berjalan. Namun, prioritas utama saat ini adalah keselamatan warga, di mana lorong-lorong stasiun kini dipenuhi dengan perbekalan darurat dan posko kesehatan.

Bagi masyarakat Tehran, metro bukan lagi sekadar cara untuk menghindari kemacetan kota yang kronis, melainkan jalur penyelamat (lifeline) yang menawarkan rasa aman di bawah tanah ketika langit di atas mereka dipenuhi oleh gemuruh jet tempur dan dentuman sistem pertahanan udara.

Jembatan Kereta Api Yahya Abad di Iran Lumpuh Akibat Serangan Udara, Jalur Logistik Strategis Terputus

Wow! Bandara-Bandara Ini Memiliki Restoran Bintang 5 di Dalamnya

Tersedianya restoran di pra-sarana transportasi seperti bandara tentu saja memudahkan banyak pihak. Selain mendatangkan keuntungan sendiri bagi bandara dan pihak restoran, calon penumpang yang hendak melakukan perjalanan atau baru saja tiba dari suatu daerah akan dimudahkan untuk mencari makanan apabila lapar. Selain itu, para calon penumpang yang mengalami keterlambatan pemberangkatanpun akan merasa aman apabila suatu saat perutnya keroncongan.

Baca juga: Food District Changi – Inilah Food Court Bandara Terbesar di Dunia

Biasanya, di suatu bandara memiliki banyak jenis tempat makan yang menyajikan menu yang beragam, mulai dari fast food hingga kios snack terdapat di sana. Namun, dari banyak ragam pilihan makanan yang tersedia di sana, biasanya ada 1 restoran yang paling menonjol, entah itu dari pilihan menunya yang menggugah selera, atau tempat yang sebelumnya sudah terkenal di luar. Seperti yang dilansir dari laman thetaste.ie, berikut adalah beberapa restoran kelas wahid yang terdapat di bandara-bandara seluruh dunia.

Plane Food by Gordon Ramsay

Sumber: worldalldetails.com
Sumber: worldalldetails.com

Siapa yang tidak kenal dengan Gordon Ramsay? Celeb-chef kenamaan asal Johnstone, Inggris ini memiliki restoran di London Heathrow terminal 5. Anda akan merasakan sensasi makan makanan bintang 5 dengan menikmati aktifitas dari landas pacu bandara London Heathrow. Ada banyak pilihan makanan yang dapat Anda nikmati di sini, seperti berbagai jenis steak, risotto, dan pudding. Apabila Anda sedang tergesa-gesa karena pesawat yang Anda tumpangi hendak take off, Anda dapat memilih Plane Jet Menu, dimana menu-menu dalam kategori ini tidak memakan waktu lama untuk menyiapkannya.

Legal Sea Foods

Sumber: thepointsguy.com
Sumber: thepointsguy.com

Jika Anda mengunjungi Boston, mungkin perjalanan akan terasa hambar bila tidak mencicipi semangkuk sup krim kerang. Legal Sea Food yang berada di Boston Logan International Airport terminal, B, dan C menyediakan penganan yang selalu disajikan ketika upacara pelantikan presiden sejak tahun 1981. Selain sup krim kerang, Anda juga dapat mencicipi penganan lain seperti olahan kerang Cape Cod yang baru dikupas, dan fish and chips. Slogan dari restoran yang memulai usahanya sebagai pedagang ikan di Cambridgepada tahun 1950-an ini juga terbilang cukup unik, yaitu “If it isn’t fresh, it isn’t legal”, dimana restoran ini amat menjunjung tinggi kesegaran bahan baku yang dipakai.

Dani Garcia DeliBar

Sumber: espaciodeco.com
Sumber: espaciodeco.com

Hadirnya restoran ini di Malaga-Costa del Sol terminal 3 merupakan gagasan dari Michelin bersaudara dan memilih koki Dani Garcia sebagai aktor dibalik makanan lezat yang tersedia di sini. Dani Garcia sendiri merupakan salah satu koki ternama yang siap untuk menawarkan sajian perpaduan Spanyol dan Andalusia kepada para pengunjung. Restoran ini terkenal akan snack dan menu-menu ringan lainnya, seperti cherry gazpacho, pringá croquettes dan the oxtail pig burger.

