Permudah Transportasi Urban, Tiongkok Bangun Rel Kereta di Apartemen

Tiongkok negara dengan penduduk terbanyak di dunia ini akan membuat Anda tidak percaya dengan apa yang ada di salah satu sudut kotanya. Dilansir dari standard.co.uk, di daerah Chongqing kereta api berjalan langsung melalui blok-blok flat (apartemen/rusun). Mungkin Anda tidak percaya, tetapi ini benar-benar ada dan melewati bagian dalam dari 19 rusun/apartemen di kota Chongqing.

Kereta ringan yang melewati rusun/apartemen di kota ini adalah Chongqing Rail Transit Line nomor 2. Uniknya lagi, kereta ini melewati rusun/apartemen setiap hari dan ada kemungkinan kereta ringan ini berjenis LRT (Light Rail Transit) Monorel yang mampu mengangkut banyak penumpang dan tidak berisik.

Kereta ringan Chongqing Rail Transit Line nomor 2 ini adalah salah satu sistem transportasi di kota dengan luas 31.000 mil persegi dengan populasi sekitar 49 juta orang. Bisa dikatakan, kota ini bukanlah kota besar, melainkan kota kecil dengan penduduk yang padat dan berdesakan. Hal ini jugalah yang membuat perencanaan kota harus memiliki solusi yang efisien untuk sistem transportasinya.

Kereta ringan ini, memiliki radius kecil dan mampu menampung banyak orang. Tak hanya itu, kereta ringan ini juga dibuat melalui jalan-jalan kecil dan untuk memadukan sistem kereta dengan lingkungan sekitarnya. Sejak proses perencanaanya, LRT ini dibuat melalui rusun/apartemen, pihak pengembang melakukan koordinassi dengan pejabat tata kota untuk membuat desain yang tepat dan memungkinkan kereta bisa melalui bangunan.

Menurut harian setempat, pengembang dan pejabat tata kota, membangun sebuah stasiun di lantai delapan kompleks apartemen tepatnya di stasiun Liziba. Ini memuat para penghuni apartemen bisa langsung menggunakan kereta dari apartemen mereka sendiri tanpa harus menuju stasiun lainnya. Selain itu, jauhkan pikiran Anda dengan kereta yang berisik. Sebab,ChongqingRail Transit Line nomor 2 ini terkenal menjadi jalur kereta yang tenang. Melihat model LRT ini, rasanya pas diterapkan di Jakarta di masa depan.

Landing Craft Tank Mulai Gerus Pendapatan Pengusaha Kapal Ferry

Dominasi moda angkutan penyeberagan barang seperti truk antar pulau selama ini lumrah disokong oleh kapal ferry. Di Indonesia penyedia layanan ferry adalah BUMN PT ASDP Indonesia Ferry dan para pengusaha kapal swasta yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai dan Penyeberangan (Gapasdap). Meski jalur penyeberangan berbasis ferry selalu dibutuhkan, namun belakangan omset pendapatan pengusaha kapal ferry dilaporkan mengalami penurunan signifikan, pasalnya pengemudi truk angkutan barang sebagian mulai beralih menggunakan jasa Landing Craft Tank (LCT).

Baca juga: Mengenal Jenis Tarif di Lintasan Ferry Terpadat, Merak – Bakauheni

Tidak tanggung-tanggung, penurunan pendapatan akibat LCT mencapai 25 persen, demikian dikatakan Ketua DPP Gapasdap Khoiri Soetomo, dikutip dari Tempo.co (20/4/2017). Tidak adanya ketentuan batas ketinggian barang bawaan pada truk menjadi daya pikat tersendiri bagi pengemudi truk untuk beralih ke jasa LCT. Padahal tidak adanya ketentuan batas ketinggian pada truk yang dibawa berbuntut pada masalah standar keselamatan dan mengganggu stabilitas kapal. Karena tak dirancang dengan standar keselamatan yang baik, kelengkapan seperti “life jacket”, “inflatable life raft” (ILR), dan sprinkler di setiap geladak juga tidak ada .Dari sisi keamanan LCT tidak dilengkapi dengan CCTV dan tenaga keamanan.

Secara bisnis, LCT pun dioperasikan dari pelabuhan yang berdekatan dengan pelabuhan yang telah eksis. Sebagai contoh di lintasan LCT Bojanegara – Muara Piluh, Bakauheni yang berimpit dengan lintasa kapal ferry Merak – Bakauheni. Sayangnya pemerintah justru memberikan peluang kepada perusahaan pelayaran untuk mengoperasikan kapal jenis LCT dan mereka tidak melengkapi dengan standar keselamatan yang memadai, baik bagi penumpang dan muatannya (geladaknya terbuka sehingga barang mudah rusak terkena air).

