PT Pelni Siap Kerahkan KM Dobonsolo Untuk Tunjang Mudik Lebaran 2025

Kesiapan PT Pelni dalam menghadapi musim mudik Lebaran 2025 yang akan tiba dalam beberapa bulan ke depan agaknya sudah semakin matang. Ini terlihat dari perusahaan yang sudah mulai menyiapkan salah satu armada terbaiknya, KM Dobonsolo, untuk melayani penumpang di musim mudik Lebaran 2025. Diketahui, KM Dobonsolo tengah menjalani docking tertanggal 20 Januari hingga 9 Februari mendatang.

Baca Juga: Pelni Catat Kenaikan Jumlah Total Penumpang Sepanjang Tahun 2024, Tembus Angka 5 Juta!

Seperti dilansir dari siaran pers, melalui Direktur Armada dan Teknik PT Pelni, Robert MP Sinaga mengatakan bahwa proses docking di Jakarta ini memang merupakan agenda tahunan yang sudah direncanakan oleh perusahaan. Selama menjalankan docking, kapal akan menjalani pemeriksaan, perawatan maupun penggantian untuk bagian-bagian yang dibutuhkan.

“KM Dobonsolo merupakan salah satu kapal penumpang yang melalui jalur padat. Melalui docking ini, kami melakukan pengecekan dan perbaikan pada lambung kapal, sistem mesin, baling-baling, serta kelengkapan keselamatan seperti sekoci dan alat pemadam kebakaran,” kata Robert dalam sebuah kesempatan.

KM Dobonsolo

Robert juga menambahkan bahwa proses docking yang dilakukan mencakup pengecatan ulang badan kapal untuk mencegah korosi akibat paparan air laut, optimalisasi alat untuk melayani penumpang serta pembaruan fasilitas di atas kapal guna meningkatkan kenyamanan penumpang.

Senada dengan Robert, Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT Pelni, Nuraini Dessy juga menambahkan bahwa perawatan tahunan yang tengah dijalani oleh KM Dobonsolo ini merupakan bentuk persiapan PT. Pelni, “untuk menghadapi angkutan Lebaran nanti.”

Nantinya, di tahun 2025, KM Dobonsolo ini akan memiliki 2 trayek utama, yaitu:

  • Trayek A (PP): Tanjung Priok – Surabaya – Makassar – Bau-Bau – Sorong – Manokwari – Biak – Jayapura.
    • Trayek B (PP): Tanjung Priok – Surabaya – Makassar – Bau-Bau – Sorong – Manokwari.

Sedikit menilik spesifikasi KM Dobonsolo, kapal penumpang yang dirakit pada tahun 1993 ini memiliki kapasitas penumpang hingga 2.000 orang, dengan panjang keseluruhan 146,5 meter dan lebar 23,7 meter. Sebagaimana kapal penumpang lain, KM Dobonsolo juga memiliki beberapa jenis kelas kabin, mulai dari yang ekonomi hingga yang mewah.

Guna menunjang pengalaman penumpang selama berlayar menggunakan KM Dobonsolo, PT Pelni juga tidak lupa menambahkan berbagai fasilitas yang dapat dinikmati penumpang, seperti restoran, kafetaria, hingga tempat ibadah – terlebih rencananya KM Dobonsolo akan digunakan untuk angkutan Lebaran, di mana akan lebih banyak penumpang yang beribadah selama perjalanan.

Mengintip Porsi dan Menu Sarapan di KM Dobonsolo

Moda Transportasi Laut Selandia Baru Mulai ‘Berdayakan’ Kapal Listrik yang Ramah Lingkungan

Keberlangsungan moda laut berbasis listrik memasuki tahap baru, di mana Maritime New Zealand menyetujui “Rivian of the sea” untuk bergabung dengan armada feri diesel Fuller360 pada akhir tahun lalu. Rivian of the Sea ini sendiri merujuk pada VS-9 milik perusahaan asal Selandia Baru, Vessev. Diketahui bahwa Vessev memang perusahaan yang berfokus pada pengembangan moda transportasi yang ramah lingkungan.

