Perjalanan LRT Jabodebek Ditambah, KAI Catatkan Rekor Baru Pengguna

KAI kembali mencatatkan rekor jumlah pengguna harian LRT Jabodebek tertinggi sejak mulai beroperasi. Pada Senin, 1 Juli 2025, jumlah pengguna menembus angka 118.114 orang, melampaui rekor sebelumnya sebesar 114.000 pengguna yang tercatat pada 28 Mei 2025. Jika dibandingkan dengan rata-rata harian pengguna pada hari kerja di bulan Juni, kenaikannya mencapai 19%.

Tingginya angka tersebut bertepatan dengan dimulainya jadwal operasional baru, di mana jumlah perjalanan LRT Jabodebek pada hari kerja ditingkatkan dari 366 menjadi 398 perjalanan per hari. Penambahan ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas layanan dan mengurangi waktu tunggu pengguna, khususnya pada jam sibuk.

Selain karena penyesuaian layanan yang dilakukan, peningkatan jumlah pengguna LRT Jabodebek pada hari ini juga tidak lepas dari perubahan pola mobilitas masyarakat. Penyesuaian akses di beberapa ruas jalan utama bertepatan dengan peringatan HUT ke-78 Bhayangkara mendorong masyarakat untuk memilih transportasi umum sebagai alternatif perjalanan yang lebih nyaman dan efisien.

“Kami mengapresiasi antusiasme dan kepercayaan masyarakat. Ini menjadi bukti bahwa transportasi publik seperti LRT Jabodebek semakin menjadi pilihan utama warga dalam beraktivitas,” ujar Executive Vice President LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi.

Adapun tiga stasiun dengan volume pengguna tertinggi pada hari tersebut adalah:
– Dukuh Atas BNI: 20.518 pengguna tap in dan 18.792 pengguna tap out
– Harjamukti: 13.220 pengguna tap in dan 13.359 pengguna tap out
– Kuningan: 11.389 pengguna tap in dan 10.747 pengguna tap out

PT KAI Operasikan Lagi Kereta LRT Jabodebek Bekas Tabrakan, Amankah?

Mengulik Sejarah Stasiun Cikini yang Berawal Hanya Bangunan Kecil Hingga Beredar Kisah Mistis

Stasiun Cikini. Ya, merupakan stasiun yang terbilang dekat dengan pusat Jakarta ini selalu ramai dengan masyarakat yang melakukan aktivitas dari seluruh Jabodetabek. Setiap harinya stasiun ini selalu dipadati penumpang saat pagi, siang, bahkan malam hari. Selain aksesnya yang strategis membuat Stasiun Cikini selalu teringat akan sejarah yang legendaris pada era kolonial Belanda, bahkan stasiun ini juga terkenal dengan hawa mistis yang beredar ceritanya di masyarakat.

Sejarah yang panjang dan menarik sejak didirikan sebagai sebuah stasiun kecil pengganti pada tahun 1926 hingga saat ini. Stasiun Cikini bermula saat stasiun ini dibangun sebagai pengganti stasiun kereta api Dierentuin pada tahun 1926. Staatsspoorwegen (SS) membangun dua halte kereta api kecil yang terletak di Gondangdia dan Menteng masing-masing.

Stasiun kereta api ini diresmikan pada tahun 1926 dengan nama Tji Kini. Fyi, sebelum menjadi stasiun, tempat ini dulunya adalah sebuah halte yang dilewati oleh KRL. Di tahun 1926 tersebut barulah keberadaan halte dialihkan menjadi sebuah stasiun kelas menengah.

Peron Stasiun Cikini. (Foto: Dok. Istimewa)

Salah satu alasan pembangunan Stasiun Cikini karena banyaknya masyarakat yang hendak berkunjung ke kebun binatang di dekat sana, yang kini menjadi Taman Ismail Marzuki. Menariknya lagi Selain KRL yang melintasi Stasiun Cikini, ada pula jalur trem yang beroperasional di kawasan Cikini. Trem yang ada di kawasan Cikini dulu beroperasional melewati Jalan Cikini Raya (sekarang menjadi Lapangan Banteng). Setelah itu terhubung ke arah Juanda dan Harmoni.

Berdampingan dengan Stasiun Cikini, dulu juga ada Halte Kebun Binatang. Letaknya cukup dekat dari Stasiun Cikini dan juga difungsikan sebagai tempat pemberhentian KRL. Akan tetapi, karena posisi Halte Kebun Binatang yang dekat dengan Stasiun Cikini, opsi ini dirasa kurang efisien ditumpangi pengguna KRL. Alhasil, Halte Kebun Binatang pun tidak beroperasi.

