Perkenalkan Oshiya, “Tukang Dorong” Penumpang Kereta Komuter di Jepang

Mengular di pagi atau sore hari bersama para komuter lain memang merupakan aktifitas rutin yang dilakukan oleh para pekerja yang tinggal di pinggiran Ibukota. Berdesak-desakan hingga tidak ada ruang untuk bergerak merupakan pemandangan yang sudah lazim ketika menggunakan commuter line Jabodetabek – apalagi di jam-jam sibuk. Jika Anda merasa kondisi ini sudah tidak manusiawi, mungkin Anda harus melihat ke Jepang, dimana ada petugas yang dikhususkan untuk mendorong para komuter untuk masuk ke dalam rangkaian kereta, lho! Penasaran?

Baca Juga: Jingle di Stasiun Kereta Jepang, Bangkitkan Semangat Penumpang

Adalah Oshiya, sebuah job desk yang ditujukan kepada seseorang dimana ia harus memastikan semua penumpang masuk ke dalam kereta dan tidak terjepit di pintu kereta. Kendati tujuannya mulia, namun tetap saja pekerjaan semacam ini terdengar menyeramkan di sejumlah komuter. Bagaimana tidak, kondisi kereta yang sudah penuh akan didorong oleh oshiya agar penumpang yang berada di ujung pintu tidak terjepit ketika hendak menutup. Jika yang diujung didorong, maka secara otomatis yang berada di tengah akan semakin terhimpit, bukan?

KabarPenumpang.com mengutip dari lamman wikipedia.com, istilah oshiya sendiri berasal dari kata “osu” yang berarti mendorong, dan akhiran “-ya” yang berarti sebuah pekerjaan. Jadi jika digabungkan, maka sudah jelas bahwa tugas dari seorang oshiya adalah untuk mendorong penumpang masuk ke dalam rangkaian kereta.

Ketika pertama kali beroperasi di Stasiun Shinjuku, seorang oshiya masih menggunakan julukan ryokaku seiri gakari (passenger arrangement staff) atau petugas pengatur penumpang. Kebanyakan dari para ryokaku seiri gakari adalah seorang pelajar yang mengambil pekerjaan part-time. Namun seiring berkembangnya jaman, kini para oshiya ini – baik pekerja tetap atau pekerja sampingan akan bersiap menjaga di setiap jalur kereta, terutama di kala peak hours.

Jika Anda ingin tahu presentase penumpang yang mengular ketika jam sibuk, di tahun 1975 saja, seorang oshiya bisa memasukkan penumpang hingga 221 persen di atas kapasitas aslinya. Bisa Anda bayangkan bagaimana penuhnya kereta komuter di Jepang di kala jam sibuk?

Baca Juga: Kembali Terjadi di Jepang, Kereta Berangkat Lebih Cepat dari Jadwal

Salah satu ciri khas dari seorang petugas oshiya adalah ia menggunakan seragam rapi, dan mengenakan sarung tangan berwarna putih. Mungkin penggunaan sarung tangan ini dapat diasumsikan sebagai instrumen untuk mencegah penularan kuman atau kotoran lain ketika tengah mendorong penumpang.

 

Duh, Ahli Komputer Temukan Masalah Keamanan di WiFi Onboard!

Kehadiran WiFi onboard memang menguntungkan bagi sebagian penggunanya, terutama bagi mereka yang melakukan perjalanan langsung jarak jauh. Mereka bisa tetap mengerjakan pekerjaan kantor, atau sekedar mencari hiburan untuk melepas penat selama perjalanan. Tapi jangan salah, kehadirannya selama penerbangan ternyata dapat menimbulkan suatu masalah serius, terutama bagi setiap orang yang menyimpan data penting. Seorang peneliti keamanan komputer secara tidak sengaja menemukan salah satu kelemahan di sistem keamanan utama jaringan internet di pesawat tersebut.

Baca Juga: Takut Data Pribadi Anda Diretas, Ini Dia Fakta dan Tips Untuk Mencegahnya!

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (17/10/2017), Mathy Vanhoef, peneliti tersebut, mengatakan bahwa setiap perangkat yang menggunakan keamanan WiFi WPA2 rentan untuk dimata-matai. Lebih parahnya lagi, ia berpendapat bahwa dengan mengubah kata sandi saja tidak cukup untuk memproteksi perangkat yang Anda sambungkan ke jaringan WiFi ini.

Ketika menganalisis cara kerja dari protokol WPA2, Mathy menemukan bahwa protokol WPA2 tersebut menghasilkan kunci enkripsi saat klien baru bergabung dengan sebuah jaringan. Ia menemukan bahwa proses ini dapat dibajak dengan menggunakan teknik yang disebut sebagai key reinstallation attack (KRACK). Uniknya, kelemahan ini ia temukan ketika ia tengah mengerjakan proyek yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan kasus yang ia temukan tersebut.

