‘Terjebak’ di Pelabuhan Saat Mudik? Lakukan Tips ini Agar Mudik Lebih Aman & Berkah

Jelang Hari Raya Idul Fitri 2025, sejumlah pemudik tampak mulai bertolak ke kampung halaman. Mereka mulai memenuhi sarana transportasi, salah satunya pelabuhan, untuk bisa sampai ke tujuang masing-masing. Antrean kendaraan hingga penumpukan calon penumpang diprediksi akan terus meningkat hingga puncak arus mudik yang diprediksi akan jatuh pada tanggal 27 Maret 2025 mendatang. Bukan tidak mungkin jika akan ada banyak calon penumpang yang terpaksa menghabiskan waktu berjam-jam mereka di pelabuhan.

Baca Juga: Mudik Naik Ferry Tapi Tidak Ingin Terlalu Mengantri? Datang di Rentang Jam Ini!

KabarPenumpang.com mengutip dari laman cnnindonesia.com (24/3), tampak antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk mulai mengular, menandakan puncak arus mudik akan segera tiba. Menurut laman tersebut, antrean kendaraan tersebut membutuhkan waktu hingga 6 jam untuk bisa masuk ke dalam kapal dan menyeberang.

Di lain sisi, penumpukan kendaraan juga terpantau di Pelabuhan Merak pada Jumat (21/3) kemarin. Opsi untuk mudik lebih awal sebenarnya sudah dianjurkan sejak awal Ramadhan mengingat sejumlah perusahaan menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA), jadi para pemudik bisa bertolak ke kampung halaman lebih awal dan bekerja dari sana.

Kepadatan pemudik di Pelabuhan Gilimanuk. Sumber:cnnindonesia.con

Nah, bagi Anda yang kini sedang atau baru akan mudik ke kampung halaman masing-masing, berikut KabarPenumpang.com berikan beberapa tips yang dapat Anda lakukan saat tengah terjebak di arus mudik, terlebih jika Anda sedang menunggu giliran menyeberang di pelabuhan.

Istirahat

NgeHits.net

Tidak bisa dipungkiri, mudik merupakan aktivitas yang melelahkan tapi juga menyenangkan. Jika Anda ‘terperangkap’ di pelabuhan, ada baiknya Anda gunakan waktu menunggu giliran menyeberang dengan beristirahat. Selain dapat memulihkan energi yang sudah terkuras di perjalanan sebelumnya, beristirahat juga akan meningkatkan fokus Anda selama berkendara setelah menyeberang, dengan harapan Anda akan selamat sampai di kampung halaman.

Beribadah

Ilustrasi sholat di kapal. Sumber: tempo.co

Walaupun menempuh perjalanan jauh, ibadah tetap tidak boleh ditinggalkan! Gunakan waktu senggang Anda dengan mendirikan sholat (baik wajib ataupun sunnah), mengaji, berdzikir hingga mendengarkan murottal. Selain dapat menambah pahala, beribadah juga dapat menenteramkan hati, lho! Jadi, jangan ditinggalkan ibadahnya, ya!

Memantau Informasi

Ilustrasi. Sumber: istimewa

Saat menunggu penyeberangan, Anda juga disarankan untuk memantau kondisi rute yang akan Anda lalui. Jika terpantau mulai padat, segera ambil keputusan untuk mencari rute alternatif agar waktu Anda tidak terbuang sia-sia. Anda bisa memanfaatkan siaran radio lokal, media sosial hingga aplikasi Google Maps untuk mengumpulkan informasi.

Makan

Ilustrasi. Sumber: istimewa

Jika Anda yang kebetulan sedang tidak berpuasa karena sedang berhalangan (bagi wanita) atau musafir, ada baiknya Anda untik terus mengisi perut agar terhindar dari perut kembung, mual hingga meriang. Tapi ingat, hindari makanan di tempat umum guna menghormati calon penumpang lain yang sedang berpuasa, ya!

Berlayar Saat Berpuasa? Tidak Perlu Khawatir! Simak Tips Berikut Agar Puasa Tetap Lancar

PLTD Apung: Saksi Bisu Dahsyatnya Tsunami Aceh yang Kini Menjadi Ikon Wisata

PLTD Apung adalah sebuah kapal pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang menjadi saksi bisu dahsyatnya bencana tsunami yang melanda Aceh pada 26 Desember 2004. Kapal dengan bobot 2.600 ton ini terseret gelombang tsunami sejauh 5 kilometer dari lokasi aslinya di Pelabuhan Ulee Lheue hingga ke tengah Kota Banda Aceh, tepatnya di Desa Punge Blang Cut.

