Mulai 15 April 2026, KA Bangunkarta dan Singasari Ganti Rangkaian jadi Stainless Steel New Generation

Terobosan baru lagi untuk kereta api kelas eksekutif dan ekonomi premium bakal dirasakan masyarakat. Ya, rangkaian kereta api ini digadang-gadang akan memiliki fasilitas dan kenyamanan baru dalam melakukan perjalanan dengan rute Pasar Senen – Jombang pulang pergi. Kereta api satu-satunya yang memiliki rute yang disebutkan adalah Kereta Api (KA) Bamgunkarta.

Memang informasi mengenai pergantian rangkaian KA Bangunkarta sudah santer terdengar sejak beberapa minggu lalu. Pantauan dari kabarpenumpang bahwa ada rangkaian jenis Stainless Steel New Generation (SS NG) tahun 2025 dan 2026 sedang parkir di Depo Cipinang. Rangkaian yang memiliki kode BL (Depo Blitar) ini bahkan sempat ada yang mengabadikan display elektrik bertuliskan “KA Bangunkarta PSE – JG.”

Tentu sudah tak salah lagi bahwa rangkaian KA Bangunkarta akan menjadi kereta jenis SS NG tersebut. Padahal diketahui sebelumnya rangkaian tersebut masih setia menggunakan rangkaian kelas ekonomi modifikasi new image dan kelas eksekutif keluaran dibawah tahun 2000-an.

Kenyamanan makin terasa khususnya untuk kelas ekonomi. Meskipun konfigurasi kursi 2-2, namun tentu penumpang merasakan saat perjalanan tetap dalam posisi mundur dan jarak kaki dengan kursi depan cukup sempit. KA Bangunkarta kini mendapat layanan dan fasilitas baru menggunakan jenis SS NG yang lebih nyaman.

Selain KA Bangunkarta, layanan dan fasilitas SS NG juga di jalankan sebagai KA Singasari dengan rute Pasar Senen – Blitar via Semarang. Sebelumnya diketahui KA Singasari juga menggunakan rangkaian yang sama seperti KA Bangunkarta yakni ekonomi modifikasi new image dan eksekutif keluaran dibawah tahun 2000-an.

Per hari ini, Rabu (15/4) penumpang sebagai pengguna setia KA Bangunkarta dan Singasari sudah bisa merasakan fasilitas serta pelayanan baru yang lebih nyaman. Tak hanya itu, jika menuju ke ruang kereta makan pelayanan serta suasana di kereta baru tersebut sangat jauh berbeda dibanding rangkaian lama.

Sambutan hangat dari prama dan prami kereta api siap menyambut penumpang yang ingin icip-icip hidangan di menu yang sudah disediakan. Saat ini perjalanan perdana KA Bangunkarta dan Singasari dari kedua arah sudah menjadi rangkaian jenis SS NG. Penumpang tetal bisa memesan tiket melalui aplikasi Access by KAI di ponsel atau web kai.id serta bisa melalui loket penjual di stasiun yang melayani tiket kereta api.

Harga tiket KA Singasari rute Pasar Senen – Blitar pulang pergi untuk kelas eksekutif adalah Rp510.000 dan kelas ekonomi Rp350.000. Serta untuk harga tiket KA Bangunkarta rute Pasar Senen – Jombang pulang pergi pada kelas eksekutif adalah Rp470.000. Dan untuk kelas ekonomi adalah Rp330.000.

Dengan hadirnya rangkaian baru untuk KA Bangunkarta dan Singasari, PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) berharap bisa menikmati fasilitas yang lebih nyaman dan perjalanan aman saat dirasakan masyarakat sebagai pengguna setia kereta api. KAI mengajak masyarakat untuk selalu mematuhi peraturan selama di perjalanan agar selalu menciptakan kenyamanan antar penumpang kereta api.

Nge-Trip KA Serayu – Tiketnya Murah, Pemandangannya Pun Indah

Ambisi Wisata Pyongyang: Korea Utara Modernisasi Bandara Wonsan dan Gerbang Perbatasan Cina

Korea Utara dilaporkan tengah melakukan percepatan modernisasi di dua bandara strategisnya guna menyambut potensi lonjakan wisatawan mancanegara. Berdasarkan analisis citra satelit terbaru, aktivitas konstruksi besar-besaran terlihat di Bandara Kalma, Wonsan, yang merupakan kawasan resor utama, serta bandara di wilayah perbatasan yang menghubungkan langsung dengan Cina.

