Jangan Keliru! Ternyata Ini Fungsi Pentingnya Pintu Perlintasan Kereta Api

Dalam hal keselamatan lalu lintas saat nelintasi palang pintu kereta api yang hendak tertutup, tak menutup kemungkinan pengendara harus dan wajib berhenti untuk mendahulukan kereta api.

Beberapa informasi dan instruksi yang terpampang disekitar perlintasan pun sudah terpasang bahkan terlihat dengan jelas beserta undang-undah tentang perlintasan kereta api. Tak hanya itu, masih banyak sekali jalan raya yang masih menggunakan palang pintu kereta api melewati jalur ganda.

Jalur ganda sudah digunakan mulai dari Jakarta hingga Surabaya melewati jalur utara dan selatan Pulau Jawa. Sebagian dari masyarakat mungkin beranggapan pintu perlintasan kereta api berfungsi untuk mencegah pengguna jalan agar tidak tertabrak kereta api. Tapi tahukah kalian, anggapan itu ternyata keliru, lho. Dan ternyata inilah fungsi sebenarnya pintu perlintasan kereta api.

Dilansir akun Instagram resmi PT Kereta Api Indonesia (KAI) @kai121, masih ada yang salah paham terkait fungsi sebenarnya pintu perlintasan kereta api. Hal inilah yang menjadi penyebab terjadinya insiden kecelakaan atau tertabraknya pengguna jalan oleh kereta api.

Lalu, apa sih sebenarnya fungsi pintu perlintasan kereta api itu? Fungsinya adalah untuk mengamankan perjalanan kereta api agar tidak terganggu pengguna jalan lain. Hal itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 72 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api. Dalam pasal 110 ayat 4, dijelaskan pintu perlintasan kereta api berfungsi untuk mengamankan perjalanan kereta api agar tidak terganggu pengguna perjalanan lain seperti kendaraan bermotor maupun manusia.

Selain itu, pintu perlintasan kereta api merupakan alat bantu keamanan bagi para pengguna jalan, seperti halnya bunyi sinyal serta petugas penjaga perlintasan sebidang. Sedangkan rambu-rambu “STOP” yang telah terpasang yang menjadi penanda utama untuk diperhatikan pengguna jalan. Jika terjadi kecelakaan pada pelintasan ini, hal itu bukan kecelakaan perkeretaapian, melainkan kecelakaan lalu lintas jalan. Maka dari itu, setiap pengguna jalan wajib mematuhi semua rambu-rambu di perpotongan sebidang untuk menjaga keamanan kereta api dan lalu lintas jalan.

Membuka jendela samping pengemudi, untuk meyakinkan ada tidaknya tanda peringatan kereta akan melewati perlintasan sebidang merupakan cara yang efektif bagi pengguna kendaraan roda empat atau lebih.

Adapun bagi pejalan kaki, wajib berhenti sejenak sebelum melintasi perlintasan sebidang, menengok ke kiri dan kanan untuk meyakinkan tidak ada kereta api yang akan melintas. Disamping itu, tidak menggunakan telepon genggam dan headset pada saat melintasi perlintasan sebidang. Pastikan selalu tertib berlalu lintas, ya gaes!

Selain Sosialisasi, Ternyata Solusi Ini Bisa Cegah Kendaraan Terobos Palang Pintu Kereta Api

Tertinggal Bus Panik? Cek Tips Ini Agar Anda Tetap ‘Aman’

Tertinggal bus bisa menjadi pengalaman yang membuat panik, apalagi jika terjadi di malam hari dan terminal sudah mulai sepi. Namun, tak perlu khawatir, jika Anda terpaksa harus bermalam di terminal.

Berikut ini beberapa tips yang sudah dihimpun KabarPenumpang.com saat Anda tertinggal bus dan harus menginap di terminal.

1. Tetap tenang dan cari informasi
Langkah pertama adalah jangan panik. Segera cari petugas terminal atau loket informasi untuk menanyakan jadwal bus berikutnya atau alternatif transportasi. Tanyakan juga lokasi ruang tunggu yang masih dibuka untuk penumpang.

2. Pilih tempat terang dan dekat keamanan
Jika harus menginap, pilih tempat duduk yang dekat dengan pos keamanan, kamera CCTV, atau keramaian. Hindari sudut terminal yang gelap atau sepi agar tidak terjadi hal yang merugikan Anda.

3. Kunci tas dan jangan tidur terlalu lelap
Gunakan gembok kecil untuk mengamankan ritsleting tas dan peluk tas Anda saat tidur. Jangan tidur terlalu lelap agar tetap waspada terhadap sekitar.

4. Tas kecil isi barang penting
Simpan barang penting seperti dompet, ponsel, charger, dan dokumen pribadi di tas kecil yang selalu Anda jaga. Jangan letakkan barang berharga di tempat yang mudah dijangkau orang lain.

