Enam Jemaah Umrah Indonesia Meninggal Setelah Bus Terguling Akibat Disalip Jeep

Enam orang Warga Negara Indonesia (WNI) meninggal dunia setelah bus yang mereka tumpangi saat umrah mengalami kecelakaan. Insiden mematikan ini terjadi saat bus dalam perjalanan dari Madinah menuju Mekkah, Arab Saudi pada Kamis (20/3/2025) kemarin.

Dilansir dari berbagai laman sumber, keenam korban merupakan bagian dari rombongan Jemaah umrah yang totalnya sebanyak 20 orang. Menteri Agama RI Nasaruddin Umar mengatakan, enam jenazah WNI korban kecelakaan bus sudah proses pemakaman di Arab Saudi.

Nasaruddin mengatakan korban meninggal dalam proses pemakanan di Arab Saudi. Sedangkan korban luka masih dalam perawatan di rumah sakit di sana. Ia mengatakan jemaah umrah atau haji memang biasa dimakamkan di tanah Arab Saudi.

“Kebiasaannya kan memang dimakamkan di sana,” kata Nasaruddin kepada awak media.

Kementerian Agama telah berkoordinasi dengan perwakilannya di Arab Saudi, begitu juga dengan Konsulat Jenderal (Konjen) RI di Jeddah, Arab Saudi. Namun, Nasaruddin mengatakan dia belum memastikan informasi mengenai pemakaman seluruh korban.

Sebab, pemerintah juga masih berkoordinasi dengan keluarga. Nasaruddin mengatakan total ada enam korban meninggal dan 13 orang luka-luka. Satu jemaah dilaporkan selamat tanpa luka. Adapun rombongan jemaah tersebut berasal dari Bojonegoro, Jawa Timur.

Nasaruddin mengatakan sesuai aturan korban meninggal saat ibadah umrah atau haji akan mendapat kompensasi dari asuransi. Kementerian Agama akan tetap membina dan mengkoordinasikan penanganan jenazah. Namun ia belum mendapatkan informasi penyebab kecelakaan.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah memberikan klarifikasi terkait kecelakaan bus yang mengangkut Jemaah umrah asal Indonesia itu. Berdasarkan laporan resmi kepolisian lalu lintas Provinsi Mekkah, kecelakaan bukan akibat bus menabrak jeep. melainkan sebaliknya.

Konsul Jenderal RI di Jeddah, Yusron Ambari, menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi ketika sebuah Jeep Land Cruiser double cabin yang melaju dari arah berlawanan tiba-tiba melewati pembatas jalan dan menabrak bus yang membawa jemaah umrah asal Indonesia. Benturan keras tersebut menyebabkan bus terguling dan kedua kendaraan terbakar.

Yang mana selain enam penumpang bus, dua orang di dalam jeep juga tewas dalam kecelakaan itu. Diketahui keduanya adalah warga negara Bangladesh. Dalam keterangan tertulisnya, Yusron mengatakan, bahwa bus saat itu menabrak jeep yang menyalip.

Jeep yang terlibat dalam kecelakaan tersebut memiliki plat nomor Qatar dan dikemudikan oleh seorang warga negara Pakistan dengan seorang penumpang berkewarganegaraan Bangladesh. Kedua orang tersebut dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian.

Untuk diketahui, kecelakan bus yang menewaskan enam Jemaah umrah Indonesia terjadi pada Kamis (20/3/2025) sekitar pukul 13.30 Waktu setempat atau pukul 17.30 WIB. Kecelakaan terjadi di Wadi Qudeid jalan Mekkah-Madinah.

Insiden tersebut membuat bus terguling dan terbakar. Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah telah mengirim tim perlindungan WNI Indonesia untuk berkoordinasi dengan otoritas setempat, termasuk perwakilan kementerian haji, muassasah atau badan pelayanan haji di Makkah dan perusahaan bus yang membawa jemaah umroh tersebut.

“Kementerian Luar Negeri saat ini tengah berkoordinasi dengan Kementerian Agama dan Agensi Umroh,” kata Judha.

Bus Shalawat, Angkutan Gratis Istimewa Untuk Jamaah Haji Indonesia

 

Pulau Onrust – Saksi Bisu Sejarah Maritim Jakarta

Terletak di gugusan Kepulauan Seribu, Jakarta, Pulau Onrust menyimpan sejarah panjang yang kaya. Nama “Onrust” sendiri berasal dari bahasa Belanda yang berarti “tidak pernah beristirahat,” mencerminkan aktivitas pulau ini yang tak pernah sepi sejak masa kolonial. Dahulu, pulau ini merupakan pelabuhan penting dan pusat perbaikan kapal bagi Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC).