Langkah ini dipandang sebagai upaya serius Pyongyang untuk menghidupkan kembali sektor pariwisata internasional pasca-pandemi, sekaligus memperkuat konektivitas udara dengan mitra ekonomi utama mereka, Beijing.

Air Koryo, Flag Carrier Korea Utara dengan Predikat Bintang 1 Versi Skytrax

Bandara Kalma di Wonsan selama ini diproyeksikan menjadi pintu masuk utama bagi wisatawan yang ingin mengunjungi kawasan wisata pantai Wonsan-Kalma. Proyek yang sempat tertunda selama beberapa tahun ini kini kembali menunjukkan progres signifikan pada bagian terminal dan fasilitas pendukung runway.

Modernisasi ini mencakup peningkatan sistem navigasi dan perluasan kapasitas gedung terminal. Pemerintah Korea Utara berharap Bandara Kalma dapat melayani penerbangan charter internasional secara langsung, sehingga turis tidak perlu lagi menempuh perjalanan darat yang panjang dari ibu kota Pyongyang untuk mencapai kawasan pesisir timur.

Genjot Pariwisata, Korea Utara Luncurkan Perahu Makan di Sungai Taedong Pyongyang

Selain Wonsan, perhatian besar juga diberikan pada bandara-bandara yang terletak di dekat perbatasan Cina. Renovasi ini mencakup pengerasan landasan pacu dan pembaruan hanggar pesawat. Hal ini mengindikasikan persiapan Korea Utara untuk menerima jenis pesawat yang lebih besar dari maskapai-maskapai Cina.

Para analis menilai bahwa fokus pada bandara perbatasan ini bertujuan untuk memudahkan arus wisatawan asal Cina yang selama ini menjadi kontributor terbesar bagi pendapatan pariwisata Korea Utara. Dengan fasilitas bandara yang lebih mumpuni, frekuensi penerbangan lintas batas diharapkan dapat ditingkatkan dalam waktu dekat.

Anti Mainstream, Bandara Pyongyang Diklaim AS Terhubung dengan Fasilitas Nuklir Terbesar Korea Utara

Meskipun infrastruktur darat sedang dipercepat, tantangan besar masih membayangi sektor penerbangan Korea Utara, terutama terkait kesiapan armada Air Koryo yang rata-rata sudah berusia tua. Namun, dengan perbaikan fasilitas bandara yang lebih modern dan berstandar internasional, Pyongyang tampaknya sedang mengirimkan sinyal kepada maskapai asing—terutama dari Cina dan Rusia—bahwa mereka siap membuka kembali langitnya.

Upaya peningkatan kualitas bandara ini juga dibarengi dengan pelonggaran prosedur visa dan perbaikan fasilitas perhotelan di sekitar bandara. Bagi industri transportasi udara regional, pergerakan ini menjadi indikator penting bahwa Korea Utara sedang bersiap kembali masuk ke dalam peta rute penerbangan internasional di Asia Timur.

Korea Utara Melarang Wisatawan Asing Memasuki Resor Pantai Setelah Kunjungan Menlu Rusia

Catatan Gemilang Jalur Kereta Cina-Laos: Layani 30,2 Juta Penumpang, 800 Ribu Di Antaranya Wisatawan Lintas Batas

Jalur kereta api Cina-Laos kini benar-benar telah menjadi tulang punggung transportasi di kawasan regional. Berdasarkan data terbaru per April 2026, secara akumulatif sejak pertama kali diluncurkan pada Desember 2021, layanan kereta api ini telah mengangkut total 30,2 juta penumpang.

Namun, prestasi paling mentereng terlihat pada sektor perjalanan internasionalnya. Sejak layanan lintas batas (cross-border) resmi dibuka pada 13 April 2023, tercatat sudah ada 800.000 penumpang dari 120 negara yang menyeberangi perbatasan menggunakan moda transportasi modern ini.

Lonjakan angka 800 ribu penumpang lintas batas ini membuktikan bahwa jalur sepanjang 1.035 km yang menghubungkan Kunming dan Vientiane telah menjadi pilihan utama turis global. Efisiensi waktu menjadi kunci utama; jika dulu perjalanan darat antarnegara ini memakan waktu seharian, kini penumpang cukup duduk manis selama 9 jam 36 menit untuk berpindah negara.

Kereta Kargo ASEAN Express Sukses Hubungkan Malaysia, Thailand, Laos dan Cina, Biaya Logistik Turun 30 Persen

Kelancaran ini didukung oleh proses imigrasi di pos perbatasan Mohan, Yunnan, yang kian singkat. Saat ini, waktu pemeriksaan dokumen bagi penumpang kereta telah dioptimalkan hingga hanya memakan waktu sekitar 50 menit, dengan tingkat ketepatan waktu keberangkatan yang mencapai angka sempurna, 100%.