5. Gunakan jaket atau selimut ringan
Terminal bisa terasa dingin di malam hari. Jika terpaksa menginap, jaket, kain sarung atau selimut ringan bisa menjadi pelindung dari dingin sekaligus bantal darurat saat duduk atau tidur.

6. Manfaatkan fasilitas yang ada
Beberapa terminal besar menyediakan ruang tunggu 24 jam, toilet bersih, hingga musala. Gunakan fasilitas ini sebaik mungkin, tapi tetap waspada terhadap barang bawaan Anda dan jangan ditinggal.

7. Hubungi keluarga
Saat harus menginap di terminal karena tertinggal bus, hal penting lainnya adalah memberitahu orang terdekat mengenai kondisi Anda. Selain menenangkan mereka, ini juga bisa jadi bentuk pengamanan tambahan jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Menginap di terminal bukanlah pilihan ideal, tapi dengan sikap tenang dan persiapan yang tepat, Anda bisa melewati malam dengan aman. Yang penting, jaga keselamatan diri dan jangan ragu minta bantuan petugas bila diperlukan.

Tak Perlu Khawatir Terlambat Naik Whoosh, Ternyata Masih Bisa Reschedule, lho. Begini Caranya

Stasiun Rancaekek, Awal Mula Jalur Cabang Menuju Jembatan Cincin Hingga Tanjungsari

Rancaekek, inilah stasiun kereta api yang saat ini selalu ramai oleh penumpang pengguna kereta api khususnya KA Lokal Bandung Raya dari dan menuju Kota Bandung. Keberadaan Stasiun Rancaekek sangat terbantu masyarakat sekitar, baik dari arah Majalaya maupun dari arah jalan raya Bandung-Nagrek.

Stasiun Rancaekek adalah stasiun yang berlokasi di Rancaekek, Bandung. Stasiun ini termasuk stasiun kereta api kelas I. Lokasi Stasiun Rancaekek berada di jalan raya penghubung Rancaekek – Majalaya. Stasiun Rancaekek merupakan bagian dari Daerah Operasi II Bandung. Stasiun Rancaekek dikembangkan juga oleh perusahaan kereta api Belanda, Staatsspoorwegen.

Selain kereta api lokal yang berhenti di Rancaekek, ternyata ada pula kereta api jarak jauh yang juga berhenti di stasiun ini. Ya, KA Pasundan adalah satu-satunya jadwal yang berhenti di Stasiun Rancaekek. Kabar baik bagi warga Bandung Timur ini merupakan bentuk kemudahan bagi masyarakat yang kerap menggunakan Kereta Api Pasundan dengan rute Kiaracondong-Surabaya Gubeng.

Jadwal yang berlaku Mulai 1 Februari 2025, KA Pasundan ini berhenti di Stasiun Rancaekek. Pun hal ini memudahkan penumpang yang sebelumnya harus menempuh perjalanan sekitar satu jam menggunakan kendaraan umum untuk mencapai Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung.

Rangkaian KA Lokal Bandung Raya berhenti di Stasiun Rancaekek. (Foto: Dok. Instagram/@dzikriF)

Namun dari kemegahan bangunan yang terlihat saat ini, adanya Stasiun Rancaekek justru meninggalkan sejarah jalur percabangan kereta api menuju Tanjungsari.

Ya, jalur yang sempat akan digunakan sebagai jalur penghubung menuju Kota Sumedang tersebut mengisahkan banyak jejak peninggalan sejarah perkeretaapian. Pada tahun 1921 Staatsspoorwegen (SS), perusahaan KA milik pemerintah Hindia Belanda membangun dan mengoperasikan jalur ini tidak hanya untuk angkutan perkebunan, namun terutama digunakan untuk kepentingan pertahanan.

Belanda kala itu memerlukan sarana transportasi yang efektif untuk memobilisasi pasukan dan alat perang guna mengantisipasi adanya serangan ke Bandung dari arah Cirebon yang merupakan kota pelabuhan.

Meski terbilang pendek, hanya sekitar 11 km, jalur KA Rancaekek-Tanjungsari direncanakan sebagai bagian dari pembangunan jalur KA yang langsung menghubungkan Kota Bandung dan Cirebon melalui Sumedang untuk kemudian terhubungkan dengan jalur Cirebon-Kadipaten yang telah dioperasikan oleh perusahaan trem Semarang-Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS).

Namun sayang, karena keterbatasan dana dan juga adanya resesi ekonomi dunia pada tahun 1930-an, rencana besar ini tidak kunjung diwujudkan bahkan hingga Indonesia merdeka.