Sama halnya dengan Halte Kebun Binatang, di dekat Stasiun Cikini dulunya juga ada Halte Pegangsaan. Halte kereta api Pegangsaan kemudian dirobohkan pada akhir tahun 1980-an saat jalur kereta api layang dibangun antara Manggarai dan Jakarta Kota.

Selain dari sisi sejarah soal Stasiun Cikini, ternyata ada sisi lain yang membuat bulu kuduk merinding. Ya, sisi mistis yang beredar di masyarakat dari stasiun ini sempat geger. Bahkan sempat viral di media sosial. Beragam kisah misteri tersebut seperti penampakan-penampakan makhluk tak kasat mata hingga kereta hantu. Penampakan wanita gaib yang tewas akibat kecelakaan paling ramai dibicarakan.

Kisah mistis era tahun 2008 silam ini diakui banyak orang yang pernah naik kereta larut malam sedangkan jam operasi kereta sudah berakhir. Seperti filmnya, kereta hantu Cikini menuju Stasiun Bogor kurang lebih bercerita hal yang sama. Kereta dengan isi penumpang gaib yang diam membisu dengan wajah yang pucat pasi, bibir lebam, serta berbagai penampakan yang menyeramkan.

Percaya tidak percaya soal kejadian mistis pada Stasiun Cikini tersebut. Namun yang jelas hingga saat ini Stasiun Cikini masih menjadi stasiun andalan menuju lokasi beraktivitas masyarakat baik perkantoran maupun sekadar berjalan-jalan.

Apalagi dengan banyaknya angkutan Kereta Rel Listrik (KRL) membuat Stasiun Cikini telah mengalami berbagai perubahan dan perkembangan yang mencerminkan sejarah panjangnya. Dengan layanan kereta penumpang dan transportasi pendukung yang tersedia, stasiun ini terus menjadi tempat penting bagi para penumpang dan pengguna transportasi umum di Jakarta.

Jejak Sejarah Yang Terlupakan, Stasiun Gambir Dulunya Adalah Tanah Rawa

Ini Tarif EHang 216-s Sekali Terbang!

Sudah uji coba terbang mengangkut manusia, EHang 216-s  merupakan taksi udara secara otonom yang dipergunakan untuk penerbangan arak pendek. Taksi terbang ini pun kemudian digadang-gadang menjadi solusi kemacetan lalu lintas.

Namun saat ini EHang 216-s masih diuji cobakan danbelum untuk operasional penumpang secara komersial. EHang 216-s ini akan dioperasikan melalui pusat komando dan kendali AAV (Autonomous Aerial Vehicle) yang berada di darat menggunakan jaringan 4G/5G sebagai saluran transmisi nirkabel berkecepatan tinggi untuk berkomunikasi dengan lancar dengan pusat komando dan kendali.

Penasaran tarif taksi terbang ini bila sudah mulai beroperasi secara komersial? Rudy Salim, Executive Chairman dari Prestige Aviation mengatakan, biaya sewanya akan lebih murah ketimbang dengan helilkopter.

Dia menyebutkan, satu kali terbang, EHang 216-s tarifnya sekitar Rp500 ribu. Bahkan bila dibandingkan dengan durasi terbang yang sama, biaya sewa helikopter mencapai puluhan juta rupiah.

“Sekali penerbangan kurang lebih 30 km jarak maksimum. Itu maksimum penerbangan kurang lebih 25-30 menit. Sekali nge-charge, dia kan pakai baterai. Kurang lebih 500 ribu. Jadi kalau pakai helikopter 30 menit mungkin 50 juta. Misalnya ya, kemana gitu Rp50 juta 30 menit. Kalau pakai EHang ini cuman 500 ribu. Jadi murah sekali dan ini memang menjadi urban mobility transportation,” tambah dia.

Untuk diketahui, EHang 216-S mampu terbang sejauh maksimal 30 km dalam atu kali pengisian daya dengan durasi penerbangan sekitar 25-30 menit. Sehingga konsep yang disiapkan taksi terbang ini hanya rute pendek dalam kota bukan antarkota.

Waktu terbang mencapai 18-25 menit, serta kecepatan maksimal mencapai 130 km/jam. EHang 216-S ditenagai baterai, dilengkapi dengan 16 baling-baling dan motor.

“Artinya memang bukan buat antar kota. Bukan buat Jakarta Bandung, bukan Jakarta Bogor. Buat dari Pantai Indah Kapuk ke Plaza Senayan, Senayan ke Pondok Indah. Pondok Indah ke mana? Jakarta Barat, dari Jakarta Barat ke Jakarta Timur,” ucap Rudy.

