Electric Supply Boat Meluncur di Batam, PaxOcean Siap Lanjut Hadirkan Electric Tug Boat Pada Juni 2025

Sebuah perusahaan galangan kapal, PaxOcean menandai era baru pelayaran nusantara dengan merilis electric supply boat atau kapal bertenaga listrik. Perilisan ini sejalan dengan misi perusahaan, yaitu menghadirkan moda transportasi yang ramah lingkungan. Adapun perilisan ini dilaksanakan pada Rabu (05/02) di galangan Tanjung Uncang, Batam.

Baca Juga: AAA Travel Prediksi Ada Kenaikan Penumpang di 2025, Pertanda Kebangkitan Moda Laut di Seluruh Dunia?

Pada acara yang juga dihadiri oleh CEO PaxOcean, Tan Thai Yong, terselip juga 1 agenda tambahan, yaitu keel laying yang menandai dimulainya perakitan electric tug boat. Jika tidak ada aral melintang, maka electric tug boat ini dijadwalkan selesai pada Juni 2025.

Di kesempatan tersebut, Tan Thai Yong menyatakan bahwa perilisan kapal bertenaga listrik ini merupakan bukti nyata atas komitmen perusahaan dalam menyediakan moda transportasi yang ramah lingkungan. “Ini adalah proyek kapal pertama di Kepulauan Riau yang dioperasikan dengan energi listrik,” ujar Tan Thai Yong, dilansir dari laman Tribunnews.com.

Mungkin sebagian dari Anda bertanya, mengapa kapal listrik rilisan PaxOcean diluncurkan di Batam? Untuk menjawab pertanyaan ini, Tan Thai Yong menjelaskan bahwa Batam memiliki lokasi yang strategis dan kawasan yang menarik untuk melakukan investasi di sektor galangan kapal. Ia juga melanjutkan bahwa kompetensi tenaga kerja lokal mampu merespons tantangan industri maritim yang modern.

Ya, PaxOcean dikabarkan menggunakan tenaga kerja lokal yang dinilainya kompeten. Selain itu, terlibatnya tenaga kerja lokal juga menandakan terciptanya lapangan pekerjaan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Khususnya untuk perakitan electric tug boat, Tan Thai Yong mengatakan, “Yang terpenting, produksi electric tug boat ini melibatkan ratusan tenaga kerja lokal.”

MV Iriana. Sumber: istimewa

Jika dilihat dari scope yang lebih luas, sebenarnya kehadiran kapal bertenaga listrik sudah bukan lagi jadi hal baru. Sebut saja pada Maret 2017 silam, PT. Sumber Marine Shipyard memproduksi MV Iriana, kapal angkut semen curah (cement carrier) berkapasitas 9.300 deadweight tonnage (DWT) dengan menerapkan sistem electric propulsion atau bertenaga listrik.

Baca Juga: Mengenal Bakauheni, Pelabuhan Utama Penghubung Transportasi ke Sumatera

Tapi perilisan moda transportasi berbasis tenaga listrik bukanlah melulu seperti ajang balapan, melainkan perilisan tersebut merupakan bukti nyata dari komitmen masing-masing perusahaan untuk menghadirkan moda transportasi yang aman dan lebih ramah lingkungan.

Kapal Pinisi, Kapal Warisan Leluhur Asli Indonesia yang Diakui UNESCO

Zendo, Ojek Online di Bawah Naungan Muhammadiyah

Ojek online berwarna merah mulai mengembangkan sayapnya di dunia perojekan. Dia adalah Zendo yang hadir sejak 2015 lalu di Tulungagung, Jawa Timur. Zendo telah diduplikasi oleh Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) untuk diperluas hadir di puluhan kota di Indonesia

“Jadi ini milik jaringan pengusaha Muhammadiyah. Kerjasama ini di wadahi dan dikatalisasi oleh serikat usaha Muhammadiyah,” kata founder sekaligus CEO Zenfo Lutfy Azizah.

