AAA Travel Prediksi Ada Kenaikan Penumpang di 2025, Pertanda Kebangkitan Moda Laut di Seluruh Dunia?

Sebuah perusahaan travel asal Negeri Paman Sam memproyeksikan bahwa di tahun 2025, jumlah penumpang yang akan berlayar di tahun 2025 akan mengalami peningkatan dan akan jadi yang tertinggi dalam rentang waktu 9 tahun ke belakang – jika forecast tersebut berjalan sesuai rencana. Terkhusus setelah pandemi, sektor wisata pelayaran telah bangkit dengan capaian lebih dari 35 juta penumpang terhitung sejak tahun 2022 kemarin.

Baca Juga: Pelni Catat Kenaikan Jumlah Total Penumpang Sepanjang Tahun 2024, Tembus Angka 5 Juta!

Seperti yang dilansir dari laman newsroom.aaa.com, Vice President AAA Travel, Stacey Barber mengatakan bahwa apa yang terjadi di industri pelayaran dalam beberapa tahun ke belakang sangatlah menakjubkan. Tercatat pula, tidak sedikit penumpang yang menjadi ‘pelanggan tetap’ setelah pertama kali mereka berlayar.

“Menghabiskan liburan dengan berlayar menawarkan pengalaman menakjubkan untuk semua orang, berapa pun usia mereka. Wisatawan dapat fokus untuk bersenang-senang dan menciptakan kenangan seumur hidup bersama orang-orang terkasih.” Ujar Stacey.

Diketahui bahwa industri pelayaran mengalami dampak yang lebih parah ketimbang segmen perjalanan lainnya akibat pandemi di tahun 2020 silam. Namun kini industri pelayaran sudah bangkit – bahkan bukan hanya bangkit, tapi jauh melesat. Tercatat, di tahun 2020, jumlah penumpang yang melakukan pelayaran hanya berada di angka 2,7 juta penumpang dan turun ke angka 2,2 juta penumpang di tahun berikutnya.

Namun di tahun 2022, jumlah penumpang jauh melesat ke angka 11,9 juta penumpang. Angka tersebut semakin meningkat di tahun 2023, di mana AAA Travel mencatat 16,9 juta penumpang dan sedikit meningkat ke angka 18,2 juta penumpang di tahun 2024. AAA Travel sendiri ‘meramalkan’ bahwa jumlah penumpang di tahun 2025 akan berada di angka 19 juta penumpang atau naik sekitar 4,5%.

Diketahui juga bahwa kebanyakan wisatawan asal Amerika gemar mencari sinar matahari – mungkin ini sejalan dengan musim semi yang tiba setelah musim dingin yang terhitung sejak bulan Desember kemarin hingga Maret 2025. Dan sebanyak 72% penumpang Amerika Serikat menuju ke Karibia, menjadikannya tujuan paling populer sejauh ini.

Nah, ‘ramalan’ perusahaan Amerika tersebut ternyata berbanding lurus dengan meningkatnya jumlah penumpang moda air di Indonesia. Di awal 2025, PT. Pelni mencatatkan bahwa sepanjang 2024, ada sekitar 5.095.306 penumpang yang berlayar. Melihat tren yang sama-sama meningkat, apakah ini menjadi salah satu kebangkitan moda transportasi laut di seluruh dunia?

Inilah Ferry Yonakuni “Gero Fune” – Dijuluki Sebagai Kapal Muntah Pengocok Perut

SAS Luncurkan Seragam Baru untuk Awak Kabin, Ambil Inspirasi dari Christian Dior dan Calvin Klein

Maskapai penerbangan Skandinavia SAS yang bermarkas di Stockholm, Swedia, telah meluncurkan seragam baru yang bergaya untuk para awak kabin yang didasarkan desain lama sekaligus mencerminkan penampilan yang modern.

Seragam baru ini mengikuti perubahan terbaru maskapai pada kebijakan penampilannya, yang mempromosikan inklusivitas dan individualitas.

Awak SAS bertemu dan menyapa 30 juta penumpang setiap tahunnya dan biasanya menjadi perkenalan pertama dengan estetika Skandinavia bagi orang-orang yang bepergian ke negara-negara di Eropa utara.