“Buat di dalam kota, bukan antar kota. Memang transportasi dalam kota,” tambah dia.

EHang 216-s mengandalkan tenaga listrik dan tidak membutuhkan pilot karena sistemnya otonom. Rudy menambahkan ekosistem pendukung seperti landing pad, charging station, atau bahkan battery swapping area juga sedang dirancang agar operasional lebih efisien.

“Nanti ke depannya mungkin kita akan taruh beberapa landing area, landing pad, lalu nge-charge landing page atau switch baterai, dan sebagainya, masih kita pikirkan untuk ekosistem ke depannya,” kata Rudy.

Taksi Terbang EHang 216-s Uji Terbang di Pantai Indah Kapuk (PIK) 2

Wacana Reaktivasi 5 Tahun Lalu, Jalur KA Madiun-Ponorogo Ternyata Masih Ada Kendala Berbagai Hal. Apa Saja?

Pada tanggal 22 Januari 2024, sempat dibahas mengenai reaktivasi jalur rel kereta api Madiun-Ponorogo kembali dibahas dalam rapat DPRD Ponorogo. Menurut pembahasan dari berbagai sumber, dalam rapat tersebut, disusunlah Raperda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Madiun-Ponorogo Tahun 2023-2043.

Langkah ini mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam mengembangkan infrastruktur transportasi yang dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut. Meskipun rencana reaktivasi rel kereta api telah diakomodasi dalam RTRW, tapi hingga saat ini belum ada kepastian mengenai realisasi rencana tersebut.

Proses ini mungkin melibatkan sejumlah pertimbangan teknis, finansial, dan regulasi yang perlu dipertimbangkan secara matang sebelum langkah selanjutnya dapat diambil. Dengan persoalan yang kompleks tersebut, dikutip dari laman Ponorogo News, berikut ini adalah fakta lain yang berkaitan dengan jalur kereta api Ponorogo.

Tampak bekas rel lintas Madiun–Ponorogo saat pengerjaan proyek perbaikan jalan di Perempatan Tugu, Kota Madiun. (Foto: Dok. Istimewa)

1. Jalur Reaktivasi
Beberapa stasiun yang masih terawat meskipun tidak beroperasi adalah Stasiun Ponorogo, Stasiun Balong, Stasiun Jetis, dan Stasiun Badegan. Perubahan jalur kereta api bisa dipengaruhi oleh kondisi alam dan berbagai faktor lainnya. Namun, jika reaktivasi jalur rel dilakukan, stasiun-stasiun tersebut kemungkinan akan menjadi bagian dari jalur kereta api Madiun-Ponorogo. Hal ini akan memberikan manfaat besar bagi konektivitas antarwilayah dan mobilitas masyarakat di Ponorogo serta sekitarnya.

2. Proses Reaktivasi Terhenti Sementara
Kondisi sulit dan padatnya pemukiman warga di sepanjang jalur rel kereta api Madiun-Ponorogo, khususnya di wilayah jalan Ploso, Kelurahan Oro-oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, telah menghentikan sementara rencana reaktivasi yang telah direncanakan sebelumnya.

Para pihak terkait, termasuk PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Pemerintah, menghadapi kesulitan dalam menemukan solusi atas situasi ini. Hal ini telah menyebabkan sebagian jalur rel tertimbun oleh pemukiman serta aspal, membuat jalur rel menjadi tidak terlihat di beberapa titik, khususnya di sekitar Halte Kota.

3. Wacana yang Cukup Lama
Sejak tahun 2020, pembahasan mengenai reaktivasi jalur rel kereta api Madiun-Ponorogo telah disampaikan oleh PT KAI kepada publik. Rencana tersebut tentu disambut antusias oleh masyarakat lokal, terutama di Ponorogo. Masyarakat berharap bahwa reaktivasi jalur rel kereta api Madiun-Ponorogo bukan hanya sekadar wacana belaka, tetapi dapat segera terealisasi.

4. Melibatkan Stasiun Lama
Jalur reaktivasi rel kereta api Madiun-Ponorogo yang dipertimbangkan kembali melibatkan beberapa stasiun kereta api di Ponorogo, termasuk Stasiun Ponorogo, Stasiun Balong, Stasiun Jetis, dan Stasiun Badegan. Meskipun saat ini stasiun-stasiun tersebut tidak beroperasi, tapi masih terawat dengan baik. Keterlibatan stasiun-stasiun lama ini menjadi penting karena beberapa faktor alam telah mempengaruhi perubahan jalur kereta api di wilayah Ponorogo.