Imbas dari menurunnya omset pendapatan kapal ferry, menyebabkan perusahaan pelayaran yang beroperasi di lintas Merak-Bakauheni merasa berat untuk menutup biaya operasional. Pihak Gapasdap mengusulkan agar LCT dioperasikan di lintas yang tidak berimpit dengan lintas Merak-Bakauheni, Kami harapkan pemerintah memberikan solusi yang terbaik terhadap permasalahan tersebut guna keberlangsungan layanan di lintas penyeberangan Merak-Bakauheni. Gapasdap tidak meminta dilindungi dan diproteksi berlebihan oleh pemerintah. Keadilan dalam aturan adalah hal utama agar kedua belah pihak bisa hidup bersama dan berdampingan,” ujar Khoiri.

Mengenal Landing Craft Tank
Aslinya jenis kapal ini diciptkan untuk kepentingan militer, kiprah LCT mulai popular semenjak Perang Dunia Dua di Eropa. Memiliki dek yang luas dan rata, menjadikan LCT cocok untuk mengangkut tank, prajurit atau bahan logistik. Dalam perkembangannya, dek kapal ini juga bisa dipasangi senjata anti serangan udara, meriam dan juga peluncur roket. Beberapa kapal ini juga digunakan sebagai penyapu ranjau.

Kini LCT lebih popular untuk keperluan komersial, karena kapal ini sangat efisien untuk pengangkutan heavy cargo, bulldozer, excavator, dump truck, loader dan alat berat lainnya yang sangat diperlukan untuk pekerjaan pertambangan dan proyek konstruksi . Selain itu bahan-bahan konstruksi berukuran besar seperti pipa besi, lembaran baja, tanki air dan sebagainya juga dapat diangkut dengan LCT. Ciri khas lain dari LCT adalah tidak memerlukan pelabuhan yang besar untuk mendaratkan barang yang diangkutnya dan bisa melakukan bongkar muat hampir di mana saja.

PT Angkasa Pura II Mudahkan Parkir Inap dengan Aplikasi “Parkir Inap Angkasa Pura II”

PT Angkasa Pura II (Persero) benar-benar mempersiapkan implementasi Smart Airport di Bandara Soekarno-Hatta. Ini terlihat dari inovasi baru yang diberikan oleh AP II yakni layanan parkir inap dengan memanfaatkan teknologi berbasis online.

Adanya teknologi baru pada layanan parkir inap, diharapkan memudahkan para pengguna jasa pesawat terbang yang akan berangkat dari bandara Soetta bisa memesan parkir inap (booking-in-advance) sebelum tiba di bandara Soetta. Pihak AP II, untuk layanan parkir inap sudah menyiapkan area 10 ribu meter persegi untuk parkir inap baru yang letaknya di wilayah barat (West Long-term Park) di depan stasiun kereta bandara dan Terminal 2.

Baca juga: 6 Cara Menghemat Uang Saat Parkir Mobil di Bandara

Dilansir dari angkasapura2.co.id (21/4/2017), Parkir inap baru mampu menampung hingga 402 mobil dengan batas waktu operasional 24 jam setiap harinya. Nantinya para pengguna parkir inap akan dikenakan biaya 4 jam pertama Rp30 ribu dan perjam berikutnya dikenakan biaya progresif Rp6 ribu dengan pembayaran menggunakan E-Payment yang sudah dapat dilakukan pada bank yakni Mandiri, BNI, BRI dan BCA.

Tak hanya itu, AP II juga menyediakan fasilitas baru untuk kenyamanan pengguna layanan parkir dengan mobil antar jemput (Shuttle Car) yang akan mengantarkan langsung penumpang ke toilet, musollah, mobil dan fasilitas cuci mobil otomatis. Pembangunan parkir inap ini merupakan kerjasama anak perusahaan AP II yakni PT Angkasa Pura Propertindo (APP) untuk pembangunan infrastruktur dan PT Angkasa Pura Solusi (APS) pada operasionalnya dengan investasi sebesar Rp15 miliar.