Dengan awak dan basis pelanggan yang terus berkembang dan beragam, maskapai ini telah memperkenalkan seragam baru, yang merangkul fungsionalitas dan inovasi sekaligus tetap berhubungan dengan warisan perusahaan.

Mengapa SAS Airlines Jadi Maskapai Nasional Tiga Negara? Ini Jawabannya

Seragam baru ini akan diluncurkan untuk sekitar 9.000 awaknya. Desain ini dibuat di seluruh departemen maskapai untuk menampilkan tampilan yang modern, fungsional, inklusif, dan berkelanjutan yang sejalan dengan nilai-nilai maskapai

Seragam tersebut menampilkan beberapa fitur utama yang mewakili strategi desain. Menurut SAS, Silhouette terinspirasi oleh seragam sebelumnya yang dirancang oleh Christian Dior dan Calvin Klein. Seragam ini bertujuan untuk menciptakan tampilan yang tak lekang oleh waktu dan menyegarkan. Seragam baru ini mempromosikan inklusivitas dan individualitas dengan item netral, sepatu kets opsional, dan kelonggaran untuk tato dan tindik yang terlihat bagi anggota kru untuk menunjukkan kepribadian mereka.

SAS memilih bahan untuk seragam dengan mempertimbangkan keberlanjutan. Beberapa item yang ada akan digunakan kembali atau didaur ulang untuk meminimalkan limbah. Terakhir, seragam tersebut fungsional dan mudah beradaptasi, sehingga dapat digunakan untuk berbagai peran dan dalam kondisi cuaca yang berbeda.

Yang unik dari SAS, maskapai memiliki kebijakan yang berbeda terkait visibilitas tato. Beberapa maskapai mengizinkan anggota kru memiliki tato selama tato tersebut tidak terlihat saat mengenakan seragam, sementara maskapai lain tidak mengizinkan tato sama sekali. SAS bergabung dengan beberapa maskapai penerbangan, termasuk Virgin Atlantic, yang telah mengumumkan secara terbuka bahwa mereka melonggarkan aturan mereka terkait visibilitas tato pada awaknya.

Dianggap Unik, Virgin Atlantic Izinkan Tato Awak Kabin Dilihat Penumpang! Deretan Maskapai Ini Sudah Lebih Dulu

Bukan Sekadar Tanda, Simbol ‘Lingkaran’ Ini Sudah Sudah Melegenda di Gerbong Kereta Barang

Kereta api memang memiliki kecepatan yang berbeda-beda baik kereta angkutan penumpang maupun kereta barang. Dari kecepatan itulah kereta api berlaku dengan adanya batas kecepatan karena dilihat juga dari tonase tiap kereta/gerbong.

Seperti halnya rangkaian kereta angkutan barang yang saat ini memiliki tonase yang berbeda-beda. Namun, untuk saat ini rangkaia kereta api barang memiliki tonase berat maksimal 45 hingga 50 ton per gerbongnya.

Untuk mengetahui berat tonase dari kereta barang tersebut, bisa dilihat pada angka yang berada di kiri dan kanan tengah gerbong. Seperti contoh GD 42 14 144. Untuk GD singkatan dari Gerbong Datar, angka 42 yang berarti tonase 42 ton, abgka 14 merupakan tahun pembuatan 2014, dan 144 merupakan nomer urut pabrikan unit ke 144.

Lebih mudah untuk dibaca berapa berat tonase dari masing-masing gerbong saat ini. Namun, tidak untuk jaman era sebelum PT KAI alias jaman dimana sebuah simbol yang menempel digerbong mempunya arti yang sangat spesifik.

Simbol tersebut merupakan lingkaran yang menempel pada tiap-tiap gerbong yang menandakan arti dari gandar (roda) dan berat dari gerbong itu sendiri. Namun simbol berupa lingkaran itu saat ini masih digunakan dan tentu saja memiliki arti yang tak jauh berbeda.

Gerbong dengan simbol satu lingkaran berada didepan yang mengartikan bahwa berat 15 ton dan hanya memiliki 2 gandar

Pada era PJKA dan seterusnya, simbol lingkaran memiliki arti jika hanya 1 lingkaran saja yang berarti berat gerbong tersebut hanya 15 ton dan biasanya memiliki 1 gandar.