Baca Juga: Sejarah Pulau Onrust, Tempat Karantina Jemaah Haji hingga Bendung Semangat Nasionalisme

Mengutip dari berbagai laman sumber, Pulau Onrust memiliki catatan sejarah yang panjang dan multifungsi. Pada abad ke-17, VOC membangun galangan kapal dan benteng pertahanan di pulau ini. Lokasinya yang strategis di jalur pelayaran menuju Batavia (yang sekarang menjadi Jakarta) menjadikannya tempat yang vital untuk perbaikan kapal, penyimpanan logistik, dan pertahanan.

Rumah sakit karantina di pulau Onrust, diambil pada tahun 1917. Sumber: wikipedia

Selain sebagai pelabuhan dan benteng, Pulau Onrust juga pernah berfungsi sebagai:
* Rumah sakit karantina: Pada masa penjajahan Belanda dan setelah kemerdekaan Indonesia, pulau ini digunakan sebagai tempat karantina bagi penderita penyakit menular.
* Penjara: Pulau ini juga pernah menjadi tempat tahanan bagi para pemberontak dan tahanan politik.
* Pemakaman: Di pulau ini terdapat kompleks pemakaman yang menjadi saksi bisu berbagai peristiwa sejarah yang terjadi di sana.

Meskipun waktu telah berlalu, Pulau Onrust masih menyimpan berbagai peninggalan sejarah yang menarik untuk dikunjungi. Beberapa di antaranya adalah:
* Benteng pertahanan: Sisa-sisa benteng pertahanan VOC masih dapat dilihat, meskipun sebagian besar telah rusak.
* Kompleks pemakaman: Kompleks pemakaman di pulau ini berisi makam-makam dari berbagai periode sejarah, termasuk makam orang Belanda dan makam para tahanan.
* Bangunan-bangunan tua: Beberapa bangunan tua peninggalan masa kolonial masih berdiri, meskipun dalam kondisi yang memprihatinkan.
* Museum Mini: terdapat museum mini yang menyimpan barang barang peninggalan sejarah di pulau onrust.

Foto udara pulau Onrust, diambil pada 1925. Sumber: wikipedia

Saat ini, Pulau Onrust menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang populer di Kepulauan Seribu. Pulau ini menawarkan pesona sejarah yang kuat, dengan peninggalan-peninggalan masa lalu yang tersebar di seluruh pulau. Pengunjung dapat menjelajahi pulau ini, mengunjungi situs-situs bersejarah, dan menikmati suasana pulau yang tenang.

Pemerintah Indonesia telah menetapkan Pulau Onrust sebagai cagar budaya, sebagai upaya untuk melestarikan warisan sejarah yang berharga ini. Pulau ini diharapkan dapat menjadi tempat yang tidak hanya menarik bagi wisatawan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda tentang sejarah maritim Indonesia.

Pulau Onrust adalah tempat yang tepat bagi mereka yang ingin menjelajahi sejarah maritim Jakarta dan menikmati suasana pulau yang tenang. Dengan peninggalan-peninggalan sejarahnya yang kaya, pulau ini menawarkan pengalaman wisata yang unik dan berkesan.

Sejarah Ibadah Haji Sejak 1.400 Tahun Lalu: Pernah 20 Tahun Ditiadakan Gegara Hajar Aswad Dicuri!

Pahami Bendera dari Setiap Kapal Pesiar Mewah dan Masing-Masing ‘Keuntungannya’

Jika Anda membaca artikel berita tentang moda laut, baik itu yacht hingga kapal pesiar, tidak sedikit yang mencantumkan kalimat, “kapal berbendera Bahama” atau “kapal berbendera Kepulauan Cayman” dan lain sebagainya. Nah, mungkin sebagian dari Anda bertanya-tanya, apakah maksud dari kalimat tersebut? Apakah bendera tersebut merupakan representasi dari mana kapal tersebut berasal?

Baca Juga: Profil Silver Nova, Kapal Pesiar Ramah Lingkungan yang Sempat Mampir ke Bali

Contoh sederhananya seperti ini, Anthem of the Seas yang tergabung ke dalam jaringan kapal pesiar Royal Caribbean International. Kapal pesiar super besar ini memiliki bendera Bahama, padahal Royal Caribbean International sendiri berkantor pusat di Florida. Amerika Serikat. Atau Seabourn Quest, yang juga berbendera Bahama, padahal Seabourn Cruise Line berkantor pusat di Seattle, Amerika Serikat.

Untuk memecah kebingungan ini, KabarPenumpang.com melansir dari berbagai sumber dan menemukan bahwa bendera yang berkibar di atas sebuah kapal merupakan penanda di mana kapal tersebut di daftarkan. Ada sebutan tersendiri untuk negara-negara ini, yaitu flags of convenience. Julukan ini diberikan bukan tanpa alasan, mengingat negara-negara ini menawarkan keuntungan dan kemudahan bagi para operator kapal. Biasanya, kapal-kapal yang di daftarkan ke flags of convenience adalah kapal-kapal pesiar mewah dan kapal komersial.