Brasserie Flo

Sumber: parisaeroport.fr
Sumber: parisaeroport.fr

Restoran yang berada di Bandara Charles de Gaulle, Paris, Terminal 2F ini menyajikan beberapa penganan tradisional, seperti Chateaubriand panggang dengan saus béarnaise, sole meuniere, crème brulee dengan saus bourbon-vanilla. Nuansa Paris yang kental yang dihadirkan oleh Brasserie Flo seolah dibangkitkan kembali setelah Anda berpisah dengan Negara yang terkenal dengan menara Eiffel tersebut. Apabila Anda dalam kondisi buru-buru, Anda dapat memesan menu ekspres yang siap disajikan di bawah 30 menit.

Globe@YVR

Sumber: fairmont.com
Sumber: fairmont.com

Restoran yang berada di Bandara Internasional Vancouver, Fairmont Vancouver Airport Hotel ini menyajikan sajian terbaik khas British-Columbian dengan menggunakan bahan baku pilihan seperti Seared Qualicum Bay Scallops, Fraser Valley Raised Duck dan Pacific Salmon. Anda dapat menikmati semua menu ini dalam balutan desain klasik yang menjadi ciri dari restoran Globe@YVR. Jangan lupa, apabila semua hidangan telah selesai disantap, anggur (wine) lokal yang berasal dari perkebunan di Okanagan Valley siap menjadi menu pencuci mulut yang siap disajikan untuk Anda.

“Irex”, Bahan Bakar Andalan Pengemudi Bus Nakal

Banyak yang bilang, orang Indonesia juara pertama soal akal-akalan, termasuk mengakali biaya bahan bakar kendaraan supaya lebih irit. Untuk urusan ini, pengemudi bus boleh jadi sudah hafal di luar kepala.

Baca juga: Continental, Legenda Bus Malam Eksekutif dengan Segala Keunikannya

Teknik eco driving atau istilah lokalnya “menyekolahkan” kaki kanan nyatanya belum cukup bagi mereka. Agar uang yang dibawa pulang lebih banyak, mereka kerap mencampur solar dengan minyak lain yang bikin kita geleng-geleng kepala.

Tentu saja, hal itu tidak berlaku bagi pengemudi yang menjalankan sistem “solar cor” atau biaya bahan bakar ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan. Demikian halnya dengan perusahaan yang mengharuskan bus untuk mengisi bahan bakar di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) tertentu.

Hingga pertengahan dekade 2000-an, saat minyak tanah masih murah atau disubsidi harganya oleh pemerintah, tak sedikit pengemudi yang mencampurkan solar dengan bahan bakar kompor itu. Campuran tersebut disebut “irek” atau “irex”, singkatan dari “irit dan ekonomis”.

Entah siapa yang menemukan ide penggunaan minyak tanah untuk campuran solar. Namun yang jelas, praktik ini sudah berjalan sejak akhir 1990-an pascakrisis moneter 1998. Ditandai dengan munculnya warung-warung dengan jeriken besar berisi minyak di sepanjang Jalur Pantai Utara Jawa (Pantura).

Yoso, pengemudi truk ekspedisi yang sebelumnya sempat malang melintang di sejumlah perusahaan otobus (PO) mengaku sempat menjadi pengguna setia “irex”. Alasannya satu, supaya uang yang dibawa pulang bisa lebih banyak.

“Dulu saya bawa bis malam setoran. Pokoknyq juragan enggak mau tahu, balik garasi kudu setor segitu, enggak boleh kurang. Kalau di jalan penumpang sepi atau macet solar habis banyak juga sama. Diakali saja lah pakai “irex” itu,” ujarrnya.

Yoso tak ingat berapa selisih pasti harga antara solar murni dan “irex”. Tetapi yang jelas, berkat “irex” dia bisa menghemat nyaris separuh dari biaya bahan bakar normalnya.

Dia menjelaskan “irex” yang dijual di warung-warung sepanjang Jalur Pantura tidak hanya satu macam. Ada yang hanya dicampur minyak tanah, ada yang dicampur oli bekas, dan ada pula yang dicampur dengan minyak goreng.

“Minyak tanah dicampur solar, minyak tanah empat jeriken ukuran 25 liter tambah solar dua jeriken. Udah full sampai tujuan. Ada juga yang pakai oli bekas atau tambah minyak goreng. Cuma saya waktu itu jarang, takut bospom [pompa solar] mampet,” tuturnya.

Tentu saja, praktik nyeleneh itu ada konsekuensinya ke mesin kendaraan. Selain pompa solar berisiko mampet di tengah perjalanan, “irex” juga membuat mesin kendaraan cepat rusak lantaran suhu mesin bisa jauh lebih panas dari semestinya.