Baca Juga: KMP Legundi – Long Distance Ferry, Kapal RoRo Terbesar di Indonesia

Dilansir dari laman newatlas.com, CEO Vessev, Eric Laakmann menyebutkan bahwa pengembangan moda transportasi ramah lingkungan ini sejalan dengan visi perusahaan, di mana “VS-9 adalah kapal listrik pertama yang masuk ke armada Fullers360 (perusahaan feri dan pariwisata asal Selandia Baru) dan merupakan langkah besar dalam perjalanan mereka menuju nol emisi pada tahun 2040,” ujar Eric.

“Era baru perahu hydrofoil ini berawal dari upaya Tim Selandia Baru di Piala Amerika 2013. Sudah sepantasnya para pelancong Auckland kini dapat membeli tiket di Fullers360 untuk merasakan era baru bagaimana kita akan bergerak di atas air.” lanjutnya.

Armada yang dikembangkan oleh Vessev ini memiliki panjang 8,95 m dan memiliki kapasitas hingga 10 penumpang per perjalanan, ditambah seorang nakhoda dan anak buah kapal. Kapal ini juga dilengkapi dengan interior yang luas serta modern yang dirancang khusus untuk menunjang kenyamanan dan kemudahan setiap penumpangnya.

VS-9. Sumber: Vessev

Sistem propulsi listrik dan teknologi hydrofoiling VS-9 membuat lambung katamaran terangkat keluar dari air, membuat penumpang merasa seperti sedang naik pesawat terbang ketimbang kapal layar. Sementara untuk baterai VS-9 memiliki kapasitas yang cukup besar, mampu membuat kapal berlayar hingga jarak 92km dengan kecepatan kurang lebih 25 knot atau 46,3 km/jam.

VS-9 dapat mengisi daya dengan metode fast charging – menjadikan kapal ini sangat efisien untuk digunakan sejumlah operator di masa mendatang. Diketahui juga bahwa VS-9 ini mampu memangkas biaya operasional hingga 90%, menjadikan tawaran ini sulit untuk ditolak oleh para pelaku bisnis – terutama bisnis pariwisata pelayaran.

Jika tren dari kapal berbasis tenaga listrik ini positif, maka rencana selanjutnya yang akan dijalani oleh Vessev adalah mengembangkan VS-18, di mana kapal ini mampu menampung penumpang hingga 100 penumpang – yang bisa jadi juga memiliki kapasitas baterai lebih besar untuk menunjang jarak tempuh yang lebih jauh.

Kereta Ferry, Sensasi Naik Kereta di Tengah Laut

Insiden PIA Flight 300 – Pilot Boeing 747-200 Lupa Menurunkan Roda Pendarat

Pesawat mendarat tanpa roda pendarat, umumnya dilakukan dalam kondisi darurat, dan dikenal sebagai belly landing. Hal tersebut terjadi jika roda pendarat (landing gear) tidak bisa diturunkan karena adanya masalah teknis. Namun, mungkinkah sebaliknya, yaitu pilot mendaratkan pesawat karena lupa menurunkan roda pendarat?

Baca juga: Gaji Tidak Dibayar, Pilot Pakistan International Airlines Ancam Lakukan Mogok Kerja

Saat mendekati proses pendaratan, umumnya sensor di kokpit akan ‘menyala’ berupa perintah pilot untuk menurunkan roda pendarat. Sehingga sebenarnya nyaris mustahil pilot lupa menurunkan roda pendarat, terlebih pada pesawat modern. Namun, ada yang berbeda pada penerbangan Pakistan International Airlines (PIA) Flight 300.

