Loko Food Truck kini Hadir di Stasiun Pasar Senen

Untuk meingkatkan pelayanan kepada para pelanggan Loko Café, KAI Services kini menambah layanan Loko Food Truck di Stasiun Pasar Senen, Jakarta. Hadir di depan area parkir double Decker, Loko Food Truck menghadirkan memu-menu makanan dan minuman untuk para penumpang yang ingin bersantai sambil menunggu kereta api.

Loko Food Truck Stasiun Pasar Senen menghadirkan menu-menu seperti Cuank!, Bakso Enak, serta minuman segar seperti Loko Gula Aren dan aneka jenis kopo seperti Cappucino. Hadirnya Loko Food Truck Stasiun Pasar Senen ini bisa menjadi pilihan untuk penumpang yang ingin menunggu kereta sambil santai menikmati satu gelas kopi nikmat.

Tidak hanya itu, Loko Food Truck juga menyajikan aneka jenis snack yang bisa jadi pilihan untuk dibawa menemani perjalanan kereta api jarak jauh serta kereta Commuterline.

Menurut Manager Corporate Communication KAI Services, Nyoman Suardhita, Selain hadir di Stasiun Palur, Solo, kini Loko Food Truck by Loko Café juga hadir di Stasiun Pasar Senen. Kehadiran Loko Food Truck di Stasiun Pasar Senen menjadi salah satu bagian untuk memberikan pelayanan kepada penumpang yang ingin menikmati sajian makanan dan minuman sambil santai menunggu Kereta Commuter Line maupun kereta api jarak jauh.

“Buat penumpang yang baru turun dari Kereta Commuter Line maupun Kereta api jarak jauh bisa mampir jajan sambil santai sejenak melepas lelah setelah seharian beraktivitas. Loko Food Truck by Loko Café hadir di lokasi strategis, dekat area pintu keluar parkir motor di Stasiun Pasar Senen. ujar Nyoman dalam keterangan resminya pada Kamis (23/4).

Nyoman menambahkan, tidak hanya Loko Food Truck, di Stasiun Pasar Senen juga hadir Loko Café yang bisa menjadi pilihan untuk para penumpang menikmati sajian menu-menu andalan seperti Sei Loko di tempat yang nyaman sambil menunggu kereta tiba.

Sepenggal Cerita dari Loko Coffee Shop Yogyakarta

Revitalisasi Peron Stasiun Bogor Ditargetkan Rampung Juli 2026, Penumpang KRL Harap Bersabar

Perpanjangan peron Stasiun Bogor terus dilakukan hingga saat ini. Pengerjaan yang berlangsung tersebut guna mempermudah penumpang dalam mengakses transportasi Kereta Rel Listrik (KRL). Diketahui bahwa lintas Jakarta – Bogor telah beroperasi sejumlah KRL dengan stamformasi 12 kereta setiap rangkaiannya. Hal tersebut agar penumpang yang menggunakan KRL dapat terangkut sempurna.

Saat ini akses Stasiun Bogor masih dapat dilayani pada peron jalur 2 hingga jalur 5 saja. Arahan dari petugas setiap saat membantu penumpang agar selalu mematuhi aturan dan tata tertib selama berada di stasiun.

Pun saat rangkaian KRL tiba maupun singgah di peron, petugas yang bersiaga selalu memberi informasi jika ada penumpang yang masih kurang paham. Hal ini karena masih terbatasnya akses serta fasilitas yang belum bisa digunakan karena pembangunan perpanjangan peron tersebut.

PT KAI Commuter (KCI) mengungkapkan bahwa revitalisasi perpanjangan beberapa jalur KRL di Stasiun Bogor saat ini terus dikerjakan agar pelayanan kembali optimal. Adapun peron jalur 6-8 Stasiun Bogor direvitalisasi agar dapat melayani KRL 12 kereta kedepannya.

Menurut Corporate Secretary Vice President KAI Commuter mengatakan bahwa target untuk pekerjaan perpanjangan peron 6 – 8 Stasiun Bogor akan diselesaikan dalam 3 bulan, sehingga target diselesaikan pada bulan Juli 2026.