Pihak yang paling dirugikan sudah jelas adalah perusahaan atau pemilik kendaraan. Oleh karena itu, perusahaan memberikan sanksi keras, termasuk pemecatan bagi pengemudi yang ketahuan mengisi bahan bakar kendaraan menggunakan “irex”.

“Ketahuan biasanya dipecat, mobil kan jadi cepat rusak. Biasanya ketahuan pakai “irex” itu dari asapnya, apalagi yang ada campuran oli bekas. Asapnya ngebul putih, baunya enggak enak, pedih di mata. Suara mesin juga kasar biasanya,” ujar Yoso.

Seiring dengan pengalihan subsidi minyak tanah ke liquified petroleum gas (LPG)/elpiji 3 kg, “irex” menghilang. Sebagian penjual yang masih tersisa biasanya hanya menjajakan campuran solar dan minyak goreng.

Baca juga: Inilah Deretan Fasilitas Nyaman di Bus AKAP, Siap Memanjakan Bus Mania

“Kalau sekarang minyak [goreng] mahal ya enggak mungkin lah ada lagi. Solar udah paling murah harganya, goceng lebih sedikit ya diisinya solar. Biar mobil bisa lari ada juga sopir yang suka tambahin Pertamax atau Pertamax Plus 1-2 liter ke tangki setelah solar full,” ungkapnya. (Bisma Satria)

Penumpang Wajib Tahu, Ini Serba-serbi Inflight WiFi Singapore Airlines

Sebagai salah satu maskapai terbaik di dunia, Singapore Airlines sangat memperhatikan kebutuhan penumpang. Salah satunya inflight WiFi atau WiFi dalam penerbangan. Hampir di semua armada maskapai, mulai dari Boeing 737 MAX modern hingga Airbus A380, semuanya dilengkapi WiFi onboard.

Baca juga: Ke Singapura Naik Singapore Airlines, Bisa Pinjam WiFi Router dan Akses Internet Gratis!

Tak hanya menyediakan, maskapai nasional Singapura itu juga menawarkan inflight WiFi gratis untuk penumpang first class dan paket WiFi gratis untuk penumpang kelas bisnis.

Meski layanan inflight WiFi Singapore Airlines sudah masyhur diketahui, namun, masih banyak pertanyaan terkait itu. Karenanya, berikut rangkuman serba-serbi inflight WiFi Singapore Airlines seperti dikutip dari executivetraveller.com.

1. Apakah Singapore Airlines memiliki WiFi di semua penerbangan?

Hampir semua penerbangan Singapore Airlines memilikinya (inflight WiFi). Sebagai maskapai internasional yang sama sekali tak memiliki layana domestik, hal itu sudah menjadi harga mati bagi maskapai.

Armada maskapai, seperti Airbus A350 dan A380, Boeing 787-10 dan Boeing 777-300ER, dan Boeing 737 MAX 8. Seluruhnya dilengkapi WiFi. Hanya ada satu armada yang tidak dilengkapi, yaitu Boeing 737-800. Meski begitu, ia memiliki sistem WiFi untuk streaming hiburan seperti film ke perangkat elektronik penumpang.

2. Berapa biaya WiFi Singapore Airlines?

Ada empat paket inflight WiFi yang tersedia, mulai dari paket Chat seharga US$3,99 untuk kuota 30MB, Pro seharga US$9,99 untuk kuota 100MB, Premium US$15,99 untuk kuota 200MB, dan Surf US$15,99 dengan akses unlimited selama tiga jam.

3. Apakah Singapore Airlines punya WiFi gratis?

Singapore Airlines menawarkan paket WiFi gratis untuk semua penumpang, tergantung pada kelas perjalanan dan keanggotaan KrisFlyer loyalty program Singapore Airlines.

  • Penumpang first class Singapore Airlines dan A380 Suites dapat akses WiFi gratis unlimited
  • Penumpang kelas bisnis Singapore Airlines dapat WiFi gratis 100MB
  • Member PPS Club Singapore Airlines yang duduk di kursi kelas ekonomi premium dan ekonomi dapat gratis WiFi 100MB
  • Member KrisFlyer Singapore Airlines yang duduk di kursi ekonomi premium dan ekonomi mendapat WiFi paket Chat gratis selama 2 jam.
  1. WiFi gratis Singapore Airlines with Boingo bagi pengguna Mastercard

Pemegang kartu kredit Mastercard di seluruh dunia mendapat akses 1 juta WiFi premium gratis dan unlimited di banyak tempat di dunia, termasuk di pesawat Singapore Airlines.

