Tak Cuma Rencana, Pemerintah Lakukan Tinjauan Agar Perjalanan KRL Ditargetkan Beroperasi Hingga Karawang

Perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) semakin digemari bahkan dibutuhkan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari. Pelayanan mudah dan praktis tentu dirasakan oleh masyarakat sebagai pengguna setia. Diketahui menggunakan KRL tak perlu mengeluarkan biaya besar apalagi membuang waktu. Disaat lalu lintas padat pun, naik KRL menjadi solusi terbaik bagi masyarakat untuk disiplin waktu.

Dikabarkan dari berbagai media bahwa perjalanan KRL terus dikembangkan agar masyarakat tetap merasa nyaman dan praktis. Terutama pada jalur-jalur yang dilintasi KRL yang mayoritas adalah pekerja harian. Seperti lintas Bekasi/Cikarang (blue line). Pada lintas tersebut tercatat sudah semakin ramai dengan penumpang yang tiap harinya sebagai pengguna setia.

Pada informasi yang beredar pula, jalur KRL di wilayah Cikarang nantinya akan diperpanjang hingga Karawang. Ini membuat masyarakat lebih mudah mengakses perjalanan kereta tanpa harus dibatasi tiketnya. Karena saat ini masyarakat pengguna kereta api di Stasiun Cikarang menuju Karawang maupun sebaliknya masih mengandalkan kereta api lokal yang mengharuskan mereka memesan dan membeli tiket secara dari lewat aplikasi terlebih dahulu.

Namun, masyarakat mesti bersabar, rencana pembangunan KRL terus berlanjut. Saat ini, prosesnya memasuki tahap peninjauan atau review Detail Engineering Design (DED). Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengatakan, ada perkembangan bagus terkait rencana perpanjangan layanan KRL Commuter Line menuju Karawang.

Dalam rencana tersebut, Karawang akan menjadi salah satu titik pemberhentian terakhir KRL. Sementara itu, depo atau fasilitas perawatan kereta nantinya direncanakan berada di wilayah Cikampek, yang akan menjadi pusat perbaikan kereta untuk jalur tersebut.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga memastikan penanganan banjir di wilayah Karangligar terus berlanjut. Aep menyebutkan bahwa pada tahun ini proyek tersebut ditargetkan selesai dan bahkan mendapatkan tambahan anggaran dari pemerintah pusat. ‎

Selain itu dari segi frekuensi perjalanan, volume pengguna KRL Cikarang Line juga menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2022, jumlah pengguna tercatat sebanyak 55,6 juta orang. Angka ini naik menjadi 71,6 juta pada 2023, kemudian 84,4 juta pada 2024, dan mencapai 85,9 juta pengguna sepanjang 2025.

Data menyebutkan bahwa saat ini, jalur elektrifikasi dari Tanah Abang hingga Cikarang telah mencapai total 40,310 km. Rinciannya meliputi lintas Tanah Abang–Manggarai sepanjang 6,026 km, Manggarai–Jatinegara 2,662 km, Jatinegara–Bekasi 14,802 km, serta Bekasi–Cikarang 16,820 km.

Pergerakan masyarakat tidak berhenti di Cikarang. Mobilitas kini semakin meluas ke wilayah yang lebih jauh seperti Cikampek dan Purwakarta. Hal ini tercermin dari peningkatan jumlah pengguna KA Walahar Ekspres relasi Cikarang – Purwakarta.

Pada Januari – Maret 2026 tercatat jumlah pengguna sudah menembus 1 juta orang. Lalu Tren serupa juga terlihat pada KA Jatiluhur relasi Cikarang – Cikampek. Sebanyak lebih dari 346 ribu pengguna telah memanfaatkan layanan ini.

Penguatan transportasi massal ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam pembangunan nasional. KAI pun menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan layanan secara bertahap. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan perjalanan yang lebih mudah, nyaman, dan terjangkau.

Masih dalam Kajian, Ini Dampak Jika KRL Beroperasi Hingga Stasiun Karawang

Kebal Terhadap Efek ‘Tornado’, Mesin PD-8 Rusia Buktikan Ketangguhan Teknologi Tanpa Komponen Barat

Rusia kembali menunjukkan taringnya dalam kemandirian teknologi kedirgantaraan lewat mesin turbofan terbaru, PD-8. Dalam rangkaian uji coba pada pesawat penumpang regional Superjet (SJ-100), mesin yang diklaim 100 persen buatan domestik ini berhasil menunjukkan ketangguhan luar biasa saat menghadapi fenomena alam ekstrem yang sering menjadi momok bagi mesin jet modern: vortex rope.