Ia menambahkan, pekerjaan perpanjangan peron di stasiun Bogor ini sudah di mulai dari hari minggu lalu, tepatnya 15 April 2026. Tentunya ada pengaturan flow penumpang secara khusus di stasiun Bogor sebagai bagian dari pekerjaan untuk perpanjangan peron.

Selain itu, KAI Commuter bersama PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) sudah menyiapkan beberapa akses alternatif, mulai dari akses sementara penumpang dari pintu selatan menuju peron 2-5. Tak hanya itu saja, pihaknya juga telah menyiapkan alternatif akses lain yakni melalui jembatan penyeberangan orang (JPO) yang menghubungkan Stasiun Bogor dan Stasiun Bogor Paledang.

Untuk akses utama sementara dari pintu selatan menuju jalur 2-5 kini sudah dilengkapi oleh atap kanopi sementara guna menghindari penumpang kehujanan. Selain itu ada pula penambahan penerangan sehingga harapannya ini membantu untuk memberikan kenyamanan bagi pengguna di saat kami sedang menjalankan perbaikan infrastruktur di Stasiun Bogor.

Selama revitalisasi, selain berdampak kepada alur penumpang di Stasiun Bogor, juga berdampak pada perjalanan beberapa KRL lintas Jakarta Kota-Bogor. Sebanyak 31 perjalanan pun terdampak dari revitalisasi ini karena jalur 6-8 Stasiun Bogor tidak dapat dioperasikan sementara. Pihaknya pun terus mengimbau kepada pengguna KRL di Stasiun Bogor agar senantiasa mengikuti arahan petugas agar kenyamanan bersama dapat tercipta selama revitalisasi berlangsung.

Mulai 13 April Stasiun Bogor Tutup Akses Jalur 6, 7, dan 8, Bakal Ada Pembangunan Perpanjangan Peron

Mulai 27 April 2026, Kereta Api Kembali Berhenti di Stasiun Plabuan, Ini Daftarnya

Mana lagi stasiun yang satu-satunya memiliki panorama yang berbeda dari wilayah lain. Jalur kereta api yang dikenal dengan pemandangan gunung, bukit, hamparan sawah, serta barisan pedesaan yang bikin kangen kampung tapi pemandangan yang satu ini penumpang kereta api bisa melihat pesisir laut utara yang luas. Ya, jika kalian merasakan sensasi naik kereta api di jalur utara, pasti bisa melihat pemandangan pinggir laut.

Penumpang tentu dibuat kagum dengan luasnya laut utara saat melewati antara Stasiun Batang sampai dengan Krengseng. Berbagai macam kereta api melewati jalur ini setiap harinya. Jika masyarakat sudah terbiasa dengan jalur pemandangan laut, tentu sudah mengetahui stasiun yang juga terkenal dengan keindahan alam lautan di pantai utara Pulau Jawa.

Adalah Stasiun Plabuan, yang merupakan satu-satunta stasiun pinggir laut dengan hamparan pasir di pesisir kawasan Batang, Jawa Tengah. Meskipun tergolong stasiun sepi karena tidak adanya penumpang yang naik dan turun di Stasiun Plabuan, tapi pernah suatu ketika masyarakat mengingingkan staisun tersebut di aktifkan untuk naik turun penumpang. Karena potensi wisatanya pasti sangat menguntungkan daerah tersebut.

Bagi para pelancong yang ingin menikmati sensasi naik kereta dengan panorama laut lepas, Stasiun Plabuan adalah salah satu titik terbaik di Jawa. Diketahui tidak banyak stasiun di Indonesia yang berada di tepi laut. Stasiun Plabuan adalah salah satunya. Dengan posisi yang menempel pada garis pantai utara Jawa, suara debur ombak kerap terdengar bersamaan dengan lengkingan peluit kereta yang melintas.

Namun untuk bisa melihat ke arah laut, pengunjung harus berjalan kaki ke arah barat atau timur stasiun karena terdapat tembok yang menghalangi pemandangan ke arah laut. Tembok yang berada persis di depan stasiun merupakan pelindung bagi masyarakat yang tinggal di kawasan Plabuan agar tidak menyeberang sembarangan. Ini berguna menghindari angka kecelakaan khususnya bagi masyarakat setempat.

PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang memastikan Stasiun Plabuan kembali melayani naik-turun penumpang. Aktivasi ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses transportasi berbasis rel di wilayah Batang dan sekitarnya. Sebelum aktif, stasiun ini telah melewati pemeriksaan Standar Pelayanan Minimum (SPM) oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan pada 16 April 2026.

Kebijakan ini diharapkan mempermudah akses transportasi bagi masyarakat Kabupaten Batang dan sekitarnya. Dengan begitu, perjalanan dengan kereta api dapat dilakukan lebih dekat dan efisien tanpa harus menuju stasiun lain yang jaraknya lebih jauh.

Saat dioperasikan berbagai fasilitas di Stasiun Plabuan akan tersedia. Sarana penunjang seperti ruang tunggu, toilet, musala, serta papan informasi jadwal perjalanan kereta api juga dipastikan dalam kondisi siap digunakan.

[Video] Stasiun Plabuan – Stasiun Aktif di Indonesia yang Berdiri Kokoh di Tepi Laut Jawa

Pada tahap awal, Stasiun Plabuan akan melayani sejumlah perjalanan kereta api yang rencananya akan di operasikan pada 27 April 2026, di antaranya adalah KA Kaligung relasi Brebes–Semarang Poncol (PP), KA Kamandaka relasi Semarang Tawang–Cilacap (PP), serta KA Joglosemarkerto relasi Solo–Semarang–Purwokerto–Yogyakarta (PP).

Dengan kembalinya jadwal pemberhentian kereta api di Stasiun Plabuan, tentu akan menjadi langkah awal untuk melihat potensi pengguna jasa di wilayah Batang. Jika animo masyarakat tinggi, tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan layanan maupun rute baru.

Untuk kemudahan pelanggan, pemesanan tiket keberangkatan dari Stasiun Plabuan dan Stasiun Batang sudah dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi kai.id, maupun kanal penjualan resmi lainnya.

[Video] Stasiun Plabuan – Stasiun Aktif di Indonesia yang Berdiri Kokoh di Tepi Laut Jawa

Persiapan Haji 2026: Arab Saudi Siapkan 31 Juta Kursi dan 12.000 Penerbangan untuk Jemaah

Pemerintah Arab Saudi melalui otoritas transportasinya secara resmi mengumumkan rencana operasional besar-besaran guna menyambut musim Haji 2026. Dalam upaya memastikan kelancaran arus kedatangan tamu Allah dari seluruh dunia, Kerajaan telah mengalokasikan kapasitas kursi penerbangan yang fantastis, yakni mencapai 31 juta kursi yang tersebar di lebih dari 12.000 penerbangan internasional dan domestik. Langkah ini merupakan bagian dari strategi integrasi transportasi nasional guna memberikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan efisien bagi jutaan jemaah.

Melansir laporan dari Gulf News, rencana ambisius ini mencakup koordinasi ketat antara maskapai nasional Saudi, otoritas bandara, dan sektor transportasi darat. Fokus utama dari rencana tahun ini tidak hanya terletak pada jumlah kursi, tetapi juga pada optimalisasi frekuensi penerbangan di bandara-bandara utama seperti Bandara Internasional King Abdulaziz (Jeddah) dan Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz (Madinah). Peningkatan kapasitas ini diharapkan dapat mengantisipasi lonjakan arus penumpang pada periode puncak (peak season) keberangkatan dan kepulangan jemaah.

Selain sektor udara, integrasi transportasi darat juga menjadi prioritas dalam rencana operasional ini. Kereta cepat Haramain High-Speed Railway akan dioperasikan secara maksimal dengan penambahan jadwal perjalanan harian guna menghubungkan Makkah, Madinah, dan Jeddah dalam waktu singkat. Otoritas transportasi setempat juga telah menyiagakan ribuan bus modern dengan standar emisi rendah untuk melayani pergerakan jemaah di dalam wilayah Masyair (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), memastikan konektivitas antar moda berjalan tanpa hambatan.