Kemudian simbol 2 lingkaran menyatu, yang berarti kapasitas muatan adalah 30 ton. Biasanya simbol ini bisa berarti memiliki 2 gandar pada gerbong tersebut.

Lalu ada simbol 3 lingkaran menyatu menandakan kapasitas muatan lebih dari 30 ton. Biasanya simbol ini digunakan untuk angkutan petikemas yang memiliki berat yang lebih besar dan memiliki 3 gandar. Namun simbol 3 lingkaran ini sudah jarang digunakan, mengingat PT Industri Kereta Api (INKA) sudah memproduksi rangkaian angkutan barang dengan kapasitas yang lebih besar walaupun hanya 2 gandar saja. [MASEN]

Gerbong GW dan YYW di Bekas Depo Lokomotif Jatinegara, Dulu Berjaya, Sekarang Tak Berharga

92 Tahun Lalu, Kapal Perang Belanda “De Zeven Provinciën” Diambil Alih Pemberontak di Lepas Pantai Sumatera

Tanggal 5 Februari 1933 menjadi sebuah tragedi yang cukup besar di lepas pantai Sumatera yang disebut dengan peristiwa Zeven Provinciën (Hr.Ms. De Zeven Provinciën). Pasalnya pada tanggal tersebut ada pemberontakan yang terjadi di atas kapal Angkatan Laut Kerajaan Belanda (Koninlijke Marine) HNLMS De Zeven Provinciën.

Baca juga: Kisruh Deportasi Yahudi dari Tanah Palestina, Kapal SS Patria di Bom dan Tenggelam di Pelabuhan Haifa

Penyebab pemberontakan adalah karena keputusan penurunan gaji pegawai pemerintah Hindia Belanda sebesar 17 persen yang diumumkan pada 1 Januari 1933. Penurunan gaji pegawai merupakan upaya pemerintah Hindia Belanda untuk mengurangi defisit anggaran belanja akibat depresi ekonomi yang melanda dunia pada saat itu.

Namun keputusan tersebut mendapat tantangan hebat dari semua pihak, baik pegawai berkebangsaan Eropa, Indonesia maupun Eurasia yang ada di pemerintahan Hindia Belanda. Pemberontakan di atas kapal Zeven Provincien tersebut di atasi dengan cara pengeboman kapal tersebut oleh pesawat udara angkatan laut Belanda.

Dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, sebab dan tujuan dari pemberontakan ini masih diperdebatkan, baik dalam opini publik dan sistem politik Hindia Belanda yang berlaku saat itu maupun di antara sejarahwan saat ini. Tanggal 4 Februari 1933, Untuk menenangkan situasi para perwira Belanda malah membuat blunder.

Mereka mengadakan pesta di kantin KNIL di Uleelheue, Aceh, dengan membuang duit sebesar 500 Gulden, dan menyediakan nona-nona Belanda untuk berdansa dengan para pelaut pribumi, tetapi pelaut Indonesia menolak hadir. Sekitar pukul 22.00 malam, peluit panjang berbunyi untuk menandai dimulainya pemberontakan.

Ketika itu, kapal sedang berlabuh di Pelabuhan Uleelheue, Banda Aceh dan para awak kapal melakukan pengambil-alihan kendali kapal dari tangan Belanda. Awak kapal keturunan Indonesia dipimpin oleh Paraja dan Gosal, sedangkan awak kapal Belanda dipimpin oleh Boshart dan Dooyeweerd.

Kelasi Paradja bertindak memegang komando, Kelasi Kelas Satu Kawilarang yang punya pengalaman di Eropa berfungsi sebagai navigator. Kelasi Rumambi berada di bagian komunikasi telepon, Hendrik sebagai pengatur bahan bakar, dan Kopral Gosal yang mengurusi bagian kesehatan.

Pada tanggal 5 Februari, pimpinan pemberontakan mengeluarkan siaran pers dalam tiga bahasa, yaitu Belanda, Inggris, dan Indonesia (Melayu), yang memberitahukan bahwa Kapal perang Hr.Ms. De Zeven Provincien sudah diambil-alih oleh mereka dan sedang bergerak ke Surabaya.

“Maksud kami adalah memprotes pemotongan gaji yang tidak adil dan menuntut agar rekan-rekan kami yang ditahan pada waktu berselang segera dibebaskan!” tulis pemberontak dalam siaran persnya.