Dilansir dari lama resminya, layanan Zendo ditargetkan menyasar di 70 kota di seluruh Indonesia. Tak hanya itu, mitra ojeknya saat ini berjumlah sekitar 700 lebih.

Meski memiliki target pasar 70 kota, saat ini baru 25 kota yang sudah dijajaki oleh Zendo. Dia mengaku bila Zendo sudah mengantongi izin operasional di 45 kota lainnya.

Baca juga: Pesan Makanan via Ojek Online di Jogja, Pelanggan Temukan Pengemudi Ada di Meksiko

Selain sudah beroperasi di Bekasi dan Tangerang, ada beberapa kota lainnya yakni Yogyakarta, Bali, Tulung Agung, Malang, Sidoarjo, Indramayu, Garut, Pekanbaru, hingga Banjarmasin.

Lutfy mengatakan, untuk kota Jakarta, Zendo menargetkan sebagai kota dengan pengguna Zendo tahun 2025 ini.

“Jakarta sudah dapat hak operasional, tapi tim kami masih memperbaiki semuanya biar bisa kuat bertahan di Jakarta,” kata Lutfy.

Zendo menawarkan beragam layanan, mulai ojek online, pesan antar makanan, pengiriman barang, hingga layanan kebersihan hingga perbaikan rumah. Tak cuma lewat aplikasi, Zendo juga memiliki sistem pemesanan melalui pesan yang dikirimkan kepada customer service melalui Whatsapp.

Setelah memesan, pihak dari Zendo menghubungi pengemudi untuk menjemput atau mengantar pesanan. Lutfy mengatakan, Zendo memang tidak dirancang untuk menyaingi perusahaan-perusahaan ojek online besar. Mereka punya pasar sendiri selain pada pasar ojek online.

Jeger Taksi, Layanan Ojek dengan Argometer yang Kini Tinggal Cerita

Ngeri, Risiko Pesawat ‘Kejatuhan’ Puing-puing Antariksa Semakin Meningkat

Puing-puing antariksa yang jatuh kembali ke Bumi bisa menjadi masalah yang semakin besar bagi pesawat udara, demikian para peneliti memperingatkan dalam sebuah studi baru.

Para penulis studi, yang semuanya berafiliasi dengan Universitas British Columbia Kanada, mengatakan bahwa kemungkinan puing-puing (sampah) antariksa menabrak pesawat kecil, tetapi risikonya meningkat karena peningkatan jumlah masuknya kembali sampah antariksa dan frekuensi penerbangan. Studi ini difokuskan pada badan roket, yang menimbulkan risiko lebih besar karena ukurannya.

“Meskipun kemungkinan menabrak rendah, konsekuensinya bisa sangat dahsyat,” kata para peneliti dalam studi tersebut, yang diterbitkan dalam Scientific Reports. Studi ini dibangun berdasarkan karya para penulis yang dipresentasikan pada annual International Orbital Debris Conference.

Awas! Ratusan Juta Sampah Antariksa Siap Menghujam Indonesia, Setiap Pekan ada Dua

Para penulis studi bekerja untuk menentukan kemungkinan badan roket memasuki kembali wilayah udara. Mereka menemukan bahwa wilayah dengan kepadatan tinggi di sekitar bandara utama memiliki peluang 0,8% per tahun untuk terkena dampak masuk kembali yang tidak terkendali, tetapi di wilayah wilayah udara yang “lebih besar tetapi tetap sibuk” seperti yang ditemukan di Amerika Serikat bagian timur laut atau di sekitar kota-kota besar di Asia, risikonya meningkat menjadi 26%.

Jumlah serpihan di orbit Bumi rendah telah meningkat pesat, menempatkan satelit dan Stasiun Luar Angkasa Internasional dalam bahaya bertabrakan dengan serpihan sampah antariksa yang paling kecil sekalipun.