Terjadi pada 4 Februari 1986, PIA Flight 300 dengan pesawat Boeing 747-200 (AP-AYW) mendarat dengan teknik belly landing di Bandara Islamabad, Pakistan. Dalam beberapa literasi disebutkan, bahwa alarm pesawat turun lebih awal dalam kondisi kabut tebal. Tetapi yang aneh adalah pilot ketika mendaratkan pesawat lupa untuk menurunkan roda pendarat.

Sang penerbang, disebut merupakan pilot senior, dan terpaksa pensiun setelah insiden tersebut. Untuk pesawatnya sendiri, meski mengalami kerusakan, masih terus terbang sampai 19 tahun kemudian, dan baru di-scrap pada tahun 2012. Dalam insiden itu, PIA Flight 300 membawa 247 penumpang dan 17 awak kabin.

Belly landing adalah istilah dalam penerbangan yang merujuk pada pendaratan darurat pesawat yang dilakukan tanpa roda pendaratan yang keluar. Saat melakukan belly landing, bagian bawah pesawat, seperti perut pesawat, akan bersentuhan langsung dengan landasan pacu, sehingga akan mengakibatkan kerusakan serius pada pesawat.

Belly landing biasanya dilakukan ketika pesawat mengalami kerusakan pada sistem roda pendaratan, seperti saat roda pendaratan tidak keluar atau tidak berfungsi dengan baik. Biasanya, pilot akan melakukan pemeriksaan pada sistem roda pendaratan sebelum melakukan pendaratan, tetapi jika terjadi masalah yang tidak dapat diperbaiki, maka pilot akan memilih untuk melakukan belly landing.

Belly landing merupakan pendaratan darurat yang sangat berisiko tinggi dan biasanya akan dilakukan dengan segala upaya untuk meminimalkan kerusakan pada pesawat dan mencegah terjadinya kecelakaan yang lebih serius.

Baca juga: Apa yang Dilakukan Pilot Jika Landing Gear Rusak?

Pilot dan awak kabin akan mempersiapkan diri dan memberikan instruksi kepada penumpang untuk mengantisipasi benturan saat pesawat bersentuhan dengan landasan pacu. Setelah pesawat berhenti, penumpang dan awak kabin harus segera dievakuasi melalui pintu darurat, karena ada risiko kebakaran atau ledakan yang dapat terjadi setelah pendaratan.

TransJakarta Rute 11D Punya Perhentian Baru, dari 66 Titik Menjadi 72 Titik

Transportasi umum di Jakarta semakin hari semakin berkembang. Ini terlihat dari penambahan perhentian baru untuk rute 11D (Pulo Gebang-Pulo Gadung via PIK) oleh PT Transportasi Jakarta (TransJakarta).

Penambahan tersebut dimulai sejak kemarin, Senin (3/1/2025). Penyesuaian ini disampaikan oleh Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani untuk memastikan kebutuhan mobilitas pelanggan tetap terpenuhi.

Baca Juga: Transjakarta: Calon Penumpang Tak Gunakan Masker Tidak Boleh Masuk Halte dan Naik Bus

Penyesuaian ini, dikatakan Ayu juga termasuk salah satu upaya Transjakarta dalam memperluas cakupan layanan yang saat ini sudah menyentuh angka 91,7 persen. Adapun penyesuaian layanan untuk rute 11D (Pulo Gebang – Pulo Gadung via PIK) adalah sebagai berikut:

Arah Pulo Gadung via PIK dan sebaliknya melalui titik perhentian Sbr. Cagar Budaya Batu Penggilingan, bus stop Rusun Pulo Jahe, dan bus Stop Cagar Budaya Batu Penggilingan. Untuk informasi, layanan 11D (Pulo Gebang – Pulo Gadung Via PIK) melalui 72 titik perhentian dari sebelumnya melalui 66 titik perhentian.

Rute ini menggunakan layanan Angkutan Umum Integrasi yang beroperasi setiap Senin – Minggu mulai pukul 05.00 WIB hingga 22.00 WIB. Untuk mendapatkan informasi terkini terkait layanan Transjakarta pelanggan dapat mengakses kanal media sosial resmi Transjakarta pada Instagram @infotije dan X @PT_Transjakarta serta dapat mendownload aplikasi TJ: Transjakarta yang telah tersedian di App Store dan Play Store.