Mendengar berita pemberontakan ini, pemerintah kolonial Hindia Belanda dibuat kalang-kabut. Gubernur Jenderal De Jonge memerintahkan kapal Hr.Ms. Aldebaren untuk mengejar dan begitu mendekat, Kawilarang yang bertugas di persenjataan, memberikan sinyal akan menembak jika kapal tersebut berani mendekat.

Kapal Aldebaren pun mundur dan berhenti mengejar. Namun, Belanda tidak berhenti dan mereka kembali mengirim kapal penyebar ranjau, Hr.Ms. Goudenleeuw, untuk melakukan pengejaran. Tetapi kapal ini tidak berani untuk terlalu mendekat.

Zeven Provinciën terus berlayar dan pada 5 Februari 1933 kapal sudah berada di Pulau Breueh, lalu 6 Februari 1933 berada di Pulau Simeulue, kemudian singgah di Sinabang pada 7 Februari 1933, dan akhirnya pada tanggal 10 Februari 1933 kapal De Zeven Provincien sudah sampai di Selat Sunda. Begitu memasuki Selat Sunda, kapal perang Hr.Ms. Java, dikawal dua kapal torpedo, Hr.Ms. Piet Hien dan Hr.Ms. Evetsen, langsung membayangi gerakan kapal tersebut.

Selain itu, untuk benar-benar melumpuhkan pemberontak, dikerahkan juga sebuah pesawat pembom Dornier. Komandan kapal Hr.Ms. Java, Van Dulm, mengirimkan telegram ultimatum kepada kapal De Zeven Provincien untuk segera menyerah. Tetapi Martin Paradja dan kawan-kawan menolak untuk menyerah.

Menteri Pertahanan Kerajaan Belanda, Laurentius Nicolaas Deckers, memberikan izin untuk melakukan penyerangan dengan pesawat militer. Kemudian pada hari Jumat, 10 Februari 1933, ada du bom yang dijatuhkan dan bom pertama tidak mengenai sasaran dan yang kedua jatuh ke geladak kapal.

Banyak korban karena bom ini baik yang tewas ataupun yang luka dan Kawilarang yang mengganti posisi Paradja sebagai pemimpin, akhirnya menyatakan menyerah dan meminta bantuan medis segera. Total 545 orang awak pribumi dan 81 awak Belanda ditahan, para pemberontak pribumi yang masih hidup dibawa dengan kapal Hr.Ms. Java dan pemberontak berkebangsaan Belanda dibawa dengan kapal Hr.Ms. Orion menuju Pulau Onrust.

Baca juga: 10 Kapal Misterius Ini Ditemukan Tanpa Awak

20 orang awak pribumi dan 3 awak Belanda juga dinyatakan tewas akibat serangan itu. Para pemberontak kapal De Zeven Provincien akhirnya ditahan di Pulau Onrust, di Kepulauan Seribu, lepas pantai Batavia.

Dari Bengkel Bus, Tentrem Berubah Jadi Karoseri

Tentrem dalam Bahasa Jawa memiliki arti perdamaian, Tapi yang mau dibahas KabarPenumpang.com adalah nama sebuah karoseri asal Malang Jawa Timur. Ya, namanya adalah PT Tentrem Sejahtera atau biasa disebut Tentrem.

Karoseri ini memiliki operator bus antar kota dengan nama yang sama yakni Tentrem. Karoseri Tentrem beroperasi di Kota Malang sejak 39 tahun yang lalu atau tepatnya pada tahun 1986.

Awalnya, ini hanyalah sebuah bengkel maintenance untuk seluruh armada bus Tentrem saat itu. Namun pada 1988, operator bus yang dipimpin oleh Tatang Wahyudi tersebut memutuskan untuk membuka bengkelnya untuk umum.

Baca juga: Diikuti 4 Karoseri Ternama, Busworld Southeast Asia 2022 Digelar 5-7 Oktober di JIExpo

Di mana kemudian Tentrem mulai melayani pembuatan, servis dan maintenance bodi bus untuk seluruh pelanggan dari berbagai perusahaan bus. Ini pun membuahkan hasil, sehingga karoseri Tentrem menerima sertifikat resmi dari Mercedes-Benz untuk standarisasi bus body builder untuk sasis bus Mercedes–Benz dan juga menjadi Karoseri Pertama di Indonesia yang membangun bodi untuk sasis bus Scania tipe K380iB.