5. Berapa kecepatan inflight WiFi Singapore Airlines?

Untuk mendownload atau mengunduh file, kecepatan WiFi-nya mencapai 1-8 Mbps. Sedangkan untuk mengunggah file, kecepatanya lebih kecil mencapai 1-2 Mbps.

6. Pengalaman menggunakan inflight WiFi Singapore Airlines

Pada umumnya inflight WiFi Singapore Airlines tidak sebaik di darat. Namun, tidak terlalu buruk juga sehingga tidak bisa dipakai. Bisa dibilang koneksinya cukup lumayan untuk membuat penumpang tetap terhubungan dengan bisnis dan pekerjaan di darat.

7. Apakah penumpang harus gunakan aplikasi SIA untuk mengakses WiFi?

Jawabannya adalah tidak perlu. Penumpang cukup mengaktifkan WiFi di ponsel, laptop, dan perangkat elektronik lainnya.

Baca juga: Singapore Airlines Rilis Tarif Baru WiFi Onboard

8. Bagaimana cara mengakses atau menghubungkan perangkat ke WiFi Singapore Airlines?

Pertama-tama, aktifkan mode penerbangan di perangkat, kemudian aktifkan WiFi, temukan jaringan KrisWorld, kemudian penumpang langsung terhubung ke WiFi jika mendapat akses gratis atau harus membeli paket terlebih dahulu.

9. Bisakah penumpang gunakan WiFi di lebih dari satu perangkat dalam satu waktu?

Tidak bisa. Penumpang hanya bisa mengakses inflight WiFi Singapore Airlines di satu perangkat dalam satu waktu.

Listrik Padam, Operasional Stasiun Commuter Line dan MRT Jakarta Sempat Terganggu

Pengguna transportasi umum berbasis rel pada jam-jam kerja terlihat sangat meningkat secara signifikan. Apalagi membludaknya di stasiun tertentu yang paling banyak penggunanya hingga kepadatan terkadang sulit dihindari. Saat menjelang sore hari tingkat kepadatan pengguna transportasi kereta pun terlihat saat masyarakat telah usai beraktivitas.

Namun, bagaimana jika terjadi kendala di area stasiun saat lagi padat-padatnya penumpang yang hendak pulang beraktivitas menggunakan kereta. Ya, kejadian tersebut dialami di salah satu stasiun Commuter Line, yaitu Stasiun Duri. Dari keterangan pers menyebutkan bahwa telah terjadi pemadan listrik di wilayah sekitar Jakarta Barat dan area Stasiun Duri pada Kamis malam, (9/4 ) pada pukul 18.10 WIB.

Meskipun pemadaman terjadi di Stasiun Duri yang tampak gelap gulita, namun KAI Commuter menyampaikan bahwa untuk layanan perjalanan Commuter Line di Stasiun Duri tidak mengalami kendala. Untuk layanan perjalanan Commuter Line Tangerang dan Commuter Line Cikarang di Stasiun Duri dikabarkan tetap berjalan normal untuk naik dan turun penumpang.

Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan menyampaikan bahwa pasokan aliran listrik dari PLN padam untuk wilayah sekitar Stasiun Duri mengalami pemadaman, hal ini juga menyebabkan lampu penerangan juga padam di Stasiun Duri. Namun demikian, beberapa fasilitas untuk layanan pengguna masih tetap beroperasi normal dengan pasokan aliran listrik dari fasilitas genset stasiun.

Selang beberapa jam, tepatnya pada pukul 19.40 WIB, aliran listrik dari PLN kembali normal dan penerangan Stasiun Duri serta fasilitas layanan pengguna lainnya kembali bisa beroperasi. Kemudian operasional Stasiun Duri pun kembali normal seperti biasa.

Lebih lanjut Leza menambahkan meskipun terjadi pemadaman untuk layanan penjualanan tiket dan operasional gate elektronik untuk tap-in dan tap-out berjalan normal, sehingga untuk proses keluar masuk pengguna di Stasiun Duri tidak terganggu.