Pihak otoritas menekankan bahwa aspek keselamatan dan kesehatan tetap menjadi pilar utama dalam pelayanan tahun ini. Penggunaan teknologi digital dalam pemantauan arus penumpang serta sistem pemesanan tiket yang terintegrasi diharapkan dapat meminimalisir kepadatan di terminal-terminal keberangkatan. Dengan penyediaan 31 juta kursi ini, Arab Saudi berkomitmen untuk menunjukkan kapabilitasnya sebagai pusat layanan transportasi religi terbaik di dunia, sekaligus memastikan setiap jemaah dapat beribadah dengan fokus tanpa terkendala urusan mobilitas.

Rencana transportasi haji yang masif ini sekaligus menjadi tantangan logistik terbesar di kawasan Teluk sepanjang tahun 2026. Keberhasilan operasional 12.000 penerbangan ini akan menjadi tolok ukur baru dalam manajemen krisis dan pelayanan transportasi publik skala global, mengingat tingginya kompleksitas dan variasi asal negara jemaah yang tiba dalam waktu yang bersamaan.

Haji 2026 Lebih Matang: Garuda Indonesia dan Kemenhag Teken Kontrak Lebih Awal demi Kelancaran Jemaah

Mengenal Teknologi Double Bellows: Standar Baru Kenyamanan dan Kesenyapan di Bordes Kereta Api KAI

Dalam beberapa tahun terakhir, PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus melakukan lompatan teknologi guna meningkatkan standar kenyamanan perjalanan jarak jauh. Salah satu inovasi yang paling dirasakan perubahannya, namun jarang dibahas secara mendalam, adalah penggunaan teknologi Double Bellows pada area sambungan antar gerbong.

Komponen yang sering disebut sebagai “bordes” atau “akordeon” ini kini hadir dengan desain ganda yang jauh lebih kokoh dibandingkan versi konvensional. Teknologi ini menjadi bagian tak terpisahkan dari sarana New Generation yang bertujuan menghapus stigma area sambungan kereta yang bising, gelap, dan berangin.

Secara teknis, Double Bellows bekerja dengan sistem isolasi ganda yang menutup celah antar kereta secara total, baik dari sisi interior maupun eksterior. Jika pada teknologi lama sambungan hanya menggunakan satu lapis karet yang menyisakan celah udara, Double Bellows menggunakan material sintetis berkekuatan tinggi yang dirancang kedap suara dan kedap cuaca.

Teknologi ini berfungsi sebagai peredam getaran (vibrasi) yang timbul saat rangkaian kereta melewati tikungan tajam atau melaju dalam kecepatan tinggi di atas 100 km/jam. Dengan material yang lebih elastis namun kuat, sambungan ini mampu menahan tekanan udara luar sehingga suhu dingin dari AC di dalam kabin tetap terjaga dan tidak terbuang keluar.

Manfaat bagi penumpang sangatlah signifikan, terutama dalam aspek akustik dan keamanan. Penggunaan Double Bellows secara drastis menurunkan tingkat kebisingan (decibel) di area bordes hingga hampir setara dengan kesenyapan di dalam ruang kabin utama. Penumpang kini dapat berpindah antar gerbong dengan nyaman tanpa harus terganggu oleh suara deru rel atau angin kencang yang masuk melalui celah sambungan.

Ternyata, Bordes Merupakan Nama Seorang Meneer Belanda Lho!

Selain itu, desain lorong sambungan atau gangway yang menggunakan teknologi ini dibuat lebih lebar dan rata, sehingga meminimalisir risiko tersandung bagi penumpang yang membawa barang bawaan atau bagi petugas restorasi yang sedang melayani pesanan di sepanjang rangkaian.

Saat ini, PT KAI telah mengadopsi teknologi Double Bellows pada rangkaian-rangkaian unggulan mereka yang menggunakan sarana Stainless Steel New Generation. Beberapa kereta api (KA) yang sudah merasakan teknologi ini antara lain KA Taksaka (Gambir-Yogyakarta), KA Argo Dwipangga dan KA Argo Lawu (Gambir-Solo Balapan), serta KA Argo Bromo Anggrek (Gambir-Surabaya Pasarturi).