Vortex rope adalah fenomena pusaran udara serupa tornado kecil yang terbentuk di antara saluran asupan udara (intake) mesin dan permukaan landasan pacu saat pesawat melakukan pengujian statis atau run-up dengan tenaga tinggi. Pusaran ini memiliki daya hisap yang sangat kuat dan berpotensi menarik material asing (Foreign Object Damage – FOD) masuk ke dalam mesin.

Namun, dalam video uji coba terbaru yang viral di kalangan pengamat penerbangan, mesin PD-8 tetap beroperasi dengan sangat mulus meskipun pusaran tornado udara tersebut terbentuk tepat di depan intake-nya. Ketangguhan ini menjadi jawaban telak Rusia terhadap keraguan dunia internasional atas kemampuan mereka memproduksi mesin jet berkinerja tinggi tanpa bantuan komponen dari Barat.

Era Substitusi Impor Total Pengembangan PD-8 merupakan proyek prioritas Kremlin untuk menggantikan mesin SaM146 (yang sebelumnya dikembangkan bersama Safran, Prancis) pada armada Superjet. Sanksi ekonomi yang dijatuhkan Barat paska konflik Ukraina memaksa Rusia melakukan substitusi impor total. PD-8 dirancang sepenuhnya oleh United Engine Corporation (UEC) tanpa melibatkan satu pun komponen atau lisensi dari negara-negara Barat.

Keberhasilan uji coba ini tidak hanya menjadi capaian teknis, tetapi juga memiliki pesan geopolitik yang kuat. Rusia seolah ingin menegaskan bahwa era monopoli teknologi penerbangan Barat telah berakhir. Fenomena ini juga disandingkan dengan pengalaman Iran, yang selama puluhan tahun di bawah sanksi namun tetap mampu membangun industri pertahanan mandiri yang mumpuni.

Bagi Rusia, PD-8 adalah tulang punggung baru bagi penerbangan sipil dan logistik militer jarak menengah mereka di masa depan. Dengan mesin yang mampu “menertawakan” fenomena tornado udara ini, Rusia selangkah lebih dekat untuk mencapai kemandirian penuh dalam ekosistem kedirgantaraan mereka, membuktikan bahwa sanksi justru mempercepat lahirnya inovasi domestik yang lebih tangguh.

Menghadapi Sanksi, Rusia Luncurkan Superjet 100 Versi Import-Substitution dengan Mesin PD-8

Pelajaran dari Insiden Tokyo: Mengapa Power Bank Anda Bisa Jadi Ancaman di Kereta?

Sebulan pasca insiden ledakan baterai portabel yang melumpuhkan jalur Tokyo Metro Hibiya Line pada pertengahan Maret lalu, otoritas transportasi di berbagai negara kini mulai meninjau ulang kebijakan keamanan barang bawaan penumpang. Kejadian yang sempat menghentikan operasional salah satu urat nadi transportasi Tokyo tersebut menjadi pengingat keras bahwa perangkat harian seperti power bank bisa menjadi ancaman serius bagi keselamatan massa.

Dalam laporan evaluasi yang dirilis pasca insiden, diketahui bahwa kebakaran dipicu oleh baterai lithium-ion yang mengalami thermal runaway saat disimpan di dalam tas penumpang. Meskipun kejadian ini sudah berlalu beberapa minggu, dampaknya masih terasa bagi para pengguna transportasi publik di Jepang yang kini menghadapi pemeriksaan lebih ketat terhadap perangkat elektronik yang menunjukkan tanda-tanda kerusakan fisik.

Pelajaran Bagi Penumpang di Indonesia Melihat tren penggunaan transportasi massal yang kian meningkat di Jakarta seperti KRL, MRT, dan LRT, insiden di Tokyo ini memberikan pelajaran penting. Kapasitas baterai portabel yang semakin besar di pasaran seringkali tidak dibarengi dengan pemahaman risiko oleh penggunanya.

Beberapa hal yang kini menjadi perhatian operator transportasi pasca insiden tersebut antara lain:

Identifikasi Baterai Kembung: Penumpang diimbau tidak membawa baterai yang sudah menunjukkan deformasi fisik atau “hamil”.