“Dalam key reinstallation attack, mata-mata ini akan meniru korban untuk menginstal ulang kunci yang telah digunakan. Hal ini dicapai dengan memanipulasi dan memutar ulang cryptographic handshake messages,” ungkap Mathy dalam sebuah pernyataan tertulis. “Ketika korban mengembalikan kunci, parameter yang terkait seperti nomor paket transmisi tambahan dan menerima nomor paket, akan diatur ulang ke nilai awalnya,” imbuhnya.

Pada dasarnya, untuk menjamin keamanan, kunci hanya boleh dipasang dan digunakan satu kali. Sayangnya, Mathy menemukan bahwa hal seperti ini tidak dijamin oleh protokol WPA2. “Cryptographic handshake messages, kita bisa menyalahgunakan kelemahan ini dalam praktiknya,” tambah Mathy.Tidak hanya WPA2, Mathy mengatakan bahwa kerentanan juga hadir  dalam protokol WPA1 dan banyak smartphone Android yang sangat rentan terhadap kelemahan keamanan seperti ini.

Berdasarkan temuan Mathy tersebut, aliansi WiFi telah mengeluarkan pembaruan keamanan yang menunjukkan bahwa kerentanan ini dapat diselesaikan dengan melakukan upgrade software yang mudah untuk dikerjakan. Tidak hanya aliansi WiFi, Microsoft dan Google pun lantas mengeluarkan patch yang hampir serupa untuk menangkal serangan mata-mata tersebut.

Baca Juga: 23 Tahun Mengangkasa, Boeing 747-400 Garuda Indonesia Akhiri Masa Tugas

Untuk menambahkan perlindungan ekstra, Anda bisa menggunakan Virtual Private Network (VPN) yang akan menghindari Anda dari serangan siber tersebut. Mungkin si mata-mata tidak akan bisa menembus perangkat Anda jika operator maskapai penyedia layanan WiFi tersebut menggunakan sistem yang diterapkan oleh maskapai plat merah dalam negeri, Garuda Indonesia.

Garuda Indonesia diketahui menggunakan password yang berbeda untuk setiap penumpang first class di armada Boeing 777-nya. Password tersebut tertera di tiket yang Anda dapatkan di counter check in. Bisa dibilang, ini merupakan siasat Garuda Indonesia untuk meningkatkan pelayanan sekaligus memberikan keamanan bagi para pengguna layanan WiFi onboard.

Inilah Kavach, Teknologi Asli India Cegah Dua Kereta Tabrakan

Kolaborasi sebagai negara kaya insinyur dan ilmuan komputer dengan jaringan kereta kereta api terbesar keempat di dunia sepanjang sekitar 65.000 km melahirkan teknologi mutakhir di bidang perkeretaapian. Memperingati National Safety Day atau Hari Keselamatan Nasional, India meluncurkan Teknologi Kavach pada 4 Maret lalu. Teknologi ini terbukti sukses mencegah terjadinya tabrakan dua kereta.

Baca juga: Komitmen Nol Emisi di 2030, India Kaji Infrastruktur Pengisian Kendaraan Listrik di Stasiun Kereta Api

Dilansir Indian Express, Kavach sebetulnya bukanlah nama teknologi, melainkan nama perusahaan teknologi asal India.

Dalam kemitraan strategis dengan Kementerian Perkeretaapian India, keduanya meluncurkan teknologi Train Collision Avoidance System (TCAS). Namun, kementerian menyebut ini sebagai teknologi Kavach yang berati ‘baju besi’ dalam bahasa Hindi.

Kavach didukung oleh setidaknya lima elemen teknologi, mulai dari relay based, UHF radio, RFID, GSM, dan GPS.

Disebutkan, relay based berfungsi sebagai interface antara stasiun kavach dan interlocking. UHF radio berfungsi mengkomunikasikan informasi pensinyalan fixed ke lokomotif dan posisi lokomotif ke stasiun. RFID berfungsi memberikan lokasi dari rel ke lokomotif, GSM untuk radio security, dan GPS sinkronisasi waktu.

Gabungan dari fungsi-fungsi di atas menghasilkan cara kerjanya yang cukup sederhana. Rel saling ‘berbicara’ alias memberikan informasi terkait adanya kereta yang lewat di atas mereka melalui UHF radio. Ini kemudian disinkronisasi dengan GPS.

Baca juga: Helpline Bantu Penumpang Kereta India Temukan Solusi Saat Ada Masalah di Stasiun atau Kereta

Di saat yang bersamaan, rel akan memberitahu ke lokomotif terkait adanya potensi kecelakaan karena berada di jalur yang sama dan mengintervensi atau melakukan pengereman otomatis sambil tetap memberitahu ke masinis terkait potensi bahaya itu. Ini disebut sebagai Signal Passed at Danger (SPAD).