“Kami sangat bersemangat untuk terus mendrong bandara-bandara dibawah AP II menjadi Smart Airport dengan menghadirkan inovasi layanan-layanan lainnya. Dengan hadirnya layanan baru ini, sekaligus momentum persiapannya AP II dalam menyambut perpindahan penerbangan internasional dari Terminal 2 ke Terminal 3 pada 1 Mei 2017, sehingga penambahan kapasistas parkir inap di wilayah barat ini menjadi relevan karena akan mampu melayani pengguna jasa lebih nyaman mudah dan aman bagi yang memiliki mobilitas tinggi untuk menitipkan kendaraannya,” ujar President Director AP II Muhammad Awaluddin.

Sistem reservasi layanan parkir inap secara online sudah bisa digunakan melalui aplikasi di Android “Parkir Inap Angkasa Pura II” yang bisa di unduh melalui Play Store dan untuk iOS di App Store. Nantinya, untuk pengembangan, aplikasi layanan parkir inap online ini akan disatukan dengan aplikasi Airports apps dan akan dileengkapi dengan penambahan fungsi seperti full book via mobile apps dan parking’s sensor yang memudahkan pengguna memilih posisi parking lot saat reservasi melalui smartphone. Namun sampai berita ini dibuat, aplikasi “Parkir Inap Angkasa Pura II” ternyata belum tersedia di Google Play Store.

AP II merencanakan untuk sistem parkir inap dan aplikasi ini dapat di aplikasikan secara menyeluruh di Bandara Internasional Soetta serta bandara-bandara lainnya di wilayah Barat Indonesia.

Multimobby, Antar Penumpang di Bandara Hingga Keluar Masuk Lift

Perkembangan teknologi saat ini tidak hanya untuk alat komunikasi dan kendaraan angkutan massal saja. Pun alat transportasi mobil penumpang di dalam gedung bandara saat ini juga mendapat sentukan teknologi anyar, contohnya seperti mobil mini yang diperuntukkan mengantar para penumpang dengan mobilitas rendah.

Dilansir dari newatlas.com (18/4/2017), baru-baru ini, Rotor Studio ditugaskan untuk membuat kendaraan dengan daya listrik baru untuk mobilitas khusus di Belanda. Rotor Studio merupakan perusahaan yang mengkhususkan pada solusi mobilitas untuk bandara, rumah sakit dan ruang publik lainnya.

newatlas.com
newatlas.com

Dalam pengembangan teknologi baru pada kendaraan untuk bandara ini, Rotor Studio membuat konsep Multimobby untuk membantu penumpang dengan mobilitas rendah sampai dengan aman dan nyaman dari gerbang yang satu ke gerbang lainnya di bandara. Multimobby mampu menampung tujuh penumpang dengan beberapa teknologi dengan emisi rendah meski tidak otonom. Kendaraan ini memiliki sensor onboard untuk memantau rintangan yang menghalangi dan menghindari tabrakan dengan orang-orang yang berada di sekitar.

Multimobby PRM (people with reduced mobility) mampu menampung tujuh penumpang dengan dikendalikan oleh seorang pengemudi. Multimobby PRM punya dimensi 294 x 109 x 198 cm, belum termasuk rak bagasi opsional di bagian belakang. Untuk barang-barang milik penumpang bisa dimasukkan ke bagian bawah tempat duduk. Dengan ukuran yang simple, Multimobby di indoor area bandara dirancang mampu masuk ke dalam lift untuk memudahkan perpindahan penumpang.

newatlas.com
newatlas.com

Uniknya pintu mobil ini berada di bagian kanan setiap duduk penumpang, pintu bisa di buka semuanya, sedangkan pintu untuk pengemudi berada di bagian sebelah kiri tepat disebelah kemudi mobil. Bentuknya yang simple dan tanpa atap, membuat penumpang lain bisa melihat kepala penumpang lainnya yang berada di Multimobby ini. Untuk keamanan, bila salah saty penumpang secara tiba-tiba membuka pintu, otomatis mobil akan langsung berhenti.

Tak hanya itu, Multimobby ini dikabarkan mampu berputar 360 derajat on-the-spot dan menyesuaikan kecepatan sesuai dengan keadaan dan kondisi saat dilalui. Bila kendaraan dalam keadaan agak padat atau banyak penumpang, mobil ini akan berjalan dengan kecepatan lebih lambat atau normal, sedangkan dalam keadaan sepi, mampu berjalan lebih cepat dari kecepatan normal.

Hingga kini, prototipe Multimobby sudah di uji coba di Bandara Brussel, Belgia dan Heathrow, London, Inggris.