Berbagai varian bodi bus buatan karoseri Tentrem pun tidak kalah banyak dengan karoseri lainnya. Pada awal peluncurannya, bodi bus Tentrem sempat mencuri perhatian dan terbilang laris. Salah satu perusahaan otobus (PO) antarkota antarprovinsi yang menggunakan bodi dari karoseri Tentem adalah Harapan Jaya.

Mereka menggunakan jenis bodi Super High Deck dengan sasis Scania K360IB dengan seri karoseri Tentrem adalah Avante (bus kelas premium/coach). Selain itu tipe velocity milik Tentrem digunakan untuk bus perkotaan.

Seperti Royaltrans yang dioperasikan oleh PT Transportasi Jakarta (Transjakarta). Nama Tentrem pun makin bersinar setelah adanya program “Buy the service” Teman Bus oleh Dirjen Angkutan Darat Kemenhub pada akhir tahun 2020 silam.

Baca juga: Tri Sakti Jadi Karoseri Anak Bangsa Pertama yang Bangun Bus Tingkat

Dengan program ini, PT Bengawan Solo Trans mengoperasikan 30 unit varian medium long Tentrem Velocity W3 untuk melayani Koridor 1 Batik Solo Trans. Akhir tahun 2021, bersamaan dengan ekspansi program Teman Bus ke dua kota besar lainnya, Bandung dan Surabaya, Tentrem meluncurkan generasi terbaru dari seri Velocity.

Pertama kali ditampilkan pada peluncuran layanan Trans Semanggi Suroboyo, yaitu Tentrem Velocity W5 Lowdeck, yang merupakan varian bus besar berlantai rendah pertama Karoseri Tentrem, selain seri bus apron bandara.

Kemudian disusul oleh peluncuran sekaligus pengoperasian varian bus medium Tentrem Velocity W1 milik Trans Metro Pasundan, yang dilengkapi dengan lantai belakang rendah dan ramp untuk mengakomodasi pengguna kursi roda.

Ekspor 14 Bus ke Bangladesh, Karoseri Laksana Andalkan Sasis dari Scania

Semakin Dikebut, Kedua Jalur Kereta Pasca Longsor di Grobogan Akhirnya Diujicoba

Pasca jalur kereta api yang terdampak longsor di wilayah Grobogan, Jawa Tengah, kini semakin adanya kemajuan. Perbaikan pun sudah terlihat pada rel yang saat ini dibuat jembatan darurat. PT KAI berusaha semaksimal mungkin agar perjalanan kereta api di jalur utara semakin bagus dan lancar. Meskipun perjalanan beberapa kereta api masih memutar, namun PT KAI berusaha untuk selalu update informasi mengenai hal tersebut.

Selasa, (4/2) merupakan kabar baik bagi PT KAI untuk mengabarkan pada masyarakat bahwa jalur kereta api pasca longsor di wilayah itu sementara sudah bisa dilewati kereta api. Informasi yang beredar di media sosial memperlihatkan bahwa rel kereta api di area tersebut telah dibuat jembatan darurat untuk memperlancar proses jalannya kereta api di jalur utara.

Uji coba pertama dilakukan menggunakan lokomotif dan kereta mekanik dengan berjalan perlahan 5 km/jam. Optimis uji coba cukup lancar, malam hari akhirnya dilakukan kembali uji coba menggunakan rangkaian kereta api reguler.

Ujicoba jembatan darurat dilakukan pada KA Ambarawa Ekspres dengan kecepatan 5 km/jam

Kereta api pertama dari arah Surabaya pun dilakukan uji coba yaitu KA 265 Ambarawa Ekspres. KA tersebut melewati pembangunan jembatan darurat dengan kecepatan 5 km/jam.

Kemudian kereta api selanjutnya adalah KA 272 Airlangga dari arah Jakarta. Dengan kecepatan yang, kereta api ini dapat melewati jembatan darurat dengan aman saat disaksikan oleh jajaran dan kru PT KAI.