Merespons antusiasme yang luar biasa—di mana volume harian pada kuartal pertama 2026 melonjak tiga kali lipat dibanding tahun 2023—pihak operator telah meningkatkan kapasitas kursi per rangkaian dari 250 menjadi 420 tempat duduk.

Untuk memanjakan penumpang dari berbagai negara, fasilitas di atas kereta kini semakin inklusif, meliputi layanan multibahasa, seperti petugas yang fasih berbahasa Mandarin, Laos, dan Inggris, aistem pembayaran tiket yang mendukung kartu bank internasional, dan integrasi jadwal yang memudahkan turis menyusun rute wisata hingga ke Bangkok dan Chiang Mai.

Tak hanya sukses di sektor penumpang, jalur rel ini juga mempercepat arus perdagangan. Sejak beroperasi, tercatat total 81,5 juta metrik ton barang telah diangkut. Produk unggulan seperti durian asal Thailand kini hanya membutuhkan waktu 26 jam untuk sampai di pasar Cina, sebuah efisiensi logistik yang sebelumnya sulit dibayangkan tanpa kehadiran jalur rel ini.

Keberhasilan jalur kereta Cina-Laos dengan capaian 30,2 juta penumpang ini menjadi bukti nyata bagaimana integrasi transportasi dapat menghidupkan ekonomi lokal sekaligus mempermudah mobilitas manusia di kawasan Asia Tenggara.

Sejak Diluncurkan Desember 2021, Jalur Kereta Cina-Laos Kini Tembus 9 Juta Penumpang

Persiapan Haji 2026: Garuda Indonesia Fokus pada Layanan Inklusif dan Ramah Lansia

Menyambut akan dimulainya operasional penerbangan haji 1447 H/2026 M pada 21 April mendatang, Garuda Indonesia memperkuat kesiapan operasional secara menyeluruh dengan menitikberatkan pada aspek keselamatan penerbangan (safety), keandalan armada, serta penguatan layanan ramah lansia, sejalan dengan meningkatnya proporsi jemaah haji lansia pada tahun ini.

Sebagai national flag carrier yang telah dipercaya selama lebih dari tujuh dekade, Garuda Indonesia memastikan seluruh kesiapan operasional dijalankan secara terintegrasi, mulai dari kesiapan armada, awak pesawat, layanan darat, hingga pengalaman penerbangan yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh jemaah.

Untuk mendukung operasional haji tahun ini, Garuda Indonesia menyiapkan 15 pesawat berbadan lebar yang terdiri dari 8 pesawat milik Garuda Indonesia dan 7 pesawat sewa, mencakup 6 Boeing 777-300ER, 6 Airbus A330-300, dan 3 Airbus A330-900neo. Seluruh armada tersebut merupakan generasi pesawat dengan usia terbilang kompetitif yang dioptimalkan untuk penerbangan jarak jauh, serta dipastikan dalam kondisi prima melalui penerapan prosedur perawatan berlapis melalui program Aircraft Health Program, termasuk pemenuhan sertifikasi dari otoritas penerbangan Arab Saudi sebagai prasyarat utama operasional haji.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, mengungkapkan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada Garuda Indonesia untuk kembali melayani penerbangan haji merupakan amanah besar yang terus dijaga konsistensinya.

“Merupakan kehormatan bagi Garuda Indonesia untuk kembali menjadi mitra perjalanan ibadah bagi jemaah haji Indonesia. Kepercayaan ini kami jawab melalui penguatan kesiapan operasional secara end-to-end, dengan memastikan seluruh aspek safety, keandalan armada, serta kualitas layanan berjalan optimal di setiap titik perjalanan jemaah,” ujar Glenny.

Lebih lanjut, Glenny menambahkan bahwa penguatan layanan pada tahun ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan jemaah lansia, yang jumlahnya mencapai sekitar 18 ribu orang atau sekitar 18 persen dari total jemaah yang dilayani serta jemaah berkebutuhan khusus.

“Kami menghadirkan layanan yang lebih adaptif dan inklusif, mulai dari asistensi mobilitas di darat dan udara, hingga penguatan peran awak kabin dalam memastikan kenyamanan dan kemudahan jemaah selama penerbangan. Hal ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan layanan haji yang tidak hanya aman, namun juga penuh empati dan kemudahan bagi seluruh jemaah,” lanjut Glenny.