Sebagai salah satu pemangku kepentingan perkeretaapian, PT Kereta Api Indonesia (Persero) berkeinginan turut pula berkontribusi untuk mendorong pemanfaatan aset dan proses aktivasi kembali jalur nonaktif Rancaekek-Tanjungsari-Citali.

Saat ini yang tersisa dan bisa terlihat saat ini adalah Jembatan Cincin yang masih berdiri kokoh dan merupakan satu-satunya cagar budaya yang masih dilestarikan hingga kini. Walaupun jembatan tersebut kini digunakan sebagai tempat penyeberangan jalan yang menghubungkan antar desa.

Secercah Cerita di Balik Jembatan Cincin Yang Melegenda

Kapal Karam Jadi Incaran Penyelam? Salah Satunya Punya Sejarah yang Mencengangkan!

Dunia Bawah laut tidak hanya menyimpan keindahan alam yang luar biasa. Tetapi juga potongan sejarah yang membeku di dasar laut seperti kapal karam yang menjadi daya Tarik terbesar bagi para penelam professional.

Pada masa jayanya kapal-kapal ini pastinya memiliki cerita sendiri hingga karam dan menjadi destinasi bawah laut yang memiliki daya tariknya tersendiri. Kapal-kapal karam ini berhias karang-karang cantik dan menjadi rumah bagi berbagai jenis biota laut, kapal-kapal karam ini menghadirkan pengalaman menyelam yang tak hanya indah, tetapi juga penuh cerita.

KabarPenumpang.com sudah merangkum berbagai kapal karam yang jadi spot menarik bagi para penyelam. Berikut adalah beberapa spot kapal karam terindah di dunia yang wajib masuk dalam daftar para penyelam.

1. SS Thistlegorm – Laut Merah, Mesir
Kapal kargo milik Inggris ini tenggelam pada tahun 1941 akibat serangan udara Jerman. Kini, SS Thistlegorm menjadi salah satu situs menyelam paling terkenal di dunia. Para penyelam dapat melihat muatan yang masih utuh, seperti sepeda motor, truk, dan amunisi, semua tertutup terumbu karang dan dihuni oleh ikan-ikan tropis.

2. USAT Liberty – Tulamben, Bali, Indonesia
Salah satu situs menyelam paling ikonik di Indonesia, USAT Liberty adalah kapal perang Amerika yang tenggelam pada Perang Dunia II. Terletak hanya beberapa meter dari pantai Tulamben, kapal ini mudah diakses bahkan bagi penyelam pemula. Karangnya sangat subur dan dipenuhi ikan warna-warni, termasuk schooling barracuda dan nudibranch yang indah.

3. Fujikawa Maru – Chuuk Lagoon, Mikronesia
Laguna Chuuk menyimpan lebih dari 60 bangkai kapal Jepang dari era Perang Dunia II, dan Fujikawa Maru adalah salah satu yang paling menakjubkan. Kapal ini dipenuhi peninggalan seperti pesawat tempur mini, amunisi, dan bahkan porselen, semuanya kini dibungkus oleh terumbu karang dan spons warna-warni.

4. SS Yongala – Queensland, Australia
Tenggelam akibat badai pada tahun 1911, kapal SS Yongala kini menjadi rumah bagi kehidupan laut yang luar biasa. Ikan besar seperti hiu, pari manta, dan barracuda sering terlihat di sekitar bangkai kapal yang panjangnya lebih dari 100 meter. Spot ini menjadi daya tarik utama Great Barrier Reef bagi penyelam yang mencari pengalaman berbeda.

5. Hilma Hooker – Bonaire, Karibia
Kapal kargo ini tenggelam pada tahun 1984 setelah ditangkap membawa muatan narkoba ilegal. Kini, bangkai Hilma Hooker berada pada kedalaman yang mudah diakses dan dihiasi terumbu karang yang indah. Dikelilingi oleh air jernih dan visibilitas tinggi, situs ini populer di kalangan penyelam rekreasi.

Kisruh Deportasi Yahudi dari Tanah Palestina, Kapal SS Patria di Bom dan Tenggelam di Pelabuhan Haifa

ASDP Siap Kembangkan Waterfront Tourism Kelas Dunia

Menjadi operator transportasi air, PT ASDP Indonesia Ferry bukan hanya mengembangkan penghubung antarpulau saja. Kini mereka melampaui perannya dengan mengembangkan konsep ekosistem pariwisata terintergrasi (integrated tourism ecosystem) berbasis pelabuhan.

Hadirnya konsep ini berguna pula dalam mengoptimalkan potensi pariwisata daerah serta memberdayakan ekonomi lokal. Salah satu proyek unggulan pengembangan ekosistem pariwisata terintegrasi adalah Bakauheni Harbour City (BHC) di Lampung Selatan, Lampung.