Suhu Berlebih saat Pengisian: Hindari mengisi daya ponsel menggunakan power bank di dalam tas yang tertutup rapat tanpa sirkulasi udara.

Sertifikasi Keamanan: Penggunaan perangkat tanpa standar keamanan (seperti SNI atau sertifikasi internasional) sangat berisiko meledak jika terjadi benturan atau korsleting kecil.

Beberapa operator transportasi global kini mulai mempertimbangkan pemasangan sensor pendeteksi panas atau asap yang lebih sensitif di dalam gerbong. Di Indonesia, kesadaran penumpang menjadi kunci utama agar insiden serupa tidak terjadi di ruang bawah tanah MRT Jakarta yang tertutup.

Kejadian di Hibiya Line mungkin sudah berlalu, namun risiko yang dibawa oleh setiap baterai di kantong kita tetap ada. Selalu pastikan perangkat Anda dalam kondisi prima demi kenyamanan bersama di dalam transportasi publik.

Sayonara! Kedai Ramen Ikonik di Peron Stasiun Tokyo Resmi Tutup Setelah Setengah Abad Beroperasi

Bidik Wisatawan Muslim, Uzbekistan Targetkan 100 Ribu Turis Indonesia dan Malaysia hingga 2027

Pemerintah Uzbekistan tengah meluncurkan kampanye besar-besaran untuk menarik minat pelancong dari Asia Tenggara. Tak main-main, negara di Asia Tengah ini menargetkan kunjungan hingga 100.000 wisatawan gabungan dari Indonesia dan Malaysia pada periode 2026-2027.

Mengutip laporan dari Malay Mail, Duta Besar Uzbekistan untuk Malaysia, Dr. Karomidin Gadoev, menyatakan bahwa pihaknya ingin memperkuat kerja sama pariwisata dua arah. Uzbekistan melihat potensi besar dari pasar Indonesia dan Malaysia, terutama karena kesamaan latar belakang budaya dan besarnya populasi Muslim di kedua negara tersebut.

Salah satu strategi andalan Uzbekistan adalah program “Umrah Plus”. Melalui program ini, jemaah Umrah asal Indonesia yang biasanya langsung pulang ke tanah air, diajak untuk singgah dan berwisata religi di kota-kota bersejarah seperti Samarkand, Bukhara, dan Tashkent.

Untuk menyukseskan target ini, pemerintah Uzbekistan bahkan berencana memberikan subsidi sebesar USD 100 per turis kepada operator tur yang berhasil mendatangkan wisatawan dari Indonesia dan Malaysia di bawah program “Umrah Plus” hingga akhir 2026. Selain itu, diskon khusus untuk akomodasi, restoran, dan akses ke situs warisan budaya juga akan diberlakukan pada periode off-peak (November–Februari dan Juli).

Saat ini, diskusi sedang berlangsung untuk memperluas jaringan penerbangan langsung yang menghubungkan Jakarta dan Kuala Lumpur menuju kota-kota utama di Uzbekistan. “Harus ada arus penumpang yang seimbang. Jika tidak, penerbangan mungkin tidak layak secara bisnis jika hanya penuh ke satu arah,” ujar Dr. Gadoev.

Dengan Boeing 787 Dreamliner, Uzbekistan Airways Layani Penerbangan Langsung Jakarta-Tashkent

Bebas Visa bagi Warga Negara Indonesia (WNI)
Bagi Anda yang merencanakan perjalanan ke sana, ada kabar baik mengenai urusan administrasi. Berdasarkan kebijakan terbaru, Warga Negara Indonesia (WNI) pemegang paspor biasa mendapatkan fasilitas Bebas Visa untuk kunjungan wisata ke Uzbekistan.

Fasilitas bebas visa ini berlaku untuk masa tinggal hingga 30 hari. Artinya, Anda tidak perlu membayar biaya visa (fee) sepeser pun alias Gratis (USD 0) untuk masuk ke wilayah Uzbekistan. Anda cukup memastikan paspor memiliki masa berlaku minimal enam bulan saat kedatangan. Namun, perlu diingat bahwa wisatawan asing wajib melakukan registrasi kedatangan (biasanya dibantu oleh pihak hotel) dalam waktu tiga hari setelah sampai di Uzbekistan.