Namun, andai masinis tidak menghiraukan potensi itu karena jarak pandang terbatas dan faktor lainnya, sekalipun ditandai dengan sirine kencang pertanda bahaya di dalam kabin masinis, kereta tetap akan berhenti otomatis 200 meter sebelum kedua kereta tabrakan sesuai program.

Teknologi TCAS atau Kavach ini terinspirasi dari berbagai teknologi yang sudah ada, seperti European Train Protection and Warning System dan Anti Collison Device. Selain itu, Kavach juga akan melengkapi kereta-kereta di India dengan fitur European Train Control System Level-2.

Baca juga: Indian Railways Gunakan Gerbong Aluminium untuk Kereta Ekspres Vande Bharat

Sejauh ini, teknologi Kavach telah dipasang di lebih dari 1.098 km dan 65 lokomotif di South Central Railway. Ke depan, teknologi Kavach dalam mencegah terjadinya tabrakan dua kereta akan dipasang sejauh 3000 km jalur Delhi-Mumbai dan Delhi-Howrah demi menunjang peningkatan kecepatan perjalanan kereta menjadi 160 km per jam.

Kemudian, secara bertahap, teknologi Kavach akan terus dipasang di 6.000 km sampai akhirnya seluruh jaringan perkeretaapian India dilengkapi dengan teknologi ini.

“Thar Express” – Kereta Api Lintas Perbatasan India dan Pakistan, Penumpang Harus Punya Visa!

Meski India dan Pakistan kerap dilanda konflik di seputaran perbatasan, namun, kedua negara serumpun tersebut masih bisa disatukan lewat layanan kereta api. Inilah kereta api diesel Thar Express yang punya pemberhentian khusus di Stasiun Munabao. Walau layanan kereta ini kerap terhenti (bila terjadi konflik), tapi Thar Express masih beroperasi dan nampaknya masih terus dipertahankan untuk menjalin hubungan kedua negara yang sejatinya bersaudara.

Baca juga: Munabao – Stasiun Kereta dengan Pengamanan Terketat di Dunia, ada di Perbatasan India-Pakistan

Dari sejarahnya, Thar Express pertama kali mulai beroperasi pada 18 Februari 2006, setelah lebih dari 40 tahun tidak aktif. Layanan ini merupakan bagian dari upaya untuk memperbaiki hubungan diplomatik antara India dan Pakistan. Jalur kereta api ini sebelumnya aktif tetapi dihentikan pada tahun 1965 setelah pecahnya Perang India-Pakistan. Layanan kemudian dipulihkan kembali sebagai simbol niat baik dan usaha meningkatkan hubungan bilateral.

Di India, Thar Express beroperasi dari Stasiun Kereta Api Bhagat Ki Kothi di Jodhpur, Rajasthan. Sementara di Pakistan, kereta ini berakhir di Stasiun Kereta Api Karachi Cantt melalui Stasiun Kereta Api Khokhrapar di Sindh. Munabao di India dan Zero Point di Pakistan adalah stasiun perbatasan di mana penumpang harus melalui pemeriksaan imigrasi dan bea cukai sebelum melanjutkan perjalanan mereka.

Thar Express berfungsi sebagai salah satu jalur komunikasi dan transportasi penting antara India dan Pakistan, membantu dalam meningkatkan hubungan diplomatik antara kedua negara. Layanan ini sangat penting bagi banyak keluarga yang terpisah oleh perbatasan India-Pakistan, memungkinkan mereka untuk mengunjungi kerabat mereka dengan lebih mudah.

Layanan Thar Express sering kali dipengaruhi oleh ketegangan politik antara India dan Pakistan. Selama masa-masa konflik atau meningkatnya ketegangan, layanan ini dapat ditangguhkan atau dihentikan sementara. Mengingat sensitivitas hubungan antara kedua negara, keamanan menjadi perhatian utama. Prosedur pemeriksaan keamanan dan imigrasi di perbatasan sangat ketat.

Rute Thar Express memiliki total jarak sekitar 709 kilometer yang menghubungkan India dan Pakistan. Jarak dari Stasiun Kereta Api Bhagat Ki Kothi di Jodhpur, Rajasthan, ke Munabao (stasiun perbatasan India) adalah sekitar 325 kilometer. Dari Stasiun Khokhrapar (stasiun perbatasan Pakistan) ke Karachi Cantt (stasiun akhir di Karachi) jaraknya sekitar 384 kilometer.

Saat melintasi perbatasan India dan Pakistan, penumpang Thar Express tidak perlu berganti kereta. Namun, mereka harus melalui pemeriksaan imigrasi dan bea cukai di stasiun perbatasan kedua negara. Proses ini dapat memakan waktu, tetapi mereka tetap berada di kereta yang sama selama seluruh perjalanan.