Mungkin Bahama adalah negara yang kerap didaftarkan oleh para operator kapal, tapi sebenarnya masih banyak negara-negara lain yang tergabung ke dalam flags of convenience:

Liberia
Republik tertua di Afrika ini adalah salah satu negara pendaftaran kapal terbesar di dunia. Mulai dari regulasi yang fleksibel, proses pendaftaran yang disederhanakan, minimnya birokrasi, hingga lingkungan pajak yang menguntungkan pemilik kapal (pajak rendah bahkan nol) menjadi daya tarik utama bagi para operator kapal untuk mendaftarkan armada mereka di Liberia.

Panama
Tidak jauh seperti Liberia, Panama juga menawarkan beragam keringanan pada para operator kapal untuk mendaftarkan armada mereka di sana. Sebut saja regulasi pendaftaran yang relatif mudah dan tidak rumit, tarif pajak yang rendah (bahkan di sebagian kasus ada pembebasan pajak), hingga diketahui Panama memiliki sistem pendaftaran kapal yang sudah mapan dan efisien, yang memungkinkan proses pendaftaran berlangsung dengan cepat dan lancar. Tentu poin-poin di atas seolah menjadi hal yang tidak bisa dihindari oleh para operator kapal.

Kepulauan Marshall
Kepulauan Marshall telah menjadi salah satu negara “flags of convenience” yang berkembang pesat dalam industri pelayaran internasional. Kepulauan Marshall menawarkan sistem pendaftaran kapal yang sangat modern dan efisien. Prosesnya cenderung cepat dan mudah, menarik bagi pemilik kapal yang menginginkan penyelesaian yang cepat. Negara ini juga memiliki regulasi yang dirancang untuk bersaing secara global dalam industri pendaftaran kapal. Mereka menawarkan fleksibilitas yang menarik bagi pemilik kapal. Pun dari segi tarif pajaknya yang terbilang rendah atau bahkan nol.

Di luar 3 negara di atas, sebenarnya masih ada Malta dan Kepulauan Cayman yang kirang lebih menawarkan hal-hal serupa. Kendati 5 negara ini dikenal sebagai flags of convenience, namun semuanya tetap berusaha untuk mempertahankan standar keselamatan dan kepatuhan internasional yang tinggi. 5 negara ini akan terus memastikan bahwa kapal-kapal yang terdaftar di bawah bendera mereka mematuhi peraturan maritim internasional.

Celestia, Kapal Pesiar Tradisional Indonesia Berhasil Sabet Predikat Sebagai Tempat Menginap Terbaik di Dunia

Sekelumit Cerita di Balik Asal Usul Nama Kapal Feri

Kapal feri, atau yang lebih dikenal dengan sebutan “feri”, adalah salah satu moda transportasi laut yang memiliki peran penting dalam menghubungkan wilayah-wilayah yang dipisahkan oleh perairan. Nama “feri” sendiri, yang terdengar sederhana, ternyata memiliki akar sejarah yang cukup panjang dan menarik untuk ditelusuri.

Baca Juga: Bukan Cuma Faktor Sejarah, Ini Alasan Kecepatan Kapal Diukur dalam “Knots”

KabarPenumpang.com mengutip dari berbagai laman sumber, asal usul kata “feri” dapat ditelusuri hingga ke Piagam Kerajaan Inggris. Dalam dokumen-dokumen kerajaan tersebut, istilah “hak feri” (ferry right) digunakan untuk merujuk pada hak operasional yang diberikan kepada kapal-kapal untuk melakukan penyeberangan. Hak ini mencakup izin untuk mengangkut orang, hewan, dan barang melintasi perairan tertentu.

Secara etimologis, kata “feri” berasal dari bahasa Inggris “ferry”, yang memiliki arti “membawa di atas kapal”. Makna ini sangat sesuai dengan fungsi utama kapal feri, yaitu sebagai sarana transportasi yang mengangkut penumpang dan muatan dari satu sisi perairan ke sisi lainnya.

Penggunaan istilah “feri” kemudian menyebar luas, terutama di wilayah-wilayah yang memiliki tradisi maritim yang kuat, seperti Inggris dan negara-negara yang pernah berada di bawah pengaruhnya. Seiring berjalannya waktu, istilah ini menjadi istilah yang umum digunakan untuk menyebut kapal penyeberangan, tanpa memandang ukuran atau jenis kapal tersebut.

Selain itu, ada juga pengaruh dari bahasa Jerman. Dalam bahasa Jerman, terdapat kata “Fähre” atau “fahren” yang memiliki arti “berlayar”. Hal ini menunjukkan bahwa konsep kapal penyeberangan telah dikenal dan digunakan sejak lama di berbagai budaya.

Seiring dengan perkembangan teknologi, kapal feri juga mengalami evolusi yang signifikan. Kapal feri modern kini dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan teknologi canggih, seperti sistem navigasi yang akurat, mesin yang lebih efisien, dan desain yang lebih aman dan nyaman.