TransJakarta Hadirkan 8 Bus Wisata, Satu Diantaranya Punya Atap Terbuka

AS Keluarkan Amanden yang Wajibkan Produsen Otomotif Optimalkan Penggunaan Sabuk Pengaman di Kursi Belakang

National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) bagian dari Departemen Transportasi Amerika Serikat (US Department of Transportation – DOT), belum lama ini mengeluarkan amanden terkait sabuk pengaman (keselamatan) di kendaraan.

Menurut data NHTSA, sekitar 50% penumpang kendaraan yang tewas pada tahun 2022 tidak mengenakan sabuk pengaman. Dan diketahui pula tingkat penggunaan sabuk pengaman untuk penumpang kursi belakang secara konsisten lebih rendah daripada kursi depan.

Secara khusus, menurut data dari studi tahunan NHTSA tentang penggunaan sabuk pengaman, dari tahun 2013 hingga 2022, penggunaan sabuk pengaman lebih rendah di kursi belakang daripada kursi depan, berkisar dari perbedaan sekitar 9 poin persentase pada tahun 2013 (78% vs 87%) hingga sekitar 14 poin persentase pada tahun 2017 (75% vs 89%). Pada tahun 2022, penggunaan sabuk pengaman di depan sekitar 91,6% dan di belakang sekitar 81,7%.

Meskipun sabuk pengaman dan peringatan sabuk pengaman efektif, sebagian besar kendaraan baru masih belum memiliki peringatan sabuk pengaman di kursi belakang. Terlebih lagi, meskipun sebagian besar kendaraan menyediakan beberapa tingkat pengingat untuk kursi depan, tingkat perlindungan yang ditingkatkan ini belum terjadi pada semua kendaraan dan tidak terstandarisasi.

Baru-baru ini, NHTSA mengumumkan mandat bagi produsen otomotif yang diharapkan akan membuat penggunaan sabuk pengaman lebih luas bagi mereka yang duduk di kursi belakang.

Seperti dikutip electronicdesign.com (28/1/2025), produsen otomotif harus mematuhi amandemen tersebut mulai 1 September 2026, untuk persyaratan sistem peringatan sabuk pengaman di kursi depan dan 1 September 2027, untuk kursi belakang. NHTSA memperkirakan aturan baru ini akan mencegah lebih dari 500 cedera dan menyelamatkan sekitar 50 nyawa setiap tahun, setelah diterapkan sepenuhnya.

Aturan tersebut mengharuskan semua kendaraan baru memberikan peringatan visual jika kursi belakang ditempati tetapi sabuk pengaman tidak digunakan. Setelah kendaraan mulai bergerak, harus ada peringatan visual dan audio—fitur yang sudah ada di sebagian besar mobil untuk penumpang kursi depan.

Peraturan tersebut mengubah Standar Keselamatan Kendaraan Bermotor Federal No. 208, “Perlindungan terhadap tabrakan penumpang,” yang sebelumnya hanya mewajibkan peringatan sabuk pengaman untuk kursi pengemudi. Persyaratan baru tersebut berlaku untuk mobil penumpang, truk, bus (kecuali bus sekolah), dan kendaraan penumpang serbaguna dengan peringkat berat kotor kendaraan hingga 10.000 pon.

Sabuk pengaman efektif dalam sebagian besar jenis kecelakaan dan sangat mengurangi risiko cedera fatal dan non-fatal dibandingkan dengan risiko yang dihadapi oleh penumpang yang tidak menggunakan sabuk pengaman.

Sementara sistem peringatan sabuk pengaman mendorong penggunaan sabuk pengaman dengan mengingatkan penumpang yang tidak mengenakan sabuk pengaman untuk mengencangkan sabuk pengaman dan/atau memberi tahu pengemudi bahwa ada penumpang yang tidak mengenakan sabuk pengaman sehingga pengemudi dapat meminta penumpang yang tidak mengenakan sabuk pengaman untuk mengencangkan sabuk pengaman.