Perjalanan Thar Express dari Bhagat Ki Kothi di Jodhpur, India, ke Karachi Cantt di Karachi, Pakistan, biasanya memakan waktu sekitar 12 hingga 15 jam. Durasi ini bisa bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti pemeriksaan imigrasi dan bea cukai di perbatasan, serta kondisi operasional lainnya.

Thar Express menyediakan beberapa kelas untuk penumpang, meskipun pilihan kelas mungkin lebih terbatas dibandingkan dengan layanan kereta domestik. Secara umum, Thar Express menawarkan Sleeper Class (Kelas Tidur) dan AC 3-tier (Kelas AC 3-tingkat).

Harga tiket Thar Express dapat bervariasi tergantung pada kelas yang dipilih dan kebijakan tarif yang berlaku. Namun, secara umum, tiket untuk Thar Express biasanya cukup terjangkau untuk memfasilitasi perjalanan antara India dan Pakistan. Sleeper Class (Kelas Tidur): Tiket untuk kelas tidur biasanya berada dalam kisaran INR 500 hingga INR 1000 (sekitar USD 7 hingga USD 14) per penumpang. Dan tiket untuk kelas AC 3-tier biasanya berada dalam kisaran INR 2000 hingga INR 2500 (sekitar USD 28 hingga USD 35) per penumpang.

Untuk membeli tiket Thar Express, penumpang harus mematuhi prosedur khusus yang ditetapkan oleh kedua negara, termasuk persyaratan visa dan dokumentasi perjalanan. Penumpang dianjurkan untuk memeriksa persyaratan dan prosedur terbaru sebelum merencanakan perjalanan mereka.

Cegah Gajah Tertabrak Kereta, India Hadirkan Sensor Pengaktif Lampu di Sepanjang Rel

Mengapa Jarak Jendela Pesawat Berbeda dengan Posisi Kursi? Cek Alasannya Disini

Tak jarang kita mendapati kursi di kabin dengan posisi di jendela (window) pesawat yang kurang menyenangkan, yakni posisi kursi dan jendela punya jarak yang tidak sesuai, sehngga ada saja penumpang tidak dapat melihat pemandangan luar dengan jelas, karena terhalang dinding pesawat.

Baca juga: Berkat Lubang Kecil Ini, Jendela Pesawat Dipastikan Bebas Kabut

Nah, jarak antara jendela pesawat dan kursi penumpang dapat bervariasi tergantung pada desain pesawat dan jenis pesawat itu sendiri. Ada beberapa alasan mengapa jarak ini bisa berbeda:

1. Desain Pesawat
Setiap jenis pesawat memiliki desain interior yang berbeda. Desain ini dapat mempengaruhi letak jendela dan jaraknya dari kursi. Pesawat yang lebih besar dengan sayap lebar seperti Boeing 747 atau Airbus A380 mungkin memiliki lebih banyak ruang di antara jendela dan kursi dibandingkan dengan pesawat yang lebih kecil.

2. Konfigurasi Kursi
Konfigurasi kursi di dalam pesawat juga berperan. Pesawat komersial memiliki berbagai konfigurasi kursi, termasuk yang memiliki baris kursi yang lebih dekat dengan jendela dan yang lebih jauh dari jendela. Ini disesuaikan dengan preferensi maskapai dan jenis pesawat.

3. Ruangan Kabin: Ruangan kabin pesawat mungkin berbeda dalam hal lebar dan tinggi. Ini juga akan mempengaruhi jarak antara jendela dan kursi. Ruangan kabin yang lebih luas mungkin memiliki lebih banyak ruang antara jendela dan kursi.

4. Keberadaan Dinding dan Struktur Pesawat
Struktur pesawat, seperti dinding pesawat, bagian penyangga, dan bagian lainnya, dapat memengaruhi penempatan jendela dan jaraknya dari kursi. Beberapa kursi mungkin lebih dekat ke jendela daripada yang lain karena pembatasan struktural ini.

5. Kenyamanan Penumpang
Maskapai juga mempertimbangkan kenyamanan penumpang saat merancang konfigurasi kabin pesawat. Beberapa penumpang mungkin lebih suka memiliki lebih banyak ruang di antara kursi dan jendela, sementara yang lain mungkin lebih suka kursi yang lebih dekat ke jendela.

6. Fleksibilitas Konfigurasi
Beberapa pesawat memiliki konfigurasi kursi yang dapat diubah secara fleksibel, tergantung pada kebutuhan penerbangan tertentu. Ini dapat memungkinkan maskapai untuk mengatur kursi dengan jarak yang berbeda dari jendela sesuai dengan kebutuhan.