Beberapa faktor alam yang mempengaruhi perubahan jalur kereta api meliputi topografi atau kondisi geografis, perubahan lahan dan lingkungan sekitar, serta perkembangan infrastruktur dan perkotaan. Stasiun-stasiun lama ini mungkin akan direnovasi atau disesuaikan kembali dengan standar operasional yang diperlukan untuk mendukung kegiatan operasional kereta api.

5. Berbagai Kendala Saat Upaya Reaktivasi
Upaya reaktivasi rel kereta api Madiun-Ponorogo memang menjadi agenda penting bagi Pemerintah Kabupaten Ponorogo, yang telah diakomodasi melalui pengesahan Raperda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Ponorogo tahun 2023-2043 oleh DPRD Ponorogo. Namun, proses reaktivasi ini tidaklah mudah dan memerlukan pertimbangan matang, terutama mengingat potensi dampak sosial yang mungkin timbul.

Dengan berbagai kondisi tersebut, rencana reaktivasi jalur rel kereta api Madiun-Ponorogo harus ditangguhkan sementara waktu. Pihak KAI dan Pemerintah setempat kini sedang berupaya mencari solusi yang memungkinkan untuk mengatasi masalah ini dan melanjutkan rencana reaktivasi dengan lancar. Semoga saja terwujud.

Napak Tilas Jalur Madiun-Ponorogo. Dulu Primadona, Sekarang Menebar Dilema

Berjalan Kaki Hingga Belasan Kilometer, Ini yang Dilakukan Petugas Pemeriksa Jalur Kereta Api

Petugas Pemeriksa Jalur Kereta Api (PPJ KA) merupakan ujung tombak dalam menjaga keselamatan operasional kereta api. Mereka memiliki tanggung jawab besar untuk memeriksa dan memastikan kondisi jalur rel tetap dalam keadaan baik dan bebas dari potensi gangguan. Mereka juga bertugas memastikan tidak adanya potensi kerusakan atau ancaman yang dapat membahayakan perjalanan kereta api.

Dalam menggunakan alat bantu khusus, PPJ juga difasilitasi dengan Kendaraan Perawatan Jalur (KPJ), sebuah kendaraan yang dirancang khusus untuk membantu petugas dalam memeriksa dan merawat jalur rel. KPJ dilengkapi dengan teknologi modern seperti alat pengukur geometri rel untuk memastikan bahwa rel berada dalam kondisi yang tepat.

Para PPJ ini juga harus berjalan kaki hingga belasan kilometer untuk memeriksa kelayakan jalur kereta. Nah, selain itu ada beberapa fakta lainnya mengenai PPJ kereta api tersebut, yuk kita simak rangkumannya.

Petugas Pemeriksa Jalan Kereta Api (PPJ KA) sedang mengncangkan baut rel yang kendur. (Foto: Dok. Istimewa)

• Mengecek Rel Kereta Api Hingga Batu Ballast
Mengecek jalur kereta yang dilakukan PPJ ini bukan Cuma rel besinya saja, tapi juga meliputi ballast atau disebut juga pemberat kricak, yakni batu-batu kerikil yang menjadi penempatan bantalan rel. Tak hanya itu, pemeriksaan juga dilakukan pada baut persambungan rel kereta api, apakah kendor atau tidak. Pun wesel-wesel saat memasuki stasiun juga diperiksa serta. Tak hanya itu, benda-benda yang menghalangi rel kereta api juga selalu komunikasi ke pusat kendali maupun stasiun terdekat menggunakan alat komunikasi seperti Handy Talkie (HT).

• Peralatan Penting yang Dibawa
Setiap melakukan perjalanan pengecekan, petugas ini sudah pasti membawa peralatan penunjang pekerjaan dalam satu ransel yang cukup besar. Peralatan yang biasanya dibawa yakni mulai dari kunci Inggris, palu ukuran besar, senter (penerang), rompi, bendera (merah-kuning), spidol putih, buku Pas Jalan, jas hujan, hingga HT. Tak lupa kartu pengenal petugas yang berlisensi. Jika terjadi gangguan di jalur kereta api yang dilewati petugas PPJ ini, tak lupa dengan sigap memberi tanda dengan mengibarkan bendera berwarna kuning, penanda kereta api harus berjalan perlahan. Tentu saja sebelumnya sudah melapor terlebih dahulu menggunakan HT.