Risikonya hanya akan meningkat karena serpihan antariksa tetap berada di orbit. Objek yang dapat dilacak di orbit telah berlipat ganda dalam dekade terakhir. Jumlah penerbangan harian juga hampir berlipat ganda sejak tahun 2000. Masuk kembali dalam jumlah besar terjadi hampir setiap minggu, catat penulis studi.

“Lebih dari 2.300 badan roket sudah mengorbit dan pada akhirnya akan memasuki kembali atmosfer tanpa kendali,” demikian catatan penelitian tersebut. “Otoritas wilayah udara akan menghadapi tantangan masuk kembali atmosfer tanpa kendali selama beberapa dekade mendatang.”

 

 

Mengapa SAS Airlines Jadi Maskapai Nasional Tiga Negara? Ini Jawabannya

Negara-negara di dunia pada umumnya membanggakan diri dengan maskapai nasionalnya masing-masing. Keberadaan maskapai nasional dianggap penting dalam kemandirian bangsa. Saking pentingnya, walaupun berkali-kali merugi, berkali-kali itu pula negara hadir dan menyuntikkan dana besar semata untuk menyelamatkan maskapai.

Baca juga: Jangan Tertipu, Ini Beda Maskapai Nasional dengan Maskapai Swasta

Menariknya, tidak semua maskapai nasional itu dimiliki oleh satu negara; sebut saja Scandinavian Airlines System (SAS) Airlines. Maskapai ini diketahui menjadi flag carrier bagi tiga negara Nordik; Denmark, Norwegia, dan Swedia. Bagaimana bisa?

Dilansir Simple Flying, SAS Airlines lahir tak lama setelah Perang Dunia II. Kelahirannya tak lepas dari gagasan tiga maskapai Nordik yang ingin mengkonsolidasikan lalu lintas penerbangan antarbenua.

Ketiga maskapai tersebut adalah Det Danske Luftfartselskab (flag carrier Denmark, didirikan pada tahun 1918), Det Norske Luftfartselskap (flag carrier Norwegia, didirikan pada tahun 1927), dan Svensk Interkontinental Lufttrafik (flag carrier Swedia yang didirkan pada tahun 1943 oleh bankir berpengaruh negara tersebut, Marcus Wallenberg Jr).

Ketiga maskapai secara resmi membentuk kemitraan pada tanggal 1 Agustus 1946, di bawah kepresidenan atau kepemimpinan Per Norlin dari Svensk Interkontinental Lufttrafik. Ini sekaligus menepis keraguan berbagai pihak tentang keengganan petinggi maskapai masing-masing untuk membiarkan satu sama lain memimpin maskapai baru yang dibentuk.

Enam pekan kemudian, SAS Airlines untuk pertama kalinya memulai penerbangan antarbenua dari ibu kota Swedia, Stockholm, ke New York City, Amerika Serikat (AS). Rute tersebut terus bertahan sampai hari ini.

Di tahun-tahun awal setelah didirikan, bisnis penerbangan SAS Airlines terus tumbuh dengan mantap. Bahkan berhasil memecahkan rekor untuk kargo transatlantik terberat yang dibawa dengan pesawat penumpang terjadwal. Kargo yang dimaksud adalah panel listrik seberat 1.400 pon (635 kg) yang dibawa dari New York ke Swedia, untuk digunakan oleh Sandvik AB.

Perkembangan bisnis yang cukup menjanjikan pun menarik minat flag carrier Swedia, AB Aerotransport, bergabung dengan grup maskapai SAS Airlines pada tahun 1948. Ketika itu, sebetulnya nama SAS Airlines belum dikukuhkan, barulah setelah tiga tahun konsorsium SAS Airlines oleh empat maskapai dari tiga negara dikukuhkan.

Meskipun SAS atau Scandinavian Airlines System tidak mencirikan maskapai dari tiga negara, namun, di dalam akta pendirian maskapai, jelas terlihat dengan tambahan nama Denmark-Norway-Sweden menjadi Scandinavian Airlines System Denmark-Norway-Sweden.