Selain itu, jenis-jenis kapal feri juga semakin beragam, disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi perairan. Ada kapal feri yang dirancang khusus untuk mengangkut kendaraan, ada pula yang dirancang untuk mengangkut penumpang dalam jumlah besar.

Hingga saat ini, kapal feri masih memegang peranan penting dalam sistem transportasi modern, tidak terkecuali di Indonesia. Kapal feri menjadi penghubung yang vital bagi komunitas-komunitas yang tinggal di pulau-pulau atau wilayah pesisir, dan juga menjadi alternatif transportasi yang populer bagi wisatawan.

Dengan demikian, asal usul nama kapal feri tidak hanya sekadar sebuah kata, tetapi juga cerminan dari sejarah panjang dan perkembangan peradaban manusia dalam memanfaatkan jalur laut sebagai sarana transportasi.

Kenali 10 Rute Kapal Ferry Terindah di Dunia

Makin Cakep! Begini Kondisi Terkini Stasiun Tegal Tampak Depan

Stasiun Tegal (TG) yang berada di wilayah Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang merupakan stasiun yang cukup banyak digandrungi masyarakat yang bepergian dengan jarak yang tidak begitu jauh dari Jakarta.

Stasiun kereta api Tegal yang berada di jalur pantai utara Jawa, juga merupakan satu dari dua stasiun Besar Kelas A di Daop 4 Semarang selain stasiun Besar Semarang Tawang dan merupakan pintu gerbang kota Tegal.

Stasiun yang memiliki 6 jalur dengan jalur 1 dan 2 sebagai sepur lurus arah barat menuju ke Stasiun Brebes, dan yang ke timur menuju ke Stasiun Larangan. Jalur 3 digunakan sebagai sepur lurus dari dan ke arah Slawi-Balapulang hingga Prupuk. Jalur 4 sebagai jalur menuju ke balai yasa maupun Depo Pertamina (saat ini dpindah di Stasiun Larangan). Sedangkan dua jalur sisanya digunakan untuk menyimpan gerbong. Sebagian stasiun ini banyak dilewati dan disinggahi oleh sejumlah kereta api, baik kelas ekonomi, bisnis maupun eksekutif.

Bangunan stasiun ini memang sudah diperbaharui dan dipercantik sebagaimana stasiun-stasiun besar pada umumnya. Perubahan Stasiun Tegal pun terletak pada perpanjang dan peninggian peron, pemasangan overcapping atau atap pada peron di jalur 1-3 agar penumpang terlindung dari panas dan hujan saat naik dan turun kereta.

Peron dan Emplasemen Stasiun Tegal (Foto: Tangkapan Layar Youtube/Iman Jaya

Pembaharuan selanjutnya yang paling luar biasa terdapat pada bagian depan Stasiun Tegal. Dimana sejak Agustus 2024 bagian depan stasiun yang semula merupakan lahan parkir kini disulap menjadi taman yang luas serta area drop bagi penumpang yang menggunakan kendaraan bermotor.

Dengan perluasannya halaman Stasiun Tegal, penumpang juga bisa langsung menikmati Taman Pancasila yang terlihat lebih jelas dan juga bangunan gedung Samarang Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS). Untuk lokasi parkirnya, kini dipindahkan ke sisi selatan stasiun tentunya dengan lahan yang begitu luas. Lahan parkir juga disediakan dekat dengan pintu keluar serte tempat penjemputan Stasiun Tegal sehingga memudahkan penumpang untuk akses turun dari kereta api. Rencananya persiapan beautifikasi tahap dua di Stasiun Tegal berada di sebelah selatan yakni bekas bangunan ruko yang akan dibangun pusat bisnis dan layanan.

Ada yang menarik juga dari interior stasiun ini. Pembaharuan selanjutnya dilakukan pengecatan ulang pada dinding stasiun biar lebih cerah dan hidup.

Fyi, dikutip dari laman IRPS bahwa Stasiun Tegal dibangun pada tahun 1885 sebagai stasiun trem JSM (Java Spoorweg Maatschappij). Pada tahun 1897, Stasiun Tegal dibeli oleh maskapai perkeretapian SCS (Semarang-Cheribon Stoomtram Maatschappij), stasiun dengan atap besar berbahan kayu yang mengatapi tiga sepur (jalur). Pada tahun 1918, sebagian dari bangunan direnovasi berdasarkan karya arsitek Henri Maclaine Pont (1885-1971) tetapi atap buatan tahun 1897 tidak diubah banyak.