7. Lokasi dalam Pesawat:
Jarak dari jendela juga dapat bervariasi tergantung pada seberapa dekat kursi berada dengan pintu darurat atau area evakuasi lainnya. Kursi yang berdekatan dengan area evakuasi biasanya memiliki lebih banyak ruang di sekitar mereka.

Baca juga: Bedah Jendela Pesawat, Inilah Bagian-bagian Beserta Fungsinya

Dalam banyak kasus, maskapai berusaha untuk memberikan pilihan kursi yang berbeda kepada penumpang dengan preferensi yang beragam, termasuk yang suka duduk dekat jendela atau yang lebih suka kursi dengan lebih banyak ruang kaki.

Di Level Hujan Seperti Apakah Pilot Harus Membatalkan Suatu Penerbangan?

Perubahan iklim secara langsung membawa beragam anomali pada cuaca, dan dinamika cuaca tentu membawa pengaruh pada layanan jasa penerbangan. Sebut saja intensitas hujan yang kini menjadi tak jelas, bisa saja muncul hujan deras meski tak lagi masuk musim hujan. Berangkat dari kasus di atas, ada warganet yang bertanya, sampai hujan sederas apa yang membuat penerbangan harus atau terpaksa dibatalkan demi keselamatan?

Baca juga: Lawan Cuaca Buruk, Pesawat WestJet Tergelincir di Landas Pacu 

Faktanya, pesawat modern saat ini sudah dilengkapi dengan avionik canggih yang memungkinkannya beroperasi dengan aman dalam curah hujan ringan hingga sedang. Hujan saja biasanya tidak menimbulkan ancaman signifikan terhadap kemampuan pesawat untuk terbang atau lepas landas.

Sayap dan mesin pesawat masa kini bekerja sama untuk menghasilkan gaya angkat, yaitu gaya yang menggerakkan pesawat ke atas dari permukaan tanah. Proses ini umumnya tidak terhalang oleh hujan, sehingga pesawat dapat lepas landas dan terbang meski sedang hujan.

Mayoritas hujan terjadi di tingkat atmosfer yang lebih rendah, jadi begitu pesawat mencapai ketinggian jelajah, biasanya sekitar 35.000 kaki, sering kali ketinggian tersebut berada di atas sistem cuaca yang menghasilkan hujan.

Namun, ada situasi di mana hujan deras dapat mempengaruhi operasional penerbangan. Jika hujan disertai badai petir, angin kencang, atau fenomena cuaca buruk lainnya, pesawat dapat menjadi tidak aman untuk terbang.

Hujan yang sangat deras dapat mengganggu jarak pandang pilot, dan jika hujan terlalu deras, hal ini juga dapat menyebabkan mesin pesawat mati, meskipun biasanya pilot dapat menyalakannya kembali. Hujan beku (hujan es) menghadirkan tantangan lain, karena dapat membekukan saat bersentuhan dengan pesawat, sehingga berpotensi menyebabkan berkurangnya daya angkat jika tidak dikelola dengan baik.

Terkait pembatalan penerbangan, tidak ada jumlah curah hujan universal yang secara otomatis membuat pesawat tidak bisa terbang. Namun, hujan es di atas 50 mm umumnya dianggap cukup untuk menghentikan sebagian besar penerbangan karena potensi kondisi landasan pacu yang licin dan perlunya penghilangan lapisan es pada pesawat. Keputusan pembatalan penerbangan karena hujan dilakukan berdasarkan intensitas curah hujan dan kondisi cuaca terkait.

Jadi, meski pesawat cukup mampu terbang di tengah hujan, pilot, air traffic control (ATC) dan maskapai penerbangan selalu mengutamakan keselamatan. Mereka mengandalkan kombinasi data cuaca, teknologi pesawat terbang, dan keahlian pilot untuk membuat keputusan yang tepat mengenai apakah akan melanjutkan penerbangan saat kondisi hujan. Yakinlah bahwa jika Anda dijadwalkan untuk terbang dan langit terbuka, penerbangan Anda hanya akan lepas landas jika aman untuk melakukannya.

Terjang Hujan Es, Airbus A330-300 Saudia Rusak Parah Saat Mendarat di Jeddah

Di Lokasi Ekstrim, Pulau Saint Helena di Atlantik Selatan Punya Bandara Internasional

Sebuah bandara yang terletak di pulau bersejarah menyambut pendaratan perdananya beberapa waktu yang lalu. Lokasinya memang terbilang ektrim, pasalnya terletak di Atlantik Selatan, yang dari Ibu Kota Brasil, Rio de Janeiro berjarak 4.000 km, inilah Pulau Saint Helena, lokasi yang diyakini sebagai tempat meninggalnya Napoleon Bonaparte, Kaisar Perancis yang namanya sangat mahsyur.