Selain pemadaman yang terjadi di Stasiun Duri, ternyata pemadaman listrik juga berimbas pada layanan MRT Jakarta. Dikabarkan bahwa operasional moda transportasi MRT Jakarta pada petang hari sempat mengalami gangguan. Matinya aliran listrik membuat banyak fasilitas penunjang di beberapa stasiun tidak berfungsi optimal, termasuk lift.

Peristiwa tersebut terjadi di Stasiun Lebak Bulus yang sempat memicu kepanikan, namun seluruh orang yang ada di dalam lift berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Proses evakuasi berlangsung cepat setelah pihak terkait berkoordinasi yang dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk petugas MRT dan pemadam kebakaran.

Proses evakuasi dengan sigap oleh petugas gabungan dari MRT Jakarta, Pemadam Kebakaran Jakarta Selatan, serta tenaga medis dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Petugas pun berhasil menyelamatkan sepuluh orang yang terjebak lift di Stasiun MRT Lebak Bulus akibat kendala pasokan listrik sebabkan gangguan operasional dan seluruhnya dalam keadaan selamat.

Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jakarta Raya, Haris Andika menyebut bahwa peristiwa yang menghebohkan warga ini dipicu oleh adanya gangguan pada suplai kelistrikan yang mengaliri sejumlah titik di ibu kota. Ia menambahkan bahwa proses pemulihan daya masih terus diupayakan oleh petugas di lapangan agar aktivitas masyarakat kembali normal.

Tak Hanya Satu, Ada 4 Stasiun MRT Singapura yang Terkenal Angker

TransNusa Resmi Buka Rute Jakarta-Lombok: Mudahkan Akses Wisatawan ke Destinasi Super Prioritas

Kabar gembira bagi para penjelajah udara dan pencinta pariwisata domestik. Maskapai TransNusa kembali memperkuat cengkeramannya di jaringan penerbangan nasional dengan meresmikan rute baru yang menghubungkan Jakarta (CGK) menuju Lombok (LOP). Langkah strategis ini diambil sebagai upaya maskapai untuk membuka akses perjalanan yang lebih mulus antar-pulau (seamless travel) sekaligus mendukung konektivitas pariwisata di salah satu Destinasi Super Prioritas (DSP) kebanggaan Indonesia.

Ekspansi rute Jakarta-Lombok ini diprediksi akan menjadi motor penggerak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata. Dengan adanya layanan baru dari TransNusa, para wisatawan kini memiliki lebih banyak pilihan jadwal penerbangan yang kompetitif untuk menuju Pulau Seribu Masjid tersebut.

Kemudahan akses ini tidak hanya menguntungkan bagi pelancong domestik yang ingin menikmati keindahan Sirkuit Mandalika atau eksotisme Gili Trawangan, tetapi juga bagi wisatawan mancanegara yang masuk melalui pintu utama Jakarta.

Kehadiran TransNusa di rute ini sekaligus menjawab tingginya permintaan pasar akan layanan transportasi udara yang efisien dan nyaman. Pihak maskapai berkomitmen untuk terus meningkatkan frekuensi penerbangan guna memastikan konektivitas yang lancar bagi penumpang. Melalui model bisnis yang fokus pada kenyamanan pelanggan, TransNusa berupaya memberikan pengalaman terbang yang berkualitas tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan ketepatan waktu (on-time performance).

Pemerintah dan pelaku industri pariwisata menyambut baik inisiatif ini, mengingat Lombok terus bersiap menyambut berbagai ajang internasional di masa mendatang. Dengan konektivitas yang semakin kuat, hambatan perjalanan antar-pulau dapat diminimalisir, sehingga arus pergerakan penumpang ke wilayah Nusa Tenggara Barat dapat meningkat secara konsisten.

Rute Jakarta-Lombok ini diharapkan tidak hanya sekadar menambah jumlah kursi yang tersedia, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata global yang mudah dijangkau dari titik mana pun.

Dengan Airbus A320, TransNusa Umumkan Penerbangan Perdana Jakarta – Singapura

 

Dengan Embraer E190-E2, Scoot Buka Rute Baru ke Belitung dan Pontianak

Scoot, maskapai penerbangan bertarif rendah yang merupakan anak perusahaan Singapore Airlines (SIA), hari ini mengumumkan peluncuran rute baru ke Belitung dan Pontianak di Indonesia. Menggunakan pesawat Embraer E190-E2, penerbangan ini akan dimulai pada bulan Mei dan Juni 2026 secara berurutan, memberikan kemudahan akses yang lebih luas serta lebih banyak pilihan perjalanan bagi para wisatawan.