Memiliki kawasan dengan luas 160 hektare, Bakauheni Harbour City dipersiapkan sebagai destinasi maritim baru. Sehingga tidak hanya sebagai titik transit saat puncak arus Lebaran, tetapi juga berkembang menjadi ruang publik modern.

Ini terlihat dari kehadiran Siger Market (UMKM Center), Art Gallery, dan Amphitheater dengan kapasitas 10 ribu orang. Tak hanya Bakauheni, melalui anak usaha PT Indonesia Ferry Proprerti (IFPRO), ASDP menghadirkan pula Kawasan Terpadu Marina Labuan Bajo.

Di mana Labuan Bajo sendiri, sekarang menjadi ikon pariwisata premium Indonesia. Kawasan ini pun terintegrasi dengan berbagai fasilitas seperti Hotel Meruorah Komodo, Plaza Marina, dan dermaga marina berkapasitas 135 kapal yacht, serta menjadi tuan rumah berbagai event internasional seperti KTT ASEAN, AMMTC 2023, hingga rangkaian kegiatan G20 Side Events.

Bisa dikatakan, kini pelabuhan bukan hanya gerbang logistik, tetapi juga gerbang pengalaman pertama bagi pelancong. Melalui pendekatan waterfront dan logistik, ASDP dan IFPRO mendorong pelabuhan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Di mana pelabuhan memberdayakan UMKM sehingga perekonomian lokal juga berjalan. Kemudian pula, pelabuhan menjadi pengungkit daya saing pariwisata nasional.

Ini bisa terjalin dengan baik melalui sinergi konektivitas maritim, efisiensi logistik, dan pengembangan kawasan wisata strategis. ASDP dalam hal ini, memperkuat perannya sebagai garda terdepan dalam pembangunan berkelanjutan dari laut untuk Indonesia.

Untuk diketahui, ASDP mengoperasikan lebih dari 300 lintasan ferry jarak pendek yang menyambungkan berbagai daerah strategis, termasuk rute vital Merak–Bakauheni, yang menjadi poros utama pergerakan logistik dan mobilitas masyarakat antara Jawa dan Sumatera. Selain itu, ASDP juga mengelola dua lintasan Long Distance Ferry (LDF), yakni Balikpapan–Parepare dan Jangkar–Lembar, sebagai bagian dari dukungan terhadap konsolidasi logistik nasional antarwilayah.

Libur Nasional dan Cuti Bersama, ASDP Imbau Masyarakat Beli Tiket Lebih Awal

Sambut Musim Haji, Saudia Lakukan Transformasi Revolusioner, Termasuk Luncurkan Pakaian Ihram dengan ‘Pendingin’

Saudia, maskapai nasional Kerajaan Arab Saudi, sedang merancang ulang masa depan perjalanan Haji. Dengan pendekatan yang berani dan visioner, Saudia menghadirkan transformasi menyeluruh dalam pengalaman jemaah haji untuk tahun 2025 dan tahun-tahun seterusnya — bukan hanya sebagai penyedia transportasi, tetapi sebagai mitra layanan terintegrasi bagi para jemaah dari Asia Tenggara dan berbagai penjuru dunia.

Tahun ini menjadi tonggak bersejarah bagi maskapai Saudia, disebabkan maskapai Saudia melangkah lebih jauh melampaui operasi penerbangan konvensional dan mengambil peran utama dalam membentuk pengalaman Haji secara menyeluruh. Untuk pertama kalinya, Saudia menghadirkan dukungan penuh dari awal sampai akhir — mulai dari layanan penerbangan khusus, logistik langsung, hingga layanan hospitalitas — mendefinisikan ulang bagaimana kepedulian, inovasi, dan skala besar diterapkan dalam salah satu ibadah terbesar di dunia.

Dalam rangka persiapan musim Haji 2025, Saudia mengalokasikan lebih dari satu juta kursi dengan armada modern yang terdiri dari 158 pesawat. Dengan proyeksi pangsa pasar hingga 35%, maskapai ini akan melayani jamaah dari lebih dari 100 tujuan di seluruh dunia.

Pengalaman perjalanan dari awal hingga akhir dirancang untuk memaksimalkan kenyamanan dan efisiensi, mulai dari penerbitan tiket hingga proses kedatangan dan keberangkatan yang lancar. Saudia juga menjalin koordinasi intensif dengan mitra dari sektor publik dan swasta untuk memastikan kelancaran operasional di seluruh titik layanan bandara, dengan lebih dari 11.000 petugas garda terdepan dan teknisi pesawat dikerahkan selama 74 hari periode operasional untuk melayani para jamaah.