Dengan kemudahan akses visa dan kekayaan sejarah jalur sutra, Uzbekistan kini menjadi destinasi yang semakin kompetitif dan ramah di kantong bagi pelancong asal Indonesia.

Buat Iri Negara Sekitar, Uzbekistan Hadirkan Kereta Cepat yang Hubungkan “Masa Lalu dan Masa Depan”

Liburan Makin Tenang, Garuda Indonesia Kini Bebaskan Ganti Jadwal Sepuasnya dan Refund 100%

Garuda Indonesia memperkenalkan kebijakan fleksibilitas perjalanan terbaru melalui kemudahan perubahan jadwal penerbangan (changes) tanpa batas dan tanpa biaya tambahan serta opsi pengembalian dana (refund) hingga 100% sebelum keberangkatan penerbangan.

Kebijakan ini mulai berlaku untuk pemesanan tiket (date of issue) dan periode perjalanan (date of travel) sejak 7 April 2026, sebagai bagian dari penguatan komitmen Perusahaan dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang memberikan kepastian dan seamless proses transaksi di setiap tahap perjalanan pengguna jasa.

Melalui kebijakan ini, para pengguna jasa kini memiliki keleluasaan lebih dalam menyesuaikan rencana perjalanan, mulai dari kesempatan perubahan jadwal tanpa biaya hingga opsi perubahan tanpa batas (unlimited changes), serta pengembalian dana penuh (fully refundable) khusus untuk penerbangan internasional sebelum keberangkatan.

Fleksibilitas tersebut dihadirkan melalui ragam pilihan kategori tiket penerbangan yang dihadirkan untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan perjalanan pelanggan, sehingga setiap penumpang dapat memilih tingkat fleksibilitas yang paling sesuai dengan preferensi dan rencana perjalanannya.

Direktur Niaga Garuda Indonesia, Reza Aulia Hakim, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari langkah strategis Perusahaan dalam terus menyelaraskan layanan dengan dinamika kebutuhan pelanggan yang semakin mengedepankan fleksibilitas dan kendali dalam perencanaan perjalanan.

“Melalui kebijakan fleksibilitas ini, kami ingin menghadirkan proses yang semakin memudahkan pengguna jasa dalam setiap rencana perjalanannya. Kami memahami bahwa setiap perjalanan memiliki dinamika tersendiri, sehingga fleksibilitas menjadi elemen penting dalam menghadirkan pengalaman terbang yang relevan terhadap pengguna jasa,” ujar Reza.

Lebih lanjut, kebijakan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Garuda Indonesia untuk terus menghadirkan kemudahan, kepastian, serta pengalaman perjalanan yang semakin relevan dengan ekspektasi pengguna jasa saat ini.

Kebijakan fleksibilitas untuk penyesuaian atau pembatalan perjalanan tersebut, berlaku untuk penumpang yang belum melakukan penerbangan dan disesuaikan dengan kategori tiket yang dipilih pada saat pemesanan.

Untuk penyesuaian penerbangan, bagi penumpang yang dengan tiket first class, business class maupun economy class akan mendapatkan benefit perubahan penerbangan tidak terbatas tanpa biaya. Penumpang dengan tiket economy class promo hanya dapat melakukan perubahan penerbangan maksimal 1 kali tanpa dikenakan biaya. Adapun kebijakan penyesuaian penerbangan ini berlaku baik untuk penerbangan domestik maupun internasional.

Lebih lanjut, untuk pengembalian dana (refund), bagi penumpang penerbangan internasional first class, business class dan economy class kategori comfort akan mendapatkan benefit pengembalian dana 100%. Kemudian bagi penumpang penerbangan internasional first class, business class dan economy class kategori Flexible dan Promo akan dikenakan biaya yang berlaku sesuai dengan rute penerbangannya.

Sementara itu,  kebijakan pengembalian dana (refund) bagi penumpang penerbangan domestik untuk kategori Comfort akan mengacu kepada kategori yang dipilih dengan dikenakan biaya pengembalian dana (refund fee) mulai dari 25%.

Perhatian Pelancong! Wilayah Udara Ditutup, Qatar Airways Tawarkan Refund dan Reschedule Gratis

Ambisi Baru Rusia: Tupolev Tu-454 Muncul Sebagai Penantang Boeing 787 dan Airbus A350

Setelah resmi berpisah dari proyek patungan CR929 bersama Cina, Rusia kini mulai memamerkan langkah mandirinya untuk kembali ke pasar pesawat komersial berbadan lebar (widebody). Melalui biro desain legendaris Tupolev, Rusia memperkenalkan konsep jet jarak jauh terbaru yang diberi label Tupolev Tu-454.

