Bagi kalian yang sering menggunakan kereta api, tentu tak sekadar sebagai transportasi yang ramah lingkungan dan praktis. Bahkan saat melihat kereta api yang akan tiba atau memasuki stasiun terlihat jelas pada bagian depan atau pada lokomotif penarik. Nah, dari situlah kita bisa melihat khususnya di bagian bawah terlihat seperti bumper atau dengan kata lain penghalang rintangan.
Dalam perkeretaapian, penghalau rintangan adalah alat yang dipasang pada bagian depan lokomotif atau kereta yang memiliki kabin masinis untuk menghalau rintangan di jalur kereta api yang dapat menyebabkan atau mengalami anjlokan. Bentuk penghalang rintangan tersebut biasanya berlekuk dan sempit di bagian bawah.
Hal tersebut berfungsi untuk menyesuaikan agar tidak menyentuh bangunan peron rendah atau peron medium atau bangunan instalasi lain seperti alat persinyalan. Lain halnya dengan peron tinggi di stasiun-stasiun besar dan stasiun di wilayah Jabodetabek, maka penghalang rintangan tidak akan menyentuh peron di bagian bawah.
Penamaan dalam istilah asing pada penghalang rintangan ini biasanya disebut cowhanger atau cowcatcher. Keduanya memang memiliki fungsi yang sama. Tapi sebenarnya penyebutan kedua istilah asing itu kira-kira biasa digunakan yang mana, ya? Apakah cowhanger atau cowcatcher?
Dirangkum dari berbagai sumber, memang kedua istilah tersebut memiliki arti masing-masing, namun memiliki fungsi yang sama yaitu menghalau benda-benda asing yang berada di sepanjang jalur pada saat kereta api melintas di sapu oleh penghalang rintangan tersebut.
Dari penelusuran kabarpenumpang.com tentang arti dari cowhanger merupakan berasal dari kata serapan dari bahasa Belanda yang berarti ‘koevanger.’ Koevanger sendiri memiliki arti yaitu bingkai besi di depan roda lokomotif, alias penghalau hewan alias bumper lokomotif. Sedangkan cowcatcher yang disebut juga lifeguard atau besi pelindung yaitu istilah yang umum dipakai untuk penyebutan penghalau hewan atau bumper lokomotif Biasanya desain cowcatcher tersebut berbentuk huruf V yang sering kita jumpai pada lokomotif uap.
Meskipun memiliki kata yang berbeda, tentu fungsinya masih sama yaitu untuk melindungi kabin dari kerusakan hebat sewaktu terjadi benturan atau tabrakan. Khusus untuk bumper lokomotif fungsinya juga untuk mendorong suatu benda cukup besar yang berada di rel perlintasan kereta api, terutama apabila ada hewan sehingga akan terlempar dan tidak masuk ke kolong lokomotif. Karena, jika benda yang cukup besar tersebut terlindas roda, akan mengakibatkan lokomotif dan rangkaian kereta api anjlok.
Selain itu, kini bumper pada kereta maupun lokomotif menjadi ciri khas yang memiliki identik dengan warna merah. Hal tersebut memiliki makna yakni mudah dikenali dari kejauhan dan memberikan kontras tinggi terhadap lingkungan sekitar, terutama di kondisi gelap atau saat cuaca buruk. Lalu memberikan sinyal visual bahwa ada kendaraan besar dan berat yang mendekat, dan orang-orang harus berhati-hati. Serta bagian dari upaya untuk meningkatkan visibilitas dan mencegah kecelakaan di jalur kereta api.
Halau Rusa dan Hewan Liar Masuk ke Rel, JR East Pasang Shika Sonic