Ibrahim Al-Omar, Direktur Jenderal Saudia, menyampaikan: “Haji tetap menjadi salah satu prioritas nasional utama kami. Tahun ini, kami bangga tidak hanya mengelola operasional udara secara penuh, tetapi juga memperluas peran kami sebagai penyedia layanan langsung bagi jamaah. Melalui perluasan ini, kami ingin menghadirkan pengalaman menyeluruh yang memenuhi standar tertinggi dalam hal kepedulian dan keramahan.”

Maskapai Saudia siap mengangkut puluhan ribu jemaah dari Asia Tenggara untuk musim Haji yang diperkirakan berlangsung dari tanggal 4 hingga 9 Juni, tergantung pada pengamatan Hilal. Menyambut hal ini, frekuensi penerbangan akan ditingkatkan guna memenuhi tingginya permintaan dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura — tiga negara dengan jumlah jemaah Haji terbesar di dunia. Melalui pendekatan terpadu, Saudia Group

Untuk meningkatkan pengalaman ibadah haji, Saudia Group menawarkan rangkaian layanan komprehensif yang dirancang untuk kenyamanan, kemudahan, dan inklusivitas. Layanan ini meliputi proses penerbitan pas naik yang dipermudah untuk penerbangan pergi dan pulang di bandara asal, serta staf multibahasa yang fasih berbahasa Indonesia dan Inggris guna memastikan komunikasi lancar dan pelayanan prima sepanjang perjalanan.

Di Tanah Suci, jemaah akan mendapatkan fasilitas akomodasi khusus, area istirahat eksklusif, serta dua restoran, ditambah ruang santai yang menyediakan kopi dan camilan terinspirasi dari ruang santai AlFursan. Di dalam pesawat, penumpang dapat menikmati berbagai pilihan hidangan, pengumuman waktu Salat tepat waktu dan pengambilan Miqat, serta program instruksional khusus yang dikembangkan bersama Kementerian Haji dan Umrah. Layanan tambahan untuk individu dengan kebutuhan khusus—seperti transportasi bagi penyandang disabilitas, oksigen di pesawat, dan layanan tandu medis—juga disediakan untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan seluruh jemaah.

Salah satu inovasi paling menonjol dari Saudia tahun ini adalah peluncuran “Ihram Terkeren di Dunia” — pakaian ihram berteknologi tinggi pertama di dunia, yang diperkenalkan bertepatan dengan Hari Kreativitas dan Inovasi Dunia. Dirancang melalui kolaborasi dengan Landor dan brrr®, pakaian ini dilengkapi dengan mineral pendingin berpaten, teknologi penyerap keringat aktif, dan teknologi pengeringan cepat yang mampu menurunkan suhu kulit hingga 2°C.

Selain itu, ihram ini juga memiliki perlindungan UPF 50+ terhadap sinar matahari, sambil tetap sepenuhnya mematuhi syariat Islam dan dapat digunakan oleh pria maupun wanita. Inovasi ini dirancang untuk menciptakan lingkungan ibadah yang lebih aman dan nyaman, terutama dalam kondisi cuaca ekstrem, dan akan tersedia bagi tamu Saudia mulai Juni 2025.

Dengan Boeing 787, Saudia Buka Penerbangan Jeddah – Denpasar 3x Seminggu via Singapura

Star Voyager Bersandar di Pelabuhan Kuala Tanjung, Pelindo Beri Kenyamanan Pelancong

Bukan hanya Bali yang dikunjung oleh kapal pesiar negara lain beberapa waktu lalu. Sebab, baru-baru ini Pelindo sukses melayani kunjungan kapal pesiar mewah milik Star Cruises di Pelabuhan Kuala Tanjung, Batu Bara, Sumatera Utara.

Dengan ini maka menjadi bukti kesiapan Indonesia menjadi hub dan destinasi cruise di kawasan Asia. Indri Gunawan, General Manajer Pelindo Regional 1 Kuala Tanjung mengapresiasi kepercayaan yang diberikan manajemen Star Cruises yang memilih dan menjadikan Kuala Tanjung sebagai salah satu Destinasi.

Kapal milik Star Cruises yakni MV Star Voyager bersandar di dermaga Pelabuhan Kuala Tanjung pada Kamis (29/5/2025). Kapal berbendera Bahamas tersebut memiliki panjang sekitar 261 meter dan lebar 32 meter.

Untuk menyambut pelancong yang tiba dan berangkat, Pelindo di Pelabuhan Kuala Tanjung mempersiapkan ruang tunggu yang dilengkapi fasilitas toilet bersih, tempat ibadah, dan money changer. Pelindo juga memperkenalkan kebudayaan Sumatera Utara dengan menampilkan tarian dan musik daerah serta pameran kerajinan dan makanan daerah produksi UMKM binaan Pelindo.

Pada pelayaran ini, kapal Star Voyager akan membawa 3.293 orang penumpang dan crew yang berasal dari 17 Negara. Kapal ini melewati negara Malaysia, Singapura, dan Indonesia.