Sabuk Keselamatan Tiga Titik Jadi Standar dan Lebih Aman untuk Penumpang Bus

Empat Rute Bus Eireann Kembali Beroperasi di Cork

Bus Éireann Kembali mengoperasikan empat rute bus di kota Cork. Ini Kembali dioperasikan ke jadwal regular setelah empat bulan penghentian. Sehingga di Cork, bus milik Éireann akan Kembali beroperasi sebanyak 698 untuk rute 202/202A, 205, dan 208.

Bus dengan nomor 202/202A akan beroperasi setiap 20 menit dari yang sebelumnya 20 menit. Untuk bus 205 akan beroperasi setiap 15 menit dari yang sebelumnya 20 menit. Sedangkan rute dengan nomor 208, beroperasi sepuluh menit sekali dari yang 15 menit.

Baca juga: Bus Listrik dengan Pantograf (Trolleybus) – Moda Transportasi Massal Khas Beijing dan Shanghai

Sedangkan pada rute 220 pada rute kelima, layanannya akan dikurangi dan akan beroperasi tidak seperti jadwal regulernya. Pengurangan operasional rute 220 ini akan berkurang operasionalnya selama dua hingga tiga bulan kedepan.

Adanya pengurangan rute ini, membuat beberapa anggota parlemen dan anggota dewan di daerah tersebut telah mengkritik keputusan ini.

“Layanan 220 saat ini sedang menjalani peninjauan jadwal yang akan mengatasi masalah ketepatan waktu dan keandalan pada rute utama ini dan rute ini akan tetap beroperasi sesuai dengan jadwal saat ini. Diperkirakan jadwal layanan 220 yang baru akan tersedia pada akhir April 2025,” kata juru bicara Bus Eireann.

Dia menabahkan, kemacetan lalu lintas masih menjadi tantangan operasional dengan hanya dua persen dari layanan mereka yang dilayani melalui jalur bus di kota Cork.

Baca juga: Sulap Bus Reyot, Ecotact Hadirkan Bus Toilet Berfasilitas Lengkap!

“Bus Éireann berkomitmen untuk mengembangkan dan meningkatkan transportasi umum bagi masyarakat Cork dan akan terus bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan untuk mengamankan langkah-langkah prioritas bus tambahan yang penting untuk mendukung penyediaan layanan transportasi umum yang andal dan tepat Waktu,” tambahnya.

“Bus Éireann juga bekerja sama dengan Otoritas Transportasi Nasional (NTA) untuk memfasilitasi peluncuran BusConnects Cork. Sekali lagi, kami ingin meminta maaf kepada para pelanggan kami atas ketidaknyamanan yang terjadi selama beberapa bulan terakhir dan kami berharap dapat memberikan tingkat layanan yang lebih baik lagi kepada para pelanggan kami di Cork pada tahun 2025,” kata dia lagi.

Untuk diketahui, bus Eireann merupakan bus angkutan umum yang menyediakan layanannya di seluruh Irlandia kecuali Dublin. Perusahaan ini merupakan anak perusahaan dari Córas Iompair Éireann (CIÉ). Pusat utama perusahaan ini adalah Busáras, yang terletak di Store Street, Dublin. Pada tahun 2022, perusahaan ini mengoperasikan 229 Rute Kewajiban Pelayanan Publik, 14 rute jalan tol dan 8940 rute transportasi sekolah.

Selama pandemi COVID-19 tahun 2020-2022, tercatat bahwa Bus Éireann telah menjadi satu-satunya perusahaan bus yang terus mengoperasikan rute jarak jauh di negara tersebut. Bus Éireann memiliki logo seekor anjing yang berasal dari Irlandia yakni Irish Setter merah.