Baca Juga: Singkil, Surga di Selatan Aceh dengan Pesona Alam yang Menakjubkan

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, PLTD Apung kini telah bertransformasi menjadi salah satu ikon wisata di Banda Aceh yang menarik banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Kapal ini menjadi pengingat akan dahsyatnya bencana tsunami sekaligus simbol kekuatan dan ketahanan masyarakat Aceh dalam menghadapi musibah.

Sebelum menjadi saksi bisu tsunami, PLTD Apung merupakan kapal yang berfungsi sebagai pembangkit listrik untuk memenuhi kebutuhan energi di Banda Aceh dan sekitarnya. Kapal ini dibangun pada tahun 1997 dan mulai beroperasi pada tahun 2002.

Dengan panjang 63 meter dan luas sekitar 1.900 meter persegi, PLTD Apung memiliki kapasitas pembangkit listrik sebesar 10,5 megawatt. Kapal ini menjadi salah satu sumber energi penting bagi masyarakat Aceh pada masa itu.

‘Perjalanan’ PLTD Apung Saat Tsunami
Pada 26 Desember 2004, gelombang tsunami yang dipicu oleh gempa bumi dahsyat di Samudra Hindia menerjang pesisir Aceh. Gelombang setinggi 9 meter tersebut menyeret PLTD Apung dari Pelabuhan Ulee Lheue hingga ke tengah kota, menabrak dan merusak bangunan-bangunan di sekitarnya.

Peristiwa ini menunjukkan betapa dahsyatnya kekuatan gelombang tsunami. PLTD Apung yang berbobot ribuan ton pun tak mampu menahan terjangan air bah tersebut.

Setelah tsunami, PLTD Apung tidak lagi berfungsi sebagai pembangkit listrik. Kapal ini kemudian dijadikan monumen dan objek wisata untuk mengenang peristiwa tsunami sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang mitigasi bencana.

Pemerintah Kota Banda Aceh telah melakukan penataan kawasan di sekitar PLTD Apung menjadi tempat wisata yang nyaman dan edukatif. Pengunjung dapat melihat langsung kondisi kapal setelah diterjang tsunami, serta mempelajari informasi tentang bencana tsunami melalui berbagai media edukasi yang tersedia.

Selain itu, di sekitar kawasan PLTD Apung juga terdapat museum mini yang berisi foto-foto dan artefak-artefak yang berkaitan dengan tsunami Aceh. Museum ini memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang peristiwa tragis tersebut.

Bagian dalam dari Museum PLTD Apung. Sumber: istimewa

Daya Tarik PLTD Apung
* Saksi bisu dahsyatnya tsunami: PLTD Apung menjadi pengingat akan kekuatan alam yang dahsyat dan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.

* Objek wisata edukatif: Pengunjung dapat belajar tentang mitigasi bencana dan sejarah tsunami Aceh melalui berbagai informasi yang disajikan.

* Ikon Kota Banda Aceh: PLTD Apung telah menjadi salah satu landmark Kota Banda Aceh yang menarik banyak wisatawan.

* Tempat yang Instagramable: Dengan bentuknya yang unik dan latar belakang sejarahnya yang kuat, PLTD Apung menjadi tempat yang menarik untuk berfoto.

PLTD Apung bukan hanya sekadar objek wisata, tetapi juga simbol kekuatan dan ketahanan masyarakat Aceh dalam menghadapi bencana. Kapal ini menjadi pengingat bahwa meskipun bencana dapat menghancurkan, semangat dan harapan akan selalu ada untuk membangun kembali.

Garuda Indonesia Sajikan Menu Baru Khas Aceh dan Sumatera Utara

Badan SAR Selandia Baru Pesan Empat Helikopter Airbus H145 untuk Layanan Medis Darurat

Badan Pencarian dan Pertolongan Selandia Baru (Search and Rescue Services/SRSL) telah memesan empat helikopter Airbus H145 untuk mendukung operasi layanan medis darurat (emergency medical services/EMS).

Helikopter canggih ini akan memperkuat armada milik SRSL yang kini terdiri dari pesawat H145 dan BK117, sehingga semakin meningkatkan kemampuannya dalam melayani masyarakat di seluruh negeri.