Komposisi saham SAS Airlines, terbesar dipegang oleh SAS Sverige Swedia sebesar 42,8 persen serta SAS Norge dan SAS Danmark yang sama-sama sebesar 28,6 persen. Itu mengapa kontor pusat maskapai tersebut berada di Stockholm, Swedia.

Baca juga: Indonesia Tanpa Flag Carrier? Puluhan Negara Ini Tak Punya Maskapai Nasional, Termasuk AS!

Meski begitu, hub terbesar maskapai terletak di Bandara Kopenhagen-Kastrup, Denmark. Kopenhagen juga menjadi rumah bagi anak perusahaan maskapai, SAS Cargo. SAS Airlines juga memiliki hub lain di Stockholm Arlanda dan Oslo Gardermoen.

Menurut ch-aviation, saat ini SAS Airlines mengoperasikan 139 armada. Rute antarbenua maskapai dilayani pesawat Airbus A330 dan A350.

Cipendeuy, Stasiun Historis dengan Kuliner yang Laris Manis

Masuknya tiap kereta api di Stasiun Cipendeuy sudah menjadi kewajiban untuk berhenti guna pengecekan rangkaian agar keselamatan perjalanan bisa terjamin. Beberapa tahun yang lalu adanya insiden yang memilukan pada rangkaian kereta api yang sudah menjadi historisnya stasiun ini.

Berawal pada 23 Oktober 1995, KA Galuh rute Pasarsenen-Banjar berangkat dari Stasiun Bandung pada pukul 21.12 dan dihari yang sama ada rangkaian KA Kahuripan menyusul berangkat dari Stasiun Kiaracondong pada pukul 21.37 dengan masalah traksi lemah pada lokomotifnya.

Di Stasiun Cibatu KA Galuh tiba pada pukul 22.35. Rencananya KA Galuh akan digabung dengan KA Kahuripan dan melakukan perjalanan bersama dari Stasiun Cibatu menuju Stasiuj Banjar.

Pada saat proses penggandengan, lokomotif KA Galuh dengan rangkaian gabungan pun terjadi masalah pengereman. Namun tetap saja rangkaian tersebut diberangkatkan dari Stasiun Cibatu.

Pukul 00.03 rangkaian panjang tersebut yang semula berhenti di Stasiun Cipeundey untuk pemeriksaan rangkaian, malah melintas dan melewati Stasiun Cipeundeuy. Sontak petugas Pusat Pengendali Kereta Api (PPKA) pun menghubungi kedua lokomotif, namun tidak ada respon.

PPKA Stasiun Cirahayu melaporkan pada pukul 00.55 sembilan kereta dan dua lokomotif pun anjlok dan terguling di area Jembatan Trowek yang berlokasi 2 kilometer dari stasiun. Akibat Peristiwa Luarbiasa Hebat (PLH) Cirahayu ini beberapa kereta api dialihkan ke jalur lain bahkan ada yang dibatalkan.

Kereta Api Galuh dan Kereta Api Kahuripan yang anjlok dan terguling

Stasiun Kuliner Mumer Bagi Para Penumpang KA
Selain historis yang melegenda, Stasiun Cipeundey sangat terkenal dengan kulinernya yang mumer alias murah meriah. Berbagai jajanan seperti makanan ringan hingga nasi dan lauk pauk tersedia disini. Berbagai minuman dan aneka jus pun tersedia dengan harga yang relatif murah.

Meski kereta api berhenti di Stasiun Cipeundeuy hanya 10 menit, para penumpang tetap menikmati jajanan yang dibeli apalagi diarea tersebut memiliki panorama perbukitan indah dan hawanya yang sejuk.

Meskipun stasiun ini memiliki bangunannya yang sederhana, namun masyarakat bisa naik dan turun di Stasiun Cipeundey dan melayani tiket kereta api baik yang menghubungkan Jakarta/Bandung maupun Surabaya.