Sebagai bagian dari penguatan layanan tersebut, Garuda Indonesia menyiapkan berbagai fasilitas penunjang, di antaranya penyediaan wheelchair di setiap embarkasi, ambulift di embarkasi Jakarta dan Solo, bus jemaah dengan fasilitas toilet, penggunaan garbarata di sejumlah embarkasi*, layanan penanganan bagasi khusus, hingga fasilitas buggy car di Bandara Internasional King Abdulaziz.

Awak kabin juga disiagakan untuk memberikan asistensi intensif selama proses penerbangan, khususnya bagi jemaah lansia dan disabilitas. Untuk menunjang kenyamanan selama penerbangan jarak jauh, Garuda Indonesia menyediakan layanan konsumsi berupa dua kali full meals dan satu kali snack, dilengkapi dengan fasilitas inflight entertainment serta ketersediaan portable bidet pada lavatory pesawat.

Selain kesiapan armada dan layanan, Garuda Indonesia juga memastikan kesiapan sumber daya manusia dengan menyiapkan lebih dari 1.085 awak pesawat yang terdiri dari 731 awak kabin dan 354 awak kokpit, serta 139 petugas darat haji yang akan mendukung kelancaran mobilisasi jemaah di seluruh embarkasi.

Pada musim haji tahun ini, Garuda Indonesia akan melayani sedikitnya 102.502 jemaah haji yang terbagi dalam 278 kelompok terbang (kloter) dari 10 embarkasi, yaitu Jakarta, Banda Aceh, Medan, Padang, Solo, Yogyakarta, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, dan Lombok. Tahun ini juga menjadi momentum perdana bagi Garuda Indonesia dalam melayani keberangkatan jemaah dari embarkasi Yogyakarta melalui Bandara Internasional Yogyakarta.

Pemberangkatan jemaah akan dilaksanakan secara bertahap mulai 21 April hingga 21 Mei 2026, dengan fase keberangkatan menuju Madinah pada 21 April hingga 6 Mei 2026 dan menuju Jeddah pada 7 hingga 21 Mei 2026.  Sementara itu, fase pemulangan jemaah dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 30 Juni 2026.

Penerbangan perdana akan diawali dengan keberangkatan kloter pertama dari embarkasi Yogyakarta pada Selasa (21/4) pukul 23.40 WIB dengan nomor penerbangan GA 6501 menggunakan armada Airbus A330-300.

Haji 2026 Lebih Matang: Garuda Indonesia dan Kemenhag Teken Kontrak Lebih Awal demi Kelancaran Jemaah

Badai Krisis Penerbangan: Korean Air Masuk “Emergency Mode”, Ikuti Jejak Qantas Hingga Delta

Industri penerbangan global kembali diguncang ketidakpastian besar. Maskapai raksasa asal Korea Selatan, Korean Air, secara resmi mengumumkan masuk ke dalam “mode darurat” (emergency mode) guna menghadapi tekanan finansial yang kian berat. Langkah ekstrem ini diambil menyusul jejak maskapai besar lainnya seperti Asiana Airlines, Qantas, United Airlines, hingga Delta Air Lines yang telah lebih dulu melakukan efisiensi ketat.

Krisis ini dipicu oleh kombinasi mematikan antara lonjakan harga bahan bakar pesawat yang mencapai rekor tertinggi, fluktuasi nilai tukar mata uang, serta ketidakstabilan rute internasional akibat ketegangan geopolitik.

Untuk menjaga arus kas tetap stabil, Korean Air dilaporkan mulai menawarkan skema cuti tak berbayar (unpaid leave) bagi karyawannya. Langkah ini merupakan upaya terakhir untuk menekan biaya operasional tanpa harus melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

Siapkan Kocek Lebih: Maskapai Taiwan Naikkan Fuel Surcharge Penerbangan Internasional Hingga 15,7 Persen

Selain efisiensi SDM, Korean Air juga melakukan peninjauan ulang terhadap rute-rute penerbangan yang dianggap kurang menguntungkan. Pemangkasan rute ini diperkirakan akan berdampak pada jadwal penerbangan internasional jarak jauh, yang selama ini menjadi tulang punggung pendapatan maskapai.

Salah satu dampak paling nyata yang akan dirasakan oleh penumpang adalah kenaikan biaya tambahan bahan bakar atau fuel surcharge. Dengan harga avtur yang terus meroket, Korean Air dan para pesaingnya tidak memiliki pilihan selain membebankan sebagian biaya tersebut kepada konsumen.

Kondisi ini diperkirakan akan membuat harga tiket pesawat tetap tinggi dalam beberapa bulan ke depan, yang pada gilirannya bisa menghambat laju pemulihan sektor pariwisata global yang baru saja ingin bangkit.