Saat dilakukannya uji coba pembangunan tersebut, maka nantinya beberapa kereta api lainnya ikut melewati jalur tersebut. Dengan tentu berkecepatan tak lebih dari 10 km/jam. Karena saat ini beberapa kereta api yang melewati jalur utara, masih berjalan memutar lewat jalur selatan. Tak hanya itu akibat gangguan pada jalur utara, ada beberapa kereta yang dibatalkan. Seperti KA Argo Bromo Anggrek pagi dan KA Sembrani malam baik dari arah Surabaya maupun Jakarta.

Dengan dilakukan pembangunan jalur darurat tersebut, PT KAI berharap proses penyelesaian pada jalur utara bisa dilakukan dengan segera. Agar perjalanan kereta api kembali normal. [MASEN]

Lempuyangan, Sejarah Panjang Stasiun KA Ekonomi di Yogyakarta

Musi Cruise, Pengalaman Wisata Sarat Makna di Kota Palembang

Siapa yang tidak kenal dengan sungai yang membelah kota pempek, Palembang? Seolah sudah menjelma menjadi salah satu ikon terkenalnya, Sungai Musi ternyata menawarkan wisata sungai yang sayang untuk Anda lewatkan! Diketahui, pemerinta setempat secara resmi telah meluncurkan transportasi wisata air Musi Cruise untuk setiap pelancong yang ingin menikmati keindahan salah satu sungai terpanjang di Indonesia ini.

Baca Juga: Mau Travelling, Ini Tips Buat Melipat Pakaian Yang Hemat Tempat!

Sebagaimana yang dilansir dari laman rri.co.id, transportasi wisata Musi Cruise sudah mulai berlayar sejak tanggal 1 Januari 2025 kemarin dengan masih menggunakan harga promo, Rp. 5.000 untuk 1 penumpang. Menurut Kepal aDinas Pariwisata Palembang, Kiagus Sulaiman Amin, Musi Cruise ini merupakan kapal wisata yang sebelumnya dikenal dengan nama Kapal Putri Kembang Dadar.

Kapal Putri Kembang Dadar ini sendiri masuk ke dalam jenis kapal pesiar yang mampu mengangkut 100-120 penumpang dalam sekali perjalanan. Kapal ini dirancang untuk memberikan pengalaman unik berlayar menyusuri Sungai Musi, memungkinkan wisatawan menikmati panorama kota dari perspektif berbeda.

Melansir dari sumber lain, Kapal Putri Kembang Dadar ini kerap difungsikan untuk wisata keluarga, wisata kelompok (semisal kantor atau komunitas) hingga acara khusus seperti acara ulang tahun.

“Minat masyarakat terhadap Musi Cruise sangat tinggi,” ujar Kiagus. “Setelah masa promo berakhir, tiket Musi Cruise akan tersedia secara online dengan harga yang saat ini masih dalam tahap kajian.” Lanjutnya dalam kesempatan yang sama.

Musi Cruise. Sumber: istimewa

Untuk waktu mendatang, pemerintah daerah juga berencana untuk menggandeng pihak swasta atau pihak ketiga untuk mengelola kapal wisata ini agar layanan semakin optimal. Dengan kata lain, Upaya tersebut merupakan wujud keseriusan pemerintah dalam mengembangkan potensi wisata di daerah Palembang.

Lebih lanjut, kehadiran Musi Cruise ini juga semakin mempertegas identitas kota Palembang sebagai kota wisata sungai. Ada banyak asa yang ditanggung oleh kehadiran Musi Cruise ini, antara lain; meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, memperkenalkan sejarah dan budaya kota Palembang secara lebih luas, serta pesona Sungai Musi yang menjadi ikon kebanggaan kota Palembang.

Bagi Anda yang tertarik untuk menjajal pengalaman wisata bersama Musi Cruise, Anda bisa membelinya secara online melalui website musicruise.palembang.go.id. Jangan lupa untuk membuat akunnya terlebih dahulu ya!

Punya Nama Unik, Stasiun “Belatung” Berada Diantara Lampung dan Palembang

Ada Pembatasan Kapasitas mAh pada Power Bank di Dalam Kabin Pesawat, Ini Sebabnya!