Cipeundeuy, Stasiun Sakti Semua KA Wajib Berhenti

Kapal Pinisi, Kapal Warisan Leluhur Asli Indonesia yang Diakui UNESCO

Siapa yang tidak kenal kapal Pinisi? Tampilannya yang kokoh, bentangan layar yang siap menerjang ganasnya hempasan angin laut hingga bentuknya yang sangat megah, membuat kapal Pinisi ini begitu mudah dikenali dan menjadi ikon nasional, khususnya Sulawesi Selatan. Terlebih lagi, keberadaan kapal Pinisi juga telah diakui dunia sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan oleh UNESCO pada Desember 2017 silam.

Baca juga: Pelabuhan Makassar Sabet Predikat Sebagai Pelabuhan Terpadat di 2024

SEJARAH
Dikisahkan pada abad ke-14, putra mahkota Kerajaan Luwu, Sawerigading membuat sebuah kapal untuk dirinya menuju Tiongkok guna meminang putri Tiongkok kala itu, We Cudai. Melansir dari berbagai sumber, kala itu Sawerigading membuat kapal Pinisi dari material pohon Welengreng atau pohon dewata yang dikenal kuat dan juga kokoh.

Sialnya, saat di perjalanan kembali menuju kampung halamannya, kapal tersebut terhantam badai dan pecah menjadi 3 bagian. Dengan bantuan masyarakat sekitar wilayah Ara, Tanah Beru dan Lemo-Lemo (tempat pecahan kapal tersebar), akhirnya terciptalah kembali sebuah kapal megah yang hingga kini dikenal dengan nama kapal Pinisi.

FUNGSI
Lain dulu, lain pula dengan sekarang. Kapal Pinisi yang dulu digunakan oleh masyarakat sebagai alat transportasi hingga moda pengangkut barang, kini sudah bergeser fungsi menjadi kapal wisata yang mewah. Ya, banyak tour operator di Indonesia yang menyediakan jasa tour menggunakan kapal pinisi dengan harga yang fantastis. Jadi tidak heran jika kapal Pinisi ini seolah naik level, dari yang sebelumnya sebagai moda transportasi angkut dan sekarang menjadi simbol prestis kaum-kaum elit yang hendak plesir.

DESAIN
Bisa dibilang, sebagian besar masyarakat Indonesia dapat dengan mudah mengetahui kapal Pinisi, mengingat bentuknya yang khas dengan desain memukau: memiliki dua tiang utama dan tujuh hingga delapan layar. Layarnya berbentuk segitiga dan terbuat dari kain.

JENIS

Kapal pinisi palari. Sumber: istimewa

Seperti halnya moda transportasi lain yang memiliki beberapa ‘model’, kapal Pinisi juga diketahui terdiri dari 2 jenis utama: kapal Pinisi Lambo yang memiliki ukuran lebih besar dan ditujukan untuk pelayaran jarak jauh, serta kapal Pinisi Palari dengan ukuran yang lebih kecil dan digunakan untuk pelayaran lokal.

FILOSOFI & KONSTRUKSI
Untuk membuat sebuah kapal Pinisi ternyata tidak boleh sembarangan lho! Ada beberapa ritual khusus dan upacara adat yang harus dilakukan terlebih dahulu sebelum membuat kapal ini. Konon, penentuan ‘hari baik’ juga menjadi salah satu syarat wajib yang harus diperhitungkan secara matang. Dengan mempertahankan kepercayaan seperti ini, maka makna mendalam dari proses perakitan kapal serta mewariskan tradisi akan terus terjaga.
Sementara untuk konstruksi, kapal pinisi tradisional diketahui dirakit tanpa menggunakan paku dengan bagian-bagian kapal diikat menggunakan tali dan pasak kayu.