• Wajib Lulus Sertifikasi
Pekerjaan seperti yang dilakukan ini tidak bisa sembarang orang tanpa sertifikasi dan lisensi dari Kementerian Perhubungan. Untuk bisa menjadi PPJ KA, harus melewati sertifikasi untuk mendapatkan lisensi resmi siap bertugas. Untuk pelatihan PPJ sendiri, dilakukan selama 2 minggu yang kemudian diikuti dengan tes kompetensi dari Dirjen Perkeretaapian Kemenhub. Jika dinyatakan lulus tes, maka diizinkan berdinas sebagai PPJ.

• Berjalan Kaki Hingga Belasan Kilometer
Dalam satu minggu itu ditetapkan ada 40 jam kerja, dan satu hari diberlakukan 8 jam kerja. Tergantung lokasi mana yang dijalani PPJ KA ini. Ada yang rute sangat jauh bahkan lebih dari 10 kilometer, namun biasanya di tengah perjalanan adanya pos pantauan dan biasanya untuk beristirahat seperti di jalur Lampung hingga Sumatera Selatan yang terkenal dengan jauhnya jarak antar stasiun.

Kerja keras dan dedikasi dari para Petugas Pemeriksa Jalur merupakan fondasi penting dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api. Dengan adanya petugas ini, KAI dapat memastikan bahwa setiap pelanggan dapat tiba di tujuan dengan selamat.

Ini Rahasia Jalur Kereta Api Agar Tetap Kuat Saat Dilewati

Ini Tempat Liburan Low Budget Cuma Naik KRL dan Transjakarta

Ibu kota terlihat cukup lenggang hampir disetiap harinya karena saat ini liburan sekolah sudah tiba. Para pelajar sudah menikmati rebahan di rumah dan orang tua mulai berpikir untuk melakukan aktivitas berlibur.

Memang, liburan kali ini tidaklah lama dan banyak masyarakat yang memilih untuk menikmati liburan di sekitaran Jakarta. Bila Anda ingin menikmati liburan dengan KRL dan bus Transjakarta, banyak tempat yang bisa dikunjungi secara gratis atau mengocek kantong yang tidak terlalu dalam.

Dengan menggunakan bus Transjakarta koridor 1 dan KRL tujuan Stasiun Kota, Anda bisa menikmati bagian sejarah Batavia atau Kota Jakarta Tempo Doeloe. Bangunan-bangunan bersejarah seperti Museum Fatahillah, Museum Wayang, Museum Keramik, Museum Bank Indonesia, Museum bank Mandiri, Toko Merah, Kawasan Kali Besar dan Jembatan Intan bisa Anda kunjungi.

Bila masuk ke museum kocek yang dirogoh pun tak semahal seperti nonton bioskop, Anda hanya mengeluarkan paling mahal Rp10 ribu untuk kunjungan ke setiap museum yang berada di Kawasan kota Tua. Di sini bila Anda berkunjung bersama keluarga, Kota Tua cocok menjadi pilihan Utama.

Nah, maju sedikit jalan kaki, bila Anda sekeluarga berencana berlibur sambil mencari perlengkapan sekolah murah, bisa menyambangi Pasar Asemka. Kemudian naik mikrotrans atau berjalan kaki, Anda bisa memasuki Kawasan Pecinan Glodok.

Bagi pecinta kuliner di Glodok berbagai macam makanan tersaji, dari yang halal hingga non halal. Selain Kota Tua, menuju ke arah selatan dengan naik Transjakarta di Koridor 1 juga dan turun di tujuan akhir Blok M, Anda bisa menikmati tempat yang sejuk dan gratis.

Ya, di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu Anda dan keluarga hanya cukup membawa diri saja tanpa perlu mengeluarkan biaya. Di sini buka dari jam 07.00 pagi hingga 22.00 WIB. Menikmati kesejukan pepohonan dengan membaca buku sesuai dengan Namanya taman litersi.

Tapi bagi yang lebih suka menikmati ketenangan, bisa bersantai di healing gardennya. Kalau cukup lapar, keluar sedikit dari taman, Anda langsung menuju ke pusat wisata kuliner Blok M. Bukan hanya dengan Transjakarta saja, bila naik KRL tempat gratis dan sejuk bisa juga kalian nikmati.

Turun di Stasiun Cikini, berjalan sedikit Anda bisa mampir ke Taman Ismail Marzuki. Di sini selain Planetarium, Anda juga bisa mampir ke Perpustakaan dan bisa meminjam buku tanpa harus mengeluarkan biaya.

Yang jelas buku harus Kembali seperti awal meminjam. Sedangkan untuk menikmati alam dengan melihat berbagai planet dari planetarium, kocek yang dirogoh pun hanya sekitara Rp7500 untuk dewasa dan Rp3500 untuk anak-anak.