Mengutip laporan dari Air Data News, konsep Tu-454 ini pertama kali dipamerkan dalam ajang Russian Venture Forum di Kazan. Pesawat ini dirancang sebagai jet bermesin ganda (twin-engine) yang akan mengisi kekosongan armada jarak jauh Rusia, memposisikannya sebagai pesaing langsung bagi Boeing 787 Dreamliner dan Airbus A350 di pasar global.

CRAIC CR929, Kolaborasi Rusia dan Cina di Pasar Pesawat Wide-Body

Spesifikasi dan Kapasitas Berdasarkan maket yang dipresentasikan, Tu-454 diproyeksikan memiliki kapasitas penumpang antara 250 hingga 350 kursi. Menariknya, pesawat ini ditargetkan memiliki jangkauan terbang hingga 15.000 kilometer, sebuah angka yang sangat krusial bagi Rusia untuk menghubungkan wilayahnya yang sangat luas tanpa perlu bergantung pada pesawat buatan Barat yang saat ini terkena sanksi.

Mesin Baru PD-26 Salah satu kejutan teknis dalam konsep ini adalah penggunaan mesin baru berkode PD-26. Sebelumnya, industri penerbangan Rusia lebih banyak membicarakan mesin PD-35 yang lebih besar. Munculnya PD-26 mengindikasikan adanya pergeseran strategi atau pengembangan paralel untuk menyesuaikan dengan kebutuhan daya dorong pesawat kelas menengah-besar seperti Tu-454.

Meski begitu, tantangan besar masih membentang. Baik mesin PD-26 maupun PD-35 masih dalam tahap pengembangan dan belum mencapai tingkat kematangan yang setara dengan mesin Rolls-Royce Trent XWB atau GE GEnx yang digunakan oleh pesawat Barat.

Tantangan Industri dan Sanksi Langkah Rusia menghidupkan kembali merek Tupolev untuk pesawat komersial widebody dipandang cukup berani. Selama beberapa dekade terakhir, Tupolev lebih banyak berfokus pada pesawat militer dan pesawat berbadan sempit (narrowbody), sementara segmen widebody biasanya digarap oleh Ilyushin.

Rusia: “Proyek CR929 Bisa Dilanjutkan Tanpa Menggunakan Komponen dari Pihak Ketiga”

Selain itu, Rusia masih harus berjuang melawan keterbatasan rantai pasok akibat sanksi internasional sejak 2022. Penggunaan material komposit modern dan avionik canggih menjadi tantangan tersendiri bagi industri domestik mereka. Saat ini, program pesawat lain seperti MC-21 dan SJ-100 pun masih terus berjuang untuk mencapai target sertifikasi dan produksi massal.

Hadirnya konsep Tu-454 ini lebih dari sekadar desain pesawat; ini adalah simbol upaya Rusia untuk membuktikan kemandirian teknologinya di tengah isolasi global. Namun, perjalanan dari sebuah maket di pameran hingga menjadi pesawat yang siap mengangkut penumpang di angkasa masih akan memakan waktu bertahun-tahun riset dan uji coba yang panjang.

Rusia: “Proyek CR929 Bisa Dilanjutkan Tanpa Menggunakan Komponen dari Pihak Ketiga”

Mulai 13 April Stasiun Bogor Tutup Akses Jalur 6, 7, dan 8, Bakal Ada Pembangunan Perpanjangan Peron

Pengguna Commuter Line terhitung mulai tanggal 13 April 2026, Stasiun Bogor mulai ada pengalihan peron. Di kabarkan bahwa pembangunan perpanjangan peron akan dilakukan di jalur 6, 7, dan 8. Seiring perkembangan, Stasiun Bogor memang menjadi paling digemari khususnya masyarakat Bogor dan sekitarnya. Mulai dari beraktivitas atau sekadar berwisata, Stasiun Bogor menjadi acuan untuk memudahkan akses transportasi kereta komuter.

Ya, sebagai diketahui bahwa Stasiun Bogor memiliki 8 jalur aktif yang disinggahi Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line. Berbagai seri KRL yang singgah, mewarnai banyaknya jalur di stasiun tersebut. Apalagi Stasiun Bogor merupakan stasiun akhir dengan volume penumpang sangat banyak. Rangkaian KRL yang singgah pun memiliki tiap trainset mulai dari 8 hingga 12 unit.