NASIBMU KINI

ilustrasi kapal pinisi modern. Sumber: istimewa

Kendati sarat akan nilai-nilai tradisional dan historikal, rupanya kapal Pinisi ogah menyandang status kuno atau jadul. Berbagai upgrade disematkan pada kapal Pinisi dewasa ini, mulai dari interior yang lebih mewah, nyaman dan instagramable hingga dilengkapi dengan alat selam yang siap melengkapi keceriaan liburan.

Shanghai International Port – Pelabuhan Laut Penumpang Terbesar di Dunia

Cipeundeuy, Stasiun Sakti Semua KA Wajib Berhenti

Jalur kereta api lintas selatan selalu identik dengan pemandangan yang luar biasa indah. Banyak masyarakat pengguna kereta api paling senang dengan jalur ini. Bagaimana tidak, julukan Bumi Parahyangan memang sudah melekat oleh warga sekitar khususnya Bandung, Garut, Tasikmalaya dan sekitarnya.

Kereta api yang melintas dijalur selatan ini pun tak hanya memberikan pesona pemandangan yang indah, namun tetap harus waspada. Karena beberapa area yang terkenal dengan rawan bencana juga harus diperhatikan. Seperti halnya stasiun kereta api yang satu ini.

Stasiun ini berperan sangat penting bagi keamanan dan keselamatan perjalanan kereta api. Dengan ketinggian 772 meter diatas permukaan laut, inilah Stasiun Cipeundeuy.

Wajah Stasiun Cipeundeuy dengan berhentin KA Serayu

Stasiun yang terbilang ‘sakti’ ini ternyata sangat berperan penting untuk menjaga lancarnya perjalanan kereta api. Meski bangunannya kecil, stasiun yang berada di wilayah Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung ini semua kereta api wajib berhenti dengan jeda waktu 10 menit.

Kewajiban berhenti kereta api di Stasiun Cipeundeuy ini ternyata wajib pengecekan kereta api pada rangka bawah kereta seperti roda dan bogie, sambungan antar kereta, dan pengecekan tekanan rem dari petugas pemeriksa kereta di stasiun ini.

Stasiun ini berada diketinggian yang siknifikan dan memiliki kemiringan jalur KA dari Stasiun Cipeundeuy ini. Misalnya saja dari Stasiun Cibatu–Stasiun Cipeundeuy–Stasiun Ciawi yang memiliki turunan gradien maksimal 25 per mil atau elevasi lintas turun 25 meter setiap 1000 meternya. Sementara dari arah sebaliknya, maka jalur ini akan memiliki kenaikan gradien maksimal 25 per mil atau elevasi lintas naik 25 meter setiap 1000 meternya. [MASEN]

Nagreg, Mengenal Stasiun Kereta Aktif Tertinggi Di Indonesia

Balai Yasa Tegal Luncurkan Kereta Makan Mewah dengan Suguhan Kuliner dari KAI Services

KAI terus menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan berkesan bagi para pelanggan. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah kehadiran Kereta Makan (M1) berstandar premium, yang telah dikembangkan oleh Balai Yasa Tegal (BY TG) pada tahun 2024. Kereta makan ini dirancang dengan konsep mewah dan fungsional, menjadikannya sebagai ruang bersantap yang nyaman dan elegan di dalam kereta api.

Vice President Public Relations KAI Anne Purba menyatakan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari upaya KAI dalam meningkatkan standar pelayanan kepada pelanggan. Saat ini kereta makan modifikasi BY Tegal hadir pada beberapa rangkaian KA seperti KA Argo Muria.

“Kereta Makan (M1) terbaru ini tidak hanya sekadar tempat makan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya KAI menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih menyenangkan. Dengan desain interior mewah, fasilitas lengkap, dan suasana yang nyaman, kami ingin memberikan standar pelayanan yang lebih tinggi bagi para pelanggan,” ujar Anne.

Kereta Makan (M1) terbaru hadir dengan berbagai fasilitas unggulan yang dirancang untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan, di antaranya kursi sofa premium yang lebih nyaman dibandingkan kursi standar, ruang makan yang lebih luas dengan tata letak ergonomis, tempat sholat bagi pelanggan yang ingin beribadah selama perjalanan serta interior mewah dengan pencahayaan yang lebih estetis.