Jadi Gubernur, Ini Janji Anies Atasi Masalah Transportasi di Jakarta

Sebagai kota yang penuh dengan segala kemajemukannya, Jakarta memiliki beban terberat dibandingkan dengan kota lainnya. Hal ini karena Jakarta adalah ibu kota negara Indoensia, dimana segalanya ada di kota metropolitan. Baru-baru ini, gubernur terpilih yakni Anies Rasyid Baswedan yang akan mulai menjabat Oktober 2017 mendatang memiliki segudang janji-janji untuk masalah transportasi kota Jakarta.

Anies menjanjikan banyak sarana transportasi yang akan dibenahi dari mulai angkutan umum seperti Metromini, Kopaja, Mikrolet, KWK, Transjakarta dan angkutan umum lainnya. Anies pernah mengatakan pembenahan angkutan umum ini agar warga Jakarta bisa naik transportasi umum dan kendaraan pribadi di parkir di rumah.

Gubernur yang akan menjabat Oktober mendatang ini juga megatakan akan membuat satu kartu yang bisa terintergrasi dari kapal Kepulauan Seribu dengan angkutan-angkutan di Jakarta. Nantinya kartu terintegrasi ini setiap sekali penyeberangan dan melanjutkan dengan transportasi lainnya masyarakat akan dikenakan biaya Rp5 ribu saja. Memang mencenangkan, sebab tarif perahu dari Muara Angke ke Pulau Pramuka dan sekitarnya sekali perjalanan sekitar Rp40 ribu.

Berdemokrasi.com
Berdemokrasi.com

Tak hanya kartu untuk integrasi, Anies juga berjanji akan membuat angkutan umum yang masuk dan megantarkan penumpang ke perumahan-perumahan yang belum terintegrasi angkutan umum. Bersama dengan wakilnya, Anies juga berjanji akan secepatnya menyelesaikan proyek LRT yang saat ini dalam tahap pembangunan dan membuat transportasi murah agar semua rakyat Jakarta bisa menikmati angkutan umum dengan Rp5 ribu untuk keliling Jakarta.

Padahal, saat ini sudah ada bus TransJakarta dan bisa digunakan masyarakat ibu kota yang mau berkeliling Jakarta dengan mengeluarkan dana untuk membayar ongkos Rp3500 saja. Belum lama juga ada KWK yang sudah terintegrasi dengan TransJakarta dengan kartu Rp15 ribu yang bisa di gunakan penduduk Jakarta selama sebulan dan baru ada tiga rute yang terintegrasi. Selain itu, integrasi TransJakarta dengan KWK saat ini menggunakan teknologi canggih

Semua janji-janji yang menggiurkan dan memudahkan ini belum jelas apakah akan terealisasi atau sekedar janji manis untuk warga Jakarta. Mungkin akan terealisasi namun bisa saja tak terealisasi dan mengganti semuanya atau melanjutkan yang sudah ada sebelumnya. Tanda tanya besar dan masih menunggu hingga Anies menjabat menjadi Gubernur yang sah untuk hasil yang pasti baik dalam 100 hari kerjaa ataupun selama menjabat Gubernur periode 2017-2022.

India Hadirkan Kereta Kubah Kaca Untuk Tarik Wisatawan

Pada hari Minggu (16/4/2017) kemarin, Menteri Kereta Api India, Suresh Prabhu meluncurkan sebuah kereta wisata dimana pada bagian atap kereta terpasang kaca bening yang memungkinkan penumpangnya melihat pemandangan di atasnya. Nantinya, kereta berjuluk Vistadome Coaches ini nantinya akan beroperasi dari Visakhapatnam menuju Araku.

Beberapa sarana penunjang turut terpasang di dalam kereta ini, seperti kubah kereta yang terbuat dari kaca bening, bangku yang bisa diputar, Global Positioning System (GPS), dan fasilitas hiburan yang ada di dalam kabin, seperti beberapa buah televisi yang terpasang menggantung di atap kabin. Kaca bagian sisi kereta pun terlihat sedikit lebih besar dari ukuran normal. 40 kursi yang tersedia di setiap gerbong dan berbalut kain hijau seakan siap menemani Anda yang hendak bepergian menggunakan kereta ini.

Sumber: news18.com
Sumber: news18.com

Walaupun kereta dengan corak strip biru oranye pada bagian luarnya ini baru saja dirilis pada Minggu (16/4/2017) kemarin, namun hal tersebut tidak menyurutkan antusias warga India untuk menyaksikan langsung kereta yang sudah lama mereka nanti-nantikan itu. Dalam acara inaugurasi pada Minggu kemarin, Suresh mengatakan kereta tersebut mulai akan beroperasi pada hari Kamis (20/4/2017) mendatang.