Namun untuk perjalanan KRL di lintas Bogor (red line), mayoritas KRL yang dioperasikan sebanyak 12 unit (Stamformasi/SF). Maka tak heran, di jalur sepanjang red line ini setiap stasiun sudah memiliki panjang peron yang bisa digunakan rangkaian KRL sepanjang 12 SF. Tapi sangat disayangkan, ternyata Stasiun Bogor belum semua peron bisa digunakan untuk rangkaian KRL 12 SF. Peron tersebut meliputi 6, 7, dan 8.

Maka dari itu Stasiun Bogor akan melakukan pembangunan perpanjangan peron disebutkan. Ini berguna bagi rangkaian KRL dengan panjang 12 SF bisa masuk ke semua peron di Stasiun Bogor. Tak hanya itu, akses tap in dan tap out bagi penumpang KRL pun akan disesuaikan. Perubahan akses tap in dan tap out akan menyesuaikan kondisi Stasiun Bogor saat melakukan pengerjaan pembangunan.

Penutupan jalur tersebut akan dilakukan mulai April sampai Juli 2026 mendatang. Nantinya, operasional kereta hanya berlaku pada jalur 2 sampai 5. Saat pembangunan perpanjangan peron dan jalur yang berpotensi penumpukan, petugas di Stasiun Bogor sudah melakukan antisipasi tersebut.

Nantinya selama masa pekerjaan, beberapa area di Stasiun Bogor akan digunakan untuk mendukung kegiatan konstruksi. Area parkir akan difungsikan sebagai lokasi direksi keet serta mobilisasi alat berat seperti truck mixer dan concrete pump. Selain itu, area eks parkiran staskun juga akan digunakan sebagai jalur mobilisasi menuju lokasi pekerjaan.

Diketahui bahwa berdasarkan data yang tercatat, volume pengguna Commuter Line di Stasiun Bogor terus meningkat dari tahun ke tahun. Jumlah pengguna tercatat sebanyak 11.521.367 orang pada 2022, kemudian meningkat 35 persen menjadi 15.530.705 orang pada 2023. Peningkatan berlanjut pada 2024 sebesar 11 persen menjadi 17.276.284, dan kembali naik 5 persen pada 2025 dengan total 18.171.350 pengguna.

Penyesuaian jadwal kereta dari Stasiun Bogor akan disesuaikan mulai Senin (13/4). Pihaknya juga mengimbau kepada Para pengguna untuk selalu memantau perkembangan jadwal kereta melalui laman resmi media sosial KAI Commuter Line.

Menikmati Perjalanan Kereta Api Tertua di Jawa Barat, Cuma Goceng

Dua Bulan Lagi Stasiun JIS Bakal Beroperasi, Fasilitasnya Apa Saja?

Commuter Line lintas Jakarta Kota – Tanjung Priok kini sudah semakin ramai peminatnya. Meski perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) di jalur tersebut tidak begitu banyak, namun selalu dipadati oleh masyarakat yang melakukan aktivitas sehari-hari. Mulai dari perjalanan transit di Stasiun Kampung Bandan dan Jakarta Kota, hingga destinasi wisata yang bisa memanfaatkan Stasiun Ancol untuk pemberhentian yang praktis.

Kabar yang sudah banyak beredar bahwa Jalur Tanjung Priok (pink line) nantinya akan memilki stasiun baru yang aksesnya berdekatan dengan Stadion Jakarta International Stadium (JIS) yang stadion terbesar di Asia. Ya, pemerintah Jakarta bersama PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) sedang meneruskan pembangunan Stasiun JIS tersebut untuk memudahkan masyarakat bisa mengakses hanya dengan naik KRL.

Tentu rencana pengoperasian Stasiun JIS yang rencana dioperasikan pada Juni 2026 tersebut disambut positif warga sekitar. Karena dengan kehadiran stasiun tersebut dinilai akan mempermudah akses transportasi, terutama bagi warga yang selama ini harus menempuh jarak cukup jauh untuk naik KRL. Namun, saat ini masyarakat masih mengakses menuju Stadion JIS menggunakan Bus TransJakarta maupun sarana ojek yang bisa naik dari Stasiun Ancol.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebutkan pembangunan Stasiun JIS ditargetkan rampung pada Mei 2026. Setelah itu, pengoperasian stasiun direncanakan pada Juni 2026, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta. Meski ditargetkan beroperasi pada Juni 2026 mendatang, Stasiun JIS akan menyiapkan berbagai fasilitas yang siap melayani penumpang KRL.