Merujuk pada pedoman keselamatan penerbangan internasional yang dikeluarkan oleh International Air Transport Association (IATA), khususnya dalam dokumen IATA Dangerous Goods Regulations (DGR), disebut baterai lithium-ion cadangan (power bank) harus selalu dibawa dalam bagasi kabin dan tidak diperbolehkan untuk dimasukkan ke dalam bagasi tercatat (checked baggage).

Lain dari itu, ada batasan kapasitas mAh pada power bank yang diizinkan untuk dibawa ke dalam kabin. Nah, yang menjadi pertanyaan mengapa ada pembatasan kapasitas pada power bank yang dibawa? Dan berapa kapasitas mAh maksimum yang diperbolehkan dibawa ke dalam kabin pesawat?

Pembatasan kapasitas power bank di dalam kabin pesawat terutama diberlakukan untuk alasan keselamatan, dengan penjelasan sebagai berikut:

1. Risiko Kebakaran dan Ledakan
Power bank mengandung baterai lithium-ion yang memiliki kepadatan energi tinggi. Jika terjadi kerusakan, hubungan pendek, atau overheat, baterai tersebut dapat mengalami reaksi berantai (thermal runaway) yang berpotensi menyebabkan kebakaran atau ledakan.

Dengan membatasi kapasitas, risiko ini dapat diminimalisir karena baterai dengan kapasitas yang lebih besar memiliki potensi energi yang lebih tinggi dan, oleh karena itu, lebih berisiko jika terjadi kegagalan.

2. Regulasi dan Standar Keselamatan Internasional
Badan-badan seperti International Air Transport Association (IATA) menetapkan regulasi yang mensyaratkan agar perangkat dengan baterai lithium-ion yang membawa daya lebih tinggi (misalnya, di atas 100 Wh) harus mendapatkan persetujuan khusus dari maskapai.

Perangkat dengan kapasitas yang lebih tinggi dianggap memiliki risiko yang lebih besar dan karenanya biasanya tidak diperbolehkan dibawa dalam bagasi terdaftar, melainkan harus dibawa di kabin agar dalam keadaan darurat dapat segera ditangani.

Dirjen Perhubungan Udara Keluarkan Edaran Terkait Powerbank dan Baterai Lithium Ion dalam Penerbangan

3. Kemudahan Penanganan Darurat
Bila power bank disimpan di dalam kabin, awak kabin dapat dengan cepat merespon dan menangani potensi masalah seperti kebakaran baterai. Di sisi lain, jika perangkat tersebut berada di bagasi yang tidak terawasi, deteksi dini terhadap masalah menjadi lebih sulit, sehingga potensi bahaya semakin tinggi.

Dengan demikian, pembatasan kapasitas power bank di kabin pesawat merupakan langkah preventif untuk memastikan keselamatan penumpang dan kru selama penerbangan. Regulasi ini memastikan bahwa setiap perangkat yang dibawa ke dalam pesawat telah memenuhi standar keamanan yang ditetapkan oleh otoritas penerbangan internasional.

Menurut regulasi penerbangan internasional, power bank dengan kapasitas hingga 100 Wh diizinkan untuk dibawa ke dalam kabin pesawat tanpa memerlukan izin khusus dari maskapai. Jika dikonversikan ke milliampere-hour (mAh) dengan asumsi tegangan nominal baterai sebesar 3,7 V, maka power bank dengan kapasitas hingga sekitar 27.000 mAh dapat dibawa ke dalam kabin pesawat.

Perlu diperhatikan bahwa jika kapasitas power bank berada antara 100 Wh sampai 160 Wh, biasanya diperlukan izin dari maskapai. Sedangkan untuk power bank di atas 160 Wh, umumnya tidak diperbolehkan untuk dibawa ke dalam pesawat.

Awas, Kelamaan Dicas dan Terselip di Kursi Pesawat, Ponsel iPhone Meledak dan Terbakar!

Pasoso, Mengenal Stasiun Bongkar Muat Peti Kemas di Ujung Utara Jakarta

Sejak KRL Impor dari Cina tiba di Jakarta, Stasiun Pasoso menjadi andalan para penggemar kereta api (railfans). Meski wilayahnya terkenal dengan banyaknya angkutan barang yang bolak-balik, namun tak menyulitkan mereka untuk mengabadikan momen tersebut.