London Mulai Gunakan Bus Listrik dengan Pantograf, Isi Ulang Baterai Hanya 10 Menit

Pelni Catat Kenaikan Jumlah Total Penumpang Sepanjang Tahun 2024, Tembus Angka 5 Juta!

Sebagai negara maritim, sudah sepatutnya rakyat Indonesia ‘memberdayakan’ sektor transportasi laut untuk mobilisasi – baik sehari-hari maupun seasonal seperti mudik Lebaran dan lain-lain. Berkaca pada tahun 2024, ternyata PT Pelni mencatat adanya kenaikan jumlah penumpang yang berlayar pada tahun tersebut. Kendati kenaikannya tidak terlalu signifikan, namun capaian ini seolah mempertegas posisi PT. Pelni sebagai penyedia utama transportasi laut.

Baca Juga: Ogah Stag Macet di Jalan Raya, Turis Mulai Gunakan Boat untuk Transportasi di Bali Selatan

Diketahui melalui siaran pers, sepanjang tahun 2024, PT Pelni mencatat total 5.095.306 penumpang di semua rute pelayaran yang disediakan oleh PT Pelni. Khususnya, peningkatan cukup pesat terjadi pada saat libur Nataru 2024/2025 kemarin, di mana jumlah penumpang tercatat berada di angka 551.383 penumpang, atau naik 8.7% dari proyeksi awal di angka 507.054 penumpang.

Sementara selama musim mudik Lebaran 2024 kemarin, PT. Pelni mencatat pergerakan penumpang di angka 641.013 penumpang, mengalami kenaikan 1,4% dibandingkan tahun 2023 yang mencatat 632.155 penumpang.

Direktur Utama PT Pelni (Persero), Tri Andayani menyatakan bahwa peningkatan jumlah penumpang ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, “Kami melihat peningkatan penumpang pada tahun 2024 dipengaruhi oleh tingginya frekuensi perjalanan selama periode peak season, seperti Lebaran dan Nataru.” Ujar Tri.

“Fasilitas kapal yang terus dimodernisasi juga menjadi daya tarik utama bagi masyarakat untuk mencoba perjalanan dengan kapal Pelni. Selain itu, kami memperkirakan bahwa kemudahan pemesanan tiket kapal Pelni melalui berbagai platform digital juga menjadi salah satu alasan masyarakat memilih Pelni sebagai moda transportasi andalan mereka,” tambahnya.

Kapal penumpang milik Pelni yang tengah berlabuh di pelabuhan (Nikkei Asian Review)

Sebagai penyedia jasa layanan transportasi laut, PT Pelni diketahui mengoperasikan 25 kapal penumpang yang melayani 511 ruas dengan 1.359 rute pelayaran. Selain itu, PT Pelni juga menyinggahi 74 pelabuhan yang tersebar di seluruh pelosok negeri.

Dari semua pelabuhan yang beroperasi di bawah naungan PT Pelni, tercatat ada 5 pelabuhan yang paling padat sepanjang tahun 2024, yaitu; Pelabuhan Makassar, Pelabuhan Ambon, Pelabuhan Bau-Bau, Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya dan Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta. Jika dilihat, 3 dari 5 pelabuhan tersebut masuk ke dalam kategori pelabuhan kelas utama (Pelabuhan Makassar, Pelabuhan Tanjung Perak dan Pelabuhan Tanjung Priok).

Sedangkan untuk ruas terpadat, Pt. Pelni menyebutkan bahwa ruas Belawan – Batam menduduki peringkat pertama ruas terpadat, disusul oleh Batam – Belawan di posisi kedua, Makassar – Bau-Bau di posisi ketiga, Bau-Bau – Makassar di posisi keempat dan di posisi lima ada ruas Makassar – Surabaya.

“Kami optimis melangkah ke tahun 2025 dengan semangat baru untuk meningkatkan layanan transportasi laut agar tetap menjadi pilihan utama masyarakat,” tutup Tri.