Jadi, untuk menikmati liburan tak perlu mengocek kantong dalam, dengan Transjakarta dan KRL liburan bisa tetap asyik dan murah meriah. Bagaimana sudah mulai mencoba untuk menikmati berbagai hal gratis dan ramah kantong ini?

Tempuh Jarak 72,8 Km dengan Durasi Dua Jam, Inilah Sensasi Transjabodetabek Rute PIK 2-Blok M

Selain Stasiun Tertinggi Aktif di Indonesia, Yuk Temui Fakta Lainnya dari Stasiun Nagreg

Bagi kalian yang pernah naik kereta api di jalur selatan pasti kenal dengan stasiun kecil yang satu ini. Stasiun ini pun terkenal dengan ketinggiannya dan masih aktif hingga saat ini. Ya, Stasiun Nagreg merupakan stasiun kelas III yang masih aktif dilewati kereta api dari arah Bandung mapun Jakarta maupun dari arah Surabaya. Banyaknya kereta api yang melintas, namun hanya beberapa kereta api yang berhenti di stasiun berketinggian + 848 meter ini.

Penumpang kereta api di Stasiun Nagreg. (Foto: Dok. Istimewa)

Kereta api yang berhenti di Stasiun Nagreg biasanya hanya menunggu peegantian jalur dari petak Stasiun Cicalengka maupun Stasiun Lebak Jero. Sangat dimaklumi, di jalur tersebut hanya memiliki satu jalur juga mengingat daerahnya yang menanjak dan menurun. Tak hanya itu, ada beberapa fakta lainnya mengenai Stasiun Nagreg yang belum kalian ketahui, sebagai berikut:

• Hanya Melayani Satu Kereta Api
Ya, meski stasiun kecil, namun penumpang yang naik dan turun kereta api disini cukup banyak. Tak lain dan tak bukan adalah Kereta Commuter Garut yang melayani penumpang di Stasiun Nagreg. Meskipun terbilang stasiun kecil, namun lokasinya sangat strategis karena berdekatan dengan jalan raya yang menghubungkan Bandung – Garut/Tasikmalaya. Untuk beberapa kereta api memang ada yang berhenti di Stasiun Nagreg, namun hanya pergantian jalur saja dan bukan untuk melayani naik dan turun penumpang.

• Stasiun Berusia 135 Tahun
Stasiun Nagreg mulai beroperasi sejak 1890, seperti dikutip dari Pesona Indonesia. Itu berarti, stasiun tertinggi di Indonesia ini sudah beroperasi selama 135 tahun. Meskipun sudah berusia ratusan tahun, bangunan Stasiun Nagreg masih kokoh berdiri lantaran sudah direnovasi beberapa kali. Tak hanya bangunan, untuk persinyalan masih mekanik menggunakan kabel baja dari arah sinyal lengan maupun wesel menuju stasiun yang dikendalikan tuas jadul yang berada di ruangan Pemimpin Perjalanan Kereta Api (PPKA).

• Dekat Situs Bersejarah
Fakta menarik Stasiun Nagreg selanjutnya adalah terdapat situs peninggalan bersejarah, yakni Situs Batu Kendan. Situs yang berdiri di atas perbukitan batu cadas ini, diyakini merupakan asal Kerajaan Kendan. Pusat Kerajaan Kendan berada di Desa Nagreg Kendan dan Desa Citaman, Kecamatan Nagreg, Bandung.

Mengutip dari laman resmi Pemerintah Desa Kendan, Kerajaan Kendan adalah salah satu kerajaan bercorak Hindu-Buddha yang berdiri di Tatar Sunda. Kerajaan ini didirikan oleh Resiguru Manikmaya pada 536 Masehi. Nama Kendan berasal dari kata kenan, yaitu sejenis batuan cadas, berongga, dan di dalamnya mengandung kaca berwarna hitam. Batuan ini juga biasa disebut dengan nama batu obsidian.

Semarang Uji Coba Bus Listrik Otonom (Tanpa Pengemudi) di Jalan Pemuda

Proyek percontohan bus listrik otonom pertama di Indonesia dipelopori oleh Kota Semarang, Jawa Tengah. Ada dua bus listrik yang digunakan dalam proyek ini dan akan melintasi jalur khusus di Jalan Pemuda.

Dua bus tanpa pengemudi ini mulai beroperasi pada Senin (30/6/2025) kemarin. Meluncurkan dua bus otonom di Semarang menandai era baru dalam sejarah transportasi massal di Tanah Air.

Pemerintah Kota Semarang tidak berdiri sendiri dalam proyek tersebut, tetapi menggandeng Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dan perusahaan teknologi lokal PT Inovasi Transportasi Cerdas.