Masuknya Korean Air ke dalam mode darurat ini membuktikan bahwa krisis ini bukan masalah lokal. Qantas di Australia serta maskapai “Big Three” dari Amerika Serikat (United, Delta, American Airlines) juga tengah berjuang dengan masalah serupa. Masalah kekurangan tenaga kerja dan biaya pemeliharaan armada yang membengkak semakin memperparah kondisi internal maskapai.

Bagi para pelancong, situasi ini menjadi peringatan untuk lebih teliti dalam merencanakan perjalanan, mengingat adanya potensi perubahan jadwal mendadak serta kenaikan harga tiket yang sewaktu-waktu bisa terjadi di tengah upaya maskapai bertahan hidup di masa sulit ini.

Air New Zealand Batalkan 1.100 Penerbangan Akibat Krisis Bahan Bakar

Hindari Kebakaran, India Hentikan Pasokan Listrik ke Soket Pada Perjalanan Kereta Malam Hari

Bagi pelancong yang akan bepergian ke India dan menggunakan kereta api saat menjelajahinya jangan lupa untuk men-charge (isi ulang) ponsel dan laptop sebelum bepergian malam hari. Pasalnya perkeretaapian India mengeluarkan aturan baru yang mana tidak mengizinkan penumpang untuk mengisi daya perangkat elektronik mereka dalam perjalanan malam hari.

Baca juga: Pertama Kalinya Jaringan Kereta India Berhenti Operasi Dalam 167 Tahun

Pejabat senior perkeretaapian India mengatakan, keputusan untuk menghentikan fasilitas pengisian daya perangkat elektronik di kereta malam hari adalah tindakan pencegahan kebakaran.

Ini juga karena para pejabat menemukan banyak insiden kebakaran kecil di kereta api rute panjang sebagai akibat dari pengisian daya perangkat elektronik yang berlebihan. Beberapa orang membiarkan ponselnya terisi daya pada malam hari. Setelah baterai terisi penuh, menjaga pengisi daya tetap terhubung menyebabkan pengisian berlebih.

Aturan baru tersebut diterapkan sejak 16 Maret kemarin dengan memutus pasokan listrik ke soket pengisian daya selama enam jam. Atau bisa dikatakan pemutusan pasokan listrik akan mulai dimatikan sejak pukul 23.00 hingga 05.00 pagi waktu setempat.

“Itu instruksi Dewan Kereta Api untuk semua jalur kereta. Kami sudah menerapkannya mulai 16 Maret,” kata CPRO Kereta Api Barat, Sumit Thakur.

Meski begitu, ternyata instruksi ini bukanlah hal yang baru, melainkan sudah ada sejak 2014 lalu, kata Southern Railways CPRO B Guganesan. Dia menyebutkan, instruksi tersebut merupakan pengulangan pesanan sebelumnya dari Dewan Kereta Api.

Untuk diketahui, instruksi tersebut dikeluarkan ketika Komisaris Keselamatan Kereta Api merekomendasikan bahwa soket pengisian daya di dalam kereta harus dimatikan pukul 23.00 hingga 05.00 pagi tepat setelah kebarakan terjadi di dalam Bangalore-Hazur Sahib Nanded Express. Instruksi ini dikeluarkan untuk semua divisi perkeretaapian di India.

Baca juga: Kecanduan Film Porno, Petugas Kebersihan Kereta India Simpan Spycam di Toilet

“Mengingat insiden kebakaran baru-baru ini, kami telah melakukan yang diperlukan. Ini adalah tindakan pencegahan dan bahkan sebelumnya Dewan Kereta Api telah mengeluarkan perintah seperti itu. Listrik dari switchboard utama untuk titik-titik ini akan dimatikan dari pukul 23.00 hingga 05.00 pagi,” kata Guganesan.

Bukan Sekadar Teknis, Inilah Dedikasi Pemeriksa Jalan Rel dalam Menjaga Tiap Jengkal Keselamatan Kereta Api

Tak bisa dipungkiri bahwa tiap pekerjaan memiliki banyak risiko yang dihadapi dalam menjalankan tugas. Apalagi bertugas di ruang terbuka yang bisa saja mengancam berbagai hal yang bisa saja terjadi. Namun, jika pekerjaan tersebit memiliki optimis yang tinggi, tentu pekerjaan tersebut akan selalu terjaga dan terjamin keselamatannya.