KA Tegal Bahari Kembali Muncul, Tapi Kini “Turun Tahta”

Lama Vakum, KA Argo Anjasmoro Kembali Hadir di Jadwal Tambahan Lebaran 2025

Jadwal Gapeka 2025 memang sudah dijalankan sejak awal Februari. Banyaknya perjalanan kereta api yang ditambah, membuat penumpang semakin praktis saat melakukan perjalanan ke luar kota. Sebagai contoh perjalanan KA Taksaka dengan rute Gambir-Yogyakarta, dalam sehari total 6 kali perjalanan pulang pergi. Sama halnya seperti KA Sawunggalih rute Pasar Senen-Kutoarjo yang juga ditambah jadwal perjalanannya pada pagi, siang, dan malam hari. Dari perjalanan reguler yang ditambah, ada pula perjalanan kereta api dengan status Fakultatif (berjalan pada hari-hari tertentu). Seperti yang akan kabarpenumpang bahas kali ini adalah KA Anjasmoro.

Nama Anjasmoro diambil dari nama gunung yang memiliki ketinggian 2.331 meter dan Puncak Anjasmoro dengan ketinggian 2.269 meter keduanya berada di wilayah Kabupaten Mojokerto. Gunung Anjasmoro termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Jombang, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Malang, dan Kota Batu, Jawa Timur.

Fyi, pada tanggal 1 Desember 2019, jenama Anjasmoro dipakai oleh Kereta api Anjasmoro yang melayani relasi Pasar Senen–Jombang melalui lintas selatan Jawa (via Cirebon–Yogyakarta), dengan kelas eksekutif dan ekonomi. Kereta tersebut menggunakan pola operasi bertukar rangkaian dengan kereta api Jayabaya, rangkaian kereta api Anjasmoro dialokasikan oleh Depo Kereta Jakarta Kota. Kereta api Anjasmoro mengalami penjenamaan ulang menjadi kereta api Bangunkarta pada Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2021 yang berlaku mulai tanggal 10 Februari 2021.

Nah, KA Argo Anjasmoro memiliki rute Gambir-Surabaya Pasar Turi yang merupakan kereta api lintas utara Pulau Jawa. Seperti kelas argo lainnya, KA ini sudah menggunakan rangkaian berbadan stainless steel. Dengan waktu tempuh rata-rata 9 jam 5 menit, kereta api ini menjadi satu-satunya kereta api kelas eksekutif Argo yang berstatus Fakultatif. Berdasarkan Gapeka 2025, rangkaian kereta api Argo Anjasmoro terdiri dari 8 kereta eksekutif baja ringan, 1 kereta makan, dan satu kereta pembangkit. Rangkaian tersebut dialokasikan oleh Depo Kereta Jakarta Kota. KA Argo Anjasmoro berjalan hanya satu kali pulang pergi dengan tarif mulai dari Rp600.000 hingga Rp800.000.

Perjalanan KA Argo Anjasmoro selama libur lebaran dimulai pada Jumat, 21 Maret 2025 sampai dengan Minggu, 13 April 2025. Berikut jadwal pemberhentian KA Argo Anjasmoro:

• KA 29F Argo Anjasmoro
Stasiun Surabaya Pasarturi: 12.05
Stasiun Bojonegoro: 13.18 ~ 13.21
Stasiun Cepu: 13.47 ~ 13.50
Stasiun Semarang Tawang: 15.20 ~ 15.32
Stasiun Pekalongan: 16.36 ~ 16.39
Stasiun Tegal: 17.23 ~ 17.26
Stasiun Cirebon: 18.16 ~ 18.35
Stasiun Bekasi: 20.40 ~ 20.42
Stasiun Jatinegara: 20.54 ~ 20.56
Stasiun Gambir: 21.10

• KA 30F Argo Anjasmoro
Stasiun Gambir: 23.35
Stasiun Bekasi: 00.01 ~ 00.03
Stasiun Cirebon: 02.10 ~ 02.16
Stasiun Tegal: 03.08 ~ 03.11
Stasiun Pekalongan: 03.50 ~ 03.53
Stasiun Semarang Tawang: 05.02 ~ 05.13
Stasiun Cepu: 06.54 ~ 06.57
Stasiun Bojonegoro: 07.25 ~ 07.27
Stasiun Surabaya Pasarturi: 08.40

Baca juga:

Angka Kecelakaan Tinggi, Hindari Mudik Pakai Sepeda Motor

Mudik Lebaran tak tersisa tinggal menghitung hari. Anak sekolah sudah mulai libur dan orang tua sudah mengambil cuti untuk bertemu sanak saudara di kampung halaman. tiket bus dan kereta pun mungkin juga tersisa sedikit.

Meski begitu, banyak keluarga yang memilih menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan moda transportasi umum seperti kereta dan bus. Ini biasanya karena mudik Bersama keluarga dan meminimalisir pengeluaran untuk transportasi umum.

Bila menggunakan mobil, hal ini sudah barang tentu pergi dengan keluarga. Namun banyak juga pemudik yang menggunakan sepeda motor mereka. Padahal menggunakan kendaraan road dua untuk mudik tidaklah dianjurkan.