Fokus uji coba awal akan difokuskan pada rute padat penumpang dan destinasi wisata populer. Hal ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi efisiensi operasional, keamanan, dan tingkat penerimaan masyarakat.

Sehingga bisa dikatakan bahwa ini merupakan langkah monumental bagi Semarang dan Indonesia. Bus-bus listrik otonom ini dilengkapi dengan teknologi sensor canggih, sistem GPS presisi tinggi, dan kecerdasan buatan yang memungkinkan mereka mendeteksi hambatan, berinteraksi dengan lalu lintas, dan mengangkut penumpang dengan aman tanpa intervensi manusia.

Selama masa percontohan, seorang petugas keamanan akan tetap berada di dalam bus untuk memantau sistem dan siap mengambil alih kemudi jika diperlukan dalam kondisi darurat. Selain fitur otonomnya, aspek “listrik” dari bus ini juga menjadi sorotan utama.

Penggunaan energi listrik sepenuhnya berarti nol emisi gas buang, secara signifikan mengurangi jejak karbon kota. Ini sejalan dengan upaya global untuk mencapai keberlanjutan dan mitigasi perubahan iklim.

“Pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil adalah prioritas kami,” tambah Direktur Utama PT Inovasi Transportasi Cerdas, Citra Dewi.

“Bus-bus ini tidak hanya mengurangi polusi udara, tetapi juga menawarkan pengalaman perjalanan yang lebih hening dan nyaman bagi penumpang,” tambah Citra

Meskipun disambut dengan antusiasme, proyek ini tidak lepas dari tantangan. Adaptasi masyarakat terhadap teknologi baru. Regulasi yang memadai untuk kendaraan otonom, dan pengembangan infrastruktur pendukung seperti stasiun pengisian daya yang tersebar luas akan menjadi fokus utama di fase selanjutnya.

Pemerintah Kota Semarang berharap bahwa jika proyek percontohan ini berhasil, bus listrik otonom dapat diperluas ke seluruh jaringan transportasi publik kota, menjadikan Semarang sebagai kota percontohan untuk transportasi cerdas dan berkelanjutan di Asia Tenggara.
Masyarakat diundang untuk mencoba pengalaman baru menaiki bus listrik otonom ini selama masa uji coba yang berlangsung hingga akhir tahun.

Ini adalah kesempatan untuk menjadi bagian dari sejarah dan merasakan langsung masa depan transportasi publik.

Bus Otonom Pertama di Inggris Mulai Beroperasi dengan Melayani Penumpang

Tandingi Starlink, Amazon Luncurkan Project Kuiper, Layanan Koneksi Internet Berbasis Satelit

Pada tanggal 28 April 2025, dari Cape Canaveral Space Force Station, Florida, United Launch Alliance (ULA) berhasil meluncurkan roket misi KA-01 ke luar angkasa. Roket tersebut menuju luar angkasa dengan membawa muatan 27 satelit milik Amazon dalam project Kuiper. Upaya tersebut merupakan lankah awal untuk menandingi kedigdayaan konstelasi jaringan satelit komunikasi internet Starlink.

Dengan roket Atlas V, ke-27 satelit milik Amazon disebarkan pada ketinggian 280 mil (450 kilometer) di atas Bumi. Project Kuiper adalah proyek konstelasi satelit milik Amazon yang bertujuan untuk menyediakan layanan internet broadband global, terutama di wilayah terpencil dan kurang terlayani, mirip dengan Starlink milik SpaceX.

Project Kuiper adalah program Amazon untuk meluncurkan lebih dari 3.200 satelit orbit rendah bumi (LEO) guna menyediakan konektivitas internet berkecepatan tinggi dan latensi rendah di seluruh dunia.

Satelit Kuiper dibangun sendiri oleh Amazon di fasilitas khusus di Redmond, Washington, AS. Amazon telah menandatangani perjanjian peluncuran terbesar dalam sejarah, dengan lebih dari 90 peluncuran dari tiga penyedia roket, yakni ULA Vulcan Centaur, Blue Origin New Glenn dan Arianespace Ariane 6.

Layanan penuh Kuiper direncanakan mulai aktif pada 2025, setelah minimal 1.600 satelit aktif sesuai syarat dari FCC (otoritas telekomunikasi AS). Kuiper akan menawarkan antena pelanggan kecil dan murah, seperti piringan kecil untuk rumah atau fasilitas terpencil.

Tentu menjadi pertanyaan, mengapa Amazon terjun ke sektor ini? Dari beberapa sumber disebut karena obsesi Amazin untuk memperluas ekosistem Amazon: AWS (cloud), AI, dan layanan digital akan semakin menjangkau wilayah global. Lainnya, adalah upaya menjadi saingan langsung Starlink, terutama untuk konsumen dan sektor militer atau pemerintahan.