“Di Airbus, kami bangga dapat mendukung upaya penyelamatan nyawa di Selandia Baru. Layanan Medis Darurat dengan Helikopter (Helicopter Emergency Medical Services/HEMS) berperan penting di negara ini, mengingat medan yang menantang dan banyaknya komunitas terpencil yang sulit dijangkau. Integrasi helikopter H145 ke dalam operasi SRSL mencerminkan visi bersama kami dalam memanfaatkan solusi helikopter canggih untuk meningkatkan kemampuan merespon berbagai kejadian, sekaligus meningkatkan standar keselamatan,” ujar Christian Venzal, Managing Director of Airbus Helicopters in Australia and New Zealand.

Helikopter H145 dikenal karena keandalan, fleksibilitas, dan teknologi canggih, menjadikannya pemimpin pasar untuk misi HEMS. Helikopter ini ditenagai oleh dua mesin Safran Arriel 2E dan dilengkapi kabin luas serta rangkaian avionik Helionix yang canggih, sehingga sangat ideal untuk menghadapi kondisi medan yang menantang dan misi darurat yang membutuhkan waktu respons cepat di kawasan Australasia. Selain itu, helikopter ini memiliki emisi CO₂ terendah dibandingkan pesaingnya.

“Helikopter H145 mengusung teknologi terbaru, termasuk desain kokpit canggih dengan human machine interface (HMI) modern, sistem avionik Helionix, serta rotor ekor anti-torsi Fenestron. Avionik Helionix Airbus, yang terhubung ke wACS, menawarkan keunggulan dalam perlindungan batas penerbangan (flight envelope), bantuan pilot, serta efisiensi dalam transfer data. Dengan meningkatkan kesadaran situasional, sistem ini memberikan tingkat keselamatan penerbangan yang belum pernah ada sebelumnya. Helionix juga memenuhi standar avionik internasional terbaru dengan sistem peringatan dan pemantauan otomatis yang inovatif.”

Saat ini, terdapat sekitar 1.740 helikopter Keluarga H145 yang beroperasi di seluruh dunia, mencatatkan lebih dari delapan juta jam terbang. Secara global, hampir 600 helikopter H145 telah digunakan untuk misi layanan medis darurat.

Airbus Tampilkan Helikopter Ringan Kelas Tiga Ton Bermesin Ganda H140

Street Gourmet, Bus Kuliner dan Wisata Sejarah di Bandung

Bandung menjadi salah satu destinasi yang cukup dekat dengan Ibukota Jakarta dan mejadi pilihan favorit pelancong. Bukan hanya wisata alamnya, kulinernya pun diminati banyak kalangan.

Nah, buat pelancong yang suka dengan wisata dan kuliner sepertinya cocok naik bus sambil keliling Bandung dan menikmati makanan khas secara bersamaan. Resto ini bernama Street Gourmet yang adalah bus pariwisata dan diubah menjadi resto wisata.

Kursi di dalam bus, diubah menjadi seperti di restoran dengan bangku dan meja nyaman. Kecepatan bus resto ini pun tidak seperti yang lainnya, karena hanya 30 km per jam.

Sehingga memungkinkan pengunjung menikmati hidangan mereka sambil bus melaju. Sebenarnya konsep bus resto ini sudah ada di beberapa kota besar di dunia seperti Paris dan Madrid serta kini bisa dinikmati di Kota Kembang.

Karena memiliki konsep wisata dan resto, Street Gourmet dilengkapi dengan pemandu wisata. Sembari menikmati makanan, pengunjung dibawa berkeliling menyusur sudut-sudut bersejarah Kota Bandung.

Pemandu dalam bus akan menerangkan tentang tempat wisata yang dilintasi Street Gourmet seperti Gedung Sate, simpang dan sepanjang jalan Dago, Bandung Indah Plaza, persimpangan Bank Indonesia, Jalan Braga, Jalan Suniaraja, Jalan Sudirman, Pasirkaliki, Jalan Padjadjaran, Jalan Cipaganti, Jalan Setiabudi, Cihampelas, dan Jalan Riau.

Bila tertarik untuk menikmati wisata sembari menikmati makanan khas di Street Gourmet, Anda bisa datang ke Kafe Mr Komot yang terletak di Jalan Citarum. Sebab, dari sanalah petualangan bersama Street Gourmet dimulai.

Perjalanan wisat ini memakan waktu sekitar 1,5-2 jam. Street Gourmet juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti bangku yang nyaman dan empuk, penyejuk udara, televisi layar lebar, wifi, dan fasilitas karaoke.

Selama perjalanan, akan ada pemutaran film dokumentasi Bandoeng Tempo Doeloe. Untuk bisa menikmati semua fasilitas tadi, Anda harus merogoh kocek Rp300 ribu untuk dua orang. Atau jika Anda datang dengan rombongan berjumlah empat orang biaya yang harus disiapkan Rp600 ribu.