Belitung merupakan wilayah tropis yang indah dan tersembunyi di pesisir timur Sumatra, dan dikenal dengan formasi geologi yang unik, kaya akan keanekaragaman hayati, serta garis pantai yang masih alami. Pulau ini juga menjadi habitat bagi Tarsius Belitung, subspesies primata nokturnal yang hanya dapat ditemukan di pulau ini. Mulai 3 Mei 2026, Scoot akan memulai penerbangan ke Belitung dengan frekuensi dua kali seminggu.

Pontianak adalah ibu kota Kalimantan Barat yang terletak tepat di garis khatulistiwa dan memiliki Tugu Khatulistiwa, di mana pengunjung dapat berdiri di antara belahan dunia bagian utara dan selatan. Kota tepi sungai yang kaya akan budaya ini berada di sepanjang sungai terpanjang di Indonesia, yaitu Sungai Kapuas, dan juga dikenal sebagai surga kuliner dengan beragam hidangan khas lokal. Mulai 29 Juni 2026, Scoot akan mengoperasikan penerbangan ke Pontianak dengan frekuensi tiga kali seminggu.

Tarif kelas ekonomi sekali jalan dari Belitung mulai dari Rp540.000, dan dari Pontianak mulai dari Rp780.000, sudah termasuk pajak, menuju jaringan luas Scoot melalui Singapura. Pemesanan rute baru dapat dilakukan mulai hari ini melalui situs web, aplikasi mobile, dan secara bertahap melalui saluran lainnya.

Dengan diluncurkannya layanan ke Belitung dan Pontianak, jaringan Scoot akan bertambah menjadi 85 destinasi di 18 negara dan wilayah. Selain adanya destinasi baru, Scoot juga akan meningkatkan frekuensi penerbangan pada jaringannya untuk mendukung peningkatan permintaan perjalanan udara, khususnya selama periode libur sekolah yang akan datang.

2x Seminggu, Scoot Buka Penerbangan Langsung Singapura – Labuan Bajo

Seperti Tak Termakan Zaman, Jembatan Cirahong Tetap Kokoh Berdiri Sejak Tahun 1893

Jalur selatan kereta api sudah pasti memiliki sejuta panorama yang membuat penumpang kagum saat menikmati perjalanan. Selain melewati berbagai macam pemandangan, jalur selatan juga melewati bangunan yang memiliki nilai sejarah yang tinggi, bahkan masih digunakan hingga saat ini. Perawatan yang rutin tentu menjadi bukti bahwa bangunan paling tua pun masih tetap beroperasi meski usianya sudah lebih dari seabad lamanya.

Ya, jika pernah mendengar kata ‘Cirahong’ tentu yang terpintas adalah sebuah jembatan yang berada di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Sebuah jembatan kereta api legendaris ini berada di petak antara Stasiun Ciamis dengan Stasiun Manonjaya. Dari bentuk dan rangkanya saja, sudah jelas bahwa jembatan ini dibangun pada masa kolonial Belanda karena konstruksinya memiliki keunikan tersendiri.

Keunikan tersebut bisa terlihat dibagian bawah rel kereta api terdapat lorong yang bisa dilewati kendaraan bermotor dari arah Tasikmalaya maupun dari arah Ciamis. Banyak yang memanfaatkan area Jembatan Cirahong ini untuk para masyarakat sekadar beristirahat atau dijadikan tempat wisata kecil-kecilan karena terdapat warung camilan. Suasana semakin meriah saat kereta api melintas di jembatan dan pandangan masyarakat pun tertuju sembari mengabadikan dengan kamera ponsel.

Jembatan Cirahong bukan sekadar tumpukan besi tua. Jembatan ini adalah monumen hidup yang merekam kemajuan teknik sipil akhir abad ke-19 dan hingga kini masih menjadi urat nadi transportasi yang vital di Jawa Barat. Sebagaimana dicatat dalam berbagai arsip sejarah, jembatan ini merupakan satu-satunya jembatan susun atau geladak ganda (double deck) di Indonesia yang masih berfungsi aktif untuk dua jenis transportasi sekaligus.

Pembangunan Jembatan Cirahong dimulai pada tahun 1893 di bawah bendera pemerintah Hindia Belanda. Menurut penelitian R. Prasetyo (2022), pembangunan jembatan ini dipicu oleh dinamika ekonomi pasca-pemberlakuan Undang-Undang Agraria 1870. Kebijakan tersebut membuka keran bagi investor swasta untuk membuka perkebunan luas di Tatar Galuh, seperti perkebunan karet Bangkelung.