Lokasinya yang dekat dengan terminal dan Stasiun Tanjung Priok, Pasoso merupakan stasiun bongkar muat peti kemas dan melayani selama 24 jam. Jadi stasiun khusus kereta barang ini pasti selalu alami kesibukan.

Stasiun Pasoso juga menjadi tren di kalangan penggemar kereta api. Dan merupakan stasiun incaran jika ada pengiriman kereta api baru maupun mutasi ke Pulau Sumatera. Jadi tak heran, saat ini Pasoso menjadi stasiun paling dinanti jika ada momen langka.

Jalur masuk Stasiun Pasoso (foto: istimewa)

Singkat sejarah, Stasiun Pasoso merupakan stasiun kereta api barang kelas III/kecil di wilayah Tanjung Priok. Sebagai informasi, pada awal 1990-an, Departemen Perhubungan pernah merencanakan pembangunan jaringan rel lingkar luar Jakarta yang menghubungkan Stasiun Sungai Lagoa dengan Stasiun Cikarang dan Stasiun Parung Panjang via Stasiun Citayam – Jonggol melewati Stasiun Pasoso. Salah satu tujuannya adalah untuk meminimalisasi kereta api barang yang melintasi kawasan perkotaan di Jakarta.

Stasiun ini sejak 2010 hanya difungsikan sebagai titik akhir perjalanan kereta api peti kemas yang melayani rute Tanjung Priuk–Gedebage dan Tanjung Priuk–Kalimas, p.p. Jalurnya telah diperpanjang hingga JICT (Jakarta International Container Terminal) sejak awal tahun 2016.

Sejak tanggal 27 Januari 2016, kereta api peti kemas yang tadinya hanya sampai Tanjung Priuk (sebagai permulaan pemberangkatan KA peti kemas), kini sudah dialihkan ke Pasoso (titik langsir) untuk mendukung jalur ke JICT.

Stasiun Cibungur, Kembali Jadi Terminal Peti Kemas

Mengenal Airport Crash Tender (ACT) – Kendaraan Damkar yang Beroperasi Khusus di Bandara

Kendaraan pemadam kebakaran telah menjadi standar yang ada di setiap bandara. Meski begitu, ada perbedaan antara kendaraan pemadan kebarakan di bandara dan kendaraan pemadam kebakaran (damkar) konvensional yang kita kenal beroperasi di wilayah urban perkotaan.

Nah, yang dimaksud kendaraan damkar di bandara adalah Airport Crash Tender (ACT), yakni pemadam kebakaran khusus yang dirancang untuk menangani kebakaran dan keadaan darurat di bandara. Kendaraan jenis ini dirancang untuk merespons kecelakaan pesawat dengan cepat dan efektif.

Lanataran punya misi khusus, ACT dilengkapi dengan peralatan canggih yang tidak dimiliki kendaraan pemadam kebakaran biasa.

Misalnya dari segi mobilitas, ACT harus punya kemampuan mencapai kecepatan 100-120 km/jam untuk merespons cepat. Sementara kapasitas yang dibawa umumnya 10.000–15.000 liter air dan busa tahan api (AFFF).

Pertama di Asia Selatan, Bandara Bengaluru Hadirkan Simulator Pemadam Kebakaran

Untuk menunjang keselamatan personel, ACT juga dibekali dengan water cannon berikut monitor, dry chemical, dan foam system. Ciri khas lain dari kendaraan ACT dirancang dengan ban besar dan suspensi khusus untuk melintasi landasan dan area berumput.

Harus mampu menjalani misi serba cepat dengan tingkat darurat tinggi, maka standar pengoperasian kendaraan ACT juga diatur dalam regulasi ICAO, yakni harus mencapai titik kecelakaan dalam 2-3 menit.

Umumnya, kendaraan ACT dibuat dengan lapisan proteksi eksra, hal ini untuk mampu beroperasi pada suhu ekstrem dan mengantisipasi ledakan bahan bakar pesawat.

Dari beragam tipe ACT yang beredar di pasaran, yang cukup terkenal adalah Oshkosh Striker (Amerika Serikat), Rosenbauer Panther (Austria) – Terkenal dengan desain futuristik dan kecepatan tinggi, dan Ziegler Z6 (Jerman) yang dilengkapi sistem foam canggih.

Jarang Dianggap, Ini Peran Vital Petugas Pemadam Kebakaran di Bandara