Menu makanan, Street Gourmet menyediakan penganan dengan berbagai cita rasa. Menu yang ditawarkan mulai dari makanan tradisional, seperti Batagor, Colenak, Soto Bandung, dan Nasi Bakar Pasundan.

Menu lain seperti salad, potato soup, dan tiramisu juga tersedia. Bila ingin menjajal Street Gourmet, Anda harus benar-benar mengatur waktu sebaik-baiknya untuk bisa menyesuaikan dengan jadwal keberangkatan bus. Sebab, kini baru ada satu bus yang melayani pelanggan Street Gourmet.

Catat jadwal keberangkatannya, setiap pukul 09.00 WIB, 12.00 WIB, 15.00 WIB, dan 18.00 WIB. Street Gourmet juga menyediakan paket bagi perusahaan atau organisasi yang ingin menyewa penuh. Bahkan, rombongan Anda bisa dijemput di tempat dan waktu yang Anda inginkan.

Tapi, ingat, lokasi penjemputan tetap di seputaran Bandung. Tertarik mencoba?

Dari Jepang Hingga Bandung Tawarkan Sensasi Makan di Atas Bus

KMP Portlink III, ‘Tulang Punggung’ Penyeberangan di Selat Sunda

Pemberitaan soal KMP Portlink III yang menabrak movable bridge di dermaga eksekutif Pelabuhan Merak pada 17 Maret 2025 kemarin sempat menghebohkan publik, pasalnya insiden ini terjadi beberapa waktu menjelang puncak arus mudik. Terlepas dari insiden tersebut, tahukah Anda bahwa KMP Portlink merupakan salah satu kapal feri terbesar yang dimiliki oleh ASDP Indonesia Ferry? Dan tahukah Anda bahwa KMP Portlink juga dinilai sangat fleksibel karena sempat membantu TNI dalam mengangkut logistik?

Baca Juga: Serupa Tapi Tak Sama, Inilah Perbedaan Moveable Bridge dengan Garbarata di Bandara

Dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, KMP Portlink III merupakan salah satu kapal feri terbesar dan termewah yang beroperasi di rute penyeberangan Selat Sunda, menghubungkan Pelabuhan Merak di Banten dengan Pelabuhan Bakauheni di Lampung.

KMP Portlink III mulai beroperasi pada tahun 2018 dan sejak itu menjadi salah satu kapal feri andalan di rute Merak-Bakauheni. Kapal berjenis feri Ro-Ro (Roll-on/Roll-off) ini memiliki panjang 143 meter dan lebar 23 meter, dengan kapasitas angkut yang luar biasa; 1.000 penumpang, 105 truk dan 50 mobil pribadi.

Berbekal dua mesin penggerak Mitsubishi B&W 8L58/64 yang menghasilkan total daya 24.000 tenaga kuda, memungkinkan KMP Portlink III untuk mencapai kecepatan hingga 14 knot atau sekitar 26 km/jam.

Menyoal fasilitas, KMP Portlink III menawarkan berbagai fasilitas dan layanan untuk kenyamanan penumpangnya, seperti ruang penumpang yang luas dan nyaman, dilengkapi dengan AC dan tempat duduk yang empuk, restoran dan kafetaria yang menyajikan berbagai pilihan makanan dan minuman, musholla untuk penumpang yang ingin beribadah hingga area bermain anak-anak dan layanan eksekutif lainnya yang bisa memanjakan setiap penumpang.

TNI AD yang tengah loading logistik ke KMP Portlink III. Sumber: indomiliter.com

Nah, seperti yang sudah disinggung sebelumnya, KMP Portlink III juga sempat ‘di-carter’ oleh TNI AD guna melayani pengangkutan personil dan alutsista dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Panjang, Lampung pada Minggu, 4 Agustus 2019 silam. Dikutip dari laman indomiliter.com, adapun tujuan dari penyewaan KMP Portlink III oleh TNI AD adalah untuk mendukung Latihan Antar Kecabangan (Ancab) TNI AD 2019 di Baturaja, Sumatera Selatan.

Tidak bisa dipungkiri, KMP Portlink III memainkan peran penting dalam transportasi antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatra, terlebih saat arus mudik seperti saat ini. Tidak hanya dari segi mobilitas penumpang, tapi KMP Portlink III juga berperan aktif dalam mendukung mobilisasi logistik di kedua pulau tersebut.