Pada kereta makan, KAI melalui anak perusahaan KAI Services juga menghadirkan beragam menu makanan yang lebih beragam dan berkualitas. Anne menambahkan bahwa kehadiran Kereta Makan (M1) ini juga mendukung Standar Pelayanan Minimum (SPM) KAI, sehingga penumpang dapat menikmati layanan makanan dengan kenyamanan terbaik.

Sebagai penyedia layanan makanan dan minuman di dalam kereta api, KAI Services menghadirkan berbagai pilihan menu yang menggugah selera. Beberapa menu andalan yang dapat dinikmati pelanggan di Kereta Makan antara lain nasi goreng parahyangan, ayam geprek, nasi gudeg, rawon sapi, aneka kopi, wedang dan teh pilihan.

Gerbong Restorasi, Sajian Khas Restoran Yang Bergoyang

“Dengan berbagai pilihan makanan yang disajikan secara higienis dan berkualitas, pelanggan dapat menikmati hidangan lezat sepanjang perjalanan mereka. KAI melalui KAI Services juga turut mendukung gerakan ramah lingkungan dengan menerapkan penggunaan wooden cutlery atau peralatan makan kayu pada produk-produk makanan fresh food kuliner keret,” tambah Anne.

Anne mengatakan, Balai Yasa Tegal memainkan peran penting dalam pengembangan Kereta Makan (M1) terbaru ini. Sebagai pusat perawatan dan modifikasi sarana KAI, Balai Yasa Tegal telah berhasil menyelesaikan empat unit Kereta Makan Eksekutif pada tahun 2024.

“Dalam proses modifikasi ini, Balai Yasa Tegal memastikan bahwa setiap unit kereta makan memiliki standar keselamatan dan kenyamanan yang tinggi, serta menggunakan material berkualitas untuk mendukung pengalaman pelanggan yang lebih baik,” tukas Anne.

Inovasi Kereta Makan (M1) ini sejalan dengan misi KAI untuk terus menghadirkan transportasi massal yang nyaman, aman, dan berkelanjutan. KAI juga terus berinovasi dalam berbagai aspek pelayanan, termasuk digitalisasi layanan serta peningkatan fasilitas di stasiun.

Kereta Api Punya Menu Makanan Baru dan Dapur Sentralnya Ternyata Ada di Yogyakarta

Ramai Penumpang di Masa Jayanya, Mayasari Bakti 905 Lalui Jalur Perdagangan Jakarta

Kembali ke masa lalu, kadang mengingatkan Kembali dengan hal-hal unik seperti salah satunya angkutan umum. Dulu, naik bus atau kereta selalu ditemani oleh pengamen hingga pencopet.

Saat ini pengamen pun perlahan menghilang dari transportasi umum di Indonesia. Seperti bus Mayasari Reguler 905 jurusan Pulo Gadung – Kota. Bus ini melayani trayek (pulang pergi) pp dari Pulo Gadung menuju Terminal Kota.

Bus yang beroperasi di Jakarta era 80’an tersebut menjadi kunci perjuangan melawan panas, debu, dan pegal. Ini dikarenakan banyak penumpang yang tidak bisa masuk ke dalam bus, sehingga mereka harus bergelantungan dengan satu kaki yang berpijak.

Baca juga: Awak Mayasari Bakti Punya Panggilan Sayang ke Armadanya, Salah Satunya “Manohara”

Bukan hanya itu, jalan bus yang ugal-ugalan dan abai pada keselamatan, bikin penumpang deg-deg ser setiap menumpang pada 905. Bus ini tidak dilengkapi pendingin Udara dan merupakan bus besar.