Kedepannya, KAI secara bertahap terus menambah armada baru melalui PT INKA untuk memastikan standar sambungan ini dapat dinikmati di lebih banyak rute komersial lainnya. Kehadiran Double Bellows membuktikan bahwa detail kecil di area sambungan memiliki peran besar dalam menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih premium dan modern di Indonesia.

Jan Philip de Bordes – Pelopor Pembangunan Kereta Api di Wilayah Tropis (Indonesia)

Transformasi Hijau KAI: KRL Siap Garap Rute Jakarta-Cikampek dan Cigombong Gantikan Kereta Diesel

Layanan kereta api saat ini sudah berkembang pesat. Dari mulai pelayanan, kenyamanan, bahkan ketepatan waktu juga diperhitungkan. Ya, tentu saja untuk kembali kepada masyarakat sebagai pengguna setia dan prioritas utama. Pelayanan terhadap pengguna kereta api saat ini makin terus dikembangkan agar ke depannya terlihat hasil yang baik dalam kinerja PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI).

Untuk itu pemerintah sedang mengembangkan teknologi maju dalam sektor pelayanan. Salah satunya adalah dengan mengubah sistim perkeretaapian pada jalur yang dipilih guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Karena transportasi kereta api di mata masyarakat telah menjadi rutinitas tersendiri dalam melakukan aktivitas yang bisa ditempuh dengan praktis dan efisien.

Dari hal tersebut ke depannya PT KAI akan melakukan inovasi dalam mengubah layanan angkutan kereta api yaitu melakukan elektrifikasi di dua jalur strategis, seperti Jakarta – Cikampek dan Jakarta – Cigombong. Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) Dony Oskaria mematangkan rencana penggunaan kereta rel listrik (KRL) di dua jalur sekitar DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Sebenarnya ke dua jalur yang dilayani tersebut sudah di jalankan srbagai kereta api Lokal Commuter Line yang masih ditarik lokomotif berbahan bakar diesel. Namun, ke depan akan diubah dengan KRL bertenaga listrik. Cara ini digadang-gadang untuk menghadirkan mobilitas yang efisien serta ramah lingkungan.

Jakarta – Cigombong merupakan jalur yang cukup strategis ke wilayah Sukabumi, Jawa Barat. Sementara itu, jalur Jakarta – Cikampek akan mendekatkan akses ke kawasan Karawang, Jawa Barat. Rencana tersebut turut dibahas optimalisasi kapasitas sarana dan prasarana khususnya di wilayah Jabodetabek, rencana replacement unit lokomotif, serta peremajaan dan modernisasi sarana dan teknologi.

Penguatan inovasi layanan dan penataan anak usaha, termasuk pengembangan angkutan barang melalui KAI Logistik dan kerja sama dengan INKA, juga menjadi bagian dari upaya mendorong efisiensi dan daya saing sektor perkeretaapian nasional. Transformasi tersebut harus dijalankan dengan tata kelola yang baik, mengedepankan transparansi, serta menjunjung tinggi prinsip akuntabilitas dalam setiap proses bisnis.

Namun, transformasi KAI tidak berhenti di infrastruktur saja. Pemerintah juga menyoroti penataan anak usaha, penguatan angkutan barang melalui KAI Logistik, hingga kerja sama dengan industri manufaktur kereta. Fokusnya adalah efisiensi dan daya saing, tapi dengan dampak langsung ke publik: layanan lebih cepat, aman, dan andal. Di sisi lain, elektrifikasi juga menjadi bagian dari target jangka panjang penurunan emisi di sektor transportasi.

Usianya Lebih dari Satu Abad, Stasiun Karawang Masih Terlihat Megah dan Makin Eksis

Jembatan Jalan Raya Pertama Rusia-Korea Utara Rampung, Siap Tampung 2.850 Penumpang Per Hari

Langkah besar dalam integrasi infrastruktur di perbatasan Asia Timur baru saja mencapai puncaknya. Rusia dan Korea Utara resmi merayakan penyambungan bagian terakhir dari jembatan jalan raya baru yang membentang di atas Sungai Tumen. Proyek bersejarah ini menjadi tonggak penting karena menghadirkan akses darat langsung untuk kendaraan bermotor (mobil dan bus) antara kedua negara untuk pertama kalinya dalam sejarah, melengkapi jalur kereta api yang sudah ada sebelumnya.