KRI Tanjung Kambani 971, Kapal Ferry RoRo dengan Cita Rasa Militer

Dishub Semarang Lakukan Ramp Check, 50 Bus Laik Jalan dari 70 Armada

Keika perjalanan mudik Lebaran, bukan hanya fisik yang harus disiapkan untuk melalui perjalanan yang cukup Panjang. Namun kendaraan pun juga harus dipersiapakan dengan baik agar perjalanan menjadi lancar, aman dan nyaman.

Begitupun bila menumpang bus untuk mudik Lebaran ke kampung halaman. Para operator bus haruslah juga mengecek semua unit armada mereka sebelum mengangkut penumpang pada masa jelang Lebara 2025 ini.

Selain untuk kenyamanan, keamanan adalah kunci Utama dalam perjalanan. Sehingga bila bus laik jalan, maka penumpang pun aman dan tenang untuk menikmati perjalanan ke kampung halaman.

Seperti Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang yang baru-baru ini menjaring puluhan kendaraan yang tidak laik jalan saat menggelar Ramp Check armada bus yang melayani angkutan mudik Lebaran. Dishub melakukan pemeriksaan kelayakan bus di terminal maupun pool atau garasi bus pariwisata di Kota Semarang.

Sekretaris Dishub Kota Semarang, Danang Kurniawan mengatakan, dari 70 kendaraan yang diperiksa Dishub, 20 di antaranya tidak lolos uji. Sedangkan 50 lainnya laik operasional atau lolos uji.

Dilansir dari berbagai laman sumber, armada bus yang laik beroperasi akan ditempelkan stiket untuk operasional angkutan mudik Lebaran. Sedangkan 20 bus yang tak laik melayani angkutan Lebaran akan diberikan surat perintah untuk melakukan perbaikan.

Dari pengecekan kelayakan, bus yang tidak laik beroperasi ini memiliki masalah dari berbagai bagian. Adapun hasilnya yakni penemuan penggunaan ban vulkanisir, wiper mati dan juga fisik karoseri tidak laik untuk operasional angkutan.

Dalam Ramp Check yang dilakukan, ada dua hal yang dicek petugas yakni persyaratan administrasi seperti uji KIR kendaraan, SIM, dan persyaratan teknis lain jalan. Ini juga termasuk menyasar petugas bus BRT Trans Semarang.

Yang mana, para petugas bus ini dipastikan sudah memenuhi unsur keselamatan perjalanan.

“Ini untuk memastikan seluruh bus aman dioperasionalkan, termasuk nantinya pemasangan rambu-rambu portable di beberapa titik yang sudah kita siapkan bersama jajaran Satlantas Polrestabes Semarang, disesuaikan dengan SOP dari Korlantas Polri. Karena akan ada skenario pembatasan kendaraan saat periode Lebaran, baik di jalur tol maupun non tol, yakni one way, ganjil genap, maupun pembatasan angkutan barang, mulai dari tanggal 24 maret- 8 April 2025,” kata Danang.

Persiapan Angkutan Lebaran, KAI Gandeng DJKA dan BTP Jakarta Lakukan Ramp Check di LRT Jabodebek

Imbauan KAI: Mulai 25 Maret Perjalanan KA Lokal Merak Hanya Sampai Stasiun Cilegon

Angkutan lebaran 2025 memang tak diragukan lagi bagi para penumpang kereta api yang hendak mudik ke kampung halaman. Terlebih saat ini hingga tanggal 9 April mendatang, semua tiket KA sudah ludes terjual. Tak hanya kereta api jarak jauh, KA lokal pun jadi andalan masyarakat untuk mudik dan bersilaturahmi ke berbagai kota di Pulau Jawa. Tak hanya itu pemudik yang hendak menuju ke Pulau Sumatera pun kereta api menjadi andalan.

Seperti halnya sarana kereta api lokal dengan rute Rangkasbitung-Merak ini. Pantauan kabarpenumpang melihat tiket online di aplikasi KAI pun sudah ludes terjual di tanggal 25-30 Maret 2025. Nah, dari situlah imbauan KAI beredar di media, bahwa penumpang yang menggunakan kereta api Commuter Line Merak untuk turun di Stasiun Cilegon. Kebijakan ini berlaku 25-30 Maret 2025.

Kebijakan ini dikeluarkan oleh Pemerintah Perhubungan Provinsi Banten bersama PT KAI yang menjelaskan bahwa keputusan ini diambil untuk memperlancar arus lalu lintas di depan pintu masuk Pelabuhan Merak. Kebijakan ini telah diterapkan selama tiga tahun terakhir dan hasil evaluasi menunjukkan efektivitasnya dalam mencegah kemacetan serta kecelakaan di perlintasan kereta api di depan pelabuhan.