Indri kemudian menjelaskan bahwa Pelindo terus melakukan kolaborasi dan mengeksplorasi lebih lanjut potensi kerja sama serta pengembangan ke depannya untuk meningkatkan bisnis kapal wisata, cruise, dan yacht di berbagai lokasi di Indonesia. Hal ini sejalan dengan langkah pemerintah yang memberikan kemudahan operasional bagi kapal wisata, cruise, dan yacht, dari sisi kebijakan dan operasional untuk berlayar di perairan Indonesia dalam menciptakan industri pariwisata yang dinamis dan berkualitas tinggi.

“Kami Pemerintahan daerah, Kemenhub, dan Pelindo berkomitmen memberikan pelayanan optimal bagi kapal cruise yang masuk ke Indonesia sebagai dukungan promosi pariwisata, termasuk relaksasi regulasi. Ini sangat penting sekali untuk ke depannya,” jelas Syafrizal Wakil Bupati Batubara.

Star Voyager dijadwalkan melakukan lima perjalanan pergi-pulang dan sekali jalan ke Malaysia dan Singapura. Berangkat dari Kuala Tanjung menuju Malaysia dan Singapura, lalu kembali ke Kuala Tanjung.

Pelayaran perdananya hari kamis (29/5/2025) kemarin, dilanjutkan dengan kedatangan kembali pada 01 Juni (Minggu), 04 Juni (Rabu), 07 Juni (Sabtu), dan 10 Juni (Selasa).
Salah satu penumpang bernama Aisyah kewarganegaraan Malaysia menambahkan bahwa dirinya sangat terkesan atas pelayanan dan fasilitas yang diberikan di Pelabuhan Kuala Tanjung dan akan merekomendasikan ke teman dan keluarga.

“Dengan suksesnya layanan ini, kami berharap dapat terus meningkatkan kerja sama dengan Star Cruise untuk memajukan industri pariwisata maritim Indonesia,” pungkas Indri.

MS Insignia Tiba, Tutup Rangkaian Tiga Raksasa Kapal Pesiar di Buleleng

Tak Sekadar Sebagai Cagar Budaya, Stasiun-stasiun di Solo Ini Jadi Daya Tarik Wisatawan

Berwisata di Jawa Tengah seperti Kota Solo pun masih menjadi destinasi favorit bagi masyarakat yang ingin liburan. Menggunakan kereta api pun sudah tentu menjadi andalan dalam menempuh perjalanan yang praktis dan nyaman.

Saat hendak memasuki Kota Solo menggunakan kereta api tentunya melewati beberapa stasiun yang diantaranya cagar budaya yang hingga kini menjadi bangunan yang sangat bersejarah. Tak ayal stasiun-stasiun di Kota Solo ini merupakan lokasi yang menjadi daya tarik wisatawan.

Salah satu dari beberapa stasiun tersebut yakni stasiun kereta api di Kota Solo sendiri yang telah memiliki sejarah panjang serta menarik dari sejak Stasiun Solo Balapan dibangun pertama kali pada tahun 1864 dan menjadi salah satu stasiun kereta tertua di Indonesia.

Nah, kita ulas yuk stasiun kereta api di Solo yang menyimpan banyak cerita sejarah menarik untuk diketahui dan cocok juga untuk yang ingin berwisata.

• Stasiun Solo Balapan
Salah satu stasiun kereta tertua di Indonesia ini diresmikan enam tahun sejak pertama kali dibangun, yaitu pada 10 Februari 1870. Hampir bersamaan dengan dibukanya jalur Kedungjati ke Gundih dan berakhir di Solo pada tahun 1869.

Awalnya pembangunan dilaksanakan di bekas arena pacuan kuda yang juga Alun-alun Utara Pura Mangkunegaran. Namun kemudian pindah setelah mendapat lahan pengganti di kawasan Manahan dari keluarga Kasunanan Surakarta. Lokasi dekat pacuan kuda inilah yang menjadi inspirasi nama Solo Balapan.

Terkenal Karena Didi Kempot, Inilah Jejak Sejarah Stasiun Solo Balapan

• Stasiun Solo Jebres
Dibangun oleh Pemerintah Kasunanan Surakarta pada tahun 1884 melalui perusahaan kereta api Hindia Belanda Staats Spoorwegen atau SS. Dengan tujuan awal mengangkut hasil tanaman industri dengan rute Jebres menuju Pelabuhan Cilacap untuk dibawa ke Eropa melalui jalur laut.

Ditetapkan sebagai salah satu bangunan cagar budaya, pada 2014 menyandang sebagai Stasiun Sejarah yang mana terdapat museum mini sejarah perkereta apian Indonesia di stasiun ini.