Pembangunan jembatan yang memiliki panjang total hampir 5 kilometer ini diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat. Dimulai pada Maret 2025 dengan nilai investasi mencapai 100 juta dolar AS, pengerjaan konstruksi utama berhasil dirampungkan dalam waktu kurang dari satu tahun. Infrastruktur ini dirancang dengan kapasitas yang cukup besar untuk mendukung mobilitas kawasan, di mana jembatan ini diproyeksikan mampu menampung hingga 300 kendaraan dan melayani pergerakan sekitar 2.850 penumpang setiap harinya.

Secara operasional, arus lalu lintas jalan raya dijadwalkan akan mulai dibuka secara resmi pada Juni 2026. Kehadiran akses darat ini diyakini akan memberikan dorongan signifikan bagi perdagangan lintas batas, terutama untuk komoditas seperti batu bara, kayu, dan hasil laut. Selain aspek logistik, jembatan ini menjadi urat nadi strategis bagi pergerakan penumpang dan personel, sejalan dengan kemitraan strategis yang ditandatangani kedua negara pada tahun 2024 yang menuntut mobilitas yang lebih dinamis.

Korea Utara dan Rusia Bangun Jembatan Raksasa Sepanjang 4,6 Km

Bagi sektor transportasi, jembatan Khasan-Tumangang ini menghapus ketergantungan penuh pada moda kereta api yang selama ini memiliki keterbatasan fleksibilitas. Dengan adanya akses jalan raya, layanan bus antarnegara kini memungkinkan untuk dikembangkan, memberikan opsi moda transportasi yang lebih bervariasi bagi pelintas batas. Proyek ini tidak hanya sekadar menyambungkan daratan, tetapi juga memperkuat posisi Rusia dan Korea Utara dalam peta logistik regional yang lebih terintegrasi.

Menjelang pembukaannya pada musim panas mendatang, fokus saat ini beralih pada penyelesaian fasilitas pendukung di pos lintas batas kedua negara. Modernisasi sistem pemeriksaan imigrasi dan bea cukai sedang disiapkan untuk memastikan bahwa kapasitas 2.850 penumpang harian dapat terlayani dengan lancar dan aman. Jembatan ini kini berdiri sebagai simbol fisik dari penguatan hubungan bilateral yang semakin erat di ujung timur Benua Asia.

Jembatan Tumangang – Jembatan Kereta Penghubung Antara Rusia dan Korea Utara

Sambut Hari Kartini, Kereta Api Bima Pamerkan Lukisan Hasil Karya Erika Richardo

Hari Kartini tidak hanya menjadi momen seremonial, tetapi juga pengingat akan pentingnya kesetaraan gender, khususnya dalam bidang pendidikan dan peran perempuan di masyarakat. Peringatan ini identik dengan sosok Raden Ajeng Kartini yang dikenal sebagai pelopor emansipasi perempuan di Indonesia.

Biasanya peringatan tersebut diisi dengan kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk menghormati jasa-jasa Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan hak perempuan, khususnya dalam memperoleh pendidikan yang layak di masa penjajahan.

Namun, ada hal yang berbeda dalam menyambut Hari Kartini oleh PT Kereta Api Indonesia Indonesia (Persero). Bisa terbilang unik karena telah mengundang sosok perempuan yang sangat berbakat dibidang lukisannya yang sangat populer dan viral.

Ya, KAI telah menjalin kerjasama dengan seorang influencer sekaligus pelukis muda bernama Erika Richardo. Ia kembali mencuri perhatian lewat karya uniknya. Untuk pertama kalinya, Erika mencoba melukis langsung di badan kereta sebagai bentuk perayaan Hari Kartini. Proyek ini menjadi salah satu pencapaian baru dalam perjalanan kariernya sebagai pelukis.