Untuk mengangkut hasil bumi yang melimpah menuju pelabuhan atau pusat kota, dibutuhkan infrastruktur distribusi yang cepat dan andal. Jembatan Cirahong pun hadir sebagai jawaban logistik untuk menghubungkan Distrik Ciamis dengan jalur ekonomi di wilayah sekitarnya.

Secara teknis, Jembatan Cirahong adalah sebuah keajaiban pada zamannya. Memiliki panjang mencapai 202 meter dan menjulang setinggi 66 meter di atas permukaan sungai, strukturnya didesain untuk menahan beban berat secara vertikal.

Salah satu fakta unik yang jarang diketahui adalah asal-usul materialnya. Sebagaimana ditulis dalam jurnal penelitian arkeologi Sangia, rangka jembatan ini menggunakan besi baja dengan konstruksi mirip anyaman yang didatangkan langsung dari Eropa. Penggunaan teknologi rangka baja ini memungkinkan jembatan tetap stabil meski melintasi jurang sungai yang dalam dan lebar.

Sejak pertama kali beroperasi pada tahun 1893, Jembatan Cirahong tidak pernah mengalami renovasi total atau perubahan desain struktural. Meskipun demikian, jembatan ini tetap mendapatkan perawatan rutin untuk menjaga keselamatannya. Perbaikan struktur baja guna mengatasi risiko korosi akibat cuaca dan usia. Kerja sama kolaboratif antara Dinas Pekerjaan Umum dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus dilakukan untuk memastikan warisan sejarah ini tetap kokoh berdiri.

Cirahong, Jembatan Double Deck Satu-Satunya di Indonesia

59 Tahun Boeing 737: Mengenang Penerbangan Perdana Sang Legenda Langit yang Tak Tergantikan

Tepat hari ini, 9 April 2026, dunia penerbangan memperingati 59 tahun sejak sebuah pesawat kecil bermesin ganda lepas landas dari landasan pacu Boeing Field di Seattle, Amerika Serikat. Pada tanggal 9 April 1967, purwarupa pertama Boeing 737-100 dengan registrasi N7370 melakukan penerbangan perdana yang bersejarah.

Di bawah kendali pilot uji Brien Wygle dan co-pilot Lew Wallick, pesawat yang dijuluki “Baby Boeing” ini mengudara selama sekitar dua jam setengah. Keberhasilan penerbangan perdana di langit Washington tersebut menandai lahirnya keluarga pesawat jet komersial narrow body paling sukses dan paling banyak diproduksi sepanjang sejarah penerbangan sipil.

Sejarah pengembangan Boeing 737 bermula dari keinginan Boeing untuk mengisi celah pasar pesawat jet jarak pendek yang saat itu didominasi oleh kompetitor seperti BAC One-Eleven dan Douglas DC-9. Proyek ini resmi diluncurkan pada tahun 1964 dengan konsep awal yang sangat berani, yaitu menempatkan mesin langsung di bawah sayap untuk menghemat ruang kabin dan memudahkan perawatan di darat.

Keputusan desain ini terbukti revolusioner karena memungkinkan Boeing 737 memiliki badan pesawat (fuselage) yang lebih lebar—menggunakan penampang yang sama dengan Boeing 707—sehingga mampu menampung enam kursi sejajar (six-abreast seating), sebuah keunggulan kapasitas yang tidak dimiliki oleh para pesaingnya di kelas yang sama.

Evolusi Boeing 737 selama lebih dari lima dekade terbagi dalam beberapa generasi ikonik yang mengikuti perkembangan teknologi mesin dan avionik. Generasi pertama, yang dikenal sebagai Original (seri -100 dan -200), mendominasi akhir era 60-an hingga 70-an dengan mesin Pratt & Whitney JT8D yang ramping namun bising.

Hari ini 37 Tahun Lalu, Boeing 737-400 Terbang Perdana, Salah Satu Narrow Body Terpopuler di Indonesia

Memasuki dekade 80-an, Boeing meluncurkan generasi Classic (seri -300, -400, dan -500) yang menggunakan mesin CFM56 yang jauh lebih efisien dan ramah lingkungan. Perubahan fisik yang paling mencolok pada generasi ini adalah bentuk nacelle mesin yang tidak bulat sempurna atau “flat-bottomed” guna memberikan jarak aman (ground clearance) dengan permukaan landasan tanpa harus merombak struktur kaki pesawat secara total.