Baca Juga: Igor Sikorsky, Kini Jadi Nama Bandara di Dua Negara

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, bandara yang dioperasikan oleh Lanseria Airport ini menerima penerbangan komersil pertama nya pada Sabtu, 14 Oktober 2017. Saint Helena sendiri merupakan sebuah pulau Atlantik Selatan di lepas pantai Afrika. Sebelum hadirnya bandara ini, Saint Helena sebelumnya hanya dapat diakses dengan menggunakan perahu. Bahkan Royal Mail Ship membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 1 minggu untuk tiba dari Cape Town, Afrika.

Sumber: theatlantic.com

Pendaratan perdana di bandara ini dilakukan oleh SA Airlink, yang bertolak dari Johannesburg dan memakan waktu sekitar enam jam perjalanan udara, termasuk transit di Windhoek, ibu kota Namibia. Hadirnya bandara baru ini diharapkan dapat menyerap lebih banyak lagi wisatawan ke wilayah yang masuk ke dalam pemerintahan Inggris ini. Melihat dari sisi sejarahnya, tentu Saint Helena memiliki potensi wisata yang sangat besar.

Sebenarnya, peresmian Bandara Saint Helena ini pada awalnnya akan dilakukan pada bulan Mei 2016 silam, namun rencana tersebut dibatalkan karena pesawat Comair Boeing 737 yang tengah melakukan uji coba penerbangan di bandara tersebut diterjang angin yang sangat kencang. Ini sedikit banyaknya dipengaruhi oleh letak landas pacu bandara sendiri yang berada di atas gunung dan berjarak hanya 300 meter dari tepi laut.

Sumber: theatlantic.com

Kekuatan angin di sekitaran bandara Saint Helena akhirnya menyebabkan pembatalan seremoni potong pita yang akan dilakukan oleh Prince Edward, putra bungsu dari Ratu Elizabeth II. Ternyata pembatalan peresmian tersebut juga memegang andil dalam pemberian julukan “bandara paling tidak berguna di dunia”.

Akhirnya, penggunaan pesawat untuk menjangkau bandara ini pun turut mengalami perubahan. Kini, setelah melakukan uji coba selama kurang lebih satu tahun, bandara ini dinyatakan aman untuk pesawat yang berukuran kecil, seperti Embraer E190 yang diketahui mampu membawa penumpang yang tidak terlalu banyak.

Baca Juga: Yasser Arafat International Airport, Saksi Bisu Kekejaman Militer Israel

Pada pendaratan pertamanya, ratusan penduduk asli pulau tersebut memenuhi sekitaran bandara untuk menyaksikan pendaratan bersejarah jet Embraer E190 yang membawa 60 penumpang tersebut. “Bandara ini akan menghubungkan kami dengan dunia dan membuka kesempatan bagi warga lokal untuk mendunia,” kata Niall O’Keeffe, orang yang bertanggung jawab atas pembangunan ekonomi di pulau tersebut. “Ini akan menjadi gerbang bagi para turis dan kita bisa mendapatkan standar hidup yang lebih baik,” imbuh Gubernur Saint Helena, Lisa Phillips.

Namun, jika Anda berniat untuk mengunjungi Saint Helena, Anda perlu merogoh kocek yang tidak sedikit untuk terbang ke sini. Penerbangan mingguan dari Johannesburg dibanderol dengan harga USD$1.350 pulang pergi. Cukup mahal bukan? Namun harga tersebut akan terbayarkan dengan pemandangan dan unsur sejarah kental yang disajikan oleh pulau Saint Helena.

Stasiun Gorakhpur, Punya Peron Terpanjang di Dunia

Walaupun layanan transportasi umum di India cenderung serba padat dan sesak, namun perkeretaapian di negara berpenduduk 1,4  miliar ini selalu memiliki sesuatu yang menarik untuk diulas. Sebut saja Stasiun Gorakhpur yang terletak di kota Gorakhpur di negara bagian India, Uttar Pradesh. Keunikkan dari stasiun ini bukan berasal dari kapasitas stasiun yang melebihi rata-rata, atau desain stasiun yang mewah, tapi dari ukuran peron yang sangat fantastis. Seberapa panjang sih peron di Stasiun Gorakhpur?

Baca Juga: Kereta Ekonomi India Sekarang, Gambaran Kereta Ekonomi Indonesia Era 80-an

Menurut data yang berhasil dikumpulkan oleh KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, stasiun yang namanya diambil dari seorang pertapa yang mengenalkan teknik yoga, Guru Gorakshnath ini memiliki panjang peron 1.36 kilometer. Atas keunikannya ini, pada 6 Oktober 2013, Stasiun Gorakhpur menyabet gelar sebagai stasiun dengan peron terpanjang di dunia, dan langsung diajukan ke Guiness Book of Records untuk diverifikasi tingkat dunia.