Dalam kesempatan yang sama, Suresh mengatakan peluncuran dari Vistadome Coaches ini merupakan sebuah inisiasi terhadap apa yang akan dilakukan pemerintah untuk kedepannya. ”Sedang merencanakan sesuatu untuk memperkenalkan layanan Vistadome di negara bagian timur laut yang terkenal akan keindahannya sebagai bagian untuk mengkampamyekan sektor pariwisata,” Ujar Suresh seperti yang dilansir dari laman newindianexpress.com, Senin (17/4/2017).

Sumber: newindianexpress.com
Sumber: newindianexpress.com

Dihimpun dari sumber yang sama, perkiraan harga tiket perjalanan yang dikenakan untuk menaiki kereta wisata ini berkisar antara 650 Rupee per orang atau setara dengan Rp135.000. Rencananya, kereta ini akan melayani satu trip pulang pergi setiap harinya.Kereta akan bertolak dari stasiun Vizag di Visakhapatnam pada pukul 07.15 waktu setempat menuju Araku, dan akan kembali menuju stasiun Vizag pada pukul 16.00 waktu setempat.

Selain kereta wisata Visakhapatnam menuju Aruku, pihak kementerian kereta api India juga tengah mempersiapkan dua rangkaian kereta yang ditujukan untuk kepentingan pariwisata, dengan tujuan  Kothavalasa- Kirandole. Satu dari dua rangkaian kereta tersebut sudah tiba di India sejak Sabtu (15/4/2017) kemarin, dan satu kereta lainnya direnacakan akan tiba di Negara yang terkenal dengan film Bollywoodnya itu dua minggu berselang setelah kedatangan kereta pertama. Bila Anda tengah berkunjung ke India, sempatkan diri Anda untuk menaiki kereta yang diusung-usung sebagai daya tarik wisata tersebut.

 

 

Antisipasi Musim Mudik, Menhub Siapkan Rute Ferry Tanjung Priok – Tanjung Emas

Lebaran masih dua bulan lagi, namun hampir semua tiket moda transportasi sudah habis tak tersisa. Habisnya tiket ini, membuat Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi merencanakan pembukaan rute khusus angkutan laut dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta menuju Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.

“Kita rencanakan ini ada beberapa kapal (angkutan orang) yang akan ke Semarang selama masa Lebaran 2017, tetapi kalau untuk yang logistik kita akan gunakan untuk ke Surabaya, tapi untuk Lebaran khususnya kita akan bicara sama teman-teman (operator) untuk menuju ke Semarang,” kata Budi, dikutip dari dephub.go.id (19/4/2017) usai meninjau kapal Roro lintas Tanjung Priok – Panjang Lampung di Ex Presiden, Pelabuhan Tanjung Priok.

Budi mengatakan, ini dibuat untuk mengantisipasi adanya lonjakan jumlah penumpang pada angkutan di masa lebaran berlangsung. Sehingga rute ini ditargetkan sudah bisa beropaerasi sebelum masa puasa.

dephub.go.id
dephub.go.id

“Kalau barang saya yakin tidak masalah yang angkutan penumpang ini yang harus dilakukan pengamatan supaya kita bisa melayani masyarakat dengan baik, kita maunya sebelum puasa,” ujarnya.

Selain angkutan penumpang, Budi mengatakan pengoperasian kapal Roro lintas Tanjung Priok menuju Panjang Lampung membuat pengusaha-pengusaha angkutan truk lebih baik lagi. Sebab, biaya pengangkutan akan sangat kompetitif. Menurutnya, dengan adanya lintas Tanjung Priok – Panjang akan memudahkan para pengusaha angkutan barang (truk) untuk pengangkutan barang.

Dia menambahkan, pemerintah pusat harus terus mendukung kapal Roro untuk digunakan sebagai angkutan barang (truk) untuk mengurangi beban jalan yang saat ini menurutnya sudah berlebihan dan Kementerian Perhubungan akan mempekuat aturan jembatan timbang untuk truk. Selain itu Public Service Obligation (PSO) akan diberikan bila benar-benar di perlukan atau keadaan mendesak.