Hal tersebut karena risiko tinggi terlibat kecelakaan. Pasalnya, sepeda motor, menjadi kendaraan yang paling sering terlibat kecelakaan lalu lintas. Bahkan tercatat, sepeda motor menjadi penyumpang korban lalu lintas tertinggi. Apalagi jika mudik dengan berboncengan lebih dari satu orang dan membawa barang yang berlebihan.

Dari data yang tercatat, Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat mengatakan, pada tahun 2005 lalu, mulai marak mudik lebaran menggunakan sepeda motor.

Demikian pula pada saat mudik lebaran, semula pemudik selalu memadati terminal penumpang untuk berebutan memasuki bus yang akan berangkat. Beralih menggunakan sepeda motor ke kampung halaman, terminal mulai sepi setiap lebaran. Jalan mulai dipadati sepeda motor tidak hanya mobil.

Tanpa ada panduan keselamatan berkendara dari pemerintah untuk menggunakan sepeda motor berperjalanan jarak jauh dari pemerintah telah menambah korban kecelakaan pemudik sepeda motor. Padahal, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan melarang pemanfaatan sepeda motor untuk dimuati lebih dari dua orang tanpa kereta samping.

Sepeda motor bukan kendaraan yang menjamin keselamatan dan keamanan karena fitur perlindungan minim. Perlindungan tidak terjamin dan amat terbatas pada kelengkapan yang dikenakan pengemudi dan penumpang. Sepeda motor tidak dirancang untuk perjalanan jarak jauh.

Mengutip data Korlantas Polri (Februari 2024), selama tiga tahun terakhir cenderung tidak banyak perubahan. Popupasi sepeda motor 84,5 persen dari jumlah kendaraan bermotor. Jika mengacu dari jenis kendaraan, angka kecelakaan masih didominasi sepeda motor. Untuk tahun 2021 sebesar 73 persen, tahun 2022 (77 persen) dan tahun 2023 (76 persen).

Untungnya untuk meminimalisir kecelakaan sepeda motor, sejak tahun 2014, mudik motor gratis dipelopori menggunakan KA. Lalu tahun berikutnya ditambah menggunakan truk.

Mudik Lebaran tahun 2025, Direktorat Jenderal perhubungan Darat mengalokasikan 10 unit truk (mudik 5 truk dan balik 5 truk) guna mengangkut 300 sepeda motor. Sementara Direktorat Jenderal Perkeretapian menyediakan kuota sebanyak 7.424 unit sepeda motor gratis menggunakan moda KA.

Jika tetap mudik pakai sepeda motor, maka harus menyiapkan kondisi fisik dan kendaraan, menyiapkan surat-surat kendaraan, menggunakan helm standar nasional, tidak berbonceng lebih dari satu, tidak membawa barang berlebih, memeriksa kondisi motor sebelum berangkat, memastikan komponen krusial diganti jika kondisinya sudah mengkhawatirkan, dan hindari berkendara pada malam hari.

Terlebih, kondisi jalan masih banyak yang berlubang, pemudik sepeda motor haeus ekstra hati-hati.

Ditinggal Mudik Pelanggan, LRT Jabodebek Manfaatkan untuk Percepatan Perawatan Kereta

Primajasa, dari Bus Pariwisata Hingga layanan Premium AKAP

Primajasa merupakan salah satu perusahaan otobus (PO) yang sudah berdiri sejak 34 tahun silam atau tepatnya pada 6 September 1991. Memulai peluncurnnya di aspal, Primajasa awlanya menyediakan layanan bus pariwisata.

Saat itu, ada 25 armada bus yang melayani rute pula pergi Bogor-Tangerang via Jakarta. Primajasa sendiri masih berkerabat dengan Mayasari Bakti dan mulai mengembangkan layanannya tahun 2001 lalu.

Di mana Primajasa kemudian menambah rute antar kota antar provinsi (AKAP) yang dimulai dengan rute Tangerang-Kampung Rambutan. Yang uniknya dari Primajasa, adalah terbosan dengan membuka rute-rute yang belum atau jarang dilayani competitor.

Mereka juga menyediakan titik penjemputan yang strategis di luar terminal seperti bandara, pelabuhan, pusat perbelanjaan, hingga di kompleks perumahan. Adapun rute AKAP primajasa ini seperti dari Tanjung Priok menuju ke Mereka dan Bandara Internasional Soekarno-Hataa menuju Bandung.

Tahun 2007, Primajasa memperkenalkan layanan bus pemadu moda, menghubungkan berbagai moda transportasi untuk memudahkan mobilitas penumpang. Antara tahun 2009 hingga 2016, perusahaan ini berkolaborasi dengan Transjakarta, menunjukkan komitmennya dalam mendukung transportasi publik di ibu kota.

Pada tahun 2018, Primajasa meluncurkan layanan Super Executive untuk rute Jakarta – Tasikmalaya dan Bekasi – Majalengka – Cikijing, meningkatkan kenyamanan penumpang dengan fasilitas premium.