Terowongan MRT Marmaray di Turki, Hubungkan Antara Asia dan Eropa dari Bawah Laut

Jakarta Mengenang 100 Tahun Kedatangan Kereta Rel Listrik, Dejavu?

Sejak keberadaan Kereta Rel Listrik (KRL) di Jabodetabek, membuat warganya jadi terbantu melakukan kegiatan dengan praktis dan mudah. Jalur kereta api di kawasan tersebut terintegerasi dari berbagai wilayah, seperti Jakarta Kota, Bogor, Cikarang, Rangkasbitung, Tanjung Priok dan Tangerang. Berbagai rute dan penambahan rangkaian KRL pun menjadi kebutuhan masyarakat setia pengguna transportasi berbasis rel ini.

Seperti baru-baru ini pengiriman rangkaian KRL impor dari Cina menjadi bukti bahwa kebutuhan transportasi KRL di Jakarta untuk masyarakat penggunanya sangat dibutuhkan. Bahkan pertumbuhan masyarakat Jabodetabek pun selalu bertambah.

Pengiriman KRL dari Cina ke Indonesia pada akhir Januari lalu ternyata membuat masyarakat penggemar kereta api sekaligus sejarah perkeretaapian pun sempat memposting dilaman X dengan nama @irpsID. Pada laman tersebut sebuah postingan dengan kalimat, “100 tahun yang lalu, Jakarta juga kedatangan KRL baru dari pabrik untuk angkutan komuter dalam kota”.

Dengan melihat laman tersebut terdapat gambar sebuah lokomotif listrik yang dikirim ke Jakarta bertepatan sama dengan kedatangan KRL dari Cina di bulan yang sama , yaitu pada awal Februari. Postingan laman X tersebut memperlihatkan lokomotif listrik pertama untuk angkutan di Jakarta tiba pada tahun 1925. Informasi bahwa lokomotif tersebut akan digunakan untuk angkutan komuter di Jakarta.

Menuju Perayaan 100 Tahun KRL di Indonesia
Lain halnya informasi selanjutnya yang akan menjadi gebrakan yang luar biasa dan membuat masyarakat khususnya Jabodetabek bakal geger. Bagaimana tidak, berbagai informasi dikulik tentang genapnya 100 tahun perjalanan KRL di Indonesia akan jatuh pada April 2025.

Kabar dari berbagai sumber bahwa pada bulan tersebut akan menjadi momen bersejarah bagi perjalanan KRL. Salah satu informasi yang paling dilirik adalah rencana membuat livery jenis Vintage pada lokomotif listrik yang digadang-gadang akan menjadi ikonik perayaan 100 tahun perjalanan kereta listrik tersebut.

“Bon Bon,” Mengenal Legenda Lokomotif Listrik Pertama di Indonesia

Spek Pariwisata, Agra Icon Hadir dengan Tulisan Bodi Simple

0

Perusahaan otobus (PO) Agra Icon meluncurkan bus baru besutan Karoseri Adiputro. Bus tersebut hadir untuk menambah divisi pariwisata dari Agra Mas. Bus ini, menggunakan model Jetbus 5 HDD yang dipasang ke sasis merek Hino.

Untuk tampilan bodi bus ini, Agra Mas tetap dengan ciri khasnya yakni berwarna merah. Namun perbedaannya lebih simple yang mana tulisan Icon berwarna kuning. Ini menandakan divisi yang berbeda dengan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).

Bagian kabinnya pun juga berbeda dengan bus AKAP karena untuk kebutuhan pariwisata. Di mana biasanya bus pariwisata membawa penumpang dengan jumlah lebih banyak. Untuk bangku bus pariwisata ini tiga kanan dan dua kiri.


Posisi kursi ini untuk memaksimalkan ruang yang ada. Bahkan spesifikasi fiturnya pun sesuai untuk pariwisata. Di dalam kabin, disediakan dispenser untuk air dinging dan panas di bagian depan bangku penumpang.