Seperti halnya tiap petugas yang memeriksa jalan rel. Pekerjaan ini memang tak mudah dan penuh dengan risiko berat. Apalagi menghadapi situasi yang terkadang tidak memungkinkan. Karena bekerja langsung di lapangan membuat petugas ini harus memiliki tingkat fokusnya yang tinggi agar pekerjaan tetap selalu terjaga dan keselamatan yang sesuai standar operasional.

Di wilayah PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta, sebanyak 96 personel Petugas Pemeriksa Jalan Rel bertugas memeriksa prasarana rel sepanjang 895.667,5 meter jalur kereta api. Tugas ini tentu bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari sistem pengamanan berlapis (multi layer safety system) untuk memastikan setiap perjalanan kereta api berlangsung selamat.

Pemeriksaan dilakukan melalui dua metode, yaitu patroli jalan kaki untuk memastikan kondisi detail setiap komponen prasarana, serta menggunakan Kendaraan Pemeriksa Jalan Rel (KPJ) guna menjangkau lintasan yang lebih panjang secara efektif dan efisien.

Melalui metode ini, potensi gangguan seperti kelonggaran penambat, retak rel, kondisi bantalan, ketebalan bahu balas, hingga fungsi wesel dapat terdeteksi sejak dini sebelum berdampak terhadap operasional. PPJ memeriksa secara menyeluruh seluruh elemen jalur, mulai dari rel, sambungan rel, penambat, bantalan, ballast (balas), hingga komponen wesel.

Setiap temuan dicatat dan segera ditindaklanjuti melalui mekanisme perawatan atau perbaikan cepat (quick response maintenance) guna mencegah terjadinya gangguan perjalanan. Di Daop 1 Jakarta, pemeriksaan difokuskan pada lintas-lintas strategis dengan frekuensi perjalanan tinggi, antara lain Jakarta Kota – Cikampek, Manggarai – Cikampek, Tanah Abang – Merak, Duri – Basuta, Duri – Tangerang, Jakarta Kota – Tanjung Priok, serta lintas Loop Line.

Jalur-jalur tersebut melayani perjalanan kereta api jarak jauh maupun komuter dengan tingkat kepadatan yang tinggi, sehingga pengawasan prasarana dilakukan secara ketat dan berkelanjutan. Tentunya KAI Daop 1 Jakarta selalu memiliki personel PPJ yang lebih siap untuk memperkuat pengawasan lintas.

Langkah tersebut merupakan bentuk komitmen KAI dalam memastikan kesiapan prasarana menghadapi lonjakan operasional, sehingga pelanggan dapat melakukan perjalanan dengan rasa aman dan tenang.

Di balik setiap perjalanan kereta api yang tiba tepat waktu dan selamat sampai tujuan, terdapat dedikasi para Petugas Pemeriksa Jalan Rel yang tanpa lelah menyusuri setiap meter lintasan. Menjaga rel berarti menjaga keselamatan dan keselamatan adalah komitmen yang tidak dapat ditawar.

Tak Kenal Maka Tak Sayang, Inilah Sebenarnya Peran dan Tugas PKD!

Demi Kelancaran, Kini Stasiun Purwakarta Punya Akses 2 Pintu Masuk Cegah Penumpukan

Bagi masyarakat yang sering naik kereta api melintasi bahkan singga di Stasiun Purwakarta, tentu paham betul situasi saat jam-jam ramai. Apalagi memasuki akhir pekan, biasanya masyarakat memanfaatkan momen tersebut hanya sekedar menghabiskan waktu akhir pekan dengan naik kereta api lokal hingga Stasiun Purwakarta.

Ya, Stasiun Purwakarta merupakan stasiun kelas I yang berada di Kota Purwakarta. Setiap harinya stasiun ini melayani mulai dari kelas ekonomi hingga kelas eksekutif. Semua kereta api pun singgah dan berhenti di Stasiun Purwakarta. Maka tak heran, banyaknya penumpang yang menggunakan kereta api sangat mengandalkan stasiun ini.

Stasiun Purwakarta kini sudah memasuki tahap yang lebih meningkatkan kenyamanan. Berawal dari peron yang terlihat rapi agar penumpang bisa dengan mudah naik dan turun, serta atap stasiun yang diperlebar guna terhindar dari teriknya sinar matahari maupun saat turun hujan. Masyarakat yang naik dan turun di Stasiun Purwakarta tentu merasa aman dan nyaman dengan fasilitas tersebut.