Garap Wisata Bahari, Pelni Canangkan Layanan Kapal Pesiar

Kepulauan Indonesia sangatlah banyak dari Pulau Weh, Aceh sampai Pulau Liki, Papua. Karena banyaknya pulau, Indonesia disebut dengan negara kepulauan terbesar di dunia. Sebab luas Indonesia dua pertiganya adalah lautan sehingga wisata bahari sangat menjanjikan dan menguntungkan di Indonesia.

Dengan potensi wisata bahari yang besar, membuat PT Pelni berencana melanjutkan wisata bahari yang awalnya dihadirkan 2014 lalu. Baru-baru ini, Pelni berencana mengoperasikan satu kapal pesiar yang akan dikhususkan untuk wisata dalam negeri saja. Melalui kerja sama dengan PT Patra Jasa, sinergi ini diharapkan memberikan hal baru untuk Indonesia.

Rencanyanya Pelni akan membeli kapal pesiar seharga Rp250 miliar dengan kapasitas yang mampu memuat penumpang 300 hingga 400 orang. Namun, saat ini Pelni masih mencari kapal yang cocok dan terbaik sehingga bisa di operaasikan pada 2017 ini. Nantinya selain menjadi sebuah kapal pesiar yang melalui rute domestik, kapal pesiar ini juga akan digunakan sebagai hotel terapung untuk masyarakat.

Kapal pesiar Pelni akan mengelilingi Indonesia dengan rute berangkat dari pelabuhan tersibuk Inddonesia yakni pelabuhan Tanjung Priok menuju destinasi prioritas di Danau Toba (Sumatera Utara), Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Tengger (Jawa Timur), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Wakatobi (Sulawesi Selatan), Tanjung Lesung (Banten), Morotai (Maluku Utara) dan Tanjung Kelayang (Bangka Belitung). Rute yang dilalui oleh kapal pesiar merupakan rute objek wisata bahari.

Tak hanya melalui daerah-daerah tersebut, kapal pesiar juga akan melaju dan berlayar dari Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur) – Taka Bonerate (Sulawesi Selatan) – Makassar (Sulawesi Selatan) – Wakatobi (Sulawesi Tenggara) – Banda Neira (Maluku Tengah) – Misool (Raja Ampat, Papua Barat) – Morotai (Maluku Utara) – Bitung/Bunaken (Sulawesi Utara) – Tomini Togean (Sulawesi Tengah). Dengan bertajuk Let’s Go, pengguna kapal pesiar milik Pelni akan membuat wisatawan merasakan keindahan dunia laut Indonesia dari sejarah hingga budayanya dan wisata kuliner di daerah yang dilalui kapal pesiar.

Nantinya, para pengguna kapal pesiar akan dimudahkan untuk naik dan turun dari daerah yang diinginkan. Melalui kapal pesiar, Pelni berharap wisatawan domestik bisa lebih menikmati wisata bahari di Indonesia.

Dalam pengadaan pelayanan kapal pesiar ini tantangan terbesarnya adalah rute di Indonesia barat hingga timur, jadi ada kemungkinan biaya yang dibutuhkan untuk naik kapal pesiar ini tidak lah murah, sehingga Pelni harus bisa berpikir keras untuk memberikan harga terbaik dengan fasilitas dikapal pesiar yang lengkap. Dalam membantu wisatawan domestik atau internasional, ada indikasi Pelni juga akan membuat kelas ekonomi di kapal pesiar ini. Selain itu, Pelni juga harus bersinergi dengan kementerian-kementerian terkait untuk pariwisata, lingkungan hidup, kelautan dan kemaritiman Indonesia.

Sarana dan Pra Sarana Transportasi Termutakhir, Tidak Semuanya Mewah Loh!

Pemerintah selalu memiliki cara tersendiri agar masyarakatnya merasa nyaman tinggal di kota yang ia pimpin. Penyediaan sarana dan pra sarana transportasi menjadi salah satu cara pemerintah untuk memanjakan para warganya. Walaupun tidak semuanya berbau modern, tapi terbukti progam-program tersebut mampu membuat warganya merasa terbantu dan nyaman dalam menggunakannya. Namun, sebenarnya pemerintah sendri memiliki suatu tujuan tersirat dibalik penyediaan sarana dan pra sarana tersebut, baik itu untuk mengurangi volume kendaraan pribadi hingga mengurangi polusi.Berdasarkan poin di atas, KabarPenumpang.com akan memberikan beberapa contoh sarana dan pra sarana transportasi termutakhir yang dapat menunjang kehidupan dari para penggunannya.