Sejumlah fasilitas yang disiapkan antara lain pos kesehatan, layanan bagi pengguna prioritas seperti kursi roda, ubin disabilitas, musala, serta toilet. Sementara itu, mesin ticketing akan dipasang setelah struktur bangunan Stasiun JIS selesai. Selain fasilitas, KCI juga menyiapkan petugas pelayanan yang akan ditempatkan di Stasiun JIS, mulai dari petugas pengamanan, kesehatan, hingga layanan penumpang.

Petugas pengamanan tentunya disiapkan dan disiagakan sebanyak empat orang pada setiap dinasannya. Kemudian petugas kesehatan, petugas announcer, passenger service dan petugas loket masing-masing satu petugas pada setiap dinasan. Tak lupa pihak KCI juga menyiapkan petugas kebersihan sebanyak dua orang pada setiap shift.

Seutas Cerita di Balik Kelamnya Stasiun Kampung Bandan

Berjalan Kaki Hingga Belasan Kilometer, Inilah Fakta yang Dilakukan Petugas Pemeriksa Jalan Rel

Sebagai penumpang setia kereta api saat tentu menginginkan perjalanan yang aman dan nyaman. Selain itu ketepatan waktu menjadi nilai tambah bagi masyarakat yang sangat menghargai waktu. Hingga saat ini kereta api memang menjadi transportasi andalan baik aktivitas pekerjaan maupun mengisi liburan. Apalagi kecepatan saat ini sudah bisa mencapai 110 km/jam.

Dibalik itu semua tentunya ada yang memantau, pengecekan bahkan memperbaiki. Setiap pergerakan kereta api yang melintas tak hanya sistem rangkaiannya saja, namun infrastruktur jalan rel juga harus diperiksa.

Mengingat kejadian beberapa hari lalu yang menimpa rangkaian Kereta Api (KA) Bangunkarta rute Jombang – Pasar Senen, anjlok di Bumiayu. Dari anjloknya rangkaian tersebut mengakibatkan perjalanan kereta api lainnya yang melewati Stasiun Bumiayu terpaksa harus memutar.

Banyak yang mengira bahwa anjloknya KA Bangunkarta diakibatkan oleh rel yang mengalami masalah. Ada yang berasumsi rel tersebut memuai, bahkan ada yang menyebut rel tersebut disebabkan oleh sistem wesel yang tidak sempurna. Karena rangkaian tersebut anjlok persis di wesel penghubung antara kedua rel tersebut.

Tapi tahukah kalian, bahwa memang selama di sepanjang rel kereta api ada yang memeriksa hingga melakukan pengecekan secara rutin? Petugas ini melakukan pemeriksaan rel di sepanjang rel antar petak stasiun. Memang terlihat sederhana, namun faktanya risiko pekerjaan tersebut membutuhkan konsentrasi dan fokus yang tinggi.

Ya, dinamakan Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) tentunya harus memastikan rel dalam kondisi prima demi kelancaran kereta api yang berjalan di atasnya. Setiap harinya PPJ menyusuri rel kereta api dari awal ke stasiun berikutnya (hanya satu petak) pulang-pergi. Jaraknya pun bisa mencapai belasan kilometer, pastinya dengan berjalan kaki.

Biasanya, PPJ dalam satu minggu itu ditetapkan ada 40 jam kerja, dan satu hari diberlakukan 8 jam kerja. Saat melakukan pekerjaan, tugas PPJ pun bisa memakan waktu minimal 3 jam tergantung dari jarak pemeriksaan di lintasan. Untuk berisitirahat pun hanya sebentar sekadar minum untuk menghilangkan dahaga.

Mengecek jalur kereta yang dilakukan PPJ ini bukan cuma rel besinya saja, tapi juga meliputi ballast atau disebut juga pemberat kricak, yakni batu-batu kerikil yang menjadi penempatan bantalan rel.

Jika cuaca buruk pun, PPJ pun tetap menjalankan tugasnya karena potensi risiko yang lebih besar. Seperti memantau sekitar rel kereta api jika sewaktu-waktu ada tanah longsor, rel tertimbun lumpur, pohon tumbang, dan lain sebagainya.