Ini Dia Alasan Kenapa Singkatan Stasiun Solo Jebres Adalah “SK” Bukan “SJ”

• Stasiun Solo Kota
Berada di jalur dominan ke Wonogiri, meski dulu sempat dibuka untuk jalur Solo ke Boyolali, Stasiun Solo Kota merupakan stasiun termuda di Solo pada zaman sejarah, yang dbangun sejak 1919 dan diresmikan pada tahun 1922.

Terkenal juga dengan sebutan Stasiun Sangkrah, merupakan salah satu stasiun yang menjadi cagar budaya di Sangkrah yang terjaga keasliannya dan sering menjadi salah satu tujuan wisata budaya.

• Stasiun Purwosari
Dibangun pada tahun 1875, yang awalnya berfungsi sebagai stasiun transit pertama di Surakarta bagi tamu kerajaan. Memiliki arsitektur lebih kecil, namun mirip dengan Stasiun Kedungjati dan Willem I Ambarawa.

Kini di era modern, menjadi stasiun besar tipe C yang lebih banyak melayani kelas ekonomi lintas selatan dan kereta komuter. Juga merupakan percabangan jalur Surabaya dengan Wonogiri.

Nah itulah beberapa stasiun di Solo yang merupakan stasiun destinasi tujuan maayarakat yang seksligus berwisata sejarah yang kini masih bisa dinikmati. Bangunan cagar budaya tersebut juga sebagai edukasi sejarah bagi masyarakat pecinta sejarah khususnya perkeretaapian Indonesia yang legendaris.

30 Mei 1958, Douglas DC-8 Terbang Perdana dan Bikin Boeing 707 ‘Keok’

Pada hari ini, 67 tahun lalu, bertepatan dengan 30 Mei 1958, pesawat Douglas DC-8 sukses terbang perdana. Pesawat ini lahir berkat kesuksesan Inggris melalui de Havilland Comet, pesawat jet komersial pertama di dunia, dan kompetitor AS-nya, Boeing, yang berhasil mengembangkan Boeing 707 dan terbang perdana setahun sebelumnya.

Baca juga: Tua-tua Keladi, Setelah 63 Tahun DC-8 Justru Diandalkan NASA Jadi Lab Terbang Canggih

Di awal setelah kehadiran Douglas DC-8, bisa dibilang Boeing 707 jadi usang dan tak menarik minat maskapai. Namun setelah Boeing membuat sentuhan baru untuk Boeing 707, barulah pesawat tersebut kembali naik pamor dan menjadi ‘penguasa’ penjualan widebody di dekade 60an dan 70an awal.

Dilansir Airways Magazine, persaingan ketat dengan Boeing di pasar pesawat miiter membuat Douglas bertekad untuk membalasnya di pasar pesawat komersial. Hal ini pun berhasil dicapai Douglas Aircraft dengan mengukuhkan gelar sebagai produsen pesawat paling sukses di era propliner atau propeller lewat penjualan 16 ribu DC-3, demikian juga dengan DC-4, DC-6, DC-7.

Akan tetapi, di era pesawat jet, Douglas bisa dibilang tertinggal dari de Havilland melalui de Havilland Comet yang sukses first flight atau terbang perdana pada 27 Juli 1949 dan Boeing melalui Boeing 707 yang sukses first flight atau terbang perdana pada 20 Desember 1957. Karenanya, di tahun 1954, Douglas menginvestasikan uang sebesar US$3 juta.

Setahun setelahnya atau pada 7 Juni 1955, Donald Douglas selaku pendiri menggelontorkan uang pribadi sebesar US$450 juta untuk mensukseskan proyek Douglas DC-8. Tak lama setelahnya, desain pesawat yang sudah digarap sejak tahun 1953 dan proyek DC-8 ini pun diluncurkan. Ini pun disambut baik oleh maskapai yang sebelumnya hanya berharap pada Boeing 707.

Baca juga: Kompetisi Industri Dirgantara Inggris vs AS, Jadi Latar Belakang Lahirnya Boeing 707

Douglas DC-8 dianggap menawarkan hal lebih, salah satunya bangku tiga baris sejajar atau konfigurasi 3-3, satu kursi lebih banyak dibanding Boeing 707 dengan konfigurasi 2-3.

Tak heran bila maskapai ramai-ramai memesan pesawat Douglas DC-8. Salah satunya United Airlines. Ketika itu, maskapai memesan 30 unit Douglas DC-8 dengan biaya sebesar US$175 juta dan rencananya dikirim Mei 1959. Ini adalah pesanan tunggal terbesar yang pernah dilakukan untuk pesawat komersial.

Pada 30 Mei 1958, pesawat Douglas DC-8 bernama Ship One sukses melakukan first flight pada pukul 10.10 waktu setempat. Penerbangan perdana pesawat dengan nomor registrasi N8008D disaksikan oleh sekitar 50 ribu orang yang memadati Bandara Long Beach, California, AS.