Program Sepeda Gratis di Belanda

Sumber: jalopnik.com
Sumber: jalopnik.com

Semua orang suka bersepeda, selain dapat membuat badan menjadi sehat, ternyata alasan pemerintah negeri kincir angin untuk mengadakan program sepeda gratis adalah untuk mengurangi polusi yang ditimbulkan oleh kendaraan bermotor. Pemerintah menempatkan sebuah “pangkalan” sepeda di taman-taman, ini bertujuan agar pengunjung bisa berkeliling dan menikmati keindahan taman dengan menggunakan sepeda secara cuma-cuma. Bahkan, sebagian masyarakat di Amsterdam sendiri lebih memilih untuk menggunakan sepeda daripada menggunakan transportasi umum dalam kesehariannya, mereka menilai dengan bersepeda akan menghasilkan beberapa perubahan yang cukup signifikan. Selain dua poin di atas, keuntungan lain yang didapatkan dari bersepeda adalah mengurangi kemacetan, terutama saat rush hour.

Sistem Autobahn di Jerman

Sumber: jalopnik.com
Sumber: jalopnik.com

Autobahn, atau di Indonesia biasa disebut jalan tol merupakan akses bebas hambatan yang diperuntukkan bagi moda dengan jumlah roda minimal 4. Proyek pembangunan Autobahn di Jerman dimulai pada tahun 1913 dengan jalur dari Wetzlarer Bahn von Charlottenburg (Hessen) hingga Nikolassee (Berlin). Kelebihan yang ditawarkan oleh Autobahn di Jerman adalah badan jalan yang sangat lebar, sehingga memungkinkan pengendara yang hendak menyalip kendaraan di depannya dengan leluasa. Autobahn di Jerman ini memiliki total panjang jalur hingga 12.800km, dan dilewati oleh 200 jutaan kendaraan setiap tahunnya. Fakta ini membuktikan bahwa Autobahn memegang pernanan penting dalam prasarana transportasi di Jerman.

Sedikit berbeda dengan di Indonesia, batas kecepatan minimal di sini adalah 60km/jam dan batas kecepatan maksimalnya hingga 130km/jam. Pengadaan Autobahn terbukti dapat memudahkan warga Jerman untuk bepergian. Apabila Anda sering meilhat pengemudi yang kerap kali melanggar peraturan di jalan, maka jangan harap Anda akan melihat hal serupa di sini. Budaya tertib yang mendarah daging di Jerman membuat otoritas setempat sepakat untuk menempatkan beberapa sarana penunjang seperti speed cameras, tailgating cameras, dan beberapa sistem otomatis, alih-alih menempatkan petugas di lapangan.

Metro di Kopenhagen

Sumber: jalopnik.com
Sumber: jalopnik.com

Sebagai salah satu Mass Rapid Transit yang beroperasi 24 jam sehari dan 7 hari seminggu, Metro Kopenhagen menjadi moda transportasi favorit warga Denmark. Tidak hanya sampai di situ, Metro Kopenhagen juga beroperasi secara otomatis alias tanpa awak. Bahkan, seluruh sistem Metro di sini sudah terkomputerisasi, dimana control room berada di sebelah selatan stasiun Vestamager. Kereta otomatis ini dapat melaju hingga kecepatan maksimal di angka 80km/jam dengan kecepatan rata-rata sekitar 40km/jam. Metro menghubungkan beberapa titik penting di Denmark dan sekitarnya dengan dua jalur yang tersedia. Sebuah penelitian dilaksanakan pada tahun 2013 silam dan menelurkan sebuah fakta yang cukup menarik, yaitu Metro dapat mengangkut 55 juta penumpang selama tahun penelitian tersebut. Berdasarkan penelitian tersebut, tidak heran kalau Metro menjadi moda darat pilihan masyarakat Denmark, selain menawarkan kenyamanan, Metro juga menjanjikan perjalanan yang tepat waktu. Kereta otomatis yang mulai beroperasi pada 19 Oktober 2002 ini memiliki tiga gerbong dan total 22 stasiun di sepanjang kedua jalur tersebut.

Ikuti Perkembangan Jaman, Kereta-Kereta Ini Pasang Teknologi Teranyar

Selain membawa dampak terhadap kehidupan sehari-hari, perkembangan jaman dewasa ini juga membawa dampak terhadap dunia transportasi di seluruh belahan dunia. Terpasangnya sejumlah teknologi mutakhir pada moda transportasi baik darat, laut, maupun udara seakan menjadi sinyal telah masuknya era modern pada sarana penunjang kebutuhan masyarakat tersebut. Dibawah ini, KabarPenumpang.com akan menyajikan beberapa moda transportasi dengan teknologi terbaru, dan tentu saja termutakhir.