Dalam prosesnya, Erika mengungkap bahwa ide melukis di kereta sudah muncul sejak awal tahun 2026. Bersama tim, ia berusaha menjalin komunikasi dengan KAI hingga akhirnya mendapat kesempatan untuk merealisasikan proyek tersebut. Kereta yang dilukis bukanlah sembarangan. Erika mendapat bagian kereta makan dengan panjang sekitar 20 meter bernomor kode M1 0 24 06 miliki Depo Induk Jakarta Kota (JAKK).

Selain Erika bebas berekspresi dan berkarya lewat lukisannya yang bertema Hari Kartini, ia juga mendapat tantangan melukis dalam kurun waktu tiga hari. Perjalanan Erika di dunia seni memang terbilang unik. Selama beberapa tahun berkarya, ia telah melukis di berbagai media tak biasa, mulai dari bis hingga pesawat.

Dalam unggahan Instagram pada Kamis (16/4) mengatakan “Dari sekadar ide, akhirnya project lukis di kereta ini bisa benar-benar berjalan untuk Hari Kartini. Sekarang masih on progress, tapi already feeling so grateful for this journey. Hopefully the final piece will be something you all can connect with and love.”

Ia pun merasa sangat senang bisa berkolaborasi dengan KAI untuk merayakan hari Kartini. Saat ini hasil lukisan mahakarya Erika Richardo dirangkaian pada KA Bima dengan rute Gambir – Surabaya Gubeng.

Mengenal Eksotisme Layanan Kereta Tidur “Tempo Doeloe”, Gerbong Diimpor Langsung dari Jerman

Revolusi Perawatan Rel: Robot Otomatis ‘Trackbot’ Mulai Beroperasi di Belanda

Inovasi teknologi di dunia perkeretaapian kembali mencatatkan sejarah baru. Kali ini, Belanda mulai mengoperasikan “Trackbot”, sebuah robot otomatis yang dirancang khusus untuk memodernisasi infrastruktur kereta api, khususnya dalam instalasi sistem ERTMS (European Rail Traffic Management System).

Kehadiran teknologi robotik ini diharapkan dapat mempercepat digitalisasi perkeretaapian sekaligus meningkatkan efisiensi pemeliharaan jalur rel yang selama ini sangat bergantung pada tenaga manusia.

Tugas utama dari Trackbot adalah memasang balise ERTMS—perangkat elektronik yang diletakkan di antara bantalan rel untuk mengirimkan informasi posisi dan kecepatan ke kereta yang lewat. Secara tradisional, pemasangan ribuan balise di sepanjang jalur rel memerlukan banyak tenaga kerja, waktu yang lama, dan risiko keselamatan kerja yang tinggi karena dilakukan di area operasional.

Dengan Trackbot, proses pengeboran pada bantalan rel dan pemasangan perangkat tersebut dapat dilakukan secara otomatis dengan presisi tinggi. Robot ini bergerak di atas rel dan mampu bekerja secara mandiri, mengurangi kebutuhan personel di lapangan secara signifikan.

Penggunaan robot ini merupakan bagian dari ambisi besar Belanda untuk mengonversi seluruh jaringan kereta apinya ke standar ERTMS. Sistem manajemen lalu lintas digital ini memungkinkan kereta untuk melaju lebih rapat satu sama lain dengan tingkat keamanan yang lebih tinggi, sehingga secara otomatis meningkatkan kapasitas angkut penumpang tanpa harus membangun jalur rel baru yang mahal.

Manfaat utama dari penggunaan robot dalam proyek infrastruktur ini meliputi:

Presisi Tinggi: Pemasangan perangkat dilakukan dengan akurasi digital yang konsisten.

Keamanan Kerja: Mengurangi paparan risiko bagi pekerja lapangan di area lintasan kereta.

Efisiensi Waktu: Robot dapat bekerja dalam durasi yang lebih lama dan lebih cepat dibandingkan metode manual.

Keberhasilan pengoperasian Trackbot di Belanda memberikan gambaran tentang masa depan industri transportasi rel secara global. Digitalisasi bukan hanya soal sistem yang ada di dalam kabin masinis, tetapi juga tentang bagaimana infrastruktur fisik dibangun dan dirawat dengan bantuan otomatisasi.