Pesawat mengudara sekitar 2 jam tujuh menit di ketinggian maksimum 21 ribu kaki dan kecepatan 350 knot menggunakan mesin Pratt & Whitney JT3.

Pada tanggal 18 September 1959, DC-8 memasuki layanan komersial perdana bersama Delta Air Lines dan United Airlines. Sejak saat itu, Douglas DC-8 selama beberapa tahun menjadi pesawat idaman, baik maskapai maupun penumpang. Ini membuat DC-8 terus diproduksi sampai tahun 1972 dengan total 556 pesawat.

Setelah Presiden Boeing Bill Allen saat itu menginstruksikan Tex Johnston pada dekade 60an, kepala uji coba Boeing, agar mengkonfigurasi ulang Boeing 707 menjadi beberapa lebih inci lebar dari DC-8, Boeing 707 mulai kembali melejit dan mengalahkan Douglas DC-8.

Baca juga: Douglas DC-8: Lambang Supremasi Penerbangan Jarak Jauh Garuda Indonesia di Era 60/70-an

American Airlines yang berbasis di Texas kala itu dilaporkan langsung memesan 50 jet. Begitu juga maskapi lainnya.

DC-8 akhirnya melakukan penerbangan komersial terakhirnya pada tahun 2005 bersama maskapai dan mengakhiri tinta emas sejarah di segmen jet widebody dekade 50an akhir.

Taksi Listrik VinFast Mulai Masuk Surabaya Juni 2025

Taksi online yang merambah pasar Ibu Kota Jakarta sejak Desember 2024 kemarin, kini mulai bersaing ketat taksi online dan konvensional. Taksi dengan nama awal Xanh SM yang kemudian berubah jadi Green SM juga berencana memperluas jaringannya ke daerah lain.

Berada di Bawah naungan perusahaan otomotif VinFast, Green SM akan berekspansi ke Surabaya tahun 2025 ini. Mereka memasang target operasi 10 ribu armada VinFast mulai 2025.

Namun target ini akan dihadirkan sesuai dengan permintaan pasar. Bahkan untuk operasional Green SM sendiri, VinFast tidak main-main memilih armada yang akan digunakan yakni varian premium VF e34.

Unit tipe ini sudah beroperasi di Jakarta untuk armada Green SM dengan warna hijau toscanya. Pemilihan varian premium untuk armada taksi, ternyata ada alasan tersendiri.

Hal ini diungkap kepala cabang VinFast Jemursari Surabaya Yogi Panama. Dirangkum dari berbagai laman sumber, Yogi menyebutkan beberapa alasan pemilihan unit premium sebagai armada taksi listrik.

Masyarakat memberikan respon positif terhadap taksi listrik VinFast. Ini karena masyarakat mulai mengenal konsep transportasi ramah lingkungan dengan kenyamanan yang premium.

Armada taksi listrik yang disiapkan pun dikatakan Yogi, rencananya akan melebihi milik operator taksi ternama seperti Blue Bird. Dia mengatakan, info dari pusat, taksi listrik VinFast masuk ke Surabaya pada Juni 2025 ini.

“Juni ini sudah masuk armada taksi listrik ke Surabaya. Unit juga sudah disiapkan,” kata Yogi.

Meski begitu, angka pasti banyaknya unit yang akan digunakan, Yogi mengungkapkan bahwa rencananya armada taksi listrik yang akan bereoperasi di Kota Surabaya dan kota di Jawa Timur lainnya diperkirakan mencapai 100 ribu unit.

“Itu target besar kita. Karena Surabaya kota kedua terbesar di Indonesia, tentu menjadi pasar yang sangat penting,” ujarnya.

Untuk mendukung operasional taksi listrik tersebut, VinFast juga tengah giat membangun infrastruktur pengisian daya yang dinamakan VGreen. Charging station itu akan disebar di berbagai fasilitas umum (fasum). Seperti mall, kantor pos, hingga dealer resmi VinFast.

Saat ini, VinFast memiliki tiga varian mobil listrik yang telah dipasarkan di Indonesia, yaitu VF 3, VF 5, dan VF e34. Di pameran otomotif IIMS Surabaya 2025, VinFast akan meluncurkan VF 6. Sebuah SUV listrik yang menjadi penyegaran dari VF e34.

“Ini update dari VF e34, tapi dengan desain dan fitur yang lebih lengkap. Saat IIMS di Jakarta, unit terbaru ini belum bisa launching, karena masih tahap finalisasi. Makanya, Surabaya menjadi lokasi peluncuran perdana di Indonesia,” tutup Yogi.

Ganti Nama jadi Green SM, Bikin Penumpang Xanh SM Bingung