Selain membawa kartu pengenal berlisensi, peralatan yang dibawa PPJ pun bisa dibilang lengkap. Mulai dari kunci Inggris, palu ukuran besar, senter (penerang), rompi, spidol putih, buku Pas Jalan, jas hujan, alat komunikasi (HT) hingga bendera (merah-kuning).

Untuk bendera, PPJ menggunakannya jika terjadi keadaan darurat misalkan ingin mengurangi kecepatan kereta api karena di daerah tersebut terjadi gangguan lintasan, petugas pun menggunakan bendera yang dikibarkan.

Pekerjaan seperti yang dilakukan PPJ ini pun tidak bisa sembarang orang tanpa sertifikasi dan lisensi dari Kementerian Perhubungan. Untuk bisa menjadi PPJ, mereka harus melewati sertifikasi untuk mendapatkan lisensi resmi siap bertugas.

Lalu untuk pelatihan PPJ sendiri, dilakukan selama 2 minggu yang kemudian diikuti dengan tes kompetensi dari Dirjen Perkeretaapian Kemenhub. Jika dinyatakan lulus tes, maka diizinkan berdinas sebagai PPJ.

Baca juga:

Era Baru Perbatasan Eropa: 29 Negara Resmi Aktifkan Sistem Entry-Exit (EES) Digital Secara Serentak

Dunia perjalanan internasional kini memasuki babak baru seiring dengan langkah ambisius 29 negara Eropa yang secara resmi mengaktifkan Sistem Entry-Exit (EES) berbasis digital sepenuhnya. Berdasarkan laporan terbaru dari Travel and Tour World (10/4), sistem otomatis ini dirancang untuk menggantikan metode stempel paspor manual yang telah digunakan selama puluhan tahun di kawasan Schengen.

Dengan aktivasi serentak ini, setiap warga negara non-Uni Eropa yang memasuki wilayah tersebut kini akan didata melalui pemindaian biometrik, mencakup sidik jari dan pengenalan wajah. Langkah ini diambil guna meningkatkan keamanan perbatasan serta memantau durasi tinggal wisatawan secara lebih akurat, sekaligus meminimalisir risiko pemalsuan dokumen perjalanan.

Sebaiknya Anda Tahu, Era Stempel Paspor di Negara Schengen Berakhir pada 10 November 2024

Implementasi EES mencakup hampir seluruh negara anggota Uni Eropa ditambah beberapa negara non-anggota yang masuk dalam wilayah bebas paspor Schengen. Daftar negara yang kini mewajibkan sistem digital ini mencakup destinasi populer seperti Perancis, Jerman, Italia, Spanyol, Belanda, hingga negara-negara Nordik dan Baltik.

Bagi penumpang internasional, sistem ini berarti mereka harus bersiap menghadapi prosedur baru di bandara, pelabuhan, dan stasiun kereta api internasional. Di pintu masuk, wisatawan akan diminta melakukan registrasi data di kios digital yang tersedia sebelum berbicara dengan petugas imigrasi. Data tersebut kemudian akan disimpan di database terpusat selama tiga tahun, sehingga pada kunjungan berikutnya, proses verifikasi diharapkan dapat berjalan lebih cepat melalui pemindaian wajah saja.

Transisi digital penuh ini tidak lepas dari tantangan logistik di lapangan. Otoritas penerbangan dan operator bandara di seluruh Eropa telah memperingatkan kemungkinan adanya antrean yang lebih panjang selama fase awal implementasi ini. Penumpang disarankan untuk tiba di bandara lebih awal dan memastikan dokumen perjalanan mereka dalam kondisi baik untuk dipindai secara digital.

Meski pada awalnya mungkin terasa merepotkan, sistem EES ini diproyeksikan akan membuat perjalanan antarnegara di Eropa menjadi lebih lancar di masa depan karena integrasi data yang lebih baik. Bagi para penumpang asal Indonesia yang merencanakan perjalanan ke benua biru, memahami prosedur digital ini menjadi hal wajib guna menghindari kendala administratif saat melewati pintu pemeriksaan imigrasi Eropa.

Resmi Berlaku! EU Entry/Exit System (EES) Mengubah Perjalanan ke Schengen: Siapa yang Terkena Dampak?