Tidak hanya fokus pada layanan bus reguler, Primajasa juga mengembangkan unit bisnis lain, seperti layanan Taksi Primajasa dengan sistem argometer, bus wisata RedWhite Star, serta layanan shuttle bus untuk antar-jemput bandara.

Markas pusat Primajasa sendiri berada di Jl. Mayjen Sutoyo No. 32, di depan halte busway BKN, Cililitan, Jakarta Timur. Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade, Primajasa terus berinovasi dan beradaptasi untuk memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat, menjadikannya salah satu pemain utama dalam industri transportasi darat di Indonesia.

Liverynya busnya simple, hanya tarikan garis merah dan merah maroon yang menyambung hingga belakang diatas warna dasar putih. Karenakan berpusat di Jakarta, Primajasa sendiri membuka trayek di banyak terminal – terminal besar Jakarta dan sekitarnya seperti Kalideres, Kp. Rambutan, Bekasi.

Trayek yang dimiliki rata – rata berjarak tempuh dekat hingga menengah. Seperti misalnya Kp. Rambutan – Balaraja, Tj. Priuk – Rk. Bitung, untuk jarak dekat, dan paling jauh adalah Cililitan, Kp. Rambutan, Lb. Bulus – Tasikmalaya / Garut.

Kenalan dengan Parex, Legenda Bus Jakarta-Bandung Via Puncak

Ada Dua Stasiun Karangsari – “Namanya Sama Lokasinya Berbeda”

Sepertinya julukan untuk stasiun yang satu ini memang sangat pas. Ya, nama Stasiun Karangsari yang berada di jalur lintas Jawa jika diketahui terdapat 2 lokasi yang berbeda namun memiliki 1 nama. Meski stasiun ini merupakan stasiun kecil atau kelas III tapi lalu lintas kereta api yang dilewati pun cukup ramai. Kira-kira wilayah mana saja ya yang terdapat nama Stasiun Karang Sari? Yuk, kabarpenumpang akan mengulasnya:

1. Stasiun Karangsari (KRAI)
Merupakan stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Karangsari, Leuwigoong, Garut. Stasiun yang terletak pada ketinggian +651 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi II Bandung. Stasiun ini memiliki panorama yang sangat menawan dengan pemandangan hamparan sawah yang sangat luas. Uniknya stasiun ini dulu memiliki nama yang berbeda yakni Stasiun Gandamirah. Namun, nama stasiun tersebut diubah menjadi Karangsari pada tahun 1980-an.

Stasiun ini bisa terbilang sangat terpencil namun dikelilingi desa dan persawahan apalagi posisinya cukup jauh dari jalan raya yang menghubungkan Garut sampai dengan Bandung. Tapi stasiun ini sangat diminati oleh warga sekitar untuk angkutan perjalanan pulang pergi yang ingin menghabiskan waktu ataupun bekerja di wilayah Bandung dan sekitarnya. Tak heran, begitu banyaknya masyarakat yang naik dari Stasiun Karangsari karena hanya ada KA lokal yang berhenti yakni Commuter Line Garut dengan harga yang relatif sangat murah yaitu Rp7.000-Rp14.000.

Hanya memiliki 2 jalur dan persinyalan menggunakan sistem mekanik, praktis stasiun ini kelihatan cukup jadul. Namun sistem pengoperasiannya mengikuti peraturan yang baru sesuai dengan Gapeka 2025. Kebanyakan kereta api yang melintas stasiun ini berbagai kelas, seperti KA Argo Wilis, KA Lodaya, KA Turangga, KA Mutiara Selatan, KA Pangandaran, KA Papandayan, KA Malabar, KA Serayu, KA Kutojaya Selatan, KA Pasundan, KA Kahuripan dan KA Commuter Line Garut. Selain KA Commuter Line, tak ada lagi kereta api yang berhenti disini baik bersilang maupun disusul.

KA Commuter Line Garut berhenti di Stasiun Karangsari. (Foto: Dok. Istimewa)

2. Stasiun Karangsari (KRR)
Stasiun yang terletak pada ketinggian +233 m ini termasuk dalam Daerah Operasi V Purwokerto. Semenjak Stasiun Legok dinonaktifkan sejak September 2009, stasiun ini menjadikan stasiun aktif yang lokasinya paling utara di Kabupaten Banyumas. Stasiun kereta api ini merupakan kelas III/kecil yang terletak di Karangtengah, Cilongok, Banyumas. Jalur yang berada di petak Stasiun Karanggandul dengan Stasiun Patuguran ini adalah satu-satunya stasiun yang memiliki bangunan cagar budaya yang diresmikan oleh pecinta kereta api bersama jajaran pejabat KAI Daerah Operasi (Daop) V Purwokerto.