Meskipun tidak sampai ke Stasiun Merak, KA Commuter Line Merak tetap menjadi pilihan moda transportasi yang murah dan bebas macet bagi pemudik dari arah Jabodetabek menuju Merak. PT ASDP Indonesia Ferry telah menyiapkan 15 unit shuttle bus untuk penjemputan dan pengantaran pemudik dari dan ke Pelabuhan Merak-Stasiun Cilegon. Nantinya jadwal dan kedatangan shuttle bus tersebut akan disesuaikan dengan kedatangan dan keberangkatan KA Lokal di Stasiun Cilegon.

KA Commuter Line Merak saat ini tidak melayani perjalanan sampai Stasiun Merak.

Stasiun Merak memang teruhubung dan sangat dekat dengan pintu Pelabuhan Merak. Tak hanya penumpang, beberapa kendaraan saat mudik Lebaran sudah tentu memadati area pelabuhan. Stasiun Merak sendiri memang akses dan areanya terbilang tidak terlalu besar.

Dalam sehari saja, KA Commuter Line Merak melayani 14 kali perjalanan, dengan masing-masing 7 kali perjalanan dari Merak ke Rangkasbitung dan sebaliknya. Padahal normalnya, Commuter Line Merak berhenti di 11 stasiun, yaitu Rangkasbitung, Jambubaru, Catang, Cikeusal, Walantaka, Serang, Karangantu, Tonjongbaru, Cilegon, Kerenceng, dan Merak. Dengan kebijakan sementara ini, KAI dan pemerintah berharap bisa terus memberikan pelayanan yang terbaik dan juga bisa memperlancar arus mudik di tahun ini.

Stasiun Merak, Pilihan Integrasi Lintas Moda Penumpang Kapal Ferry

Berdiri Sejak Tahun 1800-an, ‘Stasiun Malasan’ Punya Beragam Kisah Unik

Rasanya jalur KA timur Pulau Jawa tak ada habisnya untuk dibahas. Mulai dari spot menarik untuk diabadikan dalam bentuk gambar, hingga jalur KA-nya yang penuh dengan sejarah panjang. Nah, kabarpenumpang kali ini akan mengajak pembaca untuk melihat stasiun kecil di jalur bersejarah wilayah Daerah Operasi (Daop) 9 Jember ini.

Stasiun Malasan (MLS) merupakan stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Malasan Wetan, Tegalsiwalan, Probolinggo; termasuk dalam Daerah Operasi IX Jember pada ketinggian +138 meter. Dengan bangunan stasiunnya yang sederhana, Stasiun Malasan hanya memiliki 2 jalur yang tersedia dan tidak melayani naik dan turun penumpang.

Stasiun ini merupakan stasiun yang letaknya paling selatan di Kabupaten Probolinggo. Stasiun ini terletak agak masuk ±200 m sebelah kiri dari jalan raya Lumajang-Probolinggo, setelah perlintasan sebidang jalan raya tersebut bila mengarah dari utara.

Sebagai informasi, stasiun dengan sistem persinyalan mekanik yang berada di petak antara Stasiun Ranuyoso dan Stasiun Leces ini ternyata sudah berusia lebih dari 1 abad. Bangunan Stasiun Malasan ini merupakan bangunan peninggalan Hindia Belanda. Pembangunan stasiun ini bersamaan dengan adanya pembangunan jalur rel kereta api dari Pasuruan-Probolinggo-Klakah yang dikerjakan oleh perusahaan kereta api milik pemerintah di Hindia Belanda, Staatsspoorwegen, dari tahun 1884 hingga tahun 1895.

Stasiun ini diresmikan pada 1 Juli 1895 bersamaan dengan stasiun-stasiun lainnya yang ada di jalur rel Probolinggo-Klakah. Jalur tersebut merupakan bagian dari proyek jalur kereta api di Jawa untuk line menuju bagian timur (Oosterlijnen) sepanjang 74 kilometer. Pengerjaannya dimulai dari Pasuruan menuju Probolinggo dan selesai pada tahun 1884, selang sepuluh tahun barulah dilanjutkan pengerjaannya dari Probolinggo menuju Klakah.