“Saya mengucapkan selamat kepada masyarakat Gorakhpur. Selamat atas pencapaian sebagai kota dengan peron terpanjang sedunia, “tutur KK Atal, staff Senior Direksi Perkeretaapian India, dikutip dari laman kereta-api.info. Stasiun yang juga berfungsi sebagai markas dari North Eastern Railway ini pertama kali beropeasi pada tahun 1890. Namun, ya, seperti yang sudah dijabarkan di atas, eksistensi perkeretaapian di India memang belum semaju di Indonesia, jadi jangan heran jika pemandangan yang Anda lihat selama perjalanan menuju Stasiun Gorakhpur ini hanyalah lahan tandus yang mulai dipadati oleh perumahan warga, hampir tidak ada bedanya dengan di dalam negeri.

Sudah barang tentu, predikat stasiun dengan peron terpanjang di dunia ini menjadi prestise tersendiri bagi warga India. Sampai-sampai, di salah satu atap peron tergantung papan tulisan yang bertuliskan, “Welcome to World’s Longest Platform (1366,33 metres)”. Ini merupakan sebuah simbol yang melambangkan betapa bangganya warga India memiliki stasiun dengan peron terpanjang di dunia.

Sumber: youtube.com

Ada hal unik lain seputar stasiun yang memiliki 26 jalur kereta ini. Sebelum Stasiun Gorakhpur dikalungi gelar sebagai stasiun dengan peron terpanjang di dunia, Stasiun Kharagpur di kota Bangalore sebelah Barat, India merupakan mantan penyandang gelar yang sama, yaitu dengan panjang peron 1072 meter. Unik ya!

Baca Juga: Sering Naik Kereta? Kini Saatnya Anda Mengenal Jenis dan Karakter Peron di Stasiun

Sebagai informasi tambahan, Stasiun Gorakhpur ini menjadi titik keberangkatan beberapa kereta di India, diantaranya Barauni–Gorakhpur line, Muzaffarpur- Gorakhpur line (via Hajipur, Raxaul dan Sitamarhi), Muzaffarpur-Gorakhpur main line, dan Gorakhpur-Lucknow Kanpur Delhi main line. Jadi, jika Anda berkesempatan mengunjungi Negeri Bollywood, pastikan diri Anda mampir ke Stasiun Gorakhpur, dan rasakan sensasi menyusuri peron terpanjang di dunia yang disuguhkan oleh stasiun yang meng-handle lebih dari 189 kereta setiap harinya ini!

Munabao – Stasiun Kereta dengan Pengamanan Terketat di Dunia, ada di Perbatasan India-Pakistan

Bila Ben Gurion di Israel dikenal sebagai bandara internasional dengan pengamanan terketat di dunia, maka ada kah stasiun kereta yang menyandang predikat serupa? Bukan sekedar penjagaan untuk pengamanan dari ancaman kriminal, lebih dari itu, pengamanan militer dan imigrasi rupanya melekat pada Stasiun Munabao.

Baca juga: Ben Gurion, Bandara Paling Aman dengan Standar Keamanan Tertinggi di Dunia

Stasiun Munabao adalah sebuah stasiun kereta api yang terletak di distrik Barmer, negara bagian Rajasthan, India. Stasiun ini memiliki peran penting dalam jaringan kereta api India karena posisinya yang dekat dengan perbatasan India dan Pakistan. Selain dikenal sebagai stasiun dengan pengamanan paling kekat, Munabao adalah stasiun yang paling tidak biasa, lantaran operasional stasiun ini sangat dipengaruhi oleh tensi ketegangan antara India dan Pakistan.

Stasiun Munabao terletak di wilayah barat India, sangat dekat dengan perbatasan India-Pakistan, dan Munabao adalah salah satu titik penting dalam hubungan kereta api antara India dan Pakistan, khususnya untuk jalur kereta api Thar Express yang menghubungkan kedua negara.

Thar Express adalah layanan kereta api internasional yang menghubungkan Munabao di India dengan Khokhrapar di Pakistan. Kereta ini melintasi perbatasan dan merupakan salah satu dari sedikit jalur kereta api yang masih berfungsi antara kedua negara.

Sebagai catatan, layanan Thar Express pertama kali dimulai pada tahun 2006 setelah sempat dihentikan sejak Perang India-Pakistan tahun 1965. Pembukaan kembali jalur ini bertujuan untuk meningkatkan hubungan dan memfasilitasi perjalanan bagi orang-orang yang memiliki keluarga di kedua negara.Operasional Thar Express dan fungsi stasiun Munabao sering kali dipengaruhi oleh ketegangan politik antara India dan Pakistan. Penangguhan layanan dapat terjadi selama periode ketegangan tinggi.