Lain halnya pelebaran atap stasiun dan kondisi peron yang rapi, kini Stasiun Purwakarta sudah memiliki akses pintu masuk yang terpisah. Ya, diketahui stasiun ini mrlayani angkutan kereta lokal dan kereta jarak jauh. Maka dari itu PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung berinisiatif membuat akses pintu tambahan khususnya bagi penumpang kereta api jarak jauh.

Tentu dibuat akses tersebut selain memudahkan penumpang yang ingin menggunakan kereta api jarak jauh, pun agar tidak terjadi penumpukan penumpang di satu ruang tunggu atau tidak bercampur dengan penumpang kereta lokal. Alasan lainnya adalah supaya penumpang tidak salah naik kereta meskipun petugas boarding berjaga dan menginformasikan saat kereta api tiba di Stasiun Purwakarta.

Tercatat Stasiun Purwakarta merupakan stasiun tersibuk di wilayah Daop 2 Bandung. Hal ini menentukan data terakhir di Stasiun Purwakarta mencatat pada 10 April 2026, untuk penumpang kedatangan mencapai 18.999 orang dan keberangkatan mencapai 20.090 orang. Tentunya Stasiun Purwakarta merupakan penghubung penting bagi penumpang kereta api lokal dari Jakarta dan kereta api jarak jauh yang melintas ke arah Bandung maupun sebaliknya hingga ke Surabaya.

Wajah Baru Stasiun Purwakarta, Akhirnya Segera Dilengkapi Kanopi

KAI Akan Terapkan Lokomotif Berbahan Bakar Nabati dari Kelapa Sawit Mulai Juli 2026

Lokomotif sebagai penarik rangkaian kereta maupun gerbong harus memiliki tenaga yang kuat dalam melakukan perjalanan. Apalagi saat ini lokomotif memiliki tenaga yang sudah lulus uji coba untuk menarik rangkaian yang memiliki beban berat sekalipun. Ditambah dengan bahan bakar lokomotif di Indonesia yang saat ini semakin bertenaga yang mampu berlari dengan kecepatan diatas 100 km/jam.

Mengutip laman resmi PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI), lokomotif di Indonesia umumnya menggunakan High Speed Diesel (HSD) atau solar sebagai bahan bakar. Namun untuk mendukung keberlanjutan lingkungan dan program penggunaan Bahan Bakar Nabati (BBN), bahan bakarnya kini beralih menjadi Bio Solar (B35).

Bio solar terbuat dari campuran bahan bakar fosil dan bahan organik seperti minyak kelapa sawit atau limbah tumbuhan. Penggunaan Bio Solar dianggap ramah lingkungan dengan bantu mengurangi jejak karbon.

Diketahui bahwa tangki bahan bakar lokomotif kereta memiliki kapasitas yang bervariasi, tergantung pada jenisnya. Tapi rata-rata, kapasitasnya antara 3.000-3.800 liter. Lokasi tangkinya sendiri terletak di bagian tengah bawah, antara bogie 1 dan bogie 2.

Pengisian jumlah bahan bakar disesuaikan dengan jarak yang akan dilayani kereta api. Jarak yang bisa ditempuh saat bahan bakar terisi penuh tergantung jenis lokomotifnya. Sebab SFC (Specific Fuel Consumption) tiap-tiap jenis lokomotif berbeda. Sebagai perkiraan, kereta dengan kapasitas full tank 3.000 liter dapat menempuh jarak lebih kurang 1.034 kilometer.

Namun bagaimana jika bahan bakar lokomotif yang berupa solar di campur dengan olahan dari kepala sawit? Kabar berbagai sumber mengatakan bahwa PT KAI memang akan merencanakan program tersebut, yakni selain solar sebagai bahan bakar utama akan di campur 50% biodiesel berbasis minyak kelapa sawit.

Bahan bakar nabati sejauh ini sudah digunakan juga untuk lokomotif kereta api. PT KAI sudah menggunakan bahan bakar biosolar B40 di seluruh lokomotifnya sejak Februari 2025. Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyatakan KAI pihaknya sudah siap untuk menggunakan B50 yang nantinya dapat diterapkan pada sektor perkeretaapian.

Implementasi bahan bakar nabati B50 akan dimulai Juli 2026 mendatang. Namun untuk menjaga keselamatan perjalanan yang menjadi prioritas utama, seluruh sarana lokomotif dan genset yang akan menggunakan B50 dipastikan melalui rangkaian uji coba teknis terlebih dahulu sebelum resmi melayani penumpang.

Yang jelas pihaknya yakin penggunaan energi terbarukan akan menghasilkan emisi yang lebih rendah. Hal ini juga sejalan dengan strategi pemerintah dalam memperbesar pemanfaatan bahan bakar nabati (BBN) merupakan bagian dari strategi besar menuju kemandirian energi nasional serta pencapaian target Net Zero Emission (NZE) 2060.