Stasiun Malasan hanya memiliki 2 jalur. (Foto: Tangkapan Layar Youtube/RF Ndeso Channel)

Saksi Bisu Penurunan Penumpang yang Melanggar Peraturan
Sebagai informasi bahwa stasiun ini tidak untuk digunakan sebagai naik/turun penumpang, ternyata ada kisah yang tersebar di media sosial yang menjadikan stasiun ini ramai diperbincangkan. Ya, informasi yang belum lama ini mengungkapkan bahwa adanya ketidaktertiban penumpang kereta api sehingga harus turun di Stasiun Malasan ini.

Ya, dari banyak kabar yang beredar bahwa salah seorang penumpang KA Sri Tanjung relasi Ketapang-Lempuyangan, kedapatan merokok elektrik (vape) diatas kereta. Penumpang itu kedapatan merokok vape oleh petugas On Train Cleaning (OTC) di bordes antara sambungan kereta ekonomi 6-7.

OTC kemudian melaporkan kejadian tersebut ke kondektur dan berkoordinasi dengan Polsuska (Polisi Khusus Kereta Api). Padahal sudah jelas sebelumnya peringatan sesuai dengan regulasi yang menyatakan bahwa perjalanan kereta api bebas asap rokok, sudah diinformasikan melalui pengeras suara yang didalam kereta selama perjalanan berlangsung. Setelah diketahui penumpang tersebut melanggar, akhirnya diturunkan di stasiun yang terdekat saat kereta memacu perjalanannya. Stasiun Malasan menjadi stasiun terdekat untuk penumpang yang melanggar tersebut diturunkan.

Jalur Ekstrem, Stasiun Malasan Dilengkapi ‘Sepur Luncur’
Stasiun yang berlokasi di Jalan Stasiun Malasan, Dusun Krajan RT. 08 RW. 02 Desa Malasan Wetan, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur ini bila ditelaah memiliki jalur dengan tanjakan/turunan agak curam.

Dengan jalur yang bisa dibilang ekstrem ini memiliki keamanan untuk perjalanan kereta api. Sepur lurus di Stasiun Malasan ini berada dijalur 2. Nah, di jalur 2 inilah Stasiun Malasan memiliki jalur khusus yang dinamakan ‘sepur luncur’. Alasan dibuatnya sepur luncur ini, tentu saja untuk menghindari perjalanan kereta api yang tidak bisa dikendalikan. Jika tidak ada kereta api melintas, wesel jalur 2 berada diposisi sepur luncur. Namun, jika kereta api akan melintas normal, wesel sepur luncur ditutup mengarah ke jalur raya.

Sepur badug sekaligus sepur luncur di Stasiun Malasan. (Foto: Tangkapan Layar Youtube/RF Ndeso Channel)

Informasi tambahan bahwa Stasiun Malasan ini merupakan stasiun yang kecil dan lokasinya berada sudut permukiman yang masih jarang atau belum padat, sehingga stasiun ini tidak memperlihatkan aktivitas stasiun pada umumnya, yaitu menaikkan maupun menurunkan penumpang. Stasiun itu hanya untuk persilangan dan persusulan antarkereta api yang melintas di jalur tersebut, sehingga setiap harinya stasiun ini terlihat sepi.

Dengan Airbus A350-900, Malaysia Airlines Kembali Buka Penerbangan Langsung Kuala Lumpur – Paris

Malaysia Airlines menandai kembalinya ke Paris sebagai destinasi ke-68 dengan dimulainya penerbangan langsung (direct flight) dengan flight MH22 ke Bandara Charles de Gaulle. Maskapai nasional tersebut mengatakan penerbangan perdana berangkat dari Terminal 1 Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) pukul 23.45 waktu setempat pada hari Sabtu dan tiba di Paris pukul 06.40 waktu setempat.

Layanan tersebut mendapat respons yang luar biasa, dengan jumlah penumpang mencapai 95 persen untuk MH22, dan 98 persen untuk penerbangan kembali flight MH21, yang mencerminkan tingginya permintaan perjalanan antara Malaysia dan Perancis.

Malaysia Airlines akan mengoperasikan empat penerbangan mingguan antara Kuala Lumpur dan Paris mulai 22 hingga 27 Maret dengan pesawat jenis Airbus A350-900, sebelum menambah frekuensi menjadi penerbangan harian mulai 29 Maret 2025.

Kepala bagian komersial Malaysia Aviation Group, Dersenish Aresandiran, mengatakan layanan langsung ke Paris memperkuat posisi perusahaan sebagai pintu gerbang ke Asia dan sekitarnya, sekaligus mencerminkan permintaan yang terus meningkat untuk perjalanan yang lancar antara Malaysia dan Perancis.