Adapun pada masa jayanya, Mayasari Bakti 905 tersebut melewati berbagai daerah atau tempat yakni Terminal Pulo Gadung – Raya Bekasi – Pemuda – Pramuka – Salemba Raya – Kramat Raya – Senen Raya – DR. Wahidin -Gunung Sahari – Mangga Dua Raya – Pintu Besar Utara – Jl. Bank – Kali Besar Timur – Terminal Kota (PP).

Dikutip dari berbagai laman sumber, rute bus Mayasara Bakti 905 ini selalu ramai penumpang karena melalui jalur perdagangan seperti Senen, Mangga Dua dan Terminal Kota. Tidak seperti bus Transjakarta saat ini yang tarifnya flat, untuk ongkos bus Mayasari Bakti 905 penumpang akan membayar sesuai dengan tarif yang berlaku saat itu.

Biasanya ini juga menetukan dekat jauhnya Jarak penumpang dari berangkat hingga turun. Pada masa berjayanya, bus Mayasari Bakti ini sering rusak karena tawuran pelajar.

Bagaimana, masih mau nostalgia dengan rute bus lainnya?

“Penunjang Ekonomi” Bentuk Solidaritas Awak Mayasari Bakti

65 Tahun Berdiri, ‘Terminal Kemayoran’ Menjadi Terminal Tertua di Indonesia

Transportasi darat dalam memiliki sejarah Panjang di Indonesia. Selain kereta api, ada pula bus yang menjadi salah satu transportasi yang digunakan dalam masa penjajahan, pasca kemerdekaan hingga saat ini.

Seperti DAMRI yang ternyata merupakan salah satu perusahaan angkutan umum tertua di Indonesia. Tapi yang akan dibahas kali ini bukanlah tentang bus DAMRi, melainkan terminal tertua di Indonesia dan masih ada sangkut pautnya dengan perusahaan bus tersebut.

Ya, terminal bus tertua di Indonesia adalah Terminal milik DAMRI dan ada di Kemayoran, Jakarta Pusat. Tepatnya tahun 1960, terminal DAMRI Kemayoran berdiri dan beroperasi melayani rute busnya ke berbagai daerah di Indonesia.

Baca juga: Chennai Mofussil, Terminal Bus Terbesar dengan Kapasitas 2.000 Bus

Dikutip dari busdamri.com, awal mulanya Terminal Kemayoran dibangun sebagai pusat bus DAMRI yang menuju ke berbagai daerah di Pulau Jawa. Kini, terminal tersebut sudah berusia 65 tahun dan masih menjadi pusat Bus DAMRI di Jakarta.

Sebelum menjadi nama DAMRI, cikal bakal perusahaan tersebut bermula dari dua perusahaan Jepang yakni Jawa Unyu Zigyizha dan Jidousha Sokyoku yang beroperasi 82 tahun silam atau tepatnya pada 1943 pada masa pendudukan Jepang di Indonesia. Kemudian setelah Indonesia merdeka tahun 1945, kedua perusahaan tersebut berubah nama.

Jawa Unyu Zigyisha berubah menjadi menjadi Djawatan Pengangkoetan untuk angkutan barang. Sedangkan Jidousha Sokyoku berubah nama menjadi Djawatan Angkoetan Darat untuk angkutan penumpang.

Hingga Maklumat Menteri Perhubungan RI no.01/DAM/46 akhirnya keluar tanggal 25 November 1946 yang menyatakan kedua perusahaan dilebur jadi satu dan berubah nama menjadi “Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia”, disingkat DAMRI.

Untuk diketahui, selain melayani bus penumpang ke Bandara Soekarno-Hatta, bus DAMRI dari Terminal Kemayoran juga melayani rute ke Pulo Gebang (Cakung), Jatibarang, Cirebon, Tegal, Purwokerto, Purbalingga, Bobotsari Jawa Tengah. Selain itu Terminal bus Kemayoran juga ke Bandung, Cilacap, Pemalang, Semarang, Jogja dan Wonosobo.

Jejak Sejarah Stasiun Muntilan, Kini Berubah Jadi Terminal Bus Prajitno