Jika Project Kuiper total akan mengorbitkan 3.200 satelit, lantas berapa dengan jaringan satelit Starlink? Sampai pertengahan tahun 2025, Starlink milik SpaceX sudah jauh lebih unggul secara jumlah dibanding Project Kuiper. Target akhir populasi satelit Starlink mencapai 12.000 satelit (Fase 1) dan 42.000+ (izin penuh jangka panjang). Sementara sampai pertengahan 2025, sudah 6.000 satelit Starlink mengorbit di luar angkasa.

Akses Internet Starlink Digunakan dalam Modernisasi Sistem Air Traffic Control (ATC) di AS

Gunakan Multilateration (MLAT), Pelacak Penerbangan ‘Flightradar24’ Kini Mampu Atasi Gangguan Spoofing GPS

Dengan maraknya gangguan dan spoofing GPS di seluruh dunia, Flightradar24 telah mengadaptasi fitur pelacakan penerbangan untuk menunjukkan jalur yang seakurat mungkin. Dengan menggunakan berbagai teknologi untuk melacak pesawat, Flightradar24 dapat memastikan bahwa bahkan penerbangan yang mengalami gangguan dan spoofing GPS dapat dilacak secara akurat.

Sebagai catatan, spoofing GPS adalah tindakan memalsukan sinyal GPS sehingga penerima (receiver) seperti pesawat, drone, kapal, atau kendaraan menerima lokasi yang salah. Dengan kata lain, perangkat percaya bahwa Ia berada di tempat tertentu, padahal sebenarnya tidak.

Dalam siaran pers, Flightradar24 menyebut kini menggunakan beberapa teknologi berbeda untuk melacak pesawat di seluruh dunia. Teknologi utamanya, Automatic Dependent Surveillance-Broadcast (ADS-B), mengirimkan banyak informasi tentang penerbangan—termasuk posisi GNSS, ketinggian, kecepatan, laju vertikal, lintasan, dan banyak lagi.

Untuk pesawat yang tidak dilengkapi dengan ADS-B, Flightradar24 menggunakan Multilateration (MLAT), yang memungkinkan Flightradar24 menghitung posisi pesawat berdasarkan perbedaan waktu kedatangan sinyal radio pesawat ke perangkat penerima milik Flightradar24.

Waspada Spoofing GPS di Sekitar Teheran, Jalur Favorit Penerbangan Internasional di Timur Tengah

Bagaimana gangguan GPS memengaruhi penerbangan?
Pada penerbangan baru-baru ini dari Warsawa ke Paris, Wizz Air A321neo menjadi sasaran spoofing GPS, yang berarti penerima GPS pesawat ditipu untuk percaya bahwa pesawat berada di suatu tempat yang tidak seharusnya. Dalam kasus ini, posisi yang dilaporkan menempatkan pesawat di dalam Kaliningrad pada awal penerbangan.

Peta di bawah ini menunjukkan posisi ADS-B yang tidak akurat dari transponder pesawat berwarna ungu dan posisi MLAT yang dihitung Flightradar24 yang menunjukkan jalur pesawat yang sebenarnya berwarna hijau.

Berkat ADS-B, Berjuta Mata di Seluruh Dunia Dapat Melihat Langsung Pergerakan Pesawat Komersial

Dalam beberapa kasus, saat pesawat mengalami gangguan GPS, transponder mungkin tidak pulih selama penerbangan bahkan setelah sinyal GPS kembali normal.

Dengan menghitung posisi MLAT untuk semua penerbangan, Flightradar24 mampu menanggulangi dampak gangguan GPS secara real time dan menunjukkan jalur yang lebih tepat untuk pesawat. Flightradar24 baru saja menyelesaikan pembaruan besar pada perhitungan MLAT, yang memungkinkan kami menghitung posisi MLAT hanya dengan menggunakan tiga receiver. Sebelumnya, diperlukan empat receiver untuk menghitung posisi.

Karena cara penghitungan posisi MLAT, posisi tersebut tidak setepat posisi yang diperoleh dari GPS. Namun, sebagai penangkal penyimpangan liar yang disebabkan oleh spoofing atau gangguan GPS, posisi tersebut telah menjadi alat yang sangat berguna untuk menunjukkan jalur penerbangan yang akurat. Pada bulan Mei 2025, 7% penerbangan yang biasanya dilacak melalui ADS-B dilacak dengan MLAT karena gangguan GPS.