Karena di tengah kondisi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang semakin terbatas, kereta api hadir sebagai solusi mobilitas yang tetap hemat dan bisa diandalkan. Dengan menggunakan B40 hasil inovasi Kementerian ESDM ini, setiap pelanggan otomatis menjadi bagian dari transformasi besar menuju transisi energi nasional yang lebih sustain dan ramah lingkungan.

Lolos Sejumlah Uji Coba, PT KAI Mulai Gunakan Bahan Bakar Biodiesel B20

Uji Coba ke-2 Kereta Wisata Heritage Class alias KA Jaka Lalana, Kini Menuju Stasiun Cikampek

Kereta wisata heritage class yang digadang-gadang akan beroperasi secara reguler sepertinya harus menunda waktu lagi. Ya, kereta wisata tersebut Selasa (14/4) kembali di uji coba dinamis dengan kecepatan yang maksimal. Rangkaian yang terdiri 2 unit kereta bertuliskan Heritage Class, 1 kereta makan dan 1 kereta pembangkit ini di jalankan sebagai uji coba dinamis melintas dari Stasiun Jatinegara sampai dengan Cikampek pulang pergi.

Rangkaian kereta wisata tersebut sebenarnya sudah di simpan di Depo Cipinang untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan karena sebelumnya berada di Balai Yasa Manggarai. Rangkaian kereta tersebut keluar dari Depo Cipinang pada pukul 10.20 WIB menuju ke Stasiun Jatinegara. Saat memasuki stasiun, rangkaian uji coba yang berstatus Kereta Luar Biasa (KLB) itu menunggu perintah berjalan dari Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) Stasiun Jatinegara.

Pukul 10.40 WIB rangkaian KLB kereta wisata pun mulai berjalan bertolak dari Stasiun Jatinegara. Dengan ditarik lokomotif CC 201 83 15 Depo Induk Purwokerto (PWT), rangkaian pun mulai di uji kecepatannya hingga Stasiun Cikampek. Diketahui kecepatan mulai dari Jatinegara hingga Cikampek khusus untuk kereta api jarak jauh maksimal 110 km/jam. Begitu pula untuk uji coba dinamis rangkaian KLB ini yang di uji kecepatannya hingga maksimum 100 km/jam.

Perjalanan uji coba hingga tiba di Stasiun Cikampek sekitar 1 jam. Karena tidak ada rangkaian kereta yang mengharuskan KLB tersebut disusul, kereta wisata heritage class ini melaju pesat sampai dengan pemberhentian terakhir di Stasiun Cikampek.

Sesampainya di Cikampek, rangkaian KLB kembali di periksa secara keseluruhan. Mengingat ini adalah rangkaian baru hasil modifikasi, jelas bahwa pengecekan harus dilakukan secara teliti agar saat digunakan tetap terkendali.

Sebelumnya uji coba dinamis dilakukan pertama kali di lintas Bogor – Sukabumi – Cianjur pulang pergi pada Desember 2025. Kereta Heritage Class mulanya bernama Djoko Kendil. Kereta ini merupakan bekas kereta tidur Java Nacht Express buatan tahun 1938 yang dioperasikan oleh Staatsspoorwegen.

Adapun nama Djoko Kendil diambil dari hikayat seorang putri Kerajaan Brawijaya yang jatuh cinta kepada Djoko Kendil, seorang pemuda dari kalangan masyarakat biasa. Menurut informasi yang beredar di media sosial, kereta ini digadang-gadang akan beroperasi dengan nama Kereta Api Jaka Lalana tujuan Gambir, Bogor, Sukabumi, Cianjur.

Sebenarnya, kereta tersebut akan dirilis secara resmi pada pertengahan Desember 2025 mendatang. Namun PT Kerata Api Indonesia Persero (KAI) menunda pengoperasian Kereta Api Jaka Lalana jurusan Jakarta – Cianjur sampai batas waktu yang belum dapat ditentukan karena masih fokus penanganan bencana di Sumatera.

Setelah lakukan uji coba dinamis yang kedua, berharap ada titik terang informasi mengenai pengoperasian Kereta Wisata Jaka Lalana tersebut. Agar masyarakat penikmat kereta api bisa merasakan kemewahan dan merasakan nuansa heritage saat berada di dalam kereta sambil menikmati pemandangan alam yang luar biasa di Jawa Barat.

Begini Penampakan KA Wisata Jaka Lalana Saat Lakukan Uji Coba