Adapula soket USB untuk mengisi daya ponsel penumpang. Bus Agra Icon pun dilengkapi dengan televisi (TV) berukuran besar yang berada di dua titik yakni bagian depan dan tengah kabin.

Baca juga: PO Agra Mas, Ternyata Bercat Warna Merah Sejak Awal Berdiri

Kehadiran tv tersebut untuk menemai penumpang selama perjalanan, apalagi penumpang yang suka berkaraoke. Ditambah dengan system audio di beberapa bagian bagasi kabin atas penumpang, bisa menambah keseruan pengguna bila berwisata dengan Agra Icon.

Serta pada bagasi kabin paling belakang yang ada di atas kepala penumpang dijadikan coolbox. Jadi saat penumpang membawa minuman dingin, bisa terjaga suhunya. Buat sasisnya memang tidak dijelaskan model Hino yang mana. Cuma kemungkinan memakai tipe RK280, sudah memenuhi standar Euro4 dan tidak menggunakan suspensi udara.

Agra Mas Hadirkan Double Decker Untuk Armada Bus AKAP

Good News Buat ‘Pekerja Mobile’, KAI Hadirkan Coworking Space Gratis di Stasiun LRT Jabodebek Cawang

PT KAI kini menghadirkan fasilitas coworking space di Stasiun LRT Jabodebek Cawang. Fasilitas ini diharapkan dapat mendukung pengguna yang ingin tetap produktif saat bepergian atau sekadar transit.

Executive Vice President LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi, menyampaikan bahwa hadirnya coworking space di Stasiun LRT Jabodebek Cawang merupakan bentuk komitmen LRT Jabodebek untuk lebih dekat dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami ingin LRT Jabodebek tidak hanya menjadi moda transportasi yang nyaman dan aman, tetapi juga menjadi ruang produktif bagi masyarakat. Coworking space ini diharapkan bisa menjadi pilihan bagi pengguna yang ingin bekerja dari mana saja, termasuk di stasiun,” ujar Purnomosidi.

Coworking space ini berlokasi di Concourse Barat, tepat di depan Loco Cafe, Stasiun LRT Jabodebek Cawang. Fasilitas ini menyediakan meja dan kursi kerja yang nyaman dengan kapasitas hingga 48 orang. Pengguna juga dapat menikmati ruang ber-AC, fasilitas charger gratis, serta koneksi WiFi.

Fasilitas ini dapat digunakan secara gratis tanpa syarat apapun. Pengguna cukup datang dan langsung menggunakan co-working space sesuai kebutuhan. Co-working space ini beroperasi setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 21.00 WIB. Selain itu, keamanan di area working space juga dilengkapi dengan CCTV.

Menariknya, fasilitas coworking space ini juga dapat digunakan oleh lembaga atau perusahaan untuk keperluan acara atau kegiatan korporasi, seperti meeting atau workshop. Proses reservasi dapat dilakukan melalui petugas di stasiun untuk memastikan ketersediaan ruang sesuai kebutuhan.

“Demi kenyamanan bersama, pengguna diharapkan untuk menjaga kebersihan, merawat fasilitas, dan menjaga suasana tetap nyaman. Pengguna diharapkan untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban, seperti membawa minuman beralkohol, merusak fasilitas, tidur atau berbaring di area working space, serta membuat kegaduhan. Selain itu, kami juga mengimbau agar pengguna tetap menjaga barang bawaan masing-masing untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tambah Purnomosidi.

Dengan adanya fasilitas ini, LRT Jabodebek berharap dapat mendukung masyarakat yang membutuhkan ruang kerja fleksibel, baik untuk work from home (WFH) maupun menyelesaikan tugas kantor saat transit di stasiun.

LRT Jabodebek terus berupaya menghadirkan layanan terbaik demi kenyamanan dan kemudahan pengguna. Hadirnya co-working space ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen LRT Jabodebek untuk selalu berkembang dan berinovasi.

PT KAI Hadirkan Coworking Space Gratis di 9 Stasiun