Dikutip dari laman IRPS bahwa peresmian bangunan cagar tersebut adalah tower dan corong air satu-satunya di wilayah Daop V Purwokerto yang sudah dipercantik oleh IRPS sebagai bentuk kolaboratif dengan PT. KAI menjadi bagian dari heritage perkeretaapian, dalam hal ini sejarah kereta api semakin dihargai, dicintai dan dijaga. Preservasi menara dan corong air tersebut merupakan saksi bisu sejarah yang tinggi sekaligus mengenang masa kejayaan kereta api saat digunakan pada jaman Kolonial Belanda.

Menara air sebagai cagar budaya yang dilestarikan di Stasiun Karangsari (Foto: Dok. IRPS)

Bagi yang sering menggunakan kereta api pada lintas dari atau menuju Purwokerto area Stasiun Karangsari terlihat cukup luas karena memiliki 4 jalur dan 1 jalur untuk angkutan batu balas. Sayangnya sesuai jadwal perjalanan tahun 2025, tak ada satu pun kereta api yang berhenti di stasiun ini. Untuk akses ternyata terbilang cukup mudah, karena berada di jalan pedesaan dengan kontur jalan yang cukup mulus dari jalan raya yang menghubungkan Kabupaten Tegal dan Kabupaten Banyumas.

Yang Unik dari Stasiun Karangsari, “Satu Nama Beda Wilayah”

Perkenalkan, Cole Bauer, Wanita Amerika Pertama yang Kelilingi Dunia Nonstop!

Mungkin Anda pernah mendengar kisah tentang seseorang yang berkeliling dunia dengan menggunakan pesawat terbang? Tentunya pencapaian tersebut tidak bisa dipandang sebelah mata mengingat waktu tempuh, ekonomi dan dedikasi super tinggi untuk bisa menjalankannya. Namun tahukah Anda bahwa ada seorang pelaut muda yang berhasil menyelesaikan pelayaran solo nonstop mengelilingi dunia?

Baca Juga: Mario Salcedo, Pria Paling Bahagia di Dunia yang Menghabiskan Hidupnya di Laut Lepas

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, adalah Cole Brauer, seorang pelaut muda Amerika Serikat, telah mencatatkan namanya dalam sejarah maritim dunia. Lahir pada 24 Mei 1994, Cole dikenal luas atas keberhasilannya menjadi wanita Amerika pertama yang menyelesaikan pelayaran solo nonstop mengelilingi dunia. Pencapaian luar biasa ini diraihnya dalam ajang Global Solo Challenge 2023-2024, sebuah kompetisi yang menguji ketahanan fisik dan mental para pelaut dalam menghadapi kerasnya samudra.

Perjalanan Cole dimulai dari Spanyol, pada Oktober 2023. Dengan kapal berukuran 40 kaki yang di beri nama “First Light,” ia menantang ombak dan badai, melintasi berbagai samudra, termasuk Samudra Selatan yang terkenal ganas. Selama lebih dari enam bulan, Cole hidup seorang diri di tengah lautan, menghadapi tantangan cuaca ekstrem, kerusakan kapal, dan rasa kesepian.

Ketangguhan dan semangatnya yang tak pernah padam menjadi inspirasi bagi banyak orang di seluruh dunia. Melalui unggahan media sosialnya, Cole berbagi pengalaman dan emosinya selama pelayaran, membangun koneksi dengan para penggemar yang mengikuti perjalanannya dari daratan. Setelah hampir 130 hari ‘terombang-ambing’ di lautan, akhirnya Cole menyelesaikan misi mengelilingi dunianya ini pada 7 Maret 2024.

Cole Brauer. Sumber: istimewa

Cole Brauer bukan hanya seorang pelaut yang tangguh, tetapi juga sosok yang hangat dan rendah hati. Ia dikenal karena keramahannya dan kesediaannya untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan orang lain. Semangatnya dalam mempromosikan kesetaraan gender di dunia pelayaran juga patut diacungi jempol.

Keberhasilannya dalam Global Solo Challenge telah membuka jalan bagi lebih banyak wanita untuk mengejar impian mereka di dunia pelayaran. Cole membuktikan bahwa dengan tekad dan kerja keras, batasan gender dapat diatasi.

Setelah menyelesaikan Global Solo Challenge, Cole tidak berpuas diri. Ia terus mengejar impiannya dan berencana untuk mengikuti lebih banyak kompetisi pelayaran internasional. Pada tahun 2025, ia akan bergabung dengan Team Malizia sebagai Co-Skipper, sebuah tim yang berkompetisi dalam ajang The Ocean Race, salah satu lomba pelayaran paling bergengsi di dunia.

Dengan bakat, semangat, dan dedikasinya, Cole Brauer diprediksi akan terus mengukir prestasi gemilang di dunia pelayaran. Ia adalah sosok inspiratif yang membuktikan bahwa impian dapat diraih dengan keberanian dan ketekunan.