Stasiun Munabao dilengkapi dengan fasilitas dasar untuk penumpang. Namun, karena lokasinya yang terpencil dan fungsi utamanya sebagai stasiun perbatasan, fasilitasnya mungkin tidak sekomprehensif stasiun-stasiun di kota besar. Di stasiun ini, ada prosedur imigrasi dan bea cukai yang harus dilalui penumpang sebelum melanjutkan perjalanan mereka ke Pakistan atau sebaliknya.

Stasiun Munabao memainkan peran penting dalam hubungan diplomatik antara India dan Pakistan. Jalur kereta api ini sering dianggap sebagai simbol harapan untuk perdamaian dan normalisasi hubungan antara kedua negara.

Unik, Stasiun Bhawani Mandi Terletak di Dua Negara Bagian India

Berpenduduk Kurang dari Satu Juta Jiwa, Tapi Stockholm Dilayani Empat Bandara Internasional

Ada yang menarik dari Stockholm, jumlah penduduk di ibu kota Swedia itu tidak mencapai satu juta jiwa (per 2023 – 975.000 jiwa). Yang artinya jumlah penduduk Stockholm jauh lebih sedikit dari wilayah Jakarta Selatan yang berpopulasi 2,25 juta jiwa. Meski jumlah penduduknya sedikit, namun di Stockholm terdapat empat bandara yang melayani penerbangan komersial. Bandingkan dengan Jakara yang hanya dilayani dua bandara komersial.

Baca juga: Jumbo Hostel Boeing 747, Penginapan Premium di Lingkungan Bandara Arlanda Stockholm

Meskipun populasi kota Stockholm tidak sebesar beberapa kota besar lainnya di dunia, ada beberapa alasan mengapa Stockholm memiliki banyak bandara, yaitu:

1. Hub Transportasi Internasional
Stockholm adalah pusat penting untuk perjalanan internasional di wilayah Nordik dan Baltik. Banyak penumpang dari negara-negara tetangga menggunakan Stockholm sebagai hub transit untuk penerbangan internasional.

2. Konektivitas Regional
Swedia memiliki banyak daerah yang terpencil dan sulit dijangkau melalui darat. Bandara-bandara ini melayani penerbangan domestik yang menghubungkan Stockholm dengan kota-kota lain di seluruh Swedia, meningkatkan konektivitas nasional.

3. Permintaan Wisatawan
Stockholm adalah tujuan wisata yang populer, menarik jutaan pengunjung setiap tahun. Banyak bandara membantu mendistribusikan arus wisatawan ke kota dengan lebih efisien.

4. Maskapai Berbiaya Rendah
Bandara seperti Skavsta dan Västerås melayani banyak maskapai berbiaya rendah, yang biasanya memilih beroperasi dari bandara yang lebih kecil untuk mengurangi biaya operasional.

5. Pemisahan Penerbangan
Bandara yang berbeda melayani berbagai jenis penerbangan. Arlanda, misalnya, menangani sebagian besar penerbangan internasional jarak jauh, sementara Bromma fokus pada penerbangan domestik dan regional. Ini membantu mengurangi kemacetan di bandara utama dan meningkatkan efisiensi operasional.

6. Kebutuhan Logistik dan Kargo
Beberapa bandara juga memiliki fasilitas yang baik untuk menangani kargo dan logistik, mendukung ekonomi lokal dan regional dengan menyediakan jalur distribusi yang cepat dan efisien.

Melesat 200 Km Per Jam, Arlanda Express Jadi Kereta Bandara Tercepat

Dan berikut adalah bandara utama yang melayani kota Stockhom:
1. Stockholm Arlanda Airport (ARN)
Bandara terbesar dan utama di Stockholm, terletak sekitar 40 km di utara pusat kota. Ini adalah bandara internasional utama yang melayani sebagian besar penerbangan jarak jauh dan internasional.

2. Stockholm Bromma Airport (BMA)
Terletak sekitar 8 km di barat pusat kota Stockholm, Bromma adalah bandara yang lebih kecil yang terutama melayani penerbangan domestik dan beberapa penerbangan internasional jarak pendek.

Stockholm Bromma Airport (BMA)

3. Stockholm Skavsta Airport (NYO)
Terletak sekitar 100 km di selatan Stockholm, di dekat kota Nyköping. Bandara ini melayani banyak penerbangan berbiaya rendah dan internasional, terutama oleh maskapai seperti Ryanair.

4. Stockholm Västerås Airport (VST)
Terletak sekitar 110 km di barat Stockholm, dekat kota Västerås. Bandara ini juga melayani beberapa penerbangan berbiaya rendah dan internasional.

Keempat bandara ini memberikan akses yang luas ke berbagai tujuan domestik dan internasional bagi penduduk dan pengunjung Stockholm.

Berlokasi di Swedia, Inilah Bandara Bebas Emisi Karbon Pertama di Dunia