GE Evolution Series

Sumber: hppinsight.com
Sumber: hppinsight.com

Merupakan salah satu lokomotif diesel keluaran teranyar dari General Electric Transportation (GE Transportation). Lokomotif ini pertama diciptakan pada tahun 2003 dan mulai diproduksi masal 2 tahun berselang. Ini merupakan suksesor dari pendahulunya, yaitu GE’s Dash 9 dan beberapa model dari seri AC4400CW. Selain dioperasikan oleh lebih dari 10 negara, lokomotif ini juga telah diproduksi hampir lebih dari 3700 unit sejak dirilis. Beberapa teknologi yang terpasang pada lokomotif ini seperti hybrid air-to-air cooling systems, consolidated control architecture, dan superior dynamic breaking menjadikannya sebuah lokomotif yang mampu meredam produksi NOx hingga lebih dari 40%, hemat bahan bakar hingga 3%, overhaul mesin lebih lama, dan waktu pengoperasian kereta hingga 184 hari sebelum masa perbaikan.

Lokomotif yang diberi nama GEVO ini memiliki beberapa model, dimana setiap modelnya memiliki kecepatan yang berbeda-beda, yaitu ES40DC (Evolution Series, 4000 HP, DC traction), ES44DC (Evolution Series, 4400 HP, DC traction), ES44AC (Evolution Series, 4400 HP, AC traction), ES44C4 (Evolution Series, 4400 HP, C-C wheel arrangement, 4 traction motors), ES44DCi/ES44ACi (Evolution Series, 4400 horsepower, DC traction, i (international)), dan ET44AC/ET44C4 (Evolution Series Tier 4, 4400 HP, AC traction).

ICE

Sumber: eurail.com
Sumber: eurail.com

Inter-City Express atau yang biasa disingkat ICE ini merupakan salah satu rangkaian kereta utama yang hingga saat ini digunakan oleh Jerman. ICE tidak hanya menghubungkan beberapa titik-titik penting di Jerman, tapi juga menjangkau negara-negara lain yang berada di dekat Jerman, seperti Belgia, Belanda, dan Austria. Selain itu, ICE juga digunakan oleh beberapa negara lain, seperti Swiss dan Austria. Sebenarnya, ICE sudah mulai beroperasi sejak tahun 1971, namun seiring berjalannya waktu, pihak ICE turut mengikuti arus perkembangan jaman dan tetap melayani para penumpangnya.

Berbeda dengan GE Evolution Series yang memiliki teknologi tinggi pada lokomotifnya, ICE memiliki teknologi yang lebih berpihak pada para penumpangnya. Sebagai informasi tambahan, kereta ini terbagi ke dalam dua kelas, yaitu kelas satu dan dua. Pada kereta kelas satu, penumpang akan menemukan kursi yang lengkap dengan reclining seat, audio sistem yang terpisah, BD lounge yang dapat digunakan untuk bekerja, video screen, soket listrik yang dapat digunakan untuk mengisi ulang daya gadget Anda, hingga sebuah bar yang menyediakan makanan ringan yang dapat dinikmati oleh para penumpangnya. Bagi Anda yang berencana untuk menikmati perjalanan dengan menggunakan kereta ini, pemesanan tiket sudah dapat dilakukan hingga 92 hari sebelum tanggal pemberangkatan.

VR Group

Sumber: vr.fi
Sumber: vr.fi

VR Group merupakan sebuah perusahaan kereta api yang dikelola oleh negara, yang berasal dari Finlandia. Selain melayani perjalanan untuk penumpang, VR Group juga melayani jasa pengiriman barang. Perusahaan ini mulai berdiri pada awal tahun 1970-an dan pada awal kehadirannya, VR Group memproduksi kereta lokomotif bertenaga uap.

Seiring perkembangan jaman, VR Group berkolaborasi dengan Siemens dalam menciptakan sebuah kereta listrik yang dapat menempuh jarak hingga 6000km per-harinya. Dengan menggunakan mesin diesel sebagai daya tambahan, kereta listrik miliki VR Group ini mampu mengemisikan sekitar 20% karbon yang dihasilkan dari rel diesel dan menjadikannya salah satu kereta dengan standar tertinggi dalam dunia perkereta-apian dewasa ini.