“Untuk mengantisipasi kembalinya layanan ini, kami memperkenalkan kampanye ‘Time for Paris’ tahun lalu, yang mengajak para pelancong untuk menemukan kembali keajaiban Kota Cahaya dengan Keramahtamahan Khas Malaysia Airlines.

Untuk menyambut layanan penerbangan ini, Malaysia Airlines memperkenalkan buku saku ‘Time for Memorable Journeys’ untuk semua penumpang pada rute baru ini.

Sebagai bagian dari komitmen Malaysia Airlines untuk meningkatkan konektivitas global, dilakukan kerja sama berupa codeshare dengan American Airlines untuk memperluas pilihan perjalanan bagi penumpang yang terbang ke dan dari Paris dan sekitarnya.

Dengan dibukanya kembali rute Paris, penumpang Malaysia Airlines kini dapat mengakses empat tujuan AS tambahan melalui Bandara Charles de Gaulle – New York, Dallas, Miami, dan Orlando – yang semakin memperkuat peran maskapai dalam menghubungkan Eropa dengan Asia dan sekitarnya.

Dari Bandara Charles de Gaulle Mau ke Pusat Kota Paris? Paling Murah dan Tepat Waktu Gunakan RER B

Stasiun Kiaracondong yang Kini Lebih Besar dan Nyaman. Tapi …

Berada di wilayah Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, Stasiun Kiaracondong menjadi urat nadi masyarakat wilayah Bandung dan sekitar sebagai pengguna setia kereta api. Dengan ketinggian +681 meter merupakan stasiun kereta api kelas besar tipe B yang terletak di Kiaracondong, Bandung, tepatnya di batas antara Babakansari dan Kebonjayanti.

Peningkatan jadwal pemberangkatan di Stasiun Bandung menjadi alasan semua keberangkatan kereta api antarkota kelas ekonomi lintas selatan Jawa dipindahkan ke Stasiun Kiaracondong, sedangkan kereta api antarkota kelas eksekutif, campuran, dan sebagian kecil kelas ekonomi tetap dilayani di Stasiun Bandung.

Saat ini, Stasiun Kiaracondong tetap menjadi stasiun penting di Bandung, karena kebijakan PT KA yang menjadikan stasiun ini menjadi stasiun perhentian untuk KA ekonomi dari dan menuju Bandung, atau yang melewati Bandung. Sama seperti Jakarta yang memisahkan KA eksekutif/bisnis (berhenti Gambir) dan ekonomi (berhenti Pasarsenen). Begitupun bangunan stasiun yang saat ini makin bagus, megah dan juga nyaman bagi penumpang. Namun dengan adanya bangunan baru yang dilengkapi skybridge ini justru dikeluhkan oleh penumpang yang biasa naik dari stasiun ini.

Skybridge Stasiun Kiaracondong. (Foto: Dok. Istimewa)

Terutama belum lama ini penumpang hendak naik kereta api dengan rute Kiaracondong-Kutoarjo tidak bisa boarding dikarenakan tiket tidak bisa digunakan. Melansir dari Tribun Jabar bahwa salah satu penumpang berusia paruh baya yang mengalami hangus tiket dadakan, Lina, selaku warga Antapani mengatakan, dirinya terpaksa merelakan tiketnya hangus padahal ia datang 25 menit sebelum keberangkatan.

Padahal, tambah Lina, jadwal tiket keberangkatan kereta api yang tertera pada tiket miliknya yakni pukul 20.50 WIB. Lina juga mengungkap, bahwa aturan tersebut tidak diberitahukan sebelumnya oleh pihak PT KAI kepada dirinya. Bahkan, ada sekira 5 penumpang lainnya, termasuk penumpang yang membawa anak dan lansia, harus mengalami tiket hangus.

Tak hanya itu selain akses penghubung selepas boarding hingga peron tempat rangkaian KA diparkir yang ditempuh penuh dengan berjalan kaki, bagian lorongnya pun menanjak-menurun karena ketiadaan eskalator. Kapasitas lift yang tersedia juga cenderung terbatas. PT KAI sendiri ingin memoles bangunan baru Stasiun Kiaracondong. Termasuk opsi memasang eskalator dan lift sehingga keberadaannya lebih pantas. Hanya saja, prosesnya tidak mudah. Pasalnya, bangunan Skybridge Stasiun Kiaracondong yang dibangun dari APBN itu masih milik negara. Untuk peningkatan atau mengganti fungsi mesti terlebih dahulu mendapatkan clearance, atau izin terlebih dulu.

Jalur Ganda Kiaracondong – Cicalengka Dibangun, Kereta Api Tambah Kecepatan 100 Km Per Jam