Memasuki milenium baru, persaingan dengan Airbus A320 memicu lahirnya generasi Next Generation (NG) yang mencakup seri -600 hingga -900ER. Generasi ini membawa lompatan teknologi besar dengan sayap yang lebih luas, winglet untuk efisiensi bahan bakar, serta sistem kokpit digital yang sepenuhnya baru. Hingga akhirnya, evolusi berlanjut ke seri 737 MAX yang didesain untuk efisiensi maksimal di dekade 2010-an ke atas.

Meskipun sempat menghadapi tantangan teknis yang berat dalam perjalanannya, keluarga Boeing 737 tetap membuktikan ketangguhannya sebagai pesawat komersial yang adaptif. Dari pesawat jarak pendek yang sederhana di tahun 1967, Boeing 737 telah bertransformasi menjadi platform yang juga digunakan dalam misi militer seperti pesawat intai maritim P-8 Poseidon dan pesawat peringatan dini E-7 Wedgetail, membuktikan bahwa desain dasarnya tetap relevan meski usia telah melampaui setengah abad.

LRT Jabodebek Catat 7,7 Juta Pengguna dalam Triwulan I Tahun 2026, Berikut Rincian Datanya

Naik signifikan, itulah yang dicatat oleh PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) sebagai pengguna LRT Jabodebek. Ini karena pasca libur Lebaran lalu telah melayani masyarakat di berbagai stasiun LRT yang mayoritas masyarakatnya adalah untuk akses menuju kawasan wisata. Tak hanya itu akses beberapa stasiun yang disinggahi LRT Jabodebek membuat masyarakat terbantu sebagai perjalanan yang praktis.

Keberadaan stasiun-stasiun LRT Jabodebek tentunya memperkuat ekosistem urban mobility yang terintegrasi, sekaligus mendorong masyarakat untuk beralih ke transportasi publik yang lebih efisien dan berkelanjutan. Selama triwulan I 2026 terdapat 5 stasiun paling favorit, yaitu Dukuh Atas, Harjamukti, Pancoran, Kuningan, dan Cikoko. Lima stasiun ini memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas kawasan.

Stasiun Dukuh Atas terkoneksi dengan moda transportasi KRL, KA Bandara, MRT Jakarta, serta Trans Jakarta. Begitu juga dengan Stasiun Cikoko yang memiliki integrasi dengan KRL serta TransJakarta, sehingga memudahkan perpindahan antarmoda secara efisien.

Stasiun Kuningan dan Pancoran berada di pusat aktivitas bisnis dan perkantoran Jakarta, menjadikannya simpul utama pergerakan masyarakat. Sementara itu, Stasiun Harjamukti menjadi akses penting bagi masyarakat dari wilayah penyangga menuju pusat kota.

Manager of Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika menyampaikan bahwa peningkatan ini mengindikasikan adanya kecenderungan perubahan pola mobilitas masyarakat perkotaan, seiring meningkatnya penggunaan transportasi publik yang terintegrasi serta efisien.

LRT Jabodebek tentunya menjadi salah satu pilihan transportasi bagi masyarakat yang menawarkan ketepatan waktu, konektivitas dengan lokasi pusat aktivitas perkantoran, integrasi antarmoda, dan bebas dari kemacetan.

Dari sisi pola perjalanan, kata Mardika, rata-rata pada hari kerja (weekday) mencapai 113.898 pengguna per hari, meningkat 23.992 pengguna atau naik 27% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, rata-rata pengguna pada akhir pekan (weekend) mencapai 42.829 pengguna per hari, meningkat 6.875 pengguna atau 19%. Berikut rincian jumlah pengguna per bulan sepanjang triwulan I-2026:
– Januari: 2.714.594 pengguna
– Februari: 2.530.000 pengguna
– Maret: 2.510.352 pengguna

KAI pun berterima kasih atas kepercayaan pengguna LRT Jabodebek, dan menegaskan akan terus meningkatkan kualitas layanan serta mendukung pengembangan transportasi publik di Indonesia. LRT Jabodebek akan terus memperkuat perannya dalam mendukung mobilitas perkotaan melalui layanan andal, terintegrasi, dan berorientasi pada efisiensi waktu perjalanan.

Masih Belum Tau? Catat, Ini Stasiun Transit yang Dilintasi KRL Jabodetabek