Bagi para penumpang, teknologi “di balik layar” seperti Trackbot ini adalah jaminan bahwa perjalanan kereta api akan menjadi lebih andal, tepat waktu, dan memiliki frekuensi perjalanan yang lebih banyak di masa depan.

Mengenal Lebih Dalam Mesin Perawatan Rel Kereta, Si Kuning Yang Gemar “Patroli” di Malam Hari

Lebih dari Sekadar Gaya, Ini Alasan Mengapa Pramugari Mengenakan Topi Seragam

Jika Anda sering bepergian dengan pesawat, Anda pasti menyadari bahwa beberapa maskapai penerbangan dunia tetap mempertahankan penggunaan topi sebagai bagian dari seragam pramugari mereka. Sebut saja Emirates dengan topi merah ikoniknya atau Qatar Airways dengan gaya topi pelaut yang elegan.

Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa aksesori ini begitu penting? Ternyata, penggunaan topi bukan sekadar urusan estetika atau tren fesyen semata, melainkan memiliki sejarah panjang dan fungsi strategis bagi identitas maskapai.

Pada masa awal penerbangan komersial di tahun 1930-an, seragam awak kabin sangat dipengaruhi oleh estetika militer dan maritim. Karena pilot selalu mengenakan topi sebagai simbol otoritas, pramugari pun mengikuti gaya tersebut untuk memberikan kesan disiplin dan terstruktur.

Emirates (Pinterest)

Menariknya, pramugari pertama di dunia, Ellen Church, sebenarnya adalah seorang perawat. Penggunaan topi pada masa itu juga terinspirasi dari seragam perawat yang melambangkan kepedulian dan keamanan, memberikan rasa tenang bagi penumpang yang saat itu masih merasa takut untuk terbang.

Ellen Church, Pramugari Pertama di Dunia yang Juga Punya Lisensi Pilot

Di industri penerbangan yang sangat kompetitif, seragam adalah alat pemasaran yang berjalan. Topi sering kali menjadi elemen yang paling mudah dikenali dari kejauhan.

Beberapa maskapai menggunakan topi untuk menonjolkan identitas budaya. Contohnya:

Emirates: Topi merah dengan kerudung putih yang memiliki tujuh lipatan, melambangkan tujuh emirat di Uni Emirat Arab (UEA).

Etihad Airways: Topi pillbox berwarna cokelat yang terinspirasi dari butiran pasir gurun dan gaya glamor bintang film tahun 1950-an.

Etihad Buka Rekrutmen untuk Ratusan Pilot, Termasuk Tawarkan Boyong Keluarga ke Abu Dhabi

Topi juga berfungsi sebagai indikator jabatan atau peringkat. Di beberapa maskapai, warna topi dapat membedakan antara pramugari biasa dengan pimpinan awak kabin (Cabin Service Director). Selain itu, dalam situasi darurat, topi membantu penumpang untuk segera mengenali siapa awak kru di tengah keramaian bandara atau kabin yang kacau. Hal ini memastikan bahwa bantuan dapat dicari dengan cepat melalui identifikasi visual yang jelas.

Mengenakan topi seragam bukanlah hal yang sembarangan. Terdapat aturan grooming yang sangat ketat, seperti jarak spesifik antara topi dengan alis mata yang harus diukur secara presisi. Biasanya, topi hanya dikenakan saat berada di bandara, saat proses boarding (naik pesawat), dan disembarking (turun pesawat). Topi umumnya dilepas saat pelayanan makanan di dalam kabin demi alasan praktis.

Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan pergeseran nilai sosial menuju inklusivitas, banyak maskapai kini mulai melonggarkan aturan. Maskapai seperti Virgin Atlantic atau Alaska Airlines kini lebih fleksibel terhadap penggunaan aksesori seragam untuk mendukung kenyamanan staf tanpa memandang gender.

Bagi maskapai seperti Singapore Airlines, mereka memilih untuk tidak menggunakan topi dan tetap setia pada kain batik Sarong Kebaya sejak akhir 1960-an, menunjukkan bahwa keanggunan tidak selalu